ISMI HADIANTI
185040026
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Singkat
Tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat hidup tanpa bergantung terhadap makhluk
hidup lain atau materi lain di dunia ini. Semua makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun
tumbuhan membutuhkan energi dan berbagai materi dari lingkungannya untuk dapat bertahan
hidup. Mungkin Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya lingkungan hidup itu? Lingkungan hidup
adalah suatu ruang yang ditempati makhluk hidup beserta komponen abiotiknya. Cabang Biologi
yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya adalah Ekologi. Istilah
Ekologi berasal dari dua suku kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos yang artinya rumah atau
tempat tinggal dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Istilah tersebut pertama kali
dikemukakan oleh Ernst Haeckel pada tahun 1869.
Secara umum, Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan
lingkungannya. Di alam, baik itu makhluk hidup yang hidup di darat maupun di air, berusaha
memenuhi kebutuhan energinya. Makhluk hidup autotrof akan melakukan sintesis makanan
untuk mendapatkan energi, sedangkan pada makhluk hidup heterotrof akan ada peristiwa
memakan untuk mendapatkan energi. Pengurai (dekomposer) akan memecah materi organik
kompleks menjadi lebih sederhana untuk dirinya dan dapat digunakan kembali oleh makhluk
hidup autotrof. Makhluk hidup dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungannya tersebut terdiri
atas lingkungan abiotik dan biotik. Lingkungan abiotik contohnya air, tanah, suhu, dan iklim.
Adapun lingkungan biotik contohnya hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Interaksi
antarmakhluk hidup di lingkungannya tersebut akan membentuk suatu sistem. Sistem ini
fleksibel, selalu berubah-ubah. Namun selalu menuju ke arah keseimbangan. Sistem ini disebut
ekosistem.
1.2 Manfaat dan relevansi
Dari mempelajari ekosistem memiliki banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup.
Berbagai manfaatnya adalah sebagai berikut: Mengenal Keanekaragaman Hayati, mengenal
perilaku makhluk hidup, Mengetahu Peran Manusia Terhadap Lingkungan, pemetaan komsumsi
pangan, solusi masalah energi, solusi masalah kesehatan.
1.3 Kompetensi Dasar
3.10 menganalisis komponen-komponen ekosistem dan interaksi antar komponen
tersebut.
1.4 Tujuan Pembelajaran
3.10 Menganalisis komponen komponen ekosistem dan interaksi antar komponen tersebut
Indikator :
3.10.1 Mengidentifikasi komponen penyusun ekosistem
3.10.2 Mendeskripsikan hubungan antara komponen biotik dan abiotik
3.10.3 Menguraikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem
3.10.4 Menguraikan komponen komponen ekosistem
3.10.5 Mengaitkan interaksi antar komponen komponen tersebut
1.5 Urutan Bahasan dan Kaitan Materi
1.5.1. Komponen penyusun ekosistem
1.5.2. Tipe-tipe ekosistem
1.5.3. Suksesi
1.5.4. Aktivitas manusia dan pencemaran
1.5.5. Anggaran energi Ekosistem.
1.5.5.1. Anggaran energi global.
1.5.5.2. Produksi primer kotor dan bersih
1.6 Petunjuk Belajar
1.6.1 Petunjuk Bagi Siswa :
• Membaca dan memahami uraian materi baik dari literature yang telah tersedia berupa
buku atau pun internet, bila kurang jelas segera tanyakan kepada guru.
• Untuk kegiatan diskusi kelompok, perhatikan hal-hal penting pada setiap petunjuk
kegiatan, jika kurang paham tanyakan kepada guru.
• Hasil diskusi di presentasikan di depan kelas.
1.6.2 Petunjuk Bagi Guru :
• Guru mengajak berdoa sebelum kegiatan dimulai,
• Memberikan tujuan belajar, menjelaskan materi
• Mengelompokan siswa
• Memberikan bahan diskusi
• Memberikan penegasan terhadap hasil diskusi siswa
• Memberikan pertanyaan atau kuis
• Menyimpulkan materi pada pertemuan ini
• Menutup pertemuan
PREPOSISI MENGENAI EKOSISTEM
1. Lingkungan hidup adalah suatu ruang yang ditempati makhluk hidup beserta komponen
abiotiknya.
2. Komponen biotik adalah komponen hidup yang ada di alam meliputi semua makhluk
3. Jumlah individu sejenis yang hidup di suatu tempat per satuan luas menunjukkan
kepadatan populasi.
4. Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang saling berinteraksi. Bentuk interaksi
antar populasi dapat berupa predasi, kompetisi, dan simbiosis.
5. Interaksi antara komponen biotik dan abiotic mulai terjadi dari tingkat individu cahaya
matahari dengan panjang gelombang tertentu untuk fotosintesis pada tumbuhan hijau.
6. Tipe tipe ekosistem, berupa ekosisrem darat, Bioma taiga, Bioma hutan hujan
tropis,Savana, gurun, hutan gugur.
7. Rantai makanan bagian dari jaring-jaring makanan, yang bergerak secara linear, dari
produsen ke konsumen teratas.
Jenis jenis rantai makanan : Rantai Makanan Perumput, Rantai Makanan Parasit, Rantai
makanan Detritus, Rantai Makanan Saprofit
8. Cahaya matahari merupakan sumber utama energy bagi kehidupan. Energi cahaya
matahari masuk kedalam komponen biotik melalui produsen.
9. Produktivitas primer adalah kecepatan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi
kimia dalam bentuk bahan organik oleh organisme autotrof.
10. Bahan organik yang tersimpan pada organisme autotrof dapat digunakan sebagai
makanan bagi organisme heterotroph
11. Para ahli ekologi menggambarkan struktur trofik suatu ekosistem dalam bentuk piramida
ekologi. Piramida ekologi terdiri dari piramida energi, piramida biomassa, dan piramida
jumlah.
12. Biogeokimia ialah suatu pertukaran atau terjadinya perubahan yang berlangsung terus
menerus antara komponen abiotik dengan komponen biotik.
13. Fosfor merupakan salah satu jenis elemen yang penting dalam kehidupan, sebab semua
makhluk hidup membutuhkan fosfor yang berbentuk ATP (Adenosin Tri Fosfat), yang
berguna untuk sumber energi metabolisme pada sel.
14. Daur air ialah sirkulasi yang tidak pernah berhenti dari air yang di bumi di mana air
mampu berpindah-pindah dari daratan, lalu ke udara lalu ke daratan lagi, dan air pun
mampu tersimpan di dasar permukaan dengan 3 fase yaitu cair yang berbentuk air, padat
yang berbentuk es, dan gas yang berbentuk udara.
15. Sulfur terjadi akibat dari proses terjadinya pembakaran bahan bakar fosil batu bara atau
terjadi akibat adanya aktivitas gunung berapi, lalu asapnya itu akan naik ke atmosfer, atau
udara sulfur oksida itu akan berada di awan yang menjadi hidrolidid air membentuk
H2SO4, awan akan mengalami kondensasi yang akhirnya menurunkan hujan yang
dikenal dengan hujan asam.
16. Pencemaran udara pada zaman era globalisasi ini berdampak pada peningkatan CO2 yang
masuk ke atmosfer.
17. Senyawa organik seperti protein, urea atau asam nukleat atau senyawa anorganik seperti
nitrat, nitrit dan amonia merupakan senyawa yang terdapat di nitrogen.
18. Suatu komunitas akan mengalami perubahan ketika terjadi gangguan dan kerusakan yang
parah, seperti gunung meletus, tanah longsor, banjir, atau akibat kegiatan-kegiatan
manusia yang merusak alam.
19. Perburuan liar dapat menyebabkan hewan punah dengan penyebab misalnya dengan
membuka lahan yang akan dijadikan sebagai pemukiman. Dan akan membawa dampak
buruk seperti kebakaran hutan, erosi, longsor.
20. Aliran energi dalam ekosistem adalah proses berpindahnya energi dari suatu tingkat
trofik ke tingkat trofik berikutnya yang dapat digambarkan dengan rantai makanan atau
dengan piramida biomassa.
21. Kemampuan organisme-organisme dalam ekosistem untuk menerima dan menyimpan
energi dinamakan produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari
produktivitas primer dan produktivitas sekunder.
22. Pengukuran dan analisis dari pendauran unsur kimia semacam itu di dalam ekosistem dan
biosfer sebagai suatu keseluruhan merupakan aspek yang penting dari ekologi ekosistem.
23. Sebagian besar produsen primer menggunakan energi cahaya untuk menyintesis molekul-
molekul organik kaya energi yang kemudian diuraikan untuk menghasilkan ATP.
24. Pada ekosistem Perairan laut atau tawar, baik cahaya maupun nutrien penting dalam
mengontrol produksi primer.
STRUKTUR MAKRO BAHAN AJAR
EKOSISTEM
1. Lingkungan hidup adalah suatu ruang yang ditempati makhluk
hidup beserta komponen abiotiknya.
1.1.Komponen biotik adalah komponen hidup yang ada di alam meliputi
semua makhluk
1.2.Komponen abiotik merupakan segala sesuatu di luar makhluk hidup
yang meliputi faktor fisik dan kimia.
2. Interaksi antara komponen biotik dan abiotic mulai terjadi dari tingkat
individu cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu untuk
fotosintesis pada tumbuhan hijau.
2.1. Individu dalam populasi saling berinteraksi dalam berbagai kegiatan
hidupnya.
2.2.Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang saling berinteraksi.
