JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
Modul 2.3
OLEH SITI MUSYAROFAH,S,Pd (05.151.B)
CGP DARI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN
Assalamu’alaikum wr.wb
Salam Bahagia selalu
Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya berkesempatan membuat jurnal
refleksi dwi mingguan pada modul 2.3
Dalam refleksi dwi mingguan ini saya menggunakan model 5M diadaptasi dari
model 5R( Bain,dkk, 2002, dala, Ryan & Ryan,2013)
Model refleksi 5M yang terdiri dari Langkah – lanagkah berikuit :
1. Mendeskripsikan (Reporting): menceritakan ulang peristiwa yang
terjadi
2. Merespon (Responding ): menjabarkan tanggapan yang diberikan
daalam menghadapi peristiwa yang diceritakan
3. Mengaitkan (Relating ) : menghubungkan kaitan antara peristiwz dengan
pengetahuan , ketrampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki
4. Menganalisis (Reasoning) : menganalisis dengan detail mengapa
peristiwa tersebut dapat terjadi
5. Merancang ulang (reconstructing): menuliskan rencana alternatif jika
menghadapi kejadian serupa dimasa mendatanag
Bismillahirrohmaanirrohiim
1. Mendeskripsikan (Reporting)
• Alhamdulillah beberapa aktifitas pada modul 2.3 ini saya lakukan
tidak lepas dari alur belajar Merdeka yang ada di LMS yang dimulai
dengan alur Mulai dari diri yang mana pada kegiatan ini CGP
ditugaskan untuk membuat blog di LMS mengisi pertanyaann-
pertanyaan refeleksi diri mengenai kegiatan supervise Akadaemik
yang pernah dilaksanakan CGP disupervisi oleh atasan langsung
kemudian dilanjutkan
• Dengan alur eksplorasi konsep. Materi – materi yang disajikan
dalam alur ini ini adalah mengenai konsep secara umum,
paradigma berpikir dan prinsip coacing, alur coaching dan
supervise akademik dengan paradigma berpikir coaching
• Kemudian eksplorasi konsep pada forum diskusi tertulis yang mana
CGP dapat menyampaikan refleksi pemhaman mengenai konsep
coaching dan penggunaan ketrampilan coaching untuk supervise
akademik secara tertulis kepada sesame CGP, lalu dilanjutkan
• Dengan pembelajaran 3 yaitu Ruang Kolaborasi Bersama teman –
teman dan ibu shohira selaku Fasilitator yang hebat, super telaten
yang selalu mengingatkan untuk menjalankan tugas sebagai CGP
didalam pendidikanya. Dalam sesi ini kami berlatih percakapan
coaching dengan alur TIRTA bersama teman – teman CGP yang
sudah dibentuk kelompok berpasang – pasangan, saya
berpasangan dengan bapak Guntur dan ibu arum
• Selanjutnya kami memasuki Pembelajaran 4 yaitub Demontrasi
Kontektual (DK ) pada alur ini kami Kembali melakukan praktik
coaching berpasangan 3 yang dalam praktiknya akan berperan
sebagai coach, coachee, dan pengamat secara bergantian pada
sesi ini saya berpasanngan dengan ibu Arum, Ibu Lilik. Tugas
berupa rekaman hasil coaching di uploud ke LMS
• Memasuki pembelajaran 5 yaitu Elaborasi Pemahaman dalam fase
ini kami berdiskusi untuk mengelaborasi pemahaman Bersama
intruktur yaitu ibu Nur Hanifah secara tatap maya mengenai konsep
coaching dalam konteks Pendidikan khusunyan ranah supervisi
akademik
• Alur selanjutnya yang kami lalui adalah koneksi Antar Materi pada
fase ini kami diajak meninjau ulang keseluruhan materi dipaket
modul 2 dengan mengaitkanya antara materi pembelajaran
coaching dan pembelajaran berdiferensiasi serta pembelajarab
sosial emosional
• Sebagai penutup modul kami melaksanakan postest modul 2 yaitu
