Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 51 berjualan bawang merah dan bawang putih melalui media sosial, ternyata banyak orang yang tertarik membeli karena harganya cenderung lebih murah. Dari situlah, akhirnya saya bersemangat untuk menjalani usaha ini. Kemudian, ada Ustadz pondok yang mengajak bekerjasama untuk menjadi penyedia sayur di tempat cateringnya dan saya menerima Kerjasama itu. Setiap hari saya selalu mengirim berbagai macam sayuran seperti wortel, cabe, sawi dan lain-lain, menyesuaikan kebutuhan menu yang akan dimasak” ungkap Ustadz Wahyudi. Alhamdulillah, saat ini beliau adalah supplier sayur tetap di Berkah Muamalah Catering dan Pondok Pesantren Insan Cendekia Mandiri sejak tahun 2020 hingga sekarang. Tidak hanya sayuran, beliau juga supplier sembako, minyak goreng,beras dan lain-lain. “Alhamdulillah, saya sangat enjoy menjalani usaha ini. Dengan berwirausaha saya bisa memuliakan orangtua, membiayai kuliah secara mandiri, memberi lapangan kerja untuk tetangga dan banyak sekali nikmat Allah yang saya syukuri” demikian ungkap Ustadz Wahyudi. “Muliakanlah orangtuamu, maka Allah akan senantiasa membantumu,” itulah motto hidup beliau. Beliau percaya bahwa saat kita bertekad untuk membahagiakan orangtua, maka Allah akan memudahkan semua urusan kita. Sosoknya yang selalu tampil semangat, penuh antusias dan visioner layak menjadi contoh dan teladan, baik bagi para siswa maupun guru yang lain. (RSD, 14/12).*
JIWA SURVIVAL YANG TANGGUH Melatih Berkelana di dunia luar sekolah menjadi salah satu kegiatan yang memberikan bekal belajar siswa untuk tidak hanya mengenal dunia sekolah saja. Melainkan mereka juga harus paham bahwa belajar tidak selalu dalam hal materi di dalam kelas. Banyak teori dan praktik yang bisa dilakukan di luar sekolah. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Melatih manajemen diri merupakan bekal yang sangat penting bagi setiap orang untuk mengenal pribadi dalam dirinya. Apalagi untuk seorang siswa yang sangat butuh dalam proses belajar. Di usia yang muda, mereka bebas berkreasi dan belajar apapun, bahkan bisa mengakses banyak informasi di zaman kemajuan teknologi ini. Sehingga tidak sedikit siswa selalu mengikuti trend yang sering bertebaran di dunia media sosial. Ini salah satu alasan mengapa manajemen diri untuk siswa sangat diperlukan. Selain untuk kebutuhan mengenal dirinya, mereka dapat mengerti bahwa tanggung jawab dan kedisiplinan merupakan sebuah kebutuhan untuk membentuk kebiasaan. Hal ini yang akan membentuk karakter mereka masing-masing. Al Quran: ْر ِض َ ْا ِى ال ُ ْوا ف ْر ُ ْل ِ سي ق ة ُ َ ب ِ ْ َف َ ك َ ان َ عاق ُ ْو َ ا كي ظر ُ َف ْان ۗ َ ك َ ان ْ ُل ِ ْن َ قب ْ َن م ذي ِ َّ ال ْ َن م ْشِرِكي ُّ هْم ُ ُ اَ ْكَثر “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bepergianlah di KEGIATAN SMP 52 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024
Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 53 bumi, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik” (QS. Ar Ruum: 42) Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa pelajaran tidak hanya didapat di dunia sekolah, melainkan juga dari hamparan luas dunia yang telah Allah ciptakan untuk kita. Hal ini berbanding lurus dengan mindset yang kita miliki, bahwa sebatas apa yang bisa kita pikirkan, maka sebanyak itu ilmu yang kita ketahui. Allah telah memberi akal untuk berpikir, namun seberapa tangguh seseorang mau menggunakannya dengan maksimal. Salah satu kegiatan berkelana yang kami Hal yang berkesan dalam kegiatan ini adalah saat mereka bekerja sama dengan tim untuk menyatukan tujuan dan mengesampingkan ego masing-masing. Kegiatan tersebut meliputi mendirikan tenda secara mandiri per kelompok.
