The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by miranamira986, 2022-12-18 18:44:43

MATERI PEMBELAHAN SEL

MATERI PEMBELAHAN SEL

 

 

BAB I
PETA KONSEP

PEMBELAHAN SEL

AMITOTIK MITOTIK

MITOSIS MEIOSIS

Profase Meiosis I Meiosis II
Metafase contohnya
Anafase Profase II
Telofase Profase I Metafase II
Metafase I Anafase II
Gametogenesis Anafase I Telofase II
Telofase I

Tumbuhan Hewan
Disebut Disebut

Mikrosporogenesis Spermatogenesis

Makrosporogenesis Oogenesis

1

 

  BAB II
ISI
A.  Pembelahan Sel
Emmhh.. Bagaimana
 yaaa proses

pembelahan sel???

Proses pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu:

  Amitotik merupakan pembelahan
sel tanpa melalui tahapan-tahapan,
terjadi secara langsung. Pembelahan
sel secara langsung atau juga disebut
pembelahan biner terjadi pada

organisme prokariotik seperti: bakteri.

Gambar pada tahap Amitosis

2

 

 

  Mitotik merupakan pemelahan sel melalui tahapan-tahapan yang terjadi pada
organisme eukariotik.Pada eukariota bersel banyak terjadi dua macam
pembelahan sel secara mitotic yaitu: mitosis dan meiosis. 

1.  Mitosis

Mitosis adalah
proses
pembelahan sel
 yang
menghasilkan dua
sel anak yang
masing-masing
memiliki sifat
dan jumlah
kromosom yang

Ini proses

MITOSIS

teman :D

Gambar Proses Mitosis 

Mitosis terjadi pada perbanyakan sel tubuh (sel somatis). Kromosomnya
berpasangan, sehinggga disebut diploid (2n). Pembelahan mitosis berlangsung
secara bertahap melalui beberapa fase yaitu profase, metaphase, anaphase,
dan telofase. Selain itu, ada pula interfase yang merupakan fase antara
mitosis dengan mitosis berikutnya.

3

 

 

Fase Mitosis, terbagi menjadi lima fase , yaitu:
1)  Profase

  Terbentuknya dua yang satu
bergerak kearah kutub yang
berlawanan.

  Terbentuk benang spindle.
  Membran inti terpecah-pecah.
  Kromatin memendek dan menebal

menjadi kromosom.

Gambar pada fase Profase 

2)  Metafase
  Kromosom berada dibidang equator
  Pada fase ini kromosom tampak
paling jelas.
  Benang-benang spindle terlihat jelas.

Benang-benang tersebut mengikat
Sentromer dari setiap kromosom.

Gambar pada fase Metafase 

4

 

 

3)  Anafase
  Kromatid bergerak menuju
kearah kutub-kutub yang
berlawanan.
  Benang-benang spindle memendek. 
  Membrane sel melekuk pada
Akhir tahap anaphase. 

Gambar pada fase Anafase 

4)  Telofase
  Membrane inti terlihat kembali. 
  Kromatid menipis dan mulai
terbentuk anak inti. 
  Kemudian terjadi proses sitokinesis
 yaitu pada bagian bidang equator
terjadi lekukan yang makin lama
makin kedalam hingga sel induk
terbagi menjadi dua. 

G ambar pada Fase Telofase

5

 

 

Fase Interfase 

Interfase disebut pula fase istirahat, namun sebutan ini kurang tepat karena
 justru pada saat ini sel mempersiapkan diri untuk pembelahan lagi dengan
mengumpulkan materi dan energy. Pada fase ini kromosom tidak tampak, tetapi
butiran kromatin tampak jelas. Pada fase ini tingkah laku kromosom tidak tampak
sehingga fase ini bukan termasuk fase mitosis.

Fase interfase adakalanya
 juga disebut fase istirahat.
Tentunya kita sudah paham
bahwa istirahat yang
dimaksud diisni bukan
berarti berhenti tidak ada
aktivitas yang dilakukan.
Istirahat yang dimaksudkan
disini adalah sel berhenti
membelah tetapi tetap
melakukan aktivotas non
pembelahan. Fase interfase
dibagi menjadi 3 yaitu: G1, S
dan G2. 

