1
2
3
SDN NGADAS 2
Teruntuk SDN 2 Ngadas yang telah memberikan kesempatan
kepada kami untuk menimba ilmu, memperluas pengalaman, dan
berbagi sedikit dari luasnya ilmu. Kami ucapkan terima kasih.
Sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan kami dalam
pengabdian Akbar 1 Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan. Kami
persembahkan karya Laskar Dewantara Batch VIII sebagai para
pengajar di SDN 2 Ngadas
1
Bukan Puisi
Ambar Regita
Sabtu ku rindu
Belajar daring menunggu
Bersama murid yang tak pernah bersua
Namun semangat belajar begitu membara
Satu dua tiga
Belajar matematika
Menghitung dengan jenaka
Bermain angka jadi seru jua
Meski sinyal ada dan tiada
Sosok mereka laksana pemantik dalam gulita
Sampai jumpa suara lucu
Semoga rindu
Terima kasih Gemapedia
Satukan jiwa anak muda bangsa
Mengabdi jadi relawan
Salur ilmu anak bangsa
(Pengajar Kelas 1 SDN 2 Ngadas)
2
Perayaan 28 hari
Leny Mufidah
Masa kecil diri
Kubayangkan wacana saat ini
Untuk dua puluh tahun ini
Kusaksikan diriku di sini
Perayaan 28 hari
Kuizinkan untuk pembuktian diri
Gagah berani
Tidak
Samar-samar dan tak pasti
Hanya temuan yakin dalam hati
Menuju dewasa yang kurang berarti
Membagi pikir tak berhenti
Sekali lagi
Aku syukur atas abdi
Bertemu insan teduh pemberani
Di tengah kabut, penakjub hati
Jarak panjang menjadi tali
Digulung waktu memutus uluran pandemi
Perayaan 28 hari
Pasal takut bukan lagi
Insan teduh tetap membersamai
Penenang hati
Juga cahaya penanti kami
Harap kuat bertabur ilmu dari kami
Kado indah perayaan 28 hari
(Pengajar Kelas 1 SDN 2 Ngadas)
3
Jauh (Sekali)
Asa Cahya Mardatillah S.
Jauh..
Sungguh jauh
Melewati hutan dan liuk liuk jalan gunung
Melawan kabut serta rasa dingin
Tempatmu nan tinggi hingga sinyalpun enggan menghampiri
Ngadas, engkau sungguh jauh
Kini aku sadar
Kini aku mengerti
Mengapa hening selalu hinggap
Ketika kita bertatap melalu layar
Kukira kamu malu, sehingga diam menjadi pilihan
Tenyata..koneksi menjadi alasan..
Sungguh aku ikhlas
Sungguh aku sabar
Karena bagaimanapun
Kalian telah memberiku banyak pengalaman
Menjadi guru tidak mudah
Juga, menjadi muridpun tidak mudah
Aku harap kita dapat bersua
Aku harap kita dapat bercanda
Tanpa layar canggih menjadi penghalang
Banyak hal yang ingin ku bagikan
Tetapi keadaan membuatku tidak bisa melakukan
Dalam doaku, semoga kita dapat bertemu
Saat semua menjadi lebih baik
(Pengajar Kelas 2 SDN 2 Ngadas)
4
Asa di Negeri Atas Awan
Carolina Sofia
Kala suara kokok si jago nyaring di pagi hari
Siulan burung siap menyambut mentari
Pengingat agar bergegas bersiap untuk “mengabdi”
Namun kini akan berbeda kondisi
Semenjak virus tak kasat mata itu menyerang bumi
Semua gerakan terisolasi
Rasanya getir, namun langkah ini harus terus mengisi
SDN 2 Ngadas menjadi rujukan dan amanah hati
Berupaya ikhlas berbagi meski dengan sedikit ilmu yang dipunyai
Menemani mereka siswa siswi belajar meskipun terbatas situasi
Bertatap muka hanya lewat pesan Whatsapp, tak jarang sinyalpun ikut tersadap
Penggaris, jangka sorong, meteran menjadi menu untuk dinikmati
Sesekali bernyanyi agar tidak melulu materi
Bosan, jenuh, lelah, itu pasti apalagi jika harus menunggu jaringan stabil kembali
Tapi ditengah keterbatasan yang ada, nyatanya mereka tak gentar
Hati ini tersayat, tangan ini gemetar
Memandangi layar yang penuh dengan jawaban berbinar
Riuh semangat yang terus berkorbar
Riuh harapan mereka untuk terus belajar
Asa di Negeri di Atas Awan itu Nyatanya Benar.
