LATAR BELAKANG MASUKNYA ISLAM KE
INDONESIA
..... ..... .....
Kaum pedagang Letak Indonesia yang Terjadi pembauran antar
memegang peranan strategis menyebabkan pedagang dari berbagai
timbulnya bandar-bandar
penting dalam perdagangan yang turut bangsa serta antara
persebaran agama dan membantu mempercepat pedagang dan penduduk
kebudayaan Islam. persebaran tersebut. setempat.
..... .....
Bukan hanya melakukan Terjadilah kegiatan saling
perdagangan, bahkan memperkenalkan adat-
juga terjadi asimilasi istiadat, budaya, bahkan
melalui perkawinan agama.
PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA
AGAMA ISLAM DI INDONESIA
Islam masuk ke Indonesia abad ke-7 Islam masuk ke Indonesia abad Ke-11
• Didukung oleh Dr.Hamka, Zainal Arifin
• Pendapat ini didasarkan adaya makam
Abbas, Drs. Juned Pariduri, dan berita Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik,
cina zaman dinasti Tang. berangkat tahun 1082 M.
MARCOPOLO Islam masuk ke Indonesia abad 13
• Catatan perjalanan MARCO POLO yang
menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak
pada tahun 1292 M dan berjumpa dengan orang-
orang yang telah menganut agama Islam.
• Ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai,
SULTAN MALIK AL-SALEH yang berangka tahun
1297 M.
AA PERAN DAKWAH PARA MUBALIG DALAM
PROSES ISLAMISASI DI INDONESIA
Letak Indonesia yang Menjadi jalur penting dalam pelayaran & perdagangan
strategis & terbuka dunia melalui Selat Malaka.
Keterlibatan nenek moyang secara aktif dalam Abad ke-7 Masehi
perdagangan laut & pelayaran, menumbuhkan Islam masuk ke Indonesia & berkembang sebagai
agama baru yang dibawa para mubalig
kekuatan ekonomi dan politik yang besar.
Periode Pertama (abad ke-7 hingga ke-13 Masehi)
Awal kedatangan & pembentukan komunitas muslim,
terutama para pedagang.
Proses islamisasi terbatas dengan membangun
koneksitas perdagangan.
Para mubalig berasal dari luar Nusantara (Timur
Tengah, Cina, maupun India).
Umumnya, mereka adalah saudagar kaya sekaligus
pendakwah.
Periode Kedua (abad ke-13 hingga ke-19 Masehi)
Penyebaran agama Islam meluas, ditandai dengan
terbentuknya kekuatan sosial politik antara mubalig
dengan orang pribumi dalam bentuk kerajaan Islam.
Upaya islamisasi lebih kompleks.
BA PERIODE ISLAMISASI DI INDONESIA
1. PERIODE PERTAMA
ABAD KE-7 HINGGA KE-13 MASEHI
A) TEORI GUJARAT
Islam masuk ke Indonesia berasal dari Gujarat sekitar abad 13 Masehi atau 7 Hijriah
1) Gujarat terletak di India bagian barat
Berdekatan dengan Laut Arab & punya posisi strategis di jalur perdagangan antara Timur dan Barat.
Pedagang Arab bermazhab Syafi’i telah bermukin di Gujarat dan Malabar.
Menurut J. Pijnapel, orang yang membawa Islam ke Indonesia bukan orang Arab langsung, tetapi
para pedagang Gujarat bermazhab Syafi’i yang berdagang ke dunia Timur.
Pendapat ini didukung oleh C. Snouck Hurgronye & J.P. Moquetta.
2) Penemuan arkeologis, batu nisan makam Sultan Malikus Saleh (Kerajaan Samudera Pasai)
Bertuliskan angka tahun 686 H atau 1297 Masehi.
Memiliki kesamaan dengan batu nisan Maulana Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 M di Gresik.
Berdasarkan hasil penelitian dari Kambay, Gujarat, dan Moquetta, batu nisan tersebut diimpor dari
Gujarat atau dibuat oleh orang Gujarat, atau orang Indonesia yang belajar kaligrafi khas Gujarat.
