Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Ita Suci Lestari, M.Pd *
* Puisi adalah suatu karya sastra yang berisi ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan kata-kata yang indah serta kaya akan makna dan arti. Puisi terikat oleh irama, matra, rima, penyusun lirik dan bait.
UNSUR-UNSUR PUISI A. UNSUR INTRINSIK Unsur intrinsik puisi adalah unsur-unsur pembangun puisi dari dalam. Terdapat dua jenis unsur intrinsik puisi yakni unsur batin dan unsur fisik puisi. Unsur Batin Puisi 1. Tema/ makna(sense): menjelaskan makana yang ingin disampaikan oleh penyair melalui media bahasa 2. Rasa (feeling): sikap penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Rasa berkaitan dengan latar belakang penyair, misalnya, agama, pendidikan,kelas sosial, jenis kelamin, dan lain-lain. 3. Nada (tone) dan suasana: nada yaitu sikap penyair terhadap pembacanya, misalnya dg nada mendikte, menggurui,memandang rendah, dan sikap lainnya. Sedangkan suasana yaitu keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Misalnya merasakan terharu, tersentuh, bahagia setelah membaca puisi.
* 4. Amanat/Tujuan (intention): tujuan/ maksud/ amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca. Unsur Fisik Puisi 1. Diksi Diksi merupakan pemilihan kata-kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya. 2. Imaji/ Citraan Imaji adalah unsur yang melibatkan penggunaan indra manusia, seperti imaji penglihatan, imaji suara dan sebagainya. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual) dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). 3. Kata Konkret Kata kongkret merupakan kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji, biasanya berhubungan dengan kata kiasan atau lambang. Misalnya penggunaan kata “salju” untuk menjelaskan kebekuan jiwa.
4. Tipografi (perwajahan puisi) Tipografi merupakan bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. 5. Gaya Bahasa/ Majas Penggunaan gaya bahasa untuk menimbulkan efek tertentu sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa disebut juga dengan majas (contoh: metafora, ironi, personifikasi, pleonasme, dan lain-lain) 6. Verifikasi Verifikasi terdiri dari rima dan ritma. Rima merupakan persamaan bunyi dalam puisi, baik di awal, tengah, di akhir puisi. Sementara ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. 7. Enjambemen merupakan pemotongan kalimat atau frase dengan diakhiri lirik. Kemudian meletakkan potongan itu diawal larik berikutnya. Tujuannya adalah untuk memberikan tekanan pada bagian tertentu ataupun sebagai penghubung antara bagian yang mendahuluinya dengan bagian-bagian yang berikutnya.
B. Unsur Ekstrinsik Puisi 1. Unsur Biografi: unsur biografi ini adalah latar belakang pengarang. Misalkan penulis puisi yang latar belakangnya berasal dari keluarga miskin, maka jika ia membuat puisi akan sangat menyentuh hati para pembacanya, yang terbawa dari latar belakang penulis sehingga mampu dikesankan dalam sebuah puisi. 1. Unsur Sosial: unsur sosial sangat erat kaitanya dengan kondisi masyarakat ketika puisi itu dibuat. Misalkan puisi itu dibuat ketika masa orde baru menjelang berakhir. Pada saat itu kondisi masyarakat itu sedang sangat kacau dan keadaan pemerintahan pun sangat carut marut, sehingga puisi yang dibuat pada saat itu adalah puisi yang mengandung sindiran-sindiran terhadap masyarakat. 2. Unsur Nilai: unsur nilai dalam puisi ini meliputi unsur yang berkaitan dengan pendidikan, seni, ekonomi, politik, sosial, budaya, adat-istiadat, hukum, dan lain-lain.
Jenis-jenis puisi A. PUISI LAMA 1. Pantun adalah puisi yang terdiri dari empat larik dengan rima akhir ab-ab. Pantun dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, seperti pantun lucu, pantun anak, dan sebagainya. 2. Mantra yaitu ucapan-ucapan yang dipercaya dapat mendatangkan kekuatan magic. Biasanya dipakai dalam acara tertentu, contohnya mantra yang dirapal untuk menolak turunnya hujan atau sebaliknya. 3. Karmina yaitu salah satu prosa dimana bentuknya lebih pendek dari pantun. Saking pendeknya, biasa juga disebut dengan pantun kilat. 4. Seloka yaitu pantun berkait berasal dari Melayu klasik yang berisi pepatah. 5. Gurindam yaitu puisi yang terdiri dari dua bait, yang mana tiap baitnya terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama. Biasanya terkandung nasihat dan amanat.
* 6. Syair adalah puisi yang tersusun atas empat baris dengan bunyi akhiran yang serupa. Syair biasanya menceritakan sebuah kisah dan di dalamnya terkandung amanat yang ingin disampaikan penyairnya. 7. Talibun yaitu pantun yang lebih dari empat baris dan memiliki rima abc-abc. B. PUISI BARU 1. Balada adalah sajak sederhana yang mengisahkan tentang cerita rakyat yang mengharukan. Terkadang disajikan dalam bentuk dialog, atau dinyanyikan. 2. Himne (Gita Puja) adalah sejenis nyanyian pujaan yang ditujukan untuk Tuhan, atau Dewa, atau sesuatu yang dianggap penting dan sakral. 3. Ode adalah puisi lirik berisikan sanjungan kepada orang yang berjasa dengan nada agung dan tema serius. Umumnya ode ditujukan untuk orang tua, pahlawan dan orang-orang besar.