-Terimakasih bersamaku dicerita, bersamamu bercerita-
(Pengajar Kelas 2 SDN 2 Ngadas)
5
Rasa yang Tak Pernah Padam
Anis Roshifa Putri
Dalam genggaman sorotan cahaya
Kata demi kata tersusun rapi
Menjadi untaian kalimat yang merasuk kalbu
Mengisi ruang-ruang kosong itu
DengaDnAIbLYaEtXinERyCaISnE g salin terkait MY TO-DO LIST
Dengan asa dan rasa yang membara
Hingga di ujung jalan aku terpana
Kabut putih curi hati
Mengangkat bibir tak kuasa
Hipnotis tiada ampun
Ku luapkan riang dan rinduku
Melihat cemerlang wajahmu saat itu
Jauh atau dekat
Nyata atau ilusi
Kita akaMnY MteEAtLaLpOGmenjadi kita
Menyatu dalam memori yang terpatri di dalam hati
(Pengajar Kelas 3 SDN 2 Ngadas)
6
Terima Kasih Untukmu
Mochamad Didit Junianto
Masih ingatkah kau
Dengan nada lDeumeahT oledmaby :ut yang kau ucapkan di apOlikt haseirhTijaaus kitsu:
Kau membimbing kami dengan penuh perhatian dan kasih sayang
Bahkan, kau hiraukan rasa lelah dan letih yang menghampirimu
Mengajarkan kami mulai dari zero hingga hero
Mengajarkan kami cara membuat RPP dengan benar
Menjelaskan banyak hal tentang pengabdian
Hingga mengantarkan kami pada pintu gerbang pengabdian akbar satu
Semua itu kau lakukan dengan ikhlas tanpa pamrih
Jasamu tak terbayar dengan karat
Kau hanya ingin melihat kami menyukseskan pengabdian akbar ini
Pengorbananmu akan terkenang sepanjang hayat
Terima kasih kami ucapkan untukmu
Atas semua bimbingan dan arahanmu
Engkau membuat hidNuoptkeasm&i mR eenmjai nddi beerrsa:rti
Tanpamu, mungkin pengabdian ini tak akan berjalan dengan lancar
(Pengajar Kelas 3 SDN 2 Ngadas)
7
Sebatas Layar
Nadya Firdaus
Takdir untuk bertemu memang bermacam-macam
Seperti diri ini,
yang ditakdirkan bertemu jiwa-jiwa hebat penerus bangsa
walau hanya sebatas layar
Walau hanya sebatas layar,
diri ini mengetahui
bahwa perjuangan mereka tidak berbatas
seperti pertemuan ini yang hanya berbatas layer
Walau hanya sebatas layar
diri ini menyadari
bahwa jiwa-jiwa hebat seperti mereka
membutuhkan ketulusan diri ini
untuk menuntun mereka
meraih prestasi setinggi bintang
agar kelak melambungkan nama bangsa ini
Walau hanya sebatas layar
Tuhan mengizinkan kita untuk saling berbagi
Diri ini merasa syukur
karena telah ditakdirkan Tuhan untuk mengukir kenangan
walau hanya dari sebatas layer
Melalui sebatas layar
diri ini berpesan
pada jiwa-jiwa hebat seperti mereka
untuk terus berjuang
serta tidak melupakan kewajibannya kepada Tuhan
(Pengajar Kelas 4 SDN 2 Ngadas)
8
Dari Cakrawala Menuju Surya
Nur Setyo Anggoro
Sang fajar menoleh, ke arah barat
Rembulan pagi, apakah sudah tidur?
Begitulah, kata yang berawal dari surat
Apakah takdir menjadi pudar?
Cakrawala menjadi pesan yang tersirat
Menuju rembulan pagi, untuk mengabdi
Mencerdaskan sang surya yang terikat
Terikat? Ya, bagaikan diam di suatu kendi
Bukan hal mudah, menuju sang surya
Aksara dan logika menerima sebuah cakrawala
Entah dari mana, hikayat menjadi sastra
Media jenggala tak berupa
Ekspresi kata menjadi sebuah rongga
Adanya cakrawala membutuhkan kreasi
Bukan hanya inovasi yang seperti arjuna
Tetapi bromo yang menjadi inspirasi
Surya yang telah menghadap cakrawala
Bagaikan pena yang bergerak mengikuti irama
Tiada kata yang diulang menjadi sebuah nirwana
Niscaya, tata surya mengiringi pencipta
(Pengajar Kelas 4 SDN 2 Ngadas)
9
Tak Sabar Bertemu
Faizun Kharisma
Garis pengabdian sangat singkat
Tak terasa berlalu begitu cepat
Empat kali tak pernahpun kita bertemu
Terasa sekali cepat belalu tergerus waktu
Semoga kita dapat dipertemukan oleh waktu
Dipengabdian baru yang tak sabar tuk bertemu
(Pengajar Kelas 5 SDN 2 Ngadas)
Mengabdi
Muhammad Farid
Tidak ada sepatah katapun
Yang dapat terucap dari benak ini
Hanya ada rasa bersyukur
Yang bisa aku rasakan
Di kali pertama ini
Aku mengabdi
Meskipun Lelah yang kurasakan
Aku tahu..