INDIA: (GUJARAT, MALABAR, DECAN) WINDSTET
mayoritas bermazhab Hanafi Islam dari Gujarat: Bentuk nisan Pasai, Gresik
MOQUETE dan Malaya, berlanggam Gujarat
Didukung Van den Bergh dan Kraemer
Islam dari Gujarat Bentuk Nisan Pasai PIJNAPEL
Orang-orang bermazhab Syafi’i menetap dulu
berlanggam Gujarat
di di Gujarat, kemudian membawa Islam ke
Nusantara
SNOUCK HURGRONJE
Mengembangkan teori Moquete
Mula-mula penyebar Islam di Nusantara dari Decan, baru kemudian orang-orang Arab (Keturunan
Sayyid dan Syarif)
Mudah diterima karena telah mengalami Hinduisasi
Mubaligh muncul sebagai Priest dan Priest Princes
B) TEORI PERSIA
1) Penemuan batu nisan yang usianya lebih tua dari sebelumnya
Batu nisan tertua ditemukan bertuliskan nama Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat
pada 7 Rajab 475 H/1082 M.
Bentuk nisan & tulisannya sama dengan nisan Ahmad bin Abu Ibrahim bin Arradh Rahdar atau Abu
Kamil ditemukan di Phanrang, Vietnam.
Keduanya terdapat kaligrafi Arab dengan jenis huruf Kufi bercorak Timur Tengah tanda hiasan
bentuk lengkungan pada ujung yang tegak.
Gaya huruf Kuti berkembang di Persia pada abad ke-10 M
2) Adanya pengaruh kuat Persia terhadap kebudayaan, sastra, pemikiran, dan tasawuf Indonesia
Hosein Djajadiningrat kesamaan tradisi peringatan Asyura (10 Muharram) adalah bukti
pengaruh Persia.
Uka Tjandrasasmita sejak abad ke-7 hingga ke-17 M, pengaruhnya sangat kuat, khususnya
Iran. Sehingga berdampak terhadap kebudayaan Indonesia.
Misal: Jabar dari zabar; jer dari ze-er.
Istilah bahari & administrasi di Indonesia berasal dari bahasa Iran bandar, nahkoda, kelasi,
saudagar, godam, dan bazar.
C) TEORI ARAB
Islam masuk ke Indonesia datang langsung dari Mekah atau Madinah
Masuk pada abad ke-7 M, bahkan di masa Khulafaur Rasyidin
Menurut Ahmad Mansyur Suryanegara, rombongan pertama yang datang adalah rombongan
delegasi dagang yang diutus Khalifah Usman bin Affan r.a. Ke Cina sambil memperkenalkan
Daulah Islam yang belum lama berdiri.
Rombongan ini dikenal dengan Nahkoda Khalifah
Pengiriman delegasi + 30 Hijriah atau 651 Masehi (abad 7 M/1 Hijriah) atau hanya
berselang 30 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW.
Dalam misi ini, para utusan sempat tinggal di Kepulauan Nusantara, dan dimungkinkan ada
juru dakwah yang kemudian menetap di daerah Sumatera.
Disusul Dinasti Umayyah mendirikan pangkalan dagang di antai barat Sumatera.
Dari sini, penduduk Indonesia banyak berkenalan dengan Islam.
Sejak itu, para pelaut dan pedagang muslim terus berdatangan, abad demi abad.
Mereka berdagang sambil berdakwah.
Didasarkan pada tulisan yang termuat dalam naskah-naskah Cina pada masa Dinasti Tang.
Diketahui bahwa sekitar abad ke-7 M, telah terdapat pemukiman masyarakat muslim di daerah
Barus (di bagian pantai barat laut), juga di daerah Perlak (bagian pantai timur) Sumatera
Utara.
Salah satu catatan penting ditulis oleh seorang rahib (petapa dalam biara) Cina bernama I
Ching yang melakukan perjalanan dari Canton menuju India.
Pada tahun 674 M, Ia singgah di Bhoga (suatu daerah di Palembang).
