The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by XI-5 Agnes Elvira Andini K., 2023-08-05 23:33:33

GRAFFITI 2022 FIX

GRAFFITI 2022 FIX

2 0 22 Edisi 25


Salam Redaksi Majalah Graffiti kali ini membahas beberapa kegiatan yang sudah dilakukan secara offline. Setiap kegiatan yang dibawakan akan lebih banyak dan lebih seru dari tahun-tahun lalu saat masa pandemik. Kegiatan yang dapat kami rasakan setelah masa pandemik yaitu kegiatan outbond kelas 10 dan kegiatan live in kelas 11. Selain itu ada juga kegiatan retreat dan Prom Night kelas 12 yang akan dilaksanakan pada majalah tahun selanjutnya. Edisi majalah kali ini akan menyajikan banyak liputan, artikel, dan hiburan-hiburan menarik yang dapat menghibur para pembaca. Kami segenap tim redaksi 2022-2023 meminta maaf apabila ada kekurangan ataupun kesalahan yang terdapat dalam majalah pertama pada tahun ajaran 2022-2023. Salam, Redaksi Graffiti Susunan Redaksi Penanggung jawab: Dra. Lucia Tuty Hartiningsih Ketua: Maria Theodora (XI IPA 1) Liputan: - Agnes Elvira (X1) - Jane Rosanna Bunga (X1) - Maria Rianti (X1) - Carinina Patricia (X2) - Tania Callista (X2) Artikel: - Lovelia Theovani (X1) - Immanuella Anugrah (X3) - Damiana Inanda K. D. (XI IPA 1) - Gisela Hermeiyanti A. D. (XI IPA 1) Pembina : Tarsisius Edy Purwanto Hiburan: - Rachel Riessyela (X4) - Hilario Hosea (X5) - Muhammad Afif (XI IPA 1) Fotografer: - Claudia Prisella (XI IPS 1) - Daniel Alvian (XI IPS 3 Editor: - Levitia Rajani (X3) - Nadia Miracle (X3) - Natashya Livie E. P. (X5) - Angeline L. (XI IPS 1)


DDAAFFTTAARR IISSII Daftar Isi Graffiti Team Mengenal Sekolah Baru Lebih Dekat Keseruan Outbond Kelas X Angkatan 33 Netflix Recommendation Kemeriahan Hari Kemerdekaan Open House 2022 Komik: Pico Galvanite & HUT SMA ke-32 Pelantikan Anggota Baru Bantara Cerpen: Apresiasi Kerja Keras Edufair Perayaan BKSN & Hari Pangan TTS: Teka-Teki Silang Keluarga Baru SMA MATER DEI Graffiti News Puisi: Ruangan Kesan Alumni-AKM-Bulan Devosi Kepada Bunda Maria Kongregasi Suster SPM STOP Menunda! Upacara Hari Pahlawan 10 November 2022 Pengembangan Diri Melalui Live In Movies Recommendation Remaja yang Care, Inovative, dan Respect dalam Menyambut Kedatangan Yesus Siswa Berprestasi: Martinus Evan Aristianto Prestasi Siswa 01 02 04 06 09 10 12 14 15 17 19 21 22 23 24 25 26 27 29 31 33 34 38 39 40 41


GRAFFITI TEAM


Memasuki tahun ajaran baru, Identik dengan agenda atau kegiatan yang tidak asing lagi, yaitu MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang diikuti oleh seluruh siswa/i baru. Kegiatan ini diadakan agar siswa-siswi lebih mengenal lingkungan sekolah dan teman yang baru. MPLS SMA Mater Dei tahun ini yang diikuti oleh 116 peserta, dilaksanakan pada tanggal 14-16 Juli 2022 dengan tema Teletubbies dan dibagi menjadi 4 kelompok. Mengenal Sekolah Baru Lebih Dekat


Kegiatan MPLS dibuka dengan upacara bendera bersama unit SMP sekaligus pembukaan MPLS yang diikuti oleh seluruh peserta MPLS dan kakak OSIS yang mendampingi di lapangan Mater Dei. Dalam upacara ini, terpilih 2 siswa dan siswi baik tingkat SMP maupun tingkat SMA yang mewakili pembukaan MPLS secara simbolik. Acara dilanjutkan dengan pemberian materi yang disajikan oleh kepala sekolah, bapak/ibu guru, serta narasumber dari luar sekolah. Selama MPLS, siswa-siswi akan mengenal lingkungan sekolah, budaya, guru, fasilitas, dan teman baru. Tentu saja, siswa-siswi dikenalkan Visi Misi SMA Mater Dei yaitu CIR (Care, Innovative, Respect) yang berarti peduli dengan sesama, berkarakter baik, dan berpikir cerdas. Materi yang didapatkan tidak hanya berupa teori, para siswa-siswi juga diajak untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan pada sesi dinamika kelompok, kegiatan ini bertujuan agar siswa-siswi dapat bersosialisasi dan akrab antara satu dengan yang lain. Selain itu, kami juga dilatih untuk disiplin dan memiliki tubuh yang bugar melalui materi PBB (Peraturan Baris-berbaris). Sekolah juga mengadakan beberapa seminar seperti seminar kesehatan, seminar lingkungan hidup, serta penyuluhan bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas. Pada hari terakhir MPLS, terdapat acara penutupan yang di meriahkan dengan tampilan yel-yel dari masing-masing kelompok, tampilan dari beberapa ekskul, serta reward untuk peserta MPLS dan Kakak OSIS. Kegiatan MPLS pun ditutup dengan upacara penutupan sekaligus penerimaan peserta didik baru dan anggota ambalan Pramuka secara simbolik.


Keseruan Outbound Kelas X Angkatan 33 SMAK Mater Dei akhirnya bisa kembali melakukan kegiatan outbound setelah 2 tahun terhalang oleh pandemi Covid19. Kegiatan outbound adalah kegiatan yang dilakukan di alam terbuka dengan melakukan beberapa simulasi permainan baik secara individu maupun berkelompok. Kegiatan outbound ini dilakukan dengan tujuan untuk mempererat persahabatan siswa-siswi yang berasal dari berbagai macam SMP menjadi satu bagian, yakni keluarga SMAK Mater Dei. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melatih kerja sama, kemandirian, dan kreativitas para murid. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid kelas X ini dilaksanakan di Batu Tapak Camping Ground yang terletak di Kawasan hutan lindung bukit Cangkuang desa Cidahu di kaki Gunung Salak. Seluruh siswa dibagi ke dalam 11 kelompok berdasarkan nama bunga. Kegiatan outbound berlangsung selama 3 hari 2 malam dari tanggal 31 Agustus sampai 2 September. Siswa-siswi kelas X berkumpul di sekolah pukul 07.00. Mereka kembali mengecek kelengkapan barang-barang kelompok dan berdoa bersama. Doa pagi itu dipimpin oleh Suster Aurel. Setelah itu, para murid mulai memasukkan barangbarang kelompok ke dalam truk yang telah disiapkan. Sekitar pukul 07.30, siswa-siswi berangkat ke lokasi kegiatan dengan menggunakan truk tentara, Unimog. Setiap truk diisi oleh 2 kelompok siswa dan 2 guru pembimbing. Perjalanan berjalan dengan lancar dan mereka pun tiba di Batu Tapak Camping Ground pada pukul 10.30. Setibanya di lokasi outbound, para murid bergegas untuk menurunkan barangbarang kelompok dari truk dan meletakkannya di tempat-tempat yang telah disediakan. Disini mereka diperbolehkan untuk tidak mengenakan masker karena seluruh peserta kegiatan telah di swap antigen. Lalu upacara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mater Dei.