pada tanggal 7 oktober 2023
• Dalam minggu ini tepatnya tanggal 9 Oktober 2023 kami
melaksanakan lokakarya 2 bersama ibu Murni selakuk pengajar
praktik kami dan teman- teman CGP dan dilaksanakan di SMP
Negeri 2 Tuban
2. Merespon (Responding )
• Kami memulai alur pembelajaran coaching untuk supervise
akademik ini dengan melakukan refleksi mengenai kegiatan
supervisi akademik yang pernah kami lakukan kemudian kami
mempelajari menu materi – materi yang disajikan antara lain
mengenai konsep secara umum, paradigma berpikir dan prinsip
coacing, alur coaching dan supervise akademik dengan paradigma
berpikir coaching, pemahaman ini kami perkuat dengan praktik
langsung dengan sesame CGP sehingga sebagai calon guru
penggerak, saya dipersiapakn untuk untuk menguasai ketrampilan
coaching yang akan membantu saya dalam proses berkolaborasi
dengan sesame teman sejawat kepala sekolah dan teman yang
lain, harapan saya dapat menerapkan ilmu yang ada pada modul
2.3 dengan baik
3. Mengaitkan (Relating )
Jujur saja sebelum saya mempelajari modul 2.3 ini saya masih terlalu
junior atau bisa dikatakan awam mengenai pemblajaran coaching,
saya berpikir coah itu pelatih dalam perlombaan. Pada modul ini
bagi saya merupakan tantangan tersendiri untuk berlatih,
Alhamdulillah dengan belajar modul 2.3 ini saya lebih memahami.
Menjadi coach harus pandai – pandai membuat pertanyaan
berbobot untuk menggali permadalahan – permasalahn dari apa
yang disampaikan oleh coachee, butuh kehadiran penuh untuk
mendengarkan aktif saat proses coaching, memberikan pemahaman
kepada coachee tentang pentingnya menyelesaiakn permasalahan
dengan potensi yang dimiliki coachee. Dengan pembelajaran
coaching ini sangat membantu saya dalam mengatasi paradigma
berpikir sehingga apa yang menjadi permasalahan pembelajaran di
sekolah bisa segera diatasi dan anak – anak akan mendapatkan
haknya sebagai murid dan nyaman untuk belajar
4. Menganailis (reasoning )
Sebagai seorang coach kita tidak hanya menjadi komunuktor yang
baik , tetapi harus mampu menuntun coachee untuk membuat
Tindakan serta alternatif jalan yang mungkin dipraktikan coachee
dan memberikan dorongan kepada coachee untuk memilih ide dan
keputusan. Menimngkatkan dan membiasakan belajar mandiri,
memecahkan masalah pembelajaran, menerapkan dann menguji ide
– ide dan belajar Bersama
Dan yang tidak kalah penting bagi coach adalah harus
memperhatikan dan menyakinkan coachee bahwa setiap masalah
pasti terselesaikan dengan menciptakan kondisi yang nyaman dan
kemoitraan sehingga coachee bisa berbagi cerita dengan nyaman.
Sebagai coach harus bisa berperan sebagai teman kerja bagi
seseorang agar memiliki kerangka berpikir yangb tepat dalam
menemukan solusi dan seorang coach yang baik akan selalu
memberikan jawaban jawaban yang dibutuhkan coachee
5. Merancang ulang (Recontructing)
Rencana alternatif pertama yang akan saya lakukan agar
perencanaan berjalan sesuai harapan ada;lah menggunakan alur
TIRTA pada proses coaching, peran kita sebagai coach dapat
mendampingi peserta didik maupun teman dalam mengekplorasikan
dirinya dalam menemukan kebutuhan belajar dan strategi dalam
memecahkan masalah pada dirinya
Demikian jurnal refelksi Dwi Mingguan modul 2.3 yang kami tulis semoga kami
bisa menjadi guru atau coach yang baik untuk murid maupun teman
Aamiin