DAFTAR ISI
4 8 15 21
TARBIYAH profil PUISI MY DREAM
Cerdas Saja Kerja Senyap Muhammad Nakhoda Baru
Sang Ketua
Tidak Cukup Kurikulum Rasulullah OSIS SMP AISBa
4 8 28 39
28 32 35 39
Ruang cerpen sainsqu iqra
Komite
Penyesalanku Hujan Bikin Sakit, ‘Si Buta’ dari
Tangguh Mitos Atau Fakta? Gua Kayu
dengan Doa
2 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
SAPA REDAKSI
Takdir dan Perjuangan
Menuntut Ilmu
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wa- hkan pembelajaran dilakukan tatap muka.
barakatuh. Siswa dan guru bahagia. Pun juga orangtua.
Para pembaca yang budiman Siswa yang biasa online learning akhirn-
Berbahagia sekali kami bisa menyapa para ya kembali ke sekolah: bertemu teman dan
guru. Namun, itu tidak lama. Awal Februari
pembaca dengan sajian majalah edisi ke-12 2022, kasus Covid-19 meroket. Penyebabn-
ini. Semoga para pembaca selalu diberi kes- ya varian baru: Omicron. Balikpapan jadi zona
ehatan, keberkahan, dan kasih sayang oleh merah lagi bahkan hingga tulisan ini ditulis.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pembelajaran seperti berubah seperti semu-
la: jarak jauh dari rumah.
Sebagai orang beriman, kita pasti percaya
takdir: takdir baik maupun buruk. Apalagi, Gara-gara ini, tak sedikit yang sedih: ya
takdir rukun iman ke-6. Dalam hal ini, ter- orangtua siswa, ya guru, lebih-lebih siswa.
masuk juga menyakini bahwa Covid-19 ujian Baru saja sebulan belajar tatap muka di se-
dari Allah. Meski kami yakin ujian ini berat kolah, sudah harus online lagi. Namun, itu-
karena berekses pada banyak hal. lah takdir. Qaddarullah. Dari yang awalnya
offline, lalu online, terus ke offline, dan kini
Akhir 2021 lalu, pandemi di negeri ini— kembali online lagi. Entah kapan offline lagi.
termasuk kota Balikpapan— melandai. Balik- Tak ada yang bisa jawab.
papan berubah jadi zona hijau. Sebelumnya
sempat zona merah. Pemerintah membole- Namun, inilah takdir. Harus direspon den-
gan wise. Redaksi teringat status WhattsApp
Bunda Lidia Puspasari sesaat setelah seko-
lah mengirim surat edaran (SE) pembelajaran
dilakukan secara online. Orangtua dari tiga
anak yang bersekolah di SD-SMP AISBa yang
juga ketua Komite ini menulis, “Soal online
learning. Kita nikmati saja prosesnya.”
Ya, tiada cara lain menerima takdir kecua-
li menikmati penuh ikhlas dan sabar. Sebab,
ikhlas atau tidak, pandemi tetap terjadi. Ke-
bijakan pembelajaran jarak jauh tetap digulir-
kan pemerintah.
Yang menarik dari itu semua adalah uji-
an para penuntut ilmu: diminta bersabar dan
tetap bermujahadah sebaik mungkin. Apap-
un cara dan rintangan: mau offline maupun
online. Sebab, yang Allah lihat ada mujaha-
Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH 3
SAPA REDAKSI
dah. Bukan hasil. Hasil hak pereogratif menaruhnya di dalam botol tua.
Allah. Tugas kita selaku hamba-Nya hanya Akhirnya, dengan mujahadah menun-
berusaha sebaik mungkin.
tut ilmu yang dahsyat, Imam Asy-Syafi’i
Para pembaca yang budiman sukses jadi ulama terkenal. Banyak mela-
Sepertinya kita harus malu kepada hirkan kitab. Karya-karya itu hingga kini
jadi rujukan umat Islam hampir seluruh
para ulama salaf terdahulu dalam menun- dunia dan mengalirkan pahala jariah ke-
tut ilmu. Tak kenal lelah dan waktu. Tak padanya. Tak henti-henti.
menyerah seterjal apapun rintangan.
Meski penuh onak dan duri. Semua diha- Para pembaca yang budiman
dapi penuh sabar. Dari kisah Imam Asy-Syafi’i ini, se-
Seperti halnya dilakukan Imam Asy- harusnya kita dan juga putra-putri kita
Syafi’i. Ulama terkenal yang jadi rujukan belajar meneladani para ulama dalam
umat Islam negeri ini adalah seorang anak menuntut ilmu. Tetap teguh, sabar, dan
yatim. Ayahnya meninggal dunia. Hidup berjuang sekuat tenaga dalam belajar.
bersama Ibu. Sang Ibu lalu menyerahkan- Kita sepatutnya juga harus bersyukur
nya kepada kuttab, sekolah yang berada di karena masih bisa menuntut ilmu meski
Masjid. masih online.
Karena miskin, sang Ibu tidak memili- Dengan mujahadah dan kesabaran
ki sesuatu apapun untuk mengupah guru. itu, kita berharap, putra-putri tercinta
Imam Asy-Syafi’i lalu mendengar hadis Ayah-Bunda semua kelak dapat menjadi
dan juga pelajaran dari guru dengan baik. penerus Imam Asy-Syafi’i dan para ula-
Semua pelajaran dihafal. Hafalannya pun ma salaf lainnya yang menerangi umat
hebat. Seperti pita kaset. Lengkap. Benar. dengan gemerlap ilmu yang dimiliki. Se-
moga.
Saat itu, Ibunya tidak punya uang untuk
membeli kertas. Untuk kebutuhan menu- Aamiiiin.
lis, Imam Asy-Syafi’i memanfaatkan tulang Wassalamu’alaikum warahmatullah
putih yang dia temukan. Di atas tulang wabarakatuh
itu, dia menuliskan ilmu yang didapat
dari guru. Jika tulang sudah penuh, dia Pemimpin Redaksi
SUSUNAN REDAKSI
Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin Redaksi:
Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Nur Hidayat Sidang Redaksi: Muflihin, Rahmat,
Romadhan, Lilin Linda Saputri, Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly
Ihsan, Hanifah Rahmah, Dina, Nur Hidayat, Indah Yulianti. Desainer: Mustok Design
Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. Ruko Kompleks
Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru. 0542-8515762 WA: 0811533362
Pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan ke E-mail:
[email protected].
4 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
TARBIYAH
TCiedradkaCsuSkaujap
Oleh: *Syaiful Anshor, Guru Ngaji SD AISBa
Kehilangan orang dicintai pasti berat. Hati sangat terpukul. Apalagi,
seorang Ibu. Wanita paling berjasa dalam hidup.
T ahun 2017 publik Tanah itu kakak-beradik. Gara-gara aksi itu,
Air dihebohkan aksi keduanya meregang nyawa.
bunuh diri dua orang
perempuan. Keduanya Kejadian ini sangat disayangkan.
melompat dari lantai Seharusnya, tidak terjadi. Apapun
5 di sebuah apartemen. Tragisnya, masalah dan alasannya. Perbuatan
kedua perempuan bunuh diri haram. Tidak boleh dilaku-
kan. Namun, yang lebih tragis
penyebab bunuh diri dua per-
empuan itu: ditinggal mati Ibu.
Seperti dituturkan aparat
kepolisian berdasarkan ke
terangan keluarga, keduanya
mengalami depresi. Jiwanya
terganggu. Pernah dirawat di
panti rehabilitasi jiwa. Mun-
gkin, karena tak kuat, akhir
nya memilih bunuh diri.
Kehilangan orang dicin-
tai pasti berat. Hati sangat
terpukul. Apalagi, seorang
Ibu. Wanita paling berja-
sa dalam hidup. Dia telah
melahirkan, membesarkan,
dan merawat hingga de
wasa. Siapapun, pasti sa
ngat terpukul.
Namun, itulah ke-
5Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
TARBIYAH
hidupan. Ada takdir tak bisa ditolak. kena rintik hujan. Atau seperti ayam
Siapapun kita pasti akan berpisah potong. Mati hanya mendengar gele-
dengan orang dicintai: Ibu, Bapak, gar petir di langit.
istri, suami, kakak, adik, saudara, dan
teman. Cepat atau lambat. Hanya soal Jika anak bermental seperti ini,
waktu saja. Tak ada yang hidup kekal selesai sudah. Tak ada guna cerdas dan
di dunia. pintar. Nilai sempurna di rapor yang
berderet hanya prestasi kognitif sema-
Adversity Quotient ta. Tapi, anak tidak berani bercita-cita.
Fakta ini harus diyakini putra-pu- Apalagi berjuang untuk mewujudkan.
Takut gagal. Takut menderita. Takut
tri kita. Betapapun mereka mencintai sakit. Tak berani.
orangtua dan sebaliknya kita mencin-
tai mereka, kelak—entah kapan—kita Coba lihat sekarang. Betapa ba
pasti berpisah. Karena itu, yang ter- nyak anak cerdas dan pintar berakhir
penting menguatkan jiwanya: ikhlas biasa saja. Namun, tidak sedikit juga,
dan ridha menerima segala takdir. Tak anak yang dulunya secara kognitif dan
mudah menyerah begitu saja. prestasi akademik di sekolah biasa
saja, karena gigih, persistence, tekun,
Hal ini yang kadang abai dilakukan berani mengambil risiko, dan mau
orangtua bahkan juga guru. Lupa un- bekerja keras (hard work), mereka jadi
tuk menguatkan jiwanya menghadapi orang sukses.
sekaligus menerima rintangan dan
takdir. Tak jarang orangtua dengan Itu kenapa cerdas saja tidak cuk-
dalih cinta anak dan selalu ingin mem- up. Berprestasi akademik saja kurang.
bahagiakan, yang diinginkan hanya Selain cerdas secara intelektual, emo-
senyum, tawa, dan bahagia anak. sional, dan spiritual, anak juga harus
punya kecerdasan ini: Adversity Quo-
Padahal, hidup tak selalu hanya tient (AQ). Adversity artinya kegagalan
senyum dan tawa. Hidup juga pasti atau kemalangan. Kesimpulannya, AQ
dihiasi sedih, gundah gulana, tangis, adalah kecerdasan seseorang dalam
bahkan derai air mata. Seperti roda menghadapi rintangan atau kesulitan
pedati. Kadang di atas. Kadang pula secara teratur.
di bawah. Tak selalu mulus.
Jenis kecerdasan ini dipopulerkan
Jika buah hati tidak disiapkan oleh Paul G. Stoltz pada tahun 1997.
menghadapi aneka cobaan dan ri Terdapat dalam bukunya, “Adversity
ntangan hidup, waspadalah! Itu be- Quotient: Turning Obstacle into Oppor-
rarti, setali tiga uang pelan-pelan kita tunities.” Penelitian dilakukan Paul G.
sedang membiarkan mereka masuk Stoltz dengan menggabungkan psi-
jurang kegagalan bahkan kebinasaan. kologi kognitif, psikoneuroimunologi,
dan neurofisiologi untuk memben-
Tak kuat menahan sedih. Tak kuat tuk gambaran lengkap cara manusia
melewati rintangan. Tak berani meng- mendekati kesulitan.
hadapi cobaan. Tak mau berusaha
keras. Takut untuk memiliki cita-cita Tarbiyah Rasulullah
tinggi. Yang ada hanya pesimisme dan Jauh sebelum Paul G. Stoltz me-
menyerah sebelum bertanding. Inilah
mental-mental kerupuk. Layu hanya mopulerkan penemuannya atau se
6 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
kitar 14 abad cin-
silam, sebe- ta, Khadijah dan paman-
narnya Nabi nya, Abu Thalib. Saking sedihnya,
Muhammad dalam buku sejarah masa itu disebut
Shallalahu ‘alai- dengan tahun duka cita, ‘amul huzn.
hi wa Sallam Proses tarbiyah yang begitu berli-
telah melalalui ku dan berat telah menempa diri serta
proses hidup membentuk jiwa Rasulullah menjadi
sulit dan ter- sosok luar biasa. Tak mudah menyer-
jal yang mem- ah meski amanah yang diemban se-
bentuk dirinya bagai nabi dan rasul begitu berat.
memiliki adver- Nabi Muhammad pun akhirnya ber-
sity quotient luar hasil mendakwahkan Islam.
biasa. Buktinya, berawal dari tanah ja-
zirah Arab—tempat awal Nabi ber-
Nabi yang dakwah—Islam tersebar ke seantero
sejak kecil yatim jagad raya. Dari Timur Tengah, Asia,
piatu itu telah Afrika, Barat, dan Eropa. Tak terkec-
ditempa pendidikan (tarbiyah) sede- uali bumi pertiwi: Indonesia.
mikian rupa oleh Allah Subhanahu wa Dengan begitu, para orangtua se-
Ta’ala hingga punya daya tahan (en- harusnya sadar. Cerdas saja tak cu
durance), kegigihan (persistence), se- kup. Ada yang tak kalah penting dari
mangat berjuang (struggle), motivasi itu: membuat anak punya daya juang
tinggi, dan tidak mudah menyerah. meraih cita-cita yang digantungkan
setinggi langit. Jika anak menangis
Proses tarbiyah yang didesain oleh dan meronta hanya karena keinginan
Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Ra- tidak dipenuhi, jangan gusar. Ada ka-
sul-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alai- lanya anak tidak dapat semua yang
hi wa Sallam mulai dari keyatiman, diinginkan.*
menggembala, berdagang, berkhadi-
jah—menikah—, hingga akhirnya ber-
gua hira—ber-u’zlah untuk menerima
wahyu di usia 40 tahun.
