14 Kandang harus selalu dalam keadaan bersih
155 Feses dan air kencing wajib diolah menjadi pupuk dan gas bio
1
PRODUK SASPRI NASIONAL
Website SASPRI : www.saspri.or.id
(Klik link diatas atau ketik link tsb pada tab search google
chrome, untuk buka Website SASPRI)
Standar Profil SASPRI Kawasan
5
2
PROFIL SASPRI xxxxx
20xx
Alamat Sekretariat :
Email : Phone :
Ri35wayat SASPRI XXXX
Wilayah kec. ………………………, terutama di desa …………. dan sekitarnya
A. Nama Kelompok : SASPRI XXX
Lokasi : Kecamatan XX
DAFTAR PENGURUS
B. Nama Badan Hukum : Koperasi Produsen “…………..”
Tanggal jadi anggota SASPRI : ……………..
Tanggal Berdiri Koperasi : …………….
C. Jumlah Anggota :
Koperasi : orang
SASPRI : orang
D. Jumlah Populasi Ternak :
SASPRI :
Koperasi :
5 E. Aset Koperasi :
4 Total Nilai Aset 20xx : Rp. ………….
Aset yang dimiliki :
- Lahan :
- Gudang :
- Sapi :
- APPO :
- Timbangan :
- Chopper :
- Lainnya :
F. Usaha Yang Pernah Dilakukan :
a. Pembiakan & penggemukan sapi secara perorangan dan
kelompok
b. Pembuatan Pupuk Organik
c. Pembuatan Pakan Silase …
d. Pembelajaran biogas …
e. Lainnya
G. Daftar Kemitraan :
- Aaa
- Bbb
- Lainnya
H. Kelebihan yang dimiliki :
5 - Hijauan cukup melimpah ….
5 - Produksi pertanian lainnya …
- Pembiakan & penggemukan …
- Pengolahan Pupuk Organik ….
- Pertemuan rutin untuk penguatan kelembagaan …..
- Pelatihan-pelatihan ….
I. Salinan Badan Hukum, Keputusan Kementrian Koperasi
dan NPWP :
Salinan Akte Koperasi (kalau ada) Salinan Pendirian Kelompok / SPR
(kalau ada)
J. Peta lokasi : (contoh)
5
6
WILAYAH KERJA SASPRI xxxxxxxxxx
DOKUMENTASI KEGIATAN
1. Kegiatan Sosialisasi anggota (4 foto)
5
7
2. Lahan Hijauan (4 foto)
3. Kegiatan Pengolahan silase (4 foto)
4. Kegiatan Pengolahan konsentrat (4 foto)
5. Pengolahan & pemanfaatan Limbah Ternak (4 foto)
6. Kegiatan Keswan (4 foto)
7. Hasil di Luar Peternakan (4 foto)
TERIMA KASIH
1. Standar Proposal PKBL
5
8
SASPRI ……………………… Desa
……………………………….
Kabupaten ………………………
No : .......................................
Lampiran
Hal : 1 berkas
: Pengantar Proposal Pengajuan
Program Kemitraan PT. ............................
Yang Terhormat Kepala Biro PKBL
PT. ............................................ di ..........................
Dengan hormat,
Perkenankan untuk memperkenalkan diri, kami, Solidaritas Alumni
Sekolah Rakyat Indonesia (SASPRI) .......................... adalah gabungan
kelompok peternak binaan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan
program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Dapat kami
informasikan bahwa program SPR ini digagas Prof. Dr. Muladno dan SPR
Maju Bersama telah dinyatakan lulus pada Oktober 2017. Kelulusan ini
kami peroleh setelah menempuh masa pembelajaran sesuai kurikulum
yang telah disusun oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Setelah
menyelesaikan semua materi pembelajaran, Tim IPB melakukan proses
assessment untuk memastikan bahwa SPR Maju Bersama telah siap
menjadi peternak mandiri dan siap mengembangkan bisnis kolektif
secara berjamaah.
