Penulis: Devie Rahmawati; Giri Lumakto; Rizki Ameliah; Mila Viendyasari; Rangga Adi Negara; Rienzy Kholifatur ISBN: Editor: Rienzy Dewan Pembina: Prof. Dr. drg. Indang Trigandini., M. Kes Prof. Dr. rer. Nat. Rosari Saleh Desain Sampul dan Tata Letak: Vianey Penerbit: Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka Hak Cipta dilindungi Undang-undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit
Kata Pengantar Segala Puji dan Syukur kami panjatkan selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah yang sudah diberikan sehingga kami bisa menyelesaikan modul panduan yang berjudul “Aku Bijak di Dunia Digital” dengan tepat waktu. Tujuan dari penulisan modul ini tidak lain adalah untuk membantu para masyarakat di dalam memahami seperti apa arti bijak yang ada di dunia digital, sehingga harapannya masyarakat bisa mengetahui tahapan apa saja yang harus di lakukan. Modul ini ditujukan kepada anak-anak yang sudah mulai menggunakan dan masuk dunia digital, sehingga kamu mengemas modul ini dalam bentuk komik dengan penggunaan bahasa yang sederhana, sehingga harapan kami modul ini dengan mudah diajarkan ke anak-anak. Kami juga sadar bahwa modul yang kami buat masih tidak belum bisa dikatakan sempurna. Maka dari itu, kami meminta dukungan dan masukan dari para pembaca, agar kedepannya kami bisa lebih baik lagi di dalam menulis sebuah modul. Penulis
DAFTAR ISI Halaman Judul ii Daftar Isi iii Kata Pengantar iv Debat melelahkan 4 Yang Kamu Suka Bisa Menipu 27 Pesan Moral 53
Aku Bijak di Dunia Digital
BETA Anak laki-laki pemberani dan kadang sembrono. Mudah terjebak dalam masalah. Suka menyelesaikan puzzle dan teka-teki. Mudah bereaksi kepada apapun masalah dan hal yang terjadi.
JESSI Anak perempuan cerdas dan melek digital. Sifatnya yang cerewet tapi dapat berkomunikasi dengan baik. Senang memerintah tapi ia juga melakukan hal yang diminta dari orang lain.
PUTRA Anak laki-laki yang ingin tahunya besar. Kurang bisa bersosialisasi dan cenderung pendiam. Selalu memikirkan suatu hal dengan sangat detail, mirip detektif.
Debat Gaib, Melelahkan Debat Gaib, Melelahkan
Beta tiba-tiba menggebrak meja saat guru sedang menjelaskan di kelas. Tergagap, Beta menjatuhkan handphone yang ia pegang sembunyi-sembunyi. 5+5 berapa anak-anak?
Beta apa yang kamu jatuhkan? tidak bu, tidak sengaja (gugup dan takut)
Ibu Guru pun menyita handphone Beta sampai sekolah berakhir. Tertunduk malu, Beta pun menyerahkan handphone dan meminta maaf.
Beta, kita sedang belajar di kelas ya, jadi tidak boleh bermain handphone, sekarang bu guru bawa HP Beta dulu ya, nanti setelah selesai kelas Beta boleh ambil lagi
baik bu guru (tertunduk malu dan merasa bersalah), maaf ya bu Guru oke kita lanjut lagi ya, 5+5 berapa anakanak?
Bunyi Bell sekolah
Sekolah pun usai, Jessi bertanya mengapa Beta marah-marah tadi. Putra menyangka apa ada hal buruk yang terjadi. Tapi Beta malah masih sibuk menatap handphone-nya.
