The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Majalah Online, 2025-12-11 06:23:01

MAJALA AN NAJAH EDISI DESEMBER 2025

MAJALA AN NAJAH EDISI DESEMBER 2025

ini.Ibarat Timnas Indonesia, yang pernah berjuang dalam 180 menit menuju World Cup 2026, maka siswa yang datang dari Aceh sampai Papua ini juga sedang berjuang meraih Gold Medhal. Siswa masuk ke dalam ruangan untuk menjawab 100 soal-soal OBA dalam waktu hanya 75 menit.Alhasil, di hari ketiga penutupan Grand Final OBA-8, siswa SMA Al Imam Islamic School Balikpapan, atas nama Muhammad, kelas 11pa berhasil meraih medali emas.Muhammad berada di posisi pertama, dari tiga peraih emas, dengan nilai yang nyaris sempurna, 100 soal hanya dalam waktu 44 menit. Dan ini fantastis, sebab untuk kedua kalinya AISBA meraih medali emas di OBA. Dimana tahun lalu, juga mendapat medali emas untuk kategori SMP.Tidak hanya Muhammad, siswi SD Al Imam Islamic School Balikpapan, atas nama Aisyah El Rubi Alexandria, kelas 6pi, juga meraih medali perak. Atas capaian ini juga, siswa AISBA menjadi satu-satunya perwakilan yang menyumbang medali emas dan perak untuk kontingen Kaltim.Tahniah dan selamat kepada ananda semua, telah membawa nama baik Secara garis besar, Forum MGMP bahasa Arab se-Indonesia ini memiliki tiga agenda utama, yaitu: Konferensi Nasional Guru Bahasa Arab, Olimpiade Nasional Bahasa Arab dan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Arab. Ini adalah kali kedua saya datang membawa siswa AISBA mengikuti agenda di atas.Kembali Meraih Medali Emas Pada Jum’at hari kedua, menjadi waktu paling krusial bagi seluruh siswa yang saat itu berjuang memperebutkan medali emas pada ajang lomba tertinggi di bidang bahasa Arab 51 Jumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH


TRAVELLING52 AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025sekolah ke kancah nasional dalam perhelatan tertingginya. Barokallah fiikum.Taman Mini dan AjwadDi sela-sela waktu pelaksanaan OBA, saya menyempatkan diri untuk melipir sejenak ke Taman Mini Indonesia Indah, kawasan taman wisata yang bertema budaya Indonesia, yang berada tak jauh dari Asrama Haji Pondok Gede. Hanya berjarak sekitar 2-3 KM.Taman seluas 150 H yang dibangun atas ide Ibu Tien Soeharto, istri Presiden RI kedua ini menyajikan segala macam ragam budaya yang mewakili seluruh provinsi yang ada. Di dalamnya terdapat berbagai arsitektur tradisional, busana, tarian, dan tradisi daerah dari seluruh Indonesia. Tentunya, yang paling populer adalah pulau buatan peta Indonesia yang ada di tengah taman ini.Selain ke Taman Mini, saya juga berkunjung ke Ajwad Resto, rumah makan khas Arab milik Ustaz Khalid Basalamah yang terletak di Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, yang juga tak jauh dari Asrama Haji.Kesini karena diajak oleh Pak Aswar, ayah dari ananda Khalila Nur Elfariza, peserta Oba tk nasional kategori SMP.“Kita jalan-jalan dulu, Ust. Sebelum balek kanan ke Balikpapan,” kata Pak Aswar ketika mengajak kami ke resto ini. Kebetulan memang beliau ngantornya di Jakarta. Selain itu, Pak Aswar juga menemani ananda Khalila dan istrinya, yang datang langsung dari Balikpapan. “Terimakasih banyak atas jamuannya, Pak,” ucapku padanya.


Jumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH 53Salat di Istiqlal, Swafoto di MonasHari keempat di Jakarta adalah hari perpulangan. Bersama beberapa rombongan yang masih tersisa, kami pun bertolak menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pada perjalanan tersebut, kita sempatkan singgah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat untuk salat Dhuhur.Untuk diketahui, Masjid Istiqlal ini adalah masjid nasional terbesar di Asia Tenggara, yang dibangun untuk memperingati hari kemerdekaan RI. Masjid dengan lantai dan dinding marmer ini, mampu menampung sampai 200 ribu jamaah.Usai dari Masjid Istiqlal, kita pun langsung bergeser ke Tugu Monumen Nasional, yang hanya berjarak sekitar 700 m. Di monumen peringatan setinggi 132 meter tersebut kita sempatkan berfoto-foto alias selfie. Katanya tidak sah ke Jakarta kalau tidak singgah di Monas, dan makan kerak telor.Tugu yang dimahkotai lidah api berlapis emas ini adalah simbol yang melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan atas penjajahan yang terjadi saat itu.Akhirnya, kita pun bergegas menuju ke bandara, meninggalkan segala kenangan yang sempat terukir di Tanah Betawi ini. Sembari bersyukur atas ibrah dan pelajaran yang dapat dipetik dari rangkaian perjalanan.Bermula dari akhir bulan Maret lalu, ketika mulai memilih siswa pada seleksi tingkat sekolah. Lanjut pada lomba tingkat kabupaten/kota yang diadakan secara daring. Beralih ke tingkat provinsi, untuk kemudian mentahbiskan diri siswa, siapa yang pantas melaju ke grand final tingkat nasional mewakili kontingen Kaltim, yang belum lama ini telah selesai dilaksanakan.Adanya persiapan yang matang untuk membahas soal-soal, menghafal kosakata asing, mempelajari materi baru, membuka ulang tata bahasa, melakukan simulasi, hingga strategi menghadapi soal dengan tingkat kesulitan tinggi. Semuanya menjadi pengalaman terbaik dalam mengawal kegiatan ini.[]


Sang Penemu Pesawat Terbang“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.” (QS Al Mulk : 19)Siapakah pertama kali penemu pesawat terbang? Jika mencari jawabannya di internet dan tidak sedikit di buku sejarah jawabannya ini: Wright Brothers. Ya, Wright bersaudara ini sejak tahun 1903 M dianggap berhasil menerbangkan pesawat. Keberhasilannya itu dianggap sebagai cikal bakal pesawat terbang.Padahal 1000 tahun sebelum itu, konsep pesawat terbang sudah ditemukan oleh seorang cendekiawan muslim, Abbas Ibn Firnas. Dia lahir pada tahun 810 M. Nama lengkapnya Abbas Abu Al-Qassim Ibn Firnas Ibn Wirdas Al-Takurini. Awalnya, Abbas ibn Firnas terinspirasi oleh atraksi Armen Firman. Dia melakukan atraksi terbang dari atas masjid. Sayangnya, percobaan itu gagal. Jatuh. Namun, karena ditahan oleh dorongan alat yang diguILMUWANMUSLIM54 AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025


akhirnya ia terjatuh dan mengalami cedera. Meskipun ia tidak melakukan percobaan lagi, ia terus melakukan perbaikan yang menurutnya ekor pesawat atau ekor sayap merupakan hal yang penting dalam penerbangan dan pendaratan.Hikmah dari kisah Abbas ibn Firnas ini, bahwa Al-Qur’an telah dibuat dengan sempurna. Ada banyak hikmah dan pelajaran—terutama terkait ilmu pengetahuan—jika dibaca dan ditaburi. Dan, masih banyak hal sains yang ternyata dituliskan lebih dulu di Al-Quran.[] nakannya, Armen hanya luka ringan. Abbas ibn Firnas yang melihat percobaan itu tertarik untuk mengetahui cara agar manusia bisa terbang. Dikutip dari uad.ac.id dia lalu mendapat inspirasi dari al-Qur’an. Tepatnya surah al-Mulk ayat 19. Dalam ayat itu ditulis burung bisa bertahan di udara dengan mengembangkan dan mengatupkan sayapnya.Akhirnya pada tahun 875 M, ia melakukan percobaan terbang dengan alat yang ia buat. Alatnya menyerupai sayap dan ekor burung. Abbas ibn Firnas berhasil bertahan di udara selama 10 menit hingga 55Abbas ibn Firnas terinspirasi oleh atraksi Armen Firman. Dia melakukan atraksi terbang dari atas masjid. Sayangnya, percobaan itu gagal. Jatuh. Namun, karena ditahan oleh dorongan alat yang digunakannya, Armen hanya luka ringan. Jumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH


POINT OF VIEWMuslimah pada zaman sekarang menghadapi berbagai tantangan yang jauh lebih sulit dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi dan dunia digital yang telah membawa banyak perubahan dalam pola pikir, gaya hidup, dan budaya masyarakat. Seorang muslimah dituntut untuk memiliki kecerdasan dalam memilih dan menentukan arah hidupnya. Mereka perlu mampu membedakan mana yang membawa kebaikan dan mana yang justru menjerumuskan. Penting bagi muslimah untuk memahami tantangan yang ada serta peran yang harus diemban di era yang penuh godaan ini. Muslimah zaman sekarang harus mampu bersikap bijaksana dalam memilih jalan 56Muslimah di Tengah Arus TeknologiOleh: : Khansa Athifah Fatayu, Siswi Kelas 10 SMA AISBA AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025


57hidupnya demi masa depan yang lebih baik, agar tidak merugikan diri sendiri di tengah arus modernisasi yang semakin merajalela. Bukan hanya itu, tekanan dari lingkungan sekitar pun perlu dihindari, terutama tren-tren yang tidak sesuai dengan kaidah Islami yang kini banyak bermunculan. Muslimah harus selalu waspada, karena ketika seseorang terbawa hawa nafsu dan mengikuti gaya hidup yang keliru, ia bisa saja tidak menyadari bahwa dirinya telah terjerumus dalam kehidupan yang merugikan, padahal ia adalah calon penghuni surga yang seharusnya menjaga kehormatan dan ketaatannya. Seorang muslimah memiliki peran yang sangat penting sebagai teladan bagi keluarga, teman, maupun masyarakat. Jati diri muslimah yang kuat dan berpegang pada nilai-nilai Islam di tengah derasnya arus modernisasi dapat menjadi cahaya kebaikan yang mengarahkan orang lain menuju jalan yang benar. Keteladanan ini tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana seperti menjaga batas pergaulan, memelihara adab, serta menunjukkan sopan santun dalam perilaku dan ucapan. Sikap-sikap kecil inilah yang perlahan membentuk karakter muslimah yang berpengaruh dan membawa manfaat bagi lingkungannya. Seorang muslimah yang baik harus memiliki perilaku dan akhlak yang m u l i a . Tantangan pada zaman sekarang tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan nilai-nilai kerendahan hati, kesopanan, dan kesederhanaan. Muslimah juga perlu memahami bagaimana menjaga tutur kata serta adab dalam menggunakan media sosial. Di era digital ini, akhlak tidak hanya terlihat melalui sikap secara langsung, tetapi juga melalui jejak digital yang ditinggalkan. Cara berkomentar, membagikan informasi, hingga bagaimana menampilkan diri di media sosial turut mencerminkan identitas seorang muslimah. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengingat bahwa akhlak yang baik harus tercermin dalam setiap aspek kehidupan, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Kesimpulannya, menjadi muslimah di era digital dan akhir zaman merupakan sebuah tantangan besar. Pengaruh teknologi, budaya modern, dan gaya hidup luar yang merajalela menuntut muslimah untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam menjalani kehidupan. Dengan menjaga akhlak, memperkuat iman, bersikap bijak dalam memilih jalan hidup, dan tetap menjadi teladan bagi orangorang di sekitarnya, muslimah mampu tetap kokoh menghadapi perubahan zaman. Muslimah yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam akan selalu menemukan jalan kebaikan, meskipun berada di tengah keadaan dunia yang penuh godaan dan ujian. Mereka tidak hanya menjaga diri, tetapi juga berperan penting dalam menjaga cahaya Islam tetap bersinar.[] Jumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH


Assalamualaikum! Hello! Today im gonna tell you about MARKET DAY 2025! Enjoyy ^^On 3rd November 2025 my homeroom teacher ustazah Salis, announced that on 11 – 15 November we will do authentic learning. She said “11 November we will make something (surprise ^^), and 12 – 13 November we will learn about fish how to cook, clean, and eat them on Thursday, finally 14 – 15 November we will prepare for market day decorating ETC”My class gets insanely excited, except for me because I know what we will do on 11 November (we will My MarketDay EventOleh: Kiqe Syadina Aquedanov, Student grade 6 of SD AISBAMY STORY58 AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025


Jumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH 59make makrame keychain). After that ustazah Salis wrote on the whiteboard about our teammates for market day. I read it very carefully while trying to memorize it, “team 2: Akifa, Kiqe, Syaqira, Fayza, Nada, Valia, Vanya, and Sasa…Oh!” then one of y friend called me “KI! WE ARE ON THE SAME TEAM!!!” I answered her with a smile. Then my teacher told us to gather with our team.I was kinda surprised our teacher in that team was ustazah Nurul. Then we start our discussion, first is the leader of the team, it’s Akifa and ustazah Nurul. Then the cashier, its Sasa and Syaqira. Now for the chef, it will be Nada, Valia, and Vanya. Finally, it is promotion, it’s me and Fayza. Also, the one who will design the banner and menu is Me, Akifa, and Fayza. 4 November night Fayza and Akifa called me, they say is for making banner and our stand name. Akifa mute me and Fayza and said “Ki, can you find our stand name?” “of course, no problem” I answer. But suddenly I am thinking about water emerald in Sansekerta language. So, I googled it, and it was Makarata Amerta. I turned on my mic and said “Fay, Ki uhh do you guys want our stand name to be Makarata Amerta?? The meaning is water emerald from sansekerta language” They both answered, “Good enough!” “But first ask the other too!” I continued, and Fayza right away chat in our market day group.Ustazah and the other said “Sure!”.


60MY STORYThen we continue making our banner. At 9pm we end our call and go to sleep. The next morning ustazah Nurul called me, Akifa, and Fayza, she said “can we go for another name?” I ask “why, ustazah??” “But ustazah already said yes!” Akifa continued, Fayza stays silent and staring at ustazah Nurul. “Because that name is very very unique and maybe our customers will be confuse about what is the meaning” explained ustazah Nurul “But ust, who will care, they will be more focused buying than seeing” said Fayza, me and Akifa smiled in agreement, but ustazah Nurul still want us to change it, and we gather with our team and discuss about the stand name. Suddenly Valia said “do you guys want it to be spongebob theme??” All my team knod their head in agreement, and we start thinking about the name “Hmmm, do you guys remember what is the name of Mr.Krab shop??” ask Syaqira “Do you mean krusty krab?” I answer right away, “YES THAT!! WHAT ABOUT THAT!?” continued Syaqira, I knod my head and go to ustazah Nurul table and ask, she said yes, my teammates were happy. But before dzuhur ustazah Nurul called Fayza, after Fayza was called, she comes to me and said “Ki... ustazah Nurul said don’t use Krusty Krab because its copy righeted …” “owhh…” me and Nada after hearing the news. After praying dzuhur it’s time to gather and discuss with our team. And that time ustazah Salis announced that don’t make the banner yet because the size is not out yet also 1 long banner is for 2 teams and the decoration between teams 1 and 2 will be the same. After hearing the announcement, me and Fayza stay silent Akifa was shocked (Because it is almost done). Then ustazah Nurul said “What about we search on ChatGPT for the AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025


