The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yulie81wijayanti, 2022-10-11 23:35:24

Modul 2.3 Koneksi Antar Materi

Modul 2.3 Koneksi Antar Materi

Koneksi Antar Materi Tujuan pembelajaran Khusus

Coaching Untuk CGP menyimpulkan dan
Supervisi menjelaskan keterkaitan materi
Akademik yang diperoleh dan membuat
refleksi berdasarkan
MODUL pemahaman yang dibangun
selama modul 2 dalam
2.3 berbagai media

Yuli Wijayanti CGP A-5 SMAN 1
Soko/Tuban

REFLEKSI............

COACHING

sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada
solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis,
dimana coach memfasilitasi peningkatan
atas performa kerja, pengalaman hidup,
pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi
dari coachee

PAradigma berfikir
coaching

1. Fokus pada coachee yang akan
dikembangkan

2. bersikap terbuka dan ingin tahu

3. memiliki kesadaran diri yang kuat

4. mampu melihat peluang baru dan masa
depan

prinsip coaching

Kemitraan proses kreatif memaksimalkan potensi

Dalam Proses kreatif ini dilakukan Untuk memaksimalkan
coaching,posisi coach melalui percakapan yang potensi dan
terhadap coacheenya dua arah,memicu proses memberdayakan rekan
adalah mitra.Itu berpikir sejawat,percakapan perlu
berarti setara,tidak coachee,memetakan dan diakhiri dengan suatu
ada yang lebih tinggi menggali situasi coachee rencana tindak lanjut yang
maupun lebih rendah untuk menghasilkan ide- diputuskan oleh rekan
ide baru yang dikembangkan

2. MENDENGARKAN AKTIF

Seorang coach yang baik

akan mendengarkan

lebih banyak dan lebih

sedikit berbicara.Fokus

1. KEHADIRAN PENUH/PRESENCE dan pusat komunikasi pudPenaemtprutaiPkaktEinRbrmyTae3aenAr.anpNngMiYkgyAiuEraAN,gnmNaGgheBAdnJEoisRarUtBajKiumnOAkgNBualnOaTsi
adalah pada diri
bKsibecseoamaladaahcarmahandseppiesuri,aksauaientrthuausinhnen,gdbhtguaaaankgtiig
melakukan coachee,yakni mitra
bicara

percakapan coaching ehcmaolaobcshai erue,,mmeenmguunncguklakpaknahnal-

Percakapan Berbasis Coaching
dengan Alur TIRTA

Ta R I T

Tanggung Jawab Rencana Aksi Identifikasi Tujuan

komitmen coachee Coach membantu coachee dalam Proses menggali Coach perlu mengetahui
dalam membuat sebuah memilah dan memilih hasil semua hal yang apa tujuan yang hendak
pemikiran selama sesi yang terjadi pada diri dicapai coachee dari sesi
rencana aksi dan
menjalankannya nentinya akan dijadikan sebuah coachee Coaching ini
rancangan aksi

Coaching dalam
Konteks Pendidikan

FILOSOFI KHD sistem among

Proses coaching sebagai komunikasi Ing Ngarso Sung Tulodo,Ing Madya Magun
pembelajaran antara guru dan murid,murid Karso,Tut Wuri Handayani,menjadi semangat
diberikan ruang kebebasan untuk menemukan yang menguatkan keterampilan komunikasi
kekuatan dirinya dan peran pendidik sebagai
guru dan murid dengan menggunakan
'pamong' dalam memberi tuntunan dan pendekatan Coaching.Tut Wuri Handayani
meberdayakan potensi yang ada agar murid tidak menjadi kekuatan dalam pendekatan proses

kehilangan arah dan menemukan kekuatan coaching dengan memberdayakan
dirinya tanpa membahayakan dirinya. (andayani/handayani) semua kekuatan diri

pada murid.

Supervisi akademik
dengan

paradigma berpikir Coaching

Supervisi akademik perlu dimaknai secara positif sebagai kegiatan
berkelanjutan yang meningkatkan kompetensi guru sebagai pemimipin
pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran yakni pembelajaran
yang berpihak pada anak.
Beberapa prinsip-prinsip supervisi akademik dengan paradigma berpikir
coaching meliputi :
kemitraan,Konstruktif,terencana,Reflektif,Obyektif,Berkesinambungan,d
an komprehensip.
Siklus dalam supervisi klinis pada umumnya meliputi 3 tahap yakni : Pra-
Observasi, Observasi dan Pasca- Observasi.

