2 S elama ini tak sedikit orang yang membanggakan kecerdasan. Kejeniusan dianggap faktor utama kesuksesan anak di masa akan datang. Tak heran jika ada anak atau siswa yang jenius akan dielu-elukan. Dianggap hebat. Amazing. Pasti masa depannya cerah. Lalu, apa sepenuhnya betul demikian? Sejenak mari membaca kisah Wiliam James Sidis yang ditulis oleh Ustaz Mohammad Fauzil Adhim dalam buku “Segenggam Iman Anak Kita.” James Sidis anak super jenius. IQ-nya saja 200. Jauh di atas Albert Eistein. James Sidis adalah anak Prof. Dr. Boris Sidis, orang Yahudi pengagum William James yang juga seorang ahli psikologi. Tak menunggu usia sekolah dasar, sejak usia 6 bulan Boris Sidis— Sang Ayah—telah mengajarkannya huruf-huruf abjad sesuai urutan. Tak cukup di situ. Dia juga diajari aneka ilmu: ilmu bumi, ilmu ukur, ilmu tubuh manusia, hingga bahasa Yunani. Usaha Boris Sidis mengajarSALAM Akhir Tragis Sang Jenius Billy Sidis Oleh: : Syaiful Anshor, Guru Ngaji AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
3 SALAM kan Billy Sidis berhasil. Pada usia 5 tahun, Billy Sidis menulis karya ilmiah. Bukan tentang dongeng anak-anak. Tapi, tentang anatomi. Prestasinya pada usia 11 tahun kian moncer. Dia masuk kuliah di universitas terkemuka di dunia yang terkenal orang-orang cerdasnya: Harvard University. Pada usia 14 tahun memberi kuliah di sana. Sejenak, mungkin kita akan berpikir, “Betapa hebatnya seorang jenius Billy Sidis.” Di saat kecil sudah punya segudang prestasi. Capaiannya mengagumkan. Di luar anak-anak biasa. Dan, yang jelas, masa depannya pasti hebat. Jadi orang sukses! Tapi, apakah betul begitu? Ternyata tidak. Lalu, apa yang terjadi. Di tengah gemerlap prestasi yang diraih, Billy Sidis justru merasa tidak bahagia. Hatinya hampa. Gersang. Seolah seluruh prestasi dan capaian yang telah susah payah diraih tak ada nilainya. Puncaknya, di saat orang-orang di sekitarnya mengelu-elukan Billy Sidis, dia justru meninggalkan semuanya. Dia memilih menjadi buruh cuci piring di sebuah restoran yang mungkin dianggap banyak orang pekerjaan kasar dan bergaji rendah. Apa yang terjadi pada Billy Sidis bukti bahwa kecerdasan tidak jadi faktor utama kesuksesan seseorang di masa depan. Tidak sedikit orang yang konon cerdas justru tidak menjadi apa-apa di masa depannya. Sebaliknya, ada anak yang dulu dianggap biasa saja, justru sukses luar biasa. Ini bukan berarti orang jenius tidak bisa jadi orang sukses. Sekali lagi tidak. Hanya saja, yang perlu dipahami orang jenius yang sukses itu bukan semata-mata karena kecerdasannya. Tapi ada faktor lain: motivasi kuat untuk melakukan sesuatu dengan penuh kesabaran dan integritas. Menarik yang ditulis Ustaz Mohammad Fauzil Adhim berkenaan kecerdasaan. Kata pakar parenting Islam ini masih dalam buku yang sama, hal yang paling sulit justru bukan soal kognitif dan kemampuan anak melainkan soal karakter. Bagaimana menumbuhkan karakter anak. Lalu, di bawahnya motivasi. Hal ini juga menurutnya jadi sesuatu yang penting dilakukan oleh orangtua dan guru. Menumbuhkan motivasi yang kuat kepada anak. Saat anak memiliki motivasi internal kuat, maka dia akan berusaha sekuat tenaga meraih apa yang dicita-citakan. Tidak mudah menyerah. Setelah itu, baru kognitif dan kemampuan anak. Kecerdasan. Namun, tidak begitu sulit untuk mengajarkan siswa untuk mengetahui sesuatu jika sudah memiliki karakter yang kuat sekaligus motivasi yang hebat. Itu pula yang tergambar pada Imam Syafi’i. Kesuksesannya menjadi ulama bukan semata-mata karena kecerdasannya. Tapi kesanggupan menghadapi kesulitan. Dia bersabar dan tahan menyimak pelajaran dengan duduk berlama-lama di luar kelas karena tak punya cukup biaya. Pun juga Imam Bukhari. Kesuksesannya menjadi perawi hadis sekaligus ulama terkemuka karena perjuangannya dalam mencari hadis. Mau berlelah-lelah menempuh perjalanan panjang demi sebuah hadis.* Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
DAFTARISI 36 konsultasi psikologi Cara Ajarkan Anak Berpuasa 39 Perspektif Kiat Sukses Beribadah di Bulan Ramadhan 43 cerpen Kisah Epik di Bulan Ramadhan 6 25 36 39 6 TARBIYAH Ramadhan Penuh Berkah Bersama Keluarga 2 salam Akhir Tragis Sang Jenius Billy Sidis 11 KABAR SEKOLAH SMP AISBA Lantik Ketua OSIS Baru 25 laporan khusus Memotret Indonesia Lewat Karya Siswa 34 puisi Perjuangan Ibu 4 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin Redaksi: Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Nur Hidayat Sidang Redaksi: Muflihin, Rahmat, Romadhan, Lilin Linda Saputri, Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly Ihsan, Hanifah Rahmah, Dina, Nur Hidayat, Indah Yulianti. Desainer: Mustok Design Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. Ruko Kompleks Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru. 0542-8515762 WA: 0811533362 Pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan ke E-mail: [email protected]. SUSUNAN REDAKSI 5 Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Pembaca An-Najah yang dirahmati Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Semoga saat media digital sekolah An-Najah ini hadir di hadapan pembaca—Ayah dan Bunda semua—sedang dalam keadaan sehat wal ‘afiat, penuh keberkahan, kebaikan, dan segala urusannya dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’a. Tim redaksi An-Najah bahagia bisa menyapa para pembaca di bulan suci Ramadhan ini. Alhamdulillah, bulan puasa yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Itu berarti kita semua masih diberi kesempatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menikmati aneka hidangan ibadah di dalamnya yang bertabur pahala. Tentu ini adalah nikmat luar biasa. Bisa bertemu bulan mulia. Di mana tak sedikit orang lain yang ingin bertemu tapi telah dipanggil lebih dulu. Karena itu, teriring doa semoga kita semua—khususnya para pembaca—dimudahkan dan diterima seluruh ibadahnya. Pembaca An-Najah yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Seperti biasa, setiap kali bulan Ramadhan tiba, majalah digital sekolah ini akan banyak mengangkat tema seputar Ramadhan di beberapa rubriknya. Tujuannya selain sebagai edukasi dan reminder buat kita, juga sebagai syiar bulan Ramadhan. Salah satunya seperti yang terdapat pada rubrik Tarbiyah. Redaksi mengangkat judul utama “Ramadhan Penuh Berkah Bersama Keluarga.” Redaksi sengaja mengangkat angle ini berharap agar setiap keluarga memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin. Menjadikan bulan puasa sebagai momentum qualiy time bersama keluarga untuk mengakrabkan sekaligus mengokohkan kembali pondasi keluarga. Untuk itu, orangtua harus menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya dalam be-Ramadhan. Pembaca An-Najah yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selain berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan, kami juga merasa bahagia dengan telah terlaksanakannya annual event akbar sekolah Students’ Day di Gedung Kesenian, Balikpapan akhir Februari lalu. Seperti Ayah-Bunda saksikan, para siswa—baik SD dan SMP—menampilkan berbagai macam penampilan yang atraktif dan impresif. Mewakili SD-SMP AISBA, redaksi juga mengucapkan jazaakumullah ahsanal jazaa kepada para orangtua siswa atas doa dan support-nya. Tak terkecuali kepada para sponsor Students’ Day yang telah memberi bantuan terbaik sehingga event ini bisa berjalan dengan baik. Semoga kebaikan itu dibalas dengan balasan berlipat ganda oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Terakhir, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Allah memudahkan dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiiiin. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Redaksi Marhaban, Ya Ramadhan SAPA REDAKSI Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
Ramadhan Penuh Berkah Bersama Keluarga Oleh: *Syaiful Anshor, Pimred An-Najah Bulan Ramadhan berbeda dengan sebelas bulan lainnya. Bulan ini punya banyak keutamaan yang tak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain. Itu kenapa, saking spesialnya bulan ini sampai dijuluki sebagai sayyidul syuhur—penghulunya bulan. Lihat saja keutamaanya. Setan-setan dibelunggu. Pintu-pintu neraka ditutup. Pintu-pintu surga dibuka. Pahala dilipat gandakan. Bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an. Juga terdapat lailatul qadr—satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bukan itu saja keutamaan (fadhilah) bulan Ramadhan. Bulan ini juga bertabur 6 TARBIYAH AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
keberkahan, ampunan (maghfirah), dan kasih sayang (rahmat). Itu kenapa, umat Islam—khususnya salaf shalih—jauhjauh hari berdoa agar dipertemukan bulan suci ini. Seperti yang terdapat dalam Lathaif Al-Ma’arif. Para sahabat bahkan berdoa agar dipertemukan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya. Mereka juga berdoa selama enam bulan sesudahnya agar amal shalih mereka di bulan Ramadhan diterima. Itu kenapa saking spesialnya bulan suci Ramadhan tidak boleh disia-siakan begitu saja. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin, khususnya bagi setiap keluarga Muslim. Ini momentum terbaik untuk kembali ke rumah: mengakrabkan, menguatkan, dan mengokohkan pondasi rumah tangga. Jadikan Ramadhan sebagai momentum “family time” paling berkualitas dan terbaik untuk keluarga. Jika mungkin biasanya di luar Ramadhan interaksi antar kelurga kurang optimal karena beragam kesibukan dan seabrek aktivitas pekerjaan, ini saatnya untuk kembali ke rumah. Terkhusus bagi seorang suami, sang kepala rumah tangga. Untuk melakukan ini ada contoh terbaik yang telah ditelandakan oleh para salaf as-shalih. Seperti yang diingatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu untuk mencari keteladan akan lebih baik kepada mereka yang telah tiada. Sebab, mereka telah teruji. Adapun yang masih hidup belum aman dari fitnah. Sedangkan para sahabat Nabi Muham - mad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah generasi yang hidup di zaman terbaik (khairu qarni). Hati mereka begitu baik dan bersih. Ilmunya dalam. Aqidahnya kuat. Pejuang Islam yang luar biasa. Juga tidak berlebih-lebihan dalam tindakan. Qiyamul Lalil Seperti halnya yang dilakukan oleh Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu dalam mengajak keluarganya memanfaatkan Ramadhan. Khalifah kedua ini biasa mengajak anggota keluarganya untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan qiyamul lalil. Ibadah itu dilakukan oleh Umar bin Khaththab karena termotivasi pahala luar biasa menghidupkan malam Ramadhan. Seperti hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, “Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap (pahala) maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no 2008) Menariknya, Umar bin Khaththab—selaku kepala rumah tangga— Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 7
yang langsung membangunkan keluarganya jika tengah malam tiba. Saat membangunkan, biasanya Umar akan berkata, “Shalat….Shalat…shalat.” Tak hanya itu, untuk memotivasi dan membangunkan anggota keluarganya, Umar akan membaca ayat alQur’an berikut ini: ْ َها ْ َ عَلي َ ْ اص َطِبر ِ و ِ َّ الصَلاة ْ أ ْهَل َك ب ُر م ْ َ أ و ُ َكۗ ْ ُزق ُ َك ِ رْزًقا ۖ َ ن ْح ُن َ نر ل َ َ ا ن ْسأ ۖ ل َ ٰى َّْقو ِلت َ ُة ل ب ِ َاق ْع َ ال و “Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa” (Qs. Toha: 132) Tilawatil Qur’an Membaca al-Qur’an juga mengandung pahala tak kalah besar dibanding qiyamul lail. Di bulan-bulan biasa saja membaca al-Qur’an sudah bertabur pahala—satu hurufnya sepuluh kebaikan. Terlebih lagi jika melakukannya pada bulan suci Ramadhan. Pahalanya jauh lebih besar. Itu kenapa para salaf shalih berlomba-lomba membaca al-Qur’an. Bahkan, mereka bisa mengkhatamkan al-Qur’an beberapa kali dalam sebulan. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam saja punya waktu spesial untuk al-Qur’an di bulan yang disebut sebagai syahrul Qur’an ini. 8 TARBIYAH Pada bulan ini, Nabi menyimakkan hafalan al-Qur’an kepada malaikat Jibril. Sahabat Nabi, Utsman bin Affan mengkhatamkan al-Qur’an sekali dalam sehari. Sebagian salaf as-shalih bahkan ada yang mengkhatamkan alQur’an dalam tiga hari. Seharusnya spirit tilawatul Qur’an di bulan Ramadhan ini juga jadi semangat dalam keluarga. Tilawah alQur’an harus jadi agenda penting bagi setiap keluarga Muslim. Jangan sampai dalam sehari pun tidak ada tilawatul Qur’an dalam keluarga. Orangtua—baik Ayah maupun Ibu—seharusnya mengambil peran ini. Membuat jadwal tilawah alQur’an untuk keluarga bersama. Bisa dalam bentuk personal atau kolektif. Tergantung waktu. Lebih bagus lagi kalau tasmi’ bersama dan dipimpim Ayah. Jika ada bacaan yang salah bisa langsung di-tashih. Orangtua juga bisa membuat target khatam al-Qur’an bagi setiap anggota keluarga. Khususnya bagi anak yang telah bisa membaca al-Qur’an. Jika belum, bisa fokus di bidang tahsin—memperbaiki bacaan. Bagi semua anggota keluarga yang sudah bisa baca al-Qur’an wajib khatam alQur’an. Minimal satu kali dalam bulan Ramadhan. Untuk memudahkannya, orangtua bisa membuat jadwal tilawah untuk anak. Waktunya bisa setiap habis shalat. Paling tidak dua halaman. Atau juga di waktu kosong: seperti menunggu ifthar atau usai sahur. Jangan justru waktu usai sahur dipakai tidur. Untuk mengontrolnya, orangtua AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
bisa membuat lembar ceklis tilawah. Setiap kali selesai anak bisa melaporkannya ke pada orangtua. Dikasih paraf. Untuk memotivasi, orangtua juga bisa memberikan hadiah kepada anak jika bisa mencapai target khatam alQur’an. Namun, itu semua tidak akan berhasil jika tanpa keteladanan. Orangtua harus jadi role model bagi anak. Ikut baca alQur’an. Jangan sampai hanya menyuruh anak baca al-Qur’an tapi tidak melakukannya. Insyaa-Allah, jika orangtua mencontohkan, anak pasti akan mengikutinya dengan penuh semangat. Perbanyak Sedekah Sedekah juga salah satu amalan di bulan Ramadhan yang harus jadi prioritas keluarga. Sebab, pada bulan ini Rasulullah juga begitu bersemangat bersedekah. Bahkan, dalam hadis riwayat Bukhari kedermawanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus. Bukan hanya Rasulullah. Para sahabat juga begitu gemar bersedekah di bulan Ramadhan. Tak mau ketinggalan keberkahannya. Seperti yang dilakukan Ibnu Umar radhiyallahu’ahuma. Jika hendak berbuka puasa. Beliau selalu memanggil anak-anak yatim dan orang miskin untuk buka bersama. Ada c e r i t a menarik yang dikisahkan A b u Suwar Al-‘Adi. Orang-orang dari Bani ‘Adi biasa shalat di masjid ini dan mereka tidak pernah berbuka sendirian. Bila ada orang yang bisa diajak berbuka di rumah mereka baru makan. Bila tidak ada, maka mereka mengeluarkan hidangan makanan ke masjid. Para jemaahpun berbuka bersamanya. Masyaa-Allah, apa yang mereka lakukan menggambarkan kedermawanan luar biasa di bulan Ramadhan. BuRamadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 9
TARBIYAH 10 AN-NAJAH | Rajab 1445/Rajab 2024 kan tanpa alasan mereka melakukannya. Sebab, seperti dijelaskan dalam hadis pahala memberi ifthar kepada orang berpuasa pahalanya luar biasa. َ ْر ِ َ غي أ ْجِره ِ ْث ُل ًم َ ا ك َ ان َ لُه م ِ َ َ صائ طر َّ َ ْن َ ف م ًْئا ِ ِم شَ ي َّ الصائ أ ْجِر ِ ْن َْنُق ُص م َا ي َُّه ل ن أ “Barangsiapa yang memberi buka puasa orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan semisal pahala orang yang puasa itu; tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR. Tirmidzi). Nah, orangtua bisa menjadikan sedekah sebagai agenda di bulan Ramadhan bersama. Bisa mengundang tetangga sekitar atau orang tidak mampu untuk berbuka bersama. Atau juga mengirim menu ifthar baik kepada masjid, panti asuhan, atau tempat lainnya. Ajak juga buah hati untuk melakukannya. Supaya memiliki pengalaman berbagi kepada sesama. Jangan lupa untuk mengajarkan keutamaan bersedekah di bulan puasa yang begitu besar. Semoga dengan begitu, kelak, anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang-orang yang dermawan atau suka berbagai kepada sesama. Setidaknya, ketiga hal tersebut— qiyamul lail, tilawatul qur’an, dan sedekah—bisa dioptimalkan oleh keluarga dalam memanfaatkan bulan suci Ramadhan. Dengan begitu, setiap keluarga Muslim dapat meraup keberkahan Ramadhan. Bulan suci tidak berlalu sia-sia begitu saja. *
Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 11 SMP AISBA Lantik Ketua OSIS Baru Kepala SMP AISBA, Ustaz Abdul Rofik melantik ketua OSIS baru, Muhammad Razi dengan Wakil Ketua Kamila Senin, 29 Januari lalu. Siswa kelas 8 Pa yang akrab disapa Razi ini berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan ketua OSIS yang diikuti seluruh siswa dan guru beberapa waktu lalu. Pelantikan dilakukan di aula lantai 4 gedung AISBA di kawasan Bukit Cinta Damai (BCD) dan disaksikan oleh seluruh siswa dan juga guru. Usai pembacaan surat pelantikan, Ustaz Rofik menyerahkan bendera OSIS dan juga selempang berwarna merah bertuliskan, “The President of Students Council.” Dengan pelantikan itu, Razi resmi jadi Ketua OSIS SMP AISBA. Dia menggantikan ketua sebelumnya, Naufal yang sebentar lagi akan lulus. Dalam kesempatan itu, Razi—sapaan akrabnya—menyampaikan kesiapan menjalankan program organisasi sekolah yang diamanahkan kepadanya. Dia juga berharap dukungan semua pihak—terutama seluruh anggota OSIS—untuk bersinergi menjalankan program degan baik. Koordinator Kesiswaan, Ustaz Nur Hidayat mengatakan keberadaan OSIS sangat penting bagi siswa. Sebab, menurut guru sains alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah ini organisasi siswa ini bisa jadi wadah untuk melatih jiwa kepemimpinan (leadership) siswa. “Selain melatih jiwa leadership siswa, organisasi ini juga bisa melatih mereka untuk bertanggung jawab terhadap amanah yang diembankan kepada mereka,” ujarnya kepada An-Najah awal Februari lalu.*
12 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024 juga berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan serupa. Hanya beda hari penyelanggaraan lomba dan kategori saja. Dalam ajang panahan cukup bergengsi itu, Naura—sapaan akrabnya—juga berhasil meraih gold medal. “Iya, Ustaz. Naura juga meraih medali emas,” ujarnya kepada An-Najah. Dalam kejuaraan ini, Naura mengikuti kejuaraan untuk kategori beregu jarak 10 meter. Tak hanya meraih gold medal, pada kejuaraan kali ini, Naura juga berhasil menyabet medali perunggu sekaligus. Seperti diketahui, dua kakak beradik—Naura dan Nadha—ini sudah cukup lama diikutkan latihan olahraga panahan oleh orangtuanya. Training itu selain untuk memanfaatkan waku kosong, juga untuk mengasah minat dan bakat dalam bidang olahrga. “Alhamdulillah, seiring waktu skill panahan keduanya makin bagus dan berhasil meraih beberapa kali medali. Mohon doanya, ya Ustaz,” tutur Bundanya.* S ebuah pesan WA masuk ke layar gadget redaksi An-Najah awal Februari lalu. Pesan itu dari salah satu orangtua siswa SD AISBA, Bunda Lestari. Dalam pesan itu, beliau mengabarkan kalau putrinya, Nadha Nadhira Jaya berhasil meraih medali emas (gold medal) dalam Kejuaraan Panahan Piala Wali Kota Balikpapan Borneo Archery Fiesta Session #2. Ternyata tak hanya berhasil meraih gold medal. Nadha—begitu siswa murah senyum ini biasa disapa—juga meraih medali perunggu (bronze medal) dalam kejuaraan yang sama. Untuk gold medal diraih Nadha kategori beregu dengan jarak 5 meter. Sedangkan bronze medal kategori mix team dengan jarak yang sama. “Alhamdulillah, semoga prestasi ini bisa mendorong dan memotivasi Naura dan Nadha untuk terus meraih prestasi di masa yang akan datang,” ujarnya. Bukan hanya putri bungsunya, putri sulungnya Naura Nadhifa Jaya Kakak Beradik Raih Gold Medal Lomba Panahan
