The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MAJALAH AN NAJAH EDISI 28 SEPTEMBER 2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Majalah An Najah, 2023-09-01 04:14:15

MAJALAH AN NAJAH EDISI 28 SEPTEMBER 2023

MAJALAH AN NAJAH EDISI 28 SEPTEMBER 2023

2 Ada video cukup viral di sosial media. View-nya ribuan. Sepintas, videonya biasa saja. Tak begitu menarik. Namun, setelah diamati ternyata menarik. Ada pesan makjleb di dalamnya. Video yang berdurasi tak kurang dari sepuluh menit itu berisi dua ekor beruang kutub sedang manjat tebing. Beruang itu berwarna hitam. Yang satu bertubuh besar dan satu lagi kecil. Dilihat dari tubuhnya, sepertinya beruang bertubuh besar itu induknya. Keduanya sedang mendaki tebing tinggi. Karena diselimuti salju tebal dan licin, beruang kecil itu selalu terjatuh. Sedangkan beruang yang besar dengan mudah berhasil melewati tebing itu dan sampai di atas puncak. Dia tak mau menolong anaknya. Hanya melihat dari atas. Beruang kecil tampak tertatih saat mendaki tebing dengan kuku-kuku tajam kakinya. Jatuh dan naik lagi. Begitu seterusnya. Beberapa kali. Setelah beberapa kali memanjat, akhirnya berhasil. Namun, belum sempat sampai di puncak, tiba-tiba induknya memukul beruang kecil hingga akhirnya terjatuh lagi. Beruang kecil tak menyerah. Dia berusaha memanjat lagi dengan sisa-sisa tenaga hingga akhirnya sampai di puncak. Keduanya lalu berjalan pergi. Sepintas, mungkin kita akan beranggapan sang induk beruang kutub tega dan kejam kepada ananknya. Bukannya menolong. Justru membiarkannya naik sendiri. Tak hanya itu, saat akan sampai di puncak, justru mendorong anaknya hingga terjatuh lagi. Namun, sebenarnya jika kita melihatnya dengan jeli dan objektif, justru yang dilakukan oleh induknya benar. Dia bukan sedang menzalimi atau menyiksanya. Tidak. Dia justru sedang melatih agar anaknya kuat, bermental baja, tangguh, hingga bisa melewati rintangan berat. Sebab, dia tahu, bisa jadi, di bawah tebing tinggi itu, banyak bahaya yang bisa mengancam nyawanya. Bisa dimangsa hewan predator atau dibunuh manusia. Itulah arti kasih sayang seekor induk beruang kutub. Harus tega. Tega yang justru bermanfaat untuk masa depan anak. Begitu juga orangtua kepada anaknya. Demi masa depan anak, seharusnya orangtua berani “tega” kepada anak. Tidak terlalu memanjakan anak. Semua yang diinginkan anak dituruti. Hanya demi agar anak bahagia dan tidak menangis. Ini bisa jadi terlihat sederhana. SALAM Tega Oleh: : Syaiful Anshor, Pemred An-Najah AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


3 SALAM Seperti halnya saat anak tidur pulas. Saat bersamaan azan shubuh berkumandang. Suaranya terdengar jelas dari toa masjid dekat rumah, “Assholaatu khairum minnaum.” Karena tak tega membangunkan anak untuk shalat shubuh berjamaah di masjid. Dibiarkan saja tertidur pulas. Pun juga saat anak menangis meminta gadget. Tak tega melihatnya menangis dan meronta-ronta ingin barang canggih itu. Sekadar untuk bermain aneka games yang ada di dalamnya. Lalu, apa yang terjadi? Demi kata tak tega melihat derai air mata anak, gadget akhirnya dikasihkan. Anak lalu bermain games berjam-jam. Terpapar cahaya gadget. Juga kadang aneka tontonan dan iklan tak sehat yang ada di Youtube, sosial media, dan aplikasi lain. Tak hanya itu, anak lupa untuk belajar dan murajaah hafalan. Bahkan, mirisnya, bisa jadi sampai lupa shalat. Teringat peristiwa yang dialami oleh Sultan Muhammad Al-Fatih. Ketika kecil, Al-Fatih terjatuh dan dahinya berdarah saat bermain-main di replika kerajaan Konstantinopel yang sengaja dibuat di kediamannya. Al-Fatih kecil lalu mendatangi ibunya dengan isak tangis yang pecah. Bukannya iba dan memeluknya, sang Ibu dengan tegas justru berkata, “Hapus air matamu dan kembalilah bermain, Nak! Kelak engkau akan jadi penakluk Konstantinopel.” Dari ungkapan ini, tampak tak ada rasa khawatir dan takut berlebihan. Padahal, dia seorang istri dari Sultan yang punya banyak tim medis. Dia tidak mau memperlakukan anaknya terlalu berlebihan. Biasa saja. Bukan tidak peduli. Tapi itu demi pertumbuhan psikologi anaknya. Lalu, apa yang terjadi? Al-Fatih tumbuh besar menjadi pribadi kuat, tahan banting, dan pemberani. Apa yang dicita-citakan Ibunya juga berhasil: jadi penakluk Konstantinopel.* Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH


DAFTARISI 33 LENSA Lembah Berkah 34 MY DREAM Dua Ulama Idola Razi 37 KOMIK Murid Baru yang Pintar 6 20 30 34 6 TARBIYAH Enam Tahun Pertama yang Begitu Berharga 2 salam Tega 20 SIAPA DIA Bakat 24 PERJALANAN Shalawat di Atas Kereta Cepat 30 KONSULTASI PISIKOLOGI Solusi Anak yang Punya Circle Buruk 4 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


Penasihat: Bapak. Ir. H. Muhammad Utama Jaya, Ir. Hj. Megawati. Pemimpin Redaksi: Syaiful Anshor Redaktur Pelaksana: Nur Hidayat Sidang Redaksi: Muflihin, Rahmat, Romadhan, Lilin Linda Saputri, Abdul Rofik, Randi Patajangan, Karindah Eka, M. Fadly Ihsan, Hanifah Rahmah, Dina, Nur Hidayat, Indah Yulianti. Desainer: Mustok Design Alamat Redaksi : Alamat: SD-SMP Al-Imam Islamic School Balikpapan. Ruko Kompleks Masjid Namirah Blok A2 Balikpapan Baru. 0542-8515762 WA: 0811533362 Pertanyaan, saran, dan kritik disampaikan ke E-mail: [email protected]. SUSUNAN REDAKSI Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 5 SAPA REDAKSI Cita-Cita Mulia Pendiri AISBA Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Pembaca An-Najah yang dirahmati Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Alhamdulillah, media elektronik SD-SMP AISBa dapat menyapa pembaca kembali di awal September. Semoga pembaca semua dalam keadaan sehat wal ‘afiat dan penuh keberkahan saat media ini hadir. Medio September lalu, Humas AISBa melakukan rapat. Rapat diikuti oleh Yayasan AlImam Madinatul Iman (YAMI), Kepala SD dan SMP AISBa, Litbang, Kurikulum, dan tim Penerimaan Siswa Baru (PSB) SD dan SMP. Ada dua hal penting dibahas dalam rapat yang berlangsung sekitar dua jam itu: evaluasi PSB dan perencanaan PSB tahun ajaran 2024/2025. “Alhamdulillah, capaian siswa baru tahun ini cukup bagus. Semoga tahun ajaran baru depan capaian kita bisa lebih bagus lagi,” katanya berharap. Dalam rapat yang diadakan secara online via Zoom itu, pendiri SD-SMP AISBa ini juga menyampaikan kabar baik: tahun ajaran baru 2024/2025 YAMI membuka jenjang SMA. Yang bertanggung jawab perizinan sekaligus kepala sekolah juga sudah ditunjuk. “Insyaa-Allah, ustaz Muflih akan mulai mengurus perizinan sekaligus kedepannya akan jadi kepala SMA,” tambahnya lagi. Pembaca An-Najah yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan dibukannya SMA, maka tahun ajaran baru depan, YAMI resmi punya tiga jenjang pendidikan: SD, SMP, dan SMA. Bahkan, kedepan, menurut Bapak Utama—biasa disapa—akan membuka jenjang pendidikan lainnya, seperti PAUD dan juga TK. “Semua jenjang pendidikan ini untuk memberikan referensi pendidikan terbaik sekaligus memudahkan orangtua siswa dalam menyekolahkan putra-putri mereka. Biar sekaligus mengantar anaknya,” ujarnya. Untuk menyiapkan itu semua, YAMI terus mengebut pembangunan gedung baru. Seperti terlihat di sisi kanan gedung sekolah yang terletak di kawasan Bukit Cinta Damai (BCD), Balikpapan Kota itu. Sedang dibangun pondasi gedung selanjutnya. “Masyaa-Allah. Yayasan punya cita-cita besar dan mulia. Tidak hanya SD dan SMP, tapi juga jenjang pendidikan lainnya. Bahkan, bukan tidak mungkin kedepan universitas. Karena itu, kita harus siap melakukan kerja-kerja besar,” kata humas AISBa, Syaiful Anshor yang saat itu sebagai pemimpim rapat. Hanya saja, tidak mudah mewujudkan cita-cita mulia itu. Dibutuhkan banyak hal. Dan, salah satu faktor penting adalah dukungan serta doa restu Ayah dan Bunda semua. Semoga cita-cita mulia sang pendiri AISBa itu diridhai dan dimudahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Redaksi