54 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 programkan untuk siswa adalah survival yang memiliki tiga tingkatan, yaitu Basic, Intermediate, dan Advance. Adapun yang harus diikuti oleh siswa kelas 7 SMP Alam Al Izzah adalah latihan survival dasar untuk bekal siswa mengenal pentingnya kemandirian, disiplin, tanggung jawab, tangguh, dan jujur dalam memanajemen diri. Tidak hanya soft skill yang mereka dapat, kegiatan seru lainnya seperti outbond, tadabbur alam, dan jungle cooking menjadi pengalaman tambahan yang berharga untuk mereka. Hal yang berkesan dalam kegiatan ini adalah saat mereka bekerja sama dengan tim untuk menyatukan tujuan dan mengesampingkan ego masing-masing. Kegiatan tersebut meliputi mendirikan tenda secara mandiri per kelompok, berkelana menjelajah alam, mengenal aneka ragam tumbuhan dan hewan dengan mentadabburi alam sekitar, jungle cooking dengan suasana yang lebih berbeda, serta outbond. Kegiatan mendirikan tenda adalah bentuk latihan kemandirian yang diberikan kepada siswa agar mereka sadar bahwa sejatinya membangun tenda seperti membangun ketangguhan dalam pribadi masing-masing, apabila pasak terpasang dengan tepat, maka tenda akan terpasang dengan rapi dan kokoh. Berkelana dengan tadabbur alam juga termasuk kegiatan yang melatih kesadaran emosional masing-masing siswa agar memahami makna alam sebenarnya dan kaitannya dengan kehidupan yang terjadi di lingkungan belajarnya, sehingga dapat mengerti makna dari kejujuran. Lalu untuk kegiatan jungle cooking dan outbond merupakan kegiatan tambahan yang melatih rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan Kerjasama tim. Inilah yang dapat membantu membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan sehingga mengenal lebih banyak arti dari toleransi dan kerukunan dalam sebuah hubungan. (ALF, 14/12).* KEGIATAN SMP
Dalam rangka menanamkan kemandirian fisik dan mental, siswasiswi kelas VIII SMP Alam Al Izzah menjalini kegiatan Intermediate Survival Training. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam di Pantai Selatan, Blitar ini benar-benar didesain untuk menggembleng setiap personil agar lebih mandiri dan tangguh. Bagaimana tidak, lokasi yang dipilih oleh penyelenggara kegiatan ini adalah sebuah pantai yang masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Terkesan sepi dan jauh dari pemukiman warga. Tidak ada listrik, sinyal internet dan bahkan akses untuk MCK masih sangat terbatas. Kalau pun ada fasilitas yang dianggap layak, lokasinya cukup jauh dan harus menaiki bukit MENGGEMBLENG MENTAL, MELATIH KETAHANAN FISIK Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 55 terlebih dahulu. Kegiatan diawali dengan perjalanan selama lima jam dengan kereta dari stasiun Krian ke stasiun Blitar. Selanjutnya disambung dengan perjalanan selama tiga jam dengan armada elf menuju JLS (jalan lintas selatan). Sampai di JLS peserta harus berjalan kaki kurang lebih sejauh 1,5 KM. Sampai di lokasi pantai pudak, peserta harus langsung mendirikan tenda agar tidak terlalu malam. Dengan sisa tenaga yang ada para peserta dipandu oleh para fasilitator berhasil mendirikan tenda dan mengamankan lokasi sekitar. Pada kegiatan ini dilibatkan pula pemandu lokal dari kalangan aktifis lingkungan. Tujuan kehadiran pemandu lokal ini adalah agar peserta dapat diperkenalkan sekaligus dipandu melakukan tracking melalui jalur yang tidak pernah dilalui oleh orang lain sebelumnya. KEGIATAN SMP Intermediate Survival Training;
Malam pertama berkemah di pantai terasa syahdu dan seru. Setelah melaksanakan shalat maghrib dan isya’, makan bersama dimulai. Setiap kelompok di tenda masingmasing memasak menu berbeda sesuai perbekalan yang mereka bawa. Dalam suasana kebersamaan itu makan malam terasa nikmat. Berlantai pasir pantai, beratap langit dengan bintang-bintang yang jelas terlihat, ditambah debur ombak pantai yang terkadang terdengar suram menambah sempurna syahdunya suasana. Malam itu sebelum istirahat malam, fasilitator memberikan sedikit arahan dan tausiyah untuk menguatkan tekad menjalani kegiatan yang cukup menguras tenaga ini. Keesokan harinya adalah hari yang ditunggu-tunggu. Subuh menjelang, para peserta bangun dan mulai mempersiapkan diri untuk shalat subuh. Setelah itu, mereka mulai mempersiapkan sarapan pagi dengan menu yang sederhana. Mereka sudah tahu bahwa hari ini mereka akan menjalani tracking dengan jalur dan estimasi jarak serta waktu yang belum diketahui. Mereka akan menuju pantai Jebring. Sebuah pantai bekas penambangan pasir silica untuk ekspor ke luar negeri. Konturnya yang berpasir hitam dipadukan dengan adanya hutan cemara udang sepanjang garis pantai dan muara sungai diujungnya membuat pantai ini begitu istimewa. Untuk mencapai pantai ini, peserta harus naik dan turun bukit, melewati beberapa pantai kecil yang belum terjamah sama sekali oleh wisatawan dan bahkan ada gua tak bernama yang juga belum banyak