The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hadisusilo32, 2022-10-30 11:33:31

MAJALAH DIGITAL edit prov

MAJALAH DIGITAL edit prov

No.01 Th. I – Nopember 2022

Majalah Digital

LENTERA ILMU
Ajang Kreativitas Guru Desa

Pendidikan, Pembelajaran dan
Lingkungan Belajar Berkarakter

SOSOK INSPIRATIF ARTIKEL

Penulis skenario dan pemain peran Untuk Apa Guru Harus Menulis
Film pendek Kabupaten Pekalongan
TUTORIAL
KABAR SEKOLAH
Hapus Background Foto
Berbagi Makanan, Upaya Secara Online
Menumbuhkan
Pendidikan Karakter Sejak Dini

PGRI Cabang Paninggaran

LENTERA ILMU Salam Redaksi

Majalah Digital Alhamdulillah, puji syukur kami ke hadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-
No.01 Th. I – Nopember 2022 Nya sehingga majalah LENTERA ILMU
dapat terselesaikan dengan baik. Kami juga
PEMIMPIN UMUM mengucapkan terima kasih kepada semua
Ketua Pengurus PGRI Cab. anggota redaksi yang telah memberikan
kontribusi secara maksimal dalam
Paninggaran pembuatan majalah ini. Serta tak lupa kami
haturkan terima kasih kepada semua pihak
PEMIMPIN REDAKSI yang telah membantu dan membimbing
Korwil Dindikbud Kec. Paninggaran kami.

REDAKTUR PELAKSANA Kami sadar dalam penyusunan majalah ini
Hadi Susilo, S.Pd.SD masih banyak kesalahan. Oleh karena itu,
kami menerima saran dan kritik yang
REDAKSI membangun untuk majalah ini agar lebih
Sardono S., S.Pd. SD baik lagi ke depannya.
Kurniawati Rahayu, S.Pd
Hadi Susilo, S.Pd.SD Dalam majalah LENTERA ILMU ini, kami
mengulas tentang sajian utama, artikel
SEKRETARIAT ilmiah, berita-berita sekolah di Paninggaran,
Hadi Susilo, S.Pd.SD karya inovatif, serta karya-karya guru
Sardono S.,S.Pd.SD meliputi: geguritan, puisi, cerita pendek,
Kurniawati Rahayu, S.Pd cerita anak, dan komik digital. Harapan
kami, majalah LENTERA ILMU bisa menjadi
LAYOUT/ARTISTIK wadah bagi guru-guru Paninggaran untuk
Hadi Susilo, S.Pd.SD berkarya, menambah wawasan, dan
membuka pikiran kita semua supaya
COVER/ILUSTRATOR berbagi informasi dalam kebersamaan.
Hadi Susilo, S.Pd.SD
Redaksi Majalah Digital Bulanan LENTERA ILMU menerima segala jenis
PENERBIT tulisan dari para pendidik dan pemerhati pendidikan.
PGRI Cabang Paninggaran
Tulisan bisa berupa esai (1.000 kata), Reportase/berita Pendidikan (300
ALAMAT REDAKSI kata + foto), profil tokoh pendidik, prestasi, dan karya sastra (cerpen,
Korwil Dindikbud Paninggaran cernak, puisi, geguritan).
Jl. Raya Paninggaran Pekalongan
Sertakan foto dan alamat lengkap penulis.
51164

SUMBER GAMBAR COVER
medan.tribunnews.com

Majalah Digital - Lentera Ilmu 1

Isi

EDITORIAL 4 17 IPTEK & SAINS

ARTIKEL ILMIAH 5 Mengenalkan Koding Untuk
10 Generasi Digital
• Untuk Apa Guru Menulis?
• Menumbuhkan Budaya 19 KARYA INOVATIF

Mengarang Cerpen Anak Belajar Asyik dengan Si Permen
Melalui Website Sekolah
21 GEGURITAN
BERITA SEKOLAH
23 CERITA PENDEK
• Maulid Nabi Muhammad
SAW Sarana Penanaman 33 CERITA ANAK
Pendidikan Karakter Anak
36 PUISI
• Semua siswa, guru, dan
pengurus komite meriahkan 39 TEKA-TEKI SILANG
dies natalis ke 28 SMPN 2
Paninggaran 40 KOMIK PENDIDIKAN

• Berbagi Makanan, Upaya
Menumbuhkan Pendidikan
Karakter Sejak Dini

SOSOK INSPIRATIF 14

RYANDARI, S.Pd.SD

Penulis Skenario dan Pemain Peran
Film Pendek Kabupaten Pekalongan

Majalah Digital - Lentera Ilmu 2

Klik nomor untuk menuju ke 4
halaman yang dituju

Klik tombol play untuk
mendengarkan

Klik pada foto untuk
memperbesar foto

Klik pada gambar youtube
untuk menonton video

Klik pada gambar untuk
memainkan aplikasi Si Permen

Klik tombol mulai untuk MULAI TTS
mengerjakan

Klik tombol untuk Kembali ke
halaman daftar isi

Majalah Digital - Lentera Ilmu 3

EDITORIAL

Karakter Receh Generasi Milineal

Selamat pagi pembaca yang budiman. Misal seperti anak suka ngebuli temannya di
Menyambut hari ulang tahun Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) yang ke 77 Tahun sekolah. Yang dikebuli anak bermental rendah diri. Dia
2022 bulan November nanti, Majalah Lentera Ilmu
pasrah diperlakukan apa saja, meskipun badan terasa
terbit perdana secara digital ke tengah-tengah
Anda semua. remuk redam. Karena mau melawan dengan teriakan

minta tolong, tidak berani. Rasa takutnya makin

bertambah-tambah saat si pengebuli memberikan

ancaman yang cukup menakutkan. Alhasil, jatuhlah

Sebagai ajang media silaturahmi antar korban kebuli akibat karakter receh dari teman

anggota PGRI di seluruh tanah air, majalah ini sendiri. Patutkah sikap dan karakter seperti di atas kita

mengusung berbagai tulisan yang biarkan tumbuh di sekolah-sekolah di

berkaitan dengan ke-PGRI- zaman melineal seperti

an yang tentunya tak sekarang ini?

terlepas dari dunia Tentu saja tidak!

pendidikan di negeri Karena sangat tak

kita. Terlebih dalam pantas jika hal ini

ikut serta terjadi dan terus

menyukseskan berkembang di

Kurikulum Merdeka sekolah tempat kita

mengajar. Kalau tidak

Belajar yang kini sedang ingin terkena malu pada

gencar-gencarnya kita cibiran masyarakat yang dengan

laksanakan bersama. sebelah mata menuduh kita sebagai guru

Di samping saling membenahi dan mencari yang telah gagal membentuk karakter terpuji siswa, ya

metode yang tepat untuk melaksanakan kurikulum mari kita perangi bersama sikap dan karakter receh

yang belum lama lahir ini, pendidikan karakter bagi anak sejak sekarang juga. Tentunya agar karakter

peserta didik pun tak kalah pentingnya untuk kita terpuji siswa bisa tumbuh sesuai dengan harapan

tanamkan bersama. Dengan harapan, pembentukan orang tua, guru, dan masyarakat.

sikap dewasa pada anak didik bisa lekas tumbuh. Gambaran di atas baru segelintir contoh

Tentunya sikap dewasa yang berarti bermental kejadian nyata di sekolah. Adapun kejadian lain yang

mandiri dalam menghadapi semua kesulitan di bangku berkaitan dengan karakter receh generasi melineal,

sekolah saat belajar. Mental yang tidak suka masih sangatlah banyak. Asal kita mau mengevaluasi

menggantungkan diri pada campur tangan orang lain, diri, kenakalan dan kejanggalan sikap anak di

terkhusus kepada guru di sekolah. Sehingga ke depan lingkungan sekolah tempat kita mengajar, tentu akan

diharapkan kemandirian siswa dalam setiap langkah kita temukan contoh lainnya.

saat belajar, bermain, berorganisasi, berkegiatan di Seiring dengan usaha menanamkan karakter

sekolah maupun di lingkungan rumah tempat tinggal terpuji kepada anak didik, majalah ini banyak

mereka akan bisa lekas tampak. Peserta didik yang tak menyajikan tulisan yang menuju ke arah sana. Sebagai

lagi bersikap, bersifat, dan berkarakter receh generasi redaksi sekaligus penyaji, kami berharap mudah-

milenial. Yaitu anak berkarakter serba tak percaya mudahan terbitnya majalah digital yang amat

pada kemampuan sendiri yang disertai dengan sederhana ini bisa diterima oleh pembaca semua di

kenakalan-kenalan. Anak berkarakter receh seperti mana pun berada. Wassalam. (Red)

termaksud di atas sering sudah kita temukan di zaman

sekarang ini.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 4

ARTIKEL

UNTUK APA GURU MENULIS?

Oleh Sardono S., S.Pd.SD *)

M enulis merupakan kegiatan mental pada diri kita, bagaimana halnya dengan anak didik di
sekolah-sekolah? Bukankah mereka masih serba
tingkat tinggi. Artinya, berkiblat pada apa yang kita lakukan? Bukankah jika si

menulis merupakan kegiatan yang

membutuhkan pikiran dan perasaan dengan pendidik bilang merah, anak-didik akan meniru bilang

intensitas yang tinggi. Dalam keterampilan berbahasa, merah? Demikian pula jika kita bilang biru, anak didik

menulis juga menduduki tingkatan tertinggi setelah kita pun akan mengatakan biru?

mendengar, berbicara, dan membaca (Mulyoto,8 : Begitu juga yang terjadi pada kegiatan

2006). menulis. Jika kita sudah terbiasa melibatkan anak

Masih kata Mulyoto, mulanya orang hanya didik untuk kenal sekaligus melakukan kegiatan

mendengar perkataan orang lain di sekitarnya saat menulis, tentu mereka akan terimbas pula untuk

masih bayi. Kemudian ia meniru perkataan orang melakukan hal yang sama. Mereka akan termotivasi

tersebut dengan berbicara. Setelah masuk sekolah, untuk melakukan kegiatan menulis sebagaimana yang

barulah dia belajar menulis dengan mengungkapkan dilakukan oleh seorang gurunya.

semua pengalamannya. Karena termasuk kegiatan Sebaliknya, jika kita selaku guru memandang

mental tingkat tinggi itulah, maka menulis merupakan kegiatan menulis itu suatu momok yang senantiasa

kegiatan yang membutuhkan suatu kesungguhan. harus dihindari, akan mampukah anak didik kita

Termasuk di dalam kegiatan menulis, adalah melakukan kegiatan “menulis” sebagaimana yang

mengarang. Namun biasanya menulis lebih banyak dituntut oleh Standar Kompetensi / Kompetensi Dasar

diwujudkan dalam bentuk tulisan essei, artikel, berita, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam

opini, dan feature (nonfiksi). Sedangkan mengarang, Kurikulum 2013? Sebagai jawabnya, tentu saja tipis

biasa dibuktikan dengan tulisan cerita, puisi, novel dan harapan untuk bisa melakukannya, bukan?

drama (fiksi). Nah, sesungguhnya, apa sih yang disebut

Dalam tulisan ini kita sepakati saja untuk dengan menulis?

istilah “menulis” mencakup keduanya. Baik fiksi Menulis ialah mengungkapkan atau menyampaikan

maupun nonfiksi. suatu gagasan dengan bahasa tulis (Suparno,Prof.Drs,

Berbincang tentang menulis, asyik memang. dalam Modul PGSD 4303 UT, Jakarta 2007). Dengan

Akan tetapi pada umumnya hal yang satu ini masih menulis (bukan menyalin), berarti kita

kurang mendapat perhatian penuh dari kita, kaum dapat mengadakan komunikasi kepada orang lain

pendidik di sekolah-sekolah. Khususnya di sekolah- khususnya pembaca.

sekolah dasar. Artinya, untuk melakukan kegiatan ini, Di sekolah-sekolah tempat kita mengajar,

sadar atau tidak, kita belum semuanya merasa sesungguhnya tidak sedikit mata pelajaran yang dapat

terpanggil. Bahkan untuk menghadapi kegiatan yang kita tempuh dengan kegiatan menulis. Terutama

satu ini kebanyakan dari kita akan segera menyerah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa,

sebelum mencoba melakukannya. dan Bahasa Inggris.

