The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dafygaming, 2022-08-08 00:23:21

Pedoman Pembinaan Karakter Mahasiswa Pendidikan Ilmu Kepegawaian

PENDIDIKAN ILMU KEPEGAWAIAN

PERATURAN KEPALA PUSAT PENGEMBANGAN
KEPEGAWAIAN ASN

NOMOR ______________________ 2022
PEDOMAN PEMBINAAN KARAKTER MAHASISWA

BOGOR, _____________________ 2022

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
berkat rahmat dan kuasa-Nya kami sehingga Buku Pedoman Pembinaan
Karakter Mahasiswa PIK ini dapat diselesaikan.
Buku ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembentukan dan
pengembangan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, cakap, kreatif,
mandiri, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai BerAKHLAK sesuai
amanat peraturan yang berlaku.
Sesungguhnya masyarakat yang maju adalah masyarakat yang memiliki
kesadaran tinggi untuk menjaga dan menjunjung tinggi nilai disiplin dengan
bertata tertib di kehidupan sehari-hari. Karena dengan demikian, artinya kita
dapat menguasai diri, dan dengan demikian berarti menguasai keadaan, dan
dengan menguasai keadaan sesungguhnya tidak ada hal yang mustahil kita
capai bersama.
Semoga Pedoman Pembinaan Karakter Mahasiswa ini dapat dipahami dan
dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggungjawab oleh semua
pihak yang terkait, dengan harapan agar tercipta kualitas mahasiswa dan
Alumni lulusan Pendidikan Ilmu Kepegawaian yang berkarakter dan
bermartabat, dimanapun berada.

Ttd.
Kepala Pusat Pengeembangan Kepegawaian ASN

i

PETUNJUK BAGI MAHASISWA
1. Selamat bergabung! Buku ini berisi pedoman pembinaan karakter

mahasiswa, catatan prestasi, pelanggaran, dan perizinan mahasiswa.
2. Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki, mengetahui dan memahami isi

buku ini serta mentaatinya.
3. Apabila mendapatkan teguran dari pejabat, tutor/dosen/

pelatih/fasilitator, ataupun Pembina atas pelanggaran yang dilakukan,
mahasiswa yang bersangkutan wajib menyerahkan buku ini kepada
pejabat, tutor/dosen/pelatih/fasilitator, ataupun Pembina yang
bersangkutan untuk diberikan catatan.
4. Bagi mahasiswa yang dengan sengaja atau tidak sengaja merusak
dan/atau menghilangkan sebagian atau seluruh bagian dari buku ini,
dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, serta wajib
mengganti buku ini dengan yang baru.
5. Buku ini dievaluasi secara berkala sebagai dasar penilaian karakter
mahasiswa, dan harus diserahkan ke bagian kemahasiswaan setiap
akhir semester untuk diberikan penilaian karakter.

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................i
PETUNJUK BAGI MAHASISWA ..............................................................ii
DAFTAR ISI........................................................................................ iii
BIODATA MAHASISWA ......................................................................... v
PANCASILA ......................................................................................... vi
Core Value ASN .................................................................................. vii
MARS PENDIDIKAN ILMU KEPEGAWAIAN..........................................viii
BAB I KETENTUAN UMUM ...................................................................1

Pengertian......................................................................................... 1
Kedudukan Pembina.......................................................................... 2
BAB II TUJUAN DAN RUANG LINGKUP ..................................................4
BAB III TATA TERTIB DALAM KAMPUS ................................................5
Kewajiban dan Hak Mahasiswa........................................................... 5
Pakaian Dinas dan Kerapian Mahasiswa............................................. 6
Tata Tertib Masuk Kampus, Tata Tertib Perkuliahan, dan Tata Tertib
Pelaksanaan Ujian dan Sidang ......................................................... 10
Tata Tertib Keluar Kampus dan Tata Tertib Upacara dan Apel ......... 11
BAB IV KEMAHASISWAAN ................................................................. 13
Kegiatan Mahasiswa ........................................................................ 13
Nilai dasar dan Etika Mahasiswa ...................................................... 18
Penghormatan dan Tata Krama ....................................................... 20
BAB V TATA TERTIB LUAR KAMPUS .................................................. 29
Dinas Luar....................................................................................... 29
Ketertiban di Luar Kampus dan Aturan Jam Malam ......................... 29
BAB VI PENGHARGAAN DAN PRESTASI .............................................. 31
Penghargaan.................................................................................... 31
Prestasi Bidang Akademik, Bidang Olahraga, dan Bidang Organisasi dan
Kegiatan Sosial................................................................................ 31
BAB VII SANKSI DAN PELANGGARAN ................................................. 35
BAB VIII PENILAIAN DAN EVALUASI SISTEM PEMBINAAN KARAKTER37
BAB IX PENUTUP ............................................................................... 38
LAMPIRAN .........................................................................................39
Bentuk Seragam Mahasiswa Pria...................................................... 39
Bentuk Seragam Mahasiswa Wanita ................................................. 40

iii

Bentuk Peci..................................................................................... 41
Bentuk Jaket Almamater................................................................. 42
Bentuk Badge .................................................................................. 43
Bentuk Tanda Pengenal Diri ............................................................ 44
Bentuk Tanda Pengenal Tingkat ...................................................... 44
Bentuk Logo .................................................................................... 45
Catatan Penghargaan....................................................................... 46
Catatan Pelanggaran........................................................................ 47
Catatan Sakit .................................................................................. 48
Catatan Perizinan............................................................................ 49

iv

BIODATA MAHASISWA

Nama :

NIM :

Tempat Lahir :

Tanggal Lahir :

Agama :

Gol. Darah :

Alamat Rumah :

NIP :
No. HP :

KONTAK DARURAT

Nama :
Hubungan :
Alamat Rumah :

No. HP :

v

PANCASILA

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
3. PERSATUAN INDONESIA
4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM

PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

vi

Core Value ASN

Berorientasi Pelayanan

 Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat;

 Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan;

 Melakukan perbaikan tiada henti.
Akuntabel

 Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin
dan

 berintegritas tinggi;

 Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab,

 efektif, dan efisien;

 Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.
Kompeten

 Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu

 berubah;

 Membantu orang lain belajar;

 Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
Harmonis

 Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya;

 Suka menolong orang lain;

 Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Loyal

 Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara

 Republik Indonesia tahun 1945, setia kepada Negara Kesatuan Republik

 Indonesia serta pemerintahan yang sah;

 Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara;

 Menjaga rahasia jabatan dan negara.
Adaptif

 Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan;
 Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas;

 Bertindak proaktif.

Kolaboratif

 Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi;

 Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah;

 Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan
bersama.
#banggamelayanibangsa

Memiliki rasa kebanggaan sebagai aparatur sipil negara yang melayani
bangsa.

vii

MARS PENDIDIKAN ILMU KEPEGAWAIAN
PIK BKN Membina Kader Kita
Mendidik Pegawai Negeri Indonesia
Dengan Berlandaskan Pancasila
Dan Undang-Undang Dasar 45

Kami Mahasiswa PIK Siap
Memperjuangkan Sekuat Tenaga
Mengutamakan Pelayanan Kepegawaian
Sbagai Abdi Masyarakat

Kami Mahasiswa PIK Siap
Sebagai Perekat Pemersatu Bangsa
Mewujudkan Pegawai Negeri Sipil Indonesia
Aparatur Sipil Negara

viii

PEDOMAN PEMBINAAN KARAKTER MAHASISWA

PENDIDIKAN ILMU KEPEGAWAIAN BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BAB I
KETENTUAN UMUM

Bagian Kesatu

Pengertian

Pasal 1

Dalam peraturan ini, yang dimaksud dengan:

1. Pusat Pengembangan Kepegawaian Aparatur Sipil Negara yang
selanjutnya disingkat Pusbangpeg ASN, adalah unsur pendukung
pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Negara yang berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BKN.

2. Pendidikan Ilmu Kepegawaian yang selanjutnya disingkat PIK, adalah
penyelenggara pendidikan tinggi di lingkungan Pusbangpeg ASN yang
berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Pusbangpeg ASN.

3. Kepala Pusat, adalah Kepala Pusbangpeg ASN.
4. Pembina, adalah Pegawai Pusbangpeg ASN yang bertugas melaksanakan

proses pembinaan karakter mahasiswa PIK.
5. Tutor/Dosen, adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas

utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus PIK.
6. Bagian Kemahasiswaan, adalah bagian kemahasiswaan PIK.
7. Mahasiswa, adalah semua peserta didik yang menjalani proses
pembelajaran di lingkungan PIK.
8. Senior, adalah seluruh mahasiswa yang berpangkat lebih tinggi satu
tingkat atau lebih yang dikenakan pada pakaian seragam dinas.
9. Senat, adalah mahasiswa yang dipilih melalui Pemilihan Umum Raya
yang bertugas memimpin seluruh mahasiswa PIK sebagai penghubung
antara Mahasiswa dengan kampus PIK dan bertanggungjawab kepada
Pembina.
10. Komandan Disiplin, adalah mahasiswa yang dipilih oleh Senat atas
persetujuan Pembina dan membawahi Komisi Disiplin.
11. Polisi Disiplin, adalah anggota Komisi Disiplin yang dipilih oleh
Komandan Disiplin yang bertugas membantu mendisiplinkan
mahasiswa.

1

12. Ketua Angkatan, adalah mahasiswa yang bertugas memimpin angkatan
dan membantu mahasiswa angkatannya agar dapat menjalankan disiplin
sesuai ketentuan yang berlaku.

