2 Namanya Jeffrey Shaun King. Asli orang Amerika Serikat dan mantan pastor Kristen. Di negera Paman Sam, Shaun King dikenal sebagai pegiat Hak Asasi Manusia (HAM). Selalu lantang menyuarakan berbagai masalah kemanusiaan. Termasuk saat agresi Israel ke Palestina awal Oktober 2023 lalu. Shaun King tidak tinggal diam. Hati nuraninya terenyuh. Jiwa kemanusiannya berontak. Tidak tega melihat genosida yang dilakukan secara membabi buta kepada orang Palestina. Meski negaranya, AS mendukung penuh genosida tersebut, tapi dia tidak. Baginya itu kekejaman paling mengerikan. Harus dihentikan. Siapa sangka keprihatinan itu jadi berbuah hidayah. Jeffrey dan istrinya, Rai King memutuskan untuk memeluk Islam sehari sebelum bulan Ramadhan lalu. Masjid Valley Ranch Islamic Center Dallas, Texas, Amerika Serikat jadi saksi ikrar dua kalimat syahadat sepasang suami istri ini. Tak hanya Shaun King dan istrinya yang memeluk Islam. Kabarnya, bahkan 30 wanita di Australia juga demikian. Setali tiga uang Shaun King, mereka juga terenyuh dengan ketabahan sekaligus keyakinan umat Islam di Palestina yang luar biasa. Dua kalimat syahadat itu mereka ucapkan di Masjid Meadow Height, Melbourne, Australia. Gelombang mualaf juga terjadi di Spanyol, tepatnya di wilayah Andalusia Selatan. Seperti dilansir Anadolu Agency, setidaknya setiap pekan ada satu hingga dua warga masuk Islam. Keputusan itu diambil setelah melihat kebiadaban Israel atas warga Gaza, Palestina. Mereka menganggap kesabaran dan ketabahan rakyat Palestina luar biasa. Di luar batas kemanusiaan pada umumnya. Tak hanya Shaun King, 30 warga Autralia, dan orang-orang Spanyol yang memilih masuk Islam akibat agresi Israel kepada Palestina. Zohar Chamberlain Regev juga demikian. Wanita yang lahir dan besar di Kfar Hahoresh—salah satu kibbutzim atau pemukiman Israel— juga tidak setuju perlakuan negaranya yang setiap hari membunuh banyak orang Palestina dengan keji. Tentu tak hanya mereka yang tersayat hatinya melihat agresi biadab Israel yang telah menewaskan ribuan orang Palestina. Tak sedikit orang—non Muslim khususnya—di seluruh penjuru dunia yang terenyuh melihat pemandangan memilukan itu hingga dapat hidayah SALAM Hidayah di Balik Genosida Palestina Oleh: : Syaiful Anshor, Humas AISBA AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
3 SALAM Dzulqa’dah 1445/Mei 2024| AN-NAJAH dan memeluk Islam. Setidaknya—data saat tulisan ini diketik—saat hari ke-200 serangan Israel ke Jalur Gaza, setidaknya 34.183 warga Palestina yang meninggal dunia. Bagi manusia yang memiliki hati nurani jernih, tentu mereka merasa prihatin, terenyuh, dan terketuk hatinya. Tak tega melihat pembantaian manusia tak berdosa yang disaksikan dunia. Bukan saja karena ketidak setujuan mereka terhadap agresi biadab Israel kepada Palestina, tapi yang membuat mereka terketuk hatinya karena jiwa-jiwa kuat dan tabah orang Palestina. Mereka melihat orang Palestina memiliki jiwa kuat, sabar, dan ridha. Derita mereka jauh di atas kebanyakan manusia di atas muka bumi ini. Kehilangan segalanya. Rumah, harta benda, bahkan sudara. Istri kehilangan suami. Suami kehilangan istri. Orangtua kehilangan anak. Anak kehilangan orangtua. Hidup dalam bayang-bayang kematian. Bunyi drone, roket, dan pesawat yang 24 jam terdengar. Tak ada listrik, air, bahkan makanan. Melihat jenazah saudara dan orang bergelimpangan dengan mata kepala sendiri. Betul-betul dahsyat. Tapi, mereka kuat. Mereka tidak mau meninggalkan Palestina. Tanah di mana di dalamnya ada kiblat pertama umat Islam: Masjidil Aqsha. Hidup bebas tanpa tekanan, intimidasi, dan pembunuhan. Tidak! Seberat apa pun, sedahsyat apa pun derita yang dipikul, mereka tetap menghadapinya dengan sabar dan tabah. Meski nyawa taruhannya. Bagi mereka hanya ada dua pilihan hidup: Isya kariman au mut syahidan. Hidup mulia atau mati syahid. Palestina terbebas atau mati syahid di ujung-ujung roket dan bom penjajah biadab Israel. Sebab, keduanya bagi mereka sama mulianya. Hidup seperti inilah yang seharusnya diajarkan kepada anak-anak kita.*
DAFTARISI 34 prespektif Tujuh Kiat Siswa Berprestasi 36 karya siswa Membuat Karya Tiga Dimensi 40 ruang alumni Dengan al-Qur’an, Belajar Jadi Lebih Mudah 6 22 27 36 6 TARBIYAH Sukses yang Sesungguhnya 2 salam Hidayah di Balik Genosida Palestina 22 SILATURAHIM Hijrah Membawa Berkah 26 my history Suasana Lebaran di Kota Balikpapan 27 prestasi Siswa SMP AISBA Juara 3 S2O 4 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin Redaksi: Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Nur Hidayat Sidang Redaksi: Muflihin, Rahmat, Romadhan, Lilin Linda Saputri, Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly Ihsan, Hanifah Rahmah, Dina, Nur Hidayat, Indah Yulianti. Desainer: Mustok Design Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. Ruko Kompleks Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru. 0542-8515762 WA: 0811533362 Pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan ke E-mail: [email protected]. SUSUNAN REDAKSI 5 Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Pembaca An-Najah yang dirahmati Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Semoga saat media digital sekolah An-Najah ini hadir, Ayah dan Bunda semua dalam keadaan sehat wal ‘afiat, penuh keberkahan, dan dimudahkan segala urusannya oleh Allah Subnahu Wa Ta’ala. Pada penghujung tahun pelajaran 2023/2024 SD dan SMP AISBA punya banyak kegiatan. Bulan Mei depan saja, sekolah ini punya tiga agenda besar: AISBA Islamic Competition (AIC), Examanition Authority (EXOT), dan Penialian Akhir Tahun/Sumatif Akhir Tahun (PAT/SAT). Kalau AIC diadakan awal Mei sedangkan EXOT dan PAT/SAT diadakan pada akhir Mei. Belum lagi kegiatan pekanan dan bulanan yang telah terjadwal sebelumnya. Padat. Berbagai kegiatan itu membuat para guru harus bekerja ekstra. Khususnya ketua panitia AIC, Ustaz Faesal. Sejak ditunjuk sebagai ketua, Ustaz Fae—biasa disapa—langsung tancap gas: bikin proposal, nyusun kepanitiaan, dan berkoordinasi dengan tim. Bahkan, koordinator bidang tahfidz SD AISBA ini sampai turun tangan mengirim surat lomba ke berbagai sekolah di Kota Balikpapan. “Alhamdulillah, sudah ada 13 sekolah yang saya kirimi surat lomba,” ujarnya kepada An-Najah akhir Mei lalu. Jumlah itu belum cukup. Katanya, masih ada beberapa sekolah lagi yang harus diantar surat. Khususnya di sekolah di wilayah Balikpapan Kota. Hanya saja, saat hendak mengirim surat hujan cukup deras masih mengguyur kota. Takut sakit. Dia pun disarankan untuk mengirim surat besok saja. “Nggak apa-apa sekarang saja. Sekalian jalan. Sudah terlanjur basah. Insyaa-Allah, pakai jas hujan ko,” tambahnya. Ayah-Bunda yang Dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ini kali kedua AISBA mengadakan event lomba. Tema lomba tahun ini “Isyhad bianna muslimun.” Tujuannya selain untuk menguji kemampuan siswa dalam bidang tahfidz, tarik suara, dan mewarnai, juga juga untuk melatih mental dan keberanian siswa dalam berbicara di depan publik. Itu kenapa, salah satu bidang yang dilombakan pada ajang AIC ini adalah pidato bahasa Arab dan bahasa Inggris. Memang tidak mudah untuk berpidato. Jangankan bahasa asing, bahasa Indonesia saja sulit. Lebih-lebih untuk level siswa SD. Itu kenapa AIC ini diadakan sebagai ajang uji nyali dan keberanian siswa. “Semoga ajang ini dapat menstimulasi dan memotivasi siswa untuk berani berkompetisi dan berprestasi. Tidak takut, tidak grogi, dan tidak mau menyerah. Jadi pelajar pemberani dan bangga pada identitas kemuslimannya,” ujar Humas AISBA, Syaiful Anshor saat menemani Ustaz Faisal talkshow di IDC FM membahas AIC medio April lalu. Selamat berkompetisi, siswa-siswi hebat. Semoga dimudahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Redaksi Rinai, Mental, dan AIC SAPA REDAKSI Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
Sukses yang Sesungguhnya Oleh: *Syaiful Anshor, Pimred An-Najah S aat hendak menulis artikel ini sengaja googling di internet: siapakah orang paling sukses di dunia? Hasilnya, sulit ditemukan tulisan tentang orang sukses yang sesungguhnya. Standarnya masih bias. Yang keluar justru daftar 10 orang terkaya di dunia. Banyak situs yang memuat orang-orang sukses. Namun, dari semua berita itu intinya sama: sukses karena memiliki kekayaan fantastis. Seperti yang dikutip dari situs amartha. Sepuluh orang sukses level dunia itu para konglomerat. Orang paling sukses dan kaya pertama di dunia diduduki oleh Bernard Arnault, seorang CEO perusahaan barang mewah paling besar di dunia— Moet Hennessy Loius Vuitton (LVHM) sekaligus pemilik 70 merek fashion dan kosmetik ternama. Jumlah hartanya US$207 atau setara Rp3.285 triliun. Disusul kemudian para crazy rich kelas dunia yang tak asing lagi namanya: Elon Musk, Jeff Bezos, Larry Ellison, Mark Zuckerberg, dan Warren Buffett. Kategori sukses dengan tolok ukur bisnis dan kekayaan ini tentu sudah tidak mengherankan. Sebab, selama ini, orang sukses acapkali hanya diidentikkan dengan capaian duniawi: harta, uang, dan kekayaan. Makin kaya, makin sukses. Tolok ukur sukses itu juga tidak hanya dipakai oleh mereka. K i t a j u g a acapk a 6 TARBIYAH AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
