DAFTAR ISI i
Daftar Isi 1
BAB I PENDAHULUAN 1
1. Latar Belakang. 3
2. Konsep Dasar KKN-T 4
3. Landasan Hukum 5
4. Tema, Tujuan, dan Sasaran 6
5. Prinsip Dasar dan Pelaksanaan 7
6. Kompetensi yang Didapatkan Mahasiswa KKN-T 9
7. Status KKN-T
BAB II PENGELOLAAN KKN TEMATIK 10
1. Lembaga Pengelola 10
2. Tim Pelaksana 10
3. Tata Laksana Kegiatan 11
4. Jenis Program Kerja 13
BAB III TAHAPAN PELAKSANAAN KKN TEMATIK
1. Persiapan 15
2. Proses Pelaksanaan 15
3. Pembimbingan dan Penilaian 16
BAB IV TATA TERTIB KKN TEMATIK 18
1. Kewajiban dan Larangan
2. Pelanggaran dan Sanksi 21
BAB V PENUTUP 21
22
28
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pandemi Corona Virus Diesease 2019 (Covid-19) yang mulai tedeteksi di
Indonesia pada awal maret 2020 menyebar ke seluruh wilayah, termasuk
Provinsi Jawa Barat tepatnya di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon,
Indramayu, Majalengka, Kuningan). Covid-19 sejatinya merupakan kasus
kesehatan. Namun dampaknya bukan hanya pada aspek kesehatan,
tetapi juga pada aspek ekonomi yang justru mempunyai pengaruh yang
lebih luas terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan. Pandemi Covid-
19 telah menyebabkan menurunnya perekonomian dan aktivitas di
berbagai sektor dan wilayah di Indonesia. Walau economic shock yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19 berangsur mereda seiring stabilnya
pasar keuangan domestik dan menggeliatnya beberapa sektor
perekonomian. Akan tetapi mengingat sifatnya yang memukul baik sisi
penawaran mau pun permintaan dari perekonomian, upaya pemulihan
masih memerlukan lebih banyak waktu. Pada saat yang sama,
penyebaran virus juga belum menunjukkan tanda-tanda berakhir seiring
dengan masih meningkatnya tren kasus dan kematian terkonfirmasi. Di
satu sisi, tuntutan untuk memulai kembali berbagai aktivitas sosial dan
ekonomi semakin menguat ditandai dengan dilonggarkannya
pembatasan sosial di banyak daerah. Di sisi lain, infrastruktur kesehatan
publik yang ada masih belum memadai. Sehingga terdapat resiko yang
tinggi untuk menggerakkan kembali berbagai roda aktivitas sosial dan
ekonomi secara normal. Dengan berbagai keterbatasan ini, new normal
menjadi satu keharusan. New normal juga merupakan sebuah
kesempatan untuk melakukan penguatan ekonomi asalkan diiringi
penyusunan prioritas yang transparan serta koordinasi dan sinkronisasi
kebijakan yang tepat. Pandemi Covid-19 memperburuk kerawanan
pangan di Indonesia khususnya di wilayah Ciayumajakuning Jawa Barat
yang memiliki keunggulan dari pertanian yang dijadikan mata
pencaharian. Hal ini diakibatkan juga dari kebijakan proteksionis yang
semakin membuat keluarga prasejahtera kesulitan menjangkau pangan
karena harga domestik kian naik. Tren produksi, kapasitas distribusi yang
kurang memadai, serta pembatasan perdagangan adalah beberapa
dampak Covid-19 bagi pangan Indonesia. Pangan merupakan kebutuhan
dasar manusia untuk mempertahakan hidup. Oleh karena itu, kondisi
ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 menjadi hal yang serius
untuk diperhatikan sebab menyangkut dengan pemenuhan kebutuhan
masyarakat.
Ada beberapa teori pembangunan daerah yang relevan untuk
menanggulangi krisis ekonomi di tingkat daerah. Economic base theory
merupakan salah satu teori yang mengusulkan pembangunan daerah
berdasarkan kepada apa sektor usaha atau produk yang paling banyak
diminta oleh masyarakat dari luar daerah. Produksi didasari dengan
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 1
potensi sumber daya yang ada di lokal. Berikutnya ada teori lokasi. Teori
ini memperhitungkan suatu lokasi yang paling ekonomis untuk menjadi
lokasi industri. Teori yang cukup menarik adalah central place theory,
yaitu suatu tempat sentral ekonomi yang didukung oleh beberapa tempat
di sekitarnya. Interaksi antar daerah akan menjadi suatu kekuatan
ekonomi setempat. Kemudian ada teori model daya tarik. Para pelaku
ekonomi akan berupaya memperbaiki diri jika ada subsidi dan insentif dari
pemerintah. Dalam paradigma baru pembangunan daerah, diyakini
bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan kepada mekanisme
pasar. Peran pemerintah sangat sentral dan menentukan dalam
pergerakan perekonomian daerah, terutama untuk menciptakan
pemerataan ekonomi dan pemerataan pembangunan daerah.
Pembangunan perdesaan inklusif merupakan solusinya. Pertumbuhan
ekonomi harus berimbang dengan upaya pemberdayaan masyarakat
rentan. Perpaduan agrobisnis dan agroindustri harus menjadi model
pembangunan perdesaan, pemberdayaan masyarakat dan modernisasi
pertanian. Upaya tersebut juga untuk mengembangkan UMKM di daerah.
dalam rangka pemulihan ekonomi harus ada prioritas pembangunan
berdasarkan ketersediaan sumber daya dan keadaan aktual.
Ketersediaan sumber daya alam dan budaya masyarakat dalam
mengolah alam di Jawa Barat, mengharuskan pembangunan daerah
lebih mengutamakan usaha-usaha yang terkait dengan sumber daya
alam, sudah menjadi kebiasaan masyarakat, dan menunjukkan
perkembangan yang baik. Peranan pemerintah yang diperlukan adalah
membuat peta jalan (road map) program pemulihan perekonomian
daerah. Mengorganisir semua pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan
ekonomi.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa
S1 di Universitas Majalengka yang dikembangkan melalui pengabdian
kepada masyarakat. Pelaksanaan KKN Tematik ini ditujukan untuk
menumbuhkembangkan empati dan kepedulian civitas akademika
Universitas Majalengka terhadap berbagai permasalahan yang riil
dihadapi masyarakat diantaranya keadaan ekonomi pasca pandemi.
Selain itu, KKN Tematik diharapkan melahirkan pribadi yang tangguh,
unggul, berkepribadian mulia, serta berjiwa wirausaha, kepemimpinan,
dan peneliti yang berkualitas tinggi. KKN Tematik Universitas Majalengka
dikemas secara strategis untuk menyelesaikan permasalahan secara
tuntas dan dilaksanakan bersama masyarakat dengan memerankan
masyarakat sebagai pelaku penting dan utama serta melibatkan para
pemangku kepentingan lain yang terkait. Dengan demikian, kegiatan
KKN Tematik mampu memberikan wacana dan kesempatan kepada
civitas akademika Universitas Majalengka bersama masyarakat dan para
mitra kerja untuk bersinergi dalam mengembangkan dan
mengimplementasikan program pemulihan ekonomi dengan
mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal desa menuju ketahanan
pangan. Dalam hal ini, mahasiswa diharapkan berperan sebagai problem
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 2
solver, motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam proses penyelesaian 3
masalah dan pembangunan/pengembangan masyarakat. Melalui
kegiatan KKN Tematik tersebut, kehadiran mahasiswa sebagai
intelektual muda diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai agen
atau pemimpin perubahan yang secara cerdas dan tepat menyelesaikan
masalah yang dihadapi masyarakat.
2. Konsep Dasar Kuliah Kerja Nyata Tematik
Sebagai perguruan tinggi yang ada di provinsi Jawa Barat, maka
Universitas Majalengka (UNMA) terpanggil untuk berkontribusi dalam
pemulihan ekonomi dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya
lokal desa menuju ketahanan pangan masyarakat pasca pandemi yang
merupakan dampak dari pandemi COVID-19. Melalui Lembaga
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Inovasi (LP2MI)
yang ada di lingkungan UNMA merumuskan kegiatan Kuliah Kerja Nyata
Tematik pasca pandemi. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) Tematik
merupakan kegiatan yang terjadwal secara akademik di Universitas
Majalengka. Oleh karena itu, percepatan pemulihan ekonomi dan
optimalisasi potensi dari sumber daya lokal desa menuju ketahanan
pangan sangat srategis jika dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja
Nyata (KKN-T) Tematik. Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) merupakan
salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh
mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai
salah satu wujud dari tridharma perguruan tinggi. Program pengabdian
kepada masyarakat dipandang oleh Universitas Majalengka (UNMA)
sebagai program yang wajib dilaksanakan, baik oleh dosen maupun oleh
mahasiswa, dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip: (1) kompetensi
akademik; (2) kewirausahaan; dan professional; sehingga dapat
menghasilkan program pengabdian kepada masyarakat yang bermutu,
relevan, dan sinergis dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat
(Ruyadi dkk, 2010:172). Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) adalah
program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dengan fokus yang spesifik
dengan ciri: (1) relevan dengan program pembangunan daerah atau
pemerintah pusat; (2) relevan dengan kebutuhan masyarakat; dan (3)
relevan dengan visi, misi, renstra, kepakaran, dan IPTEKS yang dimiliki
UNMA.
