DAFTAR ISI
4 7 17 21
TARBIYAH profil SILATURRAHIM PUISI
Menjadi Keluarga Peng- Resign Kerja Demi Laut
Buah Hati
Orangtua Idola hafal Qur’an
4 17 24 39
24 27 39 37
STUDENT kabar BK’s Corner Cerpen
JURNALISM komite
Cara Efektif Kenapa
Liburan Berkesan Ayah, Mari Didik Berkomunikasi Harus Aku?
di Rumah Akung Anak Kita! dengan Remaja
2 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
SAPA REDAKSI
Resolusi Tahun 2022
Assalamu’alaikum warahmatullah wabara dari tahun lalu. Lebih baik dari sisi apapun:
katuh ibadah, amal shalih, finansial, edukasi, dan
lainnya.
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu
wa Ta’ala. Karena itulah yang diajarkan agama kita.
Muslim yang baik adalah yang hari ini lebih
Tiada doa yang tulus dan terbaik saat me- baik dari kemarin dan besok lebih baik dari
dia ini menyapa kecuali semoga Allah Subha- hari ini. Bukan justru hari ini lebih buruk
nahu wa Ta’ala selalu melimpahkan kesehatan, dari sebelumnya.
kasih sayang, dan keberkahan kepada para
pembaca sekalian. Tentu itu juga yang diharapkan SD-SMP
AISBa. Tahun 2022 ini harus lebih baik dari
Waktu cepat berlalu. Tak terasa tahun tahun lalu. Baik gedung sekolah, prestasi ak-
2021 pergi. Kini, bersamaan media ini terbit, ademik, kualitas pendidikan, semangat guru
kita berada di tahun 2022. Seolah tak percaya. dan juga siswa. Terkait ini, kami bersyukur
Tapi itulah faktanya. Seperti baru saja kemarin kepada Allah karena tepat di awal tahun ini
berada di bulan Januari 2021. Kini, telah bera- SD-SMP AISBa menempati gedung baru.
da di bulan Januari di tahun berbeda.
Gedung yang lebih baik dari gedung
Itulah waktu. Cepat sekali berlalu. Namun sebelumnya: berlantai tiga, kelas luas, nya-
setiap detik, menit, dan jam yang berlalu tak man, dan lebih representatif. Harapannya,
akan pernah kembali lagi. Karena saking cepat gedung baru ini membuat proses pembe-
waktu berlalu sampai Allah bersumpah dalam lajaran lebih optimal. Guru dan siswa lebih
surah Al-‘Ashr: “Wal-‘ashri—Demi masa.” Ayat bersemangat. Dengan begitu, resolusi di ta-
ini bukti bahwa sangat berharga. hun baru ini bisa tercapai. Aaamiiiin.
Lalu... Wassalamu’alaikum warahmatullah waba
Apa resolusi Anda di tahun 2022 ini? Kami rakatuh
yakin para pembaca punya sederet resolusi
hidup di tahun baru ini. Hanya saja, yang pas- Pemimpin Redaksi
ti salah satu resolusi itu adalah jadi lebih baik
SUSUNAN REDAKSI
Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin Redaksi:
Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Nur Hidayat Sidang Redaksi: Muflihin, Rahmat,
Romadhan, Lilin Linda Saputri, Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly
Ihsan, Hanifah Rahmah, Dina, Nur Hidayat, Indah Yulianti. Desainer: Mustok Design
Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. Ruko Kompleks
Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru. 0542-8515762 WA: 0811533362
Pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan ke E-mail:
[email protected].
3Jumadil Awal1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
TARBIYAH
OMreannjagdtiua
Idola
Oleh: *Syaiful Anshor, Guru Ngaji SD AISBa
orangtua seharusnya menjadi idola yang mengasyikkan dan menyenangkan
bagi anak. Idola yang membuat anak merasa kagum, bangga, senang, dan
nyaman berada di sampingnya.
Secarik kertas terserak di atas lantai. Kertas
putih itu cukup lebar. Di atasnya terdapat
gambar. Penasaran, seo rang Ibu mengam
bilnya. Ternyata, di kertas itu digambar mons
ter. Mirip monster yang
layar televisi: bergigi besar, bertanduk, sering dilihat di
dan wajahnya
merah. Iiiih, seram!
Gambar jelek itu lalu dilihatnya.
Lekat-lekat. Sontak kaget bukan
kepalang. Bukan gambar itu yang
membuatnya kaget. Tapi, caption
gambar-nya: “It’s my mother.”
Kalimat pendek itu di
tulis anaknya yang masih
SD. Bentuk huruf dalam
kalimat itu tidak asing lagi.
Begitu dikenali. Besar dan kecil.
Tak rapi. Tulisan itu membuatnya
penasaran. Kenapa anaknya
justru menulis caption mons
ter di secarik kertas itu adalah
4 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
dia. Ibunya sendiri! yang membuat anak merasa
Dia lalu sedikit mengintogerasi kagum, bangga, senang,
dan nyaman berada di
anaknya. Lagi-lagi hasilnya membuat sampingnya. Idola yang
dia kaget bukan kepalang, “Ya, karena memberikan inspira
Mamah suka marah-marah. Galak. si dan ilmu. Nah, jika
Jadi mamah kaya monster.” orangtua seperti ini, Insya-Allah,
tidak ada anak yang mengang
Seketika, sang Ibu terdiam. Tak gapnya sebagai monster.
sepatah kata terucap. Bingung. Pu
sing. Ketahuilah, Ayah dan Bunda
adalah orang yang paling dekat
Selama ini, tak pernah terlintas dengan anak. Sejak lahir, kanak-kanak
anak yang begitu dicintai mengang hingga tumbuh dewasa, anak selalu
gapnya tak lebih seperti monster: bersama orangtua, lebih-lebih dengan
makhluk fiktif rekaan manusia yang Ibunya. Terbayang kan jika anak harus
mengerikan di layar telivisi yang se punya orangtua yang sifatnya mirip
ring dilihat anak. monster?
Tulisan itu membuatnya sadar. Pasti anak merasa sangat tidak
Selama ini, dia telah berbuat buruk nyaman. Kondisi itu juga bisa me
kepadanya: galak, suka marah-marah mengaruhi ikatan emosional (emo-
bahkan terkadang memukul dan men tional bonding) anak dan orangtua.
cubit. Bisa terjadi gap. Bahkan mengganggu
perkembangan psikologi dan keseha
Pembaca yang budiman. tan mental. Emosi anak jadi tidak sta
Cerita di atas bukan hoax. Tapi, bil. Tak heran jika banyak anak yang
based on true story. Seorang Ibu men tidak akrab atau bahkan benci kepada
ceritakan langsung kepada penulis orangtua. Jika begini, jangan salahkan
beberapa tahun lalu. Kisah nyata ini anak. Sebab, bisa jadi, penyebabnya
sengaja saya tulis untuk mengam karena ulah orangtua sendiri.
bil hikmah dan pelajaran. Anak yang
seharusnya mengidolakan dan me Yuk, Contoh Rasulullah
nganggap orangtua sebagai idola dan Ayah-Bunda, untuk jadi orangtua
teladan, ternyata tak lebih seperti
monster. idola anak terbaik tidak ada cara pa
Lalu, apa yang terjadi? ling tepat kecuali dengan meneladani
Anak takut dan selalu ingin jauh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi
dari orangtua. Tidak betah berada di wa Sallam. Sebab, Rasulullah adalah
rumah. Selalu ingin keluar dan men Ayah sekaligus idola sempurna keluar
cari teman atau orang lain yang lebih ga: istri, anak, dan cucu. Rasulullah
nyaman. Naasnya, bisa jadi peristiwa melimpahi mereka kasih sayang.
getir ini bukan saja terjadi pada Ibu
itu. Bisa jadi banyak. Hanya saja, sang Sepanjang hidup, Rasulullah tak
anak tidak berani mengekpresikan pernah berkata buruk, mengejek atau
atau mengutarakan langsung seperti mem-bully anak. Bahkan sekadar per
anak di atas. kataan cis atau umpatan negatif lain
Padahal, orangtua seharusnya nya. Tidak pernah. Nabi juga tak per
menjadi idola yang mengasyikkan nah memukul, menyubit, dan melukai
dan menyenangkan bagi anak. Idola
5Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
TARBIYAH
fisik dan hati. Begitu lemah
lembut dan penuh kasih
sayang.
Pernah suatu ketika
Nabi Muhammad Shal-
lallahu ‘alaihi wa Sallam
sedang berkhotbah di ha
dapan para sahabat. Tiba-
tiba Hasan dan Hu
sain datang dan
berjalan dengan
mengenakan pa
kaian merah. Ke
duanya lalu ter
jatuh.
Rasulullah
langsung
turun
dan me
ngangkat
keduanya di
hadapannya seraya bersabda,
“Sesungguhnya harta kalian dan anak- ang
serta kelem
anak kalian hanyalah co butan yang membuatnya
diidolakan keluarga, tapi juga prestasi
baan. Ketika aku melihat di berbagai bidang yang berhasil diukir.
Di antaranya adalah keberhasilan Ra
keduanya terjatuh, aku sulullah dalam berdakwah dan menjadi
pemimpin hebat. Semua orang—bahkan
merasa tidak tega lalu musuh Islam sekalipun—mengakui ke
berhasilan tersebut.
aku potong khutbah
Ayah-Bunda.
dan kuangkat kedua Kira-kira, apa yang dirasakan anak
jika punya orangtua tidak saja penuh
nya.” kasih saya serta lemah-lembut, tapi juga
sukses dan punya karya spektakuler di
Bukan itu saja berbagai bidang?
Masya-Allah! Pasti anak dengan
bentuk kasih sa bangga di depan teman-temannya akan
mengatakan, “She is my beloved mother.
yang dan perhatian I love her so much.” Bukan sebaliknya,
“It’s monster” seperti caption di secarik
Rasulullah kepada anak kecil. kertas pada kisah nyata di atas. Walla-
hu’alam!
Pernah juga suatu ketika
Rasulullah sedang mu
lai shalat dan ingin
memanjangkannya.
Tiba-tiba terdengar
suara anak menangis. Rasu
lullah pun langsung memendekkan
shalatnya. Itu dilakukan karena in
gat kesedihan Ibunya saat anak
nya menangis.
Bukan saja karena kasih say
6 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
PPRROOFFILIL
Keluarga
Penghafal Qur’an
“Semoga saya bisa mengkhatamkan sampai 30 juz,” harap ustaz yang
kalem dan murah senyum ini.
Ustaz Fadli duduk di sudut ruang tamu cukup
luas. Kepalanya tertunduk. Hanya sesekali
kepalanya diangkat saat hendak melihat
orang tak jauh darinya. Jantungnya terasa
berdegub lebih kencang. Di depannya
duduk sang tuan rumah, Ustaz Irsyad Fashih bersama
istri, dan beberapa anggota keluarga.
