Daftar Isi
COVER
Daftar Isi ............................................................................................................................................ iii
Petunjuk Penggunaan E-Modul ....................................................................................................... 1
Tujuan Pembelajaran ........................................................................................................................ 1
Peta Konsep ........................................................................................................................................ 1
DASAR-DASAR MICROSOFT EXCEL
A. Pengenalan Ms. Excel ................................................................................................................... 2
1. Pengertian Ms. Excel................................................................................................................ 2
2. Tampilan Ms. Excel ................................................................................................................. 2
3. Jenis-Jenis Data pada Ms. Excel .............................................................................................. 6
B. Cara Mengelola Worksheet........................................................................................................... 7
C. Cara Mengatur Workbook ............................................................................................................ 7
FUNGSI DAN RUMUS MICROSOFT EXCEL YANG SERING DIGUNAKAN
A. Fungsi Logika ............................................................................................................................... 8
1. IF .............................................................................................................................................. 8
B. Fungsi Pencarian dan Referensi .................................................................................................. 12
1. VLOOKUP ............................................................................................................................. 12
2. HLOOKUP ............................................................................................................................. 13
C. Fungsi Matematika dan Statistik ................................................................................................. 15
1. SUMIF .................................................................................................................................... 15
2. SUMIFS ................................................................................................................................. 17
3. AVERAGEIF ......................................................................................................................... 18
4. AVERAGEIFS ....................................................................................................................... 19
5. COUNTIF............................................................................................................................... 21
6. COUNTIFS ............................................................................................................................ 22
D. What If Analysis ......................................................................................................................... 25
E. Pivot Table .................................................................................................................................. 26
SUMBER........................................................................................................................................... 37
BIOGRAFI PENULIS ..................................................................................................................... 38
MS. EXCEL iii
A. Pedoman Penggunaan E-Modul
1. Buka e-modul menggunakan link http://online.anyflip.com/jqfqb/sxwq/
2. Swipe ke kiri untuk membuka halaman e-modul
3. Terdapat link video yang dapat diklik pada setiap akhir materi
4. Soal studi kasus dapat dikerjakan dengan klik link yang terdapat pada bagian bawah soal
B. Tujuan Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu membandingkan dua kondisi data atau lebih pada data text maupun angka
dengan memanfaatkan rumus IF pada Microsoft Excel
2. Mahasiswa mampu membaca suatu data berdasarkan kata kunci tertentu dengan memanfaatkan
rumus VLOOKUP dan HLOOKUP pada Microsoft Excel
3. Mahasiswa mampu mengoperasikan excel untuk menjumlah, menghitung, dan membuat rata-rata
dari sebuah data dengan menggunakan fungsi SUMIF, COUNTIF, dan AVERAGEIF
4. Mahasiswa mampu menganalisis sekumpulan data menggunakan perintah What If Analysis pada
Microsoft Excel
5. Mahasiswa mampu membuat laporan dalam bentuk tabel dengan memanfaatkan Pivot Table pada
Microsoft Excel
C. Peta Konsep
MICROSOFT EXCEL
Dasar-Dasar Fungsi dan Rumus
Ms. Excel Ms. Excel
A. Pengenalan Ms. Excel A. Fungsi Logika
B. Cara Mengelola B. Fungsi Pencarian &
Worksheet Referensi
C. Cara Mengatur C. Fungsi Matematika &
Workbook Statistik
D. What If Analysis
E. Pivot Table
MS. EXCEL 1
DASAR-DASAR MICROSOFT EXCEL
A. Pengenalan Microsoft Excel
1. Pengertian Microsoft Excel
Ms. Excel merupakan aplikasi pengolah data. Data memiliki banyak jenis dan bentuk.
Data bisa berupa angka, nilai uang, waktu, dan teks. Keberadaan Ms. Excel dapat membantu untuk
pengolahan data tersebut. Ms. Excel dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan di Ms.
Word, terutama dalam hal yang memerlukan formula perhitungan.
Berikut adalah kegunaan Ms. Excel untuk kehidupan pekerjaan maupun personal:
a) Dapat membantu mengolah data;
b) Dapat membaca asal keberadaan suatu angka;
c) Dapat membantu perhitungan secara cepat;
d) Dapat membantu dalam membuat keputusan;
e) Dapat menilai suatu tujuan tercapai atau tidak tercapai.
2. Tampilan Ms. Excel
a) Quick Acces Toolbar
Bagian ini memuat Buttons atau tombol-tombol menu umum yang sering kita gunakan.
Secara default Quick Access Toolbar terdiri atas tiga buah button yaitu, Save (untuk menyimpan
file atau dokumen yang kita kerjakan), Undo (untuk membatalkan perintah terakhir), dan yang
terakhir yaitu Redo (untuk membatalkan Undo atau mengulang kembali perintah yang
dibatalkan). Ikon menu pada bagian QAT ini tentu saja bisa kita tambah atau kita kurangi sesuai
dengan kebutuhan seperti pada Ribbon Ms. Excel.
b) Ribbon
MS. EXCEL 2
Bagian ini merupakan kumpulan tombol perintah pada Ms. Excel yang dikelompokkan
dalam bentuk Tab berdasarkan fungsi-fungsinya mulai Home, Insert, Page Layout, Formula,
Data, Review, View, dan Tab Developer yang secara default disembunyikan. Bagian-bagian
Ribbon Ms. Excel adalah sebagai berikut:
• Tabs Menu: Berisi kumpulan tombol yang dikelompokkan sesuai fungsinya. Secara default
terdapat Tab Home, Insert, Page Layout, Formulas, Data, Review dan View. Sedangkan Tab
Developer disembunyikan. untuk menampilaknnya kita perlu melakukan pengaturan terlebih
dahulu.
• Group Menu: Didalam masing-masing Tab tombol dikelompokkan lagi dalam beberapa
group. Maisng-masing group dipisahkan dengan Garis vertikal. Pada Tab Page Layout diatas
terdapat Group Themes, Pade setup, Scale to fit, Sheet Options dan Arrange.
• Command Buttons: Didalam group terdapat beberapa Command Button atau tombol perintah
sesuai dengan fungsi masing-masing.
• Dialog Box Launcher: Pada beberapa sudut Menu Group terdapat Dialog Box Launcher untuk
menampilkan pengaturan lebih lanjut pada masing-masing group yang secra default
pengaturan ini tidak ditampilkan.
Selaian itu, berikut Tab-Tab yang terdapat pada Ribbon Ms. Excel:
• TAB File: Tabs ini digunakan untuk mengakses Backstage View. Tidak seperti tab lainnya
yang berisi kelompok perintah tertentu. Pada Tab File ini berisi informasi yang terkait dengan
file Ms. Excel yang sedang kita buka serta menu atau tombol option untuk pengaturan Ms.
Excel.
• TAB Home: Tab ini tidak hanya berisi tombol perintah yang saling terkait saja namun juga
merupakan tab yang berisi menu-menu perintah pada Ms. Excel yang paling populer
diantaranya terkait dengan pemformatan sel, perataan teks, operasi sel, pencarian data serta
fitur shortir dan filtering.
• TAB Insert: Jika kita butuh menyisipkan sesuatu kedalam lembar kerja atau worksheet
disinlah tempat mencari menu perintahnya. Pada tab ini bisa kita temukan tombol perintah
untuk menyisipkan chart, tabel, gambar dan lain sebagianya.
• TAB Page Layout: Pada bagian ini terdapat tombol-tombol perintah untuk melakukan
manipulasi tampilan worksheet. Menu-menu pada bagian tab ini kebanyakan merupakan menu
yang terkait dengan kegiatan mencetak data (Print out).
• TAB Formulas: Semua fungsi (functions) tersedia dapat ditemukan pada bagian ini. Yang
mana masing-masing fungsi tersebut dikelompokkan berdasarkan kategori-kategori fungsi
tertentu.
• TAB Data: Pada Tab Data bisa kita temukan menu untuk melakukan koneksi dengan sumber
data dari laur (external data source) dan yang terkait serta menu shortir dan filtering data.
• TAB Review: Pada tab Review bisa kita temukan menu check spelling, menambah komentar
serta melakkan proteksi worksheet.
• TAB View: Pada tab View kita bisa mengatur opsi tampilan jendela aplikasi excel.
• TAB Developer: Menu-menu pada bagian Tab developer pada dasarnya memang ditujukan
untuk pengguna lanjut dan bukan utuk pengguna dasar.
