STUdi KASUS YANG TERJADI DI SEKOLAH MENGENAI BUDAYA POSITIF Modul 1.4 TUGAS KOLABORASI FASILITATOR Ahmad Sahroni ANGGOTA KELOMPOK Krisdiana Anggraini Fitriani Siti Nuur Khatimah Khafifah KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI Oleh: Kelompok 3B
Dalam pembahasan Budaya Positif pada ruang kolaborasi bersama dengan Fasilitator Bapak Ahmad Sahroni yaitu : ✓ Disiplin dan Nilai-Nilai Kebajikan Universal ✓ Hukuman, Konsekuensi dan Restitusi ✓ Keyakinan Kelas ✓ Kebutuhan Dasar Manusia ✓ Lima Posisi Kontrol Guru ✓ Langkah-langkah Penerapan Segitiga Restitusi PENGANTAR Di lingkungan sekolah, guru dapat menerapkan budaya positif seperti bekerja sama dengan rekan sejawat, berinteraksi secara akrab dengan peserta didik, menerapkan sikap disiplin dan bertanggung jawab serta menjadi teladan bagi peserta didik.
RANGKUMAN KASUS 1 Guru Matematika dan wali kelas 8, Ibu Santi sakit, dicarikan guru pengganti, Ibu Eni. Murid perempuan, Fifi dan Natali bersikap seenaknya, tertawa dan tidak mengindahkan kehadiran Ibu Eni. Keesokan harinya, Ibu Santi memanggil Fifi dan Natali serta menanyakan tentang laporan Ibu Eni. Fifi dan Natali sempat ragu-ragu dan membela diri, namun pada akhirnya mengatakan akan meminta maaf kemudian Fifi maupun Natali mengakui bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan Keyakinan Kelas. Ibu Santi melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan? Natali dan Fifi mengusulkan bagaimana kalau mereka mengadakan sebuah diskusi kelompok dengan teman-teman sekelasnya. Tema yang mereka pilih adalah penerapan keyakinan kelas, terutama tentang sikap saling menghormati dan bagaimana penerapannya di kehidupan sehari-hari di sekolah.
• angkah-langkah restitusi yang dilakuan Ibu Santi: • Menstabilkan identitas • Validasi tindakan yang salah • Menanyakan keyakinan kelas • Apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat? Sudah sesuai • Apakah langkah-langkah restitusi yang telah diusulkan mereka? • Meminta maaf kepada Ibu Eni • Mengakui bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan Keyakinan Kelas yang dibuat. • Posisi apakah yang telah diambil oleh Ibu Eni dalam menangani Fifi dan Natali: Posisi Sebagai Teman Penjelasan: Ibu Eni berusaha mengingatkan dengan suara yang lembut dan mengajak mengerjakan tugas matematika. • Bagaimana Anda menyikapi langkah yang ditempuh Ibu Santi jika menjadi Pak Hasan? Penjelasan: Setuju dengan langkah yang diambil ibu Santi dan mendukung dengan sikap ibu Santi dalam menangani kasus Fifi dan Natali
Bertanggung Jawab Nilai ini terlihat saat Dino berusaha untuk bertanggung jawab atas kesalahannya yang merusak kancing baju Anto dengan berusaha mencari solusi untuk memperbaiki baju Anto. Komitmen Nilai ini terlihat saat Dino bertekad akan berusaha belajar menjahit dengan Pak Irfan (Guru Tata Busana) sehingga dapat memasang kembali 3 kancing Anto yang terlepas. Jujur Nilai ini terlihat saat Dino mengakui kesalahannya kepada Ibu Suti karena telah berkelahi dan merusak baju Anto dan mereka berdua sama sama mencari solusi untuk menyelesaikan masalah Kasih Sayang Nilai ini terlihat saat Dino dan Anto saling memaafkan kesalahan dan menjadi berteman akrab dengan kembali bersenda gurau serta bercengkrama. Komitmen Nilai ini terlihat saat Dino bertekad akan berusaha belajar menjahit dengan Pak Irfan (Guru Tata Busana) sehingga dapat memasang kembali 3 kancing Anto yang terlepas. Jujur Nilai ini terlihat saat Dino mengakui kesalahannya kepada Ibu Suti karena telah berkelahi dan merusak baju Anto dan mereka berdua sama sama mencari solusi untuk menyelesaikan masalah
Kesimpulan Dari kasus 1, kita mempelajari mengenai restitusi dan langkah -langkahnya dan penerapan segitiga restitusi. Dari kasus 2, kita mempelajari mengenai hukuman dan konsekuensinya Dari kasus 3, kita mempelajari mengenai posisi kontrol guru dan kebutuhan dasar manusia Dari kasus 4, kita mempelajari mengenai keyakinan sekolah dan nilai-nilai kebajikan universal Secara umum, dari studi kasus tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi untuk kita sebagai seorang guru maupun kepala sekolah dalam menghadapi kasus – kasus serupa yang mungkin saja pernah atau akan kita hadapi dikemudian hari.
TERIMA KASIH Semoga Bermanfaat Salam Guru Penggerak Tergerak, Bergerak, Menggerakkan KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI