MACAM-MACAM TEKNIK CETAK
SMKN 7 JAKARTA TIMUR
Nama : Zahra Adhiyani Safika
Kelas : IX-PG2
Absen: 36
Macam-macam teknik cetak
Teknik cetak merupakan salah satu bentuk seni rupa yang memiliki nilai yang sangat tinggi
dalam seni grafis. Teknik cetak seni rupa biasanya menggunakan media seperti kasa, plat
logam, karet lino maupun kayu yang pada umumnya dicetak pada media kertas dan kain.
Ada beberapa teknik cetak yang akan di pelajari, yaitu:
1. Cetak Saring (Silkscreen)
Cetak saring merupakan salah satu teknik mencetak yang umum dikenal orang
dengan nama sablon.
2. Cetak Tinggi (Cetak Timbul)
Cetak tinggi atau cetak timbul adalah cara membuat acuan cetak dengan
membentuk gambar pada permukaan media cetak secara timbul. Contoh yang paling
sederhana dari teknik ini adalah stempel atau cap.
3. Cetak Datar (Lithography)
Lithography merupakan seni gra fis cetak datar dengan menggunakan acuan cetak
dari lempengan batu kapur.
4. Cetak Dalam
Teknik cetak dalam adalah salah satu teknik seni gra fis dengan menggunakan acuan
cetak dari logam tembaga. Teknik pembuatan cetak dalam yaitu dengan ditoreh atau
digores langsung.
5. Cetak digital printing
Adalah suatu teknik cetak tanpa melalui proses pembuatan acuan cetak, melainkan
melalui proses digital atau”any printing completed via digital file”.
A.Teknik Cetak Saring/Sablon (Silkscreen)
Cetak saring atau sablon adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar
(screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar Nylon atau sutra (silk
screen). Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat
sebelumnya di kertas HVS atau kalkir. Kain ini direntangkan dengan kuat agar
menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari,
maka harus disiram air agar pola terlihat lalu akan terbentuk bagian-bagian yang bisa
dilalui tinta dan tidak.
Proses pengerjaannya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian
disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan
untuk satu warna. Sedangkan untuk membuat beberapa warna dalam satu desain harus
menggunakan suatu alat agar presisi.
Cetak saring biasanya digunakan untuk mencetak gambar di dimensi datar seperti kain.
Teknik sablon sering digunakan di konveksi. Berikut merupakan langkah-langkah
membuat karya cetak saring.
1. Alat dan Bahan
Berikut ini alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya cetak saring (sablon).
a. Screen yang dapat dibeli di toko sablon.
b. Meja cetak yang dilengkapi dengan lampu neon.
c. Rakel untuk menyapu dan menapis tinta cetak pada screen.
d. Alat-alat menggambar.
e. Alat pengering seperti kipas angin atau hairdyer untuk membantu proses
pengeringan.
f. Plastik, mika film, atau kertas kalkir untuk membuat klise positif.
g. Tinta cetak sesuai dengan yang dibutuhkan, misalnya tinta dengan basis air digunakan
untuk menyablon kaos.
h. Sendok plastik atau sendok adonan kue.
i. Kain lap untuk membersihkan screen.
j. Air atau minyak pengencer/pencuci screen yang sesuai dengan tinta.
k. Baju kaos polos untuk media sablon.
l. Obat afdruk untuk membuat klise negatif (cetakan).
m. Catok untuk menyablon.
n. Anleg atau patokan pembatas bahan yang dicetak agar posisinya tetap.
Biasanya dibuat dari karton atau stiker yang ditempelkan di atas kaca meja cetak.
2. Proses Pengerjaan
Setelah semua alat dan bahan siap, kamu dapat mulai membuat karya. Berikut ini
langkah-langkahnya.
A. Buatlah gambar yang akan kamu gunakan sebagai panduan sablon pada kertas kalkir.
Pertama-tama buatlah gambar dengan satu warna. Gambar bisa juga diperoleh dari
internet, kemudian difoto kopi ke kertas kalkir. Gambar ini disebut sebagai klise positif.
