DAFTAR ISI
2 3 4 6
DAFTAR SAPA TARBIYAH LAPORAN
ISI REDAKSI KHUSUS
Semakin
Memesona Suka Duka Belajar
dengan Adab
Online
4 6 10 15
10 12 15 18
POJOK SILATURAHIM IDOLA CERPEN
PROGRAM
Ingin Reuni Sang Penakluk Terbit
Gedung Baru di Surga
di Tahun Ajaran Konstantinopel
Baru
2 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
SAPA REDAKSI
Assalamu’alaikum warahmatullah wa melahirkan generasi sukses di dunia,
barakatuh dan akhirat.
Pembaca yang dirahmati Allah. Selain media komunikasi, dan pub
Gag asan itu terus berkelindan di pi likasi, majalah ini juga bertujuan se
kiran: menerbitkan majalah sekolah. bagai sarana pembelajaran jurnalistik
Terus menerus. Kira-kira bisa atau ti siswa. Kedepannya, jajaran redaksi,
dak, yah? Akhirnya, awal Februari lalu, dan penulis bukan saja dari guru, te
di sebuah ruang kelas yang dingin, tapi juga siswa. Pastinya dengan trai
gagasan itu disampaikan kepada ning dan pendampingan lebih dulu.
Ketua Yayasan Al-Imam Madinatul
Iman, Bapak H. Muhammad Utama Kami sadari pada edisi perdana
Jaya. Gayung bersambut. Yayasan ini masih banyak kekurangan di sana
sepakat menerbitkan majalah. sini. Karena itu, kami sangat berharap
duk ungan, masukan serta kritik kons
Majalah ini tidak dicetak. Hanya truktif para pembaca sekalian agar
diterbitkan dalam bentuk digital: med ia ini kedepan bisa hadir dengan
e-magazine. Ini untuk memudahkan isi dan tampilan yang lebih eye-cat
untuk dibaca, dan di-share. Majalah ching.
ini diberi nama An-Najah. Kata
ini diambil dari bahasa Arab. Selamat membaca...!
Artinya sukses, lulus, atau berhasil. Wassalamu’alaikum warahmatullah
Harapannya, kelak Al-Imam Islamic wabarakatuh
School Balikpapan (AISBa) dapat
Pemimpin Redaksi
SUSUNAN REDAKSI
Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin
Redaksi: Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Indah Yulianti Sidang Redaksi:
Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly Ihsan, Hanifah
Rahmah, Dina. Desainer: Mustok Design Sekretariat Redaksi:
Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balik-
papan. Ruko Kompleks Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru.
WA:081280042589/0542-8515762WA. +62 822-3057-5647
Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 3
TARBIYAH
Semakin
Memesona
dengan Adab
Ilmu yang diberkahi akan mendatangkan kebermanfaatan. Sebaliknya,
ilmu yang tidak berbekah akan sulit mendapatkan kebaikan.
Sebut saja Joko. Di se mengundang decak kagum, Joko
kolah, Joko termasuk siswa memiliki adab yang buruk. Suka mem-
berprestasi. Setiap pem bully teman yang tak sepandainya,
bagian rapor, dia selalu jua “Ah! Begini saja nggak tahu. Payah!
ra satu. Angka 90 dan 100 Dia juga kerap berkata tak sopan, dan
selalu nangkring di semua mata pe kasar. Bukan saja kepada temannya,
lajaran. Tak ada yang mengalahkan. bahkan kepada guru.
Karena kecerdasannya, dia sampai
dijuluki oleh guru dan teman-teman Cerita Joko di atas hanya fiksi.
nya sebagai Habibi—sang pembuat Bukan asli. Tapi, harapannya dari ki
pesawat terbang yang cerdas. sah itu, ada sekelumit hikmah yang
dip etik. Kisah itu mengajarkan kita
Sayang, di balik prestasi yang pentingnya ada. Seberapa pun
4 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
FOTO: FREEPIK
cerdas, dan hebat prestasi siswa, jika Ra’yi sebelum engkau mempelajari
tidak beradab, tak ada gunannya. ilmunya.”
Sia-sia belaka. Apalah arti banyaknya
ilmu, gelarnya yang berderet, tapi Pesan Ibunnya ini menunjukkan
jauh dari keberkahan, dan akrab betapa adab sangat penting.
dengan keburukan. Padahal, dengan Seandainya sang guru tadi tidak
ilmu seseorang harusnya semakin beradab dalam mengajar, tak perlu
mulia, dan beradab. berlama-lama mengambil ilmu
darinya. Segera tinggalkan. Malik
Ilmu yang diberkahi akan men bin Anas ini kelak menjadi ulama
datangkan kebermanfaatan. Sebalik terkenal. Umat Islam mengenalnya
nya, ilmu yang tidak berbekah akan sebagai Imam Malik, peletak dasar
sulit mendapatkan kebaikan. Tak he madzhab Maliki.
ran jika ada orang berilmu, titelnya
berderet-deret, dan berpangkat Nasihat yang sama disampaikan
tingg i, tapi berperilaku buruk. Ko Imam Asy-Syafi’i kepada Imam Abu
rupsi, menyuap, dan mencuri, dan Abidsh Shamad. Dia adalah gurunya
sebagainya. Ssst! Jangan-jangan ada anak-anak Khalifah Harun Al-Rasyid.
yang salah saat menuntut ilmu. Kata Imam Asy-Syafi’i, sebelum men
didik yang pertama harus dilakukan
Itu kenapa para ulama sangat me adalah memperbaiki diri sendiri. Se
merhatikan adab. Bahkan Imam Malik bab, guru adalah role model siswa.
sampai berujar, “Pelajarilah adab se Apa yang murid pandang baik, adalah
belum mempelajari suatu ilmu.” Tak apa-apa yang dilakukan guru. Dan
hanya Imam Malik, Imam Ibnu Mu apa yang dipandang buruk siswa,
barok juga sangat memerhatikan adalah apa-apa yang ditinggalkan
adab dalam menuntut ilmu. Bahkan guru.
Ibnu Mubarok mempelajari adab
selama 30 tahun. Sebaliknya, dia Dari penjelasan di atas, seharusnya
mempelajari ilmu selama 20 tahun. para orangtua, dan guru tidak hanya
Lebih singkat. sibuk mengurusi kecerdasan intelek
tual kognitif siswa semata, tapi juga
Kisah Malik bin Anas ketika sibuk mendidik adab mereka. Apalah
hendak menimba ilmu kepada artinya siswa berprestasi dalam ber
seorang ulama thabi’in yang dikenal bagai bidang akademik, tetapi adab
luas ilmunya juga patut diambil nya buruk.
pelajaran. Saking genius, dan luasnya
ilmu ulama yang akan dijadikan guru Duhai, alangkah memesonanya
olehnya, sampai-sampai digelari siswa yang nilai prestasinya me
“Rabi’atur Ra’yi”—logika musim semi. ngundang decak kagum—seperti
Malik bin Anas sangat bersemangat cerita fiktif Joko pada paragraf awal
untuk mengambil ilmu darinya. di atas—tetapi juga adabnya yang
mulia. Hebat intelektualnya, ber
Saat hendak berangkat menuntut tabur prestasi, tapi juga adabnya me
ilmu kepadanya, Ibunya berpesan, ngundang decak kagum orang di se
“Wahai anakku, camkan pesan Ibu. kelilingnya. Semoga itu adalah anak
Pelajarilah olehmu adab Rabi’atur didik kita. Aaamiiin. *Syaiful Anshor
Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 5
LAPORAN
KHUSUS
FOTO: FREEPIK
Suka Duka
Belajar Online
Di masa pembelajaran online ini baik guru, dan siswa harus up-date
berbagai aplikasi, dan tekhnologi pembelajaran. Jika tidak, bisa-bisa
pembelajaran tidak berjalan dengan baik.
Jarum jam menunjukkan pukul Mereka berada di waiting room
07.15 Wita. Jadwal pem menunggu di-admit. Rupanya, sebelum
belajaran SHOD tinggal 5 menyalakan aplikasi itu, mereka sejak
men it. Ustaz Usman Ladullah tadi telah join. Ketika sudah di-admit,
berada di depan laptop. satu persatu siswa mengucapkan sa
Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir ini lam, “Assalamu’alaikum, ustaz Usman.”
menghidupkan laptop. Mouse di ta Suara itu terdengar dari speaker lap
ngan kanan digerakkan. Kursor kecil top. Jelas.
itu bergerak cepat menuju aplikasi zo
om. Tombol Sign In ditekan. Aktif. Pagi itu, Ustaz Usman mengajar
SHOD. Kata ini bukan huruf hijaiyah.
Beberapa siswa telah bergabung. Melainkan akronim dari sholat dhuha
6 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
dan dzikir. Waktunya setiap pagi. Dari satu.
Senin sampai Kamis. Sedangkan hari “Alhamdulillah, kini banyak yang
Jumat pagi dipakai latihan ceramah
siswa. Jamnya dari pukul 07.20- bisa shalat. Ada tiga siswa yang berani
07.50. Ustaz Usman tidak mengajar jad i imam shalat. Mereka sudah tahu
send irian. Dia ditemani Ustaz Lukman gerakan, dan hafal bacaan shalat de
Hakim. ngan baik,” jelasnya.
Keduanya mengajar di kelas 1 Perbedaan mengajar online dan
ikhwan. Jumlah siswanya 15 orang. offline juga dirasakan Ustaz Nur Hi
Koord inator Diniyah, Ustazah Rifka dayat, guru science SMP AISBa. Me
Annisa menempatkan mereka di kelas nurut Ustad Dayat like or dislike, di
ini karena tergolong sulit. Apalagi, ke masa pembelajaran online ini baik
las satu dengan pembelajaran online. guru, dan siswa harus up-date ber
SHOD adalah kegiatan wajib bagi bagai aplikasi, dan tekhnologi pem
setiap kelas, mulai kelas 1 sampai 6 belajaran. Jika tidak, bisa-bisa pem
sebelum pembelajaran yang lain di belajaran tidak berjalan dengan baik.
mulai.
