DAFTAR ISI
4 9 13 18
TARBIYAH profil AGENDA TEACHER
SEKOLAH JURNALISM
Apa yang Suami Istri Peng-
Kamu Sembah YAMI Berangkatkan Lebaran di Kampung
Sepeninggalku? hafal al-Qur’an
Karyawan Umroh Halaman
4 18 23 29
23 25 29 31
KABAR BK’S CORNER STUDENT Cerpen
KOMITE JURNALISM
Menyikapi Remaja Cerita Lucu
Dari AISBa Saat Jatuh Cinta Ke Singlurus di Hari Lebaran
untuk Dunia Pratama Bersama
Ayah
2 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
SAPA REDAKSI
Waktu
Assalamu’alaikum warahmatullah wab ara SD-SMP AISBa—tergolong orang yang be-
katuh runtung. Murid yang menghabiskan setiap
waktu untuk menuntut ilmu, mengerjakan
Apa yang paling cepat berlalu? Jawaban- kebaikan dan amal shalih.
nya waktu. Tak terasa kita sudah berada di
bulan Juni 2022. Padahal, kita merasa se Siswa yang beruntung seperti inilah
olah baru saja siswa kemarin bersekolah. Kini yang sesungguhnya sukses dan berhak
mereka akan naik kelas bahkan kelas 6 dan meraih prestasi gemilang dalam proses
9 pada 1 Juni wisuda. Tanda, tugas belajar di pembelajaran. Nilai bagus yang tertera di
SD dan SMP AISBa tuntas. rapor sejatinya hanya formalitas belaka.
Sekadar tolok ukur kesuksesan capaian
Ya. Cepaaaaat sekali waktu berlalu. Dan, prestasi akademik.
sk ْتaeضamَ tَمbwa“lTia.ikdStaeukpebaretkiralpanleupp,aedtrainanahAtirdakabekm ْيbaلَّ ِتkاaaمlُ iَّاn�أيhالapعrَeiِج-rرhnْ َتaaْنrhiَل Namun, dalam perspektif orang ber
iman, nilai rapor saja tidak cukup. Untuk
(waktu) yang telah berlalu.” Itu kenapa, saking jadi murid berprestasi dunia-akhirat, dia ti-
pentingnya waktu, Allah sampai bersumpah dak hanya harus bagus nilai akademik, tapi
dengan waktu—Wal ‘ashr—seperti yang ter- juga hebat amal shalihnya, mulia akhlaknya,
maktub dalam surah Al-‘Ashr. hebat motivasinya, dan kuat ibadahnya.
Merujuk surah ini, ada dua jenis nasib Semoga siswa-siswi kita semua dimu-
orang tentang waktu: beruntung dan meru- dahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala un-
gi. Orang beruntung adalah yang bisa meng tuk jadi orang beruntung—yang dapat me-
habiskan waktu dengan amal shalih yang manfaatkan waktu dengan baik—di mana-
dibalut keimanan serta saling nasihat menasi- pun saja mereka berada. Aaamiiiin. Was
hati. Sementara, orang merugi yang mem salamu’alaikum warahmatullah wab arak atuh
biarkan waktu berlalu tanpa amal shalih bah-
kan menghabiskan dengan perbuatan sia-sia. Pemimpin Redaksi
Semoga kita semua—terkhusus murid
SUSUNAN REDAKSI
Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin Redaksi:
Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Nur Hidayat Sidang Redaksi: Muflihin, Rahmat,
Romadhan, Lilin Linda Saputri, Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly
Ihsan, Hanifah Rahmah, Dina, Nur Hidayat, Indah Yulianti. Desainer: Mustok Design
Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. Ruko Kompleks
Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru. 0542-8515762 WA: 0811533362
Pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan ke E-mail:
[email protected].
3Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
TARBIYAH
Apa yang
Kamu Sembah
Sepeninggalku?
Oleh: *Syaiful Anshor, Guru Ngaji SD AISBa
Bagi Nabi Ya’qub yang terpenting aqidah buah hati. Mereka tetap
menuhankan dan menyembah Allah
Judul di atas adalah sebuah َما تـَْعبُ ُدوَن ِم ۢن بـَْع ِدى
pertanyaan. Pendek. Na-
mun, di balik pendeknya Artinya, “Apa yang kamu sembah
pertanyaan itu menyimpan sepeninggalku?”
makna sangat dalam dan
Nabi Ya’qub mengajukan per-
penting untuk direnungkan. Sebab, tanyaan itu kepada anak-anaknya
yang bertanya juga manusia pilihan di saat genting: detik-detik datang-
Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu nya ajal. Satu momen di mana dia
Nabi Ya’qub ‘alaihissallam. akan pergi meninggalkan mereka.
Pertanyaan itu sengaja penulis Selamanya. Namun, yang menarik
kutip langsung dari al-Qur’an surah dari pertanyaan itu adalah apa yang
al-Baqarah ayat 133. Bunyi redaksi dikhawatiri oleh utusan Allah itu.
dalam al-Qur’an: Yang dikhawatiri Nabi Ya’qub
4 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
‘alaihissalam adalah
aqidah mereka. Itu
kenapa dia menga-
jukan pertanyaan
itu. Nabi Ya’qub ti-
dak bertanya kepa-
da mereka dengan
pertanyaan orangtua
pada umumnya: “Apa
yang kamu makan
s e p e n i n gg a l k u? ”,
“Kamu akan kerja di
perusahaan apa?”
atau, “Bagaimana de
ngan bisnismu kelak?”
Bagi Nabi Ya’qub
yang terpenting aqidah
buah hati. Mereka
tetap menuhankan
dan menyembah Allah.
Lalu, lihat bagaimana
anak-anaknya menjawab
pertanyaan Nabi Ya’qub:
“Kami akan menyembah saja,
sungguh pertanyaan
Tuhanmu dan Tuhan ne- itu juga bukan bersifat individu-
al dari seorang Nabi Ya’qub kepa-
nek moyangmu, Ibrahim, Ismail, dan da anak-anaknya. Tidak! Siapapun
orangtua seyogianya memiliki rasa
Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa takut, khawatir, dan waswas se-
bagaimana yang dirasakan oleh
dan kami hanya tunduk patuh ke Nabi Ya’qub.
Orangtua seharusnya takut dan
pada-Nya.” khawatir seandainya sepeninggal-
nya kelak anak-anaknya tidak lagi
Jawaban anak-anak Nabi Ya’qub beriman kepada Allah. Tidak lagi
hidup di atas fitrah Islam. Tidak lagi
itu menandakan begitu kuatnya menjadikan Allah satu-satunya se-
sembahan. Tidak lagi menjadikan
aqidah mereka. Buktinya, dengan
tanpa ragu mereka menjawab akan
tetap hidup di atas fitrah agama
nenek moyang mereka: Ibrahim, Is-
mail, dan Ishaq. Hal itu sebagai buk-
ti Nabi Ya’qub berhasil mentarbiyah
mereka.
Jika mau merenung sebentar
5Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
TARBIYAH
Allah tempat bergantung, meminta, tuk memuaskan perut dan di bawah
dan berlindung. Tidak lagi menja- perut.
dikan Allah satu-satunya orientasi
hidup. Na’uzbubillah min dzalik!
Sungguh sebagai orangtua se-
Orangtua seharusnya khawatir harusnya kita mengkhawatiri itu
dan takut andai anak kelak hidup semua. Jangan sampai anak yang
hanya untuk nafsu syahwat dunia- kita harapkan sebagai investasi pa-
wi. Dahinya tidak pernah digunakan hala—mengalirkan pahala jariah tia-
untuk bersujud kepada Allah. Lisan- da henti dengan doa-doanya—serta
nya tidak pernah basah dengan zikir yang membawa kita ke surga justru
dan tilawah. Pikiran dan hatinya membawa petaka.
hanya disibukkan urusan duniawi. Sungguh kita harus mengkhawa-
Yang keluar dari lisan hanya dunia. tiri aqidah mereka. Mengkhawatiri
Tiada waktu yang berlalu kecuali ha-
nya un- akhlak dan adab mere-
ka. Mengkhawatiri iba-
dah mereka. Mengkha-
watiri orientasi hidup
mereka. Mengkha-
watiri saat kelak
mereka tutup usia:
apakah husnul khati-
mah atau sebaliknya,
suul khatimah? Dan,
mengkhawitir apa-
kah kelak di akhirat
kita dapat reuni di
surga?
Tentu bukan ha-
nya sekadar rasa
khawatir dan ta-
kut saja. Tidak!
Sebab, sekadar
rasa khawatir dan
takut saja tidak
cukup. Yang lebih
penting dari itu
semua adalah tu-
gas orangtua un-
6 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
Sungguh sebagai kepada anak sejak dini. Tidak bisa
orangtua seharusnya dibiarkan begitu saja.
kita mengkhawatiri itu
semua. Jangan sampai Sejak dini, anak harus tahu siapa
anak yang kita harapkan yang telah menciptakan dan tujuan
diciptakannya di muka bumi ini un-
sebagai investasi tuk apa? Ini hal paling mendasar dan
pahala—mengalirkan penting untuk diketahui sebelum
pahala jariah tiada henti yang lain. Setelah tahu bahwa Allah
dengan doa-doanya— Subhanahu wa Ta’ala yang mencip-
serta yang membawa takan dan satu-satunya Tuhan yang
kita ke surga justru wajib disembah, maka anak dengan
membawa petaka. sadar yakin menghambakan dirinya
hanya kepada-Nya.
tuk menyiapkan masa depan anak
saat kelak dia tumbuh besar, baligh, Aqidah anak harus dikuatkan se-
dewasa, dan siap untuk berpisah. jak dini. Tidak boleh ada keraguan
sebesar biji zarrah pun di dalamnya.
Kuatkan Aqidah Anak harus merasa selalu diawasi
Orangtua tidak bisa membiar- Allah. Apapun yang dilakukan—baik
di tempat ramai ataupun sepi—tak
kan anak tumbuh kembang sendiri akan pernah luput dari catatan amal
di tengah kehidupan yang penuh shalih. Dengan begitu, anak akan
godaan dan maksiat. Agama mereka berusaha menjadi orang yang shalih
harus dijaga agar memiliki aqidah di manapun dan kapanpun berada.
yang kuat, adab yang mulia, akhlak
yang baik, dan motivasi ibadah yang Tak cukup hanya itu. Buah hati
hebat. Orientasi hidup hanya untuk juga harus dibekali ilmu agama—
Allah. Semua itu harus ditanamkan fardhu ‘ain—yang wajib diketahui
dan dipraktikkan sepanjang hidup.
Tahu kewajibannya sebagai hamba
kepada Rab-nya. Beribadah dengan
baik dan benar. Bisa melakukan
thaharah, wudhu, shalat, membaca
al-Qur’an dengan fasih—sesuai
makhraj, panjang pendek, dan ta-
jwid—, serta ibadah lainnya.
Keteladanan
Semua itu tidak akan terwujud
tanpa pendidikan (tarbiyah) yang
7Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
TARBIYAH
disempurnakan dengan keteladan kolah—orangtua memilihkan seko-
an yang baik (uswah hasanah) dari lah yang bagus, islami, dan menjaga
orangtua dan guru di sekolah. Di fitrah anak. Baik dari aspek kuriku-
dalam rumah, orangtua harus mem- lum—materi dan sebagainya—juga
beri keteladanan. Bukan sekadar lingkungan. Jangan sampai di ru-
menyuruh—shalat, baca al-Qur’an, mah sudah diberikan keteladan dan
beradab, dan sebagainya—kepada bekal agama yang baik, justru di
anak, namun orangtua juga harus luar rumah fitrah anak dirusak oleh
mencontohkan. lingkungan yang tidak baik.
Dengan begitu, anak akan per- Jika proses tarbiyah sejak dini
caya (tsiqah) bahwa orangtua juga dikondisikan seperti ini, kelak, saat
shalih-shalihah dan rajin beriba- orangtua bertanya kepada anak se-
dah. Bukan sekadang ngomong bagaimana pertanyaan Nabi Ya’qub
doang. Orangtua bukan sekadar di atas, insya-Allah, jawabannya
menyuruh tapi juga melaksanakan. akan sama: “Saya akan menyem-
Bagaimanapun, anak akan melihat bah Allah dan hidup di atas fitrah
dan mengikuti apa yang dilakukan Islam.” Bukan sebaliknya, “Saya akan
oleh orangtua di rumah. menyembah dunia yang penuh ge-
merlap nikmat.” Wallahu’alam.*
Di luar rumah—khususnya di se-
8 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
PPPRRROOOFFIFLILIL
Suami-Istri
Penghafal Al-Qur’an
“Setiap ilmu yang kita ajarkan kepada anak-anak, jika diamalkan
mereka insya-Allah akan jadi pahala jariah yang mengalir tiada henti
meski kelak jasad ini sudah berkalang tanah di pusara,” ujarnya.
T ak mudah mencari hafiz dan hafizah. Bisa jadi, di satu daerah—kom-
pleks perumahan, misalnya—belum tentu ada satu hafiz al-Qur’an.
Namun, sepertinya lebih sulit lagi mencari sepasang suami istri yang
sama-sama hafal al-Qur’an 30 juz. Susah.
Sesuatu yang langka itu ternyata terdapat di SD-SMP
AISBa. Ada sepasang suami istri yang hafal al-Qur’an 30
juz. Keduanya adalah Ustaz Sulfahmi Alwi dan istrinya,
Fitriani Ningsih. Ustaz Fahmi guru tahfiz, fikih,
dan olahraga di SMP. Sedangkan Ustazah Fitri
guru tahfiz dan tahsin di SD.
Ustaz Fahmi— sapaan akrabnya—berhasil
menamat- kan hafalan 30 juz saat nyantri
di Pe- santren Darul Ishlah, Bulukum-
ba, Sulawesi Selatan. Di pesantren
ini dia menimba ilmu selama sekitar
tu- juh tahun. Selama itu pula, dia
menghafal al-Qur’an dan belajar
ilmu agama lainnya.
“Dulu, waktu di pesantren saya
terbiasa menghafal al-Qur’an pukul
tiga pagi. Setoran hafalan ke ustaz
biasa bakda shubuh. Begitu setiap
hari,” ujarnya.
Sedangkan istrinya, Ustazah
Fitri nyantri di Pesantren Darul
Istiqomah. Pesantren ini juga
masih terletak di Bulukumba,
Sulawesi Selatan. Di pesantren
ini dia menimba ilmu agama
dan menghafal beberapa juz
al-Qur’an. Adapun menamat-
kan hafalannya 30 juz saat be-
9Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
PROFIL
lajar di Rumah Qur’an STIFIn, Bekasi. Katanya, punya istri shalihah dan
“Saya melihat agama dan akhlakn- penghafal al-Qur’an banyak keber-
kahan dan keutamaan. Sering baca
ya bagus. Apalagi hafal al-Qur’an. Bisa al-Qur’an. Bahkan, biasanya, selepas
sama-sama menjaga hafalan nanti,” maghrib hingga isya selalu digunakan
harapnya. untuk murajaah hafalan. Bergantian.
Kadang Ustaz Fahmi baca dan disimak
Dua tahun pasca perkenalan, pada istrinya. Kadang juga sebaliknya.
tahun 2017 keduanya memutuskan
untuk mengikat janji suci di depan “Tapi lebih sering istri saya. Dia
penghulu. Saat itu, Ustazah Fitri su- baca sedangkan saya yang nyimak.
dah mengajar di SD AISBa sejak tahun Setidaknya, setiap hari satu juz,”
2016. Setelah menikah, Ustaz Fahmi ujarnya sambil tersenyum.
ikut istri hijrah ke Balikpapan, Kaltim
dan menjadi guru di sekolah bersama Tak hanya itu, dengan punya is-
istri. tri hafizah yang penyebar dan per
hatian anak-anaknya juga jadi sering
Dari pernikahannya, kini keduan- dengar bacaan al-Qur’an dari Ibunya
ya telah dikaruniai dua parmata hati langsung. Dengan begitu, anaknya
yang shalih dan shalihah: Farzan akan terbiasa mendengar lalu se
Syaakil Alwi (4 tahun) dan Filza Syaakil makin akrab dengan al-Qur’an.
Alwi (1.7 tahun). Kehadiran kedua
buah hati ini jadi penyempurna keba Pahala Jariah
hagiaan hidupnya. Ustaz Fahmi dan istrinya kini ting-
“Secapek apapun sehabis kerja. gal di daerah Somber kilo 3, Balik
Dan sesedih apapun perasaan karena papan. Dari rumah ke sekolah me-
masalah. Namun, semua seolah ter makan waktu sekitar 20 menit. Jika
obati saat melihat senyum manis dan jalan sedang padat merayap, bisa le
sapaan lembut Farzan dan Firza,” ujar bih lama dari itu. Setiap pagi—sekitar
ustaz kelahiran Sinjai, Sulsel tahun pukul 6.40 Wita—dia menggeber mo-
1993 sambil tersenyum bahagia.
10 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
tor lawasnya dengan membonceng Di SMP AISBa, Ustaz Fahmi men-
istri. gampu cukup banyak pelajaran: tah-
fidz al-Qur’an, fikih, dan olahraga.
“Kadang sambil bonceng di tengah Badannya yang kuat, berotot, dan
perjalanan ngobrol banyak hal. Saling besar serta hobinya bermain beber-
bercanda begitu,” ujarnya tertawa. apa cabang olahraga—seperti sepak-
bola, bulu tangkis, volli, takraw, dan
Guru adalah salah satu cita-cita sebagainya—membuat sekolah mem-
nya sejak nyantri di Darul Ishlah, Bulu- percayakannya jadi guru olahraga.
kumba. Meski dari sisi pendapatan dia
anggap bi“Setiap ilmu yang kita ajar- Tak hanya itu, dia juga sudah be-
kan kepada anak-anak, jika diamalkan berapa kali menjabat sebagai wali ke-
mereka insya-Allah akan jadi pahala las. Kini, dia ditunjuk sebagai wali ke-
jariah yang mengalir tiada henti meski las 8. Gayanya yang ramah, perhatian,
kelak jasad ini sudah berkalang tanah dan bersahabat membuatnya banyak
di pusara,” ujarnya. disenangi siswa, khususnya siswa ke-
las 8. Tak jarang siswa yang curhat
asa saja—tak seperti para pegawai banyak hal kepadanya.
di perusahaan bonafide—tapi pahala
dan keberkahan yang dirasakan luar “Selain curhat tentang pelajaran
biasa. Pun juga dengan pahalanya. di kelas. Kadang ada saja siswa yang
Ajrun ghairu mamnun. Tak terhitung. curhat tentang keluarganya di rumah.
Minta solusi. Alhamdulillah, bisa ber
“Setiap ilmu yang kita ajarkan ke- bagi banyak hal kepada mereka,” jelas-
pada anak-anak, jika diamalkan mere nya.
ka insya-Allah akan jadi pahala jariah
yang mengalir tiada henti meski kelak Bukti dari kedekatannya itu, saat
jasad ini sudah berkalang tanah di lebaran kemarin, banyak siswa yang
pusara,” ujarnya.
11Syawala 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
PROFIL
“Kebahagiaan guru itu asa. Ini aset dan investasi kebaikan
juga saat melihat anak masa depan,” jelasnya.
didiknya tumbuh kembang
jadi pribadi shalih yang Meski begitu, bukan berarti jadi
luar biasa. Ini aset dan guru tak ada tantangan. Sama seperti
investasi kebaikan masa pekerjaan lain, jadi guru kadang me
nguras perasaan dan energi. Belum
depan,” jelasnya. lagi jika ada masalah dalam rumah
tangga. Campur aduk. Bikin pusing.
Jika sudah seperti itu, dia akan selalu
ingat pesan orangtua.
“Kata Bapak saya dulu. Apap-
un yang terjadi, bersabarlah! Sebab,
hanya dengan sabar itulah, setiap
fragmen hidup—bahkan yang paling
sulit pun—akan berbuah pahala dan
ringan. Tanpa itu, ketahuilah semua
akan sia-sia,” pesannya.*
bersilaturahim ke kediamannya di
Somber. Tak mau kalah, Ustaz Fahmi
juga berkunjung balik ke rumah me
reka.
