The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Panduan ini digunakan untuk buku pegangan berupa ebook khusus siswa SMA Darut Taqwa Purwosari

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by qomari.niaga, 2022-03-20 08:06:26

PANDUAN WISATA RELIGI

Panduan ini digunakan untuk buku pegangan berupa ebook khusus siswa SMA Darut Taqwa Purwosari

TATA TERTIB
KEGIATAN WISATA RELIGI
SMA DARUT TAQWA PURWOSARI

KEDISIPLINAN
1 Jam 06.30 siswa sudah berada di lingkungan sekolah SMA Darut Taqwa
2 Pada saat berziarah seluruh siswa wajib menggunakan almamater
3 Siswa harus sudah berada di mobil/bus 15 menit setiap sebelum pemberangkatan.
4 Pada saat kegiantan ziarah siswa wajib menggunakan baju almamater

5 Siswa wajib berpaian sopan dan rapi (berpakaian yang mencerminkan seorang santri) .
6 Bagi siswa putri dilarang berpakaian pres body dan tidak diperkenankan menggunakan

celana berbentuk apapun.
7 Seluruh siswa wajib mentaati peraturan dan menjaga nama baik Sekolah, Pondok

Pesantren dan Yayasan Darut Taqwa
8 Siswa membawa perlengkapan sholat, buku pembiasan dan perlengkapan mandi.

KEAMANAN
1 Untuk menghindari tindak kejahatan baik berupa pencurian, pencopetan dan pelecehan

seksual pada saat kegiatan wisata religi maka semua siswa harap memperhatikan
beberapa hal sebagai berikut.
a Pada saat hendak ke kamar mandi / WC umum maka harus berkelompok minimal 5

orang (khususnya siswa putri) dan carilah tempat yang tidak mencurigakan serta
tidak jauh dengan keramaian.
b Pastikan barang bawaan seperti HP, uang dan barang berharga lainnya tidak
ditinggal di mobil/bus pada waktu berziarah kemakam.
c Seluruh siswa harus mengutamakan keselamatan, kewaspadaan dan pastikan
barang bawaan dalam keadaan aman pada saat kemakam
2 Untuk memudahkan berkomunikasi dan berkoordinasi pada saat kegiatan maka setiap
siswa dalam satu rombongan harus menyerahkan nomor HP yang dapat dihubungi
kepada sesama teman dan pendamping rombongan.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Proses balajar bagi siswa sekolah tidak melulu perpatokan pada buku
dansegudang rumus-rumus yang begitu rumit. Akan tetapi, ada banyak hal yang perlu
diterapkan setiap sekolah dalam mendidik siswa-siswinya. Salah satu carayang bisa
dijadikan pilihan adalah dengan mengadakan program Ziarah WaliSango. Kegiatan ini
jika dibandingkan dengan kegiatan yang lain tentu saja jauh berbeda.

Kegiatan Ziarah ke makam para wali bisa menambah wawasan siswa sekolah
dalam belajar sejarah maupun mengenal lingkungan dengan lebih dekat. Selain
itu,kegiatan ini juga bisa menjadi salah satu sarana rekreasi yang cukupmenyenangkan
bagi siswa sekolah. Selain bisa mengetahui banyak hal, siswa juga bisa menenangkan
pikirannya setelah berhari-hari duduk berdiam di bangkusekolah. stilah lainnya adalah
belajar sambil bermain.

Ziarah wali juga memiliki beberapa menfaat untuk proses belajar siswa. Kegiatan
ini lebih mengacu pada pendidikan karakter bagi siswa sekolah. mereka bisa
mengetahui sejarah perjuangan para wali dalam menyebarkan agama islam dan
menambah pengetahuan tentang agama.

2. Manfaat dan tujuan
Tujua Ziarah ke para wali adalah suatu perjalanan Wisata rohani yang biasa dilakukan
oleh umat muslim di Indonesia. Yang diaharapkan dari kegiatan wisata religi ini seluruh
siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru namu siswa yang
mengikuti kegiatan wisata religi ini diharapkan mendapatkan berkah dari para wali.

3. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan wisata religi dilaksanakan pada
Siswa Putri : 21 Maret 2022
Siswa Putra: 22 Maret 2022

Tujuan Tempat Kegiatan
a. Makam Mbah Bahrudin Carat Gempol
b. Makam Sunan Ampel Surabaya
c. Makam Sunan Bonang Tuban
d. Makam Sunan kalijaga Jawa Tengah
e. Tempat Wisata Dusun Semilir
f. Pusat belanja Malioboro

4. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan wisata religi tujuan utamanya adalah berdo’a dan berharap mendapatkan

barokah dari para wali Alloh, dengan bentuk kegiatan pembacaan surat Yasin, Tahlil dan
Berdo’a Bersama.

MATERI

Kegiatan wisata religi ini selain sebagai media mengenal dan mengaharap mendapatkan
berkah dari para wali, kegiatan ini juga dapat dilakukan sebagai implementasi teori mata
pelajaran keagmaan tentang solat jama dan solat Qasar.

1. Pengertian Sholat Jamak
Yang dimaksud dengan shalat jamak ialah mengumpulkan dua shalat fardhu

dikerjakan dalam satu waktu shalat. Shalat yang boleh dijamak adalah shalat Dhuhur
dengan Ashar, dan Magrib dengan Isya’. Shalat jamak ada 2 (dua) macam: pertama,
jama’ taqdim ialah melakukan shalat Dhuhur dan Ashar pada waktu Dhuhur atau
melakukan shalat Maghrib dan Isya’ pada waktu Maghrib; kedua, jama’ ta’khir ialah
melakukan shalat Dhuhur dan Ashar pada waktunya shalat Ashar atau melakukan shalat
Maghrib dan Isya’ pada waktu shalat Isya’.

a. Jama' Taqdim
Syarat-syarat jama’ taqdim ada 4 (empat):

 Pertama, tartib maksudnya mendahulukan shalat yang pertama daripada yang

kedua seperti mendahulukan shalat Dhuhur daripada Ashar, atau
mendahulukan Maghrib daripada Isya’.

 Kedua, niat jamak dalam shalat yang pertama. Waktu niatnya adalah antara
takbir dan salam. Tapi yang sunnah niat bersamaan dengan takbiratul ihram.

Nia‫ى‬tnَ‫ال‬yَ‫ع‬aَ‫ت‬s‫ِّل‬hِaِّ l‫م‬a‫ْي‬t‫ ِّد‬D‫تَ ْق‬hu‫ َع‬h‫ْم‬u‫ج‬rَ d‫ر‬aِّ n‫ ْص‬Asَ‫ع‬h‫ ْل‬a‫ ّبِا‬r dengan jama’ taqdim: ‫ال ُّظ ْه ِّر‬ ‫فَ ْر َض‬ ‫أُ َص ِّلى‬

‫أَ ْربَ َع َر َكعَات َم ْج ُم ْوعا‬

Niatnya shalat Maghrib dan Isya’ dengan jama’ taqdim: ‫ال َم ْغ ِّر ِّب‬ ‫فَ ْر َض‬ ‫أُ َص ِّلى‬

‫َم ْج ُم ْوعا بِّال ِّع َشا ِّء َج ْم َع تَ ْق ِّد ْيم ِِّلِّ تَعَالَى‬ ‫ثَََل َث َر َكعَات‬

 Ketiga, Muwalat ( berurutan ) maksudnya antara dua shalat pisahnya tidak lama
menurut uruf, jadi setelah dari shalat yang pertama harus segera takbiratul ihran
untuk shalat yang kedua.

 Keempat, Ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan,
meskipun perjalanan itu tidak harus mencapai masafatul qashr, sebagaimana
shalat qashar (lihat keterangan dalam rubrik syariah judul tuntunan mengqashar
Shalat).

b. Jamak Ta'khir
Adapun syarat-syarat jama’ ta’khir ada dua:

 Pertama, niat jama’ ta’khir dilakukan dalam waktunya shalat yang pertama.

Lafal niat shalat Dhuhur dan Ashar dengan jama’ ta’khir :

‫أُ َص ِّلى فَ ْر َض ال ُّظ ْه ِّر أَ ْربَ َع َر َكعَات َم ْج ُم ْوعا بِّا ْلعَ ْص ِّر َج ْم َع تأ ِّخ ْير ِِّلِّ تَعَالَى‬

Lafal niatnya shalat Maghrib dan Isya’ dengan jama’ ta’khir: ‫فَ ْر َض‬ ‫أُ َص ِّلى‬

‫ال َم ْغ ِّر ِّب ثَََل َث َر َكعَات َم ْج ُم ْوعا ِّبال ِّع َشا ِّء َج ْم َع تأ ِّخ ْير ِِّ ِّل تَعَالَى‬

 Kedua, ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan
sebagaimana keterangan di atas. (Ulil Hadrawi)

2. Syarat-Syarat Qashar Shalat
a. Bepergian tidak untuk bertujuan maksiat, yaitu yang mencakup bepergian wajib
seperti untuk membayar hutang, bepergian sunah seperti untuk menyambung
persaudaraan, atau bepergian yang mubah seperti dalam rangka berdagang.

