Moneres Kingdom
Kompetensi Dasar 3.5
Mengidentifikasi struktur, cara hidup, reproduksi dan peran bakteri dalam kehidupan
Indikator Pencapaian Kompetensi
Mengidentifikasi ciri-ciri Archaebakteria
Mengklasifikasikan Archebakteria berdasarkan tempat hidup
Mengidentifikasi ciri-ciri Eubacteria
Membedakan Archaebateria dan eubakteria
Menjelaskan struktur sel bakteri
Menjelaskan pengelompokkan bakteri berdasarkan jumlah dan letak flagel
Menjelaskan pengelompokkan bakteri berdasarkan perwanaan gram
Menjelaskan pengelompokkan bakteri berdasarkan cara memperoleh makanan
Menjelaskan pengelompokkan bakteri berdasarkan kebutuhan oksigen
Menjelaskan cara reproduksi bakteri
Menjelaskan peranan bakteri yang menguntungkan dalam kehidupan
Menjelaskan peranan bakteri yang merugikan dalam kehidupan
Menjelaskan upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh bakteri
PENDAHULUAN
Menurut R.H. Whittaker, organisme dikelompokkan menjadi 5 kingdom yaitu:
monera, protista, plantae, fungi dan animalia. Seiring dengan perkembangan analisis
molekuler, Carl Woese mengelompokkan organisme menjadi enam kingdom, yaitu
protista, plantae, fungi dan animalia yang tergolong eukariotik serta Archaebacteria dan
Eubacteria yang tergolong prokariota. Karena Eubacteria dan Archaebacteria berpisah
sangat awal dalam sejarah kehidupan, Woese dan banyak banyak ahli sitematika lainnya
lebih menyukai pengelompokkan keanekaragaman ke dalam tiga domain, yaitu suatu
tingkatan taksonomi di atas kingdom.
A. ARCHAEBACTERIA
1. Ciri-ciri Archaebacteria
Archaebacteria memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Prokariotik (tidak mempunyai membran inti)
b. Dinding selnya sama sekali tidak terbuat dari peptidoglikan seperti pada bakteri
melainkan pseudopeptidoglikan
c. Bersifat anaerob, mampu menghasilkan ATP
d. Habitat di tempat yang ekstrim (asin sekali, panas sekali, dingin sekali, dll)
e. Sukar dibiakkan di laboratorium.
Moneres Kingdom
f. Tidak bersifat pathogen bagi organisme lain
g. Bereproduksi secara aseksual yaitu pembelahan biner, pembentukan tunas
(building) atau fragmentasi
2. Klasifikasi Archaeobacteria
Saat ini, Archaebacteria diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu:
a. Methanogenik
Archaebacteria ini dinamakan metanogen karena sesuai dengan metabolisme
energinya yang membentuk gas metana dengan cara mereduksi karbondioksida. Di
habitatnya metanogen memperoleh makanan dengan membusukkan sisa-sisa
tumbuhan yang mati lalu menghasilkan gas metana. Metanogen ini juga dapat
merugikan jika gas metan yang dihasilkan terlalu banyak, yaitu timbulnya efek rumah
kaca. Contoh metanogen antar lain Methanobacterium, Methanophyrus,
Methanobrevibacter rumination dan Methanococcus.
Beberapa metanogen ditemukan bersimbiosis dengan rumen herbivora serta
saluran pencernaan rayap sebagai agen yang memfermentasi selulosa. Contohnya,
Ruminococcus albus (menghidrolisa glukosa), dan Lachnospira multipara
(menghidrolisis pektin).
Contoh yang paling umum dari Archaebakteria ini adalah Methanobacterium
Gambar 3 : Bakteri Methanobacterium
b. Halofilik
Bakteri ini hidup pada habitat yang berkadar garam tinggi, seperti di laut mati
dan danau air asin. Beberapa bakteri ini mampu melakukan fotosintesis. Jenis
klorofilnya disebut bakteriorhodopsin yang memberikan warna ungu. Contohnya
Halobacterium.
Gambar 4 : Bakteri Halobacterium
Moneres Kingdom
c. Thermoasidofilik
Termoasidofilik disebut juga dengan termofil ekstrim karena hidup di tempat yang
bersuhu tinggi mencapai 113°c dan bersifat asam yaitu ber-pH di atas 2.
Archaebacteria ini hidup dengan mengoksidasi sulfur. Termofil ekstrem umumnya
hidup di lubang vulkanis, kawah vulkanis dan mata air bersulfur. Contoh bakteri sulfur
adalah Sulfolobus yang hidup di mata air sulfur yellowstone National Park, di
Amerika.
Gambar 5: Bakteri Sulfolobus
3. Peran Archaeobacteria Bagi Kehidupan Manusia
a. Enzim Archaeobacteria dapat ditambahkan ke dalam sabun cuci atau deterjen
untuk meningkatkan kemampuan sabun cuci dan deterjen pada suhu dan pH
tinggi.
b. Beberapa enzim dari Archaeobacteria dapat digunakan dalam industri makanan
untuk mengubah pati jagung menjadi dekstrin.
c. Beberapa jenis Archaeobacteria dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran,
misalnya tumpahan minyak.
B. EUBACTERIA
1. Ciri-ciri Eubacteria
Eubacteria memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Bersifat prokariot.
b. Bersifat uniseluler
c. Bersifat mikroskopik dan mempunyai dinding sel yang tersusun dari
peptidoglikon.
d. Selnya dapat berbentuk bulat atau batang yang lurus,
e. Hidup terpisah-pisah atau membentuk agregat berupa rantai, serta bertindak
sebagai dekomposer pengurai.
Moneres Kingdom
f. Hidup secara parasit dan patogenik. Akan tetapi, ada pula yang
bersifat fotosintetik dan kemoautotrof.
2. Perbedaan Archaeobacteria dan Eubacteria
Karakteristik Archaebacteria Eubacteria
Dinidng sel Tidak mengandung Mengandung
peptidoglikan peptidoglikan
Lipid membran Beberapa hidrokarbon Hidrokarbon tidak
RNA polimerase Bercabang Bercabang
Intron Beberapa jenis Satu jenis
Respon terhadap Ada beberapa gen Tidak ada pertumbuhan
antibiotik
streptomosin dan pertumbuhan tidak terhambat terhambat
kloramfenikol
Struktur penyusun Mirip dengan organisme Mempunyai struktur
ribosom eukariotik tersendiri
Sifat Tidak patogen Ada yang patogen
3. Klasifikasi Eubacteria
Secara umum eubacteria dibedakan menjadi bakteri dan cyanobacteria
a. Bakteri
1. Ciri-ciri Bakteri
Secara umum ciri-ciri bakteri:
a) Merupakan mikroorganisme berukuran lebar 0,5-1 mikron dan panjang 10 mikron
b) Bersifat kosmopolit/dapat hidup di berbagai lingkungan misalnya di tubuh
organisme, ditanah, air tawar, dan air laut
c) Pada kondisi tidak menguntungkan bakteri membentuk endospora dan
membentuk kapsul (bakteri yang berkapsul lebih sering bersifat patogen).
d) Bentuk-bentuk sel bervariasi seperti basil (batang), kokus (bola) dan spirilum.
e) Bakteri hidup dengan bebas atau parasit.
f) Bakteri ada yang bergerak dengan flagela dan ada juga yang bergerak dengan
berguling (tanpa flagela).
Moneres Kingdom
2. Bentuk- Bentuk Bakteri
Bakteri termasuk makhluk hidup renik. Ukuran bakteri dilambangkan dengan
satuan mikron. Ukuran tubuh bakteri adalah: lebar 0,5-1,5 mikron, sedangkan
panjangnya 1-5 mikron. Karena ukurannya yang kecil, bakteri hanya dapat dilihat
dengan mikroskop elektron. Bakteri dapat disaring dengan menggunakan saringan
keramik (ceramic filter).
Bentuk bakteri beraneka ragam. Berdasarkan bentuknya, bakteri dibedakan
menjadi tiga yaitu: bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus), batang atau silindris
(basillus) dan seperti spiral (spirillum).
a. Kokus (coccus)
Kokus merupakan bakteri berbentuk bulat seperti bola. Bakteri kokus dibedakan
menjadi 6 macam yaitu:
Monokokus (bakteri yang berbentuk bola dan hidup mandiri atau soliter).
Diplokokus (bakteri yang berbentuk bola dan hidup berkelompok selalu
berpasangan dua-dua).
Tetrakokus (bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok
terdiri atas empat bakteri).
Sarsina (bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok
terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus)
Streptokokus (bakteri berbentuk bulat yang bergandengan seperti rantai)
Stafilokokus (bakteri berbentuk bulat yang bergerombol membentuk buah anggur)
a) b) c)
d) e) f)
Gambar 6. Baketri kokus. a) Monokokus; b) Diplokokus; c) Sarsina;
d) Tetrakokus; e) Stafilokokus; d) Streptokokus (sumber: wikipedia)
Moneres Kingdom
b. Basil (bacillus)
Basil adalah bakteri yang berbentuk selinder atau batang kecil. Bakteri ini dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu:
Monobasilus (bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri)
Diplobasilus (bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua)
Streptobasilus (bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai)
(a) (b) (c)
Gambar 7. Bakteri basil a) monobasilus; b) diplobasilus; c) streptobasilus
(sumber: Wikipedia)
c. Spirila (spirillum)
Spirila merupakan bakteri berbentuk seperti spiral, berkelok dan melengkung.
Termasuk bakteri ini adalah bakteri vibrion yang berbentuk seperti koma dan bakteri
spiral yang bentuk selnya bergelombang seperti spiral.
(a) (b)
Gambar 8. Bakteri Spiral (a) vibrio; (b) spiral (Sumber: Wikipedia)
3. Struktur Sel Bakteri
Struktur dan fungsi dasar pada sel bakteri meliputi:
a. Dinding sel
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Dinding sel
bakteri tersusun dari peptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida.
b. Membran plasma
Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma. Membran
plasma tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Membran plasma bersifat selektif
Moneres Kingdom
permeabel dan berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel
dengan lingkungannya
c. Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan sel. Sitoplasma bakteri antara lain mengandung 80% air,
asam-asam nukleat, protein, karbohidrat, lemak, ion-ion organik,senyawa-senyawa
yang memiliki berat molekul yang rendah, ribosom, DNA dan granula
penyimpanan.
d. Ribosom
Ribosom tersusun dari protein dan RNA (ribonucleic acid/ asam ribonukleat).
Ribosom berfungsi pada sintesis protein. Sitoplasma sel prokariotik mengandung
beribu-ribu ribosom.
e. DNA
DNA merupakan materi pembawa informasi genetik berupa rantai tunggal
berbentuk melingkar (nukleiod) dan tambahan DNA melingkar lain (plasmid).
f. Kapsul atau lapisan lendir
Kapsul dan lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri
tertentu. Jika lapisan tersebut tebal disebut kapsul dan jika tipis disebut lapisan
lendir (slime). Ada beberapa fungsi kapsul yaitu: a) mel indungi tubuh dari
kekeringan sementara dengan mengikat molekul-molekul air, b) dapat memblok
pelekatan bakterofage, c) dapat sebagai anti fagositik, d) dapat memudahkan
perlekatan.
g. Flagel
Flagel adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
Flagel tersusun dari dinding protein. Flagel berfungsi sebagai alat untuk bergerak.
Flagel bakteri lebih tipis dari flagel dan silia pada organisme eukariotik. Flagel
bakteri memiliki diameter 0,01 sampai 0,02 μm. Letak flagel pada bakteri berbeda-
beda tergantung pada spesiesnya.
h. Pili (Fimbre)
Pili merupakan filamen yang bervariasi dalam diameter maupun panjang. Pili
berbentuk seperti benang-benang halus, pendek, berjumlah benyak dari flagel. Fungsi
pili diantaranya sebagai tempat menempel pada berbagai permukaan, substrat, sel
dan lain-lain; sebagai penghubung dua bakteri untuk mentransfer DNA saat
konjugasi; sebagai reseptor pegenal untuk bakterial virus.
Moneres Kingdom
i. Endospora
Beberapa bakteri ada yang membentuk endospora di dalam sel untuk melindungi diri
dari pengaruh lingkungan yang buruk. Spora tersebut memiliki dinding yang tebal,
kuat, dan tahan terhadap pemanasan, kekeringan dan radiasi. Spora dapat bertahan
lama sampai keadaan lingkungan sesuai untuk pertumbuhan.
Gambar 9. Struktur Tubuh Bakteri
4. Bakteri Berdasarkan Jumlah dan Letak Flagel
Berdasarkan Jumlah dan Letak Flagel, bakteri dibedakan menjadi :
Bakteri monotrik (punya satu flagel diujungnya)
Bakteri amfitrik (masing-masing ujung punya satu flagel)
Bakteri lofotrik (salah satu ujung punya banyak flagel)
Peritrik (seluruh permukaan tubuh punya flagel)
Gambar 10. Flagel pada bakteri: a)monotrik b) amfitrik c) lofotrik d) peritrik Sumber:
biologi I kelas X Erlangga
Moneres Kingdom
5. Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif
Berdasarkan karkteristik dinding selnya, bakteri dapat dibedakan menjadi
dua kelompok yaitu: bakteri Gram negatif dan bakteri Gram positif. Perbedaan ini
didasarkan kandungan peptidoglikan.
7 11 10
8
9 12
1
13
2 14
2
3
6 4
5
(a) (b)
Gambar 11. Klasifikasi Eubacteria berdasarkan karakteristik dinding sel.
bakteri Gram negatif ; (b) bakteri Gram positif
Sumber: Prescott
Keterangan gambar:
(1) membran dalam; (2) ruang periplasmik dan peptidoglikan; (3) membran plasma; (4)
peptidoglikan;(5) protein integral; (6) fosfolipid; (7) porin; (8) lipoprotein; (9)
lipopolisakarida; (10) asam tekoid; (11) asam lipotekoid; (12) peptidoglikan; (13) ruang
periplasmik; (14) membran plasma.
1) Bakteri Gram negatif
Bakteri Gram negatif mengandung peptidoglikan yang tipis pada dinding selnya.
Bakteri ini akan berwarna merah muda atau merah, jika diwarnai dengan pewarnaan
Gram. Bakteri Gram negatif dibagi menjadi empat filum yaitu:
a) Filum Proteobacteria
Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. Proteobacteria
dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof,
proteobacteria kemoautotrof dan proteobacteria kemoheterotrof. Bakteri ungu
mengandung bakterioklorofil yang terdapat pada membran plasma, sebagai pengganti
klorofil. Bakteri ini melakukan fotosintesis tetapi tidak memproduksi oksigen.
Beberapa jenis bakteri ungu memiliki flagel. Sebagian besar bakteri ungu bersifat
anaerob obligat dan hidup di dasar kolam, danau, atau lumpur. Contoh bakteri ungu
Moneres Kingdom
adalah Chromatium. Contoh lain dari filum proteobacteria adalah
Enterobacteria, Rhizobium dan Mixobacteria.
b) Filum Chlamydias
Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil
(0,2-1,5 μm) dengan bentuk tubuh yang tidak beraturan. Bakteri ini tidak memiliki
peptidoglikan. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk
hidup lain. Kelompok bakteri ini memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya,
yaitu badan dasar (elemantery body) dan badan inisial (initial body). Badan dasar masuk
ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial. Badan inisial tumbuh dan
membelah diri. Badan inisial membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan dari
sel inang yang disertai dengan pecahnya sel inang. Contoh Chlamydias adalah
Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata dan menyebabkan kebutaan yang
paling umum di dunia dan juga penyebab paling umum penyakit yang ditularkan
secara seksual).
c) Filum Spirochetes
Spirochetes berbentuk spiral dengan panjang 5-250 μm. Spirochetes memiliki
struktur unik yang disebut filamen aksial. Filamen aksial merupakan semacam
serabut di sepanjang sel Spirochetes yang terletak dalam selubung terluar dan berada
di luar dinding sel. Filamen aksial ini berfungsi untuk membuat gerakan berputar.
Habitat Spirochetes bervariasi, ada yang hidup bebas di lumpur atau di air,
ada yang hidup sebagai parasit dalam tubuh manusia atau di dalam lambung hewan
memamah biak. Contoh Spirochetes antara lain Treponema pallidum (penyebab
penyakit sifillis) dan Leptospira interrogans (penyebab penyakit leptospirasis).
d) Filum Cyanobacteria
Cyanobacteria disebut juga ganggang hijau biru karena bewarna hijau
kebiruan. Warna itu disebabkan oleh warna klorofil dan pigmen biru. Cyanobacteria
ditemukan di air tawar, air laut, tempat lembab, batu-batuan yang basah.
Cyanobacteria merupakan merupakan bakteri fotoautotrof yang dapat memfiksasi
nitrogen. Proses fiksasi terjadi di heterosista. Cyanobacteria memiliki inti yang tidak
diselubungi oleh membran, dinding sel terletak di antara plasmalemma dan selubng
lendir, dapat bergerak dengan gerakkan meluncur dan tidak berflagel. Contoh
Cyanobacteria adalah Synechococcus lividus, Nostoc dan Anabaena azollae. Beberapa
Moneres Kingdom
Cyanobacteria dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternatif,
misalnya Spirulina.
heterosista
Gambar 12. Anabaena
Sumber:http//www.google//Eubacteria.html
2) Bakteri Gram positif
Merupakan bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang
tebal. Bakteri ini akan berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan Gram.
Contohnya antara lain: Aktinobakteria (sifat mirip fungi, tidak memiliki selaput inti,
memiliki peptidoglikan pada dinding sel), bakteri asam laktat (mampu memfer-
mentasikan gula dan menghasilkan asam laktat, bakteri ini hidup di mulut dan vagina
manusia), streptokokus (hidup di mulut dan saluran pencernaan manusa dan hewan),
stafilokokus (hidup di hidung dan kulit, bersifat patogen oportunistik).
(a) (b)
Gambar 13. Bakteri Gram positif. (a) Clostrodium botulinum; (b) Mycobacterium
tubercolosis (Sumber: Prescott)
Peranan Eubacteria bagi Kehidupan Manusia
Bakteri yang menguntungkan
1. Lactobacillus casei digunakan dalam pembuatan keju.
2. Streptoccocus lactis dan S. cremonis digunakan dalam pembuatan keju dan mentega.
3. Lactobacillus citrovorum digunakan untuk memberi aroma pada mentega dan keju.
Moneres Kingdom
4. Bacillus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin .
5. Bacillus subtilis menghasilkan antibiotik basitrasin.
6. Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik polimixin.
7. Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan nitrobacter berperan dalam proses penambahan
kesuburan tanah ( membentuk humus )
8. Acetobacter penting dalam pembuatan asam cuka dan nata de coco.
9. Beberapa asam lemak penting dapat dihasilkan oleh bakteri, misalnya : asam
propionat dihasilkan oleh Propionibacterium (penting dalam pembentukan keju);
asam butirat dihasilkan oleh beberapa spesies dari genus Clostridium. Asam butirat ini
penting untuk menghasilkan butil alkohol, aseton, dan isopropil alkohol.
10. Beberapa bakteri saproba berperan penting dalam pembuatan biogas yang
dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Bakteri merugikan (penyebab penyakit)
1. Mycobacterium tuberculosis, bakteri ini menyerang paru – paru dan menyebabkan
penyakit TBC. .
2. Treponema pertenue, bakteri ini penyebab penyakit patek (frambusia).
3. Yersinia pestis, bakteri ini menyerang manusia dan binatang pengerat (rodentia)
menyebakan penyakit pes (sampar).
4. Clostridium tetani, bakteri ini penyebab penyakit tetanus.
5. Neisseria gonorrhoeae, bakteri ini menyerang saluran kandung kemih dan
menyebabkan penyakit kencing nanah.
C. CYANOBACTERIA( Bakteri Hijau Biru)
Ciri Struktural Ganggang biru-hijau Cyanobacteria . Ganggang biru-hijau bukan
jenis ganggang melainkan sejenis bakteri yang disebut cyanobacteria. Cyanobacteria
adalah organisme prokariotik bersel tunggal dan merupakan bentuk kehidupan yang paling
sederhana. Mereka memproduksi makanan mereka sendiri dengan fotosintesis seperti
tanaman, tetapi sel cyanobacteria lebih sederhana dari karakteristik struktural organisme
eukariotik.
Moneres Kingdom
Ciri-ciri Cyanobacteria adalah sebagai berikut.
Inti tidak diselubungi dengan membran
Umumnya Alga hijau biru Habitat di perairan dengan pH Netral dan juga sedikit basa
Cyanobacteria hidup berbagai tempat seperti tanah, perairan, batu-batuan, serta
bongkahan batu
Memiliki klorofil dan karatenoid, fikosianinm, dan terkadang fikoeritrin.