13. Pedoman Pembinaan Karakter Mahasiswa PIK, adalah pedoman dalam
melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengasuhan di dalam dan di luar
kampus PIK.

14. Kampus, adalah tempat kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa PIK.
15. Sivitas Akademika, adalah tutor/dosen, mahasiswa, dan seluruh pegawai

di lingkungan PIK.
16. Kedinasan, adalah kegiatan yang secara formal dilaksanakan oleh

mahasiswa PIK.

Bagian Kedua

Kedudukan Pembina

Pasal 2
(1) Pembina melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengasuhan serta

pembinaan terhadap mahasiswa.
(2) Tugas pokok Pembina sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) adalah

sebagai berikut:
a. Melaksanakan penegakkan Pedoman Pembinaan Karakter Mahasiswa

PIK;

b. Melaksanakan pembinaan karakter mahasiswa meliputi sikap,
perilaku, mental, intelektual mahasiswa serta kemampuan penerapan
dan pengembangan intelegensia;

c. Melaksakan pembinaan kemahasiswaan di lingkungan kampus PIK;

d. Melaksanakan pembinaan dalam rangka peningkatan prestasi
mahasiswa;

e. Melaksanakan koordinasi kegiatan ibadah mahasiswa;

f. Melakukan pembinaan bagi mahasiswa bermasalah;

g. Melaksanakan pendampingan pada kegiatan mahasiswa baik di dalam
maupun di luar; dan

h. Melakukan pemantauan kegiatan mahasiswa di lingkungan PIK.

(3) Fungsi Pembina sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) adalah sebagai
berikut:
a. Pembina sebagai wali mahasiswa PIK;

b. Pembina sebagai pelaksana penegakkan pedoman pembinaan karakter
mahasiswa PIK;

2

c. Pembina sebagai mentor bagi mahasiswa;
d. Pembina sebagai pendamping kegiatan mahasiswa;
e. Pembina sebagai konselor mahasiswa;
f. Pembina sebagai motivator mahasiswa; dan
g. Pembina sebagai mediator antara instansi pengguna dengan pihak PIK

bidang Kemahasiswaan.

3

BAB II
TUJUAN DAN RUANG LINGKUP

Pasal 3
Pembinaan karakter di lingkungan PIK bertujuan untuk:
1. Membentuk dan mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi

manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, dan berbudaya untuk
kepentingan bangsa.
2. Membentuk mahasiswa agar memiliki kompetensi sosial kultural sebagai
perekat dan pemersatu bangsa yang mencintai tanah air, bangsa dan
negara.
3. Mencetak lulusan untuk menjadi pemimpin dan agen perubahan yang
unggul, beretika, profesional dalam penyelenggaraan Manajemen ASN
untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersatu,
berdaulat, adil dan makmur.

Pasal 4
Pedoman pembinaan karakter ini mengatur mengenai pembinaan karakter
mahasiswa yang mengikuti program pembelajaran di lingkungan PIK.

4

BAB III
TATA TERTIB DALAM KAMPUS

Bagian Kesatu

Kewajiban dan Hak Mahasiswa

Pasal 5

(1) Setiap mahasiswa yang mengikuti program pendidikan di PIK
berkewajiban untuk:

a. Taat dan setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Tahun 1945
dan Negara Kesatuan Republik lndonesia;

b. Menjunjung kehormatan dan martabat Bangsa, Negara dan
Pemerintah Republik lndonesia;

c. Menjunjung tinggi nama baik dan martabat almamater;
d. Mematuhi dan mentaati semua ketentuan yang berlaku di kampus PIK

baik tertulis maupun tidak tertulis;
e. Mengikuti semua kegiatan yang diselenggarakan oleh kampus PIK;
f. Menghindari dan mencegah setiap perbuatan yang melanggar

peraturan yang berlaku;
g. Menghormati dan menghargai hak-hak orang lain;
h. Menghindari kegiatan politik praktis dalam bentuk apapun selama

menjadi mahasiswa; dan
i. Memelihara sarana dan prasarana kampus sebaik-baiknya dengan

penuh rasa tanggung jawab.

(2) Setiap mahasiswa yang mengikuti program pendidikan di PIK berhak atas:

a. Mendapatkan perlakuan yang sama untuk memperoleh pengajaran,
pelatihan, bimbingan, dan pengasuhan;

b. Kesempatan untuk mengikuti program pembinaan agar memperoleh
pengetahuan, kemampuan serta keterampilan dalam pemantapan
sikap dan perilakunya;

c. Memperoleh dan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan
menurut peraturan yang berlaku;

d. Mendapatkan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh PIK;
e. Melaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-

masing;
f. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler;
g. Menjadi anggota organisasi kemahasiswaan;
h. Memperoleh fasilitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan

5

i. Mendapatkan libur pendidikan dan ijin meninggalkan asrama sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

Bagian Kedua

Pakaian Dinas dan Kerapian Mahasiswa

Pasal 6

(1) Setiap mahasiswa wajib mengenakan pakaian seragam dinas dengan
atribut lengkap setiap hari kerja, kecuali pada hari-hari tertentu sesuai
dengan peraturan yang berlaku di lingkungan Badan Kepegawaian
Negara.

(2) Bentuk pakaian seragam dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I peraturan ini.

(3) Seragam untuk mahasiswa pria terdiri dari:
a. Kemeja terbuat dari bahan berwarna kuning gading dengan ketentuan
sebagai berikut:
1) Kerah leher, menggunakan model tegak;
2) Pundak kiri dan kanan dilengkapi dengan lidah pundak;
3) Berlengan pendek;
4) Bagian depan dilengkapi dengan 2 (dua) buah saku bertutup;
5) 6 (enam) buah kancing; dan
6) Bagian lengan sebelah kiri ditempel badge
b. Celana panjang terbuat dari bahan berwarna kuning gading, dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Menggunakan ban pinggang;
2) 2 (dua) saku pada sisi kiri dan kanan;
3) Bagian belakang tanpa saku; dan
4) Bagian bawah celana tanpa menggunakan lipatan.

(4) Seragam untuk mahasiswa wanita terdiri dari:
a. Kemeja terbuat dari bahan berwarna kuning gading dengan ketentuan
sebagai berikut:
1) Kerah leher menggunakan model kerah tidur 2 (dua) daun berujung
lancip;
2) Pundak kiri dan kanan dilengkapi dengan lidah pundak;
3) Berlengan panjang sampai dengan pergelangan tangan;
4) Bagian depan bawah dilengkapi dengan 2 (dua) saku bertutup tanpa
kancing;
5) 5 (lima) buah kancing; dan
6) Bagian lengan sebelah kiri ditempel badge.
b. Celana panjang terbuat dari bahan berwarna kuning gading dengan
ketentuan sebagai berikut:

6

1) Menggunakan ban pinggang;
2) 2 (dua) saku pada sisi kiri dan kanan;
3) Bagian belakang tanpa saku; dan
4) Bagian bawah celana tanpa menggunakan lipatan.
c. Rok terbuat dari bahan berwarna kuning gading dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Menggunakan ban pinggang;
b. 2 (dua) saku pada sisi kiri dan kanan;
c. Ukuran panjang rok paling tinggi 10cm di atas mata kaki; dan
d. Bagian depan diberi rempel.
d. Dalam hal mahasiswa wanita mengenakan jilbab, maka jilbab
menggunakan warna polos sesuai dengan seragam.

Pasal 7

(1) Seragam pakaian dinas dilengkapi dengan penutup kepala berupa peci
yang terbuat dari kain berbentuk meruncing pada kedua ujungnya.

(2) Bentuk Peci sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagaimana
tersebut dalam Lampiran II peraturan ini.

(3) Peci digunakan setiap menggunakan seragam pakaian dinas.

Pasal 8

(1) Atribut seragam PIK terdiri dari:
a. Panji;
b. Pin;
c. Badge;
d. Tanda pengenal.

(2) Panji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dibuat dalam bentuk
bendera yang didalamnya terdapat Logo berukuran proporsional, dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Warna dasar putih;
b. Panjang 120cm; dan
c. Lebar 80cm.

(3) Panji dipergunakan dalam acara-acara resmi kemahasiswaan seperti
pelepasan mahasiswa, dies natalis, dan sejenisnya.

(4) Pin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dibuat dalam bentuk
Logo berbahan kuningan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pin untuk seragam:
1) Panjang 3,5cm; dan
2) Lebar 2,5cm.
b. Pin untuk jaket almamater:
1) Panjang 4,5cm; dan

7

2) Lebar 3,5cm.
c. Pin untuk peci:

1) Panjang 2,5cm; dan
2) Lebar 1,5cm.
(5) Pin dipergunakan sebagai kelengkapan seragam yang dikenakan di
bagian dada sebelah kiri pada seragam pakaian dinas dan di peci bagian
sebelah kanan atas.
(6) Badge sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c menggunakan Logo
dalam bingkai berbentuk perisai dan dipergunakan sebagai kelengkapan
seragam yang dikenakan pada lengan sebelah kiri serta di bagian atas
ditambah tulisan BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA.
(7) Bentuk badge adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran IV
peraturan ini.
(8) Tanda pengenal yang terdiri dari:
a. Tanda pengenal diri; dan
b. Tanda pengenal tingkat
(9) Tanda pengenal diri sebagaimana dimaksud pada ayat (8) huruf a
dikenakan di bagian dada sebelah kiri dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Latar belakang foto:
1) Warna putih untuk mahasiswa semester 1 (satu) dan 2 (dua);
2) Warna kuning untuk mahasiswa semester 3 (tiga) dan 4 (empat);
3) Warna hijau untuk mahasiswa semester 5 (lima) dan 6 (enam);
4) Warna biru untuk mahasiswa semester 7 (tujuh) dan 8 (delapan);

dan
5) Warna merah untuk mahasiswa semester 9 (sembilan) dan 10

(sepuluh).
b. Panjang 9cm; dan
c. Lebar 6cm.
(10)Bentuk tanda pengenal diri adalah sebagaimana tersebut dalam
Lampiran V peraturan ini.
(11)Tanda pengenal tingkat sebagaimna dimaksud pada ayat (8) huruf b
dikenakan di bagian kerah leher sebelah kanan dan sebelah kiri dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Dibuat dari bahan kuningan dengan warna dasar biru tua dan strip

warna kuning emas;
b. Bentuk Heksagon; dan
c. Ukuran tinggi 3cm dan lebar 2,5cm.
(12)Bentuk tanda pengenal tingkat adalah sebagaimana tersebut dalam
Lampiran V peraturan ini.