Ustaz Dayat pun mengaku meng
“Untuk materi pembelajaran gunakan beragam aplikasi guna me
SHOD masih seputar hafalan doa-doa nunjang pembelajaran. Seperti Google
shalat, dan zikir pagi,” kata Ustaz Luk Meet, Zoom Cloud Meeting, dan ber
man Hakim yang juga wali kelas 5 Pa. bagai aplikasi yang terdapat dalam
Learning Management System (LMS)
Menurut alumni UNIDA Gontor yang dibuat sekolah beberapa waktu
ini, mengajar online berbeda dengan lalu.
offline. Apalagi mengajar siswa kelas
satu yang belum pernah bertemu. Pa “Saya usahakan seluruh proses
ra siswa harus banyak beradaptasi. pembelajaran dilakukan secara on
Termasuk saat mengajari mereka ge line. Baik assigment, assessment, dan
rakan, doa-doa shalat, dan zikir. jug a controling siswa. Semuanya ter
integrasi,” tutur alumni Universitas
“Susahnya mengontrol gerakan Muhammadiyah Purwerjo, Jateng
shalat siswa. Posisi sujud, rukuk, tahi saat acara Edutalk di IDC FM awal
yat, dan sebagainya. Kita tidak bisa Februari lalu.
melihat secara langsung satu persatu,”
ujarn ya. Pembelajaran berbasis tekhno
logi sangat membantu. Meski pem
Meski begitu, keduanya tidak me belajaran online, siswa tetap dapat
nyerah. Mereka menjelaskan dengan memahami pelajaran, dan mencapai
detail, dan gamblang posisi, serta ge kompetensi. Meski dengan kadar yang
rakan shalat. Bahkan kadang harus berbeda-beda. Tergantung kemam
memp raktikkan berkali-kali di depan puan siswa.
layar laptop. Bacaan shalat juga demi
kian. Harus dihafal satu persatu. Dari “Setidaknya target kompetensi da
takbir hingga salam. Diulang terus me sar (KD) esensial yang ditetapkan di
nerus. Siswa digilir membaca satu per masa pandemi ini bisa tercapai,” pung
kasnya.
Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 7
LAPORAN
KHUSUS
Optimisme
di Kala Pandemi
Ustaz Rahmat Romadhan seperti Learning Management System
terlihat sibuk. Hampir (LMS), Zoom, Google Meet, dan se
setiap hari, Wakil Ke bagainya. Mau tidak mau banyak hal
pala Sekolah Bidang Ku yang harus disesuaikan. Seperti kuri
rikulum SD AISBa ini kulum, standar kompetensi, dan wak
berangkat ke sekolah. Padahal, guru- tu belajar.
guru yang lain pergi ke sekolah sesuai
jadwal piket. Sekali sepekan. Selebih “Ada banyak perubahan. Salah sa
nya mengajar secara online di rumah. tunya di materi pembelajaran. Dari
Datangnya Ustaz Rahmat ke se 100 persen sekarang setidaknya ber
kolah setiap hari ini bukan tanpa ala kurang menjadi sekitar 82 persen,” te
san. Dia, dan Kepala SD AISBa, Ustaz rangnya.
Randi Patajangan punya tugas berat:
menyediakan pelayanan pendidikan Tak hanya dalam presentase ma
di masa pandemi yang berkualitas. teri, jam mengajar juga mengalami
Ked uan ya intens berdiskusi. perubahan. Hanya saja tidak banyak.
Pembelajaran online memang Hanya dua jam pelajaran saja. Satu
mengubah banyak hal. Sebab, pem jamnya sebanyak 30 menit. Dari
belajaran online dan offline sengat ber awaln ya 10 jam pelajaran saat offline,
beda. Tidak pernah bertemu. Hanya kini berubah menjadi 8 jam pelajaran
via berbagai aplikasi pembelajaran, setiap hari. Itu sudah termasuk jam
SHOD, dan kelas akselerasi usai zu
hur.
8 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
Perubahan juga terjadi pada kom berbeda.
petensi dasar. Khusus pada masa “Alhamdulillah, capaian anak-anak
pandemi, ada KD Esensial yang dike
luarkan pemerintah untuk mata pela kam i masih baik, dan tidak berkurang,”
jara tertentu, seperti tematik, mate ujarnya ketika dihubungi melalui pe
matika, dan IPA. Sedangkan untuk san WhatsApp.
pelajaran lainnya: bahasa Inggris, ba
hasa Arab, tahfidz, dan tilawati tidak Capaian itu menurutnya tidak
berubah. terlepas dari sinergi antara sekolah,
orangtua siswa, dan siswa sendiri.
Menurutnya, dari sejumlah per Bunda Lidia—sapaan akrabnya—me
ubahan, dan penyempurnaan, capai ngontrol sekolah anak-anak di rumah
an kompetensi anak tidak banyak mulai dari bangun tidur hingga tidur
men galami perubahan. Dia juga ber kemb ali.
harap sinergitas orangtua selama ma
sa pandemi ini. Sebab, proses pembe “Selepas sholat shubuh, anak-anak
lajaran ini tidak akan berhasil tanpa sud ah mulai sarapan dan bergantian
bantuan, dan kerjasama orangtua. mandi,” terangnya.