13 Tumbuhkan Resiliensi dengan AODI Komite SD AISBA mengadakan AISBA One Day Inspiration (AODI) pada Sabtu, 27 Januari lalu. Training psikologi ini mengangkat tema, “Strategi Mendampingi Anak Memiliki Daya Juang Menghadapi Tantangan.” Bukan hanya siswa kelas 6 SD AISBA, kegiatan ini juga diikuti oleh orangtua siswa dan juga guru. Jika siswa kelas 6 bertempat di kelang mereka, kegiatan untuk orangtua siswa dan guru bertempat di Aula Lantai 4 Gedung AISBa di kawasan Bukit Cinta Damai. Hadir sebagai pemateri dua psikolog dari Biro Psikologi Karakter Bina Insani: Bunda Shinta Rini dan Bunda Nughraheni Ariati. Bunda Shinta mengisi materi di orangtua siswa dan guru di lantai empat. Sedangkan Bunda Nuni khusus untuk siswa kelas 6. Ketua Komite SD AISBA, Bunda Sri Widyawati sengaja memilih tema tersebut. Sebab, menurut orangtua Uwais Hafidz—siswa kelas 3 Pa SD AISBA—ini anak harus memiliki daya juang atau yang biasa disebut resiliensi untuk menghadapi berbagai tantangan hidup yang berat. “Harapannya dengan kegiatan ini orangtua dan juga guru punya inspirasi untuk menumbuhkan resiliensi siswa. Siswa jadi tahan banting, berani, dan tak mudah menyerah. Apapun tantangannya,” ujarnya. Selain diisi dengan materi psikologi dan game edukatif untuk siswa kelas 6, di akhir acara juga diadakan games gabungan antara siswa dan orangtua siswa di Aula. Dengan berpasangan— anak dan orangtua—bermain game dengan memasukkan bola kecil ke dalam wadah yang diikatkan di kepala orangtua. Setiap pasangan berlomba-lomba memasukkan bola dan memindahkannya ke tempat khusus. Ada yang bersinergi dengan baik. Ada yang perlu berjuang keras memasukkan bola. Permainan tampak ramai dan seru. Tak sedikit peserta dan orangtua tertawa bahagia. “Bagaimana perasannya, Bapak Ibu? Seru kan bermain bersama anak?” tanya Bunda Nuni sang pemateri dan dijawaba serentak oleh orangtua, “Seruuuuu!”* Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
bahasa Indonesia. Hanya saja untuk Level B. Dalam ajang itu, Laiqa berhasil meraih Ruby Award. Zahra Nauratikah tidak mau ketinggalan. Siswi kelas 6 SD ini juga berhasil meraih Ruby Award untuk kategori bahasa Indonesia Level C. Terakhir, Aisyah Alexandria. Siswi kelas 4 Pi yang karib disapa Aisyah ini berhasil meraih Emerald Award di ajang Olimpiade Nusantara 3 itu. Adapun kategori yang diikuti siswa kalem ini adalah Olimpiade Sains Level C. “Semoga prestasi ini membuat para siswa lebih termotivasi dan percaya diri lagi untuk mengikuti berbagai ajang olimpiade dan berprestasi di masa yang akan datang,” harap Koordinator Bidang Kesiswaan, Ustazah Dyah Mei Rimadhani.* S D AISBA punya kabar gembira. Akhir bulan lalu, empat siswanya berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam Olimpiade Nusantara 3 yang diadakan di SD AISBA di bilangan Beler, Balikpapan Kota. Keempat siswi tersebut adalah Sherana Danesh Martiza, Laiqa Hiwana, Zahra Nauratikah, dan Aisyah Alexandria. Siswa kelas 2 Pi yang akrab disapa Sherana ini berhasil meraih Diamond Award. Adapun kategori olimpiade yang diikuti Sherana adalah olimpiade bahasa Indonesia Level A. Sebelum masuk babak final ini, Sherana lebih dulu mengikuti babak kualifikasi hingga akhirnya berhasil meraih prestasi tersebut. Prestasi yang sama diraih Laiqa. Siswa kelas 3 SD ini juga mengikuti ajang olimpiade dengan kategori 14 Panen Award di Olimpiade Nusantara 3 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
15 Dari Musuh, Globalisasi hingga Puisi S etiap majalah digital sekolah An-Najah terbit, tim redaksi selalu membedahnya di radio IDC FM. Begitu juga saat media edukasi edisi Februari itu terbit awal bulan lalu. Ada tiga narasumber yang membedahnya: Pimred An-Najah Syaiful Anshor, Andi Khanza Mahezan Hartono, dan Iftitah Khairani Salsanabila. Dalam bincang literasi yang terdapat dalam program IDC Public itu, ketiga narasumber ditemani oleh penyiar senior IDC FM, Mas Uli Abdurrahman. Ustaz Anshor—sapaan akrabnya—mengawali talkshow dengan membahas rubrik Salam, rubrik pembuka majalah. “Setiap sekolah pasti punya core values. Dan, core values itu tersebut seharusnya terinternalisasi dalam diri setiap guru dan siswa sehingga menjadi personal values,” ustaz Anshor menjelaskan rubrik Salam dengan judul, “Personal Values.” Bukan hanya membahas Rubrik Salam, Ustaz Anshor juga membahas Rubrik Tarbiyah berjudul, “Awas, Istri dan Anak Bisa Jadi Musuh.” Menurutnya, diksi musuh itu bukan buatan dirinya. Tapi, mengutip ayat suci al-Qur’an: ‘Aduw. Yaitu, orang—istri dan anak—yang menginginkan keburukan dan kemaksiatan. Andi Khanza menjelaskan tulisannya dalam Rubrik Perspektif berjudul, “Plus Minus Globalisasi Bagi Pelajar Muslim.” Menurut siswi kelas 8 Pi SMP AISBA globalisasi punya dua sisi yang saling terkait. Tergantung bagaimana cara memanfaatkannya. “Globalisasi jika dimanfaatkan dengan baik maka akan memberikan kebaikan. Begitu juga sebaliknya jika dimanfaatkan untuk hal negatif maka akan berdampak buruk,” jelasnya. Sementara, Salsa penulis Rubrik Puisi membacakan puisinya berjudul, “Perjuangan Seorang Ibu.” Siswa kelas 6 Pi SD AISBA ini membaca dengan penuh penghayatan. Selain disiarkan lewat saluran IDC FM atau live streaming juga life Instagram AISBA. Untuk membaca edisi An Najah Februari ini silahkan klik link Anyflip berikut: https://bit.ly/AnNajahFebruari2024 .* Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
16 “Semoga prestasi ini dapat memotivasi Nazya untuk terus berprestasi ke depannya,” ujar Bunda Lokita. Ini adalah prestasi ketiga yang diraih Nazya dalam bidang bela diri. Sebelumnya, Nazya juga berhasil meraih juara 1 dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Balikpapan di Pentacity, Balikpapan. Selain itu juga juara III dalam Kejuaraan Pencak Silat Walikota Balikpapan Cup IX untuk kategori kelas usia dini I putri di Dome Balikpapapan pada tanggal 4 – 7 Desember 2023 silam.* S iswi SD AISBA kembali berhasil meraih prestasi gemilang. Prestasi bidang olahraga kali ini diraih oleh Nazya Azzirah. Siswi kelas 3 SD AISBA yang akrab disapa Nazya ini meraih juara III dalam bidang olahraga bela diri. Raihan prestasi itu berasal dari Kejuaraan Nasional “Balikpapan 127th National Open Pencak Silat Championship” yang diadakan di BSSC Dome, Kota Balikpapan pada tanggal 20 – 25 Februari lalu. Adapun kategori yang diikuti adalah tanding putri kelas E usia dini I. Nazya Juara 3 Kejurnas Pencak Silat AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
17 Students’ Day Dibahas di IDC FM Tim SD-SMP AISBA mengisi bincang edukasi (Edutalk) di IDC FM pada medio Februari lalu. Talkshow itu membahas perhelatan event akbar tahunan siswa yang diadakan di Gedung Kesenian, Balikpapan pada tanggal 24 – 25 Februari. Bincang edukasi yang berlangsung sejam—dari pukul 09.00 – 10.00—itu diisi oleh tiga narasumber sekaligus: Humas AISBA, Syaiful Anshor, Ustaz Sulfahmi Alwi, dan Ustazah Rifka Annisa. Talkshow tersebut mengangkat tema, “Keanekaragaman Indonesia dalam Sebuah Karya Siswa.” Menurut Ustaz Anshor—sapaan akrabnya—talkshow itu sengaja mengangkat tema tersebut sebagai kick off sebelum diadakan Students’ Day di Gedung Kesenian. Selain itu, menurutnya tema keanekaragaman adalah sesuatu sunnatullah yang tidak bisa dihindari. “Indonesia selain negara kaya dan indah. Juga negara yang multietnik, multi kultur, dan beranekaragam bahasa. Ini adalah kekuatan yang harus dijaga untuk menguatkan pembangunan dan persatuan,” ujarnya. Karena itu, Ustazah Rifka menambahkan, tema SD AISBA mengangkat tema Puspawarna. Istilah itu menggambarkan aneka bunga yang menggambarkan keindahan dan kebhinekaan Indonesia yang tergambar dari Sabang sampai Merauke dan Mianggas hingga Pulau Rote. “Puspawarna adalah gambaran keanekaragaman bangsa yang coba direkam oleh siswa dalam dua pertujukan,” ujar Ketua Panitia Students’ Day SD AISBA ini. Hal yang sama juga disampaikan Ketua Students’ Day SMP AISBA, Ustaz Sulfahmi Alwi. Meski berbeda judul—Harmoni Nusantara—tapi punya makna dan tujuan yang sama. Aneka pertunjukan yang dipersembahkan siswa juga menggambarkan Indonesia. “Insyaa-Allah, siswa kita akan menyuguhkan aneka pertunjukan yang atraktif dan impresif yang menggambarkan harmonisme Indonesia,” ujar Koordinator Olahraga SMP AISBA ini. Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