Pada umumnya kita akan bilang, menulis itu Pada ketiga mata pelajaran tersebut, untuk

sulit, walaupun Arswendo Atmowiloto meyatakan kegiatan menulis selain pendahuluan, isi, dan

mengarang/menulis itu gampang. Menulis itu penutup karangan, kita tak perlu mengenalkan

pekerjaan momok, kata kebanyakan orang. rumus-rumus tertentu kepada anak sebagaimana yang

Walaupun ada pula orang lain yang senang terdapat pada mata pelajaran Matematika maupun

melakukannya. Kalau gambaran demikian yang terjadi Fisika.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 5

ARTIKEL 1. Menulis untuk menyalurkan hobi.
Bagi kita yang punya hobi menulis, akan
Misal, untuk dapat menghitung Luas Segitiga,
pada mata pelajaran Matematika, kita akan merasa puas jika ide yang ada di otak kita bisa
menggunakan rumus: L = a x t :2, dengan keterangan tersalurkan lewat tulisan. Sebaliknya, jika belum
L=Luas, a=alas, dan t= tinggi segitiga. Sedangkan pada menghasilkan tulisan, otak terasa begitu padat oleh
mata pelajaran Bahasa Indonesia (menulis), rumus- banyak ide. Kita belum puas bila belum menulis.
rumus seperti di atas tak akan pernah kita temukan. Oleh karena itu, bagi kita yang punya type seperti ini
Terlepas dari rumus-rumus tertentu itulah maka akan lebih suka menyalurkan hobi menulisnya
untuk “menulis”, khususnya mata pelajaran Bahasa daripada mengambil kegiatan lain. Karena dengan
Indonesia, dibutuhkan adanya suatu minat dan menulis, perasaan menjadi puas lagi terhibur.
kesungguhan dari dalam diri kita, para pendidik.
2. Menulis karena idealisme.
Sebelum anak-anak kita ajak untuk berlatih Kita yang punya idealisme tinggi, dengan
menulis, terlebih dahulu kita harus telah
mencobanya. Kita berusaha untuk bisa menghasilkan menulis bisa menyalurkan pendapat tertentu kepada
sebuah tulisan dengan baik terlebih dahulu. Sambil masyarakat pembaca. Bagi kita yang punya type
mengajak anak-anak untuk berlatih, kita harus sudah semacam ini bisa mengkritisi kegiatan apa saja yang
bisa menunjukkan hasil karya nyata kepada anak- dipandang kurang pas dengan kejadian yang ada di
anak. Dengan contoh nyata ini, bisa diharapkan anak- masyarakat saat ini.
anak akan termotivasi untuk segera meniru
“menulis/mengarang” sebagaimana yang kita Misalnya, dalam rangka mengkritisi kebijakan
lakukan. pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat,
menciptakan masyarakat damai, meningkatkan
Akan tetapi selama ini sudahkah kita sanggup kualitas pendidikan, mengembangkan ilmu
memenuhi harapan seperti yang terurai di atas? Jika pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya, kita bisa
ada yang sudah bisa memenuhi, itu pun jumlahnya menuangkannya lewat tulisan.
masih bisa dihitung, dibanding yang belum mau Orang yang memiliki type idealisme, dengan menulis
mencobanya. mereka bisa menyalurkan opini dan pendapatnya
demi perubahan masyarakat ramai.
Bahkan banyak yang beralasan, karena
menulis itu tak gampang, maka mereka tak mau 3. Menulis untuk mencari popularitas.
melakukannya sama sekali. Apalagi rekan-rekan yang Lewat tulisan ini penulis yakin, di antara kita
bersedia melatih anak untuk menulis, masih tak
seberapa jumlahnya. Sehingga anak akan selalu ada yang melakukan kegiatan menulis hanya karena
bingung. Apa yang harus dikerjakan dalam mengawali untuk mencari popularitas (terkenal) di masyarakat
proses menulis, menguraikan tulisan, mengakhiri luas. Ini sah-sah saja. Sebab untuk apa tujuan kita
tulisan, dan sebagainya? Akibatnya, anak tetap tidak menulis, hanya kita sendirilah yang tahu jawabannya.
akan mampu menulis dengan baik. Apalagi Bagi kita yang menulis untuk mencari ketenaran
menghasilkan karangan yang cukup memuaskan. (popular) akan berusaha menghasilkan tulisan
Nah, jika gambaran demikian yang terjadi, mampukah sebanyak-banyaknya. Tentunya agar dari setiap
anak didik kita menyelesaikan tugas dan pekerjaan tulisan yang kita hasilkan dapat dibaca oleh orang
rumah tentang menulis? banyak. Jika masyarakat menemukan dan membaca
tulisan kita, mereka akan mengenali siapa nama dan
Berkaitan dengan kegiatan menulis, tentu kita tulisan-tulisan kita. Maka jadi terkenallah kita pada
punya tujuan tertentu. Untuk apakah kita bersusah akhirnya. Kita akan merasa senang karena nama dan
payah menulis kalau tak punya tujuan yang kita karya kita jadi terkenal (populer) di masyarakat luas.
inginkan? Apakah kita menulis hanya untuk
membuang-buang waktu dan tenaga saja? Tentu saja 4. Menulis demi uang.
tidak bukan? Maka, menurut pendapat penulis, kita Semua orang apapun profesinya, tentu butuh uang.
melaksakan kegiatan menulis karena kita punya Para pekerja pabrik, buruh tani, pedagang, nelayan,
tujuan antara lain sebagai berikut:

Majalah Digital - Lentera Ilmu 6

ARTIKEL Oleh sebab itu, bagi kita yang ingin mengubah pangkat
dan golongan, khususnya dari IV/A dan seterusnya,
dan yang lainnya semua membutuhkannya. Hal ini menulis dengan tujuan untuk mencari nilai tambah ini
termasuk kita (guru atau pendidik). bisa ditempuh sejak sekarang juga.

Jujur saja kita akui, bahwa untuk hidup uang Akhirnya, untuk mewujudkan impian kita
senantiasa kita butuhkan. Karena dengan memiliki menjadi seorang guru yang juga penulis, mari kita
uang kita akan bisa membeli segala sesuatu yang kita menulis sejak sekarang. Kita memulai dulu sebelum
inginkan. Dengan uang semua kebutuhan akan dapat memberikan tugas pada anak didik untuk menulis.
teratasi. Pun begitu, dengan memiliki banyak uang apa Kita tulis apa saja yang tersirat di benak kita. Karena
yang kita angan-angankan akan bisa tercapai. kita pendidik, utamakan tulisan kita yang ada
Seiring dengan itu, untuk mendapatkan uang, kita bisa kaitannya dengan pendidikan. Boleh buku pelajaran,
menggalinya lewat tulisan. Kita bisa menulis apa saja buku pengayaan, diktat, modul, dan apa saja yang
sesuai kemampuan kita. Bisa artikel, esai, cerpen, menurut kita bisa. Semua tulisan tersebut kemudian
novel, berita, buku, dan lain sebagainya menurut kita salurkan ke koran, majalah-majalah, maupun
minat kita. penerbitan buku baik terbitan lokal maupun nasional.
Ingat! Dengan tulisan, nama dan karya kita akan jadi
Bila tulisan kita dipandang bermutu lagi layak terkenal. Dengan tulisan, kita akan bisa memperoleh
diterbitkan atau diinformasikan ke khalayak pembaca finansial (honor). Dengan tulisan, kita akan bisa naik
oleh dewan redaksi, tentu kita akan mendapatkan pangkat dan golongan secara mudah. Dengan tulisan,
sejumlah uang sebagai honor atau royalti dari tulisan pengetahuan kita akan bertambah kaya. Dengan
kita. Dengan demikian, berarti tujuan kita menulis tulisan, jalinan persahatan makin banyak. Mari, kita
demi mendapatkan uang akan bisa terwujud nyata. budayakan menulis sejak sekarang! Selamat berkarya!
***
5. Menulis untuk mengumpulkan nilai lebih.
Menulis untuk mengumpulkan nilai (point) Sumber tulisan: Mulyoto,S.Pd.2006. Kiat Menulis
untuk Media Massa. Klaten: Penerbit Sahabat dan
lebih ini banyak dicita-citakan oleh kita kaum pendidik. berbagai sumber tentang dunia menulis.
Karena sebagaimana tuntutan Keputusan Menpan
No.84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Sardono S., S.Pd. SD
Angka Kreditnya sebagai syarat kenaikan pangkat dari Guru SDN 01 Domiyang
IV/a ke IV/b dan seterusnya, dibutuhkan nilai kredit Kec. Paninggaran
dari kegiatan menulis karya ilmiah sekurang- Kab. Pekalongan 51164
kurangnya 12 point untuk setiap tingkatan.

Kita bisa menulis artikel pendidikan di media
massa mana pun. Boleh di koran-koran boleh pula
di majalah-majalah pendidikan. Di samping itu, kita
juga bisa menulis modul atau buku pelajaran untuk
diterbitkan pada suatu lembaga penerbitan. Jika
tulisan kita bermanfaat bagi dunia pendidikan dan
diterbitkan oleh suatu media tertentu, di samping kita
akan menerima honor, nilai tambah (point) kita untuk
persyaratan kenaikan pangkat dan golongan pun
akan bisa terwujud berkat tulisan yang kita hasilkan.

Pada umumnya dewasa ini pangkat dan
golongan guru mentok/terhenti di gologan IV/A
hanya karena tidak terpenuhinya nilai 12 pada karya
ilmiah. Sehingga sampai kapan pun golongan kita tak
akan bisa berubah setingkat lebih tinggi sepanjang kita
belum bisa memenuhi nilai 12 dari karya ilmiah yang
wajib kita tulis.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 7

ARTIKEL

Menumbuhkan Budaya Mengarang Cerpen Anak
Melalui Website Sekolah

Oleh Sardono S., S.Pd.SD *)

M engarang adalah aktifitas Umumnya, website sekolah berisi informasi yang
menggunakan bahasa untuk berkaitan dengan kegiatan sekolah dan diisi oleh
admin resmi sekolah. Namun, sebenarnya tidak
menyatakan isi hati dan buah budi masalah jika peserta

secara menarik dan mengena bagi pembaca. didik ikut memberikan konten di web tersebut.
Tetapi harus dalam pengawasan yang ketat
Menurut Suhadi (2008), mengarang adalah terkait isinya oleh guru. Misalnya tulisan yang
tidak menyinggung sara, tidak menggunakan kata
kegiatan yang berangkat dalam mengungkapkan atau kalimat kasar,dan lain-lain. Pada titik inilah,

hasil pikir dengan wahana bahasa tulis untuk penulis melihat suatu potensi peserta
didik yang bisa dijembatani sekolah,
disajikan kepada orang lain agar dimengerti yaitu mengarang cerita pendek
(cerpen) anak yang dipublikasikan di
maknanya. web sekolah.

Pada dasarnya setiap peserta didik saat ini Selain nantinya website
sekolah lebih dinamis, karena
sudah terbiasa mengarang. pengelola tidak tunggal hanya admin
sekolah saja. Namun juga web akan
Indikatornya adalah aktifnya naik pengunjungnya karena bisa
dipastikan setiap peserta didik yang
peserta didik menulis status di sosial menulis di web akan turut
mempromosikan tulisannya ke teman-teman
media mereka, baik itu melalui mereka. Artinya, dari segi isi, pengembangan diri
dan publikasi bisa tercakup dengan pola seperti
facebook, whatsapp, instagram, ini.
Untuk memaksimalkan kemampuan
blog, dan lain-lain. Hanya saja mengarang cerpen anak oleh peserta didik,
berikut ini beberapa tips yang bisa penulis
tulisan yang dihasilkan baru sebatas bagikan, yakni pertama, sering membaca cerpen
karya orang lain. Untuk dapat menemukan cerita
potongan kecil tanpa terangkai dan pendek anak, peserta didik bisa membuka
halaman tertentu dari buku siswa yang memuat
tidak dikembangkan ke arah tulisan jenis tulisan cerita. Dari cerpen anak yang telah
mereka temukan, kita minta kepada mereka
utuh. untuk mendalami isinya secara cermat.

Guru bisa mengembangkan

keterampilan mengarang peserta didik dengan

menggunakan media sosial. Media menurut

Sardiman dalam Rusman (2013) merupakan

segala bentuk dan saluran yang digunakan orang

untuk menyalurkan pesan informasi.

Penulis sebagai guru di SD Negeri 01

Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten

Pekalongan berusaha mengembangkan

kemampuan mengarang peserta didik dalam

setiap kesempatan pembelajaran yang bisa

dipublkasikan melalui website sekolah. Menurut

Sibero (2013), web adalah suatu sistem yang

berkaitan dengan dokumen digunakan sebagai

media untuk menampilkan teks, gambar,

multimedia, dan lainnya pada jaringan internet.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 8

Kedua, berlatih mengarang cerpen anak. peserta didik sangat berminat menulis. Hanya saja
Gairah peserta didik untuk mengarang cerpen ada keraguan terkait tulisan yang kurang baik dan
perlu dipancing terus. Misal dengan cara lain-lain. Namun ketika karangan mereka
mengumpulkan cerpen hasil karya peserta didik. akhirnya muncul di web sekolah dan
Satu per satu guru membaca dan mengulas isinya mendapatkan komentar dari teman-temannya,
secara bersama. Guru bisa memberikan komentar maka anak akan semakin termotivasi untuk
positip bagi karya yang sudah bagus. Sebaliknya, kembali mengarang cerpen anak secara
karya yang kurang sesuai, bisa diberi koreksi atau berulangkali.
pembetulan seperlunya.
Penulis berharap budaya mengarang
Ketiga, mengarahkan publikasi cerpen cerpen anak ini mendapat apresiasi yang baik,
anak. Untuk menambah motivasi peserta didik sehingga budaya literasi anak semakin baik
dalam menulis, guru bisa memberikan gambaran pula.*)
bagaimana konsep publikasi naskah yang mereka
susun. Publikasi bisa dilakukan melalui BIODATA PENULIS
pemasangan cerpen di majalah dinding sekolah,
buletin sekolah, buku antologi karya peserta Nama : Sardono S., S.Pd.SD
didik, hingga mengirimkan ke media yang sesuai,
baik itu media massa maupun media cetak Mengajar : Kelas III
lainnya.
Guru : SDN 01 Domiyang, Kec.
Guru bisa memberikan stimulus berupa
rewad kepada peserta didik yang karya cerpennya Paninggaran, Kab. Pekalongan 51164
mendapat komentar terbanyak di web sekolah.
Pengalaman penulis selama ini, sebenarnya

Majalah Digital - Lentera Ilmu 9

ARTIKEL

Mendongeng sebagai Sarana Pengembangan
Literasi Anak

Oleh: Kurniawati Rahayu

Minat baca anak-anak di Indonesia saat ini diketahui oleh anak. Mendongeng merupakan

dirasa sangat rendah. Hal ini tampak dalam aktivitas bercerita yaitu menunturkan sesuatu

kehidupan sehari-hari. Anak-anak tidak lagi yang mengisahkan tentang perbuatan,

melirik deretan buku yang berjajar rapi di rak pengalaman, atau kejadian yang sungguh-

perpustakaan. Buku-buku dibiarkan berdebu dan sungguh terjadi ataupun hasil rekaan.

using dimakan waktu Bercerita dikatakan

tanpa pernah sebagai menuturkan, yaitu

dimanfaatkan oleh menyampaikan gambaran

anak-anak. Anak-anak atau deskripsi tentang

lebih senang kejadian tertentu. Artinya,

berselancar di dunia bercerita merupakan

maya dengan gadget kegiatan mendeskripsikan

pribadinya daripada pengalaman atau kejadian

membuka-buka buku yang telah di alami (Rahayu,

bacaan. 2013).

Menurut Berdasarkan pendapat di

Purwasih & atas, maka mendongeng

Yuliariatiningsing dirasa baik dilakukan di

(2017) dalam kelas. Jika seorang

bercerita/mendongeng ialah sebuah karya sastra guru memiliki kemampuan mendongeng yang

yang bisa disampaikan oleh orang dewasa atau mumpuni, maka anak didiknya akan tertarik dan

pendidik dengan cara yang menarik dan menunggu saat-saat gurunya mendongeng. Jika

menjadikan cerita sebagai kegiatan bermain sudah demikian, guru bisa menarik perhatian anak

bagi anak agar tidak bosan untuk mendengarkan dengan menyediakan bahan bacaan yang menarik

cerita. perhatian anak. Anak usia sekolah dasar sangat

Sedangkan menurut Ekawati, Rachmat, senang dengan buku yang memiliki gambar-

Handayani & Som (2017) mendongeng adalah gambar menarik. Jika guru sudah mampu

salah satu cara menyampaikan suatu kisah atau menumbuhkan kecintaan anak terhadap dongeng,

cerita secara lisan. Biasanya kisah yang maka minat baca anak pasti akan meningkat

disampaikan adalah kisahkisah yang memiliki dengan sendirinya.

nilai-nilai moral yang dirasa perlu untuk

Majalah Digital - Lentera Ilmu 10

KABAR SEKOLAH

PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI
KEGIATAN PRAMUKA

Sabtu, 29 Oktober 2022 menjadi momen diwajibkan di berbagai kurikulum yang pernah

yang cukup menegangkan bagi adik-adik peserta atau sedang diterapkan di Indonesia.

Lomba Tingkat (LT) 3 Kabupaten Pekalongan. Hal Tak lepas kurikulum merdeka, beberapa

ini terjadi karena pada malam ini, telah penyesuaian dilakukan dari kurikulum

diselenggarakan pentas semarak budaya yang sebelumnya, yaitu kurikulum 2013. Adanya

dijadikan mata lomba kegiatan proyek penguatan

oleh Kwarcab profil pelajar Pancasila

Kabupaten merupakan hal yang istimewa

Pekalongan. dari kurikulum baru ini.

Lomba Sabtu malam yang

tingkat III Kabupaten bersejarah, saat setiap

Pekalongan kontingen dari gudep

diselenggarakan (sekolah) menampilkan

mulai dari Jumat- kelihaian masing-masing

Minggu, 28-30 dalam membawakan karya

Oktober 2022. budaya yang diangkat dalam

Lomba ini merupakan lomba lanjutan dari Lomba kesenian tari. Rasa persatuan dan kebhinekaan

Tingkat 2 yang telah terselenggara di masing- tergambar dengan jelas dalam acara ini.

masing kwartir sebelumnya. Kwarran Tanpa memandang bulu, para pelajar yang

Paninggaran sendiri diwakili oleh Gudep SMPN 1 merupakan asli suku Jawa, menampilkan

Paninggaran dengan mengirimkan 1 regu putra kesenian bernuansa keindonesiaan, seperti

dan putri. Melayu, Jawa, bahkan hingga Papua

Karakter kebhinekaan

seperti ini penting untuk disadari

dan ditanamkan pada peserta

didik. Tak jarang, kasus-kasus

SARA masih sering mencuat,

muncul menjadi tajuk

atau wajah sebuah

surat kabar.

Teladani,

Kegiatan Pramuka merupakan salah satu ajari, dalami.
ujung tombak pembentukan karakter anak didik
di sekolah. Pengamalan dasa dharma dan nilai- (Fajar)
nilai karakter lain kental di dalam setiap
kegiatannya. Inilah mengapa kepramukaan

Majalah Digital - Lentera Ilmu 11

KABAR SEKOLAH

Maulid Nabi Muhammad SAW Sarana Penanaman
Pendidikan Karakter Anak

Kamis, 20 Oktober 2022 lalu, Keluarga besar Hadir sebagai pembawa hikmah Maulid, Ust.
SDN Tanggeran melaksanakan Peringatan Maulid Ariyanto Ia menceritakan sejumlah kisah lahirnya
Nabi Muhammad SAW 1444 H di halaman sekolah. Nabi Muhammad dan sisi kehidupan Rasulullah,
Kegiatan itu diikuti semua warga sekolah SDN seperti kisah Nabi Muhammad membangun
Tanggeran, Ibu Guru beserta siswa RAM Al-Amin kesadaran bagaimana pentingnya pendidikan, lewat
Tanggeran dan Penceramah Kondang di desa keteladanan, konsep pendidikan ala Rasulullah SAW
Tanggeran Ustadz Ariyanto. Perayaan Maulid Nabi adalah konsep pendidikan yang bersumber dari
SAW menjadi sarana untuk menanamkan nilai
karakter dengan uswahnya Nabi SAW bagi diri sendiri
maupun lingkungan yang diaktualisasikan dalam
kehidupan nyata sehari-hari. Terutama anak-anak
tidak akan pernah mengidolakan seseorang selain
sang Rasul disebabkan sudah tertanam dalam dirinya
nilai-nilai kenabian, dan pelaksanaan perayaan
Maulid Nabilah salah satu caranya.

Perayaan maulid ini dimeriahkan oleh Tim

Rebana Alfa Salam SDN Tanggeran. Kegiatan ini

mengusung tema Kita teladani Ahlak Rasulullah

dalam meningkatkan iman dan amal sebagai wahyu Allah SWT dan dinilai mampu mencetak
generasi Muslim yang shalih, baik secara individu
penguatan pendidikan karakter. Kepala SDN maupun sosial. “Untuk menentukan keberhasilannya
para orang tua dan pendidik dituntut agar mendidik
Tanggeran ibu Istiqomah, S.Pd. menyampaikan sesuai dengan perkembangan anak dan perbedaan
karakter yang mereka miliki. Pendidikan ala
kegiatan ini harus disambut dengan penuh Rasulullah SAW merupakan metode terbaik untuk
mempersiapkan dan membentuk aspek moral,
kebahagiaan. “Karena ini merupakan bagian dari spiritual, dan etos sosial anak,” paparnya.

pendidikan karakter, pendidikan karakter yang harus Perayaan yang berlangsung dari pukul 07.00
sampai dengan 09.00 ini berjalan dengan meriah.
diteladani pada diri Rasululllah SAW adalah sifat Tradisi membawa jajan yang dilakukan siswa untuk
dikumpulkan dan dibagikan lagi merupakan acara
yang ada dalam diri beliau, sifat Shiddik yaitu benar yang ditunggu-tunggu siswa. Tradisi ini memberikan
pembelajaran bahwa sesama umat manusia harus
dalam perkataan dan perbuatan. Sifat amanah, saling berbagi. Dengan ulasan ini jelas bahwa
peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya
melaksanakan urusan yang diamanahkan dengan menjalankan sebuah tradisi yang baik, namun juga
menjadi wahana untuk menanamkan Pendidikan
sebaik-baiknya, Tablig, menyampaikan karakter terutama bagi peserta didik. (Hadi S)

pesan/amanah kepada yang berhak menerimanya,

Fatanah (cerdas), arif dan bijaksana dalam

mengambil keputusan”.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 12

KABAR SEKOLAH

SEMUA SISWA, GURU, DAN PENGURUS KOMITE

MERIAHKAN DIES NATALIS KE 28

SMPN 2 PANINGGARAN

M emperingati hari berdirinya SMPN 2 handphone yang menyebabkan anak-anak enggan
Paninggaran 24 Oktober 2022 tadi pagi, belajar.

semua jajaran guru, staf, murid,serta Lebih jauh Sardono Sy. berpesan kepada anak-

pengurus komite, hadir memenuhi lapangan sekolah anak, jangan kalian lupa belajar. Suka meninggalkan

tersebut dengan ekspresi wajah ceria. Serangkaian buku dan pelajaran yang diberikan guru di sekolah.

acara hiburan dipentaskan oleh siswa-siswi Sehingga kalian tidak bisa apa-apa pada saat harus

perwakilan dari kelas VII, VIII, dan IX secara berselang- menyelesaikan soal ulangan atau ujian yang diberikan

seling. Dari seni tari, seni musik, menyanyi, baca guru. Sebaliknya, anak-anak diharapkan bersedia

puisi,dan hiburan lainnya. meningkatkan diri belajar dengan rajin dan penuh

Kepala sekolah, Yusuf, S.Pd. M.Si, dalam gairah, sehingga bisa mencapai nilai dan prestasi yang

sambutan pembukaan sebelum acara pelepasan membanggakan bagi orang tua di rumah. Orang tua

serangkaian balon ke udara mengucapkan, selamat akan merasa sangat senang bila mendengar dan

hari ulang tahun ke -28 untuk SMP yang dipimpinnya melihat prestasi anak-anaknya menonjol atau pandai

selama ini. Dengan teriring di sekolahnya.

harapan, semoga , dengan Ditekankan pula

dies natalis yang oleh Ketua Komite, di

diperingati setiap tanggal zaman modern yang

24 Oktober ini bisa kiranya serba maju ini, jangan

sekolah melahirkan sampai ada anak-anak

generasi murid-muridnya yang berkarakter

yang bisa meraih prestasi recehan. Karakter yang

gemilang. Berprestasi kian mudah dibakar emosi,

maju, kian tambah mudah diadu domba,

berkibar namanya di mudah berbuat ngebully

masyarakat, terutama di teman sendiri.

depan para orang tua siswa, baik prestasi di bidang Pada umumnya anak-anak yang demikian ini,

akademik maupun nonakademik. mereka yang di sekolah maupun di kelasnya kurang

Dalam sambutannya Yusuf pun tak lupa punya semangat belajar. Anak-anak yang karakternya

berpesan kepada anak-anak, khususnya kelas IX agar tidak positip. Anak-anak yang tidak ingin

lebih meningkatkan cara belajarnya di sekolah membanggakan kedua orang tua melalui prestasi

maupun di rumah. Pesan ini digarisbawahi olehnya, belajarnya. Anak-anak yang lebih senang berpoya-

karena dalam waktu yang tinggal beberapa bulan ke poya. Dari rumah pamitan berangkat sekolah, akan

depan, kelas IX bakal menghadapi ujian kelulusan. tetapi di sekolah tidak tampak batang hidungnya.

Kepada mereka beliau memberikan dua pilihan; Mari, tinggalkan saja anak-anak yang seperti ini sejak

ingin lulus dengan belajar yang rajin, apa tidak lulus sekarang, demikian, Sardono Sy. berpesan dalam

karena masih cinta dengan bangku sekolah dan ingin penutupan sambutannya.

selalu dekat dengan bapak ibu gurunya di sekolah. Selamat hari ulang tahun ke 28 sekolahku.

Kelakar tersebut kemudian disambung oleh Semoga semakin maju prestasi yang kita ukir bersama

Ketua Komite sekolah, Sardono Sy; bagi para siswa nanti, begitu harapan Akrom, S.Pd, guru bagian

yang tidak ingin lulus, ya tak usah belajar. Tapi bagi kesiswaan di SMPN 2 Paninggaran saat mengisi yel-yel

yang ingin lulus, belajarlah dengan baik. Rajin di tengah siswa-siswinya. (Sdn. Sy)

membaca buku, kurangi bermain hiburan dari

Majalah Digital - Lentera Ilmu 13

KABAR SEKOLAH

Berbagi Makanan, Upaya Menumbuhkan

Pendidikan Karakter Sejak Dini

Dalam upaya menumbuhkan sikap Kegiatan makan bersama, diawali dengan
kepedulian antar teman sebaya, siswa kelas 1 SD doa dengan harapan agar makanan yang dimakan
Negeri 01 Werdi mengadakan makan bersama. menjadi barang baik di tubuh kita. Setelah itu
adab dan tata cara makan minum yang baik pun
Anak-anak sangat antusias sekali diajarkan disini.
menyambut kegiatan ini, ketika hari pelaksanaan
tiba mereka berangkat sekolah dengan suka cita “Harapan dari kegiatan ini, agar anak
dengan menenteng tas dan membawa bekal paham betul hal-hal apa saja yang harus dilakukan
makanan dari rumah. dan dihindari ketika makan dan minum. Serta
menumbuhkan rasa kepedulian sosial antar
Makanan yang harus dibawa yaitu apa saja sesama”. Ujar Bu Maesaroh selaku guru agama.
yang tersedia di rumah, kemudian sebelum
dimakan bersama-sama di sekolah, setiap anak Pada era sekarang, seorang guru memang
harus saling berbagi pada teman yang lain. dituntut untuk menumbuhkan sikap pendidikan
karakter bagi peserta didiknya. Karena nilai
Tujuan dari kegiatan ini adalah, agar anak pendidikan karakter inilah yang akan
belajar bersyukur dengan karunia Tuhan yang menghasilkan siswa yang tangguh dalam
berupa makanan. Selain itu, anak-anak menghadapi masalah dan menjadi sosok yang
diharapkan agar tumbuh rasa kepedulian bijaksana di kemudian hari. (Maesaroh, S.Pd.I)
sosialnya sehingga mampu berbagi dengan
sesama.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 14

"Dengan adanya
budi pekerti, tiap-
tiap manusia
berdiri sebagai
manusia merdeka
(berpribadi), yang
dapat memerintah
atau menguasai diri
sendiri. Inilah
manusia beradab
dan itulah maksud
dan tujuan
pendidikan dalam
garis
besarnya."

