LATAR BELAKANG
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan tata kelola
keuangan negara yang berkualitas dan bermanfaat, BPK Perwakilan Provinsi Riau
memegang teguh Nilai-Nilai Dasar BPK yaitu Independensi, Integritas dan
Profesionalisme (IIP). Nilai-nilai tersebut digunakan dalam melaksanakan tugas dan
tanggungjawab BPK, dimana penjabaran dari nilai-nilai adalah sebagai berikut:
Independensi
Nilai independensi selalu dijunjung tinggi dalam pelaksanaan setiap tugas dan
tanggungjawab, baik secara kelembagaan, organisasi, maupun individu. Dalam
melaksanakan setiap penugasan pemeriksaan bebas dalam sikap mental dan
penampilan dari gangguan pribadi, ekstern, dan/atau organisasi yang dapat
mempengaruhi independensi.
Integritas
Nilai integritas dibangun dengan mengedepankan sikap yang jujur, objektif,
dan tegas dalam menerapkan prinsip, nilai, dan keputusan.
Profesionalisme
Nilai profesionalisme dikembangkan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian,
ketelitian, dan kecermatan, serta berpedoman kepada standar yang berlaku.
Nilai-nilai tersebut diwujudkan dengan budaya kerja LANCANG KUNING yaitu
Andalan, Canggih, Tekun Beribadah dan Berdaya Saing. Nilai budaya kerja yang berasal
dari kearifan budaya lokal. Budaya kerja tersebut merupakan turunan dari nilai-nilai
dasar BPK yang saling berjalan selaras. Penjabaran dari budaya kerja Lancang Kuning
adalah sebagai berikut:
AndaLAN
Selalu siap melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan dengan penuh
rasa tanggungjawab.
CANGgih adalah senantiasa meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan perkembangan zaman.
Menggesa Menuju WBBM 1
TeKUN Beribadah adalah konsisten menjalankan ibadah sesuai nilai-nilai
ajaran agama masing-masing.
Berdaya saING adalah mampu melaksanakan tugas yang berkualitas tinggi
sesuai dengan harapan pemangku kepentingan.
Budaya kerja Lancang Kuning didukung dengan standar pelayanan 4S yang
diterapkan di BPK Riau yaitu Salam, Senyum, Sapa, dan Sigap. Pelayanan 4S tersebut
mutlak dilakukan oleh seluruh pegawai BPK Riau dalam melakukan pekerjaan sehari-
hari.
Konsep berpikir pembangunan zona integritas di BPK Riau adalah:
Sun Project
Berawal dari motto "you are prestigious asset" dimana pegawai menjadi sebuah
aset yang sangat berharga dalam suatu organisasi, maka dibuatlah “sun
project”. Sun Project adalah suatu inovasi dalam pengelolaan Sumber Daya
Manusia untuk meningkatkan nilai seorang pegawai seperti matahari yang
bersinar. BPK Riau yakin dengan memberikan fasilitas dan layanan yang
dibutuhkan pegawai (termasuk fasilitas untuk meningkatkan kemampuan
bekerja), akan melahirkan pegawai yang healthy, happiness and productive
guna mencapai tujuan pengelolaan keuangan negara yang berkualitas.
BPK For Everyone
“BPK for everyone” merupakan inisiatif kreatif BPK Riau untuk mengetahui
penilaian serta harapan masyarakat terhadap BPK. Kegiatan ini juga bertujuan
untuk mengenalkan tugas dan kewenangan BPK serta mengedukasi masyarakat
luas terkait pengelolaan keuangan negara/daerah.
We Are Here To Serve You
“We are here to serve you” adalah bentuk pelayanan prima BPK Riau terhadap
stakeholder dalam rangka permintaan data dan informasi, konsultasi aparat
penegak hukum baik terkait pemeriksaan maupun non pemeriksaan. Pelayanan
yang diberikan oleh BPK Riau dimulai dari pintu masuk dengan menggunakan
standar pelayanan 4S (Salam, Senyum, Sapa dan Sigap).
Menggesa Menuju WBBM 2
Dalam memperbaiki dan mengembangkan pelayanan publik, BPK Riau telah
melakukan identifikasi risiko yang terdiri dari risiko kepatuhan, risiko hukum, risiko
dan risiko operasional. Risiko yang terindentifikasi
reputasi, risiko kecurangan (fraud)
telah dimitigasi dengan cara menguatkan sistem pengendalian internal (SPI),
menerbitkan peraturan-peraturan, standar, juklak dan juknis, melakukan sosialisasi
terkait ketentuan, budaya kerja dan Nilai-Nilai Dasar BPK dengan memanfaatkan media
sosial seperti Whatsapp (WA) Group. Selain dengan perangkat peraturan-peraturan,
BPK Riau dengan semangat Budaya Kerja Lancang Kuning dengan tujuan memudahkan
mitigasi risiko telah membuat inovasi-inovasi.
INOVASI SEBAGAI ALAT
PENDUKUNG UNTUK MENCAPAI VISI DAN MISI BPK
TAHUN 2020 – 2024
BPK Riau di dalam membangun Zona Integritas menyelaraskan Konsep Berpikir
Pembangunan Zona Integritas BPK Riau dengan Rencana Strategis (Renstra) BPK 2020–
2024, yang menetapkan visi “Menjadi Lembaga Pemeriksa Tepercaya yang Berperan
Aktif dalam Mewujudkan Tata Kelola Keuangan Negara yang Berkualitas dan
Bermanfaat untuk Mencapai Tujuan Negara”.
Dalam rangka mencapai visi tersebut, BPK menetapkan tiga misi sebagai
berikut:
1. Memeriksa tata kelola dan tanggung jawab keuangan negara untuk
memberikan rekomendasi, pendapat, dan pertimbangan.
2. Mendorong pencegahan korupsi dan percepatan penyelesaian ganti kerugian
negara.
3. Melaksanakan tata kelola organisasi yang transparan dan berkesinambungan
agar menjadi teladan bagi institusi lainnya.
Menggesa Menuju WBBM 3
Tujuan dari Renstra BPK adalah “Meningkatnya Tata Kelola Keuangan Negara
yang Berkualitas dan Bermanfaat.” BPK Riau sebagai satuan kerja BPK Perwakilan
menerjemahkan Renstra BPK 2020–2024 ke dalam Renstra BPK Riau 2020–2024
dengan visi, misi serta tujuan yang sama.
Dalam rangka mendukung pencapaian Visi dan Misi BPK 2020 – 2024, BPK Riau
telah membuat inovasi - inovasi, antara lain sebagai berikut:
1. Inovasi yang dibuat untuk mendukung misi memeriksa tata kelola dan tanggung
jawab keuangan negara untuk memberikan rekomendasi, pendapat, dan
pertimbangan dan misi mendorong pencegahan korupsi dan percepatan
penyelesaian ganti kerugian negara.
a. Inovasi Komulatif, yaitu komunikasi secara jelas dan efektif kepada entitas yang
diperiksa, berkaitan dengan sifat, lingkup pengujian, pelaporan yang
direncanakan, dan tingkat keyakinan kepada manajemen entitas yang diperiksa,
mulai dari tahap perencanaan, proses pemeriksaan, sampai dengan penyusunan
rekomendasi
b. Pengaduan Online lewat WA, yaitu salah satu media pengaduan melalui aplikasi
Whatsapp perwakilan yang mudah diakses oleh masyarakat
c. Koordinasi Aparat Penegak Hukum (APH) Online, yaitu koordinasi dengan APH
terkait pekerjaan yang dilakukan secara online melalui aplikasi zoom meeting
yang mana bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja
d. Google Form Benturan Kepentingan, yaitu media yang digunakan untuk
mengidentifikasi benturan kepentingan pegawai BPK Riau dengan entitas yang
diperiksa melalui aplikasi google form untuk melakukan survei
e. Edukasi Keuangan Negara, yaitu kegiatan layanan terkait pemberian edukasi
kepada siswa sekolah, mahasiswa, LSM, dan masyarakat terkait dengan
pengelolaan keuangan negara dan fungsi/tugas serta kewenangan BPK
f. Pengoptimalan database penugasan digunakan sebagai pertimbangan
penyusunan tim pemeriksa
g. Sosialisasi dalam rangka penyampaian informasi Whistleblower System (WBS)
melalui media online
Menggesa Menuju WBBM 4
h. MoU Hotel yaitu Perjanjian Kerjasama BPK Riau dengan pihak hotel dalam
penyajian akomodasi hotel kepada pemeriksa dimana pembayaran jasa hotel
ditransfer langsung ke rekening pihak hotel
i. Aplikasi Amanah, yaitu aplikasi pelayanan tamu berbasis website yang dihadirkan
BPK Riau untuk mempermudah akses dan monitoring penerimaan tamu
2. Inovasi yang dibuat untuk mendukung misi melaksanakan tata kelola organisasi
yang transparan dan berkesinambungan agar menjadi teladan bagi institusi
lainnya adalah sebagai berikut:
a. Memastikan standarisasi alur proses (SOP), yaitu memastikan untuk semua
kegiatan yang dilakukan di BPK Riau sudah ada aturan yang mengatur dengan
jelas dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku
b. Monitoring SPJ bagi pemeriksa melalui link google spreadsheet yaitu
Pemantauan pertanggungjawaban perjalanan dinas pemeriksa melalui media
google spreadsheet
c. Aplikasi Sipekon (Sistem Pemeliharaan Kendaraan Operasional) yaitu aplikasi
pemeliharaan kendaraan operasional yang dilakukan melalui aplikasi google
sheet sehingga lebih mudah dalam melakukan update dan monitoring data
d. Aplikasi Pipa (Pinjam Pakai) atas kendaraan dinas dan Ruang Publik BPK Riau
yaitu aplikasi yang memanfaatkan teknologi informasi untuk kebutuhan Pinjam
Pakai (PIPA) seperti kendaraan dinas roda empat, ruang rapat, ruang auditorium
serta ruang-ruang lainnya di BPK Perwakilan Provinsi Riau
e. Aplikasi usulan diklat secara online (Soleram) yaitu aplikasi pengajuan dan
monitoring diklat yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan portal
BPK Riau pada Subbagian SDM
f. Pengingat presensi yaitu pemberitahuan kepada pegawai untuk melakukan
presensi setiap hari kerja menggunakan media Whatsapp
g. Pemberian reward and punishment dilakukan untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia di BPK Riau menuju lebih baik
h. Smart ASN dan Whole of Government (WOG) pertanggungjawaban perjalanan
dinas pada BPK RIAU yaitu penyeragaman format pengajuan
Menggesa Menuju WBBM 5
pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas pemeriksaan dan non-pemeriksaan
i. Aplikasi pengelolaan obat klinik BPK Riau yaitu Aplikasi untuk memonitor
persediaan obat dan mencatat rekam medis pegawai
j. Aplikasi persediaan alat tulis kantor yaitu Aplikasi pengecekan ketersediaan
persediaan alat tulis kantor melalui google sheet
k. E-book Profil BPK Riau, yaitu buku profil BPK Riau dalam bentuk digital dimana
lebih inovatif dan membantu pembaca untuk lebih mudah mendapatkan
informasi yang lebih lengkap tentang BPK Riau.
Dampak dari inovasi yang dilakukan oleh BPK Riau terlihat dari capaian kinerja
sebagai berikut:
1. Capaian misi pertama memeriksa tata kelola dan tanggung jawab keuangan
negara untuk memberikan rekomendasi, pendapat, dan pertimbangan, yaitu :
- Tindak lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) BPK RIAU melampaui
target dari 75% dengan pencapaian 81,16%. Hasil pemantauan tindak lanjut
rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Provinsi Riau selama periode 2004
s.d 2021 menunjukkan bahwa dari 16.933 rekomendasi telah ditindaklanjuti
dengan status sesuai rekomendasi sebanyak 13.743 rekomendasi atau 81,16%.
Gambar 1. TLRHP BPK Riau
- Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (LKPD) meningkat menjadi 100% dari seluruh entitas. Setelah BPK Riau
meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada tahun 2017 BPK Riau dapat
meningkatkan presentase opini WTP menjadi 100%.
Menggesa Menuju WBBM 6
Gambar 2. Opini Pemeriksaan Laporan Keuangan
- Tidak ada keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
(LKPD) Unaudited kepada BPK Riau
2. Capaian Misi Kedua Mendorong pencegahan korupsi dan percepatan penyelesaian
ganti kerugian negara, yaitu :
Nilai Pengembalian Kerugian Daerah meningkat hingga 47,8% dari total kerugian
Rp 1.377,23 Miliar.
Gambar 3. Pemantauan Penyelesaian Kerugian Negara
3. Capaian misi ketiga melaksanakan tata kelola organisasi yang transparan dan
berkesinambungan agar menjadi teladan bagi institusi lainnya, yaitu :
Indeks Kinerja Utama (IKU), Indeks Kepuasan Auditee dan IKU Tingkat Kepuasan Para
Pemangku Kepentingan atas Kualitas Komunikasi mencapai peringkat memuaskan,
yaitu :
Menggesa Menuju WBBM 7
Pencapaian IKU BPK Riau
2021
2020
2019
98 98,5 99 99,5 100 100,5 101
Dalam Persentase (%)
Gambar 4. Pencapaian Pencapaian IKU BPK Riau
Inovasi yang dilakukan oleh BPK Riau juga telah memberikan dampak positif
kepada pemerintah daerah di Provinsi Riau, diantaranya:
1. Meningkatkan Pendapatan Pemerintah Daerah
Pendapatan pemerintah daerah mengalami peningkatan dari tahun 2020 ke tahun
2021 sebesar 2,8 miliar rupiah dimana data lebih lengkap dapat dilihat pada gambar
dibawah ini:
Gambar 5. Pendapatan Pemerintah Daerah
2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau Mengalami Pertumbuhan 0,23%
dari tahun 2020 ke tahun 2021.
IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam
memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM merupakan
indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas
Menggesa Menuju WBBM 8
hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM dapat menentukan peringkat atau level
pembangunan suatu wilayah/negara. IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar yaitu
umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.
Grafik pertumbuhan IPM di Provinsi Riau dapat lihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 6. IPM Provinsi Riau
3. Gini Rasio di Wilayah Provinsi Riau mengalami penurunan sebesar 0,003 pada
tahun 2021.
Gini rasio merupakan indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan
pengeluaran secara menyeluruh. Nilai gini rasio berkisar antara nol (0) hingga
satu (1). Nilai gini rasio yang semakin mendekati satu (1) mengindikasikan tingkat
ketimpangan yang semakin tinggi, begitu juga sebaliknya. Gini rasio diupayakan
agar mendekati nol (0) untuk menunjukkan adanya pemerataan distribusi
pendapatan antar penduduk.
Gini Rasio Provinsi Riau dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Menggesa Menuju WBBM 9
Gambar 7. Gini Rasio Provinsi Riau
4. Kemandirian Fiskal Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Riau Menuju Mandiri.
Nilai indeks kemandirian fiscal (IKF) berkisar antara 0 (semua belanja dibiayai
dengan dana transfer dan tidak terdapat peranan PAD) hingga 1 (semua belanja
dapat dibiayai dengan PAD dan tidak terdapat dana transfer). Dengan demikian,
semakin rendah nilai kemandirian fiskal, maka semakin belum Mandiri.
Sebaliknya, semakin tinggi nilai IKF, maka semakin tinggi kemandirian fiskal suatu
daerah. Data Trend status kemandirian fiskal pemerintah daerah di Provinsi Riau
dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 8. Trend status kemandirian fiskal di Provinsi Riau
Menggesa Menuju WBBM 10
KOMPONEN PENGUNGKIT ZONA INTEGRITAS
Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
(WBBM) di lingkungan BPK Riau dilaksanakan berdasarkan rencana kerja yang telah
ditetapkan. Proses pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM dilakukan secara
masif pada masing-masing area perubahan. Berikut hasil pelaksanaan pembangunan
Zona Integritas di BPK Riau :
1. Manajemen Perubahan
Diawali dengan pembentukan tim pembangunan zona integritas menuju
WBBM yang bertugas menyusun rencana kerja dan membuat inovasi
pembangunan zona integritas menuju WBBM. Sebagai ajuan pembanguanan
zona integritas BPK Riau telah menyusun dokumen rencana kerja
pembangunan zona integritas menuju WBBM. Kepala Perwakilan adalah role
model dalam pembangunan manajemen perubahan di BPK Riau dengan
dukungan seluruh pegawai sebagai agen perubahan. Sosialisasi pembangunan
zona integritas selalu rutin dilakukan oleh Kepala Perwakilan sebagai motivasi
dan bentuk dukungan penuh untuk meningkatkan kinerja dan semangat
melayani.
