The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by munikasarixmp1, 2022-12-17 19:13:57

MATERI MICROSOFT EXCEL

Daftar Isi




COVER
Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran ........................................................................................................................ 1
KUNCI PENGGUNAAN MICROSOFT EXCEL

A. Alasan Penting Belajar Ms. Excel ................................................................................................ 2
B. Logo-Logo Ms. Excel ................................................................................................................... 2

C. Tampilan Ms. Excel ...................................................................................................................... 2

D. Cara Mengelola Format Data ........................................................................................................ 3
E. Cara Mengelola Sheet ................................................................................................................... 3

F. Cara Mengatur Kertas Kerja ......................................................................................................... 3

FUNGSI DAN FITUR MICROSOFT EXCEL
A. Fungsi Logika ............................................................................................................................... 4

B. Fungsi Pencarian dan Referensi .................................................................................................... 8
C. Fungsi Matematika dan Statistik ................................................................................................. 11

D. What If Analysis ......................................................................................................................... 21
E. Pivot Table .................................................................................................................................. 22

SUMBER........................................................................................................................................... 33

BIOGRAFI PENULIS ..................................................................................................................... 34


Tujuan Pembelajaran




1. Mahasiswa mampu membandingkan dua kondisi data atau lebih pada data text maupun angka dengan
memanfaatkan rumus IF pada Microsoft Excel

2. Mahasiswa mampu membaca suatu data berdasarkan kata kunci tertentu dengan memanfaatkan rumus
VLOOKUP dan HLOOKUP pada Microsoft Excel

3. Mahasiswa mampu mengoperasikan excel untuk menjumlah, menghitung, dan membuat rata-rata dari
sebuah data dengan menggunakan fungsi SUMIF, COUNTIF, dan AVERAGEIF

4. Mahasiswa mampu menganalisis sekumpulan data menggunakan perintah What If Analysis pada

Microsoft Excel
5. Mahasiswa mampu membuat laporan dalam bentuk tabel dengan memanfaatkan Pivot Table pada

Microsoft Excel













































































MS. EXCEL 1


KUNCI PENGGUNAAN MICROSOFT EXCEL

A. Alasan Penting Belajar Ms. Excel
Ms. Excel merupakan aplikasi pengolah data. Data memiliki banyak jenis dan bentuk. Data bisa

berupa angka, nilai uang, waktu, dan teks. Keberadaan Ms. Excel dapat membantu untuk pengolahan

data tersebut. Ms. Excel dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan di Ms. Word, terutama
dalam hal yang memerlukan formula perhitungan.

Berikut adalah kegunaan Ms. Excel untuk kehidupan pekerjaan maupun personal:
1. Dapat membantu mengolah data;

2. Dapat membaca asal keberadaan suatu angka;
3. Dapat membantu perhitungan secara cepat;

4. Dapat membantu dalam membuat keputusan;

5. Dapat menilai suatu tujuan tercapai atau tidak tercapai.


B. Logo-Logo Ms. Excel






















Gambar tersebut merupakan logo Ms. Excel dari versi awal hingga versi terbaru. Fitur dan
fungsinya sebagian besar sama dalam setiap versi, yang membedakan adalah tampilannya dan juga

upgrade fitur yang ada.


C. Tampilan Ms. Excel






























1. Quick Access Toolbar adalah fitur pengolah data di Ms. Excel.

2. Judul Dokumen dalam Ms. Excel disebut Book.




MS. EXCEL 2


3. Window Management adalah fitur untuk mengatur ribbon, mengecilkan, membesarkan dan menutup

jendela.
4. Ribbon adalah fitur yang menampilkan fungsi dalam membantu pengolahan data.

5. Tell me what you want to do adalah fungsi untuk memasukkan perintah agar tidak perlu masuk ke

menu.
6. Nama box adalah sel yang sedang aktif.

7. Kolom adalah penyebutan cells abjad.
8. Baris adalah penyebutan cells angka.

9. Tab Worksheet adalah fitur untuk mengatur worksheet yang digunakan.
10. Scroll adalah fitur untuk mengatur cara melihat lembar kerja secara vertical atau horizontal.



D. Cara Mengelola Format Data
Format data dalam Ms. Excel ada dua yaitu format data number dan format data waktu.

1. Format Data Number
Contoh: Format Akuntansi, Format Mata Uang

Pilih cells yang ingin kita ubah formatnya -> Menu Home -> Pilih Number -> Pilih format yang
dibutuhkan contoh Format Currency -> Done. Maka format angka dalam cells tersebut akan berubah

ke dalam format mata uang. Hal ini sangat berguna untuk membuat laporan keuangan.

2. Format Data Waktu
Contoh: Format Kalender



E. Cara Mengelola Sheet
Sheet merupakan fitur khas dalam Ms. Excel. Dalam satu dokumen Ms. Excel bisa terdapat

beberapa sheet atau lembar kerja. Pengaturan sheet terdapat di kiri bawah dokumen. Berikut adalah
beberapa pengatuan yang bisa kamu gunakan dalam mengelola sheet:

1. Sheet Baru -> Klik tanda tambah (+) pada bagian pengaturan sheet di kiri bawah dokumen
2. Sheet Baru -> Klik kanan pada sheet -> Insert -> Worksheet -> Done

3. Menghapus Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Delete -> Done

4. Menamai Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Rename -> Ketik judul -> Done
5. Memindahkan Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Move atau Copy -> Done

6. Mewarnai Sheet -> Klik tab color -> Pilih warna -> Done
7. Menyembunyikan Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Hide -> Done


F. Cara Mengatur Kertas Kerja

Berikut cara merubah ukuran dan orientasi kertas kerja dalam Ms. Excel sesuai kebutuhan:

1. Mengubah Ukuran Kertas Kerja
Masuk ke Menu Page Layout -> Size -> (ukuran kertas yang akan digunakan) contoh: A3 ->

Done

2. Mengubah Orientasi Kertas Kerja
Masuk ke Menu Page Layout -> Orientation -> Potrait atau Landscape -> Done






MS. EXCEL 3


FUNGSI DAN FITUR MICROSOFT EXCEL

A. Fungsi Logika: IF

Fungsi IF atau Rumus IF adalah salah satu fungsi Ms. Excel yang termasuk dalam kategori atau

kelompok logical yang sering digunakan untuk melakukan uji logika tertentu pada data Ms. Excel.
Rumus IF akan menghasilkan sebuah nilai tertentu jika kondisi yang kita tentukan untuk di

evaluasi terpenuhi (TRUE) dan akan menghasilkan nilai lainnya apabila uji logika atau kondisi itu tidak
terpenuhi (FALSE). Dengan kata lain fungsi IF ini akan melakukan evaluasi terhadap uji logika tertentu

kemudian menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Nilai TRUE adalah nilai dimana kondisi tersebut
terpenuhi dan nilai FALSE adalah nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi.


1. Cara Menggunakan Rumus IF
Cara menggunakan rumus IF pada sebuah formula Ms. Excel adalah dengan mengikuti kaidah

penulisan rumus berikut. Sintaksis Fungsi:

IF(TesLogika; KondisiTerpenuhi; [KondisiTidakTerpenuhi])
Dari sintaksis di atas, dapat kita ketahui bahwa rumus IF pada Ms. Excel tersusun dari 3 argumen:

• Tes Logika: Argumen ini berisi ekspresi logika yang bisa dievaluasi ke dalam nilai TRUE atau
FALSE. Argumen ini merupakan kriteria acuan untuk menentukan nilai yang akan dihasilkan oleh

rumus IF.