3. Tipe tipe ekosistem, berupa ekosisrem darat, Bioma taiga, Bioma hutan
hujan tropis,Savana, gurun, hutan gugur.
4. Rantai makanan bagian dari jaring-jaring makanan, yang bergerak
secara linear, dari produsen ke konsumen teratas.
4.1. Produsen diperankan oleh rumput
5. Cahaya matahari merupakan sumber utama energy bagi kehidupan.
5.1.Produktivitas primer adalah kecepatan mengubah energi cahaya
matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik oleh
organisme autotrof.
6. Biogeokimia ialah suatu pertukaran atau terjadinya perubahan yang
berlangsung terus menerus antara komponen abiotik dengan komponen
biotik.
6.1. Fosfor merupakan salah satu jenis elemen yang penting dalam
kehidupan
7. Suatu komunitas akan mengalami perubahan ketika terjadi gangguan
dan kerusakan yang parah.
7.1 Perburuan liar dapat menyebabkan hewan punah.
8. Kemampuan organisme-organisme dalam ekosistem untuk menerima
dan menyimpan energi dinamakan produktivitas ekosistem.
8.1.Pada ekosistem Perairan laut atau tawar, baik cahaya maupun
nutrien penting dalam mengontrol produksi primer.
PETA KONSEP
BAB II
PENYAJIAN
2.1 Uraian Materi
A. Komponen penyusun ekosistem
Lingkungan hidup adalah suatu ruang yang ditempati makhluk hidup beserta komponen
abiotiknya. Cabang Biologi yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dan
lingkungannya adalah Ekologi. Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dan lingkungannya. Di alam, baik itu makhluk hidup yang hidup di darat maupun
di air, berusaha memenuhi kebutuhan energinya. Makhluk hidup dipengaruhi oleh
lingkungannya. Lingkungannya tersebut terdiri atas lingkungan abiotik dan biotik. Lingkungan
abiotik contohnya air, tanah, suhu, dan iklim. Adapun lingkungan biotik contohnya hewan,
tumbuhan, dan mikroorganisme. Interaksi antarmakhluk hidup di lingkungannya tersebut akan
membentuk suatu sistem. Sistem ini fleksibel, selalu berubah-ubah. Namun selalu menuju ke
arah keseimbangan. Sistem ini disebut ekosistem. Ekosistem adalah kesatuan interaksi yang
seimbang antara komponen biotik dan komponen abiotik dalam suatu habitat.
1. Komponen Biotik
Komponen biotik adalah komponen hidup yang ada di alam meliputi semua makhluk
hidup, seperti hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan manusia. Di dalam ekosistem,
makhluk hidup autotrof berperan sebagai produsen.
a. Organisasi Kehidupan
1) Individu
Sama halnya dengan sel dalam organisasi kehidupan, individu merupakan
satuan fungsional dan struktural terkecil dalam ekosistem. Contoh individu
adalah seorang manusia, seekor ikan, seekor semut, seekor kupu-kupu.
2) Populasi
Populasi merupakan sekelompok individu dari spesies makhluk hidup sejenis
yang menempati suatu kawasan tertentu. Spesies adalah jenis individu yang
memiliki struktur fisiologi yang sama sehingga jika antarindividu tersebut
melakukan perkawinan maka mereka dapat menghasilkan keturunan yang
fertil (subur). Kumpulan dari spesies sapi akan membentuk populasi sapi.
3) Komunitas
Komunitas merupakan kumpulan bermacam-macam populasi yang saling
berinteraksi dan menempati kawasan tertentu. Dalam arti luas, komunitas
memang diartikan sebagai segala organisme yang menempati kawasan
tertentu.
4) Ekosistem
hubungan timbal balik antara komponen biotik (komponen yang hidup) dan
komponen abiotik (komponen tidak hidup) di alam sebenarnya merupakan
hubungan antarkomponen yang membentuk suatu sistem. Oleh karena itu,
gangguan pada satu komponen akan memengaruhi keseluruhan komponen
tersebut. Sistem ini disebut sistem ekologi yang disingkat menjadi ekosistem.
Contohnya adalah ekosistem terumbu karang.
2. Komponen Abiotik
a) Cahaya
Sinar matahari merupakan faktor abiotik yang memengaruhi hampir semua
makhluk hidup yang ada di bumi, terutama tumbuhan dan makhluk hidup
berklorofil lainnya. Sinar matahari memengaruhi adaptasi hewan dengan adanya
hewan yang melakukan aktivitas lebih banyak pada siang hari.
b) Suhu
Pada makhluk hidup yang motil (dapat bergerak), jika suhu lingkungan tidak
sesuai, ia dapat berpindah tempat. Hal ini dilakukan contohnya pada burung
Alapalap nippon (Accipiter gularis) yang melakukan migrasi pada saat musim
dingin dari daerah Jepang menuju daerah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.
Pada makhluk hidup yang sesil (tidak dapat bergerak), misalnya pada tumbuhan,
jika suhu lingkungannya tidak sesuai, tumbuhan tersebut harus beradaptasi atau
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
c) Air
Pada hewan, ketersediaan air dapat menyebabkan hewan-hewan bermigrasi ke
tempat yang lebih banyak air. Bagi hewan atau tumbuhan yang hidup di air,
komposisi kimiawi dan kimia air sangat berpengaruh terhadap kelangsungan
hidupnya.
d) Udara
Faktor udara erat kaitannya dengan faktor abiotik lainnya, seperti suhu dan air.
Udara yang bergerak (angin) dapat juga menjadi faktor yang memengaruhi dalam
ekosistem.
e) Tofografi
Topografi atau ketinggian tempat berpengaruh langsung terhadap kadar oksigen
dan tekanan udara. Semakin tinggi suatu tempat, tekanan udara dan kadar oksigen
akan semakin berkurang
f) Tanah
Bagi tumbuhan, tanah merupakan substrat tempat hidup dan sumber nutrisi. Bagi
hewan, terutama hewan yang hidup di darat, tanah merupakan tempat melakukan
berbagai aktivitas hidup
B. Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya
Interaksi antar-Individu
Setiap organisme hidup di tempat tertentu atau habitat tertentu. Pada tempat
tersebut juga hidup organisme lain yang sejenis. Organisme sejenis yang hidup di suatu
tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi. Contoh populasi adalah manusia di
Jakarta pada tahun 2002, semut rangrang di pohon jambu air halaman sekolah pada
musim kemarau 2001, dan badak di Ujung Kulon pada tahun 2000. Jumlah individu
sejenis yang hidup di suatu tempat per satuan luas menunjukkan kepadatan populasi.
Lokasi ditemukannya individu-individu sejenis pada suatu tempat menunjukkan
penyebaran atau distribusi populasi. Individu individu dalam populasi saling berinteraksi
dalam berbagai kegiatan hidupnya. Misalnya, perkawinan antara individu jantan dan
individu betina. Cacing tanah meskipun bersifat hermafrodit (memiliki alat kelamin
jantan dan betina sekaligus dalam tubuhnya) membutuhkan cacing tanah lain untuk
menghasilkan keturunan. Tanaman salak memerlukan tanaman salak lain agar
penyerbukan dapat terjadi. Contoh interaksi lain adalah pembagian tugas pada
masyarakat lebah dan rayap, serta pemberian perlindungan dan perawatan induk pada
keturunannya seperti pada ayam, angsa, burung, serta kucing, Interaksi demikian dapat
membuat jumlah individu pada suatu populasi bertambah. Penambahan jumlah individu
pada populasi akan meningkatkan kepadatan populasi. Bertambahnya anggota populasi
berarti kebutuhan hidup seperti makanan, air, cahaya, dan tempat tinggal pun akan
bertambah. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi di tempat hidupnya, akan terjadi
persaingan atau kompetisi. Interaksi kompetisi antar-individu dalam populasi disebut
kompetisi intraspesifik. Kompetisi intraspesifik dapat berupa kompetisi langsung dan tak
langsung. Pada kompetisi langsung dalam memperebutkan kebutuhan hidup dapat terjadi
perkelahian. Sedangkan pada kompetisi tak langsung, terjadi perlombaan untuk
memperoleh kebutuhan hidup. Kompetisi ini mengakibatkan ada individu-individu yang
memperoleh kebutuhan hidup lebih sedikit bahkan menyebabkan kematian, atau
perpindahan ke tempat lain (migrasi). Kematian dan perpindahan individu-individu dalam
populasi akan mengurangi kepadatan populasi.
Kematian, perpindahan, kelahiran, dan kelangsungan hidup sebagai akibat
interaksi antar-individu disebut efek ekologi. Efek ekologi terjadi dalam jangka waktu
yang singkat. Jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang, efek dari interaksi antar-
individu disebut efek evolusi.
Interaksi antar-Populasi
Suatu tempat umumnya tidak hanya dihuni oleh satu populasi. Terdapat berbagai
populasi lain yang hidup di tempat tersebut. Misalnya di kolam ikan lele, sekilas tampak
hanya terdapat ikan lele saja. Sebenarnya di dalam kolam ikan lele tersebut hidup
berbagai organisme lain seperti bakteri, ganggang, lumut, cacing, siput, dan serangga
kecil. Berbagai populasi organisme di dalam kolam tersebut berinteraksi satu sama lain.