Enam Tahun Pertama yang Begitu Berharga Oleh: *Syaiful Anshor, Pimred An-Najah 6 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023 TARBIYAH Ada yang beranggapan masa ini begitu merepotkan. Bagi sebagian orang bahkan mungkin membosankan. Tak menarik dan super melelahkan. Itu kenapa, belum lama ini, sempat viral seorang influencer memutuskan childfree. Alasannya karena punya anak dianggap merepotkan dan bikin cepat tua. Padahal, masa-masa ini bagi buah hati sangat berharga. Bahkan, disebut masa keema ­ san anak (golden age). Jika s a l a h mendidiknya bisa berakibat fatal. Bukan saja karena berdampak buruk di masa mendatang, tapi yang bikin khawatir karena masa keemasan ini tak akan bisa terulang kembali. Menyesalinya pun tak berguna lagi. Demi Allah, orangtua tak akan pernah bisa mengembalikan anaknya yang telah dewasa jadi bayi. Takkan bisa! Karena itulah, masa-masa ini sangat berharga. Masa yang sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa akan datang. Juga san­ gat berpengaruh kepada fitrahnya. Kuat tidak­ n y a Demi Allah, orangtua tak akan pernah bisa mengembalikan anaknya yang telah dewasa jadi bayi. Takkan bisa!


agamanya bisa tergantung kuat tidaknya pondasi di masa ini. Masa itu diawali pada tiga tahun awal: 1 – 3 tahun. Pada masa ini, ada dua kebutuhan yang harus diberikan kepada bayi. Pertama, kebutuhan makan. Kedua, perhatian orangtua. Pada dua tahun pertama, ada kebutuhan makan yang harus diberikan kepada anak. Apa itu? Air Susu Ibu (ASI). ASI ekslusif sangat penting bagi bayi. Bahkan, saking pentingnya, dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan para Ibu untuk menyusui anaknya, “Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS. Al-Baqarah: 233) Inilah amalan paling mulia yang dilakukan oleh seorang Ibu saat dikaruniai bayi: menyusui. Saat menyusui, seorang Ibu sebenarnya tak hanya sedang memberikan asupan penting mengandung selaksa manfaat bagi bayi: nutrisi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan zat kekebalan, tapi juga sedang menstransfer nilai (transfer of value), yaitu nilai dan keimanan kepada anak. Dengan memberi ASI eksklusif, seorang Ibu juga akan terkoneksi secara emosianal dengan bayi. Sentuhan, kontak mata, dan juga suara akan memperkuat emotional bonding, memberikan rasa aman, dan keintiman keduanya. Karena itu, tidak ada obat paling manjur dan hebat seorang bayi kecuali ASI. Meski obat di seluruh dunia dikumpulkan. Sayangnya, tak jarang seorang Ibu dengan dalih repot dan sibuk, tidak memberikan ASI eksklusif dan justru menggantinya dengan susu yang lain. Kedua, kebutuhan perhatian orangtua. Pada masa 1-3 tahun ini, yang tak kalah penting setelah mendapatkan ASI dari waktu 1 – 2 tahun, adalah perhatian orangtua. Lebih-lebih saat penyapihan. Orangtua harus tetap memberikan perhatian dan kasih sayang maksimal kepada anak. Orangtua tidak boleh pelit untuk sekadar memberikan pelukan lembut, dekapan hangat bahkan elusan di kepala anak. Misalnya, saat sepulang kerja dan melihat anak datang menghampiri, peluklah tubuhnya dan bisikkan kata-kata kasih sayang di telingnya dengan lembut, “Ayah sangat sekali sama Ade.” Ya, mungkin hal ini sekilas terkesan sederhana. Tapi, dampaknya bagi anak sungguh luar biasa. Anak jadi merasa nyaman dan diperhatikan. Menurut Dr. Muhammad Khoir Asya’al, pada masa penyapihan, interaksi orangtua dengan anak juga tetap terjalin dengan baik. Tidak bagus jika yang mengasuhnya b e r g a n t i orang. Memengarungi k e d e k a t a n anak dengan orangtua. Pada masa ini juga ada dua hal yang perlu ditan a m k a n k e p a d a Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 7


TARBIYAH 8 anak: cinta ( a l- hubbu ) dan bahasa (al-lughoh). Perasaan cinta seorang anak— khus u s n y a kepada kedua orangtua—bisa ditanamkan dengan perlakuan kasih sayang dan lemah lembut orangtua kepadanya. Secara ekspresi bahasa maupun perilaku. Seperti ucapan sayang, cinta, mengajaknya bermain bersama dan jalan-jalan ke berbagai tempat, serta memberinya hadiah. Anak yang merasa disayangi oleh orangtua, Insyaa-Allah kelak kalau sudah besar akan membalasnya dengan kasih sayang pula. Sebaliknya, anak yang dibesarkan tanpa kasih sayang dan perhatian bahkan perlakuan buruk dan intimidasi, sulit baginya untuk membalasnya dengan kasih sayang serupa. Tak jarang justru sering terdengar seorang anak yang menghardik dan berlaku tak sopan kepada orangtua. Bahasa juga jadi bekal penting bagi anak usia 1 – 3 tahun. Sejak belia, anak sudah diperdengarkan dan diajak komunikasi dengan bahasa yang halus dan baik. Lebih-lebih lagi kalau bahasa Arab fusha. Seperti halnya Imam Syafi’I yang pada usia 2 tahun tinggal di suku Hudail yang fasih berbahasa Arab. Juga seperti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam yang saat masih kecil sudah tinggal di Bani Sa’ad dan disusui oleh Halimatus Sa’diyah. Suku terdapat di dusun yang sangat alami dan terkenal dengan bahasa Arabnya yang halus dan baik. Lalu, apa masa kedua yang berharga setelah itu? Pada usia 4 – 6 tahun ada dua hal yang penting harus diperhatikan orangtua. Pertama, bergerak (al-harokah). Kedua, dialog (al-hiwar). Pada usia ini gerakan anak mulai bergejolak lebih hebat. Suka mengikuti apa yang dilihat dan didengar. Istilahnya: Children see, children do. Namun, jangan khawatir. Anak yang banyak gerak atau punya kemampuan kinestetik justru bagus. Bisa jadi indikasi anaknya sehat dan cerdas. Justru jika anak tidak banyak gerak dan hanya diam saja, perlu waspada. Yang jadi tugas orangtua justru memberikan ruang dan waktu bagi anak untuk bermain. Bukan dikekang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam juga pernah bermain dengan anak-anak. Pernah lomba lari dengan Abdullah bin Abbas—saat Rasul meninggal usianya masih 13 tahun—, Ubaidillah bin Abas, dan Suhail bin Abbas dengan berkata, “Siapa yang menang akan diberi hadiah.” Begitu juga dengan kedua cucu AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


9 tercinta beliau: Hasan dan Husain. Rasulullah bahkan bermain kuda-kudaan sedangkan kedua cucunya berada di atas punggungnya. Suatu saat Rasulullah bertemu kedua cucu itu sedang bermain di jalan bersama anak-anak kecil lainnya. Nabi lalu mendekat dan menjulurkan tangannya dan bergerak ke sana-kemari dan membuat Husain tertawa hingga bisa ditangkap Rasulullah. Tangannya diletakkan di dagu dan tangan satunya di kepala dan telinga lalu memeluk dan menciumnya. Masyaa-Allah. Terasa begitu dekat, akrab, sayang, dan penuh kasih sayang. Kedua, dialog (al-hiwar). Kemampuan komunikasi anak pada usia ini sudah berkembang drastis. Anak sudah lancar berbicara. Juga kemampuan meniru apa yang didengar dan dilihatnya. Karena itu, salah satu pola tarbiyah yang efektif dilakukan adalah dengan dialog. Pola dialog ini juga dilakukan oleh p a r a Nabi dan orang shalih terdahulu: Ibrahim ‘alaihissalam, Ya’qub ‘alaihis - salam , Nuh ‘alaihisssalam, dan juga Luqman Al-Hakim. Seperti halnya saat Nabi Ya’qub hendak meninggal dunia. Dia memberikan satu pertanyaan penting kepada anak-anaknya, “Apa yang kau sembah sepeninggalku?” Dialog serupa juga dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissaslam saat diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menyembelih putranya, Ismail. Apa yang dilakukannya? Sang abul anbiya—Bapaknya para Nabi—ini meminta pendapat anaknya dengan berkata, “Fanzur maaza tara?” Tak hanya mengajak dialog, pada masa ini anak juga harus diberikan keteladanan oleh orangtua. Teladan yang baik dari orangtua ini sangat penting karena orangtualah yang paling dekat anak. Hal yang tak kalah penting juga mengajarkan al-Qur’an: mulai dari huruf hijaiyah, men-talqinkan surah-surah pendek, dan membacakan al-Qur’an. Ceritakanlah kisah-kisah para Nabi dan Rasul juga para sahabat Nabi kepada mereka. Kisah teladan ini akan jadi inspirasi, motivasi, dan semangat bagi anak untuk mengisi hidupnya agar penuh perjuangan dan nilai. Itu juga yang dilakukan oleh para orangtua pejuang Islam terdahulu: menceritakan kisah para Nabi dan pejuang Islam. Terakhir, yang tak kalah penting lagi mengajarkan pola hidup Islami atau sesuai yang disunnahkan Nabi Muhammad. Seperti halnya adab-adab masuk-keluar masjid, doa masuk kamar mandi, tata cara tidur, makan, dan lain sebagainya. Adab-adab ini jika diajarkan sejak dini, Insyaa-Allah akan jadi kebiasaan hidup hingga tua kelak. Semoga.* Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH


Membangun Budaya Sekolah (1) Oleh: Ustaz Randi Patajangan, S.E, Kepala SD AISBA 10 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023 S ekolah punya banyak fungsi. Tidak hanya tempat siswa belajar berbagai macam ilmu pengetahuan. Sekadar mencerdaskan kognitif siswa. Sekali lagi, tidak. Yang tak kalah penting dari itu, sekolah juga sebagai tempat untuk membentuk dan menguatkan karakter siswa (Character building). Tujuannya agar siswa tidak hanya cerdas secara koginitif, tapi juga bagus secara karakter atau adab. Salah satu cara membangun karakter siswa adalah dengan membuat budaya sekolah (school culture). Sebab, tanpa hal ini, membangun karakter siswa hanya isapan jempol semata. Mustahil. Nah, untuk lebih menguatkan karakter siswa, SD Al-Imam Islamic School Balikpapan (AISBa) sejak awal semester tahun ajaran 2023-2024 ini membuat program budaya sekolah. Sebenarnya, ada delapan budaya sekolah yang rencananya akan diterapkan ke depan. Hanya saja, untuk efektifitas agar program ini berjalan impact-full dan terukur, sekolah mengoptimalkan satu budaya dulu. Karena itu, pada tulisan kali ini kami menurunkan satu program buTARBIYAH


daya sekolah lebih dulu. Insyaa-Allah, pada tulisan kedua di edisi An-Najah Oktober depan, kami akan menurunkan tulisan selanjutnya. Lalu, budaya apa yang akan diwujudkan? Yaitu, bersih, rapi, dan sehat. Kalau dibaca memang ada tiga kata dalam budaya pertama ini. Namun, ketiganya sebenarnya saling terintegrasi dan punya tujuan (goal) sama: sehat. Dan, untuk menjadi siswa yang sehat diperlukan kebersihan dan kerapian. Bagaimana untuk mewujudkan budaya ini? Tentu sekolah tidak berhenti pada idealitas apalagi sekadar slogan saja. Sekolah telah membuat program untuk untuk mewujudkan budaya ini. Salah satunya dengan mengadakan morning routine. Alhamdulillah, program ini telah berjalan. Program ini diperuntukkan untuk setiap kelas: 1 – 6. Kegiatan morning routine ini diadakan setiap pagi selama sekitar 30 menit. Isinya setidaknya ada empat hal: bersih-bersih, diskusi target siswa, pengecekan kelengkapan dan persiapan belajar, dan doa. Jadi, selama 30 menit, siswa melakukan untuk keempat hal tersebut. Diawali dengan bersih-bersih. Siswa membersihkan kelas—menyapu, membuang sampah, dan merapikan kursi dan meja. Semua siswa wajib terlibat. Siapapun dia. Meski misal di rumahnya tak pernah menyapu. Nah, dengan kebiasaan baru ini, harapannya dia biasa untuk menyapu dan membersihkan rumah. Setelah itu, wali kelas dan pendamping akan berbincang tentang target—goal— yang akan dilakukan siswa pada hari itu juga. Targetnya macam-macam. Tak melulu soal akademik. Bisa soal karakter, adab, bahasa, dan lainnya. Ada dua hal yang dibahas dalam bincang target ini: tantangan (challengging) dan prestasi (achievment). Untuk tantangan siswa ditantang untuk melakukan kebaikan apa atau tidak mengulang keburukan, seperti halnya mem-bully dan sebagainya. Pun juga halnya dengan prestasi. Kira-kira prestasi apa yang akan dilakukan. Misalnya, menghafal 20 kosa kata Arab atau Inggris. Langkah ketiga selanjutnya tak kalah penting: pengecekan seragam, perlengkapan, dan kesiapan belajar siswa. Wali kelas punya cara berbeda-beda untuk mengeceknya. Salah satunya dengan menyuruh siswa berbaris rapi di depan kelas. Memberikan games dan pertanyaan menarik. Setelah itu, satu persatu siswa diminta masuk sambil diperiksa perlengkapannya. Sedangkan langkah yang terakhir adalah doa. Kegiatan terakhir ini dilakukan setelah siswa melakukan langkah pertama, kedua, dan ketiga. Harapannya, dengan doa ini, dapat mengundang keberkahan dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seluruh ikhtiar siswa dalam menimba ilmu dimudahkan. Selain itu, tujuan membentuk budaya sekolah yang bersih, rapi, dan sehat tercapai. Aamiiiin.* Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 11


12 ta lomba memang bagus. Hampir saja mereka beranjak pulang. Belum saja kaki mereka melangkah, tiba-tiba moderator menyebut namanya, “Juara pertama MHQ Putri adalah….Khanza Alinkan Dia Amin. Dari SD Al-Imam Islamic School Balikpapan.” Mendengar itu, Khanza langsung berlari kencang. Jilbab besar yang menutup tubuhnya sampai berkibar ditiup angin. Kedua alis matanya tampak bergerak. Tanda tersenyum. Kedua orangtuanya juga menyusul dari belakang dengan rasa haru dan bahagia. Khanza lalu diminta maju ke atas panggung untuk menerima hadiah: piala, sertifikat, dan souvenir. Sementara, Ayahnya sibuk mengabadikan momen berharga itu dengan gadget canggih dari jauh. Pengumuman lomba MHQ telah usai. Kini, giliran lomba PILDACIL putri. Di cabang ini, SD AISBa menurunkan satu siswi: Aisyah Humairah. Siswi kelas 5 Pi SD AISBa ini membawakan pidato bertema syukur dengan judul, “Tiga Cara Mensyukuri Nikmat Allah Subhanahu Wa “Juara lomba MHQ Putri ke tiga adalah….,” kata pembawa acara pengumuman lomba lewat pengeras suara. Semua yang hadir penasaran. Lebih-lebih para peserta MHQ, orangtua yang hadir, dan juga guru pendamping. Mereka penasaran apakah namanya akan disebut moderator sebagai juara atau tidak. Tak kecuali Khanza Alinka Dian Amin. Siswi kelas 5 SD AISBa ini jadi salah satu peserta lomba MHQ juz 30 dalam lomba Pentas PAI tingkat Balikpapan Kota di SD Patra Dharma 3, Sabtu, 29 Juli lalu. Saat pengumuman, Khanza—bisa disapa—yang ditemani Ayah dan Ibunya memilih duduk di depan kelas lomba. Bukan di aula yang berjarak beberapa meter dari tempat mereka. Nama Khanza tak disebut sebagai juara ke-3 lomba MHQ oleh pembawa acara. Namanya juga tak keluar saat pengumuman juara ke-2. Khanza dan kedua orangtuanya pun merasa ragu. Hampir putus asa. Jangan-jangan tak dapat juara. Sebab, menurutnya, kualitas hafalan peserKABAR SEKOLAH Detik-Detik Mengharukan Pengumuman Lomba AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 13 Ta’ala.” Setali tiga uang Khanza, nama Aisyah juga tidak disebut-sebut oleh pembawa acara. Baik untuk juara harapan 1-3 dan juara 1-2. Meski begitu, Aisyah yang saat itu ditemani Bunda dan kakaknya masih duduk di kursi dengan sabar dan rasa penasaran. Mereka yakin, bahwa Aisyah akan keluar sebagai juara 1. Benar. Ternyata saat pembawa acara mengumumkan sang juara, namanya disebut, “Juara 1 Lomba PILDACIL adalah Aisyah Humairah. Siswi SD Al-Imam Islamic School Balikpapan.” Mendengar itu, mereka berteriak bahagia, “Alhamdulillah.” Aisyah lalu maju ke depan dan naik ke atas panggung untuk menerima hadiah sebagaimana Khanza. Tampak dari jauh, siswi periang ini memegang piala yang cukup besar dengan senyum bahagia. Kali ini, sisa satu cabang lomba yang diikuti siswa SD AISBa yang belum diumumkan: Kaligrafi. Cabang ini diikuti oleh Fathan Al Zhafar, siswa kelas 6 SD AISBa. Jenis kaligrafi yang dilombakan adalah jenis kontemporer. Jadi, bukan sekadar tulisan Arab. Tapi juga lukisan dengan aneka warna yang indah. Segendang seirama, Khanza dan Aisyah, nama Fathan juga tidak masuk dalam juara harapan 1-3 dan 1-2. Para guru pendamping—ustazah Naja dan Ustazah Alisa—masih berbaik sangka. Insyaa-Allah, tetap juara. Seperti dua siswi sebelumnya yang keluar sebagai juara 1. “Bagaimana kaligrafi Fathan tadi, bagus kah?” tanya Syaiful Anshor yang juga guru pendamping namun belum sempat melihat hasilnya. “Bagus ko. Tadi saya lihat,” jawab ustazah Alisa. Alhamdulillah, benar. Akhirnya, pembawa acara pengumuman lomba menyebut nama Fathan—sapaan akrabnya—sebagai juara 1 lomba kaligrafi kontemporer. Namun, karena sudah pulang duluan, pemberian hadiah dan piala diwakilkan oleh Syaiful Anshor. Pada lomba Pentas PAI Balikpapan Kota ini, SD AISBa mengirimkan 4 siswa untuk mengikuti tiga jenis cabang lomba: MHQ Putra dan Putri, PILDACIL, dan Kaligrafi. Tiga siswa juara 1 sedangkan satunya belum berhasil. “Semoga capaian prestasi ini dapat memotivasi dan menyemangati lagi—baik para juara maupun siswa lainnya—untuk tidak takut bersaing dan berprestasi di berbagai bidang ke depannya,” ujar koordinator Bidang Kesiswaan, Ustazah Dyah Mei Rimadhani.*


Berayah, Tapi Seperti Tak Berayah KABAR SEKOLAH 14 Banyak anak punya Ayah, tapi sebenarnya seperti tak berayah. Ada dan tiadanya sama saja. Bukan karena Ayahnya tak ada lagi. Sekali lagi, bukan. Tapi, karena Ayahnya tidak hadir sebagaimana seorang ayah pada mestinya: membersamai dan mendidik anak. Entah karena alasan apapun. Tak ada waktu atau sibuk bekerja. Lalu, anak tidak diberikan hak pendidikannya. Padahal, realitas seperti ini dampaknya bisa sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Anak tidak dapat role model dari Ayah. “Anak yang tidak dapat role model dari seorang Ayah akan kehilangan sisi ketegasan, kepemimpinan, cara menghadapi masalah, dan bahkan maskulinitasnya,” ujar Bunda Nugraheni Ariati. Menurut psikolog dari biro psikologi Karakter Bina Insani (KBI), Balikpapan anak laki-laki yang tak dapat role model seorang Ayah dan cenderung dominan dengan Ibu saja, psikologinya bisa terlalu sensitif, perasa, mudah menangis, dan melankolis. Padahal, kata pengasuh rubrik Konsultasi Psikologi An-Najah e-magazine ini, anak laki-laki—selain dididik seorang Ibu dengan kelemah lembutannya—juga perlu dididik ketegasan, kemandirian, dan keberaniannya dalam menghadapi masalah. Hal itu disampaikan Bunda Nuni— sapaan akrabnya—dalam talkshow IDC Public bedah An-Najah, Senin, 7 Agustus dari pukul 08.00 – 09.00 WITA. Rubrik Konsultasi Psikologi adalah rubrik baru yang diadakan oleh redaksi An-Najah untuk menampung berbagai pertanyaan pembaca tentang psikologi dan pengasuhan. Selain beliau, talkshow juga menghadirkan pimpinan redaksi An-Najah, ustaz Syaiful Anshor. Seperti biasa, humas AISBa ini membahas rubrik utama majalah: Salam—Syumuliyah—dan Tarbiyah—Jangan Jadi Orangtua Durhaka. “Selama ini kesannya hanya anak yang disalahkan dan dituding sebagai anak durhaka. Padahal, tak sedikit, sebelum anak durhaka kepada orangtuanya. Orangtuanya dululah yang durhaka kepada anak,” ujarnya. Bincang publik yang berlangsung sekitar sejam itu dimoderatori oleh penyiar lawas IDC FM, Uli Abdurrahman. Seperti biasa, Mas Uli—sapaan akrabnya—membawa talkshow dengan sesekali menyelipkan guyon. Talkshow yang serius pun jadi lebih ganyeng tak monoton.* AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


15 yak waktu dan energi untuk melakukannya. Pada hakikatnya—bahasa Arab dan Indonesia—sama. Apalagi, sama-sama pidato. Yang penting mental dan kemampuan public speaking. Razi pun tetap semangat dan optimis. Saat lomba, dia harus bersaing dengan 80 peserta lomba dari berbagai sekolah—baik swasta maupun negeri—di kota Balikpapan. Mereka adalah utusan terbaik dari sekolah masing-masing. Razi pun tak mau kalah. Dia berusaha memberikan yang terbaik. “Alhamdulillah, Razi juara dua di Pentas PAI SMP se-Kota Balikpapan. Semoga prestasi ini dapat memotivasinya dan juga siswa lain untuk tak takut bersaing dalam mengukir prestasi di segala bidang,” ujar Ustaz Muhammad Fadly Al-Ihsan. Ada yang menarik dengan prestasi yang baru diraih Razi. Sebab, sekitar dua pekan sebelumnya, adiknya, Aisyah Humairah juga meraih prestasi yang sama di lomba PILDACIL Pentas PAI SD tingkat Balikpapan Kota. Hanya saja, Aisyah berhasil meraih juara 1.* S iswa SMP AISBa kembali menorehkan prestasi gemilang. Prestasi kali ini diukir oleh Muhammad Razi. Siswa kelas 8 SMP AISBa ini berhasil meraih juara lomba pidato berbahasa Indonesia di Pentas PAI tingkat kota Balikpapan pada Sabtu, 5 Agustus lalu. Razi—sapaan akrabnya—berpidato dengan tema berbakti kepada orangtua. Judulnya, “Tiga Cara Berbakti kepada Orangtua.” Hampir selama sepekan, Razi berlatih pidato di bawah bimbingan para guru pendamping. Tak hanya berlatih di rumah, dia juga acapkali berlatih di rumah. Sebenarnya Razi baru kali ini ikut lomba pidato bahasa Indonesia. Sebelumnya lebih sering lomba pidato bahasa Arab. Jadi, dia harus banyak melakukan banyak adaptasi, terutama di hafalan teks pidato dan juga intonasi. “Kalau hafalin teks Arab lebih cepat. Mungkin karena sudah biasa. Begitu juga dengan nada dan intonasinya,” ujar siswa bertubuh tinggi besar ini. Meski begitu, Razi tak butuh banJuara 2 Pidato Perdana Razi Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH


Siswa dan Guru Raih Medali KABAR SEKOLAH 16 Guru sains sekaligus koordinator Litbang AISBa, Ustaz Muflihin awal Agustus lalu mengikuti ajang Math and Real Science Competition tahun 2023. Kompetisi ini diadakan oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI). Lomba ini diikuti oleh guru matematika dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, dari kompetisi itu, alumni magister Universitas Marmara Turki ini berhasil meraih medali perak. Tidak hanya kali ini saja, ustaz Muflih mengikuti ajang serupa. Berbagai medali juga telah diraih. Bukan hanya guru, siswa-siswi SD dan SMP AISBa juga ternyata mengikuti jejaknya. Seperti halnya dilakukan oleh siswa kelas 8, Ritzia Athifa Khairunnisa. Hafizah 30 juz yang telah banyak mengukir prestasi di bidang tahfidz itu ternyata juga jago ilmu sains. Buktinya, Athifa—sapaan akrabnya—awal Agustus 2023 ini berhasil meraih Bronze Award dalam Olimpiade Satu Negeri (OSN) 2 Perliminary Round. Adapun bidang yang diikuti Science-Level D. Olimpiade ini diadakan secara offline di Balikpapan dan diselenggarakan oleh Diamond Educational Institute. Setali tiga uang kompetisi yang diikuti gurunya, olimpiade yang diikuti Athifa juga diikuti peserta dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Ternyata tak hanya lomba sains, Athifa juga mengikuti olimpiade bahasa Inggris Level-D dan berhasil meraih Merit Award. Sedangkan peraih Merit Award lainnya dalam bidang bahasa Inggris Level-A ada empat siswa: Nabila Lathif, Aisyah Iffah Humaida, Ghaida Farannisa Azzahra, dan Abdurrahman Adz-Dzakwan. Adapun kategori bahasa Inggris Level- B dengan raihan Merit Award adalah Uwais Haafidz Abdurrahman. Tak hanya bidang bahasa Inggris, satu siswa lainnya, Syakir Ihsan Humaidy juga ikut olimpiade Matematika Level- A dan berhasil meraih Merit Award.* AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


17 katanya. Di SMP AISBa, keduanya hanya mengajar selama lima hari. Dari hari Senin sampai Jum’at. Hari ini adalah hari terakhir keduanya menjalankan program Santri Mengajar. Materi yang diajarkan semuanya tentang teknologi. Hanya saja, keduanya punya spesialisasi berbeda. Kalau Nauval lebih kepada teknik jaringan internet. Sedangkan Gibran desain. Semua kelas dapat jadwal mengajarnya. Mulai kelas 7 hingga 9. “Seru ngajar siswa SMP AISBa. Memang sih ada yang tertarik dan ada yang biasa saja. Namanya juga hobi dan bakat,” jelasnya. Selama pembelajaran itu, keduanya telah memberi tugas kepada para siswa. Salah satunya seperti desain poster dengan aplikasi Figma. Adapun materi desainnya berkaitan dengan pesan agama.* A wal Agustus ini SMP AISBa kedatangan dua guru baru. Hanya saja, guru ini bukan guru biasa. Sebab, keduanya masih berstatus santri di Pesantren IDN Solo, Jawa Tengah: Nauval Azzura Rahimy dan Farel Al-Gibran Anhar. Bagi Nauval—sapaan akrabnya— SMP AISBa bukan asing lagi baginya. Sebab, putra kedua dari ketua Komite AISBa, Bunda Lidia Puspasari ini alumni SMP AISBa. Itu kenapa, ketika dapat tugas dari pesantrennya untuk program Santri Mengajar, dia memilih sekolah almamaternya. “Kalau teman yang lain banyak di sekolah lain. Terutama di Jawa. Kalau Nauval pilih di AISBa saja,” ujarnya. Sementara, sahabatnya, Gibran asli Bekasi. Ini kali pertama santri kalem ini ke Balikpapan Kalimantan Timur. “Seru juga ke Balikpapan. Orangnya baik-baik. Terutama tukang parkirnya,” Dua Guru dari IDN Solo Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH


Pesan Bahasa dalam Upacara Hari Pramuka KABAR SEKOLAH 18 Ada yang berbeda pada hari Senin (14/8/23) ini. Jika biasanya siswa-siswi melaksanakan upacara pagi dengan berseragam hari Senin—putih merah untuk SD— kali ini berbeda. Baik SD maupun SMP AISBa, sama-sama mengenakan seragam pramuka. Padahal, biasanya, pramuka dipakai pada hari Rabu. Bukan tanpa alasan mereka mengenakan seragam pramuka pada Senin kali ini. Sebab, mereka sedang memperingati hari Pramuka yang jatuh setiap tanggal 14 Agustus. Peringatan hari Pramuka kali ini yang ke-62. Tak hanya siswa yang mengenakan seragam pramuka. Begitu juga para guru. Upacara diadakan di lapangan gedung SD-SMP AISBa. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai 9 berbaris rapi. Lapangan yang cukup luas itu hampir penuh oleh siswa. Yang bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa-siswi SD AISBa. Dari pemimpim upacara, pembaca doa, janji siswa, hingga pembawa acara. Mereka juga mengenakan seragam pramuka lengkap. Gagah dan berani. Beberapa hari sebelumnya mereka telah dilatih khusus. Meski tampil di hadapan kaka SMP AISBa, tapi tak nampak grogi. Berani. Khususnya sang pemimpim upacara, Ahmad Ghazali. Siswa kelas 6 ini memimpim dan memberikan beberapa instruksi dengan suara lantang, keras, dan mantap. Tak hanya petugas upacara yang diisi oleh siswa SD, pembina upacara juga diisi oleh kepala SD AISBa, Ustaz Randi Patajangan. Dalam pidatonya, ustaz Randi—sapaan akrabnya—menekankan siswa untuk menggunakan bahasa internasional: Arab dan Inggris. “Di sekolah kita punya dua bahasa Internasional. Arab dan Inggris. Kami harap seluruh siswa untuk selalu mempraktikkannya,” pesannya. Tak hanya siswa yang diminta untuk selalu bercakap-cakap dengan bahasa asing itu, kepala sekolah asal Sulawesi Selatan ini juga meminta agar para guru—khususnya guru bahasa Inggris dan Arab—untuk selalu menggunakannya dalam setiap komunikasi. “Bahasa Arab dan Inggris sangat penting sekali. Bekal jika anak-anakku sekalian ini melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Juga misalkan nanti jika ada yang mau umroh atau haji, bisa bercakap-cakap dengan bahasa Arab,” ujarnya.* AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


Aisyah Humairoh selama ini belum pernah ikut lomba pidato. Jangankan pidato, lomba yang lainnya saja tak pernah. Hanya sekali waktu TK dulu. Itu juga mewarnai. Meski begitu, bukan berarti Aisyah—sapaan akrabnya—takut ikut lomba. Buktinya, saat diminta sekolah untuk ikut lomba pidato di Pentas PAI tingkat SD Se-Kota Balikpapan akhir Juli lalu, dia langsung setuju. Menurut siswi kelahiran Balikpapan 2013 dia punya bakat berpidato dari sang Ayah. “Ayah saya selain bekerja di tambang juga seorang penceramah. Dia sering khutbah Jum’at. Kalau lebaran juga jadi khatib Idul Fitri atau Idul Adha,” ujarnya kepada An-Najah medio Agustus lalu. Setali tiga uang Ayahnya, siswi yang hafal 4 juz al-Qur’an ini merasa punya bakat pidato. Mungkin turunan dari ayahnya. Bakat itu dia rasa sejak usia tujuh tahun. Suka ngomong. Juga punya percaya diri yang tinggi jika diminta berbicara di depan publik. “Alhamdulillah, Aisyah sejak usia 7 tahun sudah berani berbicara di depan banyak orang,” katanya. Hal itu juga terbukti saat siswi kelas 5 SD AISBa ini diminta jadi salah satu pembawa acara Student Day tahun lalu bersama dua siswi SMP. Meski paling junior, tapi penampilannya tak kalah impresif. Bekal itu pula yang makin membuatnya percaya diri ikut lomba pidato. Aisyah lalu dilatih pidato oleh Ustaz Syaiful Anshor selama sepekan. Mulai dari penjiwaan isi teks, gesture, mimik, serta body language. Dia pun tak punya banyak kendala. Bisa mempraktikannya dengan sangat baik dan siap bertanding. Ada sekitar 27 peserta yang bertanding dan memperebutkan juara. Semua peserta tampil memukau. Pun juga Aisyah yang tampil impresif dan penuh percaya diri. Sang pengumuman lomba, Aisyah dinobatkan sebagai juara satu. “Alhamdulillah, Aisyah senang banget. Senang karena bisa juara dan dapat hadiah dari Mamah. Juga ditraktir makan Pizza oleh kaka,” ujarnya tersenyum bahagia.* Bakat SIAPA DIA Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 19


Membuat kaligrafi naskhi mungkin sudah biasa. Jenis kalighrafi ini lebih mengedepankan kepiawaian dalam menulis huruf-huruf hijaiyah dengan kaidah yang benar dan indah. Namun, tidak dengan kaligrafi kontemporer. Jenis kalighrafi ini harus mengombinasikan antara tulisan Arab dengan pemandangan. Karena itu, membuatnya tak mudah. Seseorang harus punya dua kemampuan sekaligus: menulis khat Arab dan pemandangan atau lukisan. Kaligrafi jenis inilah yang dilombakan pada Pentas PAI SD Se-Balikpapan Kota akhir Juli lalu di SD Patra Dharma 3. SD AISBa menunjuk Fathan Al-Zhafar, siswa kelas 6 untuk mengikuti cabang lomba ini. Meski tak pernah ikut lomba serupa, dia tetap optimis. “Saya suka saja menggambar dan menulis khat Arab,” ujar siswa kelahiran Makassar 2012 ini kepada An-Najah medio Agustus lalu di ruang kelasnya di lantai dasar gedung AISBa di bilangan Beler, Balikpapan Kota. Waktu latihan tak banyak. Hanya sekitar sepekan. Fathan pun tidak hanya berlatih di sekolah di bawah bimbingan Ustaz Rizki Akbar. Tapi juga di rumah bersama Ayah dan Bunda. Saat latihan, lukisan yang dibuat Fathan masih acak. Bahkan kadang negara. Suatu saat Fathan dapat inspirasi dari google saat membuka gadget Bundanya. Ada kaligrafi kontemporer juara nasional yang berisi pemandangan lautan. Indah sekali. Dia pun tertarik untuk membuka kaligrafi serupa. Saat lomba, Fathan membuat kaligrafi dengan kalimat Subhanallah—Mahasuci Allah—dengan background lukisan lautan saat senja. Tampak matahari sedang tenggelam dengan sinarnya yang kemerah-merahan di ufuk Barat. Sinar itu memantul indah di atas lautan. Adapun tulisan Subhanallah didesain dalam bentuk kapal yang tinggi dan besar. Kapal itu sedang berlayar mengarungi lautan yang dalam dan luas. Tak disangka, hasil kaligrafi Fathan ini dilirik dewan juri menjadi juara 1 lomba kalighrafi kontemporer mengalahkan para peserta lainnya. “Saya nggak menyangka juara 1. Soalnya lukisan saya tampak aneh. Tapi, Abi saya bilang, bagus ji (dengan logat Makassar-nya, red)” ujarnya sambil tersenyum bahagia.* Inspirasi dari Google 20 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


L embaga pendidikan AlImam Islamic School Balikpapan (AISBa) resmi membuka Pendaftaran Siswa Baru (PSB) untuk tahun ajaran baru 2024/2025 pada awal September 2023. Keputusan itu diambil setelah diadakannya rapat gabungan pada medio Agustus. Rapat yang diadakan secara online via aplikasi Zoom Cloud Meeting itu dihadiri oleh Yayasan Al-Imam Madinatul Iman (YAMI), Kepala SD dan SMP, Litbang, dan koordinator kurikulum, dan tim PSB SD dan SMP. Dari hasil rapat yang berjalan sekitar dua jam itu, diputuskan pendaftaran PSB dibuka awal September. “Insyaa-Allah, setelah melihat persiapan dan perencanaan sekolah kedepan, bismillah kick off PSB AISBa dimulai tanggal 1 September 2023 depan,” kata humas AISBa, Ustaz Syaiful Anshor. Kata ketua PSB ini, seperti arahan ketua YAMI, pada tahun ajaran baru depan AISBa tidak hanya membuka pendaftaran baru dan pindahan untuk jenjang SD dan SMP. Tapi juga untuk jenjang SMA. Pembangunan dan perizinan SMA sedang terus dikebut. “Insyaa-Allah, untuk perizinan SMA akan di-handle Ustaz Muflihin. Beliau juga yang akan jadi kepala sekolahnya,” ujar Ketua YAMI, Bapak H. Muhammad Utama Jaya. Adapun kurikulum SMA tidak jauh berbeda dengan SD dan SMP. Fokus pada tiga keunggulan: tahfidz alQur’an, bahasa Arab dan Inggris, serta sains dan matematika. Hanya saja, untuk SMA nanti akan lebih fokus pada persiapan masuk ke perguruan tinggi. “Harapannya, nanti para alumni SMA AISBa kita diterima di berbagai macam perguruan tinggi negeri terkemuka. Karena itu, SMA harus menyediakan konsep dan persiapan yang betul-betul ke arah sana,” Bunda Megawati menambahkan. Seperti pada PSB tahun sebelumnya, pada kick off PSB tahun ini juga menyediakan cashback besar yang sangat sayang dilewatkan. Menurut Syaiful Anshor, cashback pertama diperuntukkan bagi 10 pendaftar pertama SD PSB AISBA Dibuka, Ada Cashback Jutaan Rupiah INFORMASI PSB Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 21


dan SMP sebesar Rp 5 juta. Sedangkan 10 pendaftar SMA sebesar Rp. 8.5 juta. “Kalau 10 pendaftar pertama di setiap jenjang baik SD, SMP, dan SMA sudah terpenuhi, maka cashback akan beralih ke gelombang selanjutnya,” tambahnya. Lebih lanjut, katanya lagi, untuk di sesi kedua setelah cashback pertama terpenuhi, maka besaran cashback selanjutnya—untuk semua jenjang—akan turun Rp 1 juta, yaitu SD dan SMP Rp 4 juta dan SMA Rp 7.5 juta. “Begitu seterusnya sama empat gelombang terpenuhi. Cashback turun di angka Rp 1 juta,” tuturnya. Karena itu, Ustaz Anshor—sapaan akrabnya—menyarankan agar para calon orangtua siswa yang akan mendaftarkan putra-putrinya di SD, SMP, maupun SMA AISBa agar segera memanfaatkan peluang cashback di gelombang pertama. “Alhamdulillah, ini sudah ada cukup banyak calon orangtua siswa yang bertanya-tanya kapan kick off PSB AISBa tahun ajaran baru dibuka. Jadi, siapa cepat dia dapat,” kata admin PSB SD AISBa, Ustazah Annisa. Tak hanya admin PSB SD, hal serupa juga disampaikan oleh admin PSB SMP AISBa, ustazah Dini Rahmawati. Karena itu, bagi calon orangtua siswa yang akan mendaftarkan, silahkan segera hubungi admin PSB AISBa. Untuk informasi dan registrasi SD di nomor layanan 082350932167 sedangkan SMP dan SMA di nomor 085705224140. “Insyaa-Allah, kita sudah ready melayani registrasi calon siswa baru,” ujar dua admin ini penuh semangat.* 22 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


