Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga modul mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) materi mobilitas sosial ini dapat
dapat diselesaikan dengan baik. Modul ini ditujukan untuk siswa kelas VIII. Modul ini disusun
berdasarkan Kurikulum 2013, sebagai referensi bagi guru dan siswa dalam memahami materi Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII. Materi dalam modul ini disajikan dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh siswa dan guru. Modul ini dirancang untuk memudahkan siswa dalam mempelajari
materi mobilitas sosial, serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada
siswa. Adapun isi dari modul ini adalah:
1. Materi
Materi yang dimuat dalam modul ini adalah materi mobilitas sosial yang sesuai dengan
kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) mata pelajaran IPS kelas VIII.
2. Soal latihan
Modul ini juga berisi soal latihan uji kompetensi untuk memperdalam dan mengetahui
ketuntasan siswa dalam mempelajari materi mobilitas sosial.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak modul ini tidak dapat tersusun
dengan baik dan masih jauh dari sempurna, maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan. Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi siswa, guru dan dunia pendidikan
khususnya mata pelajaran IPS di Indonesia.
Penulis
A. Kompetensi Dasar (KD)
3.2 Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan
sosial dan budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan.
4.2 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda
terhadap kehidupan sosial dan budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.1 Menjelaskan pengertian mobilitas sosial
3.2.2 Menganalisis bentuk-bentuk mobilitas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat
3.2.3 Menganalisis faktor pendorong dan penghambat terjadinya mobilitas sosial
3.2.4 Menganalisis saluran-saluran mobilitas sosial
C. Tujuan Pembelajaran
3.2.1 Menjelaskan pengertian mobilitas sosial
3.2.2 Menganalisis bentuk-bentuk mobilitas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat
3.2.3 Menganalisis faktor pendorong dan penghambat terjadinya mobilitas sosial
3.2.4 Menganalisis saluran-saluran mobilitas sosial
KEGIATAN BELAJAR 1
MOBILITAS SOSIAL
Pernahkah kamu berpikir mengapa terdapat
kesenjangan sosial di sekitar kita? Mengapa ada
perbedaan posisi sosial antara si kaya dan si miskin?
Mengapa sebagian besar individu berlomba-lomba untuk
mengubah taraf kehidupannya untuk mendapatkan
tempat terhormat dimata masyarakat? Pertanyaan-
pertanyaan tersebut akan terjawab melalui
konsep Sosiologi yang dikenal dengan istilah mobilitas
sosial.
Pengertian Mobilitas Sosial
Pada masyarakat kita terdapat suatu sistem yang dikenal dengan istilah hirarki sosial, adapun hirarki
sosial itu sendiri dapat kita ibaratkan sebagai tangga, terdapat individu-indivudu tersebar di
tingkatan tangga, ada yang sudah berada di tangga atas dan ada yang masih di tangga bawah, ada
pula yang berada di tengah sedang berusaha untuk berpindah posisi ke puncak tangga.
Nah, para individu/ kelompok yang melakukan upaya perpindahan posisi sosial disebut dengan
istilah mobilitas sosial.
Ilustrasi: Masyarakat yang sedang melakukan mobilitas sosial
Sumber gambar: medicaldaily.com
1. Carilah 5 orang tetanggamu yang mengalami mobilitas sosial seperti materi yang telah
kalian pelajari !
2. Tulislah secara singkat proses mobilitas sosial yang terjadi pada orang tersebut !
3. Ketiklah hasil identifikasimu pada Ms. Word di komputermu !
Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial
Kalian telah mempelajari pengertian mobilitas sosial dan menemukan berbagai contoh
mobilitas sosial yang terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. Untuk memperdalam pemahamanmu
tentang mobilitas sosial, kalian dapat mempelajari berbagai bentuk mobilitas sosial. Berdasarkan
bentuknya, mobilitas sosial dibedakan atas mobilitas sosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal.
Untuk memahami kedua bentuk mobilitas sosial tersebut, perhatikan kasus di bawah ini !
Kasus 1.