Kebahagiaan
Selain dapat pahala jariah, dia juga
merasa berbahagia jadi guru. Kebaha-
giaan itu muncul saat melihat anak di-
diknya berhasil memahami pelajaran
dan akhlaknya jadi baik.
Katanya, ada salah satu siswa yang
saat masuk SMP AISBa belum bisa
baca al-Qur’an dengan baik. Hafalan
al-Qur’annya juga masih sangat se-
dikit. Hanya beberapa surah pendek
di juz 30. Dia alumni SD Negeri.
Setelah belajar hampir 2 tahun,
siswa itu kini bisa baca al-Qur’an
dengan sangat baik dan hafalannya
hampir 2 juz: juz 30 dan 29. Ibadah
dan akhlaknya juga semakin bagus.
Perkembangan itulah yang membuat
Ustaz Fahmi bahagia.
“Kebahagiaan guru itu juga saat
melihat anak didiknya tumbuh kem-
bang jadi pribadi shalih yang luar bi-
12 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
AGENDA
SEKOLAH
YAMI Berangkatkan
Karyawan Umroh
Lelaki yang memakai jubah dan kopiah putih dipadu kaca mata hitam itu
adalah Ustaz Abdul Rofik. Kepala SMP AISBa yang akrab disapa Ustaz Rofik
ini sedang berdiri di depan Masjid Nabawi, Madinah. Tampak juga dia dan
rombongan sedang berada di depan pintu masjid.
Keberadaan Ustaz Rofik di Masjid Nabawi sebelum kemudian bertolak
ke Mekkah itu untuk menjalankan ibadah umroh. Dia berangkat dari Tanah
Air pada Sabtu, 14 Mei lalu dan transit lebih dulu di Kuala Lumpur, Malaysia.
Rencananya, dia menjalankan ibadah umroh selama dua pekan.
Ini adalah kali pertama Ustaz Rofik umroh. Dia diberangkatkan oleh
Yayasan Al-Imam Madinatul Iman (YAMI),
yayasan yang menaungi SD-SMP AISBa.
Sebenarnya, dia sudah dijadwal umroh
pada 2020 lalu. Hanya saja, karena pan-
demi Covid-19 harus diundur.
Menurut Ketua YAMI, Bapak H. Mu-
hammad Utama Jaya, umroh adalah salah
satu program yayasan yang telah diren-
canakan jauh-jauh hari. Tujuannya, se-
bagai apresiasi yayasan terhadap kinerja
karyawan. Selain itu, juga agar karyawan
dapat merasakan ibadah umroh ke tanah
suci.
“Yang berangkat umroh pertama kali
kita tunjuk ustaz Abdul Rofik sebagai
kepala SMP AISBa. InsyaAllah, karyawan
lain juga akan dapat giliran,” ujarnya saat mengumumkan prog
ram pemberangkatan umroh karyawan beberapa tahun lalu.
Sementara, Ustaz Rofik mengaku bahagia sekaligus berterima kasih ke-
pada yayasan telah mengadakan program umroh karyawan. Dengan begitu,
dia bisa berziarah ke tanah suci sekaligus menjalankan ibadah umroh. Tak
ketinggalan, saat menjalankan umroh dia selalu mendoakan sekolah.
“Semoga SD-SMP AISBa semakin maju, sukses, dan diberkahi Allah
Ta’ala dalam mencetak generasi shalih, cerdas, dan beradab untuk menjadi
pemimpim umat masa depan,” ujarnya.*
Keterangan: Nantikan kisah perjalanan umroh Ustaz Abdul Rofik di rubrik
“Teacher Jurnalism” di majalah An-Najah edisi Juli 2022.
13Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
AGENDA
SEKOLAH
SD-SMP AISBa Adakan USBD
Muhammad Akbar Zahwan tampak sedang membaca soal PKN dengan
cermat. Siswa yang biasa disapa Akbar ini langsung berfikir sejenak. Dia
berusaha mencari jawaban yang tepat. Tak mau gegabah.
Setelah yakin benar, putra pertama dari pasangan Bunda Kartika Dewi
dan Bapak Halim ini lalu membubuhkan jawaban itu di kolom jawaban
yang tersedia. Siswa kelas 6 SD AISBa ini berharap jawabannya benar dan
dapat nilai tinggi.
Senada yang dilakukan siswa-siswi kelas 6 lainnya. Pada tanggal 9 Mei
lalu mereka juga mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Daerah (USBD). Uji-
an dilakukan selama lima hari: tanggal 9-13 Mei.
Tak hanya murid SD AISBa, murid SMP AISBa juga melakukan kegiatan
yang sama. Mereka mengerjakan soal dari berbagai mata pelajaran selama
lima hari. Kegiatan ini dilakukan secara offline di kelas yang telah ditentu-
kan.
Tampak juga waktu itu, Ustaz Lukman Hakim dan Ustazah Fitri me
ngawas proses ujian di ruang 2 lantai dua gedung SD AISBa. Sembari me
ngawas, alumni Universitas Darussalam (UNIDA), Gontor sambil mengisi
lembar petugas supervisi ujian.
“Usai lebaran, murid kelas 6 SD AISBa mengikuti USBD selama 5 hari.
Semoga mereka dimudahkan Allah dalam mengerjakan soal dan dapat ha-
sil terbaik,” ujar koordinator kurikulum SD, Ustaz Rahmat Romadhon.*
14 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
SD-SMP AISBa Adakan PTA
Dua lembar soal bahasa Arab tergeletak di atas meja Muhammad Nazran
el-Shaarawy. Di bagian atas kertas tertera tulisan “Penilaian Akhir Tahun (PAT)
tahun ajaran 2021/2022.” Sedangkan di bawahnya terdapat kolom nama, mata
pelajaran dan waktu yang harus diisi.
Siswa kelas 3 SD AISBa ini dengan cekatan mengisinya. Setelah selesai, lalu
mulai menjawab soal. Satu demi satu soal bahasa Arab yang dibuat gurunya,
Ustazah Angle itu dibaca dengan seksama. Setelah yakin benar, dia lalu mem-
beri tanda silang di salah satu jawaban: A, B, C dan D.
Tak hanya putra pasangan Bunda Lidya Puspasari dan Bapak Aswar Yusdar
ini. Teman-teman lainnya di kelas 1 sam-
pai 5 juga melakukan hal sama: melak-
sanakan PAT. Mereka mengerjakan
di kelas masing-masing secara offline
dengan dua orang pengawas.
Untuk pengawas PAT kelas 3 Pa
ada dua guru: Ustazah Salisatul Magh-
firoh dan Ustaz Syaiful Anshor. Selain
mengontrol jalannya ujian dengan
baik, tugas mereka juga menjawab
pertanyaan siswa yang tidak paham
pertanyaan.
“Alhamdulillah, siswa-siswa bisa
mengerjakan tugas dengan baik dan
insya-Allah bisa menjawab soal den-
gan baik pula,” ujar ustazah Salis yang
juga koordinator bidang tahfidz SD
AISBa.
Sementara, menurut ketua bidang
kurikulum SD AISBa, Ustaz Rahmat
Romadhan PAT semester dua tahun ajaran 2021/2022 ini adalah penutup
pembelajaran. Setelah ujian, siswa akan naik kelas dan mengikuti tahun ajaran
berikutnya. Seperti biasa, dalam PAT ini terdiri dua jenis ujian: tulis dan praktik.
Senada SMP AISBa. Pada hari Senin, 23 Mei ini juga melaksanakan PAT.
Ujian tersebut diikuti oleh seluruh siswa secara offline di sekolah hingga tang-
gal 3 Juni depan. Jenis ujian pun sama: tulis dan praktik. Ujian tersebut sebagai
salah satu syarat untuk kenaikan kelas dan mengikuti pembelajaran di tahun
ajaran baru.*
15Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
AGENDA
SEKOLAH
Merawat Kebaikan Ramadhan
Bulan suci Ramadhan telah pergi. Kepergiannya menyisakan dua rasa
berbeda: bahagia dan sedih. Bahagia karena bisa berpuasa dan beribadah
selama sebulan di bulan penuh berkah dan bertabur pahala. Sedih karena
belum ada jaminan kita bisa berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan.
Hal itu diungkapkan oleh Pemimpin Redaksi Majalah An-Najah, Ustaz
Syaiful Anshor dalam talkshow bedah majalah di IDC FM, Rabu, 18 Mei lalu.
Materi yang disampaikan Ustaz Anshor—sapaan akrabnya—diambil dari ru-
brik Tarbiyah dengan judul: “Dua Rasa Berbeda di Hari Raya.”
“Karena itu, di balik rasa sedih dan khawatir itu, kita harus senantiasa
berdoa agar dipertemukan bulan puasa Ramadhan sebagaimana yang juga
dilakukan para ulama salaf terdahulu,” ujarnya.
Talkshow yang berlangsung sejam itu juga menghadirkan Ustaz Nur Hi-
dayat. Guru sains yang juga wakil pemimpin redaksi An-Najah itu membahas
dua rubrik asuhannya: Sains-Q dan Iqra. Dalam rubrik Sains-Q dia memba-
has tentang fenomena gunung. Sedangkan Iqra tentang burung.
“Membahas pelajaran atau ilmu di meja sekolah tidak cukup hanya
pendekatan sainstifik. Tapi juga harus dengan pendekatan al-Qur’an. Sebab,
sains dan al-Qur’an saling terintegrasi,” ujar alumni Universitas Muhammad-
iyah, Purworejo, Jateng ini.
Seperti biasa, talkshow dipandu oleh penyiar senior IDC FM, Mas Uli Ab-
durrahman. Dengan gayanya yang dan tenang, Mas Uli—sapaan akrabnya—
bertanya beberapa pertanyaan secara ganyeng, baik kepada ustaz Anshor
maupun kepada ustaz Dayat.*
16 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
Mengapa Memilih SD-SMP AISBa?
“Alhamdulillah, ketiga
putri saya bersekolah
di AISBa. Yang pertama
Mya di SMP sudah ke-
las 9 dan tahun ini lulus.
Yang kedua dan ketiga
di SD AISBa,” ujar Bunda
Yosica Ferinda.
