PANDUAN
KEGIATAN MGMP TINGKAT SEKOLAH
UNIT SMPN 12 BANDUNG
TAHUN PELAJARAN 2022-2023
Oleh . Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
TItin Supriyatin, S.Pd.
pENGANTAR
MGMP merupakan bagian dari komunitas Praktik di lingkungan Satuan Pendidikan. Guru mata pelajaran/Guru
Bimbingan Konseling dapat melakukan kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus peningkatan
kompetensi setidak-tidaknya 1 kali kegiatan/ bulan. Fokus kegiatan di MGMP Sekolah adalah menyelesaikan
permasalahan pembelajaran di kelas. Guru dapat bersama-sama menganalisis masalah pembelajaran, menyusun
rencana pembelajaran untuk mengatasi masalah, menyusun bahan ajar dan merencanakan kunjungan
kelas/observasi pembelajaran. Guru dapat melakukan berbagi/ sharing Praktik baik hal-hal positif yang dilakukan
di kelas untuk menginspirasi kelas lainnya. Kegiatan dibuktikan dengan Adanya Daftar Hadir kegiatan, Foto
pelaksanaan kegiatan dan produk yang dihasilkan dari setiap pertemuan. Kegiatan ini merupakan kegiatan
kolektif guru, maka setiap kegiatan dihargai 0,15 AK.
Selamat melaksanakan kegiatan MGMP. SMPN 12 TANGGUH !!!!
JADWAL KEGIATAN MGMP SEKOLAH
JAM KE- WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUM’AT
1 PAI
2 07.00-07.40 IPS BK PAI
3 PAI
4 07.40-08.20 IPS BK
5 PPKN
6 08.20-09.00 IPS BK PPKN
7 PPKN
8 09.00-09.40 B.IND
9 B.IND
10 10.00-10.40 B.ING B.SUNDA SENBUD B.IND
10.40-11.20 B.ING B.SUNDA SENBUD
11.20-12.00 B.ING B.SUNDA SENBUD
13.00-13.40 INF/PRAK IPA MAT PJOK
13.40-14.20 INF/PRAK IPA MAT PJOK
14.20-15.00 INF/PRAK IPA MAT PJOK
DAFTAR PILIHAN FOKUS AGENDA KEGIATAN
DATA KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI MURID SMPN 12TAHUN 2021
Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan SMPN 12 Tahun 2021, diketahui Data kemampuan
Literasi murid umumnya pada kategori cakap 62,16 %, peserta didik dengan kemampuan
literasi mahir 24.32%, dengan kemampuan literasi dasar 13,51% dan 0% (tidak ada murid)
dengan kategori literasi perlu intervensi khusus.
Sedangkan pada kemampuan numerasi, murid dengan kemampuan numerasi cakap
48,65%, kemampuan numerasi dasar 35,14%, kemampuan numerasi kategori mahir 13,51%
dan masih ada murid dengan kemampuan numerasi kategori perlu intervensi khusus
sebesar 2,7%.
Tantangan bagi semua MGMP adalah meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi
murid berdasarkan strategi pembelajaran yang direncanakan, sehingga pada Tahun 2022
diharapkan terjadi peningkatan kemampuan literasi murid pada kategori mahir menjadi
50%, penurunan pada kategori cakap menjadi 40%, dan kemampuan murid pada kategori
literasi dasar maksimal 10%. Adapun peningkatan kemampuan numerasi murid pada
kategori mahir diharapkan meningkat dari 13,51% menjadi 30%, sehingga murid dengan
kemampuan numerasi cakap menurun menjadi 40%, dengan kemampuan literasi dasar
menjadi 30% dan tidak ada murid yang berada pada kategori numerasi perlu intervensi
khusus lagi.
