AIDA RAHMAH NURUSYAMSI ketabahan dalam senandung kehidupan
ketabahan dalam senandung kehidupan AIDA RAHMAH NURUSYAMSI 1
Daftar Isi : Halaman Judul.........................................................................1 Daftar Isi..................................................................................2 Kata Pengantar.........................................................................3 latar belakang...........................................................................4 masa kecil.................................................................................5 remaja.......................................................................................6 bertemu, ta'aruf,menikah, dikaruniai anak perempuan.............7 cobaan......................................................................................8 pernikahan................................................................................9 tidak pernah menyerah.............................................................10 lahir anak perempuan ke dua....................................................11 pergi untuk selamanya..............................................................12 menitipkan................................................................................13 dijodohkan................................................................................14 menikah....................................................................................15 bersyukur.................................................................................16 hidup bahagia...........................................................................17 Penutup.....................................................................................18 Biografi Penulis.........................................................................19 2
Kata Pengantar Dalam setiap lembaran kehidupan, terdapat cerita yang menginspirasi, memotivasi, dan mengajarkan kita tentang kekuatan tekad, ketekunan, dan cinta keluarga. Cerita Abdul Rohman adalah sebuah perjalanan yang menggambarkan kisah nyata seorang pria dari keluarga sederhana, yang tidak hanya menghadapi tantangan hidup dengan keberanian, tetapi juga menemukan kebahagiaan sejati bersama keluarga barunya. Melalui cerita ini, pembaca diajak untuk merenung tentang nilainilai kehidupan, arti perjuangan, dan pentingnya memiliki keyakinan dalam menjalani setiap langkah perjalanan hidup. Semoga cerita ini dapat menginspirasi dan memberikan semangat bagi setiap pembaca yang mengikuti jejak Abdul Rohman dalam mengarungi likuliku kehidupan. 3
Latar Belakang Di sebuah desa kecil bernama Desa Ujung Semi, hiduplah sepasang keluarga sederhana bernama Muhammad dan Masripah. Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Abdul Rahman. Abdul lahir pada tanggal 28 Juni 1977 di Jakarta, namun dibesarkan di Desa Ujung Semi. 4
Masa Kecil Sejak kecil, Abdul Rahman selalu menghabiskan waktunya untuk bermain, memancing, dan berkebun. Saat liburan, dia rajin membantu orang tuanya memberi makan ternaknya. Pada siang hari, Abdul selalu bermain sepak bola dengan teman-temannya di desa. Terkadang, jika tidak bermain sepak bola, dia mengajak teman-temannya memancing di sungai. Suatu hari, ketika sedang memancing, Abdul dan teman-temannya berhasil menangkap seekor ikan besar, yang membuat mereka sangat senang. Setelah pulang, Abdul langsung membawa ikan itu ke rumah untuk dimasak dan dimakan bersama teman-temannya. Ketika sore tiba, Abdul dan teman-temannya pergi mengaji di masjid. Abdul Rahman benar-benar menghabiskan masa kecilnya dengan bermain, berkebun, berternak, membantu orang tua, dan mengaji. 5
Meskipun dia harus bekerja, Abdul tetap menjalankan kewajibannya di sekolah dengan sungguh-sungguh. Saat liburan tiba, waktu luangnya pun digunakan untuk bekerja membantu keluarganya. Meskipun bekerja sebagai kuli bangunan, Abdul tidak pernah merasa malu di depan temantemannya. Sebaliknya, teman-temannya selalu memberinya dukungan agar tetap semangat dan tidak merasa malu atas pekerjaannya yang halal. Meskipun liburannya dihabiskan untuk bekerja, Abdul tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang Muslim, seperti salat dan mengaji. Setelah pulang bekerja pada sore hari, dia selalu siap untuk mengaji bersama temantemannya di masjid. Dididik dalam keluarga yang religius, Abdul selalu diingatkan oleh orang tuanya untuk tidak lalai dalam menjalankan ibadah dan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Remaja Ketika sudah menginjak bangku SMK, Abdul Rahman mulai membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai kuli bangunan. 6
Ketika dewasa, Abdul Rahman sering menghadiri berbagai acara di masjid. Suatu hari, saat menghadiri majelis di Masjid Istiqal, dia bertemu dengan seorang wanita muslimah cantik bernama Elis Sulastri, anak dari keluarga Aran Kirno dan Oot Sutihat. Sejak pertemuan pertama itu, Abdul Rahman tertarik pada Elis. Dia kemudian datang ke rumah Elis untuk mengajaknya ta'aruf. Setelah 3 bulan berkenalan, Abdul Rahman dan Elis menikah. Mereka diberkati dengan seorang anak perempuan yang diberi nama Aida Rahmah Nurusyamsi. Bertemu, Ta'aruh, Menikah, Dikaruniai Anak perempuan 7
Cobaan Pernikahan Ketika anak pertama lahir, Abdul Rahman dan Elis menghadapi cobaan besar dalam pernikahan mereka. Keluarga Abdul Rahman benar-benar berada di titik terendah secara ekonomi. Bahkan saat Elis ingin membeli susu formula untuk Aida, mereka tidak mampu membelinya karena kekurangan uang. Abdul Rahman masih bekerja sebagai kru grobak sampah, tetapi pendapatannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. 8