Sebagai kelompok peternak yang sudah lulus, kami menjadi anggota
SASPRI (Solidaritas Alumni Sekolah Peternakan Rakyat Indonesia).
sSuA95dSaPhRI
adalah perkumpulan sebagai wadah para alumni SPR yg
lulus. Setelah lulus, kami, SPR .............................. mengubah nama
menjadi SASPRI
............................
Dalam rangka mengembangkan usaha peternakan, bersama ini kami
mengajukan permohonan pembiayaan Program Kemitraan Program
Kemitraan PT. .................... kepada peternak anggota SASPRI Maju Bersama
Sungai Lilin, sebagai penerima manfaat untuk sektor usaha
peternakan sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah)
untuk usaha penggemukan dan pembiakan sapi (DISESUAIKAN
PLAFOND YG DIMINTA).
Selain memiliki usaha peternakan sapi, kami juga memiliki usaha
……………… dalam upaya meningkatkan kesejahteraan peternak anggota
pada khususnya dan masyarakat di Kecamatan ...................... pada umumnya.
Dalam menjalankan semua kegiatan ini sudah membentuk
koperasi dengan nama yang sama dengan nama SPR, yang didirikan
pada tgl
........................ Saat ini jumlah anggota sebanyak …… peternak yang
tergabung dalam … kelompok ternak. Pendirian Koperasi ini dalam rangka
pengumpulan modal dari anggotanya, meskipun masih dalam jumlah yang
terbatas.
Berbagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas baik teknis maupun
kelembagaan terus dilakukan, dari usaha ternak budidaya sapi
sampai dengan pengolahan kotoran sapi dan urin menjadi pupuk organik
dengan bimbingan dari Dinas Peternakan Kabupaten
……………………... Dalam menjalankan semua kegiatan peternakan
selama ini, juga telah bekerjasama dengan offtaker yang
berfungsi sebagai penyedia sapi bakalan dan pembeli sapi siap potong
untuk menunjang keberlangsungan usaha ini.
Namun dari yang kami rasakan dan alami, usaha peternakan berbasis
peternakan rakyat membutuhkan waktu yang panjang untuk
dikembangkan. Peningkatan skala kepemilikan ternak serta pengolahan
hasil samping masih belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan.
Perlu penanaman modal untuk mendongkrak usaha yang sudah dijalankan
selama ini.
Untuk itu kami sangat berharap melalui program pembiayaan produktif,
dapat mempercepat peningkatan jumlah kepemilikan sapi peternak untuk
dapat diusahakan pembiakkannya maupun penggemukannya.
Penambahan sapi akan secara langsung berdampak kepada peningkatan
produksi pupuk organik. Harapannya bagi peternak ke depan adalah
meningkatkan kesejahteraan sekaligus mewujudkan cita-cita SASPRI
maupun pemerintah daerah untuk membuat kampung sapi .
Sebagai kelengkapan persyaratan permohonan PKBL BUMN , bersama ini
kami lampirkan Proposal Pengajuan PKBL BUMN. Sebagai pihak yang bisa
dihubungi kami informasikan, Sdr ……………. ( Hp.
………………………) sebagai Wali Kawasan SASPRI …………………….. dan Sdr.
…………………… ( Hp. ………………………..) sebagai sekretaris.
Besar harapan kami agar PT Jasindo (Persero) berkenan menyetujui
permohonan ini. Atas perhatian dan kerjasamanya kami
menyampaikan terima kasih.
Wali Kawasan, SASPRI ………………………..
………………… …….., tgl…………………….
Sekretaris,
…………………….
60
PROPOSAL
PROGRAM KEMITRAAN PT. ............................
Program Kemitraan Pembiayaan Produktif Dalam Rangka
Penambahan
Dan Pengembangan Usaha Pembiakan dan Penggemukan
Sapi ….
Diajukan oleh : SASPRI
......................................
Desa
………………………………………
Kabupaten ……………………..,
TahPurnop…in…s…i ……………
61
RINGKASAN PROPOSAL
PROGRAM KEMITRAAN PEMBIAYAAN PRODUKTIF
Judul : Pembiayaan Produktif dalam rangka
Penanggung Jawab peningkatan skala usaha dan
Lokasi
Jumlah penerima pengembangan usaha ternak sapi SASPRI
manfaat
Paket Pembiayaan ……………………. Wilayah Kec.