Beberapa inovasi dalam komponen manajemen perubahan adalah sebagai
berikut:
Pembentukan Tim Kerja ZI
Deskripsi Inovasi
Tim ZI yang disusun mewakili semua unsur unit kerja baik unsur
penunjang maupun pemeriksa termasuk pejabat struktural terlibat
dalam Tim ZI. Penunjukan masing - masing koordinator dan anggota tim
ZI melalui mekanisme rapat pembentukan tim yang dipimpin oleh
Kepala Perwakilan dan semua pejabat struktural dan pejabat fungsional.
Implementasi Inovasi
Pembentuk TIM ZI berdasarkan Instruksi Kerja (IK) Penyusunan Tim Zona
Integritas dan melakukan kerjasama tim dalam mencapai predikat
Menggesa Menuju WBBM 11
WBBM.
Hasil dan Dampak
Tim ZI BPK telah membuat rencana kerja pembangunan zona integritas
dan melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan ZI.
Gambar 9. Kepala Perwakilan membuka rapat pembentukan tim kerja zona integritas
dan para pejabat struktural beserta pegawai menandatangani komitmen
mendukung BPK Riau menuju WBBM
Pembuatan Rencana Kerja
Deskripsi Inovasi
Pembuatan rencana kerja memuat Rencana Kerja dan Prioritas
Pembangunan ZI BPK Riau mengedepankan pemberian layanan, baik
kepada pegawai BPK maupun kepada masyarakat.
Implementasi Inovasi
Pembangunan Zona Integritas sudah mengacu kepada rencana kerja.
Hasil dan Dampak
- Pembangunan Zona Integritas sudah berjalan sesuai dengan rencana
- Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan pembangunan ZI
menuju WBBM yang dilakukan secara berkala dan dilaporkan secara
bulanan
Menggesa Menuju WBBM 12
Gambar 10. Ketua Tim ZI sedang memimpin rapat
Penetapan Agen Perubahan
Deskripsi Inovasi
Pada Tahun 2022 BPK Riau melalui SK Kalan 21/K/XVIII.PEK/1/2022
menunjuk Sdr. Handrias Haryotomo sebagai Agen Perubahan. Beliau
merupakan Kepala Subauditoriat Riau 2 yang membidangi pemeriksaan.
Yang bersangkutan telah memiliki banyak pengalaman berorganisasi
dan pernah menjabat beberapa jabatan sehingga dengan pengalaman
beliau dapat memberikan ide perubahan inovasi BPK Riau.
Implementasi Inovasi
Pada implementasinya agen perubahan di dalam pelaksanaan tugasnya
melibatkan seluruh pegawai dan pimpinan. Ide perubahan berasal dari
para pegawai maupun pimpinan yang kemudian diusulkan untuk
menjadi proyek perubahan. Ide perubahan tersebut kemudian
dibicarakan di dalam forum rapat yang bertujuan untuk melakukan
Menggesa Menuju WBBM 13
evaluasi proyek perubahan tersebut.
Hasil dan Dampak
Terciptanya inovasi yang meningkatkan kualitas pelayanan dari BPK
Perwakilan Riau.
Gambar 11. Keputusan Kepala Perwakilan tentang Agen Perubahan
Budaya Kerja
Deskripsi Inovasi
BPK Riau memiliki motto budaya kerja yaitu Lancang Kuning. Lancang
Kuning terdiri dari singkatan Andalan, Canggih, Tekun Beribadah, dan
Berdaya Saing.
Implementasi Inovasi
Setiap pikir dan tindakan dalam membangun zona integritas mengacu
kepada budaya Lancang Kuning.
Hasil dan Dampak
Budaya kerja Lancang Kuning meningkatkan kinerja seluruh pegawai
dalam pelaksanaan tugas sehari-hari
Menggesa Menuju WBBM 14
Gambar 12. Budaya Kerja Lancang Kuning
2. Penataan Tatalaksana
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja dan layananannya,
BPK Riau telah memberikan kepastian alur kegiatan tugas sesuai prosedur
operasional tetap dan memaksimalkan kegiatan dalam bentuk digitalisasi.
Penggunaan aplikasi e-office yaitu Sistem Aplikasi Pemeriksaan (SIAP) dan
Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL) untuk menjamin kualitas
perencanaan, pelaksanaan, pelaporan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil
pemeriksaan.
Penggunaan aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM),
Perencanaan Strategis dan Manajemen Kinerja (PRISMA SDM) dan optimalisasi
penggunaan Portal BPK sebagai bank data subbagian SDM untuk pengelolaan
kepegawaian.
Untuk menjalankan prinsip transparansi di bidang keterbukaan informasi
publik, BPK Riau telah menerapkan kebijakan melalui penetapan pejabat
pengelola informasi dan dokumentasi atau disingkat dengan PPID. BPK Riau
juga telah menyediakan ruangan PPID bagi tamu yang datang untuk meminta
informasi terkait pemeriksaan BPK Riau.
