ETreAasurySTJAVAArus Balik Kesejahteraan:Bagaimana Mudik MenghidupkanNadi Ekonomi Jawa TimurSajian UtamaSajian InspirasiPeran Strategis Pemerintah Provinsi dalamMengarahkan Belanja Pemerintah untukPemerataan Ekonomi hingga ke DesaEDISI I TAHUN 2026K a n w i l D i t j e n P e r b e n d a h a r a a n P r o v i n s i J a w a T i m u r
TAHUKAH KAMU?“Sampai kapanpun, kemajuanperempuan itu ternyata menjadifaktor penting dalam peradabanbangsa”R. A. KartiniJEJAKCAHAYAJEJAKCAHAYAK A R T I N ILahir pada tanggal 21 April1898 di Kabupaten Jepara,Jawa TengahKartini aktif berkirim surat dengan sahabatnyadi Belanda, seperti Rosa Abendanon,membahas pentingnya pendidikan,kebebasan perempuan, dan kesetaraan hakKumpulan surat tersebut kemudiandibukukan menjadi “Habis GelapTerbitlah Terang” (1911).Tidak hanya menulis, Kartini juga mendirikansekolah untuk perempuan dan membukaakses pendidikan bagi kaum wanitaPada tahun 1964, Kartini ditetapkansebagai Pahlawan Nasional olehPresiden Soekarno.DARI 278,69 JUTA PENDUDUK INDONESIA,137,91 JUTA ADALAH PEREMPUANSELAMAT HARI KARTINI21 April 2026
34SAJIAN NOSTALGIATREASURY UPDATESAJIAN UTAMASAJIAN KHASSEKAPUR SIRIHTimRedaksiPendapatan NegaraDesain Grafis/Fotografer : Rifqi Alus KamalAldila Puriyanti HarnidaKontributor Artikel : Dwi Fika SeptianMailinda PratiwiNiemas Gandha SariFarkha FitriyaniSwanda Dwika SambodoJoko SumarsonoSatria TesapatiWildan Aliefaldi GhozaliNafi’ MuliawatiHera PamulatsihSavira Fitri AyusinaAhmad Zakish ShodriSafira Ratna FuriNuris Dian SyahWiyogo Dwijo CahyonoMomentum Idulfitri selalu menghadirkan makna yang lebihdari sekadar perayaan. Di balik tradisi mudik, pertemuankeluarga, dan hangatnya silaturahmi, terdapat denyutaktivitas ekonomi yang bergerak begitu dinamis di berbagaidaerah. Perjalanan pulang kampung bukan hanyamembawa rindu yang tertuntaskan, tetapi juga mengalirkankonsumsi, menghidupkan usaha masyarakat, sertamendorong perputaran ekonomi hingga ke tingkat lokal.Dalam konteks tersebut, silaturahmi tidak hanya bermaknasosial dan kultural, tetapi juga memiliki dimensi ekonomiyang nyata. Aktivitas masyarakat selama periode Lebaranmenjadi salah satu penggerak penting pertumbuhanekonomi, baik melalui sektor transportasi, perdagangan,pariwisata, kuliner, hingga UMKM. Di sisi lain, geliat ekonomitersebut juga mencerminkan bagaimana kebijakan fiskaldan peran APBN bekerja dalam menjaga daya beli,mendukung konektivitas, serta memperkuat pelayananpublik.Melalui edisi buletin ini, kami mengangkat tema “SilaturahmiMenggerakkan Ekonomi dan Menstimulus APBN” sebagaibentuk refleksi bahwa momen kebersamaan masyarakatjuga memiliki dampak strategis terhadap perekonomiannasional dan daerah. Beragam artikel yang tersaji dalambuletin ini akan mengulas bagaimana arus mudik mampumenghidupkan ekonomi daerah, bagaimana peran strategisPemerintah Provinsi dalam mengarahkan belanjapemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi hinggake desa, serta bagaimana dinamika ekonomi selama mudikLebaran di Jawa Timur dapat dibaca dari berbagai indikatoryang relevan.Kami berharap, kehadiran buletin ini tidak hanya menjadimedia informasi, tetapi juga ruang pemahaman bersamabahwa di balik setiap kebijakan fiskal, terdapat tujuan besaruntuk menjaga stabilitas, mendorong pemerataan, danmemperkuat kesejahteraan masyarakat.Salam hangat,REDAKTURPengarah : Saiful IslamPenanggung JawabMateri dan Redaksi : Kutfi JusmintariDukungan Teknis : Iwan HandokoRedaktur : Kutfi JusmintariMasta Boru ManurungWahidinRabindhra AldyAlexander Budi DayantoroPenyunting/Editor : AbdullahLestari Dwi PribadiIrfan Budi PurnomoRadian Ardhi NurcahyoR. Dwi Koerniadi WidodoInflasi Jawa Timur s.dBulan Februari 2026Kinerja APBDSAJIAN INSPIRASISAJIAN ASPIRASI162836Daftar Isi0403Sekapur Sirih101820SAJIAN WARTASAJIAN KREASICerita Pendek: Kita Bersama WaktuPuisi: Cahaya Dua RuangKolase Kegiatan Kanwil di Bulan Januari -Februari 2026FotografiMeningkatkan Kualitas Pelaksanaan Anggaran MelaluiKegiatan EPA Triwulan I Tahun 2026Cita Rasa Khas dari Lereng IjenKisah Kopi BondowosoSilaturahmi Mudik Lebaran:Dinamo Ekonomi Jawa Timur dan Energi bagi APBNArus Balik Kesejahteraan: Bagaimana MudikMenghidupkan Nadi Ekonomi Jawa TimurPeran Strategis Pemerintah Provinsi dalamMengarahkan Belanja Pemerintah untuk PemerataanEkonomi hingga ke DesaHarmoni Fiskal dari Tulungagung MengawalKedaulatan Pangan dan Transformasi Tata KelolaDesaMenguatkan Fondasi Digital Treasury Pelatihan SPAN2.0 sebagai Katalis Kompetensi ITOptimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah KunciPembangunan dan AkuntabilitasDuduk Santai di KeretaTapi Tahukah Kamu Ceritanya?Cash flow Pemerintah
4Treasury UpdateCash FlowPemerintahCash Flow keuangan pemerintahyang mengalir di Jawa Timur mampumenggerakkan roda perekonomianmasyarakat di Jawa Timur yang terustumbuh. Atas aktivitas ekonomitersebut di-absorb menjadipendapatan pada APBN Jawa Timursampai dengan 28 Februari 2026sebesar Rp37,05 triliun, yang terdiridari penerimaan pajak sebesarRp15,26 triliun, penerimaan darikepabeanan dan cukai sebesarRp20,08 triliun, dan penerimaannegara bukan pajak (PNBP) sebesarRp1,69 triliun.Dari pendapatan yang telahdikumpulkan tersebut, dikelola dalamsistem Treasury dan didistribusikankembali kepada masyarakatdalam bentuk belanjaoperasional pemerintah,pelayanan publik, infrastruktur,bantuan sosial, subsidi, danbelanja lainnya oleh pemerintahpusat sebesar Rp19,43 triliun,berupa belanja pemerintah pusatsebesar Rp4,55 triliun, dantransfer ke daerah sebesarRp14,87 triliun.Melalui belanja pemerintah yangberkualitas tersebut, aliran kaskembali kepada masyarakatmampu meningkatkanperekonomian dankesejahteraan masyarakat. Halini tercermin dari indikatorekonomi dan kesejahteraanJawa Timur yang menunjukkanpeningkatan dan perbaikan.Perekonomian Jawa Timur triwulanIV 2025 tumbuh sebesar 5,85%(yoy). Dengan pertumbuhanekonomi yang membaik,menurunkan TingkatPengangguran Terbuka padaAgustus 2025 sebesar 3,88%, danIndeks Pembangunan ManusiaJawa Timur di akhir 2025 telahmeningkat menjadi 76,13. Tingkatkemiskinan di wilayah Jawa TimurSeptember tahun 2025 sebesar9,30% menurun terhadap Maret2025, begitu juga dengan gini ratiomengalami sedikit penurunanmengindikasikan ketimpanganJawa Timur yang semakinmenurun.Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026
5PendapatanNegaraTreasury UpdateKinerjaPendapatanNegaraBuletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Pendapatan Negara s.d. 28 Februari2026 telah terealisasi sebesar Rp34,42triliun atau mencapai 11,40% dari totaltarget pendapatan sebesar Rp301,95triliun. Kinerja pendapatan inimengalami pertumbuhan positifsebesar 1,76% dibandingkan periodeyang sama pada tahun 2025, dimana realisasi saat itu tercatatsebesar Rp33,82 triliun (11,97%) daripagu sebesar Rp282,67 triliun.Kinerja Penerimaan Perpajakansampai dengan 28 Februari 2026telah tercapai sebesar Rp32,72 triliunatau 11,07% dari target penerimaanperpajakan sebesar Rp295,71 triliun.Kinerja Penerimaan Perpajakanmencatatkan pertumbuhan sebesar0,82% dibandingkan tahun lalu. Hal iniutamanya didorong oleh penerimaanpajak dalam negeri yang tumbuhsebesar 0,95%.Di sisi lain, pajak perdaganganinternasional secara keseluruhanmengalami kontraksi sebesar 2,82%dibandingkan tahun 2025, dengankomponen bea keluar yang turuncukup dalam hingga 81,15%.Kinerja Penerimaan NegaraBukan Pajak (PNBP) PenerimaanNegara Bukan Pajak (PNBP) s.d.28 Februari 2026 telah terealisasisebesar Rp1,69 triliun ataumencapai 27,14% dari targetsebesar Rp6,24 triliun. Secarakeseluruhan, kinerja penerimaanPNBP tumbuh impresif sebesar23,99% dibandingkan periodeyang sama tahun lalu.Pertumbuhan ini didukung kuatoleh PNBP Lainnya yang melonjaksebesar 37,60%, serta capaianPNBP BLU yang juga tumbuhsebesar 7,60%.Isu Strategis PendapatanNegara Jawa TimurDi balik capaian pendapatannegara tersebut, terdapatbeberapa isu strategis yangmemengaruhi dinamikapenerimaan di wilayah JawaTimur. Pertama, penerimaanPajak Pertambahan Nilai (PPN)berhasil mencatatkan pertumbuhanyang sangat impresif sebesar 23,59%.Lonjakan penerimaan PPN ini menjadisinyal positif yang merefleksikankembali tumbuhnya aktivitasperekonomian serta konsumsimasyarakat di Jawa Timur. Namundemikian, capaian positif tersebutberbanding terbalik denganpenerimaan Pajak Penghasilan (PPh)yang masih mengalami kontraksisebesar 8,76%.Selain itu, tantangan juga terlihatpada sektor penerimaan cukai yangmengalami penurunan sebesar8,60% dibandingkan periode yangsama tahun lalu. Kontraksi padasektor ini utamanya diakibatkan olehberkurangnya volume produksi hasiltembakau Golongan I, khususnyapada produk Sigaret Kretek Mesin(SKM). Penurunan volume produksipada segmen utama ini memberikandampak langsung yang cukupsignifikan terhadap menurunnyatotal realisasi penerimaan cukai hasiltembakau di Jawa Timur.
Treasury Update6BelanjaNegaraHingga Februari 2026, APBN terusdioptimalkan sebagai instrumenutama dalam menjaga stabilitas danmendorong akselerasi pertumbuhanekonomi domestik sejak awal tahun.Pemerintah berhasil menjaga kinerjafiskal yang tangguh dan adaptif,tercermin dari capaian SurplusAnggaran sebesar Rp14,99 triliun(7,89% dari pagu), yang tumbuh3,84% secara year-on-year (yoy).Kinerja pengelolaan keuangan yangsolid ini mengindikasikan bahwabelanja negara di awal tahun tidakhanya berjalan efisien, tetapi jugadifokuskan untuk memastikanmanfaat dari APBN dapat segeradirasakan secara langsung olehmasyarakat, selaras denganpencapaian target prioritas Presidendi tahun 2026.Sampai dengan 28 Februari 2026,realisasi Belanja Negara telahmencapai Rp19,43 triliun atau 17,33%dari total pagu, mencatatkanpertumbuhan positif sebesar 0,20%.Angka ini ditopang oleh kinerjaimpresif pada BelanjaKementerian/Lembaga (K/L)yang terealisasi sebesar Rp4,55triliun (9,48% dari pagu) danpenyaluran Transfer ke Daerah(TKD) sebesar Rp14,87 triliun(23,21%dari pagu).Fokus pemerintah pada langkahstrategis di awal tahun telahmemicu ekspansi nyata padaeksekusi Belanja K/L, yangmencatat pertumbuhan luarbiasa sebesar 26,25% dariperiode yang sama pada tahunsebelumnya. Pertumbuhansignifikan ini didorong sangatkuat oleh kebijakan akselerasirealisasi belanja modal, yangmeroket tajam hingga 1.562,06%(mencapai Rp424,06 miliar).Peningkatan drastis ini difokuskanpada percepatan penyelesaianproyek infrastruktur strategismelalui optimalisasi anggaranyang bersumber dari PHLN, PDN,dan SBSN,sehingga pencapaian target outputprioritas dapat terwujud lebih awalguna memberikan multiplier effectbagi perekonomian.Di samping itu, stabilitas operasionalpemerintah dan kualitas pelayananpublik tetap terjaga konsistensinya.Hal ini terlihat dari peningkatan padaBelanja Pegawai (tumbuh 16,33%)dan Belanja Barang (tumbuh 14,41%),yang merupakan implementasinyata dari komitmen pemerintahdalam memastikan ketepatan waktupemenuhan kewajiban pembayaran,serta didukung oleh upayapercepatan pengesahan belanjaBadan Layanan Umum (BLU) yangmembuat layanan dasarmasyarakat berjalan tanpa kendalabirokrasi.Di sisi lain, penyaluran TKDmengalami sedikit penyesuaiandengan kontraksi 5,75% akibatperlambatan pada pencairan DanaDesa dan DBH. Meski demikian, DAUdan DAKBuletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026
7Treasury UpdateKinerja APBDPendapatan daerah konsolidasi s.d28 Februari 2026 terealisasisebesar Rp11,51 T atau 8,45% daritarget konsolidasian Rp136,21 T.Realisasi ini mengalami kontraksisebesar 15,13% (yoy) disebabkanpenurunan nilai realisasi transfer kedaerah mencapai 13,13% atau lebihrendah Rp1,16 T dibandingkanpendapatan transfer tahun lalu. Halini merupakan dampak efisiensipenyaluran Transfer ke Daerahyang disalurkan melalui APBN, yaituDAK Fisik dan Dana Desa.Perda Pajak Daerah dan RetribusiDaerah (PDRD)Sesuai dengan ketentuan pasal 94 UUHKPD, pelaksanaan pemungutan PDRD didaerah harus diatur dan ditetapkandalam satu Peraturan Daerah (Perda)PDRD. Seluruh Pemerintah Daerah diProvinsi Jawa Timur telah menetapkanPerda PDRD sejak awal tahun 2024.Perda PDRD beserta perangkatpendukungnya harus diselesaikan secaratepat waktu karena merupakaninstrument krusial guna mengantisipasipotential loss PAD dan mendorongpeningkatan kemampuan keuangandaerahPendapatanDaerahBelanja Daerah& TransferBelanja Daerah dan Transfer s.d28 Februari 2026 terealisasi Rp7,08T atau 4,89% dari pagukonsolidasian Rp144,93 T. KinerjaBelanja dan Transfer mengalamikontraksi 9,23% (yoy) hal inidisebabkan oleh kontraksi disebagian besar jenis belanja,hanya belanja subsidi, belanjapegawai, dan belanja tidakterduga yang masih mengalamipertumbuhan positif.KinerjaPajakKonsumtifTop 4 Pajak DaerahPajak HotelRp0 (belumterdapatrealisasi)Pajak HiburanRp3,75 JtPajak RestoranRp2,84 MOpsen PKBRp3,87 M(proporsi 13,67%dari total PajakDaerah)PBBKB:Rp298,3 M(proporsi 10,54%dari total PajakDaerah)PBJT Rp811,9 M(proporsi 28,68%dari total PajakDaerah)PKB: Rp375,9 M(proporsi 13,28%dari total pajakdaerah)KomposisiPendapatan AsliPendapatandari DanaTransferTKD masih mendominasipendapatan pemerintah daerahdengan proporsi 66,4% terhadapkeseluruhan pendapatan pemdakonsolidasian.Realisasi: Rp7,64 T (8,76% daritarget)Pendapatan Asli Daerah(PAD)Realisasi : Rp3,86 T (7,91%)Mengalami kontraksi sebesar 18,97%(yoy) hal ini dikarenakan seluruhjenis PAD baik dari pajak daerah,Lain-lainPendapatan DaerahKontribusi utama dari Pendapatanlainnya, utamanya berasal dariLain Lain Pendapatan , danPendapatan dana KapitasiJaminan Kesehatan nasional (JKN)pada Fasilitas Kesehatan TingkatPertama (FKTP), dan PendapatanKlaim PelayananKesehatan/NonkapitasiRealisasi: Rp10,52 M (5,15% daritarget)Pajak RokokRp0 (belumterdapatrealisasi)hasil pengelolaan KND, mengalamipenurunan, hanya PendapatanLainnya yang mengalamipertumbuhan.Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026
8Inflasi Jawa Timur s.dBulan Februari 2026Treasury UpdateNilai TukarPetani JawaTimurBulanFebruari 2026Grafik Inflasi Jatim (yoy) (Dalam %)Tingkat Inflasi Jawa Timur padabulan Februari sebesar 0,93%secara mtm, dan 4,88% secarayoy. Komoditas penymbanginflasi secara yoy adalah tariflistrik, emas perhiasan, dandaging ayam ras, serta telurayam ras. Tekanan inflasidipengaruhi peningkatanpermintaan menjelang awalRamadhan 1447 H yangmendorong kenaikan hargapada kelompok makanan dankebutuhan pokok lainnya.Dari 5 Provinsi di Pulau Jawa, NTPJawa Timur merupakan yangtertinggi sekaligus denganpertumbuhan tertinggi. NilaiTukar Petani Jawa Timur bulanFebruari 2026 sebesar 119,92, naik5,46% (mtm). Kenaikan inimerupakan yang tertinggi dari 5provinsi di Pulau Jawa. KenaikanNTP dipengaruhi oleh kenaikanindeks utamanya pada subsektorhortikultura, yakni dari kelompoksayur-sayuran.Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026NeracaPerdaganganFebruari 2026Pada bulan Januari 2026, nilaiekspor sebesar 2,05 miliar USD, naik4,73% (yoy). Impor tercatat 2,55miliar USD, naik 12,01% (yoy).Nilai ekspor didukung oleh kinerjaekspor nonmigas terutamaperhiasan/permata yangmenopang 14,59% dari total ekspor.Sedangkan impor didominasi olehimpor barang modal, di antaranyayakni mesin dan peralatanmekanis, yang berperan 12,05% daritotal impor.Neraca perdagangan tercatatdefisit 0,5 miliar USD, lebihrendah/dalam dibandingkanJanuari 2025.Grafik neraca perdaganganJanuari Tahun 2025-2026119,92
kanal konsultasiLayananKantor Wilayah Ditjen PerbendaharaanProvinsi Jawa Timurdjpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jatim/id/ @djpbjatim Kanwil DJPb Provinsi Jawa TimurSeluruh layanan Kantor Wilayah DitjenPerbendaharaan Provinsi Jawa Timur GRATIS1 Hari Kerja 5 Hari Kerja 3 Hari Kerja5 Hari Kerja 3 Hari KerjaRevisi DIPAK/L DaerahPengajuanRegister HibahPenetapan MPPNBPPersetujuanPermintaan UPPersetujuanPemberian TUPSecara lebih lanjut dapat menghubungiContact Center HAI DJPB14090 Ext 1
Di tengah upaya mendorong pemerataanekonomi hingga ke pelosok desa, belanjapemerintah memegang peran strategissebagai instrumen stimulus fiskal. Namun,efektivitasnya tidak hanya ditentukan olehbesaran anggaran, melainkan juga olehbagaimana kebijakan dirancang,diselaraskan, dan dikawal secara terintegrasiantara pemerintah pusat dan daerah.Perspektif inilah yang diulas oleh Kepala BiroPerekonomian Setdaprov Jawa Timur dalamwawancara berikut.Sajian Inspirasi10Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026UNTUK PEMERATAANEKONOMI HINGGA KE DESAPER A N STR ATEGI S PEMERI N TAH PROV I N S IDA L AM ME N GA R AHK A N BEL A N JA PEMERI N TAHDr. MHD. AFTABUDDIN RZ., S.Pt., M.SiKepala Biro Perekonomian Setdaprov Jawa Timur
11Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian InspirasiJawa Timur merupakan penyumbangperekonomian terbesar kedua secaranasional dan berperan sebagaicenter of gravity dengan jangkauanlogistik yang luas. Namun, kita harusmenyadari bahwa secara statistik,Konsumsi Pemerintah (gabunganAPBN, APBD Provinsi, danKabupaten/Kota) pada tahun 2025hanya menyumbang sebesar 3,86%terhadap PDRB Jawa Timur. Olehkarena itu, efektivitas setiap rupiahyang dibelanjakan sangatbergantung pada keselarasankebijakan antara pusat dan daerahagar mampu menjadi daya ungkit(leverage) bagi investasi swasta dankonsumsi rumah tangga yang jauhlebih besar.Dalam perspektif koordinasi,Pemerintah Provinsi Jawa Timur telahmenyelaraskan kebijakan belanjaAPBD dengan kebijakan fiskalnasional secara vertikal, sekaligusmendorong sinkronisasi programantar Kabupaten/Kota dalamkerangka Nawa Bhakti Satya. Belanjapemerintah daerah harus dirancangsecara cermat sebagai instrumenpendorong transformasi struktural,terutama di wilayah pedesaan yangmembutuhkan pengungkitpertumbuhan ekonomi. Dengansinergi belanja pada sektor strategisseperti infrastruktur desa, jalan danirigasi pertanian, sehingga APBDdapat berfungsi sebagai stimulussekaligus menciptakan multipliereffect yang mampu menggerakkanekonomi lokal secara mandiri. Di sisilain, untuk memastikan pertumbuhanekonomi dirasakan semua lapisanmasyarakat, maka perlindungansosial yang tepat sasaran bantalankesejahteraan sosial.Dalam kerangka kebijakanekonomi daerah, prioritas apayang saat ini didorong olehPemprov Jawa Timur agarbelanja pemerintah dapatmemperkuat ekonomi desa,seperti melalui pengembanganlembaga ekonomi desa(BUMDes, UMKM, Koperasi Desa)atau ekonomi lokal berbasispotensi wilayah?Pemerintah Provinsi Jawa Timursaat ini mendorong orientasibelanja pemerintah agar lebihberpihak pada penguatanekonomi desa. Bukan sekedarpenyaluran bantuan tetapimembangun ekonomi lokal yangberkelanjutan antara lain melalui:Koperasi Desa/ KelurahanMerah Putih, melalui KoperasiDesa/ Kelurahan Merah Putihyang sampai dengan akhirDesember Tahun 2025 telahberoperasional sebanyak 997KDKMP dari total 8.494 KDKMPdi Jawa Timur, diharapkannanti akan ada integrasi hulu- hilir ekonomi desa berbasispotensi lokal. Di Jembermisalnya, KDMP SidomulyoKecamatan Silo Kab. Jemberberhasil mengekspor kopisidomulyo secara langsungke Brunei, Singapura, danHongkong. Serta melalui