PERJALANAN Tulisan ini masih lanjutan kisah perjalanan umroh Pimred An-Najah, Syaiful Anshor medio Januari lalu. Jika sebelumnya bercerita tentang perjalanan ke Jabal Rahmah, pada tulisan ke-6 kali ini, dia menulis canggih dan megahnya stasiun Haramain Express. Selain itu, dalam tulisan ini, guru bahasa Arab SD AISBa ini juga menulis peristiwa cukup menegangkan yang Shalawat di Atas Kereta Cepat terjadi di atas kereta cepat saat dalam perjalanan Mekkah ke Madinah. Nah, apa dan seperti apa peristiwa itu? Yuk, simak ulasannya untuk pembaca setia An-Najah.* *** Masa tinggal di Mekkah usai. Seluruh rangkaian ibadah umroh dan agenda lain—termasuk ziarah ke sejumlah tempat—telah selesai. Kini, Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 23


para jemaah umroh Samara Amanah Travel harus berpindah ke tempat selanjutnya: Kota Madinah. Sejujurnya masih berat meninggalkan tanah haram yang menyimpan berjuta keberkahan. Masih ingin berlama-lama tinggal dan beribadah di dalamnya: menghirup udara, menjejak setiap jengkal Masjidil Haram, dan berdoa di depan Ka’bah. Ada dua moda transportasi biasa digunakan para peziarah ke kota Nabi: bus atau Haramain High Speed Railway (HHSR) alias Haramain Express. Jika naik bus, ongkosnya lebih murah. Hanya saja, lebih lama. Bisa memakan waktu 6-7 jam. Sedangkan Haramain Express atau kereta cepat hanya sekitar dua jam. Kami sampai di stasiun Haramain Express jelang maghrib. Para jemaah tidak banyak membawa barang. Hanya yang diperlukan saja. Koper-koper berisi pakaian lebih dulu dibawa dengan bus ke Madinah. Jadi, kami lebih leluasa melakukan perjalanan. Dilihat dari luar, stasiun ini tampak megah dan mewah. Tak seperti bentuk stasiun pada umumnya. Sekilas lebih mirip bandara. Bentuknya unik dengan ukuran yang besar. Bagian atapnya juga unik. Beberapa sudut ujungnya mengerucut. Lancip. Apalagi, saat masuk ke dalam. Kami disambut pemandangan indah. Stasiun ini didesain dengan arsitektural futuristik dan serba canggih. Ornamen atasnya skylight. Memancarkan kemilau cahaya lampu eksotik yang memanjakan setiap mata yang melihatnya. Ubinya pun tak kalah indah. Berasal dari bahan baku kelas satu dunia. Itu tak mengherankan karena kereta cepat ini salah satu proyek raksasa Arab Saudi. Nilai proyeknya pun fantastis: US$6,7 miliar atau sekitar Rp100 triliun. Proyek ini diresmikan oleh Putra Mahkota Mohammad Bin Salman. Karena cepat dan mewah, moda transportasi ini jadi andalan para peziarah—khususnya bagi yang punya banyak uang—untuk bepergian, baik dari Mekkah ke Madinah atau sebaliknya. Kami duduk di ruang tunggu. Tampak banyak kursi kosong. Jadi leluasa duduk. Hawa di ruangan ini sangat dingin. Saya melepas lelah sambil menekuri setiap sudut stasiun yang indah. Suasana di stasiun sepi. Tak banyak calon penumpang duduk menunggu. Hanya rombongan kami yang bergerombol. Sisanya hanya satu dua orang saja yang tampak di selasar ruang tunggu stasiun. Kebanyakan warga lokal. Terlihat dari wajah dan pakaiannya. Tak terasa, waktu shalat maghrib tiba. Tak sulit shalat di sini. Ada mushola. Jaraknya cukup dekat. Tinggal melangkah beberapa meter. Musholanya juga tak kalah indah. Desain arsitekturualnya juga bagus sekali. Begitu juga tempat wudhunya. Nyaman sekali. Saat saya masuk masjid, ternyata shalat maghrib telah selesai. Tinggal PERJALANAN 24 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


“Masyaa-Allah. Saya baru saja ngimami orang-orang Arab yang berjubah dan berjenggot tebal. Kalau tahu sebelumnya bisa grogi nih,” kata saya dalam hati. Bentuk Haramain Express Jam keberangkatan tidak lama lagi. Rombongan bersiap-siap check in dan turun ke tempat kedatangan Haramain Express di bagian bawah. Kami tidak perlu repot-repot menyiapkan tiket. Semuanya telah disiapkan pihak travel dan dibawa oleh muthowif, Ustaz Abdul Rozak. Saat check in juga tak perlu waktu panjang. Tak ada antrian. Hanya rombongan kami dan beberapa penumpang lain. Para petugas di stasiun ini tidak hanya laki-laki. Tampak juga perempuan. Termasuk juga petugas yang berjaga di tempat beberapa orang yang berdiri menunggu shalat, termasuk beberapa jemaah travel umroh yang saya ikuti. Tak ada orang yang mau maju ke depan jadi imam. Saling tunggu. Karena tak ada yang mau maju, saya lalu diminta jadi imam shalat. “Ayo, Mas Syaiful. Maju. Jadi imam,” kata salah satu jemaah umroh. Saya pun maju dan jadi imam. Ini pengalaman pertama jadi imam shalat di stasiun Haramain Express. Jemaahnya tidak hanya orang Indonesia. Tapi, juga warga lokal. Saya baca surah pendek juz 30. Tak panjang. Sebab, habis itu, saya harus shalat jama’. Setelah salam, saya tengok ke belakang. Ternyata, jemaahnya sudah bertambah banyak. Tak sedikit jemaah warga lokal yang berjubah dan berjenggot tebal. Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 25


check in. Semuanya berjilbab dan berpakaian rapi. Saya penasaran bentuk kereta cepat. Maklum, selama ini belum pernah melihat langsung apalagi naik. Pasti rasanya berbeda. Dulu, sekitar tahun 2000-an pernah naik kereta api Jakarta – Surabaya. Kondisinya belum sebagus sekarang. Masih ada penjual aneka kudapan, kacang goreng, manisan, dan bahkan penumpang yang bawa ayam. Saat tidur nyenyak tiba-tiba terbangun, “Kacang goreng, kacang goreng.” Atau penjual lain yang tiba-tiba datang dan teriak, “Remotttt….Remooottt!” Nah, pasti Haramain Express lebih bagus dan nyaman dari itu. Masyaa-Allah, jadi makin penasaran. Tak sabar lagi ingin melihatnya. Rasa penasaran itu terobati beberapa menit kemudian saat Haramain Express datang. Nguuunnngggg! Suaranya mendengung cukup keras. Tampak cahaya yang terus mendekat di ujung sana dari balik kegelapan. Suara dengungnya makin keras. Saya dan beberapa jemaah berdiri tak jauh di pinggir rel sambil melongokkan kepala ke arah sumber cahaya dari kereta cepat. Penasaran. Beberapa orang sibuk memvideokan kedatangan. Termasuk saya. Akhirnya, Haramain Express yang ditungu muncul. Makin pelan dan berhenti di depan kami. Kepalanya unik. Bagian depannya kecil. Sedangkan tubuhnya mengular panjang dan besar. Bergerbong-gerbong. Dindingnya bercat putih. Tampak gagah dan mewah. Kami lalu masuk dan mencari gerbong sesuai tiket. Jemaah umroh ada PERJALANAN 26 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


yang duduk berdekatan dan satu gerbong. Namun, ada juga yang berbeda gerbong dan berjauhan. Setelah berjalan dan melewati beberapa gerbong, akhirnya kami dapat kursi dan gerbong sesuai tiket. Hanya saja, sebagian kursi di gerbong itu telah diduduki oleh penumpang lain. Dari pakaiannya sepintas mereka seperti orang Timur Tengah atau mungkin warga lokal. Namun, lebih tepatnya dari mana, kami tak tahu persis. Yang jelas, penumpang laki-laki berjubah putih dan perempuannya bergamis panjang hitam. Ada yang bercadar dan tidak. Sholluu ‘Alan Nabiy Tempat duduk saya dekat pintu masuk gerbong. Ada sekitar dua perempuan duduk di sana. Saya memintanya berpindah dengan bahasa Arab sekenanya sambil memperlihatkan tiket kepada mereka, “Lau samahtum an tantaqilaa min huna. Haza makani kamal maktub fi haazihil tazkirah.” Namun, keduanya tak langsung pindah. Butuh beberapa menit untuk membujuk mereka hingga akhirnya pindah. Saya lalu meletakkan barang dan beristirahat. Tak hanya tempat duduk saya yang diduduki oleh penumpang lain. Kursi jemaah lain ternyata juga bernasib sama. Tempatnya di bagian tengah gerbong. Mereka laki-laki. Bergerombol dan banyak. Tak mau pindah. Meski sudah diminta berkali-kali oleh salah satu jemaah, mereka tetap saja tak mau pindah. Karena lama diminta dan tak juga pindah, salah satu jemaah sempat tak sabar dan tersulut emosi. Dengan berbahasa Inggris dia berkata, “Please, go! Go! This is our chair.” Sambil menunjukkan selembar tiket kepada mereka. Karena tak terima diminta pindah dengan nada agak tinggi, mungkin tersinggung, mereka justru emosi dan balik marah. Saya mendengar mereka marah dan tak terima diperlakukan seperti itu dengan berbahasa Arab. Waktu itu, sang muthowif, Ustaz Abdul Rozak kebetulan sedang berada di gerbong lain. Karena dianggap saya bisa berbahasa Arab, salah satu jemaah lalu memanggil saya untuk meminta mereka pindah. “Mas Syaiful tolong sini bantu,” pintanya. Saya berjalan ke arah mereka dengan perasaan bingung. Sebab, mereka dalam keadaan sama-sama emosi. Sebenarnya yang salah adalah penumpang yang duduk di kursi jemaah umroh itu yang tak mau pindah. Mereka juga tahu kalau kursi itu bukan tempat mereka. Saya ingat satu adegan dalam novel “Ayat-Ayat Cinta” yang ditulis oleh Habiburrahman El-Shirazy. Dalam novel best-seller itu, ada adegan di mana suatu saat Fahri—aktor utama novel—menghadapi orang Mesir yang sedang emosi. Fahri lalu mengajaknya mengucapkan shalawat, “Shollu ‘Alan Nabiy.” Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 27