Anggaran Biaya ……………………….
Waktu
Tujuan : Koperasi ……………………………………
: Desa …………………., Kec. …………………,
Kabupaten ……………, Prop …………….
: .. Peternak (…. peternak @ Rp. …. juta; …
peternak … juta dan … peternak @ Rp. …
juta)
: Modal kerja pembiakan Sapi ….. ekor = Rp.
………………,- dan penggemukan sapi …. ekor
= Rp. ………………………,-.
: Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah)
: Tahun 20xx – 20xx
: 1. meningkatkan populasi dan produksi
sapi;
2. mengembangkan unit budidaya ternak
secara kolektif;
62
3. mengembangkan unit pengolahan pupuk
organik;
4. mengembangkan potensi anggota-
anggotanya dalam meningkatkan
kesejahteraan secara konkrit dan
berkelanjutan
MEKANISME : 1. Dilaksanakan perjanjian
PELAKSANAAN
kerjasama/MOU antara PT Jasindo
dengan peternak SASPRI …………….;
2. PK antara Koperasi ……………….. dengan
pedagang sapi setempat sebagai
offtaker;
3. PK antara peternak penerima manfaat
dengan Koperasi …………………;
4. Sapi pembelian dari PKBL wajib di
asuransikan
5. Syarat dan ketentuan lain mengikuti
aturan yang ada dan akan dibahas lebih
lanjut.
63
DAFTAR ISI
6
4
1. Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Dasar Pemikiran
3. Tujuan
4. Pandangan dari Sudut Ekonomi
5. Pandangan dari Sudut Sosial
2. Gambaran umum SASPRI ………………
1. Profil
2. Produksi dan Produktifitas
3. Potensi dan prospek usaha ternak sapi
4. Rencana pemanfaatan Dana Kemitraan PKBL
1. Pemanfaatan Program Kemitraan
2. Analisa Usaha
3. Offtaker
4. Penjaminan
5. Mekanisme Pelaksanaan Perjanjian Kemitraan
6. Penutup
PENDAHULUAN
6
5
1.1 Latar Belakang
Solidaritas Alumni SPR Indonesia (SASPRI) merupakan asosiasi yang
dikembangkan dari Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) IPB untuk
dapat memberikan pendampingan yang berkesinambungan kepada
SPR yang telah dinyatakan lulus. Sebagaimana diketahui bersama,
pendampingan kelompok peternak untuk dapat mandiri dan
berkembang memerlukan pendampingan yang intensif dan
berkesinambungan. Melalui SPR, peternak digembleng mentalitasnya
untuk menjadi peternak profesional yang mandiri dan handal serta
menjadi peternak berorientasi bisnis dengan pendekatan kolektif.
SPR kemudian dievaluasi tingkat keberhasilannya. SPR yang telah
dinyatakan lulus, dalam pendampingan lebih lanjut masuk menjadi
anggota Perkumpulan SASPRI.
Perkumpulan SASPRI dideklarasikan di Gedung Perpustakaan Nasional
Jakarta pada tgl 10 Nopember 2018. Pada awal berdirinya, SASPRI masih
beranggotakan 5 SPR yang sudah lulus, yang terdiri dari al ; SPR Sungai
Lilin, SPR Kedungadem, SPR Kasiman, SPR Temayang dan SPR Mesuji
Raya. Sampai dengan saat ini anggota SASPRI sudah memiliki 17 anggota
SASPRI Kawasan.
SASPRI menyadari bahwa dalam rangka akselerasi usaha memerlukan
dukungan dari luar. Meskipun dukungan dari Pemerintah Daerah
sudah cukup baik, namun disadari masih terdapat keterbatasan-
keterbatasan agar ada loncatan usaha. Langkah pertama yang harus
dilakukan tentu saja penambahan dan pengembangan populasi
ternak sapi serta penambahan sarana dan prasarana
pengolahan pakan dan limbah. Selanjutnya mengembangan jaring
usaha, memperkuat bisnis kolektif dan kemitraan. Untuk itu SASPRI
melihat salah satu peluang yang memungkinkan dan sesua
dengan karakter usaha adalah dengan mengakses Program Kemitraan
PT Jasindo (Persero) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Peternakan
dan Kesehatan Hewan.