B. Cucilah screen menggunakan air dan sabun, kemudian lap dengan kain spon. Setelah
itu, screen dikeringkan dengan cara dijemur di sinar matahari. Pastikan bahwa screen
benar-benar kering dan bersih sebelum digunakan.
C. Buatlah klise negatif atau cetakan dengan proses afdruk. Siapkan obat afdruk dengan
cara mencampur cairan merah dan putih (dosis sesuai petunjuk). Setelah obat tersebut
tercampur dengan rata, tuangkan sedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-
tipisnya, kemudian screen tersebut dikeringkan dengan menggunakan kipas angin.
Dalam proses ini, screen tidak boleh terkena sinar matahari. Untuk itu dianjurkan
pengeringan di ruang tertutup.
D. Siapkan papan terlebih dahulu. Taruh busa di atas papan, lalu taruh kain warna hitam
di atas busa tersebut. Kemudian, ambil screen yang telah kamu siapkan sebelumnya dan
taruh screen di atas kain berwarna hitam. Ambil gambar yang telah diedit dan tempel di
atas screen. Sebelum gambar tersebut ditempelkan pada screen, kertas terlebih dahulu
diolesi dengan minyak goreng. Hal ini dilakukan agar kertas pada gambar akan tembus
sinar. Setelah itu, taruh kaca di atas screen.
E. Sinari screen dengan sinar matahari. Untuk penyinaran ini diperlukan waktu antara 3
sampai 5 detik. Jika terlalu lama dalam penyinaran, pembuatan film screen akan gagal.
Setelah disinari, screen tersebut harus dicuci untuk membersihkan berkas-berkas obat.
Dalam pencucian ini, gunakanlah alat penyemprot untuk membersihkan obat yang
tersisa di sela-sela gambar yang terdapat pada screen.
F. Ambil screen, kemudian kunci screen pada meja berkaca, lalu siapkan alat-alat untuk
mewarnai. Campur cat dengan air. Setelah itu, taruh kain yang akan disablon di atas
meja berkaca. Tuang cat pada screen secukupnya, kemudian ratakan menggunakan
rakel. Jadilah hasil sablonan.
3. Cara membersihkan alat cetak saring
A.Pertama, hal yang mesti dilakukan adalah membersihkan screen dengan air segera
setelah selesai digunakan untuk menyablon, maksudnya adalah agar sisa tinta yang
masih dalam kondisi basah dapat dibersihkan dengan mudah, karena jika sisa tinta
sampai kering pada screen maka akan membutuhkan proses lebih panjang untuk
membersihkannya.
B.Kedua, siapkan screen yang akan dicuci kemudian siram dengan air pada kedua sisi
(depan dan belakang), jika memungkinkan rendam screen di dalam air beberapa saat,
hal ini dimaksudkan agar obat afdruk yang terdapat pada screen dapat lebih melunak.
C.Ketiga, siapkan bahan dan peralatan untuk mencuci screen. Bahan yang sering
dipergunakan untuk mencuci atau menghapus screen misalnya kaporit, soda api,
bayclin, dll. Ketiganya bisa dipergunakan secara bersamaan atau cukup menggunakan
salah satu saja.
4. Kelebihan dan kekurangan cetak saring
Kelebihan: dapat mencetak di atas segala dasar benda padat seperti gelas, kaca,
keramik, aluminium, plastik, lapisan tinta dapat tebal, dapat mencetak dalam skala kecil.
Kekurangan: detail gambar sukar dicapai., kecepatan tergantung teknologi cetak saring
yang digunakan, pengeringan agak lama karena tinta tebal.
B. Teknik Cetak Tinggi
Cetak paras atau cetak tinggi atau cetak relief (bahasa Inggris: letterpress printing)
adalah sebutan untuk teknik cetak dalam seni grafis, termasuk di dalamnya teknik cukil
kayu, di mana bagian matriks (plat atau papan) yang akan mencetak warna adalah pada
permukaan aslinya; bagian yang tak berwarna adalah bagian yang dicukil. Berlawanan
dengan teknik ini adalah teknik cetak intaglio, seperti yang terdapat pada gravir atau
etsa.