Beberapa inovasi dalam komponen penataan tatalaksana adalah sebagai berikut:
Memastikan Standarisasi Alur Proses (SOP)
Deskripsi Inovasi
Menggesa Menuju WBBM 15
BPK Riau telah memberikan kepastian alur kegiatan tugas sesuai prosedur
operasional kerja dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas
kinerja dan layanan.
Implementasi Inovasi
BPK Riau telah membuat SOP dan IK yang selalu menyesuaikan dinamika
dan regulasi yang ada.
Hasil dan Dampak
Peningkatan kinerja dan pelayanan di BPK Riau
Gambar 13. Kumpulan POS dan Instruksi Kerja pada BPK Perwakilan
Aplikasi Sipekon (Sistem Pemeliharaan Kendaraan Operasional)
Deskripsi Inovasi
Aplikasi pemeliharaan kendaraan operasional.
Implementasi Inovasi
Seluruh pemeliharaan kendaraan operasional telah menggunakan
Aplikasi SIPEKON dengan mempedomani Instruksi Kerja.
Hasil dan Dampak
Kendaraan terpelihara dalam kondisi baik dan dapat digunakan untuk
kegiatan operasional secara optimal.
Menggesa Menuju WBBM 16
Gambar 14. Infografis tentang Sipekon
Aplikasi Pipa (Pinjam Pakai) atas kendaraan dinas dan Ruang Publik
BPK Riau
Deskripsi Inovasi
Pemanfaatan teknologi informasi untuk kebutuhan Pinjam Pakai (PIPA)
kendaraan dinas roda empat, ruang rapat, dan ruang auditorium di BPK
Perwakilan Provinsi Riau.
Implementasi Inovasi
Peminjaman kendaraan dinas dan ruangan publik di BPK Riau telah
menggunakan Aplikasi PIPA dengan mempedomani Instruksi Kerja.
Menggesa Menuju WBBM 17
Hasil dan Dampak
- Memberikan kemudahan bagi seluruh pegawai di BPK Riau untuk
melakukan peminjaman kendaraan dan ruangan
- Subbagian Umum dan TI memiliki database yang digunakan dalam
pemantauan atas peminjaman kendaraan dan ruangan yang
dilakukan oleh pegawai
Gambar 15. Infografis tentang Aplikasi PIPA
Digital form dan digital reminder atas kebutuhan stakeholders
Deskripsi Inovasi
Aplikasi untuk mendukung pemenuhan permintaan data dan informasi
stakeholder dengan menggunakan digital form dan digital reminder
melalui barcode.
Implementasi Inovasi
Permintaan data dan informasi dilaksanakan dengan menggunakan
Digital Form dan Digital Reminder.
Menggesa Menuju WBBM 18
Hasil dan Dampak
- Permintaan data dan informasi dapat dilayani dengan baik dan tepat
waktu
- BPK Riau memiliki database yang dapat digunakan sebagai bahan
monitoring permintaan data dan informasi
Gambar 16. Barcode untuk permintaan informasi
3. Penataan Sistem Manajemen SDM
Pada penataan bidang SDM penempatan, pola mutasi internal dan komposisi
pegawai dilakukan berdasarkan kompetensi masing masing pegawai dan
analisis beban kerja yang dituangkan di dalam sistem kinerja pegawai (skp
pegawai) yang merupakan sasaran kinerja individu yang terukur dan berjangka.
Peningkatan kualitas SDM dilakukan melalui diklat, knowledge transfer forum
(KTF), pemberian reward and punishment dan penegakan disiplin pegawai guna
terciptanya profesionalisme SDM aparatur.
Beberapa inovasi dalam komponen penataan sistem manajemen SDM adalah
sebagai berikut:
Aplikasi usulan diklat secara online (Soleram)
Deskripsi Inovasi
Inovasi perencanaan dan monitoring diklat dengan menggunakan
perangkat digital.
Menggesa Menuju WBBM 19
Implementasi Inovasi
Aplikasi usulan diklat secara online (Soleram Diklat) dapat diakses di
alamat: http://bit.ly/soleramdiklat. Aplikasi tersebut telah dipublikasikan
dan mendapat sambutan baik dari para pegawai.
Hasil dan Dampak
- Memudahkan pegawai dalam mengajukan diklat yang dibutuhkan
dalam pengembangan diri pegawai
- Pegawai dapat mengetahui target Jam Pelajaran (JP) diklat sebagai
salah satu indikator penilaian kinerja pegawai.
- Memudahkan PIC Diklat pada masing-masing unit kerja dalam proses
rekap pengajuan diklat pegawai
Gambar 17. Website Soleram Diklat
Pengingat Presensi
Deskripsi Inovasi
Aplikasi pengingat presensi menggunakan media Whatsapp (WA)
pegawai.
Implementasi Inovasi
Implementasi pengingat presensi telah dimanfaatkan dan mendapat
apresiasi yang baik dari pegawai.
Hasil dan Dampak
Terdapat penurunan jumlah pegawai yang terlewat atau lupa mengisi
presensi sebelum dan sesudah adanya pesan pengingat.
Menggesa Menuju WBBM 20
Gambar 18. Infografis mengenai pengingat presensi
Pemberian reward and punishment
Deskripsi Inovasi
Upaya meningkatkan kualitas SDM dengan menerapkan pemeberian
reward and punishment.
Implementasi Inovasi
Implementasi menggunakan sistem pooling dari seluruh pegawai BPK
Riau dengan indikator kedisplinan, keramahan, kerajinan, kerjasama dan
juga menggunakan penilaian dari atasan.