Melalui program ini diharapkan anggota mampu meningkatkan populasi
sapi, produktivitas yang memacu perkembangan usaha dan peningkatan
kme66asseyjaahratekraatasnekitpaertneyran.ak, serta menunjang pertumbuhan ekonomi
2. Dasar Pemikiran
Adapun hal yang menjadi dasar pemikiran dari pengajuan proposal
ini adalah :
a. Potensi sumber daya alam (SDA) yang mendukung usaha peternakan
sapi, terutama dalam hal penyediaan pakan hijauan;
b. Kecamatan ……………. dikenal sebagai sentra sapi yang
berkualitas untuk wilayah kabupaten maupun provinsi lain; dan
c. Memberikan peluang usaha kepada para peternak sapi secara mandiri
dapat mengoptimalkan usaha di bidang agribisnis, sehingga
masyarakat petani di pedesaan yang notabene masih mempunyai
penghasilan di bawah UMR (Upah Minimum Regional), akan lebih
produktif dan sejahtera.
3. Tujuan
a. Ikut berpartisipasi dalam program pemerintah dalam
rangka pemenuhan akan protein hewani, pengembangan dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak
anggota dan masyarakat sekitar;
b. Meningkatkan propulasi dan produksi sapi ; dan
c. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing peternak melalui
peningkatan produksi dan hasil samping usaha peternakan
berupa pengolahan limbah sapi untuk dibuat menjadi pupuk organik
maupun hasil samping lainnya.
4. Pandangan dari Sudut Ekonomi
a.6 Terjadi perkembangan dan peningkatan produktivitas ekonomi,
7 sehingga pendapatan peternak meningkat;
b. Terciptanya sinergitas antara usaha budidaya dan pengolahan dengan
pemasaran, sehingga para peternak dapat meningkatkan produktifitas
hasil peternakan; serta
c. Inklusifitas pembiayaan bagi peternak rakyat.
5. Pandangan dari Sudut Sosial
a. Mendorong bisnis kolekti oleh peternak dan masyarakat sekitar
b. Membuka lapangan kerja serta menggairahkan peternak golongan
muda untuk lebih produktif dan kreatif.
II. Gambaran umum SASPRI Maju Bersama Sungai Lilin
1. Profil
Terlampir
2. Produksi dan Produktifitas
i. Kelompok
Secara kelompok, usaha yang sudah pernah dilakukan adalah
penggemukan sapi dalam jumlah … sapi selama … bulan, dengan total
investasi Rp. ……………………, yang menghasilkan pendapatan Rp
……………………. atau Rp ………………… /bulan bagi kelompok.
ii. Perorangan
Secara perorangan, rata2 tiap peternak hanya memiliki 2 ekor sapi,
dengan pengelolaan masih secara konvensional/tradisional.
Pendapatan kotor yang diperoleh setiap tahun adalah dari hasil
penjualan pedet umur 1 th, yang harganya sekitar Rp …………………….,-
6 (betina) dan Rp. ……………………. (jantan), setara penghasilan ±
8 Rp
……………… per bulan. Ini masih jauh dari UMK Kab …………………..
yg sudah mencapai Rp ………………. / bulan. Limbah sapi juga belum
diolah menjadi pupuk organik untuk menjadi hasil pendapatan
sampingan bagi peternak.
III. Potensi dan Prospek usaha ternak sapi
1. Potensi Usaha
Rata-rata peternak sudah beternak mulai tahun ……………. dan
banyak pengalaman dalam usaha beternak sapi . Potensi usaha
peternakan sapi dan telah dikembangkan selama ini cukup
menjanjikan karena dapat mengintegrasikan 3 hasil sekaligus yaitu :
a. Penjualan sapi siap potong;
b. Penjualan sapi bakalan dan
c. Penjualan pupuk kandang
Harga sapi siap potong umur ± 3 tahun adalah di kisaran ….. jt
, sapi bakalan umur ± 2 tahun sekitar …… jt dan pedet lepas sapih
kisaran harga
…. jt (betina) dan …….. jt (jantan). Selama ini limbah diolah menjadi
pupuk kandang dan dimanfaatkan sendiri sebagai pupuk kandang
lahan sendiri atau juga ada yang dijual.
Jika kami bisa mendapatkan dana kemitraan PKBL, akan
bisa meningkatkan jumlah populasi sapi yang berkwalitas, yang
dipelihara dalam kandang komunal yang lebih berstandar, dan
dengan peralatan sarana dan prasarana pendukung yang lebih baik.
Dengan demikian akan meningkatkan penghasilan peternak.
2. Prospek Usaha
a.6 Peluang pengembangan usaha bagi masyarakat.
9 Dengan peningkatan jumlah produksi kelompok ini, baik
dalam bentuk daging segar dan pupuk, kami berencana
menggandeng kelompok kerja wanita ( KWT ). Ini akan
membantu kami dalam pemasaran pupuk organik siap pakai sebagai
media tanam siap pakai. Sedang daging segar bisa diolah menjadi
hasil olahan berupa daging bakso dengan sistem bagi hasil.
b. Kepastian dan potensi pasar masih terbuka lebar.
Kebutuhan daging sapi yang masih cukup besar di wilayah Kabupaten
………………. dan Propinsi ……….. secara umum, sekitar …….. ton
per bulan merupakan peluang pasar yang cukup menjanjikan.
Untuk itu kami bermitra dengan pedagang sapi setempat sebagai
mitra yang bertanggung jawab dalam pemasaran produksi kelompok
kami.
c. Tingkat pengem anya terjamin.
Dukungan Dinas Peternakan Kabupaten ……………… sudah berjalan
sejak tahun ……….. Usaha peternakan sapi memiliki tingkat
pengembalian modal yang baik karena di topang dari 3 faktor
hasil produksinya yaitu: (1) penjualan sapi siap potong; (2) penjualan
sapi bakalan; dan (3) hasil penjualan pupuk kandang.
IV. Kebutuhan dan pemanfaatan dana kemitraan PKBL
1. Kebutuhan dan Pemanfaatan Program Kemitraan
a. Kebutuhan Program Kemitraan yang dimohon sebesar
Rp.1.000.000.000 untuk pembiakan xx ekor indukan sapi
Limosin dan penggemukan xx ekor sapi ……... Rencana kebutuhan
indikatif sebagai berikut :
URAIAN VOLUME RP SUMBER
xxxx.000.000,- PKBL
Modal xx Ekor
kerja xxx.000.000
pembiak
an
- Harga indukan
bunting +/- @ Rp. xx jt
- Biaya produksi 2th xx.000.000
Modal kerja xx Ekor xxx.000.000,- PKBL
penggemukan
- Harga bakalan +/- xxx.000.000
@Rp. xx juta
70
Biaya produksi 4 xxx.000.000
- bulan
Kandang xx - Swadaya
Lahan hijauan xx ha - Swadaya
Listrik, Air, Dll Ad libitum - Swadaya
b. Rencana Pemanfaatan dan Usaha adalah sebagai berikut :
Penerima manfaat dari kemitraan ini nanti adalah xx peternak
secara kolektif diusahakan di kandang komunal yang
sudah dimiliki. Penanggung jawab dana kemitraan dan
pelaksanaan pemanfaatannya adalah Koperasi ……………. sebagai
badan usaha SASPRI …………….. Peternak secara bergotong
royong melakukan pemeliharaan dan perawatan sapi,
sedangkan pengadaan sapi, pengolahan pakan dan limbah sapi,
serta pemasarannya akan dikelola oleh Koperasi.
Dari total kebutuhan usaha kolektif tersebut apabila diuraikan
secara per perorangan atau
per peternak sebagaiman terlampir, secara umum sebagai berikut :
71
Tabel dibawah akan dihitung ulang JUMLAH
7
2
NO USAHA PEMBIAKAN VOLUME PINJAMAN
& PENGGEMUKAN (Rp.)