Kedatangan ustaz bernama lengkap Muhammad
Fadli Al-Ihsan ke kediaman Ustaz Irsyad di daerah
Kampung Baru, Balikpapan beberapa tahun lalu ini
bukan silaturahim biasa. Kedatangannya untuk tujuan
khusus: meminang putrinya, Aliyah Rusyidah.
Lelaki kelahiran Karangasem, 14 April, 1993 ini ti-
dak datang sendiri. Dia ditemani Ayah yang datang
langsung dari Bali, Ketua Yayasan Al-Imam Madi-
natul Iman, Bapak. H. Muhammad Utama Jaya
didampingi istri, Bunda Megawati, dan beberapa
ustaz dari SD-SMP Al-Imam Islamic School Balik-
papan (AISBa).
“Mewakili rombongan. Kedatangan kami se-
sungguhnya untuk melamar putri ustaz, Aliyah
Rusyaedah untuk Ustaz Fadli, guru AISBa yang
juga sudah kami anggap anak sendiri. Besar
harapan, kami pulang dengan tidak tangan
kosong. Tapi membawa kabar baik,” ucap
Bapak Utama sambil tersenyum.
Jantung Ustaz Faldi berde-
gub kian kencang. Dia
penasaran dengan
jawaban sang tuan
rumah. Sebab, gadis
yang dilamar bukan so-
7Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
PROFIL
sok biasa: berparas elok, hafal 30 juz Seketika, Ustaz Fadli tersenyum.
al-Qur’an, fasih berbahasa Arab, pa- Lega. Jantungnya tidak lagi berdetak
ham agama, dan putri seorang ustaz lebih kencang. Berubah tenang dan
besar. Ayahnya, ustaz Irsyad, alumni bahagia. Normal. Bukan hanya ustaz
Al-Azhar, Mesir, tokoh masyarakat Fadli, tapi juga seluruh yang hadir di
sekaligus ulama terkemuka di daerah acara penting malam itu. Akhirnya, la-
Kampung Baru, Balikpapan. maran diterima.
“Saya sebenarnya malu untuk Ustaz Fadli dan Ustazah Aliyah
melamar putri ustaz. Sebab, saya ha- Rusyidah mengikat janji suci di Masjid
nya dari keluarga biasa saja. Bahkan Istiqomah, Balikpapan 29 Desember
sangat sederhana. Ayah saya hanya 2018. Disaksikan keluarga mempelai
seorang....” ucapnya terputus. laki-laki dan perempuan. Juga ustaz
dan ustazah SD-SMP AISBa. Tasyak-
Belum sampai melanjutkan kali- uran walimah juga diadakan di masjid
mat, ustaz Irsyad langsung berkata, itu.
“Cukup Ananda Fadli. Tak perlu dilan-
jutkan. Tanpa dijelaskan pun kami Dari buah cinta itu ustaz Fadli dan
tahu. Insya-Allah, kami menerima la- ustazah Aliyah dikaruniai satu anak:
maran Ananda. Bukan karena materi Ahmad Hamim Al-Atqiya. Januari
atau yang lain, tapi karena agama dan 2022 ini, insya-Allah istrinya akan
keshalihan Ananda.” melahirkan anak kedua.
Sebenarnya ustaz Fadli akan me “Mohon doanya agar proses me
ngatakan bahwa Ayahnya hanya se lahirkan lancar,” ujarnya kepada media
orang tukang cukur rambut di daerah ini saat ditemu di gedung SMP AISBa
wisata Bali. Sehari-hari kerjanya men- medio Desember lalu.
cukur rambut para bule yang berwi
sata ke Pulau Dewata. Pendapatan- Hafal Ratusan Hadis
nya tak menentu. Kadang banyak Baik ustaz Fadli dan istrinya,
kadang sedikit.
ustazah Aliyah sama-sama hafal al-
8 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
Qur’an. Hanya saja, lebih banyak hafa- hafal saat belajar di Ar-Royah,” jelas-
lan istri. Istrinya hafal 30 juz sedang- nya.
kan ustaz Fadli baru 28 juz. Kurang 2
juz lagi. Hafalan itu didapat ustaz Fadli Selain dua kitab hadis itu, ustaz
saat berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Fadli juga hafal beberapa hadis dalam
Bahasa Asing (STIBA) Ar-Royah, Suka- kitab Bulughul Maram. Hanya saja dia
bumi, Jawa Barat. lupa berapa hadis dalam kitab fiqih
dan perbandingan itu yang telah di
“Semoga saya bisa mengkhatamkan hafal.
sampai 30 juz,” harap ustaz yang kalem
dan murah senyum ini. Karena saking banyak hafalan ha
dis dan paham agama begitu baik, tak
Ustaz Fadli menimba ilmu di Ar- jarang ustaz Fadli jadi tempat rujukan
Royah selama enam tahun. Selama itu para guru dan siswa masalah agama.
pula, dia mempelajari banyak ilmu sya- Jika ada yang tak paham, larinya ke be-
riah Islam: hadis, tafsir, fiqih, ushul-fi liau. Dia juga ditunjuk jadi guru tahsin
qih, bahasa Arab, dan lainnya. dan juga pemateri kajian keislaman
untuk para guru pada Sabtu pagi.
Tidak hanya wajib menghafal al-
Qur’an, di Ar-Royah, Ustaz Fadli juga Sama-Sama dari Ar-Royah
wajib menghafal hadis. Kitab dan jum- Ternyata bukan hanya ustaz Fad-
lahnya sudah ditentukan. Seperti ha
dis Arba’in An-Nawawi dan hadis yang li yang belajar di Ar-Royah. Istrinya,
terdapat dalam kitab ‘Umdatul Ahkam. Ustazah Aliyah juga pernah menimba
Untuk hadis Arba’in An-Nawawi ber- ilmu di tempat ini. Hanya saja, istrinya
jumlah 42 hadis. Sedangkan dalam tidak sampai selesai. Hanya dua ta-
kitab ‘Umdatul Ahkam ada sekitar 400 hun.
hadis.
Meski sebentar, keilmuan agama
“Alhamdulillah, untuk dua kitab istrinya tak jauh beda dengannya. Ya,
itu—Arba’in An-Nawawi dan ‘Umdatul jago berbahasa Arab, hafidzah, dan
Ahkam sudah saya hafal. Semuanya di juga paham agama dengan sangat
9Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
PROFIL
baik. Bedanya, hafalan istri dikhatam- Setiap jadwal tahfidz, setiap siswa
kan sebelum masuk Ar-Royah di pon- minimal hafal 5 baris. Harus hafal
dok pesantren. pada saat pertemuan itu juga. De
ngan begitu, target hafalan selama
Karena sama-sama hafal al-Qur’an, belajar di SMP AISBa bisa tercapai.
di awal pernikahan, Ustaz Fadli dan Dalam menghafal dia juga tak jarang
Ustazah Aliyah sering murajaah ha menggunakan bahasa Arab. Selain
falan bersama-sama. ustaz Fadli baca, hafalan, siswa bisa sekaligus praktik
istrinya menyimak. Begitu juga se bahasa Arab.
baliknya.
“Alhamdulillah, selama ini murid
“Namun, itu dulu. Waktu awal yang saya ampu sudah banyak yang
nikah dan belum punya anak. Se- mencapai target. Bahkan ada yang
karang sudah punya anak dan lebih lebih,” ujarnya.*
sibuk jadi murajaah sendiri-sendiri,”
ujarnya sambil tersenyum.
Sedangkan untuk bahasa Arab,
meski sama-sama fasih, keduanya
jarang berbicara bahasa ini saat di
rumah. Hanya saja, ketika berada di
luar rumah—seperti tempat umum
dan pusat perbelanjaan—keduanya
kadang berbicara bahasa Arab.
“Seperti saat sedang belanja dan
harga yang akan dibeli mahal. Supaya
nggak diketahui orang lain, biasanya
pakai bahasa Arab. Hazaa gholin jid-
dan,” selorohnya sambil tertawa.
Guru Tahfidz
Ustaz Fadli bergabung dengan
SD-SMP AISBa sejak sekitar 2018.
Saat itu, masih mengajar SD dan SMP
sekaligus. Sejak tim dua sekolah ini
dipisah, Ustaz Fadli fokus mengajar
siswa SMP.
Sekarang diamanahi mengajar
tahfidz Qur’an, tahsin, dan hadis un-
tuk kelas 7 dan 8. Pelajaran ini sudah
tidak asing baginya. Sudah bidang
keahliannya. Dia pun tak merasa ke-
sulitan untuk mengampu pelajaran ini.
“Biasanya untuk tahfidz saya akan
men-talqin atau tahsin siswa yang be-
lum lancar atau masih banyak salah.
Tapi, jika bacaan bagus, langsung ha-
fal dan setoran. Jika ada yang perlu
diperbaiki, diperbaiki,” jelasnya.
10 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
AGENDA
SEKOLAH
bedah Majalah di IDC FM
Tim redaksi majalah
An-Najah mengadakan
talkshow bedah majalah
di radio IDC FM. Be-
dah majalah edisi ke-9
kali ini diadakan tang-
gal 8 Desember 2021.
Hadir dua narasumber:
pemimpin redaksi, ustaz
Syaiful Anshor, dan wakil
pemimpim redaksi, ustaz
Nur Hidayat. Talkshow
dipandu penyiar senior,
Ustaz Uli Abdurrahman.
Dalam talkshow yang
berlangsung sekitar se-
jam, Ustaz Anshor—sa-
paan akrabnya—banyak
mengupas tema utama
majalah dalam rubrik Tarbi- yah: Jiwa yang Menyala. Menurut
penulis buku-buku motivasi islami, siswa yang punya jiwa menyala akan
menjadikan dirinya pribadi istimewa dan berbeda dengan siswa kebanya-
kan.
“Jiwa yang hidup dapat menggerakkan siswa untuk semangat dalam
belajar, beribadah, dan melakukan kebaikan. Hidupnya jadi lebih terarah
dan punya life vision yang jelas,” ucapnya.
Dia memberi contoh salah satu siswa SD AISBa, Khanza Alinka Dian
Amin. Siswi kelas 3 SD ini begitu bersemangat menghafal al-Qur’an dan
berpuasa sunnah Senin-Kamis. Hanya saja, menurutnya, tidak mudah
menghidupkan jiwa anak. Salah satu caranya dengan menghunjamkan al-
Qur’an ke dalam dada anak.
Sementara, Ustaz Nur Hidayat membahas dua rubrik asuhannya:
Sains-Q dan Iqra. Pada edisi kali ini, guru sains SMP AISBa yang juga
alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jateng ini menulis dua
judul menarik: Bahaya di Balik Artificial Intelligence (Sains-Q) dan Laba-La-
ba (Iqra).