li menjadikan capaian duniawi sebagai standar kesuksesan. Itu bisa dilihat dari apa yang kita cita-citakan. Punya miliaran bahkan triliunan rupiah. Juga perusahaan besar dengan aset yang tinggi. Apa itu salah? Tentu tidak. Sebab, sebagai orang beriman kita juga tidak dilarang untuk meraih dunia dan apa yang dicita-citakan. Asal tidak melanggar syariah Islam. Yang jadi masalah jika hanya berhenti di situ. Tujuan hidup hanya untuk meraih dunia semata. Perut dan di bawah perut. Sedangkan akhirat—the first goal—dilupakan bahkan diabaikan. Kenapa kita tidak boleh melupakan akhirat? Sebab, kehidupan di dunia hanya sementara. Segala kenikmatan di dalamnya hanya semu belaka. Bak fatamorgana. Sungguh merugi jika hidup hanya untuk meraih dunia saja dan melupakan akhirat. Kenikmatan di akhirat kelak tiada bandingannya. Apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam hadis ini membuat kita merenung. Betapa kecilnya kenikmatan duniawi jika dibanding akhirat. Bahkan, saking tak ada artinya, kenikmatan dunia diibaratkan tak lebih dari setetes air dari lautan yang luas dan dalam. َّ َ ا كَما ِ إِ �ل َة ْآ ِخر ِي ال َا ف ْي ُّ لدن ِ َ ما ا لله َّ َوا م، ِّ َ ْي ِي ال َ َعُه ف أ َحُد ُك ْم إِ � ْصب َي ْغِم ُس � ِ ْه ْن ُظْر ِ ب َم َ تْرِج ُع إِ �َلي َ َْلي ف “Demi Allah, tiadalah dunia ini dalam kehidupan di akhirat, melainkan sebagaimana seseorang di antara kalian mencelupkan jari telunjuknya ke d a l a m laut, m a k a hendaklah ia melihat apa yang didapat olehnya dari laut itu.” Dunia juga hina. Bahkan hinanya dunia itu digambarkan Rasulullah dalam hadis riwayat Muslim dengan tamsil seekor bangkai anak kambing yang catat: kedua telinganya kecil. Saat ditanyakan kepada para Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 7
8 TARBIYAH sahabat, “Apakah kalian mau jika ini jadi milik kalian?” dan orang-orang berkata, “Demi Allah, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia catat.” Lalu, dengan tegas Rasul berkata, “Demi Allah, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah dari pada bangkai anak kambing kalian.” Yang Sukses Yang Dihinakan Kehidupan dunia juga hanyalah kesenangan semu yang memperdayakan. Sayangnya, tak sedikit orang yang justru terlena. Mengejar dunia mati-matian. Peras keringat dan banting tulang. Berangkat pagi pulang petang. Seluruh energi, pikiran, dan fisik dikerahkan. Mengumpulkan harta benda, bermegah-megahan, bermewah-mewahan, dan meraih kekuasaan hingga menjadikan sombong serta melupakan akhirat. Seperti mereka: Qarun, Fir’aun, Haman, dan Namrud. Mereka adalah contoh manusia yang diberi nikmat berupa harta, kekuasaan, dan kemewahan. Sayang justru melenakan dan mengkufurinya. Mereka lupa kalau kapan saja ajal bisa menjemput. Meninggalkan semua yang telah dikumpulkan dan bersiap meraih balasan sesuai yang dikerjakan di dunia. - Seperti Qarun yang ditenggelamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala ke dalam perut bumi berikut dengan harta benda dan rumahnya yang telah susah payah dikumpulkan. - Begitu juga Fir’aun yang ditenggelamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala ke dalam laut saat mengejar Nabi Musa ‘Alaihissalam karena kesombongannya dengan memproklamirkan diri sebagai Tuhan. - Pun juga seperti Haman, penasihat sekaligus arsitek Fir’aun. Haman ditenggelamkan di laut merah bersama Fir’aun. - Segendang seirama Raja Namrud. Raja yang memiliki kekuasaan besar dan kuat itu membuatnya sombong, mengaku Tuhan, dan menolak dakwah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghinakan Namrud dengan membunuhnya dengan seekor nyamuk yang masuk lewat hidungnya. Semua yang diusahakan dan diraih akan ditinggalkan. AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
9 Apa yang dilakukan selama hidup di dunia akan dapat balasan. Sejenak mari merenungi firman Allah Subahanahu Wa Ta’ala berikut. ِ ُور ُْغر َ إِ ا � َ لا مَت ُ اع ال ْي ُّ لدن َ ُاة ا ْ َحي َوَما ال “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185) Dua Tanda Sukses Lalu, apakah arti sukses yang sesungguhnya itu? Tentu arti sukses ini tidak menggunakan tolok ukur sukses seperti halnya yang disematkan kepada 10 orang terkaya di dunia di atas. Tidak menjadikan harta benda, jabatan, dan kekuasaan sebagai tolok ukurnya. Sekali lagi tidak. Tapi merujuk pada firman Allah Subahanahu Wa Ta’ala dalam al-Qur’an. ْ َن و َّ َف ُو َّ َما ت إِن � َ و ۗ ْ ِت ْ َمو َِقُة ٱل ُك ُّل َ نْف ٍس َ ذآئ ِۖ َ ف َم ُ ن ز ْحِز َح ٰ َمة َ ِي ْق ْ َم ٱل َو َ ُك ْم ي أ ُجور � َا َم و ََّة َ فَق ْد َ ف َازۗ ْ َجن أ ْد ِخ َل ٱل � َ َّ ِار و َعِن ٱلن َآ ُّ ٱلدْني َ ٰوُة ْ َحي ٱل ا َّ إِ ل � ُ ِور ْ ُغر ُع ٱل ٰ َ َت م “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185) Dari ayat ini jelas ada dua tanda sukses yang sesungguhnya. Pertama, dijauhkan dari nereka. Kedua, dimasukkan ke dalam surga. Jika seseorang mendapat dua faktor ini maka dia termasuk orang sukses, beruntung, dan bahagia. Lihat kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam ayat ini selanjutnya: sungguh dia telah beruntung. Sukses. Faqad faaza. Sekali lagi, perspektif sukses bagi orang beriman ukurannya bukan semata-mata duniawi, tapi juga ukhrowi. Meskipun secara duniawi sukses—berhasil meraih apa yang dicita-citakan—namun, dia akan menjadikan kesuksesan itu sebagai wasilah meraih kesuksesan di akhirat dan meraih kategori seperti yang terdapat dalam ayat tersebut. Dunia Vs Akhirat Inilah yang membedakan orang beriman dan cerdas (alkayyis—seperti dalam sebuah Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
TARBIYAH 10 hadis) dengan yang tidak. Dia menyakini akan ada kehidupan abadi yang sesungguhnya setelah dunia. Sedangkan orang kafir tidak. Bagi orang kafir, dunia adalah kehidupan yang sebenarnya. Tempat meraih segala yang diinginkan. Halal haram hantam. Senikmat dan sebanyak apa pun kenikmatan yang didapat hanya sementara. Sekejap. Berbeda kenikmatan di akhirat. Lihat saja perbedaan waktu antara dunia dan akhirat dalam al-Qur’an. ِّ َّما ٍ م َة سن ْ ِف َ َل ِّ َك َ كا َب ْن َد ر ِ ًا ع ْم َو ن ي َّ ِ َ ا و دْوَن ُّ ُ َتع “Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al-Hajj: 47) Dari ayat di atas bisa dibayangkan betapa sebentarnya hidup di dunia ini dibanding di akhirat kelak. Dikutip dari aceh.kemenag.go.id jika 1 hari akhirat = 1000 tahun di dunia. Itu sama halnya jika hitungan jam: 24/1000 = 0,024 jam akhirat. Jadi, bila umur manusia rata-rata 63 tahun, maka menurut waktu akhirat 63 x 0,024 = 1,5 jam AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 akhirat. Dari perhitungan ini sungguh sangatlah sebentar manusia hidup di dunia dibanding di akhirat. Lebih-lebih lagi kehidupan di akhirat kekal selamanya. Karena itu, orang yang cerdas dan sukses adalah orang yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Inilah orang yang sukses sesungguhnya. Sebab, tak ada arti apa-apa hidup di dunia meski berkalang harta dan emas permata, tapi jika di akhirat kelak justru ending-nya dimasukkan ke dalam neraka. Na’uzubillah min dzalik.*
11 Siswa SD AISBA Praktik Bayar Zakat ke LAZNAS BMH S D AISBA mengadakan praktik bayar zakat fitrah pada medio Ramadhan lalu. Kegiatan ini bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Mal Hidayatullah (BMH) Kaltim. Menurut Kepala SD AISBA, Ustaz Randi Patajangan, kegiatan tersebut untuk mengedukasi siswa pentingnya bayar zakat. “Jika biasanya pembayaran zakat fitrah siswa dilakukan oleh orangtua di masjid terdekat, kali ini siswa sendiri yang langsung melakukannya,” ujarnya. Siswa sebelumnya diinformasikan untuk membawa zakat fitrah. Boleh dalam bentuk uang maupun beras. Tak hanya zakat fitrah, ternyata banyak juga siswa yang bersedekah bahkan membayarkan fidyah Ibunya. Zakat dan sedekah itu dibawa ke sekolah dan diserahkan langsung kepada BMH. Kegiatan tersebut diadakan di lapangan sekolah yang terletak di kawasan Bukit Cinta Damai, Balikpapan Kota. Seluruh siswa dan guru duduk di atas terpal dan bekas spanduk. Rapi. Sebelum membayar zakat, siswa mendengar kajian tentang zakat. Pematerinya da’i tangguh BMH, Ustaz Chandra. Ustaz muda itu menjelaskan jika zakat bisa bermakna suci dan tumbuh. “Dengan berzakat insyaaAllah dapat mensucikan diri sekaligus menumbuhkan rezeki kita. Jadi, jangan takut untuk berzakat karena zakat juga wajib,” jelasnya. LAZNAS yang berada di bawah naungan ormas Hidayatullah itu menyediakan dua amil. Keduanya duduk di meja khusus untuk melayani siswa yang membayar zakat. Siswa berbaris rapi sesuai kelas. Mereka bergiliran satu persatu membayar zakat. BMH juga membawa Boneka Yahya—boneka besar yang di dalamnya terdapat manusia. Boneka Yahya tampak menyapa dan mengajak siswa untuk bermain dengan ramah membuat para siswa—khususnya akhwat— untuk mendekat dan bermain. Keberadaannya membuat siswa makin antusias dan senang membayar zakat. “Alhamdulillah, saya senang bisa membayar zakat bersama temanteman,” ujar Braga, siswa kelas 2 SD AISBA. Perasaan sama juga disampaikan siswa kelas 4 Pi SD AISBA. Ini adalah pengalaman pertama membayar zakat fitrah ke LAZNAS. “Ternyata membayar zakat itu tidak sesulit yang saya bayangkan. Saya senang melakukannya,” tutur Rindi Ayunda Chandra.* Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
12 tan di hari perdana itu adalah halal bi halal, pemeriksaan buku Ramadhan, dan bersih-bersih kelas. “Goal kegiatan kita pada pada hari perdana masuk sekolah ini adalah saling maaf memaafkan juga menciptakan suasana kelas dan sekolah yang bersih dan nyaman,” kata Kepala SD AISBA, Ustaz Randi Patajangan dalam sambutan. Di depan para siswa serta guru yang berbaris rapi di lapangan sekolah, Ustaz Randi—sapaan akrabnya— juga mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh siswa dan guru. Dia berharap, momentum kali ini jadi ajang saling memaafkan kesalahan antar sesama. L iburan telah usai. Setelah sekitar dua pekan lamanya siswa-siswi SD AISBA berlebaran, mereka kembali bersekolah lagi pada Selasa, 16 April hari ini. Satu persatu siswa datang diantar orangtua ke sekolah yang terletak di kawasan Bukit Cinta Damai itu dengan senyum penuh bahagia. Para ustaz dan ustazah menyambut kedatangan mereka. Tak ada pelajaran seperti biasanya pada hari perdana sekolah hari ini. Itu kenapa, para siswa tidak mengenakan seragam sekolah. Mereka mengenakan baju Muslim dengan aneka corak dan warna. Juga tak membawa buku dan alat tulis. KegiaIsi Hari Perdana dengan Halal bi Halal AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
13 “Kami secara pribadi dan mewakili seluruh ustaz dan ustazah mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada siswa dan siswi tercinta semua,” ucapnya. Usai sambutan, seluruh guru berbaris rapi di bagian depan. Guru ikhwan di sebelah kanan. Guru akhwat di sebelah kiri. Para siswa-siswi yang berbaris rapi lalu satu persatu bergantian maju ke depan untuk bersalam-salaman dengan ustaz dan ustazah. “Untuk siswa ikhwan boleh bersalaman dengan menyentuh tangan guru ikhwan. Sedangkan kepada guru akhwat cukup dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada,” ujar pembawa acara, Ustaz Faisal mengingatkan siswa. Prosesi halal bi halal—begitu istilah yang biasa digunakan di tanah air di hari raya—ini diawali oleh siswi. Satu persatu siswi yang berbaris di sebelah kiri lapangan maju dan meminta maaf kepada ustaz dan ustazah sambil berucap, “Mohon maaf lahir dan batin, ya ustaz” dan dijawab, “Sama-sama. Mohon maaf lahir dan batin juga.” Meski berlangsung di bawah sinar matahari pagi yang hangat, tapi prosesi halal bi halal ini tampak khidmat. Baik siswa dan guru tampak khusuk dan serius. Mereka sadar bisa jadi tak sedikit salah dan khilaf yang dilakukan selama berinteraksi selama ini. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan buku jurnal ibadah Ramadhan siswa, bersih-bersih kelas, dan menikmati aneka kue lebaran yang dibawa oleh setiap siswa. Uniknya, meski sudah halal bi halal, mereka juga bersalam-salaman lagi di kelas. Tak pelak, suasana lebaran pun makin terasa meriah dan penuh bahagia.* Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
ikut kendor,” katanya mengingatkan sambil menyebut salah satu nama siswa sebagai contoh. Kebaikan dan ibadah yang dilakukan itu seperti puasa, qiyamul lail, baca al-Qur’an, sedekah, dan lain sebagainya. Dia berharap, kebaikan itu tetap dilakukan. Sebab, lanjutnya, dalam beribadah, orang beriman tidak hanya memandang waktu bulan Ramadhan, tapi juga setiap saat. Acara dilanjutkan dengan halal bi halal. Satu per satu siswa meminta maaf kepada ustaz dan ustazah. Para ustaz dan ustazah berdiri di bagian depan Aula dan siswa berjalan memutar secara bergantian. Khidmat. Kegiatan itu dilakukan untuk memanfaatkan momentum lebaran di awal bulan Syawal. Selain halal bi halal, kegiatan lainnya seperti membuat mading berisi cerita bulan puasa dan lebaran. Juga pembagian hadiah bagi siswa yang berprestasi selama bulan Ramadhan untuk beberapa kategori: Tarhib Ramadhan, Mabit, Kajian Online, Jurnal, Khataman, Pawai, dan Qiyamul Lail.* Usai sekitar dua pekan mengisi libur lebaran, siswa-siswi SMP AISBA masuk sekolah pada Selasa, 16 April hari ini. Tak ada pembelajaran formal seperti biasa. Sekolah yang terletak di bilangan Beler, Balikpapan Kota ini membuka hari perdana dengan aneka kegiatan. Kegiatan dimulai di Aula Daarul Ilmu. Seluruh siswa dan guru berkumpul di ruangan yang teletak di lantai empat ini. Sebagian guru di bagian belakang sibuk merekap hasil jurnal Ramadhan yang diisi oleh siswa ke dalam form excel yang disediakan. Sementara, di depan stage, Kepala SMP AISBA, Ustaz Abdul Rofik mengawali kegiatan dengan memberikan nasihat tentang kebaikan-kebaikan yang dilakukan siswa selama di Ramadhan. Menurutnya, ada banyak kebaikan dan ibadah yang telah dilakukan yang harus tetap dilakukan di luar Ramadhan. “Anak-anakku sekalian harus tetap menjaga kebaikan dan ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Jangan sampai Ramadhan pergi, ibadah juga 14 Aneka Kegiatan di Hari Perdana SMP AISBA AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
15 Ramadhan, Produktivitas, dan Literasi T im redaksi majalah digital sekolah AISBA—An-Najah—membedah rubrik edisi ke-34 bulan April 2024 ini di IDC FM pada Rabu, 17 April 2024. Talkshow dalam program IDC Publik itu selain bisa dinikmati di gelombang 89.5 FM, juga di mediaonlineidc.com dan akun instagram aisba.balikpapan yang disiarkan secara langsung. Seperti biasa, Pimred An-Najah— Syaiful Anshor—tidak hadir sendiri. Dia ditemani oleh dua narasumber yang juga penulis rubrik: Naurah Izzati Syahidah dan Khaliqa Aisyah Marindha. Talkshow yang berlangsung sekitar sejam itu dipandu penyiar senior, Mas Uli Abdurrahman. “Bincang pertama kali kita pada talkshow kali ini akan membahas rubrik Salam—rubrik pertama di majalah—dengan judul Watak Anak,” kata Ustaz Anshor mengawali talkshow. Menurutnya, anak punya watak atau sifat yang berbeda. Namun, dengan perbedaan itu tidak serta merta menjadi negatif. Lebih-lebih orangtua membeda-bedakan dan pilih kasih. Justru yang harus dilakukan orangtua adalah melimpahi kasih sayang yang tulus, menguatkan tauhid, dan membersamainya. “Biarlah anak tumbuh dengan wataknya masing-masing. Yang penting tugas orangtua menjadikannya anak yang shalih dan shalihah,” tegasnya. Selain rubrik Salam, humas AISBA ini juga membahas tema utama An-Najah: Tarbiyah. Judulnya, “Ramadhan Pergi, Ibadah Tetap Terpatri.” Dia menjelaskan, bulan Ramadhan tak ubahnya seperti bulan-bulan yang lainnya. Yang membedakan hanya selaksa fadhilah di Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
dalamnya. “Yang jadi tugas kita sebagai orang beriman. Jangan sampai Ramadhan pergi, ibadah kita juga ikut pergi. Sekadar mengkapitalisasi pahala di bulan suci. Sedangkan di luar Ramadhan tidak,” imbuhnya. Seperti yang dikatakan Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Laathaif Al-Ma’arif. Orang yang buruk adalah orang yang hanya menunaikan hak-hak Allah di bulan Ramadhan. Sedangkan di luarnya tidak. Orang seperti ini termasuk buruk. Karena itu, beliau menganjurkan jadi orang yang Rabbani: beribadah tak hanya di bulan Ramadhan, tapi juga di bulan-bulan lainnya. Sama saja. Khatam al-Qur’an 5 Kali Sementara, Naura membahas tulisannya dalam rubrik Perspektif tentang tetap produktif di bulan puasa. Meski bagis remaja—lebih-lebih siswa—bulan puasa identik dengan lapar dan haus serta lemas, bukan berarti jadi justifikasi untuk bermalas-malasan. Katanya, Ramadhan justru momen berharga untuk mendulang banyak kebaikan dan pahala. “Agar Ramadhan kita produktif salah satunya dengan manajemen waktu. Jangan sampai waktu berlalu sia-sia begitu saja,” ujar siswi kelas 9 SMP AISBA ini. Naura—sapaan akrabnya—juga membuktikan tulisannya. Buktinya, selama Ramadhan tahun ini, dia berhasil mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak lima kali. Itu berarti, setidaknya, dalam sehari dia berhasil membaca al-Qur’an sebanyak lima juz al-Qur’an. “Alhamdulillah, saya khatam 5 kali dalam Ramadhan tahun ini,” ujarnya saat ditanya Mas Uli berapa kali khatam al-Qur’an. Menulis itu Mudah Khaliqa—sapaan akrabnya—punya pembahasan lain. Siswi kelas 6 SD AISBA ini bercerita tentang pengalamannya menulis artikel. Katanya, ini kali pertama dia diminta menulis artikel cukup panjang dan serius. Meski begitu, dia dapat menulis dengan sangat baik. “Tulisan Khaliqa sangat bagus. Saya tidak perlu banyak mengeditnya. Sudah bagus,” kata Syaiful Anshor. Kata Khaliqa, menulis artikel tidak begitu sulit. Sebab, selama ini sebenarnya dia sudah terbiasa menulis. Meski masih sederhana seperti catatan harian di buku diary. Karena itu, saat diminta menulis rubrik My Story yang berisi cerita ibadah di bulan Ramadhan dia bisa melakukannya dengan baik dan cepat. Selain karena terbiasa menulis, membaca buku juga jadi faktor penting untuk bisa menulis dengan baik. Katanya, selama ini dia juga suka membaca, baik di sekolah maupun di rumah. Apalagi di sekolah ada banyak koleksi buku—baik di pojok literasi maupun perpustakaan—yang bisa dinikmati. “Saya juga rutin membaca majalah sekolah An-Najah yang terbit setiap bulannya,” pungkasnya.* 16 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
AISBA, Ustaz Khalil Rahman, rapat bulanan tersebut membahas technical meeting persiapan O2SN yang akan diadakan dalam waktu dekat. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala SD AISBA, ustaz Randi Patajangan selaku tuan rumah. Ustaz Randi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh anggota KKG PJOK di SD AISBA. Dia pun mendoakan agar acara tersebut berjalan lancar sehingga dapat bermanfaat bagi semua, khususnya peserta didik.* S D AISBA menjadi tuan rumah rapat rutin bulanan Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Balikpapan Kota pada Sabtu, 20 April hari ini. Kegiatan ini diadakan di Aula lantai 4 gedung AISBA yang terletak di kawasan Bukit Cintai Damai. Hadir setidaknya dalam kegiatan itu 35 guru PJOK yang juga anggota KKG dari berbagai sekolah—baik swasta dan negeri—di Balikpapan Kota. Menurut guru PJOK SD SD AISBA Jadi Tuan Rumah KKG PJOK Balkot Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 17
Lima Kiat Jaga Ukhuwah S D-SMP AISBA mengadakan kajian bulanan karyawan pada Sabtu, 20 April ini. Kajian diikuti oleh seluruh guru dan staf dan bertempat di ruang kelas di lantai 3. Hadir sebagai pemateri Ustaz Abu Ahmad, M.Pd dan moderator Ustaz Ashari, M.Pd.I. Temanya, “Perkuat Soliditas Ukhuwah Islamiyah.” Menurut Kepala SMP AISBA, Ustaz Abdul Rofik panitia sengaja memilih tema itu karena berkenaan dengan bulan Syawal. Masih berada di suasana lebaran. Selain mengistifadahi materinya, usai kajian dilanjutkan dengan halal bi halal seluruh guru dan karyawan. “Semoga dengan kajian dan halal bi halal ini makin menguatkan soliditas dan ukhuwah antar guru,” ujarnya. Dalam kajian yang berlangsung sejam lebih itu, ustaz yang hafal alQur’an dan alumus magister pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini berbagi empat kiat menjaga ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam. Terkhusus di lembaga pendidikan. Pertama, biasakan mengucapkan salam. Menurutnya, salam jadi pembuka terbaik dalam sebuah pertemuan. Di dalamnya terdapat tiga doa—salam, rahmat, dan berkah—kepada sesama. Salam juga sebagai prolog terbaik untuk berinterkasi dengan sesama sekaligus mengalirkan kebaikan. Itu kenapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam menganjurkan umatnya untuk saling menebarkan salam bahkan kepada orang yang tidak dikenal sekalipun. Salah satu tujuannya untuk menguatkan kasih sayang antar sesama. Kedua, tidak boleh mendiamkan saudara lebih dari tiga hari. Dia menjelaskan, dalam setiap interaksi, acapka18 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
li terjadi clash, konflik, dan miskomunikasi. Kondisi itu kadang membuat relasi antar sesama renggang bahkan jauh. Kondisi ini kian berlarut-larut hingga tidak berkomunikasi dalam tempo cukup lama. “Padahal, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Apapun masalahnya, seorang Muslim harus tetap menjaga silaturahim dan hubungan baik dengan saudaranya,” tutur alumnis magister pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini. Ketiga, jauhi mengghibah orang lain. Sebab, setiap orang pasti punya kekurangan, kesalahan, dan aib. Tak ada yang sempurna. Lebih-lebih di sebuah lembaga. Hampir setiap hari berinteraksi di dalamnya. Pasti setiap orang punya catatan keburukan orang lain. Untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, jangan sampai menggosip, mengghibah bahkan mengumbar aib saudaranya. Dampaknya bisa berbahaya. Tidak hanya renggangnya persaudaraan, tapi juga menimbulkan konflik. “Karena itu, tutup rapat aib saudaramu,” pesannya. Keempat, maafkan kesalahan saudaramu. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali saling memaafkan kesalahan sesama. Jangan sampai malu dan punya ego tinggi hingga tidak mau meminta maaf kepada orang lain. Begitu juga jangan sampai tidak mau memaafkan. Sebesar apapun kesalahan orang lain. Dia mengingatkan, seperti apakah kesalahan saudara kita hingga kita tak mau memaafkan? Padahal, Rasulullah saja pemaaf. Bahkan kepada Wahsyi—seorang budak—yang menombak paman tercintanya, Hamzah hingga syahid. Tak hanya itu, Rasulullah juga memaafkan seorang Yahudi tua di sudut kota yang selalu mencaci makinya, bahkan Nabi juga menyuapinya dengan lembut. Siapa sangka kebaikan itu jadi wasilah hidayah kepada lelaki tua dan buta itu untuk memeluk Islam. Kelima, menerima nasihat orang lain. Siapapun pasti punya kekurangan. Itu kenapa setiap Muslim dianjurkan untuk saling menasihati. Supaya sadar dan kembali. Tidak mengulangi kesalahan. Itu juga kenapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan agama Islam ini: sebagai nasihat untuk semua. Nasihat itu dari siapa saja. Tak harus dari atasan ke bawahan. Jika itu baik dan bermanfaat, nasihat seorang bawahan—bahkan office boy— saja akan sangat bermanfaat. Sayangnya, tak sedikit orang yang melihat sebelah mata nasihat dari orang yang kadang dianggap berada di bawah levelnya. Usai kajian, seluruh guru dan karyawan saling bermaaf-maafan. Dengan acara halal bi halal tersebut, semoga dapat menghapus kesalahan masing-masing sekaligus menguatkan soliditas ukhuwan Islamiyah di antara sesama guru dan karyawan AISBA.* Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 19
Hadiah Siswa Terbaik di Bulan Ramadhan S D AISBA memberikan hadiah khusus kepada siswa yang berprestasi di bulan Ramadhan. Hadiah itu diberikan kepada siswa di lapangan sekolah pada acara Fun Friday, Jum’at, 26 April pagi ini. Kegiatan itu dihadiri oleh seluruh siswa dan juga guru. Mereka duduk rapi sesuai kelas masing-masing. Adapun kategori siswa berprestasi di bulan Ramadhan ini ada dua: siswa yang berhasil mengkhatamkan al-Qur’an dan pengisi jurnal Ramadhan terbaik. “Alhamdulillah, dari data yang kami kumpulkan ada 32 siswa dan siswa yang berhasil mengkhatamkan al-Qur’an di bulan Ramadhan,” ujar Koordinator Litbang SD AISBA, Ustazah Anis Tri Wulandari. Bahkan, dari jumlah itu, ada beberapa siswa yang berhasil khatam hingga dua dan tiga kali. Sedangkan untuk pengisi jurnal Ramadhan terbaik diraih oleh 12 siswa. Masing-masing dipilih satu siswa dari satu kelas. “Kategorinya diisi sendiri oleh siswa, rapi, berurutan, dan dimonitoring atau dicek orangtua di rumah,” imbuhnya. Hadiah untuk siswa yang khatam al-Qur’an berupa sertifikat dan sejumlah buku tulis. Sedangkan untuk pengisi buku Ramadhan terbaik sertifikat dan alat tulis untuk belajar. Hadiah diberikan langsung oleh Kepala SD AISBA, Ustaz Randi Patajangan dan Koordinator Kesiswaan, Ustazah Dyah Mei Rimadhani. “Semoga hadiah dan apresiasi itu dapat menstimulasi dan memotivasi siswa di Ramadhan depan untuk lebih bersemangat dan optimal lagi dalam menjalankan ibadah,” harapnya.* 20 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
