The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa di mata pelajaran Pengukuran dan Pemetaan Lahan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ninitrachman, 2022-11-30 18:22:13

MODUL PEMBELAJARAN_ALAT PENGUKURAN DAN PEMETAAN LAHAN

Modul ini digunakan untuk menunjang pembelajaran siswa di mata pelajaran Pengukuran dan Pemetaan Lahan

Keywords: Alat Pengukuran dan Pemetaan

1

MODUL AJAR PENGUKURAN DAN PEMETAAN LAHAN

SATUAN PENDIDIKAN : SMKN 5 JEMBER
BIDANG KEAHLIAN
PROGRAM KEAHLIAN : AGRIBISNIS DAN AGRITEKNOLOGI
KONSENTRASI KEAHLIAN
FASE/ KELAS/SEMESTER : USAHA PERTANIAN TERPADU
ELEMEN/MATA PELAJARAN
PENULIS : MEKANISASI PERTANIAN

: F / XI/GASAL

: PENGUKURAN DAN PEMETAAN LAHAN
PERTANIAN

: NINIT KURNIAWATI RACHMAN, S.TP

INFORMASI UMUM

A. Tujuan Pembuatan Modul
Modul Pengukuran dan Pemetaan Lahan Pertanian ini dibuat dengan tujuan:

1. Menyediakan bahan ajar Pengukuran dan Pemetaan Lahan Pertanian yang sesuai dengan
Kurikulum SMK Pusat Keunggulan SMK Negeri 5 Jember dalam salah satu upaya
membimbing peserta didik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

2. Membantu peserta didik mendapatkan alternatif bahan ajar Pengukuran dan Pemetaan
Lahan Pertanian disamping buku-buku teks atau sumber belajar dari internet.

3. Memudahkan peserta didik belajar Pengukuran dan Pemetaan Lahan Pertanian di dalam
kelas maupun di luar kelas/sekolah.

4. Memudahkan peserta didik dan guru dalam melaksanakan pembelajaran Pengukuran dan
Pemetaan Lahan Pertanian.

2

3

Kompetensi Keahlian

A. Kompetensi Inti

1. KI-3 (Pengetahuan)

Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Alat Mesin Pertanian pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.

2. KI-4 (Keterampilan)

 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Alat Mesin
Pertanian. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

 Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2 Menganalisis jenis- 3.2.1 Menelaah jenis-jenis peralatan pemetaan lahan pertanian
jenis peralatan 3.2.2 Merinci jenis-jenis peralatan pemetaan lahan pertanian
pemetaan lahan

pertanian

4.2 Memeriksa peralatan 4.2.1 Memilih jenis-jenis peralatan pemetaan lahan

pemetaan lahan pertanian pertanian

4.2.2 Menggunakan jenis-jenis peralatan pemetaan lahan
pertanian

4

C. Tujuan Pembelajaran:
3.2. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat :
1. Menelaah jenis-jenis peralatan pemetaan lahan pertanian dengan tepat.
2. Merinci jenis-jenis peralatan pemetaan lahan pertanian dengan benar.
4.2. Melalui praktek, peserta didik dapat :
1. Memilih jenis-jenis peralatan pemetaan lahan pertanian secara mandiri dan bertanggung

jawab.
2. Menggunakan jenis-jenis peralatan pemetaan lahan pertanian dengan benar.
D. Materi Pembelajaran
1. Macam-macam jenis alat pengukuran dan pemetaan lahan pertanian
2. Merinci jenis-jenis alat pengukuran dan pemetaan lahan pertanian
3. Bagian dan fungsi jenis-jenis alat pengukuran dan pemetaan lahan pertanian
4. Penggunaan alat pengukuran dan pemetaan lahan pertanian