Bukan tanpa alasan
saat istri dari Bapak
Surya Atmadjaya ini
memilihkan SD-SMP
AISBa untuk ketiga per-
mata hatinya. Sebelum
nya, bersama suami,
keduanya telah survei
dan mempertimbang-
kan banyak hal terkait sekolah. Cocok. Lalu memasukkan
mereka ke AISBa hingga sekarang.
Bunda Yosica—sapaan akrabnya—menganggap apa yang diinginkan
orangtua terhadap pendidikan ketiga anaknya sejalan dengan yang dilakukan
oleh SD-SMP AISBa. Anak tidak hanya dididik intelektual, tapi juga agama,
akhlak, dan al-Qur’an.
Hal itu disampaikan di acara Edutalk IDC FM pada Rabu, 25 Mei lalu de
ngan tema, “Mengapa Memilih SD-SMP AISBa?” Selain pengusaha dan ang
gota Tangan Di Atas (TDA) Balikpapan ini juga menghadirkan humas AISBa,
Ustaz Syaiful Anshor.
Menurutnya, setidaknya ada lima alasan kenapa orangtua harus memilih
sekolah Islam berbasis tahfidz yang berada di kawasan Bukit Cinta Damai
(BCD), Balikpapan itu. Lima hal itu adalah kurikulum, status akreditasi A, tena-
ga pengajar, gedung atau sarana dan prasarana, serta seberan alumni yang
diterima di berbagai sekolah ternama.
“Insya-Allah, lima hal tersebut bisa jadi alasan kuat bagi orangtua siswa
memilih SD-SMP AISBa sebagai tempat menimba ilmu buah hati,” ujar guru
ngaji SD AISBa yang juga penulis 7 buku.
Seperti biasa, bincang edukasi ini dipandu langsung oleh penyiar senior ra-
dio Islam kebanggaan kota Balikpapan, Mas Uli Abdurrahman.*
17Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
TEACHER
JURNALISM
KamLpeubnagrHaanldaiman
Oleh: Syaiful Anshor, Pimred Majalah An-Najah*
Burung besi yang membawa Satu persatu penumpang turun.
kami landing di Bandar Uda- Termasuk kami sekeluarga. Berjalan
ra International Mahmud pelan menyusuri kursi dan koridor
Badaruddin II sekitar pukul panjang. Keluar dari pintu pesawat ba-
14.00 Wib. Pesawat per- gian depan disambut senyum ramah
lahan turun. Rodanya menjejak aspal petugas seraya berkata, “Terima kasih.”
dan melaju pelan. Seorang pramugari
mengumumkan pesawat telah tiba. Ini adalah penerbangan perdana
Penumpang diminta bersiap-siap. kami setelah pandemi sekitar dua ta-
hun lalu. Mudik ke kampung halaman
18 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
menjenguk orangtua di Su- yak
matera Selatan. Keluar dari kendaraan terjebak lumpur. Sulit ber-
pesawat, kami menuju tem- jalan.
pat pengambilan bagasi.
Sebelumnya, bahkan jalannya
Sembari menunggu ba- masih putus. Di sejumlah titik jalan
rang muncul, juga menung- dari kota ke desa masih dipisahkan
gu sepupu yang akan men- sungai. Sungai-sungai lebar itu me
jemput kami. Beberapa ngular panjang hingga ke Sungai Musi
menit kemudian, barang yang ada di bawah jembatan Ampera
keluar dan jemputan tiba. dekat Masjid Agung, dan Pasar 16 Ilir,
Mobil Kijang lawas hijau Palembang.
tua berhenti pas di depan
kami. Saya masih ingat waktu kecil. Un-
tuk pergi ke kota Palembang harus
“Maaf, telat sedikit. naik speedboat sekitar sejam lebih. Se-
Tadi di jalan sedikit macet,” lama itu pula, perahu kecil bermesin
kata Ayat—sapaan akrab- cepat itu harus terhempas-hempas
nya—dari balik kaca pintu di atas air. Percikan air pun tak jarang
mobil yang terbuka sambil menerpa wajah dan membuat pa-
tersenyum. kaian basah.
Kami langsung naik Tak sampai sejam mobil sampai di
mobil. Ayat tancap gas. desa. Sebuah plang di pinggir jalan
Bunyi mesin menderu pe-
lan. Mobil langsung melaju
menyusuri jalan di bawah terik siang
yang menyengat. Jalan menuju desa
kampung kelahiran saya—Desa Su-
kadamai, Jalur 19, Banyuasin—telah
beraspal. Mulus. Tidak seperti dulu.
Meski setiap hari dilalui mobil dan
truk-truk besar pengangkut kelapa
sawit dan komoditas lainnya. Tak ter-
lihat lubang di sana-sini. Mobil Kijang
melaju kencang menyusuri jalan. Ses-
ekali melambat karena mobil di de-
pan. Tak lama langsung menyalip dan
melesat.
Mulusnya jalan dari bandara ke
desa mengingatkan saya waktu sekitar
dua dekade lalu. Saat itu, jalan belum
sebagus ini. Di beberapa ruas jalan
masih beruapa tanah keras. Jika hujan
kondisi jalan becek, berlumpur, dan
sulit dilalui kendaraan. Tak jarang ban-
19Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
TEACHER
JURNALISM
raya bertuliskan, “Desa Sukadamai, Mamah juga basah.
Jalur 19.” Mobil lalu belok kiri. Terlihat “Jangan sedih, ya Mak. Alhamdu-
di kanan dan kiri hamparan sawah.
Luas. Tak ada padi. Hanya bekas saja. lillah, kami sudah pulang,” tutur saya
Mungkin musim panen baru usai. sambil memeluk tubuhnya. Erat.
Setelah beberapa menit, Ayat Bapak dan Mamak tampak baha-
lalu menghentikan mobil tepat di gia sekali kedatangan kami. Khususn-
depan rumah. Rumah itu masih se ya, bertemu cucunya, Ahmad Rayyan
perti dulu. Sama saat beberapa tahun Rasyid yang belum genap setahun.
lalu datang ke rumah ini. Hanya saja Sedangkan Muhammad Raffasya
dinding bagian rumah yang berbeda. Anshor dulu pernah mudik saat usia
Dicat dengan warna berbeda. Beber- setahun. Kini usianya 5 tahun lebih.
apa burung tekukur peliharaan Bapak Sudah besar.
di sangkar juga masih tergantung di
teras depan. “Masya-Allah, Rayyan lucunya,”
ujar Mamak sambil menggendongnya
Satu persatu turun. Mengetahui penuh bahagia.
kami datang, penghuni rumah keluar.
Diawali Mamak yang keluar tergo Suasana Ramadhan
poh-gopoh dari dapur, disusul Bapak, Saya bersyukur bisa mudik saat
dan kakak. Saya memeluk tubuh Ba-
pak yang sudah menua. Juga tubuh bulan suci Ramadhan. Apalagi jauh
Mamak. Satu persatu. Bulir bening sebelum lebaran. Bisa merasakan
tiba-tiba menganak di sudut mata. suasana puasa di kampung halaman
Luruh. Terlihat kedua mata Bapak dan dan juga berpuasa bersama keluar-
ga. Seperti mengulang kebersamaan
puasa saat kecil dulu meski dengan
kondisi yang berbeda.
Sebelum waktu
berbuka, seisi rumah
akan duduk me
lingkar lebih dulu di
ruang keluarga. Di
tengahnya beberapa
menu ifthar sederha-
na. Ada kolak pisang,
teh hangat, kurma,
dan yang tak keting-
galangan gorengan.
Kami berbincang ri
ngan banyak hal sam-
bil menunggu azan
maghrib.
Yang tak kalah
mengesankan juga
saat shalat tarawih ber-
jemaah di masjid. Ke-
20 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
temu banyak teman kecil dulu dan Lebih Sejahtera
para jemaah yang lain. Sayangnya, Desa Sukadami tampak berbeda.
tak banyak teman kecil saya. Mereka
keban yakan merantau ke luar desa Tidak seperti sebelum saya ke sini be-
dan tidak pulang. Hanya ada beber- berapa tahun lalu. Jalannya tidak lagi
apa saja yang masih tinggal. berupa tanah biasa. Sudah ditimbun
dengan tanah dicampur kerikil. Meski
Pemandangan berbeda terlihat belum diaspal, setidaknya bisa lebih
dari Bapak-bapak. Dulu, waktu saya bagus. Kendaraan—sepeda, motor,
masih kecil, mereka terlihat masih dan mobil—bisa leluasa melaluinya.
muda dan kuat. Kini, hampir semua Hanya saja, kalau musim hujan masih
nya sudah tua: keriput, tubuhnya hi- becek dan lengket.
tam terpapar matahari, rambut yang
hampir semuanya memutih, dan Kondisi tanah di sini berbeda di
pandangan yang mulai kabur. Mer- Balikpapan. Kontur tanah di Balikpa-
eka itulah yang hampir 5 kali sehari pan berbukit-bukit dan naik turun.
datang ke masjid. Sedangkan di sini datar. Flat. Begitu
juga jalannya. Lurus. Dulu, di lahan di
“Jemaah yang shalat kebanyakan sepanjang jalan ini masih sepi oleh ru-
Bapak-bapak. Yang mudanya jarang. mah. Jaraknya masih jauh. Kini, setiap
Pada pergi,” tutur Lik Shoheh, salah lahan kosong dibangun rumah.
satu jemaah.
Menariknya, rumah-rumah yang
Saya lalu diminta mengisi cera- dibangun tidak seperti zaman dulu.
mah singkat usai tarawih beberapa Rumah warga dulu kebanyakan ber-
kali. Permintaan ini tidak saya sia- dinding papan, berlantai tanah, dan
siakan. Sebab, momen ini mengi beratap seng atau anyaman daun
ngatkan saya dulu setiap kali mudik ilalang. Kini, hampir tak ada lagi jenis
dari mondok dan diminta untuk ber- rumah seperti ini. Yang ada rumah
ceramah. modern dengan arsitektural beraneka
21Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
TEACHER
JURNALISM
ragam. hasa Indonesia dengan penuh peng-
Warga Desa Sukadamai boleh di hayatan hingga meneteskan air mata.
