BAHAN AJAR (HANDOUT)
EKSPONEN
MATEMATIKA X
BAHAN AJAR
Fungsi Eksponen (Pertumbuhan & Peluruhan)
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Klungkung
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : X / Ganjil
Capaian Pembelajaran
Di akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
Mereka dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi
kuadrat (termasuk akar imajiner), dan persamaan eksponensial (berbasis sama) dan
fungsi eksponensial.
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan fungsi
eksponensial.
Indikator :
Peserta didik dapat menuliskan fungsi eksponen dari masalah yang diberikan
dengan tepat.
Peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan fungsi pertumbuhan dengan
benar.
Peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan fungsi peluruhan dengan benar
Eksponen dan Logaritma
Eksponen Logaritma
Sifat-Sifat Fungsi Eksponen Bentuk Akar
Eksponen
Persamaan Eksponen Penerapan
Fungsi Pertumbuhan Fungsi Peluruhan
Mari Mengingat Materi Eksponen dan Sifat-Sifatnya
BILANGAN BERPANGKAT
Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan bilangan berpangkat, sejak di Sekolah
Dasar dan di jenjang SMP kalian sudah mengenal bahkan menggunakan bilangan berpangkat
untuk menyelesaikan masalah matematika seperti menentukan volume kubus dan luas
persegi. Kali ini kita tidak hanya akan menggunakan konsep bilangan berpangkat tetapi juga
mempelajari sifat-sifat bilangan berpangkat.
Misalkan a adalah suatu bilangan bulat dan n bilangan bulat positif, maka a pangkat n ditulis
an. Dengan a adalah bilangan pokok dan n adalah pangkatnya.
Cara untuk memperoleh hasil dari bilangan berpangkat adalah dengan mengalikan bilangan
pokok sebanyak pangkatnya.
Jadi dapat disimpulkan an = a x a x a x ... x a
n
Contoh :
23 = 2 x 2 x 2 = 8
32 = 3 x 3 = 9
52 = 5 x 5 = 25
25 = 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32
(-4)3 = (-4) x (-4) x (-4) = -64
Sifat-sifat Bilangan Berpangkat :
1. a1 = a
Contoh :
71 7
51 5
2. a0 = 1
Contoh :
150 1
210 1
2 0 1
3
3. Pangkat dari perkalian bilangan:
a bn an bn
Contoh:
2 52 22 52 4 25 100
a b4 a4 b4
(2x)3 23 x3 8x3
4. Perkalian bilangan berpangkat:
ab x ac = ab+c
Contoh:
85 82 852 87
x2 x3 x23 x5
(2x)2 (2x)3 (2x)23 (2x)5 25 x5 32x5
5. Pembagian bilangan berpangkat:
ab abc
ac
Contoh:
48 483 45
43
y5 y52 y3
y2
(3y)5 (3y)52 (3y)3 33.y3 27 y3
(3 y) 2
6. Pangkat dari bilangan berpangkat:
ab c abc
Contoh:
52 3 523 56
z 3 4 z 34 z12
7. Pangkat dari bilangan pecahan:
a n an
b bn
Contoh:
2 2 22 4
3 32 9
8. Pangkat bilangan bulat negatif (mengubah bilangan berpangkat negatif menjadi
berpangkat positif):
an 1
an
Contoh:
72 1 1
72 49
x3 1
x3
Latihan Soal:
1. 23 25 = ....
Penyelesaian
Yang ditanyakan dari soal nomor 1 ini adalah hasil kali dari dua buah bilangan
berpangkat sehingga kita dapat menggunakan sifat perkalian bilangan berpangkat
23 25 235 22
Diperoleh hasil yaitu 2-2, akan tetapi jika hasilnya masih dalam pangkat negarif maka
itu bukan hasil akhir sehingga kita harus mengubah 2-2 menjadi pangkat positif.
Ingatlah sifat terakhir yaitu sifat pangkat bilangan bulat negatif, maka
22 1 1
22 4
Kesimpulannya :
23 25 235 22 1
4
2. 3x6 : 3x8 = .....
Penyelesaian
Gunakan sifat pembagian bilangan berpangkat sehingga akan diperoleh seperti berikut
3x6 : 3x8 3x68 3x2
Jika hasilnya berupa bilangan berpangkat negatif maka ubah menjadi pangkat positif
ingat sifat no.8
3x6 : 3x8 3x68 3x2 1 1 1
32 x2 9x2
3x2
6x3 y 2
3. 6x 2 y 3 = ....
Penyelesaian
Soal nomor 3 ini adalah soal pembagian bilangan berpangkat. Ingat sifat pembagian
bilangan berpangkat hanya berlaku untuk yang bilangan pokoknya sama, sehingga
6x3 y 2 6 x32 y 2(3) x1 y 23 x1 y1 xy
6x2 y 3 6
(6x3 y 2 )2
4. (6x 2 y 3 )3 = ....