KKN-T merupakan bentuk perkuliahan yang dilaksanakan dengan
langsung terjun ke masyarakat. Masyarakat sasaran KKN-T dapat
berupa masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, sekolah,
masyarakat industri, atau kelompok masyarakat lain yang dipandang
layakmenjadi sasaran KKN-T. KKN-T merupakan proses pembelajaran
mahasiswa melalui berbagai kegiatan langsung di tengah-tengah
masyarakat, dan mahasiswa berupaya untuk menjadi bagian dari
masyarakat serta secara aktif dan kreatif terlibat dalam dinamika yang
terjadi di masyarakat. Keterlibatan mahasiswa bukan saja sebagai
kesempatan mahasiswa belajar dari masyarakat, namun juga memberi
pengaruh positif dan aktif terhadap pengembangan masyarakat,
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA
sehingga memberi warna baru dalam pembangunan masyarakat secara 4
positif.
KKN-T merupakan mata kuliah wajib, yang tercantum dalam kurikulum
Universitas Majalengka, dan harus ditempuh oleh semua mahasiswa
program strata 1 (S1). Mata kuliah KKN-T disiapkan dalam rangka
mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman riil di
masyarakat. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan
mendapatkan kemampuan generatif yang berupa life skills (kecakapan
hidup) seperti kemampuan berpikir dan bernalar secara analitik,
berdasarkan sumber empirik dan realistik, agar dapat merancang dan
melaksanakan program, membantu mengatasi permasalahan yang ada,
bekerja sama dengan orang lain, mengatur diri sendiri, dan melatih
keterampilan dalam bekerja. Dengan demikian, mereka akan
mendapatkan wawasan, pengalaman, dan keterampilan dalam
bermasyarakat, sebagai nilai tambah selama menempuh kuliah di
Universitas Majalengka (UNMA).
KKN-T sebagai salah satu wahana PPM, pelaksanaannya terlebih
dahulu harus dilakukan kajian secara cermat sebelum menentukan
berbagai program yang akan dilaksanakan. Semua kegiatan yang
dilakukanharus berdasarkan hasil observasi riil di lapangan dan kajian
analitis kritis sehingga kegiatan yang dilakukan dapat
dipertanggungjawabkan secara akademis dan sosial. Sebagai sebuah
program PPM, KKN-T lebih menekankan pada pemberdayaan
masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan pembelajaran untuk
meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap potensi
dan tantangan yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas kehidupan
mereka, baik secara individu maupun kelompok.
3. Landasan Hukum
a. KKN-T sebagai bagian integral dari pendidikan berdasarkan Pancasila
dan Undang-undang Dasar 1945, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen. Undang-undang Republik Indonesia Nomor
12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi.
b. UU nomor Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
pasal 20 ayat 2
c. dinyatakan: “Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan
pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat”; pada pasal 24
ayat 2 disebutkan: “Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola
sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan,
penelitian ilmiah, dan pengabdian masyarakat”;
d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia N0. 80 tahun 1999 tentang
Pendidikan Tinggi, pasal 44 ayat (2), dimana Lembaga Pengabdian
Masyarakat merupakan unsur
e. pelaksana di lingkungan Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan
kegiatan pengabdian
f. kepada masyarakat, turut mengusahakan sumber daya yang
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA
diperlukan serta mengendalikan administrasi Sumber Daya yang
diperlukan;
g. UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, khususnya
mengenai
h. Pengabdian kepada Masyarakat;
i. Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional
Pendidikan Tinggi;
j. Surat Mendikbud No: 36362/Mpk.A/Hk/2022 Hal: Pembelajaran
Secara Luring Dan Bekerja Dari Rumah Dalam Rangka Pencegahan
Penyebaran Corona Virus Disease (Covid- 19);
k. Surat Keputusan Rektor Universitas Majalengka Nomor:
028A/KEP/UNMA/II/2019 Tentang Penetapan Besaran Biaya Kerja
Nyata Mahasiswa (KNM) di Lingkungan Universitas Majalengka;
l. Surat Keputusan Rektor Universitas Majalengka No
113/KEP/UNMA/VIII/2022 Tentang Tim Pelaksana Kuliah Kerja Nyata
Tematik (KKN-T) di Lingkungan Universitas Majalengka;
4. Tema, Tujuan, dan Sasaran
Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) Universitas Majalengka dengan tema
“Pemulihan ekonomi dan Optimalisasi Sumber Daya Lokal Desa
Menuju Ketahanan Pangan” dengan topik sebagai berikut:
a. Usaha Ekonomi Kreatif
b. Pemberdayaan UMKM
c. Ketahanan Pangan
KKN-T Universitas Majalengka dilaksanakan selama satu bulan sebagai
wujud pengabdian diri mahasiswa kepada masyarakat. Program ini
merupakan proses pengaplikasian ilmu yang telah diperoleh mahasiswa,
baik itu melalui kegiatan akademik, maupun kegiatan ekstra dalam hal ini
keorganisasian. Mahasiswa KKN-T sumber inovator dan motivator dalam
mempercepat kemajuan desa, ataupun kecamatan. Berdasarkan
pandangan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Kuliah Kerja Nyata
Tematik (KKNT) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara
memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di
tengah masyarakat di luar kampus, yang secara langsung bersama-sama
masyarakat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah sehingga
diharapkan mampu mengembangkan potensi desa/daerah dan meramu
solusi untuk masalah yang ada di desa.
Manfaat program membangun desa/kuliah kerja nyata antara lain:
1) Bagi Mahasiswa
a) Membuat mahasiswa mampu melihat potensi desa,
mengidentifikasi masalah dan mencari solusi untuk meningkatkan
potensi dan menjadi desa mandiri.
b) Membuat mahasiswa mampu berkolaborasi menyusun dan
membuat
c) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),
Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes), dan program
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 5
strategis lainnya di desa Bersama Dosen Pendamping,
Pemerintah Desa, Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM),
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), pendamping
lokal desa, dan unsur masyarakat.
d) Membuat mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki
secara kolaboratif bersama dengan Pemerintah Desa dan unsur
masyarakat untuk membangun desa.
e) Mahasiswa mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan keterampilan yang dimilikinya di lapangan yang disukainya.
2) Bagi Perguruan Tinggi
a) Memberikan umpan balik bagi perguruan tinggi tentang ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan secara nyata oleh
masyarakat.
b) Menjadi sarana bagi perguruan tinggi dalam membentuk jejaring
atau mitra strategis dalam membantu pembangunan desa.
c) Menjadi sarana pengembangan tri dharma perguruan tinggi.
d) Menjadi sarana aktualisasi dosen dalam pengembangan ilm
pengetahuan.