Jujur ini tidak mudah. Waktu itu saya
bilang lebih sejahtera dari yang dulu. masih ragu bisa atau tidak? Belum
Hal itu bisa dilihat dari kondisi rumah, pernah sebelumnya. Karena takut
penghasilan, dan juga kendaraan. mengecewakan, saya terima saja.
Bahkan tidak sedikit warga yang telah
memiliki mobil. Merek dan harganya Masjid Al-Mujahidin besar. Belum
juga mahal. Mobil-mobil itu terlihat lama dibangun. Terlihat beberapa ba-
diparkir di garasi depan rumah. gian yang belum selesai. Kubahnya
besar. Berwarna biru. Saya berdiri
Menurut salah satu warga, mem- di atas podium. Tampak ratusan pa
baiknya kondisi ekonomi masyarakat sang mata melihat saya dengan se
dipengaruhi banyak sektor. Salah sa- rius. Meski asli kelahiran desa ini, tapi
tunya banyak warga yang beralih jadi banyak orang yang belum saya kenal.
petani sawit daripada padi. Juga ber-
jualan dan sebagai guru PNS. Saya berkhutbah tentang relasi
puasa dengan kejujuran. Tiba waktu
“Rata-rata yang beli mobil dan ba- membaca doa. Saya menundukkan
ngun gedung mewah itu yang punya pandangan. Menghadirkan hati. Lalu
lahan sawit lebar dan juga PNS. Juga mencoba menghayati doa yang akan
yang sukses berdagang,” kata Lik Toni, dirapal satu demi satu kalimat. Tak
tetangga yang juga seorang pedagang terasa sedih membuncah. Bulir be
sayur di pasar. ning itu menetes membasahi pipi. Isak
tangis pecah. Terdengar dari pengeras
Kondisi ini jauh lebih bagus suara di sejumlah selasar ruang mas-
dibanding sekitar tahun 1998. Saat jid. Lamat-lamat diikuti oleh para je-
itu, ekonomi warga yang mayoritas maah yang terisak. Syahdu.
transmigran dari Jawa Tengah ini hid-
up dalam kondisi ekonomi sulit. Seka- Sehari sebelum kembali ke Balik-
dar menyambung hidup sulit minta papan, saya dan adik saya, Abdul
ampun. Mereka harus bekerja jadi kuli Ghofur pergi ke kota untuk mem-
bangunan dan tukang becak di kota. beli oleh-oleh sekaligus jalan-jalan.
Bahkan ada yang sampai ngenger jadi Alumni Ar-Royah, Sukabumi ini men-
buruh migran ke luar negeri. gajak saya belanja pempek Palem-
bang di sentra pempek di tak jauh di
Khatib Idul Fitri belakang masjid Agung.
Beberapa hari sebelum Idul Fitri
Karena tak jauh dari masjid Am-
saya diminta ketua takmir Masjid pera, usai belanja, saya mengajakn-
Al-Mujahidin, Kang Rohman—kaka ya berjalan-jalan melihat beberapa
ipar—untuk jadi khatib Idul Fitri. Per- spot penting kota Sriwijaya: masjid
mintaan itu saya terima. Mumpung Agung, bundaran air mancur, dan
sedang berada di kampung. Selain itu jembatan Ampera. Tak ketinggala
juga karena selama ini belum pernah ngan mengabadikan momen ber
jadi khatib Idul Fitri di kampung. Pe- sejerah yang entah kapan saya dapat
nasaran. Hehe. mengulanginya lagi. Sampai jumpa
lagi, Palembang!
Hanya saja, beliau meminta agar
dalam doa nanti diterjemahkan ke ba-
22 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
KABAR
KOMITE
Dari AISBa untuk Dunia
R uang pertemuan Grand Ja- menginspirasi sekaligus memotiva-
tra Hotel, Balikpapan lantai si para siswa, khususnya kelas 6 dan
8 penuh oleh siswa-siswi 9 yang sebentar lagi lulus agar tidak
SD-SMP AISBa. Mereka hanya punya cita-cita hebat, tapi juga
duduk di kursi yang telah berani mewujudkannya,” ujar Ketua
disediakan. Untuk ikhwan duduk di Komite SD-SMP AISBa, Bunda Lidya
bagian depan sedangkan akhwat di Puspasari.
bagian belakang.
Tak biasanya mereka berada di Acara yang berlangsung pukul
tempat ini. Jika biasa belajar di ruang 08.00-12.00 ini diisi empat nara
kelas di sekolah, kini mereka berada di sumber: Ustazah Hidayanti, Ustaz
hotel. Suasana baru. Mereka berada Muflihin, Ustaz Khalil Rahman, dan
di tempat ini untuk mengikuti acara Ustaz Syaiful Anshor. Semua pema-
akbar: “AISBa’s One Day Inspiration.” teri guru SD-SMP AISBa. Komite me-
Kegiatan ini dihelat Komite SD- ngundang mereka untuk berbagi in-
SMP AISBa bekerja sama dengan SD- spirasi dan pengalaman kepada siswa.
SMP AISBa pada Sabtu, 21 Mei lalu.
Temanya, “Dari AISBa untuk Dunia.” Keempat pemateri tersebut mem-
Tema itu bertujuan agar para siswa bawa tema berbeda-beda. Pemateri
punya cita-cita berdimensi global. pertama, Ustazah Hidayanti mem
“Kami berharap acara ini dapat bahas idealitas seorang Muslim. Kata
guru BK dan alumni Universitas Indo-
nesia ini, seorang Muslim harus bang-
23Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
KABAR
KOMITE
ga dan menjaga identitas keislaman di Guru ngaji SD AISBa ini mengi
mana saja berada. ngatkan salah satu kunci meraih suk-
ses di dunia dan akhirat adalah de
Pemateri kedua diisi oleh Ustaz ngan berbakti kepada orangtua, jadi
Khalil Rahman. Guru tahfidz SD anak shalih-shalihah. Sebab, katanya,
AISBa yang belum lama ini diterima jika orangtua telah ridha, maka Allah
di Universitas Islam Madinah (UIM) juga akan ridha kepada kita.
ini berbagi tips lulus perguruan tinggi
luar negeri: riset universitas, mem Di awal materi, pemimpin redaksi
pelajari budaya, memperdalam ba majalah An-Najah ini tak lupa meng-
hasa, dan sebagainya. ingatkan agar para siswa menggan-
tungkan cita-cita tidak hanya skala
“Adapun saya tertarik kuliah ke lokal, tapi juga global. Seperti halnya
UIM karena berada di kota suci dan tema acara tersebut: “Dari AISBa un-
pusatnya ilmu agama Islam. Selain itu tuk Dunia.”
juga karena dulu waktu SD terinspira-
si oleh guru alumni sana,” ujarnya. “Rasulullah diutus juga bukan ha
nya untuk masyarakat jazirah Arab.
Usai materi Ustaz Khalil dilanjut Tapi Allah mengutusnya sebagai rah-
Ustaz Muflihin dengan tema yang mat untuk sekalian alam (rahmatan
berkaitan: pengalaman kuliah di luar lil’alamin). Untuk semuanya. Spirit
negeri. Ketua LitBang AISBa yang kebermanfaatan itulah yang harus di
meraih gelar magister di Marmara ambil,” ujarnya.
University, Turki ini bercerita penga
laman saat berkuliah di sana. Acara dipandu oleh pembawa
acara Ustaz Nur Hidayat. Guru sains
“Banyak pengalaman yang tak SMP AISBa dan wakil pemimpim re-
terlupakan selama kuliah di Turki. daksi majalah An-Najah ini membawa
Terutama saat pertama kali datang di acara dengan ganyeng dan meriah.
sana. Menarik koper besar dengan ja- Menariknya, Ustaz Dayat—sapaan
rak sangat jauh hingga rusak,” kenang akrabn ya—selalu membacakan pan-
Ayah satu anak ini. tun untuk setiap pemateri yang akan
tampil.*
Sementara, pemateri terakhir,
Ustaz Syaiful Anshor membahas ten-
tang arti sebuah perjalanan hidup
(The meaning of life). Katanya, perjalan
hidup manusia diawali dengan perjan-
jian tauhid dengan Allah. Perjanjian
itulah yang menjadikan manusia lahir
dalam keadaan fitrah.
“Tugas orangtua adalah menjaga
fitrah anak. Jangan sampai berubah.
Pun juga kita yang telah dewasa me-
mastikan fitrah tetap terpatri di da-
lam dada hingga hembusan napas
terakhir. Mati dalam keadaan Islam,”
jelasnya.
24 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
BK’S CORNER
Menyikapi Remaja
Saat Jatuh Cinta
OLEH: Ustazah Hidayanti, Guru BK dan Koordinator Diniyah SMP AISBa
Menurut Kamus Be Indonesia, pacar adalah teman la
sar Bahasa Indonesia wan jenis yang tetap dan mempunyai
(KBBI), cinta adalah hubungan berdasarkan cinta kasih,
suka sekali, sayang kekasih. Berpacaran adalah bercinta
benar, kasih sekali, an. Pacaran adalah berpacaran. Paca
terpikat, ingin sekali, berharap sekali, ran secara bahasa berarti saling me
rindu, khawatir, dan risau. Jatuh cinta ngasihi atau saling mengenal.
merupakan perasaan cinta yang bisa
menjadi momen yang sering kita ang Dalam pengertian luas pacaran
gap unik. Itu karena datangnya yang berarti upaya mengenal karakter se
secara tiba-tiba, sangat membaha orang yang dicintai dengan cara
giakan bahkan mengkhawatirkan di men gadakan tatap muka. Dengan
waktu yang sama. kecanggihan teknologi saat ini dan
Menurut pandangan Islam, cinta bagaimana remaja yang notabene ma
kepada lain jenis merupakan hal yang sih pelajar berkutat dengan pembela
alami dan lumrah (fitrah) bagi manusia. jaran online, sosial media, youtube
Islam sebagai agama yang sempurna dan segala hal yang berbau digital
juga telah mengatur bagaimana me sangat memudahkan mereka untuk
nyalurkan fitrah cinta tersebut dalam bertatap muka secara online dengan
syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. lawan jenis.
