The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buletin East Java Treasury Edisi XII Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Kanwil DJPb Jawa Timur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aldilaph96, 2026-01-16 01:40:17

Buletin East Java Treasury Edisi XII Tahun 2025_

Buletin East Java Treasury Edisi XII Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Kanwil DJPb Jawa Timur

Keywords: East Java Treasury,Indonesia Treasury,East Java,Kementerian Keuangan Republik Indonesia

ETreAasurySTJAVAMenguatkan Fondasi LewatKinerja Output APBN 2025Sajian UtamaSajian InspirasiMenakar Kinerja APBN 2025 dalamMembangun Fondasi dan MenjagaAmanah NegeriEDISI DESEMBER 2025K a n w i l D i t j e n P e r b e n d a h a r a a n P r o v i n s i J a w a T i m u r


44SAJIAN NOSTALGIATREASURY UPDATESAJIAN UTAMASAJIAN KHASSEKAPUR SIRIHTimRedaksiPendapatan NegaraDesain Grafis/Fotografer : Rifqi Alus KamalAldila Puriyanti HarnidaKontributor Artikel : Dwi Fika SeptianMailinda PratiwiNiemas Gandha SariFarkha FitriyaniSwanda Dwika SambodoNafi’ MuliawatiHera PamulatsihSavira Fitri AyusinaAhmad Zakish ShodriEline Vidia MahesaAprilian SalisaSitti HajrahJiwa Jayanegara ChaniagoTahun 2025 menjadi momentum penting dalam perjalananpengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN). Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuhketidakpastian serta meningkatnya ekspektasi publikterhadap kualitas pelayanan negara, APBN kembali diujiperannya sebagai instrumen fiskal yang adaptif, kredibel, danberkelanjutan.Sepanjang tahun 2025, APBN tidak hanya berfungsi sebagaialat penggerak perekonomian, tetapi juga sebagai penopangstabilitas, pelindung masyarakat, serta katalis pembangunanjangka panjang. Melalui belanja yang terarah, kebijakan yangterukur, dan pengelolaan yang akuntabel, APBN hadir menjagakeseimbangan antara respons terhadap tantangan jangkapendek dan penguatan fondasi pembangunan ke depan.Buletin edisi ini disusun sebagai refleksi atas capaian kinerjaAPBN sepanjang 2025, sekaligus ruang pembelajaran untukterus memperbaiki kualitas pengelolaan fiskal. Beragamartikel di dalamnya mengulas dinamika ekonomi dan fiskaldaerah, capaian realisasi anggaran, serta peran strategisAPBN dalam mendukung program prioritas nasional danmenjaga kepercayaan publik. Setiap capaian dan tantanganyang disajikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasibersama menuju pengelolaan keuangan negara yangsemakin kuat dan berdaya tahan.Kami menyadari bahwa kepercayaan publik merupakan asetutama dalam pengelolaan APBN. Oleh karena itu,transparansi, integritas, dan sinergi lintas pemangkukepentingan menjadi kunci untuk memastikan setiap rupiahanggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Dengan fondasi yang terus diperkuat, APBN diharapkanmampu menjawab tantangan masa depan sekaligusmendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif danberkelanjutan.Akhir kata, kami berharap buletin ini dapat menjadi sumberinformasi yang bermanfaat, sekaligus pengingat akanpentingnya menjaga kredibilitas dan kepercayaan dalamsetiap proses pengelolaan keuangan negara. Semogasemangat refleksi di akhir tahun 2025 ini menjadi pijakan yangkokoh untuk melangkah lebih baik pada tahun-tahunberikutnya.Salam hangat,REDAKTURPengarah : Saiful IslamPenanggung Jawab : Rabindhra AldyIwan HandokoRedaktur : Iwan HandokoMasta Boru ManurungWahidinKusumaningtyasRabindhra AldyPenyunting/Editor : AbdullahLestari Dwi PribadiIrfan Budi PurnomoRadian Ardhi NurcahyoInflasi Jawa Timur s.dBulan Desember 2025Kinerja APBDSAJIAN INSPIRASISAJIAN ASPIRASI18384651Daftar Isi0403Sekapur Sirih122022SAJIAN WARTASAJIAN KREASICerita PendekSAJIAN REKREASIGamesKolase Kegiatan Kanwil di Bulan DesemberFotografiSinergi Integritas dan Pemberdayaan EkonomiPartisipasi UMKM Binaan Kanwil DJPb Jawa Timur dalamBazaar HAKORDIA 2025Nasi Tempong Kenikmatan yang MenamparAPBN sebagai Pengungkit Pertumbuhan danKetahanan Ekonomi Jawa TimurMenguatkan Fondasi Lewat Kinerja Output APBN 2025Ujung Tombak Perbendaharaan di Jawa TimurMenakar Kinerja APBN 2025 dalam Membangun Fondasidan Menjaga Amanah NegeriKinerja PenyaluranKredit ProgramMengawal Transisi dan Sinergi Langkah StrategisKanwil DJPb Jawa Timur dalam Akselerasi KURPerumahan dan Kredit KDKMPCrash Program 2025 Penguatan KompetensiPengelolaan Keuangan Daerah di Jawa TimurDiseminasi KFR Triwulan III 2025 MemperkuatKebijakan Daerah Berbasis DataMuseum trinil Jejak Evolusi Manusia Purbadi Tanah NgawiReview Buku: Filosofi TerasEvaluasi Akhir Tahun Menjaga Kualitas PelaksanaanAnggaran Melalui Spending Review WilayahCash flow PemerintahGerakan Ekonomi Desa Cerita di Balik PemantauanPembangunan Fisik dan Implementasi ProgramKDMP/KKMP di Kabupaten Sidoarjo


4Treasury UpdateCash FlowPemerintahCash Flow keuangan pemerintahyang mengalir di Jawa Timur mampumenggerakkan roda perekonomianmasyarakat di Jawa Timur yang terustumbuh. Atas aktivitas ekonomitersebut di-absorb menjadipendapatan pada APBN Jawa Timursampai dengan 31 Desember 2025sebesar Rp235,06 triliun, yang terdiridari penerimaan pajak sebesarRp89,88 triliun, penerimaan darikepabeanan dan cukai sebesarRp136,38 triliun, dan penerimaannegara bukan pajak (PNBP) sebesarRp8,79 triliun.Dari pendapatan yang telahdikumpulkan tersebut, dikelola dalamsistem Treasury dan didistribusikankembali kepada masyarakat dalambentuk belanjaoperasional pemerintah,pelayanan publik, infrastruktur,bantuan sosial, subsidi, danbelanja lainnya oleh pemerintahpusat sebesar Rp126,88 triliunberupa belanja pemerintahpusat sebesar Rp44,83 triliun, dantransfer ke daerah sebesarRp82,05 triliun.Melalui belanja pemerintah yangberkualitas tersebut, aliran kaskembali kepada masyarakatmampu meningkatkanperekonomian dankesejahteraan masyarakat. Halini tercermin dari indikatorekonomi dan kesejahteraanJawa Timur yang menunjukkanpeningkatan dan perbaikan.Perekonomian Jawa Timur triwulanIII 2025 tumbuh sebesar 5,22%(yoy). Dengan pertumbuhanekonomi yang membaik,menurunkan TingkatPengangguran Terbuka padaFebruari 2025 sebesar 3,61%, danTingkat Pembangunan ManusiaJawa Timur di akhir 2025 telahmeningkat menjadi 76,13. Tingkatkemiskinan di wilayah Jawa TimurMaret tahun 2025 sebesar 9,50%menurun terhadap September2024, begitu juga dengan gini ratiomengalami sedikit penurunanmengindikasikan ketimpanganJawa Timur yang semakinmenurun.Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025


5Pendapatan Negara regional JawaTimur s.d. 31 Desember 2025 telahterealisasi sebesar Rp233,29 triliunatau 81,94% dari target Rp284,72triliun mengalami kontraksi sebesar7,26% dibandingkan tahun 2024dengan capaian 94,56% atau sebesarRp251,56 triliun dari total pagusebesar Rp266,04 triliun.Kinerja Penerimaan Perpajakansampai dengan 31 Desember 2025telah tercapai sebesar Rp224,58triliun atau 80,43% dari targetRp279,24 triliun. Kinerja PenerimaanPerpajakan mengalami kontraksisebesar 7,61% dibandingkan tahunlalu, diakibatkan penerimaan pajakdalam negeri secara keseluruhanmengalami kontraksi, sedangkanpajak perdagangan internasionalsecara keseluruhan juga mengalamikontraksi sebesar 4,44%dibandingkan tahun 2024, namunbea keluar tumbuh sebesar 184,12%dibandingkan tahun lalu.PendapatanNegaraTreasury UpdateKinerjaPendapatanNegaraBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP) sampai dengan 31Desember 2025 telah tercapaisebesar Rp8,71 triliun atau 158,95%dari target Rp5,48 triliun. Secarakeseluruhan kinerja penerimaanPNBP tumbuh sebesar 2,72%dibandingkan periode yangsama TAYL. Pertumbuhandidukung oleh PNBP BLU yangtumbuh sebesar 13,78% dan PNBPLainnya mengalami kontraksisebesar 7,44%.Isu Strategis PendapatanNegara Regional Jawa Timur s.d.31 Desember2025Realisasi Penerimaan Perpajakanmengalami kontraksi yangdisebabkan oleh belumoptimalnya implementasiCoretax, adanya perubahanketentuan administrasiperpajakan di manapembayaran dan administrasiWajib Pajak cabang dilakukansecara terpusat, pembayaran PPNDalam Negeri non-Bendaharawanyang menggunakan NPWPpemotong (sebagian besarberasal dari BUMN dan rata-ratatidak diadministrasikan di wilayahJawa Timur), serta penurunanproduksi hasil tembakau GolonganI.


Treasury Update6BelanjaNegaraBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara (APBN) 2025 dirancangsebagai instrumen strategis untukmenjaga stabilitas ekonomi nasionaldi tengah ketidakpastian global dandinamika harga komoditas yangmasih fluktuatif. Pemerintahmemprioritaskan optimalisasi belanjanegara melalui penajaman alokasianggaran agar lebih efisien dantepat sasaran. Meskipun langkahefisiensi terus diperkuat, alokasi untukbelanja pegawai, bantuan sosial, danlayanan publik tetap dijaga sebagaibagian dari upaya menjaga dayabeli masyarakat dan kualitaspelayanan. Pemerintah melakukanevaluasi menyeluruh terhadap setiappos belanja,guna memastikan bahwaanggaran yang tersediamemberikan manfaat nyata danlangsung dirasakan olehmasyarakat.Sampai dengan 31 Desember2025, realisasi belanja mencapaiRp126,44 triliun atau 96,98% daritotal pagu Rp130,38 triliun. Angkaini terdiri atas belanjaKementerian/Lembaga sebesarRp44,38 triliun (94,73%) danTransfer ke Daerah Rp82,05 triliun(98,24%).Hingga 31 Desember 2025,realisasi belanja pemerintahpusat mengalami kontraksisebesar 18,61%.Penurunan ini terutamadisebabkan oleh kontraksi padabelanja barang sebesar 43,58%dan belanja modal sebesar 22,87%.Realisasi TKD s.d 31 Desembertahun 2025 mengalamipertumbuhan sebesar 0,73%dibandingkan tahun 2024. RealisasiTKD ditopang oleh pertumbuhanpenyaluran Dana Bagi Hasil (DBH)dan Dana Alokasi Umum (DAU)secara yoy. Dana Alokasi Khusussecara keseluruhan mengalamikontraksi sebesar 5,51%dibandingkan tahun 2024. Selainitu, Dana Desa mengalamikontraksi sebesar 9,50% dan DanaInsentif Fiskal mengalami kontraksisebesar 37,78% secara yoy.


7Treasury UpdateKinerja APBDBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Pendapatan daerah konsolidasi s.d31 Desember 2025 terealisasisebesar Rp112,25 triliun atau 82,41%dari target konsolidasian Rp136,21triliun. Realisasi ini mengalamikontraksi sebesar 12,8% (yoy)disebabkan penurunan nilai realisasitransfer ke daerah mencapai 14,21%atau lebih rendah Rp11,37 triliundibandingkan pendapatan transfertahun lalu. Hal ini merupakandampak efisiensi penyaluranTransfer ke Daerah yang disalurkanmelalui APBN, yaitu DAK Fisik danpenghentian penyaluran Dana DesaNon Earmark Tahap II.Perda Pajak Daerah dan RetribusiDaerah (PDRD)Sesuai dengan ketentuan pasal 94 UUHKPD, pelaksanaan pemungutan PDRD didaerah harus diatur dan ditetapkandalam satu Peraturan Daerah (Perda)PDRD. Seluruh Pemerintah Daerah diProvinsi Jawa Timur telah menetapkanPerda PDRD sejak awal tahun 2024.Perda PDRD beserta perangkatpendukungnya harus diselesaikan secaratepat waktu karena merupakaninstrument krusial guna mengantisipasipotential loss PAD dan mendorongpeningkatan kemampuan keuangandaerahPendapatanDaerahBelanja Daerah& TransferBelanja Daerah dan Transfer s.d 31Desember 2025 terealisasiRp104,16 triliun atau 71,87% daripagu konsolidasian Rp144,93triliun. Kinerja Belanja dan Transfermengalami kontraksi 20,83% (yoy)hal ini disebabkan oleh kontraksiseluruh jenis belanja, hanyabelanja subsidi yang masihmengalami pertumbuhan positif.KinerjaPajakKonsumtifTop 4 Pajak DaerahPajak HotelRp1,03 MPajak HiburanRp754,64 JtPajak RestoranRp7,49 MPKBRp4,41 T(proporsi 15,86%dari total PajakDaerah)PBBP2:Rp3,17 T(proporsi 11,4%dari totalPajak Daerah)PBJT Rp4,98 T(proporsi 17,91%dari total PajakDaerah)Pajak BPHTB:Rp3,12 T (proporsi11,24% dari totalpajak daerah)KomposisiPendapatan AsliPendapatandari DanaTransferTKD masih mendominasipendapatan pemerintah daerahdengan proporsi 61,18% terhadapkeseluruhan pendapatan pemdakonsolidasian.Realisasi: Rp68,68 T (78,77% daritarget)Pendapatan Asli Daerah(PAD)Realisasi : Rp43,37 T (88,85%)Mengalami kontraksi sebesar 10,62%(yoy) hal ini dikarenakan seluruhjenis PAD baik dari pajak daerah,Lain-lainPendapatan DaerahKontribusi utama dari Pendapatanlainnya, utamanya berasal dariLain-lain Pendapatan , danPendapatan dana KapitasiJaminan Kesehatan nasional (JKN)pada Fasilitas Kesehatan TingkatPertama (FKTP), kedua jenisbelanja lainnya mengalamipertumbuhan positif.Realisasi: Rp203,62 M (99,67% daritarget)Pajak RokokRp2,76 Thasil pengelolaan KND, mengalamipenurunan, hanya PendapatanLainnya yang mengalamipertumbuhan.


