LK 2.2 Penentuan Soulusi
Nama : Amelia Rahayu
No PPG : 201500821395
No Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi Yang Relevan Analisis Analisis Alternatif
Penentuan Solusi Solusi
1 Kajian Literatur Berdasarkan hasil Alasan mendasar Berdasarkan analisis
1. analisis kajian literarur dalam penentuan penetuan solusi, maka
https://doi.org/10.23887/mi.v dan wawancara solusi tentang alternatif solusi yang
25i1.24468 dengan pengawas, peserta didik kelas dapat diterapkan dalam
kepala sekolah, guru 2 mengalami proses pembelajaran
Dedi Kristiyanto (2020) dan teman sejawat, kesulitan dalam sebagai berikut:
Meningkatan kemampuan maka solusi yang pembelajaran 1. Guru menggunakan
berpikir kritis dan hasil relevan untuk matematika materi model pemebelajaran
belajar matematika dengan menyelesaikan menentukan Project Based
model Project Based masalah peserta didik bangun ruang Learning (PJBL)
Learning (PJBL). Jadi, mengalami kesulitan berdasarkan banyak dalam pembelajaran
penerapan model Project dalam menentukan rusuk, sisi, dan titik matematika.
Based Learning (PJBL) banyak rusuk, sisi, dan sudutnya pada Kelebihan model PJBL
efektif dalam meningkatkan titik sudutnya pada pembelajaran :
kemampuan berpikir kritis pembelajaran tematik tematik tema 4 a) Model ini bersifat
siswa, serta dapat tema 4 (Hidup Bersih Hidup Bersih dan terpadu dengan
meningkatkan hasil belajar dan Sehat) Subtema 4 , sehat Subtema kurikulum sehingga
matematika kelas IV SDN 1 muatan pelajaran 4(Hidup bersih dan tidak memerlukan
Jlarem. matematika dan Sehat) Subtema 4 tambahan apapun
Bahasa Indonesia (Hidup bersih dan dalam
2. melalui model sehat di Tempat pelaksanaannya.
https://doi.org/10.31004/basi Pembelajaran Project Umum) adalah b) Siswa terlibat dalam
cedu.v5i1.684 Based Learning dengan kegiatan dunia nyata
Alghaniy Nurhadiyati, (PJBL) ditunjang menggunakan dan mempraktikan
Rusdinal Rusdinal, Yanti dengan media media strategi otentik secara
Fitria (2021) pembelajaran Konkret pembelajaran yang disiplin.
Tujuan penelitian ini adalah yang terbuat dari kongkret dan c) Siswa bekerja secara
Mengetahui pengaruh Model kertas karton/dus menarik,berupa kolaboratif untuk
Pembelajaran PjBL dengan bekas dengan bantuan kubus, dan balok memecahkan
aktivitas Belajar serta hasil video pembuatan dari bahan kertas masalah yang penting
Belajar Siswa di Kelas IV. bangun ruang melalui karton/dus bekas. baginya.
Dari hasil analisis diperoleh laptop dan layar Dan dengan d) Teknologi
bahwa terdapat pengaruh proyektor. menggunakan terintegrasi sebagai
pembelajaran Model PjBL model PJBL alat untuk penemuan,
terhadap hasil belajar di kelas (Projek Based kolaborasi, dan
IV Learning), dimana komunikasi dalam
model PJBL dapat mencapai tujuan
https://ayoguruberbagi.kemdi meningkatkatkan pembelajaran penting
kbud.go.id/artikel/project- hasil belajar peserta dalam caracara baru.
based-learning/ didik dalam e) Meningkatkan kerja
pembelajaran sama guru dalam
Kelebihan atau keunggulan matematika karena merancang dan
PjBL sebagai berikut (Abidin, model tersebut mengimplementasika
2007:170) : menjadikan peserta n proyek-proyek
a) Model ini bersifat terpadu didik menjadi lebih yang melintasi batas-
dengan kurikulum aktif dan dapat batas geografis atau
sehingga tidak meningkatkan bahkan melompat
memerlukan tambahan berpikir kritis zona waktu.
apapun dalam sehingga hasil
pelaksanaannya.
No Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi Yang Relevan Analisis Analisis Alternatif
Penentuan Solusi Solusi
b) Siswa terlibat dalam belajar matematika Kekurangan/kelemaha
kegiatan dunia nyata dan dapat meningkat. n PJBL adalah :
mempraktikan strategi a) Memerlukan banyak
otentik secara disiplin. waktu dan biaya.
c) Siswa bekerja secara b) Memerlukan banyak
kolaboratif untuk media dan sumber
memecahkan masalah belajar.
yang penting baginya. c) Memerlukan guru
d) Teknologi terintegrasi dan siswa yang sama-
sebagai alat untuk sama siap belajar dan
penemuan, kolaborasi, berkembang.
dan komunikasi dalam d) Ada kekhawatiran
mencapai tujuan siswa hanya akan
pembelajaran penting menguasai satu topik
dalam caracara baru. tertentu yang
e) Meningkatkan kerja sama dikerjakannya.
guru dalam merancang
dan 2. Guru
mengimplementasikan menggunakan media
proyek-proyek yang konkret berupa kubus
melintasi batas-batas dan balok yang terbuat
geografis atau bahkan dari bahan kertas
melompat zona waktu. kartom/dus bekas.
Kekurangan/kelemahan PJBL
adalah sebagai berikut Kelebihan media
(Abidin, 2013:171) : benda konkret, yaitu:
a) Memerlukan banyak a. Memberikan
waktu dan biaya. pengalaman secara
b) Memerlukan banyak langsung.
media dan sumber belajar. b. Penyajian secara
c) Memerlukan guru dan konkret dan
siswa yang sama-sama menghindari
siap belajar dan verbalisme.
berkembang. c. Dapat menunjukkan
d) Ada kekhawatiran siswa obyek secara utuh
hanya akan menguasai baik konstruksi
satu topik tertentu yang maupuan cara
dikerjakannya. kerjanya.
d. Dapat
3. memperlihatkan
http://portaluniversitasquality struktur organisasi
.ac.id:55555/id/eprint/267 secara jelas.
C VERONIKA (2019) e. Dapat menunjukkan
Dari hasil analisis data alur suatu proses
diperoleh bahwa hasil belajar secara jelas.
siswa pada mata pelajaran
matematika materi sifat-sifat Adapun kelemahan
bangun ruang balok dan benda konkret, yaitu:
kubus setelah menggunakan a. Tidak bisa
media benda konkret menjangkau sasaran
diperoleh nilai rata-rata 80,50 dalam jumlah yang
dan hasil belajar siswa pada besar.
mata pelajaran matematika
materi sifat-sifat bangun
No Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi Yang Relevan Analisis Analisis Alternatif
Penentuan Solusi Solusi
ruang balok dan kubus setelah
menggunakan pembelajaran b. Penyimpanannya
konvensional diperoleh nilai memerlukan ruang
rata-rata 72,50. Maka dapat yang besar.
disimpulkan ada pengaruh
dalam penggunaan media c. Perawatannya rumit.
benda konkret terhadap hasil
belajar siswa pada mata
pelajaran matematika.
Hasil Wawancara:
Berdasarkan wawancara
dengan teman sejawat guru
dan kepala sekolah
diperoleh:
1. Guru harus menggunakan
model pemeblajaran yang
menarik dan variatif.
2. Tingkat kesulitan harus
sesuai dengan kemampuan
siswa.
3. Gunakan media belajar
yang real/nyata yang
menarik.
4. Guru harus sering
memberikan latihan soal
baik di sekolah atau di
rumah.
5. Melaksanakan
pembelajaran remedial
bagi siswa yang
berkesulitan belajar
matematika.
Ibu Pengawas :
1. Coba dengan media
kongkret.
2. Gunakan metode
pembelajaran yang
mudah dan
menyenangkan.
3. Guru harus sering
mendampingi siswa saat
belajar.
4. Tingkat kesulitan soal
sesuai dengan
kemampuan siswa.
2 Kajian Literatur Berdasarkan hasil Alasan mendasar Berdasarkan analisis
1. analisis kajian literatur pemilihan solusi penetuan solusi, maka
https://journal.ugm.ac.id/jfi/a dan wawancara untuk mengatasi alternatif solusi yang
rticle/view/24410 dengan pengawas, masalah tentang dapat diterapkan dalam
kepala sekolah, guru peserta didik proses pembelajaran
Widodo , Lusi Widayanti(2) dan teman sejawat, mengalami sebagai berikut:
maka solusi yang kesulitan dalam
No Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi Yang Relevan Analisis Analisis Alternatif
Penentuan Solusi Solusi
Hasil penelitian menunjukkan paling relevan untuk membaca 1. Guru menggunakan
bahwa ada peningkatan menyelesaikan pemahaman pada model pembelajaran
aktivitas siswa dan hasil masalah peserta didik teks bacaan pada Problem Based
belajar setelah menerima mengalami kesulitan pembelajaran Learning (PBL).