MS. EXCEL 3
• Contextual Tabs: Contextual Tab atau Tool Tabs berisi command button atau tombol perintah
yang memang dikhususkan untuk object tertentu saja. dimana masing-masing object akan
memiliki isi tombol perintah yang berbeda sesuai object yang sedang kita pilih. Menu tool tabs
ini hanya akan muncul saat kita mengaktifkan object tertentu saja. Misalnya Chart Tools, Tabel
Tools, Drawing Tools, PivotTable Tools, dsb.
c) Formula Bar
Bagian ini menunjukkan alamat cell yang aktif beserta isinya. Formula bar juga
difungsikan pula sebagai tempat memasukkan rumus serta untuk mengedit atau memperbaiki
rumus excel yang telah dibuat.
d) Name Box
Pada bagian sebelah kiri formula bar di sebut dengan Name Box yang menunjukkan
alamat sel atau nama dari sel atau range yang sedang aktif. Pada bagian name box ada icon
segitiga kecil yang jika anda pilih akan menunjukkan dafatr nama-nama sel atau range atau nama
lain yang sedang digunakan pada workbook file yang sedang anda buka. Jika file membuka file
baru, nama-nama tersebut tentunya juga masih kosong.
e) Workbook dan Worksheet Area
Workbook adalah tempat atau area dimana kita melakukan bermacam aktifitas utama
pada microsoft excel atau menejemen data yang terdiri dari satu atau beberapa worksheet.
Workbook ini kemudian dibagi ke dalam bagian-bagian lebih kecil yang disebut dengan
worksheet atau lembar kerja. Sehingga bisa juga diartikan bahwa workbook dalam Ms. Excel
merupakan kumpulan dari worksheet. Sedangkan worksheet sendiri biasa disebut juga sebagai
MS. EXCEL 4
Workspace. Berisi kumpulan cell yang diidentifikasi berdasarkan kolom (Column) dengan
simbol huruf A, B, C dst. dan baris (Row) dengan simbol angka 1, 2, 3 dst. Didalam cell inilah
kita menyusun data-data sesuai kebutuhan.
Dalam setiap woksheet area terdapat yang namanya baris dan kolom, berikut
penjelasannya:
• Kolom
Kolom (column) merupakan bagian yang melintang vertikal ke atas yang ditandai dengan
huruf A, B, C, dan seterusnya.
• Baris
Baris (row) merupakan bagian dari worksheet yang melintang horisontal ke samping dan
ditandai dengan angka 1,2,3 dan seterusnya.
Selain itu, terdapat Cell dan Range yang perlu kalian ketahui perbedaannya. Berikut
penjelasannya:
• Cell
Cell atau Sel pada Ms. Excel merupakan istilah untuk titik pertemuan antara kolom dan baris
pada sebuah worksheet tempat dimana kita memasukkan teks, angka maupun formula atau
rumus Ms. Excel. Sebuah cell biasanya diberi nama atau alamat sesuai nama kolom dan nomor
barisnya misalnya Sel C5, artinya merujuk pada cell yang ada dikolom C pada baris nomor 5.
• Range
Range atau rentang excel merupakan gabungan dari beberapa cell pada Ms. Excel, baik dalam
satu atau beberapa baris dan kolom. Sekelompok cell yang tergabung dan disebut dengan range
disini bisa dalam satu baris, satu kolom, maupun beberapa baris dan kolom.
MS. EXCEL 5
f) Status Bar
Status Bar adalah bagian yang melintang horizontal di bagian bawah worksheet atau
layar Ms. Excel yang berfungsi untuk menunjukkan atau menampilkan informasi terkait status
program Ms. Excel atau worksheet yang sedang aktif.
3. Jenis-Jenis Data pada Microsoft Excel
Memahami jenis data pada Ms. Excel ini sangat penting agar kita bisa merencanakan,
menyusun, serta mengolah data dengan tepat. Terdapat 3 jenis data pada Ms. Excel, beikut
penjelasannya:
a) Data Label
Jenis data label sering juga disebut sebagai data Character, String atau Teks. Data Label pada
Ms. Excel adalah jenis data yang tersusun oleh kumpulan karakter huruf (A-Z/a-z), angka(0-9)
atau karakter simbol(!,@,#, dll.). Ciri utama jenis data label atau data teks pada Ms. Excel yaitu
tidak dapat dioperasikan oleh operator matematika. Data label biasanya digunakan sebagai
bagian dari deskripsi sebuah informasi. Misalnya digunakan untuk menunjukkan nama, header
sebuah tabel, atau deskripsi-deskripsi lainnya. Ciri lain dari tipe data label adalah secara default
jika kita masukkan ke dalam sel maka data jenis ini akan ditampilkan rata kiri (align left).
b) Data Value
Tipe data value disebut juga sebagai data numerik atau angka pada sel Ms. Excel yang karakter
penyusun utamanya berupa nilai angka 0-9. Ciri utama tipe data value adalah dapat digunakan
dalam operasi perhitungan aritmatika misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian atau
pembagian. Ciri lain dari data angka di Ms. Excel ini adalah secara default akan ditampilkan
dengan rata kanan (Align Right) pada sebuah cell Ms. Excel. Jenis data value pada Ms. Excel
bisa dibagi lagi dalam beberapa jenis, antara lain:
• Bilangan bulat (Integer)
• Bilangan desimal (Decimal)
• Bilangan pecahan (Fraction)
• Tipe data notasi ilmiah (Scientific Notation)
• Tipe data persen (Percent)
• Tipe data mata uang (Currency)
• Nilai logika TRUE dan FALSE (Logical)
• Tipe data Tanggal dan waktu (Date and Time).
c) Data Formula
Jenis data formula ini bisa dikenali dengan adanya karakter sama dengan (=) pada awal
susunannya. Sebuah formula pada akhirnya juga menghasilkan 2 jenis data sebelumnya yakni
jenis data label atau value. Tipe data ini biasa digunakan untuk memberikan perintah tertentu
kepada Ms. Excel atau melakukan kalkulasi perhitungan tertentu sesuai dengan fungsi dan
susunan formulanya.
MS. EXCEL 6
B. Cara Mengelola Worksheet
Sheet merupakan fitur khas dalam Ms. Excel. Dalam satu dokumen Ms. Excel bisa terdapat
beberapa sheet atau lembar kerja. Pengaturan sheet terdapat di kiri bawah dokumen. Berikut adalah
beberapa pengatuan yang bisa kamu gunakan dalam mengelola sheet:
1. Sheet Baru -> Klik tanda tambah (+) pada bagian pengaturan sheet di kiri bawah dokumen
2. Sheet Baru -> Klik kanan pada sheet -> Insert -> Worksheet -> Done
3. Menghapus Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Delete -> Done
4. Menamai Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Rename -> Ketik judul -> Done
5. Memindahkan Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Move atau Copy -> Done
6. Mewarnai Sheet -> Klik tab color -> Pilih warna -> Done
7. Menyembunyikan Sheet -> Klik kanan pada sheet -> Hide -> Done
C. Cara Mengatur Workbook
Berikut cara merubah ukuran dan orientasi kertas kerja dalam Ms. Excel sesuai kebutuhan:
1. Mengubah Ukuran Kertas Kerja
Masuk ke Menu Page Layout -> Size -> (ukuran kertas yang akan digunakan) contoh: A3 -> Done
2. Mengubah Orientasi Kertas Kerja
Masuk ke Menu Page Layout -> Orientation -> Potrait atau Landscape -> Done
FAKTA UNIK MS. EXCEL
Selain fitur-fiturnya, Ms. Excel memiliki beberapa fakta unik yang bisa
kalian baca untuk menambah pengetahuan. Ini dia fakta unik seputar Ms. Excel yang
harus kalian tahu:
➢ Usianya lebih tua dibandingkan OS Windows.
➢ Menjadi top of mind masyarakat setelah menggeser lotus 1-2-3.
➢ Aplikasi terbaik yang pernah diciptakan Microsoft.
➢ Jumlah kolom Excel mencapai 16 ribu kolom.
➢ Jumlah baris mencapai 1 juta.
➢ Dapat digunakan sebagai kalkulator atau alat menghitung.
➢ Dapat digunakan untuk menggambar.
MS. EXCEL 7
FUNGSI DAN RUMUS MICROSOFT EXCEL YANG SERING DIGUNAKAN
A. Fungsi Logika: IF
Fungsi IF atau Rumus IF adalah salah satu fungsi Ms. Excel yang termasuk dalam kategori atau
kelompok logical yang sering digunakan untuk melakukan uji logika tertentu pada data Ms. Excel.
Rumus IF akan menghasilkan sebuah nilai tertentu jika kondisi yang kita tentukan untuk di
evaluasi terpenuhi (TRUE) dan akan menghasilkan nilai lainnya apabila uji logika atau kondisi itu tidak
terpenuhi (FALSE). Dengan kata lain fungsi IF ini akan melakukan evaluasi terhadap uji logika tertentu
kemudian menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Nilai TRUE adalah nilai dimana kondisi tersebut
terpenuhi dan nilai FALSE adalah nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi.
1. Cara Menggunakan Rumus IF
Cara menggunakan rumus IF pada sebuah formula Ms. Excel adalah dengan mengikuti kaidah
penulisan rumus berikut. Sintaksis Fungsi:
IF(TesLogika; KondisiTerpenuhi; [KondisiTidakTerpenuhi])
Dari sintaksis di atas, dapat kita ketahui bahwa rumus IF pada Ms. Excel tersusun dari 3 argumen:
• Tes Logika: Argumen ini berisi ekspresi logika yang bisa dievaluasi ke dalam nilai TRUE atau
FALSE. Argumen ini merupakan kriteria acuan untuk menentukan nilai yang akan dihasilkan oleh
rumus IF.