Dinding sel yang terletak antara plasmalema dan selubung lendir
Sebagian dari Cyanobacteria yang dapat berkoloni dengan bentuk filamen memiliki
heterosista dengan spora yang istirahat atau disebut dengan resting spore. Heterosista
adalah sel yang lebih tebal dan tidak memiliki inti. Spora istirahat adalah spora yang
dindingnya sangat tebal dan didalamnya berisi sel.
Bentuk organisme bisa uniseluler seperti Chroococcus, Analytis, sedangkan yang
berkoloni seperti Merismopedia, Nostoc, Microcystis atau filamen seperti Oscillatoria,
Mircocoleus, Anabaena. Sel yang membentuk koloni adalah serupa; sedangkan bentuk
filamen tersusun dari sekumpulan sel yang membentuk rantai, trikoma (seperti
tabung), atau selubung.
Dapat bergerak dengan pergerakan meluncur
Tidak berflagel
Macam-macam spesies dari Cyanobacteria adalah sebagai berikut....
- Gloeocapsa - Nostoc
- Chroococcus - Analytis
- Oscillatoria - Gloetricha
- Mircocoleus - Tolypothrix
- Anabaena - Microcystis
- Merismopedia
Peranan Cyanobacteria dalam kehidupan
a. Manfaat Cyanobacteria adalah :
1. Cyanobacteria yaitu sebagai pengikat nitrogen bebas artinya Peran Cyanobacteria
yaitu mengikat nitrogen yang utama di alam, nitrogen sendiri sangat diperlukan oleh
tanaman sehingga cyanobacteria menguntungkan untuk tanaman contohnya adalah :
Nostoc Commune, Anabaena Cycadae dan Anabaena azollae.
2. Sebagai vegetasi peintis , yaitu dengan cara membentuk lapisan pada permukaan tanah
gundul sehingga mampu hidup pada lingkungan yang kurang menguntungkan dimana
tumbuhan lain tidak dapat hidup di daerah itu.
Moneres Kingdom
3. Cyanobacteria juga berperan sangat penting untuk menambah
materi-materi organik ke dalam tanah.
4. Spiriluna mampu menghasilkan senyawa karbohidrat ang lumayan dan senyawa
organic lain sangat tinggi yang diperlukan oleh manusia sebagai sumber pangan yang
mengandung banyak sekali protein di dalamnya. Oleh karena itu Spiriluna bisa
digunakan untuk dikembangkannya sumber pangan di masa datang karena Spiriluna
ini dalam bentuk pil.
b. Kerugian Cyanobacteria :
1. Beberapa Spesies dari Cyanobacteria memproduksi racun syaraf (neurotoksin) seperti
ular yang sangat berbahaya bagi hewan dan manusia biasanya racun ini menyerang
hati ( hepatotoksin ) dan sel ( sitotoksin ) mereka membentuk endotoksin sehingga
sangat berbahaya bagi hewan maupun manusia.
2. Jika terlalu banyak Cyanobacteria menempel pada tembok bangunan maka lama-
kelamaan temok rumah tersebut akan cepat mengalami keretakan.
3. Cyanobacteria juga bisa merugikan akibat ulah manusia yaitu Cyanobacteria dapat
hidup di lingkungan yang mengandung kadar fosfat dan nitrogen yang tinggi. Kadar
tersebut pada suatu lingkungan perairan sering diakibatkan oleh pencemaran limbah
industri dan pertanian. Kondisi ini dapat mengakibatkan tumbuhnya Cyanobacteria
secara berlimpah. Limpahan tersebut dapat menutupi permukaan perairan sehingga
matahari dan oksigen yang dibutuhkan organisme lain dalam perairan berkurang.
Moneres Kingdom
LATIHAN
1. Apa yang membedakan Bakteri dengan Mikroorganisme lainnya?
2. Sebutkan minimal 5 ciri ciri dari bakteri
3. Berikan satu contoh bakteri dan identifikasi bakteri tersebut apakah termasuk
Archebakteria atau Eubakteria?
4. Jelaskan menurut bahasa anda proses reproduksi bakteri dengan cara pembelahan
biner?
5. Apakah peranan bakteri bagi kehidupan?
Daftar pustaka
Moneres Kingdom
Irnaningtyas. 2013. Biologi Untuk SMA kelas X. Jakarta : Erlangga.
Campbell N.A. Mitchell LG, Reece JB, Taylor MR, Simon EJ.
2006. Biology, 5th ed. Benjamin Cummings Publishing Company,
Inc., Redword City, England