Pasal 9

(1) Setiap mahasiswa harus memiliki jaket almamater.

8

(2) Jaket almamater sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan pada
hari tertentu sesuai dengan kebutuhan.

(3) Jaket almamater sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan
sebagai berikut:
a. Bahan berwarna Hugo;
b. Kerah leher menggunakan model kerah tidur 2 (dua) daun berujung
lancip;
c. Pundak kiri dan kanan dilengkapi dengan lidah pundak;
d. Berlengan panjang sampai dengan pergelangan tangan;
e. Bagian depan dibuat lipatan secara horizontal dan vertikal serta di atas
dada sebelah kanan ditempel Logo;
f. Bagian depan bawah dilengkapi 2 (dua) saku bertutup dan berkancing;
dan
g. Bagian belakang membentuk garis secara vertikal

(4) Bentuk jaket almamater sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah
sebagaimana tersebut dalam Lampiran III peraturan ini.

Pasal 10

(1) Setiap mahasiswa di lingkungan kampus PIK harus menjaga kebersihan
dan kerapian kampus, asrama, dan diri sendiri.

(2) Setiap mahasiswa pengguna fasilitas asrama, diwajibkan menjaga dan
memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan asrama dan
sekitarnya baik secara perorangan maupun bersama yang dilakukan
berupa tugas bergiliran dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

(3) Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dimaksudkan dalam rangka
menanamkan nilai-nilai kesamaptaan dan memperkuat jiwa korsa dalam
membentuk karakter mahasiswa.

(4) Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) akan diatur lebih lanjut
melalui peraturan lainnya.

(5) Setiap mahasiswa wajib berpakaian yang rapi dan bersih sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

(6) Baju wajib dimasukkan ke dalam celana dengan rapi bagi mahasiswa pria,
kecuali penggunaan batik, dan pakaian lain yang pemakaiannya tidak
dimasukkan.

(7) Penggunaan jilbab bagi mahasiswa wanita harus bersih dan rapi, serta
tidak menutupi atribut seragam pakaian dinas.

(8) Setiap mahasiswa wajib menjaga kerapihan rambut.
(9) Kecuali atas alasan agama dan adat istiadat, tidak diperkenankan

memelihara kumis, jambang, jenggot, memakai gigi emas atau platina,
perhiasan, pewarna kuku dan/atau rambut, memelihara kuku panjang
serta bertindik.

9

Bagian Ketiga

Tata Tertib Masuk Kampus, Tata Tertib Perkuliahan, dan Tata Tertib
Pelaksanaan Ujian dan Sidang

Pasal 11

(1) Setiap mahasiswa diwajibkan datang selambat-lambatnya 30 menit
sebelum perkuliahan dimulai.

(2) Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti kuliah umum, kuliah dosen
tamu, seminar, dan kegiatan lain sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan oleh pihak kampus.

(3) Setiap mahasiswa yang mengikuti kegiatan perkuliahan dan/atau yang
berada di lingkungan kampus pada jam kerja wajib mengenakan pakaian
sesuai ketentuan yang berlaku.

(4) Mahasiswa yang membawa kendaraan di lingkungan kampus harus
menjaga ketenangan, memarkirkan kendaraannya dengan rapi di tempat
yang telah disediakan, dan tertib mengikuti peraturan perundang-
undangan mengenai lalu lintas yang berlaku.

(5) Setiap mahasiswa yang memasuki lingkungan kampus wajib berpakaian
bersih, rapi dan lengkap sesuai ketentuan di Pasal 6.

(6) Setiap mahasiswa yang memasuki lingkungan kampus wajib
menggunakan alas kaki tertutup, kecuali ditentukan berbeda di area
tertentu.

Pasal 12

(1) Setiap mahasiswa wajib masuk ke ruang pembelajaran sekurang-
kurangnya 15 menit sebelum perkuliahan dimulai.

(2) Ketua Angkatan wajib menyiapkan dan melaporkan jumlah mahasiswa
kepada tutor/dosen, serta memimpin doa sebelum perkuliahan dimulai.

(3) Dilarang menggunakan hp/gawai/alat komunikasi lainnya saat
perkuliahan berlangsung, kecuali dibutuhkan dan berkaitan dengan
kegiatan perkuliahan serta mendapatkan izin dari tutor/dosen yang
mengajar.

(4) Penggunaan hp/gawai/alat komunikasi lainnya saat perkuliahan
disesuaikan dengan ketentuan dan arahan dari tutor/dosen yang
bersangkutan.

(5) Mahasiswa dilarang membawa makanan ke dalam kelas.
(6) Mahasiswa diperbolehkan membawa minuman ke dalam kelas, dengan

ketentuan menggunakan wadah tertutup anti tumpah.

10

(7) Setiap mahasiswa wajib menjaga kebersihan, kerapian, dan keutuhan
sarana dan prasarana kelas.

(8) Mahasiswa wajib menyiapkan dan memberikan laporan kepada
tutor/dosen setelah perkuliahan selesai.

(9) Mahasiswa dilarang meninggalkan kelas sebelum mendapatkan izin dari
tutor/dosen yang bersangkutan.

Pasal 13

(1) Setiap mahasiswa diwajibkan hadir sekurang-kurangnya 15 menit
sebelum pelaksanaan ujian dimulai, dan 30 menit sebelum pelaksanaan
seminar/sidang. Bila terlewat dari waktu tersebut, maka mahasiswa tidak
diperkenankan mengikuti ujian.

(2) Setiap mahasiswa peserta ujian tengah semester dan ujian akhir semester
diwajibkan menggunakan seragam pakaian bersih dan rapi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

(3) Setiap mahasiswa peserta ujian diwajibkan membawa alat tulis masing-
masing serta wajib mematuhi dan menghormati petugas pengawas ujian.

(4) Setiap mahasiswa peserta ujian dilarang membawa dan/atau
menggunakan hp/gawai/alat komunikasi lainnya di dalam ruang ujian
kecuali ditentukan berbeda sesuai kebutuhan ujian serta dilarang
meminjam alat tulis selama ujian berlangsung.

(5) Setiap mahasiswa peserta ujian dilarang berbicara/berdiskusi dan
dilarang mondar-mandir selama pelaksanaan ujian. Jika ingin pergi ke
toilet, dianjurkan sebelum ujian dimulai.

(6) Setiap mahasiswa peserta ujian dilarang tukar-menukar catatan/kertas
kerja saat ujian open book dan dilarang memperlihatkan lembar jawaban
kepada sesama peserta ujian.

(7) Setiap mahasiswa peserta ujian yang kedapatan menyontek dalam bentuk
apapun akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di
PIK.

Bagian Keempat

Tata Tertib Keluar Kampus dan Tata Tertib Upacara dan Apel

Pasal 14

(1) Setiap mahasiswa penghuni asrama hanya diperbolehkan meninggalkan
lingkungan PIK pada waktu yang ditentukan dan sudah mendapatkan izin
tertulis dari Pembina.

11

(2) Setiap mahasiswa yang akan keluar dari lingkungan kampus PIK
diwajibkan menjaga ketenangan.

Pasal 15
(1) Setiap mahasiswa wajib mengikuti seluruh kegiatan upacara maupun apel

yang telah dijadwalkan.
(2) Upacara dilakukan setiap awal bulan dan hari-hari besar yang telah

ditentukan.
(3) Apel pagi dilaksanakan setiap hari Senin selain pada awal bulan atau hari

lain yang telah ditentukan.
(4) Seluruh mahasiswa pada hari upacara maupun apel diwajibkan sudah

datang dan berbaris di lokasi 30 menit sebelum upacara atau apel dimulai.
(5) Jika ada perubahan waktu upacara maupun apel akan disampaikan

melalui masing-masing ketua angkatan.
(6) Tata cara pelaksanaan upacara dan apel diatur lebih lanjut melalui

peraturan lainnya.
(7) Petugas upacara maupun apel ditentukan oleh Senat dan

dikomunikasikan kepada bagian kemahasiswaan.
(8) Petugas kesehatan berbaris di belakang barisan utama (2 orang petugas

kesehatan untuk setiap angkatan).

12

BAB IV
KEMAHASISWAAN

Bagian Kesatu
Kegiatan Mahasiswa

Pasal 16

(1) Setiap mahasiswa harus memanfaatkan waktu yang tersedia dengan
sebaik-baiknya untuk setiap kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.