“Saya berharap, dengan mempelajari sains, siswa-siswi kita bisa lebih
dekat dengan Allah. Sebab, kita sedang membaca ayat kauniyah Allah,”
jelasnya dalam talkshow.*
11Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
AGENDA
SEKOLAH
A-Z Tentang SMP AISBa
Studio radio IDC FM yang tidak begitu luas pada awal Desember 2021
lalu tampak penuh oleh narasumber. Lima kursi yang disediakan semuanya
terisi. Kelima pembicara itu dari SMP AISBa: tiga guru dan dua siswa.
Ketiga guru itu adalah ustaz Abdul Rofik, Kepala SMP AISBa, ustaz Mu-
flihin, Kadiv LitBang SD-SMP AISBa, dan Ustazah Rosalina. Sedangkan dua
siswa adalah Ritzia Athifa Khairunnisa dan Fayha Zafirah Subandi. Kedua
nya siswa kelas 7 SMP AISBa.
Kehadiran lima narasumber ke radio IDC FM untuk mengisi program
Edutalk di radio Islam kebanggaan warga kota Balikpapan. Judulnya: “A – Z
Tentang SMP AISBa.” Selain judul yang menarik, narasumbernya juga tak
kalah istimewa. Punya banyak prestasi.
Khususnya dua siswi yang diundang. Athifa, hafidzah 30 juz, belum
lama ini raih juara 1 di lomba tahfidz al-Qur’an 30 juz di MTQ Balikpapan.
Sedangkan Fira—sapaan akrabnya—punya kemampuan bahasa Inggris luar
biasa dan berulang kali meraih juara dalam bidang bahasa Inggris.
Seperti halnya judul—A – Z Tentang SMP AISBa—obrolan yang disiar-
kan melalui gelombang 89.5 FM membahas seputar sekolah yang berbasis
tahfidz Al-Qur’an. Mulai visi-misi, kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan
proses pembelajaran.
Selain penyiar senior IDC FM, Ustaz Uli Abdurrahman, talkshow juga
dipandu oleh Ustazah Rosalina. Selain berdialog dengan Ustaz Abdul Rofik
dan Ustaz Mufilihin, alumni Ma’had Gontor yang fasih berbahasa Arab dan
Inggris ini berdialog dengan Athifa dan Fira dengan dua bahasa asing itu.*
12 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
Tokoh Inspirasi dan Pohon Cita-Cita
Menulis ci-
ta-cita di buku di-
ary mungkin biasa.
Banyak dilakukan
orang. Namun,
menuliskannya
di secarik kertas
dan menempel-
kan di ranting
pohon kering
bisa jadi aneh.
Tak biasa. Itulah
yang dilakukan
siswa-siswi SD
AISBa. Mereka
melakukan kegia-
tan itu usai Penilaian Akhir Semester (PAS) 1 medio De-
sember lalu.
Salah satunya dilakukan Razi, siswa kelas 6 SD AISBa. Siswa kalem
dan bertubuh bongsor ini awalnya menggunting kertas origami. Kertas
itu lalu dibentuk seperti buah apel dengan beberapa sisi. Agar lebih in-
dah, setiap sisi diberi aneka warna: biru, kuning, putih, dan hitam.
Razi lalu menuliskan cita-cita dan hobi di setiap sisi kertas. Cita-cit-
anya ada dua: ustaz dan tentara. Jadi ustaz agar bisa berdakwah dan jadi
tentara karena ingin melindungi rakyat dari serangan musuh. Untuk hobi
bermain sepak bola.
Kertas origami yang mirip apel itu lalu ditempelkan di ranting pohon
dengan alat bantu lem kertas. Dia juga mempercantik ranting dengan
menambahkan kertas origami mirip daun berwarna hijau. Bukan saja
Razi, kegiatan serupa juga dilakukan siswa lain di kelas 6.
Alhasil, ranting pohon yang tadinya biasa, berubah jadi indah. Ujungn-
ya dihunjamkan ke poto berisi pasir dan dilapisi batuan hias. Mirip pohon.
Bedanya, ini bukan pohon sungguhan. Melainkan pohon cita-cita. Rant-
ingnya dipenuhi daun dan buah apel yang ditulis aneka cita-cita siswa.
Tokoh Inspirasi
13Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
AGENDA
SEKOLAH
Acara Class Meeting tidak hanya diisi mendesain pohon cita-cita yang
terbuat dari ranting pohon. Ada dua cara lain yang tak kalah menarik:
tokoh inspirasi dan berbagai penampilan dari beberapa siswi SMP AISBa.
Untuk tokoh inspirasi SD AISBa mengundang tiga narasumber hebat.
Pertama, Ustaz Usman Ladullah, Lc. Alumni Al-Azhar, Mesir yang juga
guru bahasa Arab SD AISBa ini membawa judul menjadi penghafal al-
Qur’an. Kedua, Bunda Yosica Ferinda. Orangtua siswa yang juga anggota
Tangan Di Atas (TDA) Chapter Balikpapan menginspirasi siswa untuk jadi
pengusaha yang juga penghafal al-Qur’an.
“Adik-adik sekalian harus punya cita-cita pengusaha. Cita-cita jadi pi-
lot itu baik. Namun, kalau bisa jangan hanya jadi pilot. Pilot itu worker.
Tapi, jadi owner maskapai penerbangan itu sendiri. Dengan begitu kalian
mampu mempekerjakan pilot,” pesannya.
Motivasi penuh semangat itu dapat respon bagus dari para siswa. Tak
sedikit dari mereka bercita-cita jadi pengusaha. Seperti yang dikatakan
Muhammad Akbar. Saat ditanya cita-citanya, siswa kelas 6 SD AISBa ini
langsung menjawab ingin jadi pengusaha baju Muslim dan punya usaha
maskapai penerbangan.
“Saya ingin punya bisnis baju Muslim. Sebab, baju yang saya jual nanti
dipakai orang untuk ibadah dan saya dapat pahala,” ucap putra Bunda
Kartika Dewi.
Berbeda lagi Bunda Muftiana Finansi Ekawati. Dengan menggunakan
seragam dokter, dokter umum di salah satu rumah sakit di Balikpapan
ini memotivasi siswa agar jadi dokter. Menurutnya, dokter profesi mulia
karena bisa menolong atau mengobati orang sakit.
Pertunjukan Siswi SMP
Acara tak kalah menarik adalah pertunjukan dari perwakilan siswi
SMP. Beberapa siswi terpilih unjuk berbagai kebolehan mengagumkan di
depan para siswa-siswi SD AISBa. Ada yang berbicara bahasa Arab dan
Inggris, mengetes kemampuan siswa, dan membaca al-Qur’an.
Untuk baca al-Qur’an dibawakan oleh Ritzia Athifa Khairunnisa. Siswi
kelas 7 SMP AISBa yang belum lama ini juara 1 MTQ Balikpapan tidak
saja membacakan beberapa ayat al-Qur’an, tapi juga dites oleh siswa SD.
Salah satu yang mengetes Razi. Siswa kelas 6 ini langsung menguji
dengan dua pertanyaan. Pertama, dengan hanya menyebutkan juz, hala-
man, dan bagiannya saja. Kedua, dengan sambung ayat. Kedua tes itu
mampu dijawab sempurna Athifa.*
14 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
Serunya Class Meeting SMP AISBa
Oleh: Nur Hidayat, Wapimred An-Najah e-Magazine
Penghujung 2021 lalu tampaknya jadi momen spesial bagi siswa-siswi
SMP AISBa. Setelah dua pekan mereka berkutat pada lembaran tes uji-
an Penilaian Akhir Semester (PAS) yang cukup menguras pikiran, mereka
akhirnya bisa merelaksasikan otot dan pikiran melalui kegiatan kesiswaan
yang lama tak bisa diadakan karena pandemi, yaitu Class Meeting.
Canda tawa dan suasana keakraban yang selama ini terhalang oleh
sekat pandemi pun akhirnya pecah, tumpah ruah dalam kegiatan class
meeting ini.
Rangkaian kegiatan class meeting yang mengusung tema “Strength in
Unity” ini dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 14 Desember 2021 di se-
kolah dengan berbagai jenis kegiatan perlombaan, mulai dari futsal, tenis
meja, badminton, bahkan tahfidz dan cerdas cermat.
Semua kegiatan dikemas secara apik dan menarik sehingga bisa mem-
buat semua siswa terlibat dan mengikutinya dengan antusias. Semua
siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang tiap kelompoknya terdiri
atas kelas 7, 8, hingga kelas 9, sehingga tidak ada sekat antarkelas, di mana
tentu saja terpisah antara siswa ikhwan dan siswi akhwat.
Meski diadakan secara luring atau tatap muka, sekolah juga memfasili-
15Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
AGENDA
SEKOLAH
tasi siswa-siswi yang masih berhalangan hadir ke sekolah agar tetap bisa
mengikuti kegiatan ini melalui daring, salah satunya dengan muroja’ah
Al-Qur’an dengan pendampingan dari para ustadz dan ustadzah. Dengan
demikian, para siswa di rumah tetap bisa menggunakan waktunya den-
gan kegiatan positif.
Istilah perlombaan atau kompetisi tentu satu paket dengan hadiah,
begitu pun kegiatan class meeting ini. Sekolah menyediakan hadiah dan
piagam penghargaan bagi kelompok-kelompok yang berhasil mendapat
juara. Selain agar meningkatkan semangat, motivasi, serta menjaga jiwa
kompetitif, hadiah tersebut adalah bentuk apresiasi dari sekolah atas par-
tisipasi para siswa yang telah mengikuti kegiatan ini dengan baik.
Penuh Haru dan Kebersamaan
Adhwa Naila Azzahra Hariyanto, salah satu siswi kelas 9 menuturkan
dirinya merasa sangat senang kelompoknya mendapat juara dalam kom-
petisi cerdas cermat dan badminton. Harapannya kegiatan serupa yang
melibatkan aktivitas fisik sering-sering diadakan.
Selain bisa me-refresh tubuh dan pikiran, kegiatan semacam ini juga
membuatnya lebih akrab tak hanya dengan teman sekelasnya, namun
juga dengan adik-adik kelasnya. Hal senada juga dirasakan oleh Muham-
mad Faris Rayhan Akbar, siswa kelas 8 yang gemar bermain futsal.
Menurutnya kegiatan class meeting ini sangat seru dan penuh tantan-
gan. Ia berharap kegiatan ini bisa berlanjut di semester depan.
Tak hanya terasa menyenangkan, suasanya haru juga muncul dalam
kegiatan class meeting kali ini. Di hari pertama class meeting, tepatnya saat
kompetisi tenis meja, tampak air mata menetes dari ujung mata Putri Nur
Fajrina, siswi kelas 9. Teman-temannya mengira ia bersedih karena timn-
ya gagal masuk final, namun ternyata anggapan teman-temannya keliru.