“InsyaAllah, sekolah sangat optimis Istri dari Aswar Yusdar ini juga
untuk memberikan pendidikan terbaik memb uat kesepakatan dengan anak-
den gan hasil terbaik untuk siswa-sis anak. Khususnya untuk bidang tah
wi,” pungkasnya. fidz. Jika hafalan mencapai target
yang disepekati, akan diberi hadiah
Online learning awalnya juga tidak khusus. Sementara, untuk mengontrol
dimungkiri membuat orangtua siswa perkembangan akademik, dia meng
khaw atir. Takut pembelajaran tidak gunakan Weekly Report—rapor pe
berjalan normal seperti biasanya. Be kanan—yang dibagi setiap hari Senin
gitu juga yang dirasakan Bunda Lidia oleh wali kelas. Dari situ, nilai setiap
Puspasari. Orangtua dari tiga siswa pelajaran anaknya bisa dilihat.
SD-SMP AISBa—Nauval, Khalila, dan
Nazran—ini takut anak-anak tidak bisa “Jika ada nilai anak saya yang ren
mendapatkan hasil maksimal. Namun, dah atau kurang, segera bisa diketahui
setelah dijalani, hasilnya tidak jauh dan dii ngatkan. InsyaA llah, mereka
akan sadar dan memperbaikinya,”
jelasnya.*
Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 9
POJOK
PROGRAM
Gedung Baru FOTO: FREEPIK
di Tahun
Ajaran Baru
Gedung megah dan besar dung SD-SMP AISBa. Hanya saja, ge
berlantai empat itu ter dung sekolah yang berbasis tahfidz ini
lihat tinggi menjulang. masih dalam proses pembangunan.
Pucuk gedungnya ter Terlihat para tukang yang masih sibuk
lihat dari kejauhan. Di men gerjakannya di beberapa bagian.
sek itarnya pepohonan tinggi, dan se
mak belukar. Hening. Jauh dari lalu Pembangunan gedung ini se
lalang kendaraan, dan aktivitas warga jatinya sudah dimulai 2019 tahun lalu.
sek itar. Sangat cocok untuk tempat Nam un, membangun gedung sekolah
belajar siswa. mem ang tidak mudah. Ada banyak
hal yang perlu dikerjakan. Termasuk
Gedung itu milik Yayasan Al-Imam men unggu tiang pancang baja dari
Madinatul Iman, yayasan yang me Surabaya, Jawa Timur. Begitu juga
naun gi SD-SMP Al-Imam Islamic memasang, dan menyiapkan kebu
Schoo l Balikpapan. Rencananya ge tuhan yang lain.
dung ini akan digunakan sebagai ge
Sekarang perkembangan gedung
10 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
ini sudah cukup signifikan. Sudah pembangunan.
berdiri tegak, dan megah. Saat berita Seperti diketahui beberapa waktu
ini ditulis medio Februari 2021, pe
ngecoran lantai satu, dua, dan tiga lalu, SD-SMP AISBa melakukan peng
sud ah dilakukan. Berikut pengecoran galangan dana yang dibagikan ke
anak tangga untuk naik ke setiap lan pada orangtua siswa melalui group
tainya. Sudah selesai. Sisa lantai em WhatsApp orangtua siswa, dan se
pat yang tinggal dicor. jumlah media sosial yang dimiliki,
sep erti facebook, dan juga web
Tak hanya pengecoran lantai, asiba.sch.id. Dari situ, alhamdulillah
konstruksi plafon, dan listrik juga ikut terkumpul dana cukup signifikan.
dilakukan. Meski belum semuanya. Dana tersebut digunakan untuk
Beg itu juga dengan sebagian dinding pengecoran lantai sekolah.
sek olah. Sudah beberapa bagian din
ding sekolah yang dipasang batu bata. “Jazakumullah, kami ucapkan ke
pada para orangtua dan para der
“Kita berharap, semoga pem mawan yang telah membantu pem
bangunan gedung SD-SMP AISBa bangunan gedung sekolah. Semoga
ini bisa selesai sebelum tahun ajaran menjadi pahala yang terus mengalir
baru sehingga sudah bisa ditempati. tia da henti,” tutupnya.
Mohon doa dan dukungan,” tutur
Bapak. H. Muhammad Utama Jaya, SD-SMP AlSBa juga masih mem
Ketua Yayasan Al-Imam Madinatul buka peluang amal shalih bagi yang
Iman. ingin memberikan donasi terbaik.
Dana tersebut untuk menyelesaikan
Yayasan ini menaungi sekolah pembangunan gedung yang masih
yang didirikan enam tahun silam di memb utuhkan cukup banyak dana.
Kompleks Masjid Namirah, Balik Dana bisa disalurkan melalui nomor
papan Baru. Bapak Utama—biasa rekening BNI Syariah 686 999 0007
disapa—mengucapkan banyak te atas nama Yayasan Al Imam Madinatul
rima kasih kepada para orangtua sis Iman. Mari jejakkan amal jariah di
wa, dan dermawan yang ikut men sekolah. InsyaAllah, pahalanya me
doakan, serta berkontribusi pada ngalir tiada henti.*
11Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH
SILATURAHIM
Ingin Reuni
di Surga
Keluarga baginya segalanya.