• Kondisi Terpenuhi: Nilai yang akan dihasilkan jika hasil evaluasi Tes Logika bernilai TRUE.
Argumen ini merupakan nilai yang akan dihasilkan jika kondisi terpenuhi.
• Kondisi Tidak Terpenuhi: (Opsional) Nilai yang ingin kita hasilkan jika argumen Tes Logika
mengevaluasi ke FALSE. Argumen ini merupakan nilai jika hasil tes logika tidak terpenuhi.
Contoh sederhana rumus IF pada excel adalah sebagai berikut:
=IF(1=1; "Benar"; "Salah")
Pada contoh ini, rumus IF akan menghasilkan teks "Benar" sebab perbandingan 1=1 adalah True atau
benar.
=IF(1=0; "Benar"; "Salah")
Pada contoh ini, rumus IF akan menghasilkan teks "Salah" sebab perbandingan 1=0 adalah False atau
Salah.
2. Penulisan Rumus IF Tunggal dan Bertingkat
a) Rumus IF Tunggal
Berikut contoh rumus IF lulus tidak lulus sebagai contoh penggunaan rumus IF tunggal pada
Ms. Excel:
MS. EXCEL 8
Pada contoh di atas, rumus IF yang digunakan pada sel F2 adalah:
=IF(E2>150,"LULUS","GAGAL")
Formula excel di atas melakukan uji logika pada sel E2 apakah nilainya lebih dari 150 atau tidak. Jika
nilai E2 lebih dari 150 maka rumus IF akan menghasilkan teks LULUS. Sebaliknya jika nilai E2 tidak
lebih dari 150 maka rumus IF akan menghasilkan nilai teks GAGAL.
Hasil dari rumus IF tersebut adalah "GAGAL", sebab nilai E2 adalah 135 yang berarti bahwa
nilai angka pada sel E2 kurang dari 150.
b) Rumus IF Bertingkat
Rumus IF bisa juga dimasukkan ke dalam fungsi IF yang lain. Kasus ini sering juga disebut
rumus IF ganda, rumus IF bertingkat, rumus IF bersarang, rumus IF bercabang, atau dalam istilah lain
disebut Nested IF Function.
Cara menggunakan rumus IF ganda adalah dengan memasukkan fungsi IF lain ke dalam
argumen Kondisi Terpenuhi atau argumen Kondisi Tidak Terpenuhi atau pada keduanya sekaligus.
a) Rumus IF Ganda pada Kondisi Terpenuhi
Rumus Umum fungsi IF ganda pada kondisi terpenuhi adalah sebagai berikut:
IF(TesLogika1; IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2; [KondisiTidakTerpenuhi2]);
[KondisiTidakTerpenuhi1])
Silahkan perhatikan contoh Rumus IF ganda di bawah ini:
Pada contoh tersebut rumus IF ganda yang digunakan pada sel F2 adalah:
=IF(C2>75,IF(D2>75,"LULUS","GAGAL"),"GAGAL")
Rumus IF diatas melakukan uji logika ganda pada dua sel sekaligus secara bertahap:
➢ Jika C2 lebih dari 75 maka lakukan uji logika lanjutan dengan rumus IF ke-2. Jika C2 tidak lebih
dari 75 maka "GAGAL"
➢ Pada rumus IF ke-2 jika D2 lebih dari 75 maka "LULUS", jika tidak maka "GAGAL".
Hasil akhir dari rumus IF diatas adalah GAGAL, sebab nilai cell C2 dan D2 sama-sama tidak lebih
dari 75.
b) Rumus IF Ganda pada Kondisi Tidak Terpenuhi
Rumus Umum fungsi IF ganda pada kondisi tidak terpenuhi adalah sebagai berikut:
IF(TesLogika1; KondisiTerpenuhi1; IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2;
[KondisiTidakTerpenuhi2]))
Contoh rumus IF yang menggunakan sintaksis ini adalah sebagai berikut:
MS. EXCEL 9
Pada sel F2 contoh rumus IF ganda ini, rumusnya:
=IF(C2<=75,"GAGAL",IF(D2<=75,"GAGAL","LULUS"))
Rumus IF diatas melakukan uji logika ganda pada dua sel sekaligus secara bertahap:
➢ Jika C2 kurang dari atau sama dengan 75 maka hasilnya "GAGAL", sebaliknya jika nilai C2
Lebih dari 75 maka lakukan uji logika lanjutan dengan rumus IF ke-2.
➢ Pada rumus IF ke-2 jika nilai cell D2 kurang dari atau sama dengan 75 maka "GAGAL", jika
tidak maka "LULUS".
Hasil akhir dari rumus IF diatas adalah GAGAL, sebab nilai cell C2 maupun D2 kurang dari atau
sama dengan 75.
c) Rumus IF Ganda pada Kondisi Terpenuhi dan Tidak Terpenuhi
Rumus Umum fungsi IF ganda pada kondisi terpenuhi dan tidak terpenuhi adalah sebagai berikut:
IF(TesLogika1;IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2; [KondisiTidakTerpenuhi2]);
IF(TesLogika3; KondisiTerpenuhi3; [KondisiTidakTerpenuhi3]))
Contoh rumus IF yang menggunakan sintaksis ini adalah sebagai berikut:
Pada sel F2 contoh rumus excel IF ganda ini, rumusnya:
=IF(C2="L",IF(F2>150,"LULUS","GAGAL"),IF(F2>130,"LULUS","GAGAL"))
Rumus IF diatas melakukan uji logika ganda dimana pada masing-masing Argumen Nilai
Terpenuhi dan Nilai Tidak Terpenuhi pada IF pertama diisi dengan rumus IF lainnya.
➢ Pada contoh ini fungsi IF pertama melakukan uji perbandingan dengan menilai apakah Nilai C2
adalah teks "L".
➢ Jika benar (TRUE) maka dilanjutkan dengan uji logika dengan IF ke-2
(IF(F2>150;"LULUS";"GAGAL"))
➢ Jika salah (FALSE) atau bukan "L", maka dilakukan uji logika dengan IF ke-3
(IF(F2>130;"LULUS";"GAGAL"))
MS. EXCEL 10
Berikut link video tutorial penggunaan Fungsi IF dan IF Bertingkat:
Link
Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!
Kasus 1
Seorang pegawai di CV Maju Jaya diminta untuk membantu proses rekrutmen. Ia diberikan
tugas untuk merekap hasil seleksi dari semua pelamar kerja. Rekapan tersebut nantinya harus
memuat hal-hal di bawah ini:
1. Jumlah skor masing-masing peserta seleksi dari 3 tahapan seleksi
2. Lolos atau tidaknya peserta seleksi dengan kriteria:
• Total skor harus di atas 240
3. Diterima atau tidaknya peserta seleksi dengan kriteria:
• Usia di atas 20 tahun
• Total Skor di atas 240
• Memiliki Sertifikat Kompetensi
4. Penempatan posisi bagi peserta seleksi yang diterima dengan kriteria:
• Jika perempuan maka ditempatkan pada posisi kasir, jika laki-laki maka ditempatkan
pada posisi pramuniaga
Berikut data yang diberikan kepada pegawai tersebut:
Link
MS. EXCEL 11
B. Fungsi Pencarian dan Referensi: VLOOKUP dan HLOOKUP
VLOOKUP
Fungsi VLOOKUP adalah fungsi pada Ms. Excel untuk mencari sebuah nilai pada kolom
(colum) pertama sebuah data tabel untuk mendapatkan sebuah nilai data tertentu pada kolom lain yang
berada pada baris (row) yang sama dengan hasil pencarian. Data disusun secara vertikal.
1. Cara Penulisan Rumus VLOOKUP
Cara penulisan rumus VLOOKUP adalah sebagai berikut:
VLOOKUP(NilaiYangDiCari; TabelReferensi; NomorKolom; [RangeLookup])
Fungsi VLOOKUP memiliki empat argumen:
a) Nilai Yang Di Cari: Merupakan nilai yang akan kita cari pada kolom pertama sebuah tabel atau
kolom paling kanan dari TabelReferensi. Argument ini dapat berupa angka, teks, tanggal maupun
nilai tertentu baik ditulis langsung maupun sebuah referensi sel. Bisa juga berupa nilai yang
dihasilkan oleh rumus lainnya.
b) Tabel Referensi: Sebuah tabel referensi data yang terdiri dari 2 kolom atau lebih, dimana
NilaiYangDicari berada pada kolom pertama tabel data ini.
c) Nomor Kolom: Merupakan Nomor kolom dari argumen TabelReferensi yang mengandung nilai
data dan akan kita ambil nilai yang sebaris dengan posisi NilaiYangDicari pada kolom pertama.
d) Range Lookup: Diisi dengan nilai Boolean TRUE atau FALSE. Nilai logika True/False ini
menujukkan tipe pencarian. Nilai logika pada rumus VLOOKUP digunakan sebagai acuan untuk
menetapkan apakah kita ingin VLOOKUP menemukan hasil yang sama persis atau cukup
menemukan nilai mendekati.
