The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jurnal Refleksi Dwimingguan Mdul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. CGP Angkatan 9 SD Saraswati 6 Denpasar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mademardika46, 2024-02-17 19:28:10

Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.1CGP Angkatan 9

Jurnal Refleksi Dwimingguan Mdul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. CGP Angkatan 9 SD Saraswati 6 Denpasar

Keywords: Jurnal Refleksi Dwimingguan

Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN MODUL 3.1 CGP Angkatan 9 Made Mardika, S.Ag.,M.Pd.H Tempat Tugas SD Saraswati 6 Denpasar https://sdsaraswati6.sch.id/ Jl. Antasura Gittasura IV 081805611677


Om Swastyastu Salam dan Bahagia Atas asung kerta waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, penulis dapat menyelesaikan Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.1.A. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Pembelajaran Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.1 ini merupakan salah satu syarat bagi Calon Guru Penggerak (CGP) yang wajib dibuat setalah menyelesaikan setiap modul pembelajaran. Jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis. Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran. Dalam menyelesaikan Modul 3.1 ini penulis banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Yang Terhormat : Ibu Ni Putu Sugilastini, S.Pd. selaku Fasilitator yang telah banyak memberikan motivasi dan bimbingan selama mempelajari modul ini. 1. Ibu Ni Putu Swandewi, S.Pd. selaku Pengajar Praktik yang telah banyak memberikan motivasi dan bimbingan selama mempelajari modul ini. 2. Ibu I Gusti Ayu Ari Nuratih, S.Pd.,M.Pd. selaku kepala SD Saraswati 6 Denapsar yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti program pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9. 3. Penulis menyadari dalam penulisan Jurnal Dwi Mingguan Modul 3.1tentang engambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Pembelajaran ini masih belum sempurna, untuk itu penulis mengharapakan kritik dan saran dari para pembaca. Sebagai akhir kata penulis tetap berharap, semoga Jurnal Refleksi Dwimingguan ini bermanfaat bagi para pembaca. Om Santih, Santih, Santih Om. Denpasar, 17 Februari 2024 Penulis Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi KATA PENGANTAR


Para pembaca yang budiman, melalui tulisan ini, saya ingin memberikan perspektif yang lebih dalam mengenai Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.1.A tentang Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Jurnal refleksi dwi mingguan bukan sekadar kewajiban formal bagi calon guru penggerak, melainkan juga menjadi wadah berharga untuk menggali pemahaman diri dan peningkatan profesionalisme. Dengan kedisiplinan menuliskannya setiap dua minggu sekali, jurnal ini mencerminkan komitmen dan dedikasi saya sebagai seorang pendidik yang terus berusaha berkembang. Pendekatan refleksi 4F, yang saya terapkan dan dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway, menjadi landasan utama dalam menyusun jurnal ini. Fokus pada fakta, perasaan, temuan, dan rencana ke depan memberikan struktur yang kokoh untuk merinci setiap aspek pengalaman pelatihan. Jurnal ini bukan hanya catatan harian, melainkan juga sarana untuk merenung dan memetakan perjalanan pembelajaran saya dalam memahami serta mengimplementasikan Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Saya berharap pembaca dapat merasakan esensi perjalanan reflektif saya melalui tulisan ini dan menemukan inspirasi untuk terlibat dalam refleksi pribadi yang mendalam. Dengan semangat pembelajaran yang terus berkobar, mari kita bersama-sama mengangkat standar pendidikan dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik. Selamat membaca Terima kasih atas perhatiannya. Pendahuluan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi


Hari Kamis, 01 Pebruari 2024, saya memulai kegiatan pembelajaran Modul 3.1 dengan menjawab Tes Awal setelah pulang sekolah selesai mengajar pada pukul 14.30. Meskipun sempat panik karena ketika saya mengklik tombol submit soal tidak terkirim, saya bersyukur karena jawaban telah tersimpan hingga batas waktu penyelesaian. Selanjutnya, saya mulai mengeksplorasi Modul 3.1 dengan membaca surat dari instruktur yang menyatakan bahwa saya telah menjadi bagian dari Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) sebagai individu yang proaktif dan peduli terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Modul ini fokus pada keterampilan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai kebajikan dan etika. Saya diajak untuk mengidentifikasi dilema etika dan memahami perbedaannya dengan bangunan moral, serta mendalami prinsip-prinsip yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Instruktur juga menekankan perlunya menganalisis kembali keputusan yang diambil serta menguji apakah keputusan tersebut efektif atau tepat sasaran. Proses pembelajaran ini diharapkan dapat mengantarkan saya menjadi pemimpin yang lebih baik, berkualitas, dan mandiri. Saya merasa termotivasi untuk memperdalam pemahaman saya tentang Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin, dan saya yakin ilmu yang saya dapatkan akan bermanfaat bagi diri saya sendiri dan masyarakat luas, sesuai dengan kutipan Margaret Mead yang menginspirasi bahwa sekelompok kecil individu yang berkomitmen dan peduli dapat mengubah dunia. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Kamis, 01 Pebruari 2024 Tes Awal Fact Peristiwa 3.a. Tes Awal Paket Modul 3.