KDMPmemberikan branding bagiUKM batik, serta UKM mamindi sekitar desa tersebut.Peningkatan Daya SaingUMKM, Pemerintah ProvinsiJawa Timur melakukanpemberdayaan secarakomprehensif danberkelanjutan melalui 5 aspekyaitu peningkatan kualitaskelembagaan UMKM melaluipendampingan peizinanNomor Induk Berusaha,peningkatan kompetensi SDMUMKM,Pemerintah Provinsi Jawa Timurjuga menguatkanpengembangan ekonomi desamelalui Penguatan Desa Devisamelalui fasilitasi standarisasiproduk dan business matchingserta pemasaran produkberorientasi ekspor.Program EKOTREN OPOP(Pemberdayaan EkonomiMasyarakat berbasis Pesantrenmelalui One Pesantren OneProduct) dengan tujuanmeningkatkan kesejahteraanmasyarakat melaluipemberdayaan santri,pesantren, dan alumni pondokpesantren. Sampai dengantahun 2025, berdasarkan dataKementerian Agama terdapat7.347 pondok pesantren di JawaTimur. Program EKOTREN OPOPhadir sebagai penggerakkemandirian ekonomipesantren untuk mengurangikemiskinan dan pengangguran.Bagaimana Bapak melihat peranbelanja pemerintah sebagai instrumenstimulus fiskal dalam mendorongpemerataan ekonomi hingga kewilayah pedesaan di Jawa Timur,khususnya dari perspektif fungsikoordinasi dan perumusan kebijakanPemerintah Provinsi Jawa Timur?peningkatan kualitas produksimelalui pelatihan peningkatankualitas produk denganmemberikan beberapa alatsesuai kebutuhan UKM berbasispotensi desa dan fasilitasistandarisasi produk baiksertifikasi halal dan merk, aksespembiayaan melalui PROKESRA(Program Kredit Sejahtera/subsidi bunga menjadi 3%),serta akses pemasaran melaluiprogram matching denganusaha besar.Bagaimana Pemprov Jawa Timur(dalam hal ini Biro Perekonomian)memfasilitasi sinkronisasi antarabelanja pemerintah pusat dandaerah agar program-programtersebut saling menguatkan dalammendorong pemerataanpembangunan?Pemerintah Provinsi Jawa Timur,khususnya melalui BiroPerekonomian, memiliki peranpenting dalam mensinkronkan
Sajian Inspirasi12Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026belanja pemerintah pusat dandaerah agar program pembangunantidak berjalan sendiri-sendiri,melainkan saling menguatkan.Peran dan langkah yang dilakukanantara lain:1.Sinkronisasi perencanaanpembangunan Biro Perekonomianmendorong penyelarasan antaraprogram pusat dan daerahmelalui forum perencanaanseperti Musrenbang, sehinggaprioritas nasional dapatdiintegrasikan ke dalam kebijakandaerah.2.Penguatan koordinasi lintassektor dan tingkat pemerintahanMelakukan koordinasi intensifdengan kementerian/lembagaserta perangkat daerah agarprogram yang didanai APBN danAPBD memiliki tujuan dan lokasiyang selaras.3.Integrasi program danpenganggaran Memastikanbelanja daerah dirancang untukmendukung program pusat(misalnya DAK atau programstrategis nasional), sehingga tidakterjadi duplikasi atau tumpangtindih anggaran.4.Fasilitasi data dan informasiMenyediakan data ekonomi danpembangunan sebagai dasarpenyusunan kebijakan yangterintegrasi dan berbasiskebutuhan riil daerah.5.Monitoring dan evaluasi terpaduMelakukan pemantauan terhadappelaksanaan program pusat dandaerah untuk memastikankeduanya berjalan sinergis danmencapai target yang sama.6.Mendorong pemerataanpembangunan wilayahMengarahkan agar programpusat dan daerah lebihdifokuskan pada wilayah yangmasih tertinggal, sehinggakesenjangan antar daerah dapatdikurangi.Biro Perekonomian berperansebagai koordinator danfasilitator strategis dalammenyelaraskan belanja pusatdan daerah. Dengan sinkronisasiyang baik, programpembangunan menjadi lebihefektif, efisien, dan mampumendorong pemerataankesejahteraan di seluruh wilayahJawa Timur.Dari sisi koordinasi danmonitoring, apa tantanganutama dalam memastikanbelanja pemerintah benarbenar tepat sasaran danberdampak pada masyarakatdesa, serta bagaimana langkahperbaikannya ke depan?Dari sisi koordinasi danmonitoring, kami melihat bahwatantangan utama dalammemastikan belanja pemerintahtepat sasaran di tingkat desaadalah pada sinkronisasi data,kapasitas kelembagaan, dankonsistensi pengawasan.Pertama, kualitas dan integrasidata masih menjadi kendala.Data penerima manfaat antarlevel pemerintahan belumsepenuhnya terhubung danmutakhir, sehingga berpotensimenimbulkan inclusion maupunexclusion error. Kedua, kapasitasSDM dan tata kelola di tingkatdesa masih beragam. Tidaksemua desa memilikikemampuan perencanaan danpengelolaan anggaran yangmemadai, terutama dalammengaitkan belanja denganoutcome yang terukur. Ketiga,dari sisi monitoring, systempengawasan kita masihcenderung administratif, belumsepenuhnya berbasis kinerja dandampak, sehingga efektivitasbelanja belum optimal dirasakanmasyarakat.Namun demikian, kami melihat inijuga sebagai peluang besar untukperbaikan ke depan. Kamimendorong penguatan integrasidata berbasis digital, termasukpemanfaatan sistem yangterhubung dari pusat hingga desa,sehingga perencanaan danpenyaluran belanja lebih presisi.Selain itu, kami akan mendorongperkuatan pendampingan danpeningkatan kapasitas aparaturdesa, agar belanja tidak hanyaterserap, tetapi juga berkualitasdan berdampak langsung padakesejahteraan masyarakat.Kedepan, kami juga akanmengarahkan penguatanmonitoring menuju result-basedmonitoring, dengan indikator yanglebih jelas terhadap manfaat yangditerima masyarakat desa. Di sisilain, kami terus memperkuatsinergi lintas sektor, baik denganpemerintah pusat, kabupaten/kota,maupun lembaga pengawasan,agar setiap rupiah belanja publikbenar-benar memberikan nilaitambah bagi Pembangunan desa.Dengan langkah-langkah tersebut,kami optimistis belanja pemerintahakan semakin tepat sasaran,adaptif terhadap kebutuhan lokal,dan memberikan dampak nyatabagi masyarakat, khususnya diperdesaan.Berdasarkan hasil monitoring danevaluasi, apakah terdapat contohkebijakan atau program yangdinilai berhasil dalammemperkuat ekonomi pedesaandi Jawa Timur?
Sajian Inspirasi13Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Dalam Nawa Bhakti Satya 2.0Gubernur Jawa Timur terdapat Misi(1) Jatim Sejahtera, yang bertujuanuntuk mempercepat PengentasanKemiskinan dan PenguranganKetimpangan, dengan programprioritas antara lain:KLINIK BUM DESA, melaluipeningkatan kapasitasmanajerial, inovasi bisnisBerdasarkan data Dinas PMD ProvJawa Timur tahun 2025 di JawaTimur terdapat 6.868 BUM Desa.Program Pemberdayaan BUMDesaini sukses membantuperkembangan 940 BUMDesadalam hal antara lain: 1)Peningkatan kapasitaskelembagaan, 2) Pengembangandan inovasi usaha, 3)Meningkatkan pemberdayaanmasyarakat desa, 4) Membangunketahanan pangan. Pada tahun2025 capaian Desa Mandiri JawaTimur tertinggi se-Indonesia yaknisebanyak 4.716 Desa Mandiri daritotal 20.503 Desa Mandiri secaranasional;DESA DEVISA, Konektivitas PotensiLokal dan Dunia InternasionalProgram Desa Devisa merupakaninisiasi Lembaga PembiayaanEkspor Indonesia (LPEI) bersamaPemerintah Provinsi Jawa Timuruntuk mendorong produk lokalmenembus pasar internasional.Pada tahun 2025 terdapat 293Desa Devisa, dan targetpenambahan di tahun 2026direncanakan sebanyak 25 DesaDevisa baru. Tujuan utamaProgram Desa Devisa di JawaTimur adalah meningkatkankesejahteraan masyarakat lokaldengan mengubah potensi desamenjadi kekuatan ekonomi global.Melalui peningkatan pendapatan,penciptaan lapangan kerja, danpemberdayaan komunitas,program ini berusaha memutusrantai kemiskinan di pedesaansekaligus disparitas kemiskinanperkotaan dan perdesaan;PETI KOIN BERMATRA, Programpemberdayaan ekonomikolaboratif, inklusif,berkelanjutan, mandiri, dansejahtera yang diluncurkanPemerintah Provinsi JawaTimur untuk mempercepatpenanggulangan kemiskinan.Bantuan disalurkan melaluiOPD Provinsi Jawa Timurantara lain:Hingga saat ini sebanyak 8.494KDKMP telah berbadan hukumterdiri dari 7.721 KDMP dan 773KKMP, dan tengah berproses untukoperasional. Per 31 Maret 2026 darijumlah tersebut, 1.068 KDKMP telahberoperasi, dengan total geraimencapai 1.369 gerai. Adapunrinciannya adalah 680 geraisembako, 16 gerai apotek, 14 geraiklinik, 23 gerai logistik, 13 geraipergudangan, 99 gerai simpanpinjam dan 524 gerai usahalainnya. Namun demikian, kamijuga mencermati bahwa sebagiankoperasi lainnya masih dalamtahap penguatan dan prosespengembangan. Hal ini menjadibagian dari dinamikaimplementasi program, mengingatadanya perbedaan kapasitaskelembagaan, SDM, sertaekosistem usaha di masingmasing desa/kelurahan. Ke depan,kami terus mendorongpendampingan yang lebih intensif,penguatan tata kelola, sertaintegrasi dengan programpemberdayaan ekonomi lainnya,agar manfaat program dapatdirasakan secara lebih merata.Dengan pendekatan tersebut, kamioptimistis Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih dapat semakinberkembang dan menjadi salahsatu instrumen penting dalammemperkuat ekonomi perdesaandi Jawa Timur;Serta, Program EKOTREN OPOPdinilai berhasil dalam memperkuatekonomi pedesaan. Sampaidengan Tahun 2025 telahdilakukan pemberdayaan kepada1.410 pesantren, pemberdayaansantripreneur sebanyak 634.637santri, serta pemberdayaan usahaalumni sebanyak 1.790 alumnipesantren.1.1.Sektor Pertanian: Bantuanberupa sarana pertanian untukmeningkatkan produktivitaspetani.2.Sektor Perikanan: Verifikasikelompok budidaya ikan(seperti lele) untuk pemberianmodal usaha dan alatpengolahan.3.Sektor Peternakan: Penyaluranbantuan hewan ternak, sepertikambing jantan dan betinaserta pakan konsentrat, kepadakelompok ternak desa.Pemberian subsidi bunga melaluiProgram Kredit Sejahtera(Prokesra) juga dinilai berhasildalam memperkuat ekonomipedesaan. Program Kredit Prokesra(Program Kredit Sejahtera) JawaTimur pada 2025 hadir untukpelaku UMKM dengan bungaringan 3% per tahun dan plafonhingga Rp50 juta (tenor maksimal36 bulan). Program ini merupakanbentuk kolaborasi Pemprov JawaTimur dan Bank UMKM Jatim untukmempercepat pemulihan ekonomiserta membantu permodalanUMKM, termasuk Kredit Petani danKredit Dana Bergulir;Program Strategis Nasional (ProSN) Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih, berdasarkan hasilmonitoring dan evaluasi, kamimelihat bahwa program ini telahmenunjukkan capaian positif dibeberapa lokasi, khususnyakoperasi yang sudah mampuberperan aktif dalam memperkuatekonomi perdesaan.2.3.4.
14Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian InspirasiSeberapa penting peran kolaborasidengan sektor swasta, BUMD,maupun stakeholder lainnya dalammemperkuat efektivitas belanjapemerintah, dan bagaimana BiroPerekonomian mendorong sinergitersebut?Peran kolaborasi dengan sektorswasta, BUMD, dan stakeholderlainnya sangat penting dalammemperkuat pembiayaan fiskalalternatif, inovasi, efektivitas dandampak inklusif dari belanjapemerintah sebagai stimulusekonomi untuk menjagakesejahteraan Masyarakat yakni:Mempercepat pencapaianprogram pembangunanSinergi antar pihakmempercepat realisasiprogram dan meningkatkankualitas output programpembangunan.Meningkatkan dampakekonomi/ Inklusifitasekonomi Belanja pemerintahyang melibatkan banyakpihak akan menciptakanmultiplier effect bagiperekonomian daerah.Peran Biro Perekonomian dalammendorong sinergi:Fasilitator koordinasiMenghubungkan pemerintahdaerah dengan sektor swasta,BUMD, dan stakeholderlainnya melalui forumkomunikasi dan businessmatching.Pengembangan skema kerjasama Mendorongimplementasi kerja samaseperti KPBU atau kemitraanstrategis lainnya. Monitoringdan evaluasi Memastikankolaborasi berjalan efektif,transparan, dan sesuai target.Penguatan peran BUMDMendorong BUMD menjadimotor penggerak ekonomidaerah dan mitra strategispemerintah daerah. Selamaini Gubernur Jawa Timur jugamenginstruksikan adanyaSinergi CSR dan zakatproduktif, yang akan menjadi:1) Menjadi sumberpembiayaan alternatif untukprogram prioritas daerah, 2)Memperkuat programpengentasan kemiskinan danpengangguran, 3) Mendukungpengembangan UMKM danekonomi lokal.Peningkatan kapasitasstakeholder Melakukanpembinaan agar semuapihak memiliki pemahamanyang sama dalampelaksanaan program.Kolaborasi adalah kunci agarbelanja pemerintah tidakhanya terserap, tetapi jugaberdampak nyata bagimasyarakat. Biro Perekonomianberperan strategis sebagaipenghubung, pengarah, danpengawal agar sinergi tersebutberjalan optimal.Meningkatkan efisiensi danefektivitas Sektor swasta danBUMD memiliki keunggulan dalammanajemen, teknologi, dankecepatan eksekusi sehinggabelanja pemerintah bisa lebihtepat guna.Memperluas sumberpembiayaan Kolaborasimembuka peluang skemapembiayaan alternatif (misalnyaKPBU), sehingga tidak hanyabergantung pada APBD/APBN(dana TKD). Isu transfer dana daripemerintah pusat ke daerahmerupakan hal yang sangatstrategis karena berkaitanlangsung dengan kemampuandaerah dalam membiayaipembangunan dan pelayananpublik. Banyak daerah masihbergantung pada transfer sepertiDAU, DAK, dan Dana Desa,sehingga kemandirian fiskaldaerah masih rendah. Transferdana pusat ke daerah sangatpenting untuk pemerataanpembangunan, namun perludidukung dengan tata kelola yangbaik, peningkatan kemandirianfiskal, serta koordinasi yang kuatagar manfaatnya benar-benardirasakan masyarakat.Mendorong inovasi Dunia usahacenderung lebih adaptif terhadapperubahan, sehingga dapatmenghadirkan solusi kreatifdalam pelayanan publik.Ke depan, strategi apa yang akandidorong agar belanja pemerintahsemakin efektif sebagai stimulusfiskal yang inklusif dan mampumempercepat pemerataanekonomi di seluruh wilayah JawaTimur?Belanja Pemerintah Provinsi JawaTimur ke depan akan diarahkanuntuk memberikanbantuan fiskal dan pembiayaanmurah untuk pelaku usaha mikrodan kecil sehingga terciptamultiplier effect jangka panjangseperti yang saat ini telahdilakukan yaitu Program KreditSejahtera (Prokesra) melalui BankUMKM Jawa Timur yang memilikicabang di 33 kab/ kota. Dimanamulai tahun 2022 - 2025, telahmemfasilitasi 28.538 debitur dannilai realisasi kredit sebesar 860milyar 774 juta 742 ribu 589 rupiah.Anggaran subsidi yang dikeluarkanmelalui APBD Provinsi Jawa Timursebesar 101 Milyar 369 Juta 534Ribu 167 Rupiah. Selain itu, akandilakukan penguatan belanjaberbasis kinerja daerah danpotensi desa melalui programPenguatan Kapasitas UMKM danKoperasi (Pelatihan dan BantuanSarpras Usaha) dan fokus padaoutput dan outcome yaitupeningkatan nilai tambah Koperasidan UMKM. Ke depan, pembiayaantidak hanya dari APBD dan APBNtetapi juga mencari sumberpembiayaan inovatif (creativefinancing) melalui kolaborasidengan perguruan tinggi maupundunia usaha.
PPeennggaajjuuaann VVeerriiffiikkaassiidokumen permohonandikembalikan ke satkeruntuk diperbaikiAALLUURR PPEELLAAYYAANNAANNPengesahan Revisi DIPA K/Ldi Kanwil DJPb Provinsi Jawa TimurPetugas menerimadokumen usulanrevisi anggaran dariaplikasi SAKTIPengajuanMelalui SAKTIPetugas mengecekkelengkapan dankesesuaian dokumen.Proses pengecekanoleh PetugasPetugas menyusun konsepSurat Pengesahan Revisi DIPAuntuk satker serta melakukanpentahapan melalui customweb SPAN dan aplikasi SAKTI.Penyusunan Konsep SuratPPeennyyuussuunnaann SSuurraattKepala Kanwil menyetujuiatau menolak usulan revisidari Satker.Review Permohonan Kepala Kanwil melakukan persetujuandi aplikasi SAKTI dan website customweb SPAN serta melakukan postingdata revisi DIPARReevviieewwPersetujuan pada Aplikasi SAKTI ppeerrsseettuujjuuaannBelum SesuaiSesuaiPPEE RR SS YY AA RR AA TT AA NNSurat usulan pengesahan revisi DIPAPetikan/DIPA BLU PetikanSalinan DIPA Petikan/DIPA BLU Petikan terakhirMatriks semula menjadiKonsep Revisi DIPA Petikan/DIPA BLU PetikanDokumen pendukung terkait persetujuaneselon I (jika diperlukan).Jangka WaktuPelayanan HARIKERJAsejak dokumen diterima denganlengkap dan benar serta notifikasidari sistem telah tercetak 1BIAYA LAYANAN DI KANWILDJPB JAWA TIMURIINNFFOORRMMAASSII
ARUS BALIK KESEJAHTERAAN:Bagaimana Mudik MenghidupkanNadi Ekonomi Jawa TimurBuletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian UtamaSetiap tahunnya, menjelangperayaan Idul Fitri, Indonesiamenyaksikan salah satu migrasimanusia terbesar di dunia:mudik. Di balik narasi rindu dantradisi sungkeman, tersimpansebuah fenomena ekonomimakro yang luar biasa. Mudikbukanlah sekadar ritual pulangkampung, melainkan sebuahmekanisme redistribusi kekayaandari pusat ekonomi perkotaanmenuju pelosok daerah yangmampu menggerakkan rodaekonomi secara signifikan.Jawa Timur, sebagai provinsidengan jumlah pendudukterbesar kedua di Indonesiasekaligus destinasi utamapemudik, menjadi panggungutama bagi perputaran uangraksasa ini. Berdasarkan datapergerakan masyarakat, JawaTimur secara konsistenmenempati urutan teratasdaerah tujuan mudik nasional.Jutaan orang kembali ke BumiMajapahit, membawa dampakekonomi yang langsungdirasakan oleh pelaku usahalokal di 38 kabupaten dan kota.Multiplier Effect bagi UMKM danPariwisataKekuatan ekonomi mudik terletakpada multiplier effect . Hal itudapat digambarkan denganuang yang dibawa oleh parapemudik dari kota-kota besarseperti Jakarta dan Surabaya tidakberhenti di tangan keluarga didesa, melainkan mengalir deras keberbagai sektor. Sektor UsahaMikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)menjadi penerima manfaat palingdepan.Di pusat-pusat oleh-oleh khasJawa Timur, mulai dari KeripikTempe di Malang, Bandeng Asap diSidoarjo, hingga Wingko di Babat,permintaan melonjak hinggaberkali-kali lipat dibandingkan haribiasa. Penjual makanan tradisionalseperti Rawon, Pecel Madiun, danLontong Balap juga mengecapmanisnya laba dari kerumunanpemudik yang haus akan kulinerotentik kampung halaman.16
Tantangan dan KeberlanjutanNamun, agar momentum emasini tidak sekadar menjadifenomena musiman, diperlukanstrategi dari pemerintah daerah.Tantangannya adalahbagaimana menjaga agarperputaran uang tersebut tetapbertahan di daerah dalamjangka panjang, bukan sekadar\"numpang lewat.\" Penguatanekosistem digital bagi UMKM dipelosok Jawa Timur danpeningkatan kualitas layananpariwisata berbasis komunitasmenjadi kunci agar dampakekonomi mudik dapatberkelanjutan.Sebagai penutup, mudik adalahbukti nyata bahwa ikatanemosional dan tradisi mampumenjadi katalisator pertumbuhanekonomi yang tangguh. Setiaplangkah pemudik yang pulangadalah nafas baru bagi geliatekonomi kerakyatan. Mudikbukan hanya tentang merayakankemenangan spiritual, tetapi jugatentang merayakan kemandiriandan kekuatan ekonomi daerahyang saling bertaut menujukesejahteraan bersama. Makadari itulah mudik dapatmenghidupkan ekonomi daerah.Sajian Utama17Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Tak hanya kuliner, sektor pariwisataJawa Timur pun turut berpesta.Destinasi unggulan seperti KotaWisata Batu, Gunung Bromo, hinggapantai-pantai di jalur selatan JawaTimur dipadati oleh wisatawandomestik. Lonjakan okupansi hotel,meningkatnya kunjungan objekwisata, serta geliat jasa transportasilokal memberikan kontribusi nyataterhadap Pendapatan Asli Daerah(PAD).Konektivitas dan PeningkatanKonsumsi MasyarakatPembangunan infrastruktur, terutamaJalan Tol Trans-Jawa, telahmengubah lanskap ekonomi mudik diJawa Timur. Aksesibilitas yangsemakin baik mempercepatmobilitas barang dan orang, yangpada gilirannya menurunkan biayalogistik dan memicu konsumsi rumahtangga di daerah.Selama masa Lebaran, konsumsimasyarakat di Jawa Timurmengalami anomali positif.Peningkatan permintaan pada bahanpokok, bahan bakar minyak (BBM),hingga kebutuhan sandang di pasarpasar tradisional dan pusatperbelanjaan lokal menciptakanlikuiditas yang tinggi di tingkatdaerah. Uang yang mengalir kedaerah ini menjadi stimulus instanbagi pertumbuhan ekonomi regionalpasca-pandemi.