b. Jarak yang akan ditempuh minimal 2 marhalah/16 farsakh (48 mil)/4
barid/perjalanan 2 hari. Sedangkan dalam menentukan standar jarak menurut
ukuran sekarang terdapat beberapa pendapat: a. Jarak 80,64 km (8 km lebih 640 m)
(Lihat Al-Kurdi, Tanwirul Quluub, Thoha Putra, juz I hal 172). b. Jarak 88, 704 km
(Lihat Al-Fiqhul Islami, juz I, halaman 75). c. Jarak 96 km bagi kalangan Hanafiyah.
d. Jarak 119,9 km bagi mayoritas ulama. e. Jarak 94,5 km menurut Ahmad Husain
Al-Mishry. Kemudian, seorang musafir diperkenankan melaksanakan qashar setelah
melewati batas desa (pada desa yang ada batasnya) atau melewati bangunan atau
perumahan penduduk. Begitu pula batas akhir dia boleh menggunakan hak qashar
adalah ketika dia pulang dan sampai pada batas-batas di atas atau sampai pada
tempat tujuan yang telah ia niati untuk dijadikan tempat mukim.

c. Shalat yang di-qashar adalah shalat ada' (shalat yang dikerjakan pada
waktunya/bukan qadha') atau shalat qadha' yang terjadi dalam perjalanan.
Sedangkan shalat qadha' dari rumah tidak boleh di-qashar.

d. Niat qashar shalat saat takbiratul ihram. Sedangkan ‫ة‬n‫َر‬ia‫و‬tْ n‫ ُص‬ya‫ ْق‬s‫ َم‬e‫ر‬bِّ a‫ ْه‬g‫ ُّظ‬ai‫ال‬be‫َض‬riku‫ْر‬t.َ‫ف‬ ‫أُ َص ِّل ْي‬

‫ِّلل ِّه تَعَالَى‬

Atau bisa dengan niat sebagai berikut. ‫أُ َص ِّل ْي فَ ْر َض ال ُّظ ْه ِّر َر ْكعَتَ ْي ِّن ِّلل ِّه تَعَالَى‬

Niat di atas diharuskan terjaga selama shalat berlangsung, dan seandainya terjadi
keraguan pada seseorang ketika shalat (semisal ragu-ragu qashar ataukah
menyempurnakan, sudah melakukan niat qashar ataukah belum dan sebagainya),
maka baginya diwajibkan untuk menyempurnakan shalat (itmam), namun tidak
harus membatalkan shalatnya akan tetapi langsung diteruskan tanpa meng-qashar.

e. Tidak dilakukan dengan cara mengikuti (bermakmum) kepada imam yang
melaksanakan shalat itmam (tidak meng-qashar), baik imam tersebut berstatus

musafir ataukah muqim (tidak bepergian) atau pada imam yang masih diragukan
keadaan bepergiannya.

f. Mengetahui tentang diperbolehkannya melakukan shalat dengan cara qashar.
Bukan hanya sekadar ikut tanpa mengetahui boleh dan tidaknya qashar.

g. Dilaksanakan ketika masih yakin dirinya (Al-Qashir) masih dalam keadaan
bepergian sehingga ketika di tengah-tengah shalat muncul keraguan atau bahkan
yakin dirinya telah sampai di daerah muqimnya (desanya) kembali, maka ia
berkeharusan menyempurnakan shalatnya.

h. Bepergian dengan tujuan yang jelas (daerah/tempat tertentu) sehingga seperti orang

yang kebingungan mencari tempat tujuan (Al-Haim), orang yang pergi mencari

sesuatu yang tidak jelas tempatnya, dan sebagainya tidak diperkenankan untuk
meng-qashar shalat. Wallahu a‘lam. (Mohammad Sibromulisi)

3. Niat Sholat Jamak Taqdim dan Qasar
 Niat sholat jamak taqdim dan qasar Dzuhur – Ashar
Niatnya shalat Dhuhur dan Ashar dengan jama’ taqdim dan qoshor:

‫أُ َص ِّلى َف ْر َض ا ْل َع ْص ِّر َر ْك َعتَ ْي ِّن َم ْج ُم ْو ًعا ِبّا ْل ُّظ ْه ِّر َج ْم َع تَ ْق ِّد ْي ٍم َق ْص ًرا ِّلل ِّه تَعَالَى‬

‫أُ َص ِّلى فَ ْر َض ا ْل ُظ ْه ِّر َر ْكعَتَ ْي ِّن َم ْج ُم ْو ًعا ّبِا ْلعَ ْص ِّر َج ْم َع تَ ْق ِّد ْي ٍم َق ْص ًرا ِّلل ِهّ تَعَا َلى‬

 Jamak Taqdim dan Qasar Magrib – Izyak

‫أُ َص ِّلى َف ْر َض المغرب ثلاث ركعات َم ْج ُم ْو ًعا ِّبالعشاء َج ْم َع تَ ْق ِّد ْي ٍم َق ْص ًر ِّالل ِهّ تَ َعا َلى‬