dieksplor oleh manusia. Di pantai jebring, semua peserta merasa riang gembira karena berhasil mencapai tujuan akhir dari tracking yang melelahkan. Setelah beristirahat beberapa waktu, kegiatan dilanjutkan dengan mengeksplorasi area sekitar pantai. Karena ada muara, tak ayal para peserta tak dapat menahan diri untuk mandi di sungai. Keseruan mandi di muara sungai sempat terhenti karena kabut yang cukup tebal datang dan memenuhi seluruh 56 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 area pantai. Menurut penjelasan pemandu lokal, kabut ini adalah hasil penguapan air laut yang terbawa angin sampai ke darat. Proses penguapan ini terjadi karena sinar matahari yang cukup terik di tengah laut. Jalur tracking yang terbilang cukup ekstrim dilalui dengan penuh perjuangan. Dengan kompak peserta berjalan naik turun bukit, menyusuri pantai dan membelah ladang tebu milik warga. Tenaga dan kesabaran benar-benar dibutuhkan selama tracking ini. Bekal air yang dibawa oleh peserta sempat habis di tengah jalan saat perjalanan pulang. Akhirnya pemandu sempat berinisiatif untuk mencari air dari sumber terdekat. Namun karena saat itu masih di tengah musim kemarau, ternyata air yang tersedia di mata air tersebut keruh sehingga tidak layak dikonsumsi. Akhirnya, perjalanan kembali ke pantai pudak dilanjutkan dengan siswa bekal air yang ada. Alhamdulillah, meski cukup berat dan melelahkan akhirnya semua peserta sampai kembali ke pantai pudak dengan selamat. (MZF/11/12).*
Bagi siswa sekolah alam LIVE IN termasuk salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu. Apalagu LIVE IN di Jampit selama Sembilan hari. Meski terbayang di kepala mereka betapa tidak enaknya hidup di suhu yang cukup dingin, dengan akses internet terbatas dan kadang lampu mati akibat hujan deras, kegiatan ini tetap selalu memberi kesan tersendiri setiap tahunnya. Tahun ini, pada bulan November 2023, siswa-siswi kelas VIII SMP Alam Al Izzah melaksanakan kegiatan LIVE IN di penghujung musim kemarau. Cuaca masih cukup panas di Sidoarjo, sehingga mereka antusias karena akan pergi ke tempat yang suhu-nya lebih dingin. Sejak beberapa hari sebelum keberangkatan berbagai persiapan dan koordinasi telah dilakukan. Termasuk memberikan pengumuman kepada orang GOMINASAI; LIVE IN JAMPIT Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 57 tua terkait dengan jadwal keberangkatan kereta dan list peralatan yang harus dipersiapkan. Keberangkatan menuju stasiun Banyuwangi kota dimulai pada hari selasa, 21 November 2023. Rombongan sudah hadir di stasiun SIdoarjo sejak jam 05.30 WIB. Tantangan pertama yang harus ditakhlukkan adalah perjalanan selama kurang lebih tujuh jam dengan kereta. Selama tujuh jam di dalam kereta ini kebosanan bisa datang kapan saja. Hanya pemandangan di luar jendela dan koneksi internet yang bisa menjadi obatnya. Tak jarang kantuk menyergap sehingga peserta tertidur pulas cukup lama. Sampai di stasiun Banyuwangi kota, rombongan beristirahat sebentar. Sebagian ada yang menunaikan hajat di toilet, yang lain mulai menata barang di bak truck jemputan yang sudah stand by. Dibantu Pak Tejo, warga lokal Jampit yang selalu menjadi partner dalam kegiatan LIVE IN, tas-tas berat berisi KEGIATAN SMP November 2023
perbekalan dan pakaian ditata dengan rapi di bak truck. Cuaca saat itu terang, tidak tampak ada mendung di langit. Bahkan terasa agak panas, mirip seperti di Sidoarjo. Hal ini merupakan suasana yang berbeda dari pengalaman tahun yang lalu. Tahun lalu, rombongan peserta sampai di Banyuwangi setelah mengalami guyuran hujan sejak dua stasiun sebelumnya. Butuh sekitar setengah jam untuk menyelesaikan proses menaikkan barang ke bak truck dan menunggu beberapa peserta yang bergantian menunaikan hajat di kamar mandi stasiun. Rampung dengan urusan tata menata barang, semua peserta naik ke atas bak truck. Dan selanjutnya perjalanan menuju desa Jampit pun dimulai. Butuh sekitar tiga jam perjalanan mendaki kawasan pegunungan ijen hingga masuk ke area Kawah Wurung dan akhirnya sampai di Jampit. Setelah sholat Ashar berjama’ah di Masjid, Pak Tejo memberikan jamuan makanan sederhana sebelum diadakan briefing pembagian rumah yang akan ditempati oleh para peserta. Pembagian peserta ini disesuaikan dengan kompetensi setiap peserta dan kecocokannya dengan profesi orang tua asuh. Bagi peserta putra, mereka dimaksimalkan untuk membantu para orang tua asuh di kebun. Kebetulan di Jampit hujan sudah turun beberapa kali, sehingga musim tanam kentang sudah bisa dimulai. Peserta putra dibagi ke empat rumah; rumah Pak Tejo, rumah Pak Fifin, rumah Pak Jovi dan rumah Pak Riris. 58 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 Sedangkan peserta putri mereka disatukan di rumah Bu Azka karena rumahnya cukup luas sekaligus karena Bu Azka juga berprofesi sebagai guru di TK Dharmawanita Jampit. Setelah diantar ke rumah orang tua asuh masing-masing, semua menghabiskan malam pertama di Jampit dengan beristirahat. Hari selanjutnya aktifitas dimulai bersama orang tua asuh masing-masing. Kebetulan semua orang tua asuh yang terlibat dalam kegiatan ini adalah keluarga. Sehingga kegiatan berkebun dilakukan bergantian di kebun milik mereka. Semua anak diperbantukan di lahan Pak Jovi, Pak Riris dan Pak Tejo yang saling berdekatan. Sementara itu, di TK dan SD anak-anak mulai KEGIATAN SMP