SilaturahmiMudik Lebaran:Dinamo Ekonomi JawaTimur dan Energi bagi APBNBuletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian Aspirasi18mencerminkan melonjaknyaaktivitas perjalanan dankonsumsi rumah tangga. Pertalitedan gasoline tumbuh lebih dari15%, sementara LPG rumahtangga naik sekitar 4%.Sebaliknya, penurunan konsumsisolar industri menandakanberkurangnya aktivitas logistiksaat libur panjang sebuah polamusiman yang wajar.Ketersediaan energi yang terjagaini tidak hanya menjaminkenyamanan masyarakat, tetapijuga menjaga stabilitas hargadan mendukung aktivitasekonomi daerah secaraberkelanjutan.Dari sisi perdagangan,peningkatan permintaan selamaRamadan dan Lebaran memberipeluang besar bagi UMKM danpedagang pasar rakyat.Pemerintah Provinsi Jawa Timurberhasil menjaga hargasebagian besar kebutuhan pokoktetap di bawah HET, meskipunbeberapa komoditas seperticabai rawit merah sempatmengalami kenaikan akibatfaktor cuaca.Program pasar murah,pengawasan harga, dankelancaran distribusi menjadipenopang daya beli masyarakat.Aktivitas belanja Lebaran punmenyebar luas, menghidupkanekonomi lokal hingga ke daerahtujuan mudik.Menariknya, geliat ekonomi mudikjuga selaras dengan peran APBNsebagai peredam gejolak danpendorong pertumbuhan.Kebijakan penurunan harga tiketpesawat melalui PPN DitanggungPemerintah, diskon layanankebandarudaraan, danpenyesuaian fuel surchargemenjadi contoh bagaimana APBNhadir langsung meringankanbeban masyarakat. Di saat yangsama, belanja masyarakat selamaLebaran turut meningkatkanpenerimaan pajak tidak langsungdan menggerakkan sirkulasi uangdi daerah.Pada akhirnya, silaturahmi Lebarandi Jawa Timur bukan hanya soaltemu kangen, tetapi juga tentangekonomi yang bergerak bersama.Mudik menghubungkan keluarga,menghidupkan usaha lokal,menjaga stabilitas harga, danmemperlihatkan sinergi nyataantara masyarakat, pemerintahdaerah, BUMN, dan APBN. Dari jalantol hingga pasar tradisional, dariSPBU hingga bandara, Lebaranmenjadi bukti bahwakebersamaan mampu menjadikekuatan ekonomi yang inklusifdan berkelanjutan.Tradisi mudik Lebaran bukan sekadarperjalanan pulang kampung. Di JawaTimur, momen silaturahmi inimenjelma menjadi penggerak utamaroda ekonomi daerah sekaligusstimulus nyata bagi kinerja APBN.Ramadan dan Idulfitri 2026memperlihatkan bagaimana aktivitassosial masyarakat mampumenciptakan denyut ekonomi yangluas, dari sektor transportasi, energi,perdagangan, hingga dukungan fiskalpemerintah.Lonjakan mobilitas masyarakatselama mudik tercermin darimeningkatnya pergerakanpenumpang angkutan umum di JawaTimur yang mencapai sekitar 7,7 jutaorang, atau naik 5,19% dibandingtahun sebelumnya. Kereta api, bus,moda udara, penyeberangan, hinggaangkutan laut menjadi tulangpunggung arus mudik dan balik.Kesiapan ribuan armada bus, ratusanrangkaian kereta, pesawat, dan kapalmenunjukkan betapa sektortransportasi berperan strategis dalammenjaga kelancaran silaturahmiantarwilayah. Tidak hanyamemudahkan masyarakat, tingginyamobilitas ini juga memicu aktivitasekonomi di simpul-simpultransportasi, seperti terminal, stasiun,bandara, dan pelabuhan.Di balik ramainya perjalanan, sektorenergi bekerja tanpa henti. KonsumsiBBM jenis bensin dan LPG di JawaTimur meningkat signifikan selamaperiode Lebaran,penulisSatria TesapatiKanwil DJPb Jawa Timur
Bukit PremiumPasuruan, Jawa Timur
20Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian WartaMENINGKATKAN KUALITAS PELAKSANAAN ANGGARANDalam rangka memperkuat kualitaspelaksanaan anggaran pemerintah,Kantor Wilayah Direktorat JenderalPerbendaharaan (Kanwil DJPb)Provinsi Jawa Timur kembalimelaksanakan kegiatan EvaluasiPelaksanaan Anggaran (EPA) tingkatwilayah untuk periode Triwulan ITahun Anggaran 2026 pada 3 dan 4Maret 2026. Kegiatan ini merupakansalah satu instrumen penting dalammemastikan bahwa pelaksanaananggaran pemerintah tidak hanyaterserap dengan baik, tetapi jugamemberikan output dan outcomeyang optimal sesuai dengan targetpembangunan nasional danperencanaan yang telah ditetapkansebelumnya.Bertempat di Aula Majapahit,Gedung Keuangan Negara ISurabaya, acara tersebut dihadirioleh perwakilan dari sepuluhKementerian/Lembaga (K/L)dengan pagu anggaran terbesardi wilayah Jawa Timur, antaralain Kementerian Pertahanan,Kementerian Agama, KepolisianNegara Republik Indonesia,Kementerian Pekerjaan Umum,Kementerian Pendidikan Tinggi,Sains, dan Teknologi, KejaksaanRepublik Indonesia, MahkamahAgung, Kementerian Imigrasi danPermasyarakatan, KementerianKesehatan, dan KementerianPertanian.Partisipasi aktif dari berbagai K/L inimenunjukkan komitmen bersamadalam memperkuat tata kelolakeuangan negara yangtransparan, akuntabel, danberorientasi hasil. Secara umum,tujuan utama kegiatan EPA adalahuntuk meningkatkan kualitaspelaksanaan anggaran melaluimonitoring kesiapan pelaksanaananggaran, pemantauanperkembangan realisasi, sertaevaluasi capaian output kegiatan.Selain itu, EPA juga menjadi wadahstrategis untuk mengidentifikasisecara dini berbagai kendalateknis, administratif, maupunkebijakan yang dihadapi dalampelaksanaan anggaran.MELALUI KEGIATAN EPATRIWULAN I TAHUN 2026
Sajian Warta21Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Dengan demikian, langkah-langkahperbaikan dapat dirumuskan secaracepat, tepat, dan terukur untukmendukung efektivitas pelaksanaananggaran di seluruh satuan kerja.Dalam pelaksanaannya, kegiatan EPAdibagi menjadi beberapa agendautama, meliputi pretest untukmengukur baseline pemahamanpeserta, paparan materi yangmembahas revisi anggaran danIndikator Kinerja PelaksanaanAnggaran (IKPA), serta sesi one onone meeting antara tim Kanwil DJPbdengan masing-masing K/L.Pendekatan individual tersebutmemungkinkan pembahasan secaralebih mendalam, penelusuranpermasalahan yang spesifik di setiapsatuan kerja, dan identifikasi solusiyang lebih aplikatif pada masingmasing K/L.Hasil pelaksanaan kegiatanmemperlihatkan peningkatansignifikan dalam pemahamanpeserta terhadap materi evaluasidan kebijakan fiskal. Nilai rata-ratapretest yang semula 84 meningkatmenjadi 96 pada post test,mencerminkan peningkatanpemahaman dan kompetensipengelola keuangan pada satuankerja. Peningkatan ini menunjukkanbahwa kegiatan EPA tidak sekadarbersifat evaluatif, melainkan jugaedukatif dalam memperkuatkapasitas sumber daya manusia dibidang pelaksanaan anggaran.Dari sisi kinerja anggaran,pelaksanaan tahun anggaran2025 menunjukkan tren positifdan hasil yang menggembirakan.Beberapa K/L berhasil mencapaitingkat realisasi yang sangattinggi seperti KementerianPertahanan mencatatkanrealisasi belanja sebesar 99,36%dari pagu dan KepolisianRepublik Indonesia mencapai99,58%. Capaian tersebutmenjadi bukti bahwa sebagianbesar satuan kerja di wilayahJawa Timur telah mampumelaksanakan anggaran secaraefisien, efektif, dan sesuairencana.Hasil evaluasi menunjukkanmasih adanya sejumlahtantangan yang perlu mendapatperhatian bersama, antara lainpengelolaan blokir anggaranyang belum tuntas tepat waktu,deviasi perencanaan padaHalaman III DIPA, serta kendalateknis dalam proses pengadaanbarang dan jasa yang seringmemerlukan waktu lebihpanjang. Selain itu, beberapasatuan kerja menghadapihambatan akibat sistem aplikasiyang belum sepenuhnyaterintegrasi, sehinggaberdampak pada keterlambataninput data dan pelaporan.Di luar faktor internal, pelaksanaananggaran juga dipengaruhi olehkondisi eksternal seperti situasilapangan, faktor cuaca, danpenyesuaian terhadap programprioritas pemerintah. Oleh karenaitu, diperlukan fleksibilitas sertakoordinasi yang lebih intensifantara satuan kerja dan KanwilDJPb. Komunikasi yang terbukamenjadi kunci agar realisasianggaran tetap berjalan sesuaitarget meskipun menghadapidinamika pelaksanaan.Melalui kegiatan EPA Triwulan ITahun Anggaran 2026, Kanwil DJPbProvinsi Jawa Timur memperolehgambaran yang komprehensifmengenai kinerja pelaksanaananggaran, baik capaian tahunsebelumnya maupunperkembangan realisasi triwulanberjalan. Data dan informasitersebut menjadi dasar dalammerumuskan rekomendasistrategis guna pengendaliananggaran dan percepatanrealisasi pada triwulan berikutnya.Ke depan, EPA diharapkan terusmenjadi forum strategis yangkolaboratif dalam memperkuatsinergi pengelolaan keuangannegara. Keberhasilan EPA tidakhanya diukur dari serapananggaran, tetapi juga daripeningkatan kualitas koordinasi,komitmen, dan tata kelolakeuangan publik yang adaptifserta akuntabel.
Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian WartaHarmoni Fiskal dari TulungagungMengawal Kedaulatan Pangan danTransformasi Tata Kelola DesaDalam rangka memperkuat sinergi fiskal dan mempertajam arah kebijakan perbendaharaan di awal tahun anggaran,Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah(Rakorwil) Semester I Tahun 2026. Bertempat di Kabupaten Tulungagung, kegiatan yang berlangsung pada 30 Januarihingga 1 Februari 2026 ini mengusung tema besar\"Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi Menuju IndonesiaTangguh, Mandiri, dan Sejahtera.\"Rangkaian agenda ini menjadi momentum krusial bagi jajaran DJPb di Jawa Timur untuk menyelaraskan langkahdalam mengawal APBN 2026 yang difokuskan pada penguatan sektor riil dan daya beli masyarakat. Tidak hanyasekadar koordinasi internal, Rakorwil kali ini juga menghadirkan Focus Group Discussion (FGD) mendalam mengenaiPengelolaan Dana Desa yang menjadi pilar kesejahteraan masyarakat arus bawah.Transformasi Desa: AntaraKapasitas dan AkuntabilitasKegiatan diawali dengan FGDPengelolaan Dana Desa yangbertempat di Aula KPP PratamaTulungagung. Menyadari bahwaJawa Timur memiliki 7.721 desa,jumlah yang sangat masif dengantantangan geografis yangberagam, Kepala Kanwil DJPbJawa Timur, Saiful Islam,menekankan bahwa Dana Desabukan sekadar bantuan keuangan,melainkan instrumen fiskal negarauntuk mengurangi kesenjangan.22Dalam sesi yang menghadirkannarasumber dari BPKP PerwakilanJawa Timur, Akademisi UniversitasAirlangga, dan Dinas PMDKabupaten Tulungagung,terungkap berbagai isu strategis.Salah satu sorotan utama adalahperlunya penguatan kapasitas SDMaparatur desa. Rendahnya literasiperencanaan dan tingginya bebanadministrasi seringkali menjadicelah terjadinya risiko fraud.