TES DIAGNOSTIK LITERASI DAN NUMERASI
Untuk memudahkan identifikasi kemampuan dasar literasi dan numerasi murid,
Ibu/Bapak Guru dapat melakukan tes diagnostik untuk mengetahui kemampuan dasar
literasi dan numerasi masing-masing kelas. Data dari hasil tes diagnostik dapat
digunakan oleh Ibu dan Bapak dalam menentukan jenis sumber belajar yang sesuai, serta
menyusun perencanaan mengajar yang tepat dan asesmen yang sesuai dengan kondisi
kelas masing-masing.
Berikut adalah tutorial/ tata cara dalam melakukan tes Diagnostik non kognitif untuk
mengidentifikasi kemampuan literasi dan numerasi dengan memanfaatkan platform
Merdeka mengajar :
1. Login ke Platform merdeka mengajar, pilih fitur asesmen murid
2. Pilh kategori soal : Literasi atau numerasi
3. Pilih soal yang sesuai yang akan digunakan lalu klik buat kelas
4. Untuk fitur Buat kelas, silakan membuat kelas sesuai dengan kelas Ibu/Bapak saat ini
5. Centang kelas yang dipilih, Kirim soal ke kelas yang ibu/Bapak buat, dapatkan link soalnya
6. Copy link soal ke grup Whatsapp kelas
7. Setelah data murid masuk, periksalah jawaban uraiannya dengan teliti pada kategori “benar”
atau “salah”
8. Sistem akan otomatis mengidentifikasi kemampuan literasi/numerasi murid.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Selanjutnya, berdasarkan data yang sudah Ibu/Bapak dapatkan, maka pada forum MGMP
Ibu/Bapak dapat berdiskusi menyusun perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan kelas
masing-masing. Ibu/Bapak dapat saling memberikan masukan, berbagi pengalaman baik,
menyusun perangkat ajar bersama, menentukan sumber/bahan ajar yang relevan, dan
menyusun rencana pembelajaran berdiferensiasi.
Dalam menyusun perencanaan pembelajaran berdiferensiasi Ibu/Bapak dapat menyepakati
Strategi Diferensiasi Konten, Proses atau Produk. Apabila Ibu/bapak masih kesulitan dalam
memahami strategi pembelajaran berdiferensiasi ini dapat membahasnya kembali bersama
dengan rekan-rekan satu MGMP.
Agar dapat berkelanjutan, Ibu/Bapak dapat melanjutkan kegiatan MGMP dari kegiatan IHT
27-30 Juni lalu. Berikut link Padlet yang bisa diakses :
https://drive.google.com/file/d/1Ac4k9cjqmKXZ6fRsLlaVokN5BEOiYJjY/view?usp=sharing
(setiap link dokumen/akses pada PDF Padlet ini dapat otomatis diakses)
STRATEGI LITERASI DALAM PEMBELAJARAN
Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana siswa dalam
mengenal,memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Literasi
juga terkait dengan kehidupan siswa, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk
menumbuhkan budi pekerti mulia dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.. Literasi pada
awalnya dimaknai 'keberaksaraan' dan selanjutnya dimaknai 'melek' atau 'keterpahaman'.
Pada langkah awal, “melek baca dan tulis" ditekankan karena kedua keterampilan berbahasa
ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam berbagai hal.
(Word Economic Forum, 2016).
Pemahaman literasi pada akhirnya tidak hanya merambah pada masalah baca tulis saja.
Menurut Word Economic Forum (2016), peserta didik memerlukan 16 keterampilan agar
mampu bertahan di abad XXI, yakni literasi dasar (bagaimana peserta didik menerapkan
keterampilan berliterasi untuk kehidupan sehari-hari), kompetensi (bagaimana peserta
didik menyikapi tantangan yang kompleks), dan karakter (bagaimana peserta didik
menyikapi perubahan lingkungan mereka).