Di sana ditemukan adanya komunitas Arab dan Persia muslim yang disebut komunitas
Tasyih dan Posse.
Mereka umumnya para pedagang yang telah menjalin hubungan dagang dengan
Kerajaan Sriwijaya.
Karena hubungan itu dianggap saling menguntungkan, maka raja Sriwijaya memberikan
daerah khusus mereka.
Di perkampungan tersebut, orang Arab berdakwah dan menikah dengan penduduk lokal
serta membentuk komunitas-komunitas muslim yang semakin banyak.
Pendukung Teori Arab Thomas W. Arnold, Azyumardi Azra, Hamka, Uka Tjandrasasmita, dan
A. Hasymi.
2. PERIODE KEDUA
ABAD KE-13 HINGGA KE-19 MASEHI
Dari tahap pengenalan meningkat menjadi tahap penyebaran agama Islam
Mubalig dan para pedagang mendirikan pusat-pusat pengajaran di perkampungan
Mengatur sistem pemerintahan dalam sebuah kerajaan
Hasil dari periode ini adalah munculnya berbagai kerajaan Islam
a. KERAJAAN ISLAM DI SUMATRA
KERAJAAN PERLAK (840 – 1292 M)
Pertama kali berdiri di tanah air
Dikenal di Eropa semenjak kunjungan Marcopolo tahun 1293.
Perlak dikenal sebagai penghasil kayu Perlak, yaitu jenis kayu uang sangat bagus dalam pembuatan kapal.
Hal tersebut menarik para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia untuk datang ke daerah tersebut.
Masuknya para pedagang tersebut sekaligus menyebarkan ajaran Islam sambil memperkenalkan keahlian
berdagang pada masyarakat setempat.
Model pernikahan percampuran mulai terjadi di daerah ini akibat pembauran masyarakat pribumi dan
masyarakat pendatang.
Salah satu mubalig bernama Ali bin Muhammad bin Ja’far Shadiq menikah dengan Makdum Tansyuri yang
merupakan adik dari Syahir Nuwi,, pemimpin Negeri Perlak yang keturunan Parsi.
Dari buah perkawinan mereka, lahirlah Sultan Alauddin Sayyid Maulana Abdul Aziza Shah yang menjadi
Sultan pertama di Kesultanan Perlak sejak tahun 840 M.
KERAJAAN PERLAK (840 – 1292 M)
Kerajaan ini berakhir setelah sultan ke-18, Makhdum Alauddin Malik Abdul Aziz Jihan meninggal dunia tahun
1292 M dan menggabungkan kekuasaan di bawah Kerajaan Samudra Pasai, yang saat itu dipimpin oleh Sultan
Muhammad Malik az-Zahir.
KERAJAAN SAMUDRA PASAI (1267 – 1521 M)
Terletak di Aceh.
Faktor pendorong lahirnya Kesultanan Samudra Pasai
Meningkatnya pemukiman kaum muslim serta kemunduran Kerajaan Sriwijaya akibat perebutan pengaruh di
Selat Malaka dengan Kerajaan Singasari di Jawa.
Didirikan oleh Marah Silu yang bergelar Sultan Malik Al-Saleh pada tahun 1267M
Letaknya yang strategis sebagai pintu masuk ke Selat Malaka menjadikan kerajaan ini berkembang dengan
sangat cepat.
Menurut sumber sejarah, kerajaan ini pernah didatangi oleh Ibnu Batutah, sejarawan terkenal, seorang
utusan dari Sultan Delhi di India.
Daerah-daerah yang berhasil diduduki Balek Bimba, Simpang Buah Telang, Perlak, Takus, Tamiang, dan
Samer Langga.
Terjadi di masa pemerintahan Sultan Malikus Saleh.
Masa akhir Kesultanan ini karena terjadi beberapa pertikaian yang menyebabkan perang saudara.
Runtuh di tangan Portugis pada tahun 1521 M.
KERAJAAN ACEH DARUSSALAM
Berdiri tahun 1514.
Awalnya merupakan gabungan dari dua kerajaan, yaitu Kerajaan Lamuri dan Kerajaan Aceh Darul Kamal.