Interaksi antar-populasi yang terjadi di kolam membentuk suatu komunitas kolam ikan
lele. Dengan demikian, komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang saling
berinteraksi. Bentuk interaksi antar populasi dapat berupa predasi, kompetisi, dan
simbiosis.
a) Predasi
Predasi merupakan jenis interaksi makan dan dimakan. Pada predasi umumnya suatu
spesies memakan spesies lain, meskipun beberapa hewan memangsa sesama jenisnya
(bersifat kanibal). Organisme yang memakan disebut sebagai predator, sedangkan
organisme yang dimakan disebut mangsa (prey). Predasi tidak terbatas antar-hewan saja,
tetapi juga antara herbivora dan tumbuhan. Pada predasi antar-hewan, predator
kebanyakan berukuran lebih besar daripada mangsanya.
b) Kompetisi
Kompetisi antar-populasi disebut juga kompetisi interspesifik. Kompetisi interspesifik
terjadi jika dua atau lebih populasi pada suatu wilayah memiliki kebutuhan hidup yang
sama, sedangkan ketersediaan kebutuhan tersebut terbatas. Kebutuhan hidup anta lain
berupa makanan, cahaya, air, atau ruang. Akibat kompetisi interspesifik sama dengan
kompetisi intraspesifik. Contoh kompetisi interspesifik adalah kompetisi beberapa jenis
burung di hutan yang memakan jenis serangga yang sama.
c) Simbiosis
Simbiosis berarti hidup bersama antara dua spesies yang berbeda. Dalam hidup bersama
tersebut, umumnya salah satu spesies berperan sebagai spesies yang ditumpangi,
sedangkan spesies lain sebagai penumpang (simbion). Interaksi simbiosis dibedakan
menjadi mutualisme, komensalisme, dan parasitisme.
d) Mutualisme
Mutualisme terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama
lain. Mutualisme sering kali dinyatakan dengan simbiosis saja. Contoh mutualisme
adalah ganggang hijau biru dengan jamur dari kelompok Basidiomycota membentuk
lumut kerak. Ganggang hijau biru menguntungkan jamur Basidiomycota karena
menyediakan makanan hasil fotosintesis. Sedangkan jamur Basidiomycota
menguntungkan ganggang hijau biru karena menyediakan air dan perlindungan bagi
kehidupan ganggang.
e) Komensalisme
Komensalisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan
spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Misalnya, anggrek yang
menempel pada pohon. Anggrek mendapatkan cahaya yang dibutuhkan untuk
pertumbuhannya, sedangkan pohon tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan.
f) Parasitisme
Parasitisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan sedangkan
spesies lain dirugikan. Organisme yang memperoleh keuntungan dari interaksi
parasitisme disebut sebagai parasit. Sedangkan organisme yang dirugikan disebut inang.
Parasit menyerap sari makanan atau cairan dari tubuh inangnya. Kerugian yang
ditimbulkan parasit dapat berupa gangguan ringan, penyakit, dan bahkan kematian pada
inangnya.
Ada dua jenis parasit, yaitu endoparasit dan ektoparasit.
Endoparasit adalah organisme yang hidup di dalam jaringan atau tubuh inangnya. Bakteri
paru-paru, cacing perut, dan Plasmodium merupakan contoh endoparasit pada manusia.
Ektoparasit adalah parasit yang hidup di permukaan tubuh inangnya atau menempel
sementara pada permukaan tubuh inangnya. Contoh ektoparasit pada tumbuhan adalah
kutu daun, hama wereng, dan benalu. Contoh ektoparasit pada manusia adalah nyamuk
kedua populasi tersebut akhirnya berpengaruh terhadap lingkungan abiotik. Interaksi ini
membentuk ekosistem. Jadi, ekosistem adalah interaksi seluruh komponen biotik yang
membentuk komunitas, dengan komponen-komponen, kutu rambut, jamur kulit, dan
lintah. Interaksi antar-populasi mempengaruhi kerapatan dan distribusi populasi antara
dua populasi. Pengaruh terhadap struktur dan komposisi komunitas. Interaksi berbagai
populasi dalam komunitas terjadi dalam suatu wilayah yang memiliki ciri fisik dan kimia
tertentu. Dengan demikian, juga terjadi interaksi antara komunitas dengan abiotiknya.
Interaksi Antar Komponen Biotik
Dalam ekosistem, interaksi antara komponen biotik dan abiotic mulai terjadi dari tingkat
individu cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu untuk fotosintesis pada
tumbuhan hijau. Interaksi tersebut akan semakin kompleks pada tingkat ekosistem dan
biosfer. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik pada tingkat biosfer adalah interaksi
yang paling kompleks. Biosfer merupakan tempat interaksi seluruh ekosistem di bumi.
Pada tingkat ekosistem, individu atau populasi memiliki peran yang khas dalam kaitan
interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotik. Kekhasan fungsi suatu individu atau
populasi dalam ekosistem disebut niche (relung). Berdasarkan peran khasnya, suatu
individu atau populasi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu produsen, konsumen,
dekomposer atau pengurai, dan detritivor.
a) Produsen
Produsen (organisme autrotrof) adalah organisme yang menyusun senyawa organik atau
membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Organisme yang tergolong
produsen meliputi organisme yang melakukan fotosintesis, yaitu tumbuhan hijau,
beberapa jenis bakteri, serta ganggang hijau biru.
b) Konsumen
Konsumen (organisme heterotrof) adalah organisme yang tidak mampu menyusun
senyawa organik atau membuat makanannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan
makanannya, organisme ini bergantung pada organisme lain. Hewan dan manusia
tergolong dalam kelompok sebagai konsumen.
c) Dekomposer
Dekomposer (pengurai) merupakan organisme yang menguraikan sisa-sisa organisme
untuk memperoleh makanan atau bahan organik yang diperlukan. Penguraian
memungkinkan zat-zat organik yang kompleks terurai menjadi zat-zat yang lebih
sederhana. Zat-zat yang lebih sederhana kemudian dapat dimanfaatkan kembali ole
produsen. Organisme yang termasuk dekomposer adalah bakteri dan jamur.
d) Detritivor
Detritivor adalah organisme yang memakan partikel partikel organik atau detritus.
Detritus merupakan hancuran jaringan hewan atau tumbuhan. Organisme detritivor antara
lain cacing tanah, siput, keluwing, bintang laut, dan kutu kayu.
C. Tipe-tipe ekosistem
1. Ekosistem Darat
Ekosistem darat dibedakan berdasarkan iklim wilayah.
a) Bioma Tundra
Bioma tundra terdapat di bumi bagian utara, yaitu di kutub utara yang
memiliki curah hujan yang rendah. Oleh karena itu, hutan tidak dapat
berkembang di daerah ini. Produsen utama di bioma ini adalah lichenes
dan lumut. Binatang yang dapat ditemui di bioma ini, antara lain beruang
kutub, reindeer (rusa kutub), serigala, dan burung-burung yang bermigrasi.
Gambar bioma tundra di pegungan es
b) Bioma Taiga
Bioma taigan terdapat di daerah yang beriklim sedang dan curah hujan
sekiktar 100 cm/tahun. Di daerah Amerika Utara dan Selatan, Eropa Barat
dan Asia Timur. Merupakan bioma terluas di bumi. Hewan yang hidup di
bima ini adalah rusa, beruang hitam, salamander. Sedangkan tumbuhan
yaitu umumnya pinus dan konifer.
Gambar bioma taiga didominasi pohon pinus
c) Bioma Hutan Hujan Tropis
Bioma yang terdapat di kawasan garis khatulistiwa termasuk Indonesia.
Memiliki curah hujan yang tinggi. Hewan khasnya yaitu harimau, badak,
orang utan, babi hutan, dsb. Tumbuhan khasnya yaitu seperti rotan dan
tumbuhan epifit.
d) Bioma Savana
Beriklim tropis tumbuhan yang dominan yaitu rumput. Hewannya seperti
kuda, jerapah dan singa. Di Indonesia bioma ini dapat ditemukan di
Sumbawa, NTB.
Gambar bioma padang rumput atau savana
e) Bioma Gurun
Bioma gurun terdapat di Asia, Afrika, India, Amerika, dan Australia.
Tumbuhan yang dapat bertahan di gurun di antaranya kaktus, sedangkan
hewan yang dapat bertahan di gurun di antaranya adalah unta dan ular.
f) Bioma Hutan Gugur
Tersebar di Amerika Timur, Eropa Tengah, dan Asia Timur. Bioma ini
memiliki ciri-ciri suhu yang sangat rendah pada musim dingin dan sangat
panas pada musim panas.
Gambar hutan gugur
a. Musim gugur
b. Musim dingin
2. Ekosistem Perairan
a) Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar umumnya dibagi menjadi dua kelompok yaitu lentik
dan lotik. Lentik merupakan habitat air yang tidak terdapat arus air yang
mengalir terus, contohnya adalah danau. Adapun lotik adalah habitat air
yang mengalir, contohnya adalah sungai. Daerah yang dapat ditembus
cahaya matahari memungkinkan terjadinya fotosintesis disebut daerah
fotik. Adapun daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari
disebut daerah afotik.
b) Ekosistem Air laut
Ekosistem laut biasa juga dinamakan sebagai ekosistem bahari. Ekosistem
bahari merupakan ekosistem paling luas di permukaan bumi. Lebih dari
dua pertiga bagian bumi ini merupakan ekosistem laut.
1) Ekosistem perairan laut dalam
Ekosistem ini tidak terjaungkau sinar matahari sehingga tidak
ditemukan organisme fotoautrotrof. Di dalam ekosistem perairan
laut dalam, jumlah detritivora (pengurai), karnivora (pemakan
daging), dan saprofor (pemakan sampah) sangat melimpah.