Sungguh semua proses ini ti-
dak gampang dilalui. Sangat berat.
Bayangkan, Rasulullah lahir sudah dit-
inggal wafat Ayahnya, Abdullah. Saat
masih kecil ditinggal lagi oleh Ibunya,
Aminah. Saat beranjak besar Rasu-
lullah harus hidup mandiri dengan
mengembalakan kambing penduduk
Mekkah.
Belum lagi saat sedang membu-
tuhkan kasih sayang, semangat, sup-
port dan bantuan dakwah, Rasulullah
ditinggal dua orang tercinta: istri ter-
7Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
PPPRRROOOFFIFLILIL
Kerja Senyap Sang
Ketua Kurikulum
Oleh: *Ustaz Nur Hidayat, Wapimred An-Najah e-Magazine
bidang kurikulum adalah bagian yang sangat penting. Sebab,
katanya, proses pembelajaran—dari pembagian waktu, materi,
desain, dan sebagainya.
Suasana gedung SD AISBa baru yang terletak
di Bukit Cinta Damai (BCD), Balikpapan kota
tampak sepi usai ashar Januari lalu. Semua
pintu kelas terkunci. Tinggal satu ruangan:
ruang rapat guru ikhwan. Dari ruangan itu,
terdengar bunyi ketikan keyboard. Suaranya memecah
keheningan sore.
Ketikan itu bersumber dari jemari seorang guru yang
duduk di sudut ruangan di dekat pintu masuk yang menari
lincah di atas tombol keyboard laptop. Ya, dia adalah
Ustadz Rahmat Romadhon. Posisinya sebagai ke
tua bidang kurikulum SD AISBa. Jadi ketua bidang
kurikulum bukan amanah ringan. Berat. Tanggung
jawabnya besar.
“Tugasnya banyak. Salah satunya saya harus
membuat jadwal, mengatur jadwal para guru
dan memastikan proses pembelajaran setiap
hari berjalan lancar,” tutur alumni Universi
tas Muhammadiyah Purworejo, Jateng yang
masih single.
Menurut ustaz yang kalem ini, di sebuah
sekolah, bidang kurikulum adalah bagian yang
sangat penting. Sebab, katanya, proses pem
belajaran—dari pembagian waktu, materi, desain, dan
sebagainya—salah satunya dirancang oleh divisi kurikulum
bekerjasama dengan kepala sekolah. Dengan porsi yang
besar itu, bisa dibilang sukses dan tidaknya proses
pembelajaran juga dipengaruhi oleh divisi ini.
Karena saking besar dan banyaknya
tanggung jawab sebagai Tak
ketua bidang kurikulum, lama
tak heran jika Ustaz Rah setelah itu, pemuda
mat—sapaan akrabnya— asli Kebumen, Jawa Tengah ini hijrah
harus telat pulang. Tak ja ke Balikpapan, Kaltim. Di kota minyam
rang dia menjadi penghuni ini dia menyusul dua kakaknya yang le
sekolah terakhir. Seperti bih dulu hijrah ke tempat ini. Keduanya
sore pada hari itu. Dia harus juga guru.
mengerjakan sesuatu yang ti
dak bisa ditunda. “Jadi, AISBA tempat pertama saya
bekerja di dunia pendidikan,” ujarnya.
Sebagai nakhoda kurikulum,
Ustaz Rahmat punya kesibukan yang Saat bergabung dengan sekolah
berbeda dengan guru lain. Meski ti berbasis tahfidz al-Qur’an itu, Ustaz
dak mengajar siswa setiap hari, tapi Rahmat tidak langsung menjabat ketua
kesibukannya seolah tak pernah ha bidang kurikulum. Tapi, sebagai guru
bis. Kesibukannya itu makin mening dan wali kelas, seperti guru yang lain.
kat setiap ujian semester dan tahun
ajaran baru. Awalnya, dia merasa canggung
mengajari anak-anak Balikpapan. Soal
“Puncaknya pada tahun ajaran nya, dia merasa punya perbedaan ba
baru. Harus mengerjakan banyak hal hasa dan kebiasaan. Apalagi pertama
dan praktis memulai dari awal,” ucap kali merantau ke luar pulau. Logat Ja
nya. wa-nya masih sangat kental.
Tugas yang harus dilakukan mulai Meski begitu, dia tak sulit beradap
administratif, asesmen, dan pengem tasi. Pengalaman sebagai guru privat
bangan kurikulum. Perangkat pem saat kuliah membuatnya cepat be
belajaran juga jadi tugas utama. Apala radaptasi dengan anak-anak. Lagi pula
gi perangkat pembelajaran harus di amanah yang diberi sesuai bidang
laporkan saat validasi dan akreditasi. nya‒‒matematika dan sains‒‒sehing
Karena itu, tak heran jika banyak guru ga ia dapat menguasai kelas dengan
yang selalu menghubunginya. Bahkan baik.
beberapa jam sekali, selalu saja ada
guru yang telpon atau datang bertan
ya tugas.
Proses Panjang
Pria kelahiran tahun 1994 ini me
ngawali kiprahnya di AISBa sejak ta
hun 2016. Kala itu, ia baru saja meraih
gelar sarjana di Fakultas Keguruan ju
rusan Pendidikan Fisika di Universitas
Muhammadiyah Purworejo (UMP),
Jawa Tengah.
9Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
PPPRRROOOFFIFLILIL
Melihat prestasi dalam menga kurikulum, mau tidak mau, dia harus
jar yang gemilang, dia lalu didapuk terus siaga terhadap perubahan yang
Yayasan Al-Imam Madinatul Iman— sewaktu-waktu terjadi.
yayasan yang menaungi SD AISBa—
untuk memegang amanah lebih besar: “Alhamdulillah, para orang tua bisa
koordinator matematika dan sains. memahami dan menyesuaikan dengan
perubahan-perubahan yang terus terja
Untuk keperluan administrasi dan di,” ucapnya.
menambah ilmu, Ustadz Rahmat kuli
ah lagi dengan jurusan PGSD dan kini Situasi pandemi yang terus membaik
berhasil meraih gelar baru. Tak lama membuatnya optimis untuk kembali
setelah itu, pada awal tahun 2021 dia merancang sistem pembelajaran secara
diberi amanah lebih besar: ketua kuri tatap muka. Ditambah gedung baru
kulum SD AISBa. AISBa telah siap digunakan untuk pros
es pembelajaran.
Perjuangan di Gedung Baru
Selama masa pandemi, SD AISBa Meski begitu, proses perpindahan
dari gedung lama ke gedung baru tidak
terus melakukan penyesuaian sistem lah mudah. Perlu waktu dan tenaga un
pembelajaran. Perubahan ini ber tuk melakukannya. Semua guru dilibat
dasarkan kebijakan Dinas Pendidikan kan dalam perpindahan dan adaptasi.
Kota Balikpapan. Perkembangan
Covid-19 yang fluktuatif membuat “Alhamdulillah, kami—seluruh guru
sekolah terus memperbaharui infor dan staf SD AISBa—bisa beradaptasi
masi sesuai informasi terkini. dengan sangat baik. Kapanpun peruba
han proses pembelajaran—baik offline
Karena itu, sebagai ketua bidang ataupun online—Insya-Allah, kami sudah
siap,” pungkasnya.*
10 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
AGENDA
SEKOLAH
Kajian Sabtu yang Bertabur Ilmu
Ruang kelas di lantai
dua gedung SD-SMP AISBa
awal Februari tampak ber-
beda. Hijab berwarna hijau
terdapat di tengah sebagai
penyekat. Di sebelah kanan
duduk puluhan ustazah. Se-
dangkan di sebelah kiri para
ustaz. Pandangan mereka
tertuju ke depan.
Objek pandangan me
reka ke dua ustaz: Ustaz
Abdul Hannan dan Ustaz
Muhammad Fadly. Ustaz asal
Pakistan ini mengenakan ba-
tik bermotif daun dengan per-
paduan beberapa warna: hitam, kuning, dan putih. Songkok nasional hitam
menghias kepala. Jika tanpa jenggot tebal dan panjang di dagu, sepintas dia
bukan seperti orang Pakistan. Lebih mirip orang Jawa.
“Afwan, terpaksa baju bagian tangan saya lipat karena kekecilan,” ujarnya
dengan berbahasa Arab yang diterjemahkan Ustaz Fadly.
Sabtu, 12 Februari lalu Ustaz Abdul Hannan bertugas mengisi kajian untuk
guru-guru SD-SMP AISBa. Kajian ini rutin diadakan setiap hari Sabtu pagi.
Pengisinya para ustaz dan ustazah SD-SMP AISBa bergantian. Sabtu lalu,
kebetulan dia yang dapat giliran. Temanya, “Macam-Macam Syirik.”
Ustaz kelahiran Sarghoda, Pakistan tahun 1990 ini menyampaikannya
dengan bahasa Arab. Karena sebagian ustaz dan ustazah ada yang belum
begitu paham, kajiannya diterjemahkan oleh Ustaz Fadly, alumni Ma’had Aly
Ar-Royah, Sukabumi.
Meski dengan berbahasa Arab, namun alumni Jami’ah Abu Bakar, Kara-
chi, Pakistan ini menyampaikan materinya dengan pelan, mudah, dan sesekali
diselingi humor. Apalagi juga diterjemahkan oleh Ustaz Fadly. Setiap kali
pembahasan materi, dia selalu menayakan kembali kepada para pendengar.
“Ini salah satu metode pengajaran. Setelah dijelaskan, lalu ditanya kembali
kepada siswa,” ujarnya sambil tersenyum.
Seperti yang dikutip dari penjelasan ulama, jenis syirik dibagi dua ma-
cam: syirik besar (syirkul akbar) dan syirik kecil (syirkul asyghar). Syirik besar
katanya, seperti menyekutukan Allah. Dosanya tidak diampuni oleh Allah dan
menghapus pahala. Sedangkan syirik kecil seperti riya’.
“Karena itu, dosa syirik ini sangat berbahaya. Kita harus berusaha men-
jauhinya dan berdoa agar dihindarikan dari perbuatan syirik—baik yang kecil
apalagi yang besar,” jelasnya.
11Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
AGENDA
SEKOLAH
Talkshow Majalah An-Najah di IDC FM
Tak sulit menunjukkan betapa setiap siswa istimewa. Selain telah di
sebutkan al-Qur’an dalam surah At-Tin ayat 4, juga dibuktikan berbagai
fakta ilmiah. Seperti penelitian yang menunjukkan volume otak yang
memiliki 1.350 cc dan terdiri 100 milyer sel saraf atau neuron.
Belum lagi fisik manusia yang sempurna: tangan, kaki, tubuh yang tegap
dan kepala di atas. Berbeda mahkluk lain. Dari berbagai fakta luar biasa ini,
sungguh tak ada alasan untuk mengatakan siswa tak istimewa.
Juga ditambah riset Dr. Howard Gardner, profesor edukasi Harvard
University, Amerika Serikat. Menurutnya, setiap manusia punya aneka
kecerdasan (multiple intelligences) dengan tingkat berbeda. Tinggal dikem-
bangkan.
Penjelasan itu disampaikan pemimpin redaksi, Syaiful Anshor dalam
talkshow bedah majalah An-Najah edisi ke-11 di IDC FM Senin, 7 Februari
lalu. Guru ngaji SD AISBa yang telah menerbitkan 7 buku di penerbit ma
yor itu sedang menjelaskan materi yang ditulisnya di rubrik Tarbiyah.
Selain guru ngaji SD AISBa ini, hadir pula dalam talkshow itu wakil
pemimpin redaksi, Ustaz Nur Hidayat. Alumni Universitas Muhammadiyah
Purworejo, Jateng ini membahas dua rubrik yang dia tulis: Iqra dan Sains-Q.
Acara rutin ini dipandu penyiar senior IDC FM: Mas Uli Abdurrahman.
12 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
Turnamen Bulu Tangkis Perekat
Ukhuwah
Awal Febaruari lalu, SD-SMP AISBa mengadakan
turnamen bulu tangkis di lapangan bulu tangkis di da
erah Jalan Bukit Cinta Damai (BCD), Balikpapan Kota.
Lapangan representatif ini terletak dekat gedung baru
sekolah. Jaraknya hanya sekitar 5 menit.
Turnamen diikuti seluruh guru dan staf. Pertandi
ngan dibagi dua tim: ikhwan dan akhwat. Ada tiga juara
yang diambil: 1, 2, dan 3. Pertandingan dimulai pukul
14.00 hingga selesai dengan beberapa tahap: Penyi
sihan, semi final, dan final. Setiap peserta tampil dengan
performa terbaik.
Tak terkecuali Ustaz Usman Ladullah, Lc. Saking ingin
tampil maksimal dan terbaik, alumni Al-Azhar, Kairo, Mesir ini sampai
meminjam sepatu dan raket putranya, Yayat. Guru tahfidz-tilawati sekaligus
koordinator sarana dan prasarana ini sempat lolos ke babak penyisihan.
Di dua babak sebelumnya dia bermain atraktif. Smash menukik dan pu
kulan kerasnya berhasil mengalahkan dua lawan. Sayang, langkah itu harus
kandas saat berada di babak semi final berhadapan dengan Syaiful Anshor
dengan puas meraih angka sekitar 6:21.
“Alhamdulillah, setidaknya bisa sampai ke babak semi final. Saya sendiri
tidak menyangka bisa sampai di titik itu,” ujarnya sampai tertawa kecil.
Turnamen ini menghasilkan tiga pemenang. Juara satu diraih Syaiful An-
shor, pemimpin redaksi Majalah An-Najah. Juara 2 disabet Ustaz Abdul Rofik,
Kepala SMP AISBa. Sedangkan juara 3 direbut oleh Ustaz Lukman Hakim,
koordinator bidang ekstra kurikuler SD.
Sementara, turnamen akhwat yang diadakan sepekan sebelumnya juga
menghasilkan tiga juara. Juara 1 diraih oleh Ustazah Hidayanti, Guru BK
SMP. Juara dua dimenangkan oleh Ustazah Rosalina, guru bahasa Arab SMP.
Sedangkan juara 3 diraih Ustazah Hesti Pusposari, guru diniyah SD.
“Untuk meraih juara 3 ini saya harus berjuang keras. Saking kerasnya kaki
saya sampai terkilir dan harus dibawa ke dokter,” ucap Ustaz Hesti, alumni
Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ketua panitia turnamen bulu tangkis, Ustazah Eliza Ramani mengatakan,
turnamen diadakan untuk meningkatkan soliditas dan keakraban para ustaz
dan ustazah SD-SMP AISBa. Dengan begitu, dia berharap bisa meningkatkan
kualitas team work.
“Karena itu, jangan dilihat hadiahnya. Niatkan mengikuti lomba ini se-
bagai ibadah untuk menguatkan tali ukhuwah di antara kita semua,” ujarnya.*
13Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
AGENDA
SEKOLAH
Masuk SMP AISBa, Siapa Takut?
Nazwa Aulia Putri An-Nisa awalnya ragu saat hendak mendaftar SMP
AISBa. Pasalnya, siswi murah senyum yang kini duduk di kelas 9 waktu itu
belum punya banyak hafalan al-Qur’an. Bacaan al-Qur’anya juga belum be-
gitu fasih. Apalagi bahasa Arab. Masih sangat minim. Jangan-jangan tidak
diterima.
Apalagi, dua materi itu—tahfidz dan juga bahasa Arab—jadi materi tes ma-
suk SMP AISBa. Selain juga matematika dan bahasa Inggris. Hanya saja, dua
materi itu sudah umum. Lulusan dari manapun—baik SD Negeri atau Islam—
InsyaAllah, punya kemampuan yang bagus.
Namun, keraguan itu tidak terbukti. Siswi yang akrab disapa Aulia ini
diterima di sekolah berba-
sis tahfiz yang terletak di
daerah Bukit Cinta Damai
(BCD), Balikpapan Kota.
Meski kemampuan bahasa
Arab dan tahfiz-nya saat
dites biasa saja.
“Tahfidz dan bahasa
Arab sekadar materi tes
masuk. Hanya untuk me
ngetahui dan me-mapping
kemampuan saat pembe-
lajaran di sekolah. Bukan
syarat mutlak diterima,”
ujar ustazah Lilin Lindah
Saputri, koordinator bidang
kurikulum SMP AISBa.
Alumni Universitas Mu-
lawarman ini mengatakan,
baik SD maupun SMP tidak
melihat latar belakang dan
kemampuan siswa. Siswa yang masuk tidak harus punya
kemampuan akademik bagus. Justru, katanya, sekolah ingin mencetak siswa-
siswa yang biasa saja jadi siswa luar biasa.
“Harapannya siswa yang awalnya masuk biasa saja setelah diproses di
AISBa jadi luar biasa. Lebih-lebih yang punya basic kemampuan yang hebat,
bisa jadi lebih hebat lagi,” tambahnya.
Penjelasan itu disampaikan guru bahasa Inggris ini dalam acara Edutalk
di IDC FM pada Rabu, 16 Februari lalu. Temanya: “Join With AISBa, Who’s
Scared?” Selain Ustazah Lindah—sapaan akrabnya—hadir dalam talkshow itu
ustazah Pangguaran Rosalina dan juga Nazwa Aulia Putri An-Nisa. Seperti
biasa, edutalk dipandu oleh penyiar senior, Mas Uli Abdurrahman.*
14 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
SILATURAHIM
Tetap Mesra
Sepanjang Usia
Kemesraan itu sulit dijelaskan. banyak berbicara. Berbicara jika perlu
Sebab, tidak semua yang tampak saja. Meski begitu, bukan berarti sua-
mesra di depan publik dan foto minya tidak romantis. Suaminya sosok
yang diunggah di sosial media itu sangat romantis dan mesra.
otomatis menandakan pasangan
mesra dan bahagia “Suami kalau lagi kerja di lokasi
dan ditanya sudah makan atau belum,
Bagi suami-istri, kemesraan biasanya hanya kirim foto makanan.
itu penting. Romantisme Itu saja,” ujarnya kepada media ini di
ibarat bumbu masak. Tak kediamannya di Balikpapan Regency,
sedap masakan tanpa bum- akhir Februari lalu.
bu. Seenak dan semahal
apapun bahan yang dimasak, jika tan- Katanya, kemesraan itu sulit di-
pa bumbu, masakan pasti akan terasa
hambar. Tak lezat. Tak menggoyang
lidah.
Pun juga pada pasangan suami
istri. Tanpa kemesraan dalam menja
lani biduk rumah tangga, pasti terasa
hambar. Tak enak. Datar. Namun, apa-
kah kemesraan identik kalimat verba
listik—sayang, honey, hubby, dan my
dear—atau berbagai kejutan lain? Ah,
ternyata tak melulu begitu.
Setidaknya, itu yang disampaikan
pasangan Bapak Rosadi Sudjarwono
dan Bunda Eni Husrini. Bagi pasangan
yang telah mengarungi biduk rumah
tangga selama 23 tahun ini, kemes-
raan sesuatu hal penting. Hanya saja,
setiap pasangan punya cara berbeda
dalam mengekspresikan.
Terlebih, menurutnya sang sua-
mi, Bapak Rosadi sosok pendiam. Tak
15Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
SILATURAHIM
jelaskan. Sebab, tidak semua yang akan jauh lebih kuat, lebih terasa, dan
tampak mesra di depan publik dan lebih touching,” ujar Bunda Eni.
foto yang diunggah di sosial media
itu otomatis menandakan pasangan Dia pun menilai. Tak sedikit pa
mesra dan bahagia. Tidak. Secara sangan suami istri yang menjadikan
zahir, bisa jadi, iya. Tapi, secara batin landasan kemesraan hanya dari fisik
bisa jadi justru sebaliknya. Karena itu, atau materi semata. Sangat mesra
kemesraan sejauh mana hati dapat saat di awal pernikahan atau saat se-
merasakannya. dang punya banyak harta benda.
“Dari sorot mata teduh, sapaan Seperti saat sang istri masih muda,
hangat, dan diksi yang diucapkan juga cantik, dan menawan. Begitu juga
bisa mengekspresikan kemesraan,” suami. Masih muda, gagah, kuat,
jelasnya. dan menarik. Bisa terasa lebih mesra
dan sayang. Namun, setelah semua
Kemesraan tidak bisa dibuat se- nya berubah, kemesraan sudah mulai
cara semu, fake dan basa-basi. Seka- memudar bahkan hilang.
dar ekspresi verbalistik dan perbua-
tan. Atau mentransfer banyak uang “Yang jarang disadari pasangan
kepada pasangan. Ya, pasangan bisa semua itu akan berubah. Pasangan
saja melakukan itu semua, namun suami dan istri tidak selamanya muda,
jauh dalam hatinya yang ada justru cantik, ganteng, kuat, dan menarik.
benci. Karena itu, yang paling penting Suatu saat akan tua, kulit kendor,
adalah cara membangun pondasi ke- rambut memutih, pandangan mulai
mesraan. Dengan apa? kabur, satu persatu gigi tanggal, dan
mulai tak menarik lagi,” jelasnya.
“Pondasi kemesraan paling kuat
adalah agama. Jika berumah tangga, Saling Memahami
berinteraksi dan berasyik masyuk da- Bapak Rosadi Sudjarwono dan
lam mesra adalah agama, Insya-Allah
Bunda Eni Husrini resmi mengikat ja
16 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
nji suci di depan penghulu pada Jan- banyak berbicara. Sebab, katanya,
uari tahun 1999. Usia pernikahan kini dengan banyak berbicara justru bisa
menginjak tahun ke-23. Waktu yang makin memperuncing masalah. Yang
tak singkat. Usia keduanya juga relatif tadinya kecil bisa berubah besar. Ke-
tidak muda lagi: Bapak Rosadi 49 ta- mana-mana.
hun dan Bunda Eni 45 tahun.
Aksi diam dalam merespon mas-
Dari buah pernikahan itu keduan- alah juga acapkali dilakukan keduanya.
ya dikaruniai tiga buah hati: Nisa Masalahnya, jika diamnya lama—satu,
Aulia Nazhifah, Nisrina Athika Najla, dua, bahkan sampai tiga hari—juga
dan Nabil Ahyan Nizzar. Menariknya, bisa menimbulkan masalah sendiri.
meski relatif tak lagi muda dan sudah Seperti perang dingin dalam rumah.
dikaruniai tiga anak, namun keme Masalah pun bisa kian rumit. Nah, jika
sraan keduanya tidak kendor, justru demikian, salah satunya biasa menga-
makin menggelora. lah dan mencairkan suasana.
“Alhamdulillah. Usia tidak jadi pen- “Jika seperti itu suami akan men-
ghalang. Justru kami merasa makin cairkan suasana. Beliau datang sambil
bertambah usia makin mesra. Hehe- membawa minyak dan berkata, “Sini
he,” kata Bapak Rosadi tertawa kecil. saya pijat,” katanya sambil tersenyum.
Namun, selama ini bukan berarti Kebersamaan
keduanya tidak pernah punya ma Bapak Rosadi dan Bunda Eni pu-
salah dan konflik. Semua rumah tang-
ga pasti punya masalah. Itu juga yang nya cara unik menggelorakan dan
dialami pasangan yang tinggal di pe- melanggengkan kemesraan. Setiap
rumahan Balikpapan Regency. Yang kali ada waktu atau libur panjang,
paling penting adalah cara menyele- keduanya mengajak ketiga putra-putri
saikannya.
“Semakin lama berumah tang-
ga kita jadi tahu kekurangan dan
kelebihan masing-masing,” Bunda Eni
menimpali.
Bunda Eni pun berbagi kiat meni-
malisir konflik. Caranya dengan men-
getahui apa yang disukai dan tidak
disukai suami. Jika suami tidak suka
sesuatu, biasanya dia akan melihat
dengan pandangan tak suka. Misal-
nya, saat sedang bersilaturahim ke
rumah saudara atau teman. Ngobrol
sampai tertawa keras.
“Suami langsung melirik. Dari liri-
kan tak biasa itu, saya tahu dia tidak
suka saya tertawa terlalu berlebihan.
Saya pun langsung diam,” ujarnya.
Begitu juga sang suami. Punya
cara jitu mencegah konflik. Jika ada
masalah, dia memilih diam dan tidak
17Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
SILATURAHIM
refreshing: camping dan mancing ikan. panas dari Balikpapan, harus berde-
Untuk camping di akhir pekan, biasa sak-desakan dengan jutaan jemaah
memilih aset di Balikpapan. Jika libur dari berbagai negara, dan menunggu.
panjang, sesekali ke pantai derawan
yang lebih jauh dan indah. “Namun, dalam momen itu saya
merasa begitu saling support dan ke-
Belum lama ini, mereka camping bersamaan dengan suami,” ujarnya.
bersama. Di pinggir pantai di bawah
pohon pinus yang rindang. Pada Bunda Eni masih ingat. Suatu
malam hari, keduanya membuat vi saat dia harus menunggu suami yang
deo pendek. Duduk berdua di balik shalat Jumat. Dia menunggu di salah
pender cahaya lilin. Sambil menik- satu selasar Masjidil Haram sendirian.
mati sapuan udara pantai yang sejuk, Di tengah ribuan orang dari berbagai
keduanya terlihat saling tatap. Penuh negara yang berbeda warna kulit dan
mesra dan dalam. Seperti pengantin tinggi badan. Namun, sang suami yang
baru. ditunggu tak kunjung datang.
“Itu iseng saja. Cuma mau kasih Dua jam dia harus menunggu di
tahu ke anak-anak bahwa meski su- sudut itu. Tidak kemana-mana. Sebab,
dah menikah 23 tahun lamanya juga jika dia pergi, bisa jadi tidak ketemu.
bisa tetap mesra. Seperti pengantin Naasnya, sang suami ternyata juga ke-
baru,” tuturnya sambil tersenyum. bingungan. Pintu masuk yang dia lalui
sudah ditutup. Akhirnya, setelah ber-
Memori di Tanah Suci putar-putar ketemu.
Keduanya juga punya penga
Saat di Tanah Suci, keduanya sem-
laman tak terlupakan. Tepatnya pada pat berdoa. Di antara doanya ingin
tahun 2018 silam. Saat keduan- berangkat umroh bersama ketiga anak
ya menunaikan rukun Islam ke-5. dan melunasi rumah yang masih di
Menurut Bunda Eni, berhaji itu tak cicil. Masya-Allah, doa itu terkabul.
mudah. Banyak ujian kesabaran. Tak lama setelah itu, asetnya terjual.
Seperti hawa Arab Saudi yang lebih Hasilnya dapat melunasi rumah dan
berangkat umroh sekeluarga.*
18 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
PUISI Muhammad Rasulullah
Oleh: *Ahmad Al Ghazali, siswa SD AISBa
Engkau orang yang paling sabar
Engkau hamba Allah yang shalih
Engkau tidak pernah marah
Kecuali jika agama ini dihina
Demi Allah
Engkau mengajak manusia pada kebaikan
Meski engkau harus menghadapi banyak ujian
Dihina, dicaci maki, difitnah, dan dilempar batu
hingga berdarah-darah
KSealyuaanrggaku Engkau diberi mukjizat
Meski begitu, masih banyak manusia tidak per-
caya padamu
Dengan sabar, tegar, dan penuh cinta engkau
tetap mendakwahi mereka
Tetapi kau tetap sabar
Engkau punya iman sangat kuat
Engkau mengajarkan umatmu islam
Engkau telah berjuang
Semangatmu tidak pernah berhenti
Engkau sering mendoakan orang lain dengan
ikhlas
Siapapun yang kau tidak kenal
Engkau tetap mendoakannya
Oleh: *Ahmad El Shirazi, siswa SD AISBa Engkau membela agama Islam dengan penuh
sabar
Keluarga...
Semoga aku kelak bertemu dengamu
Segalanya bagiku Di surga Allah yang indah dan penuh nikmat.
Harta terindah
Tak bisa ditukar dengan apapun Aamiin
Ibarat matahari yang selalu menyinariku
Keluarga....
Selalu menghiburku di kala duka
Selalu memotivasiku di kala putus asa
Selalu menolongku di kala jatuh
Selalu berada di sampingku di setiap keadaan
Keluarga...
Darinya diri ini lahir dan tumbuh besar
Darinya asa dan doa terapal
Darinya semangat untuk meraih cita-cita
Darinya aku bersemangat membuat mereka tersenyum
19Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
PUISI Sahabatku Sayang
Sahabat Oleh: *Fathir Choiriza Achmad, Siswa SD AISBa
Engkau teman terdekatku
Selalu bersamaku
Teman terbaikku
Sahabat menemani saatku sakit
Dia sangat baik terhadapku
Sering berbagi
Tak pernah bosan
Mengajakku bermain
Sahabatku PIanhdloanwesaian
Juga akan kujaga
Aku akan selalu membantunya
Seperti dia juga membantuku
Jika dia tak bersamaku
Aku akan mencarinya
Seperti juga ia akan selalu mencariku
Jika aku tidak di dekatnya
Oleh: *Dzakky Nizam Maulana, siswa SD AISBa
Derap langkah tegap menatap keyakinan
Tanpa rasa takut dan gentar
Dengan kobaran semangat dalam jiwa
Akhiri derita panjang ibu pertiwi
Ada janji dalam jiwa-jiwa yang terbakar
Meraih kebebasan untuk bangsa dari genggaman penjajah
Tak hirau walaupun mata air darah sampai menganak su
ngai muncul dari tubuhmu
Merdeka harga mati
Hari-harimu yang dihiasi lantunan senapan dan gemuruh
bom
Saat nyawa seakan tidak bernilai
Tidak menyurutkan kekokohan semangat juangmu
Demi Sang Saka Merah Putih berkibar bebas di tanah ibu
pertiwi
Karenamu Indonesia bisa merdeka
Karenamu Indonesia bisa jaya
Terima kasih atas jasamu para pahlawanku
Engkaulah pemberi semangat generasi harapan bangsa
20 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
MY DREAM
Nakhoda Baru
OSIS SMP AISBa
“Insya-Allah, ini keputusan terbaik. Semoga Ananda Bilal bisa membawa
OSIS SMP AISBa di tengah pandemi ini bisa lebih baik dan survive,”
Koridor lantai tiga gedung memberinya amplop putih. Di da-
SMP AISBa tampak ber- lamnya informasi penting. Tidak
beda pada awal Feb boleh dibuka sebelum dapat instruk-
ruari lalu. Siswa-siswi si. Bilal lalu duduk di kursi yang telah
duduk rapi di depan
kelas. Memegang notes dan ditentukan.
pulpen. Mereka dipisahkan Di depan kelas duduk dua
sekat berwarna hijau. orang: Kepala SMP
Ustazah Hanifah AISBa, Ustaz Abdul
Rahmah berdiri Rofiq dan Ketua
dekat pintu me- Bidang Kuriku-
megang secarik lum, Ustazah
kertas. Kertas Lilin Lindah
putih itu lalu Saputri. Se-
dibaca. dangkan,
“Bilal Ustazah
Fairuz Hu- Rosalina,
baidillah. Si- pemb awa
lakan masuk acara ber-
ke dalam ke- diri dan
las,” kata alum- memegang
ni Pesantren secari kertas
Gontor putri yang berisi sususan
juga guru bahasa acara.
Arab. Usai Bilal
Siswa bertubuh agak ge- duduk. Ustazah Ha
muk dan berambut pendek ini ma- nifah memanggil siswa
suk kelas. Sebelum duduk, Ustazah
Agustini yang sejak tadi menunggu yang lain. Satu per satu. Dimulai
Adinda Aisyah Dewi Kinanti, Hai-
kal Fayruz Fadillah, dan Muhammad
21Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
MY DREAM
Athar Hamizan. Kelas yang luas dan “Kondisi ini
dilengkapi dua AC itu pun penuh. juga termasuk
Ustazah Rosa yang sejak tadi berdiri tantangan OSIS
langsung membuka acara. kedepan. Kita
akan mencari
Acara tersebut adalah prose- solusi
si pengesahan ketua dan pengurus dan
OSIS SMP AISBa. Semua siswa be-
lum tahu akan menempati posisi ma mem-
sing-masing di struktur organisasi buat pro-
kesiswaan periode 2022-2023 itu. gram yang possible
Pun juga Bilal. dilaksanakan di saat pandemi,” ujar
putra pasangan Bapak Syaidul Fitri
Tak heran jika dia kaget saat di- dan Bunda Rimayanti.
minta ustazah Rosa membuka am-
plop dan membaca tulisan pendek Selama ini, Bilal belum pernah jadi
yang dibubuhkan di secarik kertas: ketua organisasi apa pun. Seingat dia,
Bilal Fairuz Hubaidillah Ketua OSIS dulu pernah jadi ketua kelas. Itu juga
SMP. Sedangkan untuk posisi wakil sudah keburu online learning karena
ketua OSIS diduduki Adinda Aisyah pandemi. Praktis, dia belum pernah
Dewi Kinati. jadi ketua atau pemimpin. Meski
begitu, dia yakin bisa menjalankan
“Lumayan kaget. Namun, karena amanah baru itu.
sudah keputusan sekolah, mau tidak
mau, Insya-Allah saya siap memi- “Saya dan pengurus OSIS akan
mpin OSIS SMP AISBa,” ujar siswa berusaha semaksimal mungkin men-
kelahiran Palangkaraya, Kalimantan jalankannya dengan baik,” Bilal ber-
Tengah, kepada media ini via Zoom harap.
akhir Februari lalu.
Penunjukan Bilal sebagai ketua
OSIS bukan tiba-tiba. Sudah melalui
proses panjang dan pertimbangan
banyak hal: kemampuan leadership,
kemandirian, dan kedewasaan.
“Insya-Allah, ini keputusan terbaik.
Semoga Ananda Bilal bisa membawa
OSIS SMP AISBa di tengah pandemi
ini bisa lebih baik dan survive,” ujarn-
ya.
Amanah sebagai ketua OSIS ter-
golong tidak mudah. Berat. Apalagi,
di masa pandemi. Segala sesuatu
hampir dilakukan online. Termasuk
kegiatan sekolah. Keadaan itu juga
berdampak pada pengurus OSIS
periode lalu. Tidak sedikit agenda
OSIS yang dilakukan secara offline
akhirnya batal.
22 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
Te r i n - ganisasi yang akan dipimpim. Me-
spirasi merhatikan pengurus, selalu mem-
Ayah bantu, dan mengapresiasi apa yang
dilakukan oleh tim. Apapun itu. Be-
Bilal sar atau kecil.
mengaku
tak pu- Ingin Jadi CEO
nya ido- Bilal adalah dua anak bersauda-
la dalam
memimpin. ra. Fathan Fairuz Alfarizi, adiknya
Seperti halnya masih SD. Kini, dia dan keluarga
para pemimp- tinggal di Perumahan Pelangi Pes-
in terkenal dunia. ona Residence, Balikpapan Utara.
Dia hanya terinspi- Ada dua darah mengalir dalam tu-
rasi cara Ayahnya, Bapak buhnya: Bugis dan Banjar.
Syaidul Fitri memimpin kelu-
arga: bijak dan mengayomi. Tidak Di kelas Bilal tergolong siswa
suka marah-marah. Perkataanya berprestasi. Suka semua mata pela-
lembut tapi berbobot. jaran: bahasa, eksak, hingga agama.
Ayahnya tak sungkan memban- Nilai semua pelajaran bagus. Tak
tu dan mengajari Bilal jika tidak heran jika pernah meraih rangking
tahu sesuatu. Seperti pelajaran satu di kelas beberapa kali. Meski
sekolah. Jika ada yang susah dan rangking itu tidak disebutkan dalam
tidak dipahami Bilal, Ayahnya akan rapor. Namun, biasanya dia iseng
membantu. bertanya kepada wali kelas.
Setali tiga uang saat mendidik.
Agar efektif, Ayah Bilal memberi “Untuk posisi rangking satu saya
dua aturan: hukuman (punishe- harus berlomba dengan teman se-
ment) dan hadiah (award). Misal kelas saya, Muhammad Athar Ham-
nya, jika Bilal mampu meraih ra izan. Gantian. Kadang saya. Kadang
ngking satu di kelas, diberi uang juga dia,” ujar Bilal tersenyum.
Rp. 100 ribu.
“Mungkin terkesan simpel. Tapi, Ada yang menarik darinya. Bilal
menurut saya itu sangat impre- tak punya cita-cita seperti jamak
sif dan jadi merasa dihargai atau siswa lain: dokter, pilot, menteri,
diperhatikan,” ujarnya. apalagi presiden. Dia justru ingin
Tak hanya itu, Ayah juga me- jadi Chief Executive Officer (CEO)
merhatikan ibadahnya. Dia selalu perusahaan besar yang didirikan
mengingatkan Bilal shalat ber sendiri.
jamaah di masjid. Khususnya, saat
shalat shubuh. Jika sudah azan “Dengan jadi CEO, saya bisa
shubuh dan Bilal masih tidur, Ayah mengelola seluruh operasional dan
akan membangunkan. Pendingin sumber daya perusahaan,” ujarnya.
ruangan dimatikan.
Cara seperti itulah yang akan Tentu bukan tanpa alasan Bilal
dilakukan dalam menakhodai or- bercita-cita jadi CEO. Setidaknya,
dengan posisi itu, dia bisa mema-
jukan perusahaan hingga besar.
Perusahaan bisa mempekerjakan
banyak orang dan juga bisa banyak
berzakat serta bersedekah.*
23Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
STUDENT
JURNALISM
TeLnibguarhaDnudki a
Saat Nauval Azzura Rahimy pagi, tante di Sulawesi Selatan me-
sedang liburan, tiba-tiba nelpon dan mengabarkan kalau kakek
kabar duka datang. Kabar kami, Bapak Muhammad Yunus Bari
itu dari keluarga di Bone, apa meninggal dunia. Kakek menutup
Sulawesi Selatan. Kakeknya usia genap usia 69 tahun.
meninggal dunia. Siswa kelas 9 SMP
AISBa ini langsung bertolak ke Bone Mendengar itu kami sontak kaget.
pada hari itu juga. Dia berangkat de Seolah tak percaya. Sebab, yang kami
ngan pamannya, Bapak Ade Manda- tahu, kakek sebelumnya tampak se-
liko. Seperti apa suasana duka dan hat saja. Tak ada tanda sakit. Bahkan
liburan Nauval? Simak ulasannya ber masih bisa olahraga tenis. Karena itu,
ikut ini. kabar duka itu begitu mengagetkan.
Untung saja, waktu itu, Ayah saya su-
*** dah di Sulawesi Selatan. Ayah sempat
Libur semester satu akhir De- mendampingi kakek hingga meng-
sember lalu saya tak punya rencana hembuskan napas terakhir.
ke luar kota, termasuk ke keluarga di
Sulawesi Selatan. Saya dan keluarga Tanpa menunggu lama, pagi itu
telah sepakat berlibur di rumah saja di juga atau sekitar pukul 08.00 Wita,
Sepinggan Pratama, Balikpapan. Pa Bunda menyuruh saya untuk berang-
ling tidak, sesekali berlibur ke beber- kat ke Sulawesi Selatan. Sebagai anak
apa objek wisata di Kota Balikpapan. kedua dan laki-laki—kebetulan kaka
Qadarullah, di tengah liburan, saya saya, Shiva sedang mondok di pe-
dan keluarga dikagetkan kabar duka. santren di Malang, Jawa Timur—saya
Tepatnya pada hari Senin, 27 Desem- diminta ikut mengantar jenazah men-
ber 2021. Pada sekitar pukul 05.00 diang kakek terakhir kalinya ke pusara
sekaligus menghibur keluarga.
Untung saja, saya tidak pergi
24 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
sendirian. Meski sudah besar—kelas pat keluarga di bumi Celebes. Sejak
3 SMP— tapi tetap kurang nyaman pandemi merebak lebih dua tahun
jika harus pergi sendiri. Apalagi, ma- lalu, kami sekeluarga belum bisa mu-
sih masa pandemi dan juga di tengah dik lagi ke rumah kakek.
suasana duka keluarga. Saya ditemani
oleh Om Ade Mandaliko, Ayah Rindu Alhamdulillah, setelah sejam le
Ayunda Chandra, siswi kelas 2 SD bih burung besi terbang di angkasa,
AISBa. akhirnya landed dengan selamat di
bandara Sultan Alauddin, Makassar.
Pagi itu juga, setelah disuruh Bun- Bandara ini cukup besar dan megah.
da ke Sulawesi Selatan saya langsung Setelah sampai, karena lapar, Om Ade
bersiap-siap. Mengambil tas yang tak mengajak saya untuk makan dulu.
begitu besar dan memasukkan barang
dan keperluan yang harus dibawa: Ke Pusara Kakek
celana, baju, kaos, dan lainnya. Karena Setelah perut terisi penuh, kami
buru-buru, saya sampai lupa bawa
sikat gigi dan odol. Baru ingat setelah langsung bertolak ke kediaman al-
tiba di Makassar. marhum kakek di Bone. Bone adalah
salah satu kabupaten yang terletak
Saya sebenarnya sudah beberapa di Sulsel. Dari Makassar jaraknya
kali ke Sulsel. Baik naik pesawat ter- cukup jauh. Sekitar tiga jam. Sayang,
bang dan juga kapal. Sebelum masa setelah kami tiba di kediaman kakek,
pandemi, biasanya Ayah mengajak jenazahnya telah dikebumikan. Saya
kami liburan dan juga lebaran ke tem- dan Om Ade tidak sempat melihatnya
25Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
STUDENT
JURNALISM
langsung. kakek. Semoga kakek di alam barzah
Ada rasa sedih karena tidak sem- sana diampuni segala dosa, diter
ima amal shalihnya, dan dilapangkan
pat melihat jenazah kakek. Sebab, kuburnya. Saat merapal doa itu tak
saya sudah buru-buru datang dari terasa bulir bening jatuh dan mem-
Balikpapan. Namun, rasa sedih itu se- basahi pipi. Teringat kenangan saat
dikit terobati dengan melihat langsung bersama kakek. Kakek yang sangat sa
pusara kakek yang masih basah de yang dan perhatian kepada saya dan
ngan taburan bunga di atasnya. Sore cucu-cucunya.
itu juga saya ditemani Om Wawan
melihatnya. Hampir selama tiga hari rumah ka-
kek selalu ramai. Banyak orang datang
Di atas pusara saya mendoakan bertakziah. Mengucapkan belasung
kawa dan doa terbaik untuk kakek.
Mulai keluarga yang baru tiba, tetang-
ga dekat dan jauh serta para sahabat
kakek dan lain sebagainya. Mereka
merasa begitu kehilangan kakek: so-
sok yang baik dan ramah.
Hanya saja uniknya, dalam be-
berapa acara orang-orang menggu-
nakan bahasa Bugis. Saya yang besar
di Balikpapan dan tidak bisa bahasa
Bugis hanya bisa mendengarkan saja.
Sambil menerka-nerka isinya. Untung
saja, di beberapa acara lain menggu-
nakan bahasa Indonesia. Jadi paham.
Hehehe.
Saat hari terakhir berada di ke-
diaman mendiang kakek, saya diajak
pergi ke Camming. Banyak saudara
ikut. Ramai. Nenek, tanten, adik sepu-
pu, dan saudara lain. Kami refreshing
di Camming sejak pagi hingga siang.
Jalan-jalan menikmati panorama dan
makan siang bersama.
Karena lelah jalan-jalan ke Cam-
ming, sepulang ke rumah saya
langsung tidur. Hingga tiba-tiba ter-
bangun saat mendengar azan ashar
dari masjid tak jauh dari rumah. Su-
aranya indah dan mengalun keras.
Saya langsung bergegas mengambil
air wudhu dan shalat ashar.
26 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
Usai ashar saya diajak paman un- lan juga di mall ada teman om yang
tuk bermain bola. Tempatnya tidak berjualan jilbab. Sekalian beli untuk
jauh. Dekat rumah. Meski hanya be- nenek. Nenek terlihat suka dengan
berapa orang dan di lapangan tidak jilbab barunya dan merasa terhibur
begitu luas, namun bermain bola ini dengan jalan-jalan ke mall hari itu.
begitu mengasyikkan. Lumayan bisa
mengeluarkan keringat. Kaos basah. Setelah jalan-jalan dan nonton
Badan segar. bioskop, saya kembali ke hotel tempat
menginap untuk beristirahat. Malam itu
Permainan berhenti saat hari hujan lebat. Saya melihatnya dari balik
jelang sore. Kami pulang ke rumah kaca kamar hotel. Bulir bening jatuh
masing-masing. Seperti di mas- laksana butiran salju itu tampak terlihat
jid-masjid di kampung, suara ngaji— jelas dari remang-remang cahaya lam-
tilawah al-Qur’an—terdengar merdu. pu kota. Pemandangan itu membuatku
Saya langsung mandi, makan, dan ber- makin mengantuk dan bergegas ke ka-
siap untuk shalat maghrib. Malam itu sur untuk tidur.
saya tidur lebih cepat. Besok harus ke
Makassar. Saya bangun pagi dengan badan
yang segar. Sesegar kota Makassar yang
Jalan-Jalan semalam diguyur hujan. Bunga-bunga
Saya dan Om Ade Mandaliko be- di depan hotel tampak menghijau dan
subur. Saya langsung shalat shubuh
rangkat ke Makassar dengan me dan mandi. Setelah itu, makan pagi di
ngendarai mobil. Setiba di Makassar, MC Donald tak jauh dari hotel dan per-
kami shalat Jum’at lebih dulu dan me- gi ke rumah om sebelum ke bandara
nikmati coto Makassar. Sudah lama untuk bertolak ke Balikpapan.
saya tidak mencicipi coto. Di Balikpa-
pan sebenarnya beberapa kali makan Kali ini saya pulang ke Balikpapan
coto. Hanya saja, rasanya tetap beda. dengan naik pesawat sendiri. Om
Lebih maknyus makan coto langsung Ade dan Ayah sudah pulang duluan.
di daerah asalnya: Makassar. Ada pekerjaan. Saya memang sengaja
pulang sendiri karena masih ingin berl-
Om lalu mengajak saya jalan-jalan ibur di Makassar. Meski pulang sendiri
ke mall. Katanya, mumpung sedang saya tidak merasa takut dan khawatir.
berada di Makassar. Jadi, dimanfaat- Ada Om Wawan yang mengantar dan
kan untuk melihat lebih dekat kota mengarahkan hingga bandara.
Makassar. Sebab, entah kapan lagi
bisa datang ke kota Angin Mamiri ini. Alhamdulillah, proses kepulangan
Tidak hanya jalan-jalan, Om saya juga lancar. Tidak ribet. Mulai check ini dan
mengajak nonton bioskop. Kebetu- validasi. Burung besi itu terbang ke
lan saat itu ada film layar lebar yang angkasa meninggalkan kota Makassar
menarik. dan membawa saya kembali ke Balik-
papan. Meski liburan ke tempat ka-
Oh ya, kami juga pergi bersama ne- kek tidak direncanakan dan di tengah
nek. Kebetulan, nenek saat itu sedang suasana duka, tapi saya tetap menik-
berulang tahun. Sengaja mengajaknya matinya. Setidaknya dapat menghibur
jalan untuk menghiburnya. Kebetu- keluarga dan berjumpat mereka.*
27Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
RUANG
KOMITE
Tangguh Dengan Doa
Oleh: Kartika Dewi, Wakil Ketua Komite SD-SMP AISBa dan Alumni
HI Universitas Mulawarman
Jam menunjukkan pukul 13.00 terwujud. Sesulit apapun yang kita ha
WITA. Usai solat dzuhur dan dapi akan Allah mudahkan atas kehen
makan siang, dua bersau dak-Nya.
dara Akbar dan Akram berge
gas masuk zoom meeting. Di Allah Ta’ala berfirman, “...bah
bawah bimbingan ustaz dan ustazah, wasanya Aku adalah dekat. Aku meng
mereka bersama beberapa siswa dan abulkan permohonan orang yang ber
siswi SD AISBa mempersiapkan diri do’a apabila ia memohon kepada-Ku.”
untuk mengikuti beberapa lomba an (QS. Al Baqarah :186).
tar sekolah di Balikpapan.
Lalu, bagaimana kalau doa kita tak
Mereka terlihat antusias memper terkabul, Bunda?
siapkan diri menghadapi lomba-lom
ba. Menang atau kalah bukanlah Mungkin anak akan bertanya seper
tujuan utama. Lebih dari itu sebagai ti itu. Kesempatan kita orang tua un
ajang pengembangan diri, baik se tuk memperkuat kembali tauhid di hati
cara akademik maupun mental. Untuk mereka. Doa kita pasti dikabulkan sela
menjadikan mereka lebih tangguh dan ma memenuhi syarat terkabulnya doa
berani. di antaranya :
Persiapan dilakukan, mulai dari 1. Kita makan dan minum dengan
persiapan mental mereka, bimbingan yang halal.
ustadz dan ustadzah, serta dukun
gan orang tua di rumah. Dukungan 2. Memperhatikan adab saat ber
terbesar yang orang tua bisa berikan doa yaitu dengan memuji Allah
adalah doa. Doa semoga Allah me terlebih dahulu, membaca shal
mudahkan dan memberikan hasil ter awat atas Rasulullah shallallahu
baik. ‘alaihi wa sallam, dan dengan
suara lirih serta penuh peng
Tidak hanya kita orang tua yang harapan.
berdoa. Inilah saatnya mengajarkan
anak untuk berdoa dengan penuh 3. Doa yang tidak mengandung
keyakinan dan menyandarkan diri ha dosa.
nya kepada kehendak Allah.
4. Tidak memutus tali silaturahim
Inilah saatnya buah hati kita mey (kerabat).
akini sekeras apapun usaha tanpa
kehendak dan pertolongan Allah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sal-
apapun yang diinginkan tidak akan lam bersabda, “Tidaklah seorang mus
lim berdoa kepada Allah dengan satu
doa, melainkan pasti Allah memberi
kannya kepadanya, atau Allah meng
hindarkannya dari kejelekan yang se
28 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
banding dengan doanya, selama ia baik bagimu.” (QS. Al Baqarah :216)
tidak mendoakan dosa atau memutus Anak tak selamanya bersama orang
kan silaturahim (kerabat).” (HR. Tirmid
zi). tua. Kelak mereka akan pergi untuk
menuntut ilmu dan mengembangkan
Hikmah dibalik pengakhiran doa diri untuk menjadi khalifah yang ber
Allah Mengabulkan doa hamba-Nya manfaat di muka bumi.
dengan tiga cara: Akan banyak ujian hidup lain
1. Terkabulnya doa sesuai dengan menanti. Bekal terpenting untuk mele
harapan kita. pas mereka adalah tauhid: Allah-lah
2. Allah mengakhirkan jawaban sebaik-baik penolong bagi mereka. Se
nya di akhirat dengan meng hingga seberat apapun ujian hidupnya
gantinya sebagai pahala dan kelak, mereka akan selalu kembali pada
pertolongan-Nya di hari ak Allah.
hir kelak. Sungguh, kita sangat
membutuhkan pertolongan di Doa membuat mereka semakin
saat itu, saat di mana tidak ada dekat dengan Rabb-nya serta bertam
pertolongan kecuali Allah Ta’ala. bah imannya.
3. Allah Ta’ala mengganti apa yang
kita minta dengan sesuatu yang Sheikh Abdul Rozaq bin Abdul
lebih baik dan kita butuhkan Muhsi Al-Badr pernah mengatakan “Ti
menurut-Nya. Ataupun dipa dak ada kebahagiaan kecuali dengan
lingkannya kita dari musibah ketaatan kepada Allah, dan tidak ada
yang sebanding dengan doa ketaatan kecuali dengan pertolongan
kita. dari Allah”.
Allah berfirman, “Boleh jadi kamu
Pertolongan itu datang salah satun
membenci sesuatu, padahal ia amat ya dari doa, maka jangan pernah reme
hkan doa. Karena doa adalah kunci dari
segala kebaikan baik di dunia maupun
diakhirat.*
29Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
BK’S CORNER
STatndraedasn PReneyembaab ja
OLEH: Ustazah Hidayanti, Alumni Universitas Indonesia dan Guru BK SMP AISBa
Setelah sempat merasakan buat para remaja (siswa SMP) yang memang
senangnya kembali sekolah masanya main dan nongkrong yang saat ini
offline, bertatap muka dengan hanya bisa dilakukan di bilik-bilik sosial me-
guru dan bermain dengan dia.
teman-teman sekolah, tiba-ti-
ba serangan wabah itu datang lagi. Penyebab siswa stres terhadap pem
Seakan merenggut kebahagiaan dan belajaran online ini sebenarnya disebabkan
suka cita yang dirasakan oleh siswa dan oleh beberapa faktor. Umumnya mereka
orangtua setelah jenuh dengan pembe- jenuh dengan sistem belajar online yang
lajaran jarak jauh (PJJ) selama hampir terus menerus menatap layar, belum lagi
1,5 tahun ini. tugas dan ulangan yang banyak semen
tara mereka belum sepenuhnya paham de
Hal ini tentu saja jika tidak disikapi ngan materi. Keterbatasan jaringan internet
dengan bijak akan membuat siswa dan yang lemot atau alat elektronik yang kurang
orangtua kembali menemui konflik dan mumpuni, juga menambah stres siswa saat
stres. Siswa akan kembali malas dengan belajar online.
pembelajaran online sehingga tidak ma-
suk ke ruang kelas maya dan orangtua Stres yang dialami siswa usia remaja
stres mendapati laporan nilai anaknya perlu mendapat perhatian, baik dari sekolah
yang kembali jeblok. Belum lagi screen maupun orangtua. Ada beberapa gejala
time yang tidak bisa dibatasi terutama stres pada siswa remaja yang perlu diper
hatikan, diantaranya :
1. Mudah marah
2. Sulit konsentrasi
3. Takut dan cemas
4. Mood swing / Perubahan emosi tidak stabil
5. Sulit istirahat
6. Tidak termotivasi untuk belajar
7. Depresi
8. Kepercayaan diri rendah
9. Makan lebih banyak atau makan lebih sedikit
10. Merasa mual dan pusing
11. Kecanduan gadget/medsos
30 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
Penyebab stres itu sendiri sebenarnya terbagi menjadi dua, yaitu pe
nyebab dari luar dan penyebab dari dalam.
Penyebab stres dari luar diantaranya :
1. Tekanan jiwa dalam diri seseorang seringkali disebabkan oleh
faktor dari lingkungannya (External Stressors). Misalnya : suara
bising, suhu udara yang panas, cahaya yang berlebihan.
2. Peristiwa penting dalam hidup seseorang, misalnya; kematian
orangtua atau keluarga dekat,perceraian orangtua, konflik ka-
kak-adik.
3. Interaksi sosial dengan teman atau media online, misalnya;
komen kasar dari orang lain, perlakuan agresif dari orang lain,
diintimidasi, kompetisi tidak sehat.
4. Dalam lingkungan sekolah, misalnya; deadline tugas,peraturan
sekolah
5. Kecerobohan, misalnya; lupa mematikan kompor, lupa
ngecharge atau kelamaan, lupa tempat meletakkan kunci, ru-
saknya peralatan gadget.
Penyebab stres dari dalam di antaranya:
1. Kurangnya pemahaman ilmu agama.
2. Overthinking, yaitu seseorang yang bekerja secara kompulsif dan
sering mengorbankan waktu tidurnya sehingga menyebabkan
tekanan jiwa.
3. Fixed Mindset, yaitu seseorang yang berpikiran sempit dan kaku.
Biasanya berpikir terlalu banyak dan kaku atau tidak berpikir
sama sekali.
4. Pikiran negatif, hal ini ditandai dengan cara berpikir yang pesi-
mis, sering mengkritik diri sendiri, dan menganalisis secara ber-
lebihan.
5. Gaya hidup dan kebiasaan, misalnya; sering bergadang, kecan-
duan game online , drakor dan medsos, minuman beralkohol
atau kafein, perokok berat, boros, dan lain sebagainya.
31Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
CERPEN
Penyesalanku
Oleh: Nazwa Aulia Putri Annisa, siswi kelas 9 Pi SMP AISBa
Derap langkah kakiku usia 15 tahun. Dan ayahku sudah
menggendang di telinga. lama pergi meninggalkanku entah ke
Guratan kekecewaan ter mana sejak aku berusia 8 bulan.
gambar di wajahku. Aku
merasa gagal menjadi Ibu adalah seorang pahlawan
anak yang baik kepada orangtuaku. bagiku. Di mana aku sedang bers edih,
Hembusan angin terdengar di teli beliau selalu menghiburku. Saat aku
ngaku, aku tengah duduk di sebuah terluka ia juga yang mengobatiku
bangku taman. Aku memandangi bin tanpa mengharapkan balasan dariku,
tang di malam yang indah. ibu juga tidak pernah berharap lebih
Aku zaza, bayangan kejadian dua dariku selain aku menjadi anak yang
minggu yang lalu itu masih sangat berbakti. Aku tidak yakin, apakah aku
berbekas di benakku. Saat itu aku bisa membalas semua jasa ibu?
dan ibuku sedang berjalan bersama,
mengitari komplek perumahanku sa Saat aku sakit ibulah yang me
yang sangat indah dan asri. Dengan ngobatiku hingga aku pulih, dan selalu
hati yang tulus, ibuku menggenggam menemaniku. Hanyalah ibu. Di malam
jari jemari anaknya yang sudah ber hari ini aku sedang duduk bersama
ibu di bangku taman sambil melihat
indahnya bintang. Aku selalu berdoa
32 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
agar ibu tidak akan pergi meninggal Namun tak ada jawaban sama
kanku, semoga tuhan mengabulkan sekali dari ibuku. Sampai seorang
doaku. Pemuda menghampiri kami.
“Ibu, Zaza mau beli jajan, boleh Ia menanyakan kenapa dengan
gak bu?” tanyaku. ibuku, kemudian aku menceritakan
apa yang telah terjadi. Pemuda itu
Dengan wajah ramah, bak ma pun memeriksa detak jantung ibu. Ia
laikat ibuku menjawab, menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Boleh yuk kita beli.” “Innalillahi wainnalillahi rha ji’un…
“Ayo bu,” kataku. yang sabar dek ibumu sudah mening
Kami berjalan menyeberangi jalan gal.” Kata pemuda tadi.
raya. Setelah itu ibuku pun membeli
jajan untukku. Mendengar perkataan itu aku
Kemudian aku berjalan sendiri di merasa sangat terpukul menangis dan
pinggi jalan sambil menunggu ibuku memeluk erat ibu. Aku tidak memiliki
membelikanku jajan. Tiba-tiba suara siapa-siapa lagi.
klakson menggetarkan telinga. Entah
mengapa ada sebuah mobil yang me “Bu, jika saja ibu tidak men
laju dan hendak menabrakku. dorongku tadi mungkin ibu tidak
“Zaza awas nak!” sebuah tangan akan meninggalkanku” kataku sambil
menolak tubuhku untuk menghindar. menangis.
Hantaman kereta itu menabrak ibuku.