Harta yang paling indah. Dia tidak
ingin kebersamaan yang penuh
kebahagiaan itu hanya terajut
sebentar di dunia. Tapi berlangsung
hingga di akhirat kelak: bersama-
sama di surga. Kekal. Selamanya.
Nauval tampak duduk di murajaah, ada juga yang menghafal
sofa empuk berwarna ayat baru. Lidya Puspa Sari telah
hita m di ruang tamu. membuat peraturan. Waktu antara
Tangan kanannya me zuhur hingga ashar seluruh anak
megang mushaf Al- menghafal Al-Qur’an. Tidak ada yang
Qur’an. Lisannya tak henti bergerak bermain atau pun tidur.
menghafal ayat demi ayat. Tak hanya
siswa yang bernama lengkap Nauval “Itu sudah menjadi peraturan,
Azzura Rahimy ini yang sedang dan kesepakatan bersama,” tutur istri
serius menghafal Al-Qur’an. Di dari Aswar Yusdar ini melalui pesan
selasar ruang yang lain juga terlihat WhatsApp medio Februari lalu.
pemandangan serupa.
Khalila, Nazran, dan Kayyisah juga Bunda Lidya begitu memerhatikan
ikut serius menghafal Al-Qur’an. Me hafalan putra-putrinya. Baginya, Al-
reka mencari posisi favorit. Ada yang Qur’an lebih penting dari yang lain.
duduk lesehan di atas karpet tebal Sebelum menguasai pelajaran yang
dan halus. Ada yang duduk di kursi, lain, bacaan dan hafalan Al-Qur’an
dan juga duduk di sofa. Suara tilawah putra-putrinya harus bagus lebih
Al-Qur’an mengisi sudut-sudut ru dulu. Dia juga tak segan-segan mem
mah yang terletak di Perumahan Se berikan hadiah bagi anak yang men
pinggan Pratama, Balikpapan. capai target hafalan.
Pemandangan seperti ini terlihat
setiap selesai shalat zuhur. Tanpa di “Saya sediakan hadiah khusus ba
komando, mereka langsung mencari
tempat masing-masing. Ada yang
12 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
gi anak yang bisa mencapai target kep ada anak-anaknya bahwa dengan
hafalan. Alhamdulillah, anak-anak menjadi hafidz dan hafidzah, kelak
jadi lebih bersemangat,” jelasnya. di akhirat mereka akan memakaikan
mahkota bertabur cahaya indah di
Menurut alumni UAD Yogyakarta atas kepala orangtua di surga.
ini, Al-Qur’an konsep tarbiyah
terbaik. Sesibuk apapun, Al-Qur’an Bunda Lidya punya cara unik
tetap nomor satu. Meski harus ber untuk menasihati anak yang sedang
bagi tugas dengan suami. Suaminya malas. Seperti saat ada anaknya
yang Bekerja di tambang batu gam yang tidak mau shalat atau malas
ping milik Conch acapkali tidak ada menghafal Al-Qur’an, dia akan
di rumah. Sebagai gantinya, dia yang berseloroh, “Ya sudah, kalau Nazran
bertugas mendidik anak. Jika de nggak mau shalat. Ibu nggak mau
mikian, dia tidak saja menjadi Ibu, ta ngajak ke surga, deh. Ibu tinggal, yah.
pi juga guru. Bye!”
Keluarga baginya segalanya. Makjleb. Nasihat itu manjur.
Harta yang paling indah. Dia tidak “Kalau misal Nazran sedang malas
ingin kebersamaan yang penuh ke lalu saya bilang seperti itu, dia akan
bahagiaan itu hanya terajut sebentar bangkit dan shalat. Manjur juga. He
di dunia. Tapi berlangsung hingga di he,” tuturnya.
akhirat kelak: bersama-sama di surga.
Kekal. Selamanya. Dia pernah merasa terharu, dan
bangga kepada putra-putrinya. Apa
“Cita-cita saya dan suami kelak di yang dilakukan selama ini pelan-
akhirat bisa reuni di surga bersama pelan mulai terasa. Mereka mulai
keluarga lagi,” harapnya. tumbuh, dan akrab dengan Al-Qur’an.
Cerita itu terjadi saat acara Students
Cita-cita itu disampaikan kepada Day setahun lalu di gedung Kesenian
putra-putrinya. Sejak dini, mereka Balikpapan. Di gedung megah itu, ke
sud ah tahu tujuan tarbiyah orangtua. tiga nama anaknya dipanggil maju ke
Semua yang dilakukan untuk meraih depan panggung: Shiva Fadillah Ra
cita-cita itu. Termasuk menghafal Al- madhani, Nauval Azzura Rahimy, dan
Qur’an. Dia pun selalu menanamkan
13Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH
SILATURAHIM
Khalila Nur Elfariza. lah, dan bosan dalam mendidik anak.