Gambar Fase Interfase

6

 

 

Fase G1  Sel anakan akan tumbuh menjadi
Interfase S dewasa, terjadi sintesis protein,
karbohidrat, lemak, instasi replikasi
G2  DNA. Tahap G1 paling lama dibanding

tahap yang lain.

Pada tahap ini terjadi replikasi DNA
dan sintesis satu set lengkap protein
kromsom histon dan non histon serat
terjadi duplikasi kromosom, fase ini

terjadi sekitar 9 jam.

Pada tahap ini sel mulai mempersiapkan
diri untuk membelah, lama fase ini
sekitar 2 jam.

Akhirnya pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak.
Masing-maisng sel anakan memiliki jumlah dan sifat kromosom yang sama
dengan sel induknya. Pada pembelahan ini terjadi pembagian inti
(kariokinesis) dan pembagian plasma (sitokinesis).

Mitosis merupakan mekanisme memperbanyak sel atau
pertumbuhan. Mitosis terjadi pada sel-sel tubuh, dan berlangsung mulai
dari terbentuknya zigot yang bersifat diploid. Sel-sel tertentu seperti
otot dan saraf tidak lagi membelah pada batas-batas tertentu. Sel-sel

 yang telah mengalami diferensiasi tidak lagi membelah secara mitosis.

7

 

 

2.  Meiosis 

Pernahkah kalian berfikir
mengapa seekor kambing
melahirkan kambing????

Penasaran???
Ayoo baca

penjelasannya
dibawah ini yoo

Pernahkah kalian berpikir mengapa seekor kambing hanya mela-
hirkan kambing, manusia melahirkan manusia, atau sapi melahirkan sapi?
Secara kodrati, makhluk hidup tertentu hanya melahirkan makhluk yang
sejenis. Ini dikarenakan adanya mekanisme tertentu pada saat awal
perkembangbiakan .
  Mekanisme ini dimulai pada sel-sel kelamin (sel reproduksi) calon bapak

dan calon ibu. Mekanisme tersebut adalah pembelahan sel secara
meiosis .
  Makhluk hidup yang sejenis mempunyai jumlah kromosom yang sama
pada setiap sel. Misalnya, manusia mempunyai 46 kromosom, kecuali
pada sel reproduksi atau sel kelaminnya. Sel kelamin pada manusia
hanya mempunyai setengah jumlah kromosom sel tubuh lainnya, yaitu

8

 

 

23 kromosom. Jumlah setengah kromosom (haploid) ini diperlukan
untuk menjaga agar jumlah kromosom anak tetap 46. Kalian telah
mengetahui bahwa anak terbentuk dari perpaduan antara sel kelamin
betina (sel telur) dan sel kelamin jantan (sperma). Perpaduan kedua sel
kelamin yang ma-sing-masing memiliki 23 kromosom ini akan
menghasilkan sel anak (calon janin) yang mempunyai 46 kromosom. Oleh
sebab itu, pembelahan meiosis sangat berpengaruh dalam perkembang
an makhluk hidup.
  Pembelahan meiosis disebut juga pembelahan reduksi , yaitu pe-
ngurangan jumlah kromosom pada sel-sel kelamin (sel gamet jantan dan
sel gamet betina).
  Meiosis adalah proses pembelahan sel dengan dua kali pembelahan yang
menghasilkan 4 sel anak, yang masing-masing memilikiseparuh dari
 jumlah kromosom induk. Pembelahan sel ini berlangsung melalui dua
tahap yaitu: meiosis I dan meiosis II tanpa melalui interfase.
Interfase hanya erjadi sebelum atau sesudah meiosis.