5

D. Materi Pembelajaran

1. Macam-Macam Jenis Alat Pengukuran dan Pemetaan Lahan Pertanian
Untuk melakukan pengukuran tanah, diperlukan beberapa alat yang menunjang agar
mendapatkan perhitungan yang tepat. Nantinya hasil perhitungan tersebut dapat berguna untuk
kepentingan seperti survey pemetaan pada permukaan bumi. Seperti yang kita ketahui,
bentuk relief permukaan bumi tidaklah rata, sudah sewajarnya jika kita memerlukan alat – alat
yang sesuai untuk menghitung dan mengetahui besarnya sudut dan jarak pada permukaan bumi.
Beberapa alat yang digunakan termasuk alat yang sederhana namun ada juga yang memerlukan
alat dengan teknologi yang lebih modern. Tingkat kesulitan alat yang digunakan tergantung
dari cara penggunaan dan komponen yang ada di alat tersebut. Berdasarkan modelnya, alat
ukur tanah dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu alat ukur sederhana, alat ukur optik,
dan alat ukur elektronik.
Alat ukur sederhana dapat digunakan untuk mengukur satu macam ukuran, alat ukur optik
menggunakan bantuan lenca optik untuk mendapatkan hasil pengukuran, sedangak alat ukur
elektronik merupakan alat ukur tanah yang memiliki ketepatan ketelitian paling tinggi sebab
dalam penggunaanya mempunyai komponen berupa infra merah. Untuk memahami alat ukur
tanah lebih mendalam, berikut ini nama – nama alat ukur tanah beserta cara penggunaannya.

Alat Ukur Sederhana
Disebut sederhana karena dalam menggunakan alat ini cukup mudah dan simpel, serta
penggunaan alat ukur ini hanya digunakan untuk mengukur satu macam ukuran saja. Alat –
alat tersebut yaitu:
1. Meteran

6

Meteran atau pita ukur biasanya berbentuk seperti pita yang memiliki panjang tertentu. Meteran
juga bisa disebut dengan rol meter, karena saat disimpan atau dalam keadaan tidak digunakan,
meteran akan digulung atau dirol. Terdapat 3 jenis meteran:
 Meteran yang berasal dari kain (metalic cloth): terbuat dari kain linen dan anyaman kawat

halus yang berasal dari tembaga atau kuningan.
 Meteran yang terbuat dari baja
 Meteran yang terbuat dari baja aloy (steel alloy): campuran baja dan nikel.
Fungsi dari meteran yaitu untuk mengukur panjang dan jarak. Biasanya satuan yang digunakan
terdapat 2 ukuran yaitu ukuran satuan metrik (mm, cm, m) dan satuan inggris (inch, feet, yard).
Pembacaan angka 0 ada yang dibaca tepat diujung meteran adapula yang dinyatakan pada jarak
tertentu di ujung meteran.
Cara menggunakan meteran cukup dengan merentangkan meteran dari suatu titik ke titik
lainnya pada suatu objek bidang yang akan diukur. Untuk mendapatkan hasil yang valid, ada
baiknya dilakukan oleh dua orang dimana salah satu berada pada titik awal atau angka 0 dan
yang lain bergerak menuju titik akhir perhitungan sekaligus membaca angka pada meteran pada
titik tersebut.

2. Kompas

Komponen utama yang ada di alat ukur ini yaitu jarum dan lingkaran berskala, dimana salah
satu ujung jarum tersebut dibuat dari magnet atau besi berani, bagian tengah jarum dipasang
sebuah sumbu sehingga jarum dapat bergerak bebas ke arah horisontal sesuai dengan arah

7

medan magnet bumi yaitu utara dan selatan. Ada baiknya menggunakan kompas yang memiliki
cairan nivo yang berfungsi menstabilkan gerakan jarum dan juga alat pembidik atau visir.
Fungsi dari kompas yaitu menentukan arah dari mata angin dan penunjuk arah terutama utara
dan selatan. Selain itu, kompas bisa juga sebagai penentu arah dari suatu titik ke titik lain yang
ditunjukan pada besaran azimut (besarnya sudut yang dimulai dari arah utara ke selatan),
membuat siku – siku dan mengukur sudut horisontal.
Cara penggunaan kompas yaitu pegang dan atur agar kompas dalam keadaan mendatar
sehingga jarum dapat bergerak dengan bebas. Jika kompas memiliki cairan nivo, usahakan
agar gelembung tepat berada di tengah.
3. Klinometer