3) Bagi Desa
a) Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga dari tenaga terdidik
untuk
b) menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa
(RPJMDes) dan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa
(RKPDes).
c) Membantu perubahan/perbaikan tata kelola desa.
d) Memacu terbentuknya tenaga muda yang diperlukan dalam
pemberdayaan masyarakat desa
e) Membantu pengayaan wawasan masyarakat terhadap
pembangunan desa.
f) Percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
5. Prinsip Dasar dan Pelaksanaan
KKN-T yang dilaksanakan harus memenuhi empat prinsip, yaitu dapat
dilaksanakan (feasible), dapat diterima (acceptable), berkesinambungan
(sustainable), dan partisipatif (participative).
a. Dapat Dilaksanakan (Feasible)
Program yang feasible adalah program KKN-T yang harus disesuaikan
dengan kemampuan mahasiswa dan atau masyarakat sasaran. Feasible
juga diartikan sebagai program yang dapat dilakukan dengan
mahasiswa sebagai perantara. Program yang benar-benar tidak feasible
akan memberatkan mahasiswa atau masyarakat.
b. Dapat Diterima (Acceptable)
Kegiatan yang dikembangkan dalam KKN-T harus dapat diterima oleh
masyarakat sasaran. Masyarakat harus dapat menerima dengan senang
hati setiap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T. Penerimaan
masyarakat bukan saja karena kebutuhannya, tetapi juga pertimbangan
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 6
kecocokan sosial (social acceptability) dan norma-norma yang berlaku
di masyarakat tersebut. Mahasiswa harus menyusun program
berdasarkan kebutuhan masyarakat dan penentuan program yang akan
dilaksanakan harus dikomunikasikan atau persetujuan kepada
masyarakat. Masyarakat bisa saja meminta pelaksanaan program-
program tertentu yang memang diperlukan selama mahasiswa
mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya.
c. Berkelanjutan (Sustainable)
Program KKN-T yang dilaksanakan oleh mahasiswa harus memenuhi
prinsip berkelanjutan. Artinya, suatu program bukan program bersifat
terminal atau ad hock yang berjalan sewaktu ada mahasiswa KKN-T,
tetapi program yang bersifat developmental yang akan terus berlanjut
meskipun masa kegiatan mahasiswa melaksanakan KKN-T telah
selesai. Program yang disusun juga harus menyesuaikan dengan
program yang telah ada ataupun yang akan datang. Program jangka
panjang juga dapat dikembangkan dengan cara program tersebut
dilakukan oleh beberapa angkatan mahasiswa KKN-T dalam satu
wilayah yang sama. Keberlanjutan dapat juga dilakukan dengan
membentuk kader setempat yang kelak dapat menggantikan peran
mahasiswa KKN-T, bila KKN-T telah selesai.
d. Partisipatif (Participative)
Kegiatan KKN-T pada prinsipnya bukan kegiatan mahasiswa semata,
tetapi kegiatan KKN-T merupakan kegiatan sinergis yang
menggabungkan potensi sumberdaya lokal dengan mahasiswa.
Kegiatan KKN-T harus dilaksanakan dengan prinsip dan atau
pendekatan resiprokal. Artinya, masyarakat aktif melakukan kegiatan di
lingkungan sosialnya dan perguruan tinggi aktif membantu masyarakat
dalam melakukan kegiatan mereka.
6. Kompetensi yang Didapatkan Mahasiswa KKNT
a. KKN-T melibatkan tiga kelompok partisipan, yaitu mahasiswa,
masyarakat bersama pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Dengan
adanya KKN-T tiap-tiap pihak diharapkan memperoleh manfaat sebagai
berikut:
1) Mahasiswa
a. Memperdalam pengertian tentang cara berpikir dan bekerja secara
interdisipiliner sehingga dapat menghayati adanya keterkaitan ilmu
untuk mengatasi masalah-masalah di masyarakat serta
memahami perlunya kerjasama antar sektor.
b. Memperdalam pengertian dan penghayatan tentang kemanfaatan
ilmu, teknologi, dan seni yang dipelajarinya bagi manusia atau
masyarakat.
c. Memperdalam penghayatan dan pengertian terhadap kesulitan
yang dihadapi oleh masyarakat dan berbagai alternatif
pemecahannya dalam melaksanakan pembangunan.
d. Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap seluk-beluk
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 7
keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan
masyarakat.
e. Mendewasakan cara berpikir serta meningkatkan daya penalaran
mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan
pemecahan masalah secara ilmiah-pragmatis.
f. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk
melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat
berdasarkan ilmu, teknologi, dan seni secara interdisipliner serta
lintas sektoral.
g. Melatih mahasiswa sebagai motivator, dinamisator, dan
problemsolver.
2) Masyarakat Sasaran dan Pemerintah Daerah
a. Memperoleh penyadaran dan pemberdayaan potensi yang dimiliki
untuk peningkatan kualitas kehidupan.
b. Memperoleh pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan
potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif
dalam pembangunan.
c. Memperoleh bantuan pemikiran tenaga, ilmu, teknologi, danseni
dalam merencanakan serta melaksanakan pembangunan.
d. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan sehingga
keberlanjutan pembangunan lebih terjamin.
e. Memperoleh manfaat dari bantuan tenaga dan pikiran mahasiswa
dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan yang
berada di lokasi KKN-T.
3) Perguruan Tinggi
a. Memperoleh umpan balik sebagai pengintegrasian mahasiswa
dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat
sehingga kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu
yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan
dengan kebutuhan nyata masyarakat.
b. Memperoleh berbagai sumber belajar serta menemukan berbagai
masalah untuk pengembangan penelitian.
c. Memperoleh masukan untuk menelaah keadaan nyata dan
mendiagnosis secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu,
teknologi, dan seni yang akan diabdikan sesuai dengan kebutuhan
nyata masyarakat.
d. Meningkatkan, memperluas, dan mempererat kerja sama dengan
instansi dan departemen lain melalui rintisan kerjasama
mahasiswa yang melaksanakan KKN-T.
7. Status KKN-T
Sesuai dengan kurikulum UNMA dan Buku Pedoman KKN-T, KKN-T UNMA
dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut.
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 8
a. KKN-T menjadi bagian integral dari kurikulum UNMA dan wajib diikuti oleh
semua mahasiswa program S1.
b. KKN-T dilaksanakan melalui kegiatan terstruktur dengan tahap tahap
kegiatan persiapan, kuliah pembekalan, observasi, dan penyusunan
program, pelaksanaan program di lapangan, evaluasi, pelaporan hasil,
dan tindak lanjut.
c. KKN-T merupakan keterpaduan antara kegiatan pendidikan, penelitian,
dan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat interdisipliner, lintas
sektoral, serta bantuan penanganan masalah masyarakat secara
pragmatis dan aplikatif.
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 9
BAB II
PENGELOLAAN KKN
1. Lembaga Pengelola
Pengelola program KKN-T UNMA meliputi lembaga dari tingkat
pengambil kebijakan sampai dengan tingkat implementasi di lapangan.
Secara rinci lembaga pengelola adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik,
Ketua LP2MI, Sekretaris LP2MI, Koordinator Pengelola KKN-T
Universitas Majalengka.
2. Tim Pelaksana
Organisasi pengelola program KKN-T meliputi lembaga dari tingkat
pengambil kebijakan sampai dengan tingkat implementasi dilapangan.
Secara rinci pelaksana program KKN-T dilaksanakan oleh Tim Pengelola
Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Tematik (KKN-T) sebagai berikut:
Penanggung Jawab : Dr. Indra Adi Budiman, M.Pd.
Dewan Pengarah (Rektor Universitas Majalengka)
1. Jaka Sulaksana, Ph.D.
Ketua Pelaksana (Wakil Rektor I)
Wakil Ketua 2. Dr. Sri Ayu Andayani, MP.
Sekretaris (Wakil Rektor II)
Bendahara 3. H. Kosasih Sumantri, MP.
Bidang-bidang (Wakil Rektor III)
1. Bidang Administrasi dan
: Dr. H. Aceng Jarkasih, M. Si
Kesekretariatan : H. Dadang Sudirno, M. Si
Koordinator : Ali Priyono, M. Pd
Anggota : Tanty Sri Ertiani, M. Si
2. Bidang Monitoring dan : Tery Sugihardi, M.M
Evaluasi Koordinator : 1. Beben Arif Sonjaya, SE
Anggota
2. Sri Ela R, SE
3. Bidang Program, Data, dan 3. Iis Siti Aisah, S.IP
Informasi Koordinator
Anggota : Dede Salim Nahdi, M. Pd
: 1. Abdul Kholiq, M.T
4. Bidang Publikasi dan
2. Eidelweis Dewi Jannati, M.Pd.
: Tri Ferga Prasetyo, M. Kom.
: 1. Nunu Nurdiana, M. Kom.
2. Tera Triyantara HRN, M. Si
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 10
Dokumentasi Koordinator : Roni Rodiana, M.Pd.