9

 

 

Bagaimana ciri-ciri setiap tahap pembelahan meiosis tersebut? 
Kalian akan mengetahuinya setelah mempelajari uraian berikut. 
1.  Tahap Meiosis I 

Meiosis I hanya
menghasilkan dua anak.
Dimana masing-masing
anak mempunyai
 jumlah kromsom yang
haploid.
Tahap meiosis I
terdiri dari Profase I,
metafaseI, anaphase I
dan Telofase I.

Gambar Proses Meiosis I 

10

 

 

1)  Profase I
Pada tahap meiosis I, profase I merupakan fase terpanjang atau

terlama dibandingkan fase lainnya bahkan lebih lama daripada tahap
profase pada pembelahan mitosis. Tahapan ini terdiri dari lima
subfase, yaitu leptoten, zigoten, pakiten, diploten, dan diakinesis.

a.  Leptoten
  Benang-benang kromatin yang

memendek dan menebal
membenuk kromosom.

SEMANGAT Gambar Tahap Liptoten
!!

11

 

 

b.  Zigoten 
  Kromosom homolog saling

berdekatan atau berpasangan
menurut panjangnya.
Peristiwa ini disebut sinapsis.
  Kromosom homolog yang
berpasangan ini disebut bivalen.

Gambar pada tahap zigoten 
c.  Pakiten
  Tiap bagian kromosom homolog

mengganda , tetapi masih dalam
satu ikatan sentromer sehingga
terbentuk tetrad

Gambar pada tahap Pakiten 

12

 

 

d.  Diploten
  Kromatid dari tiap-tiap

belahan kromosom memendek
dan membesar.

Gambar pada tahap Diploten 

e.  Diakinesis
  Sentrosom membentuk dua

sentriol yang masing-masing
membentuk benang spindle.
  Satu sentriol bergerak ke
arah yang berlawanan.
  Membrane inti dan anak inti
Menghilang.

Gambar pada tahap Diakinesis

13

 

 

1)  Metafase I
  Kromosom homolog berjajar
berhadap-hadapan di sepanjang
daerah ekuatorial .
  Membran inti mulai menghilang.

Gambar Metafase I
2)  Anafase I

  Benang spindle dari tiap kutub
menarik kromosom sehingga setiap
kromosom homolog berpisah
bergerak kea rah kuub yang
berlawanan.

Gambar Anafase I

14

 

 

3)  Telofase I
  Membran inti terbentuk
dan nukleolis muncul kembali.
  Benang gelendong lenyap,
kromatid muncul kembali.
  Sentriol berperan sebagai
sentrosom kembali.
  Peristiwa ini kemudian diikuti
tahap selanjutnya, yaitu sitokinesis.

Sitokinesis Gambar Telofase I

Kalian masih ingat Ya, sitokinesis merupakan
pengertian sitokinesis psirtoospelasspmeammbeelnajhaadni dua.
pada sel hewan maupun Proses sitokinesis dan
tumbuhan bukan? telofase terjadi
berbaren an. 

15

 

 

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang tahap meiosis II,
perhatikan uraian selanjutnya.

1.  Tahap Meiosis II

Pada Meiosis II dihasilkan empat sel anakan.
Jumlah kromosom keempat sel anakan tidak lagi diploid (2n)
tetapi sudah haploid(n).

Bagaimanakah proses pengurangan jumlah kromosom ini
terjadi?  Kalian akan mengetahuinya setelah mempelajari uraian di
bawah ini.

a.  Profase II
  Kromatid saudara pada setiap sel anakan masih melekat pada
sentromer kromosom.
  Benang mikrotubulus mulai terbentuk dan kromosom mulai
bergerak ke arah bidang metafase. Tahap ini terjadi dalam
waktu yang singkat karena diikuti tahap berikutnya.

b.  Metafase II
  Kromosom yang berisi dua kromatid, merentang atau berjajar
pada bidang metafase II.
  Benang-benang spindel (benang mikrotubulus) melekat pada
kinetokor masing-masing kromatid.

c.  Anafase II
  Kromosom memisah kedua kromatidnya untuk bergerak menuju
kutub yang berbeda. Kromatid yang terpisah ini selanjutnya
berfungsi sebagai kromosom individual.

