The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini merupakan buku yang dikarang oleh Anugrah Padang Zakaria (E021201066 ) untuk memenuhi tugas kuliahnya. Dalam buku ini dipaparkan mengenai rangkuman-rangkuman materi yang didapatkan dalam mata kuliah Teori Dasar Ilmu komunikasi yang diampu oleh Drs. Syamsuddin Aziz, M.Phil.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zakariaanugrah4, 2021-10-13 07:12:04

Teori Dasar Ilmu Komunikasi

Buku ini merupakan buku yang dikarang oleh Anugrah Padang Zakaria (E021201066 ) untuk memenuhi tugas kuliahnya. Dalam buku ini dipaparkan mengenai rangkuman-rangkuman materi yang didapatkan dalam mata kuliah Teori Dasar Ilmu komunikasi yang diampu oleh Drs. Syamsuddin Aziz, M.Phil.

sekelilingnya berdasarkan pada apa yang dilihatnya dimedia Sedangkan dari
sudut pandang tradisi kritis, teori ini menjelaskan mengenai bagaimana
media khususnya televise memiliki pengaruh yang sangat besar dalam
perkembangan manusia sehari-hari. Selain itu televise juga memiliki
kecenderungan untuk membatasi dan menyembunyikan beberapa fakta
tertentu terhadap publik serta menghomogenisasikan budaya-budaya yang
ada (Littlejohn & Foss, 2009; Littlejohn, Foss, & Oetzel, 2012; West &
Turner, 2008).

Teori Kajian Budaya (Cultural Studies) oleh Stuart Hall

Teori ini merupakan teori yang dikembangkan Stuart Hall berdasarkan
paham Marxisme yang digabungkan dengan berbagai pendekatan kritis
yang berkaitan dengan politik. Dalam hal ini, teori ini berusaha untuk
memahami bagaimana makna yang dihasilkan, disebarluaskan,
diperebutkan, diikat oleh sistem kekuasaan dan dominasi yang diproduksi
dari bidang sosial, politik dan ekonomi dalam suatu susunan struktur sosial/
budaya dalam masyarakat tertentu.

Asumsi teori kajian budaya (West & Turner, 2008):

 Budaya meliputi dan melanggar semua aspek perilaku manusia.
 Orang adalah bagian dari struktur hierarki kekuasaan.

Menurut West & Turner (2008) teori kajian budaya termasuk ke dalam
tradisi kritis (Hal. 433). Karena dari sudut pandang kritis, teori ini
menjelaskan bagaimana pemahaman mengenai budaya dalam masyarakat
dapat digunakan untuk menyamaikan pesan dengan makna-makna tertentu

41

dengan tujuan untuk mendorong gerakan yang menentang adanya
dominasi dan hegemoni budaya dalam masyarakat (West & Turner, 2008).

Teori Ekologi Media (Media Ecology Theory) oleh Marshall McLuhan

Dalam perkembangan teori ini, konsep awal dari teori ini pertama kali
dikemukakan oleh Marshall McLuhan pada tahun 1964, sedangkan istilah
ekologi media pertama kali diperkenalkan secara formal oleh Neil Postman
pada tahun 1968. Teori ini merupakan teori yang berfokus pada teknologi,
komunikasi dan pengaruhnya terhadap lingkungan disekitarnya. Teori ini
sendiri ingin menjelaskan mengenai bagaimana media komunikasi
memengaruhi persepsi, pemahaman, perasaan, dan nilai manusia dan
bagaimana interaksi kita dengan media memfasilitasi atau menghambat
kehidupan kita.

Asumsi teori ekologi media (West & Turner, 2008):

 Media tertanam hampir setiap tindakan dan perilaku di dalam
masyarakat.

 Media menetapkan persepsi kita dan mengatur pengalaman kita.
 Media mengikat dunia bersama-sama.