Setelah menyelesaikan tes pada pukul 19.00, saya melanjutkan pembelajaran di LMS pada Modul Diri. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengaktifkan pengetahuan awal (prior knowledge) dan mengamati keterampilan seorang pemimpin dalam pengambilan keputusan di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk murid, orang tua murid, guru, yayasan, dan pihak komunitas sekolah. Sebelumnya, saya telah merencanakan waktu untuk fokus pada topik ini, mengalokasikan waktu untuk memahami materi dan berpartisipasi aktif dalam diskusi daring. Ada 9 poin yang saya pelajari pada sesi ini yang mencakup beberapa materi, pertanyaan pemicu, dan saya mulai berdiskusi untuk menuangkan pendapat serta berinteraksi dengan sesama CGP. Hal ini membuat pembelajaran semakin menantang. Seiring dengan itu, saya merasa semakin terlibat dan tertantang dengan materi yang disampaikan. Diskusi yang saya ikuti juga memberikan sudut pandang baru dan mendalam tentang bagaimana seorang pemimpin dapat mengelola berbagai kepentingan yang ada di lingkungan sekolah. Saya juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bertukar pikiran dengan sesama peserta pembelajaran, menggali lebih dalam topik-topik yang membingungkan, dan berbagi pengalaman yang relevan. Kesempatan untuk berdiskusi dengan orang lain juga membantu saya mengasah keterampilan berpikir kritis dan berargumentasi. Dengan demikian, setiap sesi pembelajaran di LMS membawa manfaat yang signifikan bagi perkembangan saya secara pribadi dan profesional. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Fact Kamis, Jumat, 1, 2 Pebruari 2024 Peristiwa 3.1.a.3. Mulai dari Diri


Alur eksplorasi konsep ini terdiri dari dua tahapan. Pertama, saya secara mandiri mengeksplorasi pengetahuan melalui kegiatan membaca, mengomentari, menjawab pertanyaan, dan menganalisis kasus seputar 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan. Kedua, saya berpartisipasi dalam forum diskusi, memilih satu dari 4 kasus yang tersedia mengenai dilema etika dan bujukan moral, serta memberikan komentar terhadap analisis yang dilakukan oleh rekan-rekan saya. Pada tahap pertama, saya menggali pengetahuan saya sendiri melalui interaksi dengan materi yang tersedia di forum LMS. Saya fokus pada memahami dan menginternalisasi konsep-konsep penting terkait pengambilan keputusan dengan nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin. Selama proses ini, saya aktif membaca, memberikan tanggapan, menjawab pertanyaan, dan melakukan analisis terhadap kasus-kasus yang disajikan. Pada tahap 3.1.a.4.1. Eksplorasi Konsep - Forum Diskusi Modul 3.1, saya terlibat dalam diskusi dengan sesama peserta. Saya memilih satu kasus dari beberapa opsi yang disediakan, kemudian secara kolaboratif kami menganalisis dan membahas dilema etika serta bujukan moral yang terkandung dalam kasus tersebut. Selain itu, saya juga memberikan tanggapan dan komentar konstruktif terhadap analisis yang dilakukan oleh rekanrekan saya. Dengan demikian, alur eksplorasi konsep ini memberikan saya kesempatan untuk secara mandiri memahami dan menginternalisasi konsep-konsep penting, serta berkolaborasi dengan sesama peserta untuk mendalami pemahaman dan menerapkan konsep tersebut dalam konteks kasus nyata. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Sabtu, 03 s/d 5 Pebruari 2024 Fact Peristiwa 3.1.a.4. Eksplorasi Konsep