Bahwa dibalik hal yang melelahkan
Selalu ada hikmah yang tersirat.
(Pengajar Kelas 5 SDN 2 Ngadas)
10
Kenan
An Naas Amalia Rahardja Putri
Pada rintik hujan yang mengalir deras,
Pada tetesan embun pagi yang berjatuhan,
Dan pada setiap udara yang berhembus pelan,
Ada kenangan tentangmu disana
Merindukanmu,
Seperti sebuah siklus biogekimia
Selalu berulang-ulang
Tidak selalu menyenangkan memang,
Tapi cukup membuatku candu
Aku rindu
Kata orang, obat rindu adalah temu
Tapi bukannya dari temu justru menghasilkan rindu yang baru?
Yang lebih membelenggu dan membuat hati semakin beku
Tapi jika perasaan ini membuat kita tergugu dengan hadirnya pilu
yang membiru,
Aku rasa tidak perlu ada kata temu
Pada akhirnya,
Kenangan menjadi cerita singkat, namun melekat
Bukan takdir, tapi sekedar hadir
Hanya sebuah momen, bukan komitmen
(Pengajar Kelas 6 SDN 2 Ngadas)
11
Hari-Hari Indahku
Vita Sabrina Azda Laili
Pekan demi pekan ku lalui
Kini jadi kenangan dalam memori
Terkenang rapi dalam hati
Membekas indah dalam sanubari
Hari demi hari yang kurasa
Terlampau bahagia meski sederhana
Melihat senyum mereka
Menjadi obat bagi gundah gulana
Kesempatan mendatangkan kebahagiaan
Kehadiran mengusir kesepian
Berbahagia karena pengalaman
Karena aku mencintai setiap detik pengabdian
(Pengajar Kelas 6 SDN 2 Ngadas)
12
SDN TOYOMARTO 3
Teruntuk SDN Toyomarto 3 yang telah memberikan kesempatan kepada kami
untuk menimba ilmu, memperluas pengalaman, dan berbagi sedikit dari luasnya
ilmu. Kami ucapkan terima kasih. Sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan kami
dalam pengabdian Akbar 1 Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan. Kami
persembahkan karya Laskar Dewantara Batch VIII sebagai para pengajar di SDN
Toyomarto 3.
13
Pendidik dan Anak Kebun Teh
Aurila Putri Marhaeni
Dikala virus mulai merambak, disitu ajar harus
tetap berjalan
Pendidikan pendidikan yang semakin tergerus
karena zaman kian maju
Anak anak yang memiliki tekad untuk belajar
Pendidik yang tak pantang menyerah
Riuhnya kebun teh dan dinginnya malang
Tak pernah menjadi alasan pendidik untuk
mundur tanpa alasan
Adik toyomarto yang gigih berjuang
Patut menjadi orang yang sukses
Gemapedia terimakasih untuk jasamu yang
sangat berharga
(Pengajar Kelas 1 SDN 3 Toyomarto)
14 14
Pengalaman yang Berharga
Nirma Cahyani
Ku tata kembali niat dalam hati
Agar senantiasa diberi ketulusan hati
Hati yang tak pernah lelah untuk berbagi
Bersama Gemapedia kita mengabdikan diri
Tibalah waktu pengabdian pertama
Menguji ketulusan dan juga kesabaran
Tapi aku akan senantiasa berusaha
Melakukan yang terbaik pada setiap kesempatan
Walau tak bertemu secara langsung
Untuk mengajarkan mereka banyak ilmu
Karena terhalang oleh situasi yang memburuk
Tapi aku menikmati setiap proses yang berlalu
Banyak hal yang ku dapat hari ini
Bahwa berbagi tak harus soal materi
Kita dapat berbagi ilmu yang kita miliki
Untuk menyongsong masa depan cerah dikemudian hari
Harapanku agar situasi segera membaik
Agar tiada lagi jarak yang membatasi
Semoga esok kita berjumpa kembali
Dalam kondisi dan juga keadaan yang baik
Terimakasih banyak Gemapedia
Atas segala kesempatan yang ada
Tuk mengajarkan banyak hal pada mereka
Bagiku ini adalah Pengalaman yang Berharga
(Pengajar Kelas 1 SDN 3 Toyomarto)
15 15
Tanpa Tatap Muka 16
Adista Silfa
Hari itu
Telah lama dinantikan
Membayangkan banyak keseruan
Namun ternyata,
Tidak seperti yang dibayangkan
Terhalang keadaan
Hanya bisa bertatap melalui virtual