Setelah mengganti pakaian, siswa-siswi secara berkelompok diarahkan menuju lokasi games 1 yang terletak di bagian bawah camping ground. Ada 6 jenis permainan yang perlu diselesaikan oleh setiap kelompok untuk mendapatkan 6 buah pin. Permainan tersebut terdiri dari trust fall, sungai beracun, ular merayap, spider web, evakuasi, dan piramida. Ada juga 1 permainan bonus yakni, turun dari tebing. Semua permainan dilakukan di bawah pengawasan para guru pembimbing. Secara keseluruhan, permainan-permainan ini melatih kerja sama, kreativitas, dan kepercayaan antarsiswa. Pada pukul 05.00, mereka bangun dan melakukan senam yang dipimpin oleh 6 orang siswi. Selesai senam, para murid menyiapkan sarapan dan makan siang. Sekitar jam 8, murid-murid telah kembali berkumpul di lapangan untuk melakukan hiking ke Kawah Ratu. Ada juga kata-kata pembuka yang disampaikan oleh Kepala SMA Mater Dei, Ibu Tuty. Kemudian, para murid diberikan makan siang. Sekitar pukul 17.00, para siswa mandi dan mulai memasak untuk makan malam. Pada malam hari, seluruh murid berkumpul di lapangan dan masing-masing murid diberikan 1 buah lilin dan gelas plastik yang dilubangi bagian bawahnya. Para murid secara berkelompok pergi untuk melakukan jurit malam. Untuk mencapai puncak, para murid perlu melewati jalan setapak yang panjang, menanjak, licin, dan becek. Perjalanan panjang yang melelahkan itu terbayarkan oleh pemandangan indah yang disuguhkan oleh Kawah Ratu. Kegiatan hiking ini memakan waktu kurang lebih sekitar 10 jam (untuk mencapai Kawah Ratu dan turun kembali ke camping ground). Para siswa sampai ke camping ground sekitar jam 4 sore. Untuk melakukan kegiatan ini perlu bekerja sama dan berhati-hati karena jalur pendakian yang licin, kecil, dan gelap karena minimnya pencahayaan. Murid- murid sama sekali tak diperbolehkan untuk membawa senter sehingga cahaya hanya datang dari senter yang dibawa oleh guru. Lilin yang telah dibagikan mulai dinyalakan sesaat sebelum siswa-siswi turun kembali ke camping ground. Setelah itu, para murid melakukan refleksi dan tidur. Games 2 batal dilaksanakan karena kondisi siswa-siswi yang telah kelelahan akibat hiking sehingga mereka memiliki waktu luang. Waktu luang tersebut digunakan para siswa untuk mandi, beristirahat, memasak makan malam, dan latihan untuk pertunjukkan kelompok yang akan ditampilkan saat kegiatan api unggun. Kemudian, pada pukul 19.30, para siswa kembali berkumpul di lapangan. Mereka duduk di depan api unggun bersama kelompok masing-masing.


Satu persatu kelompok yang ditunjuk untuk maju menampilkan yel-yel kelompok, cerita yang mereka anggap menarik selama kegiatan outbound, serta menari atau menyanyikan tarian atau lagu yang viral di tiktok. Guru-guru juga ikut memeriahkan api unggun dengan memberikan sebuah penampilan tari. Setelah melakukan doa malam, sebagian siswa memilih untuk makan dan sisanya memilih untuk tidur. Sama seperti hari ke-2, pagi itu para siswa bangun dan melakukan olahraga senam. Setelah itu, 3 anggota dari setiap kelompok mengikuti lomba memasak nasi goreng sementara sisanya memasak sarapan. Sesudah sarapan, siswa-siswi mulai merapikan barang-barang pribadi dan kelompok untuk memastikan tak ada barang yang tertinggal. Sekitar jam 9, seluruh murid kembali berkumpul di lapangan untuk melakukan lomba antar kelas. Ada 3 jenis lomba yang diadakan, yakni lomba tangkap bola, lawan kata, dan roda gila. Setelahnya, diadakan operasi semut untuk memungut sampah-sampah yang berserakan. Para murid mulai mengangkut barang-barang kelompok ke dalam truk, barang pribadi mereka letakkan di tepi panggung yang ada di lapangan. Kegiatan outbound ini ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mater Dei serta kata-kata penutup dari Bu Tuti. Setelahnya, para siswa diminta untuk berkumpul bersama teman-teman sekelas dan wali kelas untuk membicarakan tentang komitmen kelas dan makan siang. Sebelum perjalanan pulang, guru-guru mengumumkan kelompok dan kelas yang memenangkan lomba. Para murid juga sempat melakukan sesi foto kelompok, kelas, dan Angkatan. Turun hujan yang cukup besar selama perjalanan pulang, tetapi perjalanan tetap berjalan dengan lancar sehingga siswa-siswi dapat sampai dengan selamat ke sekolah pada sekitar pukul 16.30. Kegiatan outbound ini memiliki makna yang sangat berarti bagi kehidupan para siswa. Selama 3 hari kegiatan outbound, para murid diajarkan untuk bersikap mandiri, keluar dari zona nyaman mereka, dan berpikir secara kreatif. Disini mereka diajarkan untuk dapat bekerja sama dengan orang lain dan mau berbaur dengan sesama. Para murid juga diajarkan tentang pentingnya mencintai alam sekitar.


NETFLIX RECOMMENDATION Tanggal rilis awal: 18 Oktober 2022 Sutradara: Paul Feig Produser eksekutif: Soman Chainani, Chris Castaldi, Zack Roth, Patricia Riggen, Stephen Jones. Didistribusikan oleh: Netflix Bahasa: Inggris Editor: Brent White The School for Good and Evil The School for Good and Evil mengikuti kisah dua sahabat, Sophie dan Agatha yang tinggal di desa Gavaldon. Sophie yang feminin memimpikan kehidupan seperti putri dongeng Sedangkan Agatha ingin menyalurkan bakatnya sebagai penyihir. Suatu malam, Agatha melihat sahabatnya Sophie diculik oleh kekuatan tak dikenal Dalam upaya menyelamatkannya, dia ikut terseret ke sekolah sihir yang memisahkan muridnya dalam dua kubu berbeda. Kedua sahabat pun tak menyangka akan berakhir di dua kubu yang berbeda. Sophie menjadi seorang Never dan dilatih menjadi penjahat di School for Evil. Sebaliknya Agatha menjadi seorang Ever alias murid School for Good untuk menjadi pahlawan. Alur cerita The School for Good and Evil semakin menegangkan saat sosok kelam dan berbahaya yang memiliki ikatan dengan Sophie muncul, Sophie pun merasa tersaingi dengan Agatha yang dekat dengan pangeran tampan Tedros yang ditaksirnya. Bagaimana kelanjutan kisah dua sahabat yang dipisahkan di The School for Good and Evil? Apakah mereka dapat menjalani kehidupan semula?


Kemeriahan Hari Kemerdekaan Suasana penuh kegembiraan menyertai serba-serbi perlombaan pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 yang dilaksanakan di SMAK Mater Dei Pamulang pada Kamis 18 Agustus 2022 dan Upacara pada Rabu 17 Agustus 2022. Senyum dan kemeriahan sudah mewarnai wajah warga sekolah SMAK Mater Dei sejak pagi hari sebelum dimulainya upacara. Siswa siswi tingkat SD SMP dan SMA Mater Dei berkumpul di lapangan sekolah untuk melaksanakan upacara bendera pada pagi hari, yang dilanjutkan dengan tampilan-tampilan dari berbagai tingkat sekolah Mater Dei dan setelah tampilan tersebut siswa-siswi diperbolehkan pulang untuk menyiapkan lomba besok pada 18 Agustus 2022. Pada 18 Agustus 2022 perlombaan digelar dengan tema “Membangun Semangat dan Kreatifitas Pemuda di Era Pandemic”. Lomba yang digelar antara lain lomba estafet, lomba joget bola kardus, lomba poster, lomba menghias tumpeng, dan lomba fashion show serta lomba mading yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus - 18 Agustus 2022 dengan bertema “Sacrifice”. Kegiatan pada hari Kamis 18 Agustus dimulai dengan jam Wali Kelas untuk mempersiapkan segala perlombaan yang akan dilaksanakan setiap kelas dari kelas 10, 11, dan 12 pada jam 07.00 - 07.30 setelah itu anak-anak peserta lomba diarahkan untuk segera ke pos jenis lomba masing-masing anak. Kegiatan lomba pertama dilakukan pada jam 08.00 - 10.00 yaitu lomba tumpeng, estafet dan joget bola kardus. Perlombaan berlangsung semakin seru ketika kerjasama tim dilakukan.


Pada lomba estafet dan lomba joget bola kardus semuanya tampak heboh dengan kekocakan dan keseruan yang dialami para peserta lomba. Salah satu warga sekolah SMAK Mater Dei mengatakan, perlombaan yang dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang ke77 . “Perlombaan yang dilaksanakan sangat memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia ini, sarana dan prasarana juga disiapkan lengkap oleh peserta lomba serta kerjasama yang ditumpahkan peserta lomba dalam lombanya masing-masing semakin membuat keseruan pada acara hari ini terutama pada lomba yang dilaksanakan oleh guru-guru,” katanya.


Telah menjadi tradisi bagi keluarga sekolah Mater Dei untuk menggelar kegiatan Open House setiap tahunnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Open House diadakan secara luring (offline) bertempat di kawasan TK, SMP, dan SMA Mater Dei Pamulang pada hari Senin, 12 September 2022. Kegiatan Open House juga terdiri dari berbagai sesi, seperti sesi tampilan dari setiap jenjang pendidikan Mater Dei, sesi School Tour, sesi kampanye ekstrakulikuler, dan sesi bazar SMA. Setiap jenjang pendidikan diberikan kesempatan untuk menampilkan berbagai tampilan unggulan. Kegiatan ini dimulai dengan tampilan tarian dari unit TKK Mater Dei dilanjutkan Fashion Show dan atraksi kulintang dari SDK Mater Dei. Para siswa dan siswi menggunakan pakaian tradisional Indonesia dengan berbagai aksesoris pendukung untuk memperindah nuansa pakaian. Pakaian yang dibawakan tidak hanya sebatas memiliki nuansa tradisional saja, tetapi ada beberapa siswa yang memadukannya dengan nuansa serta aksesoris modern. Dengan rasa percaya diri, mereka berjalan di atas panggung dan membawakan pakaian tersebut. Keunikan pakaian dan cara pembawaan dari masing- masing siswa itu lah menjadi sesuatu yang dapat berhasil menarik perhatian para penonton acara. Setelah beberapa penampilan pembuka, SDK Mater Dei kembali menampilkan pertunjukan yang sudah mereka latih. Mereka mulai memainkan alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Utara yaitu Kolintang. Kolintang sendiri merupakan alat musik yang terdiri dari bilah- bilah kayu dan dimainkan dengan cara dipukul. Satu per satu nada yang dibuat oleh pemain dari SDK Mater Dei itu mulai menghiasi rangkaian acara open house Mater Dei kali ini. Setelah mereka selesai memainkan 2 sampai 3 lagu. Semua orang disekitar merasa takjub dan memberikan respon bertepuk tangan dengan meriah. Pertunjukan yang dibawakan oleh SDK Mater Dei kemarin sangat memberikan pengaruh positif bagi para pendengar pendengarnya. Bagaimana bisa? Mereka memperlihatkan bahwa alat musik tradisional juga pantas mendapatkan perhatian yang sama ditengah-tengahnya gempuran alat musik modern yang semakin maju ini. OPEN HOUSE 2022


Tidak hanya TK dan SD yang memiliki kesempatan untuk tampil di acara Open House Mater Dei kali ini, unit SMP juga mengambil peran untuk tampil. Tampilan yang dipertunjukan oleh unit SMP adalah modern dance yang dibawakan oleh seluruh siswa ekstrakurikuler modern dance. Siswa tampil dengan penuh semangat dan energik yang membuat penonton berantusias untuk menonton tampilan tersebut. Selain itu, gerakan yang dipertontonkan juga dipadukan dengan kostum yang menarik sehingga membuat penampilan semakin terlihat baik. Setelah TK, SD, dan SMP tampil giliran SMA yang menunjukkan tampilan. Pada tampilan pertama, SMA menampilkan tarian Genjring Party sebagai pembuka tampilan SMA. Setelah tampilan tari selesai, acara dilanjutkan dengan tampilan band. Terdapat beberapa kelompok band yang tampil dalam acara open house ini. Penampilan band ini merupakan penampilang yang cukup ditunggu sehingga cukup banyak yang keluar untuk menyaksikan tampilan band ini. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan tampilan dari ekskul Jepang. Pada tampilan ini, mereka menampilkan dance Jepang dan juga tarian tradisional Jepang lengkap dengan kostum tradisional Jepang. Setelah ekskul Jepang menyelesaikan tampilan, acara dilanjutkan dengan tampilan modern dance. Saat tampilan ini mulai, banyak orang yang ingin menyaksikan tampilannya. Tampilan ini cukup lama sehingga dapat membuat yang menonton puas untuk menyaksikannya. Pada akhirnya, sampai juga di akhir acara. Sebagai penutup SMA menampilkan salah satu tampilan outbound yang pada saat kegiatan outbound berlangsung memenangkan tampilan terbaik. Tampilan ini memadukan kebudayaan Indonesia yaitu tarian Bali dan lagu yang sedang viral di media sosial zaman ini.


Setahun sudah berlalu, SMAK Mater Dei kembali mengadakan event MD CUP, dengan tema tahun ini adalah Galvanite -“Galvanizing the Integrity into Eternity" yang dilaksanakan pada tanggal 30 September - 7 Oktober 2022, pada event kali ini SMAK Mater Dei mengadakan lomba dan mengundang para siswa dari dalam maupun luar sekolah dari tingkat SMP sampai SMA, lombanya pun terbagi menjadi dua kategori yaitu Galva-Art dan Galva-Run, untuk Galva-Art ada lomba musikalisasi puisi untuk tingkat SMP, dan ada lomba story telling untuk tingkat SMA, sementara untuk Galva- Run bisa diikuti baik tingkat SMP Maupun SMA. Pembukaan dimulai pada 29 September yang diadakan secara online dan disiarkan secara live streaming, acara dibuka oleh mc dan penampilan tari tradisional serta doa pembuka, setelahnya berdoa para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mater Dei. Kemudian, Ibu Dra. Lucia Tuty Hartiningsih, M.M. selaku kepala sekolah dan Jemima Nansang selaku ketua pelaksana Galvanite memberikan kata-kata sambutannya, dan ditutup oleh penampilan band. Hari pun tiba, perlombaan pun dimulai! Pada dini hari, peserta Galva-Run bersiapsiap untuk marathon, panitia pun menyiapkan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan untuk kenyamanan dan keselamatan peserta lomba dengan baik, hingga akhirnya confetti diledakkan oleh ibu Tuty menandakan dimulainya lomba marathon, para peserta pun mulai berlari, para murid-murid SMAK Mater Dei dan peserta lomba mengikuti dengan penuh semangat, kompetitif, dan kebersamaan yang luar biasa. Tak lupa dengan lomba Galva-Art yaitu storytelling, meskipun dilakukan secara online para peserta pun antusias mengikuti lomba dengan kegigihan dan semangat dalam menyampaikan cerita dengan baik. &


Pada Sabtu dini hari di tanggal 7 Oktober, kegiatan dimulai dengan misa pagi yang dipimpin oleh Romo Yus yang diikuti oleh bapak/ibu guru serta para murid-murid; kegiatan misa selesai dan dilanjutkan oleh penampilan penampilan paduan suara. Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, puncak closing Galvanite yang bersamaan dengan HUT SMAK Mater Dei yang ke-32 didatangi oleh seluruh unit SMA, masing-masing perwakilan dari unit TK-SMP, serta para tamu undangan dari sekolah lain, acara dibuka dengan penampilan tari tradisional, sama seperti pada hari opening, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mater Dei. Acara dilanjutkan dengan sambutan Samuel Jonathan selaku ketua pelaksana HUT SMAK Mater Dei dan sambutan Ibu Dra. Lucia Tuty Hartiningsih, M.M. selaku kepala sekolah, acara pun berlangsung dengan pemotongan kue oleh bapak/ibu guru dan beberapa unit Mater Dei lainnya, acara pun semakin meriah karena seluruh unit dari TK sampai SMA menampilkan penampilan yang luar biasa, para hadirin pun ikut berpartisipasi dalam kemeriahan acara ini. Di penghujung acara terdapat kejutan penampilan dari band panitia, closing Galvanite dipenuhi dengan kemeriahan.


Perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu) adalah pelatihan dasar pramuka agar siswa mampu meningkatkan kemandirian dan kerja sama tim dengan berkemah di alam luar dan pada tanggal 22 Oktober 2022 SMAK Mater Dei mengadakannya di sekolah dengan para siswa-siswa yang sudah terpilih dan akan dilantik menjadi anggota Bantara. Kegiatan perjusa diadakan pada sore hari di hari Jumat, kegiatan dimulai dengan upacara pembuka, didampingi oleh para pembina kak Anas, kak Tres, kak Heru serta kedatangan pelantik Bantara yaitu kak Bahrun. Para calon bantara dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1 sanggah putra dan 2 sanggah putri. Kegiatan pertama adalah pionering yaitu membuat tandu dan kaki tiga dari tongkat dan tali, di kegiatan kali ini diingatkan kembali mengenai simpulsimpul yang ada dalam pramuka, seperti simpul pangkal dan jangkar. Agenda selanjutnya adalah mendirikan tenda dengan masing-masing sanggah, pada saat mendirikan tenda diperlukan pengamatan lingkungan sekitar agar pasak tenda dapat ditancapkan ke dalam tanah serta pengikatan tali pramuka yang kuat agar tenda dapat berdiri tegak dan dapat digunakan dengan aman pada saat masuk ke dalamnya. Selesai membangun tenda, masing-masing sanggah diminta oleh kak Bahrun untuk mendiskusikan materi yang berkaitan dengan sejarah kepramukaan yang setelahnya akan dipresentasikan serta didiskusikan kembali bersama seluruh sanggah. PELANTIKAN ANGGOTA BARU BANTARA PELANTIKAN ANGGOTA BARU BANTARA


Tak hanya itu, kak Bahrun dan rekannya kak Soleh mengadakan ice breaking yang menguji pikiran, ketelitian, dan juga keseruan didalamnya, kegiatannya yaitu membuat 1 lembar kertas biasa bisa masuk melewati seluruh tubuh tanpa tersentuh sama sekali serta menebak sandi morse yang dibunyikan dari peluit. Pada malamnya sebelum waktu tidur, para calon bantara diingatkan kembali mengenai PBB (Peraturan Baris Berbaris), pada kali ini kak Soleh mengajarkan gerakan dasar PBB yaitu sikap sempurna, posisi istirahat, sikap hormat, hadap kanan-kiri, serong kanan-kiri, balik kanan, lencang kanan, dan lencang depan. Seluruh kegiatan pada hari Jumat telah selesai dan para siswa/i bersiap-siap untuk tidur dan melanjutkan kegiatan pada esok harinya. Hari pun telah berganti, cahaya matahari belum muncul, setiap sanggah bangun dan bersiap kembali untuk kegiatan selanjutnya. Di kondisi yang masih gelap, para siswa/i dikumpulkan di lapangan depan sekolah dan diminta untuk mencari kertas yang bertuliskan “BANTARA” di lingkungan luar sekolah, tulisan tersebut disembunyikan dan para calon bantara yang menemukan dapat dilantik juga disematkan TKU (Tanda Kecakapan Umum). Dan pada akhirnya, hari yang ditunggu tiba, pada dini hari seluruh calon bantara dilantik menjadi anggota bantara dan para kakak-kakak pembina membantu menyematkan TKU kepada anggota bantara. Kakak-kakak pembina dan pelantik memberikan selamat kepada para anggota yang sudah terlantik dan mendukung program yang akan direncanakan kedepannya.