Salah satu alat ukur sederhana ini digunakan untuk mengukur sudut elevasi antara garis datar
dengan garis yang menghubungkan sebuah titik yang terdapat di garis datar dengan titik puncak
sebuah objek. Secara keseluruhan klinometer untuk mengukur ketinggian atau panjang sebuah
objek dengan cara memanfaatkan sudut elevasi.
Fungsi klinometer adalah untuk menentukan besaran sudut elevasi saat mengukur tinggi objek
secara tidak langsung.
Cara penggunaan alat ini sebaiknya dilakukan oleh 2 orang. Salah satu orang memegang dan
melakukan pengamatan atau membidik objek yang diukur. Sedangkan yang lain membaca
sudut dan mencatat hasil pengamatan.

8

5. Odometer
Pengertian Odometer
Odometer adalah alat pengukuran di lapangan yang berupa roda dengan keliling tertentu yang
dipasang pada suatu tangkai sebagai pegangan. Pada tangkai tersebut dipasang alat hitungan
putaran roda berupa bunyi atau angka.

Gambar Odometer
Fungsi Odometer
Alat ini sangat praktis untuk mengukur jarak suatu jalur dimana jalurnya berbelok-belok dan
naik turun, seperti halnya jalur jalan dalam rangka pengaspalan atau di pertanian sendiri pada
pengukuran luas lahan bergelombang dan bentuk petakannya tidak beraturan
Cara Menggunakan Odometer
Odometer merupakan metode sederhana hampir mirip dengan metode langkah, yaitu
mengukur jarak dengan menghitung jumlah putaran roda yang kelilingnya diketahui, bila
roda tersebut digelindingkan antara dua titik pengukuran.
Jarak dihitung dengan persamaan berikut :
Jarak = Jumlah putaran roda x keliling roda
Contoh :
Antara titik A dan B ditempuh dengan 120 putaran
Keliling lingkaran = 60 cm
Jarak antara titik A dan B = 120 putaran x 60cm/putaran = 7.200 cm = 72 m
(https://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/mekanisasi-
pertanian/mengukur_jarak_dan_sudut.pdf)

Alat Ukur Optik
Alat ini dilengkapi dengan perlengkapan optik sehingga mendapatkan hasil perhitungan yang
tepat dan lebih detail jika dibandingkan dengan alat ukur sederhana. Alat ukur optik ini
biasanya terdiri dari beberapa alat yang dirangkai dalam satu buah alat, sehingga dapat
mengukur lebih dari satu pengukuran.

9

1. Theodolit

Alat ukur optik ini dibuat untuk menentukan tinggi dari tanah pengukuran sudut yang berupa
sudut tegak (sudut vertikal) dan sudut mendatar (sudut horisontal). Ada 3 macam theodolit:

 Theodolit Reterasi: terdapat plat lingkaran skala (horizontal) yang menjadi satu dengan
plat lingkaran nonius dan tabung sumbu pada kiap. Theodolit ini memiliki sekrup
pengunci plat nonius.

 Theodolit Repetisi: plat lingkaran skala horizontal dapat berputar sendiri dengan tabung
poros sebagai sumbu putar. Terdapat sekrup pengunci lingkaran horizontal dan juga
skrup nonius.

 Theodolit Elektro Optis: sistem penoprasian sama dengan theodolit optis hanya saja
mikroskop pada pembacaan skala lingkaran menggunakan sistem sensor sebagai
elektro optis model (alat penerima gelombang elektromagnetis).