• Kondisi Terpenuhi: Nilai yang akan dihasilkan jika hasil evaluasi Tes Logika bernilai TRUE.
Argumen ini merupakan nilai yang akan dihasilkan jika kondisi terpenuhi.

• Kondisi Tidak Terpenuhi: (Opsional) Nilai yang ingin kita hasilkan jika argumen Tes Logika
mengevaluasi ke FALSE. Argumen ini merupakan nilai jika hasil tes logika tidak terpenuhi.

Contoh sederhana rumus IF pada excel adalah sebagai berikut:

=IF(1=1; "Benar"; "Salah")
Pada contoh ini, rumus IF akan menghasilkan teks "Benar" sebab perbandingan 1=1 adalah True atau

benar.

=IF(1=0; "Benar"; "Salah")
Pada contoh ini, rumus IF akan menghasilkan teks "Salah" sebab perbandingan 1=0 adalah False atau

Salah.

2. Penulisan Rumus IF Tunggal dan Bertingkat
Rumus IF Tunggal

Berikut contoh rumus IF lulus tidak lulus sebagai contoh penggunaan rumus IF tunggal pada

Ms. Excel:

























MS. EXCEL 4


Pada contoh di atas, rumus IF yang digunakan pada sel F2 adalah:

=IF(E2>150,"LULUS","GAGAL")
Formula excel di atas melakukan uji logika pada sel E2 apakah nilainya lebih dari 150 atau tidak. Jika

nilai E2 lebih dari 150 maka rumus IF akan menghasilkan teks LULUS. Sebaliknya jika nilai E2 tidak

lebih dari 150 maka rumus IF akan menghasilkan nilai teks GAGAL.
Hasil dari rumus IF tersebut adalah "GAGAL", sebab nilai E2 adalah 135 yang berarti bahwa

nilai angka pada sel E2 kurang dari 150.


Rumus IF Bertingkat
Rumus IF bisa juga dimasukkan ke dalam fungsi IF yang lain. Kasus ini sering juga disebut

rumus IF ganda, rumus IF bertingkat, rumus IF bersarang, rumus IF bercabang, atau dalam istilah lain

disebut Nested IF Function.
Cara menggunakan rumus IF ganda adalah dengan memasukkan fungsi IF lain ke dalam

argumen Kondisi Terpenuhi atau argumen Kondisi Tidak Terpenuhi atau pada keduanya sekaligus.

• Rumus IF Ganda pada Kondisi Terpenuhi
Rumus Umum fungsi IF ganda pada kondisi terpenuhi adalah sebagai berikut:

IF(TesLogika1; IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2; [KondisiTidakTerpenuhi2]);
[KondisiTidakTerpenuhi1])

Silahkan perhatikan contoh Rumus IF ganda di bawah ini:























Pada contoh tersebut rumus IF ganda yang digunakan pada sel F2 adalah:
=IF(C2>75,IF(D2>75,"LULUS","GAGAL"),"GAGAL")

Rumus IF diatas melakukan uji logika ganda pada dua sel sekaligus secara bertahap:
➢ Jika C2 lebih dari 75 maka lakukan uji logika lanjutan dengan rumus IF ke-2. Jika C2 tidak lebih

dari 75 maka "GAGAL"
➢ Pada rumus IF ke-2 jika D2 lebih dari 75 maka "LULUS", jika tidak maka "GAGAL".

Hasil akhir dari rumus IF diatas adalah GAGAL, sebab nilai cell C2 dan D2 sama-sama tidak lebih

dari 75.
• Rumus IF Ganda pada Kondisi Tidak Terpenuhi

Rumus Umum fungsi IF ganda pada kondisi tidak terpenuhi adalah sebagai berikut:

IF(TesLogika1; KondisiTerpenuhi1; IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2;
[KondisiTidakTerpenuhi2]))

Contoh rumus IF yang menggunakan sintaksis ini adalah sebagai berikut:





MS. EXCEL 5


Pada sel F2 contoh rumus IF ganda ini, rumusnya:
=IF(C2<=75,"GAGAL",IF(D2<=75,"GAGAL","LULUS"))

Rumus IF diatas melakukan uji logika ganda pada dua sel sekaligus secara bertahap:

➢ Jika C2 kurang dari atau sama dengan 75 maka hasilnya "GAGAL", sebaliknya jika nilai C2
Lebih dari 75 maka lakukan uji logika lanjutan dengan rumus IF ke-2.

➢ Pada rumus IF ke-2 jika nilai cell D2 kurang dari atau sama dengan 75 maka "GAGAL", jika
tidak maka "LULUS".

Hasil akhir dari rumus IF diatas adalah GAGAL, sebab nilai cell C2 maupun D2 kurang dari atau
sama dengan 75.

• Rumus IF Ganda pada Kondisi Terpenuhi dan Tidak Terpenuhi

Rumus Umum fungsi IF ganda pada kondisi terpenuhi dan tidak terpenuhi adalah sebagai berikut:
IF(TesLogika1;IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2; [KondisiTidakTerpenuhi2]);

IF(TesLogika3; KondisiTerpenuhi3; [KondisiTidakTerpenuhi3]))

Contoh rumus IF yang menggunakan sintaksis ini adalah sebagai berikut:




















Pada sel F2 contoh rumus excel IF ganda ini, rumusnya:

=IF(C2="L",IF(F2>150,"LULUS","GAGAL"),IF(F2>130,"LULUS","GAGAL"))
Rumus IF diatas melakukan uji logika ganda dimana pada masing-masing Argumen Nilai

Terpenuhi dan Nilai Tidak Terpenuhi pada IF pertama diisi dengan rumus IF lainnya.
➢ Pada contoh ini fungsi IF pertama melakukan uji perbandingan dengan menilai apakah Nilai C2

adalah teks "L".

➢ Jika benar (TRUE) maka dilanjutkan dengan uji logika dengan IF ke-2
(IF(F2>150;"LULUS";"GAGAL"))

➢ Jika salah (FALSE) atau bukan "L", maka dilakukan uji logika dengan IF ke-3
(IF(F2>130;"LULUS";"GAGAL"))





MS. EXCEL 6


Berikut link video tutorial penggunaan Fungsi IF dan IF Bertingkat:


Link





Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!



Kasus 1




Seorang pegawai di CV Maju Jaya diminta untuk membantu proses rekrutmen. Ia diberikan

tugas untuk merekap hasil seleksi dari semua pelamar kerja. Rekapan tersebut nantinya harus
memuat hal-hal di bawah ini:
1. Jumlah skor masing-masing peserta seleksi dari 3 tahapan seleksi

2. Lolos atau tidaknya peserta seleksi dengan kriteria:

• Total skor harus di atas 240

3. Diterima atau tidaknya peserta seleksi dengan kriteria:

• Usia 20-25 tahun
• Total Skor di atas 240

• Memiliki Sertifikat Kompetensi

4. Penempatan posisi bagi peserta seleksi yang diterima dengan kriteria:

• Jika perempuan maka ditempatkan pada posisi kasir, jika laki-laki maka ditempatkan

pada posisi pramuniaga

Berikut data yang diberikan kepada pegawai tersebut:


Link







































MS. EXCEL 7


B. Fungsi Pencarian dan Referensi: VLOOKUP dan HLOOKUP

VLOOKUP
Fungsi VLOOKUP adalah fungsi pada Ms. Excel untuk mencari sebuah nilai pada kolom

(colum) pertama sebuah data tabel untuk mendapatkan sebuah nilai data tertentu pada kolom lain yang

berada pada baris (row) yang sama dengan hasil pencarian. Data disusun secara vertikal.