Gambar 1. Anies Baswedan menyabet penghargaan
sebagai Gubernur Terbaik di Anugerah Indonesia Maju
2019
Anies Baswedan pernah menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi
di Indonesia pada tahun 2007 pada usia 38 tahun. Pada tahun 2017 Anies bersama Sandiaga
Uno memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta dalam dua putaran. Diusung oleh Partai
Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, pasangan ini menang dengan mengumpulkan 57,95% suara.
Anies memulai masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017. Gerak
sosial dari seorang rektor menjadi gubernur pada kasus Anis Baswedan merupakan salah satu
bentuk mobilitas sosial vertikal ke atas.
Kasus 2.
Gambar 2. Susno Duadji saat menjadi Kabareskrim
dan saat menjadi petani dan mencangkul di sawah
Setelah Susno Duadji mundur dari jabatannya sebagai Kabareskrim dan meninggalkan ibukota,
Susno Duadji memilih untuk pulang kampung ke Sumetera Selatan. Bahkan kini sang jenderal
beralih menjadi seorang petani. Gerak sosial dari seorang kabareskrim menjadi petani pada kasus
Susno Duadji merupakan salah satu bentuk mobilitas sosial vertikal ke bawah.
Kasus 3.
Pak Budi seorang kepala sekolah di salah satu SMP di Kabupaten Klaten. Dinas Pendidikan
memindahkan Pak Budi ke sekolah lain dan tetap menjabat sebagai kepala sekolah. Gerak
sosial yang dialami Pak Budi juga merupakan contoh bentuk mobilitas sosial horizontal
1. Berdasarkan bacaan pada kasus 1, kasus 2, dan kasus 3, jawablah pertanyaan di bawah
ini :
a. Jelaskan perbedaan mobilitas sosial vertikal ke atas, mobilitas sosial ke bawah dan
mobilitas sosial horizontal.
b. Tuliskan 3 contoh lain mobilitas sosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal
FAKTOR PENDORONG
MOBILITAS SOSIAL
sumber : https://blog.ruangguru.com/mobilitas-sosial-bentuk-dan-faktor
Faktor Struktural
Sumber : https://gds2020.com/faktor-faktor-pendorong-dan-penghambat-mobilitas-sosial/
Gambar 1 Presiden dan wakil presiden yang pernah memimpin Republik Indonesia
Faktor ini terkait dengan kesempatan seseorang untuk menempati sebuah kedudukan serta
kemudahan untuk memperolehnya. Faktor struktural merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi mobilitas sosial dari luar individu. Umumnya faktor ini berkaitan dengan pekerjaan,
sistem ekonomi, sistem politik yang dianut masyarakat, dan tingkat fertilitas
Struktur Tertutup
Tidak semua masyarakat memiliki peluang yang sama untuk melakukan mobilitas sosial.
Contoh: sistem kerajaan hanya mengijinkan keturunannya sebagai calon raja selanjutnya.
Sistem Kasta dalam Agama Hindu
Sumber: http://bhayangkari.or.id
Gambar 2 Sistem kasta di India yang menyulitkan mobilitas sosial
Struktur Terbuka
Struktur masyarakat Indonesia sangat terbuka. Semua masyarakat memiliki peluang yang sama
untuk melakukan mobilitas sosial.
Contoh: Iklim demokrasi di Indonesia memberi kesempatan untuk meningkatkan status sosial.
Faktor Individu
sumber : https://infokomputer.grid.id
Gambar 3 BJ. Habibie dengan pengetahuan dan keterampilannya dalam merancang pesawat R80
Faktor individu adalah kualitas seseorang baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan, penampilan,
maupun ketrampilan pribadi. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor individu adalah sebagai
berikut :
1) Perbedaan kemampuan
2) Orientasi sikap terhadap mobilitas
3) Faktor kemujuran
Faktor Sosial
Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya, karena ketika ia
dilahirkan tidak ada satu manusiapun yang memiliki statusnya sendiri. apabila ia tidak puas dengan
kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya, ia dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan
sosial yang lebih tinggi, tentu saja dengan melihat kemampuan dan jalan yang dapat ditempuh, dan
hal ini hanya mungkin terjadi dalam masyarakat yang memiliki struktur sosial yang luwes.