Bukan sedih yang dirasakan Putri, namun justru rasa bahagia yang
terluapkan, di mana selama ini ia dan teman-temannya hanya bisa ber-
cengkrama dengan teman-temannya melalui layar, kini bisa berinteraksi
secara langsung dalam suasanya riuh penuh semangat.
Indah Priliaty, ketua panitia Class Meeting tak hentinya mengucap
syukur atas kelancaran kegiatan ini hingga hari terakhir. Awalnya diren-
canakan kegiatan Field Trip, namun karena situasi pandemi yang belum
memungkinkan untuk dilaksanakan akhirnya diputuskan mengadakan
kegiatan class meeting ini.
Menurutnya, pesan dari tema yang diusung kegiatan class meeting
ini dapat berhasil sampai ke para siswa. Tenaga dan pikiran para guru
yang terkuras pun terbayarkan dengan anemo para siswa yang antusias
mengikuti kegiatan class meeting ini.*
16 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
SILATURAHIM
Resign Kerja
Demi Buah Hati
Soal rezeki sudah diatur Allah. perusahaan tambang swasta, setiap
Percaya saja. Tidak boleh takut. hari kesibukannya padat. Belum lagi
Justru masa kecil anak yang tugasnya yang merangkap HRD.
tidak akan terulang lagi yang
harus dikhawatiri. Di tengah mengerjakan seabrek
tugas, hati alumni Universitas Mu-
Bunda Isliana Mustaghfiroh hammadiyah Malang (UMM) ini gun-
tampak sibuk dengan lap- dah gulana. Kalau tidak tahan, bahkan
top di sudut ruang kan- sampai meneteskan air mata. Tangis
tor tempatnya bekerja. sedih itu bukan soal pekerjaan. Na-
Jemarinya dengan lincah mun, karena memikirkan anak di ru-
menekan tombol keyboard laptop. mah.
Pandangannya tak lepas dari dere-
tan angka. Sebagai tax accounting di “Meski saya bekerja di kantor
di ruang ber-AC, tapi hati ini sedih.
Bahkan pernah sampai menangis me-
mikirkan anak di rumah,” ujarnya ke-
17Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
SILATURAHIM
pada media ini medio Desember lalu anak, memandikan, dan menyiapkan
lewat sambungan telepon. sarapan pagi. Setelah itu, mengantar
ke sekolah. Ada yang diantar ke day-
Bunda Ana—sapaan akrabnya— care, TK, dan SD. Beda-beda. Hingga
punya tiga anak: Sayyid Fadhil Az- tak terasa ketiga anaknya mulai tum-
zamy, Almira Naura Sakhi, dan Sha- buh besar.
num Nafisha Sakhi. Tiga anak itu buah
pernikahan dengan Bapak Mukti Sek- Kondisi inilah yang setiap waktu
tiadi. Yang membuatnya sedih karena membuat gelisah dan sedih. Dia tak
selama ini tidak bisa menemani pu- tega melihat ketiga anaknya tumbuh
tra-putrinya di rumah. besar tanpa pendampingan maksimal
darinya. Terlebih untuk anaknya yang
Keadaan seperti itu sudah sekitar masih kecil. Dititipkan ke daycare dan
sepuluh tahun dilakoni. Sejak beker- TK. Dijemput sore hari.
ja tahun 2011 hingga 2021 di salah
satu perusahaan inspeksi swasta cuk- “Saya nggak tega. Harusnya saya
up bonafide di kota Balikpapan. Posisi sebagai Ibunya yang mengurus dan
dan gaji pun sudah tinggi. Tidak sedik- membersamai mereka menghabiskan
it orang menginginkan. waktu kecil,” ucap wanita kelahiran
Lamongan, Jawa Timur ini.
Gara-gara sibuk meniti karier, dia
tidak bisa mendampingi ketiga pu- Kesedihan makin jadi saat wabah
tra-putrinya. Juga tidak bisa melihat Covid-19 melanda dua tahun lebih
tumbuh kembang ketiganya setiap lalu. Sekolah tutup. Tidak ada pem-
waktu. Pergi pagi pulang sore. Paling belajaran offline. Sayyid harus belajar
tidak bisa membersamai anak hanya online di rumah. Lewat aplikasi zoom.
di waktu sore hingga pagi dan hari li- Anaknya pun terpaksa ditinggal saat
bur. Selain itu, sibuk bekerja di kantor. dia harus masuk kantor.
Yang bisa dilakukan Bunda Ana se- Posisi Tinggi
tiap hari paling tidak membangunkan
18 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
Karena kondisi itu, Bunda Ana kadang di kantor jadi sedih sendiri
memutuskan resign dari pekerjaan dan menangis,” ujarnya.
yang telah dilakoni satu dekade la-
manya. Keputusan itu sebenarnya Resign
sudah disampaikan ke atasan sejak Hati Bunda Ana semakin gulana.
dua tahun silam. Sebelum pandemi
Covid-19. Namun, atasannya selalu Lambat laun perasaan itu tidak bisa
menolak. Alasannya dinilai tidak ra- ditahan lagi. Tak terbendung. Apalagi
sional. waktu itu belum ada kepastian kapan
online learning berakhir. Sontak, niat
“Kata pihak manajemen, kalau soal resign membuncah lagi. Dengan man-
anak-anak kan bisa dititipkan di day- tap dia sampaikan kepada pihak ma-
care. Sedangkan yang besar sudah najemen perusahaan.
masuk SD,” ucapnya.
“Alhamdulillah, pengajuan resign
Perusahaan tempatnya bekerja kedua diterima. Alasannya karena
juga sudah merasa nyaman dengan mengurus anak online learning di ru-
nya. Sudah sepuluh tahun bekerja mah. Perusahaan nggak bisa menolak
dengan merangkap tax accounting dan menahan saya,” ujarnya.
dan HRD. Sayang jika ditinggal begitu
saja demi mengurus anak. Komentar Sebelumnya, keputusan itu sudah
itu tidak hanya disampaikan atasan, didiskukan dengan suami. Kebetulan
tapi juga teman-temannya. suami juga bekerja di tempat yang
sama. Suami sangat mendukung bah-
“Apa!? Bunda Ana mau jadi ibu ru- kan sangat senang dengan keputusan
mah tangga yang pakai daster ngurus itu. Ada yang mengurus anak full time
anak di rumah?” dia menirukan ko- di rumah.
mentar beberapa teman kantor.
Soal rezeki sudah diatur Allah.
Saat itu, dia gagal resign. Perusa- Percaya saja. Tidak boleh takut. Jus-
haan masih mempertahankan. Dia di- tru masa kecil anak yang tidak akan
anggap karyawan berprestasi. Say ang terulang lagi yang harus dikhawatiri.
jika keluar. Dengan berat hati, dia Orangtua—khususnya Bunda—tidak
masih tetap bekerja dan membiarkan membersamai tumbuh kembang anak.
putra-putrinya dititipkan di sekolah. Hanya menitipkan kepada orang lain
Keinginan resign itu kembali muncul untuk diasuh.
saat pandemi memuncak.
“Kita waktu itu bismillah saja. Yang
Tak tega melihat putranya, Sayy- penting niatnya baik. Ingin full time
id Fadhil Azzamy yang duduk di ke- ngurus anak. Soal rezeki insya-Allah
las 3 SD AISBa tinggal sendiri di ru- ada saja,” ujarnya penuh yakin.
mah. Dua adiknya di daycare. Dia dan
suaminya bekerja seharian di kantor. Katanya, mengurus anak adalah
Sedangkan Sayyid berada sendiri pondasi penting bagi keluarga. Apa
di rumah dan melakukan semuanya lagi, bagi seorang ibu. Madrasah—
sendiri. Termasuk online learning. Sepi. sekolah—pertama bagi anak-anak.
Tak ada orang. Tak ada yang ngurus. Bunda Ana tidak mau sukses meniti
karier—punya posisi tinggi dengan
“Kadang saya berpikir. Ini Sayyid di gaji besar—tapi anak kurang terurus.
rumah lagi apa? Kesepian nggak, yah?
Kira-kira sedih atau nggak? Gara-ga- “Saya nggak mau raga di kantor
ra setiap hari berpikir seperti ini saya tapi hati di rumah. Sukses di karier
tapi anak terbengkalai. Lalu, apa arti
19Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
SILATURAHIM
nya seorang Ibu,” jelasnya. itu dia masak sendiri dengan resep
spesial. Untuk penjualannya meman-
Lebih Berarti faatkan media sosial: instagram dan
Sejak resmi resign dari perusahaan facebook. Peminatnya lumayan banyak.
Katanya, sehari bisa terjual 20-25 porsi.
beberapa bulan lalu, hari-hari Bunda
Ana terasa berbeda dan berwarna: Sedangkan tanaman hias atau bun-
lebih berkesan dan bahagia. Waktun- ga dia menyediakan aneka bunga yang
ya penuh untuk ketiga anaknya. Jika indah. Ada aglonema, kaktus, keladi,
setiap pagi bersiap berangkat ke kan- dan lainnya. Bunga itu dijual dari rumah
tor, kali ini tidak. Dia tetap di rumah di Kompleks Sepinggan Pratama. Bunga
membersamai anak. itu juga dijual online via sosial media.
“Alhamdulillah, sekarang terasa “Selain mengisi kosong di rumah
plong. Lebih bahagia hidup full time juga bisa menyalurkan hobi,” pungkasn-
bersama anak,” ujarnya. ya.*
Kegiatan sehari-harinya bersa-
ma anak. Dari membangunkan tidur,
mengajak shalat shubuh, mandi, dan
menyiapkan sarapan pagi. Setelah itu,
mengajak anak-anaknya—khususnya
yang masih kecil Almira Naura Sakh-
ip—duduk di bangku TK—dan Sha-
num Nafisha Sakhi, yang baru berusia
sekitar tiga tahun belajar dan bermain
bersama.
Sedangkan untuk putra sulungnya,
Sayyid Fadhil Azzamy—yang sekarang
bersekolah di SD AISBa—menema-
ni belajar, membetulkan bacaan al-
Qur’an, menamani murajaah hafalan,
bermain bersama, dan kalau ada wak-
tu luang pada sore hari pergi jalan-
jalan.
“Pokoknya terasa lebih bahagia
dan berkesan. Bisa melihat perkem-
bangan anak setiap hari,” ucapnya
bahagia.
Jalankan Hobi
Selain mengurus anak di rumah,
di waktu luang, Bunda Ana juga ma-
sih sempat menyalurkan dua hobin-
ya: kuliner dan tanaman hias. Hobi
itu dilakukan untuk mengisi waktu
kosong di sela-sela ngurus anak.
Untuk kuliner, Bunda Ana menjual
tahu campur khas Lamongan. Menu
20 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
LautPUISI
Oleh: *Iftitah Khairani Salsanabilla
Pemandanganmu sangat indah
Biru warna airmu
Sangat sejuk udaramu
Membuat tenang diriku
Allah-lah yang menciptakanmu
Tapi mengapa laut dirusak?
Wahai manusia! Sadarlah!
Wahai manusia! Jagalah!
Keindahan laut janganlah engkau rusak
Agar kita selalu menikmati keindahannya
Suara ombak yang memecah ke pantai
Aku takjub, berdiri termenung
Semoga kita akan selalu menikmati keindahanmu
Keluargaku YMaenngemSaenlaikluu
Selalu menemaniku saat sedang sedihku
Di saat diriku sedang bahagia Oleh: *Atiqah Zabrina Safitri
Mereka bersamaku
Selalu ada di sampingku
Ayah
Ibu
Kakak
Adalah harta berharga bagiku
Ibu merawatku
Ayah mencari nafkah untukku
Kakak membimbing diriku
Nasihat ibu selalu kutunggu
Pesan ayah selalu kunanti
Ayah
Ibu
Contoh teladanku
Kakak
Cerminanku suatu saat nanti
Ibu selalu ada untukku
Ayah selalu siaga bagiku
Kakak siap menjagaku
Susah sedihku selalu bersama keluargaku
21Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
PUISI Takkan Melupakanmu
Sahabat Oleh: *Khaliqa Aisyah Marindha
Kau adalah orang yang selalu mengingatku
Saat seribu orang melupakanku
Kau selalu ada untukku
Langit yang biru adalah suasana ceria kita
Hujan bagai air mata
Adakalanya di mana aku meneteskan air mata
Tapi senyummu membawa kembali ceriaku
Karena itu
Bagaimana seseorang bisa hidup tanpa sahabat?
Pintaku sahabat
Tetaplah di sini bersamaku
Warnai hidupku dengan canda tawamu
Wahai sahabat
Aku akan selalu mengingat senyummu
Yang selalu membawa kegembiraan bersama
Kita tetaplah sahabat seperti semula
Dulu awal kita bertemu
Sampai di akhir kita berjumpa
Best Friend Forever
Oleh: *Zahra Nuratikah Hanni Friend
You make me happy
You play with me
My friend I love you so much
We give each other gifts
We forgive each other
You are always in my heart
My friend you are always by my
side
We are always together
Because of pandemic we can’t
meet
If we meet again
I want to hug you
Thank you, friend, for accom-
pany me
22 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
PRESTASI
Ustazah Dyah Raih
The Best Teacher
Aula lantai dasar gedung SD AISBa
tampak berbeda. Seluruh stake
holder sekolah hadir. Yayasan,
kepala sekolah, guru, dan staf
lainnya. Aula dan ruang kelas se-
belahnya penuh. Ini adalah rapat umum (gen-
eral meeting) yang diadakan di satu tempat
secara offline untuk pertama kali sejak wabah
Covid-19 melanda.
Acara seperti ini sebenarnya diadakan se-
tiap hari Sabtu. Diikuti oleh seluruh guru dan
staf. Hanya saja online menggunakan aplika-
si zoom. Kegiatannya banyak: tahsin al-Qur’an, kajian keislaman,
dan rapat per divisi atau mengerjakan tugas pekanan sekolah weekly report.
Rapat gabungan yang diadakan pada 4 Desember itu terasa istimewa. Sebab, di-
hadiri Ketua Yayasan Al-Imam Madinatul Iman: Bapak. H. Muhammad Utama Jaya
dan Bunda Megawati. Kehadiran Bapak Utama untuk menyampaikan banyak hal,
salah satunya perpindahan sekolah ke gedung baru pada akhir Desember ini.
“Semester 2 di tahun baru ini kita akan menempati gedung baru. Insya-Allah,
perpindahannya akhir Desember ini. Kami harap ustaz dan ustazah mempersiapkan
semuanya,” ujarnya.
Dalam rapat gabungan itu juga diadakan penganugerahan gelar guru terbaik (the
best teacher). Pengumuman guru terbaik dilakukan oleh Kepala Sekolah SD AISBa,
Ustaz Randi Patajangan. Gelar the best teacher tahun ini diraih oleh guru SD AISBa
sekaligus koordinator bidang tematik dan sains, Ustazah Dyah Rimadhani.
Menurut Ustaz Randi, dipilihanya alumni Universitas Mulawarman sebagai the
best teacher telah melalui penilaian dan pertimbangan ketat. Tim penilainya yayasan
dan kepala sekolah. Beberapa variabel penilaian adalah prestasi, komitmen, dan kon-
tribusi dalam mengajar.
“Dari itu sekolah dan yayasan akhirnya memilih Ustazah Dyah sebagai the best
teacher of the year,” jelasnya.
Penghargaan sebagai guru terbaik berupa sertifikat dan sejumlah uang diberikan
langsung oleh Ketua Yayasan Al-Imam Madinatul Imam, Bapak. H. Muhammad Utama
Jaya didampingi Ibu Megawati dan Ustaz Randi Patajangan.
“Jangan lihat hadiahnya. Tapi lihat ini sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima
kasih kami, yayasan atas kontribusi dan komitmen ustazah dalam mendidik siswa,”
tutur Bapak Utama.*
23Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
STUDENT
LJUdRiNbALiISuMRruamnaBherAkkeusnagn
L ibur kali ini Rifqi Daniyal yak kegiatan. Nah, apa saja kegiatan
Ar-Rasikh mudik ke ru- dan liburannya? Berikut ulasannya
mah Akung di Malang, Jawa untuk pembaca.
Timur. Siswa kelas 6 SD
AISBa ini berlibur bersama *
keluarga. Selain rasa bahagia bertemu Aku dan keluarga berangkat dari
keluarga karena dua tahun tak bersua Balikpapan ke Malang, Jawa Timur
sejak Covid-19, liburan Rifqi dan ke- menggunakan pesawat terbang. En-
tiga adiknya—Ailsa Aysh Shaqeena, tah kenapa, penerbangan sempat de-
Naveed Akhmar Muhammad, dan lay sekitar tiga jam. Karena delay cuk-
Jemima Nur Aisya Alma—terasa san- up lama, saya dan ketiga adikku bosan
gat berkesan karena melakukan ban- menunggu.
24 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
“Kapan nih berangkatnya, Bun- cinta tempatku tinggal makin lama
da? Lama banget nunggunya. Capek. makin kecil. Rumahku yang terletak di
Bosan,” tanya Sakinah, adikku kepada Balikpapan Residen tak terlihat. Ru-
Bunda. mah-rumah warga seperti semut kecil
yang berderet. Kecil. Bukan hanya kota
Karena tak sabar menunggu, saya Balikpapan, pulau Kalimantan Timur
dan ketiga adikku sesekali ke dinding tak lagi terlihat jelas. Sejauh meman-
bandara untuk mengecek pesawat. dang hanya lautan biru.
Dinding ini terbuat dari kaca tebal
transparan dan kuat. Letaknya tak Sesekali aku melihat ke udara.
jauh dari tempat duduk. Kami meli- Awan putih yang bergumpal-gumpal
hat pesawat yang terpakir. Besar dan indah. Seperti berjalan. Seperti berlari.
panjang. Hanya saja, pesawat yang Seperti saling kejar-kejaran dengan
akan kami tumpangi belum juga tiba. burung besi yang kunaiki. Saat itu saya
sadar sedang berada di udara dengan
Ayah dan Bunda yang tahu kami ketinggian ratusan kilo meter. Menda-
sejak tadi sudah tak sabar menunggu dak aku merasa lemah, takut, dan was-
hanya bisa menasihati, “Sabar, ya Nak. was. Tiada tempat berlindung kecuali
Hikmah kita menunggu lama ini agar Allah Subhanahu wa Ta’ala.
kita selamat. InsyaAllah.”
“Ya Allah, selamatkan aku sekeluar-
Aku dan adik-adikku hanya men- ga dalam penerbangan ini,” selarik doa
gangguk dan berkata, “Iya, Ayah.” keluar dari lisanku.
Setelah menunggu lama, pesawat Tak lama setelah pesawat terbang
yang dinanti akhirnya datang. Su- tinggi ke udara, akhirnya sampai juga di
ara pengumuman seorang perem- bandara Surabaya. Dari bandara yang
puan terdengar dari pengeras suara. megah dan indah, perjalanan dilanjut-
Para passenger disuruh masuk lewat kan lewat jalan darat ke Malang.
gate yang disediakan. Kami langsung
bergegas masuk dengan lebih dulu Sudah dua tahun aku sekeluarga
menunjukkan tiket pesawat ke petu- belum mudik ke Malang. Tepatnya se-
gas. jak Covid-19 melanda. Kangen bukan
kepalang. Biasanya, kalau libur seko-
Aku menyusuri koridor bandara lah, aku sekeluarga selalu pulang dan
yang tak begitu lebar tanpa panjang menghabiskan liburan bersama Akung
hingga masuk ke dalam pesawat. Seo- dan Uti.
rang pramugari dengan ramah dan
tersenyum manis menyambut, “Se- Rindu itu bukan saja kepada mer-
lamat datang.” eka, tapi juga kepada suasana rumah,
ternak peliharaan Akung, teman-
Di Atas Pesawat teman, hijaunya hamparan sawah, ser-
Setelah para penumpang duduk ta indahnya alam kota Malang dengan
udara yang sejuk dan dingin. Kare-
dan meletakkan barang bawaan di na itu, saat Ayah mengajak berlibur
bagasi di atas tempat duduk, burung ke Malang, aku senang bukan main,
besi bersiap take off. Seorang pramug- “Horeee, liburan ke Malang!”
ari memperagakan cara menggunakan
safety belt dengan dipandu suara dari Sebenarnya, sebelum mudik aku
balik ruang dekat ruang pilot. merasa khawatir. Sebab, di media
diberitakan sedang terjadi erupsi
Pesawat perlahan terbang mening- gunung Semeru. Takut Akung dan Uti
galkan bandara Sepinggan. Kota ter-
25Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
STUDENT
JURNALISM
terkena imbas erupsi. Atau setidaknya dan menyalami serta memeluk Akung
perjalanan bisa terganggu. dan Uti.
Alhamdulillah, setelah Ayah dan Saat hendak bersalaman dengan
Bunda menelpon, Akung dan Uti baik- Sakinah, Akung sempat bertanya kepada
baik saja. Erupsi Semeru tidak sampai Uti, “Itu siapa, yah?” Tampaknya Akung
ke tempat Akung. Jaraknya jauh. Aku pangling putrinya yang mulai beranjak
bahagia. dewasa dan besar. Setelah semua ber-
salaman dan masuk, Akung lalu tersadar.
Jumpa Akung dan Uti
Setelah beberapa menit menem- “Masya-Allah, itu kamu toh Sakinah.