Pahala Jariah SIAPA DIA 18 Bunda Nugraheni Ariati boleh dibilang punya kesibukan seabrek. Bayangkan, psikolog alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini sehari-hari sibuk di dunia biro: Biro Psikologi Karakter Bina Insani (KBI) dan Quadra Sinergi Consulting (QSC). Belum lagi kegiatannya sebagai narasumber di berbagai tempat, baik offline mau pun online. Karena itu, redaksi An-Najah sempat ragu saat hendak memintanya mengisi rubrik Konsultasi Psikologi di majalah digital sekolah setiap bulan. Bukan saja takut karena waktu, tapi juga karena tak ada bayarannya. Alias liLlahi ta’ala. Namun, jawabannya ternyata di luar dugaan. Bunda Nuni—biasa disapa—bersedia. “Insyaa-Allah, Ustaz. Siap. Semoga bisa jadi amal jariah,” ujarnya beberapa bulan lalu. Bunda Nuni pun resmi menjadi kontributor tetap An-Najah. Bayarannya bukan rupiah. Tapi pahala jariah. Sejak itu, tulisan tentang psikologinya sudah tayang beberapa kali di An-Najah. Terakhir, edisi Februari lalu tentang “Bekal Masa Baligh Anak.” Orang tua dari Ghaida—siswi kelas 3 SD AISBA—ini juga telah membedah tulisannya dalam talkshow IDC Public radio IDC FM. Ulasannya pun sama seperti tulisannya: sama-sama bagus. Bunda Nuni termasuk psikolog senior. Sudah berkecimpung dalam dunia psikologi sejak sebelas tahun lalu. Selain sibuk jadi konsultan psikologi, dia dan teman-teman se-profesi juga sedang menggarap buku ke-3 berjudul, “From Scar to Star.” Jadi psikolog cita-citanya sejak SMP. Saat itu, dia rajin membaca tulisan psikologi, khususnya masalah gejolak pubertas. Tertarik dan ingin mendalami. “Saya begitu menikmati bidang ini karena sesuai passion dan cita-cita sejak kecil,” ujarnya. Meski mendalami ilmu psikologi, bukan berarti dia abai psikologi Islam. Lebihlebih soal parenting. Dia mengaku tetap mengutamakan al-Qur’an dan As-Sunnah dalam mendidik anak. Semua yang bersumber dari dua kitab suci ini tidak bisa ditawar. Dia juga bersyukur karena belakang ini psikologi Islam berkembang begitu pesat. Banyak metodologi yang sesuai syariat Islam. Tidak sekuler. Karena itu, dia berpesan agar para orangtua tidak perlu khawatir apalagi takut dengan psikologi.* AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Tak banyak Ibu yang kuat dan sabar ditinggal wafat buah hati. Apalagi, jika sang anak masih bayi dan lagi lucu-lucunya. Nah, Insyaa-Allah, Ustazah Indah Yulianti termasuk orangtua dari yang sedikit itu. Betapa tidak, istri dari Andi Safari ini belum lama ini ditinggal wafat putri tercintanya, Maryam Azzahra. Usia Maryam waktu itu baru 7 bulan lebih. Masih mungil. Senyumnya manis dengan kulit putih merona. Ah, begitu menggemaskan. Suatu saat, tiba-tiba tubuh mungil Maryam demam. Suhu tubuhnya 39,3 derajat. Kejang-kejang. Agak membiru. Maryam lalu dilarikan ke rumah sakit. Dokter segera melakukan cek laboratorium dan CT Scan. Hasilnya, Maryam kelainan jantung: posisinya berada di sebelah kanan. Penyakit ini tergolong langka. Dekstrokardia. Itu kenapa, katanya, dia mudah demam dan tubuhnya kadang membiru. Maryam dirujuk ke RS. Kanujoso. Dirawat di ruang PICU. Qaddarullah, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dia dipanggil oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk selama-lamanya. Napasnya berhenti. Juga detak jantungnya. Tak ada lagi. Ustazah Iin sempat kaget. Ridha Menerima Takdir 19 “Saya termenung sambil bertanya kepada diri sendiri, “Apa ini beneran, yah?” Kondisi itu tak lama. Ustazah Iin langsung sadar. Putri keduanya telah berpulang. Dia mencoba untuk sabar dan ikhlas menerima takdir yang telah digariskan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya. Meski itu sangat berat. Kehilangan putri yang begitu dicintai. Alhamdulillah, ada suami yang menguatkannya. “Suami bilang kalau suruh sabar. Dia bilang kalau anak adalah titipan Allah. Dia berhak mengambilnya kapan saja. Juga dengan cara apa saja,” ujarnya. Nasihat itu membuatnya kian kuat. Ustazah Iin tidak tenggelam dalam kesedihan. Dia langsung memandikan dan mengkafaninya dengan tangannya sendiri. “Saat mengkafani saya berbisik lirih kepada Maryam. Insyaa-Allah, Maryam nggak sakit lagi. Maryam sudah di surga,” ujarnya. Begitu juga saat anak pertamanya, Muhammad Ibrahim Sa’ad yang kini berusia 2.5 tahun bertanya, “Ade Iyam di mana, Umi?” dia hanya bisa menjawab dengan lembut, “Ade Iyam lagi di surga. Sama Nabi Adam dan Bunda Sarah.”* Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
Warga Berprestasi SIAPA DIA 20 Medio Februari ini jadi momen spesial bagi Ritzia Athifa Khairunnisa. Siswi kelas 9 SMP AISBA ini dinobatkan sebagai warga berpestasi Kota Balikpapan. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Wali Kota Balikpapan dalam rapat Paripurna Istimewa HUT ke-127 tahun Kota Balikpapan. Selain Athifa—sapaan akrabnya— ada 13 orang lainnya yang dinobatkan sebagai warga berpestasi. Untuk bidangnya berbeda-beda. Sedangkan Athifa dipilih sebagai warga berpestasi bidang keagamaan. Putri Bapak Faizal Rahman dan Bunda Yuni Puji Astuti ini tidak ujug-ujug terpilih. Dia telah melalui proses seleksi cukup ketat. “Saya dan Ayah mengurus semua berkas dan bersyaratan. Termasuk men-scan berkas-berkas sertifikat prestasi,” ujarnya kepada An-Najah. Salah satu berkas yang dikirim Athifa adalah sertifikat prestasi bidang keagamaan yang diraih dua tahun terakhir: 2022-2023. Alhamdulillah, dalam kurun waktu itu, Athifa punya dua prestasi cukup prestisius. Pertama, juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) cabang tahfidz al-Qur’an tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda tahun 2022. Kedua, juara 2 MTQ cabang tahfidz alQur’an tingkat yang sama di Kota Balikpapan tahun 2023. “Selain foto copy dua sertifikat itu saya juga lampirkan berbagai sertifikat juara lomba tahfidz al-Qur’an tingkat provinsi yang lainnya,” imbuhnya. Sebenarnya tak berlebih Athifa dinobatkan sebagai warga berpestasi bidang keagamaan. Sebab, selain telah banyak mengukir berbagai prestasi dalam bidang tahfidz al-Qur’an, dia sendiri sudah hafal 30 juz dan mutqin. Tak hanya itu, Athifa bahkan hafal nomor ayat sekaligus letaknya. “Jujurnya senang dengan award ini. Tapi, secara psikologi sekarang merasa ada beban berat di pundak ini. Apalagi kalau ikut lomba lagi. Takut kalau mengecewakan kota Balikpapan,” jelas siswi yang bercita-cita jadi mufasir alQur’an ini. Prestasi itu mendapat respon dari kedua orangtuanya. Ayahnya, Faizal Rahman bahagia dan mengucapkan selamat atas prestasi putri sulungnya itu. Sementara, Bundanya mengingatkan agar putrinya itu tidak berpuas diri dan terus berpestasi. “Tetap semangat. Tetap rendah hati. Tawadhu. Dan teruslah ukir prestasi gemilang di masa depan,” ujarnya menasihati.* AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Bagai pinang dibelah dua. Mungkin peribahasa lawas ini cocok untuk menggambarkan dua siswi bersaudara ini: Laiqa Hilwana Assyabiya dan Sherana Danesh Maritza. Jika dilihat sepintas, keduanya ini memang tak ada bedanya. Mirip sekali. “Memang banyak yang bilang kalau Laiqa dan Serena mirip,” ujar Laiqa kepada An-Najah akhir Februari lalu. Secara fisik memang keduanya mirip. Wajahnya bulat dengan warna kulit sawo matang. Begitu juga bentuk hidung dan pipinya. Tinggi dan besarnya juga tak begitu jauh. “Yang beda kalau alis mata Serena lebih tebal. Sedangkan Laiqa lebih tipis,” kata Serena tersenyum. Usia keduanya juga tak terpaut jauh. Bedanya hanya sekitar setahun lebih. Kini, usia Laiqa sepuluh tahun. Sedangkan Sherena jalan 9 tahun. Tak hanya punya kesamaan fisik. Hobi keduanya juga ternyata sama. “Laiqa hobinya berenang” katanya dan ditimpali Sharena, “Kalau hobi saya juga sama. berenang.” Bahkan tak hanya sampai di situ. Kembar Tapi Tak Sama 21 Putri pasangan Bapak Teguh Sukamto dan Bunda Novida Eka Cahyani ini juga punya cita-cita yang sama: dokter. Hanya bedanya, kalau Sherena ingin jadi dokter gigi. Laiqa ingin jadi dokter spesialis anak. Kedua bersaudara ini bahkan punya prestasi dalam bidang yang sama: literasi. Seperti diketahui, awal Februari lalu, keduanya berhasil meraih medali dalam ajang Olimpiade Nusantara 3. Sherena berhasil meraih Diamond Award untuk kategori bahasa Indonesia Level A. Sedangkan Laiqa berhasil meraih Rubi Award untuk kategori bahasa Indonesia Level B. “Saya suka literasi. Suka bahasa,” ujar siswi kelas 3 SD AISBA ini. Bahkan, tak hanya suka pelajaran bahasa Indonesia, Laiqa juga suka bahasa asing—Arab dan Inggris. Menurutnya, bahasa asing sangat penting sekali untuk komunikasi dengan orang lain. Lebih-lebih lagi di zaman global seperti sekarang. “Nanti kalau ketemu orang luar negeri atau juga kalau ke luar negeri kan bisa dengan mudah komunikasi dengan mereka,” ujar Laiqa.* Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
Lewat Karya Siswa Memotret Indonesia S D-SMP AISBA kembali mengadakan hajatan akbar tahunan siswa: Students’ Day. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan yang berisi aneka pertunjukan siswa itu diadakan di Gedung Kesenian, Balikpapan. Hanya saja, tahun ini acara tersebut diadakan selama dua hari: tanggal 24 Februari (SD AISBA) sedangkan 25 Februari (SMP AISBA). Pemisahan waktu kegiatan itu dilakukan agar setiap siswa—baik siswa SD maupun SMP—dapat menampilkan berbagai pertunjukan dengan optimal. Judul Students’ Day SD AISBA kali ini “Puspawarna”. Sedangkan SMP AISBA “Harmoni Nusantara.” Meski berbeda, tapi secara substansi punya kesamaan. Yatu, soal kebhinekaan, kekayaan, serta keindahan alam Indonesia. Sebab, pertunjukan ini memotret keberagamanan Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dari Mianggas hingga Pulau Rote. Seperti terlihat dalam berbagai pertunjukan setiap siswa—baik SD maupun SMP—berhasil menampilkan berbagai pertunjukan impresif. Nah, seperti apa pertunjukannya? Ikuti ulasannya dalam rubrik Laporan Khusus An-Najah berikut ini. Selamat membaca.* 22 LAPORAN KHUSUS AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Satu Makna Dua Judul Panggung Gedung Kesenian Balikpapan tiba-tiba terang. Cahaya lampu di atasnya menyorot bagian depan. Tampak tiga siswi SMP AISBA itu berdiri tegap menghadap penonton yang duduk di tribun. Ketiga siswi itu Faza Fauzan Adhima, Naurah izzati Syahidah, dan Anisa Azka Humaira. Baju yang dikenakan mereka bukan seragam seperti yang biasa dipakai. Tapi tiga baju adat daerah: Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Bukan tanpa alasan mereka mengenakan baju adat tersebut. Sebab, sebagai pembawa acara Students’ Day, mereka diminta mengenakan baju sesuai judulnya: Harmoni Nusantara. Tak hanya tampak dari baju adat yang dipakai. Kesesuaian tema itu juga tergambar dari dua backdrop besar di belakang panggung. Backdrop bercorak dua warna—biru dan putih— itu menggambarkan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh dan Rumah Gadang, rumah khas tradisional suku Minangkabau, Sumatera Barat. “Maha karya siswa AISBA yang akan selalu terkenang dan menyejarah, inilah dia Students’ Day two 23 thousand and twenty four dengan mengangkat tema Harmoni Nusantara,” ujar ketiga MC itu sambil memberikan simbol 2024 dengan jari. Seperti yang terdapat dalam dialog opening acara tersebut, Faza—sapaan akrabnya—menjelaskan alasan panitia memilih judul tersebut. Katanya, judul Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
