The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pembaca yang budiman. Majalah An-Najah adalah media edukasi dan informasi milik SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. InsyaAllah, media digital ini menyapa pembaca setiap sebulan sekali.

Majalah An-Najah menyediakan rubrik-rubrik yang berkaitan dengan pendidikan. Mulai kegiatan sekolah, program, kurikulum, informasi, hingga kajian seputar edukasi dalam perspektif Islam.

Insya Allah, media ini selain dapat memberikan informasi aktual seputar edukasi secara lebih mendalam, juga memberikan guidance bagi para orangtua dan lembaga pendidikan dalam mengedukasi siswa. Selamat membaca!

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Majalah An Najah, 2021-06-29 03:52:15

MAJALAH AN NAJAH MARET 2021

Pembaca yang budiman. Majalah An-Najah adalah media edukasi dan informasi milik SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. InsyaAllah, media digital ini menyapa pembaca setiap sebulan sekali.

Majalah An-Najah menyediakan rubrik-rubrik yang berkaitan dengan pendidikan. Mulai kegiatan sekolah, program, kurikulum, informasi, hingga kajian seputar edukasi dalam perspektif Islam.

Insya Allah, media ini selain dapat memberikan informasi aktual seputar edukasi secara lebih mendalam, juga memberikan guidance bagi para orangtua dan lembaga pendidikan dalam mengedukasi siswa. Selamat membaca!

DAFTAR ISI

2 3 4 6

DAFTAR SAPA TARBIYAH LAPORAN
ISI REDAKSI KHUSUS
Semakin
Memesona Suka Duka Belajar
dengan Adab
Online

4 6 10 15

10 12 15 18

POJOK SILATURAHIM IDOLA CERPEN
PROGRAM
Ingin Reuni Sang Penakluk Terbit
Gedung Baru di Surga
di Tahun Ajaran Konstantinopel
Baru

2 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

SAPA REDAKSI

Assalamu’alaikum warahmatullah wa­ melahirkan generasi suk­ses di dunia,
bar­a­katuh dan akhirat.

Pembaca yang dirahmati Allah. Selain media komunikasi, dan pub­
Gag­ asan itu terus berkelindan di pi­ likasi, majalah ini juga bertujuan se­
kiran: menerbitkan majalah sekolah. bagai sarana pembelajaran jurnalistik
Te­rus menerus. Kira-kira bisa atau ti­ sis­wa. Kedepannya, jajaran redaksi,
dak, yah? Akhirnya, awal Februari lalu, dan penulis bukan saja dari guru, te­
di sebuah ruang kelas yang dingin, tapi juga siswa. Pastinya dengan trai­
gag­asan itu disampaikan kepada ning dan pendampingan lebih dulu.
Ketua Ya­yasan Al-Imam Madinatul
Iman, Ba­pak H. Muhammad Utama Kami sadari pada edisi perdana
Jaya. Gay­ung bersambut. Yayasan ini masih banyak kekurangan di sana
sepakat menerbitkan majalah. sini. Karena itu, kami sangat berharap
duk­ ungan, masukan serta kritik kons­
Majalah ini tidak dicetak. Hanya truktif para pembaca sekalian agar
diter­bitkan dalam bentuk digital: med­ ia ini kedepan bisa hadir dengan
e-magazine. Ini untuk memudahkan isi dan tampilan yang lebih eye-cat­
untuk dibaca, dan di-share. Majalah ching.
ini di­beri nama An-Najah. Kata
ini diambil da­ri bahasa Arab. Selamat membaca...!
Artinya sukses, lu­lus, atau berhasil. Wassalamu’alaikum warahmatullah
Harapannya, kelak Al-Imam Islamic wa­ba­ra­katuh
School Balikpapan (AISBa) dapat
Pemimpin Redaksi

SUSUNAN REDAKSI

Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin
Redaksi: Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Indah Yulianti Sidang Redaksi:
Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly Ihsan, Hanifah

Rahmah, Dina. Desainer: Mustok Design Sekretariat Redaksi:
Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balik-
papan. Ruko Kompleks Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru.

WA:081280042589/0542-8515762WA. +62 822-3057-5647

Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 3

TARBIYAH

Semakin
Memesona
dengan Adab

Ilmu yang diberkahi akan mendatangkan kebermanfaatan. Sebaliknya,
ilmu yang tidak berbekah akan sulit mendapatkan kebaikan.

Sebut saja Joko. Di se­ mengundang decak kagum, Joko
kolah, Joko termasuk sis­wa memiliki adab yang buruk. Suka mem-
berprestasi. Setiap pem­ bully teman yang tak sepandainya,
bagian rapor, dia selalu jua­ “Ah! Begini saja nggak tahu. Payah!
ra satu. Angka 90 dan 100 Dia juga kerap berkata tak sopan, dan
selalu nangkring di semua mata pe­ kasar. Bukan saja kepada temannya,
lajaran. Tak ada yang mengalahkan. bahkan kepada guru.
Karena kecerdasannya, dia sampai
dijuluki oleh guru dan teman-teman­ Cerita Joko di atas hanya fiksi.
nya sebagai Habibi—sang pembuat Bukan asli. Tapi, harapannya dari ki­
pesawat terbang yang cerdas. sah itu, ada sekelumit hikmah yang
dip­ etik. Kisah itu mengajarkan kita
Sayang, di balik prestasi yang pen­tingnya ada. Seberapa pun

4 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

FOTO: FREEPIK

cerdas, dan hebat prestasi siswa, jika Ra’yi sebelum engkau mempelajari
tidak beradab, tak ada gunannya. ilmu­nya.”
Sia-sia be­laka. Apalah arti banyaknya
ilmu, gelar­nya yang berderet, tapi Pesan Ibunnya ini menunjukkan
jauh dari keberkahan, dan akrab bet­apa adab sangat penting.
dengan ke­burukan. Padahal, dengan Seandainya sang guru tadi tidak
ilmu seseorang harusnya semakin beradab dalam mengajar, tak perlu
mulia, dan beradab. berlama-lama me­ngambil ilmu
darinya. Segera tinggal­kan. Malik
Ilmu yang diberkahi akan men­ bin Anas ini kelak menjadi ulama
datangkan kebermanfaatan. Se­balik­­ terkenal. Umat Islam me­ngenalnya
nya, ilmu yang tidak berbekah akan sebagai Imam Malik, peletak dasar
sulit mendapatkan kebaikan. Tak he­ madzhab Maliki.
ran jika ada orang berilmu, titelnya
berd­eret-deret, dan berpangkat Nasihat yang sama disampaikan
tingg­ i, tapi berperilaku buruk. Ko­ Imam Asy-Syafi’i kepada Imam Abu
rupsi, menyuap, dan mencuri, dan Abidsh Shamad. Dia adalah gurunya
se­bagainya. Ssst! Jangan-jangan ada anak-anak Khalifah Harun Al-Rasyid.
yang salah saat menuntut ilmu. Kat­a Imam Asy-Syafi’i, sebelum men­
didik yang pertama harus dilakukan
Itu kenapa para ulama sangat me­ adal­ah memperbaiki diri sendiri. Se­
merhatikan adab. Bahkan Imam Malik bab, guru adalah role model siswa.
sampai berujar, “Pelajarilah adab se­ Apa yang murid pandang baik, adalah
belum mempelajari suatu ilmu.” Tak apa-apa yang dilakukan guru. Dan
hanya Imam Malik, Imam Ibnu Mu­ apa yang dipandang buruk siswa,
barok juga sangat memerhatikan adalah apa-apa yang ditinggalkan
adab da­lam menuntut ilmu. Bahkan guru.
Ibnu Mubarok mempelajari adab
selama 30 tahun. Sebaliknya, dia Dari penjelasan di atas, seharusnya
mempelajari ilmu selama 20 tahun. para orangtua, dan guru tidak ha­nya
Lebih singkat. sibuk mengurusi kecerdasan intelek­
tual kognitif siswa semata, tapi juga
Kisah Malik bin Anas ketika sibuk mendidik adab mereka. Apalah
hendak me­nimba ilmu kepada arti­nya siswa berprestasi dalam ber­
seorang ulama thabi’in yang dikenal bagai bidang akademik, tetapi adab­
luas ilmunya ju­ga patut diambil nya buruk.
pelajaran. Saking ge­nius, dan luasnya
ilmu ulama yang akan dijadikan guru Duhai, alangkah memesonanya
olehnya, sampai-sam­pai digelari sis­wa yang nilai prestasinya me­
“Rabi’atur Ra’yi”—logika mu­sim semi. ngundang decak kagum—seperti
Malik bin Anas sangat ber­semangat ce­rita fiktif Joko pada paragraf awal
untuk mengambil ilmu dari­nya. di atas—tetapi juga adabnya yang
mulia. Hebat intelektualnya, ber­
Saat hendak berangkat menuntut tabur prestasi, tapi juga adabnya me­
ilmu kepadanya, Ibunya berpesan, ngundang decak kagum orang di se­
“Wah­ai anakku, camkan pesan Ibu. kelilingnya. Semoga itu adalah anak
Pelajarilah olehmu adab Rabi’atur di­dik kita. Aaamiiin. *Syaiful Anshor

Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 5

LAPORAN
KHUSUS

FOTO: FREEPIK

Suka Duka
Belajar Online

Di masa pembelajaran online ini baik guru, dan siswa harus up-date
berbagai aplikasi, dan tekhnologi pembelajaran. Jika tidak, bisa-bisa

pembelajaran tidak berjalan dengan baik.

Jarum jam menunjukkan pukul Mereka berada di waiting room
07.15 Wita. Jadwal pem­ menunggu di-admit. Rupanya, sebelum
belajaran SHOD tinggal 5 menyalakan aplikasi itu, mereka sejak
men­ it. Ustaz Usman Ladullah ta­di telah join. Ketika sudah di-admit,
berada di depan laptop. satu persatu siswa mengucapkan sa­
Alum­ni Universitas Al-Azhar, Mesir ini lam, “Assalamu’alaikum, ustaz Usman.”
menghidupkan laptop. Mouse di ta­ Su­ara itu terdengar dari speaker lap­
ngan kanan digerakkan. Kursor kecil top. Jelas.
itu bergerak cepat menuju aplikasi zo­
om. Tombol Sign In ditekan. Aktif. Pagi itu, Ustaz Usman mengajar
SHOD. Kata ini bukan huruf hijaiyah.
Beberapa siswa telah bergabung. Me­lainkan akronim dari sholat dhuha

6 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

dan dzikir. Waktunya setiap pagi. Dari satu.
Se­nin sampai Kamis. Sedangkan hari “Alhamdulillah, kini banyak yang
Jumat pagi dipakai latihan ceramah
sisw­a. Jamnya dari pukul 07.20- bisa shalat. Ada tiga siswa yang berani
07.50. Ustaz Usman tidak mengajar jad­ i imam shalat. Mereka sudah tahu
send­ irian. Dia ditemani Ustaz Lukman ge­rakan, dan hafal bacaan shalat de­
Ha­kim. ngan baik,” jelasnya.

Keduanya mengajar di kelas 1 Perbedaan mengajar online dan
ikhwan. Jumlah siswanya 15 orang. offline juga dirasakan Ustaz Nur Hi­
Koord­ inator Diniyah, Ustazah Rifka dayat, guru science SMP AISBa. Me­
An­nisa menempatkan mereka di kelas nurut Ustad Dayat like or dislike, di
ini karena tergolong sulit. Apalagi, ke­ masa pembelajaran online ini ba­ik
las satu dengan pembelajaran online. guru, dan siswa harus up-date ber­
SHOD adalah kegiatan wajib bagi bagai aplikasi, dan tekhnologi pem­
se­tiap kelas, mulai kelas 1 sampai 6 belajaran. Jika tidak, bisa-bisa pem­
sebelum pembelajaran yang lain di­ belajaran tidak berjalan dengan baik.
mulai.
Ustaz Dayat pun mengaku meng­
“Untuk materi pembelajaran gunakan beragam aplikasi guna me­
SHOD masih seputar hafalan doa-doa nunjang pembelajaran. Seperti Google
shalat, dan zikir pagi,” kata Ustaz Luk­ Meet, Zoom Cloud Meeting, dan ber­
man Hakim yang juga wali kelas 5 Pa. bagai aplikasi yang terdapat dalam
Lear­ning Management System (LMS)
Menurut alumni UNIDA Gontor yang dibuat sekolah beberapa waktu
ini, mengajar online berbeda dengan lalu.
offline. Apalagi mengajar siswa kelas
satu yang belum pernah bertemu. Pa­ “Saya usahakan seluruh proses
ra siswa harus banyak beradaptasi. pem­belajaran dilakukan secara on­
Ter­masuk saat mengajari mereka ge­ line. Baik assigment, assessment, dan
rakan, doa-doa shalat, dan zikir. jug­ a controling siswa. Semuanya ter­
integrasi,” tutur alumni Universitas
“Susahnya mengontrol gerakan Muhammadiyah Purwerjo, Jateng
sha­lat siswa. Posisi sujud, rukuk, tahi­ saat acara Edutalk di IDC FM awal
yat, dan sebagainya. Kita tidak bisa Februari lalu.
melihat secara langsung satu persatu,”
ujarn­ ya. Pembelajaran berbasis tekhno­
logi sangat membantu. Meski pem­
Meski begitu, keduanya tidak me­ belajaran online, siswa tetap dapat
nyerah. Mereka menjelaskan dengan memah­ami pelajaran, dan mencapai
det­ail, dan gamblang posisi, serta ge­ kompetensi. Meski dengan kadar yang
rakan shalat. Bahkan kadang harus berbeda-beda. Tergantung ke­mam­
memp­ raktikkan berkali-kali di depan puan siswa.
layar laptop. Bacaan shalat juga demi­
kian. Harus dihafal satu persatu. Dari “Setidaknya target kompetensi da­
takbir hingga salam. Diulang terus me­ sar (KD) esensial yang ditetapkan di
nerus. Siswa digilir membaca satu per­ masa pandemi ini bisa tercapai,” pung­
kasnya.

Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 7

LAPORAN
KHUSUS

Optimisme
di Kala Pandemi

Ustaz Rahmat Romadhan se­perti Learning Management System
ter­lihat sibuk. Hampir (LMS), Zoom, Google Meet, dan se­
set­­iap hari, Wakil Ke­ bagai­nya. Mau tidak mau banyak hal
pala Sekolah Bidang Ku­ yang harus disesuaikan. Seperti kuri­
ri­kulum SD AISBa ini kulum, standar kompetensi, dan wak­
berangkat ke sekolah. Padahal, gu­ru- tu belajar.
guru yang lain pergi ke sekolah se­suai
jadwal piket. Sekali sepekan. Selebih­ “Ada banyak perubahan. Salah sa­
nya mengajar secara online di rumah. tunya di materi pembelajaran. Dari
Datangnya Ustaz Rahmat ke se­ 100 persen sekarang setidaknya ber­
kolah setiap hari ini bukan tanpa ala­ kurang menjadi sekitar 82 persen,” te­
san. Dia, dan Kepala SD AISBa, Ustaz rangnya.
Ran­di Patajangan punya tugas berat:
me­nyediakan pelayanan pendidikan Tak hanya dalam presentase ma­
di masa pandemi yang berkualitas. teri, jam mengajar juga mengalami
Ked­ uan­ ya intens berdiskusi. pe­rubahan. Hanya saja tidak banyak.
Pembelajaran online memang Han­ya dua jam pelajaran saja. Satu
me­ngubah banyak hal. Sebab, pem­ jam­nya sebanyak 30 menit. Dari
belajaran online dan offline sengat ber­ awaln­ ya 10 jam pelajaran saat offline,
beda. Tidak pernah bertemu. Hanya ki­ni berubah menjadi 8 jam pelajaran
via berbagai aplikasi pembelajaran, set­iap hari. Itu sudah termasuk jam
SHOD, dan kelas akselerasi usai zu­
hur.