Seorang pemuda yang berprestasi secara akademis pergi untuk melamar posisi manajerial di sebuah perusahaan besar. Dia lulus wawancara pertama, sutradara melakukan wawancara terakhir, membuat keputusan terakhir. Direktur menemukan dari CV bahwa prestasi akademik pemuda sangat baik, dari sekolah menengah hingga penelitian pascasarjana, tidak pernah ada tahun ketika dia tidak mencetak gol. Direktur bertanya, “Apakah Anda mendapatkan beasiswa di sekolah?” Pemuda itu menjawab “tidak ada”. Direktur bertanya, “Apakah ayahmu yang membayar biaya sekolahmu?” Pemuda itu menjawab, “Ayah saya meninggal ketika saya berumur satu tahun, ibu saya yang membiayai sekolah saya”. Direktur bertanya, “Di mana ibumu bekerja?” Pemuda itu menjawab, “Ibu saya bekerja sebagai pembersih pakaian. Direktur meminta pemuda itu untuk menunjukkan tangannya. Pemuda itu menunjukkan sepasang tangan yang mulus dan sempurna”. Sutradara bertanya, “Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci pakaian sebelumnya?” Pemuda itu menjawab, “Tidak pernah, ibu saya selalu ingin saya belajar dan membaca lebih banyak buku. Selain itu, ibu saya bisa mencuci baju lebih cepat dari saya”. Sutradara berkata, “Saya punya permintaan. Ketika kamu kembali hari ini, pergi dan bersihkan tangan ibumu, lalu temui aku besok pagi”. Pemuda itu merasa peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan itu tinggi. Ketika dia kembali, dia dengan senang hati meminta ibunya untuk membiarkan dia membersihkan tangannya. Ibunya merasa aneh, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya kepada anak itu. Pemuda itu membersihkan tangan ibunya perlahan. Air matanya jatuh saat dia melakukan itu. Ini adalah pertama kalinya dia menyadari bahwa tangan ibunya sangat keriput, dan ada begitu banyak memar di tangannya. Beberapa memar sangat menyakitkan sehingga ibunya menggigil ketika dibersihkan dengan air.


Baru kali ini pemuda itu menyadari bahwa sepasang tangan inilah yang setiap hari mencuci baju untuk membiayai sekolahnya. Memar di tangan sang ibu adalah harga yang harus dibayar sang ibu untuk kelulusannya, prestasi akademiknya, dan masa depannya. Setelah selesai membersihkan tangan ibunya, pemuda itu diam-diam mencuci semua pakaian yang tersisa untuk ibunya. Malam itu, ibu dan anak berbicara sangat lama. Keesokan paginya, pemuda itu pergi ke kantor direktur Direktur memperhatikan air mata di mata pemuda itu, bertanya: "Bisakah Anda memberi tahu saya apa yang telah Anda lakukan dan pelajari kemarin di rumah Anda?" Pemuda itu menjawab, “Saya membersihkan tangan ibu saya, dan juga selesai membersihkan semua pakaian yang tersisa”. Direktur bertanya, “tolong katakan padaku perasaanmu”. Pemuda itu berkata, “Nomor 1, sekarang saya tahu apa itu apresiasi. Tanpa ibu saya, tidak akan ada saya yang sukses hari ini. Nomor 2, Dengan bekerja sama dan membantu ibu saya, baru sekarang saya menyadari betapa sulit dan beratnya menyelesaikan sesuatu. Nomor 3, saya mulai menghargai pentingnya dan nilai hubungan keluarga”. Direktur berkata, “Inilah yang saya cari untuk menjadi manajer saya. Saya ingin merekrut orang yang dapat menghargai bantuan orang lain, orang yang mengetahui penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan orang yang tidak menjadikan uang sebagai satu-satunya tujuan hidupnya. Anda dipekerjakan”. Belakangan, anak muda ini bekerja sangat keras, dan mendapat rasa hormat dari bawahannya. Setiap karyawan bekerja dengan tekun dan sebagai sebuah tim. Kinerja perusahaan meningkat pesat. -Tamat-


Pada tanggal 15 Oktober 2022, SMAK Mater Dei mengadakan kegiatan Education Fair (Edufair) yang mengundang sejumlah universitas negeri dan swasta. Berikut adalah daftar universitas yang terlibat pada acara edufair tahun ini : Universitas 17 Agustus 1945 Universitas Atma Jaya Universitas Bina Nusantara Universitas Budi Luhur Universitas Bunda Mulia Universitas Mercu Buana Universitas Multimedia Nusantara Universitas Parahyangan Universitas Pelita Harapan Universitas Pembangunan Jaya 11. Universitas Pradita 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Universitas Prasetiya Mulya 13. Avana Education 14. ESMOD 15. Institut Pertanian Bogor 16. Institut Teknologi Indonesia 17. Kalbis Institute 18. London School of Public Relations 19. Matana University 20. Podomoro University 21. Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti 22. Swiss German University 23. Trisakti School of Management Acara dimulai dengan upacara pembukaan, dimulai dengan sambutan kepala sekolah dan perwakilan universitas yang diikuti dengan penampilan dari ekskul modern dance, dan tarian Pelajar Pancasila serta pemotongan pita sebagai tanda pembukaan Edufair oleh Ibu Tuty selaku kepala sekolah. Kegiatan dilanjutkan para siswa/i masuk ke kelas sesuai dengan kelompok yang sudah dibagikan untuk mendengarkan presentasi dari universitas yang ada di kelas, masing-masing Universitas mendirikan stand booth dan juga perwakilan kakak-kakak yang membantu untuk menjelaskan informasi dari universitas yang dituju. Edufair kali ini juga dilaksanakan bersamaan dengan pengambilan rapot kelas XI dan XII, hal ini bisa membantu baik siswa/i dan orang tua yang masih bingung untuk menentukan kampus yang terbaik sesuai minat dan bakat yang dimiliki.


Pada hari Senin, 31 Oktober 2022, OSIS SMAK Mater Dei mengadakan kegiatan perlombaan untuk BKSN dan Hari Pangan. BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) adalah ajakan kita sebagai umat gereja Katolik di Indonesia untuk merenungkan kembali sosok Allah sebagai sumber harapan hidup baru bagi orang beriman. Hari Pangan diperingati untuk kita manusia agar meningkatkan rasa kesadaran kita akan makanan yang kita konsumsi dengan memperhatikan lingkungan kondisi sekitar. Perlombaan pada event kali ini terdiri dari empat macam lomba yaitu membaca Kitab Suci, poster hari pangan, menghias makanan lokal, dan Kitab Suci berantai, seluruh perlombaan dimulai setelah istirahat pertama, para peserta dari masing-masing kelas yang berpartisipasi pun menyiapkan diri untuk ke tempat perlombaan dan mendengarkan briefing dari panitia. Pada perlombaan membaca Kitab Suci para peserta lomba diminta mengambil nomor undian sebagai urutan tampil, para peserta maju sesuai dengan urutan penampilan dan membacakan injil, peserta pun membacakan injil dengan lancar dan fasih, para bapak/ibu guru memberikan penjuriannya kepada peserta lomba Lanjut ke lomba menghias makanan lokal, lomba ini diikuti perwakilan masing-masing kelas, para peserta membawa bahan makanan dan hiasan dari rumah, perlombaan berlangsung selama 45 menit. Di perlombaan poster hari pangan dengan mengambil tema "Waste Food Waste Life" pun sangat ramai diikuti, perlombaan dimulai dengan briefing panitia, para siswa bisa bekerja sendiri maupun berkelompok, para peserta bisa menyalurkan pesan yang mendalam berupa peringatan kepada manusia melalui sebuah gambar poster. Pada perlombaan Kitab Suci, masing-masing angkatan dari kelas 10 sampai 12 diambil yang terbaik dengan cara di tanding terlebih dahulu, setelah terpilih, para peserta dari tiap angkatan yang terpilih ditandingkan kembali dengan 1 ayat, penilaiannya dinilai dari ketepatan dan kelengkapan kata. Perayaan BKSN & Hari Pangann