Menurut Cope dan Kalantzis (2000), pedagogi multiliterasi yang dikembangkan oleh New
London Group merupakan pandangan yang melihat semakin berkembangnya dimensi
literasi yang multibahasa dan multimodal. Dengan demikian, sekolah dan masyarakat
perlumengembangkan praktik dan keterampilan menggunakan beragam cara untuk
menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan menggunakan bentuk-bentuk
teks konvensional maupun bentuk-bentuk teks inovatif, simbol, dan multimedia (Abidin,
2015). Beragam teks yangdigunakan dalam satu konteks ini disebut teks multimodal
(multimodal text).
Adapun pembelajaran yang bersifat multiliterasi--menggunakan strategi literasi dalam
pembelajaran dengan memadukan keterampilan abad ke-21 (keterampilan berpikir tingkat
tinggi)--diharapkan dapat menjadi bekal kecakapan hidup sepanjang hayat.
PROGRAM PENGUATAN LITERASI DI SMPN 12 BANDUNG TAHUN 2022/2023
Tujuan utama penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran adalah untuk
membangun pemahaman siswa, keterampilan menulis, dan keterampilan
komunikasi secara menyeluruh. Tiga hal ini akan bermuara pada
pengembangan karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Konten dalam pembelajaran adalah apa yang diajarkan, adapun literasi adalah
bagaimana mengajarkan konten tersebut. Oleh sebab itu, bidang-bidang yang telah
disebutkan dan lintas bidang memerlukan strategi literasi dalam pembelajarannya.
Salah satu tujuan penting dari strategi literasi dalam pembelajaran konten adalah untuk
membentuk siswa yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah (Ming, 2012:
213). Dengan demikian strategi literasi dalam pembelajaran akan membentuk
karakteristik siswa yang berprofil pelajar pancasila dan mengembangkan keterampilan
abad ke-21 (keterampilan berpikir tingkat tinggi).
Berdasarkan beberapa sumber, dapat disarikan tujuh karakteristik pembelajaran yang
menerapkan strategi literasi yang dapat mengembangkan kemampuan metakognitif
(cf. Beers 2010: 20-21; Pahl&Rowsell 2005: 82), antara lain:
1. Pemantauan pemahaman teks (siswa merekam pemahamannya sebelum,
ketika, dan setelah membaca).
2. Penggunaan berbagai moda selama pembelajaran (literasi multimoda)
3. Instruksi yang jelas dan eksplisit.
4. Pemanfaatan alat bantu seperti pengatur grafis dan daftar cek.
5. Respon terhadap berbagai jenis pertanyaan.
6. Membuat pertanyaan.
7. Analisis, sintesis, dan evaluasi teks.
8. Meringkas isi teks.
Menyimak karakteristik pembelajaran yang menerapkan strategi literasi, dapat disimpulkan
bahwa strategi literasi dapat diterapkan dalam pembelajaran kooperatif, berbasis teks,
berbasis proyek, berbasis masalah, inquiry, discovery, dan saintifik sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran
tersebut (Beers 2010; Greenleaf dkk, 2011; Robb, 2003; Toolin, 2004).
Bagaimana mengukur pembelajaran sudah menguatkan kemampuan
literasi murid ?
Aksek ke Instrumen :
https://docs.google.com/document/d/1z6H-K0sopfrX29GStxMGrxA-h_
mkyuro/edit?usp=sharing&ouid=108972841048477729166&rtpof=true
&sd=true
PENUMBUHAN KARAKTER MELALUI PROSES PEMBELAJARAN
Pada umumnya karakter murid-murid berdasarkan data pada Rapor Pendidikan sudah
membudaya. Berdasarkan dimensi Profil Pelajar Pancasila, Murid-murid SMPN 12
Bandung secara umum sudah menunjukkan karakter beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlaq mulia, berkebinekaan global, dan bernalar kritis. Namun masih
ada karakter yang perlu dibangun dan dikembangkan lagi yaitu karakter Gotong royong,
kreatif dan kemandirian.