Sesuai dengan jadwal yang telah kami sepakati bersama Pengajar Praktik, pada hari Selasa, 06 Februari 2024, dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA, saya mengikuti kegiatan Pendampingan Individu 4 di SD Saraswati 6 Denpasar. Fokus kegiatan ini adalah Observasi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE). Ibu Pengajar Praktik tiba tepat waktu dan disambut oleh Ibu Kepala Sekolah serta Ibu Wakil Kepala Kurikulum. Kami mulai sesi dengan Pra Observasi, kemudian melanjutkan ke sesi Observasi di ruang kelas. Saya memimpin sesi pembelajaran bersama siswa kelas VIB dengan materi tentang Tri Rna dan tujuan pembelajaran adalah menjelaskan hubungan Tri Rna dengan Panca Yadnya. Sesi ini sangat menarik dan penuh tantangan karena saya dipantau oleh Ibu Pengajar Praktik. Saya melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan semangat tinggi, dan saya bersyukur dapat mengikuti dan mengelola sesi tersebut dengan baik sampai akhir. Setelah praktik mengajar, sesi dilanjutkan dengan percakapan Pasca Observasi. Saya merefleksikan diri dan menerima masukan, saran, serta penguatan dari Ibu Pengajar Praktik yang dapat saya jadikan pedoman untuk meningkatkan praktik pembelajaran saya ke depannya. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Selasa, 06 Februari 2024 Pkl. 09.00 s.d 12.00 Wita Fact Peristiwa Pendampingan Individu IV Observasi Pembelajaran Yang Berpusat Pada Murid


Pada hari Selasa, 06 Februari 2024, mulai pukul 12.00 - 14.15 Wita, usai kegiatan pendampinagn Individu 4 dari Pengaar Praktik, saya melanjutkan alur pembelajaran pada alur 3.1.a.5, yaitu Ruang Kolaborasi Modul 3.1 - Kerja Kelompok Google Meet. Ketika kami berkumpul di ruang Google Meet, Ibu Fasilitator menyapa kami, mengucapkan doa untuk memperkuat kesepakatan belajar, melakukan refleksi terhadap pembelajaran sebelumnya, dan memberikan penjelasan teknis tentang diskusi yang akan dilakukan. Pada tahap awal ruang kolaborasi, saya mendapatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai pengambilan keputusan dari fasilitator. Fasilitator juga memandu saya bersama dengan CGP lainnya untuk membentuk kelompok dan menganalisis sebuah kasus. Saya berkolaborasi dengan tiga rekan CGP lainnya, yaitu Ibu Putu Santi, Ibu Metta, dan Ibu Devi. Setelah kami mencapai kesepakatan tentang kasus yang akan kami bahas, kami dengan semangat kolaboratif menganalisis sebuah dilema etika yang pernah saya alami di sekolah. Kami secara bersama-sama menyusun hasil analisis untuk dipresentasikan pada pertemuan berikutnya. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Selasa, 06 Februari 2024 Pkl. 12.00 s.d 14.15 Wita Fact Peristiwa 3.1.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 3.1 - Kerja KelompokGoogle Meetâ„¢ untuk Moodle


Sesi kedua ruang kolaborasi pada hari Rabu, 07 Februari 2024, mulai pukul 12.00 hingga 14.15 Wita, dimulai dengan presentasi kelompok seperti biasanya. Ibu Fasilitator memulai sesi dengan menyampaikan salam, doa, kesepakatan belajar, dan memberikan arahan teknis untuk diskusi. Kami kemudian mempresentasikan hasil tugas kelompok kami, yang telah diunggah ke LMS sebagai tugas Ruang Kolaborasi. Presentasi kami dianalisis dan diberi pertanyaan oleh kelompok lain. Pada tahap selanjutnya di ruang kolaborasi, saya dan rekanrekan saya mempersembahkan hasil diskusi kami. Tugas saya dalam kegiatan ini adalah menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok lainnya. Diskusi berlangsung lancar dan sesuai jadwal, dengan dukungan dari instruktur untuk presentasi. Kami juga menggunakan link G Slide untuk melakukan refleksi dan menyempurnakan proses pembelajaran kami. Semua proses ini memberikan aliran yang teratur dan terstruktur dari awal hingga akhir, menjadikan pembelajaran kami bermutu dan efektif. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Rabu, 07 Februari 2024 Pkl. 12.00 s.d 14.15 Wita Fact Peristiwa 3.1.a.5.1 Ruang Kolaborasi Modul 3.1 - Forum Diskusi dan Presentasi Google Meetâ„¢