Pengalaman Reflektif terkait
pengalaman belajar

EMOSI YANG DiRASAKAN YANG SUDAH BAIK & IMPLIKASI TERHADAP
KOMPETENSI DIRI
Tertantang untuk YANG PERLU DIPERBAIKI
Menambah dan
memperbanyak praktik Sudah sesuai dengan alur mengoptimalkan
kekuatan diri sebagai
coaching dengan murid TIRTA seorang pendidik dan
juga orang tua yang
dan rekan guru agar Yang perlu perbaikan dapat menjadi seorang
coach bagi orang-
mendapatkan ketrampilan terkait dengan kompetensi orang yang ada
disekitar.
yang baik,sehingga menjadi coach yang baik

kedepannya bisa adalah mendengar aktif

melakukan coaching agar dapat mengajukan
untuk supervisi akademik pertanyaan berbobot.

Analisis Terkait Topik
Modul 2.3

BAGAIMANA PENERAPAN COACHING COACHING SEBAGAI KOMPETENSI
UNTUK SUPERVISI AKADEMIK ? MEMBANGUN KEMITRAAN




Melalui supervisi Akademik,kegiatan Kemitraan dalam menjalani proses coaching
pemberdayaan dan pengembangan dapat terbangun dan membuka peluang
kompetensi diri dalam rangka peningkatan akselerasi kesadaran yang mendorong
performa mengajar dan mencapai tujuan tindakan aksi manakala dilandasi
pembelajaran,coaching dibutuhkan sebagai kepercayaan coachee kepada coach.Dalam
peningkatan motivasi atau komitmen diri prosesnya ,kita tidak perlu memandang
seorang guru,sehingga kualitas pembelajaran
meningkat seiring meningkatnya motivasi kesenjangan jabatan,karena dalam supervisi
akademik,terjadi proses kolaborasi antara
kerja para guru supervisor dengan guru.

Analisis Terkait Topik
Modul 2.3

APA TANTANGAN IMPLEMENTASI BAGAIMANA ALTERNATIF SOLUSI
COACHING DI SEKOLAH ? UNTUK TANTANGAN YANG ADA ?




Seringkali supervisi akademik dilihat sebagai
sebuah proses yang bersifat satu Pada proses coaching seorang coach lebih
menekankan menjadi seorang pendengar aktif
arah.Apalagi jika supervisi akademik ini
hanya terjadi satu tahun sekali di akhir dengan sedikit mendominasi pembicaraan
tahun pelajaran.Supervisi menjadi sebuah seorang coach hanya melontarkan pertanyaan
tagihan atau kewajiban para pemimpin
yang merangsang ide melalui jawaban dari
sekolah dalam tanggung jawabnya coachee,dengan komitmen tinggi untuk
mengevaluasi para tenaga pendidik.
melaksanakannya sehingga pada massa depan
dapat lebih baik.

2.1 Pembelajaran 2.2 Pembelajaran Sosial
Berdiferensiasi Emosional

Dalam Pembelajaran Ada beberapa hal yang harus
berdiferensiasi diadakan dipahami dalam kompetensi Sosial
pemetaan dengan 3 cara
Emosional ( kesadaran
berdasarkan Minat diri,Manajemen diri,Kesadaran
murid,Kebutuhan belajar murid
sosial,keterampilan
dan profil belajar berelasi,pengambilan keputusan yang
murid.Pemetaan ini digunakan bertanggung jawab) KSE digunakan
seorang coach sebagai data dalam seorang pendidik sebagai coach dalam
proses coaching .Sehingga murid
mampu mengoptimalkan potensi proses coaching terhadap coachee
yang ada dalam dirinya untuk agar terjad pengendalian diri dan
emosi untuk coach dan coachee serta
menemukan solusi terbaik
menumbuhkan rasa empati.

Peran sebagai seorang coach di sekolah dan
keterkaitannya dengan materi sebelumnya di paket modul 2
yaitu pembelajaran berdiferensiasi & pembelajaran sosial

emosional

Di dalam Kompetensi Coaching dan TIRTA sebagai alur percakapan
Coaching mewajibkan kita sebagai Coach untuk dapat melakukan
kesadaran penuh, salah satunya melakukan kegiatan S T O P dan
Mindfullness yang telah kita pelajari di modul 2.2.Pembelajaran Sosial

Emosional salah satu prinsip Coaching adalah memaksimalkan
potensi,memberdayakan rekan sejawat. Percakapan perlu diakhiri dengan

suatu rencana tindak lanjut yang diputuskan oleh rekan yang
dikembangkan yang paling besar kemungkinan berhasilnya. Karena
potensi coachee beragam maka keterampilan Sosial Emosionalnya

diperlukan untuk memaksimalkan potensi Coachee.


Click to View FlipBook Version