tih jiwa dan mental kompetisi siswa. Tidak takut bersaing dengan orang lain,” ujarnya. Seperti tema AIC—Isyhad Bianna Muslimun—Pimred An-Najah ini menjelaskan para siswa harus punya keberanian sekaligus rasa percaya diri untuk menampilkan identitas kemuslimanannya. Jangan sampai takut dan minder. Apalagi jika berhadapan dengan identitas yang kontras dengan Islam. Sementara, menurut Ustaz Fae— sapaan akrabnya—segmen AIC kali ini khusus sengaja membidik TK dan SD. Sedangkan bidang yang dilombakan adalah adzan, tahfidz al-Qur’an, pidato bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta mewarnai (coloring). “Semoga dengan AIC ini dapat menumbuhkan dan melahirkan siswa-siswi yang tidak hanya berkualitas, tapi juga bangga menunjukkan identitas keislamannya kepada dunia,” pungkasnya.* S D AISBA mengisi bincang edukasi (Edutalk) di radio Islam Balikpapan, IDC FM pada Rabu, 24 April 2024. Bincang edukasi yang berlangsung sekitar sejam itu membahas event AISBA Islamic Competition (AIC) yang akan diadakan pada Sabtu, 11 Mei depan. Hadir dalam talkshow itu dua narasumber: Humas AISBA, Syaiful Anshor dan ketua panitia AIC, Ustaz Faesal. Adapun talkshow edutalk yang dimoderatori oleh penyiar lawas, Ustaz Uli Abdurrahman itu berjudul, “Berani Berkompetisi Berani Berprestasi.” Menurut Ustaz Anshor—sapaan akrabnya—AIC diadakan salah satu tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada siswa di Kota Balikpapan untuk melatih menunjukkan kemampuan sekaligus melatih mental dan keberanian berbicara di depan publik. “AIC ini adalah media untuk melaEdutalk AIC di IDC FM Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 21
Bapak Syafaat juga tidak hanya hijrah dari musik, tapi juga dari riba. Dulu dia mengaku sempat memakai jasa ribawi. Bapak Syafaat Sabaa suatu saat merasa jenuh. Hatinya gersang. Hidup terasa begini-begini saja. Kondisi itu membuatnya merasa tak nyaman dan ingin berubah. Namun, Hijrah Membawa Berkah Bapak dua putri ini bingung. Bagaimana cara agar hidupnya berubah jadi penuh berkah. Suami dari Bunda Metha Febriana Dewanti ini lalu merenung. Janganjangan selama ini ada yang salah atau kurang sempurna dalam berislam. Sebab, yang dia tahu, orang beriman seharusnya hidupnya tenang, bahagia dan penuh berkah. “Waktu itu saya merasa memang masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam menjalani hidup. Merasa baru menjalankan shalat dan puasa SILATURAHIM SILATURAHIM 22 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
23 saja,” ujarnya kepada An-Najah akhir April lalu di kediamannya di Perumahan Pelangi, Balikpapan Selatan. Bapak Syafaat—biasa disapa—lalu memutuskan untuk belajar Islam lebih dalam. Sebab, menurutnya hanya dengan ilmu syar’i dia bisa mengetahui mana yang benar dan salah. Amal ibadah yang punya landasan dalil. Saat itu, alumni Universitas Gajah Mada (UGM) ini mulai rajin belajar. Mulai mendengarkan kajian berbagai ustaz di Youtube. Bahkan, tak jarang dia juga hadir langsung di berbagai kajian baik di kantor atau masjid dekat rumah. Alhamdulillah, sejak itu, dia seperti dapat pencerahan. Seperti ada sesuatu yang baru yang selama ini dia cari. Katanya, ternyata Islam tidak hanya sekadar shalat dan puasa saja. Tapi juga banyak bidang lainnya. Seperti aqidah, fiqih, al-Qur’an, dan hadis. Bahkan, fiqih saja banyak cabangnya: fiqih ibadah, muamalah, jinayah, bahkan fiqih kontemporer. “Sejak itu saya seperti dapat konsep berislam yang lebih utuh dan sempurna,” tambahnya. Lelaki kelahiran Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara ini memutuskan untuk berhijrah. Menjalani hidup dengan konsep Islam yang lebih holistik. Tidak parsial sekadar kewajiban shalat dan puasa. Tapi mulai merambah ke bidang muamalah, pakaian, dan sebagainya. Perjuangan Hijrah Menurutnya, hijrah yang pertama dilakukan adalah meninggalkan musik. Dia beranggapan musik tidak baik didengarkan karena melalaikan. Dia pun sudah merasakannya. Gara-gara hobi bermain dan mendengarkan musik, sulit menghafal al-Qur’an. Bahkan dia mengaku kalau tidak punya banyak hafalan alQur’an pada saat itu. Meski begitu, dia merasa tidak mudah untuk melakukannya. Sebab, saat kuliah dulu sudah cukup lama bergelut dalam dunia musik. Ya, musik sudah seperti mendarah daging. Tak bisa dipisahkan. Karena itu, di awal-awal hijrah, kadang dia merasa rindu dan ingin mendengarkan musik. Apalagi musik-musik kesukaanya. Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
24 “Waktu kuliah dulu saya anggota group band,” katanya mengenang sambil tersenyum. Waktu itu, Bapak Syafaat kuliah di jurusan teknik elektro UGM. Saat itu, selain kuliah, dia juga aktif sekali di group band. Sering manggung di mana-mana. Jadi mahasiswa sekaligus anak band. Di group band-nya, dia punya peran penting. Sebab hampir semuanya bisa. Bisa jadi gitaris, drummer, bahkan penyanyi. “Mungkin karena talent saya sejak kecil di dunia musik kali yah. Jadi mudah untuk untuk dikembangkan,” ujarnya. Dia juga punya kemampuan mengaransemen lagu. Bahkan, lagu-lagu hasil ciptaanya dinilai bagus oleh teman-temannya. Selalu menarik dan menyentuh hati yang mendengarkannya. Dia pun tak jarang diminta untuk membuat lagu. Gara-gara lama bergelut dengan dunia musik, Bapak Syafaat waktu itu hidupnya seperti sudah tidak bisa dipisahkan dari musik. Tak hanya itu, gara-gara keasyikan manggung, kuliahnya juga jadi molor. “Saya kuliah lama. Enam tahun baru lulus kuliah,” ujarnya tertawa kecil. Menurutnya, bukan hanya telat lulus kuliah gara-gara musik, dia juga jadi sulit menghafal al-Qur’an hingga tak punya banyak hafalan. Namun, setelah memutuskan berhijrah beberapa tahun lalu, dia mengaku sudah bisa meninggalkannya. “Alhamdulillah, sekarang sudah bisa hijrah dari musik,” tegasnya. Bapak Syafaat juga tidak hanya hijrah dari musik, tapi juga dari riba. Dulu dia mengaku sempat memakai jasa ribawi. Melakukan transaksi kredit di bank untuk beli sesuatu. Setelah tahu, dia berusaha untuk tidak pernah melakukannya lagi. Lagi-lagi, meski hal itu juga tidak mudah. Butuh keseriusan. Sebab, kadang butuh uang dalam jumlah besar untuk keperluan sesuatu pentSILATURAHIM AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
25 ing atau mendesak. Tidak bisa didapat kecuali dengan pinjam uang ke bank atau lembaga ribawi lainnya. Namun, karena sudah komitmen, apapun kebutuhannya, dia tidak mau pinjam uang di bank lagi. “Alhamdulillah, sampai saat ini kami tidak punya utang sedikit sepeserpun. Zero debt. Baik kepada orang apalagi ke bank,” jelasnya. Karena nggak mau pinjam ke bank, akibatnya dia harus bersabar jika ingin membeli sesuatu. Meski sudah ingin sekali. Tetap ditahan. Harus nabung dulu. Sedikit demi sedikit. Kalau sudah cukup, baru beli. Cash. Hal itu berdampak pada hidup yang apa adanya. Tidak mewah. Jika ada, ya dibeli. Jika tidak cukup uang, ya ditahan. Untung saja, dia punya istri yang mau menerima apa adanya. Tidak mau muluk-muluk. Juga tidak mau ikut-ikutan orang atau teman jika beli sesuatu. Termasuk soal gadget. Katanya, istri tidak begitu konsen terhadap updating style dan gadget. “Selama ini istri saya ya pakai HP untuk telpon, WA dan foto. Juga instagram. Itu juga kalau ada yang nggak paham saya yang ngajarin. Sudah gitu saja,” jelasnya. Alhamdulillah, sejak itu, hidupnya merasa tenang, bahagia, dan tidak kepikiran hutang yang menumpuk. Ingin Anak Hafidzah dan Shalihah Buah dari pernikahan dengan istrinya, Bunda Metha kini dikaruniai dua putri kembar yang cantik: R.Rr. Valia Nafisya Ramadhani dan R.Rr. Vanya Nafisya Ramadhani. Awalnya, dia tidak menyangka akan dikaruniai Allah Subhanahu Wa Ta’ala dua putri yang kembar sekaligus. Baginya, kedua putrinya itu adalah anugerah sekaligus amanah terindah yang diberikan Allah kepada keduanya. Karena amanah, dia pun berjanji akan mendidik keduanya dengan sebaik mungkin. “Saya hanya ingin kedua anak saya jadi anak yang hafizah dan shalihah,” jelasnya. Selain anugerah, anak menurutnya juga investasi pahala jariah untuk masa depan orangtua. Jadi, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak. Itu kenapa, dia berusaha semaksimal mungkin memberikan edukasi dan keteladanan sebaik mungkin. Salah satunya dengan memasukkan kedua putrinya ke sekolah Islam: SD AISBA. Kini Valia dan Vanya—begitu kedua putrinya disapa—duduk di bangku kelas 4 Pi. Di sekolah Islam berbasis tahfidz al-Qur’an itu, keduanya tidak hanya belajar pelajaran umum, tapi juga agama dan hafalan al-Qur’an. “Alhamdulillah, SD AISBA sesuai dengan apa yang kami inginkan. Senang bisa menyekolahkan kedua putri kami di sekolah ini,” jelasnya. Dia mengaku punya cerita unik awal mula kenal SD AISBA. Awalnya, dia direkomendasikan oleh pemilik rumah kontrakan yang dia tempati. Kalau mau menyekolahkan anak di SD AISBA saja. Katanya, anak pemilik kontrakan itu juga bersekolah di sana, tepatnya di SMP AISBA. Karena penasaran, Bapak Syafaat lalu survei sekolah. Waktu itu masih terletak di gedung lama di kompleks Masjid Namirah. Setelah survei dan cocok, akhirnya dia memutuskan untuk mensekolahkan di AISBA. Padahal, waktu itu sudah mendaftar di sekolah lain. “Semoga anak saya dimudahkan belajarnya dan menjadi anak shalihah sekaligus hafidzah,” harapnya.* Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
