Sejarah Pramuka di Indonesia
Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang
ditandai dengan didirikannya (Belanda)Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.
Sedangkan pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda)Jong Indonesische
Padvinderij Organisatie (JIPO).[ Kedua organisasi cikalbakal kepanduan di Indonesia ini
meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda)Indonesische Nationale Padvinderij
Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.
Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang
ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di
Bandung.Sedangkan pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische
Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini
meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda)Indonesische Nationale Padvinderij
Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.
Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-
Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan Undang Undang ini,
maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan
kepramukaan.
I. Masa Hindia Belanda
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai “saham” besar
dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya
pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepanduan itu
tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya
berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandsche
Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I
memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische
Padvinders Vereeniging” (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaansche
Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun
1916.Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut
di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti
nama menjadi “Hizbul Wathan” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi
Utomo; Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian
diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale
Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan
Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi organisasi kepanduan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan
terbentuknya PAPI yaitu “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi dari
Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.Federasi ini
tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah
Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java
Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-
Pandu Kebangsaan).
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia
(BPPKI) pada bulan April 1938. Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepanduan
Indonesia baik yang bernapas utama kebangsaan maupun bernapas agama. kepanduan yang
bernapas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan
(POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia
(KRI). Sedangkan yang bernapas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathan,
Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma
(Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan
Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini
mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang
kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat
PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.
II. Masa Perang Dunia II
Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda
meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan
kepanduan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan.
Bukan hanya itu, semangat kepanduan tetap menyala di dada para anggotanya. Karena
Pramuka merupakan suatu organisasi yang menjunjung tinggi nilai persatuan. Oleh karena
itulah bangsa Jepang tidak mengizinkan Pramuka di Indonesia.
III. Masa Republik Indonesia
Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh
kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan
Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah
organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Kongres
Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Kongres yang dimaksud dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta
dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap
pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan “Janji Ikatan Sakti”, lalu pemerintah RI
mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan
Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan
pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman
gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto
menghadap Tuhan, gugur sebagai martir gerakan kepanduan di Indonesia. Di daerah yang
diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya
perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI),
Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan
pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepanduan di Indonesia, kemudian
berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan
kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di
Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.
Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsep baru, yaitu memberi
kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya
masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi
satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor
2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu
Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, jadi keputusan
nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.Mungkin agak aneh juga
kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar,
maka wakil-wakil organisasi kepanduan mengadakan konfersensi di Jakarta. Pada saat inilah
tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO)
sebagai suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia.Ipindo merupakan
federasi bagi organisasi kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua
federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan
Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut
singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-10 Ipindo
menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-
20 Agustus 1955, Jakarta.Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepanduan merasa perlu
menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan
kelestarian hidup kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.
Seminar Tugu ini meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan
bagi setiap gerakan kepanduan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan
yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan Novem-ber 1958, Pemerintah RI,
dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat,
dengan topik “Penasionalan Kepanduan”.Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di
Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk
puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada
tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT.
Makiling Filipina. Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan
Pramuka.
IV. Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan
menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu
mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun
1960.Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa
jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia waktu itu sangat
banyak. Jumlah itu tidak sepadan dengan jumlah seluruh anggota
perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah
Sri Sultan Hamengkubuwono IX Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960
tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana.
Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar
pendidikan di bidangkepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan
(Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana
Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30).
Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powell (Lampiran
C Ayat 8). Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena
itulah Presiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan
pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam
itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan
aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi
satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan
Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh
dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia
ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112
Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan
Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada
tanggal 9 Maret 1961.
Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan
Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121
Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota
Panitia ini terdiri atas Sri Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh,
Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai
Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang
Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu:
1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang
mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961
di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN
PRAMUKA
2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961,
tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya
organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi
anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan
Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola
Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari
Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan
merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini
kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas
meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga
Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI
IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, serta penganugerahan
Panji-Panji Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961.
5. Selain pelantikan pengurus Gerakan Pramuka, pada tanggal 14 Agustus 1961 pula
dilangsungkan defile Pramuka yang bertujuan untuk
memperkenalkan secara resmi Gerakan Pramuka Indonesia
kepada khalayak. Sejak itu, tanggal 14 Agustus kemudian
dikenal sebagai HARI PRAMUKA.