1. x peternak 1 induk & 1 xx.000.000 xxx.000.000
2. x peternak bakalan
JUMLAH 1 induk & 2 xx.000.000 xxx.000.000
bakalan
1.000.000.000
Terlampir kami sampaikan data peternak calon penerima manfaat
PK PT Jasindo.
Untuk menunjang kelancaran dalam hal pengadaan dan pemasaran
sapi, koperasi bekerjasama dengan pedagang sapi setempat sebagai
pengadaan dan pembeli hasil produksi. Dengan cara
demikian peternak akan lebih fokus dalam mengerjakan
pemeliharaan dan perawatan sapi, agar mendapatkan hasil yang
maksimal.
2.7 Analisa Usaha
3
Usaha dikelola secara kolektif agar usaha ekonomis dan efektif
sehingga meningkatkan kemampulabaan-usaha usaha peternakan yang
dilaksanakan. Gambaran Kemampulabaan Usaha SASPRI sebagai berikut:
a. Pembiakan :
- Usaha pembiakan dilakukan selama 2 tahun, dana
PK dipergunakan untuk membeli xx ekor indukan +/- 5 bln
yang harganya sekitar @ xx jt, sehingga pada bulan
ke-5 pemeliharaan indukan sudah melahirkan dan setelah 6
bln masa pemeliharaan, pedet lepas sapih sudah bisa dijual
untuk menambah modal kerja.
- Dengan calving interval (jarak beranak) rata-rata di Indonesia
18 bulan, maka pada akhir pemeliharaan 1 ekor sapi induk
memiliki 2 ekor anak.
- Perbandingan kelahiran anak jantan : betina adalah 50:50
sehingga setiap tahunnya dari xx induk akan diperoleh x anak
jantan dan x anak betina.
- Untuk menunjang kelancaran pembayaran cicilan, setiap tahun
pedet setelah sapih dijual dengan kisaran harga x jt (betina)
dan xx jt (jantan).
-
Simulasi kemampulabaan usaha pembiakan sebagai berikut :
Tabel dibawah akan dihitung ulang
7
4
- Secara matematis, hasil penjualan pedet lepas sapih
akan menambah kemampuan untuk membayar cicilan,
sehingga pada akhir periode pembiakan, xx sapi indukan
menjadi milik peternak.
b. Penggemukan.
- Untuk menunjang kelancaran pengembalian dana kemitraan
PKBL, maka periode pertama penggemukan adalah
untuk penjualan saat Idul Qurban (6 bl) dan selanjutnya
dilakukan usaha penggemukan dengan periode penggemukan x
bulan.
- Dari usaha penggemukan yang tingkat produksinya lebih cepat,
hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mengangsur pokok
dan
bunga pinjaman dari total pinjaman 1 miliar.
- Dikarenakan panen pertama adalah masih x bulan, maka dana
pinjaman disisihkan sebagian untuk cadangan
pembayaran bunga pinjaman 3 bln berikutnya (grace
periode 3 bl) yang dimulai bulan xxxxx 2021.
- Sisanya dapat digunakan untuk modal penggemukan
7 periode berikutnya, dengan volume penggemukan bervariasi,
5
sesuai modal tersisa atau tetap sesuai kemampulabaan
usaha peternakan secara keseluruhan (swadaya dan PK).
- Jika indukan sudah menghasilkan pedet lepas sapih, pedet ini
akan dijual untuk menambah modal biaya penggemukan sapi.
- Demikian seterusnya sampai akhir jangka waktu pinjaman.
Dalam perhitungan kami, variasi jml sapi ini dihitung sejak
periode 1 adalah xx, xx, xx & xx sapi.
Gambaran kemampulabaan usaha penggemukan sebagai berikut :
Potensi keutungan dalam usaha penggemukan sapi limosin yang
pertumbuhannya cukup baik, ada 2 kondisi penjualan yang
mempengaruhi
1. Penjualan sapi siap potong harian
Potensi keuntungan secara rata-rata selama ini ada pada
kisaran x-x jt per sapi. dalam tabel kemampulabaan
dibawah kami asumsikan potensi keuntungan pada harga
rata-rata, yaitu sebesar xxx jt per sapi ( pemeliharaan x
bulan ).