16

 

 

d.  Telofase II
  Kromatid yang telah menjadi kromosom mencapai kutub
pembelahan.
  Terjadi sitokinesis dimana menghasilkan 4 sel haploid, lengkap
dengan satu salinan DNA pada inti selnya (nukleus).

Gambar Proses Meiosis I dan II 

17

 

  Perbandingan Mitosis dan Meiosis

Faktor Pembanding Mitosis Meiosis
Tujuan Untuk perbanyakan sel Untuk membentuk sel

Tempat Terjadi dan pertumbuhan, pada gamet (pada hewan) dan
tumbuhan juga untuk spora (pada tumbuhan) .
Tahap Pembelahan meiosis berfungsi
Hasil membentuk sel gamet mengurangi jumlah
kromosom agar
keturunannya memiliki
 jumlah kromosom yang

Pada tumbuhanterjadi sama dengan induk .
Pada tumbuhan terjadi

dijaringan meristematis, dibenag sari dan putik,

misalnya diujung batang, pada hewan terjadi dialat

ujung akar, dan cambium. kelamin

Pada hewan terjadi di sel

sel somatic (sel tubuh)

Pembelahan terjadi satu Pembelahan terjadi dua
kali kali

Dua sel anakan yang Empat sel anakan yang

memiliki jumlah kromosom memiliki setengah jumlah

seperti sel induknya kromosom sel induknya

(diploid) (haploid)

18

 

 

B.  Gametogenesis

Apa ya yang
dimaksud dengan
gametogenesis???

Proses pembentukan gamet, baik
 jantan maupun betina yang disebut

pgaemmebteongteuknaens)is.  ( genesis = Gametogenesis melibatkan pembelahan
meiosis dan terjadi pada organ
reproduktif. Pada hewan dan manusia,
gametogenesis terjadi pada testis dan
ovarium, sedangkan pada tumbuhan
terjadi pada putik dan benang sari. 

Hasil gametogenesis adalah sel-sel
kelamin, yaitu gamet jantan (sperma)
dan gamet betina (ovum atau sel
telur).

19

 

 

Sekarang, marilah kita mempelajari proses terjadinya gametoge
nesis pada hewan dan tumbuhan.

1.  Gametogenesis pada Hewan

Gametogenesis pada hewan yang akan kita pelajari dibagi menjadi dua,
 yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis merupakan proses
pembentukan gamet jantan (sperma). Sementara oogenesis adalah proses
pembentuk an gamet betina (ovum atau sel telur).

a.  Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel
kelamin jantan yang disebut

-
 
Sperma berbentuk kecil, lonjong, berflagela, dan secara keselu-
ruhan bentuknya menyerupai kecebong (berudu). Flagela pada
sperma digunakan sebagai alat gerak di dalam medium cair. Sperma
dihasilkan pada testis. Pada mamalia, testis terdapat pada hewan
 jantan sebagai buah pelir atau buah zakar. Buah pelir pada manusia

berjumlah sepasang.

Di dalam testis terdapat saluran-saluran kecil yang disebut
tubulus seminiferus . Pada dinding sebelah dalam saluran inilah,
terjadi proses spermatogenesis. Di bagian tersebut terdapat sel-
sel induk sperma yang bersifat diploid (2n) yang disebut
spermatogonium  .Pembentukan sperma terjadi ketika

spermatogonium mengalami pembelahan mitosis menjadi

20

 

 

spermatosit primer  (sel sperma primer). Selanjutnya, sel
spermatosit primer mengalami meiosis I menjadi dua spermatosit
sekunder  yang sama besar dan bersifat haploid. Setiap sel
spermatosit sekunder mengalami meiosis II, sehingga terbentuk 4
sel spermatid  yang sama besar dan bersifat haploid. Mula-mula,
spermatid berbentuk bulat, lalu sitoplasmanya se-makin banyak
berkurang dan tumbuh menjadi sel spermatozoa  yang berflagela
dan dapat bergerak aktif.