Hasil dan Dampak
Meningkatnya kinerja, motivasi dan disiplin pegawai.
Menggesa Menuju WBBM 21
Gambar 19. Sertifikat Penghargaan kepada Pegawai
4. Penguatan Akuntabilitas
Pada penguatan akuntabilitas, kepala perwakilan mendukung penuh
pencapaian target organisasi yang tertuang di dalam perjanjian kinerja,
dilakukan pemantauan dan penindaklanjutan capaian kinerja oleh seluruh
pimpinan. Dukungan Kepala Perwakilan dan komitmen bersama seluruh
pegawai berdanpak kepada peningkatan capaian kinerja BPK Riau pada tahun
2021 memperoleh capaian kinerja sebesar 100,56%.
Atas hasil pencapaian kinerja yang baik, BPK Perwakilan Provinsi Riau
mendapatkan beberapa reward yang diberikan oleh BPK RI antara lain:
Menggesa Menuju WBBM 2
- Tindak lanjut pemberian insentif satker terbaik kinerja pengelolaan keuangan
tahun 2021
- Ketepatan waktu pelaporan dan keandalan data dokumen capaian kinerja
terbaik yang dihubungkan dengan capaian indikator kinerja utama (IKU)
- Penghargaan pengelolaan manajemen risiko dan penghargaan pengelola
manajemen pengetahuan.
Beberapa inovasi dalam komponen penguatan akuntabilitas adalah sebagai
berikut:
Smart ASN dan Whole of Government (WOG) pertanggungjawaban
perjalanan dinas pada BPK RIAU
Deskripsi Inovasi
Penyeragaman format pengajuan pertanggungjawaban biaya perjalanan
dinas pemeriksaan dan non-pemeriksaan.
Implementasi Inovasi
Sudah dilaksanakan dan direspon baik oleh pegawai
Hasil dan Dampak
Mempermudah petugas verifikator dalam melakukan verifikasi perjalanan
dinas dan pertanggungjawaban perjalanan dinas lebih akuntabel.
Gambar 20. Tangkapan layar format penyeragaman pertanggungjawaban
Menggesa Menuju WBBM 23
Aplikasi pengelolaan obat klinik BPK Riau
Deskripsi Inovasi
Aplikasi untuk memonitor persediaan obat dan mencatat rekam medis
pegawai.
Implementasi Inovasi
Aplikasi pengelolaan poliklinik sudah dimanfaatkan dengan baik.
Hasil dan Dampak
Menghasilkan laporan persediaan obat yang akuntabel, membantu
pelaksanaan perencanaan kebutuhan obat, dan memiliki database
kesehatan pegawai.
Gambar 21. Tangkapan layar aplikasi pengelolaan obat klinik
Aplikasi persediaan alat tulis kantor
Deskripsi Inovasi
Aplikasi pengecekan ketersediaan persediaan alat tulis kantor melalui
barcode.
Implementasi Inovasi
Sudah dilaksanakan dan dimanfaatkan oleh petugas persediaan serta
Menggesa Menuju WBBM 24
telah direspon baik oleh pegawai.
Hasil dan Dampak
Memudahkan petugas persediaan untuk mengecek jumlah barang di
Subbagian Umum dan TI dan memberikan informasi ketersediaan
persediaan alat tulis kantor kepada unit kerja.
Gambar 22. Infografis Alur Permintaan Alat Tulis Kantor
5. Penguatan Pengawasan
Dalam bidang penguatan pengawasan, BPK Riau tidak pernah berhenti
membangun seluruh lingkungan pengendalian gratifikasi dan penanganan
gratifikasi dalam rangka menciptakan good gevernance, melalui sosialisasi,
banner, pamflet, pemutaran video anti gratifikasi, pembuatan MoU dengan
pihak ke tiga (hotel, pengadaan obat dengan kimia farma), pelayanan gratifikasi
melalui kotak pengaduan atau WBS, penanganan benturan kepentingan,
Menggesa Menuju WBBM 2
penandatanganan surat independensi, pelaporan LHKPN dan LHKSN tepat
waktu, serta mitigasi risiko dengan membuat daftar mitigasi risiko.
Beberapa inovasi dalam komponen penguatan pengawasan adalah sebagai
berikut:
Monitoring SPJ bagi pemeriksa melalui link google spreadsheet
Deskripsi Inovasi
Pemantauan pertanggungjawaban perjalanan dinas pemeriksa melalui
media google spreadsheet
Implementasi Inovasi
Pemantauan dokumen SPJ perjalanan dinas pemeriksa telah
digunakan dengan baik dan dapat diterima oleh pemeriksa
Hasil dan Dampak
Posisi pertanggungjawaban perjalanan dinas dapat diketahui dari
aplikasi dan pemeriksa mengetahui status dan kekurangan dokumen
pertanggungjawaban
Gambar 23. Tangkapan Layar Monitoring SPJ bagi Pemeriksa Melalui Link Google Spreadsheet
Menggesa Menuju WBBM 26
MoU Hotel
Deskripsi Inovasi
Perjanjian Kerjasama BPK Riau dengan pihak hotel dalam penyajian
akomodasi hotel kepada pemeriksa dimana pembayaran jasa hotel
ditransfer langsung ke rekining pihak hotel.
Implementasi Inovasi
Perjanjian Kerjasama BPK Riau dengan pihak hotel telah mencakup 11
kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau.