• TRUE: VLOOKUP akan menemukan NilaiYangDiCari pada TabelReferensi pencarian yang
sama persis atau mendekati. Jika Nilai yang sama persis tidak ditemukan maka nilai terbesar
berikutnya yang kurang dari NilaiYangDiCari yang akan dihasilkan.
• FALSE: VLOOKUP akan menemukan NilaiYangDiCari pada TabelReferensi pencarian yang
sama persis saja. Jika tidak ditemukan maka VLOOKUP akan menghasilkan pesan error #NA!
2. Penggunaan Rumus VLOOKUP
Perhatikan contoh sederhana Rumus VLOOKUP excel berikut ini:
MS. EXCEL 12
Rumus:
=VLOOKUP(C9,A2:E7,2,FALSE)
Pada contoh tersebut fungsi VLOOKUP mencari nilai dari cel C9 (2) pada kolom Nomor. Angka 2
ditemukan pada baris ke-3 dari tabel data A2:E7. Hasilnya adalah nilai sel yang sebaris pada kolom
nomor 2. Untuk rumus berikutnya hanya berbeda nomor kolom yang diambil, yakni kolom nomor 3,4
dan 5.
Untuk rumus VLOOKUP pada contoh diatas menggunakan FALSE sebagai parameter Range
Lookup. Jika angka yang dicari tidak ada maka nilai yang dihasilkan adalah #N/A. Namun apabila
pada rumus menggunakan TRUE sebagai parameter Range Lookup maka VLOOKUP akan
mengambil nilai yg mendekati nilai yg dicari. Hal sama berlaku jika range Lookup dikosongkan atau
tidak diisi.
Hal lain yang perlu diperhatikan saat menggunakan rumus VLOOKUP adalah jika nilai yang
kita berikan untuk argumen NilaiYangDiCari lebih kecil dari nilai terkecil di kolom pertama argumen
TabelReferensi, Rumus VLOOKUP akan menghasilkan nilai kesalahan #N/A
HLOOKUP
Fungsi HLOOKUP Excel adalah fungsi pada Ms. Excel untuk mencari sebuah nilai pada baris
(row) pertama sebuah data tabel untuk mendapatkan nilai data tertentu pada baris lain yang berada pada
kolom (colum) yang sama dengan hasil pencarian. Data disusun secara horizontal.
1. Cara Penulisan Rumus HLOOKUP
Cara penulisan rumus HLOOKUP adalah sebagai berikut:
HLOOKUP(NilaiYangDiCari; TabelReferensi; NomorBaris; [RangeLookup])
Sama dengan Fungsi VLOOKUP Excel, Fungsi HLOOKUP juga memiliki empat argumen:
a) NilaiYangDiCari: Nilai yang dicari pada baris pertama tabel. NilaiYangDiCari bisa berupa nilai,
referensi, atau string teks.
b) TabelReferensi: Tabel data dimana NilaiYangDiCari akan di temukan pada baris pertamanya.
Gunakan referensi ke sebuah range, tabel, nama range atau nama tabel.
c) NomorBaris: Nomor baris dalam TabelReferensi yang akan menghasilkan nilai yang cocok.
d) RangeLookup: Berisi TRUE atau FALSE. Nilai logika ini akan menentukan apakah kita ingin
HLOOKUP mencari kecocokan yang sama persis atau kecocokan yang mendekati. Jika berisi
TRUE atau dikosongkan (tidak diisi) maka HLOOKUP menghasilkan kecocokan yang mendekati.
Jika FALSE, HLOOKUP akan menemukan kecocokan persis. Jika tidak ditemukan, akan
menghasilkan nilai kesalahan #N/A.
2. Penggunaan Rumus HLOOKUP
Saat Menggunakan fungsi/rumus HLOOKUP untuk melakukan pencarian data yang sama persis,
pastikan Anda mengisi RangeLookup dengan nilai FALSE. Namun jika data yang dicari tidak sama
persis maka isilah RangeLookup dengan nilai TRUE. Perhatikanlah contoh penggunaan rumus
HLOOKUP yang menggunakan RangeLookup FALSE di bawah ini!
MS. EXCEL 13
Rumus:
=HLOOKUP(B9,A2:E7,4,FALSE)
Rumus HLOOKUP diatas mencari posisi Teks "12/10/2022" yang merupakan nilai dari sel B9 pada
baris pertama Tabel referensi A2:E7.
Tanggal 12/10/2022 ada pada kolom ke-2 pada tabel tersebut. Kemudian fungsi HLOOKUP akan
menghasilkan baris ke-4 yang sejajar/sekolom dengan posisi teks "12/10/2022". Hasilnya adalah 30.
Berikut video tutorial penggunaan Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP:
Link
Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!
Kasus 2
Beni diberikan tugas oleh atasannya untuk merekap gaji dan tunjangan pegawai di
instansinya. Terdapat 4 golongan pegawai dengan gaji dan tunjangan yang berbeda-beda
menurut golongan dan statusnya. Oleh karena itu, Andi harus menemukan cara efektif untuk
menyelesaikan tugas yang diberikan tersebut agar selesai tepat waktu. Berikut data yang
diberikan oleh atasan kepada Beni:
Link
MS. EXCEL 14
C. Fungsi Matematika dan Statistik: SUMIF dan SUMIFS, COUNTIF dan COUNTIFS,
AVERAGEIF dan AVERAGEIFS
Fungsi matematika yang akan di bahas yaitu SUMIF dan SUMIFS, sedangkan untuk fungsi
statistik yaitu COUNTIF, COUNTIFS, AVERAGEIF, dan AVERAGEIFS. Masing-masing fungsi
tersebut memiliki kegunaanya sendiri.
SUMIF
Fungsi SUMIF digunakan untuk melakukan penjumlahan bersyarat pada Ms. Excel. Fungsi ini
termasuk dalam kelompok Fungsi Math & Trig (Mathematics and Trigonometri). Fungsi atau rumus
SUMIF digunakan sebagai rumus penjumlahan dengan sebuah kriteria atau untuk menjumlahkan nilai
sebuah range yang memenuhi syarat tertentu. Hampir sama dengan fungsi SUM yang menjumlahkan
data pada range tertentu, fungsi SUMIF ini juga menjumlahkan data namun data yang akan dijumlahkan
harus mengacu pada kondisi atau syarat tertentu.
1. Cara Menggunakan Fungsi SUMIF
Sintaksis fungsi SUMIF:
SUMIF(Range; Kriteria; [Sum_range])
Penjelasan sintaksis Fungsi SUMIF:
a) Range: Merupakan Range data dimana pada range ini kriteria akan diterapkan. Sel di setiap rentang
ini harus berbentuk angka atau nama range, array, atau referensi yang berisi angka. Sel kosong
(blank cell) atau nilai teks akan diabaikan.
b) Kriteria: Merupakan kriteria yang akan diterapkan pada argumen Range. Kriteria ini akan
menentukan sel mana saja yang akan dijumlahkan. Kriteria dapat berupa angka, ekspresi logika,
referensi sel, teks, atau fungsi yang menentukan sel mana pada argument Range yang akan
ditambahkan.
c) Sum_range: Argumen ini bersifat opsional. Jika range data yang akan dijumlahkan berbeda
dengan range data dimana kriteria diterapkan maka range data yang akan dijumlahkan tersebut
ditulis pada bagian ini. Jika arugumen ini diisi maka range data inilah yang akan dijumlahkan. Jika
argumen sum_range ini dihilangkan atau tidak diisi, Excel akan menjumlahkan sel yang ditentukan
di argumen range (sel yang sama di mana kriteria diterapkan)
2. Contoh Penggunaan Fungsi SUMIF
Pada fungsi SUMIF, kriteria teks atau kriteria apa pun yang mencakup simbol logika atau
matematika harus disertakan dalam tanda kutip ganda ("..."). Jika kriteria adalah numerik, tanda kutip
ganda tidak diperlukan.
Contoh fungsi SUMIF 1:
MS. EXCEL 15
Pada rumus pertama (hijau) fungsi SUMIF digunakan untuk menjumlahkan setiap sel yang bernilai
150 pada range A2:A6. Rumus excelnya adalah:
=SUMIF(A2:A6,150)
Pada rumus kedua (biru) fungsi SUMIF digunakan untuk melakukan penjumlahan dengan kriteria sel
pada range A2:A6 bernilai lebih dari 150. Angka yang lebih dari 150 pada range A2:A6 adalah:
185+170= 355. Rumus excelnya adalah:
=SUMIF(A2:A6,">150")
Contoh fungsi SUMIF 2:
Pada contoh kedua ini kriteria dan range data yang akan dijumlahkan berbeda kolom.