Namun, bagaimanakah jika cin
ta itu disalurkan melalui cara yang Di sekolah Islam pun, dimana ke
tidak syar`i? Fenomena itulah yang las akhwat dan Ikhwan dipisah, me
melanda hampir sebagian besar rema reka masih bisa mengenal satu sama
ja islam saat ini. Penyaluran cinta lain dengan mudahnya yakni melalui
ala mereka biasa disebut dengan akun media sosial mereka. Berawal
pacaran. dari hanya saling menyapa, like dan
Menurut Kamus Lengkap Bahasa comments berlanjut ke ruang-ruang
pribadi akun mereka.
Yang paling berbahaya adalah jika
25Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
BK’S CORNER
mereka berlanjut ke arah video call, ti zina; sesungguhnya zina itu adalah
kirim gambar atau sampai bertemu suatu perbuatan yang keji. Dan suatu
secara offline alias kopi darat. Karena jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)
semua itu mengarah ke zina.
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan
Bagaimana orangtua menyikapi bahwa larangan dalam ayat ini lebih
fenomena pacaran remaja islam saat keras daripada perkataan ‘Janganlah
ini ? melakukannya’. Artinya bahwa jika
kita mendekati zina saja tidak boleh,
1. Jauhi zina apalagi sampai melakukan zina, jelas-
Allah Ta’ala berfirman, jelas lebih terlarang.
َوَلا َت ْق َر ُبوا ال ِّز َنا �إِنَّ ُه َكا َن َفا ِح َش ًة َو َسا َء Asy Syaukani dalam Fathul Qo-
َس ِبي ًلا dir mengatakan, ”Apabila perantara
kepada sesuatu saja dilarang, tentu
“Dan janganlah kamu mendeka- saja tujuannya juga haram dilihat dari
maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syau
26 AN-NAJAH |Syawal 1443/Juni 2022
BK’S CORNER
kani ini, maka kita dapat simpulkan 3. Jangan Berkhalwat
bahwa setiap jalan (perantara) menuju Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu
zina adalah suatu yang terlarang. Ini
berarti memandang, berjabat tangan, ‘alaihi wa sallam bersabda,
berduaan dan bentuk perbuatan lain
yang dilakukan dengan lawan jenis لاَ َي ْخ ُل َو َّن َر ُج ٌل بِا ْم َر أ� ٍة �إِلاَّ َم َع ِذى
karena hal itu sebagai perantara ke َم ْح َر ٍم
pada zina adalah suatu hal yang ter
larang. “Janganlah seorang laki-laki berdua
an dengan seorang wanita kecuali jika
2. Tundukkan Pandangan bersama mahromnya.” (HR. Bukhari,
Allah memerintahkan kaum mus no. 5233)
limin untuk menundukkan pandangan Inipun berlaku di dunia maya.
ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala Chat antara lawan jenis yang tidak
berfirman, ada hubungannya dengan keperluan
pekerjaan atau syar’i maka termasuk
قُ ْل لِ ْل ُم ْؤ ِم ِني َن َي ُغ ُّضوا ِم ْن �أ ْب َصا ِر ِه ْم ke dalam larangan ini. Dan jangan
َو َي ْح َف ُظ وا فُ ُرو َج ُه ْم sampai kita bermudah-mudahan atau
mencari-cari pembenaran agar bisa
“Katakanlah kepada laki – laki yang dekat dengan lawan jenis. Apalagi
beriman :”Hendaklah mereka menun- sampai pacaran.
dukkan pandangannya dan memelihara
kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 ) Kita dapat melihat bahwa bentuk
pacaran bisa mendekati zina. Sem
Kita suka lupa jika sudah bermain ula diawali dengan pandangan mata
dengan gadget, bahwa melihat, atau terlebih dahulu. Lalu pandangan itu
memperlihatkan aurat termasuk bah mengendap di hati. Kemudian timbul
wa kita tidak bisa menundukkan pan hasrat ingin melihat lebih jauh melalui
dangan juga. Kita perlu berhati-hati akunnya, dilanjutkan dengan chat dan
bahwa jangan sampai kita merasa akhirnya janjian untuk jalan berdua.
sudah menundukkan pandangan saat Lalu berani berdua-duan di tempat
bertemu langsung dengan lawan jenis yang sepi.
tetapi ternyata pandangan kita menja
di liar saat di dunia maya. Setelah itu bersentuhan dengan
pasangan. Lalu dilanjutkan dengan
ciuman. Akhirnya, sebagai pembuk
tian cinta dibuktikan dengan berzina.
–Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu
27Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
BK’S CORNER
mana lagi paling lebar dan paling dekat َل ْم َن َر لِ ْل ُم َت َحابَّ ْي ِن ِم ْث َل النِّ َكا ِح
dengan ruang perzinaan melebihi pin
tu pacaran?! “Kami tidak pernah mengetahui solu-
si untuk dua orang yang saling mencin-
Mungkinkah ada pacaran Islami? tai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Ma
Sungguh, pacaran yang dilakukan saat jah no. 1920. Dikatakan shohih oleh
ini bahkan yang dilabeli dengan ’pa Syaikh Al Albani)
caran Islami’ tidak mungkin bisa ter
hindar dari larangan-larangan di atas. Kalau belum mampu menikah,
Renungkanlah wahai para remaja… tahanlah diri dengan berpuasa. Ra
sulullah shallalahu ‘alaihi wa sal-
Jika orangtua dan anak memahami lam bersabda,
dengan benar konsep tinjauan syar’i
di atas maka bisa saling mengingat َف إِ�نَّ ُه، َم ِن ا ْس َت َطا َع ا ْل َبا َء َة َف ْل َي َت َز َّو ْج
kan jika ada salah satu yang tergelincir َو َم ْن َل ْم، �أ َغ ُّض لِ ْل َب َص ِر َو أ� ْح َص ُن لِ ْل َف ْر ِج
dengan syarat mau jujur bercerita dan
terbuka dengan masukan serta nase ٌ َف إِ�نَّ ُه َل ُه ِو َجاء، َي ْس َت ِط ْع َف َع َل ْي ِه بِال َّص ْو ِم
hat.
“Barangsiapa yang mampu untuk
4. Bahaya Gadget menikah, maka menikahlah. Karena itu
Kejahatan yang paling keji saat lebih akan menundukkan pandangan
dan lebih menjaga kemaluan. Barang
ini adalah Hape. Karena di dalam HP siapa yang belum mampu, maka berpua-
itulah tersimpan semua rahasia. Para salah karena puasa itu bagaikan kebiri.”
remaja yang tidak memahami syariat (HR. Bukhari dan Muslim)
secara benar maka hape menjadi tem
pat paling nyaman bagi mereka untuk Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan
pacaran tanpa ketauan. intim tanpa pernikahan adalah haram
dan merusak cinta, malah cinta di an
Naudzubillah min dzalik. Remaja tara keduanya akan berakhir dengan
sekarang sangat ‘melek’ dengan te sikap saling membenci dan bermusu
knologi. Mereka bisa mengunci akun- han, karena bila keduanya telah me
akun pribadi mereka, bisa memilah rasakan kelezatan dan cita rasa cinta,
dengan smooth apa yang bisa dilihat tidak bisa tidak akan timbul keinginan
orangtua mereka saat mengecek hape lain yang belum diperolehnya.”*
mereka dan mana yang tidak bisa di
lihat.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallal-
lahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
28 AN-NAJAH | Sya’ban 1443/April 2022
STUDENT
JURNALISM
BKeerPsSraianmtgalamuArayuash
OLEH: Nauval Azzura Rahimy, Siswa kelas 9 SMP AISBa
Gawai saya tiba-tiba me
nyalak. Suaranya meng-
gema ke penjuru kamar
mengagetkan saya yang
sedang istirahat. Saya
lalu bergegas mengambilnya. Ada tel-
pon dari Bunda. Katanya, saya diajak
Ayah jalan-jalan ke tempat kerjanya.
Naik speedboat. Bareng adik saya juga,
Nazran.
“Jangan lupa ganti baju. Pakai jaket
karena akan naik speedboat,” ucapnya
di ujung gagang telpon.
Saya bergegas memberi tahu Naz-
ran. Mendengar diajak jalan-jalan,
Nazran senang bukan kepalang. Dia
langsung berkemas-kemas: memaki
jaket dan topi. Naik speedboat adalah
pengalaman perdana saya dan Nazran.
Untuk transportasi laut, paling ban-
ter kapal besar. Beda speedboat. Pasti
sensasinya lebih luar biasa.
Saya dan Nazran sudah siap sambil
menunggu Ayah yang dalam perjala-
29Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
nan pulang bersama Bunda. Tak lama bergegas menuju tempat kerja Ayah.
Ayah datang. Kami shalat bersama- Mengambil air wudhu dan shalat ber-
sama sebelum berangkat. Setelah itu jemaah. Setelah itu, menunggu Ayah
langsung berangkat. Tak lupa kami menyelesaikan urusan kantor sambil
membawa snack dan minuman untuk bermain gadget.
dimakan di speedboat nanti.
Ternyata lama juga menunggu
Kami langsung menuju pelabuhan Ayah. Padahal, Ayah bilangnya seben-
di Kampung Baru, Balikpapan den- tar. Namun, kata teman Ayah, sang
gan mengenderai sepeda motor. Mo- pengemudi speedboat itu, waktu se-
tor masuk hingga dekat pelabuhan. bentarnya Ayah berkisar 2 sampai 3
Tinggal jalan kaki sebentar. Motor lalu jam. Dan, itu benar. Ayah selesai uru-
dititipkan di tempat penitipan. Setelah san kantornya tepat pukul 17.00 sore.
itu, Ayah menelpon teman lama yang Kami sudah tidak sabar menunggu un-
memiliki speedboat. tuk pulang.
Naik speedboat ternyata punya Setelah itu, kami langsung berge-
sensasi sendiri. Seperti sedang rekrea- gas pulang. Teman Ayah sudah men-
si. Perahu kecil bermesin cepat ini jemput kami dengan speedboat di
melaju kencang di atas air dan kadang dermaga. Dalam perjalanan, ternyata
terhempas oleh gelombang. Suara me- Ayah bertemu temannya, Om Abbas.
sin di belakang menderu keras. Udara Dia seorang nelayan di Kampung Baru.
kencang juga menampar-nampar wa- Sehari-hari bertugas menangkap ikan.
jah. Sesekali air yang menciprat. Ah, Pengemudi diminta Ayah untuk me-
asyik sekali! nepi sebentar karena ingin bertemu
dengannya.