Students’ Day SMP AISBA kali ini lebih global dari tahun lalu yang berjudul “The Journey of AISBA.” Jika tahun lalu lebih fokus mengangkat perjalanan sekolah, kali ini tentang negara. “Secara bahasa harmoni adalah keselarasan atau keserasian. Sedangkan nusantara adalah keseluruhan wilayah kepulauan Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke dari Mianggas hingga Pulau Rote,” jelasnya. Tak hanya itu, Faza juga menjelaskan jika alam Indonesia sangatlah indah. Laksana zamrud khatulistiwa. Hijau. Semuanya ada. Bertahtakan keindahan. Bahkan, dia mengutip ungkapan seorang Syeikh asal Mesir yang mengatakan Indonesia laksana potongan surga yang jatuh ke bumi. Berbeda dengan judul SMP, SD AISBA mengangkat tema Students’ Day kali ini “Puspawarna.” Istilah ini diambil dari bahasa Jawa. Kata ini memiliki arti bermacam-macam bunga. Menurut Ketua Students’ Day SD AISBA, Ustazah Rifka Annisa, puspawarna adalah deskrispi tentang keanekaragaman Indonesia yang dicoba untuk dikemas dalam pertunjukan seni Islami siswa. “Jadi, tema Puspawarna tidak saja menggambarkan bangsa Indonesia yang multietnik, beragam budaya dan suku, tapi juga menggambarkan keindahan serta perjuangan pahlawan bangsa,” ujar koordinator bidang Diniyah ini. Karena itu, dia dan tim guru mencoba memotret keberagamaan itu 24 LAPORAN KHUSUS AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
25 dalam dua pertunjukan drama. Drama pertama berjudul, “Harmoni Tanah Air.” Drama kedua berjudul, “Langkah Kecil Menuju Besar.” Menurutnya, tak mudah membuat konsep drama kolosal yang merekam heterogenitas dan sejarah panjang tersebut. “Selain kisahnya yang panjang dan rumit. Karena menggabungkan berbagai fragmen kisah. Dari zaman kesultanan, kolonialisme, hingga kemerdekaan seperti sekarang. Juga yang paling sulit mengakomodir seluruh siswa,” jelasnya saat Edutalk di IDC FM medio Februari lalu dengan judul, “Keanekaragaman Indonesia dalam Karya Siswa.” Setali tiga uang aneka pertunjukan yang disajikan oleh siswa-siswi SMP AISBA. Mereka berupaya keras menyajikan aneka penampilan yang dapat menggambarkan tema Students’ Day Harmoni Nusantara. Tak hanya itu, mereka juga berharap, pertunjukan itu dapat menciptakan suatu tatanan kehidupan negeri yang harmoni. “Semoga negeri yang gemah ripah loh jinawi ini menjadi negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ujar salah satu MC dari mereka. Dari hasil diksusi panjang itu, lahirlah beberapa pertunjukan yang dipersembahkan oleh siswa-siswi SMP AISBA dalam pagelaran Students’ Day di Gedung Kesenian, 25 Februari lalu. Di antaranya, Investigative Journalism, The Land of Green Haven, dan The Secrets of The Universe. Tak hanya itu saja penampilan yang disajikan. Ada juga penampilan tak kalah menarik lainnya, seperti Syi’rul Insijam—dengan berbahasa Arab—pramuka dan ekskul tapak suci, Islam itu Indah, Ma’radh Hifdzil Qur’an (MHQ), dan terakhir Wisuda tahfidz al-Qur’an oleh beberapa siswa pilihan. “Insyaa-Allah, semua penampilan menarik. Sebab, disuguhkan dengan penuh totalitas dan perasaan,” ujar ketua panitia Students’ Day SMP AISBA, Ustaz Sulfahmi Alwi. Meski judul dan jenis pertunjukan Students’ Day SD dan SMP AISBA berbeda, tapi substansi dan filosofinya sama. Sebab, kedua-duanya mengandung keanekaragaman Indonesia. Tujuannya juga sama: membangun harmonisme dan toleransi Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH
26 LAPORAN KHUSUS AN-NAJAH | Rabiul Akhir 1445/November 2023 sesama anak bangsa. Apresiasi Pagelaran Students’ Day yang ditampilkan oleh siswa-siswi SDSMP AISBA mendapat apresiasi dari oragtua siswa. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Arif Mufti. Ayah dari Naurah izzati Syahidah mengaku bangga dan kagum atas karya yang disuguhkan siswa. “Terima kasih kepada sekolah yang telah mendidik adik-adik sehingga berani tampil penuh percaya diri,” ujarnya saat memberi sambutan perwakilan orangtua siswa. Bapak Mufti—sapaan akrabnya— mengaku bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup bagi siswa. Selain cerdas secara intelektual, siswa menurutnya juga harus memiliki kecerdasan dalam hal spiritual dan emosional. Ketiganya saling terkait untuk membentuk pribadi paripurna. Karena itu, dia menilai, acara Students’ Day bisa jadi media untuk melatih ketiga hal tersebut. Seperti judulnya, “Harmoni Nusantara” dia berharap, tema itu dapat menginspirasi siswa untuk hidup harmoni dan rukun di dalam sekolah dengan beragam suku dan budaya. “Jadi harmoni yang indah di bawah naungan tauhid, Laa ilaha illallah,” harapnya. Senada disampaikan Ketua Yayasan Al-Imam Madinatul Iman (YAMI), Bapak. H. Muhammad Utama Jaya. Founder AISBA itu mengapresiasi seluruh pihak—guru, siswa, dan para donatur—yang telah terlibat dalam event akbar tahunan siswa tersebut. Ayah tiga anak ini juga terus memotivasi siswa untuk terus belajar dan berkarya. Sesulit dan sebesar apapun tantangannya. Sebab, menurutnya, tak ada kebaikan yang sepi ujian. Pasti ada saja rintangannya. “Seperti halnya saat saya mendirikan AISBA. Bahkan sejak awal hingga kini masih ada tantangannya, tanah sekolah digugat dan lain sebagainya. Alhamdulillah, sekolah menang di pengadilan,” ujarnya.*
Rabiul Akhir 1445/November 2023 | AN-NAJAH 27 Lalu Menjajah Dari Rempah-Rempah Ternate, tahun 1512. Pelabuhan Ternate tampak seperti biasanya. Ramai. Kapal-kapal dan perahu nelayan bersandar di dermaga. Para nelayan dan warga di sekitar pelabuhan tampak hilir mudik keluar masuk pelabuhan membawa hasil tangkapan berbagai jenis ikan yang melimpah. Pemandangan serupa juga terjadi tak jauh dari pelabuhan. Tepatnya di sebuah pasar yang ramai oleh pembeli. Aneka lapak dibuka di pasar tradisional itu. Para penjual yang mayoritas pribumi menjual dagangan: pakaian, makanan, dan hasil rempahrempah. Salah satu penjualnya berdarah Arab. Namanya Alfarizi. Tubuhnya tinggi dan ramping. Mengenajakan jubuh putih dengan kepala dililit sorban bermotif merah putih. Dia tampak sibuk menjajakan aneka dagangan kain bermotif batik. “Ta’al. Ta’a. Ta’al…! Isytar qumasy jayyid. Tsamanuhu rakhis jiddan. Hayya isytar!” kata Alfarizi kepada para pembeli sambil mengibas-ngibas kain batik yang di-jereng di depannya. Para pembeli yang berlalu lalang di depannya sontak mampir ke lapaknya. Fayza dan Syaqira. Keduanya tertarik kain beraneka corak batik yang dijajakan sang penjual asal Arab itu. Apalagi, ada iming-iming harga yang murah: rakhis jiddan. “Haza qumasy jayyid. Lakinna uhibbu zalika aidhan. Aina ahsan?” kata Fayza kebingungan bertanya kepada penjual usai memilih-milih kain yang hendak dibeli. “Kalau beli dua ada diskonya mungkin,” Syaqira coba menasihati. “Iza asytar itsnain. Hal tsamanuhu sayuku arkhas, ya Tajir?” Fayza menawar dan dijawab Al-Farizi dengan mantap, “Tafadhdholii. Aina turidina?” “Asytar hazaini qumasyaini, ya Tajir,” kata Fayza. Saat prosesi jual beli itu berlangsung, tak jauh dari situ—tepatnya di Pelabuhan Ternate—kapal-kapal Portugis tiba-tiba datang. Kapal-kapal mewah dan besar yang membawa banyak tentara Portugis itu bersandar di dermaga. Kedatangan mereka pun menyedot para warga yang berada di sekitar pelabuhan. Setelah jangkar dilepas dan kapal bersandar sempurna di pelabuhan, seorang kaptain dengan berpakaian khas Purtugis berteriak lantang, “Sol-
28 LAPORAN KHUSUS AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024 ider! We have arrived!” Tak hanya itu, sang captain yang berambut blonde, berkulit putih, dan berhidung mancung itu menjelaskan bahwa tempat yang akan dipijak itu kaya akan hasil buminya berupa rempah-rempah. Karena itu mereka berencana menjadikannya sebagai daerah jajahan. “Come on! Let’s go down and head to the market,” ujarnya lagi. Melihat pasukan Portugis yang datang dengan senjata lengkap, prajurit Kesultanan Ternate tidak tinggal diam. Mereka datang dan mengintogerasi mereka. Prajurit Sultan juga tak kalah gagah. Mengenakan seragam tentara coklat dan lengkap dengan senjata di tangan. “Siapa kalian?” bentak Habibi. “Portugues!” jawab Zeroun. “Apa tujuan kalian datang kemari?” tanya Nafiz. “Do you sell spices?” tanya Salman. Dari perbincangan itu, tentara Portugis ternyata mengatakan bahwa kedatangan mereka ke tanah Indonesia bagian Timur itu untuk membeli rempah-rempah. Mereka lalu dibawa untuk menghadap ke Sultan Ternate. Sultan duduk di atas singgasananya yang indah. Banyak prajurit yang mengawalnya. Dua prajurit di sebelah kanan dan kiri. Sedangkan lima orang duduk di depannya. Lengkap dengan senjata. Lalu, datanglah prajurit yang membawa tentara Portugis. “Lapor, Sultan! Bangsa Portugis datang ingin membeli rempahrempah,” kata Habibi.
Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 29 “Berapa banyak rempah-rempah yang kalian butuhkan?” jawab Braga yang berperan sebagai Sultan. “Kami ingin membawa semua rempah-rempah yang ada di sini,” jawab Zafran. Mendengar jawaban itu, sang Sultan naik pitam. Marah besar. Dia tidak mau menyerahkan semua hasil bumi Ternate begitu saja kepada bangsa Portugis. Baginya itu adalah ancaman sekaligus penjajahan. Harus dilawan. Tidak boleh tinggal diam. Tentara Portugis tahu kalau Sultan menolak. Mereka berusaha menyerang Sultan. Para prajurit dengan sigap menyelamatkan Sultan. Membawanya masuk ke dalam kerajaan. Didampingi dayang. Pertempuran lalu terjadi. Sengit. Hebat. Bunyi pedang saling beradu. Tombak melayang-layang. Juga suara bedil memekakkan telinga. Akhirnya, para prajurit Kesultanan berhasil mengalahkan para tentara Portugis yang hendak menjajah dan merebut rempah-rempah. Mereka menangkap dan menyandera para tentara Portugis. Kisah epik itu mengobarkan semangat pribumi untuk bangkit melawan bangsa Portugis. Seperti yang diikuti oleh berbagai daerah di Maluku setelahnya. Mereka menyerang benteng pertahanan Portugis. Akhirnya pada tanggal 22 Desember 1577 Portugis menyerah. Jasa Pahlawan Peristiwa bersejarah di atas diperagakan oleh siswa-siswi SD AISBA pada pagelaran seni islami Students’ Day di Gedung Kesenian, Balikpapan. Drama pertunjukan itu berjudul, “Harmoni Nusantara.” Kisah itu diangkat dalam kegiatan tahunan pada tanggal 24 Februari itu sebagai pengingat siswa akan perjuangan para pahlawan. “Jadi, dengan menapaktilas perjuangan para pahlawan dan bangsa Indonesia melawan penjajah ini siswa akan aware betapa mahalnya arti kemerdekaan,” ujar ketua Students’ Day SD AISBA, Ustazah Rifka Annisa dalam Edutalk di IDC FM medio Februari lalu. Indonesia negeri yang kaya raya. Tanahnya juga subur. Apa saja di dalamnya ada. Perut buminya menyimpan emas, tembaga, nikel, dan batu bara. Di bawahnya mengandung minyak bumi dan gas. Belum lagi hasil buminya yang melimpah. Tak heran jika bumi yang dikenal gemah ripah loh jinawi ini jadi rebutan negara-negara Eropa. Dulu, mereka berduyun-duyun datang ke negeri ini untuk menjajah, mengeruk, dan mengeksploitasi sumber daya alamnya. Seperti yang dilakukan oleh Belanda pada 27 Juni 1596. Empat kapal Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman tiba di Banten. Jadilah Belanda menjajah Indonesia berabad-abad lamanya. Hasil
30 LAPORAN KHUSUS AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024 alamnya dikeruk. Kekayaan itu dibawa untuk membangun negeri kincir angin itu. Orang pribumi disiksa. Miskin dan kelaparan. Hidup sengsara dan nestapa. Banyak meninggal mengenaskan. Belum lagi harus hidup di bawah penjajahan Jepang. Lengkap sudah. “Kemerdekaan itu diraih dengan tetesan darah, nyawa dan harta beda para pejuang dari berbagai daerah,” ujar koordinator bidang Diniyah SD AISBA. Ustazah Rifka—sapaan akrabnya— berharap agar siswa memanfaatkan kemerdekaan itu dengan belajar bersungguh-sungguh untuk meraih masa depan. “Itu kenapa drama yang kedua berjudul langkah kecil menuju besar. Mencoba menginspirasi siswa untuk bercita-cita besar jadi orang-orang hebat yang kelak akan mengisi kemerdekaan negeri ini,” pungkasnya.*
Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 31 Tahfidz al-Qur’an Wisuda 164 Siswa Ada pertunjukan tak kalah menarik dalam pagelaran Students’ Day SD dan SMP AISBA di Gedung Kesenian Balikpapan akhir Februari lalu. Pertunjukan yang dinanti itu adalah wisuda tahfidz alQur’an. Berbeda dengan tahun lalu yang diadakan secara terpisah. Tahun 2024 ini SD dan SMP AISBA mewisuda cukup banyak siswa tahfidz al-Qur’an. Totalnya ada 164 siswa. Rinciannya SD AISBA mewisuda 103 siswa. Sedangkan SMP AISBA mewisuda 61 siswa. Prosesi wisuda ini diadakan di penghujung Students’ Day. Tampak koordinator bidang tahfidz al-Qur’an ustaz Faisal mengumumkan satu persatu peserta wisuda. Dia dampingi oleh guru tahfidz alQur’an, Ustaz Khalil Rahman. Nama siswa yang dipanggil satu persatu lalu maju ke atas panggung. Mereka dikalungi medali wisuda tahfidz dan dipakaian mahkota berwarna kuning. Untuk yang mengalungi dan memakaian mahkota ikhwan adalah Kepala SD AISBA, Ustaz Randi Patajangan. Sedangkan akhwat diberikan oleh koordinator bidang Litbang, Ustazah Anis Tri Wulandari. Setelah itu, siswa beranjak ke barisan masing-masing.
32 LAPORAN KHUSUS AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024 Siswa ikhwan berdiri di sebelah kanan. Sedangkan akhwat berdiri di sebelah kiri. Panjang. Ramai. Ustaz Faisal lalu mengumumkan wisudawan dan wisudawati terbaik. Para peserta wisudawan tampak penasaran. Kira-kira nama siapa yang akan dipanggil. “Wisudawan terbaik ikhwan 1 diraih oleh Braga, siswa kelas 2 Pa,” Faisal mengumumkan. Braga yang sejak tadi berdiri di panggung langsung bergeser ke bagian tengah dan menerima hadiah: piala dan hadiah berupa uang Rp 200 ribu. Sedangkan, wisudawan selanjutnya diraih oleh Fauzan Muhammad, siswa kelas 4 SD AISBA. Adapun dua wisudawati terbaik diraih oleh Naura— siswi kelas 2 Pi—dan Keyvara, siswi kelas 6 Pi. Hal yang sama juga dilakukan oleh tim wisuda al-Qur’an SMP AISBA. Ustaz Nur Hidayat dan Ustaz Pandji satu persatu memanggil 61 peserta wisuda. Mereka lalu berbaris rapi di atas panggung dengan disaksikan oleh para penonton yang tak lain orangtua mereka dan guru. Adapun dua wisudawan terbaik SMP AISBA diraih oleh Muhammad Hasan AlHakim, siswa kelas 7 Pa dan Farhan Amsyar, siswa kelas 9 Pa. Sementara dua wisudawati terbaik adalah Naurah izzati Syahidah, siswi kelas 9 Pi dan Damiah, siswi kelas 7 Pi. Menurut guru tahfidz al-Qur’an sekaligus Ketua Panitia Students’ Day SMP AISBA, Sulfahmi Alwi pemilihan wisudawan dan wisudawati terbaik berdasarkan seleksi yang ketat. Tidak begitu saja dipilih. Ada variable yang harus terpenuhi. “Setidaknya siswa harus mencapai target hafalan minimal satu juz pada tahun itu. Kemampuan membacannya—makhraj dan tajwid—juga bagus. Serta memiliki adab dan akhlak yang mulia kepada guru saat pembelajaan,” ujarnya.*
Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 33 Para Sponsor Jazaakumullah, Acara Students’ Day dapat berlangsung berkat support, dukungan, dan doa berbagai pihak. Terutama para sponsor dan orangtua siswa yang telah berkontribusi terhadap kegiatan ini. Baik Students’ Day SD maupun SMP AISBA yang telah didukung para sponsor dan donatur. Sponsor Students’ Day SD AISBA di antaranya Velocity Committee INKORINCORP, PT. Yari Mega Perkasa, dan Toko Widya. Ada juga sponsor lainnya seperti Falya Risol Mayo, 8020 Coffee, ZUAM Group, Dandito, BK Stables, dan Penerbit Yudhistira serta orangtua siswa yang tidak berkenan disebutkan namanya satu persatu. Adapun para sponsor SMP AISBA adalah Velocity Committee INKORINCORP, Kana’s Kitchen, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain itu, ada juga sponsor lain seperti ZUAM Group, PT. Santoso Media Gemilang, dan Yudistira, serta para donatur lainnya. Kami ucapkan Jazaakumullah khair atas sinergi dan kontribusi untuk event Stduents Day tahun 2024 ini. Semoga seluruh kebaikan dan kontribusi para sponsor dan juga para donatur orangtua siswa dibalas dengan balasan terbaik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dunia dan akhirat. Aamiiiiiin.*
34 Wahai ibu Kau adalah permata hati dalam hidupku Kau embun pagi yang bersinar di pagi hari Kau cahaya mentari yang menghangatkanku Semua rintangan kau lalu demi diriku Semua air mata yang kau tumpahkan demi diriku Berjuang dalam berbagai cobaan Berjuang menerpa angin badai Tanpa lelah dan pantang menyerah Kau jalani hidup hanya untuk satu tujuan Saat ku lemah, kau yang mengangkatku Saat ku menang, kau yang menyorakiku Aku tahu engkau menginginkanku Menjadi anak yang cerdas Menjadi anak yang baik Menjadi anak yang taat agama Ya Allah Jaga kesehatan ibuku Jaga surga di telapak kakinya Sampai aku dapat membahagiakannya Terima kasih ibu Kau menjagaku di perutmu Selama sembilan bulan Ibu kau permata untukku Keu yang rela lelah demiku Kau curahkan semua tenagamu Demi aku Kau bagaikan sehelai kapas ibu Yang sanggup membawaku terbang dengan tenang Aku beruntung memilikimu Terima kasih kuucapkan bersama air mata di pipiku PROFIL PROFIL PUISI Perjuangan Ibu Oleh: *Chamilia Adinda Putri, Siswi SD AISBA AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Guruku Terima kasih telah mengajarkanku Sekian banyak ilmu yang ku tak tahu Guruku bagaikan beratus lembar buku Guruku Terima kasih atas ilmu yang telah engkau berikan Terima kasih atas Jasamu yang penuh perjuangan Bantuanmu yang tak mengharap balasan Guruku Terima kasih atas seluruh jasa-jasamu Akan kuingat selalu satu persatu Guruku Pekerjaanmu sangatlah mulia Mengajarkan penerus bangsa Indonesia Agar Indonesia senantiasa lebih sejahtera Guruku Semangatmu telah membara Membakar semangat kita semua Agar terus berusaha dan tidak putus asa Guruku Tetes demi tetes keringatmu Yang mengartikan beratnya perjuanganmu Agar Indonesia semakin maju Guruku Senyumanmu yang bersinar Selalu membuatku bahagia Bagaikan mentari bersinar Setelah tak muncul ratusan Purnama Guruku Terima kasih atas motivasi yang telah engkau berikan Yang membuat semangatku tak dapat dihentikan Sebagai api yang tak mau padam Guruku Aku memba membalas jasa-jasamu Yang selalu mendidikku dan mengajarku tanpa mengenal waktu Guruku Oleh: Nabila Rifki, Siswi SD AISBA Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 35