2. Penjualan sapi saat Idul Qurban
Potensi keuntungan secara rata-rata selama ini ada pada
kisaran x-x jt per sapi. dalam tabel kemampulabaan dibawah
kami asumsikan potensi keuntungan pada harga rata-rata
yaiutu sebesar x jt per sapi.
Simulasi kemampulabaan usaha penggemukan & cicilan
sampai akhir periode
Tabel dibawah akan dihitung ulang
No Uraian Periode 1 Periode 2 Periode 3 Periode 4
.
Jan '21 - Jun Jul '21 - Des Jan '22 - Jun Jul '22 - Des
1 Pinjaman '21 '21 '22 '22
Sapi Kurban Sapi Potong Sapi Kurban Sapi Potong
1.000.000.000 750.000.000 500.000.000 250.000.000
Modal kerja 600.000.000 617.500.000 425.000.000 398.750.000
penggemukan
27 29 19 18
2 Jumlah sapi
penggemukan 594.000.000 609.000.000 418.000.000 378.000.000
3 Biaya 6.000.000 8.500.000 7.000.000 20.750.000
penggemuka
n sapi 729.000.000 681.500.000 513.000.000 423.000.000
Sisa modal
kerja
4 Penjualan sapi
Penjualan pedet 140.000.000 140.000.000
lepas sapih
Total 869.000.000 681.500.000 653.000.000 423.000.000
penjualan 275.000.000 72.500.000 235.000.000 45.000.000
Laba / rugi
5 Cicilan pokok 250.000.000 250.000.000 250.000.000 250.000.000
pinjaman
76
6 Jasa
Administrasi 7.500.000 15.000.000 11.250.000 11.250.000
7 Modal kerja 617.500.000 425.000.000 398.750.000 182.500.000
berikutnya
- Modal kerja penggemukan dilakukan berkelanjutan hingga x
periode. Potensi pendapatan pada akhir periode ini,
akan dimonitor dan dijaga pertumbuhannya, sehingga
usaha penggemukan SASPRI diharapkan masih
berpotensi memperoleh total pendapatan ± Rp. xxx juta
selama proses usaha pembiakan dan penggemukan selama 24
bl (3 bln masa grace periode), atau setara +/- Rp. x juta per
bulan.
c. Pendapatan Lainnya
Sebagai hasil samping dari usaha peternakan adalah pupuk
kandang yang akan ditingkatkan menjadi pupuk organik
maupun
cair (masih dalam tahap pengembangan).
Dari pembiakan xx ekor indukan & sapi penggemukan rata2 +/- xx
ekor per bulan, jika asumsi limbah per sapi per hari ± 5 kg, akan
menghasilkan limbah ± xx ton per bulan. Setelah diolah jadi
pupuk organik dengan menghasilkan volume yg relative
sama & dijual dengan harga jual ± Rp 2.000 /kg dengan
keuntungan bersih ± Rp 500 /kg, akan menghasilkan potensi
pendapatan ± x,xx jt /bulan.
Dalam jangka waktu 24 bulan diharapkan bisa
mendapatkan penghasilan tambahan senilai ± xx jt.
d. Hasil akhir yang diharapkan.
Berdasar analisa usaha diatas, pada akhir periode
kemitraan, setelah peternak mengembalikan semua pinjaman,
xx indukan yang sudah dalam keadaan bunting, bahkan
dimungkinkan sudah
77
beranak menjadi milik peternak dan masih akan diterima sisa hasil
7 usaha dari penggemukan sejumlah +/- xxx jt dan pendapatan dari
8
pengolahan pupuk +/- xx jt, atau total pendapatan usaha sebesar
+/- xxx jt.
Apabila hasil usaha penggemukan saja yang diperhitungkan untuk
meningkatkan skala usaha peternak, maka xxx juta dapat dibelikan
sapi betina lepas sapih harga ± Rp. x juta sebanyak xx ekor untuk
usaha pengembangbiakan.