Gambar proses Spermatogenesis

21

 

 

b.  Oogenesis

Oogenesis merupakan proses pembentukan sel
kelamin betina atau gamet betina yang disebut sel

 

telur atau ovum. Oogenesis terjadi di dalam ovarium.
Di dalam ovarium, sel induk telur yang disebut oogonium tumbuh
besar sebagai oosit primer  sebelum membelah secara meiosis.
Berbeda dengan meiosis I pada spermatogenesis yang menghasilkan
2 spermatosit sekunder yang sama besar. Meiosis I pada oosit
primer menghasilkan 2 sel dengan komponen sitoplasmik yang
berbeda, yaitu 1 sel besar dan 1 sel kecil. Sel yang besar disebut
oosit sekunder  , sedangkan sel yang kecil disebut badan kutub
primer  ( polar body ). Oosit sekunder dan badan kutub primer
mengalami pembelahan meiosis tahap II. Oosit sekunder
menghasilkan dua sel yang berbeda. Satu sel yang besar disebut
ootid  yang akan berkembang menjadi ovum. Sedangkan sel yang
kecil disebut badan kutub.Sementara itu, badan kutub hasil meiosis
I juga membelah menjadi dua badan kutub sekunder.
Jadi, hasil akhir oogenesis adalah satu ovum (sel telur) yang
fungsional dan tiga badan kutub yang me ngalami degenerasi (mati).

22

 

 

Gambar Proses Oogenesis
Selain pada hewan, gametogenesis juga terjadi pada tumbuhan.
Berikut ini akan diuraikan tentang gametogenesis pada tumbuhan tingkat
tinggi.
1.  Gametogenesis pada Tumbuhan Tingkat Tinggi
Sebelum menjadi gamet, hasil akhir meiosis pada gametogenesis
mengalami perkembangan terlebih dahulu melalui proses yang disebut
maturasi. Berikut ini kalian akan membahas proses gametogenesis pada
tumbuhan berbunga (Angiospermae) saja.

23

 

 

Mari kita pelajari pengertian kedua macam gametogenesis
tersebut.

a.  Mikrosporogenesis

Mikrosporogenesis merupakan pembentukan gamet
 jantan yang berlangsung didalam benang sari yaitu
pada bagian kepala sari atau anthera.

Kepala sari ini menghasilkan serbuk sari, yang mengandung sel
sperma. Pembentukan sel sperma dimulai dari sebuah sel induk
mikrospora diploid yang disebut mikros porosit di dalam anthera.
Mikrosporosit ini mengalami meiosis I menghasilkan sepasang sel
haploid. Selanjutnya, sel ini mengalami meiosis II dan menghasilkan
4 mikrospora yang haploid. Keempat mikrospora ini berkelompok
menjadi satu sehingga disebut sebagai tetrad .

Setiap mikrospora mengalami pembelahan mitosis. Pembelahan
ini menghasilkan dua sel, yaitu sel generatif dan sel vegetatif. Sel
vegetatif ini mempunyai ukuran yang lebih besar daripada sel
generatif. Struktur bersel dua ini terbungkus dalam dinding sel
 yang tebal. Kedua sel dan dinding sel ini bersama-sama membentuk
sebuah butiran serbuk sari yang belum dewasa. Setelah terbentuk
serbuk sari, inti generatif membelah secara mitosis tanpa disertai
sitokinesis, sehingga terbentuklah dua inti sel sperma.

Sementara itu, inti vegetatifnya tidak membelah. Pembentukan
sel sperma ini dapat terjadi sebelum serbuk sari keluardari anthera

24

 

 

atau pada saat serbuk sari sampai di kepala putik (stigma). Pada
saat inilah, tangkai serbuk sari mulai tumbuh.

Pada umumnya, pembelahan mitosis sel generatif terjadi setelah
buluh serbuk sari menembus stigma atau mencapai kantung embrio
di dalam bakal biji (ovulum).

Gambar Proses Mikrosporogenesis

25

 

 

b.  Megasporogenesis

Megasporogenesis merupakan proses pembentukan
gamet betina. Proses ini terjadi di dalam bagian betina
bunga, yaitu bakal biji (ovulum) yang dibungkus oleh
bakal buah ( ovarium) pada pangkal putik. 