Hasil dan Dampak
- Meningkatkan akuntabilitas pertanggungjawaban biaya penginapan
hotel
- Para pemeriksa tidak perlu mengurus hotel dan dapat lebih
berkonsentrasi terhadap tugas pemeriksaan serta menjaga
independensi para auditor
- BPK memperoleh rate hotel yang lebih murah dan lebih mudah
pemesanan hotel
Gambar 24. Salah Satu Contoh MoU Hotel
Menggesa Menuju WBBM 2
Google form benturan kepentingan
Deskripsi Inovasi
Media yang digunakan untuk mengidentifikasi benturan kepentingan
pegawai BPK Riau dengan entitas yang diperiksa. Media ini
menggunakan form google untuk melakukan survei
Implementasi Inovasi
Sudah dilaksanakan dan direspon baik oleh pegawai.
Hasil dan Dampak
Mendapatkan database benturan kepentingan pegawai dan sebagai
salah satu dasar dalam memberikan penugasan kepada pegawai
Gambar 25. Poster Survey Benturan Kepentingan
Menggesa Menuju WBBM 2
Pengoptimalan database
penugasan Deskripsi Inovasi
Database penugasan pegawai sebagai pertimbangan penyusunan tim
pemeriksa
Implementasi Inovasi
Database penugasan pemeriksaan sudah dimanfaatkan sebagai
pertimbangan dalam perencanaan pemberian penugasan
Hasil dan Dampak
Menjaga independensi dan kejenuhan pemeriksa dalam melaksanakan
penugasan
Gambar 26. Database Penugasan
Sosialisasi dalam rangka penyampaian informasi WBS melalui portal
BPK Riau
Deskripsi Inovasi
(WBS) dengan
Sosialisasi penyampaian informasi Whistleblowing System
menggunakan media online
Menggesa Menuju WBBM 29
Implementasi Inovasi
Sosialisasi WBS sudah dilaksanakan melalui Website BPK Riau dan
direspon baik oleh pegawai
Hasil dan Dampak
Pegawai semakin memahami tata cara penyampaian pengaduan melalui
Whistleblowing System (WBS)
Gambar 27. Infografis mengenai Whistleblowing System (WBS) di portal BPK Riau
6. Pelayanan Publik
BPK Riau telah membangun reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan
kualitas pelayanan publik, dengan mengusung budaya kerja “Lancang Kuning”
(andaLAN, CANGgih, teKUN beribadah, dan berdaya saING). upaya reformasi
birokrasi ikut memberikan dampak perbaikan kepada kinerja BPK Riau dalam
memenuhi capaian indikator kinerja utama (IKU). Mengedepankan pelayanan
prima kepada stakeholder dengan motto “We Are Here to Serve You”,melakukan
komunikasi secara jelas dan efektif atau Komulatif merupakan program yang
diinisiasi untuk memberikan ruang kepada entitas yang diperiksa, untuk
berdiskusi jelas dan efektif untuk mendapatkan kualitas hasil pemeriksaan dan
tindak lanjut hasil pemeriksaan yang bermanfaat langsung kepada entitas yang
diperiksa dan masyarakat luas.
Beberapa inovasi dalam komponen pelayanan publik adalah sebagai berikut:
Menggesa Menuju WBBM 30
Komulatif
Deskripsi Inovasi
BPK Perwakilan Provinsi Riau senantiasa melakukan komunikasi secara
jelas dan efektif kepada entitas yang diperiksa, berkaitan dengan sifat,
saat, lingkup pengujian, pelaporan yang direncanakan, dan tingkat
keyakinan kepada manajemen entitas yang diperiksa, mulai dari tahap
perencanaan, proses pemeriksaan, sampai dengan penyusunan
rekomendasi.
Implementasi Inovasi
BPK Riau telah melakukan koordinasi dan komunikasi secara jelas dan
efektif dengan seluruh entitas yang ada di Provinsi Riau
Hasil dan Dampak
Berdampak kepada kualitas hasil pemeriksaan dan tindak lanjut hasil
pemeriksaan yang memberikan manfaat langsung kepada entitas yang
diperiksa dan masyarakat. Selain itu juga berdampak kepada peningkatan
kinerja Tahun 2021, dimana IKU terkait Persentase Tindak Lanjut
Rekomendasi Hasil Pemeriksaan melebihi target yang telah ditetapkan
dengan pencapaian sebesar 105,00%.
Gambar 28. Komunikasi pemeriksaan dengan entitas
Pengaduan Online melalui Whatsapp
Deskripsi Inovasi
Whatsapp sebagai salah satu media pengaduan yang mudah diakses oleh
Menggesa Menuju WBBM 31
masyarakat.
Implementasi Inovasi
Pengaduan online melalui Whatsapp diluncurkan pada Bulan Juni 2022
dan akan disosialisasikan ke masyarakat.
Hasil dan Dampak
Lebih cepat dalam menangani pengaduan masyarakat.
Gambar 29. Whatsapp official BPK Riau
E-Book Profil BPK Riau
Deskripsi Inovasi
E-Book profil BPK Riau hadir dalam dalam bentuk digital dimana lebih
inovatif dan membantu pembaca untuk lebih mudah mendapatkan
informasi yang lebih lengkap serta sesuai dengan perkembangan zaman
yang serba digital.
Implementasi Inovasi
E-book dapat diakses di alamat: https://riau.bpk.go.id/profil-bpk-
perwakilan/ dan https://online.flipbuilder.com/ghvry/gcmf/
E-book telah dipublikasikan dan mendapat sambutan baik dari para
pegawai.
