Darul Firmansyah, S.Pd I KELAS VIII PAI dan BUDI PEKERTI SMP ISLAM BANI HASYIM Menjadi Pribadi yang Amanah dan Jujur
Kata amanah berasal bahasa Arab, yakni yang berarti aman/tidak takut, dan dapat dipercaya. Orang yang amanah artinya orang yang dapat menjaga sesuatu menjadi aman. Menurut istilah, kata amanah memiliki dua arti, yakni, pertama berarti tanggung jawab manusia kepada Allah Swt. dan kedua berarti tanggung jawab yang harus dilaksanakan berkaitan dengan sesamanya. Pengertian amanah
Allah Swt. memberikan amanah kepada setiap manusia untuk beribadah kepada-Nya. Cara menjaga amanah yang diberikan oleh Allah Swt. adalah dengan meyakini rukun iman serta mengamalkan ajaran Islam. Amanah terhadap Allah Swt. Setiap anggota tubuh kita adalah amanah dari Allah Swt., Kedua kaki, kedua tangan, kedua mata, kedua telinga, mulut, serta anggota badan lainnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt. dan akan bersaksi atas perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidupnya. Amanah terhadap diri sendiri Manusia adalah makhluk sosial. Untuk menghindari keburukan dan masalah yang timbul diperlukan sikap amanah, tanggung jawab, menghormati, serta memberikan hak orang lain sesuai dengan haknya. Amanah terhadap orang lain Bentuk - bentuk Amanah
Menerapkan Sikap Amanah dalam Kehidupan Sehari - hari Rasulullah Saw. senantiasa bersikap amanah dalam menjalani hidupnya, sehingga mendapatkan gelar “Al-Amin” atau orang yang dapat dipercaya. Untuk mengamalkan sikap amanah, terdapat beberapa nilai kebaikan yang dapat ditiru dan dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: a. kepatuhan dan ketaatan kepada Allah Swt., b. setia kepada janji (menepati janji), c. setia terhadap kebenaran, dan d. teguh pendirian.
Menerapkan Sikap Amanah dalam Kehidupan Sehari - hari SIKAP/PERILAKU AMANAH WUJUD SIKAP/ PERILAKU AMANAH Patuh dan taat • Menjadi siswa yang baik dan rajin mengerjakan tugas sekolah dalam rangka melaksanakan amanah orang tua dan guru. • Senantiasa menaati aturan, menepati janji, dan menerapkan sikap disiplin. • Senantiasa taat menjalankan ibadah • Memegang teguh sumpah jabatannya sampai akhir dan tidak melakukan perbuatan yang tercela. • Tidak menyalahgunakan jabatan. • Memiliki prinsip yang kuat terhadap kebenaran. • Tidak mudah tergiur pada godaan. • Bekerja berdasarkan aturan dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan. • Tidak melakukan kecurangan serta tidak menipu ataupun berbohong. • Bersikap berani menegakkan kebenaran dan bertindak sesuai aturan. Setia kepada janji (menepati janji) Setia pada kebenaran Teguh pendirian
Hikmah Perilaku Amanah Mendapatkan kepercayaan dari orang lain Mendapatkan perhatian dan penilaian positif dari semua pihak Terhindar dari keburukan dan fitnah. Hidupnya akan lebih tenang dan diterima oleh semua pihak
Pengertian Jujur Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya. Kata kejujuran digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Sikap tersebut muncul disebabkan oleh situasi, keadaan, kenyataan yang dilihat, didengar, diketahui, dirasakan, tanpa dikurangi atau ditambah, serta tindakan dan ucapan yang dilakukan apa adanya. Jujur itu mudah, seperti berkata apa adanya, memberikan hak orang lain sesuai haknya, dan tidak mengurangi ukuran timbangan.
Terbuka, lugas, dan apa adanya Ketaatan pada perintah Allah Swt. Nilai - nilai Kejujuran Kepatuhan kepada Allah Swt. Setia terhadap kebenaran Tidak ada rekayasa Amanah dan ikhlas
Menerapkan Nilai Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari Penerapan kejujuran kepada Allah Swt. Penerapan kejujuran kepada diri sendiri Jujur kepada Allah Swt. artinya melakukan kebaikan semata-mata karena Allah Swt. dan menghindari larangan-Nya juga karena Allah Swt. semata. Jujur kepada diri sendiri artinya menerima keadaan diri apa adanya. Ketika bersikap, berucap, maupun berbuat kepada diri sendiri ataupun orang lain dilakukan tanpa ada kepura-puraan ataupun kebohongan.
Menerapkan Nilai Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari Penerapan kejujuran di lingkungan keluarga Penerapan kejujuran dalam kehidupan masyarakat Salah satu kunci keharmonisan keluarga adalah kejujuran. Kejujuran dapat diwujudkan dalam bentuk bersikap dan bertutur kata, sehingga tidak ada kebohongan di antara anggota keluarga. Jika kejujuran dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk rakyat dan pemimpinnya, akan tercipta kehidupan yang damai dan sejahtera.
Jujur dalam niat Jujur dalam ucapan Bentuk - bentuk Kejujuran Ketulusan hati dalam melakukan suatu perbuatan sehingga perbuatan yang dilakukan sesuai dengan niat dalam hatinya. Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Sebagai seorang muslim hendaklah segala sesuatu diniatkan ibadah kepada Allah Swt. karena niat menentukan hasil yang diperoleh. Menjaga lisan untuk berkata jujur menjadi penting karena banyak kejahatan yang ditimbulkan dari kebohongan lisan.
Jujur dalam berpenampilan Jujur dalam bermuamalah Bentuk - bentuk Kejujuran Allah Swt. tidak memandang seseorang dari penampilan fisik, melainkan dari tindakan dan hatinya. Untuk menjaga kebersamaan dalam bermuamalah perlu menjunjung tinggi kejujuran dengan cara saling menjaga dalam niat, bertutur kata, dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain Penampilan apa adanya, bersahaja, dan sesuai kenyataan dirinya lebih berarti karena yang demikian itu adalah kejujuran.
Hikmah Perilaku Jujur Mendapatkan ketenangan dan ketenteraman dalam hidup. Lebih percaya diri dan tidak canggung ketika bergaul dengan sesama. Mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Lebih dihargai dan terhormat di mata sesama.
Selamat Belajar!