TEKA TEKI SILANG DOWN 1. Letak ini dilihat dari posisi suatu negara/wilayah dari kenyataannya di permukaan bumi 2. Dapat dipecah tanpa disentuh dan dilihat 3. Permukaan bumi tempat kita berpijak 5. Titik-titik air di langit, terlihat seperti gumpalan kapas 6. Iklim ini terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis 9. Bulan Indonesia merdeka 10. Olahraga yang mengutamakan kemampuan berpikir melebihi kemampuan fisik ACROSS 4. Lokasi sekolah SMAK Mater Dei 7. Alat musik petik dari Nusa Tenggara Timur 8. Burung dengan bulu indah yang jika dibentangkan menyerupai kipas 11. Ibu dari segala ilmu 12. Negara yang pertama kali menjajah Indonesia Berhadiah!! Hasil jawaban kirim ke: Mkafif7115 (Line)


Keluarga Baru SMA Mater Dei Pak Jani Tahun ajaran 2022 - 2023 dimulai, SMA Mater Dei mendatangkan guru baru yaitu Bapak Jani Perangin Angin, atau lebih dikenal dengan nama Pak Jani. Beliau mengajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) untuk peserta didik kelas XI. Bapak Jani lahir di Sumatera Utara, 10 Agustus 1964. Lulus dari Institut Keguruan dan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) yang sekarang menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), fakultas Pendidikan Olahraga. Beliau memiliki hobi berolahraga khususnya jogging dan berpetualang ke alam bebas seperti hiking dan sangat mengidolakan pelari-pelari ultra marathon dari Indonesia dan luar negeri yang dapat melatih dirinya sehingga memiliki kemampuan yang luar biasa. Selain berolahraga, ia juga hobi bermain musik, menulis lagu, menulis puisi dan bernyanyi. Pada awalnya ia ingin pekerjaan dibidang teknik dan berkuliah di Institut Teknologi Bandung namun tidak berhasil, sehingga beralih ke keguruan untuk mengetahui lebih banyak mengenai olahraga. Bapak Jani berkarya di SMA Mater Dei sambil menemani dan mendampingi anaknya yang juga bersekolah di SMA Mater Dei. Beliau memiliki motto "To Love and To Be Free." "To Love" yang memiliki arti mencintai semua makhluk dan "To Be Free" berarti hidup bebas tetapi bertanggung jawab. Kesan Bapak Jani selama mengajar di SMA Mater Dei adalah anak-anaknya relatif disiplin. Tugas yang diperintahkan dapat dikerjakan dengan baik. Pesannya untuk siswa/i SMA Mater Dei yaitu pentingnya olahraga merupakan suatu fakta untuk menjaga kesehatan. Jangan mengabaikan pemeliharaan kesehatan melalui aktivitas olahraga, karena kehidupan kita adalah tanggung jawab diri sendiri, salah satunya menjaga kesehatan tubuh.


PERALIHAN TELEVISI ANALOG KE DIGITAL PENGGUNAAN SET TOP BOX Pemerintah Indonesia telah resmi mengalihkan seluruh siaran TV analog ke siaran TV digital terhitung sejak 2 November 2022. Hal ini tertulis dalam Peraturan Menteri No. 11/2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021 mengenai Penyelenggaraan Penyiaran. Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) merancang proses peralihan ke TV digital secara bertahap mulai dari 30 April 2022 dan berakhir pada 2 November 2022. Analog switch-off (ASO) alias penghentian siaran TV televisi terestrial analog pada 2 November tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kementerian Kominfo secara simbolis mengadakan acara menonton bersama detik-detik ASO di kompleks Kementerian Kominfo di Jakarta pusat pada Rabu (2/11) hingga Kamis dini hari. Dengan adanya penghentian siaran TV analog, 14 kabupaten dan kota di wilayah Jabodetabek resmi memasuki era TV digital. Selain Jabodetabek, penghentian siaran TV analog juga berlangsung di sekitar 43 kabupaten dan kota di Indonesia. Sementara 173 kabupaten dan kota yang selama ini tidak mendapatkan siaran TV analog (non-terrestrial) akan langsung beralih ke siaran digital. Upaya transisi televisi digital pemerintah dilakukan melalui Kominfo dengan membagikan set-top box (STB) gratis kepada masyarakat. Syaratnya, penerima manfaat termasuk kategori keluarga kurang mampu. STB adalah alat dekoder yang mengubah sinyal digital menjadi gambar dan suara. Dengan STB ini, Anda dapat memutar siaran TV digital di TV analog Anda. Pemerintah memberikan dekoder gratis kepada masyarakat miskin dari dua sumber dengan memberikan 1 juta set sesuai keputusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Sebanyak 81.206 dialokasikan ke delapan kabupaten atau kota pada tahap pertama, dan 918.794 dialokasikan ke 66 kabupaten atau kota pada tahap kedua.


Di saat terang rasanya memalukan Di saat gelap rasanya menyesakkan Seakan dari sana, sesuatu bersembunyi Tak bisa melepas dan tak bisa melupakan Terkadang terang tak selamanya tentram Dan gelap tak selamanya nyaman Ada saat di mana keduanya adalah sama Menakutkan dan sangat mengusik Kupikir jejaklah yang menghilang Nyatanya waktu yang terbuang Sungguh mencekam bagaikan mengulang Ruangan ini menjadi tempat bayangnya Terkadang terang tak selamanya tentram Dan gelap tak selamanya nyaman Ada saat di mana keduanya adalah sama Menakutkan dan sangat mengusik Di saat terang rasanya memalukan Di saat gelap rasanya menyesakkan Seakan dari sana, sesuatu bersembunyi Tak bisa melepas dan tak bisa melupakan Kupikir jejaklah yang menghilang Nyatanya waktu yang terbuang Sungguh mencekam bagaikan mengulang Ruangan ini menjadi tempat bayangnya


Selama 3 tahun saya bersekolah di SMA Mater Dei saya merasakan banyak sekali pengalaman yang saya dapat. Mulai dari Lingkungan sekolah yang baik, guruguru yang mengajar selalu saja ada pengalaman dan cerita yang menarik, di mana experience belajar dengan guru-guru yang berbeda mengajarkan saya untuk tetap tekun dan cermat. Tetapi tidak hanya saat pembelajaran saja, di dalam kelas maupun di kegiatan ekskul juga mendapat pengalaman yang tidak terlupakan selama bersekolah yaitu bisa bersosialisasi Petrick Abraham dan bertemu dengan teman-teman yang memiliki karakter yang berbeda-beda, menemukan lingkungan pertemanan yang “se-frekuensi” selain itu pertemanan yang positif bisa membantu kita dalam pelajaran, hobi, ataupun menemukan teman dekat yang bisa diajak sharing. Selain itu, saya juga mendapatkan pengalaman dalam beberapa kegiatan seperti saat kegiatan ekskul sebagai wadah untuk mengembangkan minat & bakat, class meeting yang seru dan melatih sportifitas diri kita, retret dan outbound yang melatih kerjasama, kreatif, cekatan dan dewasa dalam pendirian. Pada tahun 2020, Ujian Nasional (UN) dihapus dan diganti oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Asesmen Nasional (survei karakter dan AKM). Diterapkannya AKM penanda perubahan pola dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan. Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan peserta didik agar mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. AKM dirancang untuk mengukur hasil belajar literasi dan numerasi peserta didik. Literasi yang dimaksud adalah kemampuan peserta didik untuk menganalisis suatu bacaan untuk mendapatkan pemahaman dalam berbagai cakupan dan konteks yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud kompetensi numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari sebagai warga negara. Walaupun AKM ini berpusat pada literasi dan numerasi, tidak menghilangkan arti penting mata pelajaran di sekolah.


Penerapan AKM di Indonesia dilakukan karena tingkat literasi siswa Indonesia masih rendah. Selain AKM, pada asesmen nasional juga terdapat survei karakter yang bertujuan mengembangkan sikap dan perilaku siswa yang mencerminkan sebagai pelajar Pancasila. Setiap bulan Mei dan Oktober umat Katolik mengkhususkan waktu untuk berdevosi atau penghormatan khusus dengan doa-doa dan pujian kepada Para Kudus termasuk Bunda Maria. Sebagai salah satu sekolah katolik, SMA Mater Dei juga melaksanakan kegiatan ini. Setiap hari Bapak Ibu guru dan para siswa mengikuti kegiatan ini. Devosi ini dimulai sekitar pukul 06.30 sampai pukul 06 55 atau menjelang bel masuk. Kegiatan ini bertujuan selain untuk menghormati Bunda Maria selaku pelindung sekolah, juga ada doa-doa syukur dan permohonan atas segala penyertaan kepada sekolah dan semua warga sekolah. Kegiatan ini selain diisi dengan doa Rosario juga dilanjutkan doa permohonan singkat secara sepontan. Dengan kegiatan ini diharapkan dapan meningkatkan keimanan para siswa dan Bapak Ibu Guru juga ungkapan syukur atas segala perlindungan, keselamatan, dan kesehatan kepada seluruh warga sekolah. Antusias para siswa juga tergolong baik, buktinya setiap hari selalu banyak siswa yang ikut doa Rosario ini. Pemimpin doa Rosario oleh para siswa secara bergantian. Ada empat Peristiwa Rosario yang disesuaikan dengan harinya yaitu Peristiwa Mulia, Peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih, dan Peristiwa Terang. BBuullaannDDeevvoossiiKKeeppaaddaaBBuunnddaaMMaarriiaa


Perayaan Kongregasi Suster SPM ke-96 & Pesta Perak ke-25 Tahun Guru Mengabdi di perkumpulan Dharma Putri Pada tanggal 11 Oktober 2022 adalah hari perayaan syukur mengenang 96 Tahun kongregasi suster SPM berkarya di Indonesia dan perayaan ke 25 Tahun Guru serta Karyawan berkarya di perkumpulan Dharma Putri dilaksanakan di dalam gedung aula SMP. Pembukaan acara dimulai dengan penyampaian mengenai sejarah berdirinya Kongregasi Suster SPM pertama kali, dan bagaimana organisasi kesusteran yang didirikan pertama kali di belanda dapat masuk dan tersebar ke Indonesia. Acara selanjutnya dilanjutkan dengan misa yang dipimpin oleh Romo Petrus Cipto Nugroho SCJ yang bertemakan mengenai meningkatkan semangat dari generasi muda untuk mengabdikan karya para Pahlawan dan menjadi sosok penerus bangsa dengan moto, "Menjadikan Generasi Muda dapat Menjadi Sosok yang Berguna bagi Seluruh Bangsa Indonesia dengan pengabdian Para Pahlawan tanpa tanda Jasa". Setelah acara misa selesai, acara dilanjutkan dengan tarian yang diberikan oleh para guru SD, SMP dan SMA Mater Dei. Tarian yang dibawakan membawakan tema tradisional yang dicampur dengan tarian modern, penampilan tersebut dibawakan sangat baik dengan pakaian dan gerakan yang sangat cocok dengan tema lagu yang dibawakan. Guru SMA dan Guru SMP membawakan tema tarian tradisional dan Guru SD membawakan gerakan senam irama dan joget bersama para penonton. Lalu acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dan proficiat kepada Bapak sukiman selaku guru SMP, Ibu Berta S, S.Pd selaku guru SMA, dan ibu Yuliana S, S.Pd selaku guru SD yang telah mengabdi selama 25 tahun di Mater Dei. Penghargaan tersebut diberikan oleh Ibu Lucia Tuty Hartiningsih selaku kepala Sekolah SMA Mater Dei, dengan pemberian anting sebagai bentuk penghargaan. Berikutnya, penutupan acara dilaksanakan dengan sajian grup band guru-guru SMP yang membawakan lagu "Ojo Di Banding-Bandingin"


dan "Sugeng Dawet", dan acara terakhir di tutup oleh pemberian pesan dan kesan yang dibawakan oleh para suster SPM mengenai harapan terbaik kedepannya untuk seluruh keluarga Mater Dei.


STOP MENUNDA! "Berhenti Menunda Demi Wujudkan Diri yang Produktif" Kegiatan menunda tersebut banyak diketahui dengan istilah prokrastinasi. Prokrastinasi atau menunda adalah sikap dan perilaku mengulur waktu dalam menyelesaikan pekerjaan walaupun mengetahui bahwa penundaannya dapat menghasilkan dampak buruk. Banyak faktor yang dapat memicu seseorang melakukan penundaan, salah satunya adalah akibat ketidakmampuan dalam mengatur waktu. Dari sini, muncullah rasa enggan untuk mulai mengerjakan tugas yang harus diselesaikan, dan pada akhirnya tugas diselesaikan di waktu akhir dan terlambat dikumpulkan. Tugas atau pekerjaan yang dilakukan pada detik-detik terakhir pun hasilnya bisa saja kurang maksimal dan tidak sesuai rencana. Akhirnya rasa menyesal dan tidak puas pun muncul akibat kebiasaan buruk tersebut. Apakah tugas yang menumpuk sering membuat kalian malas untuk mengerjakannya? Atau bahkan merasa bingung tugas mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, hingga berujung menunda dan membiarkan semua pekerjaan itu? Mungkin bagi sebagian besar orang, menunda pekerjaan merupakan hal yang menyenangkan, karena orang tersebut dapat berleha-leha di waktu senggang. Namun, menunda pekerjaan hanya menjadi kesenangan sesaat. Jika tidak segera diatasi, kebiasaan ini dapat membentuk siklus yang tidak ada ujungnya bagi diri kita di masa depan dan dapat menghalangi kita untuk mencapai kesuksesan. Maka dari itu, kita semua perlu melakukan beberapa hal untuk memberantas kebiasaan buruk prokrastinasi atau menunda ini, sebelum prokrastinasi mengambil alih hidup kita. Berikut tips atau cara yang dapat mulai kita terapkan untuk menjadi lebih produktif: 1. Membuat to-do list Ketika kita sedang banyak pekerjaan, agar kita dapat selalu ingat dengan tugas-tugas yang diberikan, buatlah satu catatan yang berisi daftar pekerjaan yang harus kita selesaikan. Jangan lupa untuk memberikan tanda checklist untuk pekerjaan yang telah selesai atau terkumpulkan, sehingga dapat terlihat pembagian tugas yang sudah dikerjakan dan belum dikerjakan. 2. Mencicil Pekerjaan Saat memiliki waktu luang, kita harus tetap ingat bahwa kita masih memiliki tanggung jawab yang belum terselesaikan. Sehingga kita perlu memprioritaskan tugas tersebut dengan mencicil pengerjaan tugas kita.


Agar semua pekerjaan dapat diselesaikan sebelum deadline yang diberikan, kita dapat membuat deadline untuk diri sendiri, yaitu dengan memajukan deadline. Dengan memajukan deadline, secara tidak langsung kita akan terdorong untuk melakukan pekerjaan tersebut sesuai patokan deadline yang sudah kita buat. Karena, salah satu penyebab menunda pekerjaan adalah karena waktu deadline yang terhitung lama, sehingga kita merasa masih memiliki banyak waktu untuk mengerjakan hal tersebut. Deadline palsu ini dapat menjadi tindakan preventif (pencegahan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan), sehingga kita dapat berjaga-jaga dan tidak akan panik apabila pekerjaan belum sempurna, karena kita masih memiliki banyak waktu untuk menyempurnakannya, dan hasil akhir pengumpulan pun dapat memuaskan. 4. Membuat deadline "palsu" Self-reward dilakukan untuk memberi apresiasi kepada diri sendiri ketika kita berhasil mencapai hal yang sudah kita rencanakan. Self-reward dapat kita gunakan sebagai motivasi agar menjadi lebih baik lagi dalam mengerjakan tanggung jawab yang ada. Contoh dari self-reward sendiri adalah seperti memberikan diri kita istirahat yang cukup, memberi kesempatan pada diri sendiri untuk melakukan hobi (bermain game, menonton film, menggambar, menyanyi, menari), makan makanan kesukaan, dan membeli barang yang diinginkan. Bentuk pemberian hadiah terhadap diri sendiri ini dapat menjadi cara ampuh untuk meningkatkan minat kerja, dan dapat menjadi pereda kepenatan saat sedang lelah dengan berbagai macam kesibukan. Itulah beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk menghentikan kebiasaan menunda. Jika kita bisa kerjakan sekarang, mengapa harus menunggu nanti? Selalu ingat bahwa menunda bukanlah solusi yang tepat ketika sedang dihadapi dengan berbagai tanggung jawab, setiap perbuatan buruk pasti ada konsekuensi yang akan di tanggung di waktu mendatang. Tetap semangat dan optimis bahwa kita dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan waktu yang ada, tanpa menunda-nunda pekerjaan. 3. Mencari tempat yang nyaman Dalam mengerjakan sesuatu, kita perlu adanya konsentrasi dan kenyamanan. Kita perlu menjauhi segala distraksi yang sering mengganggu dan menghasut kita untuk menunda tugas, seperti notifikasi ponsel. Suasana yang tenang dan nyaman dapat membuat kita lebih fokus dan semangat dalam mengerjakan tugas. Bagi yang suka mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik, pasanglah lagu favorit kalian yang dapat mendorong dan menaikkan mood kalian agar tidak jenuh saat menyelesaikan pekerjaan. Dari tempat yang sudah sesuai dengan kenyamanan kita, maka seluruh pekerjaan dapat kita lakukan dengan penuh kenyamanan pula. 5. Memberikan hadiah kepada diri sendiri (self-reward)


