Kisah Teladane-book
Luqman
Kisah Luqman Al-Hakim tertera dalam lembaran-lembaran
agung, diabadikan dalam Al-Qur'an. Wasiat-wasiatnya
kepada sang putra indah senantiasa dibaca hingga akhir
zaman
Nur Himmatul Khoirunnisa
Kata Pengantar
ِبْس ِم الَّلِه الَّرْح َٰم ِن الَّرِح يِم
Alhamdulillahi Robbil 'aalamiin. Puji syukur
penulis panjatkan ke hadirat Alla SWT, karena berkat
rahmat, inayah dan hidayah-Nya-lah penulis dapat
menyelesaikan sebuah e-book tentang Kisah
Teladan Luqman ini dalam bentuk maupun isinya
yang sangat sederhana. Semoga e-book ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca.
Dengan hadirnya e-book ini, dengan harapan
agar pembaca dapat menambah pengetahuan
mengenai sikap teladan Luqman Al-Hakim.
Demikianlah. tak lain harapan penulis semoga e-
book ini dapat membawa manfaat terutama bagi
penulis dan bagi pembaca sekalian. Bila di dalam e-
book ini terdapat kesalahan atau kekeliruan, penulis
mohon kritik dan saran yang bersifat membangun.
Dan yang akhir, semoga usaha penulis dalam
menyusun e-book ini akan mendapatkan keridhaan
dari Allah SWT. Aamiin Ya Robbal 'aalamiin.
ii
Daftar Isi
Cover i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Siapakah Luqman? 1
Luqman Selalu 3
Bersyukur
Nasihat Luqman 4
Kepada Anaknya
iii
Siapakah
Luqman?
Luqman adalah seorang
hamba Allah yang disebutkan
dalam Al-Qur’an surah
Luqman. Dia seorang yang
saleh dan patut diteladani. Dia
juga terkenal bijaksana.
Luqmān adalah hamba Allah Swt. yang sālih. Ia
tidak menerima kenabian, tetapi menjadi seorang ayah
pilihan Allah Swt. Dia berkebangsaan Habsyi berasal
dari Kota Sudan. Pekerjaannya sebagai tukang kayu,
tubuhnya pendek, dia memiliki kekuatan dan mendapat
hikmah dari Allah Swt., sehingga nasihat yang
disampaikan kepada anaknya diabadikan dalam al-
Qur’ān.
1
Nama lengkapnya adalah Luqman bin Anqa’ bin Sadun,
sedangkan anaknya bernama Tsaran. Ia berkebangsaan
Habsyi dan berasal dari Kota Sudan. Ia hidup lama sampai
seribu tahun sehingga dapat menemui zaman kebangkitan
Nabi Daud a.s.
Luqmān adalah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh,
dan Tareh bin Nahur merupakan nama dari Azar ayah nabi
Ibrahim a.s. Luqmān hidup selama 1.000 tahun. Ia menjadi
guru Nabi Dāūd a.s. sebelum diangkat menjadi nabi.
Pekerjaan Luqmān pada awalnya adalah tukang kayu,
tukang jahit, dan juga menggembala domba. Ia kemudian
diangkat menjadi qadhi (hakim). Luqmān menikah dan
dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya
meninggal dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima
dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa semua
yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt.
Luqman, selain dikenal sebagai seorang yang bertakwa
dan berakhlak mulia, juga terkenal dengan ucapan-
ucapannya (nasihat-nasihatnya) yang penuh hikmah.
Selain itu, ia termasuk orang yang bijaksana sehingga ia
disebut Luqman al-Hakim, artinya Luqman yang bijaksana.
Allah menjadikannya sebagai sosok manusia panutan yang
dicantumkan kisahnya dalam Al-Qur’an, bahkan Allah Swt.
mengabadikan namanya menjadi sebuah nama surah
dalam Al-Qur’an yaitu surah Luqman (surah ke-31)
2
Luqman Selalu
Bersyukur
Perhatikan QS. Luqman/13: 12 berikut:
ۖ ُكُر ِلَنْف ِس ِه َيْش َفِإَّنَم ا ُك ْر َيْش َوَم ْن ۚ ِلَّلِه ُك ْر ااَلَنّلَهاْلَِغحِنٌْكّيَمَحَةَِمأِينٌداْش آَتْيَنا ُلْق َم َو َلَق ْد
َكَفَر َفِإَّن َوَم ْن
Artinya:
Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman,
yaitu, ”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur
(kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk
dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka
sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”
Pelajaran yang dapat diambil dari Q.S. Luqmān/31: 12 di atas
ialah:
Luqmān adalah seorang hamba Allah Swt. yang telah
dianugerahi-Nya hikmah, yaitu selalu bersyukur. Luqmān
selalu bersyukur atas nikmat yang ia peroleh.