menyesuaikan diri dengan melakukan observasi terhadap apa yang dilakukan oleh mentor mereka para guru. Demikianlah, selama beberapa hari di Jampit setiap hari mereka sudah tau kemana harus bergerak dan bertugas. Waktu kosong untuk istirahat bagi mereka adalah siang dan sore hari. Namun bagi sebagian kelompok, ada juga yang masih bertugas untuk mengambil sapi yang pada pagi harinya digembalakan di padang savana. Sesekali sebagian peserta mengisi waktu kosong mereka untuk bermain volley dengan anakanak Jampit. Keakraban yang terjalin membuat semua peserta semakin nyaman dan krasan berkegiatan di Jampit. Biasanya, dua hari sebelum kegiatan LIVE IN berakhir, peserta akan mengadakan acara besar di SD dan TK. Tahun lalu para peserta mengadakan lomba besar-besaran. Karena personil cukup banyak, mereka berlatih menjadi EO (event organizer) dari sebuah acara yang mereka inisiasi sendiri. Tahun ini, jumlah peserta tidak sebanyak tahun lalu. Kebetulan juga tenaga mereka dibutuhkan untuk membantu proses tanam kentang di kebun. Walhasil, tim dibagi menjadi dua. Sebagian tetap pergi ke lading membantu proses tanam kentang. Sisanya menjadi panitia seminar tentang selfimprovement yang diadakan di Sekolah. Peserta seminar adalah siswa kelas enam dan kelas lima. Dimaksudkan agar sebelum mereka lulus, mereka punya motivasi dan strategi yang cukup untuk meraih citacita mereka kelak. Sembilan hari tentu bukan waktu yang terlalu lama. Namun nyatanya Sembilan hari itu sudah mampu memberikan pelajaran dan kenangan yang begitu berkesan. Memang banyak hal yang masih perlu diperbaiki dari para peserta. Mereka memang belum sempurna, masih belajar bagaimana bersosialisasi yang baik. Masih belajar bagaimana bertani yang baik, masih belajar bagaimana bersikap yang baik. Dari sisi warga Jampit pun pasti banyak ketidaksempurnaan, pasti banyak pula kekurangan. Tapi inilah kita manusia, yang saling bertemu dan belajar untuk menjalin persahabatan yang bermanfaat. Maka atas segala ketidaksempurnaan itu hanya satu kata yang dapat diucap, gominasai. (MZF/13/12).* Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 59
SEJARAH DAN KEBUDAYAAN SE-KECAMATAN KRIAN Menggali Potensi di tengah masyarakat dengan cara menggali pontensi yang ada untuk kemudian didokumentasikan dan dirawat dalam memori kolektif yang tertulis. Pada kegiatan ini siswa-siswi SMP Alam Al Izzah menjadi ujung tombak pengumpul informasi dari setiap desa yang ada di Krian. Puluhan siswa dibagi menjadi timtim reportase kecil kemudian dikirim untuk menggali potensi sejarah dan budaya. Mereka dibekali dengan skill reportase dan pertanyaan-pertanyaan Keberadaan sekolah di tengah masyarakat sangat urgen. Selain untuk memberikan layanan pendidikan kepada generasi muda, seharusnya sekolah juga menjadi penggali potensi masyarakat. Itulah yang digarap oleh SMP Alam Al Izzah. Tahun ini ada program baru yang luar biasa unik, namanya ‘Menggali Potensi’. Kegiatan ini adalah usaha nyata dari warga SMP Alam Al Izzah untuk memberikan kontribusi terkait setelah beberapa hari sebelumnya diberikan arahan teknis. Ini adalah pembelajaran riil yang sangat bermanfaat bagi mereka. Dalam kegiatan ini mereka dapat mempraktekkan teori-teori yang selama ini diajarkan di kelas. Evan, siswa kelas IX SMP Alam Al Izzah mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menantang dan asyik. Menurutnya kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi kalau hasil penggalian yang sudah KEGIATAN SMP 60 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024
Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 61 dilakukan dapat dikodifikasi. “Walau pun tadi saya mengalami beberapa hambatan saat menuju lokasi wawancara akibat adanya pembangunan fly over Krian, tapi menurut saya kegiatan ini sangat menantang. Kita jadi bisa praktek menjadi waratawan cilik, dan kita juga jadi lebih berani untuk berinteraksi dengan orang-orang baru. Apalagi yang bertugas menjadi aparat desa. Semoga kegiatan seperti ini akan terus ada. Bahkan kalau bisa berkelanjutan temanya. Untuk sekarang mungkin temanya sejarah dan budaya. Selanjutnya mungkin kuliner atau yang lain” ujar Evan. Merespon kegiatan ini banyak aparat pemerintah desa yang memberikan tanggapan positif atas kegiatan yang dilaksanakan. Mereka dengan senang hati menerima kedatangan anak-anak SMP Alam Al Izzah. Banyak hal yang didokumentasikan, banyak cerita yang didapat. Tak jarang, karena aparatur desa terdiri dari generasi muda yang kurang paham tentang sejarah, anak-anak SMP diajak bertemu dengan tetau desa dan mendengarkan cerita dari mereka. Ini adalah pengalaman yang unik dan benar-benar baru bagi mereka. Ada pula yang ditunjukkan lokasi makam-makam keramat di sekitar desa. Bisa terbayang, bagaimana serunya menggali potensi sejarah dan budaya ini. Dan tentunya akan lebih menarik lagi jika nantinya semua data yang terkumpul dapat ditindaklanjuti dengan baik. (MZF/13/12).*