Sumber : https://bayarin.co.id/8-kunci-sukses-jadi-pengusaha-ala-chairul-tanjung/
Gambar 4 Ketidakpuasan akan status sosial mendorong untuk terus berjuang segigih-gigihnya
Faktor Ekonomi
Jika situasi ekonomi dalam masyarakat cenderung baik maka mobilitas sosial pun dapat terwujud.
Kondisi ekonomi yang baik membuat masyarakat mudah memperoleh modal, pendidikan, dan
kesempatan lainnya. Tapi, kalau kondisi ekonominya buruk, masyarakat akan memiliki pendapatan
terbatas sehingga sulit untuk memenuhi seluruh kebutuhannya dan mobilitas sosial tidak akan bisa
terjadi.
Sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/13/190000869/pengertian-mobilitas-sosial-
dan-faktornya?page=all
Gambar 5 Orang yang memiliki kondisi ekonomi yang baik, cenderung lebih mudah melakukan
mobilitas sosial
Faktor Politik
Faktor yang satu ini sangat bergantung pada situasi politik suatu negara. Keadaan negara yang tidak
stabil akan memengaruhi kondisi keamanannya. Saat ini kondisi keamanan Indonesia sedang baik
sehingga roda pembangunan pun dapat berjalan. Dengan begitu, ketersediaan dan kemudahan
dalam bekerja juga lebih baik sehingga masyarakat mampu melakukan mobilitas sosialnya.
Sumber : https://www.law-justice.co/artikel/78438/ini-prediksi-kondisi-politik-di-indonesia-pada-
tahun-2020/
Gambar 6 Kondisi rapat DPR yang kondusif
Faktor Kependudukan
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk di Indonesia hampir selalu bertambah
dari waktu ke waktu. Pertambahan itu bisa mempersempit lahan pemukiman bahkan meningkatkan
kemiskinan lho! Makanya, masalah kependudukan seperti ini mendorong individu dan pemerintah
untuk mengarahkan masyarakat agar bermigrasi ke daerah lain sehingga mobilitas sosial pun
terjadi.
Sumber : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/01/12/berapa-jumlah-penduduk-
indonesia
Gambar 7 Data penduduk Indonesia
Faktor Kemudahan dalam Akses Pendidikan
Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi orang untuk melakukan
pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya. Sebaliknya, kesulitan dalam
mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus, serta
sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.
Pada zaman penjajahan, pendidikan sulit didapat bangsa Indonesia. Akibatnya, masyarakat
terkungkung dalam kebodohan. Jangankan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,
membaca saja sebagian besar rakyat Indonesia tidak bisa.
Sumber: https://gds2020.com/faktor-faktor-pendorong-dan-penghambat-mobilitas-sosial/
Gambar 8 Suasana pendidikan zaman penjajahan yang serba terbatas
FAKTOR PENGHAMBAT
MOBILITAS SOSIAL
Terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat individu untuk melakukan mobilitas sosial,
yaitu sebagai berikut:
Faktor Diskriminasi
Adanya diskriminasi atau pembatasan sosial dapat membuat individu dengan latar belakang suku,
etnisitas, ras dan agama minoritas mengalami kesulitan untuk melakukan mobilitas sosial vertikal
naik. Pada masyarakat tertentu yang kental dengan budaya patriarki (didominasi oleh laki-laki)
akan cenderung merugikan perempuan dalam melakukan mobilitas sosial. Dalam hal ini, terdapat
lebih sedikit kesempatan bagi perempuan dalam mencari pekerjaan atau menduduki posisi tinggi
dalam suatu organisasi yang menyebabkan perempuan sulit melakukan perpindahan status sosial.
Sumber : http://dp3a.semarangkota.go.id/blog/post/hari-penghapusan-diskriminasi-rasial-sedunia
Faktor Kemiskinan
Sumber : https://ayobelajarsosiologi.wordpress.com/2011/12/02/faktor-penghambat-mobilitas-sosial
Keterbatasan ekonomi seorang individu dapat menghambat dirinya untuk mencapai status sosial
tertentu yang lebih dihormati oleh masyarakat luas. Bagi masyarakat miskin, mencapai status sosial
tertentu merupakan hal sangat sulit. Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang
rendah. Masyarakat yang berpendidikan rendah berpengaruh terhadap kualitas sumber daya
manusia. Akibatnya, tingkat kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan terbatas.