2) Ekosistem perairan laut dangkal
Ekosistem ini berada di daerah pantai yang tergenang air laut,
kecuali pada saat air surut. Daerahnya terbuka dan relatif tidak
terpengaruh oleh air sungai besar karena memiliki jarak yang
cukup jauh. Ekosistem ini banyak ditemukan di pantai utara Jawa,
Bali, Sumbawa, dan Sulawesi. Komunitas di daerah ini didominasi
beberapa macam ganggang, misalnya Sargassum.
3) Ekosistem Terumbu Karang
Ekosistem terumbu karang terbentuk di daerah perairan jernih,
yaitu hasil aktivitas organisme hewan berongga (Cnidaria).
Ekosistem ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena di
dalamnya terdapat bermacam-macam ikan, udang, dan hewan laut
lainnya. Ekosistem ini banyak terdapat di perairan Nusa Tenggara
dan Maluku.
4) Ekosistem Pantai Batu
Ekosistem ini didominasi batuan yang berukuran besar yang
terbentuk dari bongkahan batu granit yang besar, pesisir pantainya
biasanya berbukit seperti Pantai Selatan Jawa, Bali.
5) Ekosistem Pantai Lumpur
Ditemukan di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Ekosistem
ini biasanya terdapat di muara sungai yang dekat dengan laut.
Biasanya habitat ikan gelodok.
3. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya. Contoh ekosistem buatannya misalnya bendungan, hutan tanaman
produksi seperti jati dan pinus, agroekosistem berupa sawah tadah hujan, sawah
irigasi, perkebunan sawit, perkebunan kopi, serta ekosistem kota dan desa.
D. Rantai Makanan
Rantai makanan sendiri bisa diartikan sebagai perpindahan energi makanan, dari sumber daya
tumbuhan, melalui seri organisme, atau melalui sebuah tingkatan makan.
Rantai makanan bisa diartikan juga sebagai bagian dari jaring-jaring makanan, yang bergerak
secara linear, dari produsen ke konsumen teratas.
Produsen
Makhluk yang bisa membuat makanannya sendiri. Jika di dalam sebuah rantai makanan,
produsen, yang menduduki posisi pertama adalah tumbuhan dan fitoplankton.
Konsumen
Merupakan makhluk yang mendapatkan makanannya dari pihak produsen. Sehingga, artinya
konsumen tidak bisa membuat makanannya sendiri, dan mereka hanya melakukan kegiatan
konsumsi, atau hanya tinggal makan saja.
Bahkan, jika dilihat lebih dalam, konsumen bisa dibagi lagi menjadi beberapa kelas. Konsumen
kelas I adalah hewan herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan), Kelas II hewan karnivora
(pemakan daging), dan Kelas III adalah omnivora (pemakan segalanya).
Jenis-jenis Rantai Makanan
1. Rantai Makanan Perumput
Rantai makanan perumput menjadi jenis pertama yang akan dibahas. Memiliki nama lain
grazing food chain, rantai makanan perumput dimulai dari tumbuh-tumbuhan sebagai
produsen, pada tingkat pertama. Rantai makanan perumput atau sawah, juga bisa disebut
sebagai rantai makanan ekosistem darat.
Adapun ciri-ciri ekosistem pada sawah, diantaranya adalah memiliki irigasi, berupa lahan
budidaya tanaman, jenis makhluk hidupnya sedikit, terdapat tumbuhan selain tanaman
budidaya.Di dalam rantai makanan ini, memiliki alur dari proses makan memakan, antar
makhluk hidup, berdasarkan posisi, kemampuan, dan kedudukannya.
Produsen – Konsumen Kelas I – Konsumen Kelas II – Konsumen Kelas III – Pengurai atau
Dekomposer.
Contoh Rantai Makanan Perumput: Rumput-Belalang-Kadal-Burung Elang
Di sini produsen diperankan oleh rumput (dapat membuat makanannya sendiri lewat
fotosintesis). Lalu konsumen kelas I diduduki oleh belalang (memakan rumput), konsumen
kelas II adalah kadal (yang memakan belalang), konsumen kelas III adalah ular (yang
memakan kadal).
2. Rantai Makanan Parasit
Selain perumput, rantai makanan selanjutnya adalah parasit. Seperti yang diketahui, bahwa
parasit merupakan sebuah organisme yang hidup di organisme lain, dan merugikan.
Nah, pada rantai makanan ini, posisi parasit, adalah organisme yang merugikan inangnya.
yuk, intip contoh rantai makanan parasit berikut ini: Kerbau-Kutu-Burung Jalak-Elang
Produsen disini diduduki oleh kerbau, sebagai penghasil makanan berupa darah ke kutu.
Kutu menduduki posisi sebagai parasit, yang merugikan kerbau karena telah menghisap
darahnya. Selanjutnya, konsumen selanjutnya diduduki oleh burung jalak, yang memakan
kutu di kulit kerbau, lalu burung elang memakan burung jalak, yang hinggap di kulit kerbau.
3. Rantai Makanan Detritus
Rantai makanan selanjutnya adalah rantai makanan detritus, yang memposisikan diri sebagai
organisme produsen.
Detrivor sendiri merupakan organisme heterotrof, yang mendapatkan energi dengan cara
memakan sisa dari makhluk hidup.
Sisa makhluk hidup di sini adalah seperti kotoran organisme, ranting gugur, buah, atau daun.
Lalu organisme detrivor sendiri meliputi cacing dan rayap. Berikut contoh rantai makanan
detritus: Sisa Daun-Kutu Kayu(Rayap)-Burung
Di sini yang bertindak sebagai produsen adalah sisa-sisa dri organisme. Lalu konsumen I
diduduki oleh kutu kayu (rayap), kemudian dilanjutkan oleh burung, yang memakan kutu
kayu.
4. Rantai Makanan Saprofit
Berikutnya ada rantai makanan saprofit, yang merupakan rantai makanan yang diawali dari
penguraian jasad mati. Jasad yang mati, diuraikan oleh bakteri dan jamur. Nah, organisme
saprofit merupakan organisme, yang dapat mengurai sisa organisme yang telah mati. Rantai
makanan pada jenis saprofit ini, dimiliki oleh kayu lapuk-jamur-ayam-rubah.
E. Aliran Energi
Cahaya matahari merupakan sumber utama energy bagi kehidupan. Energi cahaya matahari
masuk kedalam komponen biotik melalui produsen. Oleh produsen, energy kimia mengalir dari
produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia
yang diperoleh organisme digunakan untuk kegiatan hidupnya sehingga dapat tumbuh dan
berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan organisme menunjukkan energi kimia yang
tersimpan dalam organisme tersebut. Jadi, setiap organisme melakukan pemasukan dan
penyimpanan energi (Gambar 10.28). Pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu
ekosistem disebut sebagai produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari
produktivitas primer dan produktivitas sekunder.
Produktivitas Primer
Produktivitas primer adalah kecepatan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia
dalam bentuk bahan organik oleh organisme autotrof. Energi cahaya matahari adalah sumber
energi utama kehidupan. Hanya sebagian kecil energi cahaya matahari yang dapat diserap oleh
organisme autotrof. Produktivitas primer berbeda pada setiap ekosistem. Produktivitas primer
terbesar ada pada ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem estuari, dan ekosistem hutan bakau.
Seluruh bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme autotrof disebut
produktivitas primer kotor (PPK). Bahan organik hasil fotosintesis tersebut sebagian digunakan
untuk kegiatan kehidupan dan sebagian tersimpan dalam tubuh organisme. Kegiatan kehidupan
seperti respirasi, tumbuh, dan berkembang biak menggunakan energi kimia dari bahan organik
dan mengeluarkan energi panas. Bahan organik yang tersimpan disebut produktivitas primer
bersih (PPB). Berat kering dari bahan organik yang tersimpan atau berat kering tubuh organisme
disebut biomassa. Biomassa organisme autotrof diperkirakan mencapai sekitar 50% sampai 90%
dari seluruh bahan organik hasil fotosintesis. Biomassa organisme autotrof ini menunjukkan
simpanan energi kimia yang dapat digunakan konsumen.
Produktivitas Sekunder
Produktivitas sekunder adalah kecepatan energi kimia mengubah bahan organik menjadi
simpanan energi kimia baru oleh organisme heterotrof. Bahan organik yang tersimpan pada
organisme autotrof dapat digunakan sebagai makanan bagi organisme heterotrof. Dari makanan
tersebut organisme heterotrof (konsumen) memperoleh energi kimia kimia yang diperolehnya,
tetapi sebagian disimpan menjadi energi kimia tersimpan. Dengan demikian, produktivitas
sekunder menjadi berkurang pada setiap transfer energi dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik
berikutnya yang akan digunakan untuk kegiatan kehidupan dan disimpan. Setiap tingkat trofik
dari konsumen primer hingga konsumen tersier tidak mengubah semua energi Perbandingan
produktivitas bersih antara satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya disebut efisiensi
ekologi. Diperkirakan hanya sekitar 10% energi yang ditransfer disimpan sebagai biomassa. Jadi,
sekitar 90% energi yang tersedia pada suatu tingkat trofik tidak disimpan pada tingkat trofik
berikutnya. Energi tersebut hilang sebagai panas saat digunakan untuk kegiatan hidup, seperti
mengejar mangsa untuk makan atau bernapas. Makin pendek sebuah rantai makanan, makin
sedikit kehilangan energi yang dapat digunakan.