Namun, dia mengaku pun punya cara
Mereka dipanggil untuk mengikuti tersendiri untuk mengobatinya. Apa
solusinya? Baca buku. Buku favo
kegiatan Musabaqah Hifzil Qur’an, ritnya, “Ibunda Para Ulama” yang
ditulis oleh Sufyan bin Fuad Bas
dan Wisuda Al-Qur’an. Dua acara ini
wedan, MA.
termasuk spesial. Sebab, tidak semua “Kalau lagi futur
atau lagi nggak
sisw a bisa mengikutinya. Hanya sis b e rs e m a n g a t ,
wa-siswi yang memiliki cukup biasanya saya membaca
buku itu. Very motivated!” terangnya.
hafalan dan mutqin.
Motivasi yang menarik itu terdapat
Di acara itu, hafalan dalam kaver depannya. Bunyinya,
“Jangan hanya bercerita tentang ke
mereka akan dites. cerdasan Imam Syafi’i, kealiman Suf
yan Ats-Tsauri, kezuhudan Hasan Al-
Tamu undangan Bashri, dan kesabaran Anas bin Ma
lik. Tapi bacalah bagaimana ibunda
meminta mereka mereka!”
untuk membacakan ayat se Nah, siapa tahu para pembaca
ingin mengikuti jejaknya. Silakan di
cara acak. Puncaknya, ketika coba! *Syaiful Anshor.
putri pertamanya, Shiva Fadillah
Ramadhani dipanggil
untuk maju
kedepan sebagai
w is u d a w a n
terbaik.
“MasyaAllah,
ini momen terindah
bagi saya,” ujarnya
mengenang.
Shiva lulus SMP AISBa
2020 lalu. Sekarang melanjutkan ke
pesantren Firqon An-Najiyah, Malang,
Jawa Timur. Hafalannya sudah 14
juz. Dia berharap, putri sulungnya itu
dapat menyelesaikan hafalannya 30
juz selama mondok.
Tak mudah mendidik anak. Apalagi
dengan enam anak yang masih kecil:
Shiv a Fadillah Ramadhani, Nauval Az
zura Rahimy, Khalila Nur Elfariza, M.
Nazran El-Shaarawy, Siti Kayyisah Al
fathih, dan terakhir Siti Khalisah Hu
maira. Ketiga anaknya—Nauval, Kha
lila, dan Nazran—bersekolah di SD-
SMP AISBa.
Sama seperti orangtua lainnya,
Bund a Lidya juga pernah merasakan le
14 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
IDOLA
Sang Penakluk
Konstantinopel
OLEH: INDAH YULIANTI, S.PD
Keberhasilan tarbiyah Al-Fatih bukti kurikulum yang didesain
berlandaskan Al-Qur’an, dan sunnah solusi pendidikan. Tiada konsep
pendidikan terbaik kecuali yang bersumber dari dua pedoman umat
Islam itu
Siapa yang tak kenal Mu
hammad Al Fatih, The Con
queror of Constantinople?
Ia menaklukkan ibukota
Romawi Timur itu dengan
sangat fenomenal. Para sejarawan
Tim ur dan Barat sampai tak henti
membicarakannya. Padahal usia
nya saat itu baru 21 tahun, tapi ke
inginannya yang kuat mengalahkan
seg ala ketidakmungkinan.
Muhammad al-Fatih adalah se
orang raja keturunan Ustmani yang
paling terkenal. Dia sultan ketujuh
dari sejarah Bani Ustmaniah. Nama
Al-Fatih adalah gelar yang diberikan
karena berhasil menaklukkan
Kerajaan Romawi Timur yang telah
berkuasa selama 11 abad silam.
Sultan Muhammad Al-Fatih me
merintah selama kurang lebih 30
tahun. Selain berhasil menaklukkan
Binz antium, dia juga berhasil me
naklukkan wilayah-wilayah lain di
Asia, menyatukan kembali kerajaan-
kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah
Eropa. Jasanya yang paling penting
adalah beliau berhasil mengadaptasi
FOTO: IDNTIMES
15Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH
IDOLA
manajemen Kerajaan Bizantium yang kua t, dan cerdas, namun dia tetap
telah berhasil ke dalam Kerajaan tawadhu. Keberhasilan tarbiyah Al-
Ustmani. Fatih bukti kurikulum yang didesain
berlandaskan Al-Qur’an, dan sunnah
Dipersiapkan Sejak Kecil solusi pendidikan. Tiada konsep pen
Muhammad Al-Fatih dilahirkan didikan terbaik kecuali yang ber
sumber dari dua pedoman umat Is
pada 27 Rajab 835 H atau 30 Maret lam itu.