Di dalam bakal biji terdapat sporangium yang mengandung
megasporofi t yang bersifat diploid. Selanjutnya, megasporofit
mengalami meiosis menghasilkan 4 megaspora haploid yang letaknya
berderet. Tiga buah megaspora mengalami degenerasi dan mati,
tinggal sebuah megaspora yang masih hidup. Megaspora yang hidup
ini mengalami pembelahan kromosom secara mitosis 3 kali berturut-
turut, tanpa diikuti pembelahan sitoplasma. Hasilnya berupa sebuah
sel besar yang disebut kandung lembaga muda yang mengan dung
delapan inti haploid. Kandung lembaga ini dikelilingi kulit
(integumen). Di ujungnya terdapat sebuah lubang (mikropil) sebagai
tempat masuknya saluran serbuk sari ke dalam kandung lembaga.

Selanjutnya, tiga dari delapan inti tadi menempatkan diri di
dekat mikropil. Dua di antara tiga inti yang merupakan sel sinergid
meng-alami degenerasi. Sementara itu, inti yang ketiga berkembang
menjadi sel telur. Tiga buah inti lainnya bergerak ke arah kutub
kalaza , tetapi kemudian mengalami degenerasi pula. Ketiga inti ini
dinamakan inti antipoda . Sisanya, dua inti yang disebut inti kutub,
bersatu di tengah kandung lembaga dan terjadilah sebuah inti
diploid (2n). Inti ini disebut inti kandung lembaga sekunder . Ini

26

 

 

berarti kandung lembaga telah masak, yang disebut megagametofi t
dan siap untuk dibuahi.

Gambar Proses Makrosporogenesis

27

  BAB III
EVALUASI
 

A.  Pilihan Ganda

Yuk kita jawab pertanyaan
dibawah ini tapi jangan
nyontek yoo.. :p

INGAT !! Allah maha
melihat teman :D

28

 

 

1.  Yang merupakan tahapan pembelahan dari anafase adalah gambar nomor …

12 3 4
A.  1
B.  2
C.  3
D.  4
E.  1 dan 2
2.  Proses profase I meiosis dan berlangsung pada beberapa sub fase, yaitu :
1)  Pakiten
2)  Diakinesis
3)  Diploten
4)  Leptoten
5)  Zigoten
Manakah urutan yang benar dari proses Profase I meiosis . . .
A.  4-1-5-3-2
B.  4-5-3-2-1
C.  4-3-2-1-5
D.  4-2-3-1-5
E.  4-5-1-3-2

29

 

 

3.  Perhatikan cirri-ciri pembelahan sel berikut!
1)  Nucleus menghilang
2)  Kromatid menuju bidang equator
3)  Tiap-tiap kromatid yang berpasangan berpisah
4)  Benang dpindel dan mikrotubula terbentuk
5)  Benang spindle memendek, setiap kromatid menuju ktub berbeda
6)  Kedua sentriol bergerak ke kutub berlawanan

Cirri-ciri profase pada pembelahan mitosis adalah….. 

A.  1) dan 2)
B.  2) dan 3)
C.  3) dan 4)
D.  4) dan 6)
E.  5) dan 6)
4.  Sitokinesis terjadi pada pembelahan mitosis. Proses ini terjadi pada tahap… 
A.  Interfase
B.  Metafase
C.  Profase
D.  Anaphase
E.  Telofase
5.  Pada proses spermatogenesis, peristiwa meiosis II terjadi pada tahap… 
A.  Petubahan spermatid menjadi spermatozoa
B.  Spermatogonium menjadi spermatosit primer
C.  Pematngan spermatozoa yang bersifat haploid
D.  Pembelahan spermatosit sekunde menjadi spermatid
E.  Pembelahan spermatosit primer menjadi spermatosit sekunder

30

 

 