1. Cara Penulisan Rumus VLOOKUP
Cara penulisan rumus VLOOKUP adalah sebagai berikut:

VLOOKUP(NilaiYangDiCari; TabelReferensi; NomorKolom; [RangeLookup])

Fungsi VLOOKUP memiliki empat argumen:
• Nilai Yang Di Cari: Merupakan nilai yang akan kita cari pada kolom pertama sebuah tabel atau

kolom paling kanan dari TabelReferensi. Argument ini dapat berupa angka, teks, tanggal maupun
nilai tertentu baik ditulis langsung maupun sebuah referensi sel. Bisa juga berupa nilai yang

dihasilkan oleh rumus lainnya.

• Tabel Referensi: Sebuah tabel referensi data yang terdiri dari 2 kolom atau lebih, dimana
NilaiYangDicari berada pada kolom pertama tabel data ini.

• Nomor Kolom: Merupakan Nomor kolom dari argumen TabelReferensi yang mengandung nilai

data dan akan kita ambil nilai yang sebaris dengan posisi NilaiYangDicari pada kolom pertama.
• Range Lookup: Diisi dengan nilai Boolean TRUE atau FALSE. Nilai logika True/False ini

menujukkan tipe pencarian. Nilai logika pada rumus VLOOKUP digunakan sebagai acuan untuk

menetapkan apakah kita ingin VLOOKUP menemukan hasil yang sama persis atau cukup
menemukan nilai mendekati.

➢ TRUE: VLOOKUP akan menemukan NilaiYangDiCari pada TabelReferensi pencarian yang
sama persis atau mendekati. Jika Nilai yang sama persis tidak ditemukan maka nilai terbesar

berikutnya yang kurang dari NilaiYangDiCari yang akan dihasilkan.
➢ FALSE: VLOOKUP akan menemukan NilaiYangDiCari pada TabelReferensi pencarian yang

sama persis saja. Jika tidak ditemukan maka VLOOKUP akan menghasilkan pesan error #NA!

2. Penggunaan Rumus VLOOKUP

Perhatikan contoh sederhana Rumus VLOOKUP excel berikut ini:



































MS. EXCEL 8


Rumus:

=VLOOKUP(C9,A2:E7,2,FALSE)
Pada contoh tersebut fungsi VLOOKUP mencari nilai dari cel C9 (2) pada kolom Nomor. Angka 2

ditemukan pada baris ke-3 dari tabel data A2:E7. Hasilnya adalah nilai sel yang sebaris pada kolom

nomor 2. Untuk rumus berikutnya hanya berbeda nomor kolom yang diambil, yakni kolom nomor 3,4
dan 5.


Untuk rumus VLOOKUP pada contoh diatas menggunakan FALSE sebagai parameter Range
Lookup. Jika angka yang dicari tidak ada maka nilai yang dihasilkan adalah #N/A. Namun apabila

pada rumus menggunakan TRUE sebagai parameter Range Lookup maka VLOOKUP akan

mengambil nilai yg mendekati nilai yg dicari. Hal sama berlaku jika range Lookup dikosongkan atau
tidak diisi.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat menggunakan rumus VLOOKUP adalah jika nilai yang

kita berikan untuk argumen NilaiYangDiCari lebih kecil dari nilai terkecil di kolom pertama argumen
TabelReferensi, Rumus VLOOKUP akan menghasilkan nilai kesalahan #N/A



HLOOKUP
Fungsi HLOOKUP Excel adalah fungsi pada Ms. Excel untuk mencari sebuah nilai pada baris

(row) pertama sebuah data tabel untuk mendapatkan nilai data tertentu pada baris lain yang berada pada

kolom (colum) yang sama dengan hasil pencarian. Data disusun secara horizontal.

1. Cara Penulisan Rumus HLOOKUP
Cara penulisan rumus HLOOKUP adalah sebagai berikut:

HLOOKUP(NilaiYangDiCari; TabelReferensi; NomorBaris; [RangeLookup])

Sama dengan Fungsi VLOOKUP Excel, Fungsi HLOOKUP juga memiliki empat argumen:
• NilaiYangDiCari: Nilai yang dicari pada baris pertama tabel. NilaiYangDiCari bisa berupa nilai,

referensi, atau string teks.
• TabelReferensi: Tabel data dimana NilaiYangDiCari akan di temukan pada baris pertamanya.

Gunakan referensi ke sebuah range, tabel, nama range atau nama tabel.

• NomorBaris: Nomor baris dalam TabelReferensi yang akan menghasilkan nilai yang cocok.
• RangeLookup: Berisi TRUE atau FALSE. Nilai logika ini akan menentukan apakah kita ingin

HLOOKUP mencari kecocokan yang sama persis atau kecocokan yang mendekati. Jika berisi

TRUE atau dikosongkan (tidak diisi) maka HLOOKUP menghasilkan kecocokan yang mendekati.
Jika FALSE, HLOOKUP akan menemukan kecocokan persis. Jika tidak ditemukan, akan

menghasilkan nilai kesalahan #N/A.

2. Penggunaan Rumus HLOOKUP

Saat Menggunakan fungsi/rumus HLOOKUP untuk melakukan pencarian data yang sama persis,
pastikan Anda mengisi RangeLookup dengan nilai FALSE. Namun jika data yang dicari tidak sama

persis maka isilah RangeLookup dengan nilai TRUE. Perhatikanlah contoh penggunaan rumus

HLOOKUP yang menggunakan RangeLookup FALSE di bawah ini!









MS. EXCEL 9


Rumus:
=HLOOKUP(B9,A2:E7,4,FALSE)

Rumus HLOOKUP diatas mencari posisi Teks "12/10/2022" yang merupakan nilai dari sel B9 pada

baris pertama Tabel referensi A2:E7.

Tanggal 12/10/2022 ada pada kolom ke-2 pada tabel tersebut. Kemudian fungsi HLOOKUP akan

menghasilkan baris ke-4 yang sejajar/sekolom dengan posisi teks "12/10/2022". Hasilnya adalah 30.


Berikut video tutorial penggunaan Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP:

Link





Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!


Kasus 2




Beni diberikan tugas oleh atasannya untuk merekap gaji dan tunjangan pegawai di

instansinya. Terdapat 4 golongan pegawai dengan gaji dan tunjangan yang berbeda-beda

menurut golongan dan statusnya. Oleh karena itu, Andi harus menemukan cara efektif untuk

menyelesaikan tugas yang diberikan tersebut agar selesai tepat waktu. Berikut data yang

diberikan oleh atasan kepada Beni:


Link




















MS. EXCEL 10


C. Fungsi Matematika dan Statistik

Fungsi matematika yang akan di bahas yaitu SUMIF dan SUMIFS, sedangkan untuk fungsi
statistik yaitu COUNTIF, COUNTIFS, AVERAGEIF, dan AVERAGEIFS. Masing-masing fungsi

tersebut memiliki kegunaanya sendiri.

SUMIF
Fungsi SUMIF digunakan untuk melakukan penjumlahan bersyarat pada Ms. Excel. Fungsi ini

termasuk dalam kelompok Fungsi Math & Trig (Mathematics and Trigonometri). Fungsi atau rumus
SUMIF digunakan sebagai rumus penjumlahan dengan sebuah kriteria atau untuk menjumlahkan nilai

sebuah range yang memenuhi syarat tertentu. Hampir sama dengan fungsi SUM yang menjumlahkan
data pada range tertentu, fungsi SUMIF ini juga menjumlahkan data namun data yang akan dijumlahkan

harus mengacu pada kondisi atau syarat tertentu.