Anggota : 1. Yucky Putri Erdianti, M. Pd
2. Yuki Rahmat Fauzi, S. Pd
3. Tata Laksana Kegiatan
a. Status dan Bobot Akademik Mata Kuliah
KKN Tematik merupakan merupakan bagian dari kebijakan Merdeka
Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempatan bagi
mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat
dengan terjun langsung ke masyarakat dibawah bimbingan dosen
pembimbing lapangan. KKN Tematik memiliki Bobot SKS setara
dengan 3 SKS.
b. Alokasi waktu dan tempat pelaksanaan
Jangka waktu yang diperlukan mahasiswa untuk kegiatan KKN
Tematik setara 3 SKS ini dimulai dari mahasiswa turut serta dalam
pembekalan hingga berakhirnya pelaksanaan KKN Tematik 22
Agustus – 10 September 2022). Secara rinci alokasi waktu
pelaksanaan KKN Tematik adalah sebagai berikut:
Jadwal Kegiatan KKN-T-Tematik
No Kegiatan Waktu
1 Survei Kriteria Desa Lokasi KKN-T 05 - 08 Juli 2022
2 Penentuan Kriteria Desa Lokasi KKN-T & Ijin lokasi 09 – 16 Juli 2022
dan Penetapan lokasi KKN-T-T dan KKN-T
3 Pembentukan Tim Pengelola KKN-T 20 - Juli 2022
4 Pendataan Mahasiswa Peserta KKN-T Tiap Fakultas 19 – 22 Juli 2022
5 Seleksi dan Penetapan Dosen Pembimbing 8 Agustus 2022
Lapangan (DPL)
6 Penetapan Kelompok KKN-T dan Ploting DPL 1 – 4 Agustus 2022
7 Pembekalan DPL KKN-T 11 Agustus 2022
8 Pembekalan Umum Peserta KKN-T-Unma 12 Agustus 2022
9 Pembekalan Khusus (Perencanaan Program,
Observasi Lapang, dan Pemetaan Potensi Desa 15 – 18 Agustus 2022
Perserta KKN-T & DPL)
10 Presentasi Program/Proposal 19 - 20 Agustus 2022
11 Revisi Program/Proposal 20 Agustus 2022
12 Pelepasan Mahasiswa KKN-T 22 Agustus 2022
13 Pelaksanaan KKN-T 22 Agustus – 10
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 11
No Kegiatan Waktu
September 2022
14 Monitoring dan Supervisi 29 Agustus – 03
September 2022
15 Penarikan Mahasiswa KKN-T 10 September 2022
16 Penyerahan Laporan Kelompok KKN-T 12 – 13 September 2022
17 Penyerahan nilai oleh DPL KKN-T 14 – 15 September 2022
sekretariat Panita KKN-T UNMA 16 September 2022
18 KKN-T Award
KKN Tematik dilaksanakan di 4 (Empat) Kabupaten yang berada di wilayah
CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) Dari
Kriteria tersebut telah ditetapkan 4 Lokasi Kabupaten. Kabupaten Cirebon (1
Kecamatan, 4 Desa), Kabupaten Indramayu (1 Kecamatan, 4 Desa),
Kabupaten Majalengka (3 Kecamatan, 18 Desa), Kabupaten Kuningan (1
Kecamatan, 4 Desa) dengan rincian sebagai berikut:
Lokasi Kegiatan KKN-T
NO Kabupaten Kecamatan Desa Jumlah
Mahasiswa
1 Majalengka Cikijing Cidulang
2 Jatitujuh Sindang Panji 21
3 Sindangwangi 21
4 Dukupuntang Kancana 21
5 Cipulus 20
6 Cisoka 20
7 Cikijing 21
8 Sumber Wetan 21
9 Sumber Kulon 21
10 Pangkalan Pari 21
11 Jatitengah 21
12 Randegan Wetan 21
13 Randegan Kulon 21
14 Lengkong Wetan 21
15 Lengkong Kulon 21
16 Sindangwangi 21
17 Balagedog 21
18 Leuwilaja 21
19 Cirebon Ujungberung 21
Dukupuntang 21
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 12
NO Kabupaten Kecamatan Desa Jumlah
Darma Mahasiswa
20 Tukdana Mandala
21 Cikalahang 21
22 Jumlah 21
23 Kuningan Bobos 21
24 Jagara 21
25 Darma 21
26 Paninggaran 21
27 Indramayu Cipasung 21
28 Tukdana 21
29 Rancajawat 21
30 Kerticala 21
Gadel 21
628
CIAYUMAJAKUNING
4. Program Kerja dan Kegiatan
Program ini merupakan program yang diperlukan pada saat kegiatan KKN-
T berdasarkan kebutuhan masyarakat tempat tinggal mahasiswa atau
masyarakat di luar tempat tinggal mahasiswa. Pendataan kondisi ekonomi
masyarakat yang bekerja/tidak bekerja, Pendataan kondisi ekonomi
pedagang/wiraswasta/UNMA/buruh/dll terdampak pandemik covid-19,
Pendataan Penduduk yang secara ekonomi tidak mampu. Beberapa topik
program kerja yang dapat dipilih oleh mahasiswa untuk membuat sebuah
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 13
program kerja pokok KKN-T sebagai berikut:
a. Mendorong Usaha Ekonomi Kreatif (e-commerce)
b. Pemberdayaan UMKM
c. Ketahanan pangan
Program kerja disusun berdasarkan:
a. Mahasiswa diwajibkan membuat program kerja yang sesuai dengan
kondisi lingkungan yang berada di lokasi KKN terkait pemulihan
ekonomi dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal desa.
b. Program kerja kerja disusun dalam bentuk proposal dengan sistematika
yang telah ditentukan pada lampiran
c. Program kerja ditandangani oleh ketua kelompok dan diketahui oleh
DPL setelah melalui pembimbingan dengan DPL
d. Proposal wajib dipresentasikan kepada tim reviewer yang telah
ditentukan oleh LP2MI.
e. Proposal wajib diperbaiki apabila terdapat revisi pada saat proses
review
f. Proposal yang telah dinyatakan lulus dapat digunakan pada kegiatan
KKN-T
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 14
BAB III
TAHAPAN PELAKSANAAN KKN TEMATIK
1. Persiapan
Tahapan persiapan KKN Tematik terdiri atas beberapa kegiatan, yaitu
pengusulan tema, pembuatan proposal, seminar dan pembekalan,
penempatan lokasi dan konsolidasi.
A. Pengusulan Tema
Tim Pusat Layanan KKN Tematik LP2MI UNMA atau Fakultas/Dosen
ataupun mitra melakukan identifikasi Desa atau Institusi yang akan
menjadi target KKN Tematik.
1) Tema kegiatan yang dapat menjadi pilihan sasaran KKN Tematik
disediakan oleh Pusat Layanan KKN Tematik (desa calon binaan
UNMA dan BUMN dalam program PKBL), lembaga, DPL, mitra atau
oleh pihak mahasiswa yang mempersiapkan tema KKN.
2) Tema KKN yang disediakan oleh LP2MI akan diinformasikan ke
Mahasiswa melalui web (http://lp2mi.unma.ac.id)
3) Bagi mahasiswa yang berminat mengikuti Program KKN Tematik
Khusus yang disediakan oleh LP2MI / Universitas maka prosedur
pendaftarannya diinformasikan secara khusus.
B. Pembuatan dan Pengajuan Proposal
Mahasiswa secara berkelompok (20 mahasiswa) membuat dan
mengajukan proposal dibimbing oleh seorang Dosen Pembimbing
Lapang (DPL) dari Fakultas/Jurusannya sesuai dengan format proposal
yang ditetapkan LP2MI.
1) Kelompok Mahasiswa yang akan KKN-T berasal dari paling sedikit
3 fakultas di Universitas Majalengka. Masing-masing fakultas
minimal terdiri dari 3 orang mahasiswa
2) Dosen Pembimbing Lapangan dapat diajukan oleh kelompok
mahasiswa berdasarkan kompetensinya dan atas persetujuan
pimpinan fakultas (Jurusan/Bagian/Kaprodi)
3) Proposal disusun berdasarkan proses identifikasi dan analisis
situasi yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa terhadap calon
lokasi KKN-T
4) Proposal yang telah melalui proses konsultasi dan pembimbingan
dapat diajukan kepada Pusat Layanan KKN Tematik LP2MI.
5) Pengusul adalah fakultas yang mahasiswanya mengontrak mata
kuliah KKN yang tercantum pada KRS.
6) Proposal mengandung rencana kegiatan yang memuat: a) Nama
program dan kegiatan, latar belakang dan permasalahan mitra,
tujuan dan manfaat, b) Bahan, c) Program, Volume dan waktu
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 15
7) Proposal yang diajukan ke Pusat Layanan
KKN Tematik LP2MI disertai form konsultasi dengan DPL.
C. Proses Pembekalan dan Presentasi Program Kegiatan
Mahasiswa peserta KKN-T wajib mengikuti seminar dan pembekalan
materi KKN-T yang memiliki bobot 1 sks.
1) Proses pembekalan kepada kelompok mahasiswa utamanya
dilakukan oleh DPL sejak perencanaan penyusunan proposal
hingga tahap pelepasan KKN-T. Materi pembekalan disesuaikan
berdasarkan tema dan kebutuhan materi kegiatan KKN-T serta
pembekalan moral/etika bermasyarakat. Apabila pembekalan yang
sudah dilakukan masih dianggap kurang memadai, maka
pembekalan tambahan dilakukan oleh DPL.