Saya juga bisa menikmati peman-
dangan di sepanjang bibir laut. Ru- Saat bertemu Om Abbas, Ayah
mah-rumah penduduk yang berderet sempat membeli ikannya sekitar 5 Kg.
rapi. Juga sesekali kapal kecil yang Hanya saja saya lupa berapa harga
berlalu lalang. Jembatan yang meng nya. Ikannya besar dan masih segar.
hubungkan Balikpapan ke Ibu Kota Setelah itu, kami melanjutkan jalan
Negara (IKN) Indonesia juga terlihat pulang ke rumah di Sepinggan Prata-
indah dan kokoh. ma. Alhamdulillah, saat sore itu cuaca
tidak begitu panas.
Tak terasa setelah ter-
hempas-hempas di atas laut dengan Kami sampai di rumah sekitar pukul
menikmati pemandangan akhirnya 18.05 wita. Langsung mandi dan ganti
sampai juga di tempat tujuan. Tempat pakaian. Sedang Bunda langsung me-
tujuan kami adalah PT. Singlurus Prata- masak ikan yang dibaru dibeli Ayah
ma, perusahaan yang bergerak di tam- dari Om Abbas. Meski tak lama, tapi
bang batu bara. Ini adalah salah satu perjalanan bersama Ayah dan Nazran
tempat Ayah bekerja. ke Singlurus Pratama, tempat kerja
Ayah sangat mengesankan. Bukan saja
Waktu berjalan begitu cepat. Wak- perjalan menggunakan speedboat itu.
tu shalat ashar tiba. Saya dan Nazran Tapi juga melihat tempat kerja Ayah.*
dipanggil untuk shalat ashar. Kami
30 AN-NAJAH |Syawal 1443/Juni 2022
CERPEN
Cerita Lucu di
Hari Lebaran
Oleh: Fayyaz Ar-razi Anubhawa, Siswa kelas 2 SD AISBa*
L ebaran kali ini sangat istimewa dan begitu berkesan. Sebab,
saya bisa menunaikan banyak ibadah dan berpuasa tanpa
bolong sekalipun. Selain itu, saya juga bisa shalat Idul Fitri
bersama keluarga dan teman di masjid Ar-Rohmatullah di
Balikpapan.
Shalat Idul Fitri adalah momen berkesan yang sulit dibahasakan
dengan kata-kata. Kita bisa shalat bersama keluarga, teman, dan ratu-
san umat Islam lainnya di satu tempat untuk shalat dan mendengarkan
ceramah sang khatib.
Hanya saja, waktu ada pemandangan yang lucu. Saat umat Islam
sedang khusuk mendengarkan ceramah, seorang teman justru asyik
tidur. Usai ceramah dia terbangun dan buru-buru pulang tanpa men-
dengarkan ceramah.
Usai shalat, kami pulang ke rumah dan sungkem atau meminta
maaf kepada orangtua dan juga saudara. Seperti lebaran-lebaran se-
belumnya, Umi—biasa saya menyapanya—menyediakan aneka kuliner
lebaran yang menggoyang lidah yang wajib ada: rendang, buras, dan
coto Makassar.
Di momen penting seperti Idul Fitri, buras dan coto Makassar Umi
selalu disediakan Umi. Hanya saja untuk membuatnya tidak gampang.
Butuh waktu dan energi. Karena itu, biasanya saya akan membantu
Umi membuat buras dan memasaknya. Hari pertama lebaran, banyak
suadara datang ke rumah, seperti om, tante, dan sepupu.
Selain kue lebaran, seperti biasa Umi menyiapkan hidangan
makanan buras, coto, dan rendang tadi. Kami makan bersama-sama.
Kata mereka, masakan Umi maknyus. Lezaaaat! Iya, dong! Sebab, Umi
asli orang Sulawesi Selatan. Sudah terbiasa masak coto dan bikin bu-
ras. Punya racikan bumbu khas.
Saat shalat maghrib, saya dan sepupu pergi ke mushola untuk shalat.
31Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
Saat shalat, sepupu terus saja berdiri karena dia berak di celana kami.
Tahu begitu, saya dan sepupu langsung pulang untuk menyebokinya.
Setelah itu, sepupu saya yang masih kecil itu tidak mau pulang. Dia
mau menginap di rumah saya.
Ibunya pun membujuknya agar mau pulang. Tidak berhasil. Umi
akhirnya memberinya uang Tunjangan Hari Lebaran (THR). Ajaib. Se-
pupu saya itu langsung berhenti menangis dan mau pulang. Sebab,
saat memberi THR, Umi bilang kalau uang tersebut
untuk membeli ice cream. Hehehe.
Saya bersama teman-teman di kom-
pleks silaturahim dan berkeliling ke ru-
mah teman. Sesampai di rumah, kami
dibolehkan main hoverboard. Yang me-
mainkannya maksimal dua orang. Sebab,
hover board-nya cuma dua. Sedangkan
kita bertiga. Jadi mainnya bergiliran.
Saya iseng bertanya harga hoverboard.
Katanya, harganya murah ko. Cuma Rp
1 juta lebih. Saya pun tertarik membeli
nya dan ingin mengumpulkan duit sam-
pai cukup dulu. Tak lama setelah itu, Abi
dan Umi memanggil saya untuk pulang.
Menariknya, saat pulang, oleh tuan ru-
mah saya dikasih THR dan jajan. Saya pun
pulang dengan riang gembira. Uang tadi
rencana akan saya tabung.
Sekian dulu kisah lebaranku tahun ini,
kawan. Saya sangat bersyukur bisa me
rayakan lebaran ini bersama keluarga dan
teman-teman secara bebas. Seperti kawan
tahun, dua tahun sebelumnya kita tidak
bisa bersilaturahmi seleluasa ini karena ma-
sih dalam kondisi pandemi. Sampai jumpa di
Idul Fitri berikutnya, Kawan!*
32 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022
SAINS-QU
Bahan Bakar Air,
Mungkinkah?
Oleh: *Nur Hidayat, Wakil Pimred Majalah An-Najah
Air adalah komponen utama bagi kehidupan di Bumi.
Tidak hanya untuk manusia, juga untuk semua makhluk hidup.
Belakangan ini viral pem kilat kepadamu untuk (menimbul-
beritaan adanya salah kan) ketakutan dan harapan, dan Dia
satu warga Cirebon, Jawa menurunkan air (hujan) dari langit, lalu
Barat yang mengklaim dengan air itu dihidupkannya bumi
menemukan bahan bakar setelah mati (kering). Sungguh, pada
dari air. Bahkan konon hasil pen yang demikian itu benar-benar terdapat
emuannya ini telah diuji coba di tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.”
gunakan pada kendaraan bermotor (QS. Ar-Rum: 24).
untuk menempuh jarak 450 km ha
nya bermodalkan air. Jika benar, ten Selain untuk dikonsumsi, air
tu hal ini akan menjadi kehebohan juga digunakan sebagai alat bersuci,
tidak hanya di Indonesia, tapi juga pendingin mesin, media transportasi,
seluruh dunia. Namun, benarkah air pembangkit listrik, dan masih banyak
bisa digunakan sebagai bahan bakar? lagi. Para ilmuwan juga terus melaku-
kan penelitian untuk menemukan po-
Manfaat Air tensi-potensi lain yang dimiliki air.
Air adalah komponen utama bagi
Salah satunya adalah sebagai al-
kehidupan di Bumi. Tidak hanya ternatif pengganti bahan bakar mi
untuk manusia, juga untuk semua nyak. Usaha tersebut sebenarnya
makhluk hidup. Maka dari itu, kita sudah lama dilakukan. Namun, hing-
dianjurkan mengucap syukur saat ga kini masih dalam tahap penelitian.
turun hujan. Sebab, penggunaan air sebagai bahan
bakar ternyata masih kurang efisien
“Dan di antara tanda-tanda (ke- dan justru membutuhkan input en-
besaran)-Nya, Dia memperlihatkan ergi yang jauh lebih besar daripada
33Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
SAINS-QU
outputnya. Maka dari itu, saat ada am tertentu yang tercelup dalam air.
seseorang yang mengklaim bisa mela Prinsipnya hampir sama dengan alat
kukannya, tak heran jika hal tersebut listrik pemanas air. Bedanya, air dalam
lantas menjadi viral. proses elektrolisis bereaksi memben
tuk gas
Air Sebagai Bahan Bakar
Air merupakan sebuah senyawa Namun gas hidrogen yang dihasil
kan sangat tidak sebanding dengan
yang memiliki nama kimia H2O yang energi listrik yang diperlukan. Oleh
terdiri atas 2 unsur hidrogen dan 1 karena itu, hingga saat ini para ilmu
unsur oksigen. Kedua unsur asalnya wan belum mempercayai adanya pe
(hidrogen dan oksigen) memang me nemuan bahan bakar air yang efisien.
rupakan zat yang mudah terbakar.
Namun ketika kedua unsur tersebut Penemuan
berikatan membentuk senyawa air, Sebulan terakhir, Indonesia di
maka sifatnya berubah.
hebohkan dengan viralnya seorang
Sehingga, jika ingin mendapat bapak-bapak asal Cirebon, Jawa Barat
kan unsur hidrogen dan oksigen dari yang mengaku menemukan bahan ba
air, maka perlu adanya upaya untuk kar air yang ia sebut dengan teknologi
memecah senyawa air melalui suatu NIKUBA. Pria paruh baya bernama
proses yang disebut elektrolisis. Inilah Aryanto Misel ini bahkan mengatakan
yang mendasari para ilmuwan untuk sudah melakukan uji coba pada sepe
berupaya menjadikan air sebagai ba da motor dan menempuh jarak 450
han bakar. km hanya dengan satu liter air murni.