Saling berkenalan tanpa tatap muka
Hingga belajar hanya dengan media sosial
Tetapi. Tak apa
Celotehan lucu melalui pesan suara
Penyemangat tersendiri bagi kita
Melupakan keadaan yang membatasi keakraban
Foto wajah – wajah mungil berseragam
Sudah membuat bahagia kita sang pengajar
Hingga tak terasa
Waktu berjalan dengan cepat
Sebagai pertanda akhir pertemuan kita
Membawa banyak sekali kenangan
Walau tanpa tatap muka
(Pengajar Kelas 2 SDN 3 Toyomarto)
16
Ibu
Rizki Rindiyanti
Ibu,
Ibu adalah seorang cinta pertama untukku,
Kasih sayangmu sepanjang masa,
Selalu memberikan yang terbaik untukku,
Ibu,
Terimakasih untuk semua yang kau beri,
Maaf, bila aku masih sering membuatmu marah,
Namun kau tidak pernah lelah menyayangiku,
Ibu,
Kaulah cinta sejatiku,
Semoga sehat selalu,
Doaku akan selalu menyertaimu,
(Pengajar Kelas 2 SDN 3 Toyomarto)
17
17
Tengah hari
Faizah
Pagi itu nampak Mentari tersenyum
Begitu indah, memikat sepasang mata
Tertuju pada kilau kuning keemasan
Sentuhannya begitu hangat
Namun sayang, kehangatan itu tidak bertahan lama
Hingga pada suatu masa
Kurasakan panas yang begitu membara
Wahai Mentari kemana hangatmu ?
Mengapa kini engkau bergelora ?
Bukankah rasa ini yang kubutuhkan ?
Disaat kehangatan begitu menenangkan
Tetapi inginku adalah bara
Bara yang begitu bergairah
Gairah untuk bangkit disaat dunia tidak baik-baik saja
(Pengajar Kelas 3 SDN 3 Toyomarto)
18
18
Asa
Septiana Makrifataul Rosida
Langkah terasa berat kupijakkan
Pada sebuah bangku yang aku dambakan
Entah bagaimana roda kehidupan
Tanpa disengaja tujuan perjalanan
Bagaimana mungkin aku mampu menyimpannya
Tentang kisah bahagia yang kian membara
Berbagi sebuah hal yang tak disangka
Yang tak terbayang sebelumnya
Saat sang rembulan menyapa
Ditemani rintik hujan yang bahagia
Ku untai abjad termuda, hingga paling tua
Kala itulah aku mulai berbagi cerita
Lusa, dengan mentari yang berjalan semakin tinggi
Dan semangat langkah sepasang kaki
Bercucuranlah asa jiwa ini
Sungguh, ku melihat harapan bangsa yang bahagia ini
Dengan tas punggung dan baju jingga
Senyum ceria nampak di pipinya
Tak terhingga rasa terharu yang tiba
Semangatlah selalu, harapan bangsa
(Pengajar Kelas 3 SDN 3 Toyomarto)
19
19
Perjuangan Pencari Ilmu
Akbar Maulana Malik Ibrahim
Pagi ke pagi
Hari demi hari
Langkah demi langkah
Menyusuri jalan penuh rintangan
Demi sebuah ilmu yang akan didapatkan
Senyumanmu
Canda tawamu
Memberikan sebuah harapan
Untuk masa depan yang lebih cerah
Berlembar-lembar buku kau baca
Goresan-goresan pensil kau tuangkan
Demi sebuah ilmu yang akan kau ingat
Sampai nanti kelak dimasa depan
Coretan-coretan kesalahan yang kau buat
Gesekan-gesekan penghapus berturut-turut
Tidak menggagalkan tekadmu yang bulat
Demi menggapai cita-cita yang kau inginkan
Beribu jeripayah yang kau lakukan
Beribu cobaan yang kau lewati
Kelak akan mendapatkan buah yang manis
Semanis cita-cita dan kesuksesanmu dimasa depan
(Pengajar Kelas 4 SDN 3 Toyomarto)
20
20
Terimakasih
Alfina Rosita Dewi
Gemapedia
Pengabdian ini memang berat dan
melelahkan diri
Tetapi tekad dan semangat harus
semakin membulat tiada henti
Momen ini tak kan terganti
Meski diri telah jauh pergi
Semangat mendidik dan mengabdi tak
akan pergi
Walau rintangan sudah pasti menanti
Itulah cara meningkatkan kualitas diri
(Pengajar Kelas 4 SDN 3 Toyomarto)
21 21
Pengabdi Indonesia
Adinda Putri Mawanti
Langit biru hiasi bumi nusantara
Ratusan...Ribuan... hingga jutaan anak bergerak
menuju harapan.