Allah Swt. katakan bahwa “barangsiapa yang
bersyukur (kepada Allah Swt.), maka sesungguhnya ia
bersyukur untuk dirinya sendiri”. Syukur adalah
berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat
yang diberikan-Nya kepada kita. Seperti tubuh yang
sempurna, dapat melihat, mendengar, berbicara,
berjalan, meraba dan merasa.
Allah Swt. telah menganugerahi Luqmān ketaatan
beribadah kepada Allah Swt., memiliki perasaan halus,
akal pikiran, dan pengetahuan luas.
3
Nasihat Luqman
Kepada Anaknya
Luqman al-Hakim adalah ayah yang bijaksana. Nasihatnya
sangat menyejukan sehingga diabadikan dalam Al-Qur’an.
a. Jangan musyrik atau menyekutukan Allah
Perhatikan QS. Luqman/31: 13 berikut.
الِّش ْرَك َلُظْلٌم ِبالَّلِه ۖ ِإَّن ُتْش ِرْك ُلْق َم اُن اِل ْبِنِه َوُهَو َيِع ُظُه َيا ُبَنَّي اَل َقاَل ََوعِإِْظذ
يٌم
Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada
anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan
(Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS.
Luqman/31:13)
Mempersekutukan artinya
menyerupakan sesuatu dengan Allah
Swt. Misalnya menjadikan matahari
sebagai Tuhan lalu disembah.
Membuat batu atau patung sebagai
Tuhan lalu disembah. Menjadikan
kayu besar sebagai Tuhan lalu
dipuja-puja dan disembah.
4
Wahai anakku, janganlah menyamakan Allah Swt.
dengan sesuatu apa pun karena sehebat apa pun
manusia, matahari, apalagi patung, tidak akan bisa
menyamai Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta
dan sebagai sumber nikmat dan karunia. Barang siapa
ingkar kepada pemberi nikmat dan karunia Allah Swt.,
orang tersebut telah berbuat kezaliman yang besar.
Zalim ialah kejam, bengis, aniaya, dan tidak menaruh
kasih sayang.
Perbuatan syirik merupakan dosa dan kezaliman
yang sangat besar, Allah Swt. tidak akan mengampuni
orang yang berbuat syirik selama ia tidak bertobat
kepada
Allah.
b. Hendaklah berbuat baik terhadap kedua orang tua
Perhatikan QS. وLَ ىuٰqعَلmَنياُرaًهnوِْص/َم3ْلَُه1أُّما:هَُّي1تإَُل4َِْل berikut. ََوعَاوََمّصْيِْينَنَاأِانِإْلاْنْشَسُكاَْنر
ِفَص اُلُه ِفي ْهٍن َو ِِلبَوياَِلوَِدلَْيوِاِهلََدحْيََمك
Artinya:
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik)
kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-
tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu." (QS. Luqman/31: 14)
5
Pesan penting lain dari
Luqman adalah perintah untuk
berbakti kepada orang tua,
terutama kepada ibu. Ingatlah,
apa yang telah terjadi pada
diri ibumu, seperti kasih
sayang ibu dan saat dia
mengandung, menyusui dan mendidikmu. Ingatlah
bagaimana ketika beliau hamil dan merasakan
berbagai macam kesakitan dan kelelahan. Dalam
masa yang sangat lama engkau berada di rahim
ibumu, betapa berat beliau membawamu di perutnya
selama sembilan bulan. Begitu pula penderitaan
yang dirasakan ketika beliau berdiri, duduk dan
tidur. Ingatlah ketika ibumu melahirkanmu. Betapa
berat penderitaan yang dirasakan oleh ibumu
sampai engkau keluar menuju kehidupan ini.
Kemudian ingatlah ketika ibumu menyusuimu dan
ingatlah pula apa yang dirasakannya berupa
kelelahan, rasa sakit, dan begadang.
Seluruh keindahan ini sudah sepantasnya
untuk tidak dilupakan dan tidak hilang dalam ingatan
seorang anak. Sudah selayaknya anak berbuat baik
dan tidak menyakiti kedua orang tuanya. Anak harus
mencari keridaan keduanya. Tanpa keridaan kedua
orang tua, seorang anak tidak akan memperoleh
keridaan Allah Swt.
6
c. Hindarilah perbuatan dosa
Anak muslim selelu taat kepada printah Allah Swt.
dan menjauhi segala larangan-Nya. Perhatikan Q.S.
Luqman/31: 16 berikut!