F. Piramida Ekologi
Para ahli ekologi menggambarkan struktur trofik suatu ekosistem dalam bentuk piramida
ekologi. Piramida ekologi terdiri dari piramida energi, piramida biomassa, dan piramida jumlah.
Pada ketiga jenis piramida ekologi tersebut, bagian dasar piramida adalah produsen, di atasnya
konsumen, dan akan berakhir pada konsumen puncak. Kehilangan energi dari suatu rantai
makanan dapat digambarkan dalam bentuk piramida produktivitas atau piramida energi. Pada
piramida energi, makin ke puncak tingkat trofik makin sedikit produktivitasnya, atau energi yang
tersimpan semakin sedikit. Piramida energi selalu berbentuk menyempit ke atas. Piramida energi
menunjukkan rendahnya efisiensi ekologi. Sebagai contoh, piramida energi di suatu sumber air
tawar tingkat trofik tertentu hanya mengandung sekitar sepersepuluh energi yang ada pada
tingkat trofik di bawahnya. Lihat Gambar 10.29a. Berkurangnya transfer energi pada setiap
tingkat trofik berbentuk menyempit dari dasar ke puncak karena menghasilkan 1000 kg rumput
kering. Rumput kering tersebut dapat dipergunakan untuk menghasilkan 100 kg daging sapi,
yang selanjutnya akan dapat dipergunakan untuk menambah 10 kg berat tubuh seorang manusia.
Di beberapa ekosistem, misalnya ekosistem akuatik, piramida biomassa dapat berbentuk terbalik.
Pada ekosistem ini, biomassa konsumen dapat melebihi biomassa produsen karena ganggang
sebagai produsen bereproduksi sangat cepat. Puncak piramida biomassa memiliki biomassa
terendah yang berarti jumlah individunya sedikit, karena dapat digambarkan dengan piramida
biomassa. Pada piramida biomassa, setiap tingkat trofik menunjukkan berat kering dari seluruh
organisme di tingkat trofik tersebut pada suatu waktu. Piramida biomassa umumnya juga
perpindahan energi antara tingkat trofik sangat tidak efisien. Contohnya sebidang padang rumput
mampu individu karnivora puncak umumnya bertubuh besar. Jumlah individu pada setiap tingkat
trofik digambarkan dengan piramida jumlah. Piramida jumlah umumnya berbentuk menyempit
ke atas. Namun, dapat terjadi piramida terbalik (atau sebagian terbalik), yaitu dasar piramida
lebih kecil dari pada tingkat diatasnya. Kondisi tersebut terjadi jika ukuran tubuh konsumen lebih
kecil dari pada ukuran tubuh produsennya. Misalnya, beberapa ekor nyamuk yang tak terrhitung
jumlahnya menghisap darah beberapa orang manusia.
G. Daur Biogeokimia
Biogeokimia ialah suatu pertukaran atau terjadinya perubahan yang berlangsung terus menerus
antara komponen abiotik dengan komponen biotik.
Fungsi dari daur biogeokimia yaitu untuk menjaga
kelangsungan hidup di bumi, sebab materi hasil dari
daur biogeokimia ini dapat digunakan oleh semua
komponen yang ada di bumi baik biotik maupun
abiotik.
Macam-macam daur biogeokimia :
1. Daur fosfor
Fosfor merupakan salah satu jenis elemen yang
penting dalam kehidupan, sebab semua makhluk hidup membutuhkan fosfor yang berbentuk
ATP (Adenosin Tri Fosfat), yang berguna untuk sumber energi metabolisme pada sel. Fosfor
berbentuk ion yaitu ion fosfat atau (PO43-), ion ini terdapat dalam bebatuan. Akibat dari
terjadinya erosi dan pelapukan kemungkinan fosfat akan terbawa ke arah sungai bahkan
sampai ke laut dan membentuk sedimen. Sedimen yang mengandung fosfat bisa naik ke atas
permukaan disebabkan terjadinya geseran gerak dasar bumi. Tumbuhan mengambil fosfat
yang masih berbentuk larutan yang berada di dalam
tanah. Sumber : Siklus_Air.jpg
Sumber fosfor yang terdapat di bumi yaitu dari bebatuan, tanaman, tanah dan bahan organik.
Daur fosfor yang berupa hasil pelapukan bebatuan
dinamakan input, sedangkan outputnya yaitu berupa fiksasi
mineral dan pelindikan yang dapat dihasilkan oleh output
fosfor.
Fosfor dibagi menjadi dua senyawa yaitu fosfat organik
antara lain tumbuhan dan hewan, dan senyawa fosfat
anorganik yaitu air dan tanah.
2. Daur air
Daur air ialah sirkulasi yang tidak pernah berhenti dari air
yang di bumi di mana air mampu berpindah-pindah dari daratan, lalu ke udara lalu ke daratan
lagi, dan air pun mampu tersimpan di dasar permukaan dengan 3 fase yaitu cair yang
berbentuk air, padat yang berbentuk es, dan gas yang berbentuk udara.
Uap air terdapat di atmosfer, uap air berasal dari air laut dan air daratan yang menguap
karena akibat terkenanya panas yang berasal dari matahari. Sumber : Daur_Fosfor.jpg
Namun pada umumnya uap air yang ada di atmosfer hanya
terdapat di uapan air laut, sebab luas laut mencapai ¾ luas permukaan bumi.
Terkondensasinya uap air di atmosfer akan mengubah menjadi awan, yang akhirnya awan-
awan tersebut akan berubah menjadi hujan, air hujan yang telah turun di muka bumi akan
masuk kedalam tanah, dan pada akhirnya air tanah ini akan terbentuk menjadi air tanah dan
air tanah di permukaan.
Air yang ada di dalam tanah akan diserap oleh tumbuhan melalui pembuluh yang ada dalam
tubuh, lalu transpirasi uap air akan dilepaskan oleh tanaman atau tumbuhan ke atas atmosfer.
Transpirasi penguapan dalam ekosistem darat bisa mencapai 90% yang dilakukan oleh
tumbuhan.
Air tanah yang ada di permukaan bumi mengalir ke arah sungai, lalu bermuara ke laut dan ke
danau. Daur ulang yang terjadi ini disebut dengan siklus panjang namun siklus ini berawal
dari terjadinya proses evapotranspirasi dan transpirasi pada air yang dikuti oleh presipitasi
atau proses terjadinya air yang turun ke muka bumi disebut siklus pendek.
Sama seperti proses fotosintesis pada siklus karbon, matahari juga berperan penting dalam
siklus hidrologi. Matahari merupakan sumber energi yang mendorong siklus air,
memanaskan air dalam samudera dan laut. Akibat pemanasan ini, air menguap sebagai uap
air ke udara. 90% air yang menguap berasal dari lautan. Es dan salju juga dapat menyublim
dan langsung menjadi uap air. Selain itu semua, juga terjadi evapotranspirasi air terjadi dari
tanaman dan menguap dari tanah yang menambah jumlah air yang memasuki atmosfer.
Setelah air tadi menjadi uap air, Arus udara naik mengambil uap air agar bergerak naik
sampai ke atmosfer. Semakin tinggi suatu tempat, suhu udaranya akan semakin rendah.
Nantinya suhu dingin di atmosfer menyebabkan uap air mengembun menjadi awan. Untuk
kasus tertentu, uap air berkondensasi di permukaan bumi dan membentuk kabut.
Arus udara (angin) membawa uap air bergerak di seluruh dunia. Banyak proses meteorologi
terjadi pada bagian ini. Partikel awan bertabrakan, tumbuh, dan air jatuh dari langit sebagai
presipitasi. Beberapa presipitasi jatuh sebagai salju atau hail, sleet, dan dapat terakumulasi
sebagai es dan gletser, yang dapat menyimpan air beku untuk ribuan tahun. Snowpack (salju
padat) dapat mencair dan meleleh, dan air mencair mengalir di atas tanah sebagai snowmelt
(salju yang mencair). Sebagian besar air jatuh ke permukaan dan kembali ke laut atau ke
tanah sebagai hujan
Daur sulfur
Sulfur hanya ada dalam sulfur anorganik, sulfur akan direduksi menjdi sulfida oleh bakteri
yang berbentuk sulfur dioksida atau berbentuk hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida mampu
memusnahkan mahluk hidup yang berada di perairan yang akhirnya akan menghasilkan
bahan organik yang telah mati akibat pengurai. Tumbuhan pun dapat menyerap sulfur yang
berbentuk sulfat (SO42-).
Bakteri yang terlibat dalam proses daur belerang atau sulfur yaitu Desulfibrio dan
Desulfomaculum berperan untuk mereduksi sulfat
menjadi sulfida yang berbentuk (H2S) atau hidrogen Sumber : Siklus_Belerang.png
sulfida, sulfida bermanfaat untuk bakteri fotoautotrof
anaerob seperti halnya Chromatium yang melepaskan sulfur serta oksigen.
Proses terjadinya sulfur
Sulfur terjadi akibat dari proses terjadinya pembakaran bahan bakar fosil batu bara atau
terjadi akibat adanya aktivitas gunung berapi, lalu asapnya itu akan naik ke atmosfer, atau
udara sulfur oksida itu akan berada di awan yang menjadi hidrolidid air membentuk H2SO4,
awan akan mengalami kondensasi yang akhirnya menurunkan hujan yang dikenal dengan
hujan asam.