Akung pangling. Sudah besar. Sudah
puh jalan darat Surabaya-Malang, mo- sama besarnya dengan Bundanya,”
bil yang kami tumpangi sampai pas di ucapnya sambil tertawa.
depan rumah Akung. Rumah itu masih
seperti dulu. Indah dan bersih. Rumah Melihat ekspresi Akung yang terta-
yang bagiku bukan saja terbuat dari wa lucu hingga deretan giginya terlihat,
material bangunan, tapi juga dari puz- kami pun ikut tertawa. Gerrr! Suasana
zle-puzzle rindu yang indah. ruang tamu mendadak riuh. Gayeng!
Rindu itu selalu membuat aku dan Akung dan Uti tinggal di desa Pakis,
keluarga selalu ingin kembali ke sini: Kabupaten Malang, Jawa Timur. Arsi-
menjenguk Akung dan Uti. Sekadar tektural rumahnya indah. Suasana di da-
untuk menikmati kehangatan suasana lamnya begitu menyenangkan. Pun juga
dan alam yang indah. Akung dan Uti suasana desa. Warga yang ramah, angin
sudah menunggu di teras rumah. Kami yang sejuk, air yang dingin, hamparan
lalu turun satu persatu dari pintu mobil sawah yang hijau, gemericik sungai, dan
bunyi kokok ayam jantan di pagi hari.
26 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
Bantu Akung de
Hanya saja, se- ngan berjalan kaki. Tak sampai lima
menit. Di samping rumah juga ada Ta-
karang desa lebih man Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Seti-
ramai. Banyak ru- ap habis ashar dan maghrib, anak-anak
mah baru, toko, di sekitar rumah Akung belajar ngaji di
dan perumahan. tempat di sini. Hanya saja, sejak pan-
Alhamdulillah, demi muridnya dibatasi. Tak begitu
Akung dan Uti pu- banyak.
nya lahan cukup
luas di belakang Aku banyak menghabiskan liburan
rumah. Halaman dengan bersilaturahim ke keluarga be-
rumah Akung sar di Malang. Anehnya, saat bertemu
juga luas dan di- saudara—terutama yang seusia—tera-
tumbuhi aneka sa canggung dan malu.
pohon: mangga,
sawo, dan tana- Padahal, dulu saat bertemu
man herbal untuk obat. langsung akrab, bermain bersama, dan
kejar-kejaran. Rasa canggung ini mun-
Sebuah bangunan seperti rumah gkin karena kami semakin besar dan
mini juga dibangun di halaman Akung. dua tahun tak bertemu.
Bangunan ini khusus untuk menyim-
pan perkakas dan sebagai pembatas Selain bersilaturahim, aku dan kelu-
untuk akses ke halaman paling be- arga juga sempat berwisata ke Lembah
lakang ternak kambing, bebek, dan Tumpang. Objek wisata itu tak begitu
kolam ikan. jauh dari rumah Akung. tempatnya in-
dah sekali. Suasana sejuk, dihiasi ban-
Kebetulan, Akung punya ternak yak pepohonon rindang, dan airnya
kambing, pelihara ikan di kolam yang sebagai sumber air alami.
tak begitu luas di belakang rumah, juga
sawah. Hanya saja, sawah Akung agak Itu cerita liburanku, Kawan.
jauh dari rumah. Biasa Akung ke sawah Bagaimana liburan kalian? Semoga li-
mengendarai motor. buran kalian juga tak kalah mengas-
yikkan, yah.*
Inilah yang membuat liburanku be-
gitu mengasyikkan dan berkesan di ru-
mah Akung. Aku dan adik-adikku bisa
membantu Akung memberi makan
kambing, ikan, dan diajak melihat
sawah Akung.
Oh ya, mata pencaharian warga
di desa ini beragam. Sesuai dengan
latar belakang pendidikan dan usia.
Biasanya yang bertani dan berkebun
didominasi orang tua, seperti Akung
yang pensiunan. Tak sedikit juga yang
PNS, guru, dan pedagang.
Silaturahim
Rumah Akung dekat masjid. Cukup
27Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
RUANG
KOMITE
Ayah, Mari Didik
Anak Kita!
Oleh: Bunda Lidia Puspasari, Ketua Komite SD-SMP AISBa
Jangan sampai ayah terlena dengan pekerjaan hingga lupa anak-anak
tercinta yang sedang dalam masa tumbuh kembang
“Seorang suami adalah pemim bang lebih baik darinya. Itu sebabnya,
pin bagi anggota keluarganya dan ia para Ayah terdorong untuk berjuang
akan dimintai pertanggung jawaban sekuat tenaga memfasilitasi berbagai
atas apa yang telah dipimpinnya (HR. kebutuhan anak. Sayangnya, peran
Muslim)” Ayah tak jarang direduksi hanya seke
dar jadi mesin Anjungan Tunai Mandiri
Gembira tiada tara. Mungkin rasa (ATM): penyedia berbagai kebutuhan
itu yang mewakili perasaan Ayah saat materi semata. Sedangkan peran men
pertama kali mendengar tangis anak didik anak diserahkan kepada Bunda.
nya pecah. Sungguh momentum ke
lahiran anak adalah momentum rasa Tak dimungkiri, Bunda sejatinya
syukur. Sebab, anak anugerah ter memang madrasah pertama (madrasat-
indah kedua orangtua. Tidak semua ul ‘ula) dan utama bagi anak. Namun,
orangtua bisa berperan sebagai Ayah Ayahlah semestinya yang menjadi
dan Bunda. kepala sekolahnya. Meski ‘kepala se
kolah’ yang tidak sesering guru dalam
Siapapun orangtua—terutama bertemu dengan muridnya. Namun,
Ayah—ingin anaknya tumbuh kem
28 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
sosok kepala sekolah sangatlah pen anak-anak. Dalam momen itu, Ayah
ting. Dialah yang mengambil kepu bisa menanyakan anak tentang kegia
tusan penting dalam madrasah. tan hari ini dan mengajak bermain.
Masalahannya, jika madrasah Kedua, usahakan menampakan
berjalan tanpa kepemimpinan kepa ungkapan sayang. Cobalah sejenak
la sekolah, kualitas madrasah sulit memerhatikan anak. Misal dengan
dipertanggung jawabkan. Kelemah bertanya tentang apa saja kegiatan
an terparah madrasah bisa jadi ter di sekolah, bagaimana belajarnya,
lantar. Lalu, pertanyaan selanjutnya: bagaimana teman-temannya?
bagaimana nasib murid-muridnya
nanti? Selain ucapan verbal, Ayah juga
bisa memberikan perhatian berupa
Bukan berarti mencari nafkah itu belaian kasih sayang, pelukan hangat,
tidak penting. Sama sekali bukan. dan penghargaan berupa pujian kepa
Sebab, menurut saya, kemampuan da anak ketika dia mencapai sesuatu
memberi nafkah juga merupakan uku atau ketika dia bisa melakukan hal
ran tanggung jawab seorang ayah. yang menunjukan perkembangannya.
Namun, yang ditekankan di sini ada
lah mengasuh anak sama pentingnya Ketiga, menikmati masa liburan
mencari nafkah. bersama anak. Usahakan saat Ayah
libur bekerja, selalu menemani anak
Jangan karena sibuk bekerja men dalam bermain. Dengan begitu, anak
cari nafkah, Ayah lalu abai urusan ru akan merasa nyaman dan dekat se
mah tangga. Jangan lupa ukuran lelaki layaknya bersama Bundanya.
mulia diukur dari kebermanfaatannya
di dalam keluarga. Jadi, jangan kerdil Wahai Ayah, mari bergegas mena
kan peran mulia seorang Ayah hanya ta kembali pola pengasuhan Ananda
sekadar jadi mesin ATM atau pencari tercinta. Jika ada yang keliru, mari
uang untuk keluarga. bersegera beristighfar dan menam
bah ilmu. Sebab, rasa cinta bukan se
Ingatlah, wahai Ayah! Masa tum mata urusan antar manusia, melaink
buh kembang anak-anakmu tidak an urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
dapat diulang. Kelak, saat anak kita
telah remaja, kita tak mungkin me Wahai Ayah, mari bergegas
ngulang fase anak-anak mereka. menyempurnakan metodologi par
Karena itu, cobalah jadi Ayah terindah enting kita. Dengan begitu, kita ber
buat mereka. Jangan sampai ayah ter harap kelak, anak-anak kita tumbuh
lena dengan pekerjaan hingga lupa menjadi generasi shalih-sholiha. Me
anak-anak tercinta yang sedang da reka bisa dengan mudah dan ringan
lam masa tumbuh kembang. mengangkat kedua tangan memo
honkan ampunan atas segala do
Melihat pentingnya peran Ayah sa-dosa kita, orangtua mereka.
dalam keluarga—terutama pendidikan
anak— bagaimana seharusnya yang Terakhir, duhai Ayah, tidakkah
perlu diperhatikan Ayah saat ini? engkau ingat hadis ini?
Pertama, usahakan selalu melu “Bila seorang anak Adam wafat,
angkan waktu. Dalam satu hari, min maka amalnya akan terputus kecuali
imal Ayah harus memiliki waktu 30 tiga hal shadaqoh jariyah, ilmu yang
sampai 60 menit untuk berkumpul bermanfaat dan anak sholih yang
dan bercengkrama dengan istri dan mendoakan orang tuanya.” (HR.Mus
lim)*
29Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
IQRA’
Hewan Besar
Berbelalai Panjang
Oleh: *Ustaz Nur Hidayat, Wapimred An-Najah e-Magazine
Gajah adalah hewan liar, hingga akhirnya manusia mulai
melakukan penjinakkan.
Saat kita mendengar kisah ya Abrahah untuk menghancurkan
bala tentara Abrahah yang Ka’bah dengan bala tentaranya yang
berupaya menghancurkan menunggang gajah.
Ka’bah, tentu kita tak asing
dengan hewan tunggangan- Para pasukan dari suku Quraisy
nya, yaitu gajah. Hewan berbelalai yang dipimpin oleh kakek Nabi
panjang ini berukuran besar dan bo- yaitu Abdul Muthalib yang mendia-
botnya bisa mencapai 7 ton. Tak ayal mi Mekkah kala itu pun tak berdaya
tenaga yang dihasilkan hewan satu menghadapi serangan pasukan Abra-
ini pun sangat besar dan cenderung hah. Hingga akhirnya Allah men-
agresif, sehingga tergolong berbahaya girimkan burung-burung ababil yang
jika manusia bertemu dengan hewan menjatuhkan batu-batu membara
ini di alam liar. yang menghancurkan para pasu-
kan Abrahah dalam sekejab.