8Inflasi Jawa Timur s.dBulan Desember 2025Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Treasury UpdateSumber: BPS Jatim (Olah) rilis 1 Desember 2025Nilai TukarPetanidanNelayanJawaTimurBulan Desember 2025Grafik Inflasi Jatim (yoy) (Dalam %)Grafik Nilai Tukar Petani dan Nelayan Tahun 2023-2025Inflasi Jawa Timur bulanDesember terkendali sebesar2,93% (yoy), masih berada padarentang target inflasi tahun 2025yaitu 2,5%+1 . Pemerintah terusmelakukan Program IntervensiPasar dalam upaya menjagastabilitas harga beras dan hargakomoditas strategis untukmenjaga daya beli masyarakat.Pendorong Inflasi secara (yoy)kelompok mengalami inflasitertinggi yaitu dari kelompokMakan, Minuman, Tembakausebesar 4,19%, komoditas emasperhiasan mengalami inflasitertinggi sepanjang tahun 2025,yaitu sebesar 66,68% denganandil inflasi 0,92%. Sementarakomoditas beras, cabai rawit, dandaging ayam ras menjadikomoditas bahan pangan yangmenjadi pendorong utama inflasitahun 2025.Nilai Tukar Petani (NTP) ProvinsiJawa Timur mengalami kenaikantertinggi yaitu sebesar 3,95%dibandingkan bulan lalu. Hal inidipicu oleh kenaikan NTP disubsektor Hortikultura yang naiktertinggi sebesar 32,88%.Komoditas yang memicu kenaikanIndeks Harga yang Diterima Petani(It) pada bulan Desember 2025 diantaranya adalah cabai rawit,bawang merah dan gabah.Sedangkan komoditas yangmemicu kenaikan Indeks Hargayang Dibayar Petani (Ib) adalahkomoditas bawang merah, cabairawit dan daging ayam ras.Nilai Tukar Nelayan (NTN) di JawaTimur bulan Desember 2025sebesar 98,93, menunjukkankenaikan sebesar 2,92% (mtm),meskipun tumbuh namun nilaitukar nelayan sepanjang tahun2025 secara keseluruhan di bawahangka 100, hal ini menunjukkanpendapatan yang diterimanelayan dari hasil tangkapannyalebih kecil daripada biayapengeluaran mereka untukkebutuhan hidup dan biaya usaha.


9Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Treasury UpdateDengan kata lain, daya beli nelayanmenurun dan kesejahteraanmelemah. Beberapa penyebab NTNmelemah ini karena menurunnyapenghasilan tangkapan dari laut,dan lonjakan harga bahan bakar,perlengkapan kapal, perawatan,dan biaya logistik juga membuatbiaya melaut menjadi lebih besar.Meskipun harga ikan di pasar naik,keuntungan bersih nelayan bisajadi lebih kecil dibandingkan biayayang dikeluarkan nelayan itusendiri. Selain itu, kebutuhan rumahtangga nelayan (pangan, barangkonsumsi,dan pengeluaran sehari-hari)kerap kali mengalami inflasi,yang menaikan beban biayahidup para nelayan. Sampaidengan November 2025, nilaiekspor mencapai US$27,63 miliar,mengalami peningkatan sebesar15,33% (yoy) dibandingkanperiode yang sama tahun yanglalu. Nilai impor sampai denganNovember 2025 mencapaiUS$26,68 miliar, menurun sebesar3,42% (yoy) dibandingkanperiode yang sama tahunanggaran yang lalu.Neraca Perdagangan Jawa Timursecara akumulatif kembalimengalami Surplus, ditopang olehkinerja perdagangan sektornonmigas yang cukup baikmengalami surplus. Surplusperdagangan pada sektornonmigas mencapai US$4,71 miliar.Sementara itu, kinerja sektor migasmasih mengalami defisit, sehinggasektor migas perlu dilakukanperbaikan agar neracaperdagangan Jawa Timur dapatbertahan surplus.NeracaPerdaganganNovember 2025Grafik Neraca Perdagangan Nov’ Tahun 2024-2025 Grafik Ekspor-Impor Nov’ 2024-2025Sumber: BPS Jatim (Olah), rilis 3 November 2025


10KinerjaPenyaluranKreditProgramBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Treasury UpdatePenyaluran Kredit Program s.d. 31Desember 2025 mencapai sebesarRp47.374,93 miliar kepada 1.214.020debitur yang terdiri dari KURsebesar Rp45.270,63 miliar kepada845.784 debitur, dan UMi sebesarRp2.104,30 miliar kepada 368,236debitur.Sektor dominan penyerap KreditProgram di Jawa Timur adalah SektorPerdagangan Besar dan Eceransebesar Rp19,63 triliun kepada673.850 debitur, disusul SektorPertanian, Perburuan dan Kehutanansebesar Rp17,06 triliun kepada365.288 debitur, dan Sektor IndustriPengolahan sebesar Rp3,24 triliunkepada 58.254 debitur.Penyaluran KUR terbesar dilakukanoleh Bank Rakyat Indonesiamencapai Rp31,81 triliun (70,28%)kepada 727.431 debitur (86,01%),dan oleh Bank Mandiri mencapaiRp5,71 triliun (12,60%) kepada 53.276debitur (12,60%).Penyaluran Kredit ProgramBerdasarkan SkemaSampai dengan 31 Desember 2025,penyaluran Kredit Program di JawaTimur berdasarkan skema masihdidominasi Skema Mikro sebesarRp33,07 triliun (69,80%) kepada784.509 debitur (64,62%) dan diperingkat kedua Skema Kecilsebesar Rp11,31 triliun (23,87%)kepada 48.481 debitur (3,99%).Penyaluran Kredit ProgramBerdasarkan SektorKinerja Penyaluran KURper BulanGrafik di atas menunjukkanPenyaluran KUR pada bulanDesember 2025. Penyaluran KURmengalami penurunan jikadibanding bulan sebelumnya. KURyang disalurkan pada Desember2025 mencapai Rp3,61 triliunpenurunan 9,93% (mtm), danjumlah penerima KUR menjadi62.441 debitur penurunan 9,92%(mtm) dibanding November 2025.Penyaluran KURBerdasarkan Bank PenyalurKinerja Penyaluran UMiper BulanGrafik di atas menunjukkan dataUMi tiap bulan. Penyaluran UMipada bulan Desember 2025.Realisasi penyaluran UMi padaDesember 2025 sebesar Rp4,03miliar mengalami penurunan98,66% (mtm) dengan jumlahpenerima sebanyak 1.115 debiturmengalami penurunan 97,89%(mtm) dibanding November 2025.


kanal konsultasiLayananKantor Wilayah Ditjen PerbendaharaanProvinsi Jawa Timurdjpb.kemenkeu.go.id/kanwil/jatim/id/ @djpbjatim Kanwil DJPb Provinsi Jawa TimurSeluruh layanan Kantor Wilayah DitjenPerbendaharaan Provinsi Jawa Timur GRATIS1 Hari Kerja 5 Hari Kerja 3 Hari Kerja5 Hari Kerja 3 Hari KerjaRevisi DIPAK/L DaerahPengajuanRegister HibahPenetapan MPPNBPPersetujuanPermintaan UPPersetujuanPemberian TUPSecara lebih lanjut dapat menghubungiContact Center HAI DJPB14090 Ext 1


Sajian Inspirasi12Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Ujung Tombak Perbendaharaandi Jawa TimurUjung Tombak Perbendaharaandi Jawa TimurMenakarKinerja APBN 2025dalamMembangun Fondasidan Menjaga Amanah NegeriTahun 2025 menjadi fase penting dalam pengelolaanAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),sekaligus menandai awal pemerintahan baru denganberbagai tantangan dan penyesuaian kebijakan. Ditengah dinamika transisi, ketidakpastian global, sertatuntutan percepatan pembangunan yang inklusif, APBNdiharapkan tetap bekerja sebagai fondasipembangunan dan penopang stabilitas ekonomi.Untuk melihat bagaimana APBN 2025 dijalankan danberdampak nyata di Jawa Timur, redaksimewawancarai pimpinan Kanwil Direktorat JenderalPerbendaharaan Provinsi Jawa Timur. Berikutrangkuman pandangan, pengalaman, serta refleksistrategis mengenai kinerja APBN, kualitas belanja,sinergi pusat–daerah, hingga pelajaran penting yangmenjadi bekal menyongsong APBN 2026.Bagaimana Bapak melihatrealisasi dan dampak APBN tahun2025 di Jawa Timur, khususnyadalam mendukung programstrategis nasional? Apa capaianterukur atau indikator yang bisamenjadi sorotan utama bahwaAPBN telah bekerja efektif sebagaifondasi pembangunan di tahunini?Terima kasih teman-temanredaktur. Pertanyaan ini cukupstrategis dan fundamental.APBN 2025 adalah tahunpertama pemerintahan baru dibawah kepemimpinan PresidenPrabowo dan Wakil PresidenGibran. Meskipun ada transisi,yang berbeda tapi juga tidaktotally different dengan yangsebelumnya, kesinambungantetap terjaga dengan adanyapengembangan programprioritas utama yang tercermindalam APBN.Pemerintahan baru inimenekankan peran aktif negaradalam mengelola APBN.Pendekatannya didasarkan padatiga pilar: pertumbuhan ekonomiyang tinggi, pemerataan hasilpembangunan, dan stabilitasnasional. Strategi yang digunakanadalah sinergi antara kebijakanfiskal, keuangan, dan investasi.Di tahun 2025, APBN didesain untukmendanai beberapa programstrategis nasional yang sejalandengan janji kampanye, sepertimakan bergizi gratis, sekolahrakyat, dan medical check-upgratis.Saiful IslamKepala Kanwil Direktorat JenderalPerbendaharaan Provinsi Jawa Timur


13Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian InspirasiUntuk konteks Jawa Timur,beberapa target yang ditentukanuntuk tahun fiskal 2025 telahberhasil terlampaui.Dari sisi pendapatan, hingga 23Desember 2025, telah tercapaisekitar 78,83% dari target, atauRp224 triliun dari target Rp284triliun. Meskipun penerimaanperpajakan masih di bawah target,penerimaan dari bea cukai,terutama bea keluar, danPenerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP) justru melampaui target.Untuk bea keluar itu bahkancapaiannya sudah 288% dan PNBPitu di atas 150%. Overall,penerimaan kita memang belum100%, tapi kita lihat di sini sudahmemberikan kontribusi sekitar78,83% dari target yang ada.Dari sisi belanja, yang digunakanuntuk mendukung programprioritas nasional, realisasinya telahmencapai Rp121,9 triliun atau95,43% dari pagu Rp127 triliun.Realisasi belanja pemerintah pusatmencapai 92,6%, sementaraTransfer ke Daerah (TKD) sudahmencapai 97%. Hal ini menunjukkanadanya surplus anggaran di JawaTimur sebesar Rp102,376 triliun,sebuah pencapaian yang tidakdialami oleh banyak provinsi.Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur itusecara proaktif terlibat di dalammendukung program prioritasnasional. Kita di Direktorat JenderalPerbendaharaan turut melakukanpengawalan dan jugamengidentifikasi beberapa isuwalaupun tidak mencerminkanpelaksanaan APBN secarakeseluruhan, tapi perlu untukdiidentifikasi dan kemudiandipikirkan rekomendasi dan jalankeluar terbaik ke depannya sepertiapa.Satu lagi, kita juga mengawalprogram pendirian danpengoperasian dari KoperasiDesa Kelurahan Merah Putih(KDKMP) di wilayah Jawa Timur.Jadi, saya kira itu aksi nyata yangkita lakukan dalam rangka untukmendukung program prioritasnasional. In short, kita pahamapa yang menjadi programprioritas nasional yang itukemudian disokong oleh APBN.Kemudian kita cermati dinamikadari APBN yang ada di wilayahJawa Timur, baik dari sisipendapatan dan belanjanya,termasuk transfer ke daerahnya.Dan yang ketiga adalah kita turutmelakukan monitoring danevaluasi atas beberapa programprioritas nasional yangpendanaannya berasal dariAPBN. Tidak hanya progrespositifnya, tapi juga catatan atauhambatan yang ada di lapanganyang kita temukan.Salah satu peran Kanwil DJPbadalah mengorkestrasi belanjapemerintah pusat di daerah.Langkah strategis apa yangditempuh untuk memastikanbelanja Kementerian/Lembagadi Jawa Timur tidak hanyaterserap maksimal, tetapi jugaberkualitas (quality spending)?Quality spending saya maknaimelalui dua indikator utama,yaitu kesesuaian denganperencanaan dan efisiensibelanja. Pelaksanaan anggarandiharapkan berjalan sesuai DIPA(Daftar Isian PelaksanaanAnggaran) dengan deviasi danrevisi seminimal mungkin,sebagai cerminan bahwaprogram telah dirancang secaramatang sejak awal.Kepatuhan terhadap perencanaanmenjadi penting agar alokasianggaran dapat langsungdigunakan untuk mendanaikegiatan yang telah ditetapkan.Selain itu, efisiensi belanjadiwujudkan ketika output danmanfaat kegiatan dapat tercapaitanpa harus menghabiskanseluruh alokasi anggaran. Selamatarget, indikator, dan kebutuhananggaran telah teridentifikasidengan jelas, maka keberhasilanmenghasilkan output sesuairencana dengan penggunaananggaran yang tepat menjadiukuran kualitas belanja.Dalam mendukung hal tersebut,peran strategis dilakukan melaluipemantauan progres seluruhsatuan kerja. Pendekatan yangditerapkan mendorong rasa ingintahu internal untuk memastikankualitas belanja satuan kerja(satker), dengan mengidentifikasisatker yang berjalan sesuairencana maupun yang tertinggal.Praktik baik dari satker yang ontrack dijadikan pembelajaran,sementara satker yangmengalami kendala diajakberdialog untuk menemukansolusi. Dengan jumlah satker yangbesar, dilakukan pengelompokandan perlakuan yang berbedasesuai kebutuhan, baik melaluipenguatan, pendampingan,maupun apresiasi, sebagai upayamemastikan belanjaKementerian/Lembaga di JawaTimur berjalan semakinberkualitas.Terkait efektivitas Transfer keDaerah (TKD) dalam peningkatanlayanan dasar, bagaimanasinergi Kanwil DJPb denganPemerintah Daerah (Pemda)dalam memastikan TKD tahun2025 benar-benar menjadifondasi bagi peningkatankualitas layanan dasarpendidikan dan kesehatan, sertapemberdayaan ekonomi UMKM?


Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian InspirasiTransfer ke Daerah tetapmerupakan bagian dari keuangannegara. Pemerintah daerah adalahunsur pemerintah yang palingdekat dengan masyarakat,sehingga mereka yang paling tahukebutuhan di wilayahnya. Desainkebijakan bisa distandarisasi olehpemerintah pusat, tetapieksekusinya berada di tanganPemda.Dana desa, misalnya, sebagiandialokasikan secara spesifik(earmarked) untuk memastikanstandar layanan dasar di seluruhdesa di Indonesia sama. Namun,ada juga bagian yang tidak diearmark untuk memberikankeleluasaan bagi desa sesuaidengan kebutuhan lokal.Untuk pemberdayaan UMKM, kamimelihat bahwa jiwa kewirausahaanperlu ditumbuhkan di setiaplapisan masyarakat. Pemerintahdaerah dapat melakukannyamelalui berbagai perangkat yangmereka miliki. Di sisi lain,pemerintah pusat juga mendukungmelalui berbagai program danfasilitas pembiayaan. Sinergiantara pemerintah pusat, provinsi,kabupaten/kota, hingga desaharus terus dilakukan.Selama 6 bulan terakhir, kami aktifturun ke beberapa kabupaten dandesa, bekerja sama dengan BPKPdan Dinas PemberdayaanMasyarakat Desa. Kami berdialoglangsung dengan kepala desauntuk mengetahui progres,kendala, serta masukan darimereka. Salah satu masukanpenting adalah terkait validitasdata penerima bantuan sosial,dimana sering terjadi exclusionerror (yang berhak tidak dapat)dan inclusion error (yang tidakberhak malah dapat). Ini menjadicatatan penting bagi kami untukperbaikan ke depan.Menjaga kepercayaanmenuntut akuntabilitas yangtanpa cela. Sejauh manaimplementasi sistem digitalterintegrasi seperti SAKTI danpenguatan peran AparatPengawasan Intern Pemerintah(APIP) berhasil menjadi gardaterdepan dalam menjaga tatakelola APBN di Jawa Timur?Adakah cerita sukses spesifik ditahun ini?Saya sangat antusias untukbicara masalah ini. KementerianKeuangan memiliki sejarahpanjang dalam modernisasi dandigitalisasi pengelolaan APBN,bahkan sejak teknologi komputermulai dikenalkan pada sektorpublik. Kesadaran akanpentingnya pemanfaatanteknologi untuk menopangpengelolaan APBN telah munculsejak awal, seiringperkembangan teknologi global.Meski pada masa awal masihdihadapkan pada berbagaitantangan tata kelola, komitmenuntuk memodernisasi sistempengelolaan keuangan negaraterus berkembang.Amanat Undang-Undang Nomor 1Tahun 2004 tentangPerbendaharaan Negarakemudian mempertegaskebutuhan untuk menyelaraskanpengelolaan keuangan negaradengan kemajuan teknologiinformasi, guna menjawabtuntutan demokrasi, ekonomi, danteknologi modern.Dari landasan tersebut lahirgagasan pembangunan sistemkeuangan negara terintegrasimelalui proyek GovernmentFinancial Management andRevenue Administration Project(GFMRAP). Tujuannya adalahmembangun satu sistem tunggalyang mengelola penerimaan danbelanja negara secaramenyeluruh. Mengingatketerbatasan sumber daya danpengalaman, KementerianKeuangan menjalin kerja samadengan berbagai pihakinternasional dan mempelajaripraktik terbaik dari berbagainegara, untuk kemudiandisesuaikan dengan kebutuhanIndonesia. Fokus utama dari upayaini adalah mewujudkanakuntabilitas, dengan memastikankesinambungan data antaraperencanaan, pelaksanaan, danpertanggungjawaban APBN tanpaadanya perbedaan yang tidakdapat ditelusuri.Kesadaran tersebut melahirkansistem Integrated FinancialManagement Information System(IFMIS) yang menjaminpenggunaan data yang samadalam seluruh siklus APBN. Sistemini dilengkapi dengan kemampuantelusur yang kuat, didukung olehChart of Account yang seragam,sehingga setiap perubahan dantransaksi dapat dipantau secaradetail.14


Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian InspirasiInteroperabilitas sistem SPAN danSAKTI memungkinkan peningkatantransparansi, memudahkan audit,serta mendukung pencapaianopini Wajar Tanpa Pengecualian.Lebih jauh, sistem ini juga mampumendeteksi anomali data yangberpotensi fraud, sepertipenggelembungan tunjangan ataupembayaran gaji ganda, sehinggakerugian negara dapat dicegahdan dikembalikan ke kas negara.Untuk menajamkan peranBendahara Umum Negara didaerah, Kanwil DJPb jugabertindak sebagai Regional ChiefEconomist (RCE). Analisis danrekomendasi kebijakan konkretapa yang telah disampaikankepada para pemangkukepentingan di Jawa Timurselama 2025 untuk menjagastabilitas ekonomi regional danmemastikan APBN bekerja efektifsebagai instrumen peredamgejolak (shock absorber) ditengah tantangan inflasi dandinamika ekonomi global?Kami menjalankan fungsi analisisdan memberikan rekomendasikebijakan melalui beberapa areautama. Pertama, pemantauan danrekomendasi belanjaKementerian/Lembaga di JawaTimur dilakukan denganmemanfaatkan alat monitoringuntuk melihat progres pelaksanaanAPBN oleh satuan kerja. Melaluikegiatan rutin Spending Review,kami fokus pada satuan kerjadengan pagu besar atau programprioritas nasional, memantaupenyerapannya secara berkala,mendorong percepatan biladiperlukan, serta membantumencari solusi atas kendala yangdihadapi, termasuk fasilitasipercepatan sertifikasi SDMpengelola keuangan dan diskusitematik sesuai kebutuhan satker.Selain itu, kami melakukanpengawasan terhadap Transferke Daerah, termasuk DAK Fisik,DAK Nonfisik, dan Dana Desa.Dalam enam bulan terakhir,bersama BPKP dan DinasPemberdayaan Masyarakat Desa(DPMD), kami berdialog langsungdengan kepala desa di sejumlahkabupaten untuk memahamiprogres penyaluran Dana Desa,kendala di lapangan, sertamenghimpun masukanperbaikan kebijakan. Dari dialogtersebut muncul beberapacatatan penting, antara lainpersoalan validitas datapenerima bantuan sosial yangmemicu konflik di tingkat desa,kebutuhan fleksibilitaspenggunaan Dana Desa antaraskema earmark dan nonearmark agar lebih sesuaidengan kondisi lokal, sertakendala implementasi regulasiseperti PMK 81/2025 yangmenetapkan batas waktupengajuan Dana Desa tahapkedua (non-earmark) padapertengahan September.Akibatnya, menyebabkansejumlah desa kehilangankesempatan pencairan danatahap kedua.Di tengah ketidakpastianekonomi global, APBN berperansebagai peredam gejolak melaluipengelolaan fiskal yang disiplin,tepat waktu, dan efisien. Belanjapemerintah berfungsi sebagailokomotif yang mendorongpergerakan sektor lain, baik duniausaha maupun rumah tangga.Meski pengaruhnya terhadapinflasi dan gejolak global tidakdominan, peran APBN sebagaipenggerak utama perekonomiantetap krusial; ketika dikeloladengan baik, efek transmisinyamampu menarik sektor-sektorlain untuk bergerak dan tumbuhbersama.Sebagai penutup, berkaca dariseluruh dinamika pelaksanaanAPBN 2025, apa pelajaranterpenting yang dapat dipetik?Dan untuk menyongsong APBN2026, fokus atau terobosan apayang akan menjadi prioritasKanwil DJPb Jawa Timur untukmemastikan fondasi ekonomiregional semakin kokoh dankepercayaan publik terhadappengelolaan keuangan negarasemakin kuat?Pelajaran penting sepanjangtahun 2025 menunjukkan bahwapengelolaan APBN menuntutpendekatan yang semakinadjustable dan dinamis. Sejakawal tahun, sejumlah kegiatannonprioritas diblokir sehinggamemaksa penyesuaian cepat atasrencana belanja yang telahdisusun. Dari total belanja APBNsebesar Rp3.621,3 triliun, dilakukanpenghematan sekitar Rp306,69triliun, baik pada belanja pusatmaupun daerah.15


16Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Kondisi ini menuntut pola kerjayang gesit agar kegiatan tetapberjalan dengan alokasi yangtersedia. Dalamperkembangannya, sebagiananggaran yang sempat diblokirdibuka kembali secara bertahappada semester kedua dengankriteria tertentu, sehinggapenyesuaian kembali harusdilakukan. Dinamika kebijakan inimenjadi pengalaman yang cukupunik di tahun 2025, tidak hanyabagi kementerian/lembaga pusat,tetapi juga pemerintah daerah dandesa. Bagi pemerintah desa,perubahan tersebut cukup terasa,terutama terkait Dana Desa nonearmark yang tidak lagi disalurkanpada tahap kedua, sehinggamemengaruhi rencana kegiatanyang sebelumnya telah disusun.Ke depan, pengelolaan fiskal diJawa Timur perlu semakin pekaterhadap dinamika sektor lain,seperti rumah tangga,perdagangan internasional, daninvestasi. Pemerintah di sektorpublik berperan sebagai katalisatoruntuk mendorong pergerakansektor-sektor tersebut melaluikoordinasi yang intensif, diskusirutin, serta pertukaran data daninformasi antara pengelola APBNpusat dan belanja daerah.Sinergi ini penting untukmendorong prioritaspembangunan daerah, termasukmendukung upaya Jawa Timurtumbuh di atas rata-ratanasional melalui peningkataninvestasi. Dukungan fiskal padatahap awal, penyelarasanperencanaan pembangunan,serta pemanfaatan data yangdimiliki pemerintah menjadibagian dari strategi bersama. Disisi lain, masukan dari kalanganakademisi dan peneliti berperansebagai pengamat independenyang memberikan koreksiberbasis metodologi dan temuanempiris. Dialog dengan pelakuusaha juga perlu diperluas agarekspektasi dan kebutuhan sektorswasta dapat dipahami secaralebih utuh.Pada akhirnya, dukungan dankepercayaan publik terhadappengelolaan keuangan negarabertumpu pada tata kelola APBNyang baik dan akuntabel.Transparansi serta komunikasiyang konsisten mengenai alokasidan pemanfaatan APBN di JawaTimur menjadi kunci agarmasyarakat dapat mengaksesinformasi secara mudah,memahami untuk apa dan dimana anggaran digunakan, sertamenumbuhkan kepercayaanterhadap pemerintah dalammengelola keuangan negara.Wawancara ini menunjukkanbahwa APBN bukan sekadarinstrumen fiskal, tetapi ruangpembelajaran bersama dalammengelola dinamika ekonomiyang terus berubah. Pengalamantahun 2025 menegaskanpentingnya kebijakan yangadaptif, sinergi lintas sektor, sertakomitmen kuat terhadap tatakelola yang transparan danakuntabel.Dengan peran Kanwil DJPb JawaTimur sebagai Bendahara UmumNegara di daerah sekaligusRegional Chief Economist, APBNdiharapkan terus hadir sebagaipenggerak ekonomi regional,peredam gejolak, dan fondasipembangunan yang berkeadilan.Ke depan, keterbukaan informasidan kolaborasi dengan seluruhpemangku kepentingan menjadikunci untuk menjaga kepercayaanpublik dan memastikan APBNbenar-benar bekerja untukkesejahteraan masyarakat JawaTimur.Sajian Inspirasi


Sajian Utama18Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Menguatkan Fondasi LewatKinerja Output APBN 2025Pilar pertama yang ditegakkanadalah akselerasi fisik dan ekonomi.Sepanjang tahun 2025, belanjamodal pemerintah pusat di JawaTimur telah berhasil merampungkanberbagai proyek infrastrukturstrategis. Pembangunan danpreservasi jalan serta jembatantidak hanya memperlancarkonektivitas logistik antarkabupaten/kota, namun jugamemberikan multiplier effect bagipemulihan ekonomi regional.Infrastruktur ini menjadi tulangpunggung bagi geliat UMKM danindustri lokal untuk bangkit lebihkuat pasca-tantangan ekonomiglobal.Di sisi lain, APBN hadir dengan wajahhumanis melalui penguatan kualitasSumber Daya Manusia (SDM).Investasi besar-besaran dialirkanuntuk perbaikan sarana pendidikan,mulai dari rehabilitasi gedungsekolah/madrasah hinggamodernisasi fasilitas perguruantinggi. Di sektor kesehatan,peningkatan fasilitas rumah sakitdan puskesmas terus didorong demilayanan kesehatan yang prima.Tak lupa, sebagai bentukperlindungan sosial, negarakonsisten menyalurkan berbagaisubsidi dan bantuan sosial yangtepat sasaran untuk menjagadaya beli masyarakat rentan,sembari terus memperkuatketahanan pangan melaluidukungan infrastruktur pertanian,irigasi, dan bantuan alat mesinpertanian (Alsintan) bagi parapetani Jawa Timur.Namun, pembangunan yangberkelanjutan tidak melulu soalbeton dan bantuan tunai. Tahun2025 juga menjadi momentumpenting bagi APBN untukmenunjukkan keberpihakannyapada kelestarian alam danidentitas bangsa. Di Jawa Timur,sebagian porsi anggarandimanifestasikan dalam upayakonservasi lingkungan yangmasif. Program rehabilitasi hutandan penanaman mangrove dipesisir utara dan selatan JawaTimur digalakkan demimencegah abrasi sertamendukung target penurunanemisi karbon.Menutup lembaran tahun anggaran 2025,kita patut melakukan refleksi mendalam atasperjalanan pengelolaan fiskal di wilayahJawa Timur. Mengusung semangat\"Menguatkan Fondasi Lewat Kinerja OutputAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) 2025\", pelaksanaan anggaran tahunini telah melampaui sekadar pencapaianangka persentase realisasi. Lebih dari itu,APBN telah bertransformasi menjadi berbagaiwujud pembangunan nyata yang menyentuhsendi-sendi kehidupan masyarakat, mulaidari perkotaan hingga pelosok desa di ujungtimur Jawa.Langkah ini adalah investasi hijauuntuk mewariskan lingkunganyang layak huni bagi generasimendatang. Selaras dengan itu,APBN turut merawat jiwa bangsamelalui pemeliharaan warisanbudaya nusantara. Alokasianggaran untuk revitalisasi cagarbudaya, pemugaran situssejarah, serta dukungan padadesa adat di Jawa Timur menjadibukti bahwa kemajuan ekonomitidak boleh menggerus kearifanlokal. Secara keseluruhan, kinerjaoutput APBN 2025 di Jawa Timurtelah meletakkan fondasi yangkokoh:ekonomi yang tumbuh, rakyatyang terlindungi, alam yanglestari, dan budaya yang terjaga.Melalui peran Kanwil DJPbProvinsi Jawa Timur dalammengawal akuntabilitasperbendaharaan, setiap rupiahuang rakyat dipastikan kembalimemberi manfaat sebesarbesarnya bagi kemakmuran BumiMajapahit.


PendidikanBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian UtamaCapaian Output APBN 2025di Jawa TimurInfrastruktur2.425 KMPembangunan/RenovasiJalan30.670 MPembangunan/RenovasiJembatan2.926 SRUntuk AirMinum yangAman208 UnitInfrastrukturKonektivitasTransportasiLaut114 UnitInfrastrukturKonektivitasTransportasiDarat2 UnitInfrastrukturKonektivitasTransportasiUdara17 KMPrasarana BidangKonektivitasPerkeretaapian19Ekonomi1.807 HektarPengembanganKawasanTanamanSemusim danTahunan940 IndustriDisertakandalam ProgramNilai Tambahdan Daya SaingIndustri5.095 KoperasiMendapatDukunganPemberdayaanKoperasi Daerah11.652 OrangTelahDiberdayakanuntuk KoperasiDaerah2.481.185 OrangMendapatFasilitas Pupukdan Pestisida272.246 SiswaMendapatBantuanPendidikanDasar danMenengah22.560MahasiswaMendapatBantuanPendidikanTinggi33 AtletMendapatPembinaanOlahragawanMuda13.219 OrangMendapatPelatihanBidangPertanian danPerikanan67.824 OrangMendapatPelatihanBidangKomunikasidanInformatikaPerlindunganLingkunganHidup500 HektarHutan Direhabilitasi90 HektarMangroveDirehabilitasi107.865 HektarKonservasiKawasan/RehabilitasiEkosistem1.400.775 KeluargaDibina untukPembangunanKeluargaBerencana787 UnitDisediakan untukPeningkatanKualitas Sarana danPrasaranaKesehatanKesehatan200,08 KM2KawasanDikembangkanuntukKetersediaanPanganBerkualitas


18Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian AspirasiAPBN SEBAGAI PENGUNGKITPERTUMBUHAN DAN KETAHANANEKONOMI JAWA TIMURpenulisSitti HajrahKanwil DJPb Jawa TimurKebijakan Fiskal 2025–2026:Menjaga Momentum Stabilitas,Mengakselerasi Daya Saing DaerahDi tengah pemulihan ekonomiglobal yang cenderung melandaidan meningkatnya ketidakpastiangeopolitik serta perdaganganinternasional, AnggaranPendapatan dan Belanja Negara(APBN) memegang peran strategissebagai instrumen utamastabilisasi sekaligus akselerasipertumbuhan ekonomi. LembagaInternational Monetary Fund (IMF)memproyeksikan pertumbuhanekonomi global menurun menujukisaran 3 persen pada 2026,dengan risiko yang berasal darifragmentasi perdagangan,kebijakan moneter global yangmasih ketat, serta volatilitas hargakomoditas energi. Sejalan denganitu, Lembaga World Bank menyorotipelemahan dinamikapertumbuhan global dantingginya ketidakpastiankebijakan yang berpotensimenekan investasi danperdagangan lintas negara.Perkembangan tersebutmenegaskan bahwa dinamikaglobal masih menjadi faktoreksternal yang signifikan bagikinerja perekonomian nasionalmaupun daerah.Dalam lanskap global tersebut,peran APBN menjadi semakinpenting sebagai jangkarstabilitas dan pengungkitpertumbuhan ekonomi di tingkatregional.Bagi Provinsi Jawa Timur sebagaisalah satu kontributor terbesarProduk Domestik Bruto nasionaldengan basis industri pengolahan,pertanian, perdagangan, danlogistik eksposur terhadapguncangan eksternal tercerminpada kinerja ekspor-impor, biayaenergi, dan arus investasi. Olehkarena itu, dukungan APBN melaluibelanja pemerintah pusat danTransfer ke Daerah (TKD) tidakhanya berfungsi menjagastabilitas ekonomi regional, tetapijuga menopang keberlanjutanpertumbuhan dan memperkuatperan Jawa Timur sebagai salahsatu motor utama pertumbuhanekonomi nasional.20


21Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian AspirasiAPBN 2025: Instrumen Stabilisasidan Fondasi Produktivitas DaerahAPBN 2025 dirancang untuk menjagakesinambungan pertumbuhanekonomi yang inklusif danberkelanjutan melalui penguatankualitas belanja negara. Di tingkatregional, Jawa Timur memperolehdukungan fiskal yang signifikanmelalui Dana Isian PelaksanaanAnggaran (DIPA)kementerian/lembaga dan TKD,dengan total alokasi sekitar Rp41,81triliun. Besaran alokasi tersebutmenegaskan peran APBN sebagaiinstrumen stabilisasi sekaligusdistribusi fiskal antar daerah.Dari perspektif fiskal regional, TKDberperan penting dalam menjagakesinambungan belanja pemerintahdaerah, khususnya pada sektorpendidikan, kesehatan, infrastrukturdasar, dan perlindungan sosial.Penyaluran TKD yang tepat waktuberfungsi sebagai automaticstabilizer dengan menjaga daya belimasyarakat, mengurangi volatilitasekonomi daerah, serta menopangaktivitas ekonomi lokal. Multipliereffect belanja daerah tercerminpada meningkatnya aktivitas sektorUMKM, jasa konstruksi, danperdagangan yang menjadi tulangpunggung perekonomian JawaTimur.Selain fungsi stabilisasi jangkapendek, APBN 2025 juga diarahkanuntuk memperkuat fondasiproduktivitas jangka menengahmelalui percepatan Proyek StrategisNasional (PSN) berbasis logistik dankonektivitas.Penguatan infrastrukturpelabuhan, jalan akses, dankawasan industri di Jawa Timurberkontribusi pada penurunanbiaya logistik dan peningkatanefisiensi rantai pasok. Dengandemikian, APBN 2025 tidak hanyamenjaga stabilitas, tetapi jugamembangun prasyarat strukturalbagi peningkatan daya saingekonomi daerah.APBN 2026: Katalis Pertumbuhandan Penguatan Daya SaingJawa TimurDalam kerangka kebijakan fiskal,APBN 2026 diarahkan sebagaiinstrumen untuk mendorongpertumbuhan ekonomi daerah ditengah ketidakpastian globalyang masih berlanjut. Pemerintahmenargetkan pertumbuhanekonomi nasional yang lebihtinggi dengan tetap menjagadisiplin fiskal dan keberlanjutanAPBN. Arah kebijakan APBN 2026yang menekankan ketahananpangan, penguatanperlindungan sosial adaptif, sertabelanja strategis diperkirakanmemberikan transmisi yang kuatterhadap perekonomian JawaTimur.Sebagai lumbung pangannasional dan basis industrimanufaktur, Jawa Timur beradapada posisi strategis untukmemaksimalkan dampakkebijakan tersebut.Dukungan fiskal pada sektorpertanian dan agroindustriberpotensi meningkatkan nilaitambah ekonomi daerah sekaligusmemperkuat ketahanan pangannasional. Di sisi lain, belanjainfrastruktur dan penguatan sumberdaya manusia akan meningkatkanproduktivitas tenaga kerja dan dayasaing industri, terutama dalammenghadapi penataan ulang rantaipasok global.PenutupSinergi kebijakan fiskal pusat dankebijakan pembangunan daerahmenjadi kunci penguatan peranJawa Timur sebagai salah satulokomotif pertumbuhan ekonominasional. APBN 2025 telahmemainkan peran penting dalammenjaga stabilitas ekonomi regionaldan memperkuat fondasiproduktivitas. Ke depan, APBN 2026berpotensi menjadi pengungkit yanglebih kuat bagi pertumbuhanekonomi Jawa Timur yang inklusif,tangguh, dan berdaya saing, apabiladiarahkan pada belanja berkualitasdan didukung oleh koordinasi pusat–daerah yang solid.


22Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian WartaSinergi Integritas danPemberdayaan EkonomiPartisipasi UMKM Binaan Kanwil DJPb Jawa Timurdalam Bazaar HAKORDIA 2025Peringatan Hari Anti KorupsiSedunia (HAKORDIA) tidak sematamenjadi momentum refleksi atasnilai-nilai integritas, melainkan jugamenjadi panggung nyata bagipenguatan ekonomi kerakyatan.Semangat inilah yang terpotretjelas di selasar Gedung KeuanganNegara (GKN) I, Surabaya, padaJumat (12/12/2025). Dalam rangkamenyambut HAKORDIA Tahun 2025,Perwakilan Kementerian KeuanganProvinsi Jawa Timur (KemenkeuSatu Jawa Timur) menggelarkegiatan strategis berupa BazaarUMKM.Kanwil Direktorat JenderalPerbendaharaan (DJPb) ProvinsiJawa Timur, sebagai salah satupilar utama Kementerian Keuangandi daerah, turut serta mengambilperan vital. Tidak hanya hadirsebagai inisiator kebijakan, KanwilDJPb Jawa Timur menerjunkanempat Usaha Mikro, Kecil, danMenengah (UMKM) binaanterbaiknya untuk berpartisipasi,berinteraksi, dan membuktikanketangguhan produk lokal dihadapan pasar yang potensial.Latar Belakang KegiatanBazaar UMKM HAKORDIA 2025merupakan salah satu bentuknyata komitmen KementerianKeuangan dalam mendukungpengembangan UMKM di JawaTimur. Melalui Nota Dinas KepalaPerwakilan KementerianKeuangan Provinsi Jawa TimurNomor ND-70/PWK.14/2025tanggal 8 Desember 2025, KanwilDJPb Jawa Timur mengirimkanempat UMKM binaan untukberpartisipasi dalam kegiatan ini.Tujuan utama pelaksanaanbazaar adalah memberikanruang bagi UMKM untukmemperkenalkan produkunggulannya kepadamasyarakat luas, memperluasakses pemasaran, sertameningkatkan kualitas dan dayasaing usaha.Selain itu, kegiatan ini jugamenjadi sarana interaksi antarpelaku UMKM binaan dari berbagaiunit vertikal KementerianKeuangan. Dengan adanyainteraksi tersebut, diharapkantercipta peluang kolaborasi danpenguatan jaringan usaha yanglebih luas.Profil Delegasi UMKM BinaanKanwil DJPb Jawa TimurBerdasarkan proses rekomendasidan kurasi, Kanwil DJPb JawaTimur mengirimkan empat UMKMbinaan dengan ragam produkyang merepresentasikan kekayaankuliner, mulai dari makanan berat,camilan, hingga minuman segar,yakni Darfen/Kangen Susu Mooyang dikelola AnggraeniRachmawatingsih dengan produksusu sapi murni, Sambal SultanSurabaya milik Afrian Sutomodengan aneka sambal kemasandan Kentang Mustofa,Roti Bang Zoel yang dikelola SulfaJauhari Hakim dengan pilihan roti,camilan, dan kopi, serta DamarFood yang dibawa Dwi Ulfadengan produk unggulan TahuWalik dan Dimsum.Gambar 1. Flyer Bazaar UMKM HAKORDIATahun 2025 di GKN Sby


Partisipasi UMKM dalam kegiatan inidibatasi sebanyak 12 tenant dariseluruh unit Eselon I KementerianKeuangan di Jawa Timur sebagaistrategi menjaga keseimbanganantara jumlah penjual dan potensipembeli, sehingga setiap UMKMmemiliki peluang optimal untukmencatatkan omzet. Seluruh fasilitasberupa booth, meja, dan kursidisediakan oleh Sekretariat BersamaKemenkeu Satu Jawa Timur, danseluruh biaya penyelenggaraanditanggung panitia agar UMKMdapat fokus pada promosi danpenjualan produk.Sajian Warta23Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Para pelaku UMKMmenyampaikan apresiasi ataskesempatan yang diberikan,karena kegiatan ini sangatmembantu dalam meningkatkanpenjualan dan memperkenalkanproduk. Namun, terdapatbeberapa masukan yangdiharapkan dapat menjadibahan perbaikan untuk kegiatanserupa di masa mendatang,antara lain:Keberlanjutan Kegiatan –UMKM berharap agar bazaardapat diselenggarakansecara rutin karenamemberikan manfaat besarbagi pengembangan usaha.Peningkatan Promosi –Disarankan adanyaseremonial khusus untukmemperingati HAKORDIA agarmenarik lebih banyakpengunjung.Edukasi Integritas – UMKMmengusulkan diadakannyaseminar terkait HAKORDIAuntuk memberikanpemahaman mengenaiintegritas dan pencegahankorupsi.Perluasan Peserta – Harapanagar lebih banyak UMKMbinaan yang dapatberpartisipasi sehinggatercipta keberagaman produkdan peluang kolaborasi.Makna Strategis KegiatanPartisipasi UMKM binaan dalamBazaar HAKORDIA 2025 bukansekadar aktivitas jual beli, tetapijuga mencerminkan sinergi antarapemerintah dan pelaku usahadalam mewujudkan tata kelolayang bersih dan berintegritas.Dengan mengangkat tema antikorupsi, kegiatan ini mengingatkanbahwa keberhasilan usaha tidakhanya ditentukan oleh kualitasproduk, tetapi juga oleh komitmenterhadap nilai-nilai integritas.Selain itu, kegiatan ini menjadibukti nyata bahwa pemberdayaanUMKM merupakan salah satuprioritas strategis dalammendukung pertumbuhanekonomi daerah. Melalui dukunganfasilitas, promosi, danpendampingan, UMKM diharapkanmampu berkembang menjadiusaha yang berdaya saing tinggidan berkontribusi terhadapperekonomian nasional.Total Omzet UMKMKanwil DJPb Jawa TimurRRpp 66..660066..000000,,--Analisis Capaian Ekonomi: Omzetyang MenggembirakanKeberhasilan bazaar tercermin daricapaian finansial yangmenggembirakan, di mana dalamsatu hari pelaksanaan empat UMKMbinaan Kanwil DJPb Jawa Timurmembukukan total omzet sebesarRp6.606.000,-, sebuah capaian yangimpresif mengingat durasi kegiatanyang terbatas dan segmentasi pasaryang spesifik.Tanggapan dan Masukan dariUMKMSecara umum, pelaksanaan bazaarberjalan lancar dan sesuai harapan.


Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Warta24Mengawal Transisi dan SinergiLangkah Strategis Kanwil DJPb Jawa Timurdalam Akselerasi KUR Perumahan danKredit KDKMPDi tengah gelombang transformasiekonomi nasional yangdicanangkan oleh pemerintahanbaru, peran perbankan dan otoritasperbendaharaan negara menjadisemakin krusial. Kantor WilayahDirektorat JenderalPerbendaharaan (Kanwil DJPb)Provinsi Jawa Timur mengambillangkah proaktif denganmenggelar\"Rapat KoordinasiProgres Penyaluran KUR Perumahandan Pembahasan Proposal KreditKoperasi Desa/Kelurahan MerahPutih (KDKMP)\"pada Selasa(2/12/2025) bertempat di AulaMajapahit, Gedung KeuanganNegara I, Surabaya. Forum inibukan sekadar pertemuanseremonial, melainkan sebuah HighLevel Meeting yangmempertemukan para pemangkukepentingan utama: DJPb,Perbankan BTN, BRI, Mandiri, BNI,Bank Jatim, dan Bank SyariahIndonesia (BSI).Agenda utama pertemuan inimenyoroti dua pilar pentingdalam penguatan ekonomikerakyatan, yaitu akselerasiKredit Usaha Rakyat (KUR)Perumahan dan dinamikapembentukan KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih(KDKMP). Kepala Kanwil DJPbJawa Timur, Saiful Islam (KepalaKanwil DJPb Provinsi Jawa Timur)dalam keynote speechmenegaskan urgensi forum inisebagai wadah identifikasibottleneck sekaliguspenyelarasan langkah strategisantara kebijakan fiskalpemerintah dengan eksekusi dilapangan oleh perbankan.Paparan Perbankan: Capaiandan TantanganBTN menegaskan kesiapaninfrastruktur untukmemperluas penyaluran KURPerumahan, didukungjaringan 16 kantor cabang diJawa Timur–Bali–Nusra.BRI Surabaya dan Malangmelaporkan realisasi KURPerumahan yang masih rendahdi sisi permintaan, sertakendala teknis KDKMP akibatsentralisasi pembiayaan ke PT.Agrinas. Tantangan utamamencakup keterlambatanjuknis, kesiapan fisik koperasi,dan masalah SLIK pengurus.BSI memperkenalkan aplikasi iKurma untuk mempercepatproses kredit secara digital danmenargetkan penyaluran Rp50miliar secara nasional.Bank Mandiri menyampaikanbahwa 17 koperasi yang telahdisetujui pembiayaannyaterpaksa ditunda akibatkebijakan baru.


Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Warta25BNI mengungkapkanketimpangan antara sisipenyediaan dan permintaanKUR Perumahan, sertaketerbatasan kuota subsidiyang menghambat realisasi.Bank Jatim menyoroti kendalakelayakan koperasi akibatriwayat kredit pengurus yangburuk dan kesiapan operasionalyang minim.Dinamika Fundamental KDKMP:Pergeseran dari Desentralisasi keSentralisasiRapat koordinasi ini menyorotiperubahan fundamental tata kelolapembiayaan KDKMP, dari skemadesentralisasi (bottom-up) yangmemungkinkan bank di daerahmemproses kredit langsung kekoperasi, menjadi skemasentralisasi (top-down). Kebijakanbaru tersebut mengalihkanpembiayaan melalui sindikasiperbankan kepada PT. Agrinas dibawah naungan KementerianPertahanan/TNI sebagaiaggregator, sehingga berdampaklangsung pada operasionalpenyaluran di daerah.Sebagai implikasinya, penyalurankredit bagi ribuan koperasi di JawaTimur berada dalam statuspenundaan, termasuk 17 koperasiyang semula siap akad massal diBank Mandiri serta proses kredit diBRI yang ditarik ke divisi pusat.Meski legalitas badan hukumkoperasi di Jawa Timur telahterpenuhi sepenuhnya, realisasipembiayaan masih menunggukejelasan arahan teknis terkaitperan perbankan daerah dalamekosistem baru yang melibatkanPT. Agrinas dan TNI AD.Tantangan Kualitas SDM danIntegritas Kredit PengurusKoperasiForum ini mengungkaptantangan mikro dalampenyaluran pembiayaan KDKMP,khususnya terkait kualitasintegritas kredit penguruskoperasi yang sebagian besarmerupakan kepala desa danperangkat desa. Perbankanmencatat banyak penguruskoperasi memiliki riwayat kreditbermasalah dalam SLIK OJK,terutama dari pinjaman onlinedan kredit konsumtif, yang secaralangsung menggugurkankelayakan koperasi untukmemperoleh fasilitas kredit.Selain persoalan integritas kredit,kesiapan operasional koperasijuga masih rendah, dengansekitar 75% koperasi belummemiliki usaha berjalan, sistemakuntansi memadai, maupunkantor fisik yang layak. Kondisi inidiperberat oleh skemapembiayaan yang saat ini lebihberfokus pada belanja modalpembangunan fisik, sementarapedoman pembiayaanoperasional dan modal kerjapascakonstruksi belum tersedia,sehingga menimbulkan risikoterhadap keberlanjutan usahakoperasi ke depan.Paradoks Penyaluran KURPerumahan: Ketimpangan Supplydan DemandPada pembahasan Kredit UsahaRakyat (KUR) Perumahanterungkap adanya ketimpanganantara sisi penyediaan (supply)dan permintaan (demand), dimana hingga 30 November 2025penyaluran KUR Perumahan diJawa Timur tercatat sebesarRp245,18 miliar kepada 124 debitur,dengan PT. Bank Tabungan Negara(BTN) Tbk mendominasi pangsapasar hingga 73%. Pertumbuhansisi supply yang melibatkanpengembang dan kontraktorberlangsung pesat seiring kuatnyaekosistem bisnis BTN, namun haltersebut belum diimbangi olehpenyerapan dari sisi demand yangmenyasar masyarakat atau UMKMuntuk renovasi rumah produktif.


Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Warta26Rekomendasi Strategis danLangkah Tindak LanjutMenanggapi dinamika tersebut,forum merekomendasikanperlunya harmonisasi dankejelasan regulasi, khususnyapenerbitan petunjuk teknispembiayaan operasional (Opex)KDKMP agar keberlanjutan usahakoperasi pascakonstruksi dapatterjamin. Selain itu, diperlukansolusi struktural ataspermasalahan SLIK pengurus desamelalui koordinasi lintas sektorbersama OJK, DPMD, dan DinasKoperasi, termasuk opsirestrukturisasi atau penguatanedukasi keuangan.Sebagai langkah tindak lanjut,perbankan didorongmengoptimalkan peran KDKMPsebagai agen Laku Pandai gunamembangun rekam jejak transaksikoperasi secara bertahap.Di sisi lain, forum jugamenekankan pentingnya eskalasidan penyesuaian kuota KURPerumahan melalui koordinasidengan kantor pusat, agarpotensi penyaluran kredit didaerah dengan kinerja tinggitetap terjaga dan tidakterhambat.Rapat koordinasi ini menegaskanbahwa keberhasilan programprioritas nasional seperti KDKMPdan KUR Perumahan tidak hanyabergantung pada ketersediaananggaran,tetapi juga pada kesiapanekosistem, kualitas sumber dayamanusia, dan konsistensi regulasi.Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timurberkomitmen untuk terusmengawal transisi ini,memastikan bahwa setiap rupiahuang negara memberikandampak nyata bagi kesejahteraanmasyarakat Jawa Timur. Sinergiyang terbangun dalam forum inidiharapkan menjadi modal kuatdalam menghadapi tantanganekonomi di tahun 2026mendatang.


EEDDIISSIITTEERRBBAARRUURCE Quarterly Report (KFR) Jawa TimurTriwulan III Tahun 2025Unduh Kajian Fiskal Regional Melaluis.kemenkeu.go.id/kfrdjpbjatimAtau Scan Barcode


28Penguatan KompetensiPengelolaan Keuangan Daerahdi Jawa Timurpengelolaan kas, dan praktik tatakelola anggaran yang lebih efektif.Potret Tantangan Fiskal Jawa Timur:Antara Ketergantungan danOptimalisasiDalam sesi Keynote Speechterungkap bahwa ketergantunganAPBD kabupaten/kota di Jawa Timurterhadap Transfer ke Daerah masihtinggi, rata-rata 62,25% pada tahunanggaran 2025, dengan disparitaskemandirian fiskal yang lebar antaradaerah, mulai dari Sumenep sebagaiyang paling bergantung hinggaSurabaya yang paling mandiri.Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian WartaCrashProgram 2025CrashProgram 2025Kantor Wilayah Direktorat JenderalPerbendaharaan (Kanwil DJPb)Provinsi Jawa Timur suksesmenyelenggarakan Crash ProgramPeningkatan KompetensiPengelolaan Keuangan Daerahbagi pemerintah daerah se-JawaTimur. Kegiatan ini berlangsungdalam empat batch pada 25–26November dan 2–3 Desember 2025di Aula Majapahit, GedungKeuangan Negara I Surabaya.Program ini merupakan langkahstrategis untuk memperkuatkapasitas fiskal daerah,meningkatkan kualitaspengelolaan anggaran, sertamendorong sinergi kebijakan fiskalpusat dan daerah.Crash Program ini dilaksanakanberdasarkan Nota DinasSekretaris Ditjen PerbendaharaanNomor ND-4042/PB.1/2025 danND-4152/PB.1/2025, yangmenekankan urgensipeningkatan kompetensipengelolaan keuangan daerah.Pemerintah daerah di Jawa Timurmenghadapi tantangan besar,seperti ketergantungan tinggipada Transfer ke Daerah (TKD),fluktuasi Pendapatan Asli Daerah(PAD), serta pola belanja yangmenumpuk di akhir tahun. Melaluiprogram ini, Kanwil DJPbberupaya memberikanpemahaman komprehensifterkait strategi fiskal,


Kondisi tersebut menegaskanperlunya penguatan PAD melaluirestrukturisasi pajak danrasionalisasi retribusi yang cerdas,sekaligus perbaikan pola belanjaagar lebih front-loading, merata,dan berkualitas guna menghindariidle cash serta memastikanstimulus fiskal memberi dampakekonomi lebih dini bagimasyarakat.Benchmarking Pengelolaan Kas:Belajar dari Best Practice PusatBenchmarking pengelolaan kas inimengajak peserta BPKADmempelajari best practicepemerintah pusat melaluipenerapan Treasury Single Account(TSA) dan prinsip pengelolaan kasmodern, mulai dari konsolidasisaldo kas secara real-time,perencanaan dan prakiraan kasyang presisi, hingga optimalisasisurplus dan mitigasi cashmismatch, agar pemerintahdaerah mampu mengelolalikuiditas secara aktif, efisien, danmemberikan nilai tambahmaksimal bagi keuangan daerah.Pemerintah pusat telah memilikimekanisme LLAT yang ketat untukmengatur batas waktupengajuan tagihan danpenyelesaian pembayaran gunamenghindari utang kepada pihakketiga yang dapat membebanianggaran tahun berikutnya.Melalui Crash Program ini,pemerintah daerah didoronguntuk mengadopsi disiplinserupa. Peserta diberikanpanduan praktis bagaimanamenyusun timeline akhir tahunyang tertib. Hal ini mencakuppercepatan penyelesaianpekerjaan fisik, batas akhirpengajuan Surat PerintahMembayar (SPM), hinggakedisiplinan administrasipertanggungjawaban. Denganmeniru pola LLAT pusat,diharapkan pemerintah daerahdi Jawa Timur tidak lagimengalami kepanikanadministrasi di bulan Desember,sehingga kualitas laporankeuangan tetap terjagaakuntabilitasnya.Monev dan\"Spending Better\":Fokus pada Hasil, BukanSekadar SerapanMateri Monev berlandaskansemangat Spending Bettermenegaskan bahwakeberhasilan pembangunantidak diukur dari serapananggaran semata, melainkandari kualitas belanja yang dinilaimelalui indikator kinerjakomprehensif seperti IKPA sertadidukung integrasi sistemperencanaan dan pengelolaankeuangan daerah agar setiapprogram terlaksana tepat waktudan menghasilkan output sertaoutcome yang berdampak nyatabagi kesejahteraan dan stabilitasekonomi daerah.29Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian WartaSimpulan: Menuju Sinergi yangKokohSecara keseluruhan, CrashProgram PeningkatanKompetensi PengelolaanKeuangan Daerah Tahun 2025 initelah meletakkan batu pijakanpenting bagi modernisasimanajemen keuangan di JawaTimur. Antusiasme peserta dariBAPPEDA dan BPKADmencerminkan komitmen kuatpemerintah daerah untuk terusberbenah.Tantangan ke depan memangtidak ringan. Fluktuasi ekonomiglobal, dinamika transfer kedaerah, dan tuntutan pelayananpublik yang prima mengharuskanpengelola keuangan daerahuntuk bekerja lebih adaptif daninovatif.Namun, dengan bekalpemahaman mengenai strategifiskal yang komprehensif, teknikpengelolaan kas yang modern,kedisiplinan langkah akhir tahun,serta paradigma spending better,optimisme untuk mewujudkantata kelola keuangan daerahyang akuntabel danmenyejahterakan bukanlah halyang mustahil.Sinergi antara Kanwil DJPbProvinsi Jawa Timur sebagairepresentasi KementerianKeuangan di daerah denganseluruh pemerintah daerah diJawa Timur diharapkan terusterjalin erat. Melalui peranRegional Chief Economist (RCE),Kanwil DJPb siap menjadi mitrastrategis dalam memberikanasistensi, data, dan rekomendasikebijakan. Kegiatan ini menjadibukti nyata bahwa kolaborasipusat dan daerah adalah kunciutama dalam membangun JawaTimur yang lebih maju, mandiri,dan sejahtera.Replikasi LLAT: Mengakhiri\"Drama\" Akhir TahunIsu krusial lain yang dibahas secaramendalam adalah ReplikasiLangkah-langkah Akhir Tahun(LLAT). November dan Desemberseringkali menjadi periode kritis dimana tagihan menumpuk, antreanpencairan memanjang, dan risikokesalahan administrasi meningkatdrastis.


Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Warta30Diseminasi KFRTriwulan III 2025Memperkuat Kebijakan DaerahBerbasis DataMeskipun kinerja fiskal regionalJawa Timur mengalamiperlambatan, perekonomian dankesejahteraan masyarakat JawaTimur tumbuh dengan baik. Hal initerungkap dalam kegiatan FocusGroup Discussion (FGD) RCEQuarterly Report (KFR) Triwulan IIITahun 2025 yang diselenggarakanKantor Wilayah Direktorat JenderalPerbendaharaan (Kanwil DJPb)Provinsi Jawa Timur pada hariSelasa (9/12/2025) di AulaMojopahit Gedung KeuanganNegara I, Surabaya. FGDdilaksanakan dalam rangkadiseminasi hasil KFR untuk agardapat menambahkebermanfaatan hasil kajian bagiPemerintah Daerah dan pihak yangberkepentingan.FGD dimulai pada pukul 09.00dipimpin oleh Saiful Islam selakuKepala Kanwil DJPb Provinsi JawaTimur.Kegiatan dihadiri peserta dariSKPD Pemerintah Provinsi JawaTimur, BPS Provinsi Jawa Timur,Kepala Kantor PelayananPemenuhan Gizi Surabaya, MataGaruda Jawa Timur, sertamahasiswa Universitas Airlangga.Diskusi dipandu oleh Abdullah(Kepala Seksi PPA II C)membahas mengenai capaiankinerja makroekonomi dankesejahteraan masyarakat, sertaperkembangan fiskal regionalyang disampaikan olehnarasumber Rabindhra Aldy(Kepala Bidang PPA II) dan Prof.Dr. Rudi Purwono (Expert dari FEBUniversitas Airlangga).Potret Makroekonomi danKesejahteraan MasyarakatRegional Jawa TimurJawa Timur memiliki peranstrategis terhadap perekonomiannasionaldengan kontribusi sebesar 14,44%merupakan tertinggi keduasetelah DKI Jakarta. Kinerjaperekonomian Jawa Timur masihtumbuh dengan baik denganpertumbuhan triwulan III tahun2025 sebesar 5,22% (yoy) yangditopang khususnya sektorindustri pengolahan, sektorperdagangan besar dan eceran,dan sektor pertanian.Perekonomian Jawa Timurdidukung dengan meningkatnyaekspor, inflasi yang terjaga dalamkisaran 2,5+1% (yoy), menurunnyaangka kemiskinan, angkapengangguran, tingkatketimpangan, dan meningkatnyaindeks pembangunan manusia.Sementara itu tingkatkesejahteraan petani dannelayan di Jawa Timur masihmenjadi pekerjaan rumah bagipemerintah untuk terusditingkatkan.


Realisasi Belanja Negara di JawaTimur hingga triwulan III 2025juga mengalami kontraksisebesar 6,88% (yoy) denganrealisasi sebesar Rp92,09 triliunatau 72,97% dari alokasi. KontraksiBelanja Negara disumbang olehBelanja Barang, Belanja Modal,DAK Fisik dan Dana Desa yangmengalami perlambatanrealisasi akibat adanya kebijakanefisiensi anggaran danperubahan kebijakan sarat salurDana Desa yang mengakibatkantertundanya proses pengadaanbarang/jasa dan pelaksanaankegiatan.Kinerja Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD)Konsolidasi Triwulan III 2025 jugamenunjukkan adanyaperlambatan dibanding periodeyang sama tahun sebelumnya.Pendapatan Daerah konsolidasimenurun 0,45% (yoy) karenamenurunnya PendapatanTransfer. Realisasi Belanja Daerahmengalami kontraksi 7,4%dibandingkan periode yangsama tahun sebelumnya.Kontraksi Belanja Daerahdisumbang Belanja Operasi,Belanja Modal, Belanja TakTerduga serta Belanja Transfer.Realisasi hampir semua realisasijenis belanja mengalamikontraksi kecuali Belanja Pegawaidan Belanja Subsidi.Hal yang menggembirakanadalah realisasi Pendapatan AsliDaerah (PAD) triwulan III 2025tumbuh 1,60% sehingga tingkatkemandirian daerah meningkatsedangkan tingkatketergantungan pemdaterhadap Dana Transfer menurundibanding tahun sebelumnya.Namun demikian secara umumtingkat ketergantungan pemdaterhadap dana transferpemerintah pusat masih relatiftinggi yaitu sebesar 61,22%.Di samping itu, realisasi BelanjaModal dan Belanja Barang danJasa masih rendah sehinggaperlu akselerasi dan pengaturanagar tidak menumpuk pada akhirtahun anggaran.Sajian Warta31Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Perkembangan Fiskal RegionalJawa TimurRealisasi APBN hingga triwulan III2025 menunjukkan adanyaperlambatan baik dari sisipendapatan maupun belanja. Jikadibandingkan periode yang samatahun sebelumnya mengalamiPendapatan Negara maupunBelanja Negara mengalamikontraksi. Pendapatan Negaraterealisasi sebesar Rp180,63 triliunatau 63,88% dari target, kontraksi1,98% (yoy). Kontraksi Pendapatandipengaruhi oleh menurunnyarealisasi Penerimaan Perpajakankhususnya PPh, PPN dan PPN BM,dan Bea Masuk. Sedangkanpenerimaan Cukai, PBB, PajakLainnya, Bea Keluar dan PNBPtumbuh dengan baik. Faktor yangmenyebabkan PenerimaanPerpajakan mengalami kontraksiantara lain adanya kebijakanpemusatan pembayaran danadministrasi WP Cabang,implementasi Coretax Systembelum optimal, penurunan volumeproduksi hasil tembakau golonganI, kenaikan restitusi/pengembalianpajak akibat peningkatan aktivitasekspor, menurunnya aktivitaskementerian/lembaga akibatkebijakan efisiensi serta pemusatanpembayaran gaji dan tunjanganprofesi guru.


32Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian WartaEvaluasi Akhir TahunMenjaga Kualitas Pelaksanaan Anggaran MelaluiSpending Review WilayahMenjelang penutupan tahunanggaran 2025, Kantor WilayahDirektorat JenderalPerbendaharaan (Kanwil DJPb)Provinsi Jawa Timur kembalimemperkuat perannya sebagaiRegional Chief Economist (RCE)dan pengawal keuangan negara didaerah. Kanwil DJPb Jawa Timurmenggelar kegiatan PenyampaianLaporan Spending Review TingkatWilayah Periode Triwulan IV Tahun2025 pada Kamis (18/12/2025).Kegiatan yang dilaksanakansecara daring melalui MicrosoftTeams ini dihadiri oleh 30 satuankerja (satker) lingkup Kanwil DJPbJawa Timur dan dibuka secararesmi oleh Kepala BidangPembinaan Pelaksanaan AnggaranI, Wahidin.Dalam sambutannya, Wahidinmenekankan bahwa SpendingReview bukan sekadar ritualadministratif akhir tahun,melainkan sebuah instrumenvital untuk memastikan\"kesehatan\" belanja pemerintah.Sesuai dengan amanatPeraturan Menteri Keuangan(PMK) Nomor 62 Tahun 2023 yangtelah diubah dengan PMK Nomor107 Tahun 2024, fokuspelaksanaan anggaran kini telahbergeser dari sekadarpenyerapan menjadi kualitasbelanja (quality of spending).\"Kita tidak hanya mengejarangka realisasi, tetapimemastikan setiap rupiah APBNmenghasilkan outcome yangnyata bagi masyarakat JawaTimur,\"ujar beliau dalampembukaannya.Laporan Spending ReviewTriwulan IV 2025 ini menyorotiempat fokus utama: identifikasiinefisiensi akun, evaluasi realisasirendah, analisis belanjaperjalanan dinas, serta efektivitasProgram Strategis Pemerintah.Berdasarkan data yang diolahdari aplikasi Sintesa dan OMSPAN,Kanwil DJPb Jawa Timurmenemukan sejumlah catatankritis yang perlu menjadiperhatian para Kuasa PenggunaAnggaran (KPA) di tahunmendatang.Salah satu sorotan utama dalamlaporan ini adalah penggunaanakun belanja barang nonoperasional lainnya (521119). Hasiltelaah menunjukkan adanyaindikasi penggunaan akun inisebagai \"kantongpenampungan\". Penggunaanakun ini memberikan sinyalperlunya penguatan detail dalampenyusunan anggaran.Penyesuaian proporsi realisasiakun 521119 yang lebihproporsional terhadap totalbelanja barang akanmencerminkan kematanganperencanaan satker, sehinggadukungan anggaran terhadaptugas dan fungsi menjadi lebihakuntabel dan tepat sasaran.Sebagai contoh kasus inefisiensi,laporan mencatat adanyapenurunan efisiensi yangsignifikan pada beberapakementerian/lembaga (K/L).Salah satunya terlihat padaKementerian Transmigrasi, dimana akun 5212 teridentifikasisebagai akun yang paling tidakefisien dengan realisasi hanyamencapai 9,98% (yoy). Temuanserupa juga didapati padaBadan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) yangmengalami penurunan efisiensidrastis pada akun 5331, denganrealisasi hanya 3,34%


Sajian Warta33Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025dibandingkan tahun sebelumnyayang mencapai 88,11%. Data inimenjadi sinyal peringatan agarperencanaan belanja operasionaldi masa depan lebih detail dantidak lagi mengandalkan akunakun\"sapu jagat\".Selain inefisiensi, Spending Reviewkali ini juga membedah akun-akundengan realisasi sangat rendahyang berpotensi menjadi idlemoney. Temuan spesifikmenunjukkan bahwa akun BelanjaModal Perjalanan Gedung danBangunan (533118) hanyaterealisasi sebesar 9%, dan BelanjaModal Pembuatan Sertifikat Tanah(531114) hanya mencapai 14%.Bahkan, pada Kepolisian NegaraRepublik Indonesia, akun BelanjaModal Pengurukan danPematangan Tanah (531115) hanyamenyentuh angka 5%.Rendahnya penyerapan padaakun-akun modal inimengindikasikan adanya kendalaeksekusi di lapangan atauperencanaan yang tidak matang.Dana yang tertahan di akun-akunini sejatinya bisa dialihkan (revisi)untuk kebutuhan lain yang lebihmendesak jika teridentifikasi lebihawal, sehingga manfaat APBN bisalebih optimal dirasakanmasyarakat.Isu klasik mengenai belanjaperjalanan dinas juga menjadibahasan hangat dalam diskusidaring tersebut. Analisis dilakukanterhadap 5 K/L dengan realisasiperjalanan dinas terendah. Secarastatistik, penyerapan yang rendah(berkisar 9-20%) bisa dimaknaisebagai efisiensi. Namun, polarealisasinya menunjukkan anomali.Pada Kementerian Pemuda danOlahraga serta Badan PanganNasional, misalnya, tidakterdapat realisasi belanjaperjalanan dinas sama sekalipada semester pertama(Januari-Juni/Agustus). Realisasijustru menumpuk di triwulanterakhir. Hal ini memunculkanpertanyaan: apakah ini murnipenghematan, atau justruindikasi kegiatan yang tertundadan dipaksakan berjalan di akhirtahun? Pola penumpukan di akhirtahun berisiko menurunkankualitas output kegiatan karenadilaksanakan dalam waktu yangsempit.Dalam konteks regional,Spending Review juga memotretcapaian tujuh isu strategis diJawa Timur. Kabar baik datangdari Program PAUD dan WajibBelajar 12 Tahun yangmencatatkan realisasi optimalsebesar 92%, menandakanperencanaan yang matang.Sebaliknya, Program PembinaanKetenagakerjaan dan ProgramPrasarana Strategis masihmencatatkan realisasi yangsangat minim, masing-masing5% dan 10%. Ketimpangan inimenjadi pekerjaan rumahbersama untuk memastikanprogram prioritas nasionalbenar-benar berjalan di daerah.Menutup kegiatan, Wahidin dantim penyusun laporanmenyampaikan sejumlahrekomendasi strategis. Satuankerja didorong untuk lebihmemanfaatkan teknologi digital,seperti pertemuan daring,sebagai langkah konkret efisiensianggaran. Selain itu, perbaikanpola penyusunan anggaranharus lebih mengedepankankebutuhan riil (based on actualneed) dan menghindari copypaste anggaran tahunsebelumnya. Diharapkan, hasilSpending Review ini menjadicermin bagi seluruh pengelolakeuangan di Jawa Timur untukmenyongsong Tahun Anggaran2026 dengan tata kelola yanglebih akuntabel, efisien, danberdampak.


34Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian WartaGERAKANEKONOMI DESACerita di Balik Pemantauan Pembangunan Fisik danImplementasi Program KDMP/KKMP di Kabupaten SidoarjoDi tengah upaya pemerintahmendorong kemandirian ekonomidesa, program Koperasi DesaMerah Putih (KDMP) hadir sebagaisolusi inovatif. Program strategisPemerintah Indonesia ini bertujuanmemberdayakan ekonomi desadan kelurahan dengan membentukkoperasi berbasis komunitas,menyediakan akses permodalan,membangun infrastruktur ekonomi(seperti apotek, gudang, coldstorage), dan menciptakan rantaipasok yang adil, yang diinisiasiuntuk meningkatkan kesejahteraanrakyat dari akar rumput, mengatasitengkulak, dan mendorongkemandirian ekonomi lokal dengandukungan dari Bank Himbara danberbagai kementerian.Berbagai dukungan regulasi daripemerintah mulai dari InstruksiPresiden, Keputusan Kementerianterkait, sampai dengan PeraturanKepala Daerah, telahmemberikan landasan hukumyang kuat bagi pelaksanaanprogram KDMP. Dukungan inimemastikan adanya kepastiankebijakan, sinergi antar instansi,serta arah yang jelas dalampengembangan koperasiberbasis digital di tingkat desa.Regulasi tersebut tidak hanyamengatur aspek kelembagaan,tetapi juga mencakup tata kelolaaset, mekanisme pembiayaan,dan integrasi dengan programpemberdayaan ekonomi lokal.Dengan kerangka regulasi yangkomprehensif, diharapkanimplementasi KDMP dapat berjalanlebih efektif, transparan, danberkelanjutan, sehingga mampumenjadi motor penggerakkemandirian ekonomi desa.Regulasi terakhir yang diterbitkanadalah Instruksi Presiden Nomor 17Tahun 2025 untuk mendukungpembangunan fisik gerai KDMP,yang menegaskan komitmenpemerintah dalam percepatanpenyediaan sarana dan prasaranakoperasi di tingkat desa. Inpres inimengatur kewajiban pemerintahdaerah untuk menyediakan lahanyang memenuhi standar,


35Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Wartamemastikan kelengkapandokumen legalitas, sertamemfasilitasi prosespembangunan agar sesuai dengantarget nasional. Selain itu, regulasiini juga mendorong sinergi lintassektor, termasuk koordinasi dengankementerian terkait, pemerintahdaerah, dan pihak swasta,sehingga pembangunan geraiKDMP dapat berjalan lebih cepat,terintegrasi, dan berkelanjutan.Adanya payung hukum yang jelas,diharapkan hambatan teknisseperti status lahan, biayapengurukan, dan perizinan dapatdiminimalkan, sehingga gerai KDMPdapat segera beroperasi danmemberikan manfaat nyata bagimasyarakat desa.Namun dalam pelaksanaanregulasi ini ditemui banyaktantangan, antara lainketerbatasan lahan sesuaiketentuan Instruksi Presiden 17Tahun 2025, di mana tidak semuadesa memiliki lahan dengan luasminimal 1.000 m² dan statuslegalitas yang jelas. Selain itu,sebagian lahan masih berstatusLahan Sawah Dilindungi (LSD),sehingga memerlukan prosespengalihan fungsi yang kompleksdan berisiko hukum jika tidakdilakukan sesuai prosedur.Tantangan lainnya adalah biayapengurukan (cut and fill) yangtidak ter-cover oleh anggaran PT.Agrinas Pangan, sehinggamenambah beban biaya bagipemerintah daerah dan koperasi.Di sisi pembiayaan, pengajuankredit ke bank juga terkendala olehpersyaratan SLIK OJK, yangmembuat akses modal menjaditerbatas. Hambatan-hambatan inimenunjukkan perlunya sinergi yanglebih kuat antara pemerintahpusat, daerah, dan pihak terkaituntuk memastikan pembangunanfisik gerai KDMP dapat berjalansesuai target dan memberikanmanfaat nyata bagi masyarakatdesa.Kondisi status danketersediaan lahan yanglayak/siap bangun (\"cleanand clear\") menjadipenghambat utamapembangunan fisik gerai. DiSidoarjo, dari 346 target lokasi,sebanyak 155 titikpembangunan gerai dari 346target lokasi (44,7%) beradadalam status “hijau\", yangmemerlukan intervensi beratseperti pengurukan (“cut andfill”), penyelesaian sengketahukum, atau peralihan statuslahan. Sementara itu, terdapat54 titik (15,6%) berstatus“merah\" karena ketiadaanTanah Kas Desa (TKD). Untukprogres pembangunan geraibervariasi dari 1%-25,98%, dimana KDMP Desa Bangahmemiliki progres paling tinggidi Sidoarjo (per 2 Desember2025).Adanya penundaan arusmodal kerja akibatketidakpastian regulasi. Selainitu, terdapat persyaratanadministratif perbankanterkait Sistem LayananInformasi Keuangan OJK (SLIKOJK) / kualitas catatan kreditpribadi dari pengurus KDMPsebagai dasar pencairanpinjaman KDMP.Risiko keberlanjutanoperasional (sustainabilityrisk) pasca-konstruksi,mengingat estimasi biayaoperasional danpemeliharaan gedungmencapai Rp8-10 juta perbulan tanpa adanyakepastian pendapatan usahayang memadai di fase awal.Selain hal tersebut, perlu jugaadanya regulasi yang mengaturharmonisasi / sinergi BUMDes danKDMP agar kehadiran KDMP tidakmematikan lini usaha yang telahdijalankan oleh BUMDessebelumnya, termasuk jugaaturan pembagiankewenangan/tugas antaraBUMDes dan KDMP.Pada tanggal 2 s.d. 5 Desember2025, Tim Kanwil DJPb Provinsi JawaTimur berkesempatan turut sertadalam kegiatan survei lapanganyang dilakukan oleh Tim DirektoratJenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal(DJSEF) Kementerian Keuanganuntuk mendapatkan gambaranterkait dukungan Pemerintah Daerah(Pemda) dan identifikasi hambatanpembangunan KDMP/KKMP diwilayah Kabupaten Sidoarjo.Kegiatan survei lapangan dilakukanpada 3 KDMP wilayah KabupatenSidoarjo yaitu KDMP Prasung, KDMPBangah, dan KDMP Tawangsari jugadilakukan koordinasi secaralangsung ke Kantor Dinas Koperasidan Usaha Mikro KabupatenSidoarjo.Beberapa hal yang perlu menjadiperhatian, yang diperoleh dari hasilsurvei lapangan antara lain:Adanya indikasi inefisiensi dalamrantai pasok yang direncanakan.Khusus di KDMP Prasungmenunjukkan harga komoditasdari BUMN pangan (seperti Bulogdan ID Food) justru lebih tinggidibandingkan harga pasar lain.


Patung SuroboyoKenjeran Surabaya


Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Khas38NNaassii TTeemmppoonnggKENIKMATANYANG MENAMPAR


Sajian Khas39Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Sebagaimana daerah lain di JawaTimur yang memiliki kuliner khas,Banyuwangi menawarkan kulineryang meskipun sederhana namunmemberikan kesan bagi Anda yangpertama kali menikmatinya. NasiTempong menawarkan sensasipedas yang gamblang, denganSambal Tempong sebagai ciri khasyang mengikat semua laukmenjadi hidangan yang komplit.Sebagai salah satu identitas kulinersehingga bagi sebagian orangtidak lengkap rasanyamengunjungi Banyuwangi jika tidakmenyicipi Nasi Tempong ini.Kata tempong ini sendiri dalamBahasa Osing (bahasaBanyuwangi) yang mempunyai arti“Tampar”. Ini menjadi nama yangtepat karena nasi tempongmempunyai karakter rasa yangseolah menampar kita. Dankarakter inilah yang mungkinmendasari penamaan NasiTempong ini. Mungkin juga kulinerini popular karena mewakilkankarakter masyarakat Banyuwangiyang lugas, sederhana dan berani.Rasa pedas yang kuat seolahmenjadi simbol keberanian danketegasan, sementarapenyajiannya yang sederhanamencerminkan kehidupanmasyarakatnya yang bersahaja.Konon, Nasi Tempong padaawalnya adalah menu makanansehari-hari masyarakat diBanyuwangi, bukan kuliner komersilyang banyak dijajakan. Terlihat darilauk yang disajikan biasanya terdiridari bahan-bahan yang lumrahdidapatkan dari kebun, sawah,ataupun dijual secara umum.Ditambah sambal mentah berikutbumbu yang sederhana pula.Perkembangan selanjutnyamembuat nasi tempong memilikiberagam lauk tambahan: ayam,ikan dan tahu-tempe demimenyesuaikan tingkatannya darimakanan sehari-hari menjadikuliner komersial.Saat ini, Nasi Tempong bukanhanya menjadi kuliner yangdijajakan kepada khalayak ramai,namun juga salah satu identitasBanyuwangi. Tidak hanya dijual diwarung kaki lima dan pinggirjalan, bahkan kini Nasi Tempongmenjadi menu yang bisaditemukan di restoran. Pundengan persebarannya, kini NasiTempong bisa Anda temui di luardaerah Banyuwangi.Seporsi Nasi Tempong biasanyaterdiri dari nasi putih hangatyang disajikan bersama berbagailauk dan sayuran rebus. Laukyang umum ditemui antara lainikan goreng (sering kali ikan lautatau ikan tawar), ayam goreng,tempe, tahu, atau telur dadar.Sayurannya cukup sederhana,seperti bayam, kacang panjang,daun singkong, dan tauge.Namun, bintang utama nasitempong adalah sambalnya.Sambal nasi tempong dikenalsangat pedas, segar, dan khas.Terbuat dari cabai rawit, bawangputih, terasi, tomat, dan perasanjeruk nipis, sambal ini tidakdimasak, melainkan diulekmentah. Inilah yangmenghasilkan rasa pedas tajamdengan aroma segar yang kuatdan berbeda dari sambal padaumumnya.Keunikan Nasi Tempong terletakpada keseimbangan rasanya.Pedasnya sambal berpadudengan gurihnya lauk gorengdan kesegaran sayuran rebus.Tidak ada rasa manis berlebihan,sehingga cita rasanya terasaapa adanya. Inilah yangmembuat nasi tempongdigemari berbagai kalangan, darimasyarakat lokal hinggawisatawan.Nasi Tempong Banyuwangibukan sekadar sajian nasidengan sambal pedas,melainkan perpaduan rasa,cerita, dan tradisi yang hidup darigenerasi ke generasi. Kenikmatanpedas segar sambal tempongyang “menampar” lidah berpadudengan kesederhanaan lauk dansayuran rebus, menghadirkanpengalaman makan yang jujurdan berkesan. Di balik sepiringNasi Tempong tersimpan kisahmasyarakat Banyuwangi yanglugas, bersahaja, dan beranimempertahankan cita rasa asli ditengah perubahan zaman.Karena itulah, mencicipi nasitempong berarti ikut merasakanwarisan budaya lokal yangautentik. Jika suatu hari Andaberkesempatan berkunjung keBanyuwangi—atau menemukanwarung Nasi Tempong di kotaAnda—jangan ragu untukmencobanya dan biarkansensasi pedasnya menjadikenangan kuliner yang takterlupakan.


MUSEUMTRINILMUSEUMTRINILDi tepian Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Ngawi menyimpan sebuah situs bersejarahyang menjadi saksi bisu perjalanan evolusi manusia purba: Museum Trinil. Terletak di DusunPilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, museum ini bukan hanya destinasi wisataedukatif, tetapi juga pusat penelitian paleontologi yang penting di Indonesia.Kab.NgawiKab.NgawiSajian Khas40Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025JEJAK EVOLUSIMANUSIA PURBADI TANAH NGAWI


Sajian Khas41Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Museum Trinil berakar dari penemuan fosil manusia purba oleh EugeneDubois, seorang dokter militer Belanda yang tertarik pada teori evolusi.Pada tahun 1891, Dubois menemukan fosil berupa atap tengkorak dan gigimanusia yang menyerupai kera di daerah Trinil. Setahun kemudian, iamenemukan tulang paha dari individu yang sama. Fosil ini kemudiandinamai Pithecanthropus erectus, atau manusia kera yang berjalan tegak.Salah satu daya tarik utamamuseum adalah monumen P.e175 m, yang menandai lokasipenemuan fosil Pithecanthropuserectus. Di halaman museum,pengunjung juga akan disambutoleh patung gajah purba dengangading besar, yang seringdijadikan spot foto olehwisatawan. Museum Trinil tidakhanya berfungsi sebagai tempatwisata, tetapi juga sebagai pusatedukasi dan penelitian. Banyakpelajar, mahasiswa, dan penelitidatang ke sini untuk mempelajarisejarah evolusi manusia dankehidupan purba di Jawa.Museum ini juga sering dijadikanlokasi studi lapangan olehinstitusi pendidikan dankomunitas ilmiah.Keberadaan museum ini sangatpenting dalam memperkenalkanilmu paleontologi kepadamasyarakat luas, terutamagenerasi muda. Melalui pameranfosil dan informasi sejarah,pengunjung diajak untukmemahami proses evolusi danpentingnya pelestarian situsarkeologi. Museum Trinil berjaraksekitar 15 km dari pusat KotaNgawi menuju arah Solo.Lokasinya cukup mudahdijangkau dengan kendaraanpribadi maupun transportasiumum. Tiket masuk museumsangat terjangkau,menjadikannya destinasi yangramah bagi semua kalangan.Fasilitas yang tersedia dimuseum meliputi area parkiryang luas, ruang pameran fosil,area bermain edukatif untukanak-anak, serta spot foto dantaman tematik.Pihak pengelola juga terusberupaya meningkatkan kualitaslayanan dan memperluas koleksimuseum agar tetap relevan danmenarik bagi pengunjung.Penemuan ini menjadi tonggakpenting dalam studi evolusimanusia dan menjadikan Trinilsebagai salah satu situs manusiapurba paling terkenal di dunia.Nama “Trinil” sendiri berasal darilokasi penemuan yang berada diantara tiga desa: Kawu, Ngancar,dan Gemarang, dengan “Nil”merujuk pada sungai. Gagasanuntuk mendirikan museum munculdari seorang warga lokal bernamaWirodiharjo, yang sejak tahun 1967mulai mengumpulkan fosil-fosilyang ditemukan di sekitar SungaiBengawan Solo. Koleksi fosil yang iasimpan di rumahnya kemudianmenjadi cikal bakal Museum Trinil.Pembangunan museum dimulaipada tahun 1982 dan diresmikanpada tahun 1991 oleh GubernurJawa Timur saat itu, Soelarso.Museum Trinil memiliki lebihdari 1.200 fosil , menjadikannyasalah satu museum paleontologipaling lengkap di Indonesia.Koleksi tersebut mencakup fosiltulang rahang bawah macan ,gigi geraham atas gajah ,tanduk kerbau dan banteng ,serta gading gajah purba .Fosil-fosil ini umumnyaberukuran lebih besardibandingkan dengan hewanmodern, menunjukkan bahwafauna purba memiliki ukurantubuh yang lebih masif .Sebagai situs bersejarah, MuseumTrinil menghadapi tantangan dalamhal pelestarian lingkungan dankoleksi. Erosi sungai, aktivitaspenambangan pasir, serta kurangnyakesadaran masyarakat terhadappentingnya situs purba menjadiancaman nyata. Oleh karena itu,kolaborasi antara pemerintahdaerah, komunitas lokal, danakademisi sangat diperlukan untukmenjaga keberlanjutan museum ini.Revitalisasi dan promosi yang lebihintensif juga dibutuhkan agarMuseum Trinil dapat dikenal lebihluas, baik di tingkat nasional maupuninternasional. Dengan potensi sejarahdan edukasi yang dimilikinya,Museum Trinil layak menjadi ikonwisata budaya dan ilmupengetahuan di Jawa Timur.Museum Trinil adalah bukti nyatabahwa Ngawi memiliki peran pentingdalam sejarah evolusi manusia. Daripenemuan fosil oleh Eugene Duboishingga berdirinya museum yang kinimenjadi pusat edukasi, Trinil telahmemberikan kontribusi besar bagiilmu pengetahuan dan pelestarianwarisan budaya. Bagi siapa pun yangingin menyelami jejak manusia purbadan memahami proses evolusi,Museum Trinil adalah tempat yangwajib dikunjungi.Di sinilah kita bisa melihat masa laluyang membentuk masa kini, danbelajar untuk menjaga warisansejarah bagi generasi mendatang.