61stand name?” my teammates stay silent. Then some choices showed up, in my memory my team was stuck between the bikini bottom bazaar and krusty shop. So, my team decided to take bikini bottom bazaar and take the slogan from the krusty shop. My teammates were happy again?. Then we discuss how to store the coupons “FRIENDS! Why not I make a register machine??” I said with joy “And I can make the headbands!!” Syaqira continued. All my friends agree. Then Akifa makes a chart, if I remember it was like this… AKIFA-GHOST PIRATE-LEADER KIQE-PLANKTON-PROMOTIONS A S A - P E A R L - C A S H I E R FAYZA-SANDY-PROMOTIONSYAQIRA-MR. KRAB-CASHIER NADA-PATRICK-CHEFVA L I A - S P O N G E B O B - C H E F VANYA-SQUIDWARD-CHEFAt that same day (6 November) ustazah Salis says we need to change the name because there is the word BIKINI bottom bazaar, me and my teammates were upset. But when my friends are praying, I feel like I’m getting shot by an idea, my brain suddenly says “LET’S DO BIKIZI BOTTOM BAZAAR, LET’S ASK USTAZAH SALIS C’MON!! C’MON!!” Then I tell Fayza and Nada that I’m gonna do that. Then I go to ustazah Salis’s table, while Nada and Fayza were hiding behind the table. “Ustazah, can we use bikizi bottom bazaar?? Please!! Please!!” I ask while begging, ustazah Salis was thinking (I’m still begging). “What even is bikizi??” ask ustazah “uhh I don’t know?? Uhm maybe N make it sleep turn to Z :D?” I answer with an awkward smile. Then I saw Fayza giving me a sign language good or bad and I gave her a thumbs down(bad). I don’t what happened to her, she starts running then jump over ustazah Nurul chair to behind ustazah Salis chair and asked me “GOOD OR BAD ENDING!?” I said “Bad ending” then she does the same thing all over, me, ustazah Salis, and Nada was shocked. “Uhm okay… oh also how about it ustazah?? Can we use it??” I say to start a conversation, “uhh can we use other letter than B??” said ustazah Salis, then we both start thinking, “ust! What about Dikizi bottom bazaar??” I ask again “But can we remove the bazaar??” Ustazah Salis said “SO CAN WE DO DIKIZI BOTTOM!!??” I ask to double check “uhh yes I guess…” ustazah Salis answer “YESS!!” I said happily. After that me, Nada, And Fayza celebrated it!!! After celebration I told both leader and teammates all of them agree.That night, Akifa called me and Fayza to make the banner. It takes 1½ days just to make it. After making the banner, Fayza sends it to our group, there is an accident/problem that makes one of my friend sad (but it’s okay).On 8 November 07.15 AM I was making my register machine, and I heard a notification, after that notification there is a big argument/problem (but it’s okay).The next morning, my friend chat me to come over to help Syaqira make the headbands. I was there from 11.30 am – 08.00pm and I was sick.On Tuesday we continued our discussion. But there is a problem, we need to make our menu ASAP (as soon as possible), but the twins are still either siomay or nasi gurih. Finally, on Wednesday they decided to Jumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH


MY STORY62bought nasi gurih (phew). On Thursday morning, I accidentally forgot to paint the letter S, I, and R so I used left over paper and made it into collage. When I arrived at school and about to greet ustazah, everybody was looking toward my register machine, and all the ustazah say “masyaallah”I answer them with a smile. When I was going up the stairs I met ustad Akbar, he said “PIGGYBANK!” I was confused… when I entered my classroom all my friends were saying masyaallah, allahuakbar ETC. But of course, there is a bad comment, but I ignore it. And of course, Syaqira forgot to bought the headbands, because she was so tired ☹. But don’t worry her mom gojek it ? there is a good and bad comment about the headbands. But at least my teammate like the finish product. On Thursday some of my friends bought gadgets (for the fish poster stuff) and we use Thursday to make the menu, make the stand décor, and share the food sticker. But there is a problem while making the menu, we don’t have the picture of my alien cake. Akifa said “chill guys! Kiqe can send me the picture!” ‘How? My gadget is at home.” I answered “Oh! I forgot hihi” says Akifa, then we continue thinking. After a lot of “HMM” and “UHH” I got an idea, I borrows Akifa tablet, and screen shot the older menu “Glad I make the older menu last night…” I said proudly. You may ask why not search for it online? NO!! you cannot find it online, because it’s a rare food and there is only 2 people who know this secret recipe, if there is one… ITS DIFFERENT!! That is cantik manis!! NOT alien cake >:( (back to the story).Now its sharing sticker time! Me and Fayza were teamworking, I cut the sticker she shared the sticker. BUT of course, Sasa must use it as tattoo (huff). When we shared the sticker Nada and the twins were making the jellyfish lampion and Syaqira were making the decoration too. And the one who makes the tablecloth is Nada’s MomMe and the other go down to the field to help ustazah Salis & ustazah Nurul decorate our stands. BUT!! The other doesn’t help AT ALL. So, the one who decorates teams 1 & 2 stand is Me, Syaqira, Nada, Fayza, And the ustazah. Also, Nada was sick, so she must go back to class. When I went up to my class my friend was angry, and I didn’t know what to do so I just closed my ear. All I hear is BLA BLA. Then there is an argument (but it’s okay). Then it’s HOME TIME!!! Cause I was picked up late I can help ustazah Nurul prepare the decoration. When I was making the decoration, Syaqira come up to me and say “KIQ! The tablecloth and the mini black board are here!!” “great...” I answer. Friday was decorating again.NOW THE STAR OF THE SHOW!!SATURDAY!!Our moms start decorating and tidy up. Then we start selling, Fayza drag me to promote but I stop her “just follow my move..” I said. My feeling was right, Sasa was injured few days ago so I have to be the cashier. The first one to be sold is Akifa’s Mochi’s the last one is pisang epe and the best seller is Mochi and Es teh solo. In the end we got Rp.2m.And I got Rp.190.00.[] AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025