1. Cara Menggunakan Fungsi SUMIF

Sintaksis fungsi SUMIF:

SUMIF(Range; Kriteria; [Sum_range])
Penjelasan sintaksis Fungsi SUMIF:

• Range: Merupakan Range data dimana pada range ini kriteria akan diterapkan. Sel di setiap rentang
ini harus berbentuk angka atau nama range, array, atau referensi yang berisi angka. Sel kosong

(blank cell) atau nilai teks akan diabaikan.

• Kriteria: Merupakan kriteria yang akan diterapkan pada argumen Range. Kriteria ini akan
menentukan sel mana saja yang akan dijumlahkan. Kriteria dapat berupa angka, ekspresi logika,

referensi sel, teks, atau fungsi yang menentukan sel mana pada argument Range yang akan
ditambahkan.

• Sum_range: Argumen ini bersifat opsional. Jika range data yang akan dijumlahkan berbeda

dengan range data dimana kriteria diterapkan maka range data yang akan dijumlahkan tersebut
ditulis pada bagian ini. Jika arugumen ini diisi maka range data inilah yang akan dijumlahkan. Jika

argumen sum_range ini dihilangkan atau tidak diisi, Excel akan menjumlahkan sel yang ditentukan

di argumen range (sel yang sama di mana kriteria diterapkan)

2. Contoh Penggunaan Fungsi SUMIF
Pada fungsi SUMIF, kriteria teks atau kriteria apa pun yang mencakup simbol logika atau

matematika harus disertakan dalam tanda kutip ganda ("..."). Jika kriteria adalah numerik, tanda kutip

ganda tidak diperlukan.

Contoh fungsi SUMIF 1:

























MS. EXCEL 11


Pada rumus pertama (hijau) fungsi SUMIF digunakan untuk menjumlahkan setiap sel yang bernilai

150 pada range A2:A6. Rumus excelnya adalah:
=SUMIF(A2:A6,150)

Pada rumus kedua (biru) fungsi SUMIF digunakan untuk melakukan penjumlahan dengan kriteria sel

pada range A2:A6 bernilai lebih dari 150. Angka yang lebih dari 150 pada range A2:A6 adalah:
185+170= 355. Rumus excelnya adalah:

=SUMIF(A2:A6,">150")

Contoh fungsi SUMIF 2:

Pada contoh kedua ini kriteria dan range data yang akan dijumlahkan berbeda kolom.


















Pada contoh diatas kriteria dituliskan langsung pada argumen fungsi SUMIF.

=SUMIF(B2:B7,”Toko B”,D2:D7)
Rumus SUMIF pada contoh tersebut menjumlahkan data pada range D2:D7 (Kolom Jumlah) dengan

kriteria bahwa pada baris yang bersesuaian pada kolom B2:B7 (Kolom Toko) bernilai teks "Toko B".

Hasilnya adalah: 25+25+40 = 90
Pada contoh berikutnya ini kriteria merujuk pada sel lain. Yakni sel F3.






















Rumus:
=SUMIF(C2:C7,F3,D2:D7)

Pada rumus excel diatas fungsi SUMIF menjumlahkan data pada kolom D2:D7 (Kolom Jumlah) yang
bersesuaian dengan kolom C2:C7 (Kolom Barang) apabila sel-sel pada kolom barang berisi teks

"Sepatu". Hasilnya adalah: 35+25 = 60.


SUMIFS

Fungsi atau rumus Sumifs adalah fungsi excel yang digunakan sebagai rumus penjumlahan
dengan banyak kriteria atau untuk menjumlahkan nilai range yang memenuhi beberapa syarat tertentu

(satu kondisi atau lebih).




MS. EXCEL 12


1. Cara Menggunakan Fungsi SUMIFS

Sintaksis fungsi SUMIFS:
SUMIFS(sum_range;criteria_range1; criteria1;[criteria_range2, criteria2]; ...)

Keterangan:

• sum_range: Argument ini wajib ada, berupa rentang sel atau nilai yang akan Anda jumlahkan.
• criteria_range1: Argument ini berupa sebuah rentang sel yang akan diuji berdasarkan criteria1

• criteria1: Argument ini berisi syarat atau kriteria yang akan menetukan sel mana saja yang akan

dilakukan penjumlahan. criteria_range1 dan criteria1 merupakan sebuah pasangan syarat atau
kriteria yang akan diterapkan pada penjumlahan bersayarat.

• [criteria_range2, criteria2]: Argument ini merupakan pasangan syarat kedua dan bersifat

opsional atau boleh tidak diisi sesuai kebutuhan.
• ... : Anda bisa memasukkan banyak pasangan syarat dengan menggunakan fungsi SUMIFS ini

sampai batas tertentu.

2. Contoh Penggunaan Fungsi SUMIFS

Untuk lebih memahami penggunaan fungsi ini sebaiknya anda membuat sebuah contoh tabel data
seperti contoh dibawah ini:


























Setelah membuat tabel data diatas perhatikan penggunaan rumus SUMIFS Excel berikut:





















Keterangan:
• Pada contoh pertama Penjumlahan akan dilakukan pada kolom JML PENJUALAN (F2:F9)

dengan kriteria Kolom Toko (B2:B9) adalah Toko ABC dan kriteria kedua kolom BARANG

adalah SENDAL. Baris yang memenuhi syarat tersebut adalah baris dengan nomor 1 dan 5
sehingga jumlahnya adalah 70.






MS. EXCEL 13


• Contoh kedua akan menjumlahkan JMLPENJUALAN dengan syarat Toko adalah Toko ABC dan

harga barang lebih dari atau diatas Rp75.000,-. Baris data yang memenuhi kriteria tersebut adalah
pada nomor 4 dan 7 sehingga jumlahnya adalah 95.


3. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikkan Saat Menggunakan Fungsi SUMIFS
Saat menggunakan rumus fungsi SUMIFS ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan,

berikut hal-halnya:

• Jika anda bermaksud membuat kriteria dengan teks secara langsung (Tidak merujuk/ berupa
referensi sel) pastikan teks tersebut diapit tanda petik ganda ("...")

• Anda bisa menggunakan tanda tanya (?) untuk mewakili satu karakter teks atau tanda bintang (*)

untuk mewakili banyak karakter untuk kriteria yang berupa teks.
• Titik koma (;) merupakan pemisah argument untuk regional setting Indonesia. Jika komputer anda

menggunakan regional setting English, pemisah argument menggunakan koma(,).


AVERAGEIF
Fungsi AVERAGEIF adalah salah satu fungsi statistik yang digunakan untuk menghitung nilai

rata-rata dengan sebuah kriteria atau syarat tertentu. Misalnya Anda ingin menghitungnilai rata-rata nilai

dari kelompok laki-laki saja atau perempuan saja. Contoh lain Anda ingin menghitung nilai rata-rata pada
sebuah range data tanpa melibatkan sel kosong atau sel yang bernilai nol (0).


1. Cara Menggunakan Fungsi AVERAGEIF
Sintaksis fungsi AVERAGEIF:

AVERAGEIF(Range; Criteria; [Average_range])
Keterangan:

• Range: Merupakan range data yang akan kita cocokkan dengan kriteria. Dapat berupa sel, range,

sekumpulan angka, named range, array maupun referensi sel.
• Criteria: Merupakan kondisi/syarat/kriteria yang akan menentukan sel/ nilai mana saja yang akan

dijadikan dasar menghitung rata-rata, berupa angka, ekspresi logika, teks maupun referensi sel.

• Average_range: Argumen ini bersifat opsional (bisa diisi atau tidak), yakni Range data yang akan
dihitung rata-ratanya. Jika dikosongkan atau tidak diisi maka yang akan digunakan adalah argumen

Range.