Dirintis oleh Muzaffar Syah dan selanjutnya menjadi kerajaan yang memiliki pengaruh besar di bawah
kepemimpinan Sultan Ibrahim atau Ali Maugayat Syah.
Puncak Kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam
Terjadi di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Pada saat itu, wilayah kekuasaan Aceh sangat luas.
Kerajaan Aceh juga telah menjalin hubungan dengan para pemimpin Islam di kasawan Arab sehingga dikenal
dengan sebutan Serambi Mekah.
Puncak hubungan ini terjadi di masa kekhalifahan Usmaniyah.
b. KERAJAAN ISLAM DI JAWA
KESULTANAN DEMAK (1475 – 1554 M)
Akibat keruntuhan Majapahit pada tahun 1478 M membuat daerah pantai terlepas dari kekuasaan Majapahit
Pada tahun yang sama Raden Patah berhasil mengukuhkan kekuasaannya, menjadi raja Islam pertama dan
mendirikan Kesultanan Demak.
Mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Sultan Trenggono.
RADEN PATAH
Pada tahun 1478 mendirikan kesultanan Demak dan menjadi raja islam pertama di Jawa
Ia bergelar Sultan Alam Akbar al-Fatah (masih keturunan terakhir Kerajaan Majapahit, Raja Brawijaya V).
Kerajaan berkembang pesat dan menjadi pusat penyebaran agama Islam.
PATI UNUS
Putra Raden Patah
Bergelar Syah Alam Akbar II (1518-1521)
SULTAN TRENGGONO
Memerintah selama 25 tahun (1521-1546)
Mencapai masa keemasan
Perluasan wilayah di sepanjang pesisir pulau Jawa sebelah utara, sebagian Jawa Barat,
seluruh Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur.
Setelah wafat, Demak beralih menjadi Pajang
KESULTANAN PAJANG (1568 – 1586 M)
Namanya telah ada sejak zaman Majapahit.
Setelah Kesultanan Demak berakhir, kekuasaan pemerintahan bergeser ke Keraton Pajang, dengan Joko
Tingkir sebagai rajanya bergelar Sultan Hadiwijaya (1546 – 1586)
Putranya yang bernama Pangeran Benawa yang seharusnya menggantikan kedudukannya sebagai raja,
disingkirkan oleh Arya Penangsang atau Arya Pangiri.
Tak lama, kekuasaan Arya Pangiri jatuh di tangan Sutawijaya di Mataram.
Sejak saat itu, Kerajaan Pajang jatuh ke Kerajaan Mataram
KESULTANAN MATARAM ISLAM (1588 – 1681 M)
Diberikan oleh Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng
Pemanahan berupa alas mentaok (hutan rimba).
SUTAWIJAYA
Berhasil menggulingkan Arya Pangiri SULTAN AGUNG HANYAKRAKUSUMA
Mendaulatkan Mataram sebagai kerajaan Mencapai kejayaan
Bergelar Panembahan Senopati Ing
di Jawa. yang bergelar
Raja pertama Ngalaga Ngabdurrahman Khalifatullah
Sastra dan Budaya Jawa tumbuh pesat
Panembahan Senopati Ing Ngalaga
24
Sayidin Panatagama (1575-1601).
KESULTANAN BANTEN
Sekitar tahun 1526, militer Demak yang dipimpin oleh
Hasanuddin (Fatahillah) berhasil menaklukkan kawasan
pelabuhan Sunda kelapa yang dikuasai Portugis.
Seiring kemunduran Demak, Banten melepaskan diri dan
menjadi kerajaan mandiri .
Setelah Fatahillah wafat pada tahun 1570 kekuasaan
digantikan oleh putranya, Pangeran Yusuf.
Kerajaan ini mencapai kejayaan pada masa Ki Ageng
Tirtayasa.
25
KESUNANAN CIREBON
SYARIF HIDAYATULLAH Mendirikan Keraton Pakungwati
Di sebelah timur keraton Sultan
Datang ke Cirebon pada tahun 1470 Kasepuhan
Mengajarkan agama Islam di Dikenal dengan Susuhunan Jati
Gunung Sembung bersama atau Sunan Gunung Jati
pangeran Cakrabumi
Mendapat julukan Pandita Ratu
Menikah dengan Pakungwati (1479) Sejak menjadi penyebar Islam di
tatar Sunda
Menggantikan mertuanya sebagai
penguasa Cirebon 26
KERAJAAN ISLAM DI WILAYAH LAIN
KALIMANTAN PAPUA SULAWESI
Gowa-Tallo di Makassar
Kesultanan Pasir (1516); Kerajaan Waigeo
Kesultanan Banjar (1526-1905); Kerajaan Misool (1605)
Kesultanan Kotawaringin, Kerajaan Kerajaan Wajo (1610)
Pagatan (1750); NUSA TENGGARA Kerajaan Bone (1611)
Kesultanan Sambas (1671); Salawati
Kesultanan Kutai Kartanegara, Kerajaan Sailolof Kerajaan MALUKU UTARA
Kesultanan Berau (1400); Kerajaan Fatagar Bima
Kesultanan Sambaliung (1810); Kesultanan Ternate (1465)
Kesultanan Ginung Tabur (1820); Kerajaan Kesultanan Tidore (1495)
Kesultanan Pontianak (1771); Selaparang di Kerajaan Tanah Hitu (1470)
Kesultanan Tidung dan Bulungan Lombok
(1731)
3. ISLAM PADA AWAL KEDATANGAN
BANGSA EROPA DI INDONESIA
KEDATANGAN PORTUGIS
1506 2 1511&1512
Loedwijk de Bartomo Setelah Sultan Bayan wafat Armada Portugis yang dipimpin
memimpin ekspedisi dagang Portugis berupaya Fransisco Serrao tiba di Nusa Tellu.
Portugis ke Ternate pada menghancurkan Kesultanan 4
masa Kesultanan Ternate Ternate dengan mengadu
dipimpin oleh Sultan Bayan domba Kesultanan Ternate Portugis berhasil menguasai Ternate
dan Tidore sehingga terjadi dan menjadikannya semacam
Sirullah. permusuhan.
provinsi yang dipimpin oleh seorang
6 5 gubernur Portugis.
Sultan Babullah yang Sultan Bayan memberikan hak Sepeninggalan Sultan Babullah,
memerintah Ternate monopoli perdagangan cengkeh Kesultanan Ternate mengalami
kepada Fransisco Serrao kemunduran dan dikuasai Belanda
pada 1570-1583
bersama rakyatnya Fransisco Serrao diberi jabatan 29
berhasil mengusir sebagai penasihat sultan
Portugis. Fransisco Serrao diangkat sebagai
komandan tentara kerajaan
www.islide.cc
KEDATANGAN BELANDA
1596 1602 1603
+ 350 tahun
VOC memiliki kantor bisnis sendiri di Banten.
Belanda yang dipimpin Dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen, sejak Belanda menjadi koloni
oleh Cornelis de terlama yang menjajah
Belanda mendirikan saat itu segala tata aturan dan sistem
Houtman dab Pieter de Indonesia. Hal yang
Keyser memasuki VOC yang bertujuan perdagangan diatur dan dikuasai pihak membedakan antara Belanda
Pelabuhan Banten
Pada akhir masa mengeruk keuntungan Belanda. dengan bangsa Eropa laun
adalah Belanda memiliki
pemerintahan Maulana sebesar-besarnya dari
Muhammad, Sultan kesadisan dan pengrusakan
Banten. hasil kekayaan 3 hal yang menjadi strategi kolonialisme lebih tinggi terhadap bangsa
Nusantara. Belanda: jajahannya.
