The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL BAHAN PENCUCIAN LAUNDRY KELAS XI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Yulika Sebrianti, 2020-11-23 08:44:27

MODUL LAUNDRY

MODUL BAHAN PENCUCIAN LAUNDRY KELAS XI

Keywords: LAUNDRY

Modul
BAHAN
PEMBERSIH
LAUNDRY

DISUSUN OLEH

Yulika sebrianti, S.ST

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan modul Laundry (BINATU) .
Pembuatan modul Laundry ini dibuat dengan tujuan agar mengetahui apa saja sifat dan fungsi bahan
pencucian.

Penyelesaian modul laundry ini juga bersumberkan dari beberapa referensi. Dengan selesainya
modul laundry ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan masukan-masukan
kepada penulis.Untuk itu penulis mengucpkan terimah kasih kepada :

1. Bapak Drs. Arman Yulis,MM selaku kepala sekolah SMK N 2 Tteluk Kuantan
2. Kedua orang tua yang selau memberikan dukungan dan doa
3. Kawan-kawan yang telah memberikan motivasi
4. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang telah terlibat banyak

membatu, sehingga modul ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari modul ini, baik dari materi maupun teknik
penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih
semoga modul ini dapat bermanfaat.

Teluk Kuantan, November 2020

Penulis,

i

PENDAHULUAN

1. DESKRIPSI PEMBELAJARAN

Kompetensi Dasar mengalisis karakteristik bahan pembersih laundry ini merupakan salah satu
kompetensi dasar yang diajarkan pada mata pelajaran Laundry untuk kelas XI. Kompetensi Dasar ini
tercantum dalam SK dan Kd Kurikulum 2013 yang telah menjadi kurikulum Nasional. diharapkan guru
dapat memberikan materi dengan jelas agar para peserta didik dapat berhasil mencapai kompetensi yang
diharapkan. Anda sebagai Peserta didik akan mempelajari dan berlatih cara diantaranya :

1. Sifat bahan pembersih
2. Bahan pembersih sesuai fungsinya
3. Jenis – Jenis cucian
Ketuntasan Penguasaan kurikulum ini diukur melalui menerapkan proses pencucian melalui
pemahaman 5 konsep materi yang ada. Aspek yang diukur dari penguasaan kompetensi ini mencakup 2
aspek, yaitu : Pengetahuan tentang proses pencucian serta keterampilan melakukan pencucian. Setelah
anda menguasai 5 konsep materi diatas, maka peserta didik sudah dinyatakan kompeten pada
Kompetensi Dasar Menerapkan proses pencucian dan melakukan pencucian.
2. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta didik dapat:
1. Menganalisis sifat bahan pembersih laundry dengan benar.
2. Mengkategorikan bahan pembersih sesuai fugsinya dengan tepat.
3. Menentukan bahan pembersih sesuai jenis cucian dengan benar.
4. Merancang banyaknya bahan pembersih yang digunakaan sesuai jumlah cucian dengan
terperinci.

ii

A. BAGI GURUPETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

B. BAGI PESERTA DIDIK Berikan modul ini sebelum proses pembelajaran

Informasikanlah tentang cara pemakaian modul, cara pembelajaran,
cara penilaian, bahan, waktu dan alat yang dibutuhkan

Bimbinglah peserta didik agar tidak mendapat kesulitan dalam
mempelajari modul ini

Persiapkan semua fasilitas yang diperlukan saat proses pembelajaran
modul ini agar menncapai kompetensi yang diharapkan

Berikanlah kesempatan tanya jawab kepada Peserta Didik

Manfaatkan media dan sumber belajar yang mendukung

Monitor dan catat kemajuan peserta didik serta lakukan evaluasi

Bacalah modul ini sebelum proses pembelajaran berlangsung dengan
cermat, teliti, dan benar

Diskusikan dengan sesama peserta didik jika anda kurang paham dalam
proses pembelajaran. Bila masih ragu, maka tanyakan kepada Guru
sampai paham

Kerjakan tugas -tugas yang diberikan secara individu dengan teliti , jujur,
serta bertanggung jawab.

Apabila anda telah menguasai materi maka mintalah kepada guru untuk
menguji anda

Jika peserta didik belum dapat menguasai modul ini maka peserta didik
tidak dapat melanjutkan ke modul berikutnya

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................... i
BAB 1
PENDAHULUAN .......................................................................................................................... ii

1. DESKRIPSI PEMBELAJARAN ....................................................................................... ii
2. TUJUAN PEMBELAJARAN ........................................................................................... ii
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ...................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................. iv
BAB II PEMBELAJARAN
A. Sifat Dan Bahan Pembersih ........................................................................................... 2
B. Pembersih Noda................................................................................................................ 7
C. Cara. Menghilangkan Beberapa Jenis Noda....................................................................... 10

PENUTUP ……………………………………………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................
GLOSARIUM ..............................................................................................................................

ivv

BAB II
BAHAN PEMBERSIH LAUNDRY

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

Program keahlian : Perhotelan dan Jasa Pariwisata

Kompetensi keahlian : Perhotelan

Mata pelajaran : Laundry

Kelas : XII

Apersepsi
Bayangkan Anda adalah seorang chef yang akan membuat sebuah hidangan. Pasti Anda akan

memikirkan bahan-bahan yang akan digunakan. Takaran dan cara menggunakannya tentu dipikirkan pula.
Dengan mengetahui bahan-bahan yang akan digunakan, berikut takaran dan cara membuatnya, pasti
hidangan yang dihasilkan terasa enak dan nikmat. Hal yang sama terjadi pada usaha laundry di hotel. Agar
cucian bersih dan nyaman digunakan, pilih bahan-bahan pembersih yang sesuai.

Takaran dan cara menggunakannya harus dipahami dengan baik. Pemaparan berikut menjelaskan
bahan-bahan pembersih yang digunakan Laundry/binatu. Bahan-bahan itu dikelompokkan menjadi bahan-
bahan pencuci dan bahan-bahan pembersih noda. Juga diuraikan mengenai cara menghilangkan beberapa
jenis noda. Apa saja bahan-bahan itu dan bagaimana cara menggunakannya, marl kita telaah bersama
dalam uraian berikut ini.

Bahan-bahan pencuci yang digunakan di Laundry mempunyai sifat dan karakteristik kimia dan
fungsi yang berbeda antara satu dan lainnya, baik yang dalam bentuk bubuk (powder) maupun cairan
(liquid). Produk yang dipasarkan mempunyai nama/merek yang berbeda-beda, tatapi mempunyai bahan
dan fungsi yang sama.

A. SIFAT DAN FUNGSI BAHAN PEMBERSIH

BAHAN-BAHAN PENCUCl/PEMBERSIH
Air, alkali, detergent, bleach,e sour, dan starch merupakan bahan pencuci utama yang digunakan di laundry.
Kegunaan dan fungsi masing-masing bahan pembersih diuraikan secara terperinci berikut ini.
1. Air

Air merupakan media pembersih paling utama dalam kegiatan pencucian secara laundry. Sifat dan
jenis air akan sangat berpengaruh pada daya cuci obat-obatan pembersih lainnya sehingga ia memegang
peranan penting dalam menghasilkan cucian yang bersih.

Untuk mengetahui kualitas air yang baik, biasanya dilakukan berbagai analisa/tes terhadap
kandungan air tersebut, yakni kesadahan (untuk mengetahui kandungan kapur yang terdapat dalam air
tersebut), pH (untuk mengetahui tingkat keasaman air yang disebabkan oleh banyaknya ion hidrogen; air

1

yang baik adalah yang memiliki pH netral =7), alkalinitas (menghitung jumlah senyawa natrium dan kalium
yang terdapat di dalam air yang dilambangkan dengan Na20/liter air).

Sifat air juga sangat dipengaruhi oleh sumbernya. Sumber¬sumber air itu di antaranya sebagai berikut:
a. Air hujan: Sumber air ini berasal dari butiran-butiran air

yang jatuh dari awan yang menyerap gas dan berbagai partikel di udara, termasuk berbagai
pengotor atmosfer, seperti karbondioksida, garam-garam amonium, nitrat, klorida, sulfat, dan lain-
lain. Oleh karena itu, sifat asam air ini sangat tinggi.
b. Air sungai: Kondisi dan lingkungan sekitar daerah yang dilewati oleh aliran sungai ini akan sangat
memengaruhi kualitas air yang dihasilkan, baik kejernihannya maupun tingkat pH airnya.
c. Air mata air: Air ini umumnya mengandung kesadahan yang cukup tinggi karena kandungan CO2
yang didapat dari berbagai garam kalsium dan magnesium karbonat. Air seperti ini biasanya kita
jumpai pada air sumur atau air tanah.
d. Air ledeng: Air ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, namun setelah melalui berbagai proses,
terutama proses penjernihan dan penetralan kandungan kimia (termasuk tingkat keasaman), air ini
menjadi air yang paling baik untuk proses pencucian.

Karena tidak semua tempat memiliki pelayanan air ledeng, untuk memenuhi kebutuhan air yang layak bagi
proses pencucian, di akhir proses penjernihan biasanya ditambahkan zat pelunak air (water softener).
Efektivitas detergen dalam mengangkat kotoran sangat dipengaruhi oleh kondisi kesadahan air. Semakin
tinggi kesadahannya, semakin sulit detergen bekerja untuk mengangkat kotoran dari serat kain. Oleh sebab
itu, diperlukan pelunak air atau sequestrant yang fungsi utamanya untuk menurunkan kesadahan dengan
cara mengikat ion-ion kalsium, magnesium dalam air.

2. Alkali/Alkaline Builder .
Akali mampu menetralisasikan kondisi asam resapan cucian dengan mengendapkan ion-ion

(muatan listrik) yang berada pada satu air cucian kotor sampai ke dasar yang paling bawah dan berfungsi
sebagai mediator yang baik untuk mengurangi tegangan permukaan antara sabun dan minyak sehingga
keduanya dapat bergabung bekerja sama membersihkan noda-noda pakaian.