1432 M di kota Erdine, ibu kota Daulah
Ustmaniyah. Putra dari Sultan Murad Peran Guru
II yang merupakan seorang raja ke-6 Awalnya Muhammad Al-Fatih
Daulah Ustmaniyah. Sultan Murad II
memb erikan perhatian besar kepada adalah anak yang manja, susah didi
pendidikan Muhammad anaknya. Dia dik, dan selalu berlindung di balik ke
melatih dan mendidiknya agar kelak besaran nama ayahnya. Para syeikh
menjadi pemimpin terbaik dan tang pun kesulitan mendidiknya. Hingga
guh. suatu hari datanglah Syeikh Aaq
Samsudin dan Muhammad Ismail
Perhatian ini terlihat saat Mu Al-Qurani. Di tangan keduanya, Mu
hammad Al-Fatih kecil. Dia berhasil hammad Al-Fatih belajar banyak hal,
men yelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 di antaranya menghafal Al-Quran dan
Juz, mempelajari hadits, memahami menguasai ilmu lainnya. Pada usia
ilm u fiqih, belajar matematika, ilmu fa 14 tahun Muhammad Al-fatih telah
lak dan strategi perang. Al-Fatih juga menjadi pemuda yang cerdas dan
telah mempelajari berbagai bahasa, taat kepada agama.
sep erti bahasa Arab, Latin dan Yunani.
Tak heran pada usia 21 tahun, dia sa Pendidikan para Syeikh Al-Fatih
ngat lancar menggunakan bahasa kep adanya diakuinya. Dia pun begitu
Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin dan berterima kasih. Tanpa didikan ter
Yunani. sebut, mustahil dia bisa tumbuh se
bagai pemimpin besar, dan penakluk
Walaupun usianya masih sangat Konstantinopel. Kekuatan tarbiyah itu
mud ah, sang ayah, Sultan Murad II, diungkapkannya dalam sebuah kali
memberikan amanah kepada Mu mat, “Penghormatanku kepada Syeikh
hammad Al-Fatih untuk memimpin mulia ini tanpa aku sadari. Aku bisa
sua tu daerah dengan bimbingan para menjadi emosional dihadapannya.
ulam a. Hal ini dilakukan oleh sang Aku bergetar dihadapannya. Adapun
ayah, agar putranya itu mengerti dan para syeikh yang lain, ketika mereka
menyadari bahwa dirinya akan me datang menghadapku. Justru mereka
miliki tanggung jawab besar di ke yang bergetar dihadapanku.”
mudian hari.
Al-Fatih diangkat menjadi
Al-Fatih juga didik para ulama Khalifah Ustmaniyah pada tanggal 5
yang ditunjuk langsung oleh ayahnya. Muharram 855 H atau pada tanggal
Hal itu bertujuan agar pemikiran 7 Februaru 1451 M dengan program
anakn ya tidak menyimpang. Meski terbesar menaklukkan Konstatinopel.
terk enal sebagai sosok pemberani,
16 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021
Menaklukkan Konstantinopel sebut. Dia pun dapat ide brilian. Cara
Al-Fatih menyiapkan 4 juta prajurit nya dengan menggandeng 70 kapal
melintasi Galata ke muara. Usaha itu
untuk mengepung Konstantinopel harus dilakukan dalam tempo ku
dari darat. Saat pasukan mengepung rang dari satu malam. Pagi harinya,
benteng Bizantium, banyak pasukan Bizantium terkaget-kaget. Pasukan
Utsmani yang gugur karena per Al-Fatih ternyata menyeberangkan
tahanan benteng yang begitu kuat. kapal-kapal lewat jalur darat yang
Pengepungan berlangsung sekitar masih ditumbuhi pohon-pohon yang
50 hari. Begitu menguji kesabaran, sangat besar. Usaha yang dianggap
menguras tenaga, pikiran, dan mereka mustahil.
perbekalan mereka. Sebelumnya,
Bizantium telah memagari laut Peristiwa itu terjadi pada tanggal
dengan rantai yang membentang 20 Jumadil Awal 857 H atau tepatnya
di Semananjung Tanduk Emas. Tak pada 29 Mei 1453 M. Sultan Mu
mungkin dapat mencapai benteng hammad Al-Fatih dengan tentara
Bizantium kecuali dengan melewati nya berhasil memasuki kota Kons
rantai tersebut. tantinopel. Sejak saat itu, dia dikenal
dengan gelar Sultan Muhammad Al
Al-Fatih berpikir keras. Harus ada Fatih, sang Penakluk Konstantinopel.
cara lain agar bisa melewati pagar ter *Guru SD AISBa.
FOTO: TRIBUN NEWS
17Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH
CERPEN
Terbit
Oleh: *Khansa Cetta Raissa Wistara | Siswi Kelas IX SMP AISBa
Cirebon, 25 April 2020.