Tidak Pernah Menyerah Abdul Rahman dan Elis tidak pernah mengeluh atas cobaan yang diberikan oleh Tuhan pada rumah tangga mereka. Sebagai respons terhadap situasi ekonomi yang sulit, Abdul Rahman mengambil inisiatif untuk membuka usaha servis barang elektronik dan mengadakan pengajian sebagai usaha sampingan. Usaha servis barang elektronik yang dibuka oleh Abdul Rahman mendapatkan banyak pelanggan yang datang ke rumah mereka untuk meminta bantuan memperbaiki barang yang rusak. Selain itu, banyak tetangga yang mendaftarkan anak-anak mereka ke pengajian yang diadakan oleh Abdul Rahman. Melalui usaha ini, setidaknya kebutuhan ekonomi Abdul Rahman dan keluarganya bisa tertutupi dengan baik. 9
Anak Perempuan Kedua Ketika keadaan ekonomi mulai membaik, Abdul Rahman dan Elis dikaruniai anak perempuan kedua yang diberi nama Zakia Safina. Saat Zakia lahir, kondisi ekonomi Abdul Rahman sudah cukup stabil. Abdul Rahman merasa sangat bersyukur karena usaha sampingannya telah membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Setelah setahun berlalu, Abdul Rahman mendapat kabar baik bahwa Elis sedang mengandung anak ketiga mereka. 10
Pergi Untuk Selamanya Ketika Elis telah hamil selama empat bulan, Abdul Rahman mendapat berita yang mengguncang. Anak ketiga mereka dinyatakan meninggal dalam kandungan, sehingga Elis harus menjalani tindakan operasi kecil. Setelah operasi selesai, berita lebih menyedihkan datang: Elis jatuh koma. Abdul Rahman terpukul berat karena kehilangan anak ketiganya dan melihat Elis dalam keadaan koma. Meskipun begitu, Abdul Rahman tidak pernah berhenti berdoa, memohon agar Elis sadar dari komanya dan dapat melanjutkan hidupnya seperti biasa. Namun, takdir berkata lain. Ketika Abdul Rahman sedang dalam sholat Duha di masjid rumah sakit, dia diberitahu bahwa Elis telah meninggal dunia. Abdul Rahman tidak dapat menahan air mata yang mengalir deras di pipinya. Meskipun berat hati, Abdul Rahman harus bisa menerima kenyataan. Dia mengantarkan Elis ke tempat peristirahatan terakhirnya, mengumandangkan azan terakhir untuknya. Setelah acara pemakaman selesai, Abdul Rahman pulang ke rumah dengan hati yang berat. 11
Terpaksa Menitipkan Abdul Rahman ditinggalkan oleh Elis dengan kedua anaknya yang masih kecil, Aida yang berusia 3 tahun dan Zakia yang berusia 1 tahun. Karena Abdul Rahman sekarang harus berperan sebagai kepala keluarga dan ibu bagi anakanaknya, dia terpaksa menitipkan anak-anaknya ke mertuanya ketika dia bekerja. 12
Dijodohkan Setelah setahun berlalu sejak kepergian Elis, orang tua Abdul Rahman berinisiatif menjodohkannya dengan tetangga di kampung mereka. Melihat anak-anak Abdul Rahman yang masih kecil dan membutuhkan sosok seorang ibu, akhirnya Abdul Rahman menerima perjodohan itu. 13
Menikah Abdul Rahman menikah dengan Sunasih pada tahun 2011. Pada tahun 2014, mereka dikaruniai anak laki-laki pertama yang diberi nama Muhammad Habiburohman. Kelahiran Habibi membuat ekonomi keluarga Abdul Rahman semakin membaik. Dia naik jabatan di pekerjaannya menjadi pengawas dan dipilih sebagai DKM Masjid An Nadzhofah pada tahun 2020. 14
Bersyukur Abdul Rahman selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan kepada dirinya dan keluarganya. Dia dengan sungguh-sungguh melaksanakan kewajibannya dan tidak pernah mengeluh atas cobaan yang diberikan kepadanya dan keluarganya. 15
Hidup Bahagia Kehidupan Abdul Rahman berjalan lancar hingga saat ini. Dia memiliki keluarga yang harmonis dan bahagia. Meskipun mengalami lika-liku, Abdul Rahman menjalani hidupnya dengan hati yang senang, tidak pernah mengeluh, dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepadanya. 16
Penutup Dari cerita Abdul Rahman, kita belajar tentang kekuatan dalam menghadapi cobaan hidup. Meskipun diuji dengan berbagai lika-liku, dia tetap tegar dan bersyukur, menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang. Dengan ketabahan dan keikhlasan, Abdul Rahman berhasil menciptakan kebahagiaan dalam keluarganya, menemukan arti sejati dari hidup yang penuh makna. Kisah Abdul Rahman mengingatkan kita akan pentingnya bersyukur dan tetap optimis dalam mengarungi bahtera kehidupan. Meskipun rintangan datang silih berganti, keberanian untuk menghadapinya dengan tegar dan semangat yang tinggi akan membawa kita menuju kebahagiaan yang sejati. Hidup adalah perjalanan penuh lika-liku, namun dengan sikap positif dan tekad yang kuat, kita dapat mengatasi segala tantangan dan meraih impian kita. 17
Biografi Penulis Nama : Aida Rahmah Nurusyamsi Tempat,tanggal lahir : Jakarta, 21 Februari 2007 Hobi : Berenang, Membaca Novel Email : [email protected] Asal Sekolah : SMAN 75 Jakarta 18
ketabahan dalam senandung kehidupan AIDA RAHMAH NURUSYAMSI Kisah inspiratif tentang perjalanan seorang pria dari keluarga sederhana yang menghadapi tantangan hidup dengan keberanian dan ketekunan. Setelah kehilangan istrinya, Abdul Rohman tidak menyerah dan terus bekerja keras untuk menghidupi anak-anaknya. Dengan tekad yang kuat, dia menemukan kebahagiaan bersama keluarga barunya sambil menjalani peran ganda sebagai pengawas dan ketua DKM di masjid kompleknya. Cerita ini menyoroti nilai-nilai kekuatan keluarga dan ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup. Sinopsis