1 SISTEM REPRODUKSI MANUSIA I. SISTEM REPRODUKSI PRIA Organ-organ penyusun sistem reproduksi pria: A. Alat Kelamin Luar Alat kelamin luar pria berupa penis dan skrotum. 1. Penis adalah organ yang berfungsi untuk kopulasi (persetubuhan). Kopulasi adalah penyimpanan sperma dari alat kelamin jantan (pria) ke alat kelamin betina (wanita). Penis terdiri atas jaringan seperti busa dan memanjang dari glans penis (kepala penis). Jika terdapat rangsangan, jaringan ini akan terisi darah sehingga penis menegang yang disebut ereksi.
2 2. Skrotum adalah sebuah struktur berupa kantung yang terdiri atas kulit tanpa lemak subkutan, dan berisi sedikit saluran otot. Skrotum merupakan kulit luar pembungkus testis.Skrotum berfungsi menjaga temperatur testis saat pembentukan sperma. Apabila temperatur terlalu tinggi, skrotum akan mengendor dan apabila temperatur menurun skrotum mengerut.Di dalam skrotum terdapat testis yang berfungsi menghasilkan sperma. B. Alat Kelamin Dalam Alat kelamin dalam terdiri dari : 1. Testis Testis adalah organ kelamin pria yang berfungsi menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron. Testis berjumlah sepasang, berbentuk bulat telur, dan terdapat di dalam skrotum. Pada testis terdapat pembuluh-pembuluh halus yang disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat spermatogonium yang diploid. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil (sel leydig) yang mensekresi hormon testosteron dan androgen. Selain itu,
3 terdapat sel-sel berukuran besar yang disebut sel sertoli yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa. 2. Saluran reproduksi Saluran reproduksi pada pria terdiri atas: a. tubulus seminiferus : Di dalam testis terdapat saluran halus yang merupakan tempat pembentukan sperma . Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan epitelium dan jaringan ikat. Di dalam jaringan epitelium terdapat sel induk spermatozoa (spermatogen) dan sel sertoli. Sel sertoli berfungsi memberi nutrisi pada sperma. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisiil yang menghasilkan hormon testosteron dan hormon kelamin jantan lainnya. Seluruh tubulus seminiferus menyatu membentuk vasa efferensia b. Duktus epididimis adalah organ kecil seperti tabung sempit yang sangat panjang dan berliku-liku, melekat di belakang testis. Epididimis berfungsi sebagai tempat pematangan sperma lebih lanjut dan tempat penyimpanan sperma sementara selama lebih
4 kurang 18 jam. Dari epididimis, sperma masuk ke dalam saluran vas deferens menuju vesikula seminalis (kantung sperma). c. Vas deferens adalah sebuah saluran dari bagian bawah epididimis yang mengarah ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya berakhir pada kelenjar prostat. Saluran vas deferens bersatu membentuk duktus ejakularotius pendek yang berakhir di uretra. Kemudian, uretra dan duktus ejakularotius berakhir di ujung penis. 3. Kelenjar kelamin Pada pria terdapat tiga kelenjar yang dapat menunjang kehidupan sperma, yaitu: a. Vesikula seminalis adalah kantung sperma berupa dua buah kelenjar tubulus yang terletak di kanan dan kiri di belakang kandung kemih. Vesikula seminalis mengeluarkan cairan berwarna jernih dan kental, mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa. Cairan ini berfungsi sebagai persediaan makanan bagi sperma. b. Kelenjar prostat adalah kelenjar yang berfungsi mengeluarkan semen/ cairan yang encer seperti susu dan bersifat alkalis atau basa
5 untuk menyeimbangkan keasaman vagina.kelenjar ini memiliki ukuran kira-kira sebesar buah kenari besar, terletak di bawah kandung kemih mengelilingi uretra. c. Kelenjar cowper/kelenjar bulbuuretral adalah Kelenjar ini menghasilkan cairan yang kental untuk membersihkan uretra dari residu urine. Kelenjar ini memiliki bentuk kecil, berjumlah sepasang, dan terletak di sepanjang uretra. Setelah uretra bersih, barulah sperma (semen) dikeluarkan. Uretra merupakan saluran di dalam penis yang berfungsi sebagai saluran urine dan semen. II. SISTEM REPRODUKSI WANITA
6 Alat kelamin wanita menghasilkan ovum. Alat kelamin wanita ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu A. Alat Kelamin Luar Alat kelamin luar pada wanitadikenal sebagai vulva, yang terdiri atas: 1. Mons veneris, yaitu sebuah bantalan lemak yang terletak di depan simfisis pubis. 2. Labia mayora (bibir besar) adalah dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva. Labia minora (bibir kecil) adalah dua lipatan kecil dari kulit di antara bagian atas labia mayora. 3. Klitoris adalah sebuah jaringan erektil kecil yang serupa dengan penis laki-laki. 4. Kelenjar vestibularis mayor (bartholini) terletak tepat di belakang labia mayora, di setiap sisi kelenjar ini mengeluarkan lendir dan salurannya keluar antara himen dan labia minora. Himen dikenal sebagai selaput dara, yang merupakan selaput dari membran tipis, di tengahnya terdapat lubang tempat keluarnya darah menstruasi. B. Alat Kelamin Dalam Alat kelamin dalam wanita terdiri atas:
7 1. Vagina Vagina adalah tabung berotot yang dilapisi membran dari jaringan epitel dan dialiri pembuluh darah. Panjang vagina adalah dari vestibula sampai serviks (mulut rahim). Vagina berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma dan berguna dalam proses kelahiran bayi. 2. Uterus (rahim) Uterus adalah organ yang tebal, berotot, berbentuk buah pir, terletak di dalam pelvis antara rektum dan kandung kencing. Di dalam uterus terdapat otot yang disebut miometrium dan selaput lendir yang melapisi bagian dalamnya yang disebut endometrium. Sebagian besar permukaan luar uterus ditutupi oleh peritorium. Di uterus bagian bawah menyatu dengan vagina dan bagian atasnya menyatu dengan tuba fallopi. Uterus berfungsi sebagai tempat janin menempel, tumbuh, dan berkembang sampai proses kelahiran. 3. Oviduk (tuba fallopi) Tuba fallopi disebut juga saluran telur, terdapat di sebelah kiri dan kanan bagian atas uterus. Panjangnya kirakira 10 cm dan di bagian ujung dekat uterus menyempit. Pada bagian ujung tuba fallopi terdapat fimbriae
8 (umbai), yang berfungsi menangkap sel telur saat ovulasi. Salah satu fimbriae menempel ke ovarium. Tuba fallopi berfungsi untuk mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus. 4. Ovarium Ovarium adalah organ yang berfungsi menghasilkan ovum. Ovarium berbentuk seperti biji buah kenari, terletak di kanan dan kiri uterus, di bawah tuba fallopi. Ovarium berisi sejumlah besar ovum yang belum matang, yang disebut oosit primer atau folikel. Setiap bulan, wanita mengalami pematangan sel folikel menjadi folikel de Graaf. Sel telur yang sudah matang (folikel de Graaf) akan terlepas dari folikel. Kejadian ini disebut ovulasi. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. III. PEMBELAHAN SEL Menurut teori sel modern, semua sel berasal dari sel-sel yang telah ada melalui proses pembelahan sel. Sekitar 1014 sel yang menyusun tubuh manusia berasal dari pembelahan sel zigot (satu sel) yang merupakan peleburan 2 sel gamet. Sel-sel gamet ini berasal dari proses pembelahan sel-
9 sel parental tertentu. Pada dasarnya pembelahan sel ada tiga macam, yaitu pembelahan amitosis, mitosis, dan meiosis. 1. Pembelahan Mitosis Sel sebagai penyusun makhluk hidup juga mempunyai siklus. Pada siklus sel dapat dibedakan menjadi 2 bagian pokok, yaitu interfase dan mitosis. Perhatikan Gambar 4.2. a. Interfase Saat interfase, dalam sel terjadi peningkatan aktivitas kimiawi. Pada fase ini jumlah DNA menjadi dua kali lipat. Interfase dibedakan menjadi tiga tahapan, yaitu fase pertumbuhan pertama (G1), fase sintesis (S), dan fase pertumbuhan kedua (G2). Pada fase pertumbuhan pertama (G1) terjadi pembentukan organel-organel sel dan sel tumbuh dengan cepat. Pada fase sintesis (S) ditandai dengan adanya replikasi (penggandaan) DNA. Pada tahap akhir interfase, yaitu fase pertumbuhan kedua (G 2) terjadi replikasi sentriol dan peningkatan energi cadangan. b. Pembelahan Mitosis
10 Pembelahan mitosis meliputi dua proses pembelahan yang berurutan, yaitu kariokinesis dan sitokinesis. Kariokinesis merupakan pembelahan suatu inti menjadi dua, sedangkan sitokinesis merupakan pembelahan suatu sel menjadi dua sel anakan yang masing-masing mengandung inti sel. Pembelahan mitosis berlangsung dalam empat tahap, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. 1) Profase Pada tahap awal fase ini, dalam sel terjadi beberapa hal berikut. a) Benang-benang kromatin yang terdapat dalam inti sel berkondensasi membentuk kromosom. b) Membran inti larut yang diikuti dengan menghilangnya anak inti (nukleolus). c) Kromosom menduplikasi diri menjadi sepasang kromatid. d) Sentriol membelah dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan. Di sekitar sentriol terbentuk benang-benang pembelahan (spindel)
11 sehingga menyerupai bentuk bintang yang disebut aster. Pada tahap selanjutnya spindel yang menghubungkan kromosom dengan kutub sel melalui sentromer, ada pula yang menghubungkan antar kutub sel. Catatan: Sentriol hanya terbentuk pada sel hewan dan tidak terbentuk pada sel tumbuhan. 2) Metafase Metafase ditandai dengan beberapa peristiwa berikut. a) Benang-benang spindel terlihat makin jelas. Benangbenang itu mengikat sentromer dari setiap kromosom. b) Kromosom mengatur diri di tengah-tengah antara dua kutub sel atau biasa disebut bidang ekuatorial. Biasanya kromosom berbentuk seperti huruf V. 3) Anafase Fase ini ditandai dengan peristiwa-peristiwa berikut.