Cara Ajarkan Anak Berpuasa Alhamdulillah. Bulan suci Ramadhan tak lama lagi akan tiba. Datanganya bulan penuh berkah ini tentu disambut penuh suka cita umat Islam. Tak terkecuali seluruh stake holder AISBA. Di bulan ini bisa berpuasa dan meraup banyak pahala dan keberkahan. Seperti diketahui, salah satu syarat sahnya berpuasa adalah baligh. Namun, tidak masalah bagi anak atau siswa yang belum baligh untuk berpuasa. Sebagai wasilah tarbiyah. Hanya saja, bagaimana cara memotivasi dan mengajari anak belum baligh untuk berpuasa. Sebab, bisa jadi, ada anak yang akan berpikir aneh-aneh. Seperti kenapa sih ustazah kita harus susah-susah berpuasa? Kan jadi lapar, haus, dan melelahkan. Padahal tetap masuk sekolah dan belajar. Selain itu, juga bagaimana cara mengatur pola aktivitas agar tetap fit dan semangat berpuasa. Jazaakumullah khair, atas jawabannya. Rubrik Konsultasi Psikologi ini diasuh oleh Bunda Nugraheni Ariati, M.Psi. Beliau psikolog di Biro Psikologi Karakter Bina Insani (KBI) dan Quadra Sinergi Consulting. Untuk pertanyaan, silahkan kirim ke e-mail: [email protected] Ustazah Salisatul Maghfirah | Wali Kelas 4 Pi SD AISBA KONSULTASI PSIKOLOGI 36 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Bismillah, terimakasih pertanyaannya Ustadzah. Pada anak pra baligh, tujuan menanamkan dan membiasakan amal sholih atau ibadah adalah agar anak terbiasa dan mencintai ibadah tersebut. Mendatangkan rasa cinta (Mahabbah) adalah dengan mengajak anak mengenali hal-hal baik yang didapatkan selama menjalankan amalan tersebut. Adapun caranya, kita dapat menggunakan pendekatan yang ramah anak dan dengan Bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Selami dunia anakanak, sehingga bagi anak Ramadhan adalah menyenangkan, bukan menakutkan atau menyengsarakan karena membuat mereka lapar dan haus. Anak-anak senang dan tidak pernah menolak dengan cerita, mainan, dan hadiah sehingga orang dewasa dapat menggunakan cara tersebut. Misalnya, berkisah tentang ibadah Ramadhan, keutamaan Ramadhan, malam Lailatul Qadr, sejarah penting yang terjadi pada saat Ramadhan, dll. Buatlah rencana tema berkisah dari sebelum Ramadhan hingga saat Ananda menjalani hari-hari di bulan istimewa ini. Tujuannya adalah anak-anak mengenal apa itu Ramadhan dan senang menjalankan rutinitas selama bulan Ramadhan. Misalnya kita sebutkan keutamaan Ramadhan yaitu amalan yang akan dilipat-gandakan, berdoa akan lebih mudah dikabulkan, dll. Selain itu, mengajak anak untuk melakukan penyambutan Ramadhan juga dapat memberikan kesan tersendiri untuk anak, aktivitas bermain untuk menyambut “tamu yang istimewa” misalnya dengan membuat dekorasi rumah. Anak-anak merasa lebih fun & enjoy untuk menyambut Ramadhan dengan kegiatan bermain. Hal lain yang dapat dilakukan adalah membentuk pembiasaan pada anak pra baligh dapat menggunakan Teknik reinforcement (penguatan), misalnya seperti pemberian hadiah. Tentunya kita sampaikan bahwa hadiah terbesar adalah dari Allah Ta’ala, dapat dikuatkan dengan dalil yang shahih dan referensi lain untuk meyakinkan anak. Adapun bonus lainnya adalah hadiah dari Ummu wa Abu yang senang melihat usaha Ananda dalam menjalankan ibadah dan amal shalih lainnya saat bulan Ramadhan. Sebelum Ramadhan dimulai, Ummu wa Abu dapat menceritakan target-target pribadi yang ingin dicapai selama bulan Ramadhan, kemudian tanyakan bagaimana dengan target Ananda? Untuk anak pra Baligh dapat Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 37
dibantu dengan menggunakan papan checklist agar lebih bersemangat. Buat kesepakatan ketika Ananda dapat menjalankan sesuai target maka hadiah apa yang mereka dapatkan. Tidak perlu mahal atau berupa barang mewah, berupa makanan kesukaan atau ke tempat favorit Ananda juga bisa menjadi hadiah. Adapun terkait pola aktivitas sebaiknya sudah dipersiapan sebelum Ramadhan tiba. Anak-anak mudah merasa bosan ketika tidak ada kegiatan yang dilakukan, dan biasanya akan semakin terasa lapar dan haus. Orang tua dapat menyiapkan rencana aktivitas apa saja yang dapat menjadi pengalihan selama menunggu waktu berbuka. Anak-anak senang bermain dan memiliki kebutuhan gerak, maka selain merancang cara menuntaskan target yang sudah ditetapkan, juga ada jadwal rutin yang dibuat. Misalnya, istirahat siang setelah pulang sekolah, setelah Ashar membantu ibu menyiapkan buka puasa atau bermain yang Ananda sukai, dan olahraga sejenak mendekati berbuka. Dengan adanya jadwal rutin, Ananda juga memahami bahwa berpuasa bukanlah suatu halangan untuk tetap aktif, namun kadar dan pengaturan energinya yang lebih dikelola.* KONSULTASI PSIKOLOGI 38 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Kiat Sukses Puasa Ramadhan PERSPEKTIF Tak terasa ya, saat ini kita sudah memasuki bulan Sya’ban. Itu artinya kita juga sudah dekat sekali dengan bulan yang paling dinantikan oleh kaum muslimin. Yaitu bulan Ramadhan. Tinggal menghitung hari saja kita sudah akan bertemu lagi dengan bulan yang paling mulia ini. Bulan Ramadhan merupakan waktu di mana para kaum muslimin berbondong-bondong untuk melakukan amal kebaikan, karena pada waktu istimewa inilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan rahmat, keberkahan, dan memberi pengampunan kepada siapa saja yang bertaubat kepada-Nya. Jika di bulan-bulan lain kita belum bisa maksimal dalam beribadah, maka pada bulan Ramadhan inilah Allah ingin hamba-Nya benar-benar fokus beribadah tanpa ada penghalang yang menyebabkan tidak maksimalnya ibadah seseorang kepada Allah. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak maksimalnya ibadah adalah karena adanya setan yang menggoda manusia. Maka dari itu, di bulan yang paling berkah inilah setan-setan tersebut di belenggu oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga kita bisa menikmati ibadah di Oleh: Naurah Izzati Syahidah, Siswi Kelas 9 SMP AISBA Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 39
bulan Ramadhan. Dengan di belenggunya para setan oleh Allah, tidak menutup kemungkinan seseorang tetap melakukan dosa pada bulan ini. Seperti bermaksiat, atau yang paling parah adalah mereka yang tidak melaksanakan satu kewajiban Allah pada satu bulan itu. Yaitu tidak berpuasa pada bulan Ramadhan. Naudzubillah. Sekarang pertanyaannya, setan kan sudah dibelenggu, tapi mengapa hal tersebut dapat terjadi terutama pada kaum muslimin? Salah satu yang paling utama adalah karena hawa nafsu dari diri seseorang yang senantiasa membawa kepada keburukan. Allah juga telah berfirman dalam Al-Qur’an: ي ِّ َب ِح َم ر َ َا ر ا م َّ إِل � ِ السوء ُّ ِ َ ٌة ب َّمار َ أ َّْف َس ل ن الن إ َّ � “Karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf : 53) Lantas bagaimana mencegah hal tersebut agar tidak terjadi? Yaitu, melawan hawa nafsu yang ada pada diri kita dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat, dan meninggalkan semua urusan dunia yang dapat melalaikan diri sendiri. Sehingga kita dapat merasakan nikmatnya beribadah di bulan Ramadhan dengan maksimal. Banyak sekali kegiatan sederhana yang dapat menghasilkan pahala di bulan Ramadhan. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar kegiatan kita dibulan Ramadhan bisa lebih berkah dan optimal. 1. Niat Niatkanlah semua yang kita lakukan semata-mata hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puasa untuk beribadah kepada Allah bukan karena ingin dipuji oleh orang lain. Dengan memperbaiki niat, maka semua aktivitas bisa kita lalui dengan mudah walau sedang puasa. 2. Perbanyak Membaca Al-Qur’an PERSPEKTIF 40 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