Menggesa Menuju WBBM 32
Hasil dan Dampak
Buku profil BPK Riau dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana
saja dan mengurangi kertas dan terselipnya/hilangnya buku profil.
Gambar 30. E-Book Profil BPK Riau
Aplikasi Amanah
Deskripsi Inovasi
Aplikasi AMANAH adalah aplikasi pelayanan tamu berbasis website.
Implementasi Inovasi
Telah dilaksanakan dengan baik dan mendapat apresiasi dari pegawai
dan stakeholder. Hasil survei kepuasan pelayanan tamu dari Bulan Mei
sampai dengan Bulan September 2021 menunjukan nilai “sangat baik”.
Hasil dan Dampak
- BPK Riau telah memiliki database informasi tamu yang berkunjung
- Pencatatan dan pelayanan tamu pada satpam dan resepsionis telah
terintegrasi
- Database tamu dan pelaksanaan evaluasi pengukuran tingkat
kepuasan dapat diakses kapan dan dimana saja
Menggesa Menuju WBBM 33
Gambar 31. Aplikasi AMANAH
Koordinasi Aparat Penegak Hukum (APH) secara online
Deskripsi Inovasi
Koordinasi APH secara online melalui media zoom meeting.
Implementasi Inovasi
BPK Riau telah melakukan penggunaan media zoom meeting dalam
melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Riau.
Hasil dan Dampak
Memudahkan pelaksanaan koordinasi dengan APH dimana dan kapan
saja.
Gambar 32. Salah Satu Contoh Koordinasi Aparat Penegak Hukum Secara Online
Menggesa Menuju WBBM 34
Edukasi Keuangan Negara
Deskripsi Inovasi
Edukasi keuangan negara adalah kegiatan layanan terkait pemberian
edukasi kepada siswa sekolah, mahasiswa, LSM, dan masyarakat terkait
dengan pengelolaan keuangan negara dan fungsi/tugas serta
kewenangan BPK.
Implementasi Inovasi
Telah dilaksanakan dengan baik dan telah disosialisasikan kepada
masyarakat melalui website BPK Riau.
Hasil dan Dampak
Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuagan
negara dan pemahaman tentang tugas dan fungsi BPK.
Gambar 33. Poster Edukasi Keuangan Negara dan Suasana di dalam Kelas
Menggesa Menuju WBBM 35
Peningkatan kualitas pemberian informasi publik kepada
stakeholder secara digital
Deskripsi Inovasi
Peningkatan kualitas pemberian softcopy permintaan informasi kepada
para Stakeholder melalui digitalisasi tanda terima penyerahan dokumen
di BPK Perwakilan Provinsi Riau.
Implementasi Inovasi
Telah dilaksanakan dengan baik dan mendapat apresiasi dari para
stakeholder.
Hasil dan Dampak
Mempermudah petugas PIK dan para Stakeholder dalam hal permintaan
informasi dan tanda terima permintaan informasi publik.
Gambar 34. Infografis Prosedur Permintaan Informasi Publik
Menggesa Menuju WBBM 36
Menggesa Menuju WBBM 37
Menggesa Menuju WBBM 38
Laporan Framework Inovasi BPK Riau
Bertumbuh dan Berkembang Menjadi Lebih Baik
Disusun oleh :
Ketua Tim : Kurniawan Oetama
Anggota Tim : 1. Mulyadi Masta
2. Rio Pramono Jati
3. Noura Maulida Dinni
Menggesa Menuju WBBM 39
SUSUNAN TIM ZI
No Jabatan Nama
1 Pengarah Indria Syzinia
2 Penanggung Jawab Ahmad Havid
3 Wakil Penanggung Jawab 1. Mas Agung M. Noor
2. Handrias Haryotomo
4 Ketua Kurniawan Oetama
5 Wakil Ketua Jenny MB Lubis
6 Sekretaris Kortina Gultom
7 Anggota Sekretariat 1. Mulyadi Masta
2. Indah Pratiwi Nurendari
3. Rezky Agung
4. Jovania Cindo Putri J
5. Mhd. Khairul Muaz
6. Wahid Hidayaturrohman
8 Bidang Manajemen Perubahan
Koordinator Odipong Sep
Anggota 1. Prima Devisa Erdiaputra
2. Noura Maulida Dinni
3. Ida Rosenta Nainggolan
9 Bidang Penataan Tata Laksana
Koordinator Fajar Priyatomo
Anggota 1. Elwi Rahmadi Helmi
2. Abu Hanipah Harahap
3. Ana Fitri
4. Dewi Novitasari
5. Muhammad Yogi Akbar
10 Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia
Koordinator Seri Wastuti
Anggota 1. Serlinda Tita Septianingtyas
2. Genti Mardina
3. Yulianti
4. Shindy Sri Deswita
5. Rio Pramono Jati
11 Bidang Penguatan Akuntabilitas
Koordinator Erika Magdalena Purba
Anggota 1. Muhammad Surya
2. Deviana Nuraini
3. Rika Oktavia
4. Nenti Simbolon
5. Muammar Biladi
12 Bidang Penguatan Pengawasan
Koordinator Dwi Ari Susanty
Anggota 1. Astry Meyland Samosir
2. Akhmad Gilberto
3. Amirrul Hakim Oktarianda
13 Bidang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Koordinator Solikhin
Anggota 1. Fitriana Dwi Suryaheni
2. Muh. Alfath Cahya Negara N
3. Tamba Togap Tambun
4. Zedy Andrian Kurnia Putra
Menggesa Menuju WBBM 40
Menggesa Menuju WBBM 41