KESEHATAN 2023 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Disusun Oleh : Endah Intan Ningrum Ester Cristina Ronny Febri Irianty Djuru Firdayanti Yusuf Nova Hardini Rukmana Nur Annisa Utami Nur Fahira Nur Hafifa S. Tukwain Nur Khofifa Syaifuddin Nur Ros Dyana
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul tentang “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN”. Adapun tujuan dari penulisan dari buku ini adalah untuk memenuhi tugas dosen pada mata kuliah Ilmu kesehatan masyarakat. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bpk Rizki A. Fabanyo, S.Kep,Ns, M. Kes sebagai dosen pengampu dan kami menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Semoga makalah ini menambah wawasan para pembaca dan bisa bermanfaat bagi para pembaca. Sorong, 21 September 2023 Kelompok 4 1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hal penting dalam kaitannya dengan produktivitas seseorang. Pada hakikatnya, setiap manusia membutuhkan kehidupan yang sehat untuk menunjang keberlangsungan hidupnya.(Sulistiarini, 2018) UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan merupakan hak asasi manusia dengan salah satu unsur kesejahteraan yang harus di wujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Juga dipertimbangkan bahwa di setiap upaya pembangunan harus dilandasi degan wawasan kesehatan dalam arti pembangunan nasional harus memperhatikan kesehatan masyarakat dan merupakan tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Pembangunan kesehatan merupakan komponen bangsa indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya, kesehatan adalah hak dasar setiap individu dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk masyarakat miskin, (Rachmat, 2016: 12). Dari sekian banyak perencanaan pembangunan, salah satunya adalah pembangunan di bidang kesehatan. 2
Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus dapat menjamin hak masyarakat luas untuk hidup sehat dengan memberikan pelayanan kesehatan secara merata, adil, memadai, terjangkau, dan berkualitas. Pembangunan di bidang kesehatan melibatkan peran aktif masyarakat dan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. Masyarakat semestinya berhak untuk memperoleh derajat kesehatan yang sama dan berkewajiban ikut serta dalam usaha kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Untuk itu maka diperlukan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat indonesia, yang pada hakikatnya terpenuhi sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan. (Nopiani., 2019) B. Rumusan Masalah 1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan 3
BAB II PEMBAHASAN A. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kesehatan Masyarakat Menurut Hendril L Blumm dalam (Notoatmojo, 2007) terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu : Faktor Perilaku, faktor lingkungan, faktor keturunan dan pelayanan kesehatan. 4 1. Faktor Genetik Faktor ini paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perorangan atau masyarakat dibandingkan dengan faktor yang lain. Pengaruhnya pada status kesehatan perorangan terjadi secara evolutif dan paling sukar di deteksi. Untuk itu perlu dilakukan konseling genetik.(Saskia & Jumiati., 2020) 2. Faktor Pelayanan Kesehatan Ketersediaan pelayanan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat .Pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan yang diimbangi dengan kelengkapan sarana/prasarana,dan dana akan menjamin kualitas pelayanan kesehatan.Pelayanan seperti ini akan mampu mengurangi atau mengatasi masalah kesehatan yang berkembang di suatu wilayah atau kelompok masyarakat.(Saskia & Jumiati., 2020)
Apabila jasa dalam hal ini pelayanan yang dirasakan sesuai dengan diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika pelayanan yang diterima melampaui harapan pelanggan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal. Begitupula sebaliknya, dengan demikian baik tidaknya kualitas tergantung kemampuan pada penyedia pelayanan dalam memenuhi harapan pemakaiannya secara konsisten.(Firda Maulany et al., 2021). Derajat kesehatan masyarakat di Indonesia terutama masyarakat miskin masih tergolong rendah. Hal tersebut diakibatkan karena sulitnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Kesulitan akses pelayanan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurang memadainya fasilitas kesehatan yang tersedia dan akibat tidak adanya kemampuan masyarakat secara ekonomi. Dari segi ekonomi, masyarakat Indonesia masih tergolong masyarakat menengah kebawah sehingga biaya kesehatan dirasakan masih tergolong mahal. Hal inilah yang paling sering menjadi alasan masyarakat enggan untuk berobat akibat ketidakmampuan mereka membayar biaya perawatan kesehatan. Bahkan tak sedikit masyarakat sudah menyerah duluan karena tidak adanya biaya sehingga cenderung memilih pengobatan alternatif. Hal ini juga dipacu oleh meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok. Sehingga bisa dimaklumi jika masyarakat Indonesia masih menomor duakan kesehatan.(Maisharoh et al., 2022) 5
3. Faktor Perilaku Masyarakat Perilaku adalah sebagian tindakan seseorang yang dapat dipelajari dan diamati. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia atau masyarakat adalah tingkat pengetahuan. (Mustopa et al., 2021) Faktor ini terutama di negara berkembang paling besar pengaruhnya terhadap munculnya gangguan kesehatan atau masalah kesehatan masyarakat. Tersedianya jasa pelayanan kesehatan (health service) tanpa disertai perubahan tingkah laku (peran serta) masyarakat akan mengakibatkan masalah kesehatan tetap potensial berkembang di masyarakat.(Saskia & Jumiati., 2020) 6 Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat, terutama pelayanan kesehatan di rumah sakit. Rumah sakit pada umumnya adalah bentuk sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang dapat diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Pelayanan kesehatan di rumah sakit ini berupa kegiatan pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat bagi masyarakat.(Enjellin Anathasia & Mulyanti, 2023). 4.Faktor Lingkungan Lingkungan yang mendukung gaya hidup bersih juga berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan. Dalam kehidupan di sekitar kita dapat kita rasakan, daerah yang kumuh dan tidak dirawat biasanya banyak penduduknya yang mengidap penyakit seperti: gatal-gatal, infeksi saluran pernafasan, dan infeksi saluran pencernaan. Penyakit demam berdarah juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.(Saskia & Jumiati., 2020)