Tujuan khusu dari pembelajaran ini adalah, saya sebagai CGP melakukan analisis mendalam terhadap penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari mengenai berbagai paradigma, prinsip, teknik pengambilan, dan pengujian keputusan di berbagai konteks sekolah asal serta lingkungan pendidikan lainnya. Untuk mendemonstrasikan kontekstualitas proses ini, saya melakukan wawancara mengenai sebuah dilema etika di lingkungan sekolah dengan dua kepala sekolah, yaitu Ibu I Gusti Ayu Ari Nurath, S.Pd.,M.Pd. sebagai Kepala SD Saraswati 6 Denpasar, dan Ibu Dra. Ni Wayan Tuti Muliati, M.M sebagai Kepala TK IV Saraswati Denpasar. Wawancara tersebut berlangsung pada hari Senin, 12 Februari 2024, dimulai pukul 09.30 dengan Ibu Dra. Ni Wayan Tuti Muliati, M.M. Kepala TK Saraswati IV Denpasar. Dalam sesi wawancara ini, saya menggali berbagai aspek terkait pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi tantangan yang kompleks seperti pembayaran SPP di tengah situasi pandemi COVID-19. Hasil wawancara ini mengungkapkan bahwa proses pengambilan keputusan dihadapkan pada berbagai tantangan yang memerlukan kreativitas dan kebijaksanaan yang tinggi. Pada hari Selasa, 13 Februari 2024, saya melanjutkan wawancara dengan Ibu I Gusti Ayu Ari Nuratih, S.Pd.,M.Pd, Kepala SD Saraswati 6 Denpasar. Dalam wawancara ini, tema mengenai pengambilan keputusan kembali muncul, dengan penekanan pada kesulitan yang dihadapi dalam konteks pandemi COVID-19, terutama terkait pembayaran SPP. Temuan yang serupa menggarisbawahi kompleksitas situasi dan kebutuhan akan strategi pengambilan keputusan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Hasil dari kedua wawancara ini kemudian saya analisis secara mendalam, mempertimbangkan berbagai perspektif dan konteks yang relevan. Analisis ini kemudian saya sampaikan melalui sebuah video teks yang dibuat menggunakan media Canva, sesuai dengan petunjuk penyerahan tugas, dan diunggah ke LMS sebagai bagian dari tahapan proyek ini. Dengan demikian, proses ini tidak hanya menjadi peluang untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai proses pengambilan keputusan dalam konteks pendidikan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan pihak-pihak terkait melalui platform digital yang relevan. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Senin, Selasa 12, 13 Februari 2024 Batas waktu: Rabu, 14 Februari 2024, 23.59 Fact Peristiwa 3.1.a.6. Demontrasi Kontekstual


Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Alur Elaborasi Pemahaman dilakukan dengan pemberian pertanyaan dan diikuti dengan Vicon bersama instruktur, Ibu Dwi Setyowati Hilga, S.Pd., dari SMK Negeri Wonosobo, beliau memberikan pencerahan dalam pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan. Sesi elaborasi pemahaman berlangsung pada hari Senin, 12 Februari 2024, dari pukul 13.00 hingga 14.30 Wita. Saya mengikuti sesi tersebut sambil menjalankan swadarma utama, yaitu mengajar peserta didik di kelas karena berbarengan dengan jadwal mengajar. Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi semangat saya; malahan, saya merasa tertantang untuk bisa mengikuti dua sesi sekaligus dengan penuh semangat. Sesi dimulai dengan sapaan, doa, dan kesepakatan belajar dari Ibu Instruktur. Kemudian, dilanjutkan dengan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari sebelumnya melalui Learning Management System (LMS) dan diskusi interaktif. Elaborasi materi berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaboratif. Saat sesi tersebut, saya mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai perbedaan antara dilema etika dan bujukan moral, yang kemudian mendapat apresiasi dari instruktur. Selanjutnya, saya juga ditunjuk untuk membacakan studi kasus yang disajikan melalui slide presentasi oleh Ibu fasilitator. Diakhir sesi, para peserta disarankan untuk melengkapi lembar refleksi melalui link pada padlet. Kegiatan ditutup dengan salam dan doa. Ini adalah pengalaman pembelajaran yang berkesan dan produktif bagi para peserta. Senin, 12 Februari 2024 Pkl. 13.00 - 14.30 Wita Fact Peristiwa 3.1.a.7. Elaborasi Pemahaman Besama Instruktur