GERAKAN PROJEK SAINS SMP ALAM AL IZZAH Renaissance; Dalam lingkum kurikulum merdeka yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, pembelajaran berbasis projek adalah keniscayaan. Tahun ini SMP Alam Al Izzah sedang menggerakkan seluruh warganya untuk berlombalomba membuat projek sains dengan orientasi dan kebaruan ide dan kemanfaatan bagi masyarakat. Tak ayal, setiap wali kelas menjadi motor penggerak utama bagi siswa-siswi di seluruh kelas. Meski mungkin di setiap kelas memiliki standar kesulitan yang berbeda, akan tetapi tujuan yang ingin dicapai sama. Yakni ingin membiasakan guru dan siswa berfikir saintifik, empiris, kreatif dan solutif. Gerakan ini diawali dengan pelatihan intensif terkait projek sains kepada para fasilitator yang dipersiapkan menjadi pembimbing bagi siswa dalam merancang projek sains. Selanjutnya open-mind dan sosialisasi yang berkelanjutan dirancang sedemikian rupa. Projek Sains ini bahkan diberikan waktu yang cukup panjang sebagai KEGIATAN SMP 62 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024
Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 63 sebuah mata pelajaran, yakni setiap hari rabu dari jam 08.00 WIB hingga jam 11.30 WIB. Waktu yang cukup panjang ini diharapkan memberikan ruang untuk berfikir, berkreasi, mengumpulkan sumber bacaan, merancang dan melakukan percobaan serta menyusun dokumentasi. Beberapa siswa tertarik mengerjakan projek terkait dengan hewan. Sebagian lain tertarik pada tumbuhan dan sisa-nya tertarik dengan yang berbau teknologi. Meski banyak kesulitan dan hambatan yang dijalani, progress positif dari setiap projek yang digagas secara berkelompok mulai terlihat. Solusi-solusi keratif mulai tampak, dan pemikiran-pemikiran efektif mulai terbiasa. Ujung dari proses pengerjaan projek sains yang cukup lama ini adalah Festival Sains dan Teknologi yang akan dilaksanakan pada bulan Februari 2024. Akankah setiap kelompok mampu menyajikan projek sainsnya ke public? Dan mampu-kah setiap kelompok menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat? Sebagai langkah awal semua ini memang tidak mudah! Tapi kita semua yakin, ini adalah langkah yang tepat untuk membiasakan generasi kita berfikir saintifik-empiris agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di tengah perkembangan peradaban manusia yang begitu cepat dan tak terhenti! Sampai jumpa di Festival Sains dan Teknolgi Sekolah Alam Al Izzah 2024! (MZF/9/12)
THE GUARDIAN OF PESANTREN ALAM AL IZZAH PROFIL GURU Ahmad Wahyu Prastya usia mudanya menuntut ilmuilmu keislaman di pesantren pada jenjang SMP dan SMA. Setelah lulus SMA beliau melanjutkan jenjang pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan mengambil jurusan PAI. Hal inilah yang kemudian semakin memantapkan azam-nya untuk menjadi pengajar agama Islam. Saat menjadi mahasiswa belia aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan ikut dalam tim tapak suci di kampus-nya. Tak jarang beliau terpilih menjadi perwakilan kampus untuk mengikuti berbagai kompetisi tapak suci. Sebagai fasilitator S iapa warga sekolah alam yang tidak kenal dengan Ust Wahyu? Sejak tahun 2017 beliau sudah bergabung dengan keluarga besar Sekolah Alam Al Izzah Krian. Beliau pernah mengajar di unit TK, SD dan sekarang bertugas di SMP. Saat ini selain mengajar di SMP, beliau juga menjadi salah satu fasilitator yang diberikan amanah untuk menjadi pengasuh pesantren. Sosok humoris yang murah senyum ini lahir di Surabaya pada tahun 1993. Punya hobby bermain futsal, olahraga ringan, trevelling dan menghafal Al Quran. Tumbuh dalam asuhan keluarga yang agamis menghantarkannya pada pengalaman menuntut ilmu di pesantren Al Fatah, Lampung. Sebuah pesantren besar yang terbukti mampu melahirkan lulusan-lulusan yang punya komitmen terhadap perjuangan dakwah Islam. Selama kurang lebih enam tahun beliau mengabiskan 64 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024
Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 65 bidang keagamaan dan tahfidz, beliau punya visi pribadi untuk mencurahkan fokus dan tenaganya untuk membimbing siswa menjadi pribadi yang berakhlaq mulia, beraqidah yang kokoh, berwibawa dan terampil. Inilah yang beliau sebut dengan sosok ‘Insan Kamil’ (manusia sempurna). Selain menjadi fasilitator di SMP Alam Al Izzah, beliau juga mengembangkan diri di dunia bisnis dengan memproduksi dan menjual produk minuman coklat. Melalui bisnis ini beliau berharap agar suatu saat mampu mencapai kemandirian finansial. Sehingga aktifitas dakwah dan mengajar-nya dapat ditopang dengan kemandirian finansialnya itu. Saat diwawancarai oleh kontributor majalahSALAMA beliau menjelaskan bahwa kontribusi beliau di Al Izzah ini benar-benar menjadi bagian penting dalam hidupnya. “Subhanallah, saat saya masuk ke Al Izzah ini tahun 2017, sekolah ini hanya terdiri dari beberapa gazebo saja. Ada lahan yang cukup luas namun pembangunan belum se-masif sekarang ini. Tapi hari demi hari berlalu, pihak yayasan ternyata melakukan usaha yang luar biasa untuk membangun sekolah ini. Saya adalah saksi dari proses perintisan dan pembangunan sekolah ini. Banyak kesan dan kenangan kalau mengingat proses-proses itu dan saya bangga menjadi bagian dari pengembangan yang terus dilakukan ini. Saya juga salut dan kagum kepada perjuangan Pak Herfi dan Bu Azizah dalam membangun sekolah ini sehingga menjadi seperti sekarang ini” (MZF, 13/12)
MEMOAR PERSAHABATAN DALAM BINGKAI PETUALANGAN HALL OF FAME 9 Days in Jampit Menulis buku bukan suatu hal yang mudah. Perlu inspirasi yang benar-benar mendorong seorang penulis untuk bergerak menggoreksan alur informasi atau kisah menjadi satu kesatuan yang padu padan. Ya, seseorang tidak akan bisa menulis jika tidak pernah membaca, dan seseorang tidak akan bisa benar-benar membaca jika tidak pernah merasa. Sedemikian pentingnya dorongan inspirasi untuk menggerakkan sanubari seorang penulis. Tanpa inspirasi mustahil seorang penulis mampu menyusus satu kesat- uan tulisan yang menyentuh hati. Selain inspirasi, hal pendukung yang juga penting saat proses penulisan adalah konsistensi. Konsistensi dalam mengingat alur kejadian, menyusunnya dengan rapih dan memberikan sentuhan sastrawi sehingga hasil teks akan bisa dinikmati oleh pembaca dengan runut. Ya! Mungkin berbagai hal itu yang pernah dirasakan oleh Ustadz Fikri, fasilitator SMP Alam Al Izzah yang pada akhirnya berhasil menulis buku pertamanya 9 days in Jampit. Sebuah buku yang berisi memoar kegiatan LIVE IN di sebuah desa nun jauh di timur Jawa bersama kolega dan murid-muridnya. Buku setebal dua ratus-an halaman itu ditulis untuk mengabadikan kisah-kisah lucu, unik dan berkesan selama kegiatan berlangsung. Bagi sebagian orang mungkin terdengar biasa saja. Namun bagi mereka yang hatinya lembut dan mampu merasakan getaran rasa melalui tulisan, tentu akan berbeda. Selain berisi tulisan kisah-kisah, buku ini dilengkapi juga dengan dokumentasi foto kegiatan, sya’ir sholawat dan nasihat bijak bagi para pembaca. Menjadikan komposisi buku ini semakin lengkap sebagai sebuah memoar. Tidak hanya itu, ternyata seluruh proses mulai penulisan, editing, proofreading, layout dan design cover ternyata dilakoni sendiri oleh penulis. Bahkan buku ini diterbitkan oleh penerbit milik penulis sendiri. Tentunya hal ini semakin membuat buku ini menjadi begitu special sebagai sebuah masterpiece pertama. Saat ini memang buku yang sudah terbit ini belum dicetak masal. Penulis menghendaki mencetak prototype buku ini dengan jumlah terbatas untuk diberikan kepada pihak-pihak tertentu. Namun diketahui bahwa rencana cetak masal akan dilakukan sebelum bulan Mei 2024. Mungkin penulis menunggu momentum tertentu. Hal ini tidak heran, karena sejak awal buku ini pun ditulis sesuai dengan momentum dan kondisi yang tepat. Salam Literasi! (MZF/12/9) 66 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024
Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 67 Dalam bingkai semangat kemerdekaan yang berkobar di udara Kecamatan Krian, siswa-siswi Madrasah Aliyah Alam Al-Izzah tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga pahlawan kaki yang menapaki setiap langkah menuju kebebasan. Dengan semangat yang menyala-nyala, mereka mengukir jejak keberanian dalam Lomba Giat Gerak Jalan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan kemerdekaan Indonesia. Seiring langkah mereka yang penuh semangat, siswa-siswi Madrasah Aliyah Alam Al-Izzah menebarkan pesona kebersamaan dan kekompakan. Lomba yang diikuti oleh ratusan peserta ini menjadi panggung bagi mereka untuk mengekspresikan patriotisme melalui gerakan-gerakan yang penuh makna. Dengan balutan seragam doreng ala tentara yang mem - b a - SISWA MADRASAH ALIYAH ALAM AL-IZZAH RAMAIKAN LOMBA GIAT GERAK JALAN "Langkah Merdeka" KEGIATAN MA ra, mereka bukan hanya menjadi peserta lomba, tetapi juga duta kebersamaan dan semangat nasionalisme. Kesebelas siswa siswi telah berani menunjukkan kecintaan kepada Negara dan unjuk diri sebagai pelopor generasi muda yang mengkampanyekan hal positif dan terus berjuang menyiapkan diri sebagai generasi yang kuat dan tangguh (LLS, 14/12)