Ki Hajar Dewantara

Bapak Pendidikan Nasional

ORGANISASI

DISEMINASI BIMTEK BAHASA JAWA
KEC. PANINGGARAN

Bertempat di SDN 01 Tenogo, masing. Bimtek ini juga merupakan persiapan
diselenggarakan Diseminasi Bimtek Bahasa Jawa
yang diikuti oleh guru kelas se-kecamatan lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang akan
Paninggaran (22/10). Dimana peserta berasal dari
dua Kelompok Kerja Guru (KKG) yaitu KKG Gugus diselenggarakan pada tanggal 9 Nopember 2022
Kenanga dan KKG Gugus Melati. Kegiatan yang
dimulai pada pukul 09.30 ini dibuka secara di tingkat kabupaten.

langsung oleh ketua KKG Gugus Melati Winarno, Dilanjutkan oleh Kepala SD Inti sekaligus
S.Pd.SD. didampingi oleh kepala sekolah SD inti
Gugus Kenanga, ibu Siti Maemunah, S.Pd.M.AP. mewakili K3S yang berhalangan hadir, beliau
Sebagai narasumber pada diseminasi tersebut
bapak Cahyono, S.Pd.M.Pd. selaku pengawas bina menyampaikan “untuk persiapan FTBI harap
dan ibu Anifah, S.Pd.SD. sebagai narasumber
utama pada kegiatan ini. menyesuaikan dengan juknis

Kegiatan diawali dengan menyanyikan dari kabupaten”, jelasnya.
lagu Indonesia Raya dilanjut acara sambutan dari
ketua penyelenggara yang menyampaikan bahwa Bapak Cahyono, S.Pd.M.Pd.
kegiatan ini merupakan agenda rutin KKG dan
lanjutan dari kegiatan Bimtek Bahasa Jawa yang selaku pengawas
telah dilaksanakan di kabupaten. Penyelenggara
berharap melalui kegiatan ini guru-guru yang ada memberikan pembinaan
di Paninggaran akan lebih memahami
pembelajaran Bahasa Jawa dan dapat terkait tugas-tugas sebagai
mengiplementasikannya disekolah masing-
guru terkait kurikulum

merdeka diantaranya

Asesmen, PMM, KOSP dan P5.

Selaku narasumber utama

Ibu Anifah, S.Pd.SD

menyampaikan bahwa “80%

Bahasa daerah/Lokal sudah

tidak aman dan hampir

punah. PBB mengumpulkan perwakilan dari

negara-negara di 5 benua untuk menghadiri

konferensi Bahasa daerah di New York. Indonesia

menjadi salah satu peserta perwakilan dari Asia.

Banyak kegiatan yang dilaksanakan salah satunya

permainan tradisional. Indonesia mengenalkan

permainan pesan berantai”, jelasnya. Dilanjutkan

dengan penyampaian materi tentang Aksara

Jawa, Geguritan Jawa, mendongeng,

pembelajaran undha usuk basa dan sesorah.

Materi disampaikan dengan lugas dan jelas

sehingga peserta bimtek dapat dengan mudah

memahami materi ini. Sebagai informasi bahwa

acara tersebut berlangsung pada tanggal 22

Oktober 2022 dan Acara berakhir pada pukul

13.00 WIB. (Hadi S)

Majalah Digital - Lentera Ilmu 16

SOSOK INSPIRATIF

RYANDARI, S.Pd.SD

PENULIS SKENARIO DAN PEMAIN PERAN
FILM PENDEK KABUPATEN PEKALONGAN

Hestin ini sebelum diangkat

sebagai PNS tanggal 1

Desember 2021 di SDN 01

Domiyang, Kecamatan

Paninggaran, Pekalongan,

pernah berwiyata bakti

mengajar di SDN 2

Kutabanjarnegara,

Banjarnegara. Seraya berwiyata

bakti ternyata Ryandari juga

sudah aktif mengajar tari

Namanya singkat, Ryandari. Meski sebagai Pelatih Penataran Guru Tari dari
demikian, prestasi yang disandang tidak
sesingkat namanya. Betapa tidak? Bila ibu tahun 2009 hingga 2020 untuk rekan-
guru muda yang bergelar sarjana
pendidikan ini sejak duduk di bangku rekan gurunya di Banjarnegara. Tidak
sekolah dulu telah berulangkali menyabet
kejuaraan dalam berbagai cabang lomba cuma itu. Ibu dari 3 putra yang ketiganya
yang diikutinya. Misal; juara 2 lomba Tari
Kabupaten Banjarnegara, tingkat SD bisa dibilang masih balita, kecuali si sulung
tahun 1994, juara 2 Macapat tingkat SMA
tahun 2003, Guru Praktik Terbaik yang yang sudah duduk di bangku kelas 5
diselenggarakan oleh USAID tahun 2014,
juara 2 Film Pendek Tingkat Kabupaten sekolah dasar ini, sedari kecil mula
Pekalongan tahun 2021, dan masih
banyak lagi prestasi yang disandang oleh memang sudah menampakkan
istri polri Bripka Hanis Hendra Putra, S.H.
ini.

Ibu guru yang terlahir di
Banjarnegara 37 tahun silam dari
pasangan Anton Sudarjo dan Suliyah

Majalah Digital - Lentera Ilmu 17

prestasinya. Kecuali di bidang tari, seni arik perfilman yang dapat menginspirasi
semua orang tentang pendidikan di
suara seperti menyanyi, membaca Indonesia ini, perlu kita acungi jempol
bersama. Sebagaimana motto dalam
geguritan, dan macapat ini pun sudah pandangan hidupnya ke depan, bila suatu
usaha mengalami kegagalan, akan terus
terlihat menonjol juga. Hal ini telah terlihat dicobanya lagi hingga mencapai
kesuksesan.
ketika Ryandari duduk di bangku SDN
Mari kita dukung terus sepak terjang
Jenggawur 1, SLTPN 1 Banjarnegara, dan Ryandari di bidang pendidikan di
Paninggaran khususnya dan Pekalongan
SMUN 1 Banjarnegara. pada umumnya! Jangan putus dukungan di
tengah jalan. Kita doakan bersama,
Saat ini Bu Guru Ryandari, demikian
semoga usaha
murid-muridnya dalam menyapa sosok ibu dan cita-cita ibu
guru kita yang
guru yang memiliki hobi menari, menyanyi satu ini bisa
menyabet gelar
dan macapat ini sedang sibuk juara yang lebih

memerankan scenario film pendek yang memuaskan.
Selamat
ditulis sekaligus disutradainya. Penulisan
berkarya, Bu
film pendek Ryandari.

yang Bagi rekan
guru yang
diberinya berkeinginan kenal dan berminat
menimba pengalaman di bidang tari
judul “Usek si maupun tarik suara pada Ibu guru lulusan
D-2 UNY dan S1 PGSD Terbuka ini bisa
Alif” ini datang langsung ke alamat tempat
tinggalnya di Perumahan Griya
bertemakan Paninggaran Indah, Jl. Raya Paninggaran,
Dk. Sikawat, Paninggaran, Pekalongan
Merdeka atau SDN 01 Domiyang, Paninggaran. (Sdn
S).
Belajar.

Menurut

rencananya

film tersebut

akan

diikutsertakan dalam lomba karya film

pendek PGRI tingkat kabupaten

Pekalongan tahun 2022.

Sebelumnya, tahun 2021

“Senandung Pendidikan Negeri di Atas

Awan” sebuah film pendek karyanya telah

memenangkan sebagai juara 2 tingkat

Kabupaten dalam acara HUT PGRI yang

diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten

Pekalongan.

Ibu guru yang memiliki cita-cita, ingin

memajukan Pendidikan lewat dunia

Majalah Digital - Lentera Ilmu 18



IPTEK & SAINS

MENGENALKAN berpikir yang terstruktur dan logis. Saat belajar
Koding anak dapat belajar memahami konsep
KODING UNTUK algoritma sederhana dan memecahkan masalah,
sehingga ini dapat memberikan bekal yang bagus
GENERASI bagi anak-anak untuk mengembangkan
kemampuannya di masa yang akan datang,” kata
DIGITAL Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah
Dasar, Kemendikbudristek pada webinar yang
D i zaman yang serba aplikasi ini bertajuk Asyiknya Belajar dan Bermain Koding
menjadikan dunia IT sebagai untuk Anak-anak, Kamis, 17 Februari 2022.
primadona bagi siapa saja. Bukan
karena keren dan ngetren, tetapi Jika diajarkan di SD, pembelajaran koding
bukan bertujuan mencetak programmer yang
karena manfaatnya yang dirasakan
sudah bisa membuat aplikasi dan
banyak orang. Benar, kan? Dari mulai game baru. Melainkan sebatas
pengenalan dan menyalurkan
membeli makanan, pakaian bakat anak-anak yang punya
minat tinggi terhadap program
sampai ke peralatan rumah tangga
komputer, sehingga akan membantu
semuanya bisa dilakukan sambil mempersiapkan generasi masa depan yang
siap menjawab tantangan zaman.
rebahan berkat adanya aplikasi.
Apa manfaat koding dan programming
Kemajuan teknologi memberikan dampak bagi anak?
Beberapa anak usia
positif untuk meningkatkan mutu Pendidikan sekolah dasar di negara lain
sudah lebih dulu menikmati
di Indonesia. Sudah banyak aplikasi-aplikasi
pembelajaran koding dalam kurikulum
Pendidikan yang dibuat oleh anak bangsa. belajarnya. Terutama Amerika Serikat, Estonia,
Inggris dan Finlandia. Finlandia yang terkenal
Salah satu aspek krusial berkaitan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik
dunia telah melahirkan programmer-programmer
dengan teknologi saat ini handal.

adalah koding. Apa itu Siapa anak yang tak kenal Angry Birds?
Mobile game ini terinstall hampir di seluruh
koding? Koding sendiri smartphone-nya anak. Siapa penciptanya? Dia
adalah developer game asal Finlandia yang
merupakan kegiatan yang dimana programmer bernama Rivio. Nah, bagi anak usia sekolah dasar
belajar koding punya manfaat berikut:
memberitahukan komputer apa yang harus dia 1. Belajar Logika
Belajar Koding untuk anak mendorong serta
kerjakan melalui sebuah kode di dalam skrip. meningkatkan kemampuan logika yang akan
berdampak pada kemampuan berpikir anak
Sebuah kode yang ada pada skrip bisa diibaratkan dalam aspek kehidupan lainnya.

layaknya bahasa sehari-hari. Setiap kode yang

ditulis akan membantu komputer untuk

mengetahui dan memahami apa yang ingin

dilakukan pada komputer. Komputer akan

menerima perintah ini dan komputer akan

melakukan operasi berdasarkan perintah yang

kamu tuliskan. Bagi anak IT, istilah ini pasti tidak

asing. Tapi untuk dunia pendidikan pada

umumnya, istilah koding belum banyak terdengar

Perlukah anak SD belajar Koding?
Koding bagi anak-anak pada dasarnya adalah
membekali mereka untuk memiliki kemampuan

Majalah Digital - Lentera Ilmu 20

IPTEK & SAINS 6. Anak-anak punya mindset baru
Jika pola pikir anak selama ini menganggap IT
2. Belajar Pemecahan Masalah (Problem
Solving) hanya sebatas hiburan di waktu kosong atau
sekedar media chatting dengan teman-temannya,
Selama proses pembelajaran, anak-anak akan belajar Koding dan programming akan menggiring
menemukan masalah yang menantang, yang mereka dalam mindset baru. Anak-anak bukan
dapat mereka selesaikan. Semakin banyak sebagai pengguna lagi melainkan bisa menjadi
masalah atau kesalahan yang mereka temui, sebagai developer.
semakin cepat mereka menemukan solusi.
Dari manfaat belajar Koding diatas, apakah
3. Belajar Matematika & Algoritma
Dengan belajar koding keterampilan anda setuju kalau pembelajaran koding perlu

matematika anak akan secara otomatis dilakukan sejak dini? Hanya kita juga harus
meningkat. Bahasa pemrograman membutuhkan
banyak melihat kondisi yang
kemampuan
matematika terjadi di sekolah-
dan algoritma.
sekolah kita. Faktor
4. Belajar
Berfikir yang mungkin
kritis
menjadi kendala
Koding dan
critical thinking yaitu sumber daya
memiliki
kesamaan guru dan fasilitas.
langkah-
langkah yaitu: Tidak semua guru
1) mengidentifikasi masalah
2) menganalisis masalah mampu mengajarkan
3) solusi awal
4) testing solusi Koding. Namun bagi
5) evaluasi dan perbaiki.
guru yang sudah
5. Kreatif dan Inovatif
Dalam belajar Koding akan membuat anak terbiasa dengan

untuk berfikir kreatif. Koding akan membuat ada aplikasi atau
lebih dari satu jawaban benar. Belajar Koding
untuk anak akan mempertahankan pola pikir anak software, mengajarkan koding dasar tampaknya
bahwa ada berbagai cara untuk mencapai solusi
yang diinginkan. Belajar Koding juga akan bukan hal sulit. Sebab ada tools dan aplikasi yang
mengembangkan kemampuan anak dalam
berinovasi. sudah tersedia dan mudah dipelajari misalnya

scratch dan scratch junior.