2) Kelompok Mahasiswa harus mempresentasikan proposal
kegiatannya di Pusat Layanan KKN Tematik LP2MI, selanjutnya
dievaluasi kelayakan program KKN-T oleh Reviewer yang
ditugaskan oleh Ketua LP2MI
3) Tim reviewer memiliki kewenangan untuk merevisi, mengubah,
maupun menolak tema KKN-T apabila dipandang tidak sesuai
dengan substansi KKN-T
4) Reviewer melakukan penilaian terhadap proposal KKN-T mulai dari
format penulisan, substansi program pemberdayaan serta
memberikan masukan untuk penyempurnaan proposal KKN-T
5) Proposal yang telah melalui proses penilaian segera diperbaiki
sesuai masukan reviewer maksimal H-1 pelaksanaan KKN-T.
6) Perbaikan proposal harus disahkan oleh DPL dan Reviewer
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan KKN Tematik terdiri atas beberapa kegiatan, yaitu sosialiasi
program, penyusunan rencana aksi, pelaksanaan kegiatan, pembimbingan,
dan penarikan mahasiswa:
A. Kegiatan Pembekalan
Kegiatan pembekalan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas
Majalengka yang akan memprogram KKN-T di Kartu Rencana Studi
(KRS) pada semester terdekat. Mahasiswa melakukan proses
pembimbingan program dengan DPL selama 1 Minggu. Mahasiswa
wajib mempresentasikan proposal kegiatan yang akan dinilai kelayakan
oleh reviewer.
B. Pelaksanaan KKN-T
Pelaksanaan KKN-T mahasiswa Universitas Majalengka dapat
dilakukan sesuai ketentuan dan menyampaikan bukti-bukti administratif
kepada dosen pembimbing. Mahasiswa wajib untuk melaporkan
perkembangan pelaksanaan KKN-T pada dosen pembimbing secara
berkala. Dosen pembimbing adalah dosen yang ditunjuk untuk
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 16
melakukan verifikasi pelaksanaan KKN-T, dan
penentuan dosen pembimbing dilakukan oleh LP2MI UNMA setelah
dilaksanakannya pembekalan KKN-T.
C. Penulisan Laporan
Pada pelaksanaan KKN-T, mahasiswa wajib membuat laporan
mingguan dan laporan akhir kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN-T).
Laporan akhir merupakan kompilasi/gabungan progres report tiap pekan
yang sudah terlaksana. Laporan tersebut diperiksa dan disahkan oleh
DPL.
1) DPL menyerahkan laporan tersebut dalam Bentuk soft file kepada
LP2MI
2) Laporan hasil akhir juga disahkan oleh pihak yang berwenang
lainnya di tempat/lokasi pelaksanaan KKN-T.
3) Laporan akhir yang sudah disahkan di sampaikan ke LP2MI UNMA
batas toleransi unggah bukti kegiatan dalam sepuluh (10) hari kerja
sejak selesainya kegiatan KKN-T dan dikirim paling lambat 15
September 2022. Di luar waktu tersebut dokumen tidak diakui
sebagai bukti kerja. Bukti kinerja dalam bentuk video diunggah ke
youtube dengan nama file laporan kelompok dari Kuliah Kerja Nyata
(KKN-T) lengkap:
Subyek_KKNUNMA_LokasiDesa_Kecamatan_LP2MIUNMA
Contoh:
LaporanAkhir_KKNUNMA_LokasiDesa_Kecamatan_LP2MIUNMA
4) Laporan hasil akhir kegiatan juga diserahkan dalam bentuk
hardcopy (1 Eksemplar + CD/DVD). CD/DVD berisi:
a) file laporan yang telah disahkan, format pdf
b) file poster kegiatan yang dilengkapi Narasi, format pdf
c) file: album foto dan video yang telah diunggah di instagram dan
youtube.
5) Pelaksanaan kegiatan lapangan KKN-T dilaksanakan selama
minimal 1 bulan kerja efektif setelah mengikuti pembekalan.
Pelaksanaan ini harus mengikuti kebijakan peraturan yang berlaku
serta memenuhi syarat waktu yang ditentukan Universitas
Majalengka.
D. Pembimbingan
Pada tahap ini DPL menjelaskan tugasnya kepada mahasiwa di bawah
bimbingannya
1) Memberikan informasi potensi tempat KKN-T kepada mahasiswa.
2) Mendampingi mahasiswa mempersiapkan rancangan program awal
untuk pelaksanaan KKN-T.
3) Berdiskusi dan melakukan koreksi secara daring/luring terhadap
proposal KKN-T yang sedang atau telah disusun oleh mahasiswa
calon peserta KKN-T
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 17
4) Berkoordinasi dengan pihak terkait pada
lokasi kegiatan mahasiswa secara daring.
5) Mengarahkan dan menyarankan mahasiswa bimbingannya tentang
perlengkapan yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan
kegiatan KKN-T.
6) Menyepakati jadwal dan aturan main dalam pembimbingan atau
pendampingan dalam pelaksanaan KKN-T.
E. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara:
1) DPL wajib melakukan kunjungan ke lokasi pelaksanaan KKN-T
minimal 1 minggu sekali.
2) DPL dapat membuat Whatsapp group dan Classroom untuk proses
monitoring kegiatan.
3) DPL disarankan memberikan umpan balik terkait laporan mingguan
dan laporan akhir mahasiswa.
4) DPL memberikan nilai kepada mahasiswa yang menempuh mata
kuliah KKN-T.
3. Penilaian
Penilaian terhadap mahasiswa dilakukan secara akademik. Penilaian
akademik meliputi tiga ranah yaitu pengetahuan (cognitive), sikap
(affective), dan keterampilan (psychomotoric). Kegiatan KKN-T dilakukan
dalam rangkaian proses yang memiliki beberapa tahapan kegiatan, mulai
dari penyusunan proposal, pelaksanaan program, dan Laporan
Pelaksanaan. Adapun komponen penilaian, bobot komponen dan nilai akhir
diuraiakan sebagai berikut:
A. Penilai
DPL diwajibkan memberikan penilaian berdasarkan aspek penilaian.
B. Komponen Penilaian
Komponen yang dinilai meliputi proposal, Kinerja Mahasiswa (KM),
Laporan Pelaksanaan (LP)
1) Penilaian Proposal
Proposal ini berisi rencana pelaksanakan kegiatan yang telah
disosialisasikan dan didiskusikan dengan berbagai pihak. Penilaian
dilakukan oleh DPL dan reviewer
2) Kinerja Mahasiswa (KM)
Komponen ini meliputi: disiplin, kerjasama, penghayatan dan
pelaksanaan program. Penilaian dilakukan oleh DPL, Mitra dan
Reviewer
3) Disiplin (DS) yaitu
a) Kepatuhan terhadap kewajiban tinggal / hadir selama jam kerja
dilokasi KKN Tematik
b) Ketepatan dalam penggunaan waktu
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 18
c) Kepatuhan terhadap tata tertib yang
berlaku
4) Kerjasama (KS) yaitu
a) Kemampuan mengadakan kerjasama antar mahasiswa
b) Kemampuanmengadakan kerjasama dengan stakeholder
(pejabat, masyarakat)
c) Kemampuanmengadakan kegiatan yang dihubungkan dengan
bidang lain (interdisipliner)
5) Penghayatan (PH) yaitu
a) Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan
kondisi dilokasi
b) Kemampuan dalam melakukan pendekatan terhadap
masyarakat dalam segala norma dan sistem nilainya
c) Kemampuan untuk tanggap terhadap permaslahan yang ada
dilokasi KKN-T
6) Pelaksanaan Program (PP) yaitu
a) Kemampuan atau keberhasilan memanfaatkan dan menggali
potensi, mengungkap serta menyelesaikan permasalahan
b) Keterampilan untuk melaksanakan program pengembangan
dan pembangunan yang relevan
c) Kemampuan mengevaluasi keberhasilan program yang telah
dilakukan
7) Laporan Pelaksanaan (LP)
Laporan ini berisi pelaksanaan rencana kegiatan yang telah disusun
dan dianalisis keberhasilan program yang meliputi peluang, kendala
dan solusi baik laporan laporan mingguan maupun laporan akhir.