PERSPEKTIF Perlu kita ketahui, salah satu keutamaan membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan, adalah dilipat gandakannya pahala seseorang. Dengan adanya hal ini, tentu kita bisa memanfaatkannya dengan membuat target tilawah dalam sehari, misalnya satu hari 1 juz. Sehingga dalam satu bulan Ramadhan kita bisa mengkhatamkan AlQur’an selama satu bulan. Bahkan ada orang yang sanggup tilawah Al-Qur’an sehari 5 juz. Masyaa-Allah, ya. Nah, disini ana mau kasih sedikit tips nih, agar target tilawah kita bisa tuntas. Ana akan beri contoh satu hari 1 juz. • Buat jadwal teratur. Hal ini dapat dilakukan agar kegiatan sehari-hari kita tidak bentrok dengan kegitan tilawah. Dengan begitu kita bisa lebih fokus dalam melakukan tilawah. • Gunakan waktu setelah sholat fardhu. Jadi, setelah sholat fardhu kita bisa meluangkan sedikit waktu untuk membaca Al-Qur’an. Cukup 2 lembar setelah sholat fardhu maka, Insya-Allah target tilawah dalam sehari dapat terpenuhi—1 juz sehari. Itu dia sedikit tips agar target tilawah bisa tercapai. Oh iya, jangan lupa untuk tetap istiqamah juga ya. 3. Sholat Sunnah Mungkin kita sudah biasa melakukan sholat sunnah di bulan-bulan selain Ramadhan. Tetapi, pada bulan ini ada satu sholat sunnah yang hanya dapat dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Yaitu, sholat tarawih. Selain sholat rawatib, kita juga dianjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih di bulan ini. Banyak keutamaan dari sholat tarawih sendiri. Tetapi kali ini kita akan membahas salah satu contohnya saja yaitu, diampuninya dosan-dosa manusia yang telah lalu. Rasulullah bersabda Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 41
PERSPEKTIF ِ ِ ْن َ ذْنِبه دَم م َّ َ َ ا تَق َ َ لُه م ِر ً ُ ا غف َساب ِ َ ا ْحت يم ًانا و إِ َ َ َض َ ان � َم َ ْن َ ق َام ر م “Barangsiapa melakukan ibadah puasa Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim). Walaupun sholat sunnah, tetapi rasanya rugi sekali jika kita tidak ikut melaksanakannya. Karena ibadah ini hanya terjadi satu bulan dalam setahun dan belum tentu kita bisa melaksanakannya lagi di tahun berikutnya. 4. Banyak berbuat kebaikan Contoh sederhananya saja seperti membantu orang tua, bersedekah, membangunkan orang sahur, menyiapkan untuk berbuka, dan lain sebagainya. Kedengarannya sangat sederhana bukan? Tapi ingat ini bulan Ramadhan. Sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan itu dapat menjadi suatu kebaikan yang berlipat untuk diri kita. Berbicara soal membangunkan sahur. Hanya dengan membangunkan bisa dihitung sebagai kebaikan? Tentu dongg. Karena secara tidak langsung kita telah menyeru seseorang yang dibangunkan untuk menjalankan perintah Allah. Begitu pula dengan menyiapkan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa. Ada lagi nih hadits tentang keutamaan menyiapkan makanan untuk orang yang berpuasa. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa memberi makan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa maka ia mendapat seperti pahala orang-orang yang puasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” Alhamdulillah, demikian tadi adalah sedikit dari banyaknya kegiatan bermanfaat yang dapat kita lakukan selama menjalan bulan Ramadhan. Kelihatannya memang sepele, ya. Tapi jangan salah, semua yang kita kerjakan pasti akan di balas baik itu perbuatan baik atau buruk. Karena Allah itu maha adil. Artikel ini ditulis sebagai pengingat untuk diri ana sendiri agar bisa terus melakukan kebaikan dan kegiatan-kegiatan yang positif selama bulan Ramadhan ini, juga bulan-bulan lainnya. َّ ِ اس ِلن ُ ُهْم ل أْنَفع َّ ِ اس � ُ الن ْر َخي “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.” (HR. Ahmad) Dengan adanya satu hadits di atas. Yuk, kita sama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan apalagi tinggal hitungan hari saja nih kita sudah akan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Insyaa-Allah.* 42 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
CERPEN “Ataghfirullahazim, anak ini! Kalau Mama bilang bangun, ya bangun! Molor aje nih anak!” Teriak seorang wanita paruh baya berpostur tegak dengan wajah yang jelita -namun terlihat sangat galak- itu di pojok kamar Aira. “Lima menit lagi ya ma… ,” jawab Aira dengan gaya andalannya ketika bangun tidur-lemah , letih , lesu , dan lunglai. “Mau telat sahur lagi, kamu?” “Emang ini jam berapa, Ma?” bukannya menjawab, Aira malah bertanya balik membuat wajah mamanya semakin merah padam karena menahan kesal. “Udah cepet sana cuci muka terus makan, keburu adzan nanti,” ucap Mama cepat sambil berjalan keluar dari kamar Aira. Hawa dingin menyelimuti rumah rumah di komplek perumahan Aira , membuat orang orang disana enggan untuk bangun dari tempat tidur mereka . Kisah Epik di Bulan Ramadhan Jalanan di perumahan itu sangat sunyi. Burung burung saja enggan untuk berkicau, hanya kokokan ayam milik tetangga saja yang mampu mengoyakkan keheningan di pagi hari yang masih berbalut langit gelap. Sahur kali ini adalah sahur kedua puluh satu keluarga Aira, bisa dilihat dari menu sahur yang disediakan yaitu mie instan dan gorengan semalam yang sepertinya baru saja mama goteng kembali. Oleh: Annisa Tiara C. Siswi kelas 7 SMP AISBA 43 AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024
Jika hawa di luar sangat dingin, berbeda dengan acara sahur keluarga Aira yang sangat hangat dan harmonis -meski ketika sesi ‘membangunkan’ ada sedikit otot yang timbul, ditemani acara tv ‘Preman (gak jadi) pensiun lima puluh’, dan bau mie rebus rasa kari yang meluap-luap . S e t e l a h shalat subuh dan ziyadah hafalan, Aira pun berangkat ke sekolah bersama kakaknya. Sesampainya di sana, Aira langsung menuju kelas dan….lanjut tidur -sepertinya tidurnya kurang . Tiba tiba saja … BUG! “ ADUH!” teriak Aira kesakitan karena ada seseorang yang main pukul saja , padahal dia lagi enak enaknya tidur . “ “Siapa sih…!” tanya Aira kesal. “Hehe, sori sori , jangan marah atuh ibu, kan lagi puasa ,” ucap Aca sambil memainkan cadar yang dikenakannya -meski orangnya agak bar-bar . “Ah , kamu mah bikin kaget aja,” ucap Aira masih dengan sedikit kesal kepada sahabatnya dari kelas satu itu. “Waduh ! dari muka mukanye, udah kena cobaan nih hari ini, apa? cerita,” pinta Aca, menanyakan kejadian apa saja yang sudah terjadi kepada Aira. “Auk ah! ( gak tau ah!) males banget tauuu , udah laper, panas, sekolah lagi, “ keluh Aira kepada Aca. “Heh! Nggak boleh ngomong gitu, justru ini tuh cobaan dari Allah, bisa gak kita ngelawan hawa nafsu kita? terus juga kalau sekolahkan waktu kita jadi lebih manfaat dari pada rebahan aja,” balas Aca menasehati Aira yang hanya mengeluh saja setiap hari. Masuk ke jam istirahat. Aira dan Aca pergi ke taman belakang kelas sambil mengobrol banyak hal, mulai dari mata pelajaran sampai teori konspirasi yang mengatakan bahwa bandara International Denver (DIA) Ramadhan 1445/Maret 2024 | AN-NAJAH 44
adalah markas Illuminati. “Aduuuuuh, hausnyaaa, “ Aira pun mengganti topik dengan keluhannya yang entah sudah keberapa kalinya. “Ngeluh terooss, kasian tu perut, udah laper, sia-sia lagi . Kamu tau gak sih bulan Ramadhan itu banyak banget istimewanya loh, “ ucap Aca, membalas keluhan Aira. “Apatuch? “ tanya Aira balik. “Jadi di bulan Ramadhan itu bulannya al-Qur’an, bulannya kesabaran, dosa kita juga diampunin, malam lailatul qadr juga di bulan Ramadhan, terus bulan Ramadhan juga bulannya jihad sama perjuangan loh. Kamu tau kan perang Badar, itu loh di bulan Ramadhan, tanggal tujuh Ramadhan dua Hijriah.” Aca melanjutkan penjelasannya, “Kamu bayangin aja pasukan orang muslim waktu itu cuman sekitar tiga ratus lima belas orang doang, senjatanya nggak lengkap, apalagi niatnya cuman mau ambil harta harta kaum muhajirin yang orang Quraisy sita, eh si kapir itu malah ngajak gelud. Terus kamu tau gak? Orang orang muslim yang cuman sedikit itu bisa ngelawan orang kafir yang kira kira itu ada kali seribu orang, tapi orang muslim yang syahid itu cuman empat belas orang. Waktu itu kaum muslimin juga dibantuin malaikat tau, keren banget gak siih, dipimpin Rasulullah langsung loh.” Penjelasan Aca belum selesai. Dengan penuh semangat dia menjelaskan kisah heroik yang dilakoni Rasulullah dan para sahabat di bulan suci itu. “Selain perang Badar, Fathul Makkah juga kejadiannya di Ramadhan , kalau gak salah tanggal dua puluh Ramadhan delapan Hijriah. Waktu itu orang orang muslim udah banyak, pasukannya aja ada sekitar sepuluh ribu orang.” “Waktu itu epik banget dah, apalagi waktu berhala di Ka’bah dihancurin terus Bilal bin Rabah adzan di atas Ka’bah, keren deh pokoknya. Aku yang baca aja deg-degser, apalagi yang liat coba?” Acara terdiam sesaat. Dia berhenti menjelaskan dan melihat sahabat di sampingnya. Bukannya mendengarkan penuh takzim. Temannya yang hobi tidur itu ternyata terlelap. “Ra…?” “Aira ! kamu tidur?” tanya Aca dengan nada agak kesal. “Hah! Apa apa? Kenapa?” tanya Aira dengan nada seperti terburu-buru karena terkejut dengan tangan Aca yang langsungs memukul tangannya. “Kamu dengerin gak sih ? “ tanya Aca jengkel. “Tenang, Ca! Dengerin aku ini,” jawab Aira santai. “Emang tadi tentang apa?” tes Aca kepada temannya yang baru saja terpergok tidur saat dia bercerita. “Tentang istimewanya Ramadhan, bener gak ? mulutku emang ngeluh, tapi aku tetap paham.” “Halah, tetep ajanya, ngeluh karena puasa sama aja boong, “ timpal Aca karena sudah kesal dan berjalan cepat meninggalkan Aira menuju kelas . “Acaaa!! Tunggguuuuuu!!” .* 45 CERPEN AN-NAJAH | Ramadhan 1445/Maret 2024