Beta tadi kamu kenapa? Kok lempar HP? Kayanya di Hpnya ada sesuatu deh? Ada rahasia gitu deh kayanya (menduga-duga)
Jessi langsung menyerobot handphone Beta. Dan ia ingin tahu apa yang Beta perhatikan sampai ia mengacuhkan mereka berdua. Betaaaaa (berteriak sambil merebut hp Beta)
Ternyata Jessi melihat deretan komentar di sebuah postingan sosmed. Putra yang heran makin aneh karena banyak komentar marah-marah. Beberapa pun memaki-maki komentar Beta. Sayangnya Beta juga membalas dengan memaki-maki. Beta, komentarnya banyak sekali
Mana Jess, mau lihat juga. Wah iya banyak sekali yang berkomentar (kaget karena banyak komentar bernada marah) iya banyak yang memakimaki aku, ya udah aku bales maki juga, tapi semakin dibalas semakin banyak yang memakiku (cerita Beta sambil kesal)
Jessi bertanya apa sebabnya debat tidak sehat ini terjadi. Menurut Beta, awalnya ia berkomentar biasa saja. Tetapi tiba-tiba ada akun yang membalas komentar dengan kasar. Beberapa akun membela komentar Beta. Tetapi ada juga yang malah mencemooh Beta.
Beta, kenapa mereka berkomentar negatif di postingan kamu? Awal mulanya bagaimana? Aku awalnya berkomentar di salah satu postingan, aku komentarnya biasa aja. Tetapi tiba-tiba ada akun yang membalas komentarku dengan kasar. Putra : Lalu?
Akun-akun yang lain yang tidak tau asal mulanya jadi ikut serang. Jadi ada 2 kubu. Kubu yang ikut memakiku sama kubu yang membelaku. Aku kesal dengan akun-akun yang memakiku, jadinya aku balas mereka. Tapi semakin aku membalas, semakin banyak akun lain yang memakiku. Bahkan mereka juga sampai membully aku
Beta merasa kesal dan tidak senang. Saking marahnya. Jessi dan Putra pun ingin menolong Beta. Tetapi tidak dengan ikut dalam debat gaib tidak sehat itu. Disebut debat gaib, karena tidak adanya temu wajah antar peserta debat. aku kesal sekali (menggebrak meja) tenang Beta, tenang Beta
Jessi mengatakan, debat gaib di medsos membuat orang bebas berkomentar, bahkan negatif. Putra pun berkata, debat gaib macam ini bisa berimbas buat kita. Mungkin seseorang akan menangkap layar komentar caci maki kita, untuk lalu disebarluaskan.
Beta, apa yang kamu alami ini ibaratnya seperti debat gaib, debat ini tidak sehat kalau diteruskan dan akan semakin membuat kamu kesal Betul kata Jessi. Debat gaib macam ini bisa berimbas buat kita. Seperti menangkap layar komentar caci maki kita, untuk lalu disebarluaskan ke orang lain.
Jessi berpesan, sudahi debat dengan komentar kasar. Putra meminta Beta untuk menghapus komentar dan mematikan notifikasi. Debat gaib negatif yang telah dilakukan telah melanggar netiket. Jessi mengingatkan Beta, kalau ingin berkomentar ingat ada orang dibalik setiap akun. Jika berkomentar negatif menyakiti hati kita, maka itu juga akan menyakiti orang tersebut.
Biar kamu tenang, coba kamu hapus komentar yang menyakiti kamu. Dan matikan notifikasinya. Untuk sementara waktu kamu bisa membatasi penggunaan sosial mediamu. Pokoknya sampai kamu merasa tenang Sudah Beta, sekarang kamu tenangkan diri kamu dan sudahi debat gaibnya
betul kata Putra. Oh iya debat gaib itu juga melanggar netiket. Beta harus ingat bahwa di semua akun yang ada di sosial media dibelakangnya juga ada orang-orang seperti kita. Jadi kalau kita berkomentar dengan nada menyakiti hati, maka itu sama artinya dengan kita menyakiti orang lain
Beta, Jessi, dan Putra tertawa bersama. 100 buat Betaa oh jadi kalau kita menyakiti di dunia digital sama seperti kita menyakiti orang di dunia nyata yaa?
Pesan moral: Bijak posting dan berkomentar di media sosial. Ingat, ada hati dan perasaan orang dibalik setiap akun. Konten dan komentar negatif akan bersifat abadi dan bisa merugikan kita. Berperilakulah baik di dunia maya dan juga dunia nyata
Yang Kamu Suka, Bisa Menipu
Beta mengajak Putra dan Jessi untuk belajar kelompok lusa. Putra setuju, tapi bisa bertemu sore karena ia harus les. Tapi Jessi menolak. Seperti minggu lalu, kalau belajar kelompok sore Jessi tidak bisa. Alasan Jessi hanya berkata ia sibuk.
Putra, Jessi kita lusa belajar kelompok yaa, mau dirumah ga? Okee boleh. Aku juga harus bantuin mamakku dulu. Jessi gimana? Boleh di rumah kamu Beta, tapi aku baru bisa sore ya. Sekitar jam 4 sore, habis aku les.
Besok lusa kita belajar kelompok di rumah Beta, jam 4 sore ya Eh sorry guys, tadi diskusiin apa? Boleh diulang lagi ga? Hehe Yah jam 4 sore, aku ga bisa nih, udah ada agenda di jam itu. ya udah aku pamit pulang dulu ya, byeee!
Beta merasa aneh dengan perilaku Jessi ini. Padahal biasanya Jessi sangat senang bisa belajar kelompok. Tapi 2 minggu ini, Jessi beralasan tidak masuk akal. Putra pun merasa demikian.
Eh, Jessi kok aneh yaa? tumben banget dia ga bisa. Padahal biasanya dia yg paling bawel ngajakin belajar kelompok Iya aneh ya? Udah hampir 2 minggu alasannya sibuk mulu. Sibuk apa sih Jessi?
Iya bilangnya sibuk mulu. Tapi ga tau dia sibuk apa. Terus dia tuh sekarang suka senyum-senyum sendiri gitu kalau lihat HP Berasa orang yang lagi kasmaran ya? Udah yuk balik, besok kita selidiki
Dengan insting detektifnya, Putra pun berinisiatif melihat postingan medsos Jessi. Menurut Putra, postingan Jessi seperti orang yang sedang jatuh cinta. Ada kata-kata berkesan rindu dan menanti seseorang. Beta juga melihat postingan ini dan merasa aneh. Masih kecil tapi terkesan Jessi sedang merasakan jatuh cinta
Wah sepertinya Jessi lagi jatuh cinta nih, aku harus chatt Beta Beta Eh coba cek sosial media Jessi deh, sepertinya dia sedang jatuh cinta Hi putra Wah iya. Besok kita coba tanya langsung ke Jessi yuk Beta
Keesokan hari, Beta dan Putra bertanya langsung ke Jessi. Jessi, kamu lagi jatuh cinta yaa? Cie Jessi. siapa tuh jes, cerita donk? engga kok guys
Apakah Jessi memiliki orang yang disuka? Jessi tertawa kecil tapi menyangkal. Dengan sedikit desakan dari Beta yang ceplas-ceplos. Jessi akhirnya bercerita tentang orang yang ia suka di medsos.
Ah bohong, kalau ini mas udah fix sih lagi jatuh cinta Iya guys, aku lagi suka sama orang. Wah gimana ceritanya? Orangnya nyata kan Jess?
Nyata lah, masak hantu? Iya berawal dari aku yang posting foto ini. Terus dia komentar di sosmedku. Terus lanjut deh dia mulai DM (direct message) aku. Hahaha. Emang kenal dimana Jess?
Jessi kenal seorang anak laki-laki dengan akunnya yang wah. Akunnya memiliki foto profil cukup rupawan. Beberapa postingan berupa foto dan video jalan-jalan, barang mewah, dan teman-teman yang banyak. Selama 3 minggu ini Jessi hanya ngobrol via chat saja.
Dua hari lalu, si anak laki-laki ini ingin bertemu langsung Jessi. Tapi ia tidak datang ke rumah. Si anak laki-laki ini kehabisan ongkos, dan berjanji dikembalikan tiga hari lagi. Si anak laki-laki ini minta ditransferkan uang. Jessi pun mengirimkan uang dengan alasan ke orangtua untuk membayar buku
Wah kenapa ga jadi? Berarti selama ini kamu masih online aja sama dia? Dua hari yang lalu, dia ngajak ketemuan, tapi ga jadi
Iya online aja. Waktu dia mau ke rumahku, dia bilang dia dia dicuri dompetnya di jalan, uang dan kendaraannya dibawa kabur. Terus dia minta tolong ke aku buat transferin uang. Nanti 3 hari lagi bakal dikembalikan uangku katanya
Waduh serem banget. Terus akhirnya kamu transfer Jess? Tapi kita kan ga megang duit banyak Jess?