1. Menguasai Perekonomian
2. Hegemoni politik kekuasaan (raja/pemimpin)
3. Politik adu domba
STRATEGI DAKWAH PARA MUBALIG
CA DALAM PENYEBARAN ISLAM DI
INDONESIA
PERDAGANGAN
JALUR SELATAN Arab
Arab Yaman
Damaskus
Gujarat
Baghdad
Gujarat Srilanka
Indonesia Indonesia
JALUR UTARA
Arab, Persia, Menurut Tome Mereka menjadi
India, dan Cina Pires komunitas muslim
di lingkungannya
Telah lama Pedagang muslim
menggunakan jalur banyak yang sendiri
laut sebagai jalur
Para mubalig bermukim di pesisir
melakukan kontak perdagangan Pulau Jawa yang saat
perdagangan itu belum memeluk
Islam
Adanya kesibukan
lalu lintas Setelah memiliki
keturuan, lingkungan
perdagangan pada islam semakin luas
abad ke-7 hingga
sehingga timbul
ke-16 M kampung-kampung &
Mereka mendirikan pusat-pusat
masjid-masjid & kekuasaan Islam
mendatangkan
mullah-mullah dari
luar sehingga jumlah
mereka semakin
banyak
PERKAWINAN
PERKAWINAN ANTARA WANITA HARUS PERKAWINAN ANTARA SEORANG
MUSLIM & KETURUAN RAJA ATAU DIISLAMKAN MUBALIG & PUTRI RAJA ATAU
BANGSAWAN
BANGSAWAN LOKAL TERLEBIH
DAHULU Para putri raja atau bangsawan harus
Para putra bangsawan harus diislamkan diislamkan terlebih dahulu.
terlebih dahulu.
BRAWIJAYA DENGAN PUTRI Status sosial & RADEN RAHMAT (SUNAN AMPEL)
CAMPA MELAHIRKAN RADEN ekonomi mereka
PATAH DENGAN NYAI MANILA
yang kuat SUNAN GUNUNG JATI DENGAN
memberikan
pengaruh besar PUTRI KAWUNGANTEN
dalam lingkungan
TASAWUF Mengajarkan teosufi yang bercampur dengan ajaran
yang sudah dikenal luas masyarakat.
PENGAJAR TASAWUF
ATAU PARA SUFI Mahir dalam hal-hal magis & punya kekuatan
menyembuhkan
Ada yang mengawini putri-putri bangsawan setempat
Tasawuf memiliki persamaan dengan alam pikiran
penduduk pribumi sehingga ajaran tersebut mudah
dimengerti dan diterima
Hamzah Syaikh Lemah Sunan
Fansuri (Aceh) Abang Panggung
(Jawa)
Mubalig dengan ilmu IBNU BATUTAH
tinggi (AL MUHAZZAB RIHLAH IBN BATUTAH)
Menjadikan rumah, masjid, Ketika Beliau berkunjung ke Samudera Pasai
atau langgar sebagai pusat pada 1354 M, beliau mengikuti raja
pengajaran Islam melakukan diskusi dalam bentuk halaqah
(membentuk lingkaran) di masjid usai salat
Masjid menjadi tempat
pendidikan paling awal Jumat hingga Ashar
PESANTREN Tidak mengenal status sosial & kasta
Agama Islam terus tersebar ke seluruh Para santri diperintahkan melanjutkan
penjuru tanah air sehingga banyak dakwah di lingkungannya setelah
penduduk menjadi muslim dianggap mampu menyerap
pengetahuan keagamaan yang baik
Pesantren Pesantren
Sunan Giri Raden Rahmat
(Ampel Denta)
(Giri)
Masyaralat Hitu (Maluku) Sunan Giri & santrinya pernah
banyak berdatangan ke diundang ke Maluku untuk
Pesantren Giri memberi pelajaran tentang Islam
HUBUNGAN POLITIK ANTARA ULAMA DENGAN KERAJAAN
1 Ulama berhasil mengislamkan raja berdaulat & Corak kerajaan bergeser dari
membawa pengaruh pada lingkungan kerajaan Hindu-Buddha menjadi Islam
Menurut sumber-sumber Cina, tahun 718 M, Raja Sriwijaya bernama Srindravarman mengirim
surat pada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari kekhalifahan Bani Umayah.
Beliau meminta dikirimkan dai yang dapat menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian
(720 M), Beliau beralih agama dari Hindu menjadi Islam.