Dengan kendala yang ada, mari kita sambut

pembelajaran koding untuk masuk dalam

kurikulum pendidikan kita. Karena jika menunggu

terlalu lama, kita akan semakin tertinggal dan

menunggu waktu lebih lama untuk melahirkan

programmer-programmer lokal baru. Dan anak-

anak kita hanya bangga memainkan game atau

aplikasi buatan asing sebagai customer, bukan

developer. (Had)

Sumber:
https://www.panduanmengajar.com/2017/09/mengenal-
koding-dan-manfaatnya-untuk-anak.html
https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/anak-bisa-
belajar-Koding-sambil-bermain

Majalah Digital - Lentera Ilmu 21

KARYA INOVATIF

S ebagai seorang guru di zaman generasi respon itu yang menentukan kecepatan dan
Z haruslah mengikuti perkembangan sekuensi penyajian Seels & Glasgow (Arsyad,
peserta didiknya. Anak-anak pada 1997:36).
zaman sekarang sudah mengenal
Media pembelajaran interaktif yang dimaksudkan
berbagai macam aplikasi khususnya adalah aplikasi android. Disebut multimedia
dikarenakan bahwa media ini memiliki unsur
game/permainan. Untuk itu sebagai guru harus audio-visual (termasuk animasi). Disebut
interaktif karena media ini dirancang dengan
bisa menguasai pembelajaran yang melibatkan respon pemakai secara aktif
(Widyartono, 2009).
menggunakan teknologi. Ketrampilan kita
Program interaktif adalah program yang
menggunakan teknologi sebagai media dan berinteraksi dengan pemakai yang pada
umumnya. Dengan dasar pendapat tersebut,
guru berusaha membuat aplikasi yang
cocok sebagai media pembelajaran
inovatif untuk mengatasi
masalah ini dan
sebagai

sumber belajar menjadi sangat penting, karena

tanpa teknologi kita akan kesulitan untuk

melakukan interaksi

komunikasi pembelajaran

dengan peserta didik.

Sekolah Dasar Negeri

Tanggeran sebagai sekolah

yang berada di Kecamatan

Paninggaran Kabupaten jawabannya
adalah
Pekalongan turut
aplikasi yang
menerapkan pembelajaran berbasis

yang berbasis teknologi.

Inilah salah satu cara yang ditempuh guru android.

untuk meningkatkan semangat dan aktivitas

belajar siswa yaitu dengan memilih media Peserta didik memafaatkan aplikasi android yang
berjudul mobile sistem pernapasan manusia dan
pembelajaran yang menarik, sehingga diharapkan hewan untuk memahami konsep tentang
pernapasan manusia dan hewan yang terdapat
dapat menciptakan situasi pembelajaran yang pada kelas V SD muatan pelajaran IPA. Dengan
desain visual yang menarik, didukung dengan
aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan. unsur teks, audio dan interaktivitas menjadikan
aplikasi ini memiliki sisi keunggulan di bidang
Strategi pembelajaran yang dipandang dapat multimedia pembelajaran.

meningkatkan keaktifan siswa salah satunya

dengan pemanfaatan aplikasi multimedia

pembelajaran interaktif melalui android.

Media pembelajaran interaktif adalah suatu Efektivitas dari aplikasi ini sangat terasa ketika
sistem penyampaian pengajaran yang menyajikan evaluasi dilakukan di akhir unit sebuah tema.
materi video rekaman dengan pengendalian Setelah guru memberikan penjelasan yang
komputer kepada penonton (siswa) yang tidak didukung dengan aplikasi ini sesuai materi.
hanya mendengar dan melihat video dan suara, Ternyata hasil penilaian mereka meningkat.
tetapi juga memberikan respon yang aktif, dan

Majalah Digital - Lentera Ilmu 22

KARYA INOVATIF

Bahkan lebih dari itu, motivasi anak untuk mengikuti pembelajaran menjadi lebih tinggi.
Kesimpulan yang bisa diambil dalam pemanfaatan aplikasi ini sangat membantu

dalam memahami konsep dan motivasi belajar siswa. Selain itu, terdapat beberapa
manfaat lainnya yaitu dapat memberikan unsur interaktivitas yang dapat merangsang
pembelajaran dan memungkinkan peserta untuk mendapatkan hal yang baru,
meningkatkan rasa ingin tahu, dan tantangan dalam pembelajaran.

Dengan menggunakan media aplikasi ini proses pembelajaran menjadi menyenangkan
dan tidak membosankan, siswa lebih mudah dalam memahami konsep materi. Hal ini
terlihat dari hasil belajar IPA yang meningkat. (HADI S)

Majalah Digital - Lentera Ilmu 23

KARYA GURU

Cerita Pendek

Melukis Langit
Oleh Esdeen S.

“Sum!”sebuah suara “Ah, tahu saja kamu, Kang!”sahut Sumirah
dengan pipi sedikit memerah.
membuyarkan lamunan Sumirah. “Memangnya siapa yang mesti Sum
lamunkan?”
Gadis hitam manis berlesung pipit itu “Jaelani!”
“Jaelani siapa, Kang? Sum tak kenal pemuda
dengan gugup menoleh belakang, ke itu?”
“Ala! Pura-pura saja kamu, Sum!”
arah asal suara. “Betul, Kang! Jaelani itu siapa? Pemuda dari
desa mana? Sum tak pernah kenal dia.”
“Oh, Kang Gusar! Mau ke mana, “Betul katamu, Sum?”lurus-lurus kedua mata
Gusar bersarang di balik senyum Sumirah.
Kang?”Sumirah kaget. Jantungnya Sumirah mengangguk. Mayakinkan si anak petani
paling kaya di desanya, Kaliboja, Paninggaran. Pak
berdegup kencang, seakan hampir Salim, nama bapak Gusar, tinggal tak jauh dari rumah
Sumirah. Kurang lebih satu kilo meter ke arah utara.
copot. Entah karena apa, tiap kali Karena tetangga dekat, Sumirah pun paham betul
pada keadaan ekonomi keluarga Gusar.
bertemu dengan jejaka yang bernama Melihat anggukan Sumirah, hati Gusar jadi
sangat lega. Kini sambil tersenyum, Gusar melangkah
Gusar tadi jantungnya berdetak tak ambil duduk di bangku bambu yang ada di teras
depan rumah si kembang desa itu.
beraturan. “Maaf, boleh aku numpang duduk di sini,
Sum?”dengan sopan pemuda itu meminta izin.
Jejaka sederhana yang oleh “Oh, silakan, Kang! Silakan! Asal jaga jarak,
ya!”jawab gadis desa itu mengajukan syarat.
Sumirah disebut Kang Gusar tadi “Memangnya kenapa, Sum?”
“Sekarang ini covid kan belum seratus persen
terlihat menyunggingkan senyum di hilang, Kang,”ujar Sumirah mengingatkan Gusar, “kita
masih perlu hati-hati.”
bibirnya yang tak pernah tersentuh “Oh...! Corona maksudmu, Sum?”Gusar
menepuk jidat sendiri.
asap rokok. Seraya tersenyum manis, Sumirah
mengangguk, mengiyakan.
“Ini mau merumputkan sapi milik

Bapak, Sum,”jawab Gusar dengan

wajah ceria, “sedang mengapa siang-

siang begini kau ada di teras rumah

sendirian? Memangnya tidak

membantu Emak memetik pucuk teh

di kebun?”

“Tidak, Kang. Sum tidak kenapa-

kanapa. Sum cuma sedang tidak enak

badan saja, kok,”jawab Sumirah

mencari alasan.

“Nah, aku tahu, sekarang!”timpal

Gusar memancing penasaran Sum,

“tak enak badanmu karena ada yang

dilamunkan. Benar, ‘kan?”kerling mata

jejaka berambut pendek itu menyapu

wajah Sumirah penuh selidik.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 24

“Syukurlah.... Saya kira “Kenapa kau, Sum?”perhatian benar Gusar
pada Sumirah siang itu.
Mohamad Covid, anak Pak RT?”
Sumirah tersipu.
“Kalau iya, Kang Gusar mau “Tak apa-apa, Kang,”jawabnya malu.
“Kok ber-aaaah panjang?”
apa?” “Ndak apa-apa. Cuma mengatur napas saja,
kok.”
“Akan kuusir dia dari hatimu.” “Memangnya napasmu sesak?”
Sumirah mengiyakan.
Sumirah cemberut.
“Kenapa?”
“Maaf, Sum! Saya benar-benar
“Sesak oleh pernyataan Kang Gusar.
tak ingat pada covid corona itu, Pernyataan yang bagi Sum seperti jauh panggang dari
api.”
Sum,”ujar pemuda itu merasa penuh
“Apa maksudmu, Sum?”kening Gusar berkerut
bersalah. dalam.

“Makanya, lihat situasi, Kang! “Apa yang tadi Kang Gusar katakan Sum sebagai
Bidadari hati Kakang, tak
Sering baca medsos atau dengarkan
mungkin akan dikatakan pula oleh kedua orang tua
berita di TV.” Kang Gusar.”

“Baik. Terima kasih, Bu “Maksudmu?”

Guru!”canda Gusar memancing simpati “Sah-sah saja Kang Gusar menyebut Sum
semacam itu. Tapi Sum yakin kedua orang tua Kang
Sumirah. Gusar akan menyebut Sum lain."

“Ah! Bu Guru apaan, Kang? “Kenapa memangnya?”

Memangnya Sum guru?”tak sadar “Belum tentu kedua orang tua Kang Gusar mau
menerima Sum sebagai Bidadari hati Kakang. Karena
jemari kanan Sum mencubit lengan kiri latar belakang hidup kita sangat berlainan. Seperti
langit dan bumi, Kang.”
Gusar kuat-kuat, hingga pemuda itu
“Aku tak mengerti jalan pikiranmu, Sum.”
berteriak keras-keras.
“Orang tuamu kaya raya di desa ini, Kang.
“Aduuhh, Sum!”tubuh Gusar Sedangkan orang tuaku, seorang janda. Sangat
miskin, lagi. Mana mungkin mereka merestuimu
menggeliat, kesakitan. menjalin hubungan denganku, Kang?”

“Ha...?”Sum tersadar kalau “Aku takkan pedulikan mereka, Sum. Pilihanku
cuma kamu.”
dirinya telah mencubit lengan pemuda
Majalah Digital - Lentera Ilmu 25
yang duduk satu meter di sampingnya,

“maafkan Sum ya, Kang!”

“Tak apa-apa. Malah saya senang

kok mendapat cubitan dari....”

“Dari siapa, ayo?”sahut Sumirah

dengan getar jantung dag, dig, dug.

“Dari Sum, bidadari

hatiku!”jawab Gusar melemparkan

panah asmaranya.

Deg! Hati Sumirah merasa

terpanah. Jantungnya makin

berdegup tak karuan. Wajahnya

tersipu. Mulutnya bagai terkatup rapat.

Benarkah apa yang dikatakan

pemuda ganteng yang ada di

sebelahku ini?, hati

kecil Sumirah mulai resah. “Ah...!”gadis

desa itu melepas napas kuat-kuat.

“Jika ternyata mereka tetap tak sangat cerah. Biru warnanya terbentang luas. Tak ada
mau menerima pilihan Kang Gusar, segumpal awan hitam pun yang menghalangi
bagaimana?” kehadiran matahari menggelantung di atas awang.
Teriknya sangat membakar tubuh para wanita desa.
“Kau akan Kakang ajak kawin Para wanita yang tengah sibuk memetik pucuk daun
lari!” teh di balik caping kerucut yang terbuat dari kulit
bambu. Di antara wanita desa itu ada Mak Darni,
“Itu bukan pilihan terbaik bagi emak Sumirah.
kita, Kang. Di samping berdosa pada
orang tua, berdosa pula kita pada “Mak...!”seru Sumirah begitu menyusul
Tuhan.” emaknya yang tengah berteduh di bawah pohon
saman yang cukup rindang. Pohon peneduh yang
Gusar terdiam seketika. Seperti sengaja ditanam oleh pemilik kebun agar para
tak ada kata lain sebagai senjata untuk pemetik teh tidak kepanasan bila matahari tidak
meyakinkan hati Sumirah. bersahabat seperti siang itu.