Fungsi dari theodolit yaitu untuk pengukuran polygon, pemetaan situasi dan juga pengamatan
matahari. Tidak hanya itu, theodolit juga bisa berfungsi seperti PPD jika sudut vertikalnya
diubah menjadi 90o. Teropong yang ada di theodolit, membuatnya dapat membidik ke segala
arah. Pada konstruksi bangunan, theodolit dapat berfungsi untuk menentukan sudut siku –siku
pada pondasi dan juga mengukur ketinggian bangunan bertingkat.
Untuk menggunakan theodolit pastikan posisikan tripod atau penyangga panjang pada tempat
yang datar dan atur ketinggiannya sekitar tinggi dada. Kencangkan sekrup pengunci pada kaki
penyangga panjang. Usahakan plat tribar (untuk meletakan theodolit) dalam keadaan datar.
Letakan theodolit kemudian kencangkan sekrup pengunci. Atur nivo sampai sumbu I berada
pada posisi vertikal dan atur juga nivo pada tabung agar sumbu II berada pada posisi mendatar,
atur theodolit pada hingga berada pada posisi tengah titik ikat (BM).

1
0

2. Waterpas

Termasuk ke dalam alat ukur optik yang berfungsi untuk mengukur beda tinggi dari satu titik
atau lebih, penggunaan waterpas saat ini sangat luas. Terdapat beberapa syarat dalam
menggunakan waterpas, yaitu syarat dinamis (sumbu 1 vertikal) dan syarat statis (garis yang
mendatar pada bagian diafragma sejajar sumbu 1, garis nivo tegak lurus sumbu 1, garis bidik
pada teropong sejajar dengan garis arah nivo).
Cara menggunakan waterpas ini sebaiknya menggunakan tripod atau kaki tiga sebagai
penyangga dan posisikan pada titik koordinat yang sudah ditentukan. Pastikan tripod dalam
posisi stabil dan kuat serta plat tempat dudukan waterpas tidak dalam keadaan miring. Letakan
waterpas di atas plat tersebut, usahakan waterpas untuk tidak bergerak atau dalam keadaan
stabil. Atur sumbu I vertikal dan sumbu II horisontal dengan menggunakan sekrup
penyeimbang nivo. Tepatkan gelembung nivo berada di tengah lingkaran.
Alat Ukur Elektronik
Sesuai namanya, alat ini menggunakan sistem elektronik berupa gelombang infra merah.
Sehingga pengukuran dengan menggunakan alat ini mendapatkan hasil perhitungan yang tepat,
akurat dan prestisi.

1
1

1. Global Positioning System (GPS)

GPS merupakan suatu sistem yang terdiri atas konstelasi satelit radio navigasi dan juga segmen
kontrol tanah yang berfungsi mengelola operasi satelit dan pengguna dengan penerima khusus,
menggunakan data satelit untuk memenuhi persyaratan dari posisi. Hasil yang diberikan
gambar permukaan bumi dalam bentuk 3 dimensi (3D) .
Fungsi GPS tidak hanya untuk kepentingan militer, survey pemetaan ataupun geodesi saja,
tetapi juga untuk penelitian geofisika (geodinamika, studi atmosfer, meteorologi dan lain
sebagainya). Dibalik kelebihan yang dimiliki oleh GPS, alat ini juga memiliki kelemahan yaitu
tidak dapat digunakan pada tempat yang tidak mampu menerima sinyal GPS oleh antena alat
penerima yang berada di dalam ruang, bawah terowongan atau di bawah air.
Cara penggunaan GPS, pertama nyalakan perangkat GPS tunggu hingga sinyal terhubung. Atur
untuk menambahkan halaman hingga muncul halaman Area Calculation kemudian tekan
tombol start lalu enter. Jika tombol start berubah menjadi tombol stop, berarti GPS sudah dapat
digunakan.
2. Total Station

1
2

Merupakan alat ukur elektronik yang berasal dari pengembangan theodolit. Namun alat ini
dilengkapi oleh pengukuran jarak dan sudut secara elektronik dengan bantuan dari reflektor
sebagai target dan pengganti rambu ukur. Untuk mempermudah penggunaan, total station perlu
dihubungankan dengan komputer. Fungsi total station yaitu dapat digunakan untuk menghitung
jarak, arah, titik koordinat dan juga beda tinggi secara elektronis.
Untuk menggunakan total station pastikan posisi tripod sudah stabil dan kuat untuk menopang
total station dan terletak di titik koordinat yang telah ditentukan. Atur nivo di kedua sumbu
agar tepat pada posisi di tengah lingkaran dan sejajar dengan posisi kita saat berdiri. Jika sudah
sesuai dan semua berada pada posisi yang tepat (gelembung nivo berada di tengah), total station
siap digunakan.
(https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/alat-ukur-tanah)