8 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

Perubahan juga terjadi pada kom­ ber­beda.
petensi dasar. Khusus pada masa “Alhamdulillah, capaian anak-anak
pan­demi, ada KD Esensial yang dike­
luarkan pemerintah untuk mata pe­la­ kam­ i masih baik, dan tidak berkurang,”
jara tertentu, seperti tematik, mate­ ujar­nya ketika dihubungi melalui pe­
matika, dan IPA. Sedangkan untuk san WhatsApp.
pelajaran lainnya: bahasa Inggris, ba­
hasa Arab, tahfidz, dan tilawati tidak Capaian itu menurutnya tidak
ber­ubah. ter­lepas dari sinergi antara sekolah,
orangt­ua siswa, dan siswa sendiri.
Menurutnya, dari sejumlah per­ Bunda Lidia—sapaan akrabnya—me­
ubahan, dan penyempurnaan, capai­ ngontrol sekolah anak-anak di rumah
an kompetensi anak tidak banyak mul­ai dari bangun tidur hingga tidur
men­ galami perubahan. Dia juga ber­ kemb­ ali.
harap sinergitas orangtua selama ma­
sa pandemi ini. Sebab, proses pem­be­ “Selepas sholat shubuh, anak-anak
lajaran ini tidak akan berhasil tanpa sud­ ah mulai sarapan dan bergantian
bant­uan, dan kerjasama orangtua. man­di,” terangnya.

“InsyaAllah, sekolah sangat optimis Istri dari Aswar Yusdar ini juga
untuk memberikan pendidikan terbaik memb­ uat kesepakatan dengan anak-
den­ gan hasil terbaik untuk siswa-sis­ anak. Khususnya untuk bidang tah­
wi,” pungkasnya. fidz. Jika hafalan mencapai target
yang disepekati, akan diberi hadiah
Online learning awalnya juga tidak khusus. Sementara, untuk mengontrol
dimungkiri membuat orangtua siswa per­kembangan akademik, dia meng­
khaw­ atir. Takut pembelajaran tidak gunakan Weekly Report—rapor pe­
ber­jalan normal seperti biasanya. Be­ kanan—yang dibagi setiap hari Senin
gitu juga yang dirasakan Bunda Lidia oleh wali kelas. Dari situ, nilai setiap
Pus­pasari. Orangtua dari tiga siswa pe­lajaran anaknya bisa dilihat.
SD-SMP AISBa—Nauval, Khalila, dan
Naz­ran—ini takut anak-anak tidak bisa “Jika ada nilai anak saya yang ren­
men­dapatkan hasil maksimal. Namun, dah atau kurang, segera bisa dike­tahui
set­elah dijalani, hasilnya tidak jauh dan dii­ ngatkan. InsyaA­ llah, mereka
akan sa­dar dan mem­perbaikinya,”
jelasnya.*

Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH 9

POJOK
PROGRAM

Gedung Baru FOTO: FREEPIK
di Tahun
Ajaran Baru

Gedung megah dan besar dung SD-SMP AISBa. Hanya saja, ge­
ber­lantai empat itu ter­ dung sekolah yang berbasis tahfidz ini
lihat tinggi menjulang. mas­ih dalam proses pembangunan.
Pu­cuk gedungnya ter­ Ter­lihat para tukang yang masih sibuk
lihat dari kejauhan. Di men­ ger­jakannya di beberapa bagian.
sek­ itar­nya pepohonan tinggi, dan se­
mak belukar. Hening. Jauh dari lalu Pembangunan gedung ini se­
lal­ang kendaraan, dan aktivitas warga jatinya sudah dimulai 2019 tahun lalu.
sek­ itar. Sangat cocok untuk tempat Nam­ un, membangun gedung sekolah
be­lajar siswa. mem­ ang tidak mudah. Ada banyak
hal yang perlu dikerjakan. Termasuk
Gedung itu milik Yayasan Al-Imam men­ unggu tiang pancang baja dari
Madinatul Iman, yayasan yang me­ Surabaya, Jawa Timur. Begitu ju­ga
naun­ gi SD-SMP Al-Imam Islamic memasang, dan menyiapkan kebu­
Schoo­ l Balikpapan. Rencananya ge­ tuhan yang lain.
dung ini akan digunakan sebagai ge­
Sekarang perkembangan gedung

10 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

ini sudah cukup signifikan. Sudah pem­bangunan.
ber­diri tegak, dan megah. Saat berita Seperti diketahui beberapa waktu
ini ditulis medio Februari 2021, pe­
ngecoran lantai satu, dua, dan tiga lalu, SD-SMP AISBa melakukan peng­
sud­ ah dilakukan. Berikut pengecoran galangan dana yang dibagikan ke­
anak tangga untuk naik ke setiap lan­ pada orangtua siswa melalui group
tainya. Sudah selesai. Sisa lantai em­ WhatsApp orangtua siswa, dan se­
pat yang tinggal dicor. jumlah media sosial yang dimiliki,
sep­ erti facebook, dan juga web
Tak hanya pengecoran lantai, asiba.sch.id. Dari situ, alhamdulillah
konst­ruksi plafon, dan listrik juga ikut ter­kumpul dana cukup signifikan.
di­lakukan. Meski belum semuanya. Dana ters­ebut digunakan untuk
Beg­ itu juga dengan sebagian dinding pengecoran lan­tai sekolah.
sek­ olah. Sudah beberapa bagian din­
ding sekolah yang dipasang batu bata. “Jazakumullah, kami ucapkan ke­
pada para orangtua dan para der­
“Kita berharap, semoga pem­ mawan yang telah membantu pem­
bangunan gedung SD-SMP AISBa bangunan gedung sekolah. Semoga
ini bisa selesai sebelum tahun ajaran menj­adi pahala yang terus mengalir
bar­u sehingga sudah bisa ditempati. tia­ da henti,” tutupnya.
Mo­hon doa dan dukungan,” tutur
Bapak. H. Muhammad Utama Jaya, SD-SMP AlSBa juga masih mem­
Ketua Ya­yasan Al-Imam Madinatul buka peluang amal shalih bagi yang
Iman. ingin memberikan donasi terbaik.
Da­na tersebut untuk menyelesaikan
Yayasan ini menaungi sekolah pem­bangunan gedung yang masih
yang didirikan enam tahun silam di memb­ utuhkan cukup banyak dana.
Kompleks Masjid Namirah, Balik­ Da­na bisa disalurkan melalui nomor
papan Baru. Bapak Utama—biasa re­kening BNI Syariah 686 999 0007
disapa—mengucapkan banyak te­ atas nama Yayasan Al Imam Madinatul
rima kasih kepada para orangtua sis­ Iman. Mari jejakkan amal jariah di
wa, dan dermawan yang ikut men­ sekolah. InsyaAllah, pahalanya me­
doakan, serta berkontribusi pada ngalir tiada henti.*

11Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH

SILATURAHIM

Ingin Reuni
di Surga

Keluarga baginya segalanya.
Harta yang paling indah. Dia tidak
ingin kebersamaan yang penuh
kebahagiaan itu hanya terajut
sebentar di dunia. Tapi berlangsung
hingga di akhirat kelak: bersama-
sama di surga. Kekal. Selamanya.

Nauval tampak duduk di mur­ajaah, ada juga yang menghafal
sof­a empuk berwarna ayat ba­ru. Lidya Puspa Sari telah
hi­ta­ m di ruang tamu. membuat pe­raturan. Waktu antara
Ta­ngan kanannya me­ zuhur hingga ashar seluruh anak
me­gang mushaf Al- menghafal Al-Qur’an. Tidak ada yang
Qur’an. Lisannya tak henti bergerak bermain atau pun tidur.
meng­hafal ayat demi ayat. Tak hanya
sis­wa yang bernama lengkap Nauval “Itu sudah menjadi peraturan,
Az­zura Rahimy ini yang sedang dan kesepakatan bersama,” tutur istri
serius meng­hafal Al-Qur’an. Di dar­i Aswar Yusdar ini melalui pesan
selasar ruang yang lain juga terlihat Whats­App medio Februari lalu.
pemandangan se­rupa.
Khalila, Nazran, dan Kayyisah ju­ga Bunda Lidya begitu memerhatikan
ikut serius menghafal Al-Qur’an. Me­ haf­alan putra-putrinya. Baginya, Al-
reka mencari posisi favorit. Ada yang Qur’an lebih penting dari yang la­in.
du­duk lesehan di atas karpet tebal Sebelum menguasai pelajaran ya­ng
dan halus. Ada yang duduk di kursi, lain, bacaan dan hafalan Al-Qur’an
dan juga duduk di sofa. Suara tilawah putra-putrinya harus bagus le­bih
Al-Qur’an mengisi sudut-sudut ru­ dulu. Dia juga tak segan-segan mem­
mah yang terletak di Perumahan Se­ berikan hadiah bagi anak yang men­
pinggan Pratama, Balikpapan. capai target hafalan.
Pemandangan seperti ini terlihat
set­iap selesai shalat zuhur. Tanpa di­ “Saya sediakan hadiah khusus ba­
komando, mereka langsung mencari
tem­pat masing-masing. Ada yang

12 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

gi anak yang bisa mencapai target kep­ ada anak-anaknya bahwa dengan
ha­falan. Alhamdulillah, anak-anak men­jadi hafidz dan hafidzah, kelak
jadi le­bih bersemangat,” jelasnya. di akhirat mereka akan memakaikan
mahk­ota bertabur cahaya indah di
Menurut alumni UAD Yogyakarta atas kepala orangtua di surga.
ini, Al-Qur’an konsep tarbiyah
terbaik. Se­sibuk apapun, Al-Qur’an Bunda Lidya punya cara unik
tetap no­mor satu. Meski harus ber­ untuk me­nasihati anak yang sedang
bagi tugas de­ngan suami. Suaminya malas. Se­per­ti saat ada anaknya
yang Bekerja di tambang batu gam­ yang tidak mau shalat atau malas
ping milik Conch acapkali tidak ada menghafal Al-Qur’an, dia akan
di rumah. Sebagai gantinya, dia yang berseloroh, “Ya su­dah, kalau Nazran
ber­tugas mendidik anak. Jika de­ nggak mau shalat. Ibu nggak mau
mikian, dia tidak saja menjadi Ibu, ta­ ngajak ke surga, deh. Ibu tinggal, yah.
pi juga guru. Bye!”

Keluarga baginya segalanya. Makjleb. Nasihat itu manjur.
Har­t­a yang paling indah. Dia tidak “Kalau misal Nazran sedang malas
ingin kebersamaan yang penuh ke­ lal­u saya bilang seperti itu, dia akan

bahagiaan itu hanya terajut sebentar bang­kit dan shalat. Manjur juga. He­
di dunia. Tapi berlangsung hingga di he,” tuturnya.
akhi­rat kelak: bersama-sama di surga.
Ke­kal. Selamanya. Dia pernah merasa terharu, dan
bang­ga kepada putra-putrinya. Apa
“Cita-cita saya dan suami kelak di yan­g dilakukan selama ini pelan-
akhirat bisa reuni di surga bersama pelan mu­lai terasa. Mereka mulai
kel­uarga lagi,” harapnya. tumbuh, dan akrab dengan Al-Qur’an.
Cerita itu terjadi saat acara Students
Cita-cita itu disampaikan kepada Day se­tahun lalu di gedung Kesenian
put­ra-putrinya. Sejak dini, mereka Balik­papan. Di gedung megah itu, ke­
sud­ ah tahu tujuan tarbiyah orangtua. tiga nama anaknya dipanggil maju ke
Se­mua yang dilakukan untuk meraih depan panggung: Shiva Fadillah Ra­
ci­ta-cita itu. Termasuk menghafal Al- madhani, Nauval Azzura Rahimy, dan
Qur’an. Dia pun selalu menanamkan

13Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH

SILATURAHIM

Kha­lila Nur Elfariza. lah, dan bosan dalam mendidik anak.
Namun, dia mengaku pun punya ca­ra
Mereka dipanggil untuk mengikuti tersendiri untuk mengobatinya. Apa
solusinya? Baca buku. Buku favo­
keg­iatan Musabaqah Hifzil Qur’an, ritnya, “Ibunda Para Ulama” yang
ditulis oleh Sufyan bin Fuad Bas­
dan Wisuda Al-Qur’an. Dua acara ini
wedan, MA.
ter­masuk spesial. Sebab, tidak semua “Kalau lagi futur
atau lagi nggak
sisw­ a bisa mengikutinya. Hanya sis­ b e r­s e m a n g a t ,

wa-siswi yang memiliki cukup biasanya saya membaca
bu­ku itu. Very motivated!” terangnya.
hafalan dan mutqin.
Motivasi yang menarik itu terdapat
Di acara itu, hafalan da­lam kaver depannya. Bunyinya,
“Ja­ngan hanya bercerita tentang ke­
mereka akan dites. cerdasan Imam Syafi’i, kealiman Suf­
yan Ats-Tsauri, kezuhudan Hasan Al-
Tamu undangan Bashri, dan kesabaran Anas bin Ma­
lik. Tapi bacalah bagaimana ibunda
meminta me­reka me­reka!”

untuk membacakan ayat se­ Nah, siapa tahu para pembaca
ingin mengikuti jejaknya. Silakan di­
cara acak. Puncaknya, ketika coba! *Syaiful Anshor.

putri per­tamanya, Shiva Fadillah

Ramadhani di­panggil

untuk maju

kedepan sebagai

w i­s u d a w a n

terbaik.

“MasyaAllah,

ini momen terindah

bagi saya,” ujarnya

mengenang.

Shiva lulus SMP AISBa

2020 lalu. Se­karang melanjutkan ke

pesantren Firqon An-Najiyah, Malang,

Jawa Ti­mur. Hafalannya sudah 14

juz. Dia ber­harap, putri sulungnya itu

dapat me­nyelesaikan hafalannya 30

juz se­lama mondok.

Tak mudah mendidik anak. Apalagi

de­ngan enam anak yang masih kecil:

Shiv­ a Fadillah Ramadhani, Nauval Az­

zura Rahimy, Khalila Nur Elfariza, M.

Naz­ran El-Shaarawy, Siti Kayyisah Al­

fathih, dan terakhir Siti Khalisah Hu­

maira. Ketiga anaknya—Nauval, Kha­

lila, dan Nazran—bersekolah di SD-

SMP AISBa.

Sama seperti orangtua lainnya,

Bund­ a Lidya juga pernah merasakan le­

14 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

IDOLA

Sang Penakluk
Konstantinopel

OLEH: INDAH YULIANTI, S.PD

Keberhasilan tarbiyah Al-Fatih bukti kurikulum yang didesain
berlandaskan Al-Qur’an, dan sunnah solusi pendidikan. Tiada konsep
pendidikan terbaik kecuali yang bersumber dari dua pedoman umat
Islam itu

Siapa yang tak kenal Mu­
hammad Al Fatih, The Con­
queror of Constantinople?
Ia me­naklukkan ibukota
Ro­ma­wi Timur itu dengan
sa­ngat fenomenal. Para sejarawan
Ti­m­ ur dan Barat sampai tak henti
membicarakannya. Padahal usia­
nya saat itu baru 21 tahun, tapi ke­
inginannya yang kuat mengalahkan
seg­ ala ketidakmungkinan.

Muhammad al-Fatih adalah se­
orang raja keturunan Ustmani yang
pa­ling terkenal. Dia sultan ketujuh
dari sejarah Bani Ustmaniah. Nama
Al-Fatih adalah gelar yang diberikan
ka­rena berhasil menaklukkan
Kerajaan Ro­mawi Timur yang telah
berkuasa selama 11 abad silam.

Sultan Muhammad Al-Fatih me­
merintah selama kurang lebih 30
ta­hun. Selain berhasil menaklukkan
Binz­ antium, dia juga berhasil me­
naklukkan wilayah-wilayah lain di
Asia, menyatukan kembali kerajaan-
ke­rajaan Anatolia dan wilayah-wilayah
Ero­pa. Jasanya yang paling penting
ada­lah beliau berhasil mengadaptasi