Dalam alur koneksi antar materi, kami mengaitkan materi pengambilan keputusan yang berbasis nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan materi yang telah didapatkan pada modul sebelumnya. Saya mulai mengerjakan tugas ini pada hari Minggu, 11 Februari 2024 di sela-sela liburan hari Minggu saya, mulai mengesplorasi pemahaman saya mengacu pada pertanyaan pokok dan petunjuk yang tertera melalui LMS. Dalam sesi ini, saya memahami bahwa filosofi Pratap Triloka, terutama dalam konteks pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi fokus utama. Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya memberikan contoh baik kepada murid dan menerapkan filosofi Pratap Triloka untuk mengarahkan murid menuju kebahagiaan secara mandiri. Nilai-nilai positif seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid menjadi landasan dalam pengambilan keputusan. Coaching TIRTA dan model GROW digunakan untuk membimbing guru dalam mengambil keputusan dan menguji keefektifannya, sementara kompetensi sosial dan emosional membantu guru dalam mengelola pengambilan keputusan dengan tepat. Pentingnya mempelajari topik modul ini tergambar dari kemampuan guru untuk mengelola pengambilan keputusan dengan berpihak pada murid dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan memahami dilema etika dan bujukan moral serta menerapkan paradigma pengambilan keputusan yang tepat, guru dapat mempengaruhi masa depan murid-muridnya secara positif. Kesadaran akan nilai-nilai kebajikan universal dan kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif menjadi kunci untuk menciptakan pembelajaran yang memerdekakan dan merangsang perkembangan peserta didik. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Minggu, 11 Februari 2024 Batas waktu: Kamis, 16 Februari 2024 Fact Peristiwa 3.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.1


Pada tahapan akhir dari siklus pembelajaran MERDEKA, kami para CGP akan mendapat kesempatan untuk mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP. CGP akan mencari kasus nyata yang mengandung unsur dilema etika dengan melakukan wawancara dengan pimpinan (kepala sekolah) kemudian membuat tulisan berupa rangkuman, kesimpulan, refleksi yang menunjukkan pengetahuan dan pengalaman CGP. kami tidak ditugaskan untuk melaporkan implementasinya melalui LMS. Kami akan berkesempatan untuk mendiskusikan pengalaman dan refleksi dari aksi nyata ini bersama pendamping pada saat pendampingan individu kelima. Di samping itu, kami juga diharapkan dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama mempelajari modul ini melalui berbagai media, termasuk situs portofolio digital kami, agar jiwa dari pengambilan keputusan sebagai pemimpin bisa semakin kuat, dikenal, dipahami, serta dipraktikkan di Indonesia. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Sabtu, 14 Februari 2024 Fact Peristiwa AKSI NYATA


Pada hari Sabtu, 17 Februari 2024, saya dan rekan-rekan CGP dari Kota Denpasar turut serta dalam Lokakarya 4 yang diadakan di SMP Cipta Darma Denpasar. Kegiatan dimulai pukul 08.00 dengan registrasi peserta dan berakhir pukul 14.15 Wita. Kami semua mengikuti acara ini dengan semangat dan antusias yang tinggi, dibimbing oleh para PP dan sayai mendapat kelas D dengan PP Ibu Putu Swandewi, S.Pd.. Fokus Lokakarya 4 adalah pada Praktik Coaching oleh CGP sebagai strategi perbaikan diri dengan Coaching model TIRTA. Coaching model TIRTA melibatkan Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, dan Tanggung jawab. Tujuan coaching adalah menggali potensi dan pengembangan diri coachee, sedangkan identifikasi dilakukan dengan pertanyaan dan umpan balik yang mengarah pada potensi coachee. Selain itu, kami melaksanakan praktik supervisi akademik secara bergantian dengan tahapan Pra Observasi, Pelaksanaan Observasi, dan Pasca Observasi. Kami menyambut sesi ini dengan penuh kegembiraan. Saya berperan sebagai coach, coashee, dan supervisor bergantian, menjadikan kegiatan ini seru dan menantang. Di akhir sesi, kami melakukan refleksi bersama dengan panduan dari para PP, membentuk lingkaran untuk berbagi refleksi secara bergantian. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Sabtu, 17 Februari 2024 Pkl. 08.00 s.d 14.15 Wita Fact Peristiwa KEGIATAN LOKAKARYA 4