Seseorang yang mengendarai ke Aku berdiri dan meratapi pusara
reta itu menghidupkan mesinnya dan ibuku, terlalu cepat Tuhan kau me
langsung malaju, ia tak mau bertang manggilnya. Aku sungguh sedih atas
gung jawab. kepergian seorang pahlawan yang
Aku melihat ibuku sudah terba sangat berjasa bagi hidupku, aku be
ring tidak sadarkan diri di jalan. Aku lum bisa membuatnya bahagia.
menghampirinya, dan memeluk erat
tubuhnya. “Hai, kamu kenapa sedih?” se
“Ibu… bangun bu..” aku terisak. seorang tiba tiba datang menepuk
pundakku, dan menyadarkanku dari
lamunanku.
Aku mendongak, dan seorang
anak laki laki sebayaku sedang duduk
33Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
CERPEN
di sampingku. ini di kantor polisi” kata
Aku mengusap air mataku, “gak, kakaknya abi.
aku cuma ngantuk aja ini.” Aku yang sangat ingin
“Jangan bohong deh, aku tau kamu tahu siapa pelakunya san
gat senang mendengarkan
sedang sangat sedih, terlihat dari wa ada yang ingin memban
jah kamu, oh iya kenalin aku abi.” tuku.
Karena aku tak tega melihat wa Keesokan harinya, ka
jahnya yang merasa kasihan padaku, kaknya abi mendatangin
akupun menceritakan semua keluh rumahku dan mengajak
kesahku kepadanya. ku ke kantor polisi untuk
melaporkan kejadian ini,
“Aku sangat ingin tahu siapa yang semua laporan sudah di
tega melakukan hal seperti ini kepa proses kita hanya tinggal tunggu ka
daku, kenapa dia tidak bertanggung bar selanjutnya dari kantor polisi.
jawab saat itu, jika saja dia langsung 4 bulan setelah kejadian, kakanya
menolong ibuku mungkin ibuku abi tadi mendapatkan info dari kantor
saat ini sedang duduk bersamaku polisi bahwa pelaku tabrak lari yang
sambil melihat bintang yang indah di alami ibuku telah di temukan. Aku
ini” kataku sambil menangis. dan kakaknya bergegas ke kantor
polisi untuk melihat siapa pelakunya.
Seorang anak lelaki tadi pulang Sesampainya di sana aku sangat
dan memanggilkan kakaknya, dia terkejut bahwa yang melakukan ta
menyuruhku menceritakan semuanya brak lari ini adalah ayahku sendiri,
kepada kakaknya, akupun mencerita dia tak mengenaliku, dan untuk per
kan lagi semuanya kepada kakaknya. tama kalinya aku melihatnya secara
langsung. Dulu aku pernah melihat
“Kakak bisa bantu kamu jika kamu wajahnya di foto yang di berikan oleh
ingin mengetahui siapa pelaku tabrak ibu kepadaku.
lari yang di alami ibumu ini, kakak bisa Perasaanku campur aduk saat itu,
membantumu melaporkan kejadian sedih,marah dan terkejut.
Itulah kisahku, kehilangan sese
orang yang kita sayangi sangat me
nyakitkan. Namun kita tidak boleh
terus terusan larut dalam kesedihan
itu, kita harus bangkit lagi, harus bisa
bersabar, sampai ada seseorang yang
dapat menggatikan orang terse
but yang selalu ada dalam suka dan
duka.*
34 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
Hujan Bikin
ASatakuitF, aMkittoas?
Oleh: *Ustaz Nur Hidayat, Guru Sains SMP AISBa
Air hujan yang jatuh dari awan hingga mencapai permukaan Bumi tentu akan
melewati perjalanan panjang menyusuri udara.
Hujan merupakan sebuah minum dengan air itu sebagian besar
fenomena alam yang dari makhluk Kami, binatang-binatang
lumrah terjadi, terutama ternak dan manusia yang banyak.”
di wilayah-wilayah tro-
pis seperti Indonesia. Jadi, sudah seharusnya kita ber
Tak hanya membawa air, hujan juga syukur atas hujan yang diturunkan,
membawa kenangan bagi sebagian bukannya mengeluh. Kita bisa me
orang. Suara gemericik disertai aro- ngucapkan do’a: “Allahumma shoyy-
ma yang khas dari hujan membuat iban naafi’an”, yang artinya: “Ya Allah,
suasana yang menentramkan. jadikanlah hujan ini bermanfaat.” Hal
Meski seringkali orang menge- ini juga didukung ilmu sains, bahwa
luh saat hujan turun. Padahal hujan Bumi tak akan bisa ditinggali makhluk
adalah rahmat dari Allah yang hidup termasuk manusia tanpa ada
diturunkan kepada makhluk-makh- nya hujan.
luk-Nya termasuk manusia. Dalam
Al-Qur’an surah Al-Furqaan: 48-49, Proses Hujan dalam Al-Qur’an
Allah berfirman: Seperti yang kita ketahui, hujan
“Dia-lah yang meniupkan angin (se-
bagai) pembawa kabar gembira dekat merupakan bagian dari siklus per
sebelum kedatangan rahmat-nya (hu- putaran air di Bumi. Proses pertama
jan); dan Kami turunkan dari langit air adalah evaporasi atau penguapan.
yang amat bersih, agar Kami meng- Segala sesuatu yang mengandung air
hidupkan dengan air itu negeri (tanah) di permukaan Bumi akan mengalami
yang mati, dan agar Kami memberi penguapan, misalnya air laut, air da
nau, air sungai, genangan air, tanah
basah, fotosintesis tumbuhan, dan
35Rajab 1443/Maret 2022| AN-NAJAH
SAINS-QU
sebagainya. menurunkan (butiran-butiran) es dari
Uap air hasil evaporasi lalu berger- langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan
awan seperti) gunung-gunung, maka
ak naik karena massa jenisnya lebih ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es
rendah daripada udara sekitar yang itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya
kemudian mengalami proses kedua dan dipalingkan-Nya dari siapa yang
yaitu kondensasi atau pengembunan dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu
menjadi titik-titik embun. Titik-titik hampir-hampir menghilangkan pengli-
embun tersebut lalu berkumpul dan hatan.”
memadat menjadi awan.
Dari ayat tersebut sudah jelas
Perbedaan tekanan udara mem- bahwasannya proses terjadinya hu-
buat awan-awan berkumpul menjadi jan bukan semata-mata kejadian yang
awan mendung. Proses ini dinamakan kebetulan terjadi karena kondisi yang
koalensi. Setelah konsentrasinya cuk- mendukung, melainkan atas seizin Al-
up tinggi, barulah kemudian awan lah . Jadi, jika Allah berkehendak,
mendung tersebut menurunkan air bisa saja suatu tempat yang kondis-
kembali ke Bumi yang biasa kita sebut inya mendukung terjadinya hujan
hujan. namun malah tak pernah hujan, be-
gitupun sebaliknya. Bahkan hujan
Tak hanya dalam sains, proses pun bisa menjadi azab seperti yang
detail mengenai terjadinya hujan ini dialami kaum-kaum terdahulu yang
ternyata juga sudah dijelaskan jauh ingkar kepada-Nya.
hari sebelum ada penjelasannya
menurut sains. Dalam Al-Qur’an surah Salah Kaprah Tentang Hujan
An-Nuur: 43, Allah berfirman: Kita sering menjumpai anak-anak
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah yang suka bermain hujan-hujanan.
mengarak awan, kemudian mengumpul- Bahkan di antara kita suka bermain
kan antara (bagian-bagian)nya, kemu- hujan-hujanan sewaktu masih kecil.
dian menjadikannya bertindih-tindih, Namun tak sedikit orang tua yang
maka kelihatanlah olehmu hujan kelu-
ar dari celah-celahnya dan Allah (juga)
36 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
melarang anak-anaknya bermain de untuk bersuci. Kemudian kami bersuci
ngan air hujan karena dikhawatirkan dengan air ini dan memuji Allah atas
jatuh sakit, dan memang sebagian nikmat yang diberi.” (HR. Al-Baihaqi)
sakit setelah bermain air hujan. Loh,
bukannya air hujan itu bersih dan Jika kita mendalami sunnah dan
membawa berkah? hadits di atas dan menkorelasikannya
dengan situasi dan kondisi sekarang,
Rasulullah malah pernah de maka sebenarnya mitos hujan mem-
ngan sengaja menyingkapkan bajunya buat sakit akan terbantahkan.
di bawah guyuran hujan. Sunnah ini
diriwayatkan Imam Muslim dan Abu Pertama, Rasulullah hidup pada
Dawud bahwa ia berkata: “Nabi ketika zaman dan tempat di mana udara
melihat hujan, beliau membuka baju belum terkontaminasi oleh polusi.
nya”. Riwayat lain dari Imam Muslim Air hujan yang jatuh dari awan hing-
dan Abu Dawud, bahwasannya Anas ga mencapai permukaan Bumi tentu
berkata: “Nabi menyingkap pakaiannya akan melewati perjalanan panjang
hingga terkena guyuran hujan”. Tak ha- menyusuri udara. Polusi udara mem-
nya itu, pada suatu kesempatan saat bawa partikel-partikel zat beracun,
turunnya hujan, Rasulullah me- bakteri, dan virus yang betebaran
merintahkan pada sahabatnya untuk di udara dan akan terbawa air hujan
bersuci. yang melaluinya.
Keluarlah kalian (para sahabat) ber- Itulah kenapa kita seringka-
sama kami menuju air ini (air hujan) yang li mendapati anak-anak di daerah
telah dijadikan oleh Allah sebagai alat pedesaan jarang sakit meski sering
bermain air hujan, berbeda dengan
37Rajab 1443/Maret 2022| AN-NAJAH
SAINS-QU
anak-anak yang tinggal di perkotaan. “Keluarlah kalian (para sa-
Hal itu disebabkan udara di pedesaan habat) bersama kami me
masih bersih dibandingkan dengan nuju air ini (air hujan) yang
daerah perkotaan. Jadi, penyebab telah dijadikan oleh Allah
sakit setelah bermain air hujan bukan- sebagai alat untuk bersuci.
lah air hujannya, melainkan polutan
yang terbawa oleh air hujan. Kemudian kami bersuci
dengan air ini dan memuji
Kedua, Rasulullah sengaja ter-
kena air hujan dengan mengharap Allah atas nikmat yang
berkah, tidak sekedar bermain. Maka diberi.” (HR. Al-Baihaqi)
durasi terkena air hujannya pun tidak
selama saat anak-anak bermain air genangan, seolah bertapa di bawah
hujan. Saat bemain air hujan dalam guyuran air dari talang atap rumah,
durasi waktu yang relatif lama akan bermain tanah, pasir, dan sebagainya.
membuat suhu tubuh menurun dan Semua itu sudah pasti terkontaminasi
kedinginan. oleh banyak bakteri atau virus. Ditam-
bah dengan menurunnya imun, maka
Saat kedinginan, tubuh dipaksa sudah bisa ditebak hasilnya, anak-
mengeluarkan energi secara berlebi- anak menjadi sakit. Jadi, sudah tahu
han. Jika daya tahan tubuh kita sedang kan bahwa bukan air hujan penye-
lemah, tubuh tidak dapat mengim- babnya?
bangi adanya perubahan suhu tubuh
yang terlalu drastis. Akibatnya, daya Jadi, kita para orang tua perlu me-
tahan tubuh semakin menurun dan mahamkan hal ini kepada anak-anak
kesehatan pun terganggu. kita. Jangan sampai anak-anak me
miliki paradigma keliru bahwa air hu-
Penyakit yang muncul dapat ber- jan pembawa penyakit, sebab hal itu
macam-macam, seperti batuk dan flu, akan bertentangan dengan Al-Qur’an
demam, diare, atau gatal-gatal. Jadi, dan Hadits. Kalaupun kita melarang
penyebab sakit setelah bermain air anak-anak bermain air hujan karena
hujan bukanlah air hujannya, melain- khawatir kontaminasi bakteri atau
kan perubahan suhu yang mendadak virus, kita pun harus bisa member-
dalam jangka waktu lama yang mem- ikan penjelasan yang benar kepada
buat imunitas menurun. mereka. Inilah pentingnya ilmu sains
yang dilandasi Al-Qur’an dan Hadits.*
Ketiga, Rasulullah terkena air
hujan yang jatuh langsung dari langit.