Penilaian dilakukan oleh DPL
8) Video Dokumenter Sinematik
Kegiatan wajib didokumentasikan dalam bentuk video dokumenter
sinematik dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Judul
b) Pemetaan/pengenalan desa
c) Penggambaran potensi desa
d) Analisis pengembangan desa
e) Output program kerja
f) Durasi video maksimal 5 menit
Catatan: format video (terlampir)
Video tersebut akan dinilai dalam acara “KKN-T AWARDS”
C. Bobot Komponen Penilaian
Komponen penilaian diberi bobot seperti berikut ini:
1) Pembekalan (materi, proses dan isi) : 10 %
2) Penyusunan Program Kerja :5%
3) Pelaksanaan Program Kerja : 10 %
4) Kinerja Mahasiswa (kehadiran, aktifitas, perilaku) : 70 %
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 19
5) Laporan KKN-T
:5%
Nilai Akhir
Metode penilaian diserahkan kepada masing-masing DPL
(Lembar Form Penilaian dan Komponen Penilaian dalam Lampiran)
D. Luaran
1. DPL wajib membuat 1 (Satu) Artikel yang dipublikasi pada Jurnal
Pengabdian
2. Mahasiswa wajib mempublikasi kegiatan mingguan dan keseluruhan
pelaksanaan KKN-T melalui Media Elektronik (Youtube, Facebook,
Instagram)
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 20
BAB IV
TATA TERTIB KKN TEMATIK
Ketentuan/peraturan Tata Tertib Kuliah Kerja Nyata Tematik (selanjutnya
disingkat, Tatib KKN-T) sebagai ketentuan/peraturan yang menjadi
pedoman bagi DPL dan Mahasiswa KKN-T UNMA.Tatib pelaksanaan KKN-
T diuraikan sebagai berikut:
1. Kewajiban dan Larangan
Kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh mahasiswa sebagai
berikut:
a. Mahasiswa wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KKN-T mulai
dari tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi (penilaian)
dengan cermat dan tekun.
b. Mahasiswa wajib menjaga nama baik almamater tercinta.
c. Mahasiswa wajib hadir tepat waktu dalam setiap rangkaian kegiatan
KKN-T.
d. Mahasiwa wajib memakai atribut KKN-T.
e. Mahasiswa wajib menjaga kebersamaan baik dalam kelompok
maupun antar kelompok.
f. Mahasiswa wajib berberilaku dan bertutur kata santun.
g. Mahasiswa DILARANG melakukan perbuatan sebagai berikut:
1) Mencemarkan nama baik Almamater,
2) Melakukan kegiatan politik praktis, unjuk rasa, ikut terlibat dalam
pilkadaatau pilkades, tindakan asusila, terorisme,
penggunaan/penyalah-gunaan/peredaran narkotika, atau
pelanggaran hukum/perundang-undangan, baik secara
langsung maupun tidak langsung.
3) Membawa/menggunakan/menempatkan kendaraan dan/atau
barang-barang berharga dan mewah lainnya, kecuali
mendapatkan izin dari PELAKSANA/DPL.
4) Membawa keluarga atau teman ikut menginap di posko
Mahasiswa KKN-T tanpa izin dari PELAKSANA/DPL.
5) Menggunakan wewenang/pangkat/jabatan di luar status
Mahasiswa peserta KKN-T.
6) Membuat/menggunakan/meminjamkan stempel dan kop surat
dari PELAKSANA KKN-T.
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 21
7) Membuat/mengajukan Proposal Bantuan Dana/Barang kepada
pihak donatur/sponsor tanpa seizin/sepengetahuan
PELAKSANA/DPL.
8) Meninggalkan lokasi KKN-T tanpa mendapatkan izin tertulis dari
PELAKSANA/DPL. Secara akumulasi, Izin hanya diberikan 2x24
jam.
h. Segala ketentuan yang belum diatur dalam tata tertib ini akan
dirumuskan oleh PELAKSANA/DPL dalam bentuk adendum yang
tidak terpisahkan dari Ketentuan Tata Tertib KKN-T ini.
2. Pelanggaran dan Sanksi
Sanksi dan pelanggaran yang diberikan kepada mahasiswa sebagai
berikut.
A. Pelanggaran Ringan
Sanksi dari pelaggaran ringan dapat berbentuk teguran lisan dan surat
peringatan 1. Konsekuensi hukum Pelanggaran Ringan (SP I/ Teguran
Lisan) adalah Mahasiswa KKN-T mendapat nilai Huruf Mutu (HM)
maksimal B+.
1).Teguran lisan diberi jika mahasiswa melakukan pelangaranseperti
a) Datang terlambat kegiatan pembekalan, pelepasan,
pemberangkatan dan upacara penerimaan.
b) Datang terlambat/telat atau meninggalkan pembekalan untuk
mengikuti perkuliahan/kegiatan lain di luar kegiatan atau
Pembekalan KKN-T.
c) Melakukan perbuatan mengganggu ketenangan dan kelancaran
kegiatan KKN-T.
d) Tidak membuat Buku Tamu dan Buku Jurnal Harian, tidak
memasang Matrik Program Kerja seminggu setelah berada di
lapangan.
e) Tidak mengenakan atribut selama pelaksanaan KKN-T.
f) Meninggalkan lokasi KKN-T kurang dari 24 jam tanpa izin tertulis
PELAKSANA/DPL.
g) Membawa kendaraan roda dua tanpa izin tertulis dari BP KKN-T.
2) Surat Peringatan I/SP I diberikan jika mahasiswa melakukan
pengulangan pelanggaran pada butir (1) atau melakukan
pelanggaran baru seperti:
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 22
a) Memalsukan dan yang minta dipalsukan tandatangan kehadiran
pembekalan, pelepasan, pemberangkatan dan upacara
penerimaan.
b) Membawa kendaraan roda empat tanpa izin tertulis dari
PELAKSANA/DPL
c) Meninggalkan lokasi KKN-T lebih dari 1 x 24 jam tanpa izin
PELAKSANA/DPL
B. Pelanggaran Sedang (Surat Peringatan II/SP II)
Surat peringatan II diberika jika mahasiswa melakukan pengulangan
pelanggaran setelah mendapatkan SP I atau melakukan pelanggaran
baru sebagaimana diuraikan berikut ini. Konsekuensi hukum
Pelanggaran Sedang (SP II) adalah Mahasiswa KKN-T mendapat nilai
Huruf Mutu (HM) maksimal B.
1) Meninggalkan desa lokasi KKN-T 2x24 jam tanpa izin BP KKN-T.
2) Membawa keluarga atau teman untuk ikut menginap di posko KKN-
T tanpa izin PELAKSANA/DPL.
C. Pelanggaran Berat (Surat Peringatan III)
Konsekuensi hukum Pelanggaran Berat (SP III) adalah Mahasiswa
ditarik dari desa Lokasi KKN-T, dinyatakan gugur dan mendapat nilai
Huruf Mutu (HM) E atau dinyatakan tidak lulus, apabila Mahasiswa
melakukan perbuatan sebagai berikut:
1) Melakukan pengulangan pelanggaran setelah mendapatkan SP II.
2) Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik Almamater
Universitas Majalengka.
3) Melakukan kegiatan politik praktis, unjuk rasa, ikut terlibat dalam
pilkada atau pilkades, tindakan asusila, terorisme,
penggunaan/penyalahgunaan/peredaran narkotika, melakukan
tindakan yang dapat dikategorikan kriminal, berkelahi dengan
sesama mahasiswa, berkelahi dengan masyarakat atau berkelahi
dengan aparat atau bentuk pelanggaran hukum/perundang-
undangan, baik perbuatan itu dilakukan secara langsung maupun
tidak langsung.
4) Menggunakan/memalsukan/meminjamkan wewenang/pangkat/
jabatan/seragam baku (misalnya Menwa/PNS/Polisi/TNI/aparat
penegak hukum (APH), dll.) di luar statusnya sebagai Mahasiswa
peserta KKN-T.
5) Meninggalkan desa lokasi KKN-T 2x24 jam tanpa izin
PELAKSANA/DPL.
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 23
BAB V PENUTUP
Kegiatan KKN Tematik yang dilakukan oleh Universitas Majalengka ini
merupakan bentuk tanggung jawab moral perguruan tinggi demi kemajuan
bangsanya.Oleh karena itu, kegiatan KKN-T hendaknya dilakukan dengan
penuh kesungguhan, baik oleh PELAKSANA, DPL, maupun Mahasiswa.
Keberhasilankegiatan KKN-T juga tidak terlepas dari adanya kerjasama dan
dukungan baik dari pemerintah daerah, maupun steakholder lainnya. Dalam
rangka untuk mencapai tujuan peningkatan SDM yang unggul, berbagai
pihak yang terlibat dalam kegiatan KKN-T mahasiswa untuk dapat
memberikan penilaian atau evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan KKN-
T tersebut secara objektif. Keterbukaan dan keobjektifan dalam kegiatan
evaluasi pelaksanaan kegiatan KKN-T akan merupakan masukan yang
sangat berharga dalam usaha perbaikan pelaksanaan kegiatan serupa
untuk periode berikutnya.