2 Ulama membantu berdirinya kerajaan baru yang langsung bercorak Islam & mengembangkan
pengaruhnya ke kerajaan lain.
Terjadi karena kerajaan tersebut didirikan oleh raja-raja muslim yang didukung penuh oleh para
ulama, seperti Kesultanan Perlak, Samudra Pasai, Aceh Darussalam, Demak, dsb.
Sampai beberapa dekade, kerajaan-kerajaan Islam Nusantara memiliki wewenang & kekuasaan
penuh sebelum datangnya penjajah Eropa.
Sejak saat itu, situasi politik berubah & peran ulama mulai bergeser dari ranah politik kerajaan
kemudian beralih membangun kekuatan sosial budaya di tengah masyarakat.
Penerimaan Islam oleh Berkaitan dengan corak Islam sufistik yang berkembang dari Persia
masyarakat Indonesia dibandingkan dari Mekah & Madinah
Mudah diterima karena sesuai dengan kebudayaan lokal.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menggunakan sapi (hewan suci umat Hindu) sebagai media dakwah di masyarakat
sekitar Kudus
Sunan Kudus
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menciptakan perayaan Sekaten (Syahadatain) untuk peringatan Maulid Nabi
Muhammad SAW dengan gamelan sekaten yang ditabuh di Masjid Agung Demak.
Menciptakan tokoh dari cerita wayang yang diselaraskan dengan ajaran Islam.
Sunan Kalijaga
Menciptakan kitab Ilmu Falak yang disesuaikan dengan alam pikiran Jawa.
Kemudian digubah oleh Ronggowarsito dengan nama Serat Widya Pradana.
Sunan Giri
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menulis ajaran tauhid & tasawuf dengan bahasa sastra yang kemudian dikenal dengan
Serat Bonang.
Sunan Bonang
DA TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN ISLAM DI
INDONESIA
Mengenalkan & mengajak masyarakat untuk memeluk Islam secara
formal.
Dasar-dasar Islam diperkenalkan, terutama pelaksanaan syariat atau
fikih.
Mereka menemukan bentuk-bentuk ritual dan ajaran yang berbeda
pada agama sebelumnya.
Pada abad 15-16 M, proses dakwah Islam telah memasuki pelosok Nusantara.
Berkat meningkatnya pemahaman & pendidikan yang diperoleh dari kaum
muslimin, ajaran Islam semakin diperdalam, tak hanya sekadar formalitas saja.
Lembaga-lembaga pendidikan yang lebih formal seperti madrasah dan pesatren
mulai tumbuh.
Banyak muncul para penulis dari kalangan ulama, terutama dalam pemikiran
agama & sastra.
Pada abad 17 M, terjadi peningkatan & penyempurnaan ajaran Islam.
Lahir beberapa ulama dengan karya-karya monumental, mulai dari fikih, usuluddin,
tasawuf, tafsir, hadis, retorika, estetika, hingga astronomi yang berdampak pada
perkembangan bahasa Melayu.
Beberapa tarekat sufi tumbuh menjadi organisasi keagamaan yang tampak corak
aktivitas keduniaannya.
Hal tersebut memberi semangat lahirnya gerakan antikolonial yang merata di
Nusantara.
Gerakan-gerakan keagamaan tumbuh menjadi gerakan kebangsaan.
Organisasi Sarekat Islam (SI) menekankan pada perjuangan politik.
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) & Muhammadiyah menekankan pada bidang
sosial, seperti pendidikan dan dakwah.
Untuk mengantisipasi terjadinya sekulerisasi, pesantren telah menjadi pendidikan
alternatif bagi masyarakat.
Lahirnya tokoh-tokoh pemikir Islam pada 1970-an menjadi bukti kematangan
intelektualitas dalam dunia Islam di Indonesia.
Para pemikir umumnya adalah para aktivis kampus denga masih tetap memotivasi
diri untuk mendalami ajaran-ajaran agama & sendi-sendi peradabannya.
Dari para tokoh pemikir ini, lahirlah gagasan agar nilai-nilai Islam tetap mewarnai
kehidupan berbangsa.
TERIMA KASIH