Kami pengabdi dengan segenap jiwa raga
Kami hadir demi masa depan bangsa
Pembelajaran daring tak menjadikan hambatan bagi
kami
Untuk mencerdas anak bangsa
Tak ada kata menyerah meskipun banyak rintangan
Tak ada kata menyerah meskipun berlumur payah
Tak ada kata menyerah untuk kami pengabdi
Indonesia
Pengabdi yang siap, semangat, dan pantang
menyerah dalam menebarkan kebaikan
GEMAPEDIA
Karenamu......
Kami tahu pentingnya bekerja sama
Kami tahu pentingnya berbagi
Kami tahu pentingnya berkorban demi bangsa
Karena kami pemuda Indonesia, pengabdi indonesia
Pengabdi yang siap, semangat, dan pantang
menyerah dalam menebar kebaikan
(Pengajar Kelas 5 SDN 3 Toyomarto)
22 22
Cerita untuk Pemuda Berbaju Biru
Eldiana Yanuar Anisa Putri
Hei, kamu yang berbaju biru
Kemarilah, akan kuceritakan sebuah kisah indah nan haru
Berbeda cerita dengan dongeng masa kecilmu
Namun tak jauh berbeda dengan itu
Tak sama dengan kisah fiksi di toko buku
Pun tak jauh berbeda dengan itu
Kisah yang mungkin hanya denganmu aku membagikannya
Tentang sekumpulan pemuda dengan semangat mereka yang
membara
Bangga mendidik, mengabdi, dan menginspirasi anak bangsa
Pengabdian Akbar yang mereka perjuangkan dengan penuh
keikhlasan
Hingga suka duka mereka menebar kehangatan dalam api unggun
kebersamaan
Mereka pemuda berjiwa suci
Mengabdikan diri untuk bumi pertiwi
GEMAPEDIA bukan hanya sebuah organisasi
Tetapi, sebagai wadah mereka menjunjung urgensi pendidikan di negeri ini
Mereka mengerti, pendidikan bukan hanya dituntut untuk masa kini
Tetapi lebih dari hari ini bahkan hingga nanti
Saat detak jantung telah berhenti
(Pengajar Kelas 5 SDN 3 Toyomarto)
23 23
Kesempatan Berharga
Sharon Mahar T.
Ada yang berbeda di tahun ini
Belum pernah aku dapatkan sama sekali
Bukan tentang pandemi
Tetapi hal yang lebih besar lagi
Pengabdian akbar pertama gemapedia
Memberikan warna yang baru
Membuka kesempatan lebar bagi saya
Untuk mendapatkan kesempatan berharga yang baru
Terima kasih saya ucapkan
Kepada semua orang yang telah berjuang bersama
Menahan lelah untuk memeluk harapan
Selalu bertahan dalam suka dan duka
Terima kasih yang teristimewa
Untuk adik – adik SD Toyomarto III semua
Telah memberikan banyak hal berharga
Yang tidak mudah untuk dipunya
Salam hangat untuk kamu semuanya
Semoga masih banyak kesempatan
Bertemu lebih lama
Meluapkan rindu yang tersimpan
(Pengajar Kelas 6 SDN 3 Toyomarto)
24 24
Hari Yang Tak Pernah Datang
Wiji Dwi P
Hari kita merasa siap melakukan suatu hal
Hari kita merasa kaya dan ringah bersedekah
Hari kita merasa berani untuk berdiri di depan
Hari kita merasa suci untuk berbuat kebaikan
Hari kita merasa dewasa dan berheti bermain berjam - jam
Hari hari itu tak akan pernah datang
Jangan tunggu hari yang tak kan pernah datang
(Pengajar Kelas 6 SDN 3 Toyomarto)
25 25
SDN DADAPAN 3
Teruntuk SDN Dadapan 3 yang telah memberikan
kesempatan kepada kami untuk menimba ilmu,
memperluas pengalaman, dan berbagi sedikit dari luasnya
ilmu. Kami ucapkan terima kasih. Sebagai bentuk apresiasi
dan kebanggaan kami dalam pengabdian Akbar 1
Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan. Kami
persembahkan karya Laskar Dewantara Batch VIII
sebagai para pengajar di SDN Dadapan 3.