Menurut West & Turner (2008) teori ekologi media termasuk ke dalam
tradisi sosiokultural dan kritis (Hal.452). Karena dari sudut pandang
sosiokultural, teori ini menjelaskan mengenai bagaimana media dapat
mengubah tatanan sosial dalam masyarakat serta mempengaruhi kepekaan
manusia terhadap keadaan lingkungan disekelilingnya. Sedangkan dari

42

sudut pandang kritis, teori ini menjelaskan mengenai bagaimana media
sangat mempengaruhi keseharian manusia sehingga memiliki media
memiliki status yang independen dan otonom dengan hak mereka sendiri
(Littlejohn, Foss, & Oetzel, 2012; West & Turner, 2008)

Teori Negosiasi Wajah (Face-Negotiation Theory) oleh Stella Ting-Toomey

Teori yang pertama kali dikembangkan oleh Stella Ting-Toomey pada
tahun 1985, untuk memahami bagaimana orang-orang dari budaya yang
berbeda dapat mengelola hubungan dan perbedaan pendapat mereka.
Teori ini menempatkan "wajah" atau pencitra diri ketika berkomunikasi
dengan orang lain sebagai suatu fenomena universal yang melingkupi
semua budaya. Dalam teori ini dikatakan bahwa seseorang yang
“wajah”nya terancam memiliki kecenderung untuk menyelamatkan atau
memulihkan wajah mereka pada saat berkomunikasi.

Asumsi teori negosiasi wajah (West & Turner, 2008)

 Identitas diri penting dalam interaksi interpersonal, dengan individu
menegosiasikan identitas mereka secara berbeda melalui lintas
budaya.

 Manajemen konflik dimediasi oleh wajah dan budaya.
 Tindakan tertentu mengancam citra diri (wajah) yang diproyeksikan

oleh seseorang.

Menurut West & Turner (2008) teori negosiasi wajah termasuk ke dalam
tradisi sosiopsikologi (Hal. 472). Karena dari sudut pandang tradisi
sosiopsikologi, teori ini membahas mengenai bagaimana pencitraan diri
dan identitas diri (wajah) yang ditampilkan oleh seseorang, dapat

43

mempengaruhi proses komunikasi yang lakukan dengan orang lain (West &
Turner, 2008).

Teori Akomodasi Komunikasi (Communication Accommodation Theory)
oleh Howard Giles

Teori merupakan dikemukakan oleh Howard Giles dan rekan-rekannya
yang berkaitan dengan penyesuaian interpersonal dalam sebuah interaksi
komunikasi. Teori ini sendiri berawal dari pemikiran Giles mengenai model
“mobilitas aksen” yang didasarkan pada berbagai aksen yang dapat
didengar pada sebuah situasi wawancara. Dalam hal ini teori ini
menekankan mengenai bagaimana seseorang cendrung akan menyesuaikan
diri dan mengatur perilaku mereka untuk beradaptasi dengan orang yang
diajak berkomunikasi untuk menyesuaikan dirinya.
Asumsi teori akomodasi komunikasi (West & Turner, 2008):

 Kemampuan berbahasa dan perilaku, kesamaan dan ketidaksamaan
selalu terdapat dalam semua percakapan.

 Cara kita memandang ucapan dan perilaku orang lain menentukan
bagaimana cara kita mengevaluasi percakapan tersebut.

 Bahasa dan perilaku memberikan informasi tentang status sosial dan
termasuk kelompok.

 Akomodasi bervariasi dalam tingkat kesesuaiannya, dan norma-
norma memandu proses akomodasinnya .

44

Menurut West & Turner (2008) teori akomodasi komunikasi termasuk
ke dalam tradisi sosiopsikologi (Hal. 490). Karena dari sudut pandang
sosiospikologi, teori ini teori ini menjelaskan bagaimana seseorang akan
mengatur dan mengakomodasi perilaku dan cara penyampaian yang
lakukan agar dapat sesuai dengan orang lain, agar pesan yang disampaikan
dapat mempegaruhi jalannya proses komunikasi yang dilakukan dan
memberikan kesan kepada orang lain (DeVito, 2016; West & Turner, 2008).

Teori Kebungkaman/ Kelompok Bungkam (Muted Group Theory) oleh
Cheris Kramarae

Teori ini merupakan teori yang berasal dari hasil karya Edwin dan Shirley
Ardener, ahli sosial antropologi yang prihatin dengan struktur dan hierarki
sosial yang ada karena dalam hierarki tersebut kelompok yang berada di
atas hierarki memiliki kekuasaan untuk menentukan sistem komunikasi
sebagai dasar budaya hierarki tersebut. Dalam perkembangan teori ini
Cheris Kramarae merupakan salah satu yang mengembangkan teori ini
kedalam bidang komunikasi. Dalam teori ini, Kramarae menjelaskan
mengenai kelompok resesif (Wanita) harus menyesuaikan diri mereka
dengan kelompok dominan (Pria) melalui penggunaan bahasa dan perilaku
mereka.

Asumsi kebungkaman/kelompok bungkam (West & Turner, 2008)

 Wanita memandang dunia secara berbeda dari pria karena wanita
dan pria memiliki pengalaman dan kegiatan yang berbeda yang
didasari pada pembagian pekerjaan.

45

 Karena dominasi politik mereka, kaum pria memiliki persepsi yang
lebih dominan, sehingga menghambat kebebasan berekspresi kaum
wanita sebagai sosok alternative lain di dunia ini.

 Untuk berpartisipasi dalam masyarakat, perempuan harus
mengubah diri mereka dalam istilah ini berupa sistem ekspresi laki-
laki.

Menurut West & Turner (2008) teori kebungkaman atau kelompok
bungkam ini termasuk ke dalam tradisi kritis dan semiotika (Hal. 507).
Karena dari sudut pandang kritis, teori ini menjelaskan mengenai
bagaimana suatu proses komunikasi didominasi oleh suatu kelompok yang
didasarkan pada gender yaitu wanita (resesif) dan pria (domain). Sehingga
dalam proses komunikasi tersebut kelompok resesif harus menyesuaikan
diri agar dapat diterima oleh kelompok dominan. Sedangkan dari sudut
pandang semiotika teori ini menjelaskan mengenai bagaimana kelompok
resesif yang harus mencari kata-kata dan tanda yang tepat agar dapat
menggambarkan pengalaman dan pendapat mereka dengan benar (West &
Turner, 2008).

Teori Sudut Pandang Feminism (Feminist Standpoint Theory) oleh Nancy
C. M. Hartsock dan Julia T. Wood

Teori ini merupakan teori yang dikembangkan oleh Nancy C. M.
Hartsock berdasarkan pada paham Marxisme. Hartsock dalam
pengembangan teori ini menyatakan bahwa sudut pandang feminis sangat

46

penting untuk memeriksa penindasan yang terjadi dalam masyarakat secara
sistematis, yang kemudian menurut feminis sudut pandang merendahkan
pengetahuan perempuan. Kemudian dalam pengembangan teori ini Juliat T.
Wood merupakan orang yang membawa teori ini ke dalam bidang
komunikasi. Dalam pengembangan teori yang dilakukan Wood, dia
berpedapat bahwa perempuan memiliki kecenderungan untuk
menyampaikan sebuah pesan berdasarkan sudut pandang mereka bersama.
Dan dalam teori ini dia menjelaskan bagaimana posisi perempuan dalam
struktur kekuasaan atau hierarki sosial relatif berdampak pada interaksi
mereka.

Asumsi teori sudut pandang feminisme (West & Turner, 2008):

 Struktur kehidupan (atau posisi kelas) membangun dan membatasi
pemahaman tentang struktur sosial Hubungan.

 Ketika material kehidupan disusun dalam dua cara yang berbeda
untuk dua kelompok yang berlawaan, masing-masing pemahaman
akan menjadi kebalikan dari yang lainnya. Ketika ada kelompok
dominan dan kelompok bawahan, pemahaman kelompok dominan
akan menjadi parsial dan berbahaya.

 Visi dari kelompok yang berkuasa akan menyusun hubungan
material yang memaksa semua kelompok untuk berpartisipasi.

 Visi yang ada tersedia untuk kelompok tertindas mewakili
perjuangan dan prestasi.