Jadi, total peningkatan skala usaha sapi pada periode
paska peminjaman adalah sebanyak xx ekor, yang terdiri atas
xx ekor betina bunting dan xx betina lepas sapih sehingga ke
depan berpotensi besar untuk semakin menambah jumlah
populasi. Usaha pembiakan memberikan jaminan akan
penambahan populasi di SASPRI ……………. Usaha penggemukan
selanjutnya dapat diusahakan dari anak-anak jantan hasil usaha
pembiakan.
Selain daripada itu, dengan adanya capacity building untuk
peningkatan kapasitas peternak, akan meningkatkan skala
usaha pembiakan dan penggemukan sapi dan tentu saja
meningkatkan kesejahteraan peternak.
3. Offtaker
Pedagang sapi setempat yang sudah bekerjasama dengan
kelompok peternak selama ini, dengan surat keterangan usaha
sebagaimana terlampir.
4. Penjaminan.
Sebagai penjaminan pengajuan pinjaman dana kemitraan PKBL,
Koperasi …………. menyerahkan jaminan berupa sejumlah sertifikat
dan atau BPKB motor/mobil milik peternak penerima manfaat yang
nilainya
setara dengan jumlah pinjaman dan diserahkan / disimpan ke
Koperasi/Jasindo.
V. Mekanisme Pelaksanaan Perjanjian Kemitraan
Tentative mekanisme pelaksanaan sebagai berikut :
a.Dilaksanakan perjanjian kerjasama antara PT Jasindo dengan
Peternak penerima manfaat.
b.Perjanjian kerjasama antara Koperasi dengan pedagang sapi
setempat dan,
c.Perjanjian kerjasama antara Peternak penerima manfaat
dengan Koperasi;
d.Pedagang sapi setempat bertindak sebagai offtaker (supplier
dan pembeli sapi siap potong);
e.Syarat dan ketentuan lain akan mengikuti aturan yang ada
dan akan dibahas lebih lanjut.
Berikut adalah alternatif gambaran mekanisme pelaksanaan
yang masih perlu untuk disempurnakan bersama :
79
VI. Penutup
Pengurus SASPRI Nasional sebagai pembina dan pendamping SASPRI
Kawasan ……….., sangat berharap dukungan dari pihak PT Jasindo
untuk merealisasikan program kemitraan PKBL ini. Melalui
terealisasinya program ini, maka upaya-upaya konsisten Koperasi
………… dalam melakukan pengembangan masyarakat yang sejauh ini
telah ditempuh akan semakin dapat dirasakan oleh para anggotanya.
Atas perhatian dan kerjasamanya kami menyampaikan terimakasih.
Mengetahui, Kota, tanggal ……..
SASPRI Nasional, SASPRI …………
Prof. Dr. Muladno ………………….
Wali Utama Wali Kawasan
DAFTAR LAMPIRAN
1.Daftar Peternak Calon Penerima Program (ada form exels untuk diisi)
2.Piagam & transkrip kelulusan SPR dari IPB
3.Profil SASPRI …………..
4.Surat keterangan usaha pedagang sapi setempat sebagai offtaker
5.Foto Kopi KTP calon penerima/peternak
6.Fotokopi NPWP peternak (jika ada) ;
7.Foto kopi identitas pengurus SASPRI ………..
8.Foto Kopi Akte Pendirian SASPRI;
9.Foto Kopi Akte Pendirian Koperasi;
10.AD ART SASPRI/Koperasi jika ada;
11.Foto copy surat keterangan usaha pedagang besar setempat sebagai
offtaker;
12.Surat Keterangan Usaha dan Surat Keterangan Domisili
Tempat Tinggal dari Kelurahan/Desa setempat;
13.Foto Produk, foto tempat Usaha dan foto Kegiatan Usaha, (sudah ada di
profil SASPRI di atas);
14.Denah Lokasi usaha dan tempat tinggal;
15.Foto Kopi Buku Tabungan/Rekening Koran Koperasi 3 (tiga) bulan
terakhir
16.Proposal ditanda-tangani oleh Pengurus yang tercantum dalam
akta pendirian;
17.Berkas lain akan diminta menyesuaikan permintaan dari BUMN.
81