(2) Jadwal kegiatan harian bagi mahasiswa PIK yang menggunakan fasilitas
asrama ditentukan sebagai berikut:

a. Hari Senin Kegiatan
Waktu Bangun dan ibadah pagi
Olahraga pagi
04.30 – 05.00 Mandi dan makan pagi
05.00 – 06.00 Apel mingguan
06.00 – 07.00 Kegiatan perkuliahan
07.00 – 08.45 Ishoma
09.00 – 11.30 Kegiatan perkuliahan
11.30 – 13.00 Sholat ashar berjama’ah (muslim), ibadah sore (non-muslim)
13.00 – 15.30 Olahraga sore / ekstrakurikuler
15.30 – 16.00 Mandi sore
16.00 – 17.30 Ibadah dan persiapan makan malam
17.30 – 18.00 Makan malam
18.00 – 19.00 Kegiatan wajib belajar / kokurikuler
19.00 – 19.30 Briefing evaluasi harian
19.30 – 21.00 Persiapan istirahat malam
21.00 – 21.30 Istirahat malam
21.30 – 22.00
22.00 – 04.30

13

b. Hari Selasa dan Rabu Kegiatan
Waktu

04.30 – 05.00 Bangun dan ibadah pagi

05.00 – 06.00 Olahraga pagi

06.00 – 07.00 Mandi dan makan pagi

07.00 – 08.00 Kegiatan piket kebersihan asrama

08.00 – 08.45 Briefing pagi

09.00 – 11.30 Kegiatan perkuliahan

11.30 – 13.00 Ishoma

13.00 – 15.30 Kegiatan perkuliahan

15.30 – 16.00 Sholat ashar berjama’ah (muslim), ibadah sore (non-muslim)

16.00 – 17.30 Olahraga sore / ekstrakurikuler

17.30 – 18.00 Mandi sore

18.00 – 19.00 Ibadah dan persiapan makan malam

19.00 – 19.30 Makan malam

19.30 – 21.00 Kegiatan wajib belajar / kokurikuler

21.00 – 21.30 Briefing evaluasi harian

21.30 – 22.00 Persiapan istirahat malam

22.00 – 04.30 Istirahat malam

c. Hari Kamis Kegiatan
Waktu Bangun dan ibadah pagi
Olahraga pagi
04.30 – 05.00 Mandi dan makan pagi
05.00 – 06.00 Kegiatan piket kebersihan asrama
06.00 – 07.00 Kuliah Dhuha (muslim) | persiapan perkuliahan (non-muslim)
07.00 – 08.00 Kegiatan perkuliahan
08.00 – 09.00 Ishoma
09.00 – 11.30 Kegiatan perkuliahan
11.30 – 13.00 Sholat ashar berjama’ah (muslim), ibadah sore (non-muslim)
13.00 – 15.30 Olahraga sore / ekstrakurikuler
15.30 – 16.00 Mandi sore
16.00 – 17.30
17.30 – 18.00

14

Waktu Kegiatan
18.00 – 19.00 Ibadah dan persiapan makan malam
19.00 – 19.30 Makan malam
19.30 – 21.00 Kegiatan wajib belajar / kokurikuler
21.00 – 21.30 Briefing evaluasi harian
21.30 – 22.00 Persiapan istirahat malam
22.00 – 04.30 Istirahat malam

d. Hari Jumat Kegiatan
Waktu Bangun dan ibadah pagi
Olahraga pagi
04.30 – 05.00 Mandi dan makan pagi
05.00 – 06.00 Kegiatan piket kebersihan asrama
06.00 – 07.00 Briefing pagi
07.00 – 07.30 Istirahat
07.30 – 09.30 Sholat Jum’at (muslim) | pembinaan rohani (non-muslim)
09.30 – 11.30 Kegiatan perkuliahan
11.30 – 13.00 Sholat ashar berjama’ah (muslim), ibadah sore (non-muslim)
13.00 – 15.30 Olahraga sore / ekstrakurikuler
15.30 – 16.00 Mandi sore
16.00 – 17.30 Ibadah dan persiapan makan malam
17.30 – 18.00 Makan malam
18.00 – 19.00 Kegiatan wajib belajar / kokurikuler
19.00 – 19.30 Briefing evaluasi harian
19.30 – 21.00 Persiapan istirahat malam
21.00 – 21.30 Istirahat malam
21.30 – 22.00
22.00 – 04.30

e. Hari Sabtu Kegiatan
Waktu Bangun dan ibadah pagi
Olahraga pagi
04.30 – 05.00 Mandi dan makan pagi
05.00 – 06.30 Kegiatan piket kebersihan umum
06.30 – 07.30
07.30 – 09.00

15

Waktu Kegiatan
09.00 – 12.00 Kegiatan kokurikuler / ekstrakurikuler
12.00 – 13.00 Ishoma
13.00 – 13.30 Apel kelengkapan
13.00 Izin bermalam / pesiar
Bagi mahasiswa yang menetap di asrama
15.30 – 16.00 Sholat ashar berjama’ah (muslim), ibadah sore (non-muslim)
16.00 – 17.30 Olahraga sore / ekstrakurikuler
17.30 – 18.00 Mandi sore
18.00 – 19.00 Ibadah dan persiapan makan malam
19.00 – 19.30 Makan malam
21.30 – 22.00 Persiapan istirahat malam
22.00 – 04.30 Istirahat malam

f. Hari Minggu Kegiatan
Waktu Apel kelengkapan
Persiapan istirahat malam
21.00 – 21.30 Istirahat malam
21.30 – 22.00
22.00 – 04.30

(3) Kegiatan harian rutin tidak dapat berubah, kecuali ditentukan berbeda
melalui Peraturan Kepala Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN Badan
Kepegawaian Negara.

Pasal 17

(1) Setiap mahasiswa wajib mengikuti kegiatan yang diadakan di lingkungan
kampus PIK.

(2) Kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) diantaranya:
a. Orientasi mahasiswa baru;
b. Perkuliahan;
c. Apel dan upacara hari besar kenegaraan;
d. Seminar dan pelatihan;
e. Praktek kerja kepegawaian;
f. Kegiatan organisasi mahasiswa;
g. Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester;
h. Seminar/sidang proposal dan tugas akhir; dan
i. Pelepasan mahasiswa.

16

(3) Kegiatan wajib lainnya yang belum diatur sebagaimana ayat (2) akan
diatur lebih lanjut melalui peraturan lainnya.

Pasal 18

(1) Setiap mahasiswa wajib mengikuti kegiatan dinas jaga untuk memupuk
rasa tanggungjawab, disiplin serta melatih kemampuan berorganisasi dan
kepemimpinan.

(2) Pelaksanaan dinas jaga dilakukan secara bergiliran beranggotakan 1
orang dari masing-masing angkatan, dipilih oleh Pembina dan
dikomunikasikan melalui masing-masing Ketua Angkatan

(3) Dinas jaga dipimpin oleh komandan jaga harian dengan tingkat tertinggi
dalam kelompok yang bertugas saat itu.

(4) Mahasiswa dilarang digantikan dan/atau menggantikan tugas jaga
mahasiswa lain tanpa izin tertulis dari Pembina.

(5) Petugas jaga wajib menggunakan seragam dinas harian dan dilengkapi
dengan atribut jaga.

(6) Pelaksanaan dinas jaga diatur lebih lanjut melalui peraturan lainnya.

Pasal 19

(1) Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti sekurang-kurangnya 1 kegiatan
organisasi mahasiswa.

(2) Mahasiswa dinyatakan aktif menjadi anggota suatu organisasi apabila
sudah dilakukan pelantikan oleh ketua organisasi mahasiswa terkait
sesuai ketentuan yang berlaku.

(3) Setiap mahasiswa yang bergabung sebagai anggota organisasi, wajib
melaksanakan tugas yang diberikan Pembina dan pengurus organisasi.

(4) Setiap mahasiswa yang bergabung sebagai anggota organisasi, wajib
mengikuti kegiatan/latihan rutin yang dilaksanakan oleh organisasi yang
diikutinya.

(5) Setiap mahasiswa wajib menjaga nama baik dan menaati peraturan dari
organisasi yang diikutinya.

(6) Setiap mahasiswa wajib menggunakan atribut organisasi/brevet sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

(7) Mahasiswa yang mengundurkan diri/dikeluarkan dari suatu organisasi
akan dilakukan seremoni khusus dari organisasi yang bersangkutan
untuk mencabut status keanggotaannya.

(8) Ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi mahasiswa diatur melalui
peraturan lainnya.

17

Bagian Kedua

Nilai dasar dan Etika Mahasiswa

Pasal 20

Nilai-nilai dasar yang harus dijunjung tinggi oleh Mahasiswa PIK meliputi:

1. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar

1945;
3. Semangat nasionalisme:
4. Mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan/atau

golongan;
5. Ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan
6. Penghormatan terhadap hak asasi manusia;
7. Tidak diskriminatif;
8. Profesionalisme, netralitas, dan bermoral tinggi;
9. Semangat jiwa korps.

Pasal 21

(1) Dalam pelaksanaan tugas kedinasan dan kehidupan sehari-hari setiap
Mahasiswa wajib bersikap dan berpedoman pada etika dalam bernegara,
dalam berorganisasi, dalam bermasyarakat, serta terhadap diri sendiri
dan sesama mahasiswa.

(2) Etika bernegara sebagaimana disebutkan pada ayat (1) yaitu:
a. melaksanakan sepenuhnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945;
b. mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara;
c. menjadi perekat dan pemersatu bangsa dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
d. menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam
melaksanakan tugas;
e. akuntabel dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan
yang bersih dan berwibawa;
f. tanggap, terbuka, jujur, dan akurat, serta tepat waktu dalam
melaksanakan setiap kebijakan dan program Pemerintah;
g. menggunakan atau memanfaatkan semua sumber daya Negara secara
efisien dan efektif;
h. Tidak memberikan kesaksian palsu atau keterangan yang tidak benar.