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga
menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI
Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh
karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya
yaitu pengurus dan anggotanya.Menurut Anggaran Dasar Gerakan
Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis
Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Ketua Kwarnas Gerakan
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan Pramuka Sri Sultan
Hamengkubuwono IX
mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas menerima panji Gerakan
beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 Pramuka dari Presiden
Soekarno pada 14 Agustus
orang dan dalam Kwarnari 8 orang. Namun dalam realisasinya 1961 (foto: Koleksi
seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Museum SumpahPemuda
Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan
rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di
antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan
Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.Sementara itu
dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A.
Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada
tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibu kota Jakarta, tetapi juga di tempat yang penting di
Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang
diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari,
di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa
Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang
diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat
sebelum pawai/defile dimulai.
Gerakan Pramuka di Indonesia dipimpin oleh Kwartir. Dalam U 42/2010, Kwartir
adalah organisasi yang berada di setiap tingkatan wilayah, dimulai dari Kwartir Ranting
Cabang, Daerah, dan Nasional. Kwartir Ranting merupakan organisasi Gerakan Pramuka di
kecamatan, Kwartir Cabang di kabupaten/kota, Kwartir daerah di provinsi, dan kwartir
Nasional memimpin Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia.
Kwartir Nasional, disingkat Kwarnas, berkedudukan di ibu kota negara, Jakarta,
Pengurus Kwarnas dipimpin oleh Ketua Kwarnas Ketua Kwarnas 2018-2023 dijabat oleh
Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Budi Waseso. Sedangkan, Ketua Kwarnas pertama
adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menjabat pada 1961-1974.
Pada masa pandemi Covid-19, Kwartir di semua
wilayah di Indonesia tetap aktif menjalankan berbagai
kegiatan. Di Semarang, Kwartir Ranting Banyumanik
menjalankan acara pembukaan kegiatan bedah rumah.
Kegiatan ini berasal dari APBD Kota Semarang dan
dilaksanakan di 16 Kwartir Ranting yang berada di Kota
Semarang.
Anggota Pramuka Peduli Kwartir Cabang Kwartir Ranting di Pontianak Timur, Kalimantan
Banyumas bersiap menuruni jembatan Barat, juga ikut turun dalam aksi pencegahan penularan
dengan tali-temali di Jembatan Sokaciri Covid-19. Mereka juga ikut dalam tanggap bencana banjir
di Desa Baseh, Kecamatan di Desa Segedong dan Purun Kecil Kabupaten Mempawah
Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, dan terlibat dalam mencari 17 kapal nelayan di perairan
Jawa Tengah, Jumat (1/1/2021).
Kalimantan Barat bersama tim pemerintah. Di tingkat
Nasional, Kwarnas menggagas Gerakan Nasional Pramuka Pendonor Plasma Konvalesen.
Anggota pramuka yang menjadi penyintas Covid-19 didorong untuk menjadi pendonor.
Selama pandemi Covid-19, kegiatan pramuka memiliki tantangannya sendiri.
Terbiasa berkegiatan di lingkungan luas sekolah atau alam, aktivitas kepramukaan yang
dijalankan secara daring dapat menimbulkan kebosanan. Selain itu, posisi pramuka sebagai
ekstrakurikuler wajib di sekolah mengaburkan identitas utama pramuka yang bersifat
sukarela. Ditakutkan, siswa kehilangan minat terhadap kegiatan pramuka. Oleh karena itu,
kegiatan pramuka harus kreatif agar siswa antusias untuk mengikuti.
Kreativitas dan inovasi kegiatan agar kepramukaan dapat menjadi gerakan yang
menarik selalu menjadi sorotan dari tahun ke tahun. Salah satunya, ide pembina. pramuka di
sekolah-sekolah di Yogyakarta pada tahun 2019 dengan melakukan kegiatan kepramukaan di
sekolah dengan melibatkan siswa dalam kerja sosial. Setelah mengikuti kerja sosial, siswa
menuliskan refleksi terkait pengalaman mereka dalam mengikuti kerja sosial tersebut.
