The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sunar Adianto, 2024-02-27 09:15:53

155652-1678292390

155652-1678292390

PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR MATEMATIKA BERDASARKAN KESIAPAN BELAJAR MURID Materi: Bangun Ruang Sisi Lengkung Kelas : IX / Genap Kompetensi Dasar : 3.7 Membuat generalisasi luas permukaan dan volume berbagai bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut dan bola) 4.7 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut, dan bola), serta gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung. Tujuan pembelajaran : Melalui pembelajaran berdiferensiasi, murid mampu menyajikan hasil pembelajaran tentang Bangun Ruang Sisi Lengkung serta mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Bangun Ruang Sisi Lengkung. Klasifikasi Strategi Diferensiasi Diferensiasi Konten Diferensiasi Proses Diferensiasi Produk A Murid yang telah memahami bagaimana menjelaskan, menentukan, mengidentifikasi, mencermati, mengidentifikasi perbandingan dan menganalisis Bangun Ruang Sisi Lengkung Murid diminta mengerjakan soal tingkat tinggi yang diberikan guru yang diambil dari berbagai sumber kemudian diminta untuk bekerja secara mandiri kemudian saling memeriksa pekerjaan masingmasing Murid diberi keleluasaan menentukan dan memilih menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung berdasarkan benda – benda yang telah dipersiapkan bersama kelompok belajar mereka. B Murid yang sebenarnya telah cukup memahami bagaimana menjelaskan, menentukan, mengidentifikasi, mencermati, mengidentifikasi perbandingan dan menganalisis Bangun Ruang Sisi Lengkung Murid menggunakan berbagai sumber belajar Jika mengalami kesulitan, murid menerapkan strategi “3 before me” (bertanya kepada 3 teman sebelum bertanya langsung pada guru). Guru sesekali datang memfasilitasi untuk memastikan tidak ada miskonsepsi. C Murid yang masih kesulitan memahami bagaimana menjelaskan, menentukan, mengidentifikasi, mencermati, mengidentifikasi perbandingan dan menganalisis Bangun Ruang Sisi Lengkung Murid akan mendapatkan pembelajaran eksplisit tentang konsep Bangun Ruang Sisi Lengkung kemudian Guru akan memberikan scaffolding dalam proses ini.


RPP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Bantarkawung Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : IX/Genap Materi Pokok : Bangun Ruang Sisi Lengkung Sub Materi Pokok : Menghitung volume bangun ruang sisi lengkung Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40’) A. Kompetensi Dasar 3.7 Membuat generalisasi luas permukaan dan volume berbagai bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut dan bola) 4.7 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut, dan bola), serta gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung. B. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Menentukan rumus volume tabung, kerucut dan bola. 2. Menentukan volume dari gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung. 3. Menyelesaikan masalah sehari-hari berdasarkan hasil pengamatan yang berkaitan dengan volume bangun ruang sisi lengkung serta gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung. C. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui diskusi dan tanya jawab peserta didik dapat memahami tentang rumus volume bangun ruang sisi lengkung. 2. Melalui unjuk kerja, murid dapat mengaplikasikan tentang konsep volume dari gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung 3. Melalui metode praktik dan wawancara secara langsung murid dapat menyimpulkan bagaimana menyelesaikan masalah sehari-hari berdasarkan hasil pengamatan yang berkaitan dengan volume bangun ruang sisi lengkung serta gabungan beberapa bangun ruang sisi lengkung. D. Media dan Bahan 1) Media : Alat Peraga Smartboard Geometri 2) Bahan : Modul Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung E. Sumber Belajar Buku Matematika pegangan guru, buku matematika pegangan murid, lingkungan, Buku Pendamping Matematika dari MGMP Matematika Kabupaten Brebes dan internet.