(3) Etika berorganisasi sebagaimana disebutkan pada ayat (1) yaitu:
a. melaksanakan tugas dan wewenang sesai ketentuan yang berlaku;
b. menjaga informasi yang bersitat rahasia;

18

c. melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang;

d. membangun etos kerja untnk meningkatkan kinerja organisasi;
e. menjalin kerja sama secara kooperatif dengan unit kerja lain yang

terkait dalam rangka pencapaian tujuan;
f. memiliki kompetensi dalam pelaksanaan tugas;
g. patuh dan taat terhadap standar operasional dan tata kerja;
h. mengembangkan pemikiran secara kreatif dan inova tif dalam rangka

peningkatan kinerja organisasi;
i. berorientasi pada upaya peningkatan kualias kerja.
(4) Etika bermasyarakat sebagaimana disebutkan pada ayat (1) yaitu:
a. mewujudkan pola hidup sederhana;
b. memberikan pelayanan dengan empati, hormat dan santun tanpa

pamrih dan tanpa unsur pemaksaan;
c. memberikan pelayanan secara cepat, tepal, terbuka, dan adil serta

tidak diskriminatif;
d. tanggap terhadap keadaan lingkungan masyarakat;
e. berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam

melaksanakan tugas.
(5) Etika terhadap diri sendiri sebagaimana disebutkan pada ayat (1) yaitu:

a. jujur dan terbuka serta tidak memberikan informasi yang tidak benar.
b. bertindak dengan penuh kesungguhan dan ketulusan;
c. menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun

golongan;
d. berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan,

keterampilan, dan sikap;
e. memiliki daya juang yang tinggi;
f. memelihara kesehatan jasmani dan rohani;
g. menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga;
h. berpenampilan sederhana, rapih, dan sopan.
(6) Etika terhadap sesama mahasiswa sebagaimana disebutkan pada ayat (1)
yaitu:
a. saling menghormati sesama warga negara yang memeluk

agama/kepercayaan yang berlainan;
b. memelihara rasa persatuan dan kesatuan sesama Pegawai Negeri Sipil;
c. saling menghormati antara teman sejawat, baik secara vertikal

maupun horizontal dalam suatu unit kerja, instansi, maupun antar
instansi;
d. menghargai perbedaan pendapat;
e. menjunjung tinggi harkat dan martabat Pegawai Negeri Sipil;
f. menjaga dan menjalin kerja sama yang kooperatif sesama Pegawai
Negeri Sipil;

19

g. berhimpun dalam satu wadah Korps Pegawai Republik Indonesia yang
menjamin terwujudnya solidaritas dan soliditas semua Pegawai Negeri
Sipil dalam memperjuangkan hak-haknya.

Bagian Ketiga

Penghormatan dan Tata Krama

Pasal 22

(1) Setiap penghormatan di dalam kampus dilakukan sesuai Peraturan Baris-
Berbaris (PBB).

(2) Penghormatan dilakukan kepada tutor/dosen, Pembina, dan senior
(3) Penghormatan sesuai aturan PBB kepada tutor/dosen, Pembina dan

Senior dengan jarak +/- 5 meter.
(4) Mahasiswa seangkatan diwajibkan bertegur sapa ketika berpapasan.
(5) Mahasiswa yang setingkat dengan Komandan Disiplin dan di bawahnya

wajib melakukan Penghormatan kepada Komandan Disiplin.
(6) Senior wajib membalas penghormatan dari junior, minimal dengan

sapaan.
(7) Penghormatan dalam barisan wajib dilakukan hanya oleh pemimpin

barisan.
(8) Saat berkendara, penghormatan terhadap tutor/dosen, Pembina dan

senior dilakukan dengan mengurangi laju kendaraan dan minimal
menganggukkan kepala disertai sapaan tanpa membunyikan isyarat
kendaraan.
(9) Pada saat pengibaran dan penurunan bendera setiap mahasiswa wajib
melakukan penghormatan selama masih melihat bendera, baik
menggunakan pakaian dinas atau tidak.

Pasal 23

(1) Tata krama mahasiswa merupakan kebiasaan, norma, adat, dan aturan
sopan santun yang dilakukan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari
yang harus dipatuhi.

(2) Tata krama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain:
a. Berdiri, jalan, dan duduk
b. Berbicara;
c. Bertamu;
d. Menerima tamu;
e. Korespondensi;
f. Penggunaan alat komunikasi pintar dan/atau berbasis internet;
g. Menjaga kesehatan pribadi;

20

h. Makan;
i. Barang terlarang;
j. Pinjaman;
k. Potongan rambut dan perhiasan;
l. Perjalanan;
m. Membuat janji; dan
n. Ketentuan tata krama lainnya
(3) Berdiri, jalan, dan duduk sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf a
memiliki ketentuan sebagai berikut:
a. Berdiri di tempat yang pantas sesuai dengan seragam yang dipakai

dan menyesuaikan dengan norma sosial budaya yang berlaku di
masyarakat setempat;
b. Berdiri dan berjalan dengan langkah wajar dan tidak menunjukkan
sikap-sikap yang kurang pantas;
c. Jika berjalan bersama orang lain, menyesuaikan langkah dan
ritme/temponya serta tidak berbicara berlebihan dan membual;
d. Apabila berjalan bersama orang lain yang lebih tua atau patut
dihormati, tempatkanlah diri di sebelah kiri, sebaliknya bila berjalan
dengan orang yang pantas dilindungi tempatkanlah diri di sebelah
kanan atau kiri sesuai keadaan;
e. Bila akan melewati kumpulan orang, perhatikan sopan santun dan
adat istiadat atau kebiasaan yang berlaku setempat;
f. Jika sedang duduk, berdirilah apabila orang yang lebih tua atau patut
dihormati mendatangi atau mengajak bicara;
g. Duduklah dengan tegap di tempat yang pantas;
h. Mempersilakan tutor/dosen, orang menggendong anak, orang tua
renta, dan wanita hamil duduk di tempat duduknya;
i. Tidak berjalan berduaan dengan lawan jenis di luar area kampus
kecuali dengan keluarga;
j. Saling hormat menghormati apabila berjumpa dengan sesama
Mahasiswa PIK;
k. Mahasiswa pria tidak diperbolehkan berada di sekitar lokasi asrama
wanita dan begitu juga sebaliknya mahasiswa wanita tidak
diperbolehkan berada di sekitar lokasi asrama pria.
(4) Berbicara sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf b memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mudah
dimengerti;
b. Menghindari penggunaan bahasa daerah;
c. Memandang mata orang yang mengajak dan/atau diajak berbicara;
d. Memperhatikan segala pembicaraan dan menjawab pertanyaan
dengan tegas dan sopan;

21

e. Memberi kesempatan berbicara pada orang lain dengan selalu
menjaga sikap yang baik;

f. Harus dapat membedakan antara berbicara dengan atasan dan
dengan teman;

g. Selama berbicara menyesuaikan volume suara, tidak menguap atau
tertawa berlebihan;

h. Ketika batuk dan atau bersin, meminta maaf sambil menutup mulut
dan menoleh kearah yang tidak ditempati orang lain atau berpindah
tempat;

i. Menghindari penggunaan bahasa isyarat dan/atau berbisik-bisik;
j. Tidak membicarakan kejelekan orang lain; dan
k. Menghindarkan diri dari pembicaraan yang mengarah kepada

masalah politik praktis, pertentangan suku, agama, ras, dan antar
golongan kecuali dalam mimbar akademis.
(5) Bertamu sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf c memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Pada saat bertamu diwajibkan memperhatikan tata krama dan etika;
b. Waktu bertamu disesuaikan dengan jam malam atau maksimal pukul
21.30 waktu setempat; dan
c. Wajib menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lokasi saat
bertamu serta selesai bertamu.
(6) Menerima tamu sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf d memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Pada kesempatan pertama mahasiswa wajib melaporkan perihal
kunjungan tamu kepada Pembina;
b. Pembina berhak mengizinkan atau menolak kunjungan tamu;
c. Mahasiswa diwajibkan berpakaian yang sopan dan rapi selama
menerima tamu;
d. Tamu dapat diterima di lobby atau sekretariat atau tempat lainnya
yang disediakan dan/atau ditunjuk oleh Pembina;
e. Durasi penerimaan tamu tidak lebih dari dua jam (120 menit) dan
dapat diperpanjang seizin Pembina;
f. Dalam hal mendapatkan izin perpanjangan durasi penerimaan tamu
oleh Pembina, mahasiswa yang bersangkutan wajib melapor kembali
kepada Pembina saat kunjungan sudah selesai;
g. Setiap barang yang diterima oleh Mahasiswa dari kegiatan menerima
tamu wajib dilaporkan dan mendapatkan izin dari Pembina untuk
dibawa ke Asrama;
h. Mahasiswa dilarang keras menerima tamu dan/atau membawa tamu
ke dalam asrama;