Jika kita perhatikan, anak-anak yang
bermain air hujan tidak sekedar mem-
basahi tubuhnya dengan air hujan
yang jatuh dari langit. Anak-anak de
ngan daya kreativitas dan imajinasin-
ya akan menjadikan segala benda di
sekitarnya menjadi mainan.
Apalagi jika berhubungan dengan
air, akan terasa jauh lebih menyenang-
kan. Ada yang sambil mandi di air
38 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
IQRA’
‘SGi BuauKtaa’ dyauri
Oleh: *Ustaz Nur Hidayat, Wapimred An-Najah e-Magazine
Tak hanya memakan kayu, rayap juga mengonsumsi tanah yang mengandung
mineral, karbohidrat, mikroorganisme tanah
Sayap, hewan kecil yang hidup merupakan jenis serangga dengan
berkoloni ini keberadaannya nama ilmiah Isoptera dan berkerabat
sangat tidak diharapkan di dengan kecoa. Meski tidak disukai
rumah kita. Kegemarann- oleh sebagian besar manusia, Allah
ya menggerogoti kayu bisa
membuat bagian-bagian rumah yang menyebut hewan satu ini dalam
terbuat dari kayu tiba-tiba remuk tan- Al-Qur’an surah Saba’ ayat 14:
pa disadari. Tak heran, hewan satu
ini menjadi mimpi buruk bagi banyak “Maka tatkala Kami telah menetap-
orang, apalagi bagi pengusaha prop- kan kematian Sulaiman, tidak ada yang
erti. Tak sedikit juga buku-buku yang menunjukkan kepada mereka kemati-
sekilas tertata rapi di rak ternyata ba- annya itu kecuali rayap yang memakan
gian dalamnya telah habis dimakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah ter-
rayap. Seburuk itukah rayap? sungkur, tahulah jin itu bahwa kalau
sekiranya mereka mengetahui yang
Rayap dalam Al-Qur’an ghaib tentulah mereka tidak akan tetap
Rayap yang juga disebut anai-anai dalam siksa yang menghinakan.”
Dalam surah tersebut, Allah
menunjukkan kematian Nabi Sulaiman
39Rajab 1443/Maret 2022| AN-NAJAH
IQRA’
As. yang sebelumnya tidak diketahui terbuat dari konstruksi kayu jika lama
oleh siapapun, bahkan jin sekalipun. Di dibiarkan. Bahkan sebagian petani
sini, Allah memberikan peran justru mewaspadai keberadaan hewan ini
kepada rayap untuk memperlihatkan yang mungkin sekali menyebabkan
bahwa kematian Nabi Sulaiman As. gagal panen. Maka dari itu, tak ha-
merupakan sebuah rahasia yang hanya nya menjadi hama di rumah, namun
Allah-lah yang tahu. Begitu pun hal-hal juga dianggap sebagai hama di sek-
ghaib lainnya. Jika rayap-rayap itu tak tor pertanian dan perkebunan.
menggerogoti tongkat Nabi Sulaiman
As. bisa jadi orang-orang di sekitar Tak hanya memakan kayu, ray-
nya tak akan pernah menyadari bahwa ap juga mengonsumsi tanah yang
Nabi Sulaiman As. telah wafat kala itu. mengandung mineral, karbohi-
drat, mikroorganisme tanah. Bah-
Dari Merusak Hingga Bercocok Ta- kan kelompok rayap dari sub-famili
nam Mastotermetinae (famili Termitidae)
membudidayakan jamur Termitomy-
Tongkat milik Nabi Sulaiman As. ces (Basidiomycetes) dalam koloni
terbuat dari kayu yang memang men- nya. Jamur ini dimakan oleh anggota
jadi makanan utama bagi rayap. Hal ini koloni yang masih muda. Ternyata
karena zat selulosa yang terkandung tak hanya manusia, rayap juga bisa
di dalam kayu diperlukan oleh rayap. “bercocok tanam” sendiri.
Tak hanya kayu dan produk olahannya,
rayap juga seringkali memakan sabut Koloni dan Sarang Rayap
kelapa, rumput, bahan tekstil, tanaman Seperti halnya semut dan lebah,
tebu, dan sebagainya‒‒selama me
ngandung selulosa. rayap hidup berkelompok memben-
tuk sebuah koloni yang dipimpin raja
Sebuah koloni besar rayap bahkan dan ratu rayap. Raja dan ratu rayap
bisa merobohkan sebuah rumah yang berukuran lebih besar dan terlihat
40 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
mencolok dibanding rayap lain
nya. Tugasnya adalah bertelur dan
menghasilkan calon-calon rayap.
Sedangkan rayap pekerja bertugas
mencari makanan dan membangun
sarang. Selain rayap pekerja, kolo-
ni juga memiliki rayap prajurit yang
memiliki capit lebih besar dibanding
rayap pekerja.
Semakin besar koloni rayap
maka semakin besar pula sarang
yang mereka buat. Sarang biasanya
dibangun di daerah dekat tanah,
di dalam kayu, atau di daerah yang
lembab misalnya dekat pipa air yang
bocor. Rayap pekerja membuat sa-
rang dengan bahan kombinasi tanah
atau lumpur, kunyahan kayu, air liur,
dan kotoran mereka sendiri.
Sarang tersebut pun cukup
kompleks, mulai dari tempat hidup wan laron sebenarnya adalah ray-
ap? Seperti yang dijelaskan di atas,
rayap, penampungan air melalui koloni rayap terbagi menjadi beber-
apa kelompok berdasarkan tugasnya.
kondensasi, ruang reproduksi atau Ternyata, laron yang sering kita jum
pai beterbangan di dekat lampu pun
untuk berkembang biak, dan ruang merupakan salah satu kelompok dari
koloni rayap. Tugas utama kelompok
penyimpanan makanan. Ruangan- laron adalah bereproduksi. Loh, bu-
kannya sudah ada raja dan ratu yang
ruangan tersebut terhubung mem- tugasnya bereproduksi?
bentuk labirin dengan sirkulasi uda- Untuk memahami perbedaan tu-
gas antara laron dan pemimpin kolo-
ra yang baik. ni rayap, maka perlu diketahui siklus
kehidupan sebuah koloni rayap.
Oleh karena itu, biasanya sarang Awalnya, raja dan ratu akan bere-
produksi menghasilkan calon-calon
rayap sering kali bertumpuk-tumpuk rayap. Calon rayap ini akan berkem-
bang menjadi tiga kelompok: kelom-
dan meninggi bahkan sampai mun- pok pekerja, kelompok prajurit, dan
kelompok laron.
cul ke permukaan-permukan tanah,
Masing-masing memiliki tugas dan
bahkan ada pula yang akhirnya ciri fisik yang berbeda. Kita sudah tahu
tugas kelompok pekerja dan kelompok
membentuk gundukan besar. prajurit. Nah, kelompok laron akan
pergi keluar sarang secara berkelom-
Ajaibnya, semua rayap peker-
ja memiliki penglihatan yang buruk
atau nyaris buta, namun bisa mem-
bangun sarang dengan konstruk-
si yang luar biasa. Tentu itu semua
karena Allah memberikan ke-
mampuan istimewa kepada setiap
makhluk ciptaan-Nya, termasuk ray-
ap.
Laron, Rayap yang Bersayap
Sejak kapan Anda tahu jika he-
41Rajab 1443/Maret 2022| AN-NAJAH
IQRA’
pok untuk saling berpasangan dan atau tanaman yang telah mati diurai
bereproduksi. Hasil reproduksi laron
ini nantinya akan menghasilkan calon oleh rayap menjadi kotoran yang
raja dan ratu untuk kemudian mem-
bentuk koloni baru. Sementara laron mudah diserap kembali oleh tumbu-
yang tidak mendapat pasangan hing-
ga esok akan mati. Siklus ini akan ter- han. Proses penguraian oleh rayap
us berputar.
pun tergolong lebih cepat dibanding
Peran Rayap di Alam
Pada dasarnya, koloni rayap yang proses pembusukan oleh bakteri.
tinggal di rumah-rumah manusia Rayap pun menjadi bahan
adalah rayap yang “kesasar”. Habitat
rayap di tempat yang gelap dan lem- makanan bagi predator di tingkat
bab membuat mereka menganggap
bagian-bagian tertentu dalam rumah atasnya. Sehingga jika keberadaan
cocok sebagai tempat bersarang
sekaligus mencari makan. rayap hilang di alam, maka terputus
Sehingga membuat bagian-bagian pula rantai makanan di ekosistem
rumah yang terbuat dari kayu menjadi
rusak. Alhasil, rayap dianggap sebagai tersebut. Akibatnya jumlah pop-
hama perusak. Itu jika ada di rumah.
Beda halnya jika rayap berada di alam ulasi makhluk hidup lainpun akan
liar. Kegemarannya “merusak” kayu
justru menjadi tugas penting dalam berubah. Jadi bisa dikatakan, rayap
sebuah ekosistem.
berperan sebagai penyeimbang eko-
Dalam rantai makanan, rayap me-
nempati posisi dasar sebagai dekom- sistem di alam.
poser atau pengurai. Kayu dari pohon
Banyak hal yang bisa kita pelajari
dari rayap. Mereka bergotong roy-
ong membangun sarang, mencari
makan, dan saling melindungi satu
sama lain. Makhluk yang tak berakal
ini tentu tidak serta merta mampu
mengatur sebuah kehidupan koloni
yang jumlahnya sangat banyak dan
kompleks. Semua itu adalah karena
petunjuk Allah kepada makh-
luk-makhluk-Nya agar kita sebagai
manusia dapat mengambil pelajaran
darinya.*
42 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022
PRESTASI
Aneka Prestasi
di Akhir Februari
Oleh: *Ustaz Nur Hidayat, Wapimred An-Najah e-Magazine
L ampu gadget di bagian
atas kelap-kelip. Ada pe-
san WhatsApp masuk di
group AISBa—group yang
berisi seluruh guru dan
staf SD-SMP AISBa—dari ustazah
Nadia. Koordinator bidang tahfidz
SD AISBa ini mengirim hasil perlom-
baan yang diikuti beberapa siswa di
Festival Kebhinekaan Sekolah Alam
Balikpapan (SAMBA).
Pada festival itu, SD AISBa me
ngirim siswa untuk mengikuti lom-
ba tahfiz al-Qur’an dan azan. Dari
pengumuman lomba, tiga siswa-si
43Rajab 1443/Maret 2022 | AN-NAJAH
PRESTASI
swi SD AISBa berhasil meraih juara. Di ajang lomba ini, SD AISBa juga
Juara pertama lomba tahfiz al- mengikutkan sejumlah siswa untuk
lomba tahfidz dan pidato bahasa
Qur’an kategori juz 29 diraih oleh Arab.
Ahsan Abdurrahman. Juara kedua
dengan kategori yang sama berhasil “Alhamdulillah, Ananda Muham-
direbut oleh Khanza Alinka Dian mad Akram Abbasy berhasil meraih
Amin. Sedangkan Muhammad Ak- juara 2 pada Lomba Istiqamah Fair
bar Azzam Zahwan berhasil meraih 2022 juga,” tulisnya.
juara 2.
Tak hanya ustazah Nadia, ustazah
“Alhamdulillah. Baarakallahu fii- Dwi Nur Handayani, koordinator
kum. Good job, ustaz dan ustazah,” bidang bahasa Arab juga mengirim
tulis Ketua Yayasan Al-Imam Madi- pesan senada. Alumni Gontor ini
natul Iman merespon pesan pendek mengikut sertakan dua muridnya—
itu. Pesan bahagia senada juga di- Muhammad Akbar Azzam Zahwan
tulis Ustaz Abdul Hannan, guru dan Khalila Nur Elfariza—dalam
asal Pakistan dengan font Arab, lomba pidato bahasa Arab.
“Masya-Allah. Tabaarakallah.”
“Alhamdulillah, dua siswa kita
Tak lama setelah mengirim pesan Akbar dan Khalila juga juara. Akbar
itu, Ustazah Nadia berkirim pesan. juara 1 pidato sedangkan Khalila
Isinya sama. Pengumuman lomba. juara 2,” tulisnya sambil melampir-
Hanya saja, kali ini pengumuman kan pesan hasil pengumuman lom-
lomba dari Istiqamah Fair 2022. ba dari panitia Istiqamah Fair 2022.*
44 AN-NAJAH | Rajab 1443/Maret 2022