\"Regulasi hadir untuk melindungiKepala Desa, bukan membatasikreativitas. Namun, akuntabilitas dankualitas tata kelola tetap menjadiharga mati,\" tegas para narasumberdalam diskusi tersebut. Sinergi antaraBUMDes dengan program KoperasiDesa Merah Putih (KDMP) juga didoronguntuk menjadi motor penggerakekonomi baru di wilayah perdesaan.Mengawal Program Prioritas Nasionaldi Jawa TimurMemasuki agenda inti Rakorwil di HotelCrown Victoria, pembahasan bergeserpada pengawalan Program PrioritasNasional (PPN). Kanwil DJPb Jawa Timurmemotret perkembangan signifikanberbagai program strategis di wilayahJawa Timur. Program Makan BergiziGratis (MBG), misalnya, menunjukkantren pertumbuhan yang pesat denganlonjakan penerima manfaat dari 4,2 jutamenjadi 5,9 juta siswa hanya dalamwaktu tiga bulan.Sajian Warta23Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Selain itu, progres pembangunanGiant Sea Wall (Tanggul LautRaksasa) di sepanjang wilayahTuban-Lamongan-Gresikmenjadi bahasan hangat. Proyekini diproyeksikan menjadibenteng pertahanan pesisir utaraJawa dari ancaman banjir robdan perubahan iklim. Di sektorpendidikan, program SekolahRakyat terus berkembang di 19lokasi baru di Jawa Timur,memberikan harapan bagi anakanak dari keluarga tidak mampuuntuk mengakses pendidikanberkualitas berasrama.\"Kita harus memastikan bahwasetiap rupiah dari APBNmemberikan dampak langsungbagi masyarakat. Efektivitas dandampak belanja adalah ukuranutama keberhasilan kita,\"arahanSaiful Islam.Reposisi DJPb:Dari Administrator MenjadiFinancial AdvisorRakorwil DJPb menegaskanreposisi peran DJPb dariadministrator menjadi FinancialAdvisor (FA) dan Regional ChiefEconomist (RCE), yang ditandaidengan kehadiran DirekturJenderal Perbendaharaan, AsteraPrimanto Bhakti.Dalam arahannya, Dirjenmenekankan bahwa KPPN tidaklagi hanya berfokus padapenyaluran dana, tetapi jugadituntut mampu menyajikananalisis atas tren penyerapananggaran dan potensi investasidaerah. Untuk tahun 2026,ditetapkan empat fokus prioritasplus satu, yakni peningkatankualitas pelaksanaan anggaran,pendorongan konsumsi daninvestasi daerah, penguatansistem perbendaharaan berbasisteknologi MyIntress, penguatancash management, sertapemberdayaan UMKM melaluisinergi BLU-SMV.Sebagai bentuk apresiasi, Rakorwiljuga dirangkai dengan pemberianTreasury Regional Financial Award2025 kepada KPPN berprestasi.Kegiatan ditutup denganpenandatanganan Kontrak Kinerja2026 oleh para PejabatAdministrator sebagai komitmenprofesional. Rakorwil ini menjadimomentum konsolidasi KanwilDJPb Jawa Timur untukmeningkatkan kualitas layananfiskal dan memastikan APBN 2026berperan optimal dalammendukung visi Indonesia Emas2045.
24Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian WartaPelatihan SPAN 2.0sebagai Katalis Kompetensi ITDIGITALTREASURYMenguatkan FondasiTransformasi digital di lingkunganperbendaharaan negara terusbergerak dinamis. Menjawabtuntutan tersebut, Direktorat SistemInformasi dan TeknologiPerbendaharaan menyelenggarakanPelatihan Kompetensi IT melaluiimplementasi Core System BUN SPAN2.0 Pasca Enhancement Tahap II diRCE Center KPPN Malang pada 10sampai dengan 13 Februari 2026.Kegiatan ini menjadi ruang strategisuntuk memperkuat kapasitasoperator sekaligus memastikankeseragaman pemahaman dalammengelola sistem yang semakinkompleks dan terintegrasi.Pelatihan yang diikuti oleh paraoperator SPAN se-Indonesia inisejatinya bukan sekadar agenda rutinpeningkatan kapasitas, melainkanbagian dari perjalanan panjangtransformasi perbendaharaannasional. Hal ini tergambar sejak sesipembukaan yang diwakilkan olehKusumaningtyas, Kepala BidangSupervisi KPPN dan KepatuhanInternal Kanwil DJPb Provinsi JawaTimur yang mewakili Kepala KanwilDJPb Provinsi Jawa Timur yangberhalangan hadir.Dalam sambutannya,disampaikan bahwa SPAN bukanhanya sebuah aplikasi, melainkanrepresentasi dari sistempengelolaan keuangan negarayang dibangun melalui prosespanjang, reflektif, dan berbasispraktik terbaik global. Sistem inilahir dari kebutuhan mendasarakan tata kelola keuangannegara yang akuntabel,transparan, dan terintegrasi.Dengan prinsip one data, oneprocess, one system , SPANmemastikan kesinambunganantara tahap perencanaan,pelaksanaan, hinggapertanggungjawaban APBN.Lebih jauh, disoroti pulapentingnya traceability dalamsistem, yang memungkinkansetiap perubahan data dapatditelusuri secara rinci, mulai dariapa yang diubah, siapa yangmengubah, hingga kapanperubahan dilakukan. Inilahfondasi utama dalam menjagakualitas akuntabilitas publik di eradigital. Memasuki sesi materi,peserta diajak menyelami lebihdalam substansi EnhancementSPAN 2.0 Tahap II yang telah golive sejak awal 2026.Penguatan sistem ini mencakupberbagai aspek, mulai darimodernisasi infrastruktur hinggapenyempurnaan proses bisnissecara end-to-end .Salah satu sorotan utama adalahtransformasi sistem menuju i (SOA)yang lebih fleksibel dan adaptif.Selain itu, implementasi OracleEnterprise Command Center (ECC)menghadirkan dashboardoperasional yang mendukunganalisis transaksi secara lebihkomprehensif. Dari sisi prosesbisnis, enhancement inimenitikberatkan pada tiga katakunci: simplifikasi, otomasi, dankonsolidasi. Simplifikasi terlihatpada penyederhanaan alur kerja,khususnya dalam prosespencairan dana dan pengelolaansupplier serta kontrak. Proses yangsebelumnya melibatkan banyaktahapan manual kini diotomasi,sehingga mengurangi waktu jedadan potensi antrean.
25Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian WartaDampak nyata dari perubahan initercermin pada kinerja layanan.Rata-rata durasi penerbitan SP2Dtercatat hanya sekitar 12 menit 49detik, dengan tingkat pemenuhanlayanan di bawah satu jammencapai lebih dari 99% untukkategori tertentu. Capaian inimenunjukkan bahwa integrasi sistemyang baik mampu meningkatkankecepatan sekaligus kualitas layanankepada para pemangku kepentingan.Selain itu, penguatan juga dilakukanpada aspek pelaporan melaluikonsolidasi laporan keuangan danpenyesuaian struktur Chart ofAccount (CoA). Hal inimemungkinkan penyajian data yanglebih seragam dan mendukungkebutuhan pelaporan kinerja yangsemakin kompleks, sejalan denganregulasi terbaru.Namun demikian, sebagaimanaditekankan dalam pelatihan ini,teknologi hanyalah alat. Keberhasilanimplementasinya sangat ditentukanoleh kualitas sumber daya manusiayang mengoperasikannya. Olehkarena itu, pelatihan ini jugamendorong perubahan cara berpikirdan cara kerja para peserta agarlebih adaptif, analitis, danbertanggung jawab. Pesan tersebutkembali ditegaskan dalam sambutanpenutupan oleh Saiful Islam, KepalaKanwil DJPb Jawa Timur. Dalampidatonya, disampaikan bahwapelatihan ini merupakan bagian dariperjalanan besar transformasiperbendaharaan yang terusberkembang. SPAN bukan sistemyang statis, melainkan terusberadaptasi mengikuti kompleksitaspengelolaan APBN.Para peserta diharapkan tidakhanya berhenti padapenguasaan teknis, tetapi jugamampu menjadi agent of changedi unit kerja masing-masing.Transfer knowledge menjadi kunciagar manfaat pelatihan dapatdirasakan secara lebih luas. Selainitu, peserta juga didorong untukmemanfaatkan SPAN sebagaiearly warning system dandecision support, bukan sekadaralat administrasi. Lebih dari itu,nilai-nilai integritas, transparansi,dan akuntabilitas harus tetapmenjadi ruh dalam setiappemanfaatan sistem. Di tengahera digital, kualitas tata kelolatidak hanya diukur darikecanggihan teknologi, tetapijuga dari kedisiplinan dantanggung jawab penggunanya.Menutup rangkaian kegiatan,disampaikan apresiasi kepadaseluruh narasumber, fasilitator,dan panitia yang telahmemastikan pelatihan berjalandengan lancar dan penuh makna.Semangat belajar dan kolaborasiyang terbangun selama kegiatandiharapkan terus terjaga dalampelaksanaan tugas sehari-hari.Transformasi perbendaharaanadalah sebuah maraton panjang.Dan melalui pelatihan ini, parainsan perbendaharaan kembalimenegaskan perannya sebagaibagian penting dalam estafetperubahan menuju tata kelolakeuangan negara yang semakinmodern, adaptif, dan terpercaya.
26Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian WartaOptimalisasi PengelolaanKeuangan DaerahKunci Pembangunandan AkuntabilitasPengelolaan keuangan daerah yangtransparan, akuntabel, dan efektifdinilai menjadi salah satu faktorpenentu keberhasilan pembangunanserta kualitas pelayanan publik.Sejalan dengan hal tersebut, KantorWilayah Direktorat JenderalPerbendaharaan Provinsi Jawa Timurmenggelar Focus Group Discussion(FGD) bertajuk “OptimalisasiPengelolaan Keuangan Daerahdalam Mendukung KinerjaPembangunan dan Menjaga KualitasLaporan Keuangan PemerintahDaerah” pada hari Kamis (12/2/2026).Kegiatan yang berlangsung di AulaMajapahit, Gedung Keuangan NegaraI Surabaya ini dibuka oleh KepalaKanwil DJPb Provinsi Jawa Timur,Saiful Islam, dengan menghadirkanpeserta dari Pengelola Keuangan -Aset Daerah dan Aparat PengawasanIntern Pemerintah (APIP) se‑JawaTimur, dengan narasumber dariBadan Pemeriksa Keuangan (BPK)perwakilan Jawa Timur dan KanwilDJPb Provinsi Jawa Timur.FGD ini menjadi forum strategisuntuk memperkuat sinergi lintaspemangku kepentingan ditengah dinamika kebijakan fiskaldan pengelolaan Transfer keDaerah (TKD).Oleh karena itu, kebijakan TKDtahun 2025 dan 2026 diarahkanpada efisiensi belanja, penajamanprioritas, serta penguatankeberlanjutan layanan dasar.Salah satu isu krusial yang disorotidalam FGD adalah masihrendahnya tingkat kemandirianfiskal pada sebagian besarpemerintah daerah. Tingginyaketergantungan terhadap TKD,lambatnya penyerapan anggaranyang tercermin dari sisa lebihperhitungan anggaran (SILPA),serta pengelolaan aset yangbelum optimal menjadi tantanganutama. Kondisi tersebutberdampak langsung padakualitas laporan keuanganpemerintah daerah dan efektivitasbelanja publik.Narasumber Kanwil DJPb ProvinsiJawa Timur, Rabindhra Aldy,menyoroti evaluasi pelaksanaanTKD Tahun 2025 serta arahkebijakan TKD Tahun 2026.Penguatan Tata Kelola TKD:Dorong Efisiensi Belanja danOptimalisasi Layanan PublikDalam sambutannya, KepalaKanwil DJPb Provinsi Jawa Timurmenegaskan bahwa penguatantata kelola keuangan daerahmerupakan prasyarat pentingdalam mengawal pelaksanaanAPBN, TKD, dan APBD. TKDdiposisikan sebagai instrumenstrategis pemerataan fiskal danpeningkatan kualitas layananpublik. Namun demikian,besarnya dana transfer belumtentu memberikan dampakoptimal apabila tidak diimbangidengan perencanaan,pelaksanaan, dan pengawasanyang memadai.
27Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian WartaDisampaikan bahwa penyesuaianalokasi TKD bukan semata-matapengurangan anggaran, melainkanpenataan ulang prioritas belanjaagar lebih tepat sasaran. Pemerintahdaerah didorong untuk menyusunaction plan yang konkret gunameningkatkan kualitas perencanaan,pengadaan, kontrak, dan serapananggaran, khususnya pada DanaAlokasi Khusus (DAK) Fisik dan DanaDesa.Dari sisi komunikasi dan koordinasi,akselerasi dilakukan melaluipeningkatan sinergi antar SKPD,penunjukan PIC yang kompetendisertai pendampingan, reviukualitas dokumen tindak lanjutagar cukup, relevan, dan andal,keterbukaan penyampaian progresmelalui SIPTL, serta optimalisasiRakorwas di tingkat SKPD.Selanjutnya, evaluasi danmonitoring diperkuat melaluipemanfaatan optimal SIPTL BPKdan pelaksanaan monitoring sertaevaluasi berkelanjutan, terutamaterhadap rekomendasi prioritasyang berdampak pada perbaikansistem. Upaya ini dilengkapidengan fasilitasi intensif bersamaBPK, koordinasi progres denganaparat penegak hukum, sertakomunikasi aktif dengan pihakeksternal untuk memastikanpenyelesaian TLRHP berjalan efektif,terukur, dan berkelanjutan.Di sisi lain, komunikasi dankoordinasi belum optimal karenasubstansi temuan danrekomendasi belum dipahamisecara menyeluruh, belumditetapkannya Person In Charge(PIC) yang kompeten, sertaterbatasnya prioritas, waktu, dananggaran. Tantangan tersebutdiperparah oleh lemahnyaevaluasi dan monitoring, di manatindak lanjut masih bersifatadministratif tanpa evaluasisubstansi untuk perbaikan sistemdan belum didukung monitoringyang berkelanjutan. Selain itu,kompleksitas penyelesaian TLRHPjuga dipengaruhi oleh adanyaproses hukum lanjutan, isu lintassektor atau tumpang tindihkewenangan, serta keterlibatanpihak eksternal, yang secarakeseluruhan memerlukanpenguatan koordinasi, komitmen,dan pengawasan yang lebihterintegrasi.Tindak Lanjut Rekomendasi BPK:Tantangan PelaksanaannyaMochammad Mirza Akbar dari BPKPerwakilan Jawa Timur menekankanpentingnya tindak lanjut rekomendasihasil pemeriksaan sebagai pilarutama peningkatan kualitas LKPD,meski tingkat penyelesaian tindaklanjut rekomendasi di Jawa Timurmencapai angka cukup tinggisebesar 91,72% sampai denganSemester I Tahun 2025.Dalam periode tahun 2021 sampaidengan Semester I hingga 2025, nilairekomendasi pengembalianmencapai Rp417 miliar. Dari jumlahtersebut, baru sekitar Rp271 miliaryang berhasil dipulihkan. Inimenunjukkan bahwa meskipunkepatuhan administratif tinggi,penyerahan aset ke KasNegara/daerah sebagai Tindak Lanjutdi lingkup pemerintah di Jawa Timurmasih belum optimal. Temuanpengendalian internal dankepatuhan dalam LKPD disebabkanoleh permasalahan kelemahanSistem Pengendalian Intern (40,89%)dan permasalahan ketidakpatuhanterhadap peraturan perundangundangan (59,11%).Pelaksanaan Tindak LanjutRekomendasi Hasil Pemeriksaan(TLRHP) masih menghadapitantangan signifikan yang mencakuplemahnya komitmen dan budayakerja, tercermin dari belum adanyaaksi nyata atas komitmen pimpinan,ketiadaan batas waktu yang jelas,serta TLRHP yang belum dijadikansebagai ukuran kinerja atauinstrumen pengendalian.Langkah StrategisPercepatan PenyelesaianTLRHPStrategi akselerasi penyelesaianTLRHP dapat difokuskan padapenguatan komitmen danbudaya kerja melalui dukunganserta arahan pimpinan yangmenempatkan nilai‑nilai BerAKHLAK sebagai landasan,dengan memandang temuanhasil pemeriksaan bukan sebagaibeban administratif, melainkansebagai sarana perbaikansistem, serta mengintegrasikanTLRHP ke dalam pengendaliandan manajemen kinerja,termasuk penanganan tegasterhadap temuan berulang atauberlarut.
Sajian Khas28Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026C I T A R A S A K H A S D A R IL E R E N G I J E NC I T A R A S A K H A S D A R IL E R E N G I J E NKISAH KOPIBONDOWOSOKISAH KOPIBONDOWOSOAROMA KHAS DARI DATARAN TINGGIJAWA TIMUR YANG MENDUNIAAROMA KHAS DARI DATARAN TINGGIJAWA TIMUR YANG MENDUNIA
Aktivitas ini menciptakanlapangan kerja sertameningkatkan kesejahteraanmasyarakat di daerah tersebut.Dengan demikian, kopi tidakhanya menjadi komoditaspertanian, tetapi juga menjadipenggerak ekonomi daerah.Keunggulan kopi Bondowosojuga didukung oleh adanyasertifikasi Indikasi Geografis (IG),yang menunjukkan bahwa kopiini memiliki karakteristik khasyang tidak dimiliki oleh daerahlain. Sertifikasi ini menjadi nilaitambah yang meningkatkandaya saing kopi Bondowoso dipasar global. Selain itu, kopiBondowoso juga telah meraihberbagai penghargaan dalamkompetisi kopi internasional,yang semakin memperkuatreputasinya sebagai kopiberkualitas tinggi.39Kondisi tanah vulkanik yang suburserta suhu yang sejuk menjadikan kopiBondowoso memiliki karakter rasayang unik. Aroma kopi yang dihasilkancenderung harum dengan tingkatkeasaman yang seimbang, disertaisentuhan rasa cokelat, rempah, dancitrus yang menyegarkan. Karakteristikinilah yang membuat kopi Bondowosomampu bersaing di pasar nasionalmaupun internasional.Selain dikenal dari segi kualitas, kopiBondowoso juga memiliki peranpenting dalam mendukungperekonomian masyarakat lokal.Proses produksi kopi melibatkanberbagai pihak, mulai dari petani,pengolah, hingga pelaku usaha disektor hilir.Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian KhasKopi Bondowoso merupakankomoditas unggulan dari KabupatenBondowoso, Jawa Timur, yangtumbuh di lereng Gunung Ijen padaketinggian 1.000–1.600 mdpl. Kondisigeografis yang ideal menghasilkankopi dengan cita rasa khas yangmampu bersaing di pasar global.Beragam jenis kopi dihasilkan diBondowoso, di antaranya Arabika,Robusta, serta Liberika dan Excelsa.Masing-masing jenis memilikikarakter rasa yang berbeda,sehingga memberikan pilihan yangberagam bagi para penikmat kopi.Produk kopi Bondowoso puntersedia dalam berbagai bentuk,mulai dari biji kopi hingga bubukkopi siap seduh.Sebagai upaya untukmemperkenalkan kopi Bondowosokepada masyarakat luas,diselenggarakan pula Festival KopiBondowoso. Kegiatan inimenghadirkan berbagai rangkaianacara, seperti pameran produkkopi, edukasi proses pengolahan,serta kompetisi barista. Festival initidak hanya menjadi ajangpromosi, tetapi juga sarana untukmemperkuat ekosistem kopi sertameningkatkan daya tarik wisatadaerah.Dengan potensi yang dimiliki, kopiBondowoso diharapkan dapatterus berkembang danmemberikan kontribusi yang lebihbesar, baik bagi perekonomiandaerah maupun dalammemperkenalkan kekayaan kopiIndonesia ke dunia.Robusta Ijen Blue MountainBlend Arabusta Arabica Wine“Kopi Bondowosobukan sekadar minuman,tetapi hasil dari alam, proses,dan dedikasi masyarakatlokal.”29
KKaabb..BBoonnddoowwoossooKab.BondowosoSajian Khas30Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Kemarin saat mudik, mungkin kamu duduk santai di dalam kereta api. Menikmati perjalanansambil melihat pemandangan di luar jendela hamparan sawah hijau, deretan rumahpenduduk, hingga suasana kota yang perlahan berganti. Sesekali kamu ngobrol dengankeluarga, menikmati camilan, atau mendengarkan musik favorit. Tanpa terasa, perjalananpanjang pun jadi terasa lebih cepat dan menyenangkan.Duduk Santaidi KeretaTapi Tahukah Kamu Ceritanya?
31Seiring berjalannya waktu, fungsikereta api mulai berubah. Keretatidak lagi hanya digunakan untukmengangkut barang, tetapi jugauntuk mengangkut penumpang.Kehadiran kereta api membantumasyarakat untuk bepergiandengan lebih mudah, cepat, danterjangkau. Bahkan hingga saatini, kereta api tetap menjadisalah satu pilihan utama untukperjalanan jarak jauh.Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian KhasKereta api memang punya suasanayang khas. Tidak terburu-buru sepertipesawat, tapi juga tidak terjebakmacet seperti perjalanan darat. Adaritme yang tenang, suara roda yangberulang, dan pemandangan yangterus berubah membuat perjalananterasa lebih santai. Tidak heran jikabanyak orang memilih kereta apisebagai transportasi favorit,terutama saat musim mudik.Namun, di balik kenyamanan yangkita rasakan sekarang, ternyatakereta api menyimpan cerita panjangyang mungkin jarang kita sadari.Kereta api di Indonesia sudah adasejak zaman penjajahan Belanda,tepatnya pada abad ke-19. Padamasa itu, pembangunan jalur keretaapi dilakukan untuk mendukungkepentingan kolonial. Keretadigunakan untuk mengangkut hasilperkebunan seperti kopi, gula, danhasil bumi lainnya dari daerahmenuju pelabuhan. Jalur rel yangdibangun saat itu menjadi awal dariperkembangan transportasi keretaapi di Indonesia.Jika kita bayangkan, perjalanankereta pada masa itu tentu sangatberbeda dengan sekarang.Gerbongnya sederhana, fasilitasnyaterbatas, dan penggunaannya lebihdifokuskan untuk kepentinganekonomi. Namun, dari sanalah keretaapi mulai berkembang dan perlahanmenjadi bagian penting dalamkehidupan masyarakat.Kalau kamu ingin melihat langsungbagaimana perjalanan kereta apidari masa ke masa, kamu bisaberkunjung ke Museum Kereta ApiBondowoso. Di tempat ini, kamubisa menemukan berbagai koleksimenarik seperti lokomotif tua,gerbong klasik, hingga peralatanoperasional yang digunakan dimasa lalu.Berkunjung ke museum ini terasaseperti melihat perjalanan waktu.Kita bisa membayangkanbagaimana dulu kereta apiberoperasi dengan segalaketerbatasannya. Tanpa pendinginudara, tanpa kursi empuk, dantanpa fasilitas modern sepertisekarang, tetapi tetap menjadisarana transportasi yang pentingpada masanya.