12 a) Kromatid memisah satu sama lain. Tiap-tiap kromatid tersebut mengandung sentromer. b) Benang-benang spindel memendek sehingga kromatid-kromatid itu tertarik dan bergerak menuju kutub yang berlawanan. 4) Telofase Telofase merupakan tahap terakhir pembelahan inti (kariokinesis). Adapun tanda-tandanya sebagai berikut. a) Setelah kromatid-kromatid sampai di masing-masing kutub, bentuk kromatid itu menjadi kompak. b) Membran inti mulai terbentuk dan melingkupi kelompok kromatid pada masing-masing kutub.
13 c) Kromatid menjadi samar-samar dan anak inti (nukleolus) pun mulai timbul. d) Aster menghilang dan terjadi penebalan sitoplasma yang diikuti dengan pembagian sitoplasma (sitokinesis). 2. Pembelahan Meiosis (Pembelahan Reduksi) Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom setengah jumlah kromosom sel induk. Pembelahan meiosis sangat penting bagi organisme yang berkembang biak secara seksual,yaitu dalam proses pembentukan gamet (gametogenesis). Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tahap pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Pada meiosis I terjadi reduksi (pengurangan) jumlah kromosom, sedangkan pada meiosis II terjadi proses sama dengan pembelahan mitosis. Apa perbedaan meiosis I dengan meiosis II a. Meiosis I Meiosis I terdiri atas empat tahap yaitu profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I. Pada awal meiosis I, nukleus membesar sehingga penyerapan air
14 dari sitoplasma oleh inti mencapai 3 kali lipat. Berikut akan dibahas tahap pembelahan meiosis pada sel hewan yang memiliki dua kromosom atau sepasang kromosom homolog 1) Profase I Profase I terdiri atas beberapa tahap berikut a) Leptonema (Leptoten) Terlihat benang-benang halus di bagian inti sel dan mulai terbentuk kromosom. b) Zigonema (Zigoten) (1) Pembentukan kembaran kromosom (geminus). (2) Kromosom homolog yang berpasangan disebut bivalen, sedangkan peristiwa berpasangannya antar kromosom homolog dinamakan sinapsis. c) Pakinema (Pakiten)
15 Geminus (kembaran kromosom) terbentuk secara sempurna. d) Diplonema (Diploten) (1) Kromosom membelah membujur sehingga setiap kelompok sinapsis terbentuk empat kromatid dan letaknya saling menjauh. Namun, pada titik-titik tertentu masih ada hubungan disebut kiasma. Adanya kiasma ini memungkinkan terjadinya pindah silang (crossing over). (2) Pasangan kromosom homolog memisahkan diri. e) Diakinesis (1) Kromosom makin tebal. (2) Geminus menyebar di sepanjang inti. 2) Metafase I Pada metafase I terjadi tahap-tahap berikut ini a) Dinding inti dan nukleolus (anak inti) menghilang.
16 b) Terbentuk benang-benang spindel. c) Kromosom homolog (geminus) bergerak ke bidang ekuator dengan sentromer mengarah ke kutub 3) Anafase I Kromosom homolog berpisah dan bergerak ke kutub berlawanan tanpa pemisahan sentromer 4) Telofase I Pada telofase I terjadi tahap-tahap berikut ini a) Retikulum endoplasma membentuk membran inti di sekitar kelompok kromosom yang telah sampai di kutub pembelahan. b) Membran inti dan anak inti (nukleolus) kembali terbentuk. c) Pembentukan membran plasma untuk memisahkan sel anakan. d) Terbentuk 2 sel anakan yang haploid (n). b. Meiosis II Pada pembelahan tahap kedua ini (meiosis II) berlangsung seperti mitosis, tetapi sel-selnya bersifat haploid (n). Meiosis II juga berlangsung dalam empat tahap pembelahan, yaitu profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II.
17 1) Profase II Peristiwa yang terjadi sebagai berikut. a) Pembelahan dua buah sentriol menjadi dua pasang sentriol baru. b) Setiap pasang sentriol bermigrasi ke arah kutub yang berlawanan. c) Mikrotubul membentuk spindel dan membran inti. d) Nukleus lenyap, kromosom berubah menjadi kromatid. 2) Metafase II Peristiwa yang terjadi sebagai berikut. a) Spindel menghubungkan sentromer dengan kutub pembelahan. b) Kromatid tertarik ke bidang ekuator. 3) Anafase II Peristiwa yang terjadi sebagai berikut.
18 a) Seluruh isi sel serta benang-benang spindel dari gelendong bertambah panjang. Bersamaan dengan itu sentromer membelah menjadi dua. b) Kromatid yang berpasangan saling berpisah dan masing-masing kromatid bergerak ke arah kutub yang berlawanan. 4) Telofase II Peristiwa yang terjadi sebagai berikut. a) Benang-benang kromatid yang telah sampai di kutub berubah menjadi benang-benang kromatin. b) Karioteka dan nukleus terbentuk kembali. c) Pada bidang pembelahan terbentuk sekat yang membagi sitoplasma menjadi dua bagian. d) Terbentuk 4 sel baru dengan jumlah kromosom 1/2 kromosom sel induk (haploid = n).