Hal ini memberikan peluang besar bagi kita sebagai guru untuk dapat merancang
pembelajaran yang mengembangkan karater tersebut. Pembelajaran dapat diarahkan
untuk membekali murid sehingga memiliki kreativitas tinggi, mandiri dan menunjukkan
sikap bergotong royong.
MENINGKATKAN LAYANAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan hasil rapor mutu terkait dengan dimensi D “proses pembelajaran” ada
beberapa data yang perlu kita perhatikan bersama :
MENINGKATKAN LAYANAN PEMBELAJARAN
Fokus kegiatan MGMP adalah memperbaiki zona merah di D1 Kualitas Pembelajaran,
fokus pada manajemen kelas dan aktivitas Kognitif.
Ibu/Bapak di MGMP dapat melakukan sharing praktik baik dalam melakukan manajemen
kelas efektif dan upaya melibatkan sebanyak mungkin murid untuk belajar. Menumbuhkan
minat terhadap pembelajaran, memberi ruang pada murid untuk menunjukkan kompetensi
terbaiknya dengan fokus pada peningkatan literasi dan numerasi serta penumbuhan
karakternya dengan membangun lingkungan belajar positif tanpa perundungan pada murid.
Mengevaluasi bersama kegiatan pembelajaran, saling mengunjungi kelas rekan sejawat,
saling mengobservasi pun diperolehkan selama tidak mengganggu jalannya proses
pembelajaran lainnya.
Pembagian Tugas Tim dalam MGMP
Dalam setiap pelaksanaan kegiatan MGMP selalu ada pembagian peran sebagai :
1. Moderator (pemimpin diskusi )
2. Narasumber
3. Notulis
4. Dokumentasi
Notulensi kegiatan setidak-tidaknya mencakup3 hal :
1. Masalah apa yang menjadi fokus musyawarah/diskusi ?
2. Bagaimana solusi yang disepakati bersama ?
3. Tindak lanjut dalam pembelajaran di kelas masing-masing.
Perubahan Waktu Kegiatan :
Apabila karena satu dan lain hal waktu pelaksanaan kegiatan MGMP dialihkan, maka waktu
pengganti haruslah atas dasar kesepakatan seluruh anggota MGMP. Jangan sampai ada guru
tidak mengikuti kegiatan MGMP karena tidak mendapat informasi perubahan jadwal.
Pelaksanaan kegiatan MGMP menjadi tanggung jawab Ketua MGMP masing-masing.
RAMBU-RAMBU DOKUMENTASI KEGIATAN
Setiap MGMP menyusun program kegiatan MGMP dalam waktu 1 tahun kedepan.
Dokumen Program MGMP dikumpulkan pada Drive yang ditentukan.
Selain menyusun program, MGMP mendokumentasikan kegiatan setiap pelaksanaan
kegiatan berlangsung. Dalam pendokumentasian kegiatan MGMP diperlukan beberapa
fokus dokumentasi :
1. Tampak interaksi antar anggota MGMP
2. Tampak Interaksi anggota MGMP dengan bahan yang dibahas
3. Ada file notulensi laporan kegiatan berupa Intisari hasil yang disepakati
4. Ada Refleksi dan rencana tindak lanjut
5. Bentuk dokumentasi boleh Foto, video, file dll
6. Seluruh dokumentasi kegiatan dikirim di ruang Padlet MGMP Unit SMPN 12
Bandung
PENUTUP
Demikian panduan ini dibuat sebagai acuan kegiatan MGMP
Unit SMPN 12 Bandung pada Tahun Pelajaran 2022/2023.
Panduan ini masih jauh dari sempurna, oleh karenanya masukan
dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat kami
harapkan.
Selamat melaksanakan Kegiatan MGMP dan Tetap Semangat !!!!
Terimakasih, semoga bermanfaat
Wassalaamu’alaikum wr.wb.
Waka. Bidang Kurikulum
Titin Supriyatin, S.Pd.