FOTO: IDNTIMES

15Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH

IDOLA

manajemen Kerajaan Bizantium yang ku­a­ t, dan cerdas, namun dia tetap
telah berhasil ke dalam Kerajaan ta­wa­dhu. Keberhasilan tarbiyah Al-
Ustmani. Fat­­ih bukti kurikulum yang didesain
ber­l­andaskan Al-Qur’an, dan sunnah
Dipersiapkan Sejak Kecil sol­usi pendidikan. Tiada konsep pen­
Muhammad Al-Fatih dilahirkan didikan terbaik kecuali yang ber­
sumber dari dua pedoman umat Is­
pa­da 27 Rajab 835 H atau 30 Maret lam itu.
1432 M di kota Erdine, ibu kota Daulah
Ustma­niyah. Putra dari Sultan Murad Peran Guru
II yang merupakan seorang raja ke-6 Awalnya Muhammad Al-Fatih
Daul­ah Ustmaniyah. Sultan Murad II
memb­ erikan perhatian besar kepada ada­l­ah anak yang manja, susah di­di­
pen­didikan Muhammad anaknya. Dia dik, dan selalu berlindung di balik ke­
melatih dan mendidiknya agar ke­lak be­saran nama ayahnya. Para syeikh
menjadi pemimpin terbaik dan tang­ pun kesulitan mendidiknya. Hingga
guh. suat­u hari datanglah Syeikh Aaq
Sams­udin dan Muhammad Ismail
Perhatian ini terlihat saat Mu­ Al-Qurani. Di tangan keduanya, Mu­
hammad Al-Fatih kecil. Dia berhasil hammad Al-Fatih belajar banyak hal,
men­ yelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 di antaranya menghafal Al-Quran dan
Juz, mempelajari hadits, memahami men­guasai ilmu lainnya. Pada usia
ilm­ u fiqih, belajar matematika, ilmu fa­ 14 tahun Muhammad Al-fatih telah
lak dan strategi perang. Al-Fatih juga menj­adi pemuda yang cerdas dan
te­lah mempelajari berbagai bahasa, taat ke­pada agama.
sep­ erti bahasa Arab, Latin dan Yunani.
Tak heran pada usia 21 tahun, dia sa­ Pendidikan para Syeikh Al-Fatih
ngat lancar menggunakan bahasa kep­ adanya diakuinya. Dia pun begitu
Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin dan ber­terima kasih. Tanpa didikan ter­
Yu­nani. sebut, mustahil dia bisa tumbuh se­
bagai pemimpin besar, dan penakluk
Walaupun usianya masih sangat Konst­antinopel. Kekuatan tarbiyah itu
mud­ ah, sang ayah, Sultan Murad II, diungkapkannya dalam sebuah kali­
memberikan amanah kepada Mu­ mat, “Penghormatanku kepada Syeikh
hammad Al-Fatih untuk memimpin mul­ia ini tanpa aku sadari. Aku bisa
sua­ tu daerah dengan bimbingan para menj­adi emosional dihadapannya.
ulam­ a. Hal ini dilakukan oleh sang Aku bergetar dihadapannya. Adapun
ayah, agar putranya itu mengerti dan pa­ra syeikh yang lain, ketika mereka
menyadari bahwa dirinya akan me­ dat­ang menghadapku. Justru mereka
miliki tanggung jawab besar di ke­ yang bergetar dihadapanku.”
mudian hari.
Al-Fatih diangkat menjadi
Al-Fatih juga didik para ulama Khalifah Ust­maniyah pada tanggal 5
yang ditunjuk langsung oleh ayahnya. Muharram 855 H atau pada tanggal
Hal itu bertujuan agar pemikiran 7 Februaru 1451 M dengan program
anakn­ ya tidak menyimpang. Meski terbesar me­naklukkan Konstatinopel.
ter­k­ enal sebagai sosok pemberani,

16 AN-NAJAH | Rajab 1441/Maret 2021

Menaklukkan Konstantinopel sebut. Dia pun dapat ide brilian. Cara­
Al-Fatih menyiapkan 4 juta prajurit nya dengan menggandeng 70 kapal
me­lintasi Galata ke muara. Usaha itu
unt­uk mengepung Konstantinopel harus dilakukan dalam tempo ku­
da­r­i darat. Saat pasukan mengepung rang dari satu malam. Pagi harinya,
bent­eng Bizantium, banyak pasukan Bizantium terkaget-kaget. Pasukan
Uts­mani yang gugur karena per­ Al-Fatih ternyata menyeberangkan
tahanan benteng yang begitu kuat. kapal-kapal lewat jalur darat yang
Pe­ngepungan berlangsung sekitar masih ditumbuhi pohon-pohon yang
50 hari. Begitu menguji kesabaran, sangat besar. Usaha yang dianggap
me­nguras tenaga, pikiran, dan mereka mustahil.
perbekalan me­reka. Sebelumnya,
Bizantium telah me­magari laut Peristiwa itu terjadi pada tanggal
dengan rantai yang mem­bentang 20 Jumadil Awal 857 H atau tepatnya
di Semananjung Tanduk Emas. Tak pada 29 Mei 1453 M. Sul­tan Mu­
mungkin dapat mencapai ben­teng hammad Al-Fatih dengan tent­ara­
Bizantium kecuali dengan me­lewati nya berhasil memasuki kota Kons­
rantai tersebut. tantinopel. Sejak saat itu, dia dikenal
dengan gelar Sultan Muhammad Al
Al-Fatih berpikir keras. Harus ada Fatih, sang Penakluk Konstantinopel.
ca­ra lain agar bisa melewati pagar ter­ *Guru SD AISBa.

FOTO: TRIBUN NEWS

17Rajab 1441/Maret 2021 | AN-NAJAH

CERPEN

Terbit

Oleh: *Khansa Cetta Raissa Wistara | Siswi Kelas IX SMP AISBa

Cirebon, 25 April 2020.