LANGUAGECORNER61“A vacation isn’t just about having fun, but also about the memories made along the way.”I was very happy to go on vacation to Samarinda with my family. In Samarinda, my family and I went to Big Mall, which is the largest mall in the city.There, my family and I walked around the mall and went shopping. Oh, one of the main reasons I wanted to go to Big Mall was because I really wanted to visit Oh Some. Actually, there’s an Oh Some in Vacation to SamarindaOleh: Khanza Fathinah Zahratunnisa, Student grade 8 of SMP AISBAthe Balikpapan mall too, but the vibe just feels different. Oh, and usually when I go to Big Mall, I eat at Hokben because the food tastes really good!And when I go to Samarinda, I usually stay at Harris Hotel. I always feel so happy staying there — not only are the rooms comfortable, but I also really love swimming in the pool at Harris Hotel.Besides going out, I usually also visit my cousin’s house in Samarinda. We hang out together and do lots of fun activities!Jumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH


LANGUAGECORNER62And since I’m not very familiar with the roads in Samarinda, I actually enjoy trying to memorize the streets so I can remember them better. While doing that, I usually look at the rivers and bridges along the way so I don’t get bored during the trip.I also get super excited whenever I go to the Islamic Center in Samarinda. Usually, when we arrive in Samarinda, it’s around the time for Dhuhr prayer, so my family and I pray Dhuhr at the Islamic Center. Besides praying, I also like to hang out and play there with my little sister. In short, going to the Islamic Center is always so much fun!Traveling around Samarinda doesn’t just make us happy, it also creates meaningful memories that will never be forgotten.Especially when the trip is with family — those are the most beautiful memories. Every second holds a moment that truly means a lot.In Samarinda, I learned that memories aren’t always made in luxurious places — sometimes, they grow by the riverside, in the laughter of children, and in the peace of quiet moments.Oh, and it’s not the place that changes us, but the little moments we experience there. “The journey ends, but the memories stay — floating gently like the Mahakam River.”AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025


EDUKASI63Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah belum lama ini mengeluarkan kebijakan baru. Mulai tahun ajaran 2027/2028 pemerintah akan menjadikan bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib di sekolah dasar, Madrasah Ibtidaiyah, dan sederajat.Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. Menurutnya, keputusan itu untuk menstimulasi kemampuan komunikasi global siswa. Bahasa Inggris juga bisa memperluas kesempatan beradaptasi sekaligus berkompetisi di kancah global.“Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028,” kata Mu’ti, dalam siaran pers dikutip dari kompas.com.Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin menuturkan, kebijakan ini bukan merupakan hal baru. Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib buSiap-Siap, Tahun Depan Siswa SD Belajar Bahasa InggrisJumadil Akhir 1447/Desember 2025 | AN-NAJAH


EDUKASI64kan proses yang baru dijalankan tiba-tiba. Proses transisi sudah tercantum dalam Pasal 33 Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.“Kebijakan dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024,” ujar dia.Ia berharap, kebijakan wajibnya Bahasa Inggris pada jenjang SD dapat menjadi momentum penting dalam peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia. Meningkatkan skil komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan global, dan menumbahkan percaya diri siswa di masa akan datang.[]AN-NAJAH | Jumadil Akhir 1447/Desember 2025


Click to View FlipBook Version