Air hujan itu akan masuk kedalam tanah yang akan diubah menjadi Sulfat yang sangat peting
untuk tumbuhan. Sulfat hanya terdapat dalam bentuk
anorganik (SO42-), sulfat ini yang mampu berpindah
dari bumi atau alam ke tubuh tumbuhan melalui
penyerapan sulfat oleh akar. Sulfur akan direduksi
oleh bakteri menjadi sulfida dan berbentuk sulfur
dioksida atau hidrogen sulfida.
3. Daur karbon dan oksigen
Diagram dari siklus karbon. Angka dengan warna
hitam menyatakan berapa banyak karbon tersimpan
dalam berbagai reservoir, dalam miliar ton ("GtC"
berarti Giga Ton Karbon). Angka dengan warna
biru menyatakan berapa banyak karbon berpindah
antar reservoir setiap tahun. Sedimen, sebagaimana
yang diberikan dalam diagram, tidak termasuk ~70
juta GtC batuan karbonat dan kerogen.
Terjadinya proses timbal balik antara daur ulang Sumber : Carbon_cycle-cute_diagram.jpeg
respirasi dan fotosintesis yang bertanggung jawab
atas terjadinya perubahan dan pergerakan utama karbon. Menurunnya fotosintesis dapat
mempengaruhi naik atau turunnya suatu gas CO2 dan O2 yang
ada di atmosfer secara musiman. Siklus karbon sangat
dipengaruhi oleh oksigen dan fotosintesis. Daur karbon berada
di empat tempat yaitu geosfer atau di dalam bu mi, hidrosfer
atau di air, atmosfer atau di udara, dan biosfer atau di dalam
makhluk hidup.
Pencemaran udara pada zaman era globalisasi ini berdampak
pada peningkatan CO2 yang masuk ke atmosfer.
4. Daur nitrogen
Proses terjadinya daur ulang nitrogen
Senyawa organik seperti protein, urea atau asam nukleat atau senyawa anorganik seperti
nitrat, nitrit dan amonia merupakan senyawa yang terdapat di nitrogen. Di bawah ini tahap-
tahapan terjadinya daur nitrogen yaitu :
a) Tahap pertama yaitu daur nitrogen ialah proses transfer nitrogen dari atmosfer kedalam
tanah. Selain masuknya nitrogen kedalam tanah akibat dari air hujan, nitrogen juga dapat
masuk melalui proses fiksasi nitrogen, proses ini dilakukan Sumber : Daur_Nitrogens.png
oleh bakteri Rhizobium yang akan bersimbiosis dengan
bakteri Azotobacter, Clostridium, dan polong-polongan. Ganggang hijau juga memiliki
kemampuan yang sama seperti memfiksasi nitrogen.
b) Tahap kedua di mana nitrat diperoleh dari hasil fiksasi biologis yang digunakan oleh
produsen atau tanaman yang akan mengubahnya menjadi protein. Jika ada hewan atau
tanaman yang mati maka pengurai akan mengubahnya menjadi NH3 (gas amonia) dan
akan mengubah menjadi NH4+ (garam amonium yang terlarut oleh air), proses yang
terjadi ini dinamakan dengan amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas bisa mengubah senyawa
amonium dan amonia menjadi nitrat yang diproses oleh Nitrosomonas. Denitrifikasi
merupakan proses di mana oksigen yang terdapat dalam tanah terbasa, maka nitrat akan
cepat ditransformasikan menjadi oksida nitrogen atau gas nitrogen.
H. Suksesi
Suatu komunitas akan mengalami perubahan ketika terjadi gangguan dan kerusakan yang
parah, seperti gunung meletus, tanah longsor, banjir, atau akibat kegiatan-kegiatan
manusia yang merusak alam. Hancurnya komunitas ini akan menimbulkan suatu
perubahan yang cukup besar. Misalnya saja permukaan tanah yang dulunya begitu
rimbun akan berubah menjadi permukaan tanah yang terbuka. Keadaan ini akan membuat
tempat tersebut menjadi habitat baru bagi suatu makhluk hidup.
1. Suksesi primer
Suksesi primer merupakan pembentukan komunitas makhluk hidup yang sebelumnya
tidak ada. Contohnya adalah suksesi di Gunung Krakatau yang telah meletus pada
tahun 1883 dan melenyapkan seluruh populasi di pulau tersebut dan organisme yang
pertama kali muncul yaitu Lichenes dan tumbuhan lumut. Tumbuhan perintis ini
melakukan pelapukan supaya memperkaya kandungan organik tanah.
2. Suksesi sekunder
Suksesi sekunder merupakan perubahan yang terjadi karena terganggunya habitat.
Gangguan ini dapat disebabkan oleh gangguan alam, seperti banjir, kebakaran.
Gangguan ini bisa merusak total. Laju suksesi sekunder bergantung pada kerusakan
yang terjadi, iklim dan jenis komunitas.
Gambar. suksesi sekunder
karena kebakaran hutan
I. Aktivitas manusia dan pencemaran
1. Perubahan lingkungan karena aktivitas manusia
Manusia membutuhkan SDA untuk melangsungkan hidupnya. Akan tetapi, cara
memperoleh SDA tersebut dapat menimbulkan perubahan terhadp alam. Aktivitas
yang dapat menimbulkan perubahan terhadap alam antara lain penebangan hutan,
perburuan liar, penebangan yang berlebihan, dan pembukaan lahan untuk
pemukiman. Penebangan hutan akan menyebabkan rusaknya ekosistem hutan dan
terjadi longsor. Perburuan liar dapat menyebabkan hewan punah dengan penyebab
misalnya dengan membuka lahan yang akan dijadikan sebagai pemukiman. Dan akan
membawa dampak buruk seperti kebakaran hutan, erosi, longsor.
2. Pencemaran Lingkungan
Merupakan masuknya atau dimasukannya kompponen-komponen ke dalam
lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitas lingkungan dapat
menurun.
a. Pencemaran Udara
Contohnya asap pabrik, asap kendaraan bermotor yang membawa CO2. Jika CO2
meningkat maka akan menimbulkan pemanasan global melalui efek rumah kaca.
Proses ini meninmbulkan energi panas, diakibatkan cahaya masuk ke bumi dan
memantul kembali, namun karena adanya CO2 diudara cahaya tersebut memantul
kembali ke bumi. Akibat dari pemanasan global akan menyebabkan naiknya
periaran laut karena es di kutub meleleh dan perubahan iklim dunia.
Gambar. Efek rumah kaca dan faktor yang mempengaruhinya
b. Pencemaran Air
Secara garis besar, pencemaran air dapat disebabkan oleh mikroorganisme dalam
air, limbah organik, dan limbah anorganik. Pencemaran oleh mikroorganisme,
umumnya dapat menyebabkan penyakit pada manusia maupun hewan. Limbah
organik seperti limbah rumah tangga, minyak, plastik dan larutan pembersih
merupakan penyebab kematian ikan maupun organisme lainnya. Limbah
anorganik, seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), amoniak, dan fosfat dalam kadar
yang tinggi dapat menyebabkan kematian organisme air. Dalam kadar yang
rendah, limbah organik seperti timbal, tidak akan menyebabkan kematian secara
langsung pada organisme air. Dan pencemaran limbah anorganik dapt
menyebabkan ledakan alga.
c. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah ini dapat disebabkan oleh bahan-bahan, seperti limbah plastik,
botol kaca, kaleng, zat kimia, dan logam-logam berat. Akibat dari pencemaran ini
dapat mengganggu organisme tanah, bakteri yang berguna bagi fiksasi nitrogen
sehingga mengubah komposisi tanah.
3. Usaha manusia dalam mencegah dan memperbaiki lingkungan hidup
Usahanya dengan perlindungan dan pengawetan alam dengan cagar alam suaka
margasatwa, konservasi tanah dan air untuk mencegah erosi tanah dan
menyelesaikan krisis lingkungan contohnya seperti reboisasi, melakuakn daur ulang.
Saat duduk di tepi sebuah danau pegunungan Anda mengamati sinar matahari senja
terpantul di permukaan danau (gambar 2.1.1) . Sambil menikmati suasana yang damai, Anda
mulai merasakan bahwa danau tersebut jauh lebih dinamis daripada yang anda duga sebelumnya.
cincin-cincin kecil berbentuk di tempat ikan menyambar serangga yang jatuh ke permukaan
danau. Sebuah kali kecil mengalir kedalam danau, mengantarkan banyak nutrien mineral dan zat-
zat organik. Angin sepoi-sepoi menyebarkan bau danau, dibentuk oleh mikroorganisme yang
aktivitasnya mempengaruhi komposisi atmosfer bumi. Lebih dari sekadar badan air, danau
adalah suatu ekosistem (ecosystem), total semua organisme yang hidup di dalam batas-batas
ekosistem dan semua faktor abiotik yang berinteraksi dengan organisme.
Gambar 2.1.1 Apa yang menjadikan ekosistem ini dinamis?
Suatu ekosistem dapat mencakup area yang luas, misalnya hutan, atau mikrokosmos
(microcosm), seperti ruang di bawah batang kayu yang tumbang atau kolam kecil (gambar 2.1.2)
seperti populasi dan komunitas, batas-batas ekosistem terkadang tidak jelas. Banyak ahli ekologi
memandang keseluruhan biosfer sebagai suatu ekosistem global, gabungan dari semua ekosistem
lokal di bumi.