19 3. Pembelahan Langsung (Amitosis) Pembelahan amitosis tidak didahului dengan pembentukan gelendong pembelahan dan peleburan inti. Amitosis merupakan salah satu cara reproduksi aseksual pada organisme uniselular, misalnya bakteri dan Protozoa. Mengapa pembelahan amitosis digolongkan sebagai reproduksi aseksual? Pada pembelahan ini setiap sel membelah menjadi dua (pembelahan biner). Pembelahan inti diikuti dengan pembagian sitoplasma. Sel-sel anakan mempunyai ukuran dan struktur genetik yang serupa. Pembelahan ini diawali dengan penggandaan DNA yang diikuti pembelahan kromosom sehingga terbentuk dua benang kromosom yang identik. Selanjutnya, terbentuk membran pemisah yang terbentang di antara kedua kromosom tersebut IV. GAMETOGENESIS Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet pada suatu individu. Gametogenesis dibagi menjadi dua macam, yaitu spermatogenis dan oogenesis. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma. Sedangkan, oogenesis adalah pembentukan sel telur (ovum). Pada saat gametogenesis berlangsung, terjadi pembelahan secara meiosis untuk
20 mengurangi jumlah kromosom menjadi setengah dari kromosom induknya (n). Jika ovum dan sperma bersatu akan membentuk zigot yang memiliki kromosom 2n. 1. Spermatogenesis Spermatogenesis berawal dari sel spermatogonia yang terdapat pada dinding tubulus seminiferus. Setiap spermatogonia yang mengandung 23 pasang kromosom, mengalami pembelahan mitosis menghasilkan spermatosit primer yang juga mengandung 23 pasang kromosom. Spermatosit primer ini kemudian mengalami pembelahan meiosis pertama menghasilkan 2 spermatosit sekunder yang haploid. Kemudian tiap spermatosit sekunder membelah lagi secara meiosis (meiosis kedua) menghasilkan 2 spermatid
21 yang juga haploid. Spermatid kemudian berdiferensiasi menjadi sperma yang telah masak. Sperma ini bersifat haploid. Sperma yang telah masak mempunyai sifat motil, karena sperma dilengkapi mikrotubulus. Sperma yang matang ini mempunyai tiga bagian, yaitu bagian kepala, bagian tengah (mid piece), dan bagian ekor. 1) Bagian kepala mengandung inti sel (nukleus) yang haploid dan bagian ujungnya mengandung akrosom yang berisi enzim hialuronidase dan proteinase yang berperan membantu menembus lapisan yang melindungi sel telur. 2) Bagian tengah mengandung mitokondria yang berperan dalam pembentukan energi yang digunakan untuk pergerakan ekor sperma. 3) Bagian ekor, sebagai alat gerak sperma agar dapat mencapai ovum Spermatogenesis dipengaruhi oleh beberapa hormon, seperti Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), dan hormon testosteron. a. FSH (Follicle Stimulating Hormone) FSH dihasilkan oleh hipofisa anterio, berfungsi memacu pertumbuhan sperma. Pada wanita, FSH berfungsi memacu pertumbuhan sel telur.
22 b. LH (Lutenizing Hormone) LH dihasilkan oleh hipofisa anterior, berfungsi merangsang sel-sel interstitial (sel leydig) untuk mensekresi hormon testosteron. Pada wanita, sel ini berfungsi untuk merangsang terjadinya ovulasi. c. Hormon Testosteron Hormon testosteron (androgen) dihasilkan oleh testis, berfungsi merangsang perkembangan organ seks primer pada saat embrio dan mendorong spermatogenesis. Selain itu, mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder, seperti tumbuh bulu dan kumis, dan dada menjadi bidang.
23 2. Oogenesis Setelah memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami menstruasi. Hal ini menandakan alat reproduksinya mulai berfungsi. Skema oogenesis Oosit primer yang terbentuk melakukan pembelahan secara meiosis menghasilkan oosit sekunder dan satu badan polar. Kemudian, oosit sekunder membelah kembali menjadi ootid dan satu sel badan polar kedua. Sedangkan, badan polar I membelah menjadi dua badan polar. Menjelang terjadinya peleburan inti sel telur dan sperma, ootid berkembang menjadi ovum. Ketiga badan polar yang menempel pada ovum mengalami degenerasi. Jadi, oogenesis menghasilkan satu sel ovum dan tiga badan polar.