2. Contoh Penggunaan Fungsi AVERAGEIF

Berikut contoh penggunaan rumus AVERAGEIF!



























MS. EXCEL 14


Keterangan:

Pada contoh 1 kita menghitung Rata-rata penjualan "Toko ABC". Rumus yang digunakan:
=AVERAGEIF(B2:B9,"Toko 1",D2:D9)

Pada contoh 2 kita menghitung rata-rata penjualan "Sepatu". Rumus yang digunakan:

=AVERAGEIF(C2:C9,"Sepatu",D2:D9)
Pada contoh 3 kita menghitung rata-rata penjualan barang diatas 40. Rumus yang digunakan:

=AVERAGEIF(D2:D9,">40")

Pada contoh 3 di atas hanya penjualan yang lebih dari 40 saja yang dihitung rata-ratanya. Argument
Average_range pada rumus nomor 3 dikosongkan sehingga rata-rata dihitung berdasarkan argument

Range "D2:D9".

3. Catatan dalam Menggunakan Fungsi AVERAGEIF

Saat menggunakan rumus AVERAGEIF pada sebuah rumus excel, ada beberapa hal yang perlu anda
perhatikan:

• Kriteria dalam bentuk expresi logika dan teks harus dimasukkan atau diapait oleh double quote (").
misal: "Toko 1", ">10".

• Karakter wildcard tanda tanya (?) dan tanda bintang (*) dapat digunakan dalam kriteria. Tanda

tanya mewakili karakter tunggal apa pun, sedangkan tanda bintang mewakili banyak karakter.
• Kondisi, syarat atau kriteria pada fungsi AVERGEIF hanya 1 jenis. Gunakan AVERAGEIFS untuk

menghitung rata-rata nilai berdasarkan banyak kriteria.


AVERAGEIFS

Fungsi AVERAGEIFS adalah rumus excel yang digunakan untuk menghitung rata-rata nilai
sekumpulan data yang memenuhi beberapa kriteria. Dengan rumus AVERAGEIFS Anda bisa

menghitung atau mencari rata-rata dengan banyak syarat atau kondisi tertentu.

1. Cara Menggunakan Fungsi AVERAGEIFS

Sintaksis fungsi AVERAGEIFS:
AVERAGEIFS(AverageRange; CriteriaRange1; Criteria1; [CriteriaRange2; Criteria2]; ...)

Keterangan:

• AverageRange: Merupakan sekumpulan data yang akan kita hitung nilai rata-ratanya. Argument
ini dapat berupa angka, sel, range, named range, array, atau referensi range data.

• CriteriaRange1: Merupakan range data yang akan kita cocokkan dengan kriteria pertama yang

diterapkan.
• Criteria1: Merupakan syarat pertama yang akan digunakan untuk mengevaluasi argument

CriteriaRange1





MS. EXCEL 15


• CriteriaRange2; Criteria2;...: Argumen yang berisi pasangan antara sekumpulan data dan syarat

selanjutnya. Argumen ini bersifat opsional (Bisa diisi atau dikosongkan). Maksimal samapai 127
Kriteria


2. Contoh Penggunaan Fungsi AVERAGEIFS
Berikut contoh penerapan fungsi AVERGEIFS!








































Pada rumus nomor 1, fungsi AVERAGEIFS digunakan untuk menghitung rata-rata penjualan

barang "Sendal" dengan jumlah penjualan diatas 40. Rumus excel yang digunakan:
=AVERAGEIFS(E2:E11,C2:C11,"Sendal",E2:E11,">40")

Dengan rumus tersebut hanya data nomor 7 yang dihitung rata-ratanya. Hasilnya adalah 55 (55/1).

Pada rumus nomor 2, fungsi AVERAGEIFS menghitung rata-rata penjualan untuk jenis barang

"Sepatu" di bulan "Januari". Yakni data nomor 4 dan 5. Rumus excel yang digunakan:
=AVERAGEIFS(E2:E11,C2:C11,"Sepatu",D2:D11,"Januari")

Hasilnya adalah 47.5 ((50+45)/2).

Pada rumus nomor 3, rumus AVERAGEIFS digunakan untuk menghitung rata-rata penjualan sepatu

di bulan Februari yang nilai penjualannya diatas 50.

=AVERAGEIFS(E2:E11,C2:C11,"Sepatu",D2:D11,"Februari",E2:E11,">50")
Yang memenuhi kriteria tersebut adalah data nomor 9 yang menghasilkan rata-rata penjualan 60

(60/1).

3. Catatan dalam Menggunakan Fungsi AVERAGEIFS

Saat menggunakan rumus AVERAGEIFS ini, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan:
• Jika Argument data AverageRange berisi nilai kosong atau nilai teks, AVERAGEIFS akan

menghasilkan nilai kesalahan #DIV0!.

• Sel pada range kriteria yang kosong, oleh AVERAGEIFS akan dianggap bernilai 0.
• Data TRUE dianggap sebagai 1, sedangkan data FALSE dianggap sebagai 0 (nol).




MS. EXCEL 16


• Pada AVERAGEIFS setiap RangeData dan Kriteria harus berukuran dan berbentuk sama.

• Jika sel-sel dalam Range Kriteria tidak dapat diterjemahkan menjadi angka, AVERAGEIFS
menghasilkan nilai kesalahan #DIV0!.

• Jika tidak ada sel yang memenuhi semua syarat atau kriteria, AVERAGEIFS menghasilkan

kesalahan #DIV/0!.
• Karakter wildcard berupa tanda tanya (?) dan tanda bintang (*) bisa digunakan dalam menentukan

kriteria. Tanda tanya (?) mewakili karakter tunggal apa pun, sedangkan tanda bintang *) mewakili

banyak karakter.


COUNTIF

Fungsi COUNTIF adalah Fungsi Excel yang digunakan untuk menghitung jumlah sel
berdasarkan pada syarat/kriteria tunggal. Jadi, Rumus COUNTIF digunakan untuk menghitung jumlah

sel pada sebuah range data yang memenuhi kriteria atau syarat tunggal yang kita tentukan.
Fungsi ini dapat digunakan sebagai rumus excel untuk menghitung jumlah data yang sama,

menghitung jumlah sel yang terisi, menghitung sel yang berisi teks tertentu, atau menghitung jumlah
angka namun dengan kriteria tertentu, dll. Misal menghitung sel yang berisi kata "apel", menghitung sel

yang berisi angka diatas 50, dan lain sebagainya.

1. Cara Menggunakan Fungsi COUNTIF

Sintaksis fungsi COUNTIF:

COUNTIF(Range; Kriteria)
Dari sintaks tersebut bisa kita fahami bahwa fungsi ini memiliki dua argument:

• Range: Satu atau beberapa sel yang akan dihitung, berisi angka atau nama range, array, atau
referensi yang berisi angka.

• Kriteria: Dapat berupa Angka, ekspresi logika, referensi sel, atau string teks sebagai syarat atau

kondisi sel yang akan dihitung.

2. Contoh Penggunaan Fungsi COUNTIF

Perhatikan contoh di bawha ini!






































MS. EXCEL 17


Contoh pertama (hijau) di atas menggunakan rumus COUNTIF:

=COUNTIF(C2:C9,75)
Rumus diatas menghitung jumlah sel pada range C2:C9 yang isinya bernilai 75. Jumlahnya ada 3.

Contoh kedua (biru), rumus COUNTIF:

=COUNTIF(C2:C9,">75")
Rumus COUNTIF diatas digunakan untuk menghitung jumlah sel pada range C2:C9 yang isinya

bernilai lebih dari 75. Jumlahnya ada 5.


