Modul
PERAHU KARET
PUSDIKLAT PENANGGULANGAN
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN
PROVINSI DKI JAKARTA
TAHUN 2021
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 0
Water Rescue
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas karunia-
Nya, sehingga penyusunan kembali atau revisi modul “Perahu karet” dapat kami
selesaikan. Modul ini disusun untuk melengkapi kurikulum pada Diklat Penyelamat
Kebakaran (Fire Rescue) di Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran Dan
Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.
Selain sebagai bahan ajar para instruktur, modul ini juga sebagai bahan
bacaan para peserta diklat dalam rangka untuk men ingkatkan wawasan
pengetahuan di bidang penyematan, karena modul ini memuat pokok-pokok atau
prosedur-prosedur yang harus dilakukan oleh petugas penyelamat dalam melakukan
pencarian korban.
Kami sadar bahwa modul ini masih jauh dari kesempurnaan disebabkan
terbatasnya bahan bacaan dan kemampuan penyusun sendiri. Oleh sebab itu
sangat diharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk
kesempurnaan modul ini. Dalam hal ini kami mengucapkan ribuan terima kasih.
Jakarta, November 2020
Penyusun
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 1
Water Rescue
A. LATAR BELAKANG
Pada awal dibentuknya Dinas Pemadam Kebakaran adalah untuk
menangani keselamatan manusia dan harta benda dari ancaman bahaya
kebakaran. Namun dalam perkembangan selanjutnya Dinas Pemadam
Kebakaran, tugas dan fungsinya tidak hanya memadamkan kebakaran, akan
tetapi meliputi pencegahan dan pemadaman kebakaran serta penyelamatan,
sebagaimana nomenklatur Dinas yang berubah menjadi Dinas Penanggulangan
Kebakaran Dan Penyelamatan.
Di bidang penanggulangan kebakaran mencakup aspek pencegahan
kebakaran dan pemadaman kebakaran, sedangkan di bidang penyelamatan
tidak hanya penyelamatan korban di lokasi kebakaran saja akan tetapi
berkembang kepada berbagai situasi yang berbahaya, seperti penyelamatan di
bangunan runtuh, banjir, kecelakaan kendaraan dan lainnya. Selanjutnya di
dalam modul ini akan dibahas mengenai pencarian dan penyelamatan korban
di lokasi kebakaran saja.
Dalam melakukan pencarian dan penyelamatan korban petugas harus
dibekali pengetahuan dan keterampilan serta peralatan yang memadai,
sehingga petugas penyelamat dapat melakukan tugasnya dengan baik, aman,
selamat baik untuk diri sendiri, tim maupun korbannya. Petugas penyelamat
harus mewaspadai setiap kejadian kebakaran sekecil apapun kejadiannya
dimungkinkan adanya korban yang terjebak di dalam bangunan yang harus
segera dilakukan pencarian dan penyelamaatan korban.
B. TUJUAN
Tujuan umum dari penyusunan modul ini adalah mengemukakan
alternatif pemikiran yang dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan bagi
instruktur dalam menyampaikan materi pedoman pencarian korban di kejadian
kebakaran, sehingga peserta diklat dapat memahami pertolongan di air
berdasarkan pengetahuan dan keterampilan dengan benar.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 2
Water Rescue
PERAHU KARET
Perahu karet ( LCR / Landing Craft Rubber ) merupakan sarana angkutan air yang
berfungsi untuk searh and rescue maupun pemindahan manusia atau material
secara terbatas dalam jarak maupun kapasitas tertentu serta medan tertentu juga.
Perahu karet dapat digerakkan dengan cara mekanis ( Out Boat Motor ) maupun
manual ( dayung ).
Menurut jenisnya perahu karet bisa dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Perahu karet untuk pendaratan dan pertolongan ( LCR )
Perahu karet jenis LCR merupakan perahu karet yang banyak
digunakan. Biasanya perahu karet jenis ini digunakan untuk evakuasi, patroli
dan bencana alam, seperti banjir. Perahu karet ini juga memiliki beragam
ukuran yang dapat disesuaikan dengan kapasitas penumpang. Perahu karet
jenis ini dilengkapi dengan transom untuk dudukan OBM (Outboard Motor /
Mesin tempel) dan juga floor atau lantai yang kuat, biasanya lantainya terbuat
dari bahan alumunium atau plywood. Keunggulan perahu karet jenis LCR ini
adalah lebih kuat, tangguh, bisa menggunakan mesin maupun dayung, dan
dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer.