26 MY STORY Di Kota Balikpapan, sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, suasana sudah mulai terasa meriah. Jalan jalan utama di kota dipenuhi dengan lalu lintas kendaraan yang padat, sebagian besar terlihat membawa barang-barang kebutuhan untuk merayakan lebaran. Warga kota sibuk berbelanja di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern untuk mempersiapkan segala kebutuhan selama liburan panjang. Di sepanjang jalan-jalan kota, terlihat berbagai dekorasi khas lebaran menghiasi bangunan bangunan dan lampu lampu hias yang berwarna warni menambah kesan kemeriahan. Beberapa toko juga menghiasi etalase mereka dengan aneka kue kering dan hidangan spesial lebaran, menarik perhatian para pelanggan yang sedang berbelanja. Tak ketinggalan, masjid-masjid di Kota Balikpapan juga menggelar persiapan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Para panitia masjid memSuasana Lebaran di Kota Balikpapan Oleh: Anindya Sasikirana Gossal, Siswi kelas 5 Pi SD AISBA AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
372 bersihkan dan mendekorasi masjid dengan hiasan-hiasan yang indah. Mereka juga menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut jamaah yang akan datang untuk shalat Idul Fitri. Di kawasan pantai, terlihat keramaian dari warga yang berkumpul untuk menikmati suasana santai menjelang lebaran. Beberapa keluarga membawa bekal piknik dan bermain main di tepi pantai sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba, suasana kebersamaan dan keceriaan terpancar dari wajah wajah mereka yang bahagia merayakan momen spesial ini. Selain itu, di beberapa tempat wisata alam di sekitar Balikpapan, terlihat banyak pengunjung yang datang untuk merayakan lebaran dengan piknik bersama keluarga. Mereka menikmati keindahan alam sambil berbaur dengan keramaian warga lainnya. Beberapa tempat wisata juga menyelenggarakan acara khusus untuk menyambut kedatangan lebaran, seperti pertunjukan musik dan bazar makanan. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan besar di Balikpapan juga mengadakan acara open house untuk para karyawan dan keluarganya. Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar karyawan serta manajemen perusahaan. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terasa begitu kental di acara tersebut. Di malam menjelang lebaran, suasana kota semakin meriah dengan adanya berbagai acara hiburan dan pesta kembang api yang menghiasi langit malam. Warga kota berkumpul di taman-taman kota dan area terbuka lainnya untuk menyaksikan pesta kembang api yang spektakuler tersebut. Keesokan paginya, saat tiba waktu shalat Idul Fitri, mesjid mesjid di Kota Balikpapan dipenuhi oleh jamaah yang hadir untuk melaksanakan ibadah. Suara takbir menggema di udara, menyatukan hati para jamaah yang merayakan kemenangan setelah menjalani bulan penuh ibadah. Setelah selesai melaksanakan shalat id, warga Balikpapan saling bersilaturahmi dan mengucapkan selamat hari raya satu sama lain. Mereka berkunjung ke rumah rumah kerabat dan tetangga untuk saling bertukar ucapan maaf dan mendoakan yang terbaik satu sama lain. Suasana kehangatan dan kedamaian merajai Kota Balikpapan di hari yang penuh berkah ini.* Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
Ibu adalah pahlawan Ibu selalu menjaga kita Waktu kita tidur Dan waktu kita nangis Ibu kasih kita apa yang kita mau Kita marah dengan ibu, ibu sabar Sambil ibu menjelaskan Ibu capek melahirkan kita Mencari nafkah untuk kita Menjaga rumah bersih untuk kita Waktu kita di dalam perut ibu Ibu kasih makan dan minum Waktu kita nendang dari dalam perut Ibu kesakitan, tapi ibu sabar Waktu aku kecil aku pernah memukul ibu Ibu kesakitan, tapi ibu sabar Terima kasih ibu sudah sabar selama ini Terima kasih sudah mengeluarkanku ke dunia ini Semoga kita bisa selalu bersama Bersama selamanya PROFIL PROFIL PUISI Perjuangan Ibu Oleh: *Nada Raudatul Jannah, Siswi SD AISBA 28 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
Palestina yang dulunya makmur Kini telah hancur Orang yang dulu hidup dengan kebahagiaan Sekarang diselimuti ketakutan Beribu-ribu orang yang mati Entah tertembak atau tertimpa puing-puing bangunan Orang tua yang kehilangan anaknya Pastilah sangat sedih Pemukiman dan bangunan-bangunan yang rusak Disebabkan oleh para zionis Israel Mereka adalah para la’natullah yang menjajah tanah Palestina Membuat orang-orang Palestina merasa sangat tersiksa Hatiku sedih Melihat saudara-saudaraku meninggal di sana Kehilangan rumah ataupun keluarganya Bahkan harus berhenti sekolah Karena sekolah mereka yang rusak Tak ada tempat bernaung Mereka kehilangan rumahnya Dengan terpaksa, mereka harus mengungsi ke tempat lain Air dan listrik semua dibatasi Tak sedikit orang yang tak tercukupi Sementara peperangan terus berlanjut Semua orang merasa takut Sudah 75 tahun tanah ini dijajah zionis Israel Demi memperebutkan Al-Quds Zionis-zionis Israel membunuh warga Palestina Tanpa rasa belas kasihan dan tanpa rasa ampun Tentara Palestina yang berusaha mempertahankan tanahnya Dengan berani melawan para tentara zionis Dengan segenap jiwa raga mereka Merusak benteng-benteng musuh Dalam upaya melindungi negaranya Wahai saudaraku Pertahankanlah tanah Palestina Menyatakan bahwa negara Israel itu tak ada Dan melangkah maju dengan tekad kalian yang kuat Warga Palestina Aku doakan kalian Mati sebagai syuhada Dan mati dengan mulia di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Palestina Oleh: Almira Qanita Zahra, Siswi SD AISBA Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 29
PRESTASI 30 S iswa SMP AISBA Rulliansyah Akbar Senjaya kembali meraih prestasi gemilang. Siswa kelas 9 Pa yang akrab disapa Rulli ini berhasil meraih juara 3 dalam ajang Smala Science Olympiad II (S2O) pada hari Sabtu, 27 April lalu. Kegiaan ini diadakan di SMA Negeri 5, Balikpapan Selatan dan diikuti oleh sekitar 66 peserta dari berbagai siswa Se-Kota Balikpapan. Sebelumnya, untuk meraih prestasi ini, Rulli harus melewati tiga babak perlombaan. “Babak pertama saya harus menjawab 100 soal pilihan ganda. Mengerjakannya secara offline di kertas,” ujarnya. Di babak pertama, Rulli berhasil lolos bersama 10 peserta lainnya dan lanjut ke babak ke dua. Alhamdulillah, di babak kedua ini, Rulli lagi-lagi berhasil lolos ke babak ketiga. Setidaknya, ada 5 peserta yang lolos ke babak ini. “Nah, di babak ketiga ini, dari hasil nilai baru bisa diterlihat hasilnya siapa yang keluar sebagai juara. Alhamdulillah, saya berhasil juara 3,” terang siswa hobi bahasa Inggris tersenyum bahagia. Atas prestasi itu, Rulli mendapat hadiah berupa sertifikat olimpiade, uang pembinaan, dan golden ticket masuk SMA Negeri 5. Menurut Rulli, Smala Science Olimpyad II tergolong Siswa SMP AISBA Juara 3 S2O sulit. Sebab, ada 7 pelajaran yang diujikan: matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, geografi, dan bahasa Indonesia. Soal yang diujikan juga relatif sulit. Khususnya matematika dan kimia. Karena itu, dalam menjawab soal dia menggunakan trik khusus. Karena takut waktu habis, dia menjawab soal yang paling mudah lebih dulu, seperti bahasa Indonesia, biologi, dan geografi. Baru setelah itu kimia, matematika, dan lainnya. “Alhamdulillah, trik itu akhirnya berhasil. Saya juga nggak nyangka bisa juara 3. Sebab, soalnya relatif susah-susah,” pungkasnya. Tak hanya Rulli yang berhasil meraih prestasi. Tiga siswi SMP AISBA lainnya—Namora Ilma Tsabita, Andi Khanza Mahezan, dan Fathia Rizky Zidane juga berhasil masuk urutan ke-5 dalam S2O dengan kategori cerdas cermas sains.* AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
Juara 3 Festival Sepak Bola Anak S iswa SD AISBA, Daffa Hayfa Assufi seolah tak pernah sepi dari prestasi sepak bola. Di tengah suasana Syawal, siswa kelas 5 yang akrab disapa Daffa ini bersama klubnya, SSB Dostep Balikpapan berhasil meraih juara 3 dalam Festival JPL Seri Provinsi U-12 tahun 2024 – FOSSKA Kalimantan Timur. Festival JPL Seri Provinsi U-12 adalah festival sepak bola anak Kalimantan Timur. Kegiatan ini diadakan pada 19 – 21 April 2024 di Stadion Baja Nusantara, Loa Janan, Kutai Kartanegara. Dalam ajang pembinaan usia dini tersebut ada 12 tim yang berlaga dan berburu trofi juara. Dari 12 tim tersebut dibagi jadi tiga grup. Dostep Balikpapan masuk di Grup C dan berhadapan dengan tim hebat lainnya. Dari laga festival kali ini, Daffa dan klubnya berhasil meraih juara. “Alhamdulilah, akhirnya bisa meraih juara lagi. Semoga jadi penyemangat agar lebih berprestasi lagi di masa akan datang,” ujar Daffa.* Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 31