SALURAN MOBILITAS
SOSIAL
Sumber : https://gds2020.com/saluran-saluran-mobilitas-sosial-di-indonesia/
Lembaga Pendidikan
Sumber : https://ranjesmanurung.blogspot.com/2015/06/10-universitas-terbaik-di-indonesia.html
Gambar 1 Beberapa Lembaga Pendidikan di Indonesia
Pendidikan merupakan saluran bagi mobilitas vertikal yang sering digunakan karena melalui
pendidikan orang dapat mengubah statusnya. Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya
merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social
elevator (perangkat) yang mengangkat seseorang dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang
lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan
yang lebih tinggi.
Contoh, seorang anak dari keluarga kurang mampu mengenyam sekolah sampai jenjang perguruan
tinggi. Setelah lulus, ia memiliki pengetahuan dagang atau marketing kemudian menggunakan
pengetahuannya itu untuk berusaha. Setelah ia berhasil menjadi pedagang, secara otomatis status
sosialnya juga meningkat
Organisasi Politik
sumber : https://katadata.co.id/yurasyahrul/indepth/5e9a559974f88/puncak-gunung-es-perpecahan-dari-rebutan-kursi-wagub-dki
Gambar 2 Contoh Partai Politik di Indonesia
Organisasi politik dapat menjadi salah satu saluran mobilitas sosial yang efektif. Seorang anggota
parpol yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi kemungkinan besar akan cepat
mendapatkan status dalam partainya. Dan mungkin bisa menjadi anggota dewan legislatif atau
eksekutif. Banyak contoh orang yang meniti perjuangan karir di organisasi politik dari tingkat
rendah sampai tingkat tinggi. Sebagai contoh, Presiden Republik Indonesia pertama Ir Sukarno.
Ketika mendirikan Partai Nasional Indonesia, Sukarno tidak memiliki jabatan di pemerintahan.
Namun, melalui perjuangan politiknya, Sukarno semakin dikenal rakyat dan penjajah. Pada saat
kemerdekaan, Sukarno dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia.
Seorang anggota partai politik yang profesional dan punya dedikasi tinggi kemungkinan besar akan
cepat mendapatkan status yang semakin tinggi dalam partainya sampai akhirnya menjadi anggota
dewan legislatif.
Organisasi Profesi
Sumber :
http://bouncekatybounce.blogspot.com/2013/03/pgri-wajib-mengusung-transparansi-dan.html
Gambar 3 Logo PGRI dan IAI
Salah satu contoh organisasi profesi yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal adalah
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Himpinan Pengusaha
Muda Indonesia (HIPMI), dan organisasi profesi lainnya. Kalian dapat menemukan berbagai
organisasi profesi yang ada di Indonesia.
Bagaimana organisasi profesi dapat menjadi sarana saluran mobilitas vertikal? Karena organisasi
profesi merupakan himpunan orang-orang yang memiliki profesi yang sama sehingga mereka akan
lebih solid dan kuat memperjuangkan profesinya. Sebagai contoh, organisasi profesi guru Persatuan
Guru Republik Indonesia merupakan salah satu sarana perjuangan para guru dalam bidang
pendidikan dan kesejahteraan guru. Selain memperjuangkan pendidikan di Indonesia, PGRI juga
memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru. Perjuangan PGRI tentu diperhatikan oleh
pemerintah Indonesia sehingga kesejahteraan guru di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Organisasi Ekonomi
Sumber :
https://www.liputan6.com/citizen6/read/3921942/5-jenis-koperasi-yang-bisa-tingkatkan-perekonomian-masyarakat
Gambar 4 Logo Koperasi dan BUMN
Organisasi ekonomi dalam bidang perusahaan dagang ataupun jasa umumnya memberikan
kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal. Organisasi ekonomi
itu antara lain koperasi dan badan usaha.