Pada contoh diatas kriteria dituliskan langsung pada argumen fungsi SUMIF.
=SUMIF(B2:B7,”Toko B”,D2:D7)
Rumus SUMIF pada contoh tersebut menjumlahkan data pada range D2:D7 (Kolom Jumlah) dengan
kriteria bahwa pada baris yang bersesuaian pada kolom B2:B7 (Kolom Toko) bernilai teks "Toko B".
Hasilnya adalah: 25+25+40 = 90
Pada contoh berikutnya ini kriteria merujuk pada sel lain. Yakni sel F3.
Rumus:
=SUMIF(C2:C7,F3,D2:D7)
Pada rumus excel diatas fungsi SUMIF menjumlahkan data pada kolom D2:D7 (Kolom Jumlah) yang
bersesuaian dengan kolom C2:C7 (Kolom Barang) apabila sel-sel pada kolom barang berisi teks
"Sepatu". Hasilnya adalah: 35+25 = 60.
SUMIFS
Fungsi atau rumus Sumifs adalah fungsi excel yang digunakan sebagai rumus penjumlahan
dengan banyak kriteria atau untuk menjumlahkan nilai range yang memenuhi beberapa syarat tertentu
(satu kondisi atau lebih).
MS. EXCEL 16
1. Cara Menggunakan Fungsi SUMIFS
Sintaksis fungsi SUMIFS:
SUMIFS(sum_range;criteria_range1; criteria1;[criteria_range2, criteria2]; ...)
Keterangan:
a) Sum_range: Argument ini wajib ada, berupa rentang sel atau nilai yang akan Anda jumlahkan.
b) Criteria_range1: Argument ini berupa sebuah rentang sel yang akan diuji berdasarkan criteria1
c) Criteria1: Argument ini berisi syarat atau kriteria yang akan menetukan sel mana saja yang akan
dilakukan penjumlahan. Criteria_range1 dan criteria1 merupakan sebuah pasangan syarat atau
kriteria yang akan diterapkan pada penjumlahan bersayarat.
d) [criteria_range2, criteria2]: Argument ini merupakan pasangan syarat kedua dan bersifat
opsional atau boleh tidak diisi sesuai kebutuhan.
e) ... : Anda bisa memasukkan banyak pasangan syarat dengan menggunakan fungsi SUMIFS ini
sampai batas tertentu.
2. Contoh Penggunaan Fungsi SUMIFS
Untuk lebih memahami penggunaan fungsi ini sebaiknya anda membuat sebuah contoh tabel data
seperti contoh dibawah ini:
Setelah membuat tabel data diatas perhatikan penggunaan rumus SUMIFS Excel berikut:
Keterangan:
a) Pada contoh pertama Penjumlahan akan dilakukan pada kolom JML PENJUALAN (F2:F9)
dengan kriteria Kolom Toko (B2:B9) adalah Toko ABC dan kriteria kedua kolom BARANG
adalah SENDAL. Baris yang memenuhi syarat tersebut adalah baris dengan nomor 1 dan 5
sehingga jumlahnya adalah 70.
MS. EXCEL 17
b) Contoh kedua akan menjumlahkan JMLPENJUALAN dengan syarat Toko adalah Toko ABC dan
harga barang lebih dari atau diatas Rp75.000,-. Baris data yang memenuhi kriteria tersebut adalah
pada nomor 4 dan 7 sehingga jumlahnya adalah 95.
3. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikkan Saat Menggunakan Fungsi SUMIFS
Saat menggunakan rumus fungsi SUMIFS ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan,
berikut hal-halnya:
a) Jika anda bermaksud membuat kriteria dengan teks secara langsung (Tidak merujuk/ berupa
referensi sel) pastikan teks tersebut diapit tanda petik ganda ("...")
b) Anda bisa menggunakan tanda tanya (?) untuk mewakili satu karakter teks atau tanda bintang (*)
untuk mewakili banyak karakter untuk kriteria yang berupa teks.
c) Titik koma (;) merupakan pemisah argument untuk regional setting Indonesia. Jika komputer anda
menggunakan regional setting English, pemisah argument menggunakan koma(,).
AVERAGEIF
Fungsi AVERAGEIF adalah salah satu fungsi statistik yang digunakan untuk menghitung nilai
rata-rata dengan sebuah kriteria atau syarat tertentu. Misalnya Anda ingin menghitungnilai rata-rata nilai
dari kelompok laki-laki saja atau perempuan saja. Contoh lain Anda ingin menghitung nilai rata-rata pada
sebuah range data tanpa melibatkan sel kosong atau sel yang bernilai nol (0).
1. Cara Menggunakan Fungsi AVERAGEIF
Sintaksis fungsi AVERAGEIF:
AVERAGEIF(Range; Criteria; [Average_range])
Keterangan:
a) Range: Merupakan range data yang akan kita cocokkan dengan kriteria. Dapat berupa sel, range,
sekumpulan angka, named range, array maupun referensi sel.
b) Criteria: Merupakan kondisi/syarat/kriteria yang akan menentukan sel/ nilai mana saja yang akan
dijadikan dasar menghitung rata-rata, berupa angka, ekspresi logika, teks maupun referensi sel.
c) Average_range: Argumen ini bersifat opsional (bisa diisi atau tidak), yakni Range data yang akan
dihitung rata-ratanya. Jika dikosongkan atau tidak diisi maka yang akan digunakan adalah argumen
Range.
2. Contoh Penggunaan Fungsi AVERAGEIF
Berikut contoh penggunaan rumus AVERAGEIF!
MS. EXCEL 18
Keterangan:
Pada contoh 1 kita menghitung Rata-rata penjualan "Toko ABC". Rumus yang digunakan:
=AVERAGEIF(B2:B9,"Toko 1",D2:D9)
Pada contoh 2 kita menghitung rata-rata penjualan "Sepatu". Rumus yang digunakan:
=AVERAGEIF(C2:C9,"Sepatu",D2:D9)
Pada contoh 3 kita menghitung rata-rata penjualan barang diatas 40. Rumus yang digunakan:
=AVERAGEIF(D2:D9,">40")
Pada contoh 3 di atas hanya penjualan yang lebih dari 40 saja yang dihitung rata-ratanya. Argument
Average_range pada rumus nomor 3 dikosongkan sehingga rata-rata dihitung berdasarkan argument
Range "D2:D9".
3. Catatan dalam Menggunakan Fungsi AVERAGEIF
Saat menggunakan rumus AVERAGEIF pada sebuah rumus excel, ada beberapa hal yang perlu anda
perhatikan:
a) Kriteria dalam bentuk expresi logika dan teks harus dimasukkan atau diapait oleh double quote (").
misal: "Toko 1", ">10".
b) Karakter wildcard tanda tanya (?) dan tanda bintang (*) dapat digunakan dalam kriteria. Tanda
tanya mewakili karakter tunggal apa pun, sedangkan tanda bintang mewakili banyak karakter.
c) Kondisi, syarat atau kriteria pada fungsi AVERGEIF hanya 1 jenis. Gunakan AVERAGEIFS untuk
menghitung rata-rata nilai berdasarkan banyak kriteria.
AVERAGEIFS
Fungsi AVERAGEIFS adalah rumus excel yang digunakan untuk menghitung rata-rata nilai
sekumpulan data yang memenuhi beberapa kriteria. Dengan rumus AVERAGEIFS Anda bisa
menghitung atau mencari rata-rata dengan banyak syarat atau kondisi tertentu.
1. Cara Menggunakan Fungsi AVERAGEIFS
Sintaksis fungsi AVERAGEIFS:
AVERAGEIFS(AverageRange; CriteriaRange1; Criteria1; [CriteriaRange2; Criteria2]; ...)
Keterangan:
a) AverageRange: Merupakan sekumpulan data yang akan kita hitung nilai rata-ratanya. Argument
ini dapat berupa angka, sel, range, named range, array, atau referensi range data.
b) CriteriaRange1: Merupakan range data yang akan kita cocokkan dengan kriteria pertama yang
diterapkan.
c) Criteria1: Merupakan syarat pertama yang akan digunakan untuk mengevaluasi argument
CriteriaRange1
MS. EXCEL 19
d) CriteriaRange2; Criteria2;...: Argumen yang berisi pasangan antara sekumpulan data dan syarat
selanjutnya. Argumen ini bersifat opsional (Bisa diisi atau dikosongkan). Maksimal samapai 127
Kriteria
2. Contoh Penggunaan Fungsi AVERAGEIFS
Berikut contoh penerapan fungsi AVERGEIFS!
Pada rumus nomor 1, fungsi AVERAGEIFS digunakan untuk menghitung rata-rata penjualan
barang "Sendal" dengan jumlah penjualan diatas 40. Rumus excel yang digunakan:
=AVERAGEIFS(E2:E11,C2:C11,"Sendal",E2:E11,">40")
Dengan rumus tersebut hanya data nomor 7 yang dihitung rata-ratanya. Hasilnya adalah 55 (55/1).