Manjur. Setelah itu, orang-orang Mesir yang sedang emosi terdiam dan mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Saat sampai di kursi mereka, saya pun mempraktikannya, “Shollu ‘alan nabiy!...Shollu ‘alan Nabiy! Benar. Mereka juga terdiam dan mengucapkan shalawat. Terlebih orang Arab yang duduk di kursi jemaah umroh. Saya lalu meminta mereka segera pindah. Itu bukan tempat duduk mereka dan penumpang lain sejak tadi menunggu untuk duduk. “Lau samahtum an tantiquluu alan. Hazal makan lahum kamal maktubah fil tazkirah, laisa lakum,” kata saya dengan bahasa Arab sekenanya. Alhamdulillah, akhirnya mereka mau pindah. Para jemaah yang sejak tadi berdiri dan bersitegang dengan mereka bisa duduk. Lega. Haramain Express berjalan. Tak terdengar suara seperti kebanyakan kereta api di Indonesia. Suaranya mulus. Halus. Seperti duduk di kursi di dalam rumah. Karena malam hari, tak terlihat pemandangan di luar sana. Hanya sesekali kelebat cahaya dari pemukiman warga yang kadang dilewati. Hawa dingin kian menjalari tubuh. Dingin sekali.* PERJALANAN 28 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


Solusi Anak yang Punya Circle Buruk Pengasuh rubrik Konsultasi Psikologi yang terhomat. Saya seorang Ibu dengan satu orang anak. Pada rubrik ini saya ingin bertanya cara menanggapi anak kita yang bercerita tentang teman-temannya yang kadang berperilaku buruk atau negatif. Bagaimana pula cara menyampaikan kepada anak bahwa memilih teman atau circle yang baik itu sangat penting karena berpengaruh banyak hal pada diri anak. Sebab, orangtua tak bisa mengontrol 24 jam anak kita berteman dengan siapa di luar rumah. Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua jika anak kita diperlakukan tidak baik oleh teman. Apakah harus berdamai dengan diri sendiri? Atas jawabannya kami ucapkan Jazaakillah khair. Rubrik Konsultasi Psikologi ini diasuh oleh Bunda Nugraheni Ariati, M.Psi. Beliau psikolog di Biro Psikologi Karakter Bina Insani (KBI) dan Quadra Sinergi Consulting. Yulfani Dwi Astuti | orangtua siswa SD AISBa KONSULTASI PISIKOLOGI Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 29


KONSULTASI PISIKOLOGI Pertemanan bagi anak—terutama yang mulai memasuki usia sekolah—menjadi fokus perhatian yang penting bagi dirinya, sehingga berbagai cara dilakukan anak untuk bisa diterima oleh teman sebayanya. Terlibat dalam kelompok pertemanan (Peer Group) juga termasuk pencapaian yang diharapkan oleh anak. Ketika ada penolakan dari lingkungan, akan mempengaruhi konsep diri dan kepercayaan dirinya. Pergaulan anak memang sangat berpengaruh dengan kebiasaan anak. Kebiasaan yang baik bisa berubah ketika anak berada di lingkungan pertemanan yang buruk Adapun beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak dari pertemanan yang buruk: 1. Minta anak untuk mengenalkan teman-temannya Dengan mengenal, orang tua tidak hanya memberikan penilaian berdasarkan cerita anak saja. Namun juga bisa untuk mengenali kondisi teman-teman anak, termasuk maksud dari perilaku yang ditunjukkan oleh teman-temannya dalam interaksi sehari-hari 2. Jadilah pendengar cerita anak dan teman diskusi yang menyenangkan Yang dibutuhkan oleh anak adalah penerimaan dan perasaan dicintai. Ketika anak mendapatkan hal tersebut dari rumah, anak tidak akan sibuk mencari penerimaan dan rasa dicintai dari luar rumah, dalam hal ini dari teman sebayanya. Salah satu cara agar anak merasa diterima adalah ketika ceritanya didengar, dihargai dan tidak disalahkan terus menerus. Bukan berarti kita tidak boleh meluruskan kesalahan, namun dengarkanlah dahulu cerita anak secara utuh maka ia akan nyaman berada di rumah. 3. Tentunya selalu mohon kepada Allah Ta’ala untuk memberikan penjagaan terbaik-Nya untuk ananda. Namun, ketika anak-anak sudah terpapar dengan pertemanan yang buruk dan anak mau bercerita, artinya menjadi salah satu indikator yang positif, anak percaya dengan orang tuanya. Adapun cara menanggapinya adalah dengan berdiskusi. Lebih banyak bertanya dibandingkan menasihati satu arah. Misalnya, bertanya tentang apa yang sebaiknya anak tiru dan tidak dari perilaku buruk yang temannya lakukan? Menurut kamu, apa yang perlu kamu lakukan agar tidak meniru perilaku buruknya?, dll. Dengan bertanya, kemampuan olah pikir anak juga terasah dan akan lebih mudah nilai-nilai terinternalisasi dalam memorinya. Sebagai orang tua, kita yang akan merangkum hasil pemikiran anak dengan mengaitkannya pada dasar-dasar nilai yang diyakini, baik secara norma agama maupun sosial. Hal ini juga dapat dilakukan untuk mengajak anak terbuka wawasannya dalam memilih lingkar pertemanan, yaitu dengan berdiskusi dan bertanya sehingga anak tidak merasa dipaksa atau terlalu diatur. Tujuannya sama agar anak dapat memilih pertemanan yang baik, namun strategi pendekatannya akan lebih nyaman bagi anak Ketika dilakukan dengan diskusi dan bertanya. Misalnya, “Menurut kakak, apa ya kak yang akan terjadi 30 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


Ketika kita berteman dengan teman yang sering melakukan perilaku buruk?” kemudian pertanyaan sebaliknya. Lalu tanyakan juga “jadi menurut kakak untuk bisa mendapatkan pertemanan yang baik, apa saja ya kak yang bisa dilakukan?”. Orang tua akan merangkum hasil diskusi dan mengaitkan dengan nilai-nilai. Seperti, mengaitkan dengan Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang perumpamaan berteman dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Yakinkan anak, bahwa kita akan selalu ada untuknya, termasuk ketika ia dijauhi dari pertemanan yang dirasa buruk namun ia ingin berada di lingkungan tersebut. Ketika anak mendapatkan perlakuan tidak baik, ajarkan anak untuk “speak up”. Salah satu cara memutus mata rantai perlakuan buruk di lingkungan adalah ketika korban berani untuk menyatakan ketidaknyamanannya terkait perlakuan pelaku. Ajarkan anak untuk berkomunikasi asertif, menyampaikan perasaan atau pemikiriannya secara apa adanya namun tidak menyakiti orang lain. Anak perlu diajarkan defense atau pertahanan diri, bukan untuk menyerang secara fisik tetapi untuk berani menjaga dirinya. Jika anak sudah berani untuk “speak up” di depan pelaku, namun masih mendapatkan perilaku buruk maka perlu segera mencari bantuan orang lain yang memiliki otoritas di lingkungannya saat itu, misalnya saat di sekolah menyampaikan dengan guru. Terlebih dahulu anak kita ajarkan untuk mengatasinya sendiri dengan keterampilan asertif yang sudah diajarkan. Namun jika tidak berhasil, anak bisa meminta bantuan otoritas. Mengajarkan anak memiliki keterampilan asertif bisa dengan metode role playing (bermain peran sesuai keterampilan yang ingin dilatih) di rumah. Berdamai dengan diri dan memaafkan adalah nilai kebaikan yang dapat dikuatkan pada anak, namun untuk tindakan yang tidak baik perlu memutus mata rantai dengan ada yang berani berbicara.* Keterangan: Untuk konsultasi psikologi, penulis bisa dihubungi di kantor Biro Psikologi Karakter Bina Insani dengan alamat: Jl. Mayjend Sutoyo No. 99 RT.48 (Belakang SMK Pangeran Antasari), Klandasan Ilir Balikpapan (Telpon : +62 813 5277 7270) Atau di Quadra Sinergi Consulting dengan alamat Taman Sari Bukit Mutiara (WIKA) cluster Borneo Hills BR 6 No.13, Balikpapan (Telpon : +62 811 4443 000) Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 31


Ustaz Sumarsono sekitar tahun lalu berkunjung ke SD AISBa di bilangan Beler, kawasan Bukit Cinta Damai, Balikpapan Kota. Ini adalah kunjungan pertama pengawas guru PAI Kemenag ke SD AISBa setelah sekolah pindah ke tempat ini dari gedung lama di kompleks Masjid Namirah, Balikpapan Selatan. Karena baru pertama kali, pengawas senior asal Jawa ini sempat kaget. Jalan menuju sekolah ternyata memacu adrenalin. Menurun tajam. Dia pun harus menekan rem kuat-kuat. Tak hanya itu, katanya lagi, dilihat dari jauh, gedung baru AISBa yang terdiri empat lantai itu seperti terdapat di tengah lembah yang dikelilingi pepohonan rindang. “Gedung baru AISBa yang megah ini seperti terletak di bawah lembah. Tapi, Insyaa-Allah jadi lembah yang penuh berkah karena di dalamnya ada anak-anak yang belajar dan menghafal al-Qur’an,” ujarnya di kantor kepala SD AISBa di lantai dua. Ya. Letak gedung baru AISBa ini memang agak berbeda dari kawasan sebelumnya. Jalan menuju tempat ini ada yang mendaki, menurun, dan berbelok. Seperti kontur tanah kebanyakan di kota tercinta Balikpapan. Tapi, hikmahnya begitulah perjalanan menuntut ilmu: berliku dan penuh rintangan. Dan, semoga apa yang dikatakan Ustaz Sumarsono di atas terwujud. Kawasan pendidikan terpadu AISBa jadi tempat yang penuh berkah. Dari bawah langit yang biru itu, terlahir generasi Qur’ani yang Insyaa-Allah kedepan jadi pemimpin negeri ini. Syaiful Anshor* LEMBAH BERKAH 32 LENSA AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