Judul: Filosofi TerasPenulis: Henry ManampiringISBN: 979-623-346-931-9Penerbit: PT Kompas MediaNusantaraBuku Filosofi Teras karyaHenry Manampiring mengajakpembaca mengenal Stoisisme,sebuah aliran filsafat YunaniKuno, sebagai cara pandanguntuk menghadapi berbagaipersoalan hidup modern.Honest ReviewHenry Manampiring (Penulis)Alih-alih menyajikan filsafatsebagai teori yang rumit, buku inimenawarkan pendekatan praktisyang dekat dengan pengalamansehari-hari, mulai dari urusanpekerjaan, relasi sosial, hinggatekanan ekspektasi diri.Salah satu gagasan utama yangdibahas dalam Filosofi Terasadalah pembedaan antara hal-halyang berada dalam kendali kitadan yang berada di luar kendali.Dalam menghadapi masalah,pembaca diajak untuk terlebihdahulu mengenali batas tersebut.Pikiran, sikap, dan tindakanpribadi merupakan sesuatuyang dapat dikendalikan,sementara pendapat orang lain,hasil akhir suatu peristiwa, atausituasi eksternal sering kaliberada di luar kuasa kita.Kesadaran ini menjadi langkahawal untuk menghindari stresyang tidak perlu.Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Khas42


Honest ReviewTahapan berikutnya adalah caramenilai suatu peristiwa. Buku inimenekankan bahwa sebuahkejadian pada dasarnya bersifatnetral; reaksi emosional munculdari penilaian yang kita berikanterhadap kejadian tersebut.Dengan belajar mengelolapenilaian secara lebih rasional,emosi seperti marah, kecewa,atau cemas dapat diminimalkan.Pendekatan ini membantupembaca untuk meresponsmasalah dengan kepala dingin,bukan sekadar mengikuti luapanperasaan sesaat.Filosofi Teras juga menyorotipentingnya sikap penerimaanterhadap hal-hal yang tidak dapatdiubah. Penerimaan dalam konteksStoisisme bukan berarti menyerah,melainkan memahami realitas apaadanya agar energi dapatdiarahkan pada tindakan yanglebih bermakna.Pendekatan ini membantu pembacauntuk merespons masalah dengankepala dingin, bukan sekadarmengikuti luapan perasaan sesaat.Dari sini, pembaca didoronguntuk bertindak sesuai dengannilai-nilai kebajikan, sepertipengendalian diri, tanggungjawab, dan kejujuran. Secarakeseluruhan, Filosofi Terasmenawarkan kerangka berpikiryang membantu pembacamenjalani hidup dengan lebihtenang dan sadar. Buku inirelevan bagi siapa pun yangingin belajar menghadapimasalah secara lebih bijaksanadi tengah dinamika kehidupanmodern yang penuh tuntutan.“Some things are upto us, some thingsare not up to us”-EpictetusBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025 Sajian Khas43


Buletin East Java Treasury Edisi Agustus 2025 Sajian Nostalgia02DES202544Sajian NostalgiaKolasekegiatan Kanwil~2-3DES2025Crash Program PeningkatanKompetens i Pengelolaan KeuanganDaerah, merupakan langkahs t rategi s untuk memperkuatkapas itas fi skal daerah,meningkatkan kualitas pengelolaananggaran, ser ta mendorong s inergikebijakan fi skal pusat dan daerah.082025Har i Anti Korups i SeduniaDalam kegiatan ter sebutditekankan bahwa pencegahankorups i bukan hanya kewajibanhukum, tetapi juga tanggungjawab moral setiap individu.Koordinas i penyaluran KURPerumahan, mencakup pembahasanprogr e s penyaluran KUR Pe rumahan,kontribus i mas ing-mas ing bank, s e rtatindak lanjut be r sama untukmemas tikan program be rjalan e f ektifdan t epat sasaran.DESBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025


Sajian Nostalgia45DES2025Di seminas i Kajian Fi skal Regionalmembahas beragam i su penting, mulai dar i kondi s i makro ekonomi Jawa Timuryang tumbuh 5,22% dengan inflas i ter jaga, hingga tantangan s t ruktural seper tiper lambatan konsums i dan rendahnya produktivitas per tanian.Dialog Akhi r Tahun Anggaran 2025,Kegiatan ini membahas pemaparan perwakilan unit eselon dar imas ing-mas ing wilayah secara dar ing dan menyampaikan reali sas ipendapatan dan belanja negara sepanjang tahun 2025.31DES202509Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025


POJSOeniK!Sajian Kreasi46Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025DI ANTARA JJaarraakk ddaannJJaannjjiiKami berenam pernah percaya bahwa persahabatan adalah sesuatu yang abadi, hal yang taklekang oleh waktu, tak runtuh oleh jarak. Kami menamai diri kami Lingkar Senja, bukankarena kami selalu bertemu sore hari, tetapi karena kami yakin: senja adalah bukti bahwaperpisahan selalu punya keindahan sendiri.Ada aku, Arga; Bima yang keras kepala; Nara yang selalu tenang; Lila si penyimpan rahasia;Dito dengan tawanya yang pecah; dan Rani, yang paling berani bermimpi. Kami tumbuhbersama di kota kecil, berbagi bangku sekolah, mimpi-mimpi sederhana, dan janji yangdiucapkan sembarangan namun terasa sakral,“sepuluh tahun lagi, kita bertemu di tempat ini,”.Waktu berjalan seperti kereta yang tak pernah menunggu. Selepas kelulusan, hidup menarikkami ke arah berbeda. Bima merantau ke tambang di timur, Nara sibuk dengan duniaakademiknya, Lila bekerja di kantor yang menuntut senyap, Dito mengejar panggung demipanggung, Rani terbang ke luar negeri, dan aku… mencoba bertahan dengan mimpi yangsering goyah.Grup pesan kami perlahan sepi. Ucapan ulang tahun berubah jadi stiker. Sapaan hangattergantikan notifikasi singkat. Aku sering bertanya-tanya, apakah persahabatan juga bisakadaluarsa?Suatu hari, kabar itu datang. Dito mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari sebuahacara. Tidak parah, kata dokter, tapi cukup untuk membuat kami terdiam. Untuk pertamakalinya setelah bertahun-tahun, grup Lingkar Senja kembali hidup, bukan dengan tawa,melainkan kekhawatiran.


Sajian Kreasi47Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Entah siapa yang memulai, Rani mengusulkan satu hal sederhana,“Bagaimana kalau kitamenepati janji sepuluh tahun itu? Kita bertemu.”Dan seperti keajaiban kecil, semua setuju.Kami bertemu di bukit yang sama, tempat dulu kami sering duduk menunggu senja sambilmembicarakan masa depan. Banyak yang berubah. Rambut Bima lebih pendek danwajahnya lebih keras. Nara datang dengan mata lelah tapi senyum tulus. Lila masihpendiam, namun kini berani menatap mata saat bicara. Dito berjalan sedikit pincang, tapitawanya tetap paling keras. Rani pulang dengan cerita dunia yang luas. Dan aku, membawakegelisahan yang akhirnya bisa kulepaskan.Kami tidak langsung berbincang. Senja mengambil perannya lebih dulu, mewarnai langitdengan jingga yang pelan-pelan pudar. Dalam diam itu, aku sadar, persahabatan bukantentang seberapa sering bertemu, tetapi seberapa dalam kita saling mengingat.“Aneh ya,” kata Dito akhirnya,“kita berubah, tapi rasanya tetap sama.”Bima tersenyum kecil.“Mungkin karena kita tidak benar-benar pergi.”Kami tertawa. Ada haru yang tak perlu dijelaskan. Kami saling bercerita tentang kegagalan,tentang lelah, tentang mimpi masing-masing yang belum sampai. Tak ada yang menggurui,tak ada yang membandingkan. Kami hanya mendengar, seperti dulu.Saat malam turun, kami berdiri melingkar. Tidak ada janji muluk kali ini. Hanya satukesepakatan sederhana yaitu untuk saling hadir, meski tak selalu bersama.Ketika kami berpisah lagi, aku tahu satu hal dengan pasti. Persahabatan sejati tidakmenuntut jarak untuk dihilangkan, melainkan kepercayaan untuk tetap dijaga. Dan di antarajarak dan janji, selalu ada ruang untuk pulang.


POJSOeniK!Sajian Kreasi48Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025T I D A K A P A - A P A U N T U KB E R H E N T I S E J E N A KDi suatu pagi yang cerah, Kayla duduk di halte busdengan tas kerja di pangkuannya. Udara yang begitudingin hingga menusuk ke tulang rusuk, tetapipikirannya sudah penuh. Ia menatap layar ponsel,membaca ulang pesan-pesan yang belum sempat dibalas,daftar tugas yang menumpuk dan pengingat hariantentang hal-hal yang belum ia capai. Seperti biasa, Kaylamerasa pencapaian dirinya tertinggal dengan orang lain.Ia sering bertanya pada dirinya sendiri, kapan semua iniakan terasa cukup.Di usia yang menurut banyak orang sudah “seharusnya”,Kayla belum berada di titik yang ia bayangkansebelumnya. Teman-temannya terlihat melangkah lebihjauh—ada yang kariernya mapan, ada yang hidupnyatampak rapi dan berjalan dengan sempurna. Sementaradirinya masih berkutat dengan keraguan dan lelah yangtidak selalu bisa dijelaskan.Bus datang, dan Kayla naik tanpa semangat dalamdirinya. Di dalam, ia memilih duduk di dekat jendelapaling belakang. Pandangannya kosong, pikirannya sibukmemikirkan kesalahan-kesalahan lama. Ia menyesalikeputusan yang pernah diambil, peluang yangdilewatkan, dan keberanian yang tidak sempatdikumpulkan. Semua itu membuatnya merasa gagal,seolah hidupnya adalah serangkaian kekurangan. Saatbus berhenti mendadak karena lampu merah, pandanganKayla tertuju pada seorang ibu yang menggandeng anakkecil di trotoar. Anak itu berjalan tertatih, hampir jatih,tetapi sang ibu tidak memarahinya. Ia hanya tersenyumdan berkata,“Pelan-pelan, nggak apa-apa.” Kalimatsederhana itu entah kenapa menusuk hati Kayla.


Sajian Kreasi49Buletin East Java Treasury Edisi Desember 2025Ia menyadari, selama ini ia begitu keras padadirinya sendiri. Ia menuntut terus maju tanpa henti,memaksakan semua hal untuk dirinya, tanpamemberi ruang untuk lelah. Ia memaksa dirinyauntuk selalu kuat, tanpa benar-benarmendengarkan apa yang ia rasakan. Padahal,seperti anak kecil yang sedang belajar berjalan,wajar jika ia pernah jatuh, berhenti, bahkantersesat. Hari itu, untuk pertama kalinya, Kaylamemutuskan untuk berhenti sejenak. Saat jamistirahat, ia tidak membuka laptop dan melihatsemua daftar pekerjaannya. Ia hanya duduk,menarik napas dalam-dalam, dan membiarkandirinya merasakan lelah tanpa rasa bersalah. Iamenulis satu kalimat di catatan kecilnya: Akusedang berproses dan itu tidak salah.Sepulang kerja, Kayla berjalan lebih pelan daribiasanya. Ia tidak lagi membandingkan langkahnyadengan orang lain. Ia mulai menerima bahwa hiduptidak selalu berjalan lurus, dan bahwaketerlambatan bukanlah kegagalan.Malam itu, sebelum tidur, Kayla tersenyum kecilpada bayangannya di cermin. Untuk pertamakalinya, ia tidak menuntut apa pun dari dirinya danmelanjutkan hidup sebagaimana mestinya. Ia hanyaberkata,“Terima kasih sudah bertahan sejauh ini.”Dan di sanalah Kayla belajar, bahwa berdamaidengan diri sendiri bukan berarti menyerah. Justrudari penerimaan itulah, ia menemukan kekuatanbaru untuk melangkah pelan-pelan, tetapi denganhati yang lebih tenang.


Fiina MabrurohKPPN Surabaya IIDi kaki tebing karst yang menjulang gagah dandiselimuti hijaunya hutan, terhampar sawah-sawahpadi yang subur, berkilauan kehijauan. Bukansungai, bukan jalan raya, tetapi samudra biru yangluas membentang di ujung petak-petak sawah ini.FotografiSajian Kreasi50Candi Bajang Ratu merupakan salah satu strukturgerbang monumental peninggalan Majapahit,berfungsi sebagai pintu gerbang menuju area sucimasa pemerintahan Raja Jayanegara.Ahmad Alfian NursalimKPPN MojokertoDiambil di tengah perkebunan yang terkelola di Banyuwangi,foto ini menunjukkan deretan kendaraan off-road melaju disepanjang jalur tanah yang diapit oleh barisan pohon yangterawat dan rumput hijau subur. Komposisi ini menciptakanefek \"terowongan\" hijau, menyoroti keteraturan lingkunganyang ditanam manusia.Rifqi Ahmaddzun NadhorKPPN MalangBuletin East Java Treasury Edisi Desember 2025


Click to View FlipBook Version