َرٍة َأْو
ِفي ِبيٌر ْخ ََيحْأَّبٍِتة ِِمبَْهنا اَخلَّلُْرهَ ۚد ٍِإَلّنَفاَتلَُّلكَْهنَلِِفط ييٌفَص اَِمأْْثلَْرقِاَضل َتُك ِإَأْْنو َيا ُبَنَّي ِإَّنَه ا
َخ ِفي الَّس َم اَواِت
Artinya:
(Luqman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada
(sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada
dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah
akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah
Mahahalus, Mahateliti.” (QS. Luqman/31: 16)
Selanjutnya Luqman menasehati anaknya bahwa
perbuatan dosa atau kebaikan itu walaupun sebesar
biji sawi akan diperhitungkan Allah pada hari akhir,
sehingga szeekor semut yang kecil pun tidak akan
luput dari pengetahuan Allah. Perbuatan dosa sekecil
apa pun bentuknya dan sehebat apa pun pelaku
menyembunyikannya, Allah pasti mengetahuinya dan
akan menampakkan pada hari kiamat. Tiada sesuatu
pun yang samar atau tersembunyi bagi Allah Swt.
Oleh karena itu, kita harus senantiasa mawas diri dan
berdoa agar terhindar dari perbuatan dosa, dan
maksiat.
7
d. Hendaklah berbuat kebajikan
Perhatikan QS. Luqman/31: 17 berikut
ََٰوذْأِلَُمكْر ََيعاَلُٰبَىنََّمي َاأَِقأَِصم
ِبْر َو اْص اْلُمْنَك ِر َع ِن ِِبماْْلنَمَْععُْزرِمو اُِأفْلُمَو اوِْنرَه اَل َة الَّص
ۖ ِإَّن اَبَك
Artinya:
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah
(manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah
(mereka) dari perbuat n yang mungkar dan
bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal
yang diwajibkan (oleh Allah). (Q.S. Luqman/31:
17)
Luqman berseru “Hai,
Anakku, Dirikanlah salat
karena salat termasuk
kewajiban yang paling
agung dan fardu yang
diwajibkan oleh Allah
kepada hambahamba-Nya.
Salat adalah tiang agama
(Islam). Barang siapa menegakkan salat berarti
menegakkan agama, dan barangsiapa tidak
menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan
agama.
Salat adalah amalan hamba yang pertama
kali dihisab pada hari kiamat. Apabila salatnya
8
bagus, baguslah seluruh amalannya. Apabila salatnya
buruk, buruklah seluruh amalannya.
Selain memerintahkan salat, Luqman juga
berpesan kepada anaknya agar selalu melakukan
kebajikan dengan beramar makruf dan nahi mungkar
(memerintahkan kebaikan dan melarang
kemungkaran).
e. Jangan angkuh dan sombong
Perhatikan QS. Luqman/31: 18 berikut.
ِفي اَأْلْرِض
َم َرًح ا ۖ ِإَّن الَّلَه اَل َتْم ِش َو اَل َُمخْ َخّدَتَكاٍلِل َلَفّنُاخِسوٍر ِّع ْر ُتَص َو اَل
ُكَّل ُّب ُيِح
Artinya:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari
manusia (karena sombong) dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah Swt. tidak menyukai orang-orang yang sombong
lagi membanggakan diri. " (QS. Luqmān/31: 18)
Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong berdasarkan
ayat di atas adalah memalingkan mukamu dari
manusia (karena sombong), berjalan di muka bumi
dengan angkuh, dan membanggakan diri sendiri.
Larangan sombong berarti menuntut manusia untuk
rendah hati. Kalau berjalan tidak angkuh yaitu
menampakkan kesenangan yang berlebihan, Allah
tidsk
9
tidak menyukai orang yang berlebihan dan
memamerkan kelebihannya.
Luqman mengajarkan kepada anaknya untuk
berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan tidak
sombong. Jika bertemu teman ucapkan salam
sambil menyapa “apa kabar?” Jangan tak acuh
terhadap orang lain, angkuh, dan merasa hebat
sendiri. misalnya merasa paling cakap, paling
ganteng, paling kaya, paling pintar, dan paling
hebat. Jika berjalan janganlah melenggak lenggok
yang dibuat-buat, memuji diri sendiri, dan
sebagainya.
10
Luqman Al-Hakim
kbeLiDbjpuaieaskqnnesmadbaraanuaniatnm.aa, Sldme-eHmaellaaaneklhtauiiskmsmiohhsesaikinotmaijkahdagylahiaalhanalmiigtksamaskunheapnbhaeylaeslaiahkejdabadanraaalbadnnman