pembelajaran dengan metode dalam membaca tematik tema 5
PBL. Sehingga dapat pemahaman pada teks Pengalamanku Kelebihan Model PBL:
disimpulkan bahwa dengan bacaan pada subtema 1 1) Menantang
menggunakan metode pembelajaran tematik (pengalamanku kemampuan siswa
pembelajaran berbasis tema 5 dirumah) alternatif serta memberikan
masalah dapat meningkatkan (pengalamanku) solusinya antara kepuasan untuk
kegiatan pembelajaran dan subtema 1 lain guru harus menemukan
hasil belajar siswa. (Pengalamanku menggunakan pengetahuan baru
dirumah) muatan model bagi siswa.
2. pembelajaran Bahasa pembelajaran yang 2) Meningkatkan
https://core.ac.uk/download/p Indonesia dan PPkn, menarik dan tepat motivasi dan
df/228882753.pdf melalui model yaitu dengan aktivitas
Problem Based menggunakan pembelajaran siswa.
Yuyun Dwi Haryanti Learning(PBL), model PBL 3) Membantu siswa
Yuyundwiharyanti18@gmail ditunjang media (Problem Based dalam mentransfer
.com gambar yang Learning) yang pengetahuan siswa
Universitas ditampilkan pada dapat untuk memahami
Majalengka(2020) laptop dan layar menumbuhkan masalah dunia nyata.
Penerapan model Problem proyektor. berpikir kritis pada
Based Learning sebagai peserta didik. Dari Kelemahan Model
model pembelajaran berpikir kritis inilah PBL:
yang sesuai dengan tingkat peserta didik dapat 1) Manakala siswa
perkembangan kognitif dan memecahkan tidak memiliki niat
juga karakteristik masalahnya dalam atau tidak
siswa SD. Siswa SD mampu kehidupan sehari- mempunyai
berpikir secara sistematis sehari dan dapat kepercayaan bahwa
melalui bendabenda konkret meningkatkan hasil masalah yang
ataupun memecahkan belajar peserta dipelajari sulit untuk
masalah-masalah nyata. didik dalam dipecahkan, maka
Siswa SD memahami mereka akan merasa
memiliki karakteristik senang bacaan.Kemudian enggan untuk
bermain, senang bergerak, untuk lebih mencobanya.
senang menyajikan 2. Guru memanfaatkan
berkelompok, dan senang pembelajaran yang media gambar untuk
melakukan sesuatu secara menarik dan mempermudah
langsung. Berdasarkan hal variatif guru mempelajaran.
tersebut penerapan model menggunakan
Problem Based Learning model Kelebihan Media
sangat cocok digunakan di pembelajaran yang Gambar:
Sekolah Dasar dalam menarik yaitu 1. Sifatnya konkrit,
membangun kemampuan dengan media lebih realitis
berpikir kritis siswa. gambar berseri menunjukkan pokok
Kemampuan berpikir kritis yang dapat masalah.
inilah yang akan membawa meningkatkan hasil 2. gambar dapat
siswa mampu memecahkan belajar peserta mengatasi masalah
permasalahan yang muncul didik. Karena batasan ruang dan
dalam dunia nyata siswa. dengan media waktu.
gambar peserta 3. Media gambar dapat
Kelebihan Model Problem didik kelas 2 mengatasi
Based Learning: khususnya akan
No Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi Yang Relevan Analisis Analisis Alternatif
Penentuan Solusi Solusi
1) Menantang kemampuan lebih tertarik dan keterbatasan
siswa serta memberikan mudah memahami pengamatan kita.
kepuasan untuk maksud dari cerita 4. Dapat memperjelas
menemukan pengetahuan tersebut. Gambar suatu masalah,
baru bagi siswa. seri ditampilkan dalam bidang apa
2) Meningkatkan motivasi dengan bantuan saja.
dan aktivitas melalui laptop dan 5. Murah
pembelajaran siswa. layar proyektor. harganya,mudah
3) Membantu siswa dalam didapat, mudah
mentransfer pengetahuan digunakan, tanpa
siswa untuk memahami memerlukan alat yng
masalah dunia nyata. khusus.
