Buletin EDISI 2 - 2019
KABUPATEN BOGOR
Hari Koperasi Lima Pilar Kondisi Merata Soal
Dilaksanakan Wujudkan Koperasi
di Cariu, Bogor Kemandirian
Jawa Barat
Permodalan,
Masalah Klasik
Koperasi
EDISI 2 - 2019 BULETIN DEKOPINDA 1
Salam Redaksi Redaksi
Dinamis Mengikuti Perubahan
Dinamika perubahan demikian cepat. Pemakaian teknologi digital DEKOPINDA
menuntut kita untuk mengikuti arus perubahan yang terjadi. Koperasi
pun tak terkecuali bergerak beriringan dengan perubahan yang kini Penanggung Jawab:
dikenal sebagai era revolusi industri four point zero (4.0). H. Nana Sukmana, SP (Ketua DEKOPINDA
Kabupaten Bogor)
Bahkan di usianya yang ke-72 tahun ini koperasi menunjukkan geliat
perubahan yang dinamis. Setidaknya bisa kita simak dari tema yang Pengarah:
diusung dalam peringatan hari jadinya sekarang yakni, Reformasi total DR. Ir. H Apendi Arsyad, M,Si
koperasi di era industri 4.0. Khusus Kab. Bogor mengangkat sub tema Drs. H Yazid Salman
: Semangat Gotong-royong Membangun Ekonomi Kerakyatan Melalui Ch. Sukirman, SE
Pancakarsa Menuju Kabupaten Bogor yang Termaju, Nyaman dan M. Sarjana
Berkedaban Entang Suganda
Subandrio, SE
Banyak koperasi yang terus melaju dalam program-program kerjanya Pepi Januar Pelita, S.Kom
mengikuti derap perkembangan. Sistem digitalisasi segera diadopsi. Tak
hanya teknologinya, tapi juga cara dan etos kerjanya : kreatif, inovatif, Pemimpin Redaksi:
dan produktif, serta dilandasi kedisiplinan tinggi. Dan diharapkan pula Ir. Edi Purwanto
penggiat koperasi juga melakukan kolaborasi atau mengembangkan
jejaring usahanya. Ini tentu akan memperkokoh posisi koperasi, sesuai Anggota Redaksi:
dengan salah satu prinsipnya, kerjasama. Sutarno. MT
Sudiyanto
Bagi penggiat koperasi, koperasi yang kuat bukan hanya diukur dari Engkus Sodikin
besarnya aset tetapi lebih kepada seberapa besar koperasi tersebut Subroto
mampu menerapkan prinsip-prinsip koperasi seperti keanggotaan Yanuar Permadi, SE
bersifat sukarela dan terbuka, demokratis, adil, mandiri, dan kerjasama. Ir. Aisyah, MM
Sehingga peran koperasi dalam perekonomian kita benar-benar mampu H. Muhamad Enoch
meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat. Anung Februari Yanto
Hendro Puji Triyono
Selamat Hari Jadi Koperasi ke-72. Dirgahayu Koperasi Indonesia ! Asep Junjunan, SE
Sri Iswati
Affandi Arsyad:
Proteksi Koperasi Sirkulasi dan Distribusi:
Endra Suffera Rokhmat, S.Sos
Rochman Endang, BA
dengan Regulasi ALAMAT REDAKSI:
P rinsip-prinsip dalam koperasi Gedung PKKB
jika dilaksanakan dengan baik kan publik, baik eksekutif maupun Jl. Raya Letjen Ibrahim Adjie No. 213
dan benar pasti membawa keber- legislatif harus senantiasa me- Sindangbarang, BOGOR 16610
mikirkan dan mengaitkan dengan Telp./Fax. : 0251 8628861
Email: [email protected]
hasilan, seperti gotong-royong, perkembangan ekonomi kita.
kerjasama, perduli, dan lainnya. Demikian Lalu dimana posisi kopera- yang memproteksi keberadaan koperasi .
disampaikan DR Ir Affandi Arsyad ketua si, lanjut Arsyad, dan bagaimana pula “Tugas besar pemerintah memfasilita-
Dewan Pakar Dekopinda Kab, Bogor pada perkembangannya sekarang di usianya
acara Riung Mungpulung (renungan) da- yang ke-72 tahun, hampir sama dengan si, memberi akses usaha, akses permoda-
lam rangka peringatan Hari Koperasi 2019 umur kemerdekaan Republik Indonesia. lan, pendidikan, dan yang penting proteksi
yang diselenggarakan Dekopinda Kab Bo- Ini harus jadi pemikiran dan renungan ber- dalam regulasi-regulasinya, “ tegas Affandi
gor, 16 Juli lalu di Bogor. sama, Arsyad.
Hadir dan memberi sambutan Kepala Pengamat koperasi yang juga dosen Implementasinya harus jelas. “Kalau
Bappeda Kab.Bogor DR Ir Syarifah Sofiah, Universitas Juanda Bogor ini menyebut usaha-usaha rakyat sudah berkembang,
MSi, Sekdis Koperasi dan UKM Siti Euis beberapa koperasi bisa sangat berhasil ka- maka usaha-usaha pribadi dilarang masuk.
Sugiarty, Ketua Dekopinda H Nana Suk- lau dikelola secara sungguh-sungguh dan Lebih-lebih menghadapi era industri four
mana,SE, dan pinisepuh koperasi Wahy- terbukti menyejahterakan anggota dan point zero (4.0) dan smart society (5.0) yang
udin. masyarakatnya, serta mampu menghim- semestinya sudah diagendakan, “ ujarnya
pun aset yang besar pula. pula .
Menurut Affandi Arsyad, jika me-
nengok sejarah, perjuangan politik yang SDM koperasi masih harus terus Sebelumnya Kepala Bappeda Kabupat-
dilakukan Bung Karno, Bung Hatta dalam dibenahi dan ditingkatkan. Juga pendi- en Bogor DR. Ir. Syarifah Sofiah memapar-
memperjuangkan kemerdekaan selalu dikan bagi anggota koperasi harus dilaku- kan tentang brand yang “dijual” Kab. Bo-
memikirkan bagaimana perkembangan kan. “Kepedulian pemerintah terhadap gor yakni The City of Sport and Tourism.
ekonomi ke depan. koperasi tidak cukup hanya memfasilitasi, “Karena kita juga berkompetisi dengan
tapi juga membantu mempromosikan ko- daerah-daerah lainnya, maka sport dan
Oleh karena itu dalam mengambil perasi dan juga membuat kebijakan publik kepariwisataan yang bisa menjadi unggu-
keputusan dan membuat regulasi, kebija- lan itulah yang kita jual, ”kata Syarifah. is
2 BULETIN DEKOPINDA EDISI 2 - 2019
KOPERASI
Ketua Pengurus KSPPS Khairu Ummah Pepi Januar Pelita dalam paparannya Penilaian Pepi, pendirian kopera-
pada diskusi yang diselenggarakan Dekopinda Kabupaten Bogor di Sindangba- si tidak menempatkan modal sebagai
rang, Bogor, Selasa (2/7) 2019. instrumen penting. Koperasi tidak di-
D alam usianya yang ke-72 ta- dorong untuk mencari solusi atas kesu-
hun, koperasi masih mengha- Pepi yang berhasil mengelola Khairu litan permodalan, dengan memaksimal-
dapi masalah klasik, terbatasn- Ummah sebagai salah satu koperasi syari- kan kekuatan dari internal
ya modal yang dihimpun ah yang cukup maju di Kabupaten Bogor
menyampaikan secara sistematis perma- Kelemahan dalam pembentukan
modal sendiri itu, menurut pepi di-
karena instrumen modal tidak dijadikan salahan permodalan koperasi ini. Filosof- antaranya ketidaktegasan pengurus,
komitmen yang lemah, dan tidak adan-
instrumen penting dalam pendirian kop- inya, setiap perkumpulan atau organisasi ya konsistensi. Kurangnya inisiatif dan
upaya sendiri dalam meningkatkan per-
erasi. Hal ini disampaikan Ketua Pengurus dalam melakukan kegiatan untuk menca- modalan.
KSPPS Khairu Ummah Pepi Januar Pelita pai tujuannya akan memerlukan sejum- “Jika menunggu simpanan wajib
saja seperti menunggu godot, “ tegas
dalam paparannya pada diskusi yang lah dana. Sebagai badan usaha, koperasi Pepi. Menunggu godot sama dengan
penantian yang sia-sia, aksi menunggu
diselenggarakan Dekopinda Kabupaten memerlukan dana sesuai dengan lingkup yang tak bermakna, keberadaan dalam
ketiadaan, seperti tercermin dalam dra-
Bogor di Sindangbarang, Bogor, Selasa dan jenis usahanya. ma terkenal karya Samuel Becket.
(2/7) 2019. “Ini merupakan instrumen penting Namun Pepi pun kemudian men-
gungkapkan pula solusinya. Alternatif
Tema kegiatan diskusi “Strategi Pen- dalam koperasi. Juga parameter komit- untuk penguatan permodalan koperasi
adalah mengubah mindset
guatan Permodalan Internal Koperasi” ini men/ loyalitas anggota pada koperasi,
Gerakan koperasi harus disadarkan
juga menghadirkan tokoh koperasi Ch. serta merupakan parameter kontribusi bahwa instrument modal adalah kom-
ponen penting dalam pendirian koperasi
Sukirman dari Koperasi Kredit Sejahtera anggota koperasi, “ kata Pepi dan itu harus dimulai dengan mengubah
mind set dan menjadi tugas semua pi-
(KKS). Fasilitator tingkat nasional ini Urgensi Permodalan itu untuk hak yang peduli pada kemajuan gerakan
koperasi. Pilihan lainnya adalah melalui
menyampaikan pengalamannya di KKS melakukan kegiatan-kegiatan atau us- pendirian Bank Koperasi
seputar penguatan permodalan koperasi. aha-usaha dalam koperasi sehingga Menurut Pepi, hingga kini perbank-
an dan lembaga keuangan yang konsen
Baca “Lima Pilar Wujudkan Kemandi- mencapai tujuan usaha. Misal, untuk pada koperasi masih sedikit. Karena itu
dengan adanya Bank Koperasi diharap-
rian” (hal 3) membiayai proses pendirian/biaya kan akan memudahkan koperasi-koper-
asi yang ada dalam menggerakkan sektor
Hadir pula dan memberi sambutan pra-organisasi : pembuatan akta pendi- riel.
Kepala Dinas KUKM Drs Ronny Sukmana, rian, anggaran dasar, biaya administrasi Pepi juga menyinggung lemahnya
komitmen kerjasama antarkoperasi. Pa-
Msi, dan Muhammad Rizky Wakil Ketua pengurusan izin, dan lain-lain. Membeli dahal dengan kerjasama itulah dapat
membangun kekuatan besar.
DPRD Kabupaten Bogor yang menyam- barang-barang/Inventaris. Selain itu un-
Dikatakan Pepi, mensosialisasikan ko-
paikan beberapa komitmennya terhadap tuk modal kerja dan menggerakkan sek- perasi membuat citra yang baik tentang
koperasi, agar masyarakat percaya dan
perkembangan koperasi di Kabupaten tor usaha untuk membiayai operasional bisa ikut berpartisipasi dalam memaju-
kan koperasi dengan menguatkan per-
Bogor. koperasi dalam menjalankan usahanya. modalannya.. sri
EDISI 2 - 2019 BULETIN DEKOPINDA 3
KOPERASI
Hari Koperasi
DBoilgaokrsaJanwakaaBnadriaCt ariu,
G una lebih memeriahkan Hari Koperasi ke 72 tahun peringatan Harkop di wilayah kerja masing-masing dengan
2019 Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor kegiatan yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat dan
meminta para ketua koperasi se-Kabupaten Bogor anggota koperasi sesuai kemampuannya. Kegiatan Harkop di
memasang spanduk dengan tema : Reformasi Total Kabupaten Bogor selain pameran produk koperasi dan UKM,
Koperasi di Era Industri 4.0 dengan pilihan sub tema : juga demo produk UKM, Lomba Cerdas Cermat Perkoperasian,
Live Music dan aneka lomba lainnya.
a. Dengan Pancakarsa Membangun Ekonomi Kerakyatan
Menuju Kabupaten Bogor yang Termaju, Nyaman dan Diimbau pula penggiat koperasi berpartisipasi aktif dalam
Berkeadaban. HUT Koperasi tingkat Kab. Bogor yang akan dilaksanakan
tangal 1-3 Agustus di Lapangan Badak Putih Kecamatan Cariu.
b. Semangat Gotong-royong Membangun Ekonomi
Kerakyatan Melalui Pancakarsa Menuju Kabupaten Sementara itu menurut Ketua Dekopinda Kabupaten
Bogor yang Termaju, Nyaman dan Berkedaban. Bogor H. Nana Sukmana, SE, Peringatan Harkop tingkat
Nasional berlangsung tepat pada 12 Juli 2019 di Purwokerto,
Selain itu menurut Kepala Dinas KUKM Kabupaten Bogor Jawa Tengah. Sedangkan Peringatan Harkop tingkat Propinsi di
Drs Ronny Sukmana, Msi, pihak koperasi dapat melaksanakan Soreang , Bandung, tgl 26-28 Juli 2019. Edp
Koperasi UKM dalam menyehatkan koperasi
Harus Mampu dan mendorong koperasi menghadapi
Beradaptasi era industri 4.0 melalui reformasi total
koperasi yang meliputi reorientasi,
K operasi rehabilitasi, dan pengembangan
dituntut koperasi.
harus mampu
beradaptasi Kebijakan ini diharapkan akan
dengan era industri mendorong koperasi semakin tumbuh
berkembang. Langkah ini telah
4.0 (four point zero). menandai ada perbaikan dalam kualitas
koperasi.
Era industri 4.0 juga
Langkah itu juga seiring dengan
mangharuskan kepesatan teknologi, khususnya
perkembangan digital yang di beberapa
koperasi untuk dapat negara telah memulai atau memasuki
industri five point zero (5.0) terutama
bertransformasi dengan Jepang. Penekanan ini selaras dengan
apa yang dikatakan pebisnis sukses
membangun karakter Chairul Tanjung dalam ceramahnya pada
acara Smart Business Talk with Jusuf Kalla,
kreatif dan inovatif Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Making Indonesia 4.0 vs Super Smart
bagi insan penggerak Indrawan dalam seminar nasional bertema “Koperasi Society 5.0 di Jakarta . Dengan mengutik
koperasi. Demikian Indonesia di Era Industri 4.0”di Purwokerto, Kamis sebuah ungkapan bijak, Chairul
disampaikan Sekretaris (11/07/2019). menegaskan bahwa bukan yang kuat
dan pintar yang akan menang dalam
Kementerian Koperasi “Koperasi Indonesia di Era Industri 4.0”di persaingan, melainkan mereka yang
dan UKM Rully Indrawan Purwokerto, Kamis (11/07/2019). responsif terhadap perubahan itulah
dalam seminar nasional bertema yang akan jadi pemenang. sud
Dikatakan, upaya Kemenkop dan
4 BULETIN DEKOPINDA EDISI 2 - 2019
KOPERASI
WLiumjuadPkailnaKremandirian
Koperasi memiliki kemampuan untuk memupuk terhadap pengelolaan orang, barang, dan
permodalan secara swadaya. Koperasi Kredit uang secara baik dan benar. Mengelola
Sejahtera (KKS) di Cibinong, Bogor telah orang jauh lebih sulit dari mengelola
membuktikannya. barang dan uang.
S alah satu pendiri
KKS yang juga Swadaya : semangat Tentang permodalan koperasi terdiri
dikenal sebagai swadaya ini bukan sekedar dari Simpanan Pokok (SP), Simpanan
fasilitator, CH teori, tetapi harus dilakukan Wajib (SW) serta simpanan lainnya antara
secara nyata. lain Simpanan Sukarela dan Simpanan
Sejahtera .
Sukirman mengatakan, Solidaritas : setia kawan,
Struktur modal koperasi terdiri dari :
sudah tidak jamannya lagi saling percaya. Solidaritas 1. Modal Sendiri meliputi :
koperasi menengadahkan dalam kebersamaan a. Simpanan Pokok dan Simpanan
Wajib, disebut simpanan saham
tangan minta bantuan merupakan ciri khas koperasi,
b. Laba ditahan (retaint earning)
modal. saling bantu, tolong menolong, c. Hiba, bila ada
2. Modal dari Pihak ketiga :
“Paradigma minta terlebih dalam bidang a. Simpanan anggota, non
bantuan harus diubah. permodalan bersama.. simpanan saham
b. Pinjaman
Koperasi mampu swadaya, Inovasi : koperasi c. Modal penyertaan, bila ada
lalu hak pengelolaan otonom, “ kata Ch. jangan kaku. Jaman telah berubah, Modal dari pihak ketiga adalah
kategori modal dengan kewajiban
Sukirman yang tahun 2013 menerima teknologi berubah cepat. Koperasi harus menanggung biaya. Ini berbeda dengan
modal sendiri, dari SP,SW serta laba
penghargaan dari Pemerintah cq menyesuaikan diri dengan perubahan. ditahan, yang pada umumnya sangat
terbatas dan relatif kecil, sehingga berhak
Kementerian Koperasi sebagai salah Sekarang era digital. Kebutuhan layanan mendapatkan hak atas deviden, atau
pembagian SHU.
satu putra terbaik nasional dalam anggota adalah prioritas. Ciptakan
Menurut Pak Ch, banyak koperasi
pengembangan koperasi. Namun ia produk-produk layanan yang dibutuhkan yang tidak memisahkan SP dan SW di satu
sisi atau disebut simpanan saham dengan
berharap pula Pemerintah membuat anggota. Karena anggota adalah “boss”/ simpanan lain yang dikategorikan
simpanan non saham.
regulasi-regulasi yang berpihak pada pemilik sekaligus pengguna jasa yang
Pemisahan simpanan tersebut
pengembangan koperasi. harus dilayani. akan memudahkan pengurus untuk
melakukan pengendalian biaya, dan
Untuk mewujudkan kemandirian ini Kesatuan dan Persatuan : Ini sangat menjadi daya tarik tersendiri bagi
anggota, karena SP dan SW berhak atas
menurut Pak CH, demikian sapannya, ada mendasar, persatuan dan kesatuan deviden, pembagian dari SHU, sedangkan
di luar SP, pengurus berkewajiban
lima pilar, meliputi : pendidikan, swadaya, antara pengurus, pengawas dan anggota. membayar jasa simpanan, yang dapat
diberikan setiap akhir bulan. Dengan
solidaritas, inovasi, serta kesatuan dan Selain itu juga persatuan dengan sesama cara ini pengurus dapat melakukan
deservikasi simpanan, dengan tujuan
persatuan. gerakan koperasi juga harus kuat. pemupukan modal dari anggota, tidak
harus dari pihak lain.
Pendidikan : Koperasi lahir dari Pak Ch, anggota Dewan Pakar
Maka stigma bahwa koperasi itu
pendidikan, dikembangkan dengan Puskopdit Bogor-Banten ini juga kumpulan orang-orang kecil (miskin),
harus dibantu, akan hilang, karena
pendidikan, dikelola dengan pendidikan, menguraikan, Pengurus Koperasi mampu memupuk permodalan secara
swadaya, tidak bergantung bantuan. sri
serta dikontrol dengan pendidikan. bertugas dan bertanggungjawab
Foto bersama Nara sumber dan peserta FGD
EDISI 2 - 2019 BULETIN DEKOPINDA 5
KOPERASI
Sinyal Baik Rp 17 miliar. Jumlah itu termasuk untuk
untuk Koperasi belanja dan gaji pegawai.
A da sinyal bah-
wa kiprah kop- Msi. Rizky juga menyam- Dari angka tsb, kata wakil rakyat dari
erasi akan lebih Gerindra ini, mengindikasikan perhatian
mendapat perha- paikan pandangannya terhadap koperasi masih kurang. “Ini ha-
rus saya buka ke publik, “ kata Rizky yang
terkait masalah koperasi, terpilih kembali menjadi anggota DPRD
untuk masa bakti 2019-2024. Bahkan ia
meski ia mengaku belum diprediksi menduduki jabatan sebagai
Ketua DPRD, mengingat Gerindra mem-
tian, terungkap pada Selasa, benar-benar memahami peroleh kursi terbanyak dan perolehan
jumlah suara Rizky pun terbesar di Kabu-
2 Juli lalu. Khususnya di Ka- seluk beluk koperasi. paen Bogor.
bupaten Bogor. Harapan itu Peran koperasi tidak ke- Meski dukungan anggaran dinilai ti-
dak memadai namun Rizky tetap menga-
muncul berkat kehadiran cil dalam mendukung pere- presiasi Dinas Koperasi dan UKM. Karena
dalam kondisi seperti itu masih banyak
Wakil ketua DPRD Kabupaten konomian masyarakat, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Misal Dinas membuatkan akte notaris un-
Bogor Muhammad Rizky. sesuai prinsip-prinsipnya, tuk koperasi secara gratis. Selain itu mem-
beri fasilitas pada beberapa kegiatan UKM.
Angggota Dewan yang Muhammad Rizky koperasi selalu diharapkan
“Itulah yang kita apresiasi, dan ke de-
masih muda usia (27) ini ti- menjadi sokoguru pere- pan kita harapkan lebih tepat sasaran dan
efktif, “ ujarnya pula. isw
dak hanya mengikuti sere- konomian nasional. Na-
moni Fokus Group Discussion (FGD) yang mun, ada sisi yang disorot Rizky terkait
diselenggarakan Dewan Koperasi Daer- pengembangan koperasi ini. Di Kabu-
ah (Dekopinda) Kab. Bogor yang dibuka paten Bogor, dengan APBD sekitar Rp 6,3
Kepala Dinas KUKM Drs Ronny Sumana, triliun, anggaran untuk koperasi hanya
Kondisi Merata tanya, Jatim sedikit lebih baik.
Soal Koperasi Sebagaimana kita tahu, beberapa wak-
F asilitator Dodi Dermawan men-
gatakankan, saat pelaksanaan Fo- masalah ini, “ imbau pak Ch, sapaan akrab- tu terakhir kementerian KUKM hingga Din-
cus Group Discussion (FGD) Grand nya. “Harus saling mendengarkan, terlerbih stitusi di bawahnya, Dinas KUKM memang
Design Pengembangan SDM Ko- suara di lapangan. Bukan semata kuantitas sedang menginventarisir dan memilah
perasi di Cipayung, Kabupaten Bogor ba- tapi harus diiringi pula secara kualitas. Mari mana koperasi yang aktif, dan mana yang
ru-baru ini bahwa data Kementerian KUKM kita ambil inisiatif,“ tidak aktif lagi. Karena itu jumlahnya akan
menyebut jumlah koperasi semakin meny- tampak menurun.
usut. Angkanya 121 ribuan, dan sampai “Yang terpenting harus ada rumusan
Juni 2019 yang melaksanakan RAT sekitar bersama dalam penyusunan program an- Dalam kajian nasional Lembaga Pendi-
39 ribu. tara Dinas (KUKM) dengan Gerakan Koper- dikan Koperasi (Lapenkop), kata Dodi, salah
asi,“ saran Dodi. satu penyebab tidak berkembangnya atau
Realitas ini memunculkan pertanyaan, tidak aktifnya koperasi karena prosedur
apa masalahnya. Kondisi ini juga terjadi di Menurut Dodi, tampaknya memang pembentukannya lebih mengedepankan
Kabupaten Bogor. Fasilitator lain, Ch Sukir- merata. Ketika fasilitasi diklat perkopera- aspek kelembagaan ketimbang kelayakan
man, aktivis koperasi sian di Blitar, Malang, Bekasi dan Tangerang usahanya. Itu bisa dirasakan pada kopera-
yang juga Kepala Selatan, ia temukan hal sama. Namun, ka- si-koperasi yang berbasis UMKM.
Bidang Organisasi
dan Keanggotaan De- Sementara itu Sekretaris Kemenkop
kopinda Kab. Bogor dan UKM Meliadi Sembiring dalam suatu
menggarisbawahi rapat Koordinasi dan Pelatihan Teknis Pen-
kondisi itu cukup mer- dataan Koperasi di Jakarta beberapa waktu
ata. Mungkin daya tar- lalu pernah menyinggung kinerja koperasi.
ik koperasi jadi berku- Dikatakan, perkembangan dan laporan ki-
rang. nerja koperasi minimal 1 tahun sekali harus
dilaksanakan dan dilaporkan Gerakan Kop-
“Jadi tugas kita erasi kepada Pemerintah Kab/Kota, Provinsi
para aktivis dan pem- dan Kementerian Koperasi dan UKM. Hal
buat kebijakan (reg- itu sebagai bukti indikator mengukur kiner-
ulasi) harus duduk ja organisasi dan usaha sehingga perkem-
bareng, membahas bangan koperasi tiap tahun dapat terpan-
tau.
“Hal ini sekaligus sebagai penegasan
dan instruksi Bapak Menteri Koperasi dan
UKM bahwa sampai akhir tahun 2019 ko-
perasi harus aktif dan melaksanakan Rapat
Anggota Tahunan (RAT),”katanya. isw
6 BULETIN DEKOPINDA EDISI 2 - 2019
O pi n i
RUU Perkoperasian
Terkontaminasi Kepentingan Pribadi
Oleh Suroto:
(Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES)
P anitia Kerja Dewan Perwakilan Koperasi mereka cukup menyetor
Rakyat ( DPR) saat ini sedang 5 persen dari surplus ke lembaga yang
berusaha menuntaskan RUU disebut Co-operative Development
Perkoperasian. Di akhir masa Fund dan dikembalikan ke gerakan lagi
periode kerja ini ditargetkan akan dibawa dalam bentuk biaya dukungan riset,
ke sidang paripurna untuk disyahkan. pendidikan dan pelatihan, libby bisnis dan
sebagainya.
Tapi substansi dari draft RUU
yang ada ternyata sudah banyak yang Di Filipina, selain pembebasan
menyimpang dari prinsip penyusunan pajak malahan diberikan insentif pajak
UU Perkoperasian yang baik. Bahkan lainya apabila mereka import barang
RUU Perkoperasian yang ada sudah modal melalui koperasi dan mampu
terkontaminasi kepentingan pribadi. menununjukkan faktur yang dicap bea
Pasal tersebut mengenai pengaturan cukai. Ini untuk mendukung industri
Dewan Koperasi Indonesia ( Dekopin). rumah tangga basis koperasi.
Tidak Bersahabat
Di RUU yang ada diatur sampai dengan masalah periodesasi Regulasi soal ekonomi dalam kajian kami sebetulnya
organisasi ini agar jabatan Ketua Umum bisa sampai tiga dalam level “unfriendly”, tidak bersahabat terhadap koperasi.
periode. Padahal, mengenai Dekopin sendiri seharusnya tidak Indikatornya, seharusnya yang dibedakan malah disamakan dan
perlu disebut di UU. Dalam UU itu cukup merekognisi bahwa yang harus disamakan malah dibedakan.
koperasi dapat membangun organisasi gerakanya sendiri secara Soal yang harus disamakan itu misalnya, perlakuan di sektor
sukarela dan otonom serta mandiri. Di draft RUU yang ada sudah moneter. Koperasi dilempar jauh dari regulasi moneter dan
keterlaluan sekali. perbankkan. Kemudian contoh lain, koperasi tidak diberikan
kesempatan untuk menjadi badan hukum BUMN. Padahal di
Draft RUU yang ada mengalami kemuduran dan akan Amerika, listrik, rumah sakit banyak yang dikelola koperasi.
berpotensi merusak dinamisasi gerakan koperasi. DEKOPIN Seperti koperasi National Rural Elextricity Cooperative Association
disebut sebagai“wadah tunggal gerakan koperasi”, lalu diwajibkan (NRECA) yang dimiliki pelanggannya dan aktif di 51 negara bagian.
didanai dari sumber keuangan negara. Badan hukum koperasi dibuat semacam “enclave” atau
barang asing dan sengaja dilempar jauh dari lintas bisnis modern.
Penyusunan UU Koperasi yang baik itu seharusnya hanya Tidak diberikan persamaan kesempatan seperti badan hukum
cukup mengatur tiga hal prinsip yang penting. Pertama, perseroan. Diiskriminasi, dan bahkan banyak UU soal ekonomi
memberikan rekognisi ( pengakuan) terhadap prinsip dan nilai kita mengeliminir koperasi.
koperasi yang salah satunya adalah otonomi dan kemandirian. Prinsip pokok UU Koperasi yang ketiga adalah soal
perlindungan. Koperasi harus dilindungi dari upaya perusakan
Kedua, memberikan distingsi atau pembedaan terhadap terhadap citra koperasi. Sehingga UU Koperasi itu harus tegas
koperasi. Misalnya soal pajak koperasi. Di negara lain seperti memberikan sanksi kepada rentenir yang berbaju koperasi atau
Singapura misalnya, koperasi diberikan tax free ( pembebasan koperasi abal-abal. Ini juga agar masyarakat tidak terus jadi
pajak) untuk pajak badan karena mereka itu sudah menjalankan korban penipuan berkedok koperasi yang membuat masyarakat
prinsip pajak itu sendiri, yaitu menjalankan keadilan dalam tidak suka koperasi.
membagi pendapatan dan kekayaan. Dalam soal regulasi koperasi ada aksioma, apabila UU-nya
itu buruk sebetulnya tidak perlu ada UU Koperasi. Ada banyak
Padahal satu koperasi, NTUC Fair Price itu di Singapura negara yang tidak punya UU koperasi tapi koperasinya bagus dan
sudah menguasai pasar ritel sampai 74 persen, namun tetap bertumbuh kuat. *** Jakarta, 24 Juni 2019
diberikan tax free. Pernah diprotes oleh korporasi ritel di sana dan
pemerintah menjawabnya cukup tegas, kalau mau mendapat
pembebasan pajak seperti koperasi tinggal ubah saja jadi
koperasi. Pada akhirnya protes reda karena mereka memang tidak
punya argumen filosofi.
EDISI 2 - 2019 BULETIN DEKOPINDA 7
galeri foto
RATNAS INKOPDIT - Rapat Anggota Tahunan Nasional (Ratnas) LSP Dekopin - Peserta Sertifikasi Manajer/ Kepala
Inkopdit tahun ini berlangsung di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali Cabang dan Kabag Pembiayaan Lembaga Sertifikasi
24 Juni lalu. Peserta Ratnas sekitar 600 orang dari berbagai kota Profesi (LSP) Dekopin yang baru lulus, foto bersama di
di Indonesia, seperti Bogor, Jakarta, Medan dan kota di Papua. Dekopin, 22 Juni 2019.
Ratnas kali ini diikuti 36 Puskopdit dan sekitar 900 koperasi
primer. Tampak Wiratmoko (kanan) mewakili Puskopdit Bogor
Banten bersama peserta lain foto bersama di taman hotel.
Rapat Puskopsyah - Rapat bulanan Revitalisasi dan Penguatan Kabid Koperasi dan UKM Dinas Koperasi
Pusat Koperasi Syariah (Puskopsyah) Kelembagaan Koperasi Pola Syariah dan UKM Kab. Bogor Supriyatna
Kabupaten Bogor membahas program bagi seluruh koperasi syariah di memberikan penyuluhan perkoperasian di
Puskopsyah dan isu-isu pola syariah Kabupaten Bogor, diselenggarakan Cigeger, Kabupaten Bogor.
yang sedang update, berlangsung Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten
di KSPPS Al Hijrah Jl. Palm Hill Bogor, di Puncak, Bogor, 9-12 Juli
Kecamatan Babakan Madang, 20 Juni. 2019.
Koperasi UMKM Citeureup Berkah Bersama dan Forum Kepala Dinas Koperasi dan UKM Drs Ronny Sukmana,
UMKM Kecamatan Citeureup mengadakan pembagian Msi (tengah) menunjukkan produk UKM buatan Koperasi
Nasi Bungkus Jumat Berkah kepada masyarakat yang Rancage (Citeureup) berupa cetakan kue dan produk
membutuhkan. berbahan kaleng lainnya yang dibawa ke Pameran
Dekranas di Bogor, Juni lalu.
8 BULETIN DEKOPINDA EDISI 2 - 2019