COUNTIFS

Fungsi COUNTIFS digunakan untuk mengetahui jumlah data atau sel yang memenuhi banyak
kriteria. Maksud menjumlah disini adalah menghitung banyak sel yang memiliki nilai atau isi sesuai

dengan kriteria tertentu. Dengan kata lain menghitung banyaknya pemilik data. Misalnya menghitung
jumlah sel yang berisi angka diatas 100, menghitung jumlah sel yang berisi teks tertentu dan lain

sebagainya.

Jika Fungsi COUNTIF hanya menghitung sel dengan syarat tunggal, fungsi COUNTIFS dapat
menghitung jumlah atau banyaknya sel yang memenuhi lebih dari satu syarat atau kriteria. Sehingga

dengan COUNTIFS ini kita dapat mengetahui jumlah dari data tertentu meskipun dengan menyematkan
beberapa kriteria secara langsung.


1. Cara Menggunakan Fungsi COUNTIFS
Sintaksis fungsi COUNTIFS:

COUNTIFS(criteria_range1; criteria1; [criteria_range2; criteria2]…)
Keterangan:

• Criteria_range1: Argument yag memuat sebuah rentang sel yang akan dievaluasi berdasarkan

syarat tertentu (criteria1)
• Criteria1: Argument yang memuat kriteria yang akan diterapkan pada rentang sel pertama

(criteria_range1)

• Criteria_range2: Argument yang memuat sebuah rentang sel kedua yang akan dievaluasi
berdasarkan syarat tertentu (criteria2)

• Criteria2: Kriteria yang akan diterapkan pada rentang sel pertama (criteria_range2)

Kriteria yang akan diterapkan pada fungsi ini dapat berupa angka, ekspresi, referensi sel, atau teks
yang akan menentukan cell mana saja yang akan dihitung atau dicacah.


2. Contoh Penggunaan Fungsi COUNTIFS
Perhatikan tabel data berikut:






MS. EXCEL 18


Dari tabel diatas ditulis rumus berikut pada sel B9:

=COUNTIFS(C2:C6,75,D2:D6,80)
Rumus diatas bermaksud menghitung jumlah data siswa yang memiliki nilai 75 pada kolom Nilai A

dan memiliki nilai 80 pada kolom Nilai B. Jumlah siswa yang memenuhi kriteria tersebut ada 2 yakni
siswa nomor 2 dan 4.

Selanjutnya ditulis rumus berikut pada sel B10:

=COUNTIFS(C2:C6,">75",D2:D6,">75")
Rumus ini menghitung jumlah siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 75 untuk Nilai A dan lebih

dari 75 juga untuk Nilai B. Siswa yang memenuhi kriteria tersebut adalah siswa nomor 1, 3, dan 5 jadi
hasil rumus ini adalah 3.


Perhatikan video tutorial di bawah ini terkait penggunaan fungsi-fungsi di atas agar lebih jelas dalam

memahami materinya!

Berikut video tutorial penggunaan Fungsi SUMIF & SUMIFS:

Link


Berikut video tutorial penggunaan Fungsi AVERAGEIF & AVERAGEIFS:

Link


Berikut video tutorial penggunaan Fungsi COUNTIF & COUNTIFS:


Link




















MS. EXCEL 19


Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!




Kasus 3



Henry adalah seorang karyawan di CV Mju Jaya Komputer. Pada saat akhir bulan, ia biasa

diberikan tugas untuk merekap hasil penjualan selama satu bulan. Karena banyak barang dan

merk yang dijual oleh CV Maju Jaya Komputer, maka Henry harus menghitung jumlah dan

rata-rata dari penjualan tiap barang dan merk tersebut. Selain itu, ia juga harus membuat

laporan penjualan harian dan mingguan dari data penjualan yang ada. Berikut data penjualan

bulan September yang harus dikerjakan oleh Henry:


Link








Kasus 4



Seorang guru yang mengajar pada kelas X OTKP 2 harus membuat rekapan nilai dari 36

siswa di kelasnya. Nilai siswa berasal dari 6 kali Ulangan Harian, Tugas Akhir, UTS, dan
UAS dengan ketentuan berikut:

1. Nilai Ketuntasan dari UTS dan UAS adalah 75
2. Nilai Ketuntasan dari Nilai Akhir adalah 75

3. Nilai Akhir diperoleh dari hasil Nilai Rata-Rata UH ditambah dengan Nilai Tugas
Akhir, UTS, dan UAS.

Namun demikian, masih terdapat beberapa anak yang belum memenuhi nilai ketuntasan dari

UTS dan UAS bahkan Nilai Akhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan perekapan nilai agar
dapat diketahui berapa saja anak yang belum memenuhi nilai ketuntasan baik untuk UTS

dan UAS hingga Nilai Akhir. Berikut data nilai yang telah diperoleh oleh siwa:


Link





















MS. EXCEL 20


D. What If Analysis

What-If-Analysis adalah sekumpulan perintah pada Ms. Excel yang umum diterapkan di

lingkungan bisnis atau lingkungan perusahaan. Secara garis besar kegunaan dari perintah ini adalah untuk
membuat suatu analisa atau prediksi tentang beragam kemungkinan yang mungkin saja terjadi dalam

kalkulasi atau perhitungan pada tabel data kita.
Pada Excel 2010 dan Excel 2013, kumpulan perintah What-If-Analysis ini dapat Anda temukan

pada tab Data, didalam grup Data Tools.

















Sedangkan pada Excel 2016 dan Excel 2019, kumpulan perintah What-If-Analysis ini terdapat pada tab

Data, didalam grup Forecast.

























Ada 3 perintah yang dimuat dalam What-If-Analysis ini, yaitu:
• Scenario Manager: Kegunaannya untuk melihat hasil atau output dari beberapa kemungkinan input

yang berlainan. Contoh penggunaannya dapat dilihat pada video berikut:


Link



• Goal Seek: Kegunaannya untuk mencari nilai awal tertentu agar sesuai dengan nilai akhir yang
diharapkan. Contoh penggunaannya dapat dilihat pada video berikut:


Link


• Data Table: Kegunaannya untuk mencari nilai hasil dari beberapa nilai input secara cepat. Contoh

penggunaannya dapat dilihat pada video berikut:


Link






MS. EXCEL 21


E. Pivot Table

Pivot Table yakni sebuah fitur pada Ms. Excel berupa tabel interaktif untuk merangkum dan

menganalisa data supaya lebih mudah untuk dibaca dan difahami. Pivot Table dalam waktu singkat bisa
menampilkan ringkasan data dalam jumlah yang besar dalam bentuk dan orientasi yang berbeda serta

mampu melakukan kalkulasi pada setiap item yang dibutuhkan dengan menggunakan cara perhitungan
sesuai kebutuhan.


Cara Membuat dan Menggunakan Pivot Table pada Ms. Excel
Hal yang paling penting sebelum membuat atau menyusun pivot table pada excel tentunya

menyiapkan data sumbernya. Berikut contoh data sumbernya:











































Setelah sumber data sudah siap, langkah yang diperlukan untuk membuat sebuah Pivot Table sederhana
adalah sebagai berikut:

1. Klik salah satu sel atau range data yang akan kita buat pivot tabel-nya.
2. Pilih menu Pivot Table yang ada di Tab Insert--Table--Pivot Table. Langkah ini bisa anda lakukan

dengan menggunakan shortcut Alt + N.

