1. Alat dan bahan teknik cetak tinggi
1. Plat atau Acuan Cetak
2. Pisau Cukil
3. Pensil
4. Rol Karet
5. Kaca
6. Kape
7. Hand Press
8. Tinta Cetak
9. Lem
2. Proses pengerjaan
Langkah- langkah pembuatan Cetak Tinggi adalah sebagai berikut:
1. Menggambar sketsa pada acuan cetak.
2. Memahat dan cukil dengan menggunakan pahat grafis dan bagian yang tidak kena
tinta dibuang.
3. Gunakan rol untuk meratakan tinta di atas kaca.
4. Gunakan rol untuk memberikan tinta pada permukaan cetak.
5. Letakan diatas kertas acuan cetak dengan posisi cetakan menempel ke bawah.
6. Tekan permukaan kertas dengan rol untuk hasil maksimal.
7. Angkatlah kertas secara perlahan melalui permukaan acuan cetak.
8. Setelah selesai, lihat hasil karya dari permukaan yang tampil.
3.Kelebihan dan kekurangan cetak tinggi
Kelebihan: mudah digunakan
Kekurangan: menyita waktu, kurang praktis (tinta ambil lagi-ambil lagi), hanya memiliki
satu warna.
C. Teknik Cetak Datar
Cetak datar adalah salah satu teknik cetak yang memanfaatkan plat atau papan cetak
yang datar (tidak timbul seperti pada cetak tinggi, atau tidak turun seperti pada cetak
dalam). Hal ini membuat bagian gambar dan bukan gambar berada pada ketinggian yang
sama. Untuk memisahkannya, cetak datar menggunakan lapisan emulsi yang membat
bagian gambar akan menarik tinta sedangkan bagian bukan gambar akan menolak tinta.
Beberapa jenis teknik cetak yang tergolong pada cetak datar di antaranya adalah cetak
batu dan cetak ofset.
1. Alat dan bahan
-Gula Pasir
- Lem kayu
- Gliserin
- Pensil
- Agar – Agar
- Kertas HVS
- Bak dari seng ukuran 22 X 35 cm atau sesuai keinginan
- Pena dan tinta biasa
2. Proses pengerjaan
1. Rendam agar – agar dalam air dingin sampai lunak.
2. Masukan agar – agar ke dalam air mendidih sehingga menjadi cairan.
3. Masukan lem kayu, gula pasir, dan gliserin kemudian diaduk sampai bercampur bener.
4. Tuangkan ke dalam bak seng dan diamkan sampai membeku.
5. Buatlah gambar pada kertas dengan tinta. Letakkan gambar pada permukaan agar –
agar, setelah kurang lebih 5 menit lepaskan pelan – pelan maka bekas tinta akan
menempel pada permukaan agar – agar.
3. kelebihan dan kekurangan cetak datar
Kelebihan: lebih cepat, dapat memproduksi dalam jumlah yang banyak
Kekurangan: hanya pada bidang datar, jika tidak presisi hasil cetakan tidak bagus.
D. Teknik Cetak Dalam
Rotogravure adalah salah satu teknologi dalam dunia percetakan. Rotogravure sendiri
dalam dunia grafika berarti “cetak dalam” atau dalam bahasa awam adalah teknologi
cetak yang biasa digunakan untuk mencetak media yang terbuat dari bahan yang
fleksibel, misalnya berbagai jenis plastik, alumunium, kertas, serta PVC. Bahan yang akan
dicetak adalah dalam bentuk rol atau gulungan.
1. Alat dan bahan
Mesin cetak rotogravure
2. Proses pengerjaan
Mesin pencetak uang kertas atau logam di Peruri menggunakan Teknik Cetak Dalam
(Cetak Rotogravure), adalah proses produksi cetak menggunakan permukaan yang
dikerik (tenggelam). Pada cetak dalam bagian gambar didalamkan ke dalam logam acuan
cetak.