Alkaline builder dapat diberikan secara terpisah pada saat perendaman atau dicampurkan dengan
soap/detergen pada saat proses pencucian (sudsing). Fungsi utamanya adalah membantu sepenuhnya
aktivitas dan efektivitas dari soap/detergen untuk mengangkat dan melepaskan noda, kotoran, dan minyak
dari kain sehingga menghasilkan kualitas cucian yang baik.

Bahan kimia membuat suasana pencucian pada pH >7 dan menjadi Basa (pH 13). Karena tingkat
kesadahannya yang tinggi (Ph 10-12), lemak dan minyak akan lebih mudah diemulsikan dan menetralisasi
pengotoran yang bersifat asam. Pemakaiannya bergantung pada tingkat pengotoran, umumnya berkisar
antara 5-10 gr/kg cucian. Alkaline memiliki ciri-ciri fisik tidak berbau/ odorless, terasa panas bila dipegang
tangan, dan gatal pada kulit tangan.

3. Soap atau Detergen
Fungsi utama soap atau sabun yang lebih dikenal dengan nama detergen adalah mengeluarkan,

mengangkat, melarutkan serta mencegah kotoran tidak kembali menempel pada serat benang. Pengotor-
pengotor yang menempel di pakaian biasanya memiliki ikatan kimia yang kuat pada serat pakaian. Oleh
sebab itu, diperlukan bahan pencuci yang mampu menurunkan/melepaskan ikatan tersebut.

2

Bahan pencuci tersebut adalah detergen. Kandungan kimia utama dalam detergen adalah zat
surfactant. Zat ini memiliki kekuatan aktif untuk merendahkan permukaan suatu sistem. Untuisistem
pakaian/kotoran, semakin kuat ikatan antara pakaian dan kotoran, semakin kuat pula tegangan
permukaannya. Karena kuatnya ikatan-ikatan/pakaian,. sebagai media yang dipakai dalam proses
pencucian akan sulit sekali membasahi sistem ini, namun dengan penambahan surfactant, tegangan
permukaan antara pakaian dan pengotor akan turun, sampai akhirnya sistem ini dapat dibasahi. Akibatnya,
kotoran akan lebih mudah terlepas dari pakaian.

Di Laundry, ada 3 jenis surfactant yang umum dipergunakan, yakni:
a. Anionic surfactant: Di dalam air, surfactant jenis ini akan terurai menjadi ion-ion bermuatan (+) dan
(—), tetapi hanya molekul surfactant (-) yang bekerja. Oleh karena itu, surfactant jenis ini sangat
efektif bekerja dalam lingkungan basa (pH > 7). Contohnya RSO3, -Na+.
b. Cationic surfactant: Di dalam air, surfactant jenis ini juga akan terurai menjadi ion-ion bermuatan (+)
dan (—), tetapi hanya molekul surfactant (+) yang bekerja efektif. Oleh karena itu, surfactant jenis ini
bekerja dalam lingkungan asam (pH < 7) Contohnya R NH4, +Cl.
c. Nonionic Surfactant: surfactant jenis ini molekulnya tidak terurai di dalam air sehingga mampu
bekerja efektif baik dalam lingkungan asam (pH < 7) ataupun lingkungan basa (pH >7). Contohnya
R- 0(C21-140) —H.

Gambar Contoh deterjen yang digunakan dalam proses laundry.

Dari ketiga jenis surfactant di atas, jenis detergen yang paling banyak digunakan adalah yang bersifat
Nonionic dengan pertimbangan dapat bekerja efektif di semua kondisi air, tidak menghasilkan banyak
busa, serta mampu membersihkan kotoran dan bau keringat. Jenis inilah yang paling banyak digunakan
dalam industri laundry karena dapat menghemat air, waktu, mesin dan energi/ tenaga (baik listrik
maupun manusianya) yang pada akhirnya akan menghemat biaya yang dikeluarkan. Selain itu, jenis ini
juga ramah lingkungan (biodegradable) saat dibuang ke saluran air sehingga tidak membunuh biota air
dan mencemari lingkungan. Di samping itu, mullah larut dalam air sehingga proses pelepasan kotoran
dapat berlangsung dengan cepat.
Dalam proses pencucian, ke dalam detergen juga ditambahkan zat-zat lain yang berfungsi membunuh
bakteri/kuman. Biasanya, ditambahkan juga bahan untuk melicinkan, melembutkan, dan melunakan
permukaan pakaian, dan aroma/bau yang wangi dan menyegarkan. Selama ini, di pasaran dikenal 4

3

bentuk detergen, mulai dari yang berbentuk bubuk/powder, kristal/butiran, liquid/ cair hingga
pasta/mie (flake).