FILANTROPI 32 S ejak penggalangan dana untuk pengecoran tiga lantai sekolah di sisi utara beberapa bulan lalu dilakukan, pengerjaanya langsung dikebut. Alhamdulillah, sebagian lantai telah dicor. Sebagian lagi belum dikerjakan. Selain waktu, juga terkendala dana yang cukup besar. Sebab, tidak hanya pengecoran, Yayasan Al-Imam Madinatul Iman (YAMI) juga harus menyelesaikan banyak hal: dinding, jendela, pintu, plafon, dan masih banyak lagi. Diperlukan banyak dana. Bahkan, menurut YAMI masih dibutuhkan dana ratusan juta rupiah. Karena itu, Yayasan Al-Imam Madinatul Iman masih membuka membuka peluang pahala jariah berupa penggalangan dana lantai sekolah yang tersisa. Insyaa-Allah, infak terbaik Ayah-Bunda akan dibalas dengan balasan terbaik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan jadi jariah selama gedung ini masih dimanfaatkan. Infak terbaik dapat disalurkan melalui rekening BSI 6869990007 a/n Al Imam Madinatul Iman. Konfirmasi dan informasi ke 082153636757 atau 0811533362 . Atas kebaikan dan sinergi terbaik Ayah-Bunda selama ini kami ucapkan Jazaakumullah ahsan jazaa.* Jariah Lantai Sekolah AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
AGENDA Kabar gembira bagi seluruh siswa TAUD/PAUD/TK dan SD di Kota Balikpapan. SD AISBA akan mengadakan event akbar: AISBA Islamic Competition. Perlombaan ini akan diadakan di SD AISBA di kawasan Bukit Cinta Damai, Balikpapan Kota pada Sabtu, 11 Mei 2024. Akan ada lima bidang yang dilombakan: Adzan, Tahfidz al-Qur’an, Arabic Speech, English Speech, dan mewarnai (coloring). Segera daftarkan siswa-siswi Anda dan raih pengalaman impresif serta rebut hadiah berharga dan menarik lainnya. Untuk pendaftaran lomba melalui link berikut: bit.ly/AISBAIslamicCompetition. Informasi lebih lanjut hubungi nomor 081545417714. Segera daftarkan karena kuota terbatas. Jangan sampai kehabisan. Sampai jumpa pada AISBA Islamic Competition 11 Mei depan.* Yuk, Ikuti AISBA Islamic Competition Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 33
Tujuh Kiat Siswa Berprestasi PERSPEKTIF Menjadi siswa-siswi yang berprestasi adalah sebuah impian dan tujuan bagi semua orang. Namun, dalam praktiknya, hal ini tidak mudah diwujudkan begitu saja. Tolak ukur siswa berprestasi biasanya dilihat dari hasil belajar siswa yang memuaskan, misalnya dengan mendapatkan nilai bagus atau meraih rangking di sekolah. Padahal, tidak cukup hanya itu. Selain sukses dan punya banyak prestasi, siswa juga harus bagus ibadahnya. Taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, tak ada gunannya cerdas dan bermandikan prestasi, tapi tidak taat kepada Allah. Sisa-sia. Nah, lalu apa kiat menjadi siswa sukses seperti itu? Berikut tujuh kiat suksesnya. 1. Taat Beribadah Hal utama yang mungkin banyak orang tidak menyadarinya tetapi merupakan hal yang sangat penting yaitu beribadah dan berdo’a. Dengan jadi siswa taat beribadah dan meminta petunjuk serta kelancaran dalam melakukan kegiatan, Insya Allah segala ikhtiar akan dimudahkan oleh Allah. Terutama ketika siswa ingin mengikuti lomba. Perbanyak do’a kepada Allah, niscaya siswa akan tenang dalam menghadapi lomba dan tantangan yang menghadapinya. Sungguh kita tidak bisa mengandalkan kemampuan sendiri. Tak ada nilainya tanpa pertolongan-Nya. 2. Mampu Belajar Secara Efektif Efektifitas siswa dalam belajar tentu cukup berpengaruh dalam memberikan hasil yang baik kepada siswa sehingga mereka bisa menjadi siswa berprestasi. Ketika siswa melakukan kegiatan di sekolah dengan baik, Insya Allah hasilnya pun akan baik pula. SebalikOleh: Muhammad Razi, Siswa Kelas 8 SMP AISBA* 34 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
PERSPEKTIF Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 35 nya, jika siswa tidak menggunakan waktu dan energi dengan efektif, maka hasilnya kurang maksimal. 3. Aktif dalam Belajar Siswa berprestasi lekat dengan keaktifan dalam belajar di sekolah. Karena siswa memiliki banyak ilmu yang didapat ketika belajar dan secara sadar maupun tidak sadar atau alam bawah sadar siswa menyimpan memori pelajaran-pelajaran yang dipelajari selama belajar sehingga menjadi bekal ketika mengerjakan ujian maupun yang lainnya. 4. Rajin Mengerjakan Tugas PR Tidak hanya di sekolah, siswa bisa mendapatkan ilmu untuk menjadi siswa berprestasi, di rumah pun siswa bisa mendapatkannya. Guru-guru memberikan Pekerjaan Rumah kepada siswa agar bisa mengatasi soal-soal yang diberikan secara mandiri. Siswa bisa lebih leluasa bereksplorasi mencari jawaban-jawaban dari sumber lainnya yang mungkin tidak bisa didapatkan ketika di sekolah. Suasana tenang di rumah pun membuat otak siswa lebih cepat menyerap dengan apa yang dipelajarinya. 5. Memiliki Motivasi yang Tinggi Salah satu ciri khas siswa berprestasi yaitu dengan memiliki keinginan untuk bisa maju dan mempunyai banyak pengalaman sebanyak-banyaknya. Hal ini merupakan motivasi mereka untuk mendapatkan hasil yang baik. 6. Mampu Mengatur Waktu dengan Baik Siswa berprestasi perlu memiliki time management yang baik ketika belajar maupun melakukan kegiatan lainnya. Sehingga, mereka bisa mendapatkan hasil yang baik dengan melakukan kegiatan maupun belajar dengan teratur. 7. Memiliki Sikap dan Perilaku yang Baik Jika ingin memiliki prestasi yang baik, siswa perlu menjaga sikap dan perilaku yang baik pula. Dengan memiliki perilaku yang baik terhadap orang tua, guru, teman maupun orang yang tidak dikenal, akan memberikan kesan yang baik untuk siswa berprestasi. Mau menjadi siswa berprestasi? Yuk wujudkan dengan pikiran dan tangan kita sendiri, karena setiap orang memiliki kesempatan yang baik, untuk itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan hal-hal terbaik. Terbaik untuk diri kita dan orang lain. Selain giat belajar.*
Membuat Karya Tiga Dimensi KARYA SISWA Aisha tampak sibuk mengolah tepung terigu. Terigu itu dicampur dengan minyak goreng sehingga jadi adonan. Siswi kelas 1 Pi SD AISBA yang bernama lengkap Aisha Ahsanul Dzahin ini lalu membubuhi pewarna berwarna ungu. Kedua tangan mungilnya lalu mengaduk-ngaduk adonan itu dengan cekatan. Adonan itu diputar, digiling, ditindih, dan diulek-ulek dengan kedua tangannya di mangkok. Setelah itu, adonan dibentuk jadi seperti buah manggis. Buah manggis buatan Aisha cukup besar. Warnanya ungu. Sedangkan daunnya hijau. Buah manggis yang dibuat siswi murah senyum dan ceria ini bukan untuk dimakan. Buah itu adalah karya tiga dimensi tugas dari guru Literasi, Ustazah Desy Ratnawati. “Jadi, ini adalah praktik karya buat bentuk tiga dimensi. Masuk dalam pelajaran Literasi- SBDP,” jelasnya. Karena itu, bukan hanya Aisha yang membuat karya tiga dimensi. Tapi juga seluruh siswi kelas 1 Pi. Mereka semua membawa barang yang sama untuk praktik: tepung terigu, pewarna—berbagai macam warna— minyak goreng, wadah, dan juga celemek. Praktis meja seluruh siswa penuh dengan bahan untuk membuat karya tiga dimensi. Mereka tampak begitu bersemangat dan antusias membuat aneka karya. Ada yang membuat pisang, anggur, kue, dan lain sebagainya. Banyak. Unik-unik. Menurut Ustazah Desy—biasa disapa—praktik karya tiga dimensi ini untuk memudahkan siswa memahami bentuk tiga dimensi. Sebab, jika hanya gambar, bisa jadi akan sulit dipahami. Adapun tiga dimensi menurutnya adalah karya seni yang memiliki berbagai ukuran—panjang, lebar, dan tinggi—sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. “Dengan begitu, siswa dapat paham bentuk tiga dimensi dengan baik,” terang sarjana bahasa Inggris ini.* 36 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH 37 Membuat Karya Tiga Dimensi KARYA SISWA S iswi kelas 1 SD AISBA belajar praktik membuat karya tiga dimensi pada Selasa, 30 April hari ini. Materi ini masuk dalam bidang pelajaran Literasi—SBDP. Diampu oleh Ustazah Desy Ratnawati. Praktik membuat karya ini siswi menggunakan bahan makanan: tepung terigu, pewarna buatan, minyak goreng, dan lainnya. Dari hasil praktik itu, siswa berhasil membuat aneka bentuk karya: buah manggis, anggur, pisang, jeruk, hingga kue. Menurut Ustaz Desy praktik itu bertujuan untuk memudahkan siswa memahami bentuk tiga dimensi. Sebab, tiga dimensi adalah karya seni yang memiliki ber - bagai ukuran—panjang, lebar, dan tinggi—yang dipahami jika dipraktikkan langsung.*