Semoga ikhtiar yang kita lakukan melalui kegiatan KKN-T akan senantiasa
memberikan manfaat baik bagi mahasiswa, perguruan tinggi, masyarakat
dan pemerintah daerah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan
bimbingan dan kemampuan kepada kita untuk berkarya dan berbuat yang
terbaik untuk nusa dan bangsa.
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 28
LAMPIRAN 1. PROSEDUR PENGAJUAN PROPOSAL KKN TEMATIK
Pelaksanaan KKN Tematik:
1. LP2MI mengidentifikasi beberapa Desa dan Tema kegiatan yang dapat
menjadi pilihan sasaran KKN Tematik (desa calon binaan UNMA,
Kelompok masyarakat industri dan BUMN dalam program PKBL),
Lembaga, Mitra, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) atau pihak
mahasiswa yang mempersiapkan tema KKN
2. LP2MI menginformasikan KKN Tematik ke Mahasiswa melalui
Fakultas/Jurusan di lingkungan UNMA.
3. Mahasiswa secara berkelompok melakukan observasi awal lokasi KKN
beserta permasalahan utama yang dialami mitra.
4. Kelompok mahasiswa mengusulkan dosen yang memiliki bidang
kepakaran sesuai permasalahan mitra untuk menjadi DPL KKN Tematik,
sekaligus membimbing penyusun proposal KKN Tematik.
5. Kelompok Mahasiswa yang akan KKN-T berasal dari paling sedikit 3
Fakultas di Universitas Majalengka.
6. Kelompok mahasiswa yang telah menyusun proposal sesuai format yang
ditentukan LP2MI dapat mendaftarkan diri ke LP2MI disertai dengan form
konsultasi DPL, pengantar dari Fakultas Pengusul serta persetujuan mitra.
7. Proposal KKN Tematik selanjutnya di Evaluasi oleh Tim Review Pusat
Layanan KKN Tematik LP2MI dan DPL
8. Kelompok Mahasiswa harus mempresentasikan proposal kegiatannya di
LP2MI, Jika Proposal perlu perbaikan maka segera direvisi oleh kelompok
Mahasiswa dan selanjutnya mendapat persetujuan DPL dan reviewer.
Tetapi jika tidak ada perbaikan maka proposal diterima untuk selanjutnya
ditetapkan jadwal penempatan.
9. Pembekalan dilakukan secara fleksibel oleh Dosen Pembimbing Lapangan
(DPL) dan Divisi Pembekalan dan Evaluasi, termasuk didalamnya
pembekalan materi
10. Setelah pembekalan, maka LP2MI akan menempatkan Mahasiswa ke
lokasi Desa setelah berkoordinasi dengan pihak Kepala Desa atau Lokasi
KKN Tematik
11. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan KKN dilakukan oleh DPL
dan Pusat Layanan KKN Tematik sejak pembekalan, penempatan sampai
dengan pengembalian Mahasiswa ke kampus.
12. Kelompok Mahasiswa wajib membuat laporan mingguan dan akhir
pelaksanaan KKN.
13. Selama KKN, maka Ketua Kelompok atau Pembimbing segera
berkoordinasi dengan pihak Kepala Desa dan LP2MI UNMA
14. Jika ada hal-hal penting yang belum diketahui atau belum jelas dapat
dikonsultasikan ke Pusat Layanan KKN Tematik dan LP2MI
LAMPIRAN 2. FORMAT PROPOSAL/ LAPORAN KKN TEMATIK
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 29
(Judul Usulan KKN TEMATIK)
Diajukan kepada LP2MI-UNMA
untuk dilaksanakan sebagai KKN TEMATIK
LOGO UNMA
Diusulkan oleh :
(susunan anggota kelompok)
LEMBAGA PENELITIAN, PENGABDIAN MASYARAKAT DAN INOVASI
UNIVERSITAS MAJALENGKA
2022
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 30
LAMPIRAN 3. FORMAT LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL
LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL
1. Judul KKN TEMATIK :
2. Lokasi (Kec/kab/prop) :
3. Dosen Pembimbing
Nama :
Jabatan/pangkat/gol :
Alamat :
Telepon/HP :
e-mail :
4. Fakultas Pengusul :
5. Lembaga Masyarakat/mitra
Nama Lembaga :
Penanggung Jawab :
Alamat & Telp/Fax :
Bidang Kerja/Usaha :
6. Jumlah Mahasiswa : (orang)
7. Periode Pelaksanaan :
Mengetahui/Menyetujui Majalengka,.....................2022
Dosen Pembimbing Lapangan Ketua Kelompok KKN-T
(............................................) (...........................................)
..
Mengetahui
Dekan
(………………………………….)
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 31
LAMPIRAN 4. FORMAT LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
1. Judul KKN TEMATIK :
2. Lokasi (Kec/kab/prov) :
3. Dosen Pembimbing
Nama :
Jabatan/pangkat/gol :
Alamat :
Telepon/HP :
e-mail :
4. Fakultas Pengusul :
5. Lembaga Masyarakat/mitra
Nama Lembaga :
Penanggung Jawab :
Alamat & Telp/Fax :
Bidang Kerja/Usaha :
6. Jumlah Mahasiswa : (orang)
7. Periode Pelaksanaan :
Mengetahui/Menyetujui Majalengka,...................2022
Dosen Pembimbing Lapangan Ketua Kelompok KKN-T
(............................................) (...........................................)
..
Mengetahui/Menyetujui
Ketua LP2MI Ketua Layanan KKN-T
(............................................) (...........................................)
NIP NIP
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 32
LAMPIRAN 5. DESKRIPSI KEGIATAN
A. Judul
B. Lokasi
C. Bidang Kegiatan KKN Tematik yang dipilih
D. Latar Belakang
1. Apa yang menjadi potensi/masalah sehingga perlu dilakukan
penyempurnaan?
Identifikasikan dan rumuskan potensi/masalah utama terkait dengan
keadaan yang ingin diperbaiki oleh KKN Tematik.
2. Siapakah lembaga yang menjadi mitra KKN Tematik?
Penjelasan disertai dengan profil singkat lembaga mitra, jumlah
lembaga mitra, kesediaan adanya dana pendamping dari lembaga
mitra, serta bidang usaha/permasalahan yang akan diangkat dan
diselesaikan selama pelaksanaan program KKN Tematik berlangsung.
3. Susun secara lengkap profil kelompok sasaran beserta
potensi/permasalahannya dari berbagai aspek.
E. Tujuan
1. Apa yang ingin dicapai oleh KKN Tematik?
2. Terjadi perubahan perilaku mahasiswa, institusi dan kelompok Sasaran
yang diinginkan/diusahakan oleh KKN Tematik.
3. Manfaat yang diperoleh sebagai hasil dari terjadinya perubahan
kelompok sasaran.
F. Hasil yang Diharapkan
Apa yang ingin dihasilkan oleh KKN Tematik sehingga tujuan dapat
tercapai?
(Misal: Pelayanan, sarana, atau bahan yang dihasilkan oleh KKN Tematik
untuk kelompok sasaran dan lingkungan sekitarnya).
G. Lingkup KKN Tematik
1. Kelompok Sasaran
Siapakah yang menjadi kelompok sasaran KKN Tematik?
2. Tentukan jenis dan jumlah kelompok sasaran (petani, nelayan, murid
sekolah, dll) serta lokasi kelompok sasaran yang menjadi bagian KKN
Tematik.
Apakah pernah dilakukan pendampingan terhadap kelompok sasaran,
jika pernah berapa lama?
3. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi partisipatif KKN Tematik
4. Sebutkan ringkasan kegiatan mulai dari persiapan hingga evaluasi
berupa kegiatan partisipatif yang sudah dan akan dilakukan bersama
masyarakat/kelompok sasaran.
H. Metode KKN Tematik
1. Persiapan dan Pembekalan
a. Mekanisme pelaksanaan kegiatan KKN Tematik
b. Materi Persiapan dan pembekalan KKN Tematik yang perlu
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 33
diberikan kepada mahasiswa.
c. Jadwal pelaksanaan kegiatan KKN Tematik.
2. Tindakan Pelaksanaan
a. Apa tindakan-tindakan dalam bentuk program yang akan
dilaksanakan untuk mencapai hasil yang diharapkan dari tema KKN
Tematik yang diajukan?