Pada hari Kamis, 10 November 2022, OSIS SMAK Mater Dei mengadakan kegiatan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-77, SMAK Mater Dei kedatangan tamu dari Polres Pamulang Tangerang Selatan. Polres Pamulang Tangerang Selatan mengadakan program Police Go To School yaitu mengunjungi sekolah sekolah yang ada di wilayah hukum Polres Tangsel untuk lebih mendekatkan personel Polri (Polres Tangsel) dengan masyarakat (pelajar) sekaligus menyampaikan himbauan. Dalam kegiatan tersebut, bu Yuni menjadi pembina upacara dimana dalam amanatnya berpesan kepada siswa siswi SMAK Mater Dei untuk bijak dalam bermedsos, tidak menggunakan narkoba dan tidak tawuran. “Adik adik di depan saya adalah generasi penerus bangsa, dimana sekarang tugas utamanya adalah belajar untuk masa depan kalian” terang Yuni dalam kegiatan tersebut. “Pesan saya jangan sampai terlibat tawuran, geng motor apalagi narkoba karena dapat merugikan diri sendiri, sekolah dan orang tua. Saya juga berpesan agar adik sekalian bijak dalam menggunakan medsos dan waspada terhadap berita hoax”. Kegiatan Police Go To School diakhiri dengan deklarasi pelajar anti tawuran, anti geng motor dan anti narkoba yang diikuti seluruh siswa siswi SMAK Mater Dei UUppaaccaarraaHHaarriiPPaahhllaawwaann


PENGEMBANGAN DIRI MELALUI LIVE IN Setelah 2 tahun kegiatan live in tidak berjalan dikarenakan adanya pandemi covid-19, kini SMA Katolik Mater Dei kembali mengadakan kegiatan live in. Pada tahun-tahun sebelumnya, SMA Katolik Mater Dei selalu mengadakan kegiatan live in bagi seluruh siswa kelas XI. Kegiatan live in merupakan salah satu program kegiatan yang wajib diikuti seluruh siswa kelas XI. Sebelumnya, apakah kalian tahu yang dimaksud dengan live in? Live in merupakan kegiatan pengembangan diri yang bertujuan agar suatu individu dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat lain yang memiliki perbedaan latar belakang, baik sosial, ekonomi, adat, maupun budaya. Kegiatan live in di tahun pertama ini setelah ditiadakan karena pandemi covid sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh siswa dan guru diwajibkan mengikuti swab antigen sebelum mengikuti kegiatan live in yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan covid. Tepat pada 14 November 2022, siswa kelas XI melakukan perjalanan live in ke Bayat, Klaten. Perjalanan menuju Klaten menempuh sekitar 13 jam untuk tiba di tempat live in, yaitu Desa Kebon, Bayat, Klaten. Setibanya kami di Desa Kebon. Kami disambut dengan penuh gembira oleh para orang tua asuh selama live in. Di setiap rumah yang kami tinggali bersama orang tua asuh terdiri dari 2-6 orang. Acara live in kali ini terdiri dari beraneka ragam kegiatan yang bermanfaat bagi para siswa, yaitu pada hari kedua di Klaten, seluruh siswa diajak untuk berlatih bercocok tanam seperti menanam padi, jagung, singkong, dan kacang, serta diajak untuk berlatih menari tarian Batik Kenes dan berlatih gamelan. Selain berlatih bercocok tanam, menari, dan bermain gamelan seperti berlatih memainkan gong, kendang, saron, demung, bonang, dan sebagaimana. Kegiatan live in pada hari pertama di Klaten ditutup dengan pertandingan sepak bola bersama dengan anak-anak muda di Desa Kebon.


Keesokan harinya, kegiatan live in kembali berlanjut dengan diawali membuat jumputan pada kaos putih polos. Seluruh siswa melihat proses pembuatan jumputan dan mempraktekkannya secara sendiri-sendiri agar para siswa dapat mengerti bagaimana proses pembuatan jumputan. Selama pembuatan jumputan, kami juga disajikan dengan berbagai macam makanan tradisional seperti klepon, pisang goreng, onde-onde, jadah, dan lain-lainnya. Setelah seluruh siswa mendapatkan kesempatan untuk membuat jumputan, acara selanjutnya adalah membuat batik tulis. Para siswa kelas XI beserta para guru juga diberikan kesempatan untuk membuat batik tulis. Selama disana, kami diajarkan pula bagaimana caranya untuk memegang canting dengan baik dan benar agar lilin malam yang digunakan untuk membatik dapat keluar dari cantingnya, serta mewarnai batik yang telah kita buat sendiri sesuai dengan kreativitas masing-masing. Namun sangat disayangkan sekali, saat kami membuat batik jumputan ternyata cuaca pada siang hari saat itu kurang mendukung. Hari pun semakin gelap, seluruh siswa diwajibkan untuk kumpul di titik kumpul yang sudah ditentukan untuk mengikuti perayaan ekaristi bersama dan menyaksikan beberapa penampilan yang sudah disiapkan oleh para siswa, seperti band, modern dance, dan tari Batik Kenes. Hari keempat pun tiba, hari yang paling ditunggu oleh sebagian besar siswa/siswi kelas XI dalam kegiatan live in ini, karena kegiatan hari ini akan diisi oleh rangkaian kunjungan wisata. Pukul 07.30, semua siswa/siswi telah berkumpul di dalam bus dan siap untuk berangkat menuju lokasi pertama, yaitu Goa Pindul. Suasana langit pagi yang cerah membuat kami semakin bersemangat untuk berekreasi ke Goa Pindul.


Kemudian kami berjalan melalui jalan setapak untuk mendatangi lokasi utama mulut Goa Pindul. Kami mengambil ban kami masing-masing dan mulai mengantri untuk memulai kegiatan body rafting. Kami diceburkan satu persatu, dan saling sambung menyambung dengan cara memegang pengikat pada ban teman di kanan-kiri masing-masing. Kebersamaan dan kekompakkan sungguh terasa saat menyusuri Sungai Oyo di dalam Goa Pindul ini. Para pemandu menjelaskan macam-macam bebatuan yang ada di Goa Pindul dan sejarahnya, serta menerangkan 3 zona yang ada pada goa. Sangat menarik untuk mendengarkan berbagai penerangan informasi dari pemandu sembari melihat pemandangan goa yang sangat indah, yang membuat kami terpukau. Setelah melewati goa sepanjang 350-meter ini, kami diperbolehkan untuk turun dari ban kami masing-masing dan berenang di dalam Sungai Oyo yang sangat sejuk. Kegiatan body rafting di Goa Pindul pun telah usai, kami bergegas mandi dan berganti pakaian untuk selanjutnya melakukan kegiatan makan siang bersama. Perjalanan ke lokasi kedua dimulai, kami menuju ke tempat wisata semi-outdoor yang menyuguhi pemandangan langit dari kota Yogyakarta, yaitu HEHA Sky View. Walaupun cuaca saat kita berada di HEHA Sky View kurang mendukung karena hujan, kami tetap berkesempatan untuk mengabadikan momen di HEHA Sky View dengan berfoto bersama dengan latar langit Yogyakarta yang sedang diselimuti awan. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit dari Desa Kebon, dan kami pun sampai di tempat parkir Goa Pindul. Sesampai di tempat parkir, kami dijemput oleh mobil bak untuk dibawa ke lokasi penitipan barang dan tempat pemakaian pelampung. Di tempat ini, setelah kami memakai pelampung, kami juga melakukan sesi foto bersama. Setelah melihat pemandangan di HEHA Sky View kami pergi ke Pusat Oleh-Oleh Khas Yogyakarta-Bakpia Pathok 25. Kami membeli berbagai macam oleh-oleh berupa makanan untuk keluarga di rumah, karena kami tidak tahu kapan lagi waktu kami dapat kembali ke Yogyakarta, sehingga kami pun memanfaatkan waktu untuk berbelanja oleh-oleh ini dengan sungguh-sungguh dan membeli makanan favorit kami masing-masing. Waktu berbelanja oleh-oleh pun telah usai, kami kembali ke Desa Kebon dan mulai membereskan seluruh barang bawaan kami, karena esok hari kami sudah akan meninggalkan desa ini. Tak terasa, waktu terus berjalan dan hari kelima pun telah tiba, hari terakhir kami berkumpul bersama keluarga asuh kami. Hari ini kami menyempatkan diri untuk foto bersama dengan keluarga asuh kami, untuk kami simpan sebagai kenang-kenangan.