24 V. MENSTRUASI Menstruasi adalah pendarahan yang terjadi secara periodik pada uterus disertai dengan peluruhan dinding rahim Menstruasi dikelompokkan menjadi 4 fase yaitu: a. Fase menstruasi Bila ovum tidak dibuahi sperma, korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron menyebabkan luruhnya endometrium. Akibatnya terjadi pendarahan pada fase menstruasi. b. Fase pra-ovulasi : Hormon FSH & Estrogen bertambah c. Fase ovulasi : hormon estrogen bertrambah banyak, hormon FSH berkurang, dan hormon LH bertambah. d. Fase pasca-ovulasi : emdometrium menebal, tumbuhnya hormon Progesteron & Estrogen
25 Setelah sel telur matang akan terjadi ovulasi. Ovum akan ditangkap fimbriae infundibulum. Apabila sel telur dibuahi, maka akan terjadi kehamilan. Tetapi, apabila tidak terjadi pembuahan, akan terjadi menstruasi. Menstruasi terjadi setiap bulan dan membentuk siklus menstruasi yang lamanya kira-kira 28 hari. 14 hari persiapan untuk ovulasi dan 14 hari persiapan endometrium untuk menerima ovum yang sudah dibuahi. Pada akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin (FSH-RH) untuk merangsang hipofisi anterior mengeluarkan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Pada awal siklus berikutnya, pada hari ke-14, folikel akan melanjutkan perkembangannya (oogenesis) yang dipengaruhi hormon FSH. Setelah terbentuk folikel degraaf (folikel matang) dan menghasilkan hormon estrogen. Masa perkembangan ini disebut fase folikel. Hormon estrogen merangsang hipofisa anterior untuk mengeluarkan hormon LH dan menghambat pembentukan hormon FSH di hipofisa. LH berperan untuk
26 merangsang terjadinya ovulasi, biasanya pada hari ke-14 dari siklus menstruasi. Waktu di sekitar terjadinya ovulasi ini disebut fase estrus. LH juga merangsang folikel yang kosong ini untuk membentuk korpus luteum. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempersiapkan rahim agar bisa ditempati oleh embrio bila terjadi pembuahan. Fase ini disebut fase luteal. Progesteron juga berfungsi untuk menghambat pembentukan LH dan FSH. Apabila tidak terjadi fertilisasi, produksi progesteron mulai menurun pada hari ke-26, korpus luteum akan mengecil, akhirnya menghilang. Hal ini menyebabkan lapisan endometrium luruh pada hari ke-28. Akibatnya, terjadi pendarahan yang disebut menstruasi. Umumnya, menstruasi terjadi selama satu minggu. Kemudian, dinding sel pulih kembali, FSH diproduksi kembali dan siklus dimulai lagi. VI. FERTILISASI DAN KEHAMILAN Fertilisasi adalah peleburan antara sperma dan ovum. Fertilisasi terjadi di tuba fallopi. Saat fertilisasi berlangsung, hanya kepala sperma yang mengandung inti sel yang masuk ke dalam dinding sel telur, sedangkan ekornya tertinggal di luar.
27 Penggabungan sperma dan sel telur ini membentuk zigot. Zigot yang terbentuk bergerak menuju uterus sambil membelah diri menjadi dua, empat, delapan, dan seterusnya, pada saat embrio mencapai 32 sel dan memiliki bentuk seperti buah arbei, disebut morula. Selanjutnya, morula berkembang menjadi blastula. Lalu, sel-sel bagian dalam membentuk bakal janin (embrioblas), dan sel-sel bagian luar membentuk trofoblas yang akan membentuk plasenta. Pada hari keenam, embrio tiba di uterus, kemudian membenamkan diri ke dinding uterus yang lunak, tebal, dan lembut serta mengandung sekret seperti air susu. Proses perlekatan embrio ke dinding sel ini disebut implantasi. Embrio terus tumbuh dan berkembang membentuk manusia yang seutuhnya, artinya kehamilan sedang berlangsung. Proses Fertilisasi dan Proses Perkembangan Zigot Fertilisasi pada manusia diawali dengan terjadinya persetubuhan (koitus). Fertilisasi merupakan peleburan antara inti spermatozoa dengan inti sel telur. Pada saat spermatozoa menembus dinding sel telur, ekor sperma ditanggalkan di luar. Proses fertilisasi ini dapat terjadi di bagian oviduk atau