“Kang,”Sumirah memecah “Oh, kamu datang, Sum? Mengapa sesiang ini
baru menyusul Emak?”sambut Mak Darni dengan
kesunyian,“sekarang sudah siang. pandangan teduh. Caping kerucut yang dikenakan,
dilepasnya dari kepala. Tampak beberapa helai
S e b a i k n y a Kakang pergi mencari rambut putih terurai di kening dan pipi tuanya
yang dibanjiri keringat.
rumput dulu. Takutnya nanti sapi
“Iya, Mak. Maafkan Sum,”sambil menyeka
Bapak Kang Gusar kelaparan, lo...!” keringat di kening emaknya dengan pucuk
selendang usang, Sumirah berkata, “keterlambatan
“Oh, iya, ya, Sum?”seperti Sum menyusul Emak, dikarenakan Sum tertahan
tersadar dari lamunan panjangnya, oleh perbincangan Kang Gusar yang tiba-tiba datang
Gusar menanggapi perkataan ke rumah, Mak.”
Sumirah.
“Gusar siapa? Mengapa kau berani
“Lantas, bagaimana jawabanmu memasukkan lelaki ke rumah tanpa ada Emak,
atas pernyataanku tadi, Sum?” Sum?”kedua bola mata Mak Darni seketika hendak
meloncat dari kelopaknya yang telah keriput,
“Akan Sum pikir-pikir dulu, Kang.” “pernahkah Emak mengajarimu demikian?”

“Mengapa tidak kauputuskan “Bukan begitu, Mak!”Sum mencoba
sekarang saja, agar hatiku lega, Sum?” meluruskan pendapat emaknya, “kang Gusar hanya
duduk di teras rumah. Itu pun tidak lama. Karena dia
“Sum takut kau akan kecewa di buru-buru hendak mencarikan rumput untuk sapi
kemudian hari, Kang.” milik bapaknya.”

“Ya sudah. Kalau begitu, “Gusar siapa? Emak ingin tahu?”desak Mak
kutunggu jawabanmu sampai hari lusa, Darni tak sabar. Kedua kaki tuanya diselonjorkan
Sum. Aku pergi ke tegalan dulu untuk lurus-lurus di atas rumput yang tumbuh di sela-sela
mencarikan rumput sapi milik Bapak.” rimbun pohon teh.

“Iya. Sebaiknya begitu, “Gusar anak Pak Salim. Orang terkaya di desa
Kang,”Sumirah mengiringi kepergian kita ini lo, Mak.”
Gusar dengan sesungging senyum di
balik anggukan yang terlihat lembut. Majalah Digital - Lentera Ilmu 26

Langit Desa Kaliboja siang itu

Mak Darni menatap Sum dengan manis hendak melamar Emak, Sum. Apakah
perasaan kaget. engkau ingin menuruni nasib Emak dari anak si Salim
juga?”
“Apa yang kauperbincangkan
dengan si Gusar tadi, Sum?”selidik Sumirah tidak berkata apa-apa. Bahkan gadis
emaknya ingin tahu lebih jauh. itu kaget. Tidak pernah menyangka kalau pada masa
mudanya dulu telah terjadi hubungan asmara antara
“Kang Gusar bilang,”ucap Sum Pak Salim dengan emaknya. Sumirah tidak pernah
polos. “Katanya Sum ini sebagai menduga jika emaknya dulu pernah banjir air mata
bidadari hatinya, Mak.” akibat sikap tak tanggung jawab dari Pak Salim, ayah
si Gusar. Akankah nasib yang sama bakal menimpa
“Apa?”kembali kedua mata tua dirinya? Itulah sebabnya berulangkali Sumirah
Mak Darni mau meloncat dari menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya
rongganya. yang dirasa makin kering, layaknya sungai di musim
kemarau panjang.
“Kang Gusar suka pada Sum,
Mak,”dengan ragu-ragu Sum mencoba “Sum,”ujar Mak Darni setelah agak
mengatakan lama dirambati sunyi suasana.
apa adanya.
Sumirah mengangkat muka,
“Gusar, anak si Salim itu suka memandangi keriput wajah emaknya.
kamu, Sum?”
“Silakan kau cari pilihan calon pendamping
Sumirah mengiyakan. hidupmu, Sum! Emak tidak melarang. Asalkan bukan
dengan Gusar, anak si Salim tadi. Pilih pemuda yang
“Emak tak setuju kau menjalin baik budi dan bisa menghargai kamu!”
cinta dengan anak si petani kaya itu,
Sum!”dengan tegas Mak Darni berkata. “Kang Gusar orangnya juga baik budi, Mak.
Lagipula Kang Gusar cinta pertama Sum.”
“Kanapa, Mak? Apa alasan Emak
melarang Sum berhubungan dengan “Pokoknya tidak!”timpal Mak Darni sekali lagi
Kang Gusar?”tanya Sum mengharap dengan tegas. “Mau baik budi, mau sayang setengah
pengertian emaknya. mati terhadapmu, Emak tetap tidak setuju bila kamu
berhubungan dengan anak si Salim itu, Sum!”
“Karena jauh sebelum kamu
lahir,”timpal Mak Darni,“bapak si anak “Hanya karena dulu bapaknya pernah
itu telah menyakiti hati menyakiti hati Emak, begitu?”
Emak,”sambungnya, “lelaki itu dulu
sengaja mengecewakan Emak dengan “Iya!”sahut Mak Darni dengan nada tinggi,
menerima gadis lain pilihan kedua “karena Emak sangat tidak ingin kau kecewa dan
orang tuanya. Sementara hanya sakit hati akibat harga dirimu nantinya bakal
karena berasal dari keluarga miskin, direndahkan oleh kedua orang tua Gusar, Sum.”
Emak ditinggal begitu saja. Dibiarkan
meratapi nasib sedih sendiri. Tanpa “Tapi, Sum sangat
alasan pasti datang dari mulut si terpikat dengan Kang Gusar,
Salim yang telah mengumbar janji Mak.”

“Sekali Emak katakan
tidak, ya tidak, Sum!”

“Sum takkan bisa hidup kalau bukan Kang
Gusar yang jadi pendamping Sum, Mak,”rengek
Sumirah.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 27

“Emak tidak mau tahu. Kau mau Malah gadis bercaping kerucut itu menatap langit
pilih Emak atau Gusar, terserah. ” dengan berlinangan air mata. Hatinya sangat
gundah. Tak tahu harus berbuat apa. Mau pilih Emak
“Apa Emak tak kasihan pada atau Gusar? Keduanya dirasa sama-sama berat di
Sum?”Sum meraih kedua tangan hatinya.
keriput emaknya, memohon restu.
Gadis desa itu benar-benar risau. Tak ada
“Justru karena rasa kasihan, pijakan kuat bagi dirinya. Sumirah terasa limbung.
Emak melarangmu menjalin hubungan Matanya kering tak berair lagi. Wajahnya masih
dengan pemuda itu, Sum.” menatap langit. Melukis pemandangan terindah
antara emak kesayangan dan Gusar pemuda
“Emak rela kehilangan Sum pujaan.
hanya karena tak suka pada Pak Salim,
bapak Kang Gusar, Mak?” Melihat itu, Gusar penasaran. Diperhatikannya
Sum lurus-lurus.
“Terserah kamu!”dengan tidak
mengacuhkan anak gadisnya, Mak Tiba-tiba,“Sum...!”teriak Gusar melengking
Darni berdiri dari duduknya. keras,“apa yang terjadi padamu, Sum?”secepat kilat
Membuang muka jauh-jauh dari Gusar melompat dan menubruk tubuh Sumirah yang
Sumirah. telah bersimbah darah.

Pada saat yang bersamaan, Gusar Mendengar teriakan pemuda tadi, Mak Darni
melangkah dari arah asal terbit segera membuang keranjang wadah pucuk teh.
matahari. Dengan langkah tehuyung, wanita itu mendapatkan
anak gadisnya dengan tangis sesenggukan. Kedua
“Sum! Aku menyusulmu, mata cekungnya menangkap dengan jelas ada sebilah
pisau petik teh yang telah menancap dalam-dalam
Sum...!”seru pemuda itu dari jarak pada bagian dada Sumirah. ***

sepetak kebun sambil melambai- Pekalongan, akhir Januari 2022
Penulis : Esdeen S.
lambaikan tangannya.
Guru SDN 01 Domiyang, Paninggaran,
Jejaka tadi menghampiri Pekalongan 51164

Sumirah yang baru saja bersitegang Majalah Digital - Lentera Ilmu 28

dengan Emak. Ditaruhnya keranjang isi

rumput tidak jauh dari Sumirah duduk.

Melihat ada jejaka yang datang

itu anak si Salim, tanpa basa-basi Mak

Darni segera meninggalkan Sumirah.

Wanita tua itu secepat kilat menuruni

kebun teh untuk memetik pucuk-

pucuknya kembali. Dibawanya

setumpuk dendam kepada bapak

pemuda yang menghampiri anak

gadisnya itu bulat-bulat di lubuk hati

tuanya.

Sementara Sumirah tidak

menyambut ceria kedatangan Gusar.

KARYA GURU

Cerita Pendek

“USEK KRENYES UNTUK INDRI”

Oleh Sardono Syarief

“Assalamualaikum..!”seruku dari balik pintu “Ayah, Ibu. Besok hari Minggu ‘kan? ”
gerbang.
“Benar. Memangnya ada apa dengan
“Waalaikumsalam..!”sahut ayah dan ibu hari Minggu?”jawab ayah.
bersamaan.
“Sekolah Indri libur, Yah. Kita jadi ke
Siang itu ayah dan ibu sedang duduk rumah Nenek, bukan?”
santai di teras depan. Berangin-angin
mengusir udara gerah di badan. Segera kuambil duduk di sisi kiri Ayah.
Tas berisi 2 buku paket kelas 6 kutaruh di sisi
“Sudah pulang kau, Indri?”sambut ibu kiriku.
melihatku datang dari sekolah.
“Bagaimana, Bu?”ayah meminta
“Sudah, Bu,”seraya mencium tangan persetujuan ibu.
kanan ibu, aku menjawab.
“Memangnya kau sudah kangen Nenek
“Ayah..!”gantian cium tangan kuberikan dan Kakek, Indri?”tanya ibu.
kepada Ayah.
“Sudah kangen sekali, Bu! Karena itu,
Ayah menyambut tanganku dengan Indri mengajak Ibu dan Ayah ke sana besok.”
tersenyum tulus.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 29

“Ibu sih siap saja, Indri,”ujar Ibu. dapatkan dari kebun. Tak pernah Nenek
“Kebetulan besok ulang tahun Kakek yang ke belanja sayur dari pasar.”
60.”
“Bagaimana untuk urusan lauknya,
“Kakek ulang tahun yang keenam Bu?”
puluh, Bu?”mataku terbelalak. Kaget. Tidak
menyangka kalau besok adalah tanggal ulang “Untuk lauknya,”jawab ibu,”Kakek
tahun kakek. cukup menangkap ikan dari kolam sebelah
rumah.”
“Iya!”sahut Ibu. “Setahumu Kakek
masih muda, Indri?” “Wah! Sungguh menyenangkan sekali
ya, Bu?”
Aku mengangguk. “Indri kira usia Kakek
baru 50 tahunan, Bu.” “Iya menyenangkan sekali. Maka,
Ayahmu selalu menurut tiap Ibu ajak ke rumah
“Perkiraanmu tak tepat!”canda Ibu. Kakek.”

“Masalahnya, Kakek itu masih terlihat “Kan Ayah kangen juga pada masakan
gesit, Bu. Setiap Indri berkunjung ke sana, Nenek yang serba alami itu, Bu? Tidak kenal
selalu Kakek sedang berkegiatan di kebun.” bumbu masak. Apalagi bumbu dapur yang
mengandung bahan kimia.”
“Apa yang kaulihat pada Kakek,
Indri?”potong ayah ingin tahu. “Ah, tahu saja Ayah!”tangkis Ibu.
Tampaknya ayah terkenang zaman serumah
“Mencangkul, menanam bibit tomat dan dengan Nenek dan Kakek lima belas tahun
cabe. Bahkan rajin membersihkan rumput di silam.
sekitar pekarangan rumah, Yah. Semua itu
Kakek kerjakan dengan tenaga yang cukup “Hemmm…rasanya Indri ingin segera
gesit. Tidak menampakkan ketuaannya.” tiba di rumah Kakek. Tentu untuk segera
menikmati lezatnya masakan Nenek. Masakan
“Kamu ingin tahu rahasia kekuatan yang serba alami tadi, Bu,”ujarku berkobar-
tenaga Kakek, Indri?”potong Ibu. kobar.

“Ingin, Bu,”sahutku cepat. “Apa kira-kira “Ya, tunggu saja tanggal mainnya,
rahasianya, Bu?” Indri,”kelakar Ayah. “Ayah juga sudah sangat
kangen pada enaknya pecak lele buatan
“Sejak muda, Kakek dan Nenek cinta Nenek, Indri.”
lingkungan, Indri. Mereka menanam berbagai
macam apotik hidup di sekitar rumah. Seperti “Semua, masakan Nenek, Yah?”
jahe, temu ireng, lengkuas, dan lain-lain. Dari
tetumbuhan itu setiap dua atau tiga hari “Kalau ada Ibumu, ya Ibumu juga yang
mereka ambil untuk direbus. Lantas airnya turut memasak, Indri.”
mereka minum sebagai jamu godok.
“Enakan mana masakan Nenek
Selain itu, hampir setiap hari mereka dibanding Ibu, Yah?”
suka sayur segar. Sayur yang bahannya
mereka petik dari kebun sendiri.” “Sama-sama enak.”

“Sayur apa misalnya, Bu?” “Indri tidak percaya, Yah!”