 Pemahaman tentang potensi yang tertindas membuat (sudut
pandang) dapat melihat ketidakmanusiawian hubungan yang ada di

47

antara kelompok-kelompok dan menggerakkan kita menuju dunia
yang lebih baik dan lebih adil.
Menurut West & Turner (2008) teori sudut pandang feminism ini
termasuk ke dalam tradisi kritis (Hal. 521). Karena karena dari sudut
pandang kritis, teori ini menjelaskan mengenai bagaimana sebuah
kelompok memiliki kekuasaan, kedudukan, dan kebebasan dalam berbicara
yang lebih dominan daripada kelompok lainnya. Dan teori sudut pandang
feminis ini lebih mengarah kepada kelompok gender yang menyatakan
bahwa suatu ilmu terkhususnya ilmu sosial harus dilihat dari sudut pandang
feminis juga, karena teori ini menyatakan bahwa perempuan memiliki sudut
pandang dan pemahaman yang berbeda dengan laki-laki mengenai
pengetahuan karena adanya pengalaman dan kedudukan yang berbeda
dibandingkan dengan laki-laki (West & Turner, 2008).

48

Daftar Pustaka

Ambar. (2017, Mei 31). Komunikasi Interpersonal – Pengertian, Elemen, Sifat dan
Prinsip. Dipetik September 28, 2021, dari pakarkomunikasi.com:
https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-interpersonal

Ambar. (2017, Aprill 18). Landasan Teori Uses and Gratifications Menurut Para Ahli
– Asumsi dan Motifnya. Retrieved Oktober 3, 2021, from
pakarkomunikasi.com: https://pakarkomunikasi.com/teori-uses-and-
gratifications

Ambar. (2017, Juni 12). Teori Disonansi Kognitif – Asumsi – Konsep – Kritik.
Retrieved Oktober 2, 2021, from pakarkomunikasi.com:
https://pakarkomunikasi.com/teori-disonansi-kognitif

Ambar. (2017, September 22). Teori Manajemen Koordinasi Makna – Asumsi –
Konsep. Retrieved September 28, 2021, from pakarkomunikasi.com:
https://pakarkomunikasi.com/teori-manajemen-koordinasi-makna

Ambar. (2017, September 8). Teori Pengurangan Ketidakpastian – Asumsi –
Konsep. Retrieved September 29, 2021, from pakarkomunikasi.com:
https://pakarkomunikasi.com/teori-pengurangan-ketidakpastian

Ambar. (2018, May 20). Teori Dramatisme dalam Teori Komunikasi. Retrieved
Oktober 3, 2021, from pakarkomunikasi.com:
https://pakarkomunikasi.com/teori-dramatisme-dalam-teori-komunikasi

Ambar. (2019, Januari 10). 15 Hubungan Interpersonal dalam Komunikasi Antar
pribadi. Dipetik September 28, 2021, dari pakarkomunikasi.com:
https://pakarkomunikasi.com/hubungan-interpersonal-dalam-komunikasi-
antar-pribadi

DeVito, J. A. (2016). The Interpersonal Communication Book. Harlow: Pearson
Education Limited.

Heru. (2017, April 7). 14 Teori – teori Komunikasi Antar Pribadi dan Pengertiannya.
Retrieved Oktober 3, 2021, from pakarkomunikasi.com:
https://pakarkomunikasi.com/teori-teori-komunikasi-antar-pribadi

liliweri, A. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Prenada Media
Group.

49

Liliweri, A. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Prenada Media
Group.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Encyclopedia of Communication Theory.
California: SAGE Publications, Inc.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2012). Theories of Human
Communication. Long Grave: Waveland Press, Inc.

West, R., & Turner, L. H. (2008). Introducing Communication Theory : Analysis And
Application. New York: McGraw-Hill Education.

Wikipedia. (2021, September 11). Organizational Information Theory. Retrieved
Oktober 3, 2021, from en.wikipedia.org:
https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_informasi_organisasi#Asumsi

Wikipedia. (2021, Maret 1). Teori disonansi kognitif. Retrieved Oktober 2, 2021,
from id.wikipedia.org:
https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_disonansi_kognitif

50



2


Click to View FlipBook Version