2. Merinci Jenis-Jenis Alat Pengukuran dan Pemetaan Lahan Lertanian
Mengukur Jarak Dengan Alat Non Optik
Pengukuran jarak merupakan salah satu pekerjaan utama pada ukur tanah. Pengertian jarak
pada ukur tanah yang umumnya bertujuan untuk pembuatan peta, jarak yang dimaksud adalah
jarak horizontal atau jarak mendatar. Di dunia pertanian luas lahan yang ditentukan oleh jarak
ini ada kaitan dengan luasan lahan yang dapat ditanami dan produksi yang akan diperoleh,
maka jarak sesuai dengan kondisi lahan itulah yang paling cocok, atau dengan kata lain bila
lahannya miring jarak miringlah yang sebaiknya diukur. Pengertian jarak mendatar dan jarak
miring ini lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 1.1.

1
3

Alat yang sering dipakai dalam pengukuran jarak ada beberapa antara lain adalah :
1. Pita ukur/ meteran/ rollmeter
2. Odometer
3. Waterpass
4. Theodolite
5. Total Station
Alat yang dipakai dalam pengukuran sudut antara lain :
1. Waterpass
2. Theodolite
3. Total Station
(https://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/mekanisasi-
pertanian/mengukur_jarak_dan_sudut.pdf)

1
4

3. Bagian dan Fungsi Jenis-Jenis Alat Pengukuran dan Pemetaan Lahan Pertanian
A. Waterpass
Paling tidak suatu waterpass disusun oleh 15 bagian yang mempunyai fungsi khusus tersendiri.

Gambar Bagian-bagian dari Waterpass
Bagian dan fungsi waterpass antara lain adalah :
 Nivo Kotak merupakan bagian waterpass yang dipakai untuk mengetahui tingkat

kedataran pesawat.
 Cermin membantu mempermudah pembacaan hasil pengukuran nivo kotak.
 Visier juga membantu proses pembidikan suatu objek secara kasar sehingga berlangsung

lebih cepat.
 Lensa Pembacaan Sudut Horisontal memiliki peranan untuk memperjelas bacaan sudut

horisontal dengan membesarkannya.
 Lensa Okuler mempunyai kegunaan untuk mengamati objek yang dibidik.
 Lensa Objektif adalah bagian yang berfungsi menerima objek yang dibidik.
 Pelindung Lensa Objektif bermanfaat untuk melindungi lensa objektif dari pancaran sinar

matahari langsung.

1
5

 Sekrup A, B, C ialah komponen waterpass yang bertugas untuk mengatur tingkat
kedataran suatu pesawat pada sumbu I vertikal.

 Sekrup Pengatur Fokus Teropong berperan untuk mengatur derajat kejelasan objek yang
dibidik.

 Sekrup Pengatur Sudut berguna untuk mengatur landasan sudut datar.
 Sekrup Okuler Pengamat Ketajaman Diafragma berfungsi untuk mengatur tingkat

ketajaman benang diafragma atau benang silang.
 Sekrup Penggerak Halus Aldehide Horisontal berperan untuk menggerakan pesawat arah

horisontal supaya kedudukan benang tepat pada objek yang dibidik.
 Klem Aldehide Horisontal merupakan bagian yang bertugas untuk mengunci perputaran

pesawat arah horisontal.
 Teropong berguna untuk memperjelas objek yang dibidik.
 Plat Dasar memiliki fungsi sebagai landasan dudukan pesawat.
(https://arafuru.com/sipil/inilah-fungsi-bagian-bagian-dari-waterpass.html)

B. Theodolite
Bagian –bagian dan fungsi pesawat Theodolite

Sama dengan pesawat waterpass, posisi bagian-bagian dari pesawat theodolite berbeda-beda
untuk setiap merk. Ada beberapa merk yang umumnya digunakan antara lain Topcon, Nikon,
Sokia dan lain-lain.