28 uterus. Bersatunya inti spermatozoa dan inti sel telur akan tumbuh menjadi zigot. Zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui 3 tahap selama kurang lebih 280 hari. Tahap-tahap ini meliputi periode preimplantasi (7 hari pertama), periode embrionik (7 minggu berikutnya), dan periode fetus (7 bulan berikutnya). 1) Periode Preimplantasi Selama 2–4 hari pertama pasca pembuahan, zigot berkembang dari 1 sel menjadi kelompok 16 sel (morula). Morula kemudian tumbuh dan berdiferensiasi menjadi 100 sel. Selama periode ini, zigot berjalan di sepanjang oviduk, setelah itu masuk ke uterus dan tertanam dalam endometrium uterus. Morula kemudian membentuk bola berongga yang disebut blastosit. Blastosit mempunyai lapisan luar yang disebut tropoblas. Tropoblas ini berkembang membentuk membran embrio, korion, dan amnion. Korion mengalami perkembangan lebih lanjut membentuk vili. Vili ini tumbuh menjadi plasenta. Pada perkembangan lebih lanjut, antara fetus dan plasenta dihubungkan oleh tali pusar. Plasenta berfungsi sebagai jalan pertukaran gas, makanan, dan zat sisa antara ibu dan janin. Selain itu,
29 plasenta juga berfungsi melindungi janin dari penyakit dengan membentuk imunitas secara pasif, melindungi janin dari organisme patogen, dan dapat menghasilkan hormonAmnion berasal dari lipatan jaringan tropoblas yang melingkupi sebelah luar embrioblas. Amnion merupakan kantong yang berisi cairan tempat embrio berada. Dinding amnion menghasilkan cairan ketuban yang berguna untuk menjaga agar embrio tetap basah dan tahan goncangan. Korion merupakan selaput yang terdapat di sebelahluar amnion. Korion tumbuh keluar membentuk jonjot yang terdiri atas mesoderma dan tropoblas yang berhubungan dengan rahim. Di dalamnya terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah induknya melalui perantaraan plasenta. Alantois merupakan jaringan yang terletak di dalam tali pusat. Di dalam alantois berkembang banyak pembuluh darah yang berfungsi menghubungkan sirkulasi embrio dengan plasenta. Antara amnion dan plasenta terdapat kantong kuning telur (yolksack) atau sacus vatelianus. Yolksack merupakan tempat munculnya sel-sel darah dan
30 pembuluh darah yang pertama. Bagian ini berfungsi menyediakan makanan utama bagi embrio. 2) Periode Embrionik Tahap perkembangan ini didominasi oleh pembentukan kepala. Ciri wajah makin terlihat jelas. Telinga, mata, hidung, dan leher sudah terbentuk secara normal. Pada tahap ini juga terbentuk lengan yang diawali dengan pembentukan jari-jari. Daerah kepala dan jantung akan mengalami pembesaran. Hati juga tumbuh dengan cepat hingga mendominasi organ-organ perut. Ekor akan memendek dan paha akan mengalami perkembangan. Embrio pada akhir periode ini disebut fetus. 3) Periode Fetus Selama 6 bulan pada periode fetus akan terjadi perkembangan yang sangat cepat dan terjadi perbaikan proporsi komponen tubuh melalui diferensiasi jaringan. Pada periode ini terjadi perkembangan tubuh dengan pesat, sehingga proporsi kepala akan berkurang sebesar setengah dari seluruh panjang tubuh. Pada bulan keempat, wajah sudah menunjukkan seperti wajah manusia normal. Mata sudah mengarah ke lateral dan ke bagian depan
31 wajah. Telinga juga sudah terletak pada daerah sejajar dengan mata. Lengan bawah tumbuh lebih lambat daripada lengan atas. Osifikasi sebagian besar terpusat pada tulang. Jenis kelamin fetus sudah terlihat secara eksternal pada bulan ketiga. Pada bulan kelima, kulit yang keriput akan tertutup oleh rambut. Selama bulan ini, pergerakan fetus akan terasa oleh si ibu. Glandula sebasea terbentuk aktif tepat sebelum bayi dilahirkan (bulan ke-7 dan 8). Perhatikan Gambar
32 Lemak muncul pertama kali ketika jaringan lemak berdiferensiasi dan berproliferasi sejak minggu ke-14. Pada dua bulan terakhir kehidupan fetus, lemak terdeposit mengisi keriput pada kulit dan mengisi berat badan bayi pada saat kelahiran VII. PROSES PERSALINAN Proses persalinan dalam ilmu kedokteran dibagi dalam 4 tahap. Pada tahap I, mulai terjadi pembukaan jalan lahir dari 1 cm sampai lengkap (10 cm).Dalam proses persalinan normal, tahap pertama ini memerlukan waktu sekitar 20 jam untuk anak pertama. Memasuki tahap II, yaitu setelah pembukaan jalan lahir lengkap sampai bayi lahir. Biasanya, tahapan ini memerlukan waktu sekitar dua jam. Selanjutnya tahap III, mulai saat bayi lahir sampai keluar ari-ari. Pada tahap ini, otot rahim berkontraksi, serviks membesar, dan bayi didorong ke luar. Persalinan yang normal umumnya kepala bayi keluar terlebih dahulu dan diikuti bagian tubuh lainnya. Pada saat berkontraksi, amnion pecah, dan cairan amnion keluar bersama bayi untuk melicinkan jalan keluar. Secara normal, tahapan ini hanya memerlukan waktu setengah jam.