Kalian tentu mengetahui koperasi di sekolahmu. Apa tujuan didirikan organisasi koperasi? Tentu
untuk menyejahterakan anggotanya. Karena itu, koperasi akan melayani kebutuhan anggotanya.
Koperasi sekolah tentu akan mengutamakan pelayanan terhadap para peserta didik. Demikian juga
halnya dengan koperasi pasar, petani, nelayan, dan sebagainya. Melalui organisasi koperasi,
kesejahteraan anggota dapat diperjuangkan. Keberhasilan perjuangan koperasi mencerminkan
keberhasilan perjuangan anggota-anggotanya.
Perkawinan
Sumber : https://bp-guide.id/AXGvctGD
Gambar 5 Perkawinan Nia ramadhani dan Ardie Bakri
Mobilitas sosial vertikal dapat terjadi karena perkawinan. Melalui perkawinan, kedudukan
seseorang dapat terangkat atau bahkan menurun. Seseorang yang menikah dengan orang yang
berasal dari lapisan atas, ia dapat ikut naik kedudukannya. Akan tetapi, tidak demikian apabila dia
menikah dengan seseorang yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat.
Angkatan Bersenjata dan Pegawai Negeri
Sumber : https://inilah.com/news/2368533/asn
Gambar 7 TNI dan Lambang ASN
Angkatan bersenjata memainkan peranan penting dalam mempertahankan kedaulatan negara
bahkan dengan cara perang sekalipun. Jika di dalam perang terdapat seorang prajurit yang berjasa
dalam pertempuran, yang bersangkutan akan dihargai tanpa memandang kedudukan sebelumnya.
Jika prajurit tersebut yang berasal dari kedudukan yang rendah, dapat naik pangkat ke tingkat yang
lebih tinggi. Demikian pula pegawai negeri merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk
saluran mobilitas vertikal ke atas melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat.
Rangkuman
Mobilitas sosial pada dasarnya adalah perubahan susunan status orang-orang dalam masyarakat
baik secara vertikal maupun secara horizontal. Mobilitas sosial menggambarkan gerakan perubahan
kedudukan dan peran dari orang-orang yang ada dalam masyarakat dari waktu ke waktu.
Beberapa pengertian mobilitas sosial menurut para ahli:
Henry Clay Smith (1968)
Mengatakan mobilitas sosial adalah gerakan dalam struktur sosial (gerakan
antarindividu dengan kelompoknya).
Haditono (1991)
Mengatakan mobilitas sosial adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari
kedudukan yang satu ke kedudukan yang lain, tetapi sejajar.
Secara umum, situasi pendorong mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi beberapa faktor berikut :
a. Faktor Struktural
Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta
kemudahan untuk memperolehnya.
b. Faktor Individu
Faktor individu adalah kualitas seseorang baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan,
penampilan, maupun ketrampilan pribadi.
c. Status Sosial
Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya, karena ketika ia
dilahirkan tidak ada satu manusiapun yang memiliki statusnya sendiri.
d. Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial. Orang yang hidup
dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan, misalnya daerah tempat tinggal yang tandus
karena kehabisan sumber daya alam, kemudian mereka yang tidak mau menerima keadaan ini
berpindah tempat tinggal ke daerah lain. Secara sosiologis mereka telah mengalami mobilitas
e. Situasi Politik
Situasi politik dapat menyebabkan terjasinya mobilitas sosial suatu masyarakat dalam sebuah
negara. Keadaan negara yang tidak menentu akan mempengaruhi situasi keamanan yang bisa
mengakibatkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman.
f. Kependudukan
Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Disatu pihak,
pertambahan jumlah penduduk yang pesat mengakibatkan sempitnya tempat pemukiman dan
pihak lain kemiskinan yang semakin merajalela.
g. Faktor Kemudahan dalam Akses Pendidikan
Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mudah juga bagi orang untuk melakukan
pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperolehnya. Sebaliknya, kesulitan dalam
mengakses pendidikan yang bermutu menjadikan orang tak menjalani pendidikan yang bagus,
serta sulit untuk mengubah status karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan.
Beberapa faktor penghambat mobilitas sosial adalah sebagai berikut.