Tulisan tersebut kemudian dipresentasikan dan hasilnya dibukukan. Selain menjalani
kegiatan sosial, kegiatan kepramukaan juga dapat dikemas dalam kegiatan riset. Siswa
diminta untuk mengamati lingkungan sekitar perkemahan dan mengembangkan ide untuk
menjalankan riset yang dapat membantu mengatasi persoalan masyarakat setempat.
Dua model kegiatan di atas sangat menarik karena mampu memberikan warna pada
kecenderungan kegiatan pramuka yang kerap didominasi oleh unsur-unsur indoktrinasi
bertajuk ideologi atau paham kebangsaan. Kegiatan inovasi di atas dapat menimbulkan
perasaan semangat dalam diri siswa karena kegiatan tersebut membuat mereka dapat
bersumbangsih lebih bagi orang lain.
Pada zaman penjajahan, gerakan kepanduan diarahkan ke depan, yakni untuk
meningkatkan semangat juang bangsa Indonesia. Pada zaman ini, pembekalan keterampilan
yang terhubung dengan masa depan pada pramuka sangatlah penting. Presiden Joko Widodo
menyatakan, "Pramuka bukan sekadar tahu bahasa morse, tetapi harus bisa tahu coding,
artifisial, dan bahasa digital yang lain. Pramuka harus mampu. merevitalisasi diri, tetapi tidak
melupakan semangat persatuan, yakni Pancasila." Pernyataan tersebut menggarisbawahi
bahwa pramuka harus menjadi wadah yang relevan pada setiap zaman agar dapat menjadi
gerakan yang menarik para remaja.
SatuanKaryaPramuka
I. PengertianSatuanKaryaPramuka (SAKA)
Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat,
mengembangkan bakat, meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan
pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang kejuruan serta memotivasi mereka untuk
melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi
kehidupannya dan pengabdiannya pada masyarakat, bangsa, dan negara sesuai aspirasi
pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan
pertahanan Nasional.
Berdasarkan Pasal 39 dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
(Keputusan Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka Tahun 2018 Nomor:
07/Munas/2018), saka atau satuan karya menjadi salah satu organisasi pendukung dalam
gerakan kepramukaan bagi anggota pramuka penegak serta pandega. Setiap Satuan Karya
memiliki beberapa krida, yang masing-masing mengkhususkan pada subbidang ilmu tertentu.
Setiap Krida memiliki Syarat Kecakapan Khusus untuk memperoleh Tanda Kecakapan
Khusus Kelompok Kesatuan Karyaan yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan
Krida tertentu di Saka tersebut.
Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan
Bakti Satuan Karya Pramuka disingkat Pertisaka yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka,
sedangkan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut
Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka disingkat Peransaka. Kegiatan Peransaka antara
lain melakukan transfer bidang keilmuan masing-masing Satuan Karya.
II. DaftarSakatingkatNasional
1. Saka Bahari
Lambang Saka Bahari
Saka Bahari adalah Saka yang memberikan keterampilan praktis di bidang
kebaharian atau kelautan. Pembinaan Saka bahari dilaksanakan bekerja sama
dengan TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, dan Kementerian Kelautan.
Saka Bahari memiliki 4 krida, yaitu :
1. Krida Sumberdaya Bahari
2. Krida Jasa Bahari
3. Krida Wisata Bahari
4. Krida Reksa Bahari
2. Saka Bakti Husada
Lambang Saka Bakti Husada
Saka Bakti Husada adalah Satuan Karya Pramuka yang memberikan pengetahuan
dan ketrampilan praktis di bidang kesehatan. Pembinaannya bekerja sama dengan
Kementerian Kesehatan. Saka Bakti Husada memiliki 5 (lima) krida, yaitu :
1. Krida Bina Lingkungan Sehat
2. Krida Bina Keluarga Sehat
3. Krida Penanggulangan Penyakit
4. Krida Bina Gizi
5. Krida Bina Obat
3. Saka Bhayangkara
Lambang Saka Bhayangkara
Saka Bhayangkara adalah Saka yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan
khusus di bidang ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pembinaannya dilaksanakan
bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia. Saka Bhayangkara memiliki 4
krida, yaitu:
1. Krida Ketertiban Masyarakat
2. Krida Lalu Lintas
3. Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana
4. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPKP)
4. Saka Dirgantara
Lambang Saka Dirgantara
Saka Dirgantara adalah Satuan Karya Pramuka yang memberikan pengetahuan dan
keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan. Saka Dirgantara diselenggarakan
bekerja sama dengan TNI AU, pihak perusahaan penerbangan dan klub
aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu.