Jika anda menggunakan Format Table pada data sumber, langkah 2 di atas bisa juga Anda lakukan

dengan cara memilih menu Summarize With Pivot Table yang ada pada Tab Table Tools--Tools

Group.





MS. EXCEL 22


Ketiga langkah diatas (Menggunakan shortcut, menu Insert Pivot Table atau menu Summarize With

Pivot Table Excel) akan menghasilkan kotak dialog Create Pivot Table yang sama.
3. Apabila langkah anda benar, selanjutnya akan muncul sebuah dialog box Create Pivot Table Dengan

nama tabel otomatis sudah terisi. Dalam contoh ini nama tabel sumber yang digunakan adalah "Tabel
Sumber".





































Jika menghendaki range data yang lain anda tinggal menyesuaikannya.

Selanjutnya tentukan dimana hasil Tabel Pivot akan diletakkan pada opsi Choose where you want the
PivotTable report to be placed. Pada sebuah lembar kerja (Worksheet) baru atau pada worksheet yang

telah ada.
(Pada latihan pivot table ini saya memilih New Worksheet yang artinya excel akan membuat sebuah

Sheet baru sebagai tempat dimana PivotTable akan diletakkan. Jika anda memilih Existing

Worksheet, tentukan pada cell/range mana PivotTable akan diletakkan.)
Selanjutnya Klik OK Untuk membuat pivot table baru dengan pengaturan diatas.

4. Setelah memilih OK pada kotak dialog sebelumnya, akan muncul sheet baru yang berisi Bidang

PivotTable kosong pada workbook anda. Selain itu pada bagian sebelah kanan akan muncul

PivotTable Fields.
Perhatikan gambar di bawah ini!














MS. EXCEL 23


Bidang PivotTable kosong di sebelah kiri adalah tempat dimana PivotTable akan ditampilkan,
sedangkan PivotTable Fields adalah pengaturan field-field data PivotTable apa sajakah yang akan

ditempakan pada bagian Row, Column, Value atau Filter.

5. Langkah Selanjutnya adalah melakukan Drag and Drop atau dengan cara memilih pada bagian
PivotTable Fields untuk menentukan filed-field mana yang akan kita letakkan pada bagian-bagian

PivotTable (Row, Column, Value dan Filter).





























A B






C D














MS. EXCEL 24


Keterangan:

a) FILTERS: Area ini diisi dengan field yang akan kita jadikan sebagai acuan filter yang akan
menyaring data pada tabel pivot yang akan kita buat.

b) COLUMNS:Area ini berisi field dan akan disusun secara mendatar (horizontal) yang pada

umumnya bisa dianggap sebagai header dari nilai-nilai yang ditampilkan pada PivotTable.
c) ROWS: Area ini berisi field yang akan ditampilkan secara menurun (vertikal) secara urut di sebelah

kiri area PivotTable.
d) VALUE: Bidang ini berisi fields yang menentukan data mana saja yang akan disajikan di area tabel

pivot sesuai kebutuhan. Biasanya berupa angka-angka.
Pada latihan ini saya atur pada bagian Rows adalah Field BARANG dan KUARTAL, pada

bagian Columns dikosongi, Pada bagian Values adalah Field JUMLAH dan terakhir pada bagian

Filters saya isi dengan Field SUPLIER.
Bagian terakhir atau Filters bersifat opsional, jika memang tidak dibutuhkan tidak masalah

dikosongkan. Sedangkan tiga bagian pertama pada umumnya harus diisi.
6. Jika langkah-langkah yang anda lakukan persis seperti di atas maka tampilan PivotTable yang akan

anda dapatkan kurang lebih akan seperti gambar berikut ini:











































Dengan memanfaatkan fitur Pivot Table pada Ms. Excel anda akan dapat dengan mudah

melakukan hal-hal berikut:

1. Membuat penyajian data dengan beberapa tampilan yang berbeda dari sumber data yang sama
2. Memindahkan field pada berbagai lokasi yang berbeda

3. Menentukan field atau kolom mana saja yang akan ditampilkan dalam penyajian laporan atau

ringkasan data
4. Melakukan kalkulasi atau mengumpulkan field-field data numeric dalam beberapa cara (SUM,

COUNT, AVERAGE, Dan lain-lain)




MS. EXCEL 25


5. Melakukan filter untuk menampilkan nilai-nilai data yang mana saja yang akan ditampilkan

6. Membuat laporan dalam bentuk lain dari sebuah pivot table yang telah dibuat
7. Membuat pivot chart dari sebuah pivot table yang telah ada



Berikut link video tutorial cara membuat dan menggunakan Pivot Tabel:

Link



Cara Merubah Tampilan Pivot Table

1. Mengubah Layout Pivot Table

Secara default fitur pivot table pada Ms. Excel akan menggunakan "Compact Form Layout".
Pada model tampilan ini tabel pivot akan menampilkan "Row Labels" and "Column Labels" sebagai

heading dari pivot table. Bagi sebagian pengguna excel model tampilan ini tidak nyaman untuk dilihat

terlebih bagi pengguna Ms. Excel yang masih awam atau jarang memanfaatkan fitur pivot table pada
Ms. Excel. Untuk layout saran saya gunakan model Outline Form atau Tabular Form. Kalau saya

pribadi lebih cenderung menggunakan Model layout Tabular Form.Caranya sebagai berikut:
• Klik/pilih salah satu sel/range pada pivot table area.

• Kemudian pilih menu Pivot Table Tools--Design--Layout--Report Layout.

• Pada bagian Report Layout pilih Show in Outline Form atau Show in Tabular Form.
























Report Layout dalam model Tabular Form:
































MS. EXCEL 26


Report Layout dalam model Outline Form:































Jika anda ingin benar-benar menghilangkan Row Labels atau Column Labels silahkan hilangkan

dengan cara memilih menu "Field Headers" yang bisa anda temukan di Pivot Table Tools--Analyze-
-Show--Field Headers.
















Untuk lebih jelasnya Silahkan dicoba dan perhatikan perbedaan untuk masing-masing pengaturan tadi.


2. Menampilkan dan Menyembunyikan Grandtotal

Grandtotals merupakan jumlah total keseluruhan pada masing-masing value baik untuk
kolom atau barisnya. Anda bisa mengatur untuk menampilkan atau menghilangkan Grand totals ini.

Caranya yakni dengan memilih salah satu menu pada menu Grand Totals yang bisa anda temukan di

Pivot Table Tools--Design--Layout--Grand Totals.
Pilihannya adalah sebagai berikut:
































MS. EXCEL 27


• Off For Rows Anda Columns: Menyembunyikan Grand Total pada bagian paling kanan dan bawah

pivot table.
• On For Rows Anda Columns: Menampilkan Grand Total pada bagian paling kanan dan bawah

pivot table.

• On For Rows Only: Menampilkan Grand Total pada bagian paling kanan pivot table.
• On For Columns Only: Menampilkan Grand Total pada bagian paling bawah pivot table.



3. Menampilkan dan Menyembunyikan Subtotal
Selain Grand Totals, anda bisa juga menampilkan subtotal pada area pivot table untuk

masing-masing group. Untuk mengaturnya ada pada bagian Pivot Table Tools--Design--Layout--

Subtotals.
Settingnya adalah sebagai berikut:
































• Do Not Show Subtotals: menyembunyikan/menghilangkan Subtotals baik pada bagian atas atau

bawah masing-masing Group.
• Show Subtotlas at Bottom of Group: Menampilkan Subtotals pada bagian bawah Group.

• Show Subtotlas at Top of Group: Menampilkan Subtotals pada bagian atas Group.