“Daun singkong, bayam, cabe, bawang “Kok tidak percaya?”
daun, dan semacamnya. Semua mereka

Majalah Digital - Lentera Ilmu 30

“Buktinya, Ayah sering tidak “Betul, Indri,”ujar ayah. “Ibumu pendiam
menghabiskan masakan Ibu setiap kali makan seratus persen. Kalau sudah bau jok, matanya
siang?” cepat rapat. Ayah takut ketularan
ngantuknya,”ledek ayah pada Ibu.
“Ayah sering makan di kantor, Indri.
Jadi, makan di rumah itu hanya untuk “Ayahmu itu ngarang, Indri!”tangkis
menemani Ibu dan kamu saja,”sela ibu seraya Ibu.“Kalau Ibu pendiam, mana mungkin dulu
melirik ayah. Ayah bisa kenal Ibu?”

“Ah, Ibu itu bisa-bisa saja!”ayah “Ibu banyak omongnya itu dulu, Indri.
membela diri. Ketika masih muda. Sekarang, kalah
cerewetnya dibanding kamu.”
“Ya, bisalah. Ibu kan sudah paham
tentang Ayah?” “Cerewetnya Indri keturunan dari siapa,
ayo, Yah?”sahut Ibu membela diri.
Ayah diam. Sesaat kemudian.
“Ya dari Ayahlah…”sahut ayah.
“Oh, ya! Jam berapa sekarang?”tanya
ayah sembari melirik handpon yang ada di “Ndak bisa! Itu dari Ibu!”bela Ibu kuat-
genggaman tangan kiri ibu. kuat.

“Hampir jam 13.00, Yah. Ada apa?”ibu “Ya, sudah, Ayah mengalah,”jawab
balik bertanya. ayah di balik senyum simpulnya. “Ayo,
sekarang kita berangkat!”
“Indri kan belum makan? Ayah juga.”
Ayah membuka pintu mobil sedan
“Oh, ya, ya? Ayo, kita masuk!”ajak ibu putihnya.
seraya memapah lengan kananku.
“Ayo! Hati-hati lo nyetirnya!”kata ibu
*** mengingatkan ayah.

Keesokan harinya. Pagi-pagi benar “Siap, Nyonya Besar!”ujar ayah setelah
kami telah bersiap diri untuk pergi ke rumah bersiap diri di depan setir.
Nenek.
***
“Indri, kamu duduk di depan. Temani
Ayah, ya!”pinta ayah. Kini ayah menghidupkan mesin
mobilnya. Pelan-pelan mobil merangkak
Ayah memasukkan bungkus plastik meninggalkan halaman rumah. Begitu tiba di
hitam ke dalam mobil. Entah apa isinya. Yang jalan raya, ayah melarikan mobilnya lurus ke
jelas oleh-oleh untuk Kakek dan Nenek di arah timur.
kampung.
Setengah jam kemudian, sampailah
“Mengapa tak berdua dengan Ibu di kami di tugu nol kilo meter Kajen. Dari
depan, Yah?”tanyaku. bundaran tersebut, ayah membelokkan
mobilnya ke arah selatan. Arah yang menuju
“Tidak!”sahut ayah. “Ayah pilih kamu, Paninggaran, tempat tinggal Nenek dan Kakek.
karena kamu banyak omongnya. Tentu agar
Ayah tak ngantuk saat memegang setir, Indri.” Mobil terus melaju menempuh jalan
berliku naik turun bukit. Sambil menikmati
“Memangnya kalau dengan Ibu, Ayah wisata alam pegunungan di sepanjang jalan,
mengantuk?” ayah berkata, “Ibumu kok tak bersuara, Indri.
Coba, kautoleh!”

Majalah Digital - Lentera Ilmu 31

Ayah melirik kaca sepion yang “Benarkah apa yang dikatakan Ayah, Bu?”aku
tergantung di depan sopir. bertanya.

“Baik, Yah,”sahutku. Aku segera “Ya, iyalah... Mau apa kamu?”Ibu menanggapi
berpaling ke belakang, ke arah jok tempat ibu pertanyaanku.
duduk.
“Tentu Indri mau dibelikan usek krenyes tadi,
“Ada apa?”sapa ibu sesaat setelah Bu!”
terjaga dari kantuknya.
“Tak bisa!”tukas Ibu tegas.
“Ah, tidak ada apa-apa, Bu!”sembari
menahan geli, aku menjawab dengan gugup. “Kenapa, Bu?”

“Ngecek Ibu ngantuk, ya?”suara ibu terdengar “Bukankah tadi kamu telah meledek Ibu
parau. tertidur?”

Aku tidak menjawab. Pura-pura tidak “Kalau sikap Indri tadi sempat membuat Ibu tak
mendengar pertanyaan ibu. suka,”ujar Indri dengan sopan. “Indri minta
maaf, Bu! Ya ‘kan, Yah?”
“Nyatanya Ibumu ngantuk tidak, Indri?”sela
ayah sembari terus mengendalikan mobilnya. “Benar, Bu!”sahut Ayah sembari tersenyum.
“Ayah juga minta maaf! Ibu bersedia
“Tidak, Yah. Ibu cuma baru terjaga dari memaafkan kami berdua, bukan?”
tidurnya saja,”jawabku bergurau.
Walau dengan anggukan pelan, ibu
“E, eh, enak saja kamu menuduh Ibu, mengiyakan.
Indri!”suara ibu sedikit tinggi. “Sejak tadi Ibu
asyik memperhatikan pemandangan kanan-kiri “Terima kasih, Bu!”kataku lega sambil
jalan kok. Mengapa kaukatan tidur?”gerutunya tersenyum. Demikian juga ayah.
dengan wajah cemberut.
“Kalau boleh tahu,”ujarku sesaat dari itu.
“Ha, ha, ha...!”tawaku meledak. Geli. Ayah “Memangnya usek krenyes itu dibuat dari
juga. bahan apa, Bu?”

“Awas kamu, Indri! Nanti tak akan Ibu belikan “Dari pati singkong digulung-gulung seperti
cemilan khas Paninggaran, kamu!”ibu lontong yang dikukus,”jawab ibu.
mengancamku.
“Hanya cukup sampai di situ, Bu?”tanyaku
“Cemilan apa itu, Bu?”tanyaku ingin tahu. ingin tahu lebih jauh.

“Usek krenyes.“ “Tentu saja tidak!”

“Usek krenyes? Kok Indri baru “Lantas, setelah dikukus, pati singkong tadi
mendengarnya?” harus diapakan lagi?”

“Ya, benar sajalah,“sahut Ayah.“Usek krenyes “Setelah pati singkong itu matang dan terasa
itu nama cemilan khas Paninggaran, Indri. kenyal,”kata Ibu selanjutnya. “Angkat dari
Makanan ringan dari daerah asal Ibumu,”lanjut dandang. Selanjutnya ditiriskan airnya.”
ayah. “Di daerah lain, usek krenyes tak ada.
Kalaupun ada, besar kemungkinan hasil beli “Kalau sudah tiris, Bu?”masih tanyaku.
dari Paninggaran. Benar tidak, Bu?”ayah
berkomentar panjang. “Boled yang masih kenyal tadi diiris tipis-tipis
dengan pisau tajam. Hal ini dimaksudkan agar
tidak banyak yang pecah atau remuk,”jawab
ibu menerangkan.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 32

“Apa itu boled, Bu?”tanyaku tak mengerti. “Tambahkan rajangan gula merah ke dalam
bumbu tadi. Aduk-aduk lagi hingga antara
“Boled adalah istilah masyarakat Paninggaran bumbu, gula merah, dan krupuk usek menyatu
untuk nama pati singkong.” betul.”

“Terus, prosesnya bagaimana lagi, Bu?”masih “Lalu?”nyaliku makin menggelora.
tanyaku.
“Bila krupuk telah terlihat coklat dan telah
“Seterusnya,”jawab ibu. “Irisan boled berasa pedas, gurih, lagi manis. Angkat
dikeringkan di bawah sinar matahari.” krupuk dari wajan! Krupuk yang sudah siap
disantap sebagai cemilan inilah yang
“Terus, Bu?”,aku makin penasaran. dinamakan usek krenyes.”

“Setelah irisan boled benar-benar Aku mengangguk. Mengerti.
kering,”lanjut ibu. “Lantas digoreng sangan
dengan pemanas pasir kali.” “Bagaimana rasa usek krenyes tadi, Bu?”lagi-
lagi aku bertanya.
“Apa itu sangan, Bu?”
“Rasanya? Huuuuh...!”ibu mengacungkan
“Sangan adalah kuali atau wajan yang terbuat jempol memancing rasa ingin tahuku.“Ya gurih,
dari tanah liat.” ya manis, ya pedas, semua terasa nikmat,
Indri. Yang pasti kau akan ketagihan bila telah
“Kok tidak digoreng dengan minyak gurih, Bu?” merasakan cemilan ini. Kau tentu ingin Ibu
belikan bukan?”
“Tidak, Indri. Namanya saja krupuk usek.
Matangnya bila diusek-usekkan ke dalam “Ya jelas dong, Bu,”jawabku penuh harap.
pasir kali yang bersuhu tinggi.” Manja.

“Oh, begitu, Bu?”tanyaku keheranan. Saat itu “Baik. Nanti sebelum tiba di rumah Nenek,”ujar
aku baru tahu, kalau pasir yang dipanaskan ibu yang ditujukan untuk ayah. “Kita mampir
bisa untuk mematangkan krupuk usek. “Kok dulu ke pasar Paninggaran, Yah.”
bisa begitu, ya?” tanyaku dalam hati.
“Mau apa?”sahut ayah pura-pura tidak
“Seterusnya, Bu?”masih tanyaku lagi. mendengar perbincanganku dengan ibu.

“Setelah diangkat dari sangan,”jawab ibu lebih “Beli usek krenyes untuk Indri.”
lanjut. “Siapkan wajan aluminium yang dituangi
minyak goreng. Kemudian ambil bawang “Baik, Bu,”sahut ayah dari belakang setir.
merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah,
terasi, dan garam dapur secukupnya. Semua “Sanggup ya, Yah? Kasihan Indri, ya!”pintaku
ditumbuk sampai lembut. Lantas masukkan ke penuh harap.
dalam wajan aluminium yang minyaknya telah
mendidih benar.” “Ya, jelas sanggup dong. Demi anak semata
wayang, Ayah…”gurau ayah.
“Lantas?”tak bosan-bosan aku bertanya.
Mendengar kesanggupan ayah seperti itu, aku
“Masukkan krupuk usek ke dalam wajan. Aduk- melonjak-lonjak kegirangan.***
aduk terus hingga bumbunya merata. Jangan
lupa taburkan pula penyedap rasa
secukupnya.”

“Terus diapakan lagi, Bu? ”

Majalah Digital - Lentera Ilmu 33

KARYA GURU

Cerita Anak

Oleh: Kurniawati Rahayu

Alkisah, ada seekor Gajah bersama “Ha..ha..ha.. Itu bukan urusanku, anak
anaknya. Mereka hidup di hutan belantara. kecil!” Lalu sang gajah pergi meninggalkan
Pada suatu pagi, mereka berdua berjalan Kelinci yang malang itu sendirian.
menyusuri hutan untuk menghirup udara segar.
Dengan langkah gagah mereka berjalan Di dekat kolam, Kelinci kecil itu
beriringan. Tak lama kemudian, bertemulah menangis. Dia merasa gagal mencarikan makan
mereka dengan seekor kelinci kecil yang sedang untuk ibunya. Sekawanan Semut melewatinya
berkeliaran di dekat kolam. berhenti, kemudian salah satu semut bertanya
kepada kelinci.
“Hai makhluk kecil, sedang apa kau di
sana?” tanya Gajah. “Mengapa engkau menangis wahai
kelinci?” tanya seorang Semut.
“Aku sedang mencari makan di sini
karena ibuku sedang sakit” jawab Kelinci kecil “Makanan yang sudah aku kumpulkan
itu. Namun, dengan angkuhnya sang Gajah dari tadi direbut dan dimakan oleh gajah,” ucap
mengambil rumput yang tengah dikumpulkan Kelinci sambil sesenggukan.
dengan Kelinci dengan belalainya lalu
memasukkannya ke mulut. Dalam hati semut berkata, tega sekali
gajah itu. Kemudian Semut berkata kepada
“Tega sekali kau, Gajah? Itu kan tadi aku kelinci, “Sudahlah kawan, ayo kami siap
yang mengumpulkan?” ucap Kelinci geram. membantumu untuk mencari makanan lagi!”