Saka Dirgantara terdiri atas 3 (tiga) krida, yaitu :
1. Krida Olahraga Dirgantara
2. Krida Pengetahuan Dirgantara
3. Krida Jasa Kedirgantaraan
5. Saka Kencana
Lambang Saka Kencana
Saka Kencana adalah Saka yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan khusus
di bidang Keluarga Berencana (KB), Keluarga Sejahtera dan Pengembangan
Kependudukan. Pembinaannya dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN). Saka Kencana meliputi 4 krida, yaitu:
1. Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)
2. Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK)
3. Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE)
4. Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM)
6. Saka Taruna Bumi
Lambang Saka Taruna Bumi
Saka Taruna Bumi adalah saka yang memberikan pengetahuan dan keterampilan
dalam bidang pembangunan pertanian. Pembinaannya bekerjasama dengan
Kementerian Pertanian, LIPI, dan Lembaga Holtikultura. Saka Tarunabumi memiliki
5 krida, yaitu :
1. Krida Pertanian dan Tanaman Pangan
2. Krida Pertanian Tanaman Perkebunan
3. Krida Perikanan
4. Krida Peternakan
5. Krida Pertanian Tanaman Holtikultura
7. Saka Wanabakti
Lambang Saka Wanabakti
Saka Wanabakti memberikan pengetahuan dan ketrampilan serta menanamkan
rasa tanggung jawab di bidang pelestarian sumberdaya alam, kehutanan dan
lingkungan hidup. Saka Wanabakti diselenggarakan bekerja sama dengan
bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan, Perhutani dan LSM Lingkungan
Hidup/Lembaga Profesional terkait. Saka Wanabhakti terdiri atas 4 (empat) krida,
yaitu:
1. Krida Tata Wana
2. Krida Reksa Wana
3. Krida Bina Wana
4. Krida Guna Wana
8. Saka Wira Kartika
Lambang Saka Wira Kartika
Saka Wira Kartika adalah Saka yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan
khusus di bidang kewilayahan dan bela negara. Pembinaannya dilaksanakan
bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat. Saka Wira Kartika terdiri atas 5 krida,
yaitu:
1. Krida Survival
2. Krida Pioner
3. Krida Mountainering
4. Krida Navigasi Darat
5. Krida Bintal Juang.
9. Saka Kalpataru
Lambang Saka Kalpataru
Saka Kalpataru adalah Satuan Karya Pramuka yang memberikan pengetahuan dan
ketrampilan khusus di bidang kepedulian lingkungan hidup. Pembinaannya
dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (sekarang
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup). Saka Kalpataru memiliki 3 krida
yaitu :
1. Krida 3R (Reuse, Reduce, Recycle)
2. Krida Perubahan Iklim
3. Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati
10. Saka Pariwisata
Lambang Saka Pariwisata
Saka Pariwisata adalah Saka yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan
khusus di bidang kepariwisataan. Saka Pariwisata memiliki 3 krida yaitu :
1. Krida Penyuluh Pariwisata
2. Krida Pemandu Pariwisata
3. Krida Kuliner
11. Saka Widya Budaya Bakti
Lambang Saka Widya Budaya Bakti
Saka Widya Budaya Bakti memberikan pengetahuan dan ketrampilan khusus di
bidang pendidikan dan kebudayaan. Saka Widya Budaya Bakti meliputi 7 krida,
yaitu:
1. Krida Pendidikan Masyarakat
2. Krida Anak Usia Dini
3. Krida Pendidikan Kecakapan Hidup
4. Krida Bina Sejarah
5. Krida Bina Seni dan Film
6. Krida Bina Nilai Budaya
7. Krida Bina Cagar Budaya dan Museum
12. SakaBinaSosial
Lambang Saka Bina Sosial
Saka Bina Sosial yaitu satuan karya pramuka yang yaitu wadah pokok isi kerangan
sbg meningkatkan ilmu dan ketrampilamn praktis dibidang usaha kesejahteraan
sosial guna menumbuhkan kesadaran sbg membaktikan dirinya dalam
pembangunan nasional. Saka Pustaka dapat posisi di Perpustakaan Umum,
meskipun demikian dapat pula bermarkas di Kwartir Cabang. Sejauh ini hanya
Kwarda Jawa Tengahyang ada secara resmi Saka ini.