22

i. Mahasiswa yang sedang menjalani masa hukuman hanya dapat
menerima tamu dengan izin Bagian Kemahasiswaan dan wajib
ditemani oleh petugas yang ditunjuk oleh Bagian Kemahasiswaan;

j. Tamu yang berkunjung wajib berpakaian rapi dan sopan;
k. Mahasiswa harus memperlihatkan rasa hormat bagi tamu instansi

sesuai dengan jabatannya;
l. Tidak tertawa berlebihan dan/atau menimbulkan kegaduhan saat

menerima tamu;
m. Dilarang menerima tamu dengan motif menawarkan atau

memasarkan produk dan/atau jasa apapun; dan
n. Dalam hal mendapatkan tugas untuk menerima dan/atau

mendampingi tamu resmi, harus mencari tahu terlebih dahulu segala
sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dihadapi.
(7) Korespondensi sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf e dilakukan
melalui berbagai media seperti surat, e-mail (surat elektronik), kartu pos,
dan sejenisnya memiliki ketentuan sebagai berikut:
a. Dilarang menggunakan nama samaran;
b. Menuliskan identitas nama, tingkat, NIM, dan alamat PIK;
c. Menggunakan amplop berwarna polos; dan
d. Surat yang diterima oleh mahasiswa harus mencantumkan sumber
yang jelas dengan menyebutkan nama dan alamat pengirim.
(8) Penggunaan alat komunikasi pintar dan/atau berbasis internet
sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf f memiliki ketentuan
sebagai berikut:
a. Tidak menggunakan alat komunikasi sambil berjalan atau berlari;
b. Apabila berdiri bersikap tegak, tangan dan tubuh tidak bersandar;
c. Dalam keadaan duduk, kaki tidak disilangkan atau diangkat;
d. Tidak menggunakan alat komunikasi sambil makan dan/atau minum;
e. Memperhatikan batasan waktu sehingga tidak mengganggu waktu
istirahat ataupun aktivitas orang lain, kecuali dalam kondisi darurat;
f. Menggunakan bahasa komunikasi yang baik, mudah dimengerti, dan
tidak berteriak atau mengeraskan suara; dan
g. Penggunaan saat proses pembelajaran wajib mendapatkan izin dari
tutor/dosen yang bersangkutan dan menggunakan sesuai kebutuhan
pembelajaran saja.
(9) Menjaga kesehatan pribadi sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf
g memiliki ketentuan sebagai berikut:
a. Mahasiswa diwajibkan menjaga kesehatan fisik ataupun mental, serta
menjaga berat badan ideal;
b. Mahasiswa yang dinyatakan sakit atau sehat harus melalui surat
keterangan medis yang dapat dipertanggungjawabkan;

23

c. Mahasiswa penderita sakit menular yang jangka waktu
penyembuhannya tidak dapat diprediksi dapat diberhentikan dari PIK
atas persetujuan Kepala Pusbangpeg ASN; dan

d. Mahasiswa yang mengalami kelumpuhan permanen dapat
diberhentikan dari PIK atas keputusan Kepala Pusbangpeg ASN
dengan sepengetahuan Menteri atau pimpinan instansi terkait.

(10)Makan sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf h memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Umum
1) Menjaga kebersihan dan kerapihan pakaian;
2) Duduk dengan wajar sesuai kondisi yang ada;
3) Berdoa sebelum dan sesudah makan;
4) Menggunakan lap makan sesuai dengan fungsinya;
5) Mengambil makanan secukupnya dan tidak berlebihan;
6) Mempergunakan alat makan yang disediakan sesuai kegunaannya
dan tidak berbunyi;
7) Mengunyah makanan dengan sopan, mulut tertutup, dan tidak
bersuara;
8) Tidak berbicara saat mulut terisi makanan;
9) Apabila menggunakan pisau, pegang pisau dengan tangan kanan;
10) Tidak minum saat mulut masih terisi makanan;
11) Air minum tidak digunakan untuk berkumur;
12) Apabila sedang makan dan ingin minum, letakkan sendok dan
garpu dengan posisi terlentang, bersihkan bibir terlebih dahulu
dengan lap makan sebelum minum;
13) Apabila sedang makan ada orang yang harus dihormati, hentikan
makan sejenak untuk menghormatinya;
14) Apabila ingin membersihkan sisa makanan dalam mulut, tutup
mulut dengan tangan atau lap atau sapu tangan;
15) Setelah makan, minumlah dengan sopan dan secukupnya;
16) Tidak ada sisa makanan yang menempel di alat makan. Apabila
selesai makan, buang sisa makanan dan letakkan peralatan
makan yang sudah digunakan di tempat yang disediakan;
17) Hindari bersendawa setelah makan; dan
18) Tidak berdiri terlebih dahulu sebelum yang tertua meninggalkan
tempat duduk, kecuali sudah dipersilakan.
b. Di rumah makan
1) Pilih rumah makan yang pantas, tidak menyediakan minuman
keras, narkoba, ataupun kegiatan perjudian ataupun tindakan
asusila;
2) Pilih posisi meja yang strategis, tidak berada di lalu-lintas
pelayanan;

24

3) Tidak meminta diistimewakan dalam pelayanan, tunggu dengan
sabar untuk mendapatkan giliran pelayanan;

4) Memperhatikan sopan santun sebelum, selama, dan sesudah
makan;

5) Tunggu rekan semeja selesai makan saat ingin meninggalkan
rumah makan; dan

6) Segera tinggalkan rumah makan jika urusan sudah selesai, tidak
menghabiskan waktu dengan nongkrong di rumah makan.

c. Di rumah keluarga
1) Duduk dan menempatkan diri di tempat yang ditunjuk oleh tuan
rumah;
2) Tidak mendahului tuan rumah dalam mengambil makanan,
kecuali dipersilakan terlebih dahulu;
3) Mengambil makanan secukupnya;
4) Makan dengan sopan dan tidak tergesa-gesa;
5) Apabila selesai makan, tempatkan kembali tempat duduk yang
digunakan ke tempat semula dengan tertib;
6) Meninggalkan meja bersama-sama dengan tuan rumah; dan
7) Ucapkan terima kasih atas hidangan yang diberikan.

d. Di perjamuan resmi dan/atau pesta
1) Memperhatikan kesopanan dan tata cara pengambilan makanan
yang disediakan;
2) Apabila makan tanpa meja, tempatkan piring di pangkuan atau
ditopang dengan tangan kiri;
3) Duduk dengan posisi tegak dan sopan, kaki tidak disilangkan atau
diangkat;
4) Apabila duduk di tikar atau sejenisnya dan tanpa menggunakan
sendok dan garpu, sesuaikan dengan adat dan kebiasaan
setempat;
5) Apabila menghadiri jamuan makan tanpa tempat duduk (standing
party), jangan mengunyah dan/atau minum sambil berjalan atau
berlari; dan
6) Mengambil hidangan secukupnya dan memperhatikan etika, tidak
asal mencampur aduk jenis makanan.

(11)Barang terlarang sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf i memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Barang terlarang termasuk dan tidak terbatas pada minuman keras,
napza, rokok, judi, dan tindakan asusila;
b. Setiap mahasiswa dilarang membawa, menyimpan, mengedarkan,
dan/atau menggunakan minuman keras, napza, dan/atau rokok di
lingkungan kampus PIK;

25

c. Setiap mahasiswa dilarang berpartisipasi, mengadakan, dan/atau
membantu mengadakan kegiatan perjudian atau asusila di
lingkungan kampus PIK;

d. Dilarang menyimpan, mendokumentasikan diri, membawa,
mengedarkan, dan/atau menghisap rokok di luar lingkungan kampus
saat menggunakan seragam pakaian dinas dan/atau atribut PIK
lainnya.

e. Setiap mahasiswa dilarang mendatangi tempat yang diduga
menyediakan minuman keras, napza, dan/atau mengadakan kegiatan
perjudian atau asusila.

f. Segala jenis kegiatan yang berkaitan dengan barang terlarang dan
menyangkut pelanggaran perundang-undangan di Indonesia akan
ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(12)Pinjaman sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf j memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Tidak disarankan untuk meminjam dan/atau memberi pinjaman
dalam bentuk apapun dari atau ke mahasiswa lainnya atau siapapun
di lingkungan PIK;
b. Jika terpaksa melakukan kegiatan pinjaman, mahasiswa dituntut
untuk bertanggungjawab atas penjagaan barang dan/atau uang yang
dipinjam di dalam ataupun di luar lingkungan PIK;
c. Dilarang keras melakukan kegiatan pinjaman atas nama orang lain;
d. Segala jenis kegiatan pinjaman yang dilakukan oleh mahasiswa harus
dicatat dalam bentuk tertulis dengan lengkap, berisi nama peminjam,
nama pemilik asli barang atau nominal uang pinjaman, dan waktu
pinjaman dan durasi peminjaman; dan
e. Jika durasi pinjaman sudah berakhir, pihak peminjam harus segera
mengembalikan barang ataupun uang yang dipinjam.

(13)Potongan Rambut dan Perhiasan sebagaimana disebutkan pada ayat (2)
huruf k memiliki ketentuan sebagai berikut:
a. Setiap mahasiswa diwajibkan mencukur rambut secara rutin dan
menjaga kerapian diri;
b. Potongan rambut pendek bagian pinggir dan belakang maksimal 1cm,
merapikan kumis, jenggot, dan cambang bagi mahasiswa pria dan
bermodel bob bagi mahasiswa wanita;
c. Mahasiswa wanita diperbolehkan menggunakan make up yang pantas,
wajar, dan tidak berlebihan; dan
d. Dilarang menggunakan perhiasan kecuali jam tangan dan cincin
kawin.