26 26
Terimakasih Pengabdian
Erlanda Dora Oktaviana
Kupikir, hari itu adalah hari yang mudah kujalani
Kupikir, hari itu adalah hari di mana semua orang bisa melalui
Namun aku salah
Hari itu tidak semudah yang kubayangkan
Hari itu menjadi hari yang sangat melelahkan
Selama ini aku tidak menghargaimu
Selama ini aku hanya membencimu
Selama ini aku hanya berbuat salah kepadamu
Maafkan aku lenteraku
Maafkan aku menyakitimu
Jika kau memberiku dua pilihan
Tentu aku tidak akan memilih apa yang akan kau pilih
Namun hari itu aku memilih apa yang kau pilih
Terima kasih pengabdian
Aku banyak belajar karenamu...
(Pengajar Kelas 1 SDN Dadapan 3)
27 27
Aisyah Nur
Pagi buta ku langkahkan kakiku dengan semangat
Tuk temuimu memberi dedikasi
Terik matahari tak melayukan tekad sesaat
Tetap rela mengabdi dan menginspirasi
Guyur hujan tak buatku kedinginan
Demi sekolahmu aku rela berkorban
Ikut berjasa untuk negeri ini memajukan pendidikan
Sebab peranmu jua kecerdasan bangsa jadi taruhan
Adikku yang ku sayang
Terima kasih atas semangatmu yang tak kunjung padam
Buatku terus terbayang dan tak ingin pulang
Semoga kasih di hati kan selalu tertanam
Dik, semesta menanti untuk kau sapa
Berjumpa lagi semoga tak sekedar jadi angan
Terus melangkah gapai cita dan asa
Demi keberhasilan dan cerahnya masa depan
(Pengajar Kelas 2 SDN Dadapan 3)
1
Berencana
Adinda Kidung Kirana
Bencana melanda rencana
Rencana menukar bencana
Rencana cuma rencana
Rencana sekadar wacana
Korona bukan rencana
Bencana bukan acara
Saat waktunya, hilanglah sana
Bawalah serta luka dan lara
Semesta, betapa kami telah sabar
Dunia, betapa kami telah tabah
Sampai kala kami mendengar kabar
Bahwa mereka bisa pergi ke sekolah
Tak pernah kami terbayang
Kuasa tunjukkan segala daya
Mereka kini berbatas ruang
Tak juga ingin berhenti juang
Sampai nanti hingga engkau pulih
Biarlah mereka menukar pilu
Bila kebebasan hadir kembali
Jangan lagi cuma rencana
(Pengajar Kelas 2 SDN Dadapan 3)
2
Tak Pernah Mati
Shalsabila Kharismadini
Dia disana
Si pemberani nan bersih tanpa cela itu
Kokoh berdiri dengan gagah, tak takut badai
Apalagi hujan, karna bahkan panas pun adalah teman karibnya
Lihatlah oh lihat...
Siapa sangka ada yang lebih kokoh dari Merah Putih itu
Yang lebih putih bersih tanpa cela
Meski sayangnya ia tetap manusia sekalipun Tuhan yang Maha Agung itu
menganugrahinya setitik pusaka malaikat, sebuah hati
Atau mungkin jiwa?
Siapa tahu
Ia terlalu keras kepala untuk sekedar istirahat sekalipun pegal linu dan
salonpas adalah karibnya
Lihatlah oh lihat....
Hari ini ia menangis
Tumpah ruah segala keluh kesahnya
Sudah kuperingatkan, ia pun manusia
Mengabdi adalah hidupnya, pun menangis adalah kodratnya
Namun tunggu kisah ini belum tamat karena,
Lihatlah oh lihat...