* 4. Epigram yaitu puisi yang berisi tentang ajaran dan tuntunan hidup. Epigram berarti unsur pengajaran, nasihat, membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman hidup. 5. Romansa yaitu puisi cerita yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Puisi romansa menimbulkan efek romantisme. 6. Elegi yaitu syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian. 7. Satire yaitu puisi yang menggunakan gaya bahasa berisi sindiran, atau kritik yang disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi. 8. Distikon yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari dua baris (dua seuntai). 9. Terzina adalah puisi yang masing-masing bait terdiri dari tiga baris (tiga seuntai).
* 10.Kuatren adalah puisi yang masing-masing bait terdiri dari empat baris (empat seuntai). 11.Kuint yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari lima baris (lima seuntai). 12.Sekstet yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari enam baris (enam seuntai). 13.Septima yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari tujuh baris (tujuh seuntai). 14.Oktaf/ Stanza yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari delapan baris (delapan seuntai). 15.Soneta yaitu puisi yang terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi dua, dimana dua bait pertama masing-masing 4 baris, dan dua bait kedua masing-masing tiga baris.
C. PUISI KONTEMPORER Puisi kontemporer adalah jenis puisi yang berusah keluar dari ikatan konvensional. Puisi kontemporer selalu berusaha menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tidak lagi mementingkan irama, gaya bahasa dan lain-lainnya yang terdapat dalam puisi lama maupun baru. Yang termasuk puisi kontemporer: 1. Puisi Mantra yaitu mengambil sifat-sifat dari mantra. 2. Puisi Mbeling yaitu puisi yang sudah tidak mengikuti aturan umum dan ketentuan dalam puisi. 3. Puisi Konkret yaitu puisi yang lebih mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk lainnya) dan tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media.
Ciri-Ciri Puisi Ciri-Ciri Puisi Secara Umum 1. Penulisan puisi dituangkan dalam bentuk bait yang terdiri atas baris-baris, bukan bentuk paragraf seperti pada prosa dan dialog seperti pada naskah drama. 2. Diksi yang digunakan dalam puisi biasanya bersifat kias, padat dan indah. 3. Penggunaan majas sangat dominan dalam bahasa puisi. 4. Pemilihan diksi yang digunakan mempertimbangkan adanya rima dan persajakan. 5. Setting, alur, dan tokoh dalam puisi tidak begitu ditonjolkan dalam pengungkapan.
* Ciri-Ciri Puisi Lama 1. Anonim atau tidak diketahui siapakah nama pengarang puisi. 2. Terikat pada jumlah baris, rima, irama, diksi, intonasi dan sebagainya. 3. Memiliki gaya bahasa yang statis/tetap dan klise. 4. Isinya cenderung fantastis dan istanasentris. 5. Merupakan sastra lisan karena disampaikan dan diajarkan dari mulut ke mulut.
* Ciri-Ciri Puisi Baru 1. Nama pengarang puisi diketahui. 2. Tidak terikat jumlah baris, rima dan irama. 3. Memiliki gaya bahasa yang dinamis atau berubahubah. 4. Puisi cenderung bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih. 5. Lebih menggunakan sajak syair atau pola pantun. 6. Puisi biasanya berbentuk empat seuntai. 7. Terdiri dari kesatuan sintaksis atau gatra. 8. Pada tiap gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku kata. 9. Isi puisi tentang kehidupan pada umumnya.
* Ciri-Ciri Puisi Kontemporer 1. Bentuk tulisannya yang unik (tipografinya unik) 2. Penulisan kata, baris, dan bait yang ganjil dari puisi pada umumnya 3. Terkadang hanya berupa tanda baca yang disejajarkan, sehingga terjadi kemacetan bunyi, bahkan hampir tidak bisa dibaca 4. Menggunakan idiom(ungkapan) yang tidak lazim atau inkonvensional 5. Memperhatikan kemerduan bunyi 6. Terdapat pengulangan kata, frasa, dan kelompok kata yang tidak wajar 7. Terkadang mencampurkan bahasa indonesia dengan bahasa lain, entah bahasa asing atau bahasa daerah 8. Menggunakan bahasa paralelisme (pengulangan kata) yang dikombinasikan dengan gaya bahasa hiperbola
Cara Membaca Puisi yang Baik Ekspresi yaitu mimik muka dan penjiwaan puisi Kinesik yaitu gerakan tubuh yang sesuai dengan puisi yang dibawakan Artikulasi yaitu kejelasan dan ketepatan pelafalan kata Irama yaitu Panjang pendek, tinggi rendah, keras lembutnya suara Intonasi yaitu penekanan kata
*