(14)Perjalanan sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf l memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Menunggu kendaraan:

26

1) Memperhatikan sikap dan kesopanan pada waktu menunggu
kendaraan, baik saat pesiar ataupun bepergian;

2) Menunggu kendaraan di tempat yang sudah disediakan dan tidak
bergerombol;

3) Bersikap dengan pantas, hindari sikap dan perbuatan yang
menimbulkan perhatian umum; dan

4) Sewaktu naik dan turun dilakukan dengan tertib dan tidak
berebut.

b. Di dalam kendaraan:
1) Menjaga sopan santun, tata tertib dan menaati peraturan yang
berlaku;
2) Melepas penutup kepala;
3) Tidak berdiri dalam kendaraan, apabila terpaksa berdiri tetap
menjaga sikap dan sopan santun;
4) Mempersilakan duduk kepada orang sakit, orang tua, atau wanita
hamil yang tidak mendapat tempat duduk;
5) Tidak tertidur selama di dalam kendaraan umum, jika terpaksa
agar memakai sapu tangan untuk menutup mulut.

c. Bus atau kendaraan sejenis
1) Memilih kendaraan yang baik dan mengambil tempat duduk yang
strategis sesuai dengan aturan yang berlaku;
2) Dilarang melakukan pembelian keperluan apapun lewat jendela;

d. Pesawat terbang
1) Tetap memperhatikan sikap dan perilaku selama menggunakan
jasa penerbangan;
2) Selalu jaga kebersihan dan kerapian seragam pakaian dinas yang
digunakan;
3) Ikuti proses keberangkatan, proses dalam pesawat, hingga proses
kedatangan di pelabuhan udara tujuan sesuai petunjuk dan
aturan yang berlaku.

e. Kereta api
1) Mematuhi semua peraturan yang berlaku;
2) Datang dan menunggu keberangkatan lebih awal;
3) Memilih tempat duduk yang strategis dan menggunakan tempat
duduk sesuai aturan yang berlaku;
4) Membeli keperluan apapun sebaiknya dilakukan di kantin stasiun
ataupun restorasi.

f. Kapal laut atau kendaraan sejenis
1) Mengikuti tata tertib dan aturan yang berlaku;
2) Memperhatikan petujuk keharusan dan larangan yang ada dalam
kapal;

27

3) Naik dan turun kapal tetap menggunakan seragam pakaian dinas
dengan rapi dan bersih.

g. Becak
1) Naik hanya dalam kondisi terpaksa;
2) Tidak boleh naik lebih dari 2 (dua) orang;
3) Duduk dengan sopan, kaki tidak disilangkan atau diangkat;
4) Menghindari tawar-menawar yang berkepanjangan.

h. Ojek, sepeda, delman atau sejenisnya
1) Naik hanya dalam kondisi terpaksa;
2) Mengikuti aturan yang berlaku.

i. Kendaraan pribadi.
1) Mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.
2) Gunakan peralatan pengaman yang mendukung sesuai ketentuan
yang berlaku.

(15)Membuat janji sebagaimana disebutkan pada ayat (2) huruf m memiliki
ketentuan sebagai berikut:
a. Memastikan waktu dengan jelas hari, tanggal, jam, dan tempat;
b. Selalu menepati janji sebagaimana sudah dibuat;
c. Datang tepat pada waktunya sesuai kesepakatan; dan
d. Jika berhalangan, secepatnya memberitahukan disertai dengan
permohonan maaf.

(16)Ketentuan tata krama lainnya sebagaimana disebutkan pada ayat (2)
huruf n memiliki ketentuan sebagai berikut:
a. Dilarang mendekati atau berada di lokasi yang diketahui adanya
kegiatan politik praktis, demonstrasi, perkelahian, dan tempat lainnya
yang membahayakan diri;
b. Pada bulan Ramadhan, rangkaian kegiatan latihan dan kegiatan rutin
harian mahasiswa diatur tersendiri;
c. Kegiatan ekstrakurikuler tidak boleh mengganggu pelaksanaan
ibadah dan pembelajaran;
d. Mahasiswa senior dilarang memberikan perintah apapun kepada
junior untuk alasan pribadi;

28

BAB V
TATA TERTIB LUAR KAMPUS

Bagian Kesatu
Dinas Luar

Pasal 24
(1) Setiap mahasiswa yang mendapatkan tugas dinas luar wajib

menggunakan seragam pakaian dinas atau pakaian lainnya yang
ditentukan oleh pihak kampus PIK;
(2) Setiap mahasiswa wajib menjaga nama baik PIK dan mengikuti aturan
setempat selama melaksanakan dinas luar;
(3) Setiap mahasiswa yang melaksanakan dinas luar wajib memiliki surat
izin atau surat perintah tugas dari pihak kampus PIK.
(4) Setelah melaksanakan dinas luar, mahasiswa wajib membuat laporan
kegiatan dinas luar.

Bagian Kedua
Ketertiban di Luar Kampus dan Aturan Jam Malam

Pasal 25
(1) Setiap mahasiswa wajib menjaga wibawa saat mengenakan seragam

pakaian dinas atau atribut almamater di luar lingkungan kampus PIK;
(2) Mahasiswa dilarang bergerombol dimanapun berada;
(3) Setiap mahasiswa wajib bertegur sapa kepada sesama mahasiswa, senior,

Pembina, dan tutor/dosen apabila bertemu di luar lingkungan kampus
PIK;
(4) Mahasiswa dilarang keras membawa teman lawan jenis ke kamar tidur
dan tempat tertutup lainnya;
(5) Setiap kegiatan yang melibatkan teman lawan jenis wajib dilaksanakan di
ruang terbuka.
(6) Setiap mahasiswa wajib menghargai, menghormati dan menjaga etika
serta sopan santun sesuai kearifan masyarakat lokal sekitar.

Pasal 26
(1) Setiap mahasiswa dilarang berada di luar tempat tinggal lewat dari jam

22.00 waktu setempat pada hari Senin – Jumat, dan jam 23.00 waktu
setempat pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

29

(2) Bagi mahasiswa yang memiliki urusan yang bersifat penting dan
mendesak di atas jam malam diwajibkan melapor pada Pembina.

30

BAB VI
PENGHARGAAN DAN PRESTASI

Bagian Kesatu

Penghargaan

Pasal 27

(1) Mahasiswa PIK yang berprestasi, baik dalam bidang akademik, olahraga,
ataupun kegiatan sosial serta aktif di organisasi akan mendapatkan angka
prestasi, serta dapat diberikan hadiah penghargaan tambahan dalam
bentuk lainnya sesuai dengan tingkatan prestasi yang diraih selama
menjadi mahasiswa PIK.

(2) Penghargaan berupa angka prestasi (Apres) dapat diberikan berdasarkan
laporan dari Mahasiswa, tutor/dosen, Pembina, ataupun Pejabat lainnya
dan disahkan oleh salah satu dari Dewan Pertimbangan.

(3) Dewan Pertimbangan sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah:
a. Kepala Pusbangpeg ASN; dan
b. Tiga (3) orang pegawai Pusbangpeg ASN yang ditunjuk oleh Kepala
Pusbangpeg ASN.

(4) Mahasiswa yang berhasil mengumpulkan poin Apres hingga 100 yang
tercatat paling lambat pada H-1 wisuda mahasiswa, akan mendapatkan
penghargaan dari Kepala Pusbangpeg ASN saat upacara wisuda
mahasiswa.

(5) Selain penghargaan berupa Apres, mahasiswa berprestasi dapat diberikan
hadiah penghargaan lainnya sesuai keputusan dari Dewan Pertimbangan.

Bagian Kedua

Prestasi Bidang Akademik, Bidang Olahraga, dan Bidang Organisasi dan
Kegiatan Sosial

Pasal 28

(1) Prestasi bidang akademik adalah prestasi yang diraih oleh mahasiswa
dalam bidang akademik selama aktif mengikuti program pembelajaran di
PIK.

(2) Jenis prestasi bidang akademik termasuk dan tidak terbatas pada hal
berikut:
a. Menemukan teknologi baru di bidang Manajemen ASN, diberikan 25
poin Apres;

31

b. Menjadi pembicara mewakili PIK dalam seminar ilmiah tingkat
internasional, diberikan 20 poin Apres;

c. Menjadi pembicara seminar ilmiah internal PIK, diberikan 3 poin Apres;
d. Menjadi pembicara mewakili PIK dalam seminar ilmiah tingkat

internasional, diberikan 20 poin Apres;
e. Mendapatkan juara 1 lomba akademik tingkat internasional, diberikan

20 poin Apres;
f. Mendapatkan juara 2 lomba akademik tingkat internasional, diberikan

18 poin Apres;
g. Mendapatkan juara 3 lomba akademik tingkat internasional, diberikan

15 poin Apres;
h. Menjadi peserta seminar ilmiah atau kegiatan ilmiah lain di tingkat

internasional, diberikan 5 poin Apres;
i. Menjadi peserta seminar ilmiah atau kegiatan ilmiah lain di tingkat

nasional, diberikan 3 poin Apres;
j. Menjadi peserta seminar ilmiah atau kegiatan ilmiah lain di tingkat

internal PIK, diberikan 1 poin Apres;
k. Menerbitkan jurnal ilmiah di tingkat internasional, diberikan 15 poin

Apres;
l. Menerbitkan jurnal ilmiah di tingkat nasional, diberikan 10 poin Apres;
m. Menerbitkan jurnal ilmiah di buletin internal PIK, diberikan 5 poin

Apres;
n. Menulis artikel ilmiah yang dimuat di surat kabar/media online resmi

internasional, diberikan 7 poin Apres;
o. Menulis artikel ilmiah yang dimuat di surat kabar/media online resmi

nasional, diberikan 5 poin Apres;
p. Menulis artikel ilmiah yang dimuat di surat kabar/media online resmi

lokal/daerah, diberikan 2 poin Apres;
q. Merancang dan melakukan penelitian mandiri yang dipublikasikan,

diberikan 5 poin Apres;
r. Membantu penelitian tutor/dosen atau menjadi anggota dalam suatu

tim penelitian akademik, diberikan 3 poin Apres; dan
s. Hal lainnya yang patut dipertimbangkan sebagai prestasi akademik,

diberikan Apres sesuai hasil keputusan Dewan Pertimbangan.
(3) Hadiah penghargaan lain berkaitan dengan prestasi bidang akademik

diatur melalui peraturan lainnya.