7 Upaya untuk memperbaiki dan mengatasi masalah sanitasi lingkungan merupakan kegiatan kesehatan masyarakat itu sendiri. Oleh sebab itu kesehatan lingkungan masyarakat sebagai seni atau praktiknya mempunyai ruang lingkup yang luas. Semua kegiatan baik yang langsung maupun yang tidak langsung bertujuan untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, pemulihan kesehatan(terapi) adalah upaya kesehatan masyarakat, misalnya pembersihan lingkungan, penyediaan air bersih, pengawasan makanan, perbaikan gizi, pengelolaan sampah dan air limbah rumah tangga, pemeliharaan rumah tangga yang baik sehingga setiap anggota keluarga mendapatkan kesehatan lingkungan yang baik juga hidup bersih dan teratur.(Pinem, 2016) Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, yang dapat dilakukan antara lain melalui peningkatan sanitasi lingkungan baik pada lingkungan tempatnya maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia atau biologis termasuk perubahan perilaku. Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko penyakit menular yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. (Ardias et al., 2012) Lingkungan dan faktor-faktor yang di jangkau oleh manusia seperti, faktor alam, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor politik, dan lain – lain (Daeng, 2009). Berdasarkan faktor lingkungan dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini : Sumber air minum, Jenis tempat pembuangan tinja, dan Jenis lantai rumah. (Saputri & Astuti, 2019)
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Menurut Hendril L Blumm dalam (Notoatmojo, 2007) terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu : Faktor Perilaku, faktor lingkungan, faktor keturunan dan pelayanan kesehatan. Faktor genetik paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perorangan atau masyarakat dibandingkan dengan faktor yang lain. Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat, terutama pelayanan kesehatan di rumah sakit. Rumah sakit pada umumnya adalah bentuk sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang dapat diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Pelayanan kesehatan di rumah sakit ini berupa kegiatan pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat bagi masyarakat. Perilaku adalah sebagian tindakan seseorang yang dapat dipelajari dan diamati. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia atau masyarakat adalah tingkat pengetahuan. Kesehatan lingkungan diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, yang dapat dilakukan antara lain melalui peningkatan sanitasi lingkungan baik pada lingkungan tempatnya maupun terhadap bentuk atau wujud substantifnya yang berupa fisik, kimia atau biologis termasuk perubahan perilaku. Kualitas lingkungan yang sehat adalah keadaan lingkungan yang bebas dari resiko penyakit menular yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. 8
DAFTAR PUSTAKA Ardias, A., Setiani, O., & Darundiati, Y. H. (2012). Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat yang Berhubungan dengan Kejadian Filariasis di Kabupaten Sambas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 11(2), 199–207. Enjellin Anathasia, S., & Mulyanti, D. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit: Tinjauan Teoritis. Klinik, 2(2), 145–151. http://ejurnal.stietrianandra.ac.id/index.php/klinikHalamanUTAMAJurnal:http://ejurn al.stie-trianandra.ac.id/index.php Firda Maulany, R., Ragil, S. D., & Eva, A. (2021). Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akses Kesehatan. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 04(May), 142–149. http:/jurnal.unw.ac.id/index.php/ijpnp Maisharoh, M., Sari, D., Rahmadhani, R., Rahma, A., & Fianika, F. (2022). Pemeriksaan Dan Penyuluhan Kesehatan Di Pantai Air Manis Padang. Jurnal Salingka Abdimas, 2(2), 152–157. https://doi.org/10.31869/jsam.v2i2.3827 Mustopa, A., Budiman, & Supriadi, D. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Masyarakat dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan 3M Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Covid-19 : Literature Review. Prosiding Pertemuan Ilmiah Nasional Penelitian & Pengabdian Masyarakat II, 2(1), 116–123. 9
Nopiani. (2019). Implementasi Program Pembangunan Dibidang Kesehatan Dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 8(3), 130. www.publikasi.unitri.ac.id Pinem, M. (2016). Pengaruh pendidikan dan status sosial ekonomi kepala keluarga bagi kesehatan lingkungan masyarakat. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA), 4(1), 97–106. http://ojs.uma.ac.id/index.php/jppuma Saputri, N., & Astuti, Y. P. (2019). Hubungan F Aktor L Ingkungan D Engan K Ejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Bernung. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 10(1), 101– 110. Saskia, A., & Jumiati. (2020). Efektivitas program sanitasi berbasis masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jurnal Mahasiswa Ilmu Administrasi Publik (JMIAP).2020. 2(2), 9–17. Sulistiarini, S.-. (2018). Hubungan Perilaku Hidup Sehat Dengan Status Kesehatan Pada Masyarakat Kelurahan Ujung. Jurnal PROMKES, 6(1), 12. https://doi.org/10.20473/jpk.v6.i1.2018.12-22 10