Subtotals pada bagian atas hanya ditampilkan jika anda menggunakan Layout Compact atau Outline.
Apabila anda menggunakan Layout Tabular, pivot tabel hanya bisa menampilkan Subtotal hanya pada

bagian bawah setiap group.


4. Menambahkan Baris Kosong pada Setiap Akhir Group Item

Selain pengaturan diatas, jika suka anda bisa juga menambahkan sebuah baris kosong setelah
setiap item group pada area pivot agar anda lebih mudah untuk membaca dan menganalisa data pivot

tersebut. Caranya cukup mudah, yakni dengan memilih menu Insert Blank Line After Each Item.
Tombol untuk menu ini bisa anda temukan di Pivot Table Tools--Design--Layout--Blank Rows. Jika

Anda tidak suka dengan tambahan baris kosong ini silahkan dihilangkan dengan cara memilih menu
Remove Blank Line After Each Item.








MS. EXCEL 28


5. Menerapkan Pivot Table Style

Agar layout pivot Table terlihat lebih menarik sebaiknya terapkan juga Pivottable style. Hal

ini akan menjadikan tabel pivot yang anda buat lebih enak dilihat karena komposisi pewarnaan font
dan fill bacgroundnya.

Ada banyak pilihan style yang telah tersedia untuk anda terapkan pda pivot table anda.
Silahkan pilih salah satu style yang ada di Pivot Table Tools--Design--Pivottable Styles. Style disini

mirip dengan style Format Table pada excel sehingga saya yakin anda sudah cukup familiar.













Jika style yang disediakan masih kurang memenuhi keinginan, anda bisa juga membuat style pivot
sesuai kebutuhan. Caranya klik More icon dan pilih menu New Pivottable Style...






















MS. EXCEL 29


6. Mengubah Nama Label Field

Saat pertama kali membuat sebuah PivotTable Biasanya anda akan dipusingkan dengan
Nama Label Field yang kurang ramah untuk dibaca misalnya: Sum of JUMLAH, Row Labels, Column

Labels, dan sebagainya kemudian anda ingin mengganti nama ini dengan Label lainnya.

Pada dasarnya anda bisa untuk mengganti atau menamai label field pada tabel pivot ini
dengan nama yang lain. Caranya cukup mudah tinggal pilih label mana yang ingin anda ganti lalu

tuliskan seperti biasa nama barunya.
Terkadang anda ingin mengganti nama label field ini, namun kemudian muncul notifikasi

atau peringatan sebagai berikut "PivotTable field name already exists".












Apabila muncul notifikasi seperti diatas hal ini menunjukkan bahwa nama field sudah dipakai

sehingga tidak bisa digunakan lagi. Lalu bagaimana solusinya? Untuk masalah semacam ini solusinya
cukup mudah. Tambahkan saja spasi di akhir nama field yang anda inginkan.

Kasus lain adakalanya anda ingin menghilangkan Tampilan Nama Label yang tidak anda

kehendaki. Namun saat anda menghapus nama label filed muncul pesan berikut: "Cannot enter a null
value as an item or field name in a pivottable report".









Solusi untuk error ini sama. Gunakan spasi untuk mengisi nama filed yang ingin anda hapus tadi.


Membuat Dashboard Excel Sederhana Dengan Slicer dan Pivot Chart

1. Slicer
Slicer pada Excel merupakan alat yang digunakan untuk memfilter data sesuai dengan

kebutuhan dengan memotong bagian data dari tabel yang dibuat menggunakan opsi Pivot Table di
Excel. Slicer berada di Menu Bar Insert dan pada dasarnya cara kerja tools ini sama dengan fitur Filter.


















Berikut link video tutorial menggunakan fitur Slicer:


Link






MS. EXCEL 30


2. Pivot Chart

Pivot Chart adalah fitur grafik dari Pivot Table untuk melakukan representasi data, dimana
Pivot Table dan Pivot Chart itu saling terkoneksi satu sama lain. Fungsi Pivot Chart di Ms. Excel

adalah membuat grafik secara instan melalui Pivot Table. Fitur ini dapat mempercepat pembuatan

grafik dari suatu data. Pivot Chart akan melengkapi fungsi dari Pivot Table sehingga dapat
memungkinkan untuk membuat keputusan yang tepat dan penting di perusahaan. Kita juga dapat

mengkoneksikan sumber data eksternal dari SQL server, database access, file XML dan file teks untuk
membuat Pivot Table. Untuk menggunakan Pivot Chart cukup dengan klik Insert -> PivotChart.












Berikut link video tutorial membuat Pivot Chart:


Link






































































MS. EXCEL 31


Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!



Kasus 5




Hotel Santika Indah akan membuat laporan pengunjung untuk bulan Agustus, untuk

mempermudah merekap dan menganalisa data maka karyawan yang bertugas membuat

laporan tersebut harus membuat Pivot Table. Hal ini dilakukan untuk dapat mengetahui total

penjualan di setiap posisi berdasarkan tipe dan kelas dari data yang tersedia agar mudah

dibaca. Berikut petunjuk untuk mengerjakan laporan:

1 Nomor kamar ditentukan dari kode digit kedua dari sebelah kiri sebanyak tiga digit.

2 Kelas berdasarkan huruf pertama kolom KODE serta tabel Tipe dan Kelas
3 Posisi berdasarkan huruf ke lima dari KODE, jika E maka East dan jika W maka West

4 Tipe berdasarkan huruf terahkir kolom KODE serta tabel Tipe dan Kelas
5 Lama menginap berdasarkan 2 digit ke 6 dari KODE, dengan satuan hari.

6 Tarif berdasarkan Tabel Tipe dan Kelas dikali dengan lama nya menginap

7 Pajak 10% dari tarif

8 Booking fee berdarkan tarif+pajak
• Jika tarif+pajak lebih besar dari Rp 500.000 maka booking fee 10%

• Jika tarif+pajak lebih besar dari Rp 1.500.000 maka booking fee 20%

9 Sisa pembayaran adalah tarif ditambah dengan pajak dan dikurangi booking fee

10 Fasilitas yang diberikan HOTEL SKS adalah sebagai berikut

• Tamu VIP-Melati mendapat fasilitas free penggunaan Sauna

• Tamu VIP-Anggrek mendapat fasilitas free penggunaan Swimming Pool

• Tamu VIP-Tulip mendapat fasilitas free penggunaan fasilitas Fitnes
• Tamu VIP-Lili mendapatkan fasilitas candle light dinner

Berikut laporan yang harus dilengkapi dan dibuatkan Pivot Tabelnya:


Link
































MS. EXCEL 32


SUMBER


https://arhiez.net/

https://www.dqlab.id/

https://www.kelasexcel.id/
https://kelas.work/site































































































MS. EXCEL 33


BIOGRAFI PENULIS


Yosia Wira Putra lahir pada tanggal 11 Desember 2000 di Poso, Provinsi

Sulawesi Tengah. Penulis merupakan anak sulung dari pasangan I Made

Wirano dan Ni Nyoman Istiari. Penulis pertama kali masuk pendidikan di SD
Negeri 1 Padalembara pada tahun 2006 dan tamat pada tahun 2012. Pada

tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Poso
Pesisir Selatan dan tamat pada tahun 2015, setelah tamat di SMP, penulis

melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Poso Pesisir Selatan dan tamat
pada tahun 2018. Pada tahun yang sama penulis terdaftar sebagai Mahasiswa

di Universitas Negeri Malang, Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen

dengan Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran. Semasa menjadi mahasiswa, penulis
memiliki hobi futsal dan mendengarkan musik.













































































MS. EXCEL 34


MS. EXCEL 35


Click to View FlipBook Version