3. Kelebihan dan kekurangan cetak dalam
Kelebihannya :dapat mencetak dihampir semua bahan seperti: board, paper,
plastik, alumunium foil, dllmempunyai kecepatan cetak yang tinggi (100 s/d 150
meter per menit)konsisten warna stabilwarna lebih cemerlang karena tintanya
solvent base dan tidak dipengaruhi airdapat mencetak bentuk gambar endless
termasuk bentuk spiral untuk aplikasi sebagai label kalengsilinder cetak tahan
untuk long run, mencapai 40.000 meter tergantung jenis bahan, tinta, rakel dan
jenis mesin cetaknya sendiri.
Kekurangannya :biaya Pre Press tinggi karena harus membuat silinder, tidak
efisien untuk order-order pendekwaktu pre press lebih lama dibandingkan teknik
cetak yang lainnya, untuk pembuatan 1 silinder bisa mencapai 4 jamprinting
memakai kertas gulungan/ rol/ web. Tidak seakurat offset yang menggunakan
lubang sheet. Untuk mengatasi masalah ini maka dipakai pengontrol tegangan
(tension control), pengontrol register, serta alat pengontrol bagian pinggir pada
mesin cetak rotogravure.
E. Teknik Cetak Digital
Teknik cetak digital merupakan teknik mencetak yang menggunakan toner, atau tinta
cair apabila dalam mesin yang lebih besar, di mana hasil cetakan akan dicetak secara
langsung pada media yang diinginkan. Nah, teknik cetak seperti ini amat cocok
digunakan untuk kebutuhan cetak dalam jumlah yang sedikit.
2. Alat dan bahan
1. Kaos Polos.
2. Komputer atau Laptop.
3. Tinta, Catridge dan Cairan Head Cleaner.
4. Mesin Cetak atau Printer DTG.
5. Mesin Press Kaos.
6. Kertas Teflon.
7. Komputer
8. Hotgun reigun
3. Proses pengerjaan
Digital printing adalah proses di mana informasi digital ditransfer langsung ke format
cetak tanpa langkah analog perantara. Misalnya, cetak foto yang Anda miliki di
komputer langsung di selembar kertas.
4. Kelebihan dan kekurangan cetak digital
Kelebihan Digital Printing:
1. Produksi yang lebih cepat dan akurat.
2. Lebih flexibel dalam masalah order (tidak harus memesan dalam jumlah minimal.
Semisal pesan 1 kaos untuk satu desain pun bisa).
3. Proses produksi jauh lebih ringkas dan hasilnya bisa langsung dilihat.
4. Tahapan yang jauh lebih sedikit (tidak memerlukan karyawan banyak).
5. Secara metode dan cara jauh lebih mudah, jadi untuk pemula sekalipun mudah
untuk memahaminya.
Kekurangan Digital Printing:
1. Harga hardware yang tidak murah.
2. Akan semakin membuat pelaku sablon konvensional menjadi tersisihkan.
3. Memerlukan anggaran lebih untuk perawatan dan penyelesain masalah yang timbul.
Sumber:
Wikipedia
Brainly
http://teksulasan16.blogspot.com/2016/01/seni-grafis-cetak-datar-
planography.html?m=1
http://walpaperhd99.blogspot.com/2015/03/cara-membuat-sablon-dengan-
teknik.html?m=1
https://printqoe.com/blog/judulartikel/bedain-dulu-cetak-offset-dan-cetak-digital-
sebelum-ke-jasa-cetak-digital-
online.html#:~:text=Teknik%20cetak%20digital%20merupakan%20teknik,cetak%20dala
m%20jumlah%20yang%20sedikit
https://masnid.com/alat-sablon-digital/
https://fastwork.id/blog/cara-kerja-digital-
printing/#:~:text=Digital%20printing%20adalah%20proses%20di,komputer%20langsung
%20di%20selembar%20kertas.
Dan lain-lain.