4. Chlorine Bleach
Pemutih atau bleach bukan untuk menghilangkan noda pada pakaian. Fungsi utama pemutih

adalah menghilangkan bayangan bekas noda (filming) yang masih tertinggal pada permukaan pakaian,
serta sebagai optical brightener (membuat pakaian menjadi cemerlang).

Ciri khas bleach atau pemutih adalah baunya yang menyengat. Cairan pengelantang ini memberikan
kekuatan istimewa yang ,aman bagi cucian putih. Cairan ini cepat larut dalam air sehingga proses
pelepasan noda berlangsung cepat, juga bisa menghilangkan bau dan sisa kotoran di kain. Di samping
itu, juga berfungsi membunuh kuman (desinfectant atau bacteria destroying agent).
Tingkat kesadahan pemutih paling tinggi di antara bahan pembersih lainnya (berkisar antara Ph12-14).
Bleach akan efektif pada larutan air dengan suhu 40-50°C, dalam pH 10-11. Dosis penggunaannya
yakni 1-3gr/kg cucian putih. Perlu diketahui bahwa tidak semua bleach dapat dipakai dalam proses
pencucian. Di pasaran terdapat 2 jenis bleach yang dikenal, yaitu dry bleach yang digunakan untuk
Laundry dan tropical bleach yang digunakan untuk kolam renang.

Contoh Pemutih atau bleach yang dugunakan dalam proses laundry

5. Oxygen (Oxy) Bleach, Hydrogen Peroxide (-1202)
Selain chlorine bleach, ada lagi cairan pengelantang yang diformulasikan khusus untuk melepaskan

noda, kotoran dari bahan tekstil alami, sintetis dan katun polyester berwarna dan tidak memudarkan
materialitekstil. Cairan itu ialah Oxygen Bleach atau Hydrogen Peroxide. Cairan ini bekerja efektif pada
suhu 70°C-80°C dan pH 10-11.5, dengan takaran penggunaan sebanyak 1-3 ml/kg cucian berwarna.
Bahan kimia ini memiliki efek negatif, yaitu menyebabkan gatal-gatal dan pangs apabila terkena kulit.
Oleh karena itu, setiap kali memakai bleach jenis ini diwajibkan menggunakan pengaman berupa
sarung tangan dan masker.

Bleach sebaiknya disimpan dalam kemasan yang terbuat dari bahan plastik atau kaca dan disimpan
di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Penanganan yang demikian
disebabkan oleh sifat korosif bleach sehingga apabila disimpan dalam kemasan yang terbuat dari metal
(drum/kaleng), bleach bisa berkarat dan berlubang. Selain itu, bleach juga mengandung gas klor yang
dapat menyebabkan ledakan.

4

Contoh liquid oxygen blech yang digunakan dalam proses laundry

6. Sour (Neutralizer)
Dalam proses pencucian, sour berfungsi untuk menetralisasi sisa-sisa alkali yang masih berada

dalam pakaian, termasuk sisa soap/detergen dan bleach pada saat pencucian baik dalam larutan
dingin maupun hangat. Jika cucian masih banyak mengandung sisa alkali, saat selesai disetrika warna
pakaian akan terlihat kekuning-kuningan (yellowish). Oleh sebab itu, adanya sour akan mengurangi
kerusakan tekstil atau efek kuning akibat unsur pengelantang chlorine.
Sour berciri fisik tidak berbau/odorless, terasa dingin bila dipegang, dan ber-pH 6. Jumlah penggunaan
sour yang harus ditambahkan akan bergantung pada banyaknya ion alkali. Umumnya, dipakai pada saat
pembilasan terakhir (final rinse) dengan dosis penggunaan ± 2-3gr/kg cucian.

Contoh laundry sour atau neutralizer

7. Softener
Softener berupa cairan kental berwarna yang mengandung pelembut sehingga terasa nyaman di

kulit. Kationik yang dimilikinyaFirsifat pembunuh bakteri untuk semua jenis katun, sintetis, dan wol
sehingga menjadi lembut, halus, dan harum dan memudahkan saat pakaian disetrika. Softener memiliki
pH 6,5 dan digunakan pada pembilasan terakhir.
Pemakaiannya harus sesuai dengan takaran terutama pada linen-linen berwarna putih. Jika
pemakaiannya berlebihan, kemampuannya mengikat zat besi (Fe) akan menyebabkan warna

5

kekuningan (yellowish) pada linen tersebut dan daya serapnya berkurang karena terlalu banyak lilin
yang melindungi serat (fiber).

Contoh laundry fabric softener

8. Starch
Starch sering disebut kanji. Umumnya, starch berbentuk bubuk (powder) dan berguna untuk

mengeraskan/membuat kaku beberapa jenis linen sehingga memudahkan dálam pelicinan dan
penggunaannya nanti. Linen yang sering menggunakan Starch dalam proses pencuciannya paling
banyak berasal dari Food & Beverage, seperti napkin dan table cloth. Sementara itu, semua jenis towel
tidak diperkenankan menggunakan starch karena akan membuat towel akan kaku/keras dan
menyebabkan iritasi pada kulit pemakainya.