Lega SIAPA DIA 38 E nam bulan lalu ustazah Dyah Mei Rimadhani terpilih sebagai Calon Guru Penggerak (CGP). Sejak itu, koordinator bidang kesiswaan SD AISBA ini makin sibuk. Hampir setiap hari ustazah Dyah—begitu biasa disapa— punya kelas khusus CGP dengan para pemateri program besutan pemerintah ini. “Setiap hari hampir saja ada tugas dan kesibukan. Mulai dari bikin tugas, presentasi, dan buat jurnal refleksi. Jadi, masyaa-Allah, capek banget,” ujar alumni Universitas Mulawarman ini kepada An-Najah akhir April lalu. Maklum saja. Selain mengerjakan tugas CGP, dia juga harus mengajar siswa. Bahkan acapkali sibuk menangani program kesiswaan. Tak pelak, hampir setiap waktu tak punya banyak waktu untuk istirahat: mengajar, ikut kelas CGP, atau mengurusi permasalahan kesiswaan. Karena itu, saat masa pelatihan CGP enam bulan selesai, dia pun merasa lega. “Alhamdulillah, akhirnya selesai juga,” ucapnya bahagia. Selesainya program itu ditandai dengan kegiatan pameran program atau karya para peserta CGP di Gedung KPS di Balikpapan Kota pada Ahad, 28 April lalu. Pada kesempatan itu, ada 33 CGP dari berbagai sekolah AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024
39 di Balikpapan yang memamerkan programnya. Adapun program yang dipamerkan ustazah Dyah adalah “THE GALAS”. Akronim ini kepanjangan dari Gear Up and Learn About Science. Program ini berisi kegiatan mengajarnya selama ini di SD AISBA sebagai guru sains. Selain mengampu sains, dia juga mengajar sains klub bersama suaminya, Ustaz Rahmat Ramadhon. “Jadi memang sesuai dengan bidang saya sebagai guru sains,” terangnya. Usai enam bulan menjalani pendidikan sebagai CGP, ustazah Dyah kini sedang menunggu pengumuman. Lolosnya tidak sebagai guru penggerak dia belum tahu. Yang jelas, selama ini dengan telah mengikuti program ini dengan sangat baik dan memamerkan karya terbaik saat penutupan akhir April lalu. “Semoga lulus jadi guru penggerak dan bisa lebih bermanfaat. Mohon doanya,” katanya berharap. Meski mengaku lelah, tapi dia merasa bersyukur bisa mengikuti program yang dibentuk pemerintah. Sebab, dia bisa dapat banyak pelajaran dan ilmu baru. Terutama soal paradigma baru tentang pembelajaran. Orientasi pembelajaran seharusnya lebih kepada siswa, bukan yang lain. “Dari situ saya jadi paham pembelajaran seharusnya berkonsep Student Centered Learning (SCL),” jelasnya. Tak hanya berkutat tentang pembelajaran, dalam pelatihan CGP itu, Ustazah Dyah juga dibekali ilmu mengatur dan mengelola sekolah. Selain bisa jadi guru professional, para CGP jika kelak terpilih jadi Guru Penggerak (GP) bisa jadi kepala sekolah. “Nah, kalau di sekolah negeri syarat jadi kepsek harus dari guru penggerak,” ujarnya menambahkan. Pengalaman sebagai CGP itu membuat Ustazah Dyah merasa punya tanggung jawab besar. Lebih-lebih jika lulus sebagai Guru Penggerak. Sebab, selain harus meningkatkan profesionalisme sebagai guru, dia juga harus berbagi ilmu kepada guru yang lain. Usai CGP ini, dia pun harus sering-sering berbagi ilmu. “Paling tidak harus banyak berbagai pengalaman seputar pembelajaran kepada satuan pendidikan tempat saya mengajar di SD AISBA,” pungkasnya.* Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH Meski mengaku lelah, tapi dia merasa bersyukur bisa mengikuti program yang dibentuk pemerintah. Sebab, dia bisa dapat banyak pelajaran dan ilmu baru. Terutama soal paradigma baru tentang pembelajaran. Orientasi pembelajaran seharusnya lebih kepada siswa, bukan yang lain.
RUANG ALUMNI 40 Alhamdulillah, sekarang saya sedang menempuh pendidikan S1 jurusan farmasi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Sebelum melanjutkan pendidikan di prodi ini, saya bersekolah di pondok pesantren dan menghafal ayat alQur’an. Al-Qur’an dan ilmu agama memiliki peran penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi, karena keduanya memberikan landasan moral, spiritual, dan etika bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi Dengan Al-Qur’an, Belajar Jadi Lebih Mudah AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 Oleh: Shiva Fadillah Ramadhani, alumni SMP AISBA dan mahasiswi Universitas Hasanuddin
41 generasi penerus yang berakhlak. Dalam al-Qur’an telah tercantum segala sumber ilmu dan aturan-aturan yang dapat diterapkan selama proses perkuliahan. Telah banyak riset yang membuktikan bahwa seorang penghafal al-Qur’an akan lebih mudah dalam memahami dan menghafal materi pembelajaran lainnya, karena ayat-ayat Al-Qur’an itu sendiri sudah cukup kompleks untuk dihafalkan. Selain itu, banyak juga beasiswa yang menerima para penghafal AlQur’an dalam proses studi karena dipercaya bahwa mereka mampu. Terkhusus untuk jurusan yang saya tempuh sekarang, mengharuskan saya untuk banyak menghafal dan memahami materi yang kompleks. Alhamdulillah, dengan pengalaman menghafal ayat-ayat Al-Qur’an sebelumnya itu sangat membantu saya dalam proses ini. Tentu dengan menghafal al-Qur’an juga akan membantu memahami materi karena pada dasarnya al-Qur’an adalah sumber segala ilmu. Ilmu Al-Qur’an juga membantu dalam menanamkan sikap kritis dan analitis, dalam kehidupan sehari-hari menjadi seorang mahasiswa. Karena kita akan menemukan banyak manusia dengan kepribadian yang berbeda-beda, ditemukan dengan banyak situasi setiap harinya, dan dihadapkan dengan banyak pilihan baik dan buruk. Nah, dengan memahami hukum-hukum dasar dalam Al-Qur’an itu akan sangat membantu menyelesaikan semuanya dengan baik dan tentu sesuai ajaran-Nya. Hanya saja, yang jadi kendala, selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa hampir satu tahun ini, saya merasa kesulitan dalam membagi waktu untuk muroja’ah al-Qur’an. Sekarang sudah tidak semudah saat saya masih di pondok pesantren. Saya harus betul-betul bisa mengatur waktu: murajaah dan belajar. Alhamdulillah, saya bisa melakukannya dengan baik. Al-Qur’an juga menambah motivasi terhadap proses pembelajaran sebagai bagian dari ibadah, sepeti dalam surah Al-Mujadalah ayat 11, yang artinya “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orangorang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Surat Al-Mujadalah ayat: 11). Dalam ayat ini disebutkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu di surga, dengan ini kita akan semakin semangat dalam menuntut ilmu. Banyak sekali motivasi dalam al-Qur’an yang dapat menambah semangat belajar dan kita tidak bisa mengimplementasikannya jika tidak memahaminya. Hal ini menjadi salah satu keungDzulqa’dah 1445/Mei 2024 | AN-NAJAH
RUANG ALUMNI 42 AN-NAJAH | Dzulqa’dah 1445/Mei 2024 gulan lagi bagi orang yang memahami al-Qur’an di kehidupan perkuliahan. Bagi orang yang tidak memahami, akan mudah menyerah dalam belajar dan mendapatkan materi yang sulit karena mereka tidak punya semangat melalui ayat-ayat al-Qur’an. Agama Islam sudah sangat kompleks dalam mengatur kehidupan sehari-hari. Pengaruh positif dari ilmu agama dapat dirasakan oleh para pelajar dan pengajar. Menjadi penyeimbang pendidikan sekuler agar lebih holistik dengan memberikan perspektif spiritual dan moral yang penting. Dalam kehidupan sehari-hari di perkuliahan, moral sangat penting. Seperti di jurusan saya yang memiliki banyak praktikum di laboratorium yang didalamnya etika dan ketelatenan menjadi aspek penilaian utama bagi dosen dan asisten laboratorium. Hal ini tidak sulit bagi mereka yang memahami etika dasar dalam agama Islam, dalam situasi ini tentu sangat berpengaruh untuk menjalani hari-hari di perkuliahan. Ilmu kesehatan dan pengobatan telah banyak dibahas dalam al-Qur’an dan kebenarannya telah terbukti di dunia medis. Tidak ada satupun buku atau kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal serta dikaji dari berbagai perspektif keilmuan melebihi Al-Qur’an. al-Qur’an menyuruh manusia untuk mengambil pelajaran dari sejarah tokoh-tokoh terdahulu. Dengan memahami itu kita bisa menerapkannya di masa sekarang untuk menjadi tholibul ilmi yang senantiasa berpedoman al-Qur’an agar ketika lulus dari perguruan tinggi nanti tidak hanya menguasai bidang akademis tertentu tapi juga memiliki moral qur’ani yang baik. Al-Qur’an dan ilmu agama memiliki peran yang sangat penting dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Keduanya memberikan landasan moral, spiritual, dan etika yang kuat bagi mahasiwa dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia. Insyaa-Allah, dengan menerapkan apa yang ada di dalam al-Qur’an dan ilmu agama dalam perkuliahan, diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga spiritual.*