Dari sisi bahan, jenis perahu karet LCR ini biasanya menggunakan bahan
PVC untuk kebutuhan penggunaan ringan sampai menengah dan bahan
Hypalon untuk kebutuhan pemakaian menengah sampai berat. Perahu karet
berbahan Hypalon sangat cocok digunakan untuk kebutuhan militer dan atau
pemakaian yang membutuhkan ketahanan lebih kuat di medan-medan yang
ekstrim. PusatPerahuKaret.com menyediakan berbagi tipe dan ukuran perahu
karet LCR berbahan PVC maupun Hypalon.
2. Perahu karet Jenis Inflatable Raft (rafting )
Perahu Karet jenis ini banyak digunakan untuk keperluan olah raga
dan rekreasi seperti arung jeram (rafting) dan atau penggunaan ringan
lainnya. Di saat diperlukan, perahu karet jenis ini dapat juga digunakan untuk
bencana banjir atau evakuasi. Namun, yang membedakannya dengan perahu
karet jenis LCR adalah perahu karet jenis ini harus menggunakan dayung
karena tidak tersedia transom untuk OBM (Outboard Motor / mesin tempel).
Selain itu, floor atau lantainya juga tidak sekokoh dan sekuat perahu karet
jenis LCR karena tidak menggunakan lantai baik plywood ataupun
alumunium.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 3
Water Rescue
Dari sisi bahan, biasanya perahu karet jenis ini menggunakan bahan PVC.
Dan dari sisi penggunaan, umumnya digunakan untuk kebutuhan
penggunaan ringan sampai menengah.
3. Perahu Karet Jenis Inflatable Kayak
Perahu Karet Jenis Kayak Inflatable juga terbuat dari bahan PVC dan
Hypalon. Dan sekarang sudah dikembangkan juga dari material Nitrylon (hasil
laminasi dari nitrile synthetic rubber dan natural rubber) yang lebih ramah
lingkungan. Inflatable kayak memiliki bentuk dan fungsi yang sama
seperti rigid kayak pada umumnya. Namun Inflatable Kayak memiliki
beberapa keunggulan lainnya seperti, ringan, ringkas, mudah dibawa, mudah
disimpan (tidak membutuhkan tempat besar), mudah diperbaiki (dibandingkan
Kayak konvensional), dan lain sebagainya.
4. Rigid Inflatable Boat
Rigid Inflatable Boat (RIB) merupakan pengembangan evolusi perahu
karet yang berkinerja tinggi, berkapasitas tinggi dan dibangun dengan dasar
lambung yang stabil dan kokoh. Biasanya terbuat dari bahan fiberglass maupun
alumunium yang digabungkan dengan tabung inflatable dengan bahan PVC
maupun Hypalon yang diisi dengan udara. Bagian tube-nya berfungsi sebagai
pelampung (buoyancy) untuk memastikan RIB tetap mempertahankan daya
apungnya.
Lambung kapal yang kokoh memastikan fungsi operasional penggunaan RIB
yang kuat, stabil, dan dapat digunakan dalam kecepatan tinggi. Untuk bagian
tabung karet inflatable berfungsi untuk mempertahankan buoyancy (daya apung)
serta stabilitas yang lebih baik.
RIB biasanya digunakan untuk patroli, SAR (Search And Rescue), Pemadam
Kebakaran, Operasi Khusus, transportasi, dan lain sebagainya untuk membantu
institusi seperti Badan Keamanan Laut, Angkatan Laut (Militer), Perusahaan
Minyak & Gas, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan juga untuk kegiatan rekreasi
atau hobi. Biasanya RIB menggunakan satu atau lebih OBM (Outboard Motor)
atau inboard motor (mesin dalam) dengan sistem propulsi waterjet atau stern
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 4
Water Rescue
drive dengan rentang mesin tenaga penggerak antara 5PK s/d 350PK per unit
mesin yang digunakan.
A. BAGIAN-BAGIAN PERAHU KARET
1. Lambung
Merupakan bagian perahu yang terletak disamping kanan maupun
kiri.Lambung ini terbuat dari bahan karet yang dalam pengoperasiannya akan
dipompakan udara kedalamnya.
2. Haluan
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 5
Water Rescue
Perahu karet mempunyai dua sisi haluan yaitu haluan kanan dan haluan
kiri.Sama seperti bagian lambung, bagian haluan juga di pompakan udara
pada saat pengoperasian.
3. Dack
Biasanya terbuat dari papan dan alumunium yang jumlahnya sesuai dengan
besar kecilnya alat, umumnya 2 atau 3 bagian. Dack perahu karet ini di
lengkapi frame di bagian kiri bdan kanan yang berfungsi sebagai penguat
agar tetap fiks dan kuat.