Gambar 2.1.2 Kolam gua : Ekosistem kecil ini adalah rumah bagi komunitas mikroba yang
kompleks
Terlepas dari ukuran ekosistem, dinamikanya melibatkan dua proses yang tidak dapat
dijabarkan sepenuhnya oleh fenomena populasi atau komunitas aliran energi dan siklus unsur
kimia. Energi memasuki sebagian besar ekosistem sebagai sinar matahari. Energi dikonversi
menjadi energi kimiawi oleh autotrof, diteruskan ke heterotrof di dalam senyawa-senyawa
organik makanan, dan dibuang sebagai panas. Unsur-unsur kimia misalnya, karbon dan nitrogen
didaur diantara komponen-komponen abiotik dan biotik dari ekosistem. Organisme fotosintetik
mengasimilasi unsur-unsur ini dalam bentuk anorganik dari udara, tanah, dan air, kemudian
digabungkan ke dalam biomassa organisme tersebut, yang sebagian diantaranya dikonsumsi oleh
hewan. Unsur-unsur kimia dikembalikan dalam bentuk anorganik ke lingkungan melalui
metabolisme tumbuhan dan hewan serta oleh organisme yang lain, misalnya bakteri dan fungi,
yang menguraikan zat-zat buangan organik dan organisme mati.
J. Hukum-hukum fisika mengatur aliran energi dan siklus unsur kimia dalam ekositem
Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana sel-sel mentransformasi energi dan materi, yang
tunduk pada hukum-hukum termodinamika. Seperti para ahli biologi sel, para ahli ekologi
ekosistem mempelajari transformasi energi dan materi di dalam suatu sistem dan mengukur
jumlah energi dan materi yang melintasi batas-batas sistem tersebut. Dengan mengelompokkan
spesies-spesies dalam suatu komunitas ke dalam tingkat-tingkat trofik dari hubungan makan-
dimakan. Kita dapat mengikuti transformasi energi dalam suatu ekosistem dan memetakan
pergerakan unsur-unsur kimia.
1) Kekekalan Energi
Hukum termodinamika pertama: menyatakan bahwa “energi dapat diubah dari satu tip eke tipe
yan lain, tetapi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan. Sinar adalah suatu bentuk energi,
karena dapat diubah menjadi kerja, panas, atau energy potensial dari makanan, tergantung pada
keadaan. Tetapi tidak ada satupun daripadanya yang dimusnahkan.
Hukum termodinamika kedua: menyatakan bahwa “tidak ada peristiwa atau proses yang
melibatkan perubahan energi akan berlansung secara spontan kecuali dengan adanya penurunan
energi dari bentuk yang dimampatkan ke bentuk yang disebarkan (energi yang terpusat menjadi
bentuk energi yang terpencar ).
Aliran energi dalam ekosistem adalah proses berpindahnya energi dari suatu tingkat trofik ke
tingkat trofik berikutnya yang dapat digambarkan dengan rantai makanan atau dengan piramida
biomassa.Organisme, ekosistem dan seluruh biosfir memiliki sifat termodinamika dasar untuk
mampu menciptakan dan mampu mempertahankan tata tertib dalam tahapan tinggi, atau keadaan
entropi rendah ( ukuran untuk kekacauan atau jumlah energi yang tidak tersedia di dalam
system).
Keragaman manifestasi hidup semuanya disertai perubahan-perubahan energi, walaupun tidak
energy ada yang diciptakan ataupun dihancurkan. Energi yang memasuki permukaan bumi
sebagai sinar diimbangi oleh energi yang meninggalkan permukaan bumi sebagai radiasi panas
yang tidak tampak. Tanpa pemindahan energy tak akan mungkin ada kehidupan dan tidak ada
system-sistem ekologi.
Sumber energi utama bagi kehidupan adalah cahaya matahari. Energi cahaya matahari masuk ke
dalam komponen biotik melalui produsen (organismefotoautotropik) yang diubah menjadi energi
kimia tersimpan di dalam senyawa organik. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen
dari berbagai tingkat tropik melalui jalur rantai makanan. Energi kimia tersebut digunakan
organisme untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kemampuan organisme-organisme dalam
ekosistem untuk menerima dan menyimpan energi dinamakan produktivitas ekosistem.
Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder.
2) Kekekalan Massa
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu
hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi
berbagai macam proses di dalam sistem tersebut (dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan
sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan). Pernyataan yang umum digunakan untuk
menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat
diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa
dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Tidak seperti energi, unsur kimia terus-menerus didaur-daur di dalam ekosistem. Sebuah atom
karbon dalam karbondioksida dilepaskan dari tanah oleh dekomposer, diambil oleh rumput
melalui fotosistesis, dikonsumsi oleh bison atau pemakan rumput lainnya, dan dikembalikan ke
tanah di dalam kotoran bison. Pengukuran dan analisis dari pendauran unsur kimia semacam itu
di dalam ekosistem dan biosfer sebagai suatu keseluruhan merupakan aspek yang penting dari
ekologi ekosistem.
Gambar 2.1.3 Fungi menguraikan pohon yang mati.
Sebagian besar masukan dan keluaran berjumlah kecil
dibandingkan dengan jumlah yang didaur-ulang di dalam
ekosistem. Tetap saja, keseimbangan antara masukan dan
keluaran menentukan apakah suatu ekosistem merupakan
sumber atau rosot bagi unsur terentu. Jika keluaran suatu nutrien mineral melebihi masukannya,
nutrien tersebut pada akhirnya akan membatasi prosuksi dalam sistem. Aktivitas manusia
seringkali sangat mengubah keseimbangan masukan dan keluran.
Anggaran Energi Ekosistem
Sebagian besar produsen primer menggunakan energi cahaya untuk menyintesis molekul-
molekul organik kaya energi yang kemudian diuraikan untuk menghasilkan ATP. Konsumen
menerima bahan bakar organiknya dari tangan kedua atau bahkan dari tangan ketiga melalui
jaring jaring makanan. Oleh karena itu, jumlah seluruh produksi fotosintetik menjadi batasan
pengeluaran untuk anggaran energi keselirihan ekosistem.
Anggaran Energi Global
Setiap hari, atmosfer bumi dibombardir oleh sekitar 1022 joule radiasi surya (1 J = 0,239 kal).
Energi tersebut cukup untuk menyuplai kebutuhan seluruh populasi manusia perkiraan selama 25
tahun pada tingkat konsumsi. Intensitas energi surya yang menghantam bumi
bervariasiberdasarkan garis lintang, dengan wilayah tropis yang menerima paling banyak
masukan. Sebagian besar energi surya yang datang akan diabsopsi, disebarkan dan dipantulkan
oleh awan dan debu di atmosfer. Jumlah radiasi surya yang akhirnya mencapai permukaan bumi
membatasi keluaran fotosintetik yang mungkin dihasilkan oleh ekosistem.
Hanya beberapa persen radiasi solar yang mencapai permukaan bumi digunakan dalam
fotosintesis. Sebagian besar radiasi menghantam material yang tidak berfotosintesis (contoh : es
& tanah). Dari radiasi yang mencapai organisme fotosintetik, hanya ada panjang gelombang
tertentu yang diabsorpsi oleh pigmen fotosintetik, sisanya akan diteruskan, dipantulkan atau
hilang sebagai panas. Akibatnya, hanya sekitar 1% cahaya tampak yang menghantam organisme
fotosintetik dikonversi menjadi energi kimiawi melalui fotosintesis. Meskipun demikian,
produsen primer bumi secara kolektif menghasilkan sekitar 150 miliar ton metrik (150 x 1012 kg)
material organik setiap tahun.
Produksi Primer Kotor dan Bersih
Produksi primer total dalam ekosisistem dikenal sebagai produksi primer kotor (PPK- gross
primary poduction, GPP) ekosistem tersebut- jumlah energi cahaya yang di konversi menjadi
energi kimiawi melalui fotosintesis per satuan waktu. Tidak semua produksi ini disimpan sebagi
material organik di dalam produsen-produsen primer karena mereka menggunakan beberapa
molekul sebagai bahan bakar pada respirasi selulernya sendiri. Produksi primer bersih (PPB- nrt
primary production, NPP) sebanding dengan produksi primer kotor dikurangi dengan energi
yang digunakan oleh produsen primer untuk respirasi (R).
Sehingga : PPB = PPK-R
Pada banyak ekosistem, PPb adalah sekitar separuh PPK. Bagi ahli ekologi, produksi primer
bersih adalah besaran kunci karena mempresentasikan penyimpangan energi kimia yang akan
tersedia bagi kondumen dalam ekosistem.
Produksi primer bersih dapat dinyatakan sebagai energi persatuan luas persatuan waktu
(l/m2/tahun) atau sebagai biomassa (masa vegetasi) yang ditambahkan ke ekosistem per satuan
luas per satuan waktu (g/ m2/tahun). Produksi primer bersih sutu ekosistem tidak boleh
dirancukan dengan biomassa total dari autotrof fotosintetik yang terdapat pada waktu tertentu,
suatu besaran yang disebut dengan tanaman tegakan (standing crop). Produksi primer bersih
adalah jumlah biomassa baru yang ditambahkan dalam periode waktu tertentu.
Produksi Primer di Ekosistem Perairan
Pada ekosistem Perairan laut atau tawar, baik cahaya maupun nutrien penting dalam mengontrol
produksi primer.
1. Pembatasan cahaya
Karena cahaya mendorong tanaman untuk fotosintesis, dan menduga bahwa cahaya
merupakan variabel kunci dalam mengontrol produksi primer di lautan. Kedalaman
cahaya memang mempengaruhi produksi primer di laut. Jika cahaya merupakan variabel
utama yang membatasi produksi primer maka produksi akan meningkat menurut gradien
dari kutub ke arah ekuator.