1
6

Secara umum, bagian detail konstruksi theodolit adalah :
1. Handle, berfungsi sebagai pegangan ketika pesawat diangkat dari kotak alat.
2. Teropong, berfungsi untuk membidik obyek pengukuran pada pengukuran poligon maupun

situasi (membidik rambu/jalon).
3. Sealed Baterry Compartmet , berfungsi sebagai penutup tempat baterai sebagai daya untuk

menyalakan LCD pembacaan.
4. Visir, berfungsi untuk alat bantu bidikan kasar untuk mempercepat bidikan obyek.
5. Sekrup A,B,C, berfungsi untuk mengatur nivo kotak maupun nivo tabung agar sumbu I

vertikal.
6. Nivo tabung, berfungsi untuk mengetahui apakah pesawat sudah benar-benar datar .
7. Nivo kotak, berfungsi untuk mengetahui posisi pesawat benar-benar datar (sumbu I vertikal).
8. LCD pembacaan, berfungsi sebagai monitor untuk pembacaan hasil pengukuran
9. Tombol Pengaturan (Operation keys), berfungsi untuk mengatur pengoperasian pesawat.
10. Lensa okuler, berfungsi untuk mengamati obyek bidik dan mengamati bacaan benang (pada

rambu ukur).
11. Lensa Objektif berfungsi untuk menangkap objek atau benda yang diamati
12. Base Plate berfungsi sebagai dudukan pesawat pada statif.
13. Sekrup penggerak halus vertikal (Vertical Tangent Screw), berfungsi menempatkan bacaan

benang pada obyek (rambu) secara halus.
14. Sekrup pengunci vertikal (Vertical Motion Clamp), berfungsi mengunci perputaran

teropong arah vertikal secara halus.
15. Sekrup penggerak halus horisontal (Horizontal Tangent Screw), berfungsi menempatkan

bacaan benang pada obyek (rambu) secara halus.

1
7

16. Sekrup pengunci horisontal (Horizontal Motion Clamp), berfungsi mengunci perputaran
teropong arah horisontal secar halus.

17. Centering optic (Optical Plummet Telescope), berfungsi untuk mengecek kadudukan
pesawat agar berada tepat di atas patok.

18. Sekrup Centering optic, berfungsi untuk memperjelas tampilan benda yang ditangkap oleh
Optical Plummet Telescope.

19. Sekrup pengatur ketajaman benang, berfungsi untuk memperjelas benang pada lensa
(benang atas, benang tengah, benang bawah).

20. Sekrup pengatur fokus teropong (Telescope Focusing Knob), berfungsi untuk memperjelas
obyek yang dibidik.

(http://theophanyelizabeth.blogspot.com/2017/01/bagian-bagian-theodolite.html)

4. Penggunaan Alat Pengukuran dan Pemetaan Lahan Pertanian
A. Waterpass

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam menggunakan waterpass sesuai dengan
prosedur yang baik dan benar :
1. Pastikan garis mendatar diafragma pada waterpass tersebut berada dalam posisi tegak lurus

terhadap sumbu I. Kebanyakan bagian yang juga disebut benang silang mendatar ini sudah
dirancang sedemikian rupa oleh produsennya agar tegak lurus dengan sumbu I.
2. Atur posisi garis arah nivo supaya tegak lurus terhadap sumbu I. Jika sumbu I telah
diposisikan vertikal, maka gelembung nivo akan tetap seimbang walau teropong diputar-
putar. Artinya tingkat kerataan garis bidik pun sudah dipastikan selalu datar.
3. Buat garis bidik berada dalam posisi yang sejajar dengan garis arah nivo. Tujuannya agar
kita bisa memastikan garis arah benar-benar mendatar. Perlu diketahui, yang digunakan
untuk mengukur ketinggian titik-titik nantinya hanyalah garis bidik mendatar.
4. Garis vertikal merupakan garis yang mengarah ke bumi dan nilainya sama dengan garis
menurun.
5. Bidang horisontal yaitu bidang yang posisinya selalu tegak lurus terhadap garis vertikal.
Bentuk bidang horisontal ini agak melengkung mengikuti bentuk permukaan air laut.
6. Bidang datum ialah bidang yang berperan sebagai referensi untuk menentukan ketinggian.
Sebagai contoh, misalnya yakni permukaan air laut rata-rata atau Mean Sea Level (MSL).
7. Elevasi adalah jarak vertikal yang diukur terhadap bidang datum.
8. Banch mark merupakan titik yang sudah diketahui elevasinya. Banch mark seringkali
dipakai sebagai pedoman untuk mengukur elevasi lingkungan di sekitarnya.