4. Buritan
Adalah merupakan bagian belakang daripada perahu karet.Jadi antara haluan,
lambung dan buritan merupakan satu kesatuan yang mana didalamnya
diberikan sekat udara dengan tujuan apabila ada bagian yang bocor maka
perahu karet tersebut masih bisa mengapung karena bagian yang lainnya
tetap berisi udara.
5. Transom
Perahu karet dilengkapi lunas yang ditempatkan dibagian belakang ini
dimaksudkan sebagai tempat kedudukan mesin tempel dan agar mudah
mengendalikan atau olah gerak dalam rangka memberikan bantuan
pertolongan terhadap korban di air. Lunas dengan ketebalan 3 cm yang
digunakan untuk tempat mesin dihubungkan dengan perekat ke karet
pengapung sehingga dalam pengoperasiannya tidak boleh digunakan untuk
menarik beban karena akan lepas.
6. Lunas
Lunas merupakan bagian perahu yang adanya di bawah dack.Desain perahu
karet berbeda-beda sehingga ada juga perahu karet yang lunasnya bisa di
pompakan udara.
B. PERAWATAN DAN PENYIMPANAN
1. Cucilah perahu karet yang habis digunakan dengan air bersih.
2. Tempatkan perahu karet pada tempat yang tidak terlalu panas atau terlalu
dingin.
3. Keringkan sebelum disimpan.
4. Seteleh digunakan usahakan perahu tidak disimpan dengan keadaan terlipat
karena dapat merusak karet dan perekatnya.
5. Jauhkan dari binatang pengerat.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 6
Water Rescue
C. MOTOR TEMPEL ( OBM / OutBoat Motor )
Motor tempel adalah mesin pendorong boat portable yang dirancang sedemikian
rupa sehingga mudah dibuka maupun memasangnya. Motor tempel untuk
perahu karet umumnya handle kemudi ditempatkan bersama dengan motornya
agar pengemudi mudah mengatur transmisi guna pengaturan kecepatan. Motor
tempel ada bermacam-macam merk namun demikian pada dasarnya mempunyai
sistim kerja yang sama.
1. Bahan Bakar
Bahan bakar yang digunakan untuk pemicu penggeraknya juga bermacam-
macamsesuai dengan design awal diantaranya menggunakan bensin murni
atau campur. Jika menggunakan bensin campur umumnya perbandingan
rasionya adalah 25 liter bensin : 1 liter oli campur. Namun demikian
perhatikan dulu panduan manualnya terlebih dahulu karena tiap-tiap merk
peralatan bisa saja berbeda.
2. Pin propeler
Propeler yang berfungsi sebagai penggerak perahu menggunakan pin
sebagai penahan putaran sehingga perahu dapat bergerak kedepan atau
kebelakang. Pin pada propeler ini mudah patah dan dimaksudkan agar pada
saat propeler membentur benda keras lain langsung patah dan tidak merusak
bagian dari sistem lain. Karena alat yang mudah patah maka pin propeler
ditempatkan ditempat yang mudah untuk membuka atau memasang. Dalam
kegiatan latihan menggunakan motor tempel wajib menyiapkan 3 atau 4 buah
pin sebagai cadangan dalam setiap eventnya.
3. Menyalakan mesin
a. Periksa bensinnya.
b. Periksa oli propeler.
c. Tekan pompa bensin pada selang bensin dan tarik chokenya.
d. Tarik tali stater.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 7
Water Rescue
4. Perawatan dan penyimpanan
a. Bersihkan setiap selesai digunakan.
b. Periksalah oli pelumas propeler setiap akan digunakan dan setiap habis
digunakan.
c. Buatkan dudukan mesin seperti lunas pada perahu karet.
d. Simpanlah pada posisi tergantung pada dudukannya.
e. Lakukan pemanasan setidaknya satu bulan sekali.
D. Dayung
Kelengkapan lain dalam mengoperasikan perahu karet adalah dayung.
Dayung digunakan ketika perahu karet di air yang dangkal, atau saat mesin
mengalami kerusakan/Tidak ada atau di daerah pemukiman banjir yang
lintasannya sempit. Dayung harus terbuat dari bahan kayu atau aluminium yang
kuat, keras dan tidak mudah patah.