Gajah dalam Al-Qur’an
Nama gajah tersemat dalam salah “Apakah kamu tidak memper-
hatikan bagaimana Tuhanmu tel-
satu nama surah dalam Al-Qur’an‒‒ ah bertindak terhadap tentara
surah Al-Fiil, yang berarti gajah. Da- bergajah? Bukankah Dia telah
lam surah ini, Allah memberikan menjadikan tipu daya mereka
gambaran kepada kita tentang upa- (untuk menghancurkan Ka’bah) i t u
sia-sia? dan Dia mengirimkan kapada
30 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
mereka burung yang berbondong-bon- mulai melakukan penjinakkan. Jenis
dong, yang melempari mereka dengan gajah yang pertama kali dijinakkan
batu (berasal) dari tanah yang terba- untuk keperluan pertanian adalah je-
kar, lalu Dia menjadikan mereka seperti nis gajah Asia sekitar tahun 2000 SM
daun-daun yang dimakan (ulat).” (QS. pada masa peradaban Lembah Indus
Al-Fiil: 1-5) dan Mesopotamia.
Dalam surah tersebut menjadi pe- Lalu berkembang untuk keper-
lajaran berharga bagi kita bahwasann- luan militer pada masa kekaisaran
ya atas kehendak Allah, kekuatan besar Persia, termasuk penggunaan gajah
seperti pasukan gajah milik Abrahah oleh pasukan Abrahah. Hingga akh-
dengan mudahnya dihancurkan hanya irnya dimanfaatkan sebagai hiburan
oleh kawanan burung. Kesombongan tontonan satwa bahkan diambil ga-
dan keangkuhan Abrahah pun dibayar dingnya sebagai barang komoditas.
tunai dengan kekalahannya yang telak.
Namun fokus kita kali ini lebih kepada Tidak semua gajah memiliki gad-
hewan besar yang menjadi tunggan- ing, hanya beberapa yang memilikin-
gan pasukan Abrahah, yaitu gajah. ya. Gajah Afrika, baik jantan maupun
betina, mayoritas dari mereka memi-
Fakta tentang Gajah liki gading. Sedangkan untuk gajah
Gajah merupakan mamalia besar Asia, hanya gajah jantan saja yang
memiliki gading, sedangkan gajah
dari famili Elephantidae dan ordo Pro- betina tidak memilikinya.
boscidea. Gajah memiliki banyak je-
nis, namun yang sering dikenal orang Gading pada gajah sebenarnya
adalah jenis gajah Afrika (Loxodonta adalah gigi seri besar yang menon-
africana) dan jenis gajah Asia (Elephas jol keluar dari mulut gajah. Hampir
maximus). sama seperti gigi manusia dan he-
wan mamalia lainnya, gigi besar ini
Gajah tergolong hewan hebivora mengakar di dalam, sehingga bagian
yang dapat ditemui di berbagai habi- akar giginya tidak terlihat.
tat, seperti sabana, hutan, gurun, dan
rawa-rawa. Mereka cenderung berada Pengambilan gading ini pun
di dekat air, dan mereka mampu meng- dilakukan melalui perburuan liar
hisap dan menyemprotkan air melalui dengan cara membunuhnya yang
mengakibatkan jumlah gajah kian
belalainya yang hari kian turun dan terancam punah.
panjang. Sehingga saat ini gajah tergolong
Pada satwa dilindungi di seluruh dunia.
dasarnya
semua ga- Meski dalam sejarahnya hewan
jah adalah gajah pernah menjadi tunggangan
hew an liar, pasukan Abrahah saat menyerang
hingga Ka’bah, pada dasarnya hewan terse-
akhirnya but hanyalah dimanfaatkan oleh ma-
ma- nusia. Menjadi manfaat atau senjata
nusia tergantung dari manusia. Sehing-
ga kita perlu objektif dalam menilai
bahwa gajah termasuk ciptaan Allah
yang perlu kita lestarikan ke-
beradaannya.*
Jumadil 31Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
BK’S CORNER
dCaeranEgfeaktnif BeRrekommuanikjaasi
OLEH: Ustazah Hidayanti, Alumni UI dan Guru BK SMP AISBa
Adele Faber dalam buku menjadi pengingat Ayah-Bunda
How to Talk So Teens jika anak-anak mulai sulit diatur
Will Listen and Listen dan menguji emosi. Terkadang kita
So Teens Will Talk me- bisa sabar dengan orang lain tetapi
ngungkapkan bah- kurang sabar terhadap anak-anak
wa orang tua tidak bisa membuat sendiri.
remaja berhenti mengikuti tren,
melindungi mereka dari berbagai ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha
tantangan zaman, atau menyele- meriwayatkan, Rasulullah Shallalla-
saikan seluruh permasalahan mer- hu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
eka.
َخ ْي ُركُ ْم َخ ْي ُركُ ْم ل�أ ْه ِل ِه َو أ� َنا َخ ْي ُركُ ْم
Namun, orang tua dapat men- ل�أ ْه ِلي
ciptakan iklim yang kondusif di
rumah agar remaja merasa bebas “Sebaik-baik kalian adalah orang
dan aman untuk mengungkapkan yang paling baik bagi keluarganya.
perasaan mereka, sekaligus lebih Dan aku orang yang paling baik bagi
terbuka untuk mengerti perasaan keluargaku” [HR. At Tirmidzi no:
Anda, melihat dari sudut pandang 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari
Anda, dan mematuhi larangan yang sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahih-
Anda berikan. kan oleh Al Albani dalam Ash Shahi-
hah no: 285].
Dalam syariat Islam sendiri
pun hal ini juga sudah diajarkan, Insya-Allah, jika mengamalkan
bagaimana kita seharusnya men- hadis di atas maka anak-anak juga
didik anak dengan lemah lembut akan bisa berkomunikasi dan ber-
tetapi juga tegas dalam menyam- buat baik dengan kita.
paikan aturan-aturan Islam. Seh-
ingga mereka akan terbiasa me- Berikut juga beberapa tips lain
matuhi dan tidak ketakutan dalam agar anak-anak kita yang beranjak
menjalani aturan yang berlaku. remaja bisa berkomunikasi dengan
lebih terbuka kepada kita :
Ada sebuah hadis yang bisa
32 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
Tunjukkan Sikap yang Mendemonstrasikan Kebebasan
Remaja tidak suka diperintah. Untuk menyarankan mereka melakukan ses-
uatu, Ayah-Bunda bisa menggunakan kata-kata yang menyiratkan kebebasan
untuk membuat keputusan.
Contohnya, “Ayah-Bunda tidak bisa mengawasi kamu setiap saat, tapi
Ayah-Bunda percaya kamu bisa menolak kalau temanmu mengajak melakukan
hal buruk karena ada Allah yang Maha Mengawasi.”
Kalimat ini membuat anak merasa dipercaya daripada serangkaian perintah
untuk jangan ini dan jangan itu.
Tetap Tenang Saat Anak Bersikap Emosional
Saat anak marah, menangis, dan menunjukkan ekspresi emosi yang negatif,
jangan terbawa emosi. Usahakan untuk tetap tenang dan berempati, karena
sebenarnya mereka sedang kewalahan menghadapi situasi sulit tersebut.
Contohnya, remaja Ayah-Bunda sedang menangis karena tidak mau berse-
kolah yang kita pilihkan. Tahan diri untuk mengatakan, “Mau jadi apa kamu kalau
bersekolah di sana? Lingkungannya tidak baik!”.
Sebaliknya, berempatilah terlebih dahulu dengan mengakui apa yang dia ra-
sakan seperti, “Kamu pasti sedih. Ayah dan Bunda juga pernah ngerasain, tapi
sabar ya...Insya Allah, nanti Allah akan tunjukkan kebaikan dan kenyamanan
bersekolah disini.”
33Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
BK’S CORNER
Dengan berempati, anak cenderung lebih membuka diri untuk bercerita.
Hindari menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan, seberapa penasaran
pun Ayah-Bunda. Saat anak sedang dikuasai oleh emosinya, ia tidak dapat ber-
pikir jernih. Tunggu saat yang tepat, saat suasana hatinya sudah kembali baik dan
ia bersedia untuk bercerita.
Menunjukkan Ketertarikan pada Hal yang Menjadi Minat Mereka
Misalnya, Anda kuatir kegemaran remaja pada K-Pop membuatnya lupa bela-
jar dan boros. Daripada mengomel bahwa hal tersebut tidak membawa manfaat
(yang jelas tidak akan disetujuinya), lebih baik Ayah-Bunda bertanya pada remaja
tentang kenapa bisa suka, apa yang menarik, dan efek positif yang ia rasakan dari
K-Pop.
Di lain waktu kita bisa menjelaskan dalam Islam siapa yang seharusnya di-
idolakan dan siapa dan apa saja yang harus kita hindari walau kita menyukainya
karena ternyata banyak mudhorot dibaliknya yang terkadang tidak kita ketahui.
Tunjukkan contoh-contoh dalam kehidupan nyata akibat kegemaran yang ber-
lebihan terhadap sesuatu yang dilarang syariat.
Menghargai Privasi Anak
Remaja yang mendadak berubah jadi penuh rahasia tentu membuat
Ayah-Bunda penasaran, kan? Untuk mengetahui apa yang mereka “sembunyikan”
(meskipun mungkin mereka tidak bermaksud demikian) hindari melanggar batas
privasinya. Seperti memeriksa buku harian dan smartphone mereka, menguping,
atau mengorek cerita dari orang lain.
Sebaiknya Ayah-Bunda mengikuti media sosial sehingga bisa berteman den-
gan anak Anda atau teman-temannya. Sehingga bisa tahu apa yang sedang mer-
eka gemari. Untuk masuk ke kamar anak Ayah-Bunda juga sebaiknya mengetuk
pintunya lebih dulu sehingga ia merasa dihargai.*
34 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
SAINS-QU
Bintang Jatuh
Oleh: *Nur Hidayat, Guru Sains SMP AISBa
“Dan sungguh telah kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang, dan
kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar setan. Dan kami
sediakan bagi mereka adzab neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 5)
Saat masih kecil seringka- yala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 5)
li kita mendengar istilah Selain dalam surah Al-Mulk ayat
“bintang jatuh” saat ada
fenomena benda langit 5, ungkapan serupa juga terdapat
bercahaya yang melin- pada surah Ash-Saffat ayat 10 dan
tas di langit yang seolah jatuh ke Al-Hijr ayat 18, di mana setan yang
bumi. Namun sebenarnya, benda mencuri dengar pembicaraan ma-
itu bukanlah bintang, melainkan laikat lalu dikejar meteor yang men-
bebatuan angkasa disebut asteroid yala terang.
yang masuk ke atmosfer bumi dan
terbakar sehingga menghasilkan ny- Artinya, atas izin Allah , setan
ala api yang menghias angkasa. Na- sebagai makhluk ghaib sesungguhn-
mun, di balik keindahannya, dalam ya dapat merasakan rajaman ben-
Al-Qur’an dijelaskan bahwa fenom- da fisik seperti meteor. Nah, bicara
ena ini adalah bentuk hukuman dari tentang setan yang dilempar meteor
Allah kepada setan. yang notabene sebuah batu, maka
tentu ada hal menarik tentang salah
“Dan sungguh telah kami hia- satu rangkaian dalam ibadah haji
si langit yang dekat, dengan bin- yang hubungannya dengan melem-
tang-bintang, dan kami jadikannya par batu, yaitu lempar jumroh.