Sajian Khas32Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Akibat kondisi tersebut, banyakdari para tawanan tidak dapatbertahan hingga akhirperjalanan. Peristiwa ini menjadisalah satu kisah penting dalamsejarah, sekaligus mengingatkankita bahwa kereta api tidakhanya menjadi alat transportasi,tetapi juga pernah menjadi saksiberbagai peristiwa besar di masalalu.Meskipun kisah tersebut cukupberat, kita bisa mengambilpelajaran penting darinyatentang perjuangan, ketahanan,dan bagaimana sejarahmembentuk kehidupan kita saatini. Jika kita kembali melihatkondisi sekarang, perjalanankereta api sudah mengalamibanyak perubahan. Saat ini, kitabisa menikmati berbagai fasilitasyang membuat perjalananmenjadi jauh lebih nyaman. Mulaidari kursi yang empuk, pendinginudara, kebersihan yang terjaga,hingga layanan makanan yangbisa dinikmati selamaperjalanan.Selain itu, perkembanganteknologi juga membuatpenggunaan kereta api menjadilebih praktis. Pemesanan tiketdapat dilakukan secara online,jadwal perjalanan lebih teratur,dan pelayanan kepadapenumpang semakin meningkat.Selain menyimpan koleksi bersejarah,Bondowoso juga memiliki salah satucerita yang cukup dikenal dalamsejarah Indonesia, yaitu PeristiwaGerbong Maut Bondowoso. Peristiwaini terjadi pada tahun 1947, ketika 100tawanan pejuang Indonesiadipindahkan menggunakan keretadari Bondowoso menuju Surabaya.Para tawanan tersebut ditempatkandi dalam gerbong barang yangtertutup rapat, tanpa ventilasi yangmemadai. Dalam perjalanan yangberlangsung selama berjam-jam,kondisi di dalam gerbong menjadisangat panas dan kekurangan udara.Mereka juga tidak mendapatkanmakanan maupun minuman selamaperjalanan.Semua ini menunjukkan bahwakereta api terus berkembangmengikuti kebutuhan masyarakat.Dari masa ke masa, kereta api tidakhanya mengalami perubahansecara fisik, tetapi juga perubahanfungsi dan makna. Dari alattransportasi untuk kepentingankolonial, menjadi sarana yangmenghubungkan kehidupan banyakorang.Jadi, saat kamu kembali naik keretaapi baik untuk mudik, liburan, atauperjalanan lainnya cobalah untukmenikmati setiap momennyadengan cara yang berbeda.Perhatikan pemandangan di luarjendela, rasakan suasanaperjalanannya, dan bayangkanbahwa kamu sedang berada di jaluryang sudah dilalui oleh banyakcerita di masa lalu. Pada akhirnya,kereta api bukan hanya tentangpergi dari satu tempat ke tempatlain. Tetapi juga tentang perjalananitu sendiri tentang cerita,pengalaman, dan sejarah yangterus berjalan bersama kita.
GovernmentFinanceStatisticsPreliminary 2025Unduh dan BacaGovernment Finance StatisticsMelalui s.kemenkeu.go.id/GFSJawaTimurAtauScan BarcodeDi sini
Buletin East Java Treasury Edisi Agustus 2025 Sajian Nostalgia27JAN202634Sajian NostalgiaKolasekegiatan Kanwil~22JAN2026Pres s Conference dan Pres s ReleaseAlCo Regional Jawa Timur olehKemenkeu Satu Jawa Timur .302026Forum Group Di s cus s ionPengelolaan Dana Desa. Di skus ipembahasan agar dana dapatmendukung ketahanan pangan,penguatan BUMdes dankesejahteraan masyarakat.Kanwil DJPb Provins i Jawa Timurmener ima kunjungan mahas i swaUniver s itas Muhammadiyah Semearang.JANBuletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026
Sajian Nostalgia35FEB2026Sos iali sas i dan piloting aplikas i UMKM Financ ing Empowerment (U-FinE)modul Optimali sas i Data Calon Debitur (OCDC) . Pembiayaan KUR yangter integras i agar data calon Debitur dapat diakses oleh perbankan dengan tetapmenjaga keamanan dan kerahas iaan data.Forum Komite Stabilitas Si s tem Keuangan Jawa Timur melaluimedia br iefing. Merupakan upaya memperkuat s inergi untukmenjaga s tabilitas ekonomi dan keuangan khususnya di JawaTimur .09FEB202606Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026
POJSOeniK!Sajian Kreasi46Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026KitaWaktu BersamaTerkadang melakukan kilas balik masa lalu menjadi hiburan tersendiri. Kisah sedih, bahagia, unik, dan berbagaimacam kisah lainnya mewarnai kehidupan kita. Ingatan tentang masa lalu juga menjadi pembuktian bahwasegala angan, harapan, cita-cita, mimpi, apapun namanya yang dahulu sempat terbersit di pikiran, telahterjawab di masa sekarang. Setiap individu memiliki beragam angan dalam hidupnya. Dan tentunya masingmasing akan mengusahakan agar apa yang diangankan dapat terwujud.Dalam hidup, pastilah akan melalui proses kehidupan mulai masa kanak-kanak hingga dewasa. Dalam tiapmasa, ada cerita berbeda tentang harapan kita. Ketika berada dalam masa kanak-kanak, kita belum terlalumemikirkan tentang harapan di masa depan. Pola pikir tentang kehidupan belum terbuka lebar di masa itu.Coba saja tanya anak-anak di sekitar kita, ketika ditanyai tentang harapan, mereka bingung akan menjawabapa karena memang wawasan mereka masih terbatas.Bahkan, anak usia sekolah dasar terkadang bingung saat ditanyai cita-cita.Sama halnya dengan saya ketika masa itu, ketika ditanyai tentang cita-cita,yang bisa saya katakan adalah ingin menjadi orang yang berguna bagikeluarga, nusa, dan bangsa. Padahal jawaban tersebut hanyalah alibi sayauntuk menutupi kebingungan saya untuk menentukan cita-cita yang spesifik.Saat beranjak remaja, pola pikir akan mulai terbuka. Mulailah muncul keinginankeinginan yang ingin dicapai di masa depan. Dan ketika memasuki usia dewasa,pola pikir semakin matang dan kompleks sehingga memicu timbulnya harapanyang semakin beragam. Walaupun demikian, ada sebagian yang justru tak acuhterhadap mimpi yang pernah dirajutnya.Tidak sedikit orang yang menyesal karena telah mengabaikan masa lalu, yangseharusnya dipergunakan sebagai batu loncatan untuk meraih keberhasilan tetapijustru menghabiskannya dengan bermain-main.36
Sajian Kreasi46Buletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026Akan tetapi, ada pula orang yang mampu memegang teguh prinsip hidupnya, konsistenmengejar angannya hingga tercapailah harapannya di masa kini. Percaya ataupun tidak,semua yang kita peroleh saat ini merupakan hasil perbuatan yang kita lakukan di masa laluperbuatan sekecil apapun itu.Ketika membicarakan tentang harapan, tentu ada sebagian yang tercapai dan sebagianlainnya tidak tercapai. Hal ini sangat tergantung pada kemampuan dalam memanfaatkanwaktu yang kita miliki. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama yaitu 24 jam per hariuntuk mewujudkan angan dan harapan masing-masing.Jika tidak mampu memanfaatkannya dengan baik maka waktu akan terbuang sia-sia.Seperti yang diungkapkan Thomas Edison,“Waktu adalah satu-satunya modal yangdimiliki oleh manusia dan ia tidak boleh sampai kehilangan waktu.”Dengan modal waktu itulah kita mampu meraih angan bahkan melebihi apa yang kita rencanakan. Denganmelakukan kilas balik masa lalu, kita mampu mengevaluasi diri terhadap angan kita di masa lampau. Apa yangpernah kita pikirkan dahulu, kini terkuak semua dan menjadi sebuah kenyataan hidup yang kita peroleh sekarang.Jika angan masa lalu terbukti di masa kini, maka bagaimana dengan angan masa kini? Ya, akan terjawab di masadatang. Dua atau tiga tahun yang akan datang atau bahkan sepuluh tahun kemudian, ketika kita membaca ulangtulisan ini, mungkin kita telah memperoleh segala apa yang kita angankan atau malah belum tercapai. Semuanyahanya dapat dijawab oleh waktu.Semoga harapan-harapan yang terlambung dapat terjawab indah pada waktunya.37
POJSOeniK!Dalam sudut ruang remang penuh pustakaNampak sibuk oleh satu raga yang sedang berusahaTumpukan buku terlihat sibuk di sampingnyaJemarinya suntuk bekerja dengan durasi yang tak terdugaIa yang mengejar dunia untuk gelar di belakang namanyaSulit untuk digapai enggan untuk ditinggalkanTersirat kalut dan menyerah dari raut wajahnyaHingga tiba-tiba cahaya yang menyorot, meredup, lalu gelapCahaya DUA RUANGBau kertas menguap berganti aroma kayu dan sunyi yang pekatTembok tinggi membelenggu diri tanpa celahWaktu terasa beku menyusul tanya paras cantik ituTertegun melihat aksara diatas secarik kertas“Bagaimana rasanya?” bisik sosok ayu disampingnya“Meraih asa tanpa harus bersembunyi dibalik perih” lanjutnyaAku terdiam melihat sepasang mata penuh harap dan lara“Siapa dia?” Pikirku menatap takut sosok ituLantas langkah membelah sunyi senyapSebatang lilin kecil membakar kegelapanTanpa toga tanpa gelar Ia memperjuangkan keadilanDalam bilik kecil, suaranya membentangkan dunia“Habis Gelap Terbitlah Terang” ucapnya sembari menatapkuHarapnya tak lekang oleh waktuPerjuangkan diri dan harapan pendidikan wanita di masa ituHingga kini aku terbang bebas mengejar cita citakuBuletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026 Sajian KreasiPenulis: Carissa Najma Al K. A.38
Muhammad Abu DhoyfanKanwil DJPb LampungSaat kapal ferry belum berlayar, penyelam koinhadir sebagai tontonan sederhana yang menghibur.Dari atas dek, uang dilempar ke laut, lalu paraperenang sigap menyelam dan beberapa detikkemudian muncul kembali dengan senyum sertagenggaman uang di tangan.FotografiSajian Kreasi39Keaslian pesisir Jawa Timur memuncak di PantaiTampora, Situbondo. Perahu tradisional yang ikonikberpadu sempurna dengan deburan ombak danlangit tanpa batas, menciptakan harmoni alamyang memanjakan mata para pengelana.Thareq Prima HariantoKPPN BondowosoBuletin East Java Treasury Edisi I Tahun 2026
djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jatim/id/@djpbjatimyoutube.com/@kanwildjpbjatimGedung Keuangan Negara IJalan Indrapura No. 5, Surabaya, Jawa TimurK a n t o r W i l a y a hD i r e k t o r a t J e n d e r a l P e r b e n d a h a r a a nP r o v i n s i J a w a T i m u r