Muhammad Razi hobi sekali mendengarkan ceramah. Ada dua ulama yang biasa didengarkan oleh siswa kelas 8 SMP AISBa yang akrab disa- pa Razi ini. Dua Ulama Idola Razi Satu ustaz asli asal Indonesia, Ustaz Adi Hidayat. Sedangkan yang kedua, mendiang almarhum Syeikh Ali Jaber, imam asal Madinah. “Saya biasa mendengarkan ceramah waktu pagi. Habis shalat shubuh saat menyiapkan perbekalan sekolah,” ujarnya kepada An-Najah medio Agustus lalu di lantai 3 gedung AISBa. Menurut siswa kelahiran kota Balikpapan 2010 ini, dua ulama itu punya ciri khas masing-masing saat berdakwah. Kalau ceramah ustaz Adi Hidayat atau biasa disebut UAH jelas, padat, dan penuh ilmu. Sementara, Ustaz Ali Jaber kalem, santai, tapi juga mengena. “Saya suka gaya dua-duanya. Saling melengkapi,” katanya lagi. Tak hanya gaya ceramah dua ulama terkenal ini. Tapi juga kedalaman ilmu, keikhlasan, dan semangatnya dalam mendakwahkan Islam kepada umat. Lebih-lebih lagi semangat almarhum Syeikh Ali Jaber. Beliau jauh-jauh hijrah dari kota Nabi ke Indonesia men-syiarkan Islam dan al-Qur’an. Padahal, jika mau, Syeikh Ali Jaber bisa tetap tinggal di Madinah. Hidup nyaman. Segala macam tersedia. Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 33


Tak perlu bersusah payah berdakwah ke sana kemari di tanah air. Menanggung beban dakwah yang berat. Namun, beliau tak mau melakukannya. Orang beriman harus jadi lentera alam. Menerangi umat di seluruh penjuru dunia. Sebagaimana dulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam yang mewakafkan hidupnya untuk berdakwah. Juri Hafidz Indonesia itu pun akhirnya menghembuskan napas terakhir di medan dakwah beberapa tahun silam. Nah, semangat itulah yang menginspirasi Razi untuk jadi ulama. “Saya ingin jadi ulama yang mendunia. Tidak saja di Indonesia. Tapi juga ke berbagai negara lain,” katanya berharap. Apa yang dicita-citakan Razi bukan isapan jempol belaka. Sejak duduk di bangku SD AISBa, dia telah menyiapkan bekal terbaik. Menghafal al-Qur’an, belajar agama dengan baik, khususnya mendalami bahasa Arab. Tentu juga pelajaran umum lainnya. Meski tidak belajar di pesantren, namun semua itu dia dapatkan baik di SD maupun SMP AISBa. Siswa berbadan tinggi besar ini alumni SD AISBa dua tahun silam. Di sekolah Islam berbasis tahfidz al-Qur’an ini juga telah menghafal al-Qur’an, belajar berbagai macam pelajaran agama dan bahasa Arab. “Alhamdulillah, saya sekarang sudah punya hafalan al-Qur’an sebanyak 7 juz dan sebentar lagi masuk 8 juz,” katanya. Bukan hanya jumlah hafalan alQur’an yang cukup banyak. Kualitas bacaanya juga bagus. Makhraj dan tajwid-nya tidak diragukan lagi. Kekuatan hafalannya juga tergolong mutqin. Bagusnya hafalan Razi tidak terlepas dari usahannya yang selalu me-murajaah. Dia punya jadwal hafalan dan murajaah khusus. “Biasanya saya nambah hafalan habis magrib sampai ke isya. Kalau ba’da shubuh saya gunakan untuk murajaah. Soalnya suasana masih segar. Otak masih fresh,” tuturnya. Selain punya hafalan al-Qur’an yang bagus, siswa berdarah Sulawesi Selatan ini juga fasih dan lancar berbahasa Arab. Kalau berbicara bahasa Arab cas-cis-cus. Mirip orang Arab. Itu kenapa, Razi selama ini acapkali diutus untuk ikut lomba—baik online atau offline— yang berbahasa Arab: sharhil Qur’an maupun pidato. Kemampuan Razi dalam bahasa Arab yang bagus itu selain karena hobinya pada bahasa alQur’an, juga karena lingkungan sekolah yang mendukung. Pelajaran bahasa Arab di SD dan SMP cukup banyak. Juga guru-gurunya yang spesialis bahasa Arab. Bahkan, di bangku SMP ini salah satu gurunya asli Pakistan. Namanya, Ustaz Abdul Hannan. Dia pun belajar bahasa Arab banyak darinya. Apalagi kalau mengajar, ustaz berjenggot tebal dan berbadan tinggi besar layaknya orang Arab itu selalu menggunakan dua bahasa: Arab dan Inggris. Jadi, dia terbiasa mendengarkan dan bercakap-cakap dengan bahasa Arab. “Iya, senang senang belajar bahasa Arab dengan Ustaz Abdul Hannan. Dia selalu berbicara dengan bahasa Arab,” jelasnya. Juara Pidato Tak hanya punya kemampuan tahfidz, bahasa Arab, dan ilmu agama bagus, Razi ternyata juga punya kemampuan berpidato cukup andal. Buktinya, belum lama ini, Razi meraih juara 2 lomba Pentas PAI tingkat SMP 34 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023


Se-Kota Balikpapan awal Agustus lalu. Untuk mengikuti ajang lomba itu, Razi punya waktu sekitar sepekan untuk menyiapkan dan berlatih. Dari menghafal teks hingga latihan pidato. Judul pidato yang berlangsung selama sekitar tujuh menit itu, “Tiga Adab Berbakti kepada Orangtua.” Perlombaan pidato yang diikutinya cukup ketat. Ada 80 peserta. Semuanya bagus. Tampil memukau. Utusan terbaik sekolah masing-masing. Meski begitu, Razi tak mau menyerah begitu saja. Dia berusaha tampil sebaik mungkin. Alhamdulillah, setelah berusaha tampil pidato sebaik mungkin, dia berhasil meraih juara 2 pidato. “Ngg a k nyangka bisa juara 2. Senang. Alhamdulillah. Apalagi, informasi yang saya dapat nilai dengan juara 1 hanya berbeda dua angka saja, “ terangnya. Capaian prestasi dalam ajang pidato itu membuat Razi kian bersemangat meraih cita-citanya sebagai ulama kaliber dunia. Menurutnya, kemampuan berpidato itu jadi bekal dakwah di masa depan seperti dua ulama besar inspiratifnya: Syeikh Ali Jaber dan Ustaz Adi Hidayat, Lc. “Iya. Setidaknya prestasi ini jadi salah satu motivasi dan bekal untuk meraih cita-cita itu,” ucapnya. Terakhir, lanjut Razi, usai lulus SMP dia akan masuk SMA AISBa. Kabarnya, tahun 2024 depan sudah buka SMA. Dia akan tetap belajar di sekolah ini sambil menguatkan bahasa Arab, ilmu agama, dan menambah hafalannya. Baru setelah tamat SMA, dia berencana melanjutkan ke Universitas Islam Madinah (UIM) Arab Saudi. “Insyaa-Allah. Saya maunya nanti kuliah ke UIM, Madinah. Mengambil ilmu dari sumbernya langsung. Semoga dimudahkan dan diridhai Allah Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 35


Hai, teman-teman AISBa yang shalih dan shalihah. Pada edisi September kali ini, rubrik Komik menurunkan karya Aisyah El-Rubi Alexandria, siswi kelas 4 Pi SD AISBa. Siswi yang hobi menggambar dan mewarnai ini membuat komik dengan judul unik, lho, “Murid Baru yang Pintar.” Tidak hanya pintar, Citra—sang murid baru yang juga tokoh dalam komik itu—sosok yang baik hati. Citra berteman akrab dengan sahabat baru di kelasnya, Putri. Saat pulang sekolah, Putri mengantar temannya pulang ke rumah. Ohya, teman. Pelajaran yang dapat kita petik dari komik ini, ternyata kita tidak cukup sekadar menjadi siswa pintar, tapi juga harus baik kepada teman. Sebab, pintar saja tak cukup. Tapi juga harus baik. Setuju, bukan?* Murid Baru yang Pintar 36 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023 KOMIK


Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 37


Hai, teman-teman AISBa yang shalih-shalihah. Semoga tetap semangat dalam belajar dan meraih cita-cita. Naura Nadhifa Jaya kali ini membuat komik dari kisah pengalamannya meraih medali emas dalam ajang lomba panahan Piala Gubernur, Kalimantan Timur dan Piala Bepeka Archery Indonesia 2023 di Samarinda waktu lalu. Itu adalah pengalaman perdana siswi kelas 6 SD AISBa. Ikut lomba panahan tingkat provinsi. Pesaingnya banyak dan punya skill yang baus. Awalnya dia ikut sekadar menguji kemampuan dan mental. Alhamdulillah, akhirnya meraih medali emas. Tak disangka. Siswi kalem dan berbadan tinggi ini pun senang. Nah, pesan dari komik ini mengajak teman-teman AISBa untuk jangan pernah takut mencoba sesuatu hal baru. Apalagi, sebuah kebaikan dan prestasi. Sebab, dari mencoba itulah kita akan tahu kemampuan dan hasilnya. Kalau takut mencoba, maka kita tak akan pernah tahu.* Medali Emas Panahan 38 AN-NAJAH | Shafar 1445/September 2023 KOMIK


Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 39


Shafar 1445/September 2023 | AN-NAJAH 37


Click to View FlipBook Version