SISWA MA ALAM AL-IZZAH KRIAN Even Penyuluhan Pertanian Pada tanggal 27 September 2023, siswa-siswa Madrasah Aliyah (MA) Alam al-Izzah Krian sukses menggelar even penyuluhan pertanian di Desa Ngadas, Poncokusumo, Malang. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari inisiatif dan kerja keras siswa, yang tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga inisiator utama. Kerjasama dengan PT Tiara Kurnia, serta dukungan dari pihak sponsorship, khususnya PT Cussons Indonesia, turut mewarnai kesuksesan kegiatan ini. Bapak Pergianto, Sekretaris Desa (Sekdes) Ngadas, turut hadir dan memberikan ucapan terima kasih kepada para siswa MA Alam al-Izzah Krian. Beliau KEGIATAN MA 68 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 mengapresiasi kepedulian siswa terhadap nasib petani kentang di Desa Ngadas dan berharap semangat tersebut dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya. Pergianto menyampaikan harapannya agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan positif seperti ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khusnul Amin, Kepala MA Alam al-Izzah, menyatakan harapannya bahwa kerjasama yang terbangun antara sekolah, industri (dalam hal ini PT Tiara Kurnia), dan masyarakat dapat terus berkembang. Beliau menginginkan adanya sinergi yang lebih kuat untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan masyarakat Desa Ngadas. Dalam menyampaikan materi penyuluhan, Pak Ari, CEO PT Tiara Kurnia, mengapresiasi keaktifan dan kepedulian anakanak muda MA Alam al-Izzah. Beliau menyoroti peran positif generasi muda dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya pertanian dan keberlanjutan sumber daya alam. Apresiasi tersebut menjadi dorongan tambahan bagi siswa-siswa untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial. Tak lupa, diucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Cussons Indonesia yang turut mendukung kegiatan ini. Dukungan dari pihak sponsorship menjadi salah satu pilar penting dalam kesuksesan even ini, menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini terbukti mampu menciptakan momentum positif, mempererat kerjasama antara pendidikan, industri, dan pihak sponsor dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat menjadi inspirasi bagi institusi dan perusahaan lainnya untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah sekitar. (KSA, 14/12).*
Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 69 Dalam perjalanan tak terlupakan selama sepuluh hari, siswa Madrasah Aliyah Alam Al-Izzah Krian menjelma menjadi warga lokal Suku Tengger Bromo, meresapi kehidupan dan kearifan budaya setempat. Kegiatan “Live In” yang dikomandani oleh Wali Kelas, Ustadzah Lilis, dan Kepala Madrasah, Khusnul Amin, membawa siswa-siswi dalam petualangan mendalam yang mencakup rutinitas warga lokal, kegiatan budaya, berkebun, keagamaan, dan kegiatan sosial. Dalam rangkaian kegiatan Live In, siswa-siswi MA Alam Al-Izzah tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut serta dalam rutinitas sehari-hari warga lokal. Mulai dari kegiatan pagi yang diwarnai oleh semangat petani hingga berinteraksi dengan para pedagang di pasar tradisional, mereka mengalami kehidupan masyarakat Tengger Bromo secara langsung. Inilah upaya nyata untuk memahami dan meresapi kebudayaan setempat. Dibimbing oleh para pengajar yang berpengalaman, siswa-siswi terlibat dalam kegiatan budaya yang menarik. Mereka belajar tentang tari, musik tradisional, dan cerita rakyat Tengger yang memperkaya wawasan mereka. Para guru dan pembimbing tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga membantu siswa untuk terlibat langsung dalam kesenian dan tradisi yang ada. Live In ini tidak hanya mengeksplorasi budaya, tetapi juga mengajak siswa-siswi PETUALANGAN TAK TERLUPAKAN SISWA MA ALAM AL-IZZAH KRIAN DI SUKU Tengger Bromo KEGIATAN MA untuk merasakan kedekatan dengan alam. Kegiatan berkebun menjadi momen di mana mereka merasakan keindahan dan kesuburan tanah Tengger Bromo. Siswa-siswi secara aktif terlibat dalam menanam, merawat, dan memanen hasil tanaman, memupuk rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam suasana spiritual yang khas, siswa-siswi MA Alam Al-Izzah mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh para tokoh agama setempat. Dengan penuh khidmat, mereka berpartisipasi dalam ritual keagamaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Tengger Bromo. Pada hari terakhir kegiatan, suasana haru melingkupi siswa-siswi dan warga lokal. Perpisahan diwarnai oleh pelukan hangat, senyuman, dan air mata yang mengalir. Sebagai tanda terima kasih, siswa-siswi menyampaikan apresiasi mereka kepada warga Tengger Bromo yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari petualangan mereka. Kepala Madrasah, Khusnul Amin, mengungkapkan, “Kegiatan ini bukan hanya untuk mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga untuk membentuk karakter siswa-siswi. Saya bangga melihat bagaimana mereka menggali kearifan lokal dan meresapi nilai-nilai kehidupan masyarakat Tengger Bromo.” Petualangan ini tidak hanya meninggalkan jejak di tanah Bromo, tetapi juga dalam hati dan kenangan siswa-siswi MA Alam Al-Izzah Krian yang akan terus hidup dalam cerita perjalanan mereka. (KSA, 14/12).*