1. Kemiskinan
Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin, mencapai status
sosial tertentu merupakan hal sangat sulit.
2 Diskriminasi
Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan karena alasan perbedaan bang, suku, ras, agama,
golongan. Pada masa penjajahan, terjadi diskriminasi pemerintah Hindia Belanda terhadap
masyarakat keturunan Eropa dan masyarakat Indonesia. Dalam memperoleh pendidikan,
masyarakat Indonesia disediakan sekolah yang kualitasnya berbeda dengan sekolah-sekolah
untuk orang-orang Eropa. Hal ini tentu mempersulit mobilitas sosial rakyat Indonesia.
Saluran mobilitas sosial yang ada di dalam masyarakat misalnya :
a. Lembaga Pendidikan
Pada lembaga memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan
kedudukannya yang lebih tinggi
b. Organisasi Politik
Organisasi politik memungkinkan anggotanya yang memiliki dedikasi tinggi serta
loyal terhadap partai akan cepat mendapatkan status dalam partainya
c. Organisasi Profesi
Organisasi profesi (keahlian) dapat pula dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal,
seperti ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
d. Organisasi Ekonomi
Baik yang berbentuk badan usaha milik swasta (BUMS), badan usaha milik negara
(BUMN), maupun koperasi, umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi
seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal ke atas
e. Perkawinan
Melalui perkawinan seseorang bisa menaikkan statusnya. Misalnya, seorang wanita
yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja menikah dengan pria yang status sosial
ekonominya lebih tinggi. Hal ini dapat menaikkan status sosial ekonomi wanita
tersebut
f. Angkatan Bersenjata dan Pegawai Negeri
Merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertikal ke atas
melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang pada huru A, B, C
dan D.
No Soal
Seorang yang memiliki latar belakang sebagai guru Sekolah Dasar berhasil menjadi
pengusaha yang sukses (konglomerat). Contoh tersebut menunjukkan telah terjadi
mobilitas … .
1 A. horizontal
B. vertikal naik
C. vertikal turun
D. antargenerasi
Perhatikan contoh mobilitas berikut:
1) Setelah lulus SMA, Herry melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum UNDIP.
2) Ibu Siti pindah tugas ke daerah asal karena ingin mendekati orang tuanya.
3) Poniman seorang staf dipromosikan menjadi kepala bagian di kantornya.
4) Tomy, seorang pelajar ikut dalam program pertukaran siswa ke Malaysia.
2
Dari pernyataan pernyataan di atas yang merupakan mobilitas vertikal adalah ... .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
Berikut ini yang termasuk jenis gerak sosial vertikal arah turun adalah ... .
a. Seorang kepala sekolah yang berpindah menjadi guru
3 b. Buruh tani beralih profesi menjadi perajin tradisional
c. Seorang siswa SMP 1 pindah ke SMP 2
d. Pendapatan petani naik karena harga beras naik
Seseorang yang mengalami mobilitas sosial dengan status dan peranan yang tetap maka
orang tersebut mengalami ... .
a. Mobilitas sosial naik
4
b. Mobilitas sosial vertikal turun
c. Mobilitas sosial intragenerasi
d. Mobilitas sosial horizontal
Seseorang guru dinaikkan kedudukannya untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang
kosong, termasuk mobilitas ... .
a. Antargenerasi
5
b. Horizontal
c. Vertikal turun Pedoman Penskoran : Benar x 20
d. Vertikal naik
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
No Jawaban Pembahasan
1 Mobilitas vertikal naik adalah perpindahan kedudukan sosial orang/
B
kelompok ke tingkat yang lebih tinggi.
2 Mobilitas vertikal naik adalah perpindahan kedudukan sosial orang/
B
kelompok ke tingkat yang lebih tinggi atau yang lebih rendah
3 Mobilitas vertikal turun adalah perpindahan kedudukan sosial
A
orang/kelompok ke tingkat yang lebih rendah
4 Mobilitas sosial horizontal adalah perpindahan suatu individu atau
D
kelompok di lapisan sosial yang sama.
5 Mobilitas vertikal naik adalah perpindahan kedudukan sosial orang/
D
kelompok ke tingkat yang lebih tinggi.