GAMBARAN UMUM SPPA SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK 47 GLOSARIUM Advokat atau pemberi bantuan hukum lainnya adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan, yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan Anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana dan anak yang menjadi saksi tindak pidana Balai Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Bapas adalah unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang melaksanakan tugas dan fungsi penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana Hakim adalah hakim Anak Keadilan Restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang selanjutnya disingkat LPKA adalah lembaga atau tempat Anak menjalani masa pidananya. Pembimbing Kemasyarakatan adalah pejabat fungsional penegak hukum yang melaksanakan penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan terhadap Anak di dalam dan di luar proses peradilan pidana Penuntut Umum adalah penuntut umum Anak Penyidik adalah penyidik Anak. Peradi adalah Organisasi Profesi Advokat Sistem Peradilan Pidana Anak adalah keseluruhan proses penyelesaian perkara Anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana. _.*._
GAMBARAN UMUM SPPA SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK 48 BIODATA PENULIS Darmalinganawati, Bc.IP., S.H., M.H., M.Si., lahir di Kuningan pada tanggal 18 Agustus 1968. Menyelesaikan pendidikan Akademi Ilmu Pemasyarakatan pada tahun 1990 dan melanjutkan studi sarjana hukumnya di Universitas Palembang lulus tahun 1997. Animo belajar yang tinggi mengantarkan penulis untuk melanjutkan studi magisternya di STIH Islam Jakarta lulus tahun 2003 dan Universitas Indonesia lulus tahun 2007. Memulai karier sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) sejak tahun 1991. Memulai karier di Lapas Palembang, kemudian banyak mendapatkan amanah di Ditjen Pemasyarakatan. Dari mulai Kasie Pembinaan Kemitraan pada tahun 2004, Kasie Bimbingan Hukum pada tahun 2006, hingga Kasi Registrasi Klien Dewasa pada tahun 2010. Penulis kemudian mendapatkan amanah untuk memimpin Unit Pelaksana Teknis sebagai Kepala Bapas Bogor pada tahun 2012. Saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Penelitian Kemasyarakatan dan Pendampingan pada Direktorat Bimbingan Kemasyaratan dan Pengentasan Anak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. _.*._
GAMBARAN UMUM SPPA SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK 49 BIODATA PENULIS Ali Subroto Suprapto, S.Sos., M.Si., lahir di Sukoharjo tanggal 20 Oktober 1972, bekerja di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dari tahun 1999 sampai sekarang. Sejak Nopember tahun 2011 alih tugas sebagai Fungsional Widyaiswara di BPSDM Hukum dan HAM RI. Menyelesaikan pendidikan Program Magister pada Kajian Perencanaan Stratejik, Strategi dan Kebijakan Program Pascasarjana di Universitas Indonesia lulus tahun 2008. Pendidikan dan Pelatihan yang pernah diikuti antara lain: Training of Trainer bidang Hak Asasi Manusia, Metode Pembelajaran Efektif, Aparatur Penegak Hukum, Kewidyaiswaraan Substantif dan Sertifikasi Widyaiswara, Management of Training, Training of Trainer Pelatihan Dasar CPNS, Training of Facilitators Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pengawas serta berbagai diklat teknis lainnya. Jabatan sekarang adalah sebagai Widyaiswara Ahli Madya di Pusat Pengembangan Diklat Teknis dan Kepemimpinan. _.*._
GAMBARAN UMUM SPPA SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK 50 BIODATA EDITOR Ade Yulfianto, S.Sos., Saat ini merupakan Pembimbing Kemasyarakatan Pertama pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Palangka Raya. Memulai karier sebagai ASN pada tahun 2017 melalui formasi cumlaude. Menyelesaikan studi sarjananya dalam bidang Sosiologi di Universitas Gadjah Mada. Mendapatkan penghargaan sebagai CPNS Berprestasi atas inovasinya dalam Pembuatan Database dan Registrasi Digital untuk Penerimaan Klien Pemasyarakatan pada Februari 2019. Beberapa karya tulis yang telah dihasilkan di antaranya adalah “Melawan Kredo Aborsi: Gerakan Abortion Is Not A Crime sebagai Wacana Tandingan” yang termuat dalam Jurnal Pemikiran Sosiologi (JPS) UGM Volume 3 Nomor 2 Agustus 2016; “Perjuangan, Lara, dan Penjara” dalam bunga rampai buku berjudul Belajar dari Mereka yang Bermasalah: Potret Penanganan ABH di Indonesia yang dicetak tahun 2019; serta tulisan berjudul, “Di Balik Jeruji Lapas: Perspektif Seorang Teroris terhadap Jihad, Kriminalitas, dan Upaya Deradikalisasi dalam buku berjudul Menyelami Kehidupan Narapidana yang dicetak tahun 2020. Karya terakhir penulis adalah buku berjudul “Memahami Anak yang Berhadapan dengan Hukum” dan “Kumpulan Peraturan Perundang-Undangan Sistem Peradilan Pidana Anak”, kedua buku tersebut diterbitkan pada tahun 2020. _.*._