Pasal 29

32

(1) Prestasi bidang olahraga adalah prestasi yang diraih oleh mahasiswa
dalam bidang olahraga selama aktif mengikuti program pembelajaran di
PIK.

(2) Jenis prestasi bidang olahraga termasuk dan tidak terbatas pada hal
berikut:
a. Mendapatkan juara 1 lomba olahraga tingkat internasional, diberikan
20 poin Apres;
b. Mendapatkan juara 2 lomba olahraga tingkat internasional, diberikan
18 poin Apres;
c. Mendapatkan juara 3 lomba olahraga tingkat internasional, diberikan
15 poin Apres;
d. Mendapatkan juara 1 lomba olahraga tingkat nasional, diberikan 15
poin Apres;
e. Mendapatkan juara 2 lomba olahraga tingkat nasional, diberikan 12
poin Apres;
f. Mendapatkan juara 3 lomba olahraga tingkat nasional, diberikan 10
poin Apres;
g. Mendapatkan juara 1 lomba olahraga tingkat regional/daerah atau di
Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK), diberikan 10 poin
Apres;
h. Mendapatkan juara 2 lomba olahraga tingkat regional/daerah atau di
Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK), diberikan 7 poin Apres;
i. Mendapatkan juara 3 lomba olahraga tingkat regional/daerah atau di
Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK), diberikan 5 poin Apres;
j. Mewakili PIK dalam kejuaraan olahraga tingkat internasional,
diberikan 8 poin Apres;
k. Mewakili PIK dalam kejuaraan olahraga tingkat nasional, diberikan 3
poin Apres;
l. Mewakili PIK dalam kejuaraan olahraga tingkat regional/daerah,
diberikan 2 poin Apres;
m. Mewakili PIK dalam kejuaraan olahraga di event Olimpiade Perguruan
Tinggi Kedinasan (OPTK), diberikan 1 poin Apres; dan
n. Hal lainnya yang patut dipertimbangkan sebagai prestasi olahraga,
diberikan Apres sesuai hasil keputusan Dewan Pertimbangan;

(3) Hadiah penghargaan lain berkaitan dengan prestasi bidang olahraga
diatur melalui peraturan lainnya.

Pasal 30

33

(1) Prestasi bidang organisasi dan kegiatan sosial adalah prestasi yang diraih
oleh mahasiswa dalam bidang organisasi dan/atau sosial selama aktif
mengikuti program pembelajaran di PIK.

(2) Jenis prestasi bidang organisasi dan kegiatan sosial termasuk dan tidak
terbatas pada hal berikut:
a. Menjadi ketua perhimpunan organisasi tingkat nasional, diberikan 20
poin Apres;
b. Menjadi Senat Mahasiswa PIK, diberikan 15 poin Apres;
c. Menjadi Komandan Disiplin, Komandan Peleton, atau ketua organisasi
kemahasiswaan lainnya yang setingkat di lingkungan PIK, diberikan 10
poin Apres;
d. Menjadi ketua panitia kegiatan di lingkungan PIK, diberikan 7 poin
Apres;
e. Mengkoordinir/ membantu kegiatan sosial kemasyarakatan/ peduli
bencana, diberikan 10 poin Apres;
f. Menjadi relawan bencana, tim SAR, dan kegiatan lainnya yang serupa,
diberikan 7 poin Apres;
g. Berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, diberikan 5 poin Apres;
dan
h. Hal lainnya yang patut dipertimbangkan sebagai prestasi bidang
organisasi dan/atau sosial, diberikan Apres sesuai hasil keputusan
Dewan Pertimbangan;

(3) Hadiah penghargaan lain berkaitan dengan prestasi bidang organisasi
dan/atau sosial diatur melalui peraturan lainnya.

34

BAB VII
SANKSI DAN PELANGGARAN

Pasal 31

(1) Setiap mahasiswa yang melanggar aturan akan dikenakan angka
kesalahan (Akes) dan hukuman disiplin oleh Pembina sesuai dengan jenis
pelanggaran yang dilakukan.

(2) Sanksi berupa akes dapat diberikan berdasarkan laporan dari Polisi
Disiplin, Tutor/dosen, Pembina, ataupun Pejabat lainnya dan disahkan
oleh salah satu dari Dewan Pertimbangan.

(3) Sanksi berupa Akes berlaku selama pendidikan dan diakumulasi setiap
semester.

(4) Selain sanksi berupa akes, mahasiswa yang terbukti melakukan
pelanggaran dapat dikenakan hukuman lainnya berupa teguran lisan,
surat peringatan, hukuman aktivitas fisik, hingga Peraturan
Pemberhentian Mahasiswa oleh Kepala Pusbangpeg ASN.

(5) Surat peringatan (SP) dikeluarkan oleh Kepala Pusbangpeg ASN saat
sanksi kumulatif Akes memenuhi kriteria berikut:
a. Surat Peringatan 1 (SP1), Angka kesalahan mencapai 50;
b. Surat Peringatan 2 (SP2), Angka kesalahan mencapai 80; dan
c. Surat Peringatan 3 (SP3), Angka kesalahan mencapai 100.

(6) Setiap mahasiswa yang terbukti melanggar hingga mencapai Akes 100
atau melakukan pelanggaran tingkat berat maka akan diberikan Surat
Panggilan untuk disidangkan dalam sidang kode etik.

(7) Sidang kode etik dilakukan oleh Dewan Pertimbangan dipimpin oleh
Kepala Pusbangpeg ASN, dihadiri dan disaksikan oleh Pembina dan/atau
Tutor/dosen.

(8) Apabila hasil sidang kode etik menunjukkan bahwa Mahasiswa yang
bersangkutan terbukti bersalah maka akan dikeluarkan Keputusan
Pemberhentian Mahasiswa oleh Kepala Pusbangpeg ASN.

(9) Tindakan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum, baik pidana
ataupun perdata akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 32

(1) Sanksi berupa Akes sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 31 ayat (1)
disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa.

(2) Tingkat pelanggaran sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) adalah
sebagai berikut:
a. Pelanggaran tingkat berat;
b. Pelanggaran tingkat sedang; dan

35

c. Pelanggaran tingkat ringan.
(3) Pemberian Akes sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai

berikut:
a. Pelanggaran tingkat berat dikenakan sanksi Akes sebesar 100 poin;
b. Pelanggaran tingkat sedang dikenakan sanksi Akes sebesar 15 – 50

poin; dan
c. Pelanggaran tingkat ringan dikenakan sanksi Akes sebesar 1 – 15 poin.
(4) Jenis-jenis pelanggaran tingkat berat, sedang, dan ringan diatur lebih
lanjut melalui peraturan lainnya.

36

BAB VIII
PENILAIAN DAN EVALUASI SISTEM PEMBINAAN KARAKTER

Pasal 33
(1) Penilaian pembinaan karakter mahasiswa dilakukan oleh Pembina

bersama dengan Dewan Pertimbangan dan Tutor/dosen.
(2) Penilaian pembinaan karakter sebagaimana disebutkan pada ayat (1)

dilakukan secara berkala dengan berbagai teknik penilaian, termasuk dan
tidak terbatas pada:
a. Ujian;
b. Penugasan;
c. Observasi; dan
d. Penilaian lainnya yang dianggap perlu.
(3) Mahasiswa dinyatakan lulus dalam penilaian pembinaan karakter
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) apabila:
a. Memperoleh nilai minimal B; dan
b. Memenuhi syarat lain yang ditetapkan dalam rapat pertimbangan

penilaian karakter.
(4) Rapat pertimbangan penilaian karakter sebagaimana disebutkan pada

ayat (3) huruf b dilakukan secara berkala setiap akhir semester oleh
Pembina bersama dengan Dewan Pertimbangan dan Tutor/dosen.
(5) Hasil penilaian pembinaan karakter dapat dijadikan salah satu syarat
mengikuti organisasi mahasiswa dan/atau kegiatan tertentu,
pertimbangan kelulusan dan penetapan Yudisium pada acara wisuda
mahasiswa di akhir periode pendidikan.

Pasal 34
(1) Evaluasi sistem pembinaan karakter merupakan proses penilaian dan

pengukuran atas pelaksanaan pembinaan karakter Mahasiswa.
(2) Evaluasi pembinaan karakter meliputi antara lain:

a. Evaluasi terhadap Pembina;
b. Evaluasi program; dan
c. Evaluasi penyelenggaraan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai evaluasi pembinaan karakter ditetapkan
lebih lanjut melalui peraturan lainnya.

37

BAB IX
PENUTUP
Pasal 35
(1) Pedoman ini dimaksudkan sebagai panduan disiplin dan ketertiban dalam
kehidupan mahasiswa selama terdaftar di PIK.
(2) Pedoman pembinaan karakter mahasiswa PIK wajib dilaksanakan oleh
semua pihak terkait. Apabila tidak dilaksanakan maka akan dikenai
sanksi berupa hukuman disiplin sesuai dengan pertimbangan lebih
lanjut.
(3) Peraturan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila
di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam peraturan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

38

LAMPIRAN I

Bentuk Seragam Mahasiswa Pria

TAMPAK DEPAN TAMPAK BELAKANG

39

Bentuk Seragam Mahasiswa Wanita

TAMPAK DEPAN TAMPAK BELAKANG

40


Click to View FlipBook Version