Contoh liquid laundry starch

6

B. PEMBERSIH NODA

Semakin lama kotoran menempel pada kain/pakaian, semakin sulit kotoran itu dihilangkan. Oleh karena itu,
jika terkena kotoran, usahakan agar kain/pakaian itu segera dicuci dalam waktu kurang dari 24 jam.
Apabila lebih, kotoran tersebut akan menempel pada kain secara kimia dan harus dibersihkan dengan
pembersih noda yang sering disebut spotting chemicals. Berikut adalah beberapa spotting chemicals yang
lazim digunakan pada Laundry hotel.

No Merk Dagang Ciri Fisik Kegunaan
1 BonGo
Tidak bewarna dan Untuk noda makanan dan minuman
tidak berbau

2 QwikGo Tidak bewarna dan Untuk noda minuman/soft drink
3 YellowGo
tidak berbau (alcoholic drink)

Warna hitam pekat dan Untuk noda kelunturan pada baju putih

tidak berbau warna apa saja

7

4 RustGo RustGo Untuk noda karat

5 Phyratex Warna kuning dan (Multipurpose) untuk noda yang
6 TarGo
berbau menyengat berasal Bari minyak, seperti lipstick,

cat minyak, oli, minuman dan makanan

Warna kuning, keras Untuk noda tar/aspal

dan tidak berbau sama seperti di atas
menyengat
khusus pada warna gelap

7 ExGo Warna putih (bening) Untuk noda yang berasal dari bahan
kimia yang mengandung nitrat atau
yang tidak jelas asalnya

8

8 InkGo Warna hitam dan tidak Untuk noda tinta
berbau

9 RiteGo Tidak berwarna dan Untuk noda darah
tidak berbau

10 BloodGo Tidak berwarna dan Untuk noda darah
tidak berbau

11 ReddyGo Tdak berwarna dan Untuk noda karat yang tidak begitu

tidak berbau kuat

9

12 Eradicator Tidak berwarna dan Untuk noda karat yang sangat kuat
tidak berbau

C. CARA. MENGHILANGKAN BEBERAPA JENIS NODA
Sebelum menghilangkan noda pada. bahan pakaian, ketahanan bahan dan ketahanan warnanya

harus dites terlebih dahulu. Cara pengetesannya adalah sebagai berikut:
Ambil bagian lipatan dalam untuk dites dengan bahan spotting agent yang akan digunakan. Hati-hati jangan
sampai mengenai bagian luar pakaian, sebab bila bahan pakaian tidak kuat terhadap spotting remover yang
digunakan, pakaian akan menjadi belang/luntur atau rusak. Bila tidak terjadi perubahan warna atau sifat,
langkah selanjutnya adalah meneteskan spotting remover pada noda yang akan dihilangkan. Jika setelah
diteteskan tidak ada perubahan pada noda (noda tidak larut), mungkin perlu dibantu dengan sikat dan alat
spotting seperti spatula dan alat lainnya.

Alat spotting yang biasa digunakan adalah
1. Brush (sikat) baja atau nilon yang halus.
2. Spatula, yakni tulang yang dibentuk seperti pisau kecil atau sendok untuk mengorek noda.
3. Mesin spotting/spotting table untuk memberi bantuan panas atau menyemprotkan angin sehingga
noda yang sudah larut dapat hilang dan kering.

Dalam proses pengetesan itu, beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Catatan-catatan itu adalah
sebagai berikut:

1. Jika dengan spotting remover pertama noda tidak hilang, cucilah bekas yang di-spot sebersih
mungkin, lalu adakan pengetesan lagi. Namun bila tidak berhasil juga, ganti dengan menggunakan
spotting remover lainnya.

2. Saat menyikat pakaian yang terkena noda, lakukan dengan penuh kehati-hatian sehingga tidak
merusak serat/anyaman kain pakaian.

3. Jangan menggunakan dua bahan spotting remover secara bersamaan karena akan menimbulkan
oksidasi spotting remover yang berbeda terhadap warna:

4.
Berikut adalah beberapa cara untuk menghilangkan noda/ stain yang lazim ditemui saat proses pencucian
di laundry.
1. Noda Tinta
Cara menghilangkan noda tinta adalah sebagai berikut:

10

a. Letakkan bagian kain/pakaian yang terkena noda tinta di air yang mengalir, usahakan dengan posisi
terbalik.

b. Oles dengan sabun colek atau air sabun yang kental dan sikat noda dengan sikat tangan.
c. Gunakan InkGo dengan meneteskannya pada bagian yang ternoda agar noda tinta benar-benar

hilang.
d. Secara perlahan sikat dengan lembut, kemudian cuci dan bilas hingga bersih.
e.
2. Noda Darah
Cara menghilangkan noda darah adalah sebagai berikut:
a. Pakaian atau linen yang terkena noda darah segera direndam dengan air dingin, usahakan sebelum

darah mengering di kain tersebut.
b. Sikat noda dengan sikat tangan, setelah sebelumnya diolesi air sabun.
c. Jika terdapat QuickGo, bisa ditetes pada bagian yang bernoda secara perlahan dan disikat dengan

lembut.
d. Cuci dan bilas hingga hilang nodanya.