6.  Melalui pembelahan meiosis dapat diperoleh sel-sel anakan yang membawa
kromosom tidak identik dengan induknya atau dikenal sel rekombinan. Fase
manakah yang membentuk rekombinasi gen-gen?
A.  Profase I, sat pasangan kromosom homolog saling melilit
B.  Profase I ke metaphase, saat pasangan kromosom bersinapsis
C.  Profase II, saat kromosom pada posisi tetrad
D.  Metafase II, saat pasangan kromosom saling melilit
E.  Metafase II, saat pasangan kromosom bersinapsis

7.  Pehatikan gambar pembelahan berikut!

Pasangan yang tepat antara jenis pembelahan sel dan tahapan dari gambar
diatas adalah…. 

Jenis Pembelahan Tahap pembelahan
A. Mitosis telofase
B Mitosis Anafase
C. Meiosis Telofase I
D. Meiosis Metafase I
E. Meiosis Anafase II

31

 

 

8.  Pada oogenesis terbentuk sel-sel berikut!
1)  Oosit primer
2)  Oosit sekunder
3)  Badab kutub
4)  Ovum
Sel-sel yang bersifat haploid ditunjukkan oleh nomor…. 
A.  1) 2) 3) dan 4)
B.  1) 2) dan 4)
C.  1) 3) dan 4)
D.  2) 3) dan 4)
E.  3) dan 4)

9.  Berikut ini adalah gamabar pembelahan mitosis pada sel hewan.

ABC
Tahapan yang ditunjukkan oleh gambar A, B dan C secara beruutan adalah… 
A.  Profase I, Metafase I dan Anafase I
B.  Profase, Metafase dan Anafase
C.  Anafase, Metafse dan Telofase
D.  Metafase, Anafase dan Telofase
E.  Metfase I, Anafase I dan Telofase I

32

 

 

10. Perhatikan gambar salah satu fase pembelahan mitosis disamping. Ciri-ciri
 yang ditunjukkan dalam fase tersebut adalah..

A.  Komosom berpisah dan bergerak ke kutub berlawanan tanpa pemisahan
sentromer

B.  Kromosm membelah dan saling menjauuh tetapi terdapat kiasma
C.  Kromosm begerak ke bidang equator
D.  Membrane inti dan anak inti kembali terbentuk
E.  Terjadi sitokinesis sel
11. Perhatikan bagan spermatogenesis berikut!
Pada peristiwa spermatogenesis,
pembelahan reduksi terjadi pada… 
A.  Spermatogonium
B.  Spermatosit sekunder
C.  Spermatosit primer
D.  Spermatid
E.  Spermatozoa

33

 

 

12. Pasangan yang tepat antara tahap-tahap pada profase Ipemebelahan meiosis
dengan proses yang terjadi adalah… 

Tahap Proses yang Terjadi
A. Leptoten Tetrad bergerak ke bidang equator
B. Zigoten Terbentuk sinapsis
C. Diakinesis Terbentuk tetrad Kromosom
D. Diploten Terbentuk kromosom
E. Pakiten Kromosm Homolog membentuk sinapsis

13. Pada tumbuhan berbiji dengan struktur mikrosporangium, hasil proses
meiosis berupa…….
A.  Sporofit
B.  Saprofit
C.  megaspora
D.  buluh serbuk sari
E.  mikrospora

14. Tujuan pembelahan meiosis adalah…..
A.  mengganti sel-sel yang rusak dan usang
B.  membentuk sel-sel tubuh organisme
C.  pembiakan pada organisme bersel satu
D.  menjaga jumlah kromosom selalu tetap tiap generasi
E.  pertumbuhan pada daerah titik tumbuh

34

 

 

15. Pindah silang terjadi antara kromatid dari kromosom homolognya. Hal ini
sering terjadi pada fase …
A.  Profase
B.  Metaphase
C.  Anafase
D.  Telofase
E.  Interfase