Pada rumus nomor 2, fungsi AVERAGEIFS menghitung rata-rata penjualan untuk jenis barang
"Sepatu" di bulan "Januari". Yakni data nomor 4 dan 5. Rumus excel yang digunakan:
=AVERAGEIFS(E2:E11,C2:C11,"Sepatu",D2:D11,"Januari")
Hasilnya adalah 47.5 ((50+45)/2).
Pada rumus nomor 3, rumus AVERAGEIFS digunakan untuk menghitung rata-rata penjualan sepatu
di bulan Februari yang nilai penjualannya diatas 50.
=AVERAGEIFS(E2:E11,C2:C11,"Sepatu",D2:D11,"Februari",E2:E11,">50")
Yang memenuhi kriteria tersebut adalah data nomor 9 yang menghasilkan rata-rata penjualan 60
(60/1).
3. Catatan dalam Menggunakan Fungsi AVERAGEIFS
Saat menggunakan rumus AVERAGEIFS ini, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan:
a) Jika Argument data AverageRange berisi nilai kosong atau nilai teks, AVERAGEIFS akan
menghasilkan nilai kesalahan #DIV0!.
b) Sel pada range kriteria yang kosong, oleh AVERAGEIFS akan dianggap bernilai 0.
c) Data TRUE dianggap sebagai 1, sedangkan data FALSE dianggap sebagai 0 (nol).
d) Pada AVERAGEIFS setiap RangeData dan Kriteria harus berukuran dan berbentuk sama.
MS. EXCEL 20
e) Jika sel-sel dalam Range Kriteria tidak dapat diterjemahkan menjadi angka, AVERAGEIFS
menghasilkan nilai kesalahan #DIV0!.
f) Jika tidak ada sel yang memenuhi semua syarat atau kriteria, AVERAGEIFS menghasilkan
kesalahan #DIV/0!.
g) Karakter wildcard berupa tanda tanya (?) dan tanda bintang (*) bisa digunakan dalam menentukan
kriteria. Tanda tanya (?) mewakili karakter tunggal apa pun, sedangkan tanda bintang *) mewakili
banyak karakter.
COUNTIF
Fungsi COUNTIF adalah Fungsi Excel yang digunakan untuk menghitung jumlah sel
berdasarkan pada syarat/kriteria tunggal. Jadi, Rumus COUNTIF digunakan untuk menghitung jumlah
sel pada sebuah range data yang memenuhi kriteria atau syarat tunggal yang kita tentukan.
Fungsi ini dapat digunakan sebagai rumus excel untuk menghitung jumlah data yang sama,
menghitung jumlah sel yang terisi, menghitung sel yang berisi teks tertentu, atau menghitung jumlah
angka namun dengan kriteria tertentu, dll. Misal menghitung sel yang berisi kata "apel", menghitung sel
yang berisi angka diatas 50, dan lain sebagainya.
1. Cara Menggunakan Fungsi COUNTIF
Sintaksis fungsi COUNTIF:
COUNTIF(Range; Kriteria)
Dari sintaks tersebut bisa kita fahami bahwa fungsi ini memiliki dua argument:
a) Range: Satu atau beberapa sel yang akan dihitung, berisi angka atau nama range, array, atau
referensi yang berisi angka.
b) Kriteria: Dapat berupa Angka, ekspresi logika, referensi sel, atau string teks sebagai syarat atau
kondisi sel yang akan dihitung.
2. Contoh Penggunaan Fungsi COUNTIF
Perhatikan contoh di bawha ini!
MS. EXCEL 21
Contoh pertama (hijau) di atas menggunakan rumus COUNTIF:
=COUNTIF(C2:C9,75)
Rumus diatas menghitung jumlah sel pada range C2:C9 yang isinya bernilai 75. Jumlahnya ada 3.
Contoh kedua (biru), rumus COUNTIF:
=COUNTIF(C2:C9,">75")
Rumus COUNTIF diatas digunakan untuk menghitung jumlah sel pada range C2:C9 yang isinya
bernilai lebih dari 75. Jumlahnya ada 5.
COUNTIFS
Fungsi COUNTIFS digunakan untuk mengetahui jumlah data atau sel yang memenuhi banyak
kriteria. Maksud menjumlah disini adalah menghitung banyak sel yang memiliki nilai atau isi sesuai
dengan kriteria tertentu. Dengan kata lain menghitung banyaknya pemilik data. Misalnya menghitung
jumlah sel yang berisi angka diatas 100, menghitung jumlah sel yang berisi teks tertentu dan lain
sebagainya.
Jika Fungsi COUNTIF hanya menghitung sel dengan syarat tunggal, fungsi COUNTIFS dapat
menghitung jumlah atau banyaknya sel yang memenuhi lebih dari satu syarat atau kriteria. Sehingga
dengan COUNTIFS ini kita dapat mengetahui jumlah dari data tertentu meskipun dengan menyematkan
beberapa kriteria secara langsung.
1. Cara Menggunakan Fungsi COUNTIFS
Sintaksis fungsi COUNTIFS:
COUNTIFS(criteria_range1; criteria1; [criteria_range2; criteria2]…)
Keterangan:
a) Criteria_range1: Argument yag memuat sebuah rentang sel yang akan dievaluasi berdasarkan
syarat tertentu (criteria1)
b) Criteria1: Argument yang memuat kriteria yang akan diterapkan pada rentang sel pertama
(criteria_range1)
c) Criteria_range2: Argument yang memuat sebuah rentang sel kedua yang akan dievaluasi
berdasarkan syarat tertentu (criteria2)
d) Criteria2: Kriteria yang akan diterapkan pada rentang sel pertama (criteria_range2)
Kriteria yang akan diterapkan pada fungsi ini dapat berupa angka, ekspresi, referensi sel, atau teks
yang akan menentukan cell mana saja yang akan dihitung atau dicacah.
2. Contoh Penggunaan Fungsi COUNTIFS
Perhatikan tabel data berikut:
MS. EXCEL 22
Dari tabel diatas ditulis rumus berikut pada sel B9:
=COUNTIFS(C2:C6,75,D2:D6,80)
Rumus diatas bermaksud menghitung jumlah data siswa yang memiliki nilai 75 pada kolom Nilai A
dan memiliki nilai 80 pada kolom Nilai B. Jumlah siswa yang memenuhi kriteria tersebut ada 2 yakni
siswa nomor 2 dan 4.
Selanjutnya ditulis rumus berikut pada sel B10:
=COUNTIFS(C2:C6,">75",D2:D6,">75")
Rumus ini menghitung jumlah siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 75 untuk Nilai A dan lebih
dari 75 juga untuk Nilai B. Siswa yang memenuhi kriteria tersebut adalah siswa nomor 1, 3, dan 5 jadi
hasil rumus ini adalah 3.
Perhatikan video tutorial di bawah ini terkait penggunaan fungsi-fungsi di atas agar lebih jelas dalam
memahami materinya!
Berikut video tutorial penggunaan Fungsi SUMIF & SUMIFS:
Link
Berikut video tutorial penggunaan Fungsi AVERAGEIF & AVERAGEIFS:
Link
Berikut video tutorial penggunaan Fungsi COUNTIF & COUNTIFS:
Link
MS. EXCEL 23
Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!
Kasus 3
Henry adalah seorang karyawan di CV Mju Jaya Komputer. Pada saat akhir bulan, ia biasa
diberikan tugas untuk merekap hasil penjualan selama satu bulan. Karena banyak barang dan
merk yang dijual oleh CV Maju Jaya Komputer, maka Henry harus menghitung jumlah dan
rata-rata dari penjualan tiap barang dan merk tersebut. Selain itu, ia juga harus membuat
laporan penjualan harian dan mingguan dari data penjualan yang ada. Berikut data penjualan
bulan September yang harus dikerjakan oleh Henry:
Link
Kasus 4
Seorang guru yang mengajar pada kelas X OTKP 2 harus membuat rekapan nilai dari 36
siswa di kelasnya. Nilai siswa berasal dari 6 kali Ulangan Harian, Tugas Akhir, UTS, dan
UAS dengan ketentuan berikut:
1. Nilai Ketuntasan dari UTS dan UAS adalah 75
2. Nilai Ketuntasan dari Nilai Akhir adalah 75
3. Nilai Akhir diperoleh dari hasil Nilai Rata-Rata UH ditambah dengan Nilai Tugas
Akhir, UTS, dan UAS.
Namun demikian, masih terdapat beberapa anak yang belum memenuhi nilai ketuntasan dari
UTS dan UAS bahkan Nilai Akhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan perekapan nilai agar
dapat diketahui berapa saja anak yang belum memenuhi nilai ketuntasan baik untuk UTS
dan UAS hingga Nilai Akhir. Berikut data nilai yang telah diperoleh oleh siwa:
Link
MS. EXCEL 24
D. What If Analysis
What-If-Analysis adalah sekumpulan perintah pada Ms. Excel yang umum diterapkan di
lingkungan bisnis atau lingkungan perusahaan. Secara garis besar kegunaan dari perintah ini adalah untuk
membuat suatu analisa atau prediksi tentang beragam kemungkinan yang mungkin saja terjadi dalam
kalkulasi atau perhitungan pada tabel data kita.