Sudah tiga jam Eli duduk di ber­tahan. Namun, tak dimungkiri, di
bangku ruang tunggu. Tak si­si lain, kemungkinan terburuk bisa
bosan ia memandangi din­ sa­ja terjadi terus menghantui pikiraan.
ding hijau khas Rumah Sakit Ia belum siap kehilangan seseorang
Putera Bahagia Cirebon. Eli yang amat berharga di hidupnya un­
se­dang menunggu ibunya. Dua bulan tuk yang kedua kalinya.
lalu, ibunya terpapar COVID-19, dan
ki­ni terbaring di ruang ICU dalam kon­ Pintu ruangan ICU terbuka. Se­
disi kritis karena pernafasannya ter­ orang dokter keluar sembari me­nu­
ganggu. Sesak. runkan stetoskop ke lehernya. Gadis
itu beranjak dari tempat duduknya
Wajah Eli pengap tertutup masker dan menghampiri dokter dengan wa­
yang belum dilepasnya sejak tadi, ta­ jah gelisah. Dokter menarik napas se­
pi ia tak menghiraukannya. Ia juga tak jenak lalu membuka mulutnya.
menghiraukan perutnya yang ber­
isik karena belum diisi sejak tadi pa­ “Tentang ibu kamu.”
gi. Juga dinginnya AC ruang tunggu Dokter belum melanjutkan kali­
yang menusuk tubuhnya. Ia lebih me­
nghiraukan pikirannya. Yang ada di­
pikirannya hanya harapan ibunya bisa

FOTO: FREEPIK

18 AN-NAJAH | Rabiul Akhir 1440/Januari 2019

mat­nya, tapi gadis itu membeku. Ke­ tinggal sendiri di sebuah kontrakan
dua alisnya bertaut. Keringat di­ngin yang dibeli dengan uang tabungannya,
sebesar biji jagung jatuh dari pe­ ia tidak ingin merepotkan tantenya
lipisnya. Pikirannya penuh dengan ke­ lagi. Setelah ibu Eli meninggal,
mungkinan terburuk yang mungkin di­ Eli tinggal di rumah tantenya lalu
katakan dokter, “Kami telah berusaha mengalihfungsikan rumah lamanya
se­m­ aksimal mungkin, tapi Ibu Lian menjadi kos. Dengan uang yang
me­n­ inggal dunia. Kami turut berduka dihasilkan dari membuka kos, Eli dan
atas meninggalnya ibu Lian. Eli yang sahabatnya memulai bisnis mereka
ku­at ya” dari nol.

Yang ada dipikirkan Eli benar ter­j­a­ Eli ingat betul perjuangan memulai
di. Saat itulah Eli tahu, hidupnya ti­dak bisnis bersama sahabatnya. Mencari
akan sama lagi. Selamanya. formula yang pas contohnya, tak
terhitung sudah berapa kali ia
* mencoba formula demi formula
tapi belum berhasil juga. Mencoba
Dua tahun kemudian. membuat desain packaging  sendiri.
“Jia, kayaknya kita open distributor Ditipu hingga rugi jutaan. Dan masih
banyak tantangan lainnya.
lagi deh, siapa tau ada yang mau join
dari wilayah kaltim, kasian ga sih yang
mau beli dari kaltim, ongkirnya mahal.”

“Iya haha, Anyway ,  r eseller resmi
kita nambah 3 di Bali sama 2 di
Jawa Tengah, kita belum masukin
ke list nih.”

“Makasih infonya ji, entar aku
masukin abis ini”

Eliana tengah menggeluti bisnis
masker organik bersama sahabat
SMA-nya, Kezia. Bisnis mereka
bermula ketika Eli memutuskan untuk

FOTO: FREEPIK

19Rabiul Akhir 1440/Januari 2019 | AN-NAJAH

CERPEN

“El? Jangan bengong El bentar Tahun 2020 menjadi titik balik
lagi kamu maju” di hidup Eliana. Di pandemi itu Eli
kehilangan kedua orang tuanya.
Lamunan Eli buyar. Duduk di Saat pandemi itu juga Eli bangkit
samping panggung menunggu wak­ dan perlahan berubah menjadi versi
tunya maju membuatnya melamun terbaik dari dirinya. Tidak ada lagi Eli
dan mem- flashback masa lalunya. yang hanya bisa bergantung pada
orang-orang di sekitarnya, yang ada
“Hah? Orang-orang udah pada hanya Eli yang sukses dan berdiri
sampe? Kok cepet sih Ji” sendiri. Roda kehidupan berputar
dan Eli tidak ingin terus berada di
“Iya, duh El udah lah ayo maju bawah.
cepetan, udah pada nunggu tuh,
jangan grogi ya, kan kemarin udah Eliana berhasil terbit dan
latihan, semangat El!” mengakhiri malamnya.

Eliana tersenyum dan maju *Cerpen berjudul “Terbit” ini meraih
kedepan banyak orang, memberi juara 1 pada lomba menulis cerpen
sambutan, dan menggunting pita “Hikmah di Balik Pandemi” yang
putih tanda resminya gedung diselenggarakan Komite SMP AISBa
perusahaan yang Eliana bangun
bersama sahabatnya. Rasa bahagia
Eli hari ini tidak bisa dideskripsikan
dengan kata-kata, ia sangat bangga
dengan dirinya sendiri karena
telah berhasil melewati semua
ini. Eli kehilangan ayahnya pada
bulan Januari, lalu ibunya 3 bulan
setelahnya dengan sebab yang
sama. Apa Eli terpuruk? tentu iya.

Kematian ayah dan ibu Eli
menempatkan Eli di titik terendah
dalam hidupnya. Tapi kemudian Eli
sadar ia tidak sendirian, ia punya
Allah. Perlahan Eli bangkit. Eli
tidak ingin mengecewakan orang
tuanya jika terus tenggelam di
keterpurukan.

20 AN-NAJAH | Rabiul Akhir 1440/Januari 2019 FOTO: FREEPIK


Click to View FlipBook Version