F. Kegiatan Belajar Pendahuluan Guru melakukan pembukaan salam pembuka dan tadarus Al Qur’an dan berdoa bersama untuk memulai pelajaran. (Kesadaran diri-Rutin) Guru mengucapkan sapaan bersahabat di awal pembelajaran (Pengelolaan diri-mengelola emosi dan fokus). Guru menanyakan kesehatan murid dan mencatat murid yang tidak hadir pada pembelajaran untuk mengisi presensi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai kepada murid. Guru memberikan motivasi pada murid untuk tetap semangat. Kegiatan Inti Guru memberikan materi Bangun Ruang Sisi Lengkung. (Diferensiasi konten) Murid membaca dan mengamati materi pada buku pegangan murid terbitan Kemendikbud kemudian menyebutkan dan menuliskan Bangun Ruang Sisi Lengkung melalui pertanyaan acak yang diutarakan oleh guru. (Diferensiasi proses). Guru memberikan waktu pada murid untuk mengamati bentuk Bangun Ruang Sisi Lengkung dan guru meminta beberapa murid menyampaikan hasil pengamatannya. (Diferensiasi proses). Guru memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan belajar (Readiness), berdasarkan pengetahuan yang dimiliki masing-masing murid tentang Bangun Ruang Sisi Lengkung. (Diferensiasi proses) Guru memetakan belajar murid berdasarkan kesiapan belajarnya. (Diferensiasi proses). Sebelum mengerjakan LKS, guru mengajak murid untuk melakukan kegiatan STOP agar murid merasa rileks (Kesadaran diri – pengenalan emosi) Murid mengerjakan LKS secara berdiskusi. Sebelum dilaksanakan diskusi, guru mengingatkan kesepakatan kelas agar ketika berdiskusi setiap murid saling menghargai temannya dan dengan senang hati membantu temannya yang belum memahami. (Kesadaran social – keterampilan berempati) Guru menanamkan pemahaman pada murid untuk saling menghargai perbedaan pendapat dan berbagi pengetahuan ketika berdiskusi. (Kesadaran social – keterampilan berempati) Murid diminta untuk menyajikan laporan hasil diskusi secara langsung yang telah ditulis di LKS dan membuat laporan hasil diskusi dalam berupa gambar, tulisan, rekaman presentasi, infografis dan poster dengan kreatif dan inovatif sebagai produk pembelajaran. (Guru melakukan diferensiasi produk berdasarkan kesiapan/readiness) Murid mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru.


Penutup Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas semua usaha yang telah murid lakukan dalam proses pembelajaran. Guru dan murid bersam-sama melakukan refleksi kebermaknaan pembelajaran Bangun Ruang Sisi Lengkung. Guru meminta murid untuk mengerjakan penilaian harian yang ada di buku pendamping di rumah. (Mandiri) Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan terimakasih, doa setelah belajar dan salam penutup. G.Penilaian Tehnik Penilaian 1) Penilaian Sikap : Observasi (jurnal) , Penilaian diri, Penilaian antar teman. (Terlampir) 2) Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis (Terlampir) 3) Penilaian Keterampilan : Produk/ Kinerja / presentasi, Portofolio (Terlampir) Bantarkawung, Januari 2023 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Lis Gunarto Pujihartono, S.Pd. M.M. Ratri Gita Wulandari, S.Pd. NIP 19630812 198903 1 015 NIP 19790220 201409 2 001


PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN 1. Teknik Penilaian (terlampir) a. Sikap Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik seharihari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap. Keterangan : BS : Bekerja Sama TJ : Tanggun Jawab JJ : Jujur DS : Disiplin Catatan : 1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria: 100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Cukup 25 = Kurang 2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75 4. 4. Kode nilai / predikat : 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) 5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai


Penilaian Diri Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada murid, maka murid diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian : Catatan : 1. Skor penilaian : Ya =100 dan Tidak = 50 2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400 3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50 4. Kode nilai / predikat : 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) Penilaian Teman Sebaya Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya : Nama yang diamati : ................................... Pengamat : ...................................