(bintang-bintang itu) sebagai alat
pelempar setan. Dan kami sediakan Antara Meteor dan Lempar Jumroh
bagi mereka adzab neraka yang men- Lempar jumroh merupakan ke-
giatan ibadah jamaah haji dengan
35Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
SAINS-QU
melempar batu-batu kecil ke tiga besar.
tiang di Mina di mana batu-batu Pada tahun 1980, tim ilmuwan
tersebut bisa diambil dari hamparan
Muzdalifah. Kegiatan ini adalah per- University of California di Berkeley di
wujudan kembali simbolis dari Nabi bawah pimpinan seorang ahli fisika
Ibrahim a.s di mana dikatakan bahwa Amerika sekaligus pemenang hadiah
setan menampakkan diri di hadapan- nobel‒‒Luis Alvarez mengungkap-
nya saat ibadah haji. kan bahwa kepunahan dinosaurus
63 juta tahun yang lalu diakibatkan
Nabi Ibrahim a.s pun melempar- jatuhnya meteor raksasa yang berdi-
inya dengan batu hingga akhirnya ameter sekitar 5-10 km.
setan itu lenyap ke dalam tanah. Art-
inya, waktu itu bebatuan dalam ben- Hal itu memicu kebakaran ska-
tuk fisik mampu memberi efek kepa- la global di mana asap dan abunya
da setan atas seizin Allah seperti menghalangi sinar matahari sampai
halnya batu meteor. ke bumi selama bertahun-tahun, se-
hingga rantai-rantai makanan di bumi
Berdasarkan catatan sejarah dan pun lenyap, termasuk dinosaurus.
bukti geologi, bumi kita ini ternyata
pernah berkali-kali dihantam mete- Wajah Bumi yang Dihantam Meteor
or besar yang sampai ke permukaan Pernahkah Anda melihat foto
bumi dan menyebabkan kerusakan
permukaan bulan yang diambil dari
36 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
teleskop? Jika pernah, Anda pasti serta kawah-kawah besar lainnya.
setuju jika permukaan bulan tak seh- Indonesia pun tak luput dari
alus seperti saat kita melihatnya den-
gan mata telanjang. Banyak lubang hantaman meteor, misalnya mete-
kawah yang ada di permukaan bulan or yang jatuh tak jauh dari kawasan
akibat ditabrak batu-batu angkasa. Candi Prambanan (sekarang Pram-
banan, Klaten, Jawa Tengah) pada
Tak hanya di bulan, kawah-kawah tahun 1784. Tak hanya itu, di laut
hasil tabrakan meteor ke bumi pun Bone Sulawesi Selatan, pernah ada
saat ini masih ada, bahkan meteorit- meteor meledak pada tanggal 8 Ok-
nya pun masih bisa kita lihat. Kawah tober 2009.
yang terbesar adalah kawah Vrede-
fort di Afrika Selatan yang berdiam- Diberitakan detik.com saat itu,
eter 300 km. Disusul dengan kawah meteor itu meluncur ke laut Bone,
Chicxulub di Semenanjung Yucatan Sulawesi Selatan, tanpa terdetek-
Meksiko dengan diameter 150 km, si teleskop. Ukuran meteorit itu
diperkirakan berdiameter 10 meter.
Berdasarkan catatan Peneliti dari University of Western
sejarah dan buk- Ontario menyatakan bahwa meteor
yang jatuh di Bone menampakkan
ti geologi, bumi kita awan debu yang bersinar seper-
ini ternyata pernah ti bola api, di mana juga disaksikan
berkali-kali dihantam oleh warga Bone saat itu.
meteor besar yang
sampai ke permukaan Itulah beberapa pembahasan
bumi dan menyebab- mengenai meteor dan dampakn-
kan kerusakan besar. ya ke bumi kita. Kita patut syukuri
bahwasannya Allah memberikan
perlindungan kepada bumi kita dari
ancaman meteor berupa atmosfer.
Ada pun meteor yang sampai ke
bumi adalah sebagai pembelajaran
bagi kita bahwa jika Allah berkehen-
dak, maka bisa saja Allah memusnah-
kan seluruh peradaban umat manu-
sia dalam sekejap, sebagaimana me-
teor memusnahkan seluruh makhluk
hidup di zaman dinosaurus.
Maka dari itu, banyaklah kita ber-
syukur dan bijak atas kesempatan
yang masih diberikan Allah kepa-
da kita untuk mengelola bumi kita ini
dengan baik. *
37Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
CERPEN
Kenapa
Harus Aku?
Oleh: Jihan Zhafira, Siswi kelas 9 SMP AISBaAISBa*
P erkenalkan, namaku Sin- Apa, kak?” tanyaku.
bad. Aku punya kakak. “Salahmu banyak sekali pada-
Namanya Avika. Aku biasa
memanggilnya Vika. Ayah ku. Kau telah merebut kasih sayang
dan Mamaku sedang bera- Mama dan Ayah dariku!” bentak kak
da di luar negeri. Aku di rumah han- Avika lagi.
ya bersama kakakku dan Mba Marni.
Saya punya masalah dengan kakak. Aku pun yang mendengar itu
Kak Avika membenciku karena aku langsung masuk kamar. Di kamar, aku
lebih disayang oleh Ayah dan Mama. hanya bisa menangis tersedu-sedu.
Sempat terpikir olehku untuk ka-
bur dari rumah. Apakah ini ide bagus? “Kenapa harus aku, ya Tuhan?” gu-
Apakah kaka akan bahagia apabila aku mamku.
menghilang.
“Kak, ayo main dong sama ade!” “Jika kakak tak menginginkanku,
pintaku. aku harus pergi dari sini. Untuk apa
“Iiih...Siapa yang sudi mau main aku di sini kalau kedatanganku me
sama kamu. Dan tolong, yah! Jangan rusak kebahagian kakak,” pikirku.
manggil aku kakak. Aku nggak sudi
punya adik sepertimu!” bentak ka Avi- Aku segera mengemasi barang-ba-
ka. rang dan menulis surat untuk semua
“Kak, apa salahku sama kakak? penghuni rumah. Lalu kabur lewat
jendela.
“De Sinbad, ayo makan!” ajak mba
Marni.
Tak ada jawaban.
“De?… De, Sinbad!” panggil mba
38 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022
Marni lagi dengan suara lebih tinggi. Terima kasih semua.”
Tapi sama. Nihil! Tak ada jawaban. Hormat saya.
Sinbad. S.B.
Mba Marni segera mencari kunci du- Mba Marni langsung menangis
plikat kamarku. Setelah dibuka, hanya
ada sebuah surat. Dia pun langsung membaca setelah membaca surat
membacanya. pendek Sinbad. Surat itu pun langsung
diberi ke Avika.
“Mba Marni, tolong ucapin ke kak
Avika, bahwa aku nggak ada di rumah. “Mba, ini surat apa?” tanyanya.
Jadi, kak Vika bisa dapat kasih sayang “Tolong dibaca, ya kak!” jawabnya.
dari Mama dan Ayah. Dan tolong jan- Setelah membaca, Avika menye-
gan bilangin Mama dan Ayah kalau sali perbuatannya. Ternyata, adiknya
Sinbad pergi. Sekali lagi, tolong mba sangat sayang padanya. Ia pun tak
Marni perhatikan kak Vika. Karena bisa berbuat apa apa kecuali penye-
Sinbad sudah nggak ada di rumah. salan. Sementara, Sinbad yang kabur
Sekali lagi, tolong bilangin ke Mama dari rumah kehujanan dan hanya
dan Ayah. Sinbad sangat berterima berteduh di halte bus.
kasih sama mereka dan mba Marni “Aku pun berpikir kenapa harus
karena selama ini sudah memperhati- aku yang mengalami,” tanyanya dalam
kan dan menyayangiku sepenuh hati. hati.*
39Jumadil Awal 1443/Januari 2022 | AN-NAJAH
KABAR
KOMITE
Komite SD-SMP AISBa Adakan
Workshop Kepenulisan
Ada yang berbeda di aula lantai sias mengikuti kegiatan. Meski di tengah
dua Cafeku, Sepinggan Pra seabrek kegiatan—apalagi di hari Sabtu—
tama, Balikpapan awal De tetap menyempatkan hadir.
sember lalu. Sekitar sepuluh
orang Ibu-ibu duduk di kursi. Tidak hanya memberi materi, Ustaz
Membawa notes dan pena. Pandangan Anshor juga menugaskan para peserta
mereka ke depan: ke arah layar LCD pro- untuk praktik menulis, khususnya jenis
jector putih. Sesekali mencatat materi tulisan feature. Sebagian tulisan peserta
yang tertera dalam layar. yang dikumpul lalu diedit. Salah satunya
milik Bunda Kartika Dewi. Wakil Komite
Keberadaan para anggota Komite SD-SMP AISBa ini menulis sepenggal
SD-SMP AISBa yang belum lama terben pengalaman saat bulan suci di Abu Dha
tuk ini untuk mengikuti short-workshop bi, Uni Emirat Arab (UEA) beberapa ta
kreatif menulis non-fiksi: feature dan esai. hun lalu.
Pematerinya pemimpim redaksi Majalah
An-Najah, Ustaz Syaiful Anshor. Acara itu Kegiatan ini cukup memotivasi para
dilakukan dua hari—Jumat dan Ahad. anggota Komite untuk menulis. Bahkan
ketua Komite, Bunda Lidya Puspasari
Menurut Ustaz Anshor—sapaan langsung turun tangan. Buktinya, sesaat
akrabnya—acara workshop menulis diada setelah acara, alumni Universitas Ahmad
kan untuk menyiapkan para penulis dari Dahlan (UAD) Yogyakarta ini menulis
pengurus baru Komite SD-SMP AISBa esai. Esai sepanjang satu halaman lebih
yang belum lama dilantik. Sebab, katanya, itu berjudul: Ayah, Mari Didik Anak Kita!
majalah An-Najah menyediakan dua ru
brik khusus untuk komite: Kabar Komite Tulisan itu berisi nasihat kepada para
dan Ruang Komite. Ayah—siapapun dia—agar lebih memer
hatikan putra-putrinya. Meski sibuk dan
“Harapannya dengan dua rubrik ini— lelah bekerja, namun jangan sampai lupa
khususnya rubrik Ruang Komite—bisa mendidik dan memberikan kasih sayang
diisi oleh para anggota komite secara kepada anak. Apalagi saat usia anak ma
bergantian. Komite diberi ruang untuk sih butuh perhatian dan kasih sayang.
menyampaikan gagasan dan program
nya,” ucapnya. Nah, seperti apa tulisan Ibu dari tujuh
anak ini? Silakan nikmati di rubrik Ruang
Para peserta tampak sangat antu Komite *
40 AN-NAJAH | Jumadil Awal 1443/Januari 2022