Akhirnya Kelinci dan sekawanan Semut
mencari rumput di sekitar kolam, dan setelah
terkumpul Kelinci membawa pulang ke

Majalah Digital - Lentera Ilmu 34

rumahnya dengan hati riang. Tak lupa Kelinci satu dari telinga Gajah. Saat itu, telinga Gajah
mengucapkan terima kasih kepada para Semut sudah memerah terasa sakit dan gatal.
yang telah membantunya.
Sang ketua kawanan Semut berkata,
Rombongan Semut melanjutkan “Makanya, jangan sekali-kali engkau
perjalanan mereka, tiba-tiba di tengah meremehkan makhluk kecil seperti kami wahai
perjalanan mereka bertemu dengan Gajah Gajah. Sekarang engkau yang tak berdaya kan
beserta anaknya tadi. Gajah itu sedang tertidur menghadapi kami?”
di padang rumput yang luas. Kepala rombongan
Semut mempunyai ide dan berkata kepada Dengan telinga yang merah dan penuh
seluruh rombongannya. air mata sang Gajah berkata, “Maafkan aku
wahai Semut, selama ini aku memang sombong
“Teman-teman, mari kita beri pelajaran dan meremehkan makhluk kecil seperti engkau
kepada Gajah yang sombong itu! Kita naik ke dan Kelinci.”
badannya dan masuk ke
telinganya.” Keesokan harinya sang gajah berjalan-
jalan dan menemukan ada Kelinci kecil sedang
Lalu segerombolan Semut mencari makan. Melihat sang Gajah, Kelinci
itu naik ke badan Gajah. Karena bersiap lari menjauh. Namun, Gajah berhasil
masih tertidur lelap, Gajah pun mencegahnya, “Wahai kelinci, mari aku bantu
tidak sadar ada rombongan Semut kamu mengumpulkan rumput!”
yang berjalan di badannya. Semut
terus naik ke punggung, dan Kelinci terheran-heran melihat sikap
begitu sampai di telinga gajah sang Gajah. Di sisi lain, Kelinci merasa senang.
mereka masuk. Sekawanan Semut Akhirnya Kelinci dan Gajah menjadi sahabat
itu menggigit telinga dalam sang Gajah. sejati. Mereka selalu saling tolong-menolong
dalam hal apa pun.
Seketika Gajah pun terkejut dan
berteriak minta tolong. “Aduuuuh, toloooong.
Sakittt..” pekik sang Gajah.

Anak Gajah yang tertidur di sampingnya
pun kaget dan terbangun. “Ada apa ibu?
Mengapa engkau mengaduh?”

“Sakit sekali, Nak. Telinga ibu sepertinya
digigit banyak Semut.” jawab sang induk.

Kemudian, setelah puas memberi
pelajaran sekawanan Semut pun keluar satu per

Majalah Digital - Lentera Ilmu 35

KARYA GURU

Cerita Anak

Burung Pipit yang Malang

Oleh: Kurniawati Rahayu

Di sebuah kebun binatang hiduplah Pipit dan Kelinci pun bermain bersama. Mereka
seekor burung pipit. Ia hidup bersama ibunya tampak riang gembira.
yang sedang sakit. Pada suatu malam, ibunya
sudah tidak kuat lagi dan akhirnya mati. Tak terasa hari sudah menjelang sore.
Tinggallah burung pipit kecil itu sendirian. Pipit Pipit kecil pun berpamitan untuk pulang ke
kecil sedih dan meratapi kepergian ibunya. rumahnya. Pipit membawa makanan
Sekarang ia hidup sendirian tanpa sanak seperlunya ke rumah. Ia kembali ke dalam
saudara. rumahnya yang ada di pohon beringin tengah
hutan. Malam itu hujan turun dengan lebatnya,
Pagi itu, ia terbang untuk mencari Pipit ketakutan dan menangis di tengah
makan. Di tengah hutan ia melihat induk kelinci derasnya air hujan. Ia meratapi kenapa ia
menyuapi anaknya. Ia menangis karena teringat sekarang hidup sebatang kara.
akan ibunya yang telah mati. Melihat Pipit
menangis, Ibu Kelinci memanggil, “Hai, Pipit! Keesokan harinya, ia tak keluar dari
Kemarilah, Nak. Ayo, bermain bersama kami!” sangkarnya. Rupanya Pipit sakit karena
Pipit kecil tersenyum dan mendekati mereka. kedinginan semalaman. Beberapa temannya
datang menjenguk. Ada si Pelatuk, ada si Semut,
ada si Gagak, dan ada pula si Lebah. Semua
datang menghibur Pipit. Pipit pun senang

Majalah Digital - Lentera Ilmu 36

karena masih ada teman-teman yang peduli “Aku sedang bermain dan
dengannya. mencari teman di sini wahai Elang”
jawab Pipit lirih.
Pada suatu siang, Pipit pergi ke tengah
hutan untuk bermain dan mencari makan. Di “Kenapa kamu tidak bersama
tengah hutan ia bertemu dengan Elang sang ibu atau saudaramu?” tanya Elang
pemangsa. Elang dengan gagahnya menatap lagi. Pipit tak menjawab, ia hanya
tajam ke arah Pipit. Pipit ketakutan dan menerawang jauh kemudian air
khawatir akan dimangsa Elang. matanya mengalir. Ia teringat akan
ibunya, ia sedih hidup sendiri dan sepi.
“Ampun, jangan makan aku!” pinta
Pipit ketakutan. Melihat Pipit menangis, Elang
memeluk Pipit. Dalam pelukan Elang,
Sang Elang terbang mendekat ke arah Pipit bercerita kalau ia hanya hidup
Pipit. Di luar dugaan, Elang membelai lembut sebatang kara karena ibunya telah
kepala Pipit. “Kamu sedang apa sendirian di tiada. Elang kemudian berpikir untuk
tengah hutan ini wahai anak kecil?” tanya Elang mengajak Pipit tinggal bersama karena
lembut. selama ini ia pun tinggal sendirian.
Mendengar hal itu, Pipit sangat girang.
Ia sangat bersyukur bertemu dengan
Elang yang baik hati. Ia mengikuti Elang
untuk kembali ke rumah Elang. Kini, mereka
berdua tinggal bersama sebagai ibu dan anak.
Meskipun mereka berbeda namun mereka
saling menyayangi satu sama lain.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 37



KARYA GURU

Geguritan

Guru Tuwa ing Sakjerone Jaman Komputer

Aku iki guru tuwa sing lair saka kurikulum kuna
Pasinaon sarwa dieja, kadi ilmu etung tumekan hanacaraka basa jawa

Semono uga nalika mulang muruk siswa
Dakwutah babarke kabeh apa sing aku bisa
Ora sithtik siswaku sing mentas pinter, ana sing dadi guru kaya aku
Bidan, polwan, polisi, pramugari, suster, lan dokter
Marem anggonku nyawang, nganti ati rasa mak seeerrr...!

Ananging bareng saiki jaman wis owah ing sakkabehe arah
Thirik-thirik kurikulum anyar ditata apik ing rak sekolah

Murih ngetut majune jaman kareben generasi muda ora ketinggalan karo bangsa liyan
Aku guru tuwa gedhek-gedhek ora bisa tumindak apa-apa

Aja maneh mulang muruk siswa nganggo cara daring ing layar hape
Nunyul hurufpe bae durung nate

Laptop, tablet, apa tah komputer blas aku ora pinter
Akal pikirku ora nyandhak babar pisan kaya guru nom-noman
Sing lair saka kurikulum gagrak anyar kang nduweni panjangka kabeh siswa
Kudu bisa maca nulis etung nganggo sarana internet lan android

Wah, wah, wah...!
Akalku saya keblinger, malah
Amarga pungkasane ora bisa mbedakke endi siswa bodho, endi sing bener-bener pinter
Siswa bodho wis dadi jamak ngalahke sing pinter, amarga sregep nggolek ngepek wangsulan saka
mbah google ana ing komputer
Ewodene sing pinter ora duwe komputer, anane bingung mung mutar-muter
Yen kaya mangkono kahanane, guru tuwa sapa jajal sing ora keder

Endi sing bener?

Klik tombol play untuk Pekalongan, 07-09-2022
mendengarkan Geguritan

Majalah Digital - Lentera Ilmu 39

KARYA GURU “NGANGKLUHE GURU NDESA”

Geguritan

Dina dakrasa katon dawa meh rung warsa
Nyenyet latar sekolah ora ana sliwer playune bocah

Anggawe ati guru sang saya jengah
Korona sing teka dumadakan tanpa wara-wara
Pageblug gedhe sakjerone negara, kang bisa anjalari lara patine manungsa
Ora milih gedhe cilik, bayi dhewasa, enom apa tuwa
Kalebu bocah sekolah sing saben dina dakopeni saksuweni iki uga
Kanggo keslametan, panguasa enggal paring perintah

Bocah-bocah kon sekolah ana ngomah
Bapak Ibu guru mulang wuruk saka sekolah
Nganggo cara daring, sing ora kabeh bocah bisa diparing
Pungkasane bocah padha bingung, kon sekolah malah saya mbambung
Sambat rama biyung, wong tuwa malah tulang-tulung
Amarga ora ngerti ana tugas saka guru sing kudu diisi
“Kula niki tiyang ndesa Pak Guru, mboten gadhah android napa pulsa
Ingkang saben wektu mboten saged ketuku,
Amargi arta telas kangge tumbas segelas beras lan gereh pethek”
Dudu babagan sekolah pikir wong ndesa cethek
Ananging njaga weteng ben ora nganti luwe, wis rumangsa seneng gedhene
Mireng nggresulane wong tuwa bocah kaya mengkono
Guru ndesa meneng ora bisa mangsuli apa-apa karo mlongo

Sardono Syarief, guru SDN 01 Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan,

Jateng 51164 kulina nulis geguritan, puisi, cerita, esai, lan lagu siswa ing media cetak.

Pak Guru sing kadhang nganggo pasinglon jeneng Esdeen Syarief iki bisa disrawungi ana ing

Fb.sardono.syarief, IG @sardonosyarief, email: [email protected], lan WA :

Klik tombol play untuk 0852 2625 2146

mendengarkan Geguritan

Majalah Digital - Lentera Ilmu 40

KARYA GURU

Puisi

Guruku

Oleh: Kurniawati Rahayu

Engkau berbicara lantang
Namun bukan menantang
Engkau tampak membentak
Namun bukan galak

Tubuhmu berdiri tegak di depan kelas
Menyambut kita dengan ikhlas
Mendidik dan mengajari sampai tuntas
Mengajakku bangkit dari rasa malas
Sering aku berkeluh kepadamu
Dan dengan sabar engkau membimbingku
Karenamu aku berani bermimpi
Dan menggantungkan mimpiku setinggi langit
Aku ucapkan terima kasih
Atas waktu yang selalu kau curahkan
Atas nasihat yang selalu kau berikan
Atas senyum yang selalu kau sunggingkan

Klik tombol play
untuk mendengarkan Puisi

Majalah Digital - Lentera Ilmu 41

KARYA GURU

Puisi

MERAIH ISTANA

Oleh: Deni Tri Eko Mukti

Perempuan itu termangu di atas perahu
Terganggu ombak menyerbu deru
Desir angin menyeru tanpa pamrih
Melangit usir sepi

Sehelai kertas menerkam
Wajah yang masih berjuang
Walau peluru bersarang di baju

Engkau terus maju

Dayung-dayung perahu menengah gelombang
Dan engkau terus mengayuh

Membawa segudang garam pulang
Ke sanggar bocah-bocah lusuh

Megeja alif
Memerdeka buta huruf, angka-angka dan lambang

Sorak-sorai bendera menjulang
Ke atas langit di antara bintang-bintang

Pejuang kami tak akan pernah mati
Wahai engkau pahlawan negri
Menuntun kami meraih istana
“Tanpa tanda jasa”

Klik tombol play
untuk mendengarkan Puisi

Majalah Digital - Lentera Ilmu 42

KARYA GURU

Puisi

Indahnya Alam

Oleh: Kurniawati Rahayu

Kulihat alam dari atas bukit
Bagai memandang hamparan permadani

Sawah terbentang luas nan hijau
Sungai berkelok-kelok indah

Awan putih berarak di langit
Burung-burung terbang menghiasi angkasa

Sungguh indah pemandangan alam
Membuat hatiku senang memandang

Terima kasih Tuhan
Telah memberikan alam yang indah ini

Aku berjanji akan selalu menjaga
Serta melestarikan alam ini

Pekalongan, Oktober 2022

Klik tombol play
untuk mendengarkan Puisi

Majalah Digital - Lentera Ilmu 43

TAHUKAH KAMU?

Usek

Usek Krenyess

merupakan cemilan
khas Paninggaran
Kabupaten
Pekalongan.
Cemilan yang

terbuat dari tepung
tapioka ini digoreng

dengan
menggunakan pasir.

Ada beberapa
varian rasa

diataranya Original,
Pedas Manis, Pedas

Gurih dll.

Majalah Digital - Lentera Ilmu 44

TUTORIAL

Hapus background foto secara online
GRATIS

Pastinya bapak ibu pernah dong
disuruh mengumpulkan pas foto dengan
warna background yang ditentukan.
Padahal hanya mempunyai foto dengan
background tertentu saja. Tenang kok…. Ini
ada solusinya :
1. Buka laman https://www.remove.bg/

5. Klik menu color kemudian pilih warna
background yang di inginkan

2. Klik upload image, kemudian cari file
yang akan dihapus

6. Dan terakhir klik download dan donwload
image

3. 3. Klik open dan tunggu hingga proses selesai

4. Klik edit, jika penghapusan kurang rapi 7. Selesai. File siap dibagikan…..
bisa dirapikan dengan klik erase/restore
Mudah bukan bapak/ibu sekalian.
Itulah tutorial singkat menghapus
background foto. Tutorial ini bisa di
praktekkan menggunakan HP ataupun
Laptop dengan catatan tersambung
internet. (Hadi S)

Majalah Digital - Lentera Ilmu 45

GAME TTS

TEKA – TEKI SILANG
KURIKULUM MERDEKA

MULAI TTS

Majalah Digital - Lentera Ilmu 46

KOMIK

Majalah Digital - Lentera Ilmu 47

Menerangi jalan untuk
Meraih cita-citamu

Sumber gambar: balitbangham.go.id


Click to View FlipBook Version