13. Saka Kerohanian
Lambang Saka Kerohanian
Saka Kerohanian yaitu satuan karya pramuka yang yaitu wadah pokok isi kerangan
sbg meningkatkan ilmu dan ketrampilamn praktis dibidang pekerjaan kerohanian
menumbuhkan kesadaran sbg membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.
Dulu saka ini pernah aktif di bawah binaan Kwartir Cabang Hulu Sungai Tengah,
Kalimantan Selatan. Sekarang Saka Kerohanian sudah tidak masuk lagi.
14. Saka Pekerjaan Umum
Lambang Saka Pekerjaan Umum
Saka Pekerjaan Umum yaitu satuan karya pramuka yang yaitu wadah pokok isi
kerangan sbg meningkatkan ilmu dan ketrampilamn praktis dibidang pekerjaan
umum guna menumbuhkan kesadaran sbg membaktikan dirinya dalam
pembangunan nasional. Dulu ini yaitu salah satu saka yang cukup aktif yang terletak
di bawah binaan Kwartir Kawasan Kalimantan Selatan. Sekarang Saka Pekerjaan
Umum sudah tidak masuk lagi.
15. SakaPustaka
Lambang Saka Pustaka
Saka Pustaka yaitu satuan karya pramuka yang yaitu wadah pokok isi kerangan sbg
meningkatkan ilmu dan ketrampilamn praktis dibidang kepustakaan guna
menumbuhkan kesadaran sbg membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.
Saka Pustaka dapat posisi di Perpustakaan Umum, meskipun demikian dapat pula
bermarkas di Kwartir Cabang. Sejauh ini hanya Kwartir Kawasan Jawa Tengah yang
ada secara resmi Saka ini.
Krida-krida dalam Saka Pustaka,
1. Krida Layanan Perpustakaan (Yanpus)
2. Krida Pengembangan Bahan Pustaka (Baka)
3. Krida Pengembangan Perpustakaan (Peta)
4. Krida Deposit dan Penerbitan (Debit)
16. SakaTelematika
Lambang Saka Telematika
Saka Telematika yaitu Satuan Karya Pramuka yang membidangi masalah teknologi
dan informasi, saka ini terbilang baru dan dirintis oleh Kwartir Kawasan Jawa Barat
dengan bekerja sama dengan Telkom semenjak Maret 2011 yang lalu, Saka
Telematika ditandatangani oleh Direktur Konsumer Telkom, I Nyoman G. Wiryanata
bersama Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat Dede Yusuf Effendi di GKP Telkom di
Jalan Japati 1 Bandung. Tujuan dihasilkannya Saka Telematika ini yaitu menjadikan
ikon terbaru dari Pramuka sendiri juga mendukung 3,3 juta blog Pramuka Jawa
Barat, tujuan bedanya memiliki rasa cinta kepada telekomunikasi, edutainment,
multimedia dan informatika Indonesia yang menjadikan Pramuka Indonesia semakin
tidak jauh dengan fitur-fitur teknologi yang semakin mengembang. Saka Telematika
terdiri dari 4 krida yakni:
1. Krida Telekomunikasi
1. SKK Jaringan Telekomunikasi
2. SKK Perbuatan yang bermanfaat Telekomunikasi
3. SKK Interkoneksi Telekomunikasi
2. Krida Informatika
1. SKK Internet (Web)
2. SKK E-Commerce
3. SKK Social Networking
3. Krida Media
1. SKK Broadcast
2. SKK Video
3. SKK Teleconfrence
4. SKK Design Grafis
4. Krida Edutainment
1. SKK Game Online
2. SKK Content