‫أُ َص ِّلى فَ ْر َض العشاء َر ْك َعتَ ْي ِّن َم ْج ُم ْو ًعا بِّالمغرب َج ْم َع تَ ْق ِّد ْي ٍم َق ْص ًرا ِّلل ّهِ تَعَالَى‬

4. Niat Sholat Jamak Takhir dan Qasar
Niat sholat jamak takhir dan qasar Ashar – Dzuhur

‫أُ َص ِّلى َف ْر َض ا ْلعَ ْص ِّر َر ْكعَتَ ْي ِّن َم ْج ُم ْو ًعا ِّبا ْل ُّظ ْه ِّر َج ْم َع تأ ِّخ ْيرقَ ْص ًرا ِّلل ِهّ تَعَا َلى‬

‫أُ َص ِّلى فَ ْر َض ا ْل ُظ ْه ِّر َر ْكعَتَ ْي ِّن َم ْج ُم ْو ًعا ِبّا ْلعَ ْص ِّر َج ْم َع تأ ِّخ ْير َق ْص ًرا ِّلل ِهّ تَعَا َلى‬

 Jamak Takhir dan Qasar Isya – Magrib ‫أُ َص ِّلى‬

‫َم ْج ُم ْو ًعا بِّالعشاء َج ْم َع تأ ِّخ ْير قَ ْص ًراِّلل ِّه تَ َعا َلى‬ ‫ركعات‬ ‫ثلاث‬ ‫المغرب‬ ‫َف ْر َض‬

‫أُ َص ِّلى َف ْر َض العشاء َر ْك َعتَ ْي ِّن َم ْج ُم ْو ًعا ِبّالمغرب َج ْم َع تأ ِّخ ْير َق ْص ًرا ِّلل ِّه تَ َعا َلى‬

YASIN TAHLIL























































Doa Masuk Makam Para Wali

‫ِّبففََِّأجَ َْـسح ِّْئْـحمـنَبُـاــاْلاوَشلنَاِّهُكـ ْـُكمـاْمـلـ َّار۩َ ْوح ََمحقَواـأَِّن َْشعـاَاصل ُْكد ُطَّْنَمرْاوِّنَحُكـْيْمـَِّسمــــا ِّعََطسلَْـد ْـبنَـنَـ۩ــلاـاَا ُكُم ْم َعاِإّـل ْذلتُِّهَـطاَِّعأَييـتاَـَـْيايُكنـْـْمنُـَ َْاسوـ ُنكَـــَْهمـاـــَدــاةْ َدا۩يَتُــ۩ا َِّغوُكـِّفمُـْمـْ َـزن ْينَثـُفَاـْـلواـنََّـرـــلْـِّحـحاَاْمي َِّنن۩ َخيَيَّبـُْغـزْبـْ ِّتْهُرـ ََّشنمَ ُامـتِّـْ ُكوـُكاـْمْما ُك َِّْعموبََظــ َـجـفَــــــِّنـقْداـَُْيَْودوا ُماُكلْـول ِّْ۩مها‬
۩‫َََموواَزعاْشـَيْيفَـَاعُُن ُْكو ْاماللفِِّّهَع ْينَ َساتَـىْر۩نَ َعـ ْظـِّإالََر ُكةْىْم اَع َلو ََّسر َْىصحــم َـرـِّنـ ْلَّح َمَمىـــ ْـوا ْلةللاَهُ ُك۩ْممتَـَـْوَعْغال ْلاَََسشنَُمــاـىْنَخـاـاتَنُاَوِّْحترَ۩ـ َظْغ َش َـوىَشـاـ َساُكـ ِّفْـَعمـِّعـ َنسَــلََّســَىماـــنَُلم۩ ْعااَ َُموَطأَ ُامتَلــىلْْنيِّهقنَــِّـِّذَ۩ـحنَاــيكُاـَمــَّـــَــوَـزإِّاـايَّ ُْكيـمـــَــاـــمَعا ِّلَم ُك ْْنىم‬

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Wahai
Tuanku, semoga salam Allah tetap tercurah padamu. Wahai hamba-hamba Allah, kami
datang kepadamu. Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap
(berkahmu). Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal
darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini). Maka cintailahlah dan
berikanlah kepada kami hal-hal yang Allah berikan dan hadiahkan padamu. Jangan biarkan
pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami). Kami
sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu,
maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Allah yang bersifat Ar-Rahman,
Tuanmu. Mudah-mudahan kami diberi (Allah) keberuntungan dan diberi limpahan karunia
yang selama ini dianugerahkan kepadamu. Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi
rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau. Semoga engkau semakin dihidupkan
dengan keselamatan (dari) Allah dan semoga pandangan Allah senantiasa menuntun
engkau. Mudah-mudahan rahmat Allah dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan
kita, manusia pilihan yang mensyafa’ati dan menyelamatkan kita”


Click to View FlipBook Version