3. Noda Minuman Kopi, Teh, atau Obat Merah
Cara menghilangkan noda minuman kopi, teh, atau obat merah adalah sebagai berikut:

a. Rendam pakaian atau linen yang terkena noda dalam air bersih beberapa saat.
b. Teteskan/oleskan BonGo pada bagian yang terkena noda makanan, lalu sikat secara perlahan.
c. Cud dan bilas hingga bersih.

4. Noda Makanan, Sauce, dan Buah-buahan
Cara menghilangkan noda makanan, sauce, dan buah-buahan adalah sebagai berikut:

a. Rendam segara pakaian atau linen yang terkena noda dalam air dingin beberapa lama.
b. Teteskan/oleskan air sabun ke bagian yang terkena noda makanan, lalu sikat dengan lembut.
c. Gunakan QuickGo jika noda masih membandel, bisa diteteskan pada bagian yang bernoda secara

perlahan dan disikat dengan lembut.
d. Cuci dan bilas hingga bersih.

5. Noda Karat
Cara menghilangkan noda karat adalah sebagai berikut:

a. Basahi pakaian atau linen yang terkena noda dengan air dingin.
b. Teteskan/oleskan RustGo ke bagian yang terkena noda karat, tunggu beberapa saat agar obat

bekerja mengangkat karat.
c. Cuci dan bilas hingga bersih.

6. Noda Lemak/Minyak, Semir, dan Lipstick
Cara menghilangkan noda lemak/minyak, semir, dan lipstick adalah sebagai berikut:

a. Rendam segera pakaian atau linen yang terkena noda dengan air dingin beberapa lama.
b. Gunakan TarGo ke bagian yang terkena noda, lalu sikat dengan sikat tangan.
c. Cuci dan bilas hingga bersih.

11

7. Noda Cat Minyak
Cara cara menghilangkan noda cat minyak adalah sebagai berikut:

a. Tetesi bagian yang terkena cat dengan tinner secukupnya.
b. Sikat secara perlahan agar nodanya tidak menyebar.
c. Jika sudah berkurang, gunakan sabun untuk menghilangkan minyak cat.
d. Cuci dan bilas hingga bersih.

8. Kelunturan
Cara menghilangkan kelunturan adalah sebagai berikut:

a. Basahi pakaian atau linen yang terkena noda dengan air dingin.
b. Campurkan YellowGo ke dalam air panas secukupnya untuk merendam pakaian yang kelunturan.
c. Diamkan beberapa saat, lalu dicelup-celupkan hingga kelunturan menghilang.
d. Cuci dan bilas hingga bersih.

Catatan:
YellowGo hanya digunakan untuk kain berwarna dasar putih. Jika kelunturan itu terjadi pada pakaian yang
warna dasarnya bukan putih, sebaiknya cek terlebih dahulu baik ketahanan bahan maupun warna dasarnya
agar tidak terjadi kerusakan atau merusak warna aslinya.

Berikut ini merupakan beberapa bahan pembersih yang sering digunakan untuk membersihkan beberapa
kotoran dan noda.

Kotoran/Noda Bahan Pembersih

Getah Buah, Kopi, Teh, Anggur Air Sabun + Borac, DSC, Amoniac Ethyl, Kaporit, Alkohol,
Lumpur, Debu Amylacetat
Keringat Air Sabun, Soda
Coklat Air sabun Amoniak, Soda, CF Cleaner, Benzol
Makanan Kuah Glicerine dan Borax, QuickGo
Beer, Sake, Syrup, Liqour Air sabun, Amoniak, Kaporit, BonGo, QuickGo
Telur atau Tomat Air Sabun, Amoniak alcohol, Kaporit, Kaporit, BonGo
Susu, Ice Cream SF Cleaner
Permen, Kaldu Migester
Semir Sepatu SX 204
Tinta Solvent, TarGo, Carbon Tertac-clerite, DSC
Cuka air panas, Kaporit, InkGo, ColourGo, Ink Remover, Bensin
Karat
Rust Remover, RustGo, Cuka dengan kadar rendah, oxalic acid dengan air
Cat panas, hydro fluoric acid
Lak, Damar, Tir, Pernis DSC, Bensin, Terpentin, YGo
Minyak Kelapa, Mentega Spritus, Bensin Terpentin, YGo
Salad Oil Solvent, Soda dengan air hangat dan TarGo
Detergent

12

Minyak Pelumas PSC
Kunyit Air sabun dengan borax, YellowGo, ColorGo, Kaporit, CF Cleaner
Darah Air Dingin, Garam Kapur, Kaporit, QuickGo
Nikotin/Tembakau Acceton, TarGo, DSC
Cat Kuku Acceton, TarGo, DSC
Lipstick, Cologne, Pomade DSC, Percloroethylene, Air Sabun

RANGKUMAN

1. Sebagai media pembersih paling utama dalam kegiatan pencucian secara laundry, sifat dan jenis air
akan sangat berpengaruh pada daya cuci obat-obatan pembersih lainnya sehingga memegang
peranan penting dalam menghasilkan cucian yang bersih.