Seperti asal kata dari elektrolisis, Tak ayal, banyak orang yang men
proses ini memerlukan energi listrik cibirnya. Tak sedikit pula para peneliti
sebagai input. Lalu dialirkan ke log menyanksikan hasil klaim pak Aryan
2364 AANN--NNAAJJAAHH || SSyyaawwaall 11444433//JJuunnii 22002222
to ini. Alhasil banyak media yang mendukung pertahanan negara.
berupaya mengupas hasil temuan
ini dengan berkunjung langsung ke Apresiasi
kediaman beliau di daerah Lemah Lalu bagaimana seharusnya kita
Abang, Cirebon, Jawa Barat.
bersikap? Tentu setiap langkah upa
Dilansir dari kanal Kompas TV, ya pengembangan teknologi harus
diketahui bahwa pak Aryanto mer kita apresiasi. Namun kita juga perlu
upakan pria dengan latar belakang mengkroscek kebenarannya. Sebab
pendidikan lulusan SMA. Sehingga apa yang diklaim pak Aryanto juga be
banyak orang dan peneliti berpe lum 100% kebenarannya. Ditambah
ngalaman yang berpendidikan tinggi informasi beberapa tahun silam ada
ragu akan kemampuan pak Aryanto. seseorang yang mengaku hal yang
sama namun tak terbukti dan beru
Reaksi negatif tersebut membuat jung pada hukuman penjara meski
pak Aryanto lantas enggan untuk dengan kasus yang berbeda.
bekerja sama dengan badan riset for
mal. Namun, tak sedikit pula orang Meski demikian, tak perlu juga
yang ternyata mendukungnya. Salah bagi kita ikut mencibir atau melon
satunya pihak TNI dari satuan Kodam tarkan kalimat negatif, toh kita semua
3 Siliwangi di Jawa Barat. belum mengetahui yang sebenarnya.
Kalaupun teknologi NIKUBA temuan
Menurut penuturan pak Aryanto, pak Aryanto ternyata hanya bualan,
ia tidak sekejap menemukan bahan hal itu tak signifikan merugikan kita.
bakar air. Ia telah melakukan pene Namun jika ternyata terbukti benar,
litian dan percobaan selama 5 ta maka ini akan menjadi penemuan luar
hun secara mandiri. Bahkan 3 motor biasa yang pastinya akan berman
pribadi yang menjadi alat percobaan faat bagi diri kita bahkan manusia di
hangus terbakar menyisakan 1 motor seluruh dunia.*
yang masih bisa digunakan. Kini, hasil
temuannya telah diterapkan ke pu
luhan kendaraan dinas milik TNI dari
satuan Kodam 3 Siliwangi.
Pengaplikasian NIKUBA ini su
dah dikonfirmasi oleh Kolonel Inf.
Dany Rakca dari Danrem 063 Sunan
Gunung Jati Cirebon. Menurut Dany,
pihaknya mendukung masyarakat
yang berupaya mengembangkan
teknologi sebagai salah satu tugas
pokoknya. Sudah menjadi kewajiban
nya untuk ikut mendampingi dalam
meneliti dan mencoba, serta member
ikan dukungan moril kepada siapapun
yang mengembangkan teknologi yang
35Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
IQRA’
Si Tangguh
dari Gurun
Oleh: *Ustaz Nur Hidayat, Guru Sains SMP AISBa
Unta dijadikan sebagai alat transportasi karena unta mampu mengangkut
beban seberat 90 kilogram sambal berjalan sejauh 32 kilometer di gurun
Siapa yang tak kenal hewan mun unta memiliki kemampuan untuk
unta? Tak hanya melihat, bertahan tidak minum berhari-hari
bisa jadi para pembaca hinga berbulan-bulan. Bagaimana
malah pernah menaikinya? bisa?
Saat kita mendengar nama
hewan unta, otomatis terbesit da- Ternyata pada hewan unta ter-
lam benak kita dengan padang pasir dapat hal-hal menakjubkan yang
atau gurun. Memang habitat unta mungkin tidak semua dari kita tahu.
cenderung di daerah yang kering dan Namun, Allah telah mengisyarat-
panas. kannya dalam Al-Qur’an: “Maka apa
kah mereka tidak memperhatikan
Maka tak heran jika unta mudah unta bagaimana dia diciptakan.” (QS.
ditemui di daerah Asia Timur, Timur Al-Ghasyiyah: 17). Dalam ayat ini,
Tengah, hingga Afrika bagian utara jelas bahwa Allah mengajak
yang memiliki daerah gurun yang luas. manusia untuk berpikir dan me
Di daerah kering tersebut tentu tidak renung melalui keberadaan hewan
mudah untuk mendapatkan air, na- unta.
36 AN-NAJAH |Syawal 1443/Juni 2022
Anatomi yang Unik lilipan. Ditambah dua lapis bulu mata
Hidup di daerah yang kering dan meningkatkan perlindungan matanya
dari pasir atau debu. Selain itu, unta
panas tentu menjadi hal yang sulit juga bisa menutup lubang hidungnya
bagi kebanyakan hewan, bahkan ma- dengan sempurna saat terjadi badai pa-
nusia. Namun tidak dengan unta. Al- sir.
lah menciptakan hewan tangguh
ini dengan anatomi tubuh yang men- Salah satu tanaman yang identik
dukungnya bertahan hidup di daerah dengan gurun adalah kaktus. Ketika
tersebut. Bisa dibilang, unta malah melihat tanaman kaktus, mungkin kita
lebih cocok hidup di daerah demikian. akan takut menyentuhnya karena takut
Justru akan merasa kurang nyaman tertusuk durinya yang tajam. Namun,
jika berada di daerah dengan iklim berbeda dengan unta. Tanaman berduri
yang berbeda seperti di Indonesia. tajam ini justru menjadi makanannya.
Unta dapat dengan mudah mengunyah
Sengatan sinar matahari dan kaktus yang berduri tajam sebagai
panasnya pasir, tanah, dan bebatuan makanannya. Rahasia kemampuan unta
bukan menjadi masalah bagi hewan ini ternyata terletak pada bibirnya. Unta
satu ini. Sebab, unta memiliki lapisan memiliki bibir tebal yang melindunginya
kulit yang tebal. sehingga melindu saat memakan kaktus berduri tajam.
ngi tubuhnya dari panas di siang hari,
sekaligus penghangat di malam hari. Selain itu, lidah dan di bagian dalam
Seperti yang kita ketahui, daerah gu- mulut unta terdapat struktur berbentuk
run memiliki perbedaan suhu yang kerucut, yaitu papila. Papila dalam mu-
ekstrim antara siang dan malam hari. lut unta ini lebih kuat dan keras diban
Makanya tak heran jika kita melihat dingkan papila pada lidah manusia dan
unta biasa-biasa saja ketika duduk di hewan lainnya sebab papila unta berisi
atas pasir yang panas di bawah terik keratin, yaitu bahan yang sama dengan
matahari. kuku dan rambut kita.
Selain kulitnya yang tebal, unta Punuk Unta
juga memiliki kelopak mata yang unik, Sebagian besar orang berangga-
terdiri dari tiga pan bahwa punuk unta dalah tempat
lapis yang penyimpanan cadangan air. Namun
anti ternyata anggapan itu tidak sepenuhn-
ke- ya benar. Kita tahu bahwa sekali minum,
unta bisa menghabiskan banyak air,
bahkan bisa mencapai 200 liter sekali
minum. Tapi tidak kemudian disimpan
dalam punuknya, melainkan didistri-
busikan ke seluruh tubuhnya seperti
darah. Sedangkan punuk unta berisi
jaringan lemak yang berfungsi se-
bagai cadangan makanan.
Tubuh unta dapat bertahan hing-
ga pada suhu 41 derajat celcius.
Lebih dari itu, unta mulai berkerin-
37Syawal 1443/Juni 2022 | AN-NAJAH
IQRA’
gat. Penguapan dari keringat yang Ahmad). Lalu bagaimana pandangan
terjadi hanya pada kulitnya, bu- sains mengenai hal ini?
kan pada rambutnya. Dengan cara
pendinginan yang efisien itu, unta Air Kencing Unta
mampu menghemat air yang cukup Dikutip dari cnnindonesia.com,
banyak. Sehingga, unta tidak perlu
sering-sering minum. salah satu ulama Indonesia‒ustaz
Bachtiar Nasir‒meyakini bukti empiris
Manfaat Unta
manfaat minum urin unta de
Pada mula ngan merujuk hasil riset
yang dilakukan Dr.
nya, semua unta Faten Abdel-Rah-
man Khorshid.
hidup liar di Faten me
rupakan staf
alam. Kemu- Universitas
King Abdul
dian manu- Aziz yang
juga staf
sia mulai Presiden
Tissues
melakukan Culture Unit
Pusat Pene-
domesti- litian Medis
King Fahd.
kasi ku- Pada laman bai
tulmaqdis.com disebut-
rang lebih
kan, riset dilakukan Faten
sejak 5.000 dengan menggunakan air kencing
unta, sel kanker yang diambil dari pa-
tahun yang ru-paru pasien serta tikus yang dis-
untikkan sel kanker leukimia dan air
lalu. Unta di- kencing unta. Hasilnya, Faten mene-
mukan partikel nano dalam air kenc-
jadikan sebagai ing unta dapat melawan sel kanker
dengan baik.
alat transportasi
Namun demikian Bachtiar Nasir
karena unta mam- tidak menganjurkan untuk meminum-
nya secara rutin, melainkan hanya un-
pu mengangkut beban tuk keperluan pengobatan. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa urin unta
seberat 90 kilogram sambal halal dalam pengertian untuk pengo-
batan. Jadi, jika tidak untuk keperluan
berjalan sejauh 32 kilometer di gurun pengobatan sebaiknya tidak sem
barangan meminumnya.*
yang panas. Selain itu, ada juga unta
yang dikembangbiakan dan dipeliha-
ra untuk diambil daging, susu, bulu,
kulit, bahkan kotorannya.
Sekilas pemanfaatan unta ham-
pir sama dengan kuda atau sapi,
namun ada satu hal yang berbeda
yaitu pemanfaatan urinnya untuk
diminum. Seperti yang kita pahami,
bahwasannya urin atau air kencing
bersifat najis, namun ada penjelasan
lain khusus untuk urin unta.
Dalam hadist dikatakan: “Sesung
guhnya dalam air kencing unta dan
susunya mengandung obat bagi pe
nyakit di dalam perut mereka.” (HR.
38 AN-NAJAH | Syawal 1443/Juni 2022