4) Membantu siswa untuk
mengembangkan Kelemahan media
pengetahuan barunya dan gambar:
bertanggung jawab dalam 1. Hanya menampilkan
pembelajaran yang persepsi indera mata,
mereka lakukan. ukurannya terbatas
5) Mengembangkan hanya dapat dilihat
kemampuan siswa untuk oleh sekelompok
berpikir kritis dan siswa.
mengembangkan 2. Gambar
kemampuan mereka diinterpretasikan
untuk menyesuaikan secara personal dan
dengan pengetahuan baru. subyektif.
6) Memberikan kesempatan 3. Gambar disajikan
bagi siswa untuk dalam ukuran yang
mengaplikasikan sangat kecil,
pengetahuan yang mereka sehingga kurang
miliki dalam dunia nyata. efektif dalam
7) Mengembangkan minat pembelajaran.
siswa untuk secara terus
menerus belajar sekalipun
belajar pada pendidikan
formal telah berakhir.
8) Memudahkan siswa
dalam menguasai konsep-
konsep yang dipelajari
guna memecahkan
masalah dunia
nyata(Sanjaya, 2007).
Kelemahan Model Problem
Based Learning:
1) Manakala siswa tidak
memiliki niat atau tidak
mempunyai kepercayaan
bahwa masalah yang
dipelajari sulit untuk
dipecahkan, maka mereka
akan merasa enggan
untuk mencobanya.
2) Untuk sebagian siswa
beranggapan bahwa tanpa
No Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi Yang Relevan Analisis Analisis Alternatif
Penentuan Solusi Solusi
pemahaman mengenai
materi yang diperlukan
untuk menyelesaikan
masalah mengapa mereka
harus berusaha untuk
memecahkan masalah
yang sedang dipelajari,
maka mereka akan belajar
apa yang mereka ingin
pelajari (Sanjaya, 2007).
3.
http://jurnal.stkipkusumaneg
ara.ac.id/index.php/semnara2
020/article/view/1199
Fitriasih Fajar Nurhayati
Audi Yundayani
Herlina Herlina (2021)
Berdasarkan hasil tiga siklus
dalam proses pembelajaran,
terbukti bahwa penggunaan
media gambar seri dapat
meningkatkan kemampuan
pemahaman membaca siswa.
Terdapat peningkatan dari
segi nilai rata-rata yang
mulanya sebesar 72 menjadi
81 serta peningkatan jumlah
siswa sebesar 34% yang dapat
mencapai KKM. Berdasarkan
observasi terhadap siswa pada
setiap siklusnya, media ini
juga dapat meningkatkan
motivasi siswa dalam
membaca pemahaman dan
minat menggunakan media
ini.
4.
http://etheses.iainponorogo.a
c.id/17555/
Priyantini, Destik Diyah
(2021)
Media cerita bergambar
merupakan buku yang
memiliki unsur gambar
disertai teks cerita yang
berfungsi penghias dan
pendukung cerita yang dapat
membantu proses
pemahaman terhadap isi
No Eksplorasi Alternatif Solusi Solusi Yang Relevan Analisis Analisis Alternatif
Penentuan Solusi Solusi
gambar tersebut. Membaca
pemahaman adalah
kemampuan untuk
memahami isi bacaan atau
teks secara menyeluruh dan
dapat menyampaikan hasil
pemahaman membacanya
dengan cara membuat
rangkuman isi bacaan dengan
menggunakan bahasanya
sendiri dan
menyampaikannya baik
secara lisan maupun tulisan.
Kurangnya variasi media
yang digunakan dalam
keterampilan membaca pada
pemebelajaran karena media
yang digunakan masih berupa
teks bacaan biasa, sehingga
membuat siswa kurang
antusisas dalam membaca.
Hasil Wawancara:
Berdasarkan wawancara
dengan teman sejawat guru
dan kepala sekolah
diperoleh:
1. Belajar dengan media
gambar yang menarik
2. Kenalkan dengan
berbagai jenis bacaan.
3. Pastikan anak mengenal
huruf dengan baik.
4. Guru menyediakan buku
bergambar dan bertulisan
huruf-huruf yang besar.
5. Guru menyajikan model
dan media pembelajaran
yang menarik bagi siswa.
6. Memberikan latihan dan
dan penugasan.
Berdasarkan wawancara
dengan Ibu pengawas:
1. Menggunakan model dan
media pembelajaran yang
menarik bagi siswa.
2. Ajarkan visualisasi bacaan
melalui gambar yang
menarik.
3. Ajak siswa memahami
kata yang dibaca.