Si kokoh itu,
Ia bangkit
Si putih itu,
Ia menopang Merah Putih
Karena si pengabdi itu,
Tak pernah mati
(Pengajar Kelas 3 SDN Dadapan 3)
3
Pertemuan Singkat
Farah Labibah
Saat saat itu
Sudah lama kita nantikan
Betapa menyenangkan menantikannya
Banyak yang kita persiapkan
RPP dan media
Semua dirancang setulus hati
Tibalah pada hari itu
Hari pertama kita jumpa
Walau dalam jaringan
Tak lengkap rasanya jika tak saling temu
Hari kedua kita jumpa
Ah.. senang sekali rasanya
Memandang langsung wajah-wajah itu
Tampak kebahagiaan diantara kita
Tak sabar untuk berbagi cerita
Namun sayang sangat singkat pertemuan itu
Maaf.. beribu maaf
Semoga kelak bertemu kembali
Semoga saja
(Pengajar Kelas 3 SDN Dadapan 3)
4
Gamang
Mei Dwi Jayanti
Kelam kelabu menggantung dalam kepala
Senyap terpincang-pincang melangkah
Bau anyir menyeruak pekat
Luka-luka kaku menganga
Isi kepala menghambur pada sejuta kata bermakna emosi,
Tak mampu menemukan rasa yang mewakili.
Jantung berderu resah;
Harus lanjut ataukah tidak?
Percuma luka-luka menjerit
Pemilik daksa sedang mati rasa
Ia menggumamkan kata mati tiap detik
Tapi nyawanya masih terus menyala
Ada dia melangkah
Empat lima langkah menuju rumah
Dengan raga kosong menggantung entah dimana
Tatapannya hambar tanpa arah
Sempat hampir tenggelam semakin dalam
Namun sepersekian detik resahnya temaram
Ada tawa kecil menggema pada teras rumah kuning pucat
Gadis kecil menanti dengan senyumnya yang melekat
"Kakak sudah datang? Ayo mulai belajar!"
Nol koma tujuh lima detik setelah gadis itu bersuara ia tersadar.
Ah, ia masih hidup rupanya.
(Pengajar Kelas 4 SDN Dadapan 3)
5
Aku yang Kau Dekap
Wina Yuliana
Kau bagaikan embun penyejuk jiwa yang haus
Pembangkit raga yang lunglai
Penyubur bunga yang layu
Semangatmu menggapai asa tak pernah padam
Seketika kau berlari kencang
Tak peduli arah, tak menyerah
Dengan segala ambisimu kau dekap setulus jiwamu
Demi menemukan titik terang menuju negeri roma
Semangat yang kau tanam membara bagaikan api yang membakar raga
Tak peduli panas menyengat tubuh
Dingin menusuk tulang
Kau abaikan segala luka
Demi asa yang menanti di masa depan
Lelah yang kau rasa kau kau istirahatkan
Tak ada kata cukup, taka da kata berhenti
Berjalan perlahan tak apa, asal tak berhenti atas perjalanan panjangmu
kau sejukkan kembali jiwa lesumu dengan senyum haru atas capaianmu
ambisimu, tulusmu, semangatmu bangkitkan kembali jiwa yang pasrah
(Pengajar Kelas 4 SDN Dadapan 3)
6
Februari Singkat
Salsabela Titis Tonanda
Belajar, bermain, dan bercerita
Alur sederhana sebuah perkenalan
Ragam cerita penuh kisah makna
Tak terasa sudah diujung perpisahan
Kami pamit dengan sejuta cerita
Tapi bukan akhir dari sebuah cerita
Kami pamit dengan mimpi penuh cinta
Tulus rasa ingin kembali jumpa
Februari singkat mengajarkan
Bahwa hidup ialah perjuangan
Februari singkat menafsirkan
Bahwa syukur memang tak boleh pudar
Tetaplah berdiri mengukir cerita
Meski raga terjeda untuk jumpa
Tetaplah menebar ratusan tawa
Hingga sapa kita kembali bersama
(Pengajar Kelas 5 SDN Dadapan 3)
7
Ceritaku
Sigit Wibowo
Saat pertama kaki berpijak
Rekah senyum menyambutku dari anak-anak
Yang tak sabar belajar dan main bersama
Habiskan waktu di hari itu
Sini aku ajari, sayang!
Ikhlas tanpa berharap balas
Sini sayang tak beritahu!
Memberi tanpa menuntut kembali
"Belajar yang rajin ya, sayang!"
Menjadi inspirasi bagi anak-anak
"Capai cita-citamu!"
Menjadi penyemangat setiap saat
Dunia terkadang berjalan di luar nalar.
Janganlah kamu bersedih, sayang.