Pada Excel 2010 dan Excel 2013, kumpulan perintah What-If-Analysis ini dapat Anda temukan
pada tab Data, didalam grup Data Tools.
Sedangkan pada Excel 2016 dan Excel 2019, kumpulan perintah What-If-Analysis ini terdapat pada tab
Data, didalam grup Forecast.
Ada 3 perintah yang dimuat dalam What-If-Analysis ini, yaitu:
a) Scenario Manager: Kegunaannya untuk melihat hasil atau output dari beberapa kemungkinan input
yang berlainan. Contoh penggunaannya dapat dilihat pada video berikut:
Link
b) Goal Seek: Kegunaannya untuk mencari nilai awal tertentu agar sesuai dengan nilai akhir yang
diharapkan. Contoh penggunaannya dapat dilihat pada video berikut:
Link
c) Data Table: Kegunaannya untuk mencari nilai hasil dari beberapa nilai input secara cepat. Contoh
penggunaannya dapat dilihat pada video berikut:
Link
MS. EXCEL 25
E. Pivot Table
Pivot Table yakni sebuah fitur pada Ms. Excel berupa tabel interaktif untuk merangkum dan
menganalisa data supaya lebih mudah untuk dibaca dan difahami. Pivot Table dalam waktu singkat bisa
menampilkan ringkasan data dalam jumlah yang besar dalam bentuk dan orientasi yang berbeda serta
mampu melakukan kalkulasi pada setiap item yang dibutuhkan dengan menggunakan cara perhitungan
sesuai kebutuhan.
1. Cara Membuat dan Menggunakan Pivot Table pada Ms. Excel
Hal yang paling penting sebelum membuat atau menyusun pivot table pada excel tentunya
menyiapkan data sumbernya. Berikut contoh data sumbernya:
Setelah sumber data sudah siap, langkah yang diperlukan untuk membuat sebuah Pivot Table sederhana
adalah sebagai berikut:
a) Klik salah satu sel atau range data yang akan kita buat pivot tabel-nya.
b) Pilih menu Pivot Table yang ada di Tab Insert--Table--Pivot Table. Langkah ini bisa anda lakukan
dengan menggunakan shortcut Alt + N.
Jika anda menggunakan Format Table pada data sumber, langkah 2 di atas bisa juga Anda lakukan
dengan cara memilih menu Summarize With Pivot Table yang ada pada Tab Table Tools--Tools
Group.
MS. EXCEL 26
Ketiga langkah diatas (Menggunakan shortcut, menu Insert Pivot Table atau menu Summarize With
Pivot Table Excel) akan menghasilkan kotak dialog Create Pivot Table yang sama.
c) Apabila langkah anda benar, selanjutnya akan muncul sebuah dialog box Create Pivot Table Dengan
nama tabel otomatis sudah terisi. Dalam contoh ini nama tabel sumber yang digunakan adalah "Tabel
Sumber".
Jika menghendaki range data yang lain anda tinggal menyesuaikannya.
Selanjutnya tentukan dimana hasil Tabel Pivot akan diletakkan pada opsi Choose where you want the
PivotTable report to be placed. Pada sebuah lembar kerja (Worksheet) baru atau pada worksheet yang
telah ada.
(Pada latihan pivot table ini saya memilih New Worksheet yang artinya excel akan membuat sebuah
Sheet baru sebagai tempat dimana PivotTable akan diletakkan. Jika anda memilih Existing
Worksheet, tentukan pada cell/range mana PivotTable akan diletakkan.)
Selanjutnya Klik OK Untuk membuat pivot table baru dengan pengaturan diatas.
d) Setelah memilih OK pada kotak dialog sebelumnya, akan muncul sheet baru yang berisi Bidang
PivotTable kosong pada workbook anda. Selain itu pada bagian sebelah kanan akan muncul
PivotTable Fields.
Perhatikan gambar di bawah ini!
MS. EXCEL 27
Bidang PivotTable kosong di sebelah kiri adalah tempat dimana PivotTable akan ditampilkan,
sedangkan PivotTable Fields adalah pengaturan field-field data PivotTable apa sajakah yang akan
ditempakan pada bagian Row, Column, Value atau Filter.
e) Langkah Selanjutnya adalah melakukan Drag and Drop atau dengan cara memilih pada bagian
PivotTable Fields untuk menentukan filed-field mana yang akan kita letakkan pada bagian-bagian
PivotTable (Row, Column, Value dan Filter).
A B
C D
MS. EXCEL 28
Keterangan:
• FILTERS: Area ini diisi dengan field yang akan kita jadikan sebagai acuan filter yang akan
menyaring data pada tabel pivot yang akan kita buat.
• COLUMNS:Area ini berisi field dan akan disusun secara mendatar (horizontal) yang pada
umumnya bisa dianggap sebagai header dari nilai-nilai yang ditampilkan pada PivotTable.
• ROWS: Area ini berisi field yang akan ditampilkan secara menurun (vertikal) secara urut di sebelah
kiri area PivotTable.
• VALUE: Bidang ini berisi fields yang menentukan data mana saja yang akan disajikan di area tabel
pivot sesuai kebutuhan. Biasanya berupa angka-angka.
Pada latihan ini saya atur pada bagian Rows adalah Field BARANG dan KUARTAL, pada
bagian Columns dikosongi, Pada bagian Values adalah Field JUMLAH dan terakhir pada bagian
Filters saya isi dengan Field SUPLIER.
Bagian terakhir atau Filters bersifat opsional, jika memang tidak dibutuhkan tidak masalah
dikosongkan. Sedangkan tiga bagian pertama pada umumnya harus diisi.
f) Jika langkah-langkah yang anda lakukan persis seperti di atas maka tampilan PivotTable yang akan
anda dapatkan kurang lebih akan seperti gambar berikut ini:
Dengan memanfaatkan fitur Pivot Table pada Ms. Excel anda akan dapat dengan mudah
melakukan hal-hal berikut:
a) Membuat penyajian data dengan beberapa tampilan yang berbeda dari sumber data yang sama
b) Memindahkan field pada berbagai lokasi yang berbeda
c) Menentukan field atau kolom mana saja yang akan ditampilkan dalam penyajian laporan atau
ringkasan data
d) Melakukan kalkulasi atau mengumpulkan field-field data numeric dalam beberapa cara (SUM,
COUNT, AVERAGE, Dan lain-lain)
MS. EXCEL 29
e) Melakukan filter untuk menampilkan nilai-nilai data yang mana saja yang akan ditampilkan
f) Membuat laporan dalam bentuk lain dari sebuah pivot table yang telah dibuat
g) Membuat pivot chart dari sebuah pivot table yang telah ada
Berikut link video tutorial cara membuat dan menggunakan Pivot Tabel:
Link
2. Cara Merubah Tampilan Pivot Table
a) Mengubah Layout Pivot Table
Secara default fitur pivot table pada Ms. Excel akan menggunakan "Compact Form Layout".
Pada model tampilan ini tabel pivot akan menampilkan "Row Labels" and "Column Labels" sebagai
heading dari pivot table. Bagi sebagian pengguna excel model tampilan ini tidak nyaman untuk dilihat
terlebih bagi pengguna Ms. Excel yang masih awam atau jarang memanfaatkan fitur pivot table pada
Ms. Excel. Untuk layout saran saya gunakan model Outline Form atau Tabular Form. Kalau saya
pribadi lebih cenderung menggunakan Model layout Tabular Form.Caranya sebagai berikut:
• Klik/pilih salah satu sel/range pada pivot table area.
• Kemudian pilih menu Pivot Table Tools--Design--Layout--Report Layout.
• Pada bagian Report Layout pilih Show in Outline Form atau Show in Tabular Form.
Report Layout dalam model Tabular Form:
MS. EXCEL 30
Report Layout dalam model Outline Form:
Jika anda ingin benar-benar menghilangkan Row Labels atau Column Labels silahkan hilangkan
dengan cara memilih menu "Field Headers" yang bisa anda temukan di Pivot Table Tools--Analyze-
-Show--Field Headers.
Untuk lebih jelasnya Silahkan dicoba dan perhatikan perbedaan untuk masing-masing pengaturan tadi.
b) Menampilkan dan Menyembunyikan Grandtotal
Grandtotals merupakan jumlah total keseluruhan pada masing-masing value baik untuk
kolom atau barisnya. Anda bisa mengatur untuk menampilkan atau menghilangkan Grand totals ini.
Caranya yakni dengan memilih salah satu menu pada menu Grand Totals yang bisa anda temukan di
Pivot Table Tools--Design--Layout--Grand Totals.
Pilihannya adalah sebagai berikut:
MS. EXCEL 31
• Off For Rows Anda Columns: Menyembunyikan Grand Total pada bagian paling kanan dan bawah
pivot table.