Catatan : 1. Skor penilaian : Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100 2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500 3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00 4. Kode nilai / predikat : 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) b. Pengetahuan Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)


Penugasan (Lihat Lampiran) Tugas Rumah 1) Murid menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan murid. 2) Murid meminta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas rumah dengan baik. 3) Murid mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian. c. Keterampilan Penilaian Unjuk Kerja Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut: Instrumen Penilaian


3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan a. Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut: 1. Hitunglah volume tabung dengan jari-jari alas 14 cm dan tinggi 15 cm! 2. Hitunglah volume kerucut dengan diameter alas 15 cm dan tinggi 10 cm! 3. Hitunglah volume bola dengan jari-jari 28 cm! 4. Sebuah penampung air berbentuk tabung dengan diameter 1 m dan tinggi 2 m dengan = 3,14. Berapa liter air yang dapat ditampung oleh tangki tersebut? (1 liter = 1 dm3 ) 5. Sebuah bandul berbentuk kerucut yang terbuat dari emas dengan jari-jari alas 9 mm dan tinggi 15 mm. Jika berat 1 cm3 emas adalah 19,3 gram dan = 3,14, berapa gram berat bandul tersebut? 6. Luas permukaan sebuah bola adalah 850 cm2 . Hitunglah volume bola tersebut! CONTOH PROGRAM REMIDI Sekolah : …………………………………………….. Kelas/Semester : …………………………………………….. Mata Pelajaran : …………………………………………..... Ulangan Harian Ke : …………………………………………….. Tanggal Ulangan Harian : …………………………………………….. Bentuk Ulangan Harian : …………………………………………….. Materi Ulangan Harian : …………………………………………….. (KD / Indikator) : …………………………………………….. KKM : ……………………………………………..


b. Pengayaan Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut : 1. Sebuah tabung kaca yang berdiameter 20 cm dan tinggi 12 cm berisi penuh air. Kemudian air tersebut diisikan ke dalam tabung lain (tabung kedua) yang berdiameter 24 cm dan tinggi 25 cm. Dengan = 3,14, hitunglah ! a. Tinggi air pada tabung kedua. b. Volume tabung kedua yang belum terisi air. 2. Ibu membuat 2 buah tumpeng yang berbentuk kerucut. Tumpeng pertama berdiameter 30 cm dan tinggi 20 cm. Tumpeng kedua berdiameter 35 cm dan tinggi 25 cm. Berapa selisih volume kedua tumpeng tersebut? 3. Sebuah bola dimasukkan ke dalam sebuah kotak berbentuk kubus yang memiliki panjang rusuk 6 cm. Berapakah volume bola terbesar yang dapat dimasukkan ke dalam kubus tersebut? Bantarkawung, Januari 2023 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Lis Gunarto Pujihartono, S.Pd., M.M. Ratri Gita Wulandari, S.Pd. NIP 19630812 198903 1 015 NIP 19790220 201409 2 001


SOAL ULANGAN HARIAN 1 1. Hitunglah volume tabung dengan jari-jari alas 28 cm dan tinggi 10 cm! 2. Hitunglah volume kerucut dengan dimeter alas 12 cm dan tinggi 7 cm! 3. Hitunglah volume bola dengan jari-jari 3,5 cm! 4. Sebuah penampung air berbentuk tabung dengan diameter 1 m dan tinggi 2 m dengan = 3,14. Berapa liter air yang dapat ditampung oleh tangki tersebut? (1 liter = 1 dm3 ) 5. Sebuah bandul berbentuk kerucut yang terbuat dari emas dengan jari-jari alas 5 mm dan tinggi 12 mm. Jika berat 1 cm3 emas adalah 19,3 gram dan = 3,14, berapa gram berat bandul tersebut? 6. Luas permukaan sebuah bola adalah 700 cm2 . Hitunglah volume bola tersebut! Guru Mata Pelajaran Ratri Gita Wulandari, S.Pd. NIP 19790220 201409 2 001


Click to View FlipBook Version