2. Pembatasan oleh nutrien
2.2.RANGKUMAN
a) Ekosistem merupakan kesatuan interaksi antara komponen abiotik dan komponen biotik.
b) Komponen penyusun ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu komponen biotik dan
abiotik.
c) Komponen biotik merupakan komponen yang hidup di alam yang terdiri dari makhluk
hidup yaitu manusia, hewan dan tumbuhan.
d) Sedangkan komponen abiotik merupakan komponen yang tidak hidup terdiri dari cahaya,
air, suhu, tofografi, tanah, udara atau angin.
e) Organisasi kehidupan terdiri dari individu, populasi, komunitas, ekosistem.
f) Setiap makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya. Terdapat 3 interaksi yaitu
interaksi antar individu, interaksi antar populasi dan interaksi antar komponen biotik.
g) Interaksi antar individu yang hidup di tempat tertentu dan hidup bersama organisme
sejenisnya. Interaksi antar populasi berupa predasi anatara mangsa dan hewan yang akan
dimangsa, kompetisi jika dua atau lebih populasi memiliki kebutuhan yang sama,
simbiosis (mutuaisme, komensalisme, dan parasitisme.
h) Tipe-tipe ekosistem terdiri dari ekosistem darat dan ekosistem perairan.
i) Ekosistem darat terdiri dari bioma tundra, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis, bioma
savana (padang rumput), bioma gurun, dan bioma hutan gugur. Ekosistem perairan terdiri
dari ekosistem air tawar dan laut. Ekosistem air tawar contohnya danau dan sungai.
Sedangkan ekosistem perairan terdiri dari ekosistem perairan laut dalam. Ekosistem
perairan laut dangkal, ekosistem terumbu karang, ekosistem pantai batu dan ekosistem
pantai lumpur.
j) Rantai makanan sendiri bisa diartikan sebagai perpindahan energi makanan, dari sumber
daya tumbuhan, melalui seri organisme, atau melalui sebuah tingkatan makan.\
k) Produsen sebagai makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri dan konsumen
sebagai pihak yang mendapatkan makanan dari produsen. Contoh rumput-belalang-kadal-
burung elang
l) Pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem disebut sebagai produktivitas
ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas
sekunder.
m) Suksesi terdiri dari suksesi primer dan suksesi sekunder.
n) Aktivitas manusia mempengaruhi lingkungan. Pencemaran udara, pencemaran air, dan
pencemaran tanah merusak lingkungan.
o) Upaya mememperbaiki lingkungan hidup yang rusak dengan reboisasi, daur ulang,
perlindungan alam seperti cagar alam dan suaka margasatwa.
p) Hukum fisika yang mengatur aliran energi dalam ekosistem yaitu kekekalan energi dan
kekekalan massa.
q) Sumber energi utama bagi kehidupan adalah cahaya matahari. Energi cahaya matahari
masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen (organismefotoautotropik) yang
diubah menjadi energi kimia tersimpan di dalam senyawa organik. Energi kimia mengalir
dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat tropik melalui jalur rantai makanan
r) Anggaran energi ekosistem merupakan jumlah batasan pengeluaran seluruh produksi
fotosintetik. Terdiri dari anggaran energi global dan produksi primer kotor dan bersih.
Produksi primer bersih sebanding dengan produksi primer kotor dikurangi dengan energi
yang digunakan produsen untuk respirasi.
s) Yang mengontrol produksi primer di ekosistem perairan yairu pembatasan cahaya dan
pembatasan nutrien.
LKS
Komponen Abiotik (Pengamatan)
• Tujuan : Mengamati dan mengukur komponen abiotik
• Alat dan Bahan
1. Termometer
2. Termometer tanah
3. Fluksmeter
4. Termometer phsychrometer (basah/kering)
• Cara kerja
Ukurlah komponen abiotik di lingkungan sekolahmu selama beberapa hari (1-2 minggu)
1. Ukurlah suhu udara di tempat yang teduh dan tempat yang terkena sinae matahari dengan
menggunakan termometer
2. Ukurlah suhu tanah dengan menggunakan termometer tanah atau termometer biasa. Jika
menggunakan termometer tanah, tancapkan termometer tanah sampai mencapai kedalaman
maksimum. Akan tetapi, jika menggunakan termometer biasa, galilah tanah hingga
kedalamannya sama dengan ti ggu termometer. Setelah itu, masukkan termometer dan tutup
kembali dengan tanah. Diamkan termometer selama tiga menit. Pengukuran dilakukan pagi,
siang, dan malam hari.
3. Ukurlah intensitas cahaya matahari pada pagi, siang dan malam hari dengan menggunakan
fluksmeter. Jika memungkinkan pengukuran dilakukan pada berbagai ketinggian (dekat dengan
permukaan tanah, setinggi pinggang, dan setinggi mata).
4. Ukurlah kelembapan relatif pada pagi, siang dan malam hari dengan menggunakan
psychrometer di berbagai ketinggian.
5. Buatlah tabel untuk mencatat data komponen abiotik tersebut.
• Catatan
Simpan data sebaik mungkin dan catat tanggal serta waktu pengambilan data.
• Pertanyaan
1. Adakah perbedaan intensitas cahaya di tempat teduh dengan di tempat terang?
2. Adakah korelasi (hubungan) antara suhu dan kelembapan? Jelaskan jawabanmu.
3. Bagaimana pengaruh suhu terhadap ketersediaan air?
2.3. TUGAS / LATIHAN
1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
2. Sebutkan komponen komponen yang ada dalam ekosistem!
3. Lakukanlah pengamatan pada ekosistem yang berada disekitar tempat tinggal kalian
kemudian isi tabel berikut berdasarkkan hasil pengatan !
Nama ekosistem :
Tanggal pengamatan :
No Jenis makluk hidup Posisi dalam ekosistem
2.4. Uji Kompetensi
SOAL A
1. Apa perbedaan unsur abiotik dan biotik dalam ekosistem?
2. Peran dekomposer dan detritivor dalam ekosistmem berbeda. Apa perbedaan
keduanya?
3. Bagaimana siklus daur nitrogen?
4. Berikan contoh-contoh predasi, simbiosis mutualisme, komensalisme, dan parasitisme
di lingkungan sekitarmu
5. Apa yang dimaksud dengan suksesi?
6. Apa fungsi daur biogeokimia?
7. Apa yang dimaksud dengan produktivitas primer?
8. Apa kelebihan piramida ekologi?
9. Apa itu piramida biomassa?
10. Apa saja contoh komponen abiotik dan biotik?
1. Pada ekosistem laut daerah yang komponen tingkat produsennya paling banyak adalah
daerah...
a. Abisal
b. Batisal
c. Fotik
d. Afotik
e. Termoklin
2. Jika suatu ekosistem air tawar tercemar insektisida kadar terbesar penimbunan bahan
pencemar akan terdapat pada...
a. Ikan kecil
b. Air tawar
c. Zooplankton
d. Fitoplankton
e. Ikan besar
3. Adaptasi tumbuhan terhadap lingkungannya dengan cara menekan pertumbuhan daun
tetapi memacu pertumbuhan akar, terdapat pada habitat...
a. Padang rumput
b. Hutan gugur
c. Hutan basah
d. Gurun
e. Hutan tropis kering
4. Di wilayah padang rumput atau savana terdapat sekumpulan sapi, rumput, domba, dan
seorang pria.sekumpulan domba di padang rumput merupakan...
a. Populasi
b. Individu
c. Ekosistem
d. Komunitas
e. biosfer
5. Perhatikan dibawah ini :
1) Cairnya es dikutub
2) Perubahan iklim
3) Hilangnya pulau-pulau kecil
Merupakan dampak dari...
a. Ledakan bom
b. Curah hujan yang rendah
c. Iklim berubah
d. Naiknya suhu lingkungan
e. Efek rumah kaca
6. Untuk mencegah longsor dan lahan dihutan gundul akibat kebakaran hutan, upaya
manusia untuk mecegah longsor sebaiknya...
a. Membiarkannya
b. Reboisasi
c. Bangun rumah
d. Tidak dilakukan apa-apa
e. Daur ulang
7. Tokoh ekologi yang menggambarkan relung ekologi sebagai kedudukan fungsional
suatu organisme dalam komunitasnya adalah …
A. Charles Darwin
B. Louis Pasteur
C. Charles Elton
D. Lamark
E. Ernzt Haeckel
8. Yang merupakan penentu utama dalam pertumbuhan populasi adalah …
A. Mortalitas dan potensi biotik
B. Sebaran umum dan natalitas
C. Natalitas dan densitas
D. Densitas dan potensi biotik
E. Natalitas dan mortalitas
9. Dalam suatu komunitas terdapat rumput teki dan rumput gajah. Jika rumput teki
menghalangi tumbuhnya rumput gajah karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang
bersifat toksik. Disebut apakah interaksi tersebut…
A. Anabiosa
B. Alelopati
C. Interaksi antar komunitas
D. Interaksi antar komponen biotik dan abiotik
E. Intreaksi antar organisme
10. Berikut adalah beberapa bakteri yang dapat mengikat nitrogen baik secara langsung
ataupun tidak, kecuali…
A. Marsillea crenata
B. Azotobacter sp.
C. Nostoc sp.
D. Anabaena sp.
E. Xanthomonas