33 Tahap IV, yaitu dua jam pasca kelahiran. Beberapa saat setelah bayi lahir dilakukan pemotongan tali pusar. Pada tali pusar tidak terdapat jaringan saraf sehingga tidak terasa sakit sewaktu dipotong. Keluarnya plasenta terjadi kira-kira tiga puluh menit setelah bayi keluar karena dinding rahim berkontraksi lagi. Proses persalinan tidak dapat terlepas dari pengaturan hormon. Adapun jenis hormon yang berperan pada proses persalinan sebagai berikut. 1) Hormon relaksin, mempengaruhi fleksibilitas simfisis pubis. 2) Hormon estrogen, berperan mengatasi pengaruh hormon progesteron yang menghambat kontraksi dinding rahim. 3) Hormon prostaglandin, dihasilkan semua sel dalam jumlah sedikit untuk mengatasi pengaruh progesteron. 4) Hormon oksitosin, mempengaruhi kontraksi dinding uterus. Bayi yang tidak normal, terlalu besar atau posisinya melintang, harus dilakukan bedah sesar. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan pada perut menuju rahim, selanjutnya bayi diangkat dari rahim. Setelah dilahirkan bayi memerlukan perawatan secara cermat, di antaranya dengan memberi ASI. Air susu ibu merupakan makanan dan minuman
34 terbaik untuk bayi terutama sejak lahir hingga bayi berusia enam bulan. Air susu ibu yang diberikan pertama kali berwarna kekuningan. Air ini dinamakan kolostrum. Kandungan protein kolostrum tiga kali lipat dari air susu ibu biasa. Kolostrum juga mengandung antibodi yang sangat tinggi sehingga mampu melawan berbagai bibit penyakit seperti salesma dan radang paru-paru. Oleh karena itu, kolostrum dapat digunakan sebagai imunisasi pertama bagi bayi. VIII. KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA 1. Kanker Leher Rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim pada perempuan dewasa. kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Perubahan selsel kanker dapat ditandai pendarahan di antara masa menstruasi. Jika kamu mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari kanker leher rahim adalah:
35 a. Melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal, seperti adanya pendarahan di antara masa menstruasi. b. Tidak merokok. Karena beresiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok. 2. Kanker Ovarium adalah kanker yang menyerang ovarium, biasanya pada masa menopause. Kanker ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik dan sebagian kecil berbentuk tumor padat. Beberapa faktor resiko yang penting sebagai penyebab kanker ovarium adalah wanita nullipara, yaitu melahirkan anak pertama pada usia di atas 35 tahun. 3. Kanker Prostat adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat, dimana sel-sel kelenjar prostat tumbuh secara abnormal sehingga mendesak dan merusak jaringan sekitarnya. Penyebab kanker prostat yaitu usia dan riwayat keluarga. Hormon dan diet tinggi lemak juga disebutkan sebagai faktor resiko kanker prostat, walaupunkaitannya belum jelas. Gejala kanker prostat di antaranya adalah: a. Sering buang air kecil atau sulit buang air kecil. b. Urine berdarah.
36 c. Nyeri pinggul atau punggung. 4. Endometriosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita karena jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Endometriosis dapat diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia di atas 30 tahun, dan kulit putih. Endometriosis dapat menyebabkan hal-hal berikut: a. Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul. b. Menstruasi yang tidak teratur. c. Kemandulan. Endometriosis dapat diobati dengan beberapa cara, a. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium. b. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis. c. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan. d. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba fallopi dan ovarium.
37 5. Gonorrho(kencing nanah) adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Noiserrria gonnorhoeae. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna putih, rasa nyeri saat buang air kecil, mulut uretra pria biasanya bengkak dan agak merah. Pada wanita: keluarnya nanah dari vagina dan saluran urin. Pada pria: keluarnya nanah pada penis dan saluran urin. 6. Sifillis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menular lewat hubungan seks bebas. Gejalagejalanya adalah timbul luka pada kemaluan, kelainan saraf, jantung, pembuluh darah, dan kulit. 7. Herpes Genitalis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes simpleks. Gejala-gejalanya adalah munculnya bintil-bintil berkelompok pada kemaluan yang hilang dan timbul, tetapi akhirnya menetap seumur hidup. 8. Condiloma Accuminata adalah penyakit disebabkan oleh virus Human papilloma. Gejalanya adalah timbulnya kutil yang dapat membesar di mulut rahim yang bisa menimbulkan kanker rahim.
38 9. Hamil Anggur (Mola Hidatidosa) Hamil anggur merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur terjadi akibat kegagalan pembentukan bakal janin, sehingga terbentuk jaringan permukaan membran mirip gerombolan buah anggur. Penyebab pasti hamil anggur belum diketahui, tetapi diduga pencetusnya antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim. 10. Infertilitas adalah ketidaksuburan yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Pada wanita, ketidaksuburan disebabkan oleh tersumbatnya tuba fallopi, menstruasi tidak teratur, kelainan pada lendir leher rahim, dan obesitas. Sedangkan, pada pria karena adanya penyakit seperti impotensi, ejakulasi dini, dan rusaknya testis. 11. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), adalah penyakit penurunan sistem kekebalan tubuh karena infeksi virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus) sehingga tubuh akan menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. Penularan AIDS melalui transfusi darah (donor darah seseorang yang terinfeksi HIV) atau melalui alat-alat yang