Penyelesaian
Soal nomor 4 sedikit berbeda dengan soal nomor 3, karena tidak hanya menggunakan
sifat pembagian tapi juga terlebih dahulu harus menggunakan sifat pangkat dari
bilangan berpangkat.
(6x3 y 2 )2 62 x y3(2) 2(2) 62 x 6 y 4 6 x y2(3) 6(6) 49 61 x0 y 5 6 y 5 6
(6x 2 y 3 )3 6 x y3 2(3) 3(3) 63 x 6 y9 y5
5. Ubah 3x3 y5 menjadi pangkat positif!
Penyelesaian
3x 3 y 5 3 1 1 311 3
x3 y5 x3 y5 x3 y5
Bahan Bacaan Peserta Didik
Ringkasan Materi Fungsi Eksponen
Fungsi Eksponen dibedakan menjadi dua yaitu fungsi pertumbuhan dan fungsi peluruhan.
A. Fungsi Pertumbuhan
Pertumbuhan merupakan kenaikan atau pertambahan nilai suatu besaran terhadap besaran
sebelumnya. Fungsi pertumbuhan diterapkan untuk menentukan populasi jumlah
penduduk disuatu tempat, bunga majemuk, nilai investasi dan kultur jaringan seperti
pembelahan bakteri.
Bentuk fungsi pertumbuhan eksponen: P(n) = P0 . rn
P(n) = P0 (1 + i)n
Keterangan :
P(n) = nilai besaran setelah n periode
P0 = nilai besaran di awal periode (ketika n = 0)
r = (1+ i) = faktor pertumbuhan r > 1
i = tingkat pertumbuhan
n = banyaknya periode pertumbuhan
Contoh :
Banyak penduduk kota A setiap tahun meningkat 2% secara eksponensial dari tahun
sebelumnya. Tahun 2013 penduduk di kota A sebanyak 150. 000 orang. Hitung banyak
penduduk pada tahun 2014!
Pembahasan:
P0 = 150. 000
i = 2% = 0,02
Banyak penduduk pada tahun 2014 ( n = 2014 – 2013 = 1)
P(n) = P0 (1 + i)n
P(1) = 150.000 ( 1 + 0,02)1
P(1) = 150.000 (1,02)1
P(1) = 153. 000 jiwa
Grafik Fungsi Pertumbuhan akan selalu meningkat, seperti gambar berikut:
B. Fungsi Peluruhan
Peluruhan merupakan penurunan atau pengurangan nilai suatu besaran terhadap nilai
besaran sebelumnya. Fungsi peluruhan diterapkan untuk menentukan peluruhan zat radio
aktif, harga barang seperti kendaraan atau barang elektronik, dan pengaruh kadar obat.
Bentuk fungsi peluruhan eksponen: P(n) = P0 . rn
P(n) = P0 (1 - i)n
Keterangan :
P(n) = nilai besaran setelah n periode
P0 = nilai besaran di awal periode (ketika n = 0)
r = (1-i) = faktor peluruhan 0 < r < 1
i = tingkat peluruhan
n = banyaknya periode peluruhan
Contoh:
Suatu bahan radioaktif yang semula berukuran
125 gram mengalami reaksi kimia sehingga
meluruh 12% dari ukuran sebelumnya setiap 12
jam secara eksponensial. Tentukan ukuran
bahan radioaktif tersebut setelah 3 hari.
Pembahasan:
P0 = 125
i = 12% = 0,12
Peluruhan terjadi setiap 12 jam, sehari peluruhan terjadi 2 kali, 3 hari = 12 x 2 x 3= 72
jam terjadi 6 kali peluruhan.
Atau n = 7212=6
P(n) = P0 (1- i)n
P(6) = 125 ( 1 - 0,12)6
P(6) = 125 (0,88)6
P(6) = 125 (0,464)
P(6) = 58,05 gram
Grafik Fungsi Peluruhan akan selalu menurun, seperti gambar berikut:
Latihan Soal
1. Jumlah penduduk di Sulawesi Utara pada tahun 2010 sekitar 2.300.000 jiwa.
Andaikan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,4% per tahun. Maka:
a. Tulis persamaan untuk memodelkan jumlah penduduk di Sulawesi Utara
b. Tentukan perkiraan jumlah penduduk pada tahun 2025
2. Nilai jual sebuah sepeda motor baru adalah Rp. 15.000.000, Jika nilai jual sepeda
motor mengalami penyusutan 10% per tahun. Berapa nilai jual sepeda motor ini lima
tahun kemudian?