Setelah menyelesaikan modul 3.1, saya merasa sangat bersyukur. Saya merasa sangat beruntung karena modul tersebut telah membuka pandangan baru bagi saya dalam hal pengambilan keputusan. Saya merasa ditantang untuk benarbenar menerapkan konsep 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip penting dalam pengambilan keputusan, dan 9 langkah yang komprehensif dalam membuat dan menguji keputusan, terutama ketika saya menghadapi situasi dilema etika dalam kehidupan sehari-hari. Saya menyadari bahwa kemampuan mengambil keputusan yang tepat bukanlah sekadar suatu keterampilan, tetapi juga fondasi utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif, mendukung, aman, dan nyaman bagi semua individu yang terlibat dalam dunia pendidikan. Selain itu, melalui pemahaman yang saya peroleh dari modul tersebut, saya juga menyadari pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang efektif dalam proses pengambilan keputusan. Saling mendengarkan, memahami sudut pandang orang lain, dan bekerja sama untuk mencapai keputusan yang terbaik adalah kunci untuk mengatasi tantangan kompleks yang sering muncul dalam dunia pendidikan. Dengan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang saya dapatkan, saya berharap dapat menjadi kontributor yang lebih baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memberdayakan bagi semua siswa dan staf sekolah. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi 1 Februari 2024 s/d 17 Februari 2024 Feealings Perasaan FEEALINGS


Melalui pembelajaran modul 3.1, saya menyadari pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kebajikan dalam proses pengambilan keputusan. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, saya mengutamakan dukungan terhadap kesejahteraan siswa, menjadikan setiap keputusan yang diambil harus selaras dengan nilai-nilai tersebut. Saya juga menyadari pentingnya mengidentifikasi apakah suatu masalah merupakan dilema etika atau bujukan moral pada tahap awal penyelesaiannya. Dengan pemahaman ini, saya merasa lebih mampu menghadapi situasi yang kompleks dan memerlukan pertimbangan etika yang mendalam di masa depan. Selain itu, melalui pembelajaran modul 3.1, saya juga memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang pentingnya membangun hubungan yang kuat dan saling percaya dengan anggota tim atau kolega. Saya menyadari bahwa kolaborasi yang efektif dan komunikasi yang terbuka merupakan kunci untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk terus mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kemampuan interpersonal saya guna memperkuat hubungan tim dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi 1 Februari 2024 s/d 17 Februari 2024 Fending Pembelajaran FENDING


Dengan wawasan yang saya peroleh dari modul 3.1 mengenai pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan, saya merasa lebih siap menghadapi situasi dilema etika di masa yang akan datang. Saya berencana untuk menerapkan 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan serta pengujian keputusan dalam setiap keputusan yang saya buat. Selain itu, saya berkomitmen untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan ini dengan rekan sejawat saya, sehingga kami semua dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih etis sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan murid. Saya yakin penerapan prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang saya pelajari dalam modul ini akan memberikan dampak positif pada lingkungan sekolah saya. Hal ini akan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif, aman, dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Dengan menekankan nilai-nilai kebajikan, kita dapat memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil akan memprioritaskan kesejahteraan dan perkembangan murid, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah kita. Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi 1 Februari 2024 s/d 17 Februari 2024 Future Penerapan FUTURE


Dari perjalanan pembelajaran melalui Modul 3.1 tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan, saya merasa telah memperoleh pondasi yang kuat dalam menghadapi dilema etika di masa depan. Modul ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang paradigma, prinsip, dan langkahlangkah dalam pengambilan keputusan, tetapi juga mengajarkan saya pentingnya mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan dalam setiap langkah keputusan yang diambil. Dengan tekad untuk menerapkan pengetahuan yang saya peroleh, saya yakin bahwa saya dan rekan-rekan sejawat saya akan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih etis, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan siswa. Melalui komitmen ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah kami, serta menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan berdaya dukung bagi pertumbuhan dan perkembangan setiap individu dalam komunitas pendidikan kami. Sekian dan Terima Kasih Om Santih, Santih, Santih Om Salam Guru Penggerak Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Penutup 17 Februari 2024 PENUTUP


Click to View FlipBook Version