1) Sebutkan metode yang digunakan dalam melakukan
pemberdayaan kelompok sasaran.
2) Tindakan-tindakan operasional yang yang diperlukan untuk
mengatasi permasalahan yang dideskripsikan pada latar
belakang.
3) Sebutkan volume pekerjaan dalam bentuk Jam Kerja Efektif
Mahasiswa (JKEM).
4) Volume total pekerjaan adalah n x 288 JKEM, dimana n adalah
jumlah mahasiswa yang akan diterjunkan dalam KKN Tematik
dimaksud.
No. Nama Bidang Program Volume Keterangan
(JKEM)
1 a.
b.
c.
d.
2
dst.
Total Volume kegiatan n x JKEM n = jumlah
mahasiswa
3. Rencana Keberlanjutan Program
Bagaimana konsep keberlanjutan program?
(Jelaskan perencanaan jangka panjang dan tindak lanjut program yang
berhubungan dengan pengelolaan program, keterlibatan mitra dan
masyarakat).
I. Monitoring dan Evaluasi Program (lihat lampiran 2)
Bagaimana mekanisme, konsep monitoring dan evaluasi terhadap KKN
Tematik.
J. Tempat dan Waktu
1. Tempat Pelaksanaan KKN Tematik
No Dusun Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/
Kotamadya
1
2
Dst
2. Waktu Pelaksanaan KKN Tematik
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 34
(sebutkan waktu dilaksanakannya KKN Tematik)
K. Organisasi Pelaksana
(Berikan gambaran ringkas format organisasi pelaksana yang melibatkan
organisasi/institusi pengusul, lembaga mitra kerja Tematik, dan
mahasiswa pelaku KKN Tematik).
L. Lampiran
Lampiran 1. Rencana Monitoring dan Evaluasi
Program Waktu Monitoring& Indikator Catatan Status akhir hasil
Perkembangan pemantauan dan
dst. Evaluasi Keberhasilan yang
kegiatan keterangan
akan diukur
(tampilkan data
( Pengukuran dan hasil pengukuran
pengamatan apa & pengamatan)
dan bagaimana dari
komponen indikator
keberhasilan yang
dilakukan pada
monitoring/evaluasi)
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 35
LAMPIRAN 6. BIODATA PENANGGUNG JAWAB / DPL
1. Nama CURRICULUM VITAE
:
2. NIP :
:
3. Jabatan Akademik :
:
4. Tempat, Tgl. Lahir
:
5. Program Studi :
Fakultas :
6. Alamat Kantor
Alamat Rumah
7. Pendidikan
No Universitas/Institutdan Gelar Tahun Bidang
Lokasi Selesai Studi
8. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat:
No Judul Tahun Kedudukan
9. Pengalaman profesional serta kedudukan saat ini
No Institusi Jabatan Periode Kerja
10. Publikasi Ilmiah: NamaJurnal Tahun terbit
No Judul Publikasi
Majalengka,.................. 2022
(...........................................)
..
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 36
LAMPIRAN 7. FORMAT LAPORAN AKHIR
COVER
LEMBAR
PENGESAHAN
KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR
TABEL
DAFTER
GAMBAR
DAFTAR
LAMPIRAN
RINGKASAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang (kemukakan latar empiris, teoritis dan yuridis)
1.2 Tujuan (tuliskan secara jelas, terukur, bisa dicapai dan dapat
dilaksanakan)
1.3 Identifikasi Masalah (tuliskan permasalahan yang ada dengan
pembanding kondisiideal berdasarkan teori atau dasar hukum)
1.4 Perumusan Masalah (tuliskan rumusan masalah utama dalam proses
pelaksanaanprogram KKN)
BAB II TARGET DAN LUARAN
2.1 Target dan Luaran (target adalah sasaran ketercapaian program KKN
dan luaran adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program KKN,
kemukakan dan lengkapi dengan landasan teori, fakta empiris atau yudiris
yang mendukung)
2.2Perencanaan Program Tindak Lanjut (kemukakan program tindak lanjut,
mulai dari rasional, langkah kerja, pelaksanaan dan evaluasi program
tindak lanjut tersebut)
BAB III METODE PELAKSANAAN
3.1. Profil Wilayah KKN (kemukakan data berdasarkan demografi desa atau
database kependudukan di desa dan kecamatan, lengkapi dengan data
kabupaten)
3.2. Pelaksanaan Kegiatan KKN
a. Identifikasi Kebutuhan Masyarakat (kemukakan bagaimana tim
KKN dapat merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat)
b. Perencanaan Program Kegiatan Kelompok
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 37
c. Pelaksanaan (bandingkan antara rencana dengan hasil yang
didapatkan,jelaskan secara jelas termasuk jadwal pelaksanaan)
d. Kemitraan (sebutkan mitra kerjasama yang mendukung
program KKN, baikdari pemerintah, swasta maupun swadaya)
e. Pengorganisasian (jelaskan tentang proses rekrutmen sumber
daya yangdigunakan dalam program pelaksanaan KKN)
f. Evaluasi Program
3.3. Rencana Keberlanjutan Program (kemukakan, rangkaian kegiatan
yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat secara mandiri setelah
program KKN selesai)
BAB IV HASIL PELAKSANAAN
4.1. Hasil Pelaksanaan
4.2. Dst
BAB V KESIMPULAN
5.1. Kesimpulan
5.2. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA (masukkan semua kutipan dari buku, jurnal,
internet, majalah,koran yang dikutip dalam laporan KKN)
LAMPIRAN:
1. Foto-Foto Kegiatan (berikan keterangan di bawah poto kegiatan)
2. Peta Lokasi (dapat menggunakan peta digital/ google map atau
menggunakan petamanual/ demografis)
3. Data Demografi Desa (silakan merangkum atau melampirkan data
lengkap yang diperoleh dari pihak Desa/ Kelurahan)
4. Surat Keterangan Pelaksanaan KKN (diperoleh dari Desa yang
menyatakan bahwa kelompok KKN telah melaksanakan kegiatan di
desa, pada tanggal berapa dan dengan anggota berapa orang)
5. Presensi Kegiatan (daftar hadir kegiatan yang dilaksanakan
kelompok KKN, termasuk kegiatan Monitoring dan Evaluasi serta
kegiatan lainnya)
6. Dll
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 38
LAMPIRAN 8. FORMAT PENILAIAN PROPOSAL
FORMULIR PENILAIAN PROPOSAL KKN TEMATIK
Kelompok : ……………………………………………………………
Judul : ……………………………………………………………
Tanggal : ……………………………………………………………
No Indikator Rubrik dan Skor
SK K C B SB
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Kemampuan Mempresentasikan
isi presentasi
2 Kemampuan menjelaskan inovasi dan manfaat
3 Kemampuan mempertahankan konsep dalam
menjawab pertanyaan
4 Sikap dalam presentasi
Format Tulisan
•Tata Tulis, kerapian ketik, tata letak
5 •Pengungkapan: sistemetika tulisan,
ketetapan dan kejelasan ungkapan, bahasa
baku yang baik dan benar
Topik yang dikemukakan
6 • Rumusan judul dan kesesuaian dengan
tujuan, program, luaran dan aktualitas
• Kejelasan uraian permasalahan
Data dan sumber informasi
•Relevansi data/informasi yang diacu dengan
7 uraian tulisan
•Keakuratan dan integritas data/informasi
•Kemampuan menghubungkan berbagai
data/informasi
Majalengka,.................. 2022
Reviewer,
(...........................................)
NIP.
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 39
LAMPIRAN 9. FORMAT PENILAIAN AKHIR
FORMAT PENILAIAN AKHIR KKN 2022
No NIM NAMA NILAI
Pembekalan Penyusunan Pelaksanaan Kinerja Laporan
1
2 Mahasiswa
3
4
dst
Majalengka, …………..2022
Dosen Pembimbing Lapangan
<nama dan gelar akademik>
NIDN. <nomor induk dosen
nasional>
Catatan: : 10 %
1) Pembekalan (materi, proses dan isi) :5%
2) Penyusunan Program Kerja : 10 %
3) Pelaksanaan Program Kerja : 70 %
4) Kinerja Mahasiswa (kehadiran, aktifitas, perilaku) :5%
5) Laporan KKN-T
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK (KKN-T) UNIVERSITAS MAJALENGKA 40
UNIVERSITAS MAJALENGKA
KULIAH KEEJRlm.JKaA.iHlN:[email protected](iKd. K1IN0w3-eT,b)MsUiaNtejaIV:leEhnRtgtpSk:Ia/T/uATnSemlMpa.A/.FaJacA.xLidE0N2G33K-A28144961