1
8

9. Mulailah menggunakan waterpass dengan membuat garis sumbu horisontal. Perhatikan
kedudukan tingkat mendatasnya melalui tabung nivo.

10. Di skala utama, ketahui besar derajat dan menit dengan memperhatikan jarum yang
mengimpit pada skala. Ingat, setiap titik pada skala utama memiliki nilai sebesar 10′.

11. Sementara di skala nonius, ketahui besar derajat jarum yang berhimpitan dengan skala.
Ingat, besar setiap sudut pada skala nonius adalah 20″.

12. Cara membaca hasil pengukuran ketinggian titik-titik menggunakan waterpass yaitu
dengan menjumlahkan hasil bacaan skala utama ditambah dengan skala nonius.
(https://arafuru.com/sipil/cara-menggunakan-waterpass-untuk-pemula.html)

B. Theodolite
Cara-Cara Penyetelan Theodolit:
 Dirikan statif sesui dengan prosedur yang ditentukan.
 Pasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan peawat dan sekrup

pengunci di kepala statif.
 Stel nivo kotak dengan cara:
 Putarlah sekrup A,B secara bersama-sama hingga gelembung nivo bergeser kearah garis

sekrup C. (lihat gambar a)
 Putarlah sekrup c ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah (lihat

gambar b)
 Setel nivo tabung dengan sekrup penyetel nivo tabung.
 Bila penyetelan nivo tabung menggunakan tiga sekrup penyetel
 (A,B,C), maka caranya adalah:
 Putar teropong dan sejajarkan dengan dua sekrup A,B (lihat gambar a)
 Putarlah sekrup A, B masuk atau keluar secara bersama-sama, hingga gelembung nivo

bergeser ke tengah (lihat gambar a)
 Putarlah teropong 90º ke arah garis sekrup C (lihat gambar b)
 Putar sekrup C ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah.
 Periksalah kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan cara memutar

teropong ke segala arah
(https://indosurta.co.id/blog/panduan-dasar-penggunaan-alat-ukur-survey-theodolite-dan-
rumusnya/)

1
9

C. Tripot
Mendirikan Statif
 Kaki tripod harus memiliki panjang sisi yang cukup.
 Usahakan kepala tripod pada posisi mendatar/levelling.
 Kepala diusahakan berada tepat di atas center point.

Memasang alat pada tripod
 Letakkan alat pada kepala tripod
 Kunci dengan skrup centering
 Masukkan batere ke alat sebelummelakukan levelling
 Fokuskan optikal plummet pada titik pengukuran
(https://alatujigeoteknik.com/bagaimana-cara-setting-alat-total-station/)

2
0

DAFTAR PUSTAKA
https://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/mekanisasi-
pertanian/mengukur_jarak_dan_sudut.pdf
https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/alat-ukur-tanah
https://arafuru.com/sipil/inilah-fungsi-bagian-bagian-dari-waterpass.html
http://theophanyelizabeth.blogspot.com/2017/01/bagian-bagian-theodolite.html
https://arafuru.com/sipil/cara-menggunakan-waterpass-untuk-pemula.html
https://indosurta.co.id/blog/panduan-dasar-penggunaan-alat-ukur-survey-theodolite-dan-
rumusnya/
https://alatujigeoteknik.com/bagaimana-cara-setting-alat-total-station/

2
1


Click to View FlipBook Version