MENGHITUNG TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT) USAHA
MAKANAN INTERNASIONAL
Pengertian titik Impas (Break Even Point)
Suatu keadaan dimana dalam suatu kegiatan usaha, seorang wirausahawan tidak mendapay unstung
maupun rugi/impas (penghasilan = total biaya)
Hal-hal yang harus diketahui agar titik impas dapat ditentukan dengan tepat :
1. Tingkat laba yang ingin dicapai dalam suatu periode
2. Kapasitas produksi yang tersedia, atau yang mungkin dapat ditingkatkan
3. Besarnya biaya yang harus dikeluarkakn, mencakup biaya tetap maupun biaya variable
Strategi yang harus dipakai untuk menentukan harga jual sehingga harga yang ditawarkan masuk akal
para pembeli (konsumen) :
1. Menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi
Caranya hanya dengan menghitung berapa Total Biaya yang dikeluarkan ditambahkan dengan
margin keuntungan yang diinginkan, maka itulah harga jual produk tersebut.
Misal : total biaya produksi adalah Rp. 15.000,-/produk. Kemudian ditambah dengan margin
keuntungan yang diinginkan misalnya sekitar 30%, maka harga jual produk tersebut Rp. 15.000,-
+ (Rp.15.000,- X 30%) = Rp. 19.500,-
2. Menentukah harga jual berdasarkan kompetisi
Cara ini biasa digunakan oleh wirausahawan yang baru mau memulai usaha. Cara yang dilakukan
dengan membandingkan harga jual competitor sebelum memutuskan untuk menetapkan harga
jual produknya. Biasanya harga jual produk baru lebih murah dari produk sejenis yang telah ada
sebelumnya. Meski lebih murah, biasanya tetap mendapatkan keuntungan. Bedanya margin
keuntungan yang didapat lebih sedikit disbanding competitor.
3. Menentukan harga jual berdasarkan tujuan khusus
Dengan menggunakan tujuan khusus, yaitu tujuan apa yang akan dicapai dari harga jual tersebut.
Apakah sekedar meningkatkan jumlah penjualan, meningkatkan image produk atau karena tujuan
lain.
Analisa BEP merupakan alat analisis untuk mengetahui batas nilai produksi atau volume produksi suatu
usaha untuk mencapai nilai impas yang artinya suatu usaha tersebut tidak mengalami keuntungan
ataupum kerugian.
Catatan : suatu usaha dikatakan layak, jika nilai BEP produksi lebih besar dari jumlah unit yang sedang
diproduksi saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini.
BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
BEP Produksi = Total Biaya
Harga penjualan
BEP Harga = Total Biaya
Total Produksi
Jika biaya produksi yang dikeluarkan untuk pembuatan produk makanan internasional sebesar Rp.
230.000,-/paket, sedangkan total produksi menghasilkan 50 bungkus per paket, dan jika harga produk
makanan internasional dihargai Rp. 4.500,-/bungkus, maka :
BEP Produksi = Rp. 230.000,-
Rp. 4.500,-
= 51 bungkus
BEP Harga = Rp. 230.000,-
50 bungkus
= Rp. 4.600,-/bungkus
TUGAS :
Kerjakan di buku tugasmu.
1. Hitunglah BEP Produksi dan BEP harga untuk 1 contoh makanan internasional.
2. Setiap siswa harus memilih 1 produk makanan internasional dan tidak boleh sama produknya
antara sesama siswa.
3. Tuliskan seluruh bahan baku yang dibutuhkan untuk 1 produk makanan internasional beserta
harga setiap bahan baku sehingga dapat diketahui Total Biaya Produksinya.
4. Tentukan BEP produksi dan BEP harganya.
Contoh :
Untuk membuat makanan internasional “Rendang” dibutuhkan bahan baku sebagai berikut :
1. 1 kg daging sapi Rp. 150.000,- (harga ter update)
2. 1 bungkus/paket bumbu rendang basah Rp. 23.000,- (harga ter update)
3. 1 kg santan murni Rp. 25.000,- (harga ter update)
Total Biaya = Rp. 198.000,-
Untuk 1 kg daging sapi akan diperoleh 20 – 22 potong irisan daging untuk rending, maka
perhitungan BEP Produksi dan BEP Harganya adalah sebagai berikut :
BEP Harga = Total Biaya
Total Produksi
= Rp. 198.000
22 potong
BEP Harga = Rp. 9.000,-
BEP Produksi = Total Biaya
Harga penjualan
= Rp. 198.000,-
Rp. 9.000,-
BEP produksi = 22 potong rendang