Pemilik kita jauh lebih tahu siapa kita.
Karena jauh entah dimana jiwa kita tetap tertaut.
Walau itu hanya sebentar
Tetap kuingat kamu, sayang.
Semoga kita ditakdirkan ketemu lagi!
Ya, mengukir cerita lagi!
(Pengajar Kelas 5 SDN Dadapan 3)
8
Binaran Mata
Salsabela Titis Tonanda
Kerikil kecil nan ringkih
Terhampar bersama deru angin yang tertatih
Diantara lautan senyuman hangat
Yang melahirkan jutaan harap
Siapa gadis kecil yang berdiri disana?
Yang padanya terdapat jutaan makna kata
Siapa gadis kecil yang berdiri disana?
Yang menatap dengan binaran mata
Tatapan itu berlagu dalam sunyi
Mimpi yang mereka rekatkan sekian lama
Tak termakbul terhalang pandemi
Namun semangat itu menyebar sesak dalam sukma
Dalam hening kupandangi hatiku
Lihatlah betapa bara api itu membakar jiwa mereka
Yang tak menyerah oleh keadaan yang memaksa
Semuanya menjadi berbeda
Tawa kecil dalam rumah itu menjawab semuanya
Senada binar mata yang bercerita
Tentang mereka yang tetap tersemum menggapai asa
Dan tentang mereka yang berusaha menggapai cita
(Pengajar Kelas 6 SDN Dadapan 3)
9
Peduli dengan Beranggap
Dedi Candra
Menerka anggapan bersama angan yang pasti
Mengayuh besi berjeruji
Tak usang lepas digapai lelah
Beranggap hidup hanya sebatas napas yang berarti
Bukan!
Perihal hidup untuk saling beranggap
Saling beranggap dan peduli
Meski masing-masing materi uji bervariasi
Kayuhan besi berjeruji tetap berjalan
Menikmati jalanan terjal tuk bertahan
Pautan senyum merekah menemani langkah nya
Hati yang tertanam lentera pengabdian
Temaram dalam kesunyian, merajut mimpi, merakit angan
Bersama menghadapi fana
Tuk menciptakan keindahan yang kekal
Kuat menerpa terpaan tuk menjadi akar yang kuat
(Pengajar Kelas 6 SDN Dadapan 3)
10
11
Impian dan Mimpi
Nadzifa Azhar Muslim
Tentang impian tentang cita
Sejuta langkah tuk meraihnya
Jalan terjal yang ku tempuh selama ini
Kan ku jemput engkau serta hingga nyata
Walau jauh kan ku tempuh jua
Setinggi bintang-bintang di angkasa
Ku akan tetap tuk menggapainya
Ku akan raih semua impian
Percayalah semua mimpi mu
Dan ikutilah suara hati mu
yang akan menuntun mu
Meraih semua jati diri mu
(Pengajar Kelas 1 SDN Sumberejo 3)
12
Hari Itu
Karenia Jannah Dewi P
Hari itu
Tak pernah ku merasa setegang ini
Terbangun sebelum matahari
Hingga bergegas ke sana kemari
Tak lupa untuk menyiapkan diri
Begitu banyak yang kudapat
Dari senyuman hangat
Hingga cerita yang begitu bersemangat
Inilah momen yang akan selalu kuingat
Meskipun ini semua hanyalah sesaat
Bukankah ini meyenangkan
Berbagi kehangatan
Berbagi kebahagiaan
Perjalanan yang jauh sungguh tak terasa
Jika sudah merasakan ini semua
Jujur segalanya terasa begitu indah jika sudah bersama
Terima kasih
Karena menjadi bagian dari hidupku
Sekali lagi terima kasih
Karena telah menunjukkan apa itu bahagia untukku
(Pengajar Kelas 1 SDN Sumberejo 3)
13
Mengabdi
Regita Aracelly Prasetyo
Kumandang adzan menyambut pagi
Sinar rembulan berganti pergi
Ujung sang mentari menghampiri
Gemerlap langit dipuncak tertinggi
Dari Lara, kusambut dengan asa
Rasa Lelah seketika sirna
Dari ujung sebuah sekolah
Inilah kisah bersama gemapedia
Tangan kecil menggenggamku
Langkahnya yang syahdu
Menghampiri….
Menyambutku dengan semangat pagi
Mengabdi…
Bukan buah dari profesi
Bukan sekedar kata tanpa bukti
Melainkan manusiawi ketulusan hati
(Pengajar Kelas 2 SDN Sumberejo 3)
14
42
43
44
45
46
47