Dayung sendiri di bedakan berdasarkan bentuk, bahan, dan kegunaannya,
dayung memiliki tiga bagian pokok, meliputi :
1. Pegangan
2. Batang/gagang
3. Bilah (blade)
Dayung berdasarkan bahan :
1. Dayung kayu
2. Dayung fiberglass
3. Dayung plastik dan almunium
Dayung berdasarkan bentuk :
Perbedaan bentuk dayung berdasrkan bentuk pegangan, batang, dan bilah. Ada
dayung yang pegangannya berbentuk T, lurus, dan oval. Panjang batang dayung
juga bermacam-macam menyesuaikan dengan postur tubuh, kekuatan pengguna
seta ukuran perahu. Pada bagian bilah (blade) ada dayung yang memiliki 1 bialh
dan 2 bilah. Bilah pada dayung yang memiliki 2 buah bilah dapat membentuk
sudut yang sama 45° dan 90°
Dayung berdasarkan kegunaannya :
a. Dayung Paddle (panjang150-170 cm)
1. Dayung Paddle satu buah, biasa di gunakan pada perahu oval dan canoe
2. Dayung Paddle dua buah, biasa di gunakan pada perhu kayak
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 8
Water Rescue
b. Dayung Oars
Biasanya di gunakan perahu catar, memiliki batang yang lebih panjang, dayung
oars juga membutuhkan kerangka sebagai pegangan batang dayung yang di
pasang melintang pada tabung perahu. Sepasang dayung oars di gerakkan oleh
satu orang.
Cara pegang dayung
Ukur sekitar satu jengkal dari sirip dayung keatas, tempatkan pegangan
tangan bagian bawah pada posisi tersebut. Kemudian pegang bagian atas pada
ujung dari batang dayungnya.
Komando pergerakan : 9
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta
Water Rescue
• “ Dayung “ seluruh anggota tim mendayung.
• “ Imbang kanan / dayung kiri “ bagian kanan diam dan bagian kiri
mendayung.
• “ Imbang kiri / dayung kanan “ bagian kiri diam dan bagian kanan
mendayung.
• “Imbang perahu “ seluruh anggota tim berhenti mendayung.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 10
Water Rescue
Skeeper
Adalah orang yang berperan sebagai pengemudi, Posisinya dibelakang
bertugas mengatur olah gerak.
Olah gerak perahu karet
1. Dengan motor tempel :
Olah gerak perahu karet dengan mesin tempel membutuhkan latihan dan
pengalaman di segala lingkungan perairan, sikap tenang terlebihlagi di
lingkungan pemukiman.
Transmisi motor tempel hanya satu maju dan satu mundur, kecepatan laju
diatur dengan besar kecilnya gas.
Membelokkan perahu karet bermesin berlawanan dengan arah gerak kemudi.
Jika akan berbelok kekanan handle kemudi ditarik ke kiri, begitu juga
sebaliknya.
Ketika perahu berkecepatan tinggi maka perahu karet akan mengambang
diatas air, hal ini akan mengurangi hambatan yang mungkin timbul.
2. Dengan dayung.:
Olah gerak perahu karet menggunakan dayung membutuhkan kerja sama tim
yang padu, dan persamaan gerak dalam tim tersebut dapat diperoleh jika
dilakukan dengan latihan-latihan. Latihan untuk olah gerak dayung ini bisa di
lakukan di air atau bisa juga di lakukan di darat dalam bentuk olah raga
perahu karet.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 11
Water Rescue
BAB. V
PENUTUP
Melalui pembelajaran berbasis modul, diharapkan akan membantu peserta
diklat akan dapat belajar secara mandiri, mengukur kemampuan diri sendiri, dan
menilai dirinya sendiri. Tidak terkecuali dalam memahami materi perahu karet
Semoga modul ini dapat digunakan sebagai raferensi tambahan dalam proses
pembelajaran pada kegiatan Pendidikan dan pelatihan, baik teori maupun praktik.
Peserta Diklat lebih mendalami materi lain di samping materi yang ada di modul ini
melalui berbagai sumber.
Semoga modul ini bermanfaat bagi Petugas penaggulangan Kebakaran dan
Penyelamatan khususnya yang mengambil Diklat Fire Rescue. Tak lupa dalam
kesempatan ini, penulis mohon saran dan kritik yang membangun terhadap, demi
sempurnanya penyusunan modul ini di masa-masa yang akan datang. Semoga
modul ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dan pembaca budiman lainnya.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 12
Water Rescue
REFERENSI / DAFTAR PUSTAKA
1. Buku-buku materi Pelatihan Rescue BASARNAS.
2. Buku Teori Pelatihan Selam Dasar TNI – AL
DISWATPERSAL ( 1999 )
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 13
Water Rescue