Kami cukup sedih ketika berpamitan dengan orang tua asuh kami untuk terakhir kalinya, kami juga trenyuh melihat orang tua asuh kami yang ikut bersedih ketika kami meninggalkan mereka. Mereka mengantar sampai kami masuk ke dalam bus dan meninggalkan Desa Kebon. Sebelum melakukan perjalanan pulang ke Pamulang, kami mengunjungi Goa Maria Marganingsih terlebih dahulu untuk mengucap syukur dan memohon rahmat kepada Allah Bapa dan Bunda Maria untuk keselamatan perjalanan pulang kami dan kelancaran, kegiatan-kegiatan sekolah yang sedang terlaksana maupun yang akan terlaksana, lalu dilanjutkan dengan doa pribadi kami masing-masing. Lalu, kami menyantap sarapan terakhir di rumah asuh kami, mandi, dan merapikan seluruh tas ataupun koper yang kami pakai, bersiap-siap meninggalkan rumah asuh. Cukup mengharukan ketika kami harus meninggalkan orang tua asuh kami yang sudah dengan tulus dan sepenuh hati menerima kami untuk tinggal sementara menjadi bagian dari keluarga kecil mereka. Kami diantarkanoleh orang tua asuh kami satu per satu menuju bus untuk meletakkan semua barang bawaan kami. Acara penutupan pun dimulai, Ibu Dra. Lucia Tuty memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga desa atas kesempatan yang telah diberikan kepada seluruh siswa/siswi untuk melakukan kegiatan Live In di Desa mereka. Kepala Desa Kebon pun juga memberi ucapan terima kasih atas kedatangan seluruh warga SMAK Mater Dei Pamulang yang telah datang di Desa Kebon untuk mengadakan kegiatan live in. Seluruh siswa-siswi menyanyikan lagu Mars Mater Dei lalu berpamitan dengan orang tua asuh kami masing-masing. Selesai berdoa, kami melakukan sesi foto kelas dan kembali ke bus untuk perjalanan pulang. Pukul 13.00 kami diberikan makan siang dan di pukul 19.00 kami diberikan snack malam. Perjalanan pulang memakan waktu sekitar 10 jam, akhirnya kami sampai di Pamulang sekitar pukul 22.00, kegiatan live in kami pun selesai dan membawa sangat banyak pengalaman baru dan kesan yang mengagumkan untuk kami anak kelas XI SMAK Mater Dei Pamulang.


MOVIES RECOMMENDATION Perjalanan ke tempat yang tidak diketahui bersama Doctor Strange. dengan bantuan sekutu mistis baik lama maupun baru, melintasi realitas alternatif Multiverse yang membingungkan dan berbahaya untuk menghadapi musuh baru yang misterius. "Thor: Love and Thunder" menceritakan Thor dalam sebuah perjalanan yang belum pernah la jalani pencarian kedamaian batin. Namun, masa pensiunnya terganggu oleh seorang pembunuh galaksi yang dikenal sebagal Gorr sang Dewa Jagal. yang ingin memusnahkan para dewa. Pertama kalinya dalam sejarah layar lebar Spider-Man identitas asli dari pahlawan nan ramah ini terbongkar, sehingga membuat tanggung jawabnya sebagai seorang berkekuatan super berbenturan dengan kehidupan normalnya, dan menempatkan semua orang terdekatnya dalam posisi paling terancam.


Remaja Yang Care, Innovative, dan Respect Dalam Menyambut Kedatangan Yesus Tidak terasa, sebentar lagi kita akan merayakan natal dan menyambut kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat. Saat memasuki masa natal, biasanya kita mempersiapkan hal-hal fisik seperti baju baru, tas baru, liburan, dan lainlain, sedangkan persiapan batin sering kali diabaikan. Hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Yesus yaitu pertobatan. Melalui sakramen tobat, kita akan disucikan dan sempurnakan agar layak menyambut Yesus. Selain pertobatan, sebagai umat Katolik memiliki tugas yang sama untuk mengasihi dan mencintai sesama. Tema Bulan keluarga Adven 2022 dari KAJ adalah “ Kita Bersama Sejahtera “. Kita dipanggil oleh Tuhan untuk berpartisipasi melakukan kebaikan dan bersama menjadi demi kita dapat mengembangkan sikap CIR (Care, Innovative dan Respect) kepada sesama yang membutuhkan. Mulai dari keluarga, mewujudkan kesejahteraan bersama membangkitkan semangat peka dan peduli. Berbagi dengan akal budi dan hati nurani menjadi saudara bagi sesama melalui teladan keluarga. Dalam rangka mempersiap diri menyambut kedatanagan Yesus, SMAK Mater Dei mengadakan rekoleksi pendalaman Adven untuk peserta didik yang beragama Katolik. Rekoleksi dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 bersama Frater Agustinus Dwi Handono,. Melalui rekoleksi ini, peserta didik diajak untuk menemukan kembali bagaimana kasih Tuhan yang senantiasa hadir dalam kehidupan kita sehari-hari melalui tema “Aku & Kamu Dikasihi Tuhan.”


Siswa Berprestasi: Martinus Evan Aristianto Pengalaman Evan pertama kali dimulai saat ia menduduki kelas 10, ia mengikuti KSN (Kompetisi Sains Nasional) yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat. Dalam KSN tersendiri terdapat 9 bidang lomba dan salah satunya adalah Ekonomi, bidang lomba yang Evan ikuti. Lomba tersebut terdapat 3 tahap seleksi yaitu Kota, Provinsi, dan Nasional. Saat kelas 10, Evan melewati 2 tahap (Kota dan Provinsi), lalu melanjutkan pada tahap terakhir – Nasional saat ia kelas 11. Terdapat 100 siswa yang lolos pada tahap Nasional, kemudian disaring 30 siswa teratas yaitu 5 orang peraih medali emas, 10 orang medali perak, dan 15 orang medali perunggu. Evan merupakan urutan ke-15 dan merupakan peraih medali perak ke-10. SMAK Mater Dei Pamulang, memiliki siswa-siswi yang berbakat dan berprestasi dalam berbagai macam bidang. Tentu saja sekolah selalu mendukung dan membimbing para murid untuk mengikuti ajang - ajang perlombaan sesuai talenta mereka. Tak jarang banyak siswa kembali dengan medali ataupun trofi kemenangan atas prestasi mereka. Salah satu siswa berprestasi tersebut adalah Martinus Evan Aristianto dari XII IPS 1. Pada hari Selasa, 6 November 2022, tim Jurnalistik mempunyai kesempatan untuk bertanya jawab secara langsung dengan Evan. Setelah melewati berbagai pelatihan dan pemilihan untuk menjadi wakil Indonesia dalam IEO (International Economics Olympiad), Evan lolos sebagai salah satu dari 5 perwakilan pada saat ia kelas 12. Dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba, Evan mempelajari materi-materi yang dibutuhkan. Materi tersebut adalah materi kelas 10 hingga kuliah semester 2, saat itu ia mengalami kesulitan untuk menyeimbangkan materi sekolah dan lomba, dan kadang ia melupakan materi sekolah karena fokus terhadap lomba. Selain Indonesia yang mengikuti IEO, terdapat 40 negara lain dengan 5 perwakilannya, sehingga terdapat 200 pelajar yang mengikuti dari berbagai macam negara. Perlombaan IEO dilaksanakan secara online, setiap perwakilan negara dikumpulkan di 1 tempat – Indonesia bertempat di Bogor, Sentul. Pengalaman paling berkesan dari Evan adalah ia menyadari bahwa peserta di luar sana ada yang kemampuannya lebih dari dia. Sehingga ia terbuka pandangan dan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. Untuk para adik kelas yang ingin mengikuti lomba-lomba dan berprestasi terdapat pesan dari Evan, “Jangan puas akan 1 hal dan jangan menyerah mengejar cita-cita yang lainnya.”


b. Keira: Lomba Debat Juara 1 a. Tim Band [MD FEST] Juara 1 Lomba Dance Cover TikTok [SMA Penabur Bekasi] Holly Valerie Juara 2 Lomba Desain Poster Way Kambas [Rafles College] Kesesuaian tema pada lomba Febrindo Poster Digital dengan tema Resilience dan Mitigasi Bencana tema Covid [UNY Yogyakarta] Sashi Kategori Unik & Menarik pada lomba Poster Digital dengan tema Resilience dan Mitigasi Bencana tema Covid [UNY Yogyakarta] Christian Olav Andreas Kristian Saputra: Juara 2 [Perkumpulan Dharmaputri] Lomba Science Competition and Product Innovation Adela I., Vergi M., Maria Amelia, Eikel H., Dylan: Jyara 2 E-Sport Juara KSN Ekonomi tingkat Nasional (Medali Perak) Martinus Evan Perserta International Economics Olympiad Yonathan Eivan Riyadi: Juara 3 Beatrice Merry Joan: Juara 2 [Writing Competition ELC] [UNIKA Atma Jaya] Jeannete Anastasia: Juara 1 [UIN Jakarta] Lomba Essay Perak Lomba Akutansi Rhema, Evan, Sheren: Juara 2 Katrina Kayla Katino PROPROV BANTEN 2022 Mendapatkan mendali 2 Emas, Women Double Fairway dan Women Team Fairway, medali perak, Women Team Stroke dan Medali Perunggu, Women Single Stroke pada cabang lomba Woodball [Kedubes Perancis] Bong Christile Lomba Baca Puisi Bahasa Prancis Yonathan Eivan Riyadi: Juara 2 Lomba Puisi [SMA Penabur] Lomba Bahasa Inggris Keira: Juara 1 [SMA Tarsisius Jakarta]


Click to View FlipBook Version