39 menyebabkan luka, seperti jarum suntik, jarum infus, dapat juga melalui kontak seksual. Pencegahannya dengan cara mencegah penularan virus HIV, antara lain: - Menggunakan jarum suntik yang steril dan jarum yang sekali pakai lalu dibuang. - Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga darah dapat dipastikan tidak terinfeksi virus HIV. - Hanya melakukan kontak seksual dengan pasangannya yang sah. 12. Kista, jaringan yang berkembang secara abnormal di dalam rahim. 13. kemandulan (sterilitas): gangguan kesuburan seseorang menyebabkan terjadinya ketidakhamilan walau tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun. Sterilitas pada seorang pria dapat disebabkan oleh terjadinya kelainan struktur dan fungsi organ reproduksi, kelainan sistem hormonal, gangguan peredaran darah pada alat reproduksi, infeksi pada saluran reproduksi serta faktor imunologi. Sementara itu, sterilitas pada seorang wanita dapat disebabkan oleh kegagalan pelepasan sel telur, infeksi, atau kelainan pada saluran telur, serta faktor-faktor lain
40 14. abortus : gangguan maupun kelainan organ reproduksi dapat juga ditunjukkan dengan terjadinya keguguran yang berulang kali. Apabila kedua hal tersebut terjadi, maka seorang pria dan wanita perlu melakukan pemeriksaan ACA dan infeksi TORCH. Pemeriksaan ACA yaitu pemeriksaan kadar antikardiolipin antibodi dalam darah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kadar ACA, karena kadar ACA yang tinggi dapat menyulitkan perlekatan hasil pembuahan sel telur di dinding rahim serta mengganggu perkembangan janin sehingga sering terjadi keguguran. Sementara itu, infeksi TORCH merupakan infeksi multiorganisme parasit Toxoplasma gondii, virus Rubella, Sitomegalo, Herpes simplex, dan bakteri Clamidia. Infeksi ini bisa menyebabkan kematian janin maupun cacat bawaan pada bayi. IX. UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. 1. Faktor pertama , kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. Apabila kebersihan organ reproduksi kurang dijaga, akan dapat
41 terjangkit oleh penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri ataupun parasit. Ada beberapa upaya untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri ataupun parasit. a. Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan bertesktur lembut. Hindari bahan bersifat panas, kurang menyerap keringat dan berbahan ketat (misalnya jeans). b. Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar. Selanjutnya, keringkan sisa air yang masih menempel di kulit dengan menggunakan tissue atau handuk hingga benar-benar kering. c. Mengganti celana dalam minimal 2 – 3 kali sehari. d. Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila sudah panjang, karena apabila terlalu panjang akan menjadi sarang kuman e. Bagi perempuan, apabila sedang menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin. Pada saat aliran darah banyak, kamu dapat menggantinya minimal 5-6 jam sekali. Darah yang tertampung pada pembalut bisa menjadi media tumbuhnya kuman penyebab infeksi.
42 f. Bagi perempuan, hindari menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan dan patyliner secara terus menerus. Penggunaan sabun pembersih daerah kewanitaan akan mengubah pH vagina selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. 2. Faktor perilaku seks bebas dan penggunaan narkoba. Dapat mencegahnya dengan cara : a. dapat menjaga pergaulan dan memilih gaya hidup yang sehat agar tidak terjebak pada seks bebas. b. gunakan internet secara arif dan bijaksana, dengan tidak mengakses situs-situs yang menyediakan gambar atau kehidupan seks bebas yang sangat rentan dengan penularan penyakit seksual. c. menjauhkan diri dari pergaulan dengan narkoba, karena ini merupakan cara lainnya yang dapat menjadikan kamu penderita penyakit seksual. d. Gunakan waktu luangmu untuk menyalurkan hobi atau kegiatan yang positif sehingga kamu dapat lebih berprestasi dan terhindar dari pergaulan yang tidak sehat.
43 e. melakukan eksplorasi berbagai jenis penyakit pada sistem reproduksi serta penyebab dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. f. Kunjungi seminar-seminar kesehatan yang membahas masalah kesehatan reproduksi remaja untuk mendapat informasi yang tepat dan sesuai. g. mengadakan acara diskusi kesehatan reproduksi dengan mengundang para dokter atau narasumber yang memahami tentang HIV/AIDS. h. Banyaklah bertanya mengenai cara menjaga organ reproduksi dari serangan penyakit. Hal ini dapat menghindari kamu dari sumber informasi yang salah, misalnya informasi dari dunia maya
44 Daftar Pustaka Langkah Sembiring, Sudjino .2009, Biologi : Kelas XII untuk SMA dan MA . Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Purnomo, dkk., 2009, Biologi : Kelas XI untuk SMA dan MA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Siti Zubaidah, dkk., 2015, Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX Buku Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. _____. 2015, Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX Semester 1 Buku Siswa Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. _____. 2015, Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX Semester 1I Buku Siswa Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. _____. 2017, Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Semester 1 Buku Siswa Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. _____. 2017, Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Semester 1I Buku Siswa Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sukismo, dkk.,2019, Fokus UN 2019 SMP/MTS. Jakarta: Erlangga. Sutrisno, 2017, Ilmu Pengetahuan Alam 9A untuk MTs/SMP, Kudus : Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kudus. ______, 2017, Ilmu Pengetahuan Alam 9B untuk MTs/SMP, Kudus : Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kudus. ______, 2018, Pengayaan Soal-Soal USBN dan UN untuk MTs/SMP, Kudus : Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kudus. ______, 2019, Pengayaan Soal-Soal USBN dan UN untuk MTs/SMP, Kudus : Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kudus
45 Tim Abdi Guru, dkk. 2015. IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Erlangga. Tjitrosoepomo, G. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. __________. 1989. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Wahono, dkk. 2016. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Buku Siswa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. _______.. 2016. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs KelasVII Semester 1I Buku Siswa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.