• On For Rows Anda Columns: Menampilkan Grand Total pada bagian paling kanan dan bawah
pivot table.
• On For Rows Only: Menampilkan Grand Total pada bagian paling kanan pivot table.
• On For Columns Only: Menampilkan Grand Total pada bagian paling bawah pivot table.
c) Menampilkan dan Menyembunyikan Subtotal
Selain Grand Totals, anda bisa juga menampilkan subtotal pada area pivot table untuk
masing-masing group. Untuk mengaturnya ada pada bagian Pivot Table Tools--Design--Layout--
Subtotals. Settingnya adalah sebagai berikut:
• Do Not Show Subtotals: menyembunyikan/menghilangkan Subtotals baik pada bagian atas atau
bawah masing-masing Group.
• Show Subtotlas at Bottom of Group: Menampilkan Subtotals pada bagian bawah Group.
• Show Subtotlas at Top of Group: Menampilkan Subtotals pada bagian atas Group.
Subtotals pada bagian atas hanya ditampilkan jika anda menggunakan Layout Compact atau Outline.
Apabila anda menggunakan Layout Tabular, pivot tabel hanya bisa menampilkan Subtotal hanya pada
bagian bawah setiap group.
d) Menambahkan Baris Kosong pada Setiap Akhir Group Item
Selain pengaturan diatas, jika suka anda bisa juga menambahkan sebuah baris kosong setelah
setiap item group pada area pivot agar anda lebih mudah untuk membaca dan menganalisa data pivot
tersebut. Caranya cukup mudah, yakni dengan memilih menu Insert Blank Line After Each Item.
Tombol untuk menu ini bisa anda temukan di Pivot Table Tools--Design--Layout--Blank Rows. Jika
Anda tidak suka dengan tambahan baris kosong ini silahkan dihilangkan dengan cara memilih menu
Remove Blank Line After Each Item.
MS. EXCEL 32
e) Menerapkan Pivot Table Style
Agar layout pivot Table terlihat lebih menarik sebaiknya terapkan juga Pivottable style. Hal
ini akan menjadikan tabel pivot yang anda buat lebih enak dilihat karena komposisi pewarnaan font
dan fill bacgroundnya.
Ada banyak pilihan style yang telah tersedia untuk anda terapkan pda pivot table anda.
Silahkan pilih salah satu style yang ada di Pivot Table Tools--Design--Pivottable Styles. Style disini
mirip dengan style Format Table pada excel sehingga saya yakin anda sudah cukup familiar.
Jika style yang disediakan masih kurang memenuhi keinginan, anda bisa juga membuat style pivot
sesuai kebutuhan. Caranya klik More icon dan pilih menu New Pivottable Style...
f) Mengubah Nama Label Field
Saat pertama kali membuat sebuah PivotTable Biasanya anda akan dipusingkan dengan
Nama Label Field yang kurang ramah untuk dibaca misalnya: Sum of JUMLAH, Row Labels, Column
Labels, dan sebagainya kemudian anda ingin mengganti nama ini dengan Label lainnya.
MS. EXCEL 33
Pada dasarnya anda bisa untuk mengganti atau menamai label field pada tabel pivot ini
dengan nama yang lain. Caranya cukup mudah tinggal pilih label mana yang ingin anda ganti lalu
tuliskan seperti biasa nama barunya.
Terkadang anda ingin mengganti nama label field ini, namun kemudian muncul notifikasi
atau peringatan sebagai berikut "PivotTable field name already exists".
Apabila muncul notifikasi seperti diatas hal ini menunjukkan bahwa nama field sudah dipakai
sehingga tidak bisa digunakan lagi. Lalu bagaimana solusinya? Untuk masalah semacam ini solusinya
cukup mudah. Tambahkan saja spasi di akhir nama field yang anda inginkan.
Kasus lain adakalanya anda ingin menghilangkan Tampilan Nama Label yang tidak anda
kehendaki. Namun saat anda menghapus nama label filed muncul pesan berikut: "Cannot enter a null
value as an item or field name in a pivottable report".
Solusi untuk error ini sama. Gunakan spasi untuk mengisi nama filed yang ingin anda hapus tadi.
3. Membuat Dashboard Excel Sederhana Dengan Slicer dan Pivot Chart
a) Slicer
Slicer pada Excel merupakan alat yang digunakan untuk memfilter data sesuai dengan
kebutuhan dengan memotong bagian data dari tabel yang dibuat menggunakan opsi Pivot Table di
Excel. Slicer berada di Menu Bar Insert dan pada dasarnya cara kerja tools ini sama dengan fitur Filter.
Berikut link video tutorial menggunakan fitur Slicer:
Link
b) Pivot Chart
Pivot Chart adalah fitur grafik dari Pivot Table untuk melakukan representasi data, dimana
Pivot Table dan Pivot Chart itu saling terkoneksi satu sama lain. Fungsi Pivot Chart di Ms. Excel
adalah membuat grafik secara instan melalui Pivot Table. Fitur ini dapat mempercepat pembuatan
MS. EXCEL 34
grafik dari suatu data. Pivot Chart akan melengkapi fungsi dari Pivot Table sehingga dapat
memungkinkan untuk membuat keputusan yang tepat dan penting di perusahaan. Kita juga dapat
mengkoneksikan sumber data eksternal dari SQL server, database access, file XML dan file teks untuk
membuat Pivot Table. Untuk menggunakan Pivot Chart cukup dengan klik Insert -> PivotChart.
Berikut gambarnya:
Setelah simbol Pivot Chart diklik, maka akan muncul pilihan grafik yang telah terintegrasi dengan
data pada Pivot Table, kita dapat memilih model grafik yang kita inginkan. Berikut gambarannya:
Setelah memilih model grafik yang kita inginkan, maka tampilan grafik akan muncul seperti gambar
di bawah ini:
Berikut link video tutorial membuat Pivot Chart:
Link
MS. EXCEL 35
Perhatikan kasus di bawah ini dan kerjakan sesuai dengan pengetahuanmu!
Kasus 5
Hotel Santika Indah akan membuat laporan pengunjung untuk bulan Agustus, untuk
mempermudah merekap dan menganalisa data maka karyawan yang bertugas membuat
laporan tersebut harus membuat Pivot Table serta Pivot Chartnya. Hal ini dilakukan untuk
dapat mengetahui total penjualan di setiap posisi berdasarkan tipe dan kelas dari data yang
tersedia agar mudah dibaca. Berikut petunjuk untuk mengerjakan laporan:
1 Nomor kamar ditentukan dari kode digit kedua dari sebelah kiri sebanyak tiga digit.
2 Kelas berdasarkan huruf pertama kolom KODE serta tabel Tipe dan Kelas
3 Posisi berdasarkan huruf ke lima dari KODE, jika E maka East dan jika W maka West
4 Tipe berdasarkan huruf terahkir kolom KODE serta tabel Tipe dan Kelas
5 Lama menginap berdasarkan 2 digit ke 6 dari KODE, dengan satuan hari.
6 Tarif berdasarkan Tabel Tipe dan Kelas dikali dengan lama nya menginap
7 Pajak 10% dari tarif
8 Booking fee berdarkan tarif+pajak
• Jika tarif+pajak lebih besar dari Rp 500.000 maka booking fee 10%
• Jika tarif+pajak lebih besar dari Rp 1.500.000 maka booking fee 20%
9 Sisa pembayaran adalah tarif ditambah dengan pajak dan dikurangi booking fee
10 Fasilitas yang diberikan HOTEL SKS adalah sebagai berikut
• Tamu VIP-Melati mendapat fasilitas free penggunaan Sauna
• Tamu VIP-Anggrek mendapat fasilitas free penggunaan Swimming Pool
• Tamu VIP-Tulip mendapat fasilitas free penggunaan fasilitas Fitnes
• Tamu VIP-Lili mendapatkan fasilitas candle light dinner
Berikut laporan yang harus dilengkapi dan dibuatkan Pivot Tabelnya:
Link
MS. EXCEL 36
SUMBER
Aplikasi Micrososft Excel
https://arhiez.net/
https://www.dqlab.id/
https://www.kelasexcel.id/
https://kelas.work/site
MS. EXCEL 37
BIOGRAFI PENULIS
Yosia Wira Putra lahir pada tanggal 11 Desember 2000 di Poso,
Provinsi Sulawesi Tengah. Penulis merupakan anak sulung dari
pasangan I Made Wirano dan Ni Nyoman Istiari. Penulis pertama kali
masuk pendidikan di SD Negeri 1 Padalembara pada tahun 2006 dan
tamat pada tahun 2012. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan
pendidikan di SMP Negeri 1 Poso Pesisir Selatan dan tamat pada tahun
2015, setelah tamat di SMP, penulis melanjutkan pendidikan di SMA
Negeri 1 Poso Pesisir Selatan dan tamat pada tahun 2018. Pada tahun
yang sama penulis terdaftar sebagai Mahasiswa di Universitas Negeri
Malang, Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen dengan Program
Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran.
MS. EXCEL 38