Sudah tiga jam Eli duduk di bertahan. Namun, tak dimungkiri, di
bangku ruang tunggu. Tak sisi lain, kemungkinan terburuk bisa
bosan ia memandangi din saja terjadi terus menghantui pikiraan.
ding hijau khas Rumah Sakit Ia belum siap kehilangan seseorang
Putera Bahagia Cirebon. Eli yang amat berharga di hidupnya un
sedang menunggu ibunya. Dua bulan tuk yang kedua kalinya.
lalu, ibunya terpapar COVID-19, dan
kini terbaring di ruang ICU dalam kon Pintu ruangan ICU terbuka. Se
disi kritis karena pernafasannya ter orang dokter keluar sembari menu
ganggu. Sesak. runkan stetoskop ke lehernya. Gadis
itu beranjak dari tempat duduknya
Wajah Eli pengap tertutup masker dan menghampiri dokter dengan wa
yang belum dilepasnya sejak tadi, ta jah gelisah. Dokter menarik napas se
pi ia tak menghiraukannya. Ia juga tak jenak lalu membuka mulutnya.
menghiraukan perutnya yang ber
isik karena belum diisi sejak tadi pa “Tentang ibu kamu.”
gi. Juga dinginnya AC ruang tunggu Dokter belum melanjutkan kali
yang menusuk tubuhnya. Ia lebih me
nghiraukan pikirannya. Yang ada di
pikirannya hanya harapan ibunya bisa
FOTO: FREEPIK
18 AN-NAJAH | Rabiul Akhir 1440/Januari 2019
matnya, tapi gadis itu membeku. Ke tinggal sendiri di sebuah kontrakan
dua alisnya bertaut. Keringat dingin yang dibeli dengan uang tabungannya,
sebesar biji jagung jatuh dari pe ia tidak ingin merepotkan tantenya
lipisnya. Pikirannya penuh dengan ke lagi. Setelah ibu Eli meninggal,
mungkinan terburuk yang mungkin di Eli tinggal di rumah tantenya lalu
katakan dokter, “Kami telah berusaha mengalihfungsikan rumah lamanya
sem aksimal mungkin, tapi Ibu Lian menjadi kos. Dengan uang yang
men inggal dunia. Kami turut berduka dihasilkan dari membuka kos, Eli dan
atas meninggalnya ibu Lian. Eli yang sahabatnya memulai bisnis mereka
kuat ya” dari nol.
Yang ada dipikirkan Eli benar terja Eli ingat betul perjuangan memulai
di. Saat itulah Eli tahu, hidupnya tidak bisnis bersama sahabatnya. Mencari
akan sama lagi. Selamanya. formula yang pas contohnya, tak
terhitung sudah berapa kali ia
* mencoba formula demi formula
tapi belum berhasil juga. Mencoba
Dua tahun kemudian. membuat desain packaging sendiri.
“Jia, kayaknya kita open distributor Ditipu hingga rugi jutaan. Dan masih
banyak tantangan lainnya.
lagi deh, siapa tau ada yang mau join
dari wilayah kaltim, kasian ga sih yang
mau beli dari kaltim, ongkirnya mahal.”
“Iya haha, Anyway , r eseller resmi
kita nambah 3 di Bali sama 2 di
Jawa Tengah, kita belum masukin
ke list nih.”
“Makasih infonya ji, entar aku
masukin abis ini”
Eliana tengah menggeluti bisnis
masker organik bersama sahabat
SMA-nya, Kezia. Bisnis mereka
bermula ketika Eli memutuskan untuk
FOTO: FREEPIK
19Rabiul Akhir 1440/Januari 2019 | AN-NAJAH
CERPEN
“El? Jangan bengong El bentar Tahun 2020 menjadi titik balik
lagi kamu maju” di hidup Eliana. Di pandemi itu Eli
kehilangan kedua orang tuanya.
Lamunan Eli buyar. Duduk di Saat pandemi itu juga Eli bangkit
samping panggung menunggu wak dan perlahan berubah menjadi versi
tunya maju membuatnya melamun terbaik dari dirinya. Tidak ada lagi Eli
dan mem- flashback masa lalunya. yang hanya bisa bergantung pada
orang-orang di sekitarnya, yang ada
“Hah? Orang-orang udah pada hanya Eli yang sukses dan berdiri
sampe? Kok cepet sih Ji” sendiri. Roda kehidupan berputar
dan Eli tidak ingin terus berada di
“Iya, duh El udah lah ayo maju bawah.
cepetan, udah pada nunggu tuh,
jangan grogi ya, kan kemarin udah Eliana berhasil terbit dan
latihan, semangat El!” mengakhiri malamnya.
Eliana tersenyum dan maju *Cerpen berjudul “Terbit” ini meraih
kedepan banyak orang, memberi juara 1 pada lomba menulis cerpen
sambutan, dan menggunting pita “Hikmah di Balik Pandemi” yang
putih tanda resminya gedung diselenggarakan Komite SMP AISBa
perusahaan yang Eliana bangun
bersama sahabatnya. Rasa bahagia
Eli hari ini tidak bisa dideskripsikan
dengan kata-kata, ia sangat bangga
dengan dirinya sendiri karena
telah berhasil melewati semua
ini. Eli kehilangan ayahnya pada
bulan Januari, lalu ibunya 3 bulan
setelahnya dengan sebab yang
sama. Apa Eli terpuruk? tentu iya.
Kematian ayah dan ibu Eli
menempatkan Eli di titik terendah
dalam hidupnya. Tapi kemudian Eli
sadar ia tidak sendirian, ia punya
Allah. Perlahan Eli bangkit. Eli
tidak ingin mengecewakan orang
tuanya jika terus tenggelam di
keterpurukan.
20 AN-NAJAH | Rabiul Akhir 1440/Januari 2019 FOTO: FREEPIK