2. Beberapa test yang dilakukan untuk mengetahui kualitas air, yakni:
a. tingkat kesadahan (untuk mengetahui kandungan kapur yang terdapat dalam air
tersebut),
b. tingkat pH (untuk mengetahui tingkat keasaman air yang disebabkan banyaknya ion
hidrogen, air yang baik adalah air yang memiliki pH netral = 7), dan tingkat alkalinitas
(menghitung jumlah senyawa natrium dan kalium yang terdapat di dalam air yang
dilambangkan dengan Na20/liter air).

3. Alkaline builder dapat diberikan secara tersendiri pada saat perendaman atau dicampurkan dengan
soap/detergen pada saat proses pencucian (sudsing). Fungsi utamanya adalah membantu
sepenuhnya aktivitas dan efektivitas dari soap/detergen untuk mengangkat dan melepaskan noda,
kotoran, dan minyak dari kain sehingga menghasilkan kualitas cucian yang baik.

4. Pengotor-pengotor yang menempel di pakaian biasanya memiliki ikatan kimia yang kuat pada serat
pakaian. Oleh sebab itu, diperlukan bahan pencuci yang mampu menurunkan/ melepaskan ikatan
tersebut. Bahan pencuci tersebut adalah detergen. Kandungan kimia utama dalam detergent adalah
zat surfactant.

5. Softener digunakan sebagai pelembut serat kain sehingga pakaian mudah dikeluarkan dari mesin
dan biasanya ditambahkan parfum sebagai pewangi cucian. Selain itu, juga digunakan sebagai
penetralisasi muatan listrik statis (antistatic) terutama pada bahan sintetis agar kain mudah licin
dan disetrika sehingga nyaman untuk dipakai.

6. Sour memiliki fungsi sebagai penetralisasi air yang bersifat basa agar air sisa pencucian akan
kembali netral sehingga tidak mencemari lingkungan.

7. Semakin kotoran menempel pada kain/pakaian, semakin sulit kotoran itu dihilangkan. Oleh
8. karena itu, kain/pakaian yang terkena kotoran segera dicuci dalam waktu kurang dari 24 jam. Jika

lebih, kotoran tersebut akan menempel pada kain secara kimia dan harus dibersihkan dengan
pembersih noda yang sering disebut Spotting Chemical.

13

Soal Evaluasi

1. Menjadi faktor utama dalam media pembersih, sifat dan jenisnya sangat berpengaruh pada daya
cuci dan obat-obatan pembersih sehingga memegang peranan penting untuk menghasilkan cucian
yang bersih. Dari pernyataan diatas bahan pembersih yang dimaksud adalah….
a. Air
b. Detergent
c. Surfactant
d. Solvent
e. Stain remover

2. Efektivitas detergen dalam mengangkat kotoran sangat dipengaruhi kondisi kesadahan air. Semakin
tinggi kesadahannya, semakin sulit detergen bekerja untuk mengangkat kotoran dari serat kain.
Oleh karena itu, diperlukan pelunak air yang disebut juga…..
a. Air hujan
b. pH
c. Alkali
d. Water softener
e. Chor

3. Fungsi utama detergen adalah mengeluarkan, mengangkat, melarutkan serta mencegah kotoran
tidak kembali menempel pada serat benang.pengotor-pengotor yang menempel dipakaian memiliki
ikatan kimia yang kuat pada serat pakaian. Oleh karena itu untuk memaksimalkan fungsinya,
detergen mengandung bahan kimia utama yaitu….
a. Bleach
b. Alkali
c. Sour
d. Starch
e. Surfactant

4. Bahan pembersih yang berbentuk bubuk, fungsi utamanya adalah untuk mengeraskan atau
membuat kaku beberapa jenis linen sehingga memudahkan dalam proses pelicinan dan
penggunaannya. Bahan pembersih tersebut adalah…
a. Chlorine bleach
b. Sour
c. Starch

d. Softener
e. Detergen
5. Dilaundry ada 3 jenis surfactant yang digunakan, yaitu anionic, cationic dan nonionic. Surfactant
tersebut mempunyai sifat dan cara kerja yang berbeda. Dibawah ini manakah yang menunjukkan
sifat dari nonionic surfactant……
a. Bekerja sangat efektif dalam lingkungan basah
b. Mampu bekerja efektif baik dalam lingkungan asam maupun lingkungan basah
c. Bekerja efektif dalam lingkungan asam dan kering
d. Mampu bekerja efektif pada lingkungan asam
e. Tidak bisa digunakan pada pencucian linen
6. Perhatikan urutan prosedur penghilang noda dibawah ini :
1. Basahi permukaan kain pada sisi yang hanya terkena noda dengan air hangat
2. Melakukan tes kelunturan pada ujung pakaian atau area tersembunyi
3. Sikat secara berlahan dengan sikat yang lembut dan bilas
4. Diamkan beberapa menit (3-5 menit)
5. Untuk noda membandel gunakan, heavy duty stain remover
6. setelah noda hilang atau pudar, cucilah pakaian menggunakan detergent guna mendapatkan
hasil yang maksimal

Urutan yang benar pada prosedur penghilang noda adalah….
a. 2-1-4-3-5-6
b. 1-2-3-4-5-6
c. 3-2-1-4-6-5
d. 2-4-1-5-6-3
e. 5-4-3-6-2-1
7. Formulasi khusus yang digunakan sebelum proses penyabunan dengan deterjen yang berguna
melepaskan noda, kotoran, minyak dari kain sehingga menghasilkan kualitas cucian yang baik,
merupakan fungsi dari bahan pencuci yaitu…..
a. Air
b. Oksidator
c. Sour
d. Alkali
e. detergent
8. Saat merayakan hari ulang tahun, Mikaila tidak sengaja menjatuhkan kue ulang tahun yang akan
diberikan kepada orang tuanya. Baju Mikaila terkena noda kue. Untuk menghilangkan noda pada
pakaian Mikaila maka harus di gunakan bahan penbersih khusus yaitu….
a. Qwik go

b. Tar go
c. Ink go
d. Rust go
e. Bon go
9. Mr. Lukman sedang mengadakan meeting dengan koleganya disebuah caffe yang sangat terkenal
dengan kenikmatan kopinya. Saat menikmati kopi tersebut Mr. Lukman tidak sengaja
menumpahkan kopi dan terkena pakaian yang dikenakan. Agar noda kopi pada pakaian tersebut
hilang, maka perlu digunakan…..
a. Qwik go
b. Tar go
c. Ink go
d. Rust go
e. Bon go
10. Mempunyai ciri fisik warna putih bening, berfungsi untuk noda yang berasal dar bahan kimia yang
mengandung nitrat atau yang tidak jelas asalnya. Bahan pembersih noda yang dimaksud adalah….
a. Ex go
b. Tar go
c. Rite go
d. Yellow go

DAFTAR PUSTAKA

1. Mega Nanda,Indhira.Laundry.2019.Bogor: Yudhistira
2. Parantika Solihin,Asep.Laundry. 2019.Jakarta: Erlangga
3. http://bahanlaundry,com

GLOSARIUM

Alkali : merupakan formulasi khusus yang digunakan sebelum
proses penyabunan dengan deterjen yang berguna
Bon GO melepaskan noda, kotoran, minyak dari kain sehingga
Chlorine Bleach, Sodium Hypochloride menghasilkan kualitas cucian yang baik.

: Menghilangkan noda seperti kopi, coklat, kaldu, soft
drink, ‘teh. Dll

: Cairan pengelantang yang memberikan kekuatan
pemutih istimewa yang aman bagi cucian putih

Brush : Sikat yang digunakan untuk menyikat kerah pakaian
yang sangat kotor maupun noda-noda yang lain

InkGO : Menghilangkan noda tinta, lumut, obat-obatan, darah,
bekas Buah

Oxygen Bleach, Oxy Bleach, Hydrogen : Cairan pengelantang yang diformulasikan khusus

Perocide untuk melepaskan noda, kotoran dari bahan tekstil

alami, sintetis dan katun, polyester berwarna dan tidak

memudarkan material / tekstil

Qwik GO : Menghilangkan noda seperti darah, telur, coklat, kaldu,
RustGo ice cream, susu, bumbu-bumbu salad.

: Menghilangkan noda seperti karat

Softener : Cairan kental berwarna mengandung pelembut
kationik bersifat pembunuh bakteri untuk semua katun,
sintetis, wool sehingga menjadi lembut, halus, harum
dan pakaian dapat disetrika dengan mudah. Istilah lain
adalah Gliserin cair.

Solvent : sejenis minyak dengan nama lain perklone /
Starch perkloroetheline / tetra-cloroetheline

Sour : jenis kanji yang berguna membuat pakaian, linen
menjadi kaku (kerahbaju, pergelangan tangan, napkin,
Table Linen table cloth ) dan licin setelah disetrika / pressing
TarGO
Water : Cairan penetral multiguna yang diformulasi untuk
Water Hardness / Conditioner menetralisir sisa, bau detergent, chlorine, kadar alkali
pada saat proses pencucian baik dalam larutan dingin
maupun hangat

: Biasanya table linen/meja linen ini ditempatkan di
depan mesin flat work ironer

: Menghilangkan noda seperti crayon ( pastel ).

: Media utama dalam pelepasan kotoran dari
material ( pakaian / linen ).

: bahan kimia yang berguna untuk menetralkan kadar air
yang mengandung zat besi




Click to View FlipBook Version