PETUALANGAN EKSTREM SURVIVAL TRAINING DI ALAM Ranu Regulo Lumajang Pada tanggal 4 Oktober 2023, siswa-siswa sekolah kami memasuki petualangan tak terlupakan dalam kegiatan Survival Training yang diadakan di alam Ranu Regulo Lumajang. Sebagai bagian dari program pembelajaran ekstrakurikuler, kegiatan ini menawarkan kombinasi pengalaman mendalam, keindahan alam yang menakjubkan, dan tantangan fisik dan mental yang menguji ketangguhan para peserta. Ranu Regulo, dikenal sebagai salah satu danau alam yang tersembunyi di Lumajang, menyuguhkan peserta dengan pemandangan yang memesona. Di tengah keheningan alam, siswasiswa dapat merasakan kedamaian dan keindahan alam yang belum terjamah oleh peradaban modern. Rerimbunan pepohonan hijau, gunung-gunung yang megah, dan suara gemercik air menambah daya tarik unik pada petualangan ini. Sehari semalam, para peserta diajak untuk melewati berbagai tantangan fisik dan mental. Tracking di pegunungan, menyeberangi sungai-sungai kecil, dan mendaki bukit merupakan sebagian dari rangkaian kegiatan yang menantang. Suasana alam yang eksotis dan beragamnya medan memerlukan kekuatan fisik dan ketangkasan untuk melaluinya. Pengalaman tak terlupakan KEGIATAN MA 70 SALAMA | Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 ini juga diwarnai dengan suhu udara yang ekstrem. Dari hawa sejuk di malam hari hingga teriknya matahari di siang hari, para peserta benar-benar merasakan perubahan suhu yang kontras. Hal ini tidak hanya menguji ketahanan tubuh, tetapi juga menambah dimensi petualangan ini menjadi lebih menarik. Selain mendaki dan menjelajahi alam, siswa-siswa juga diajarkan keterampilan bertahan hidup. Mulai dari membangun tenda, membuat api, hingga memasak sendiri dengan peralatan terbatas, para peserta diberi kesempatan untuk mengasah keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu momen puncak adalah ketika peserta mencoba mandi di air dingin dan memasak makanan mereka sendiri. Air yang jernih dan dingin di Ranu Regulo memberikan sensasi menyegarkan bagi peserta yang berhasil melalui semua tantangan. Memasak dengan peralatan sederhana di bawah langit terbuka menjadi momen berharga yang menyatukan para peserta dalam kebersamaan. Survival Training di Ranu Regulo bukan hanya tentang bertahan hidup di alam, tetapi juga tentang menemukan potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan merasakan keindahan alam yang autentik. Para peserta kembali dengan pengalaman mendalam, memperoleh pelajaran berharga tentang kerjasama, ketahanan, dan ketangguhan yang akan membekas dalam perjalanan hidup mereka. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan fisik dan mental, tetapi juga menciptakan kenangan indah yang akan dikenang sepanjang masa. Survival Training di alam Ranu Regulo Lumajang telah berhasil memberikan pengalaman yang unik dan memikat bagi siswasiswa sekolah kami. (KSA, 14/12).*
Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 71 Dalam perjalanan akademis mereka yang dimulai di kelas 10, siswa-siswi Madrasah Aliyah Alam Al-Izzah Krian mengukir momen tak terlupakan dengan mendaftar sebagai peserta program Umroh di kelas 12 kelak. Dengan sentuhan istimewa, tahun ini mereka mengusung konsep ‘Umroh Backpacker’ yang membawa semangat petualangan, dan tak lupa, meraih kenangan abadi dengan menggelar wisuda di tanah suci, Madinah. Dalam semangat mewujudkan visi akhirat, siswa-siswi Madrasah Aliyah Alam Al-Izzah Krian memutuskan untuk memberikan nuansa berbeda. Konsep ‘Umroh Backpacker’ diadopsi untuk merayakan semangat petualangan, kebersamaan, dan Mengusung Konsep Umroh Backpacker dan Wisuda Penuh Makna di Madinah SISWA-SISWI MA ALAM AL-IZZAH DAFTAR UMROH KEGIATAN MA kebebasan yang menjadi simbol kebebasan setelah menyelesaikan pendidikan menengah mereka besok. Untuk mewujudkan program mulia ini, sekolah membuat program pendampingan bisnis siswa sehari harus menabung minimal Rp. 25.000 selama tiga tahun. Bisnis yang dijalankan anak-anak sesuai dengan minat masing-masing. “Sementara ini mayoritas anak-anak ngomset nya jualan, lumayan lho sehari ada yang omsetnya mencapai Rp. 80.000. Ada juga yang menjadi konten creator dan affiliate yang bekerjasama dengan perushaan mitra. Selain itu juga ada yang menjadi asistensi kuntan serta dokter praktek rumah” ungkap Kepala Madrasah yang baru berdiri ini. (KSA, 14/12)
LANGUAGE ENRICHMENT Jumadil Akhir 1445/Januari 2024 | SALAMA 72
Jl.Embong Kali RT 16 RW 04 Kemasan Krian -Sidoarjo WA ONLY Ustadzah Dita: 0857-9121-4250 Ustadz Hakqi: 0815-1543-8707 Ustadz Hadi: 0888-4936-122 Pendaftaran Siswa Baru Sistem Inden T.A 2024 - 2025 kb-tk-saal sdalamalizzah smpalamalizzah Alam Alizzah KB-tk Alam Alizzah SmpAlam AlIzzah TK - SD - SMP - MA AL ‘IZZAH www.sekolahalamizzah.sch.id Ustadz Amin: 0856-3558-491