16. Beberapa pernyataan berikut ada hubungannya dengan pembelahan sel:
1)  Terjadi pada sel tubuh
2)  Terjadi pada proses gametogenesis
3)  Sifat sel anak sama dengan sifat sel induk
4)  Sifat sel anak tidak sama dengan sifat sel induk
5)  Pembelahan sel berlangsung satu kali
6)  Pembelahan sel berlangsung dua kali
Yang merupakan ciri khas pembelahan mitosis adalah …
A.  1 – 2 – 3
B.  2 – 3 – 4
C.  3 – 4 – 5
D.  1 – 3 – 5
E.  4 – 5 – 6

35

 

 

17. Dari pernyataan berikut ini, manakah yang paling benar mengenai
gametogenesis pada manusia?
A.  Dari satu sel induk gametogonium menghasilkan 3 sel yang fungsional dan 1
ovum
B.  Sel gamet yang dihasilkan merupakan sel-sel diploid
C.  Pada proses Oogenesis dihasilkan 4 sel telur yang fungsional
D.  Pada Oogenesis dihasilkan 1 buah sel telur yang fungsional
E.  Spermatogenesis berlangsung seiring dengan proses pertumbuhan laki-laki

18. Pembelahan sel secara meiosis dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1)  Kromosom homolog yang berada pada bidang equator bergerak dan
memisahkan diri satu dengan yang lainnya
2)  Masing-masing kromosom menuju kutub yang berlawanan
3)  Spindle dan seluruh isi sel agak memanjang
Pembelahan sel di atas terjadi pada fase …
A.  Profase I
B.  Anafase I
C.  Metaphase I
D.  Telofase I
E.  Interfase I

19. Kera memiliki 48 buah kromosom (2n). Bila terjadi oogenesis, maka jumlah
kromosom pada oosit sekunder yaitu …
A.  2
B.  12
C.  24
D.  48
E.  92

36

 

 

20. Pada spermatogenesis setelah pembelahan meiosis I akan terbentuk …
A.  2 sel spermatosit primer
B.  2 sel spermatosit sekunder
C.  2 sel spermatid
D.  4 sel spermatid
E.  4 sel spermatosit

Hiaaaaaashh… gimana
masih semangat

ngerjainnya, ??? kita
lanjut TTS yaa .. seru

loooh.. :D

37

 

  3 

B.  Teka-Teki Silang

1  2

5



3

4 54
6

  Mendatar
1.  Bertujuan untuk memperbanyak sel
2.  Pembentukan ovum
3.  Kromosom bergerak ke bidang berlawanan
4.  Membelah kromosom menjadi dua bagian
5.  Pasangan homolog dengan masing-masing dua kromatid

38

 

 

21. Menurun
1.  Bertujuan mengurangi jumlah kromosom
2.  Sel terdapat lekukan
3.  Fase antara mitosis dan meiosis
4.  Kromosom yang mempunyai dua lengan
5.  Benang-benang kromatin menjadi kromosom
6.  Kromosom berjejer dibidang equator

AlhamAdhualiallaaah..sudah
selesai semoga
bermanfaat.. :D

39

 

 

Daftar Pustaka
Campbell, dkk. Biologi edisi Kedelapan Jilid I. Jakarta: Erlangga. 2008
Kusumawati, Rohana, dkk. Detik-Detik UJIAN NASIONAL BIOLOGI Tahun

Pelajaran 2012/2013. Jakarta: INTAN PARIWARA. 2012.
Maryati, Sri, dkk. BIOLOGI SMA Jilid 3 untuk Kelas XII. Jakarta: Erlangga. 2006.
Sumadi, Marianti Aditya. BIOLOGI SEL. Yogyakarta: GRAHA ILMU. 2007.
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/tutinfik/material/mitosisdanmeiosis.pdf.
2010. Diakses pada tanggal 24 November 2014
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR_PEND_BIOLOGI/196805091994031-
KUSNADI/BUKU_SAKU_BIOLOGI_SMA_KUSNADI_DKK/Kelas_XII/4_Reprodu
ksiSel/ReproduksiSEL_